– BIDADARIKU –


" Takdir, sesuatu yang tidak bisa untuk dihindari dan tak bisa untuk dipungkiri "


 - BIDADARIKU -


Berkenalan dengan Bidadariku

Maret 2016 masih segar dalam ingatan, Berawal dari pertemuan yang tidak disengaja antara konsumen dan pelayanan minimarket. Waktu itu saya bekerja seperti biasanya di sebuah toko minimarket yang terdapat di sebuah perumahan, hari-hari sama seperti biasanya bekerja dan bercanda dengan rekan-rekan kerja, sampai suatu hari saat saya sedang ngobrol berdua dengan rekan saya ( sebut saja si Amang ๐Ÿ˜‚)  tiba-tiba ada suara lembut yang memanggil.. "Permisi mas,.. " 


Seketika kami menoleh ke arah sumber suara tersebut sambil menjawab dengan serentak "Iya mba."


"Masyaallah manis emen ini cewe.." dalam hati bicara,  lalu disambung lagi tanya dia. "Mas ada popok bayi merk m*m*po*ko ukuran L ngga?.." dengan serentak lagi saya dan si Amang jawab "Ada mba.. sebentar saya ambilin di gudang." 


Seketika kami berdua berlari sambil saling dorong berlomba untuk ambilkan pesanan gadis manis itu. Beruntung sekali saya, karena popok itu saya yang menemukan ๐Ÿ˜‚. Saya tinggalkan si Amang dan langsung berlari ke arah gadis itu, "Ini mba popoknya, ada lagi yang dicari ngga mba biar saya ambilin lagi?." 


Sambil senyum gadis itu bilang,  "Alhamdulillah.. gak ada, terima kasih yah mas.." 


Masyaallah adem bener senyumnya, rasanya mata nggak mau berkedip melihat gadis itu sampai dia pergi dengan sepeda motornya.

Si Amang langsung bertanya "Bang, namanya siapa, kenalan ngga tadi..?" dengan rasa penasaran. 

"Subhanallah.. lupa gue ๐Ÿ˜‚" padahal emang ngga berani buat tanya nama. 

"Yah payah lah.." kata si si Amang. 

Entah dari mana rasa yakin itu tiba-tiba dalam hati berbisik, "Jodoh gue ini cewe." 


Keesokan harinya gadis itu mulai sering kelihatan di toko untuk membeli roti sandwich dan susu TPK, sampe semua anak toko hapal dia pasti beli itu. Dengan rasa yakin saya bilang ke kasir. "Neng kalo ada cewe yang sering beli roti ama susu yang sering digodain ama si Amang, tanyain namanya siapa dan pintain ya nomor Hp-nya.." 


Ah payahlah emang saya ngga berani buat kenalan apalagi minta nomor ๐Ÿ˜‚. kasir langsung bilang, "Gampang bang, namanya gue udah tau.. namanya LIA  dia anak blok H, nanti gue pintain nomornya cuma upahin ya..", dengan rasa senang langsung jawab.. "Bereess pokoknya.."


20 Maret 2016 saat masuk shift 2 tiba-tiba kasir samperin saya sambil senyam-senyum "Jadi ini mah di teraktir.. nih bang nomornya.. cuma dia pesen nomornya buat mas-mas yang pake motor Jupiter merah aja".  


Boomm.. pecah rasanya rasa senang di hati.. ternyata gadis itu juga penasaran dengan saya, senang campur nggak percaya. Si Amang dan rekan yang lain langsung nyeletuk.


"Buset pake pelet ini dia.." ๐Ÿ˜‚ wkwkwk ga ada akhlak emang pada masa di bilang pake pelet, emang saya jelek bangat apa?. 


Dengan mengucap bismillah mulai chat dengan SMS, maklum hp masih jadul ๐Ÿ˜‚. Dengan gaya chat yang sudah pasaran, ".. assalamualaikum mba, ini saya mas-mas ind*ma**ret.." ternyata langsung di bales, "wa'alaikumussalam mas iya mas, ada yang bisa dibantu.." 


Mulai saat itu kami mulai dekat dengan SMS, sekitar 3 bulan saling chat, singkat cerita saya mulai minder dengan dalih dia anak rumahan kayanya ngga pantes sama saya, dan puncaknya saat saya liat dia berbocengan dengan lelaki seumuran saya dengan motor trail, padahal usut punya usut itu adalah kakak kandungnya. Jadi perlahan saya mulai menjauh sampai kami bener-bener lost kontak. Dan tidak lama kemudian,saya dimutasi untuk pindah toko.



Perempuan Lain

Sampai saat saya mengenal perempuan lain dan mulai mengenalnya lebih jauh. Dua tahun kurang lebih saya menjalin hubungan dan berkomitmen untuk menikah. Ketika rencana itu sudah matang dan sudah diperkirakan tahun untuk menikah. 


Saat itu yang ada di pikiran saya ternyata ini jodoh saya. Saat itu saya lupa takdir Allah itu rahasia Allah segala kemungkinan bisa saja terjadi. Benar saja saat tinggal selangkah lagi menikah ternyata gagal karena ada satu dua hal. 


Pelajaran yang saya ambil. Sungguh Allah itu maha tahu apa-apa yang terbaik untuk hambanya dan sedetik ke depan sekalipun kita tidak bisa menjamin apa yang akan terjadi.


Saat rasa hampa dan kosongnya hati setelah kejadian itu, males rasanya kenal perempuan jika cuma hanya pacaran atau saling kenal saja. Berasa jagain jodoh orang lain.๐Ÿ˜‚



CLBK

Maret 2018, Saat itu tiba-tiba ada konsumen yang sepertinya saya kenal cuma ragu takut salah orang. Namun sepontan saya hampiri sambil bilang " mba ada yang bisa saya bantu.." saat dia menoleh ke arah saya.. kaget, seneng, campur aduk. " Lia..? " 


Dia langsung pergi tanpa sepatah kata pun. Seketika ambyar hati rasanya. 


Keesokan harinya ada DM yang berisikan " Assalamualaikum mas, ini aku Lia.. maaf ganggu mas, selamat ya mas udah mau nikah.." seketika GEGANA (gelisah, galau, merana) pun musnah. 


"Wa'alaikumussalam de, siapa yang nikah de, mas ngga jadi nikah.. " 


Singkat cerita setelah saling berbalas DM sampai minta nomor WA-nya kami mulai saling berbagi cerita lagi dan mulai dekat lagi. Dan saat itu saya kaget bukan kepalang. Gadis manja yang dulu saya kenal sekarang masyaallah berubah drastis menjadi lebih dewasa dan cara berpakaiannya yang saya lihat di IG nya masyaallah syar'i banget. 


Sambil bilang dalam hati.. Alhamdulillah.. padahal belum tau perasaan dia gimana ke saya ๐Ÿ˜‚. 


Juni 2018 setelah istikharah, minta pendapat orang tua, guru-guru dan sahabat saya mulai beranikan diri untuk mengutarakan perasaan saya kepada dia, jawaban dia simpel.. 


"kalo mas suka saya, ke rumah aja bilang ayah sama ibu terus minta ijin buat lamar terus nikahin saya.." tanpa pikir lagi.. langsung bilang akhir "bulan ini saya ke rumah kamu..", "okey mas aku tunggu.."


Sampai saatnya saya datang ke rumahnya menghadap orang tuanya untuk utarakan maksud dan tujuan saya, " sebelumnya mohon maaf pak, Bu.. saya KHOIRUL UMAM, saya suka sama anak bapak ibu, saya ingin menikahi anak bapak ibu, cuma begini lah saya apa adanya,"  


Tabarokalloh.. ternyata ayahnya paham tentang agama dan tau betul tentang hadis nabi yang menganjurkan untuk cepat menikahkan anak gadisnya untuk menghindari zinah dan segala fitnah.. ayahnya langsung bilang.


 "Kapan nak Umam mau bawa rombongan ke rumah..? ".. 


Alhamdulillah dalam hati rasanya ingin loncat-loncat karena saking senangnya.. "Insyaallah bulan Juli saya ke sini bawa rombongan untuk melamar anak bapak.."


"Baik nak Umam kami tunggu kedatangan nya.." jawab ayahnya. Singkat cerita 1 Juli 2018 kami lamaran dan sampai pada 19 AGUSTUS 2018. Saya jabat tangan ayahnya dengan penuh yakin mengucapkan kalimat paling romantis "Saya terima nikahnya dan kawinnya Lia Amalia Muchlisa binti Rahmat abadi Sahati dengan mas kawinnya tersebut di bayar tunai.." 


Sah.. Alhamdulillah.. Saat paling membahagiakan dalam hidup saya setelah perjalanan berliku ternyata sampai di pelaminan juga.


Bersambung.. ๐Ÿ˜‚


Bersambung ke  - BIDADARIKU - (part 2)


_____________


Penulis: KHOIRUL UMAM
Rabu, 17 Maret 2021



NYEPI – catatan kecil, kenangan dan refleksi saat Nyepi di Bali

NYEPI

Sebuah catatan kecil, kenangan dan refleksi pribadi saya saat Nyepi di Bali.


NYEPI - catatan kecil, kenangan dan refleksi saat Nyepi di Bali


Om Swastiyastu ๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™

Tahun 1998, waktu itu saya diajak oleh beberapa sahabat Bali untuk ikut menjadi Pecalang di Banjar Gemeh, Jl. Mayjend Sutoyo Denpasar. Saya menikmati betul keheningan Nyepi. 

Sebelumnya saya gabung di malam Pengerupukan mengangkat Ogoh Ogoh mengelilingi lapangan Puputan Badung di depan Kodam Udayana. Saya dan teman teman seperti Wayan Panca, Osta, Wayan Bero, Gung Was, Gung De, Oli dan masih banyak lagi yang tak bisa saya sebutkan satu per satu) berbaring di jalanan menghadap langit cerah penuh bintang sambil bercerita (tentunya setengah berbisik) tentang hidup kami dan hal hal lucu. 

Beberapa orang mengantar Chawi, drummer Siluet Band ke Rumah Sakit karena malam itulah anak keduanya, seorang puteri, lahir dan di beri nama Anugerah Saka Puteri. Saya berterima kasih atas moment itu. 

NYEPI - catatan kecil, kenangan dan refleksi saat Nyepi di Bali


Tahun 1999, saya diajak lagi untuk ikut Pecalang di Banjar Wijaya Kusuma, Jalan Wijaya Kusuma Denpasar. Waktu itu saya di rumah musisi Bali "Triple XXX". (Rah Ming, Rahtut, Rahde, Rahtu, Rah Man). Mereka memang sudah seperti keluarga saya dan sahabat seperjuangan. Saya berjalan bersama teman-teman di sana seperti Rah De, Rahtut dan beberapa orang lainnya sampai di Jl. WR. Supratman lalu kembali. Saya berterima kasih untuk semua itu. 

Kecuali saya ada job di luar negeri, di luar daerah, atau ada schedule di Hard Rock Hotel (Di Hard Rock Hotel kami disediakan kamar di hari Nyepi jika on schedule ) saya di rumah saja melewati Nyepi. 

Saya suka sekali Nyepi. Nyepi itu sehat dan moment satu-satunya di dunia. Di moment itu saya beristirahat lahir bathin sambil baca buku koleksi saya (buku koleksi saya ada 6 kardus ukuran jumbo hehehhee). 

Saya mengenangnya dan merindukan Nyepi dengan segala totalitas riuh rendahnya, macetnya, kesibukannya, kecepatan mempersiapkan hal-hal sebelum, dan waktu heningnya tiba, dan Pagelaran Ogoh-Ogoh yang euphoria-nya begitu powerful dan sensasional, beberapa jam sebelum akhirnya semua hening di waktu Nyepi yang telah ditentukan. 

Sebuah prosesi religius yang ber 'Taksu', dinamis dan kuat. Kuat dalam eksplorasi energi luar: Angkat ogoh-ogoh dan berjalan kiloan kilometer, teriakan lepas membahana khas masyarakat Bali di saat Ogoh-Ogoh diputar di persimpangan jalan dan sebagainya; maupun eksplorasi energi dalam: Menahan diri untuk hening dan diam!.

Selamat melaksanakan Catur Brata Penyepian buat semua sahabat di Bali. Selamat memperjuangkan Dharma dari Adharma. Selamat melebur jiwa dengan spirit murni bumi selama 24 jam. Selamat menikmati indahnya kolaborasi keheningan alam dan manusianya yang cuma sekali dalam setahun dan di dunia ini hanya ada di Pulau Bali.

Teruntuk Pulau Bali dan seisi alamnya, TERIMA KASIH sebesar besarnya atas pemberianmu. 
Terima kasih atas cinta dan rejekimu. Terima kasih atas apapun yang pernah kulalui di sana; pahit, manis, hitam dan putih, suka duka, persahabatan, seni dan cinta kasih; yang menjadi salah satu bagian kehidupan yang indah dan besar dalam perjalanan waktuku.

Sekali lagi, Terima kasih!.

Om Chanti Chanti Chanti Om... ๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™ โคโคโค


_________________
Penulis: Zul Saja

Sabtu, 13 Maret 2021.


S0606: Usai Bumi Berguncang

Episode ini sebenarnya dibuat untuk memperingati 10 tahun peristiwa salah satu gempa terbesar di dunia yang terjadi tanggal 11 Maret 2011 di Timur Laut Jepang, sebuah peristiwa tak terlupakan bagi gue dan keluarga yang saat itu tinggal di Tokyo, Jepang. Namun karena sesuatu dan banyak hal, baru sempat gue upload sekarang.

Episode ini adalah salah satu contoh bagaimana Podcast atau rekaman suara bisa menjadi catatan sejarah penting bukan hanya sejarha hidup kita, tapi juga bagian dari sejarah di masa kita hidup dulu, karena gue dari dulu terbiasa membuat macam-macam rekaman suara dari keseharian gue dan menjadikannya materi podcast. Semua insert-insert suara di episode ini (kecuali musik background) gue ambil dari rekaman-rekaman podcast gue 10 tahun lalu.

* Music used in this episode: Ishikari Loreย by Kevin MacLeod is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 license. https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/ – Source:ย http://incompetech.com/music/royalty-free/index.html?isrc=USUAN1100192

Send in a voice message: https://anchor.fm/suarane/message

Di Antara Union Busting dan Solidaritas Pekerja (Bagian 1)

Di Antara Union Busting dan Solidaritas Pekerja


"Sial! Anak itu semakin menjadi-jadi saja!," kata seorang pria di sebuah ruangan kantor berpendingin. Di hadapannya ada dua orang staff kepercayaannya. 

"Maklum, Pak. Dia kan aktif di luar pabrik. Lumayan terkenal, sih!," kata Ranto, salah satu staff HRD di depannya.

"Tapi, Boss pengennya serikat yang satu ini dibelenggu! Kalo perlu dihancurkan! Kemarin, Ketua mereka sudah kita habisin! Dan dia kooperatif tuh, mau nerima duit pesangon. Kenapa yang ini bebal sekali?."

Kedua orang di hadapannya hanya terdiam menunduk. Narsih, staff wanitanya sibuk memilin ujung baju kerjanya. Dia mahfum, karena kenal baik dengan Fatur, karyawan yang dimaksud oleh atasannya itu.

Fatur, yang ia tahu, punya idealisme tinggi terhadap organisasinya. Bahkan ia sering mendengar jika Fatur sering berbeda pandangan dengan kawan-kawannya di dalam pabrik, meski mereka masih satu wadah organisasi.

"Kok, kalian diam saja?. Bantu saya memecahkan masalah orang satu ini, dong!," kata pria itu lagi.

"Kita main di absensi saja, pak! Kan kemarin dia keluar pabrik dengan teman-teman serikatnya. Kita tuduh saja dia sebagai pembohong! Berbohong pada perusahaan kan termasuk dosa besar lho pak! Bisa masuk neraka!," kata Ranto menggebu-gebu.

"Hah!? Masuk neraka?." Terheran pria itu dengernya. Penulis juga ikut heran.

"Iya, Pak!. Masuk neraka!. Makanya daripada merugikan perusahaan, mending langsung saja dikeluarin surat PHK-nya!." Ranto semakin bersemangat. 

"Bagus!. Kamu benar-benar jenius!. Kita pakai saja cara itu!." Pria itu ikut semangat, matanya berbinar-binar mendengar ide cemerlang dari staffnya.

"Narsih! Langsung kamu buat surat PHKnya, panggil si Fatur, minta tanda tangan!. Kalo dia gak mau, kirim saja lewat email!." Perintah si Pria dengan gagah.

Giliran Narsih yang bingung. Neraka?. Absen?. Apa hubungannya?. Cuman karena ia hanya bawahan, ia hanya mengangguk,. " Baik, Pak. Saya bikin sekarang."

Kemudian Narsih meninggalkan ruangan itu dan segera mengerjakan tugasnya.

"Dan kamu Ranto, segera hubungin pengacara kita, bikin statement di media massa, bahwa si Fatur itu membuat berita palsu!. Bikin somasi!. Kalo perlu sebelum di kirim ke neraka, kita kirim dulu ke penjara!," dengan geram si Pria membuat instruksi.

"Dan kamu coba cari tahu, kawan-kawan pengurus serikat di pabrik, ada yang bisa kita ajak kerjasama, gak? Kalo perlu kita iming-imingi mereka dengan bonus tambahan, bagi yang mau bekerja sama dengan kita!," lanjutnya.

Ranto mengangguk, lalu dengan tergopoh-gopoh ia meninggalkan ruangan. Di luar, ia membayangkan kenaikkan jabatan jika berhasil dalam misi ini. Tak sadar, lidahnya menjulur keluar, liurnya menetes, bayangan bonus besar yang bakal ia dapatkan nanti terbayang di matanya.

--------------------

 "Tuk ... Tuk ... Tuk ...!" Ranto tergesa mengetuk pintu kantor atasannya.

"Masuk!." Terdengar suara dari dalam.

Bergegas Ranto memasuki ruangan, senyumnya mengembang, matanya berbinar-binar.

"Ada apa, To? Seneng banget nampaknya?," tanya Pria atasannya heran.

Dengan gesit, Ranto mengambil posisi duduk berhadapan dengan atasannya.

"Ternyata gampang sekali, Pak!," katanya dengan senyum yang belum hilang dari wajahnya, sehingga suaranya terdengar sengau.

"Gampang apanya?."

"Untuk mengeliminasi si Fatur itu lho!."

"Eliminasi?."

"Iya, Pak. Eliminasi!."

"Lah, emang si Fatur ikut Indonesia Idol?."

Duh! Ranto garuk-garuk kepala. Tak ia sangka, atasannya yang berperawakan seperti Ladusing di serial kartun tv itu ternyata tololnya bukan main.

"Bukan Indonesia Idol, Pak!. Di-eliminasi dari perusahaan, gitu lho!. Dikeluarkan!. Di-PHK!. Ngarti?"

"Lho, kok kamu marah-marah ke saya?." 

"Abis, bapaknya ngeseโ€”". Tak ia selesaikan ucapannya, saat melihat mata pak Ladus... Eh, atasannya melotot sangar.

"Begini, Pak." Akhirnya Ranto mulai berbicara dengan tenang.

"Ternyata, kondisi serikat di sini gak solid-solid amat, lho!."

Atasannya hanya diam, menyimak. Melihat sikap atasannya, Ranto melanjutkan.

"Para pengurus serikat yang lain, banyak yang ragu-ragu. Demikian juga anggota mereka. Mereka gamang. Lagian, rata-rata sudah pada berumur, dengan masa kerja belasan tahun. Pasti mereka akan berpikir untuk diri sendiri, dong!."

"Hmm, kamu tahu dari mana kalo pengurus yang lain gak solid?."

"Tau lah, Pak! Kan, saya banyak punya mata-mata!," kata Ranto sambil nyengir nyebelin.

"Apa mata-matamu bilang?."

"Info mereka, tempo hari saat ada rapat pengurus, dari sebelas hanya setengahnya yang hadir, itu menunjukkan tanda-tanda ke-tidak solid-an mereka."

"Ya, belum tentu! Siapa tau yang lain ada acara lain."

"Wah, Pak, sepenting-pentingnya acara mereka, jika solid, pasti mengusahakan untuk datang, tapi ini enggak, jadi bisa dipastikan mereka gak solid!."

Pria atasan Ranto itu manggut-manggut. "Kemungkinan itu masuk akal, terus apalagi infonya?"

"Lalu, jumlah anggota mereka juga tak terlalu banyak, dibandingkan seluruh karyawan yang kita punya, belum lagi Serikat Pekerja yang kita bina sendiri juga tak merespon apapun atas kasus si Fatur ini."

"Memangnya, apa nama serikat pekerja si Fatur ini?"

"Bapak gimana, sih! Masa lupa!." Ranto menggerutu.

"Lah!. Mana ingat aku!. Saking banyaknya serikat pekerja aneh-aneh!. Dan kamu jangan menggerutu seperti itu!. Ingat! Aku ini Kurniawan!. Atasanmu!." Teriak Pria yang ternyata bernama Kurniawan itu, marah dia.

Ranto membenarkan sikapnya, lalu ia berkata dengan hati-hati.
"Di perusahaan kita ada dua kubu, Pak. Yang satu namanya FSPGB, tempat si Fatur bernaung. Satu lagi SPBP, gitu Pak."

"FSPGB? Apaan tuh?."

"Federasi Serikat Pekerja Gokil Banget, cukup terkenal kok, mereka kabarnya sangat militan, solidaritas tinggi, dan reaksioner. Cuman di perusahaan kita, hal itu gak terlalu pengaruh."

"Hmm... Agak aneh juga nama serikatnya ... Terus, SPBP?. Apaan lagi?."

"Serikat Pekerja Binaan Pengusaha, di kita jumlah mereka lumayan banyak lho pak, lebih banyak dari FSPGB, dan anggota mereka itu hanya anak-anak manis semua, lho!."

Kurniawan kembali manggut-manggut, puas nampaknya.

"Terus, gimana kabar lawyer kita?. Apa sarannya?." tanyanya setelah berdiam beberapa saat.

"Oh, pak Benarudinawisata? Beliau ada di luar pak, menunggu giliran ketemu bapak," jawab Ranto santai.

"Oh, ada di luar? Suruh masuk saja, kita diskusi sekarang untuk kelanjutan kasus ini," kata Kurniawan sambil memberi isyarat ke arah pintu dengan tangannya.

"Baik, Pak." Ratno dengan sigap langsung ke luar ruangan. Beberapa saat kemudian ia kembali masuk. Di belakangnya mengikuti seseorang, yang berperawakan besar seperti binaragawan Ade Rai, dengan jenggot panjang melambai mencapai perut.

Sang Pengacara!


----------


Judul asli: CERITA HALU
Penulis: Yous Asdiyanto Siddik

Disclaimer:  nama jika sama hanya kebetulan belaka, tanpa menyinggung yang bernama sama dengan di cerita, maklum namanya juga HALU.

#save_ampi


Selain Endorse, Ini Dia Strategi Influencer Marketing dari IDN Creator Network

 

Brand yang kuat bukan hanya dikenal melalui iklan di televisi ataupun media sosial, namun brand yang melekat di masyarakat dengan sebuah stigma yang baik dan dibutuhkan dalam berbagai kesempatan. Untuk membangun brand yang dikenal luas bukan hal yang mudah dan membutuhkan sebuah trobosan dalam banyak hal termasuk marketing. Marketing pun mengalami banyak perubahan mengikuti zamannya, kalau dahulu beriklan di koran dan televisi adalah sebuah solusi yang tepat, untuk saat ini hal tersebut sudah menjadi hal yang ditinggalkan banyak brand. 

Nah, saat ini kita mengenal Influencer Marketing yang dibutuhkan banyak brand untuk memperluas jangkauannya di masyarakat. Hal ini dikaitkan dengan makin banyaknya sosial media yang digunakan sehingga memerlukan strategi pendekatan berbeda agar makin efektif. Bisa dibilang saat ini, strategi Influencer Marketing pun sangat beragam menyesuaikan sasaran dan kebutuhan dari brand. 

Yohana Sitompul selaku Digital Strategy Manager di IDN Creator Network, sebuah creator marketing platform di bawah naungan IDN Media, mengungkapkan hal-hal krusial yang harus diperhatikan oleh brand saat hendak menjalankan influencer marketing. 

influencer-marketing-idn-creator-network


Tiga Hal Penting Sebelum Menjalankan Influencer Marketing

Marketing Objective

Kita harus paham apa tujuan dari pengadaan sebuah campaign melalui influencer marketing: apakah untuk awareness, conversion, promo, atau product launch. Dengan mengetahui adanya sebuah campign ini diharapkan tepat sasaran.

Target Audiens

Selain itu, target audiens juga tak kalah penting untuk diperhatikan. โ€œKedua, target audiens. Dengan mengetahui target audiens brand, akan lebih mudah bagi kita untuk menentukan platform mana yang cocok untuk brand tersebut: Instagram, Twitter, Tiktok, Podcast. Namun, perlu ditekankan bahwa creator marketing platform jangan terus-terusan Instagram-minded. Everything is always evolved, we always need to adapt. Pada kenyataannya, shift memang perlahan terjadi: dari Instagram ke Tiktok, misalnya,โ€ sambung Yohana.


Jenis Campaign

Tak hanya kedua hal di atas, referensi gaya konten yang akan diluncurkan oleh suatu brand juga perlu dipertimbangkan secara matang. โ€œKetiga, apakah soft-selling, ada alur ceritanya? Ataukah lebih to the point, menunjukkan produk dan menyatakan langsung apa benefit dari produk yang ditawarkan? Sekarang ini, kalau saya bilang, sih, lebih banyak yang pakai strategi soft-selling, meski ada juga yang tetap pakai strategi hard-selling. Strategi soft-selling lebih baik didukung dengan konsep honest reviewโ€•kita buat seolah audiens tak tahu bahwa mereka sedang terkena wxposure branding, begitu,โ€ ujar Yohana detail.

Parameter untuk mengukur kesuksesan campaign 

Parameter yang umumnya digunakan dalam campaign influencer marketing adalah number of reach dari suatu post. Namun tentu juga ada faktor lain yang dapat digunakan untuk menilai keberhasilan suatu campaign. โ€œKuantitas berdasar data adalah parameter utamanyaโ€•apakah memenuhi target yang sebelumnya telah ditetapkan, bagaimana interaksi yang mungkin dihasilkan dari suatu post, brand awareness-nya bagaimana. Nantinya, insight yang kita dapat akan kita kompilasi di sebuah laporan,โ€ terangnya. Kesuksesan sebuah campaign, bagi Yohana, juga dapat dinilai secara subjektif. Dengan kata lain, kesuksesan sebuah campign juga bisa dinilai dari seberapa banyak masyarakat membicara brand tersebut sehingga mampu menarik hati semua orang. 

Ide campaign paling happening versi IDN Creator Network 

Selanjutnya, Yohana juga membagikan beberapa ide campaign yang biasanya IDN Creator Network tawarkan pada brands. Ada 5 ide campaign yang selalu digunakan yaitu sebagai berikut : 

Pertama, hyperlocal KOL (Key Opinion Leader)

Hyperlocal KOL adalah para KOL yang berada di kota-kota kecil yang tersebar di seluruh Indonesia. Mereka dinilai memiliki kedekatan yang lebih dengan para audiens mereka, jadi lebih targeted.โ€ 

Kedua, always on

Dengan kata lain, sebuah brand akan terus menjalankan campaign secara berkelanjutan untuk suatu periode waktu tertentu. Contoh, brand A, dari bulan Januari 2021 hingga Desember 2021 tap in di, misalnya, IDN Creator Network dengan tujuan menjaga eksistensi brand di mata konsumen. 

Ketiga, agile campaign

Maksudnya, kita akan bantu track dan cek platform mana yang sekiranya sedang ramai digunakan. Contoh, clubhouse. Cara ini digunakan agar brand image terbentuk dengan lebih cepat.

National KOL

Ada juga national KOL. Bedanya dengan hyperlocal KOL, national KOL ini lebih fokus di kota-kota besar yang ada di Indonesia. Pemilihan KOL akan disesuaikan dengan domisili target audiensnya. 

Vertical domination

Terakhir, ada pula yang disebut dengan vertical domination. Ide ini lebih mengarah pada penggunaan KOL dalam jumlah yang sangat masif. Satu konten yang sama akan dibagikan oleh, misalnya, 200 KOL dalam jangka waktu sekian hari. Biasanya, ini dilakukan ketika sebuah brand sedang meluncurkan produk baru atau sedang melaksanakan campaign promo.


INFO AKSI SEDEKAH BARENG NASI BUNGKUS (SEBAR NABUNG) Pekan ke 211


INFO AKSI SEDEKAH BARENG NASI BUNGKUS (SEBAR NABUNG) Pekan ke 211


INFO AKSI SEDEKAH BARENG NASI BUNGKUS (SEBAR NABUNG)

Pekan ke 211
Jumat, tgl. 05 Maret 2021
Bismillah.
Assalamu'alaykum warohmatullohi wabarokatuh.

๐ŸŽถ Aku jatuh cinta
'Tuk ke sekian kali
Baru kali ini kurasakan
Cinta sesungguhnya
Tak seperti dulu
Kali ini ada pengorbanan.. ๐ŸŽถ

Duhh asa kumahaa kitu sama lirik lagu ini.
Soalnya cucok meong banget sama perasaan pas berbagi di edisi kali ini.
Simak ceritanya di bawah ini ya genks.

Jadi Jumat kemarin sesuai rencana kita berbagi SEDEKAH BARENG NASI BUNGKUS (SEBAR NABUNG) di 3 lokasi.


1. Panti Asuhan Dhuafa/Yatim Piatu YAPKHIN

Pertama, ke Panti Asuhan Dhuafa/Yatim Piatu YAPKHIN, di Kampung Baru, Babelan.
Di situ ada sekitar 30an anak asuh yang berasal dari beberapa daerah di Indonesia.
Mereka tinggal, mendapat asupan makanan yang baik, disekolahkan, belajar mengaji juga dan tentunya mendapat limpahan kasih sayang.

Mereka menyambut kita dengan suka cita apalagi ketika diberikan goody bag isi camilan, buku Iqra, lekar alas mengaji (dari The Sisters) dan tentu nasi box serta susu dari kita.
Tambah lagi senangnya saat kita adakan kuis berhadiah pada pertemuan itu.

INFO AKSI SEDEKAH BARENG NASI BUNGKUS (SEBAR NABUNG) Pekan ke 211

Rizki, bocah usia 7 tahunan yang dapat menjawab pertanyaan pertama bergaya bak pemenang lomba di panggung televisi setelah tuntas membaca surah Al Fatihah sebagai jawaban dari pertanyaan kuisnya.
Kocak deh tingkahnya ๐Ÿ˜ƒ


2. Pondok Pesantren Tahfidz Qur'an (PPTQ) AL-ULUMIYAH TAZKIRUL AMIN

Lanjut ke destinasi kedua,
kita menuju Pondok Pesantren Tahfidz Qur'an Al Ulumiyah, di Kampung Belendung, masih di Kecamatan Babelan.

Ada sekitar 80an santri dhuafa/yatim piatu yang mukim di sana.

Padahal sudah siap disambut di pondok putra oleh pengurus panti ehh rombongan kita sesuai arahan mbah Google malah ke pondok putri.

Memang lokasinya tidak berjauhan tapi lumayan sulit muternya berhubung jalannya sempit ditambah waktu yang mefet karena para bapack kudu bersiap sholat Jumat.

Dah wess ambyar pokona rencana pengurus panti ๐Ÿ˜


3. Kampung Bagedor Desa Pantai Harapan Jaya Muaragembong

After sholat Jumat, kita menuju ke destinasi 3.
The one and only, KAMPUNG BEGEDOR Desa Pantai Harapan Jaya, Kecamatan Muaragembong.
Nama yang unik ya, pankapan kita cari info asbabul hikayat penamaannya.

Lumayan pake perjuangan untuk sampai di kampung ini dengan selamat.

Jalannya belum beraspal, tipikal khas daerah yang belum mendapat sentuhan tatih tayang ehh gelontoran dana APBD, wkwkwkk.

Berbatu kerikil campur tanah, tidak rata, ada genangan air coklat di sana sini (tapi bukan bajigur, ciyussโœŒ๏ธ)  plus lumpur tebal yang masih separuh kering karena air banjir memang baru 2 hari ini surut di situ.

Fyi genks, ini kampung dekat dengan Kali Ciherang yang seringkali meluap hingga air dan isi kalinya tumpah ke pemukiman warga.

Apa isi kalinya ?
Bukan hanya lumpur, ikan, sampah tapi juga aneka jenis binatang melata sejenis ular hingga buaya.
Membayangkannya saja sudah gelayyy khan ? ewww๐Ÿ˜–๐Ÿ˜–๐Ÿ˜–

Ban si Boy (salah satu nama ambulan CF yang kita gunakan) sampai slip di lumpur tebal itu.
Panas lagi mentreng, matahari sinarnya lagi gonjreng ehh mobil ga bisa jalan. Bannya terjebak di antara 2 cinta (#ahayyydehh)

Cinta pada kampung halaman dan aroma khas daerah pinggir kali maksudnya lho yaa, hahahaa.

Thank God untunglah ada Mak Sri Suharni Maks jawara Kampung Setu yang dengan kekuatan awal bulannya berhasil mendorong mobil keluar dari liatnya lumpur itu.

Yeayyy, alhamdulillah.

Berhasil..berhasil..berhasil..horree ! #alaDoraTheExplorer.

Setelah diterima kadus Acip dkk di rumahnya yang merangkap posko, baru kami bisa bernafas lega.
Sempat ngaso sebentar, maksi tipis-tipis baru deh kita bagikan nasinya.

Ada yang dikirim via perahu kayu, ada yang diambil dengan sepeda ontel, dannn.. jengjenggg ini cerita terseru dari aksi kita di edisi kali ini.

INFO AKSI SEDEKAH BARENG NASI BUNGKUS (SEBAR NABUNG) Pekan ke 211
Foto by: Idam Cholid [Potret Jabar]


Jadi pak kadus aka Kepala Dusun Acip bilang "hayuk kita ke pojokan kampung. Kita tengok warga yang sampai hari ini masih mengungsi di dekat jembatan yang putus karena banjir," katanya.

Kami sempat ragu awalnya tersebab melihat becyeknya jalan yang harus kami lalui ke sana.

Atudaa.. nanti kami yang sudah cantik begini bisa camerong dongg kalau jalan bebecekan kitu.
#mintadikeplak karena sombong, sok cantik binti malezzin 
Tetapi, akhirnya kami luluh setelah 2 armada roda dua siap mengantar kami demi menemui sang bintang.

And here we are dengan motoran kami lewat jalan selebar pematang sawah yang di kirinya banyak ilalang dan di kanannya pinggir kali Ciherang.

Dibumbui cerita kadus soal binatang melata yang sering muncul tiba-tiba dan aura mistis dari pepohonan tua di sekitarnya maka komat kamit merapal ayat-ayat cinta dari Sang Maha terus kami lantunkan berharap dapat meredam degup kencang di dada. Perjalanan penuh tantangan dan pengorbanan itu ada di sini kisanak.

Sekitar 5 menit berlalu, motor berhenti.
Kami pikir sudah sampai tujuan ehlhadalah ternyata belonan. 
Karena begitu turun dari motor, kita masih harus melewati semacam jembatan dari gedebong pisang.
Ooeemjiii, tantangan macam apalagi iniii ?

Sumpah takut kepleset terus masuk neraka ๐Ÿ˜ซ(arrghh..entah kenapa jadi ingat cerita ustadzah tentang titian jembatan Shirothol Mustaqim ketika jalan di atas gedebong pisang teaa, naudzu billah jangan sampe jatuh ke neraka ya kita, hiyyy..atuttt).

Lucky us, setelah melewati beberapa tantangan akhirnya bisa juga bertemu sang bintang.
Dua sejoli sepuh, mak Aki dan kong Nimin yang saat kami tiba ada dekat tenda berwarna biru lusuhnya.
Miris dan bikin speechless.

Temans bisa lihat kondisi tenda yang seadanya.
Sebulan lebih mereka berteduh, memasak, makan dll aktivitas ya di sekitar tenda itu.

Jauh dari kata layak.

INFO AKSI SEDEKAH BARENG NASI BUNGKUS (SEBAR NABUNG) Pekan ke 211

Tapi kong Nimin tetap ingin berada di tenda yang di seberangnya ada rumah mereka.

Jangan pikir "rumah" itu bertembok bata ya temans, karena istana kong Nimin dan mak Aki masih terbuat dari anyaman bambu yang sebenarnya kelihatan tak kalah rapuh.

Ada hewan piaraan mereka di situ (entog, ayam kate) yang takut pada kabur kalau mereka pindah dari tenda itu, katanya.

Dan mak Aki sang istri, setia menemani.
Ga banyak tanya apalagi protes kenapa begini ga begitu.
Dia, hanya ingin tetap menemani suami tercintanya, apapun dan bagaimanapun keadaannya.
Maa syaa Alloh, 

Kami belajar dari mak Aki tentang arti setia pada pasangan. Pasangan yang tak selamanya bisa menyuguhkan kesenangan, melimpahi dengan materi atau setidaknya buaian romantis kata-kata cinta nan indah.

Sebab setia untuk tetap berbakti pada pasangan yang berlimpah materi, sholeh dan baik hati itu lebih mudah dibanding jika ia dalam keadaan sebaliknya.

And one more thing.
Untuk jadi orang murah hati tak perlu menunggu keadaan kita berlebih.

INFO AKSI SEDEKAH BARENG NASI BUNGKUS (SEBAR NABUNG) Pekan ke 211
Foto by: Idam Cholid [Potret Jabar]

Take a look at mak Aki yang sampai nawarin motong ayam buat nyuguhi kami. Tapi kami tolak halus karena khawatir merepotkannya.

Tawaran pertama kami tolak, lalu terus gigih membujuk agar kami mau menerima oleh-oleh ikan asin buatannya dan telur dari entog piaraannya.

Ya Alloh mak, kami malu dan iri padamu.
Betapapun dalam keadaan papamu, mak tetap ingin berbagi.
Bukan karena mampu tapi karena ingin menghargai ๐Ÿ˜ญ
Baik mak, kami terima pemberianmu, penghargaanmu untuk kami yang justru jadi belajar darimu. 
Terimakasih banyak ya mak, semoga Alloh senantiasa merahmatimu.
Aamiin.

Welehh..ternyata udah puanjang emen ini cerita.
Sekali-kali kita tutup dengan pantun ahh.

๐Ÿ’™ Mbak yuyu maen tanjidor.
Ai lap yu Kampung Begedor๐Ÿ’™

Hihihi..pantunnya praktis dan minimalis ajah.

Wokeh, terimakasih banyak untuk doa dan supportnya temans.

Tetap bahagia dan jaga kesehatan di masa pandemi ini ya.

See you Jumat depan dan titip salam dari konfirmasi transferan, upss maappp keceplosan

#PanjangUmurKebaikan
#SEdekahBARengNAsiBUNGkus
#AyoBerbagi
#JumatBerkah
#KeepIstiqomah
#JanganKasihKendor
#KitaBisaKarenaBersama
#WA087782777930

Penulis: Bu Mutia Farida
Sabtu, 6 Maret 2021.


JOIN AKSI SEDEKAH BARENG NASI BUNGKUS

Untuk yang mau berpartisipasi dalam aksi Sedekah Bareng Nasi Bungkus (SEBAR NABUNG), silakan hubungi Bu Mutia Farida di nomor WA 087782777930 atau klik gambar WhatsApp di atas.



Tips Memilih Coklat Batangan yang Tepat

 


Coklat mempunyai rasa manis yang disukai oleh banyak orang. Walaupun tidak semua cokelat mempunyai rasa manis, karena juga ada cokelat rasa pahit yang biasanya digunakan untuk diet dan lebih sehat. Coklat bisa dimanfaatkan untuk banyak hal mulai dari untuk olahan dibuat makanan kering, makanan ringan, kue, dan juga minuman.Salah satu jenis coklat yang dapat dipilih untuk dibuat berbagai olahan tersebut adalah cokelat batangan. Coklat ini mempunyai tekstur padat dan merupakan jenis yang paling mudah ditemukan. Bagi yang ingin membeli coklat batangan, di bawah ini ada beberapa tips yang bisa digunakan sehingga bisa mendapatkan bahan kue terbaik:

 

1. Memilih Tempat Pembelian

Tips pertama yang dapat digunakan ketika akan membeli cokelat batangan adalah dengan memilih tempat yang tepat. Anda bisa membeli cokelat dengan mudah, seperti mendapatkan di pasar, toko kue terdekat, minimarket, supermarket, ataupun bisa dibeli secara online.Berbagai tempat tersebut menawarkan keuntungannya masing-masing.Sehingga pastikan untuk memilih tempat yang menawarkan keuntungan beragam yang bisa didapatkan.

 

2. Pilihan Tempat yang Menawarkan Banyak Merek

Tips mudah selanjutnya yang bisa digunakan adalah dengan memilih tempat yang menawarkan banyak merek. Cokelat batangan mempunyai banyak merek yang bisa dipilih di pasaran. Hal tersebut bisa dipilih mulai dari kualitas merek yang ditawarkan, rasa cokelat batangan, dan juga kandungan lain yang bisa diperhatikan. Hal tersebut juga akan mempengaruhi tekstur dan rasa cokelat batangan yang diperoleh. Salah satu tempat yang menawarkan banyak merek cokelat batangan yang bisa dipilih misalnya ada di tokowahab.com yang menawarkan merek mulai dari Colatta dan Tulip dengan variasi yang lengkap.

 

3. Bandingkan Harganya Terlebih Dahulu

Tips terakhir yang bisa diperhatikan ketika akan membeli cokelat batangan adalah dengan membandingkan harganya terlebih dahulu. Harga cokelat batangan bisa dipengaruhi dari merek coklat yang akan dipilih. Selain itu juga di tempat membelinya dan ukuran yang akan dibeli. Ketika membeli di Tokowahab yang menyediakan berbagai bahan kue lengkap seperti mentega dan bahan lainnya. Anda bisa memilih coklat batangan dengan harga yang kompetitif.[]

Berapa Banyak Anda Membakar Kalori dalam Pertandingan Sepak Bola dan Hoki?

Seberapa Banyak Anda Membakar Kalori dalam Pertandingan Sepak Bola dan Hoki?


Olahraga untuk atlet yang sangat terampil, hoki es membutuhkan kombinasi kebugaran aerobik dan anaerobik. Permainan ini dibagi menjadi 3 periode masing-masing 20 menit, dengan momen-momen intensitas tinggi yang sering. 


Sebuah studi dalam Journal of Human Kinetics edisi Desember 2014 menunjukkan bahwa, rata-rata, waktu yang dihabiskan seorang pemain di zona intensitas tinggi selama pertandingan hoki kurang dari setengah dari total waktu permainan, bervariasi dari 15 menit untuk maju hingga 18,5 menit untuk pemain bertahan.



Mengolah Angka

Pembakaran kalori bergantung pada banyak faktor, termasuk berat badan. Misalnya, seseorang dengan berat 125 lbs dapat berharap untuk membakar sekitar 475 kalori setelah bermain hoki selama satu jam, sementara orang dengan berat 190 dapat mengharapkan pembakaran sekitar 700 kalori per jam. Anda dapat menghitung kalori dengan menggunakan kalkulator kalori online.


Kalori yang dibakar serupa untuk hoki lapangan, menurut Harvard Heart Letter terbitan Juli 2004. Meskipun permainan hoki rata-rata berlangsung selama 60 menit, hanya sekitar 25 persen dari waktu itu yang benar-benar dihabiskan untuk bermain dan secara aktif membakar kalori. Namun, karena hoki memiliki interval intensitas tinggi, pembakaran kalori terus berlanjut setelah atlet selesai bermain.


Seberapa Banyak Anda Membakar Kalori dalam Pertandingan Sepak Bola dan Hoki?


Bermain sepak bola sama seperti latihan interval selama 90 menit - berlari dengan kecepatan penuh, melambat saat Anda mencapai bola, bergerak di antara pemain bertahan, dan berhenti tiba-tiba untuk menendang atau mengubah arah, catat mantan pemain profesional di situs online Info Pelatihan Sepakbola. Anda harus melatih tubuh Anda untuk tampil sesuai dengan tuntutan pertandingan sepak bola.



Jenis

Sederhananya, pelatihan interval dapat melibatkan putaran di sekitar lapangan, bergantian antara joging ringan dan sprint saat Anda mencapai bendera sudut atau garis tengah, saran ExpertFootball.com. Jika Anda merasa kehabisan napas, perlambat pada segmen joging untuk membantu pemulihan Anda. Atau coba shuttle run - berdiri di garis gawang menghadap lapangan. 


Lakukan sprint ke garis enam yard (sekitar 5,5 meter) dan mundur, dan istirahat selama 10 sampai 15 detik. Lakukan sprint ke garis 18 yard (sekitar 16,5 meter) dan mundur. Istirahat dan lari ke garis tengah dan punggung, dan istirahat dan ulangi kok 18 yard dan terakhir kok enam yard, dengan istirahat di antara semuanya. Satu repetisi terdiri dari lima sprint ini.



Jangka waktu

Sebelum melakukan latihan interval, lakukan latihan aerobik selama enam hingga delapan minggu, seperti lari, berenang, dan bersepeda. Lakukan ini tiga sampai empat hari seminggu selama 30 menit, saran kepala pelatih pria di Skidmore College di Vermont, dalam buku The Soccer Coaching Bible. 


Selama tahap awal latihan interval, buat rasio istirahat-lari-lari 3 1 atau 4 1 untuk melindungi pemain dari cedera. Kurangi rasio istirahat menjadi 1 1 saat pemain mencapai tingkat kebugaran yang lebih tinggi.



Pertimbangan

Waktu istirahat sangat penting untuk keberhasilan pelatihan interval, catat Info Pelatihan Sepak Bola. Beristirahat memungkinkan otot Anda pulih dari intensitas lari cepat. Otot mengandalkan konversi glukosa menjadi asam laktat untuk menghasilkan energi selama olahraga. 


Masa istirahat Anda memungkinkan otot pulih dari ketegangannya, yang hanya dapat dipertahankan sebentar, saat Anda menghirup oksigen dan memetabolisme lebih banyak glukosa.



Wawasan Ahli

Para peneliti di Universitas Sains dan Teknologi Norwegia di Trondheim menerbitkan temuan pada tahun 2001 berdasarkan 19 pemain sepak bola junior elit pria. Mereka membagi pemain menjadi dua kelompok acak. Satu kelompok melakukan latihan interval yang terdiri dari empat lari 4 menit pada 90 persen hingga 95 persen dari detak jantung maksimal, dengan istirahat 3 menit di antaranya, dua kali seminggu selama delapan minggu. 


Para peneliti menemukan peningkatan pengambilan oksigen maksimal para atlet. Para pemain menutupi 20 persen lebih banyak tempat selama pertandingan dibandingkan dengan kelompok kontrol. Para peneliti menyimpulkan bahwa latihan interval meningkatkan intensitas kerja, jumlah sprint, dan keterlibatan dengan bola selama pertandingan.



Kesimpulan

Sementara sepak bola membutuhkan keterampilan teknis dan taktis, sumber daya fisik seperti daya tahan, kekuatan dan kecepatan memainkan peran penting, catat Jan Helgerud dan rekannya, yang melakukan penelitian di Norwegia. 


Pelatihan interval juga terbukti penting - tinjauan pustaka Helgerud menemukan studi yang menemukan bahwa peringkat empat tim terbaik di divisi sepak bola utama Hongaria cocok dengan peringkat mereka pada rata-rata asupan oksigen maksimal. Hasil serupa datang dari studi tim di divisi elit Norwegia.


Roller Coaster Kehidupan Bikin Lupa Piknik

Roller Coaster Kehidupan Bikin Lupa Piknik

"Maaf ya Mak. Pasiennya sudah dibawa ke Sukabumi. Berobat alternatif." 

Gue kaget. Ada penyesalan yang tiba-tiba merangsek nonjok batin gue. Kesibukan gue yang gak bisa gue tolerir, bahkan menyisakan dua jam waktu saja menempuh perjalanan Taman Rahayu - Rawa Banteng Cikarang pun gak bisa gue lakukan. Terlebih pas inget motor butut gue yang sebulan ini mogok total minta jajan. Hih...! 

"Anaknya ada gak?," ujar gue akhirnya, getir. Nginget gue sebelom ke mari sengaja belanja sekadar jajan. Susu kotak, snack, roti isi yang semuanya berjumlah 5, sebab menurut info, target pasien kali ini punya anak 5 orang. Pikiran gue simpel, bocah gak ada yang gak doyan jajan.

" Anaknya dibawa semua ke Sukabumi, Mak." 

"Lah, emang gak pada sekolah?."

"Ntu die Mak, anaknya gak ada yang sekolah." 

"Heh!, Kok bisa?." 

"Nah emang gitu Mak." 

"Rumahnya kosong berarti?." 

"Ada suaminya. Sendiri, kan die kerja."

"Waduh, jadi istrinya sakit, katanya suruh berobat tapi tetap sambil bawa anak 5?," tensi gue mulai naek. 

"Anaknya 6 Mak."

"Grrrr......"

Roller Coaster Kehidupan Bikin Lupa Piknik
Pening pala gue. Asli. Lambe julid gue gak nahan banget buat berkomentar, "Suami, alesannya kerja buat anak-bini, tapi pas bininya sakit parah begitu ampe gak keurusan. Nanggung separuh beban saja kagak. Mending kalau hasil dari kerjanya lebih?, nyukupin aja engga, boro-boro nyenengin." 

Tambah lagi info kalau di sekitar rumah pasien ini ternyata bertebaran saudara-saudara dari pihak suami. Tambah panjang lagi kejulidan gue, "Lah sodara ampar-amparan tapi ketitipan ponakan aja gak mau, biar emaknya fokus berobat. Ntar kalau tuh emak-emak "lewat", ketitipan bocah 6 seumur-umur, lu!." 
Asli gemes.

Manusia, banyak yang menjalani hidupnya kayak lagi duduk di atas roller coaster. 

Tau roller coaster? Ntu, kereta luncur amat sangat cepat yang ada di taman-taman hiburan. Melesat, meliuk-liuk sesuai settingan rel. Yang naik? Kerjaannya pegangan kenceng sambil terus teriak-teriak. Gak ada di pikiran selain ketegangan. Muka pucat tapi tetawaan, jantung berdegup kencang bahkan melorot ke bawah permukaan tanah, lalu seketika meloncat ke atas kepala. 

Makanya buat orang-orang tua, dan penderita "sakit istimewa" dilarang keras naek ini wahana. Bisa semaput bahkan modar saat itu juga. 

Roller Coaster Kehidupan Bikin Lupa Piknik

Bayangin kalau seperti itu cara hidup kita. Pergi pagi pulang petang bahkan larut malam. Banyak pula yang tetap kerja saat harusnya badan terpenuhi haknya untuk beristirahat.  

Demi apa? Sesuap nasi, atau bayar cicilan atau bayar deretan panjang tanggungan. Belum lagi kalau ada keperluan dadakan. Jungkir balik jumpalitan pun seringnya yang didapat masih saja kurang. 

Yang di rumah juga tak kalah menegangkan. Dari melek mata sampai pengen merem lagi itu kerjaan gak kelar-kelar. Seolah beranak pinak gak putus sepanjang zaman. Urusan dapur, cucian, beres-beres, anak-anak dengan segala polahnya yang rupa-rupa. 

Belum lagi urusan kreditan panci, cicilan jilbab, arisan, sumbangan maulid RT-RW sampai kelurahan, silih berganti dengan ulah tetangga usil nan menjengkelkan.

Tahu gak?, efek gak bisa "nikmatin hidup" dan lupa piknik ini yang menjadi pemicu aneka kanker, jantung, ginjal, paru-paru sampai radang selaput otak kalau gak buru-buru sadar untuk kembali bersandar pada Allah Sang Penguasa Kehidupan. 

Rasa sedih, kecewa, kesal, lelah dengan segala rupa kehidupan membuat kita jadi hanya terfokus pada yang ada di depan mata. Persis seperti lagi naik roller coaster. 

Dalam satu materinya Ust. Nashrullah Magnet Rezeki mengutip ayat Al Quran Surat Al Baqarah ayat 35, "Dan Kami berfirman: "Hai Adam, diamilah oleh kamu dan isterimu surga ini, dan makanlah makanan-makanannya yang banyak lagi baik di mana saja yang kamu sukai..." 

Dalam ayat itu, Ustadz Nashrullah mengatakan bahwa Allah SWT menciptakan manusia itu untuk bersenang-senang. Allah SWT sudah memberi fasilitasnya. Istri (bahkan boleh lebih dari 1, #uhhuk), makanan yang banyak rupa dan jenisnya di tempat yang indah-indah dan menyenangkan yang kita sukai. 

Lah enak orang kaya yang banyak duit dan bisa piknik, dong?. 

Pala lu. Piknik gak perlu nunggu kaya! orang missqueen juga bisa. Jalan-jalan pagi di sekitar rumah kalau libur, beli gorengan ceban (10 ribu rupiah) di tempat layar tancep, atau ikut gue lah jadi relawan ke tempat orang gak waras. Itu piknik luar biasa yang bikin kita bersyukur menyadari masih terlalu banyak orang di luar sana yang hidupnya jauh lebih susah dari pada kita!. #ngos-ngosan.

Cobalah turun dari roller coaster, naiklah kereta kelinci kayak bocah balita. Saksikan di kanan kiri kita. Ada bunga beserta kupu-kupunya, kolam ikan yang penuh anak cebong #ehh, ada nenek tua yang ngarep dikasih air minum karena tinggal seorang diri lagi lumpuh dan buta. 

Nikmati hidup. Allah gak nyuruh kita sedekah banyak. Peduli. Karena sungai gak cuman berisi tokay kanyut. Tapi ada ikan betik lucu yang gurih banget karena dia tinggal di air asin, otomatis terbumbui. 

Ahh, ayolah. Jangan kira orang kaya yang kita pikir banyak harta bisa sepenuhnya bahagia seperti perkiraan kita. Mereka juga kalau hidupnya di roller coaster, akan dibuat sibuk pusing memikirkan bagaimana menjaga dan menambah hartanya. 

Padahal sunatullahnya harta yang bermanfaat bagi pemiliknya adalah harta yang dihabiskan untuk menolong agama-Nya dan menolong sesama. Bahagia dengan berbagi kepada sesama.

Roller Coaster Kehidupan Bikin Lupa Piknik

"Kenapa siy udah parah gitu masih weh gak mau ke dokter?." 

"Iya Mak, katanya trauma kalau ke dokter, di IGD disuruh buka baju biar dokter bisa liat benjolan-benjolan yang ada di seluruh badannya."

"Lah aneh. Kalau dokter menyuruh buka bajunya di lobi atau salasar rumah sakit mah dia boleh marah dan gak terima. Lah ini dokter nyuruhnya kan di dalam ruang IGD?." 
Sewot lagi! 
#ceritaRelawan
#KamisSoreKemaren


Penulis: Sri Suharni Maks
Sabtu, 30 November 2019


KOTA YANG ANEH DAN MENYERAMKAN

KOTA YANG ANEH DAN MENYERAMKAN

KOTA LAMTORO

Seperti yang sudah-sudah, akhir tahun ini aku mendapatkan libur panjang sehingga rencana pulang kampung bisa terlaksana. Dan mudik ini terjadi lima tahun sekali, sejak aku mulai ikut berlayar di sebuah kapal pesiar asal Finlandia.

Ini berarti kepulanganku yang ke-tiga, semenjak lima belas tahun lalu. Rindu bertemu keluarga sudah hampir tak terbendung. Aku pun hanya membawa tas ransel dan bungkusan plastik berisi cokelat Swiss untuk oleh-oleh anak-anakku.

Aku memang sengaja berjalan kaki sejak turun dari bus yang mengantarkan hingga tiba di propinsi ini. Sudah lebih dari setengah hari aku berjalan, melewati beberapa kota dan desa.

Di depan, adalah kota terakhir yang biasa  kulewati jika pulang ke rumah. Namun, setibanya di gerbang kota, pintu masuk itu dipalang oleh banyak sekali kayu, hingga nyaris tertutup rapat. Beberapa orang terlihat sigap berjaga di situ. 

Dengan perasaan heran, aku bergegas menghampiri para penjaga berpakaian dan dibekali peralatan lengkap itu, dan bertanya pada salah seorang yang juga langsung berjalan mendekat ketika melihatku datang.

"Ada apa, Kang? Kok gerbang ditutup?" tanyaku sopan.
"Iya, Mas. Emangnya Mas dari mana mau ke mana?," orang itu bertanya balik.
"Saya baru pulang berlayar, mau ke kota Lamtoro. Itu seberang kota ini," jawabku sambil menunjuk jauh ke depan.
"Oh, mau ke Lamtoro. Ini sudah seminggu jalan ke kota ini ditutup, Mas. Sedang ada wabah mematikan di dalam kota. Sebaiknya si Mas ambil jalur lain saja."
"Wah, jalur lain cuman ada dua, ya?. Yang satu harus memutar tiga gunung dulu baru tiba di Lamtoro, bisa makan waktu dua hari perjalanan!," gumamku kecewa.
Orang di depanku hanya mengangguk.
"Atau lewat kota sebelah itu?," kataku ragu. Mataku memandang ke kanan, ke arah jalan setapak yang tak jauh menuju kota persis di sebelah kota ini.
"Tapi, Mas, kota sebelah itu kan ...." tak selesai ia mengucapkan kata-katanya. Ia ikut memandang ke arah jalan setapak itu takut-takut.

Aku mengangguk maklum. Penduduk  sini semua tahu persis kota sebelah. Aku pun tahu. Sebuah kota yang aneh dan menyeramkan. Sudah bertahun-tahun tak ada yang berani melewati kota itu. Bahkan semenjak aku masih kecil.


Aku berpikir, jika aku melewati jalur gunung-gunung dan menghabiskan waktu dua hari untuk itu, berarti mengurangi jatah liburku.  Padahal rasa rindu ini sudah tak tertahan. Akhirnya aku nekad saja sambil berharap keberadaan di kota sebelah itu hanya mitos. Keberanianku pun muncul.

"Baiklah, saya lewat kota sebelah saja," kataku sambil mengangguk pasti.

Orang itu hanya memandangku dengan pucat. Mulutnya terbuka seperti hendak mengatakan sesuatu. Namun keputusanku sudah bulat, dengan melambaikan tangan aku meninggalkannya.

"Tidak apa-apa. Saya harus cepat sampai di Lamtoro, karena waktunya tak banyak, Kang." Aku memotongnya.

Dan tanpa menunggu ia mengatakan apapun, aku langsung berbalik dan berjalan ke arah setapak yang akan menuju ke kota sebelah.

Sekilas kulihat kawan-kawannya yang lain menghampirinya. Mereka saling berbisik. Entah apa yang mereka bisikkan, aku tak peduli lagi. Tujuanku sekarang hanya ingin cepat sampai menemui istri dan dua orang anakku.


KOTA SEBELAH


Gapura di jalan masuk kota ini berstruktur kuno dan tampak tak terawat termakan usia, retak-retak dan dihiasi lumut kering serta tumbuhan liar, namun terkesan ada wibawa kemewahan di situ. Mewah tapi angker. 

Jalan masuk itu lengang. Entah untuk kali keberapa aku memantapkan hati dan mulai berjalan menyusuri kota sebelah. Jantung ini berdegup kencang, menantikan keanehan apa yang bakal terjadi.

Tak seperti yang kusangka, ternyata pemandangan dalam kota ini lumayan indah. Rumah-rumah tersusun rapi di kiri kanan jalan. Gedung-gedung bertingkat pun nampak di antaranya.

Beberapa orang nampak berjalan hilir mudik. Pakaian mereka rapih. Para pria menggunakan Jas yang terkesan mahal. Dan wanitanya menggunakan pakaian sopan seperti karyawan kantoran.

Keanehan mulai terasa di sini. Mereka yang berpapasan denganku, pasti memandang ke bawah, ke arah bungkusan plastik berisi oleh-oleh cokelat Swiss yang kubawa.

Dan mereka tersenyum-senyum. Semakin banyak yang berpapasan, semakin banyak orang yang tersenyum ke arah bungkusan plastik berisi oleh-oleh cokelat Swiss. Beberapa wanita bahkan sempat tertawa lebar sambil menunjuk-nunjuk bungkusan plastik berisi oleh-oleh cokelat Swiss.

Aku heran apa yang mereka lihat dan tertawakan. Tapi aku tak ambil perduli. Kuteruskan langkahku.

Semakin ke dalam kota. Pemandangan kota semakin aneh. Jalan-jalan becek berkilat memantulkan cahaya, seperti habis terkena hujan karena banyak genangan air di sana-sini. Itu yang kukira. Tapi setelah melihat dari dekat genangan itu, ternyata genangan darah!.

Jantungku semakin berdegup kencang. Hati mulai tak karuan. Kuteruskan melangkah sambil mempererat pegangan ke bungkusan plastik berisi oleh-oleh cokelat Swiss.

Di depanku nampak dua orang setengah baya sedang bertengkar. Mereka berpakaian jas mahal. Sepertinya para petinggi. Saling tunjuk dan berbicara keras yang tak kumengerti. Tiba-tiba saja salah seorang mengambil parang dari balik jasnya, lalu menebas kepala lawannya. 

"Crasshh!"

Darah muncrat menyembur dengan liar dari ujung leher yang tak berkepala lagi. Bau amis menyebar. Perutku mual, kutahan sekuat tenaga agar tak muntah. Orang berparang itu tertawa sambil mengacungkan parangnya tinggi-tinggi ke atas. Kepala yang ditebas menggelinding ke arahku yang sedang berusaha untuk terus berjalan perlahan walau dengan kaki bergetar.

Kepala itu berhenti persis di depanku. Matanya masih melotot, bergerak berputar lalu berhenti dan langsung memandangku. Kepala itu masih hidup! Mulutnya tiba-tiba tertawa terbahak-bahak. Orang berparang ikut menghampiriku, lalu juga tertawa terbahak sambil menunjuk bungkusan plastik berisi oleh-oleh cokelat Swiss yang kubawa.

Aku cepat-cepat meninggalkan tempat itu. Semakin ke jauh masuk ke dalam kota, gedung-gedung bertingkat semakin banyak. Gedung perkantoran. Yang mewah seperti istana. Orang-orang bertambah banyak. 

Sampai aku tak heran lagi, saking seringnya orang yang berpapasan denganku langsung tertawa melihat bungkusan plastik berisi oleh-oleh cokelat Swiss di tanganku.

Di persimpangan jalan, seorang anak berlari menghampiri sambil tertawa riang. Terkekeh-kekeh menunjuk ke arahku. Sebuah motor berlampu kerlap kerlip melaju kencang ke arah anak itu. 

"Brakkk!"

"Prakkk!"

Suara benturan keras sekali. Dua suara terdengar di sela raungan motor. Aku tak sempat memejamkan mata, hanya tertegun melihat tubuh si anak terlempar ke udara, lalu jatuh terbanting dengan kepala lebih dulu dan hancur berantakan. Tubuhnya masih bergerak-gerak, suara tawanya masih terdengar riang. Mulutnya masih utuh menyeringai walau bagian kepalanya hancur. Tangannya masih menunjuk ke bungkusan plastik berisi oleh-oleh cokelat Swiss. Aku mempercepat langkahku, bergegas meninggalkan lokasi itu.

Nampaknya sekarang aku tiba di pusat kota. Ada taman dengan kolam berair mancur dengan patung di atasnya. Banyak orang di situ, semua berpakaian jas mahal. Sepasang orang muda terlihat di pinggir kolam. Pria dan wanita. 

Mereka sedang bercanda nampaknya.  Lalu si wanita memasukkan tangannya ke mulut si pria. Terus ke dalam, ke arah dada. Pria itu berkelojotan kesulitan bernapas. Saat tangan wanita itu keluar, dari siku ke arah jari menjadi berlumuran darah. Nampak jantung si pria digenggam erat. Masih berdegup. 

Lalu sambil tersenyum manis, si wanita memasukkan jantung pria itu ke mulutnya sendiri, lalu mengunyahnya. Darah menetes membasahi pakaian kantornya. Pria itu tertawa gembira. 
"Canda" yang aneh, pikirku.

Seperti bisa mendengar kata dalam hatiku, tiba-tiba pasangan itu menoleh ke arahku. Langsung saja mereka tertawa terbahak-bahak sambil menunjuk bungkusan plastik berisi oleh-oleh cokelat Swiss yang kubawa.

Orang-orang di taman serempak ikut menoleh ke arahku. Dan seperti paduan suara, mereka ikut tertawa  terbahak-bahak, sambil menunjuk-nunjuk bungkusan plastik berisi oleh-oleh cokelat Swiss yang kubawa.

Saking gelinya, mereka mengeluarkan parang dan saling menebas orang di sebelahnya. Suara tawa semakin membahana dari banyak kepala yang menggelinding ke arahku. Kolam air mancur sudah berwarna merah terkena banyak cipratan darah.

Aku mempercepat langkah meninggalkan taman kota itu. Setengah berlari ke arah gerbang ke luar kota. Suara tawa seakan masih mengikuti jelas sekali. Aku menoleh ke belakang, dan kulihat kepala-kepala itu menggelinding mengikutiku dari jauh. Sialan! Dan badan yang jauh tertinggal masih saja tangan mereka menunjuk ke arah bungkusan plastik berisi oleh-oleh cokelat Swiss.

Penasaran dengan yang mereka lihat, aku menghampiri gedung terakhir di ujung jalan. Gedung yang banyak kacanya. Aku berdiri tepat di depan kaca yang paling terang dan memantulkan bayangan. Langsung terlihat diriku di kaca itu.

Dan aku terkejut bukan main. Kulihat tanganku erat menjambak rambut sebuah kepala, darah masih menetes di bagian leher. Bungkusan yang kubawa, yang kukira berisi oleh-oleh cokelat Swiss, ternyata adalah kepalaku sendiri!.


TIBA DI RUMAH 


Aku berlari sekuat tenaga meninggalkan kota aneh itu. Tanpa berhenti, hingga memasuki kotaku sendiri. Kota Lamtoro. 

Aku terus berlari menuju rumah. Tak ku indahkan tetangga yang memanggil. Hingga tiba di depan rumah. Istri dan kedua anakku sudah menunggu di situ. 

Melihatku datang. Mereka berteriak senang. Anak-anakku berlarian menghampiri. Istriku yang semakin cantik tersenyum manis. Aku tertegun, memandang mereka. Cemas. Ragu-ragu dengan penglihatan mereka terhadapku. Tapi sikap mereka tak ada yang aneh.  Anak-anak langsung mengambil kepa--- eh bungkusan plastik berisi oleh-oleh cokelat Swiss. 

Dengan riang anak-anak mulai membuka  dan sibuk mengunyah oleh-oleh lezat itu.

Tas ransel kuberikan pada istriku. Tas yang berisi uang tabungan selama lima tahun, sehingga kami bisa merayakan tahun baru bersama. Aku bersyukur walau masih bergidik mengingat pengalaman di kota sebelumnya. Kota yang aneh dan menyeramkan.

Aku dan istri berpelukan mesra. Sekilasku lirik kedua anakku, membuatku hampir pingsan saking kagetnya. Karena kedua tangan mereka berlumuran darah!

+++++

Tamat.

Selamat Tahun Baru
.....yang berlumuran darah....



Penulis: Yous Asdiyanto Siddik
Kamis, 31 Desember 2020