Pasar Bandeng, Merawat Warisan Wali Hingga Kemandirian Ekonomi Masyarakat Pesisir

Pasar Bandeng, Merawat Warisan Wali Hingga Kemandirian Ekonomi Masyarakat Pesisir
Setiap menjelang Idulfitri, daerah-daerah pesisir utara Kabupaten Bekasi seperti wilayah Kecamatan Tarumajaya, Babelan, Muaragembong dan sekitarnya memiliki banyak tradisi kebudayaan yang masih dilestarikan oleh penduduknya hingga saat ini.

Salah satu tradisi itu yaitu Tradisi Pasar Bandeng yang selalu hadir pada saat warga pesisir Bekasi menyambut hari raya Idulfitri. Tradisi ini juga berdampak pada kemajuan perekonomian masyarakat pesisir dan sekitarnya yang banyak terdapat tambak ikan bandeng dan lain-lain.

Ikan bandeng

Ikan bandeng (Chanos chanos) adalah ikan pangan populer di Asia Tenggara. Menurut Wikipedia, ikan ini merupakan satu-satunya spesies yang masih ada dalam suku Chanidae (bersama enam genus tambahan dilaporkan pernah ada namun sudah punah). Dalam bahasa Bugis dan Makassar dikenal sebagai Ikan Bolu, dan dalam bahasa Inggris disebut Milkfish.

Bandeng disukai karena rasanya yang gurih, rasa daging netral (tidak asin seperti ikan laut) dan tidak mudah hancur jika dimasak. Dari sisi harga, bandeng termasuk ikan kelas menengah ke atas. Dalam perayaan Tahun Baru Imlek, hidangan bandeng menjadi bagian tradisi wajib bagi warga Tionghoa asli Jakarta dan sekitarnya. Kelemahan bandeng ada dua: dagingnya 'berduri' dan kadang-kadang berbau 'lumpur'/'tanah'.

Ada Apa Dengan Bandeng?

Silvita Agmasari dalam Kompas Travel menulis sebuah artikel berjudul: "Makan Bandeng Saat Imlek, Hanya Ada di Tradisi Tionghoa Indonesia". Dalam artikel tersebut dijelaskan bahwa keterkaitan Bandeng dengan Imlek tidak sepenuhnya benar, karena "makan ikan bandeng pada Hari Imlek hanya merupakan ciri khas masyarakat etnis Tionghoa di Pulau Jawa." mengutip pernyataan Ketua Program Studi China Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, Hermina Sutami saat dihubungi KompasTravel, Kamis (8/2/2018).

Dalam artikel tersebut juga disebut bahwa, dalam buku "Saudagar Baghdad dari Betawi" karya Alwi Shahab menengarai, kehadiran bandeng yang menjadi salah satu tradisi Imlek di kawasan Jabodetabek merupakan perpaduan budaya China dan Betawi. Sebab selain Tionghoa, Betawi juga memiliki tradisi yang menggunakan bandeng. Bedanya dalam tradisi Betawi, ikan bandeng mentah dan segar menjadi antaran calon mantu ke mertuanya. Di buku tersebut, dijelaskan bahwa ukuran bandeng yang dibawa calon menantu ke calon mertuanya bisa menentukan kelanjutan perjodohan.

Konon ikan bandeng juga menjadi salah satu item wajib saat tradisi nyorog. Nyorog adalah tradisi masyarakat Betawi dalam menyambut bulan Ramadan dan lebaran, dalam tradisi ini yang muda bersilaturahim sambil memberikan hantaran berupa makanan matang atau mentah kepada yang lebih tua sepeti orang tua, mertua, enkong, uwak, encang-encing, abang dan seterusnya. 

Pendapat Alwi Shahab menurut saya cukup beralasan karena selain menjadi tradisi masyarakat pesisir Jakarta dan Bekasi ternyata Pasar Bandeng juga dikenal baik oleh masyarakat pesisir di Kabupaten Gresik Jawa Timur. Tradisi Pasar Bandeng di Gresik ini dipercaya oleh masyarakat sebagai warisan tradisi dari Sunan Giri (1442-1506 M). Sunan Giri atau Raden Paku adalah nama salah seorang Walisongo dan pendiri kerajaan Giri Kedaton, yang berkedudukan di daerah Gresik, Jawa Timur. 
Pasar Bandeng, Merawat Warisan Wali Hingga Kemandirian Ekonomi Masyarakat Pesisir

Kira-kira sekitar abad ke 15 masehi, Sunan Giri membantu perekonomian masyarakat pesisir Gresik dengan cara mengolah dan memasarkan hasil bumi dan hasil laut mereka. Salah satunya dengan menciptakan pasar bandeng di pusat kota sehingga berdampak positif bagi kemandirian ekonomi masyarakat Gresik, nelayan pesisir khususnya.

Tradisi ini hingga kini masih dijaga oleh Pemerintah Kabupaten Gresik. Hampir 3 km jalan di Gresik mulai dari Jalan Samanhudi, Jalan Gubenur Suryo, Jalan Raden Santri, dan Jalan Basuki Rachmat dipenuhi oleh pedagang, Pasar Bandeng di Gresik pada momen ini menjelma menjadi pasar ikan terpanjang di Indonesia.

Kapan Waktu Pasar Bandeng?

Di Gresik, Pasar Bandeng digelar pada malam 27 dan malam 28 Ramadan (H-3 dan H-2) sedangkan di Bekasi digelar pada H-1. 

Dari catatan Bang Ali Anwar sebagaimana dikutip oleh laman Garda Nasional, dikisahkan bahwa pada Hari Selasa Tanggal 29 Ramadhan 1365 Hijriyah atau 27 Agustus 1946 Masehi telah terjadi pertempuran antara Batalyon Infanteri V KNIL atau "Batalyon Andjing NICA" melawan Kompi I Batalion II Hizbullah yang dikomandoi Marzuki Hidayat salah satu Komandan Hizbullah Front Tambelang bersama-sama dengan para pejuang dari Barisan Pemberontakan Rakyat Indonesia (BPRI) yang dipimpin oleh Ahmad dan Gozali.

Pertempuran terjadi pada saat Pasar Bandeng di Pasar Kampung Karang Tengah (Saat ini diperkirakan di dekat saluran Banjir Kanal Timur/BKT sekitar Kampung Karang Tengah, Desa Pusaka Rakyat, Kecamatan Tarumajaya Kabupaten Bekasi) sehari sebelum perayaan Idulfitri (lebaran saat itu jatuh pada hari Rabu 28 Agustus 1946 / 1 Syawal 1365 H) dengan menimbulkan banyak korban tewas dari pihak Batalyon Anjing NICA.

Dari catatan sejarah itu jelas bahwa di Bekasi, pelaksanaan pasar bandeng adalah H-1 sebelum Idulfitri di pasar umum atau tempat jual beli pada umumnya.

Begitupun menurut salah satu tokoh masyarakat di kampung halaman saya, Bapak Marjuki Lahimsyah, S.Pd menjelaskan bahwa Pasar bandeng itu digelar pada H-1 Idulfitri. Baik di Pasar Babelan maupun Pasar Bojong Baru di Tarumajaya pasar bandeng sama-sama digelar pada H-1 Idulfitri.
"Saya masih ingat saat kecil orang tua saya menjual ayam hanya untuk membeli bandeng, sepertinya saat lebaran ikan bandeng lebih berharga dari ayam dan tanpa bandeng lebaran di kampung serasa kurang komplit." ujar Guru Marjuki sebagaimana saya menyebut beliau.

Kekinian, ada juga masyarakat yang menamakan pagi hari pada momen Pasar Bandeng dengan istilah Pasar Senggol, mungkin karena suasana pengunjung pasar yang berdesakan menyebabkan para pengunjung sering bersenggolan (bersentuhan badan).

Tampaknya istilah Pasar Bandeng ini hanya dikenal oleh masyarakat pesisir Bekasi, salah seorang penggiat sejarah Bekasi, Agah Handoko yang juga aktif dalam komunitas Bekasi Pakidulan menyatakan belum pernah mendengar ada pasar bandeng digelar di sekitar wilayah Kabupaten Bekasi bagian selatan.

Demikian juga menurut Djaelani, seorang aktivis muda dari Cibarusah Center. Djaelani mengonfirmasi bahwa istilah pasar bandeng tidak dikenal di wilayah Kabupaten Bekasi Pakidulan.
"Tapi untuk tradisi seperti nyorog ke mertua menjelang lebaran tetap ada dengan istilah "nganteuran", ikan bandeng menjadi salah satu item yang sudah seharusnya ada" tambah Djaelani.

Untuk wilayah Muaragembong yang tidak memiliki pasar, Uci Yusuf seorang penggiat lingkungan pesisir menjelaskan bahwa ikan bandeng menjelang lebaran akan bisa didapatkan dari penjual di lapak ikan dan bandar bandeng di pinggir jalan dekat Kantor Kecamatan Muaragembong.
"Ada di bandar bandeng, tapi belanjanya harus pagi-pagi, sekitar jam 7 sampai jam 9, di atas jam itu biasanya bandeng sudah habis dibeli warga" ungkap pengasuh laman online Muaragembong Kita ini.

Kini hidangan bandeng tidak selalu tersedia mentah, banyak pilihan jika kita lebih suka ikan bandeng yang sudah masak dan siap dimakan. Produk olahan ikan bandeng yang terkenal di Bekasi salah satunya adalah Bandeng Rorod produksi Bang Afif Ridwan dan istrinya.

Bandeng Rorod adalah Bandeng Isi Tanpa Duri (Olahan Ikan Bandeng) khas Bekasi, yang mudah dan praktis disajikan Bandeng Rorod tersedia dalam beberapa pilihan, antara lain Rasa Original dan Pedas. 1 Pack isi 1 ikan bandeng dengan sambal yang terpisah, berat bersih 125 gram, halal dengan sertifikasi dari MUI, diproses tanpa bahan pengawet dan tanpa MSG. Menrut Bang Afif, kalau disimpan di Frezer maka Bandeng Rorod dapat tahan sampai 6 bulan. Mau tau lebih banyak tentang Bandeng Rorod? klik bandengrorod.co.id
Bandeng Rorod Bekasi Bang Afif Ridwan
Bandeng Rorod Bekasi Bang Afif Ridwan
Jadi... mari kita ramaikan momen Pasar Bandeng di pesisir Bekasi, jadikan sebuah event tradisi yang bergengsi demi melestarikan tradisi warisan Sunan Giri dan juga demi memajukan ekonomi masyarakat pesisir. Semoga berkah, amiin.

Oh iya, sebagai catatan, bahasan soal pasar bandeng ini tidak ada hubungannya dengan Pasar Bandeng di Karawaci Tangerang Banten.


Mari Sebarkan Kebaikan Di Bulan Ramadhan Bersama AXA Mandiri


What is your prurpose in life? What is your fear in life? What is your happiness in life? Selalu saja pertanyaan ini muncul di benak kita ketika melakukan apapun di kehidupan sehari-hari. Sebagai seorang muslim tentu saja saya ingin selalu memberikan terbaik untuk kehidupan saya baik di dunia maupun di akhirat. Terdengar sangat klise, namun memang begitulah adanya. Saya percaya kalau kita melakukan kebaikan di dunia, tentu saja di akhirat pun kita akan mendapatkan balasannya nanti. Tergantung dari apa yang kita perbuat, mau hitam ataupun putih kitalah yang mewarnainya. 

Saya ingat cerita tentang pengorbanan dan kejujuran seseorang yang menemukan uang dengan jumlah yang sangat banyak. Saat menemukan uang tersebut maka pertarungan batin pun terjadi, apakah diambil begitu saja ataukah dikembalikan kepada pemiliknya. Beruntung orang tersebut melaporkan ke polisi dan setelah beberapa hari, pemilik uang tersebut pun akhirnya menemukan uangnya di kantor polisi. Orang yang menemukan bahkan mendapatkan ganjaran yang setimpal dengan mendapatkan rejeki, namun karena memang ikhlas dengan perbuatannya, orang tersebut tidak menerima sepeserpun. Dikisahkan, akhirnya orang tersebut mendapatkan pekerjaan dari pemilik uang dan dapat mencukupi kebutuhan hidup yang selama ini pas-pasan.


Kebaikan sekecil apapun akan membawa kita pada sebuah rasa syukur dan keberkahan. Bayangkan jika kita selalu tidak bahagia dan cenderung melakukan perbuatan buruk. Betapa sia-sianya hidup di dunia ini. Sudah saatnya melakukan perbuatan baik walaupun tidak memiliki materi atau tenaga yang cukup, hanya dengan senyuman saja itu sudah sedekah yang paling berharga.

Ngobrolin sedekah dan semangat berbagi kebaikan, saya beberapa hari lalu menyaksikan kebaikan yang telah dilakukan oleh AXA Mandiri. Sebagai orang awam, tentu saja saya selalu mendukung hal-hal baik yang dilakukan oleh siapapun. Apalagi dengan bekerjasama dengan BAZNAS (Badan Amil Zakat Nasional) yang merupakan badan yang mengelola zakat dan dana lainnya. 



Masih dalam bulan yang baik dan dengan tujuan baik, PT AXA Mandiri Financial Services menyerahkan Dana Tabbaru kepada Baznas sebesar Rp 847 juta. Dana tersebut merupakan produk syariah yang selama ini dikembangkan sehingga insyaAllah berkah ada didalamnya. Tidak hanya meenyerahkan sejumlah dana, Baznas pun rencananya akan mengunakan dana tersebut untuk kebutuhan sekolah-sekolah anak yang kurang mampu di beberapa daerah di Indonesia. 

AXA Mandiri membuka mata kita bahwa menyebarkan kebaikan dengan dana atau nominal berapapun adalah sebuah kebaikan yang tidak akan luput dari keberkahan. Karena keikhlasanlah yang akan dinilai bukan dari nominal yang tercatat saja. 



AXA Mandiri telah melakukan tugas mulia dengan muali menyebarkan kebaikan di bulan ramadhan kali ini. Lalu apakah kita bisa melakukan hal yang sama dengan AXA Mandiri? Tentu saja kita bisa menyebarkan kebaikan mulai dari diri sendiri dengan selalu menyisihkan penghasilan kita dan menunaikan zakat. Zakat yang lazim adalah zakat penghasilan yaitu sebesar 2,5% dari penghasilan bruto yang kita terima tiap bulannya. Apabila tidak punya penghasilan tetap namun telah melewati nisab sekitar 5,34 juta, maka kita wajib membayarkan zakat penghasilan kita setiap bulan.

Acara kali ini mengajarkan saya kembali bahwa kebaikan harus tetap disebarkan walau tidak memiliki apapun, walaupun hanya dengan senyum. Keep smile and happy in your life!

Lamunan Kopi Sore Dan Mata Indah Bola Pingpong

Lamunan Kopi Sore Dan Mata Indah Bola Pingpong

Mungkin kelak orang akan paham betapa mewahnya memiliki waktu untuk diri sendiri, dan kesendirian pun tidak selamanya berarti kesepian. Seperti sore ini, saat matahari mulai dipeluk langit jingga di ufuk barat. Surya semakin tenggelam menyisakan gelap di atas langit Tarumajaya Bekasi.
Entah berapa lama kesendirian ini bisa kunikmati, rona temaram lampu yang selalu menyala kini semakin  jelas, pertanda magrib akan segera tiba.

Sengaja aku datang lebih awal dari waktu yang disepakati agar bisa menikmati suasana sore lebih pribadi. Ternyata tidak selama yang kuduga. Seorang tukang pos dengan senyum ramah mendatangiku lalu duduk berhadapan di kursi besi kafe, dibuka tasnya lalu memberikan sebuah surat , "surat dari pujangga" katanya berusaha menjelaskan. Penjelasan yang tidak berarti, karena aku malah tambah bingung mendengar penjelasannya itu. Baiklah, sebut saja pujangga yang tidak kukenal.

"Aku tak lagi menemukan ibu-ibu yang mencari kutu di kepala" ujarnya putus asa. Kemudian ia memberikan pula 2 buah kantong plastik. Tatapan matanya begitu lekat dan tampak akrab, tapi aku gagal mengenali wajah tukang pos yang jelas lebih muda dari aku ini.

Aku tak tahu musti berkata apa, senyum ramah dari wajah lelah yang putus asa itu jelas telah berhasil mengunci logika untuk sekadar bertanya, siapa pengirim semua ini?. Kemudian tukang pos itu meninggalkanku tenggelam dalam banyak pertanyaan yang menggantung. Bergegas langkahnya pergi, postur tubuhnya tegap seperti seorang olahragawan itu berjalan menjauh dan hilang di keramaian sore.

Setelah kubuka, tas plastik kresek hitam berisikan kotak-kotak nasihat dan satu plastik lagi yang transparan berisikan naskah adegan-adegan sebuah drama atau sandiwara, setidaknya demikian yang aku duga. Dan telah berkali-kali aku baca surat berisi puisi itu tanpa paham apa yang dimaksudkannya. Mungkin aku sudah terlalu tua untuk dapat memecahkan rangkaian kode-kode berbentuk kalimat sastra yang pastinya berisikan makna, entah apapun itu. 
"Atau mungkin belum saatnya" batinku, seperti mewakili suara dari surat yang misterius ini.

"....Kalau kau sudah siap, kepakkan sayapmu
Aku menunggu di balik beribu awan itu
Meski tak sempat bicara rindu pada angin 
yang mungkin bisikkan cinta hanya sampai pada daun telingamu
Tak apa!
Belum saatnya kau tahu sayang."

Aku tersenyum kecil, "Yah antara belum saatnya atau sudah kadaluarsa" batinku. Kulipat kembali surat itu dan kumasukkan ke dalam tas. Dua plastik lusuh dan misterius itu kusimpan di bawah meja kafe agar tidak mengganggu pemandangan. Matahari sudah terbenam, lampu-lampu penerang jalan yang menghias berjajar mulai menyala mewarnai kanvas kehidupan yang tidak pernah beristirahat. Di lain sisi, lampu-lampu kendaraan dan sesekali bunyi klakson melontarkan berbagai cerita yang meramaikan sepiku. Yah aku sendirian, tapi bukankah semua juga sendirian?.

Pelayan kafe mendatangiku, kupesan kopi Arabika Java Preanger untuk menemaniku menyambut malam yang masih muda.
"Masih ada waktu menikmati kesendirian sebelum Ratna datang" gumamku sambil memeriksa jam di ponsel.

Sayup petikan gitar lagu Now and Forever - Richard Marx terdengar, seperti menambah kekuatan bagi kenangan-kenangan itu untuk mencoba menerobos pikiranku. Ini pasti konspirasi alam, lagu itu seperti sengaja diputar untuk menemaniku menunggunya.

Berbagai kenangan-kenangan mulai hadir, beberapa yang masih melekat kuat langsung hadir lengkap dengan senyum manis dan tatapan berbinar dari mata indah bola pingpongnya. Apalah dayaku, kenangan-kenangan itu adalah bagian kecil dari masa lalu yang paling menyenangkan untuk diingat kembali dari sebagian besar kenangan yang kurang menyenangkan.

"Sudah lama?" tanyanya membubarkan lamunanku.
"Eh, yah, baru, ini kopiku saja masih penuh" jawabku gugup.
"Maksudku sudah lama melamunkan aku?" tanyamu kembali.
"Hahahahaha" hanya tawa yang keluar setelah sempat sekian detik tertegun mendengarnya menanyakan itu. 
"Kamu sendiri sudah lama duduk di situ?" tanyaku berusaha mengendalikan perasaan.
"Yah, lumayan, gak tega merusak lamunanmu hehehe" jawabnya sambil memanggil pelayan dan kemudian memesan Thai Tea untuk menggantikan teh melati kesukaannya.

Aku lebih banyak diam mendengarkan, cerita-ceritanya yang mengalir tenang tanpa henti seperti ombak Pantai Indrayanti dan sebagian besar Pantai Utara Jawa lainnya. Ceritanya mulai dari bisnis rumah makan seafood yang ia rintis, penginapan, percetakan hingga rencana-rencana ke depan lancar terucap. Semua terencana dan tertata dengan rapih. Aku menyimak, hanya memberi komentar saat ditanyakan saja.

Teringat cerita dari adiknya tentang keinginannya untuk tinggal di pantai atau danau, di mana pun yang ada unsur air. Kini impian itu sudah mewujud menjadi kenyataan, hidup memang akan sangat baik pada beberapa orang namun juga dapat sangat kejam. Untuk Anna aku tidak bisa memberikan opini tentang jalan hidupnya, lebih 20 tahun kami terpisah dan kini skenario kehidupan kembali mempertemukan kami sebagaimana adanya saat ini. 

"Suamimu mana?" tanyaku ketika ia mulai bertanya tentangku.
"Sedang bertemu suplier onderdil jetski di Ancol, kalau cepat selesai dia akan menyusul kita" jawabnya sambil menikmati Thai Tea beraroma rempah.
"Kalau begitu aku akan pulang sebelum dia sampai hahaha" sahutku cepat.
"Loh kenapa? aku sudah sering kok cerita tentang kamu, gapapa kok".
"Aku gak akan bisa menyembunyikan cemburuku kalau bertemu suamimu, hahaha".
"Ah kamu itu, biasa saja kenapa sih" ketus  tanggapannya tapi tidak ada intonasi marah. 

Lalu aku ceritakan tentang apa yang terjadi sebelum ia datang. Mengenai puisi dan 2 kantong plastik misterius dari tukang pos yang juga tak kalah misteriusnya. Aku tahu, Anna bukanlah tipe kutu buku yang gemar membaca, tapi ia cukup akrab dengan berbagai jenis bacaan dan sepanjang yang kutahu, ia lebih suka film.
"Aku suka nasihat-nasihat ini, sudah ada gambaran tentang siapa yang membuatnya?" tanyanya sambil membaca satu-persatu kertas nasihat yang tersimpan dalam kotak-kotak terbuat dari triplek sebesar tempat tisu.
"Entahlah, aku belum mau memikirkannya saat ini". Jawabanku membuatnya mengangguk dan tersenyum simpul.
"Boleh buatku saja? Kamu sepertinya tidak butuh nasihat-nasihat ini deh" ucapnya tanpa mengalihkan pandangan ke kertas-kertas yang dengan cepat ia lihat sekilas satu per satu. 
"Hmmm boleh, tapi aku masih butuh nasihat kok, bagaimana kalau kamu yang membacanya lalu nanti kalau aku butuh nasihat aku akan menghubungi kamu dan kamu membacakannya untuk aku"
"Kok terdengar seperti modus yah? hehehe, yo wis ini buat aku saja" jawabnya lirih tanpa mengalihkan pandangan.

Malam semakin larut, kopiku yang sudah mulai dingin masih enggan kutuntaskan. Aroma kopi dan semua kenangan itu masih tersimpan rapih walau sudah sekian tahun berlalu. Lagu Doping dari Garux Band yang kerap kunyanyikan di ujung gang dekat rumahnya saat kami remaja sudah berganti lagu Selamat Tinggal Masa Lalu dari Five Minutes.

"Anna aku sedang butuh nasihat" tulisku melalui aplikasi perpesanan WhatsApp.
"Kalau butuh nasihat dari kotak nasihat aku akan fotokan, kalau mau dengar suaraku aku rekam voice chat, kalau ingin ngobrol nanti saja, aku masih sibuk urus catering, ba'da zuhur saja kita ngobrol :)"
"Siap ndan :) abis zuhur aku WA lagi yah".
"Ok, ttyl*".
Sejenak kupandangi foto profil WhatsApp-nya. Anna yang ayu dan suaminya yang gagah. Aku pernah melihat wajah itu... senyum ramah itu... aku tidak akan lupa tatapan akrab si tukang pos pengantar surat misterius itu. []

---

*ttyl - talk to you later
Inspired by: belantarakoma.blogspot.com
Foto: kak-dean.blogspot.com


Arti Kode Tara Pangan Dan Kode Daur Ulang Kemasan Plastik Wadah Makanan Dan Minuman

Arti Kode Tara Pangan Dan Kode Daur Ulang Kemasan Plastik Wadah Makanan Dan Minuman
Contoh Logo Tara Pangan dan Kode Daur Ulang Kemasan Plastik
Saat ini plastik sudah menjadi benda yang tidak bisa lepas dari keseharian kita, termasuk untuk wadah makanan dan minuman. Sejak 1970-an perkembangan wadah dari plastik bisa dibilang pesat dan memiliki banyak peminat. Saat ini orang-orang lebih menyukai wadah dari plastik karena ringan, mudah dibawa, tidak mudah pecah, fleksibel dan memiliki berbagai pilihan warna dan ukuran sesuai kebutuhan.

Selain kelebihan-kelebihan tersebut ternyata plastik juga memiliki kekurangan, kekurangannya adalah bahaya yang terkandung dari wadah-wadah platik tersebut. Hal ini tentu membuat khawatir  siapapun  yang  sering menggunakan piring dan gelas plastik. Mereka tidak ingin mengorbankan  kesehatan diri dan anggota keluarganya. Karenanya kita perlu memahami kode plastik yang aman digunakan sebagai kemasan pangan.

Sesuai  dengan  Peraturan  Menteri Perindustrian Nomor 24/M-IND/PER/2010 Pasal 2, setiap  kemasan  pangan  yang  diperdagangkan  di dalam negeri atau impor wajib mencantumkan logo tara pangan atau pernyataan yang menunjukkan kemasan dimaksud aman untuk mengemas pangan dan kode daur ulang. Kode ini bisa dilihat di bagian bawah  piring,  botol, wadah pembungkus dan lain-lain.  Logo  tara pangan  adalah  penandaan  yang  menunjukkan bahwa  suatu  kemasan  pangan  aman untuk  digunakan.

Berikut jenis kode logo tara pangan dan kode daur ulang beserta maksudnya:

Arti Kode Tara Pangan Dan Kode Daur Ulang Kemasan Plastik Wadah Makanan Dan Minuman
Logo Tara Pangan dan Kode Daur Ulang Kemasan Plastik

Kode  01,  PET,  memiliki  sifat  jernih,  kuat, tahan  pelarut,  kedap  gas  dan  air,  serta  melunak pada  suhu 80 °C.  Jenis  kemasan  ini  relatif  aman untuk sekali pakai sebagai kemasan pangan. 

Kode 02, HDPE, merupakan polimer yang sifatnya keras hingga semi fleksibel, tahan terhadap bahan  kimia  dan  kelembapan,  mudah  diwarnai, diproses, dan dibentuk, serta melunak pada suhu 75 °C. Relatif aman sebagai kemasan pangan.

Kode 03, Kemasan dari PVC, bersifat kuat, keras,  jernih,  dan  melunak  pada  suhu 80 °C. Sebaiknya  kita  menggunakan  alternatif pembungkus makanan lain karena kandungan yang ada  di  dalamnya  dapat  bocor  dan  masuk  ke makanan berminyak jika dipanaskan. 

Kode 04, jenis plastik LDPE, memiliki sifat mudah  diproses,  kuat,  fleksibel,  kedap  air,  tidak jernih  tetapi  tidak  tembus  cahaya,  dan  melunak pada suhu 70 °C. Jenis ini juga relatif aman sebagai kemasan pangan.

Kode  05,  polimer  PP,  bersifat  keras  tapi fleksibel,  kuat,  tidak  jernih  tapi  tembus  cahaya, tahan terhadap bahan kimia, panas, dan minyak, serta melunak pada suhu 140 °C. Kemasan pangan  yang aman digunakan pada suhu panas.

Kode 06, PS, memiliki sifat getas, ada yang jernih seperti kaca, ada yang berwarna putih, serta terpengaruh lemak dan pelarut. Perlu diwaspadai adanya  residu  monomer  stirena  yang  bersifat karsinogenik.

Terakhir,  kemasan  plastik  lain  (salah satunya Polikarbonat) dengan kode 07 yang bersifat keras, jernih, dan secara termal sangat stabil. Perlu diwaspadai  adanya  sisa  bahan  dasar  bisfenol-A (BPA) pada polimer ini yang dapat menyebabkan gangguan pada sistem endokrin.

Mungkin  akan  merepotkan  jika  kita memperhatikan  bagian  bawah  peralatan  makan saat berbelanja, tetapi ini dapat melindungi keluarga kita dari keracunan plastik.

Arti Kode Tara Pangan Dan Kode Daur Ulang Kemasan Plastik Wadah Makanan Dan Minuman
Kode tara pangan dan contoh jenis kemasan

Tips Membelanjakan THR (Tunjangan Hari Raya) Secara Bijaksana


Lebaran sebentar lagi
Berpuasa sekeluarga
Sehari penuh yang sudah besar
Tengah hari yang masih kecil
Alangkah asyik pergi ke mesjid
Solat tarawih bersama-sama

Ini adalah lagu lebaran sebentar lagi dari Bimbo yang menandakan bahwa lebaran akan datang dalam hitungan setengah bulan lagi. Yes puasa udah memasuki minggu kedua, itu artinya sebentar lagi akan ada yang datang nih. Nah, loh siapa sih yang akan datang sih man? Itu loh THR ataua kepanjangannya adalah Tunjangan Hari Raya. Yes, karyawan setiap perusahaan akan mendapatkan tunjangan ini sesuai dengan masa kerjanya, biasanya tunjangan hari raya akan dibagikan 

THR itu seperti buah simalakama bagi yang menerimanya. Iya, kita akan dibuat kebingungan karena biasanya seluruh THR akan dihabiskan dalam waktu yang sangat cepat bahkan untuk hal-hal yang sebetulnya kurang begitu penting. Bagi bujangan atau yang masih single tentu saja tidak akan kerepotan karena dibelanjakan untuk kebutuhan pribadi, sedangkan bagi yang sudah berumah tangga pastinya akan sangat kerepotan mengaturnya. 


Lalu sebetulnya bagaimana yang harus dilakukan untuk mengatur seluruh kebutuhan yang akan datang pada saat lebaran nanti? Jangan khawatir saya memiliki cara dan tips untuk mengatur pembelanjaan THR nantinya. 

Alokasikan 10 persen - 20 persen untuk tabungan

Habiskan THRmu diawal untuk memudahkan pembagian proporsi selanjutnya seperti tabungan. Alokasikan sebesar 10-20 persen dari total THR. Trust me, apabila sudah dialokasikan maka akan lebih mudah daripada dialokasikan dari sisa THR nantinya.

Keperluan pakaian baru, perlengkapan ibadah, serta zakat

Baju baru alhamdulillah, tuk dipakai di hari raya, tak punya pun tak apa-apa. Nah, baju baru untuk ana-anak dan keluarga pun harus diperhitungkan. Tips dari saya adalah belilah kalau ada diskon besar-besaran seperti online shop atau supermarket. Kemudian jangan lupakan perlengkapan ibadah dan zakat fitrah pada akhir ramadhan, semuanya harus dialokasikan dengan baik.


Jamuan Lebaran dan mudik

Opor dan ketupat serta sambal goreng ati itu, sajian yang harus ada pada saat hari lebaran. Pengeluaran makanan dan minuman pada saat lebaran pun harus diperhitungan dengan baik dan benar, jangan sampai terlewat sedikit pun. Kemudian, apabila ingin melakukan mudik, jangan lupa untuk mengeposkan jauh-jauh hari agar pembelian tiket dan lain-lainnya lebih mudah. 

Mengalokasikan THR bagi pekerja di rumah dan angpao

Jika memiliki pekerja rumah dan saudara usahakan untuk mengalokasikan dana angpao bagi mereka. Karena bagaimana pun kita memiliki tanggung jawab yang sama untuk memberikan sebagian penghasilan kepada merek yang membantu kita selama dirumah dalam beberapa tahun terakhir.


Sisa alokasi THR untuk melunasi utang berjalan dan atau investasi

Sebagian besar telah diposkan dalam pos masing-masing jangan lupakan  untuk membayar hutang atau kalau masih ada sisa lagi jangan lupa untuk berinvestasi. Kalau masih ada jangan lupa untuk membayar asuransi.

Jangan sampai terjadi pada saat lebaran kita kehabisan dana dan cenderung menyajikan ala kadarnya sedangkan dana THR sudah habis tak bersisa.

THR ala Keluarga Surya


Yes, kalau masih bingung dengan cara membelanjakan THR dengan baik, Sunlife ID punya sitkom webseries yang kocak dan lucu di Channel Youtube dengan judul Keluarga Surya. Keluarga yang terdiri dari bapak Surya, Ibu Mentari, Fajar dan Cahaya. Keluarga kecil ini menyajikan banyak sekali drama dan pembelajaran tentang THR serta segala permasalahan seputar apapun.

Oh iya jangan lupa untuk ikutan kuis dari Sunlife ID pada tanggal 31 Mei 2018 di www.instagram.com/sunlife_id. Yuk enjoy webseriesnya di channel youtube dibawah ini.

Holcim Indonesia Untuk Membangun Negeri


Apa yang kamu sudah lakukan untuk negerimu? Apa yang sudah kamu lakukan untuk keluargamu? Apa yang sudah kamu lakukan untuk orang disekelilingmu? Banyak diantara kita yang belum melakukan apapun untuk negeri ini,  keluarga ataupun orang di sekeliling kita. Padahal sepantasnyalah kita membuat bangga dengan prestasi yang diraih entah itu tingkat nasional,  regional,  atau bahkan tingkat yang lebih kecil yaitu RT atau bahkan keluarga.

Membuat bangga bukanlah sebuah pekerjaan semalam,  melainkan membutuhkan dedikasi selama bertahun-tahun bahkan berabad-abad lamanya. Semuanya membutuhkan proses yang tidak mudah,  bahkan harus jatuh bangun atau bahkan bertahan dalam situasi yang sangat tidak menguntungkan. Dalam posisi inilah kesabaran dan daya inovasi diuji. Inovasi adalah kunci untuk terus bertahan dalan segala macam cobaan yang menerpa.

Kita beralih ke bangunan dan fasilitas publik yang kita gunakan setiap hari pun membutuhkan semua aspek tak terkecuali bahan material dan pekerja yang senantiasa membangun selama berhari-hari bahkan berbulan-bulan. Seperti yang tadi saya bilang,  tidak ada pekerjaan yang dikerjakan dalam satu malam saja melainkan bermalam-malam dengan banyak pekerja. Kita perlu mengapresiasi setiap bangunan dan fasilitas yang telah dikerjakan, apalagi HOLCIM pun telah berperan aktif dalam dalam pembangunan fasilitas publik tersebut. Sebut saja pengerjaan Gelora Bung Karno pun tak lepas dari peran serta HOLCIM. Saya pun patut berbangga.

Rapat Umum Pemegang Saham 2017


HOLCIM merupakan salah satu pemegang peranan penting dalam dunia Semen di Indonesia. Pada Tahun 2017, pada saat industri semen nasional mengalami penurunan dalam hal over capacity dan harga jual,  HOLCIM pun melakukan sejumlah inovasi produk seperti mortar yaitu semen siap pakai yang sangat membantu bukan saja perusahaan pengembang namun juga pemakain skala kecil seperti industri dan rumah tangga.

Dalam hal harga jual memang mengalami penurunan disebabkan menurunnya penyerapan pasokan produk serta persaingan dalam industri yang semakin ketat. Disamping itu,  terjadi pelemahan daya beli masyarakat terhadap beberapa produk properti walaupun angkanya tidak terlalu signifikan.


Seperti halnya perusahaan lain,  HOLCIM pun melakukan program CSR dan inovasi dalam produk terutama yang berbasis aplikasi serta mengedukasi. Tidak banyak perusahaan yang melakukan penjualan produk sekaligus mengedukasi pihak pembelinya.

Apa saja yang dilakukan oleh HOLCIM sebagai bagian dari upaya perusahaan untuk tetap mendapatkan tempat dihati para pelanggannya? Ini dia program CSRnya yaitu pengembangan pendidikan,  perbaikan fasilitas publik sepert jalan,  dan pengembangan home industry. Program CSR ini salah satunya dilakukan di Cilacap, Jawa Tengah. Program pendidikan ini diselenggarakan dengan pelatihan las kepada sekitar 50 pemuda. Kemudian,  pemgembangan home industri terhadap beberapa rumah dengan mengembangkan produk batik mangrove yaitu batik dengan pewarna alami dari pohon mangrove. Selain itu juga dilakukan perbaikan faslitas publik seperti jalan serta pembangunan rumah tidak layak huni.

Sedangkan Inovasi yang telah dilakukan adalah produk mortar instan untuk aplikasi yang spesifik seperti plesteran,  aciam dan pasangan bata ringan. Holcim Mortar merupakan campuran material yang terdiri dari portland cement (PCC), Pasir dan Admixture. Cukup tambahkan air untuk membuat aplikasi yang konsisten, mudah digunakan untuk hasil dinding yang sempurna.

Pada kesempatan ini juga Holcim memperkenalkan Direktur Penjualan yang baru yaitu Bapak Surindro Kalbu Adi sebagai bagian dari kebutuhan kedepannya.

Sekali lagi,  ditengah gempuran ketidakstabilan industri semen nasional,  Holcim mampu menjawabnya dengan inovasi yang sangat bagus sehingga menjawab kebutuhan pasar. Holcim mampu menjadi pelaku pembangunan di Indonesia serta membuat bangga dengan produknya yang membangun sampai ke pelosok negeri.

So,  apa yang kita lakukan untuk negeri ini? Jawabannya adalah membeli produk dalam negeri yang telah membangun sampai ke pelosok negeri.

Jalan-Jalan Ke Sentul, Bogor Dan Menginap Di Villa


Sentul,  Kabupaten Bogor adalah destinasi yang sangat menyenangkan bagi keluarga terutama pada liburan akhir pekan. Banyak sekali wisata yang menarik untuk dikunjungi seperti Taman Safari,  Jungle Land,  Perkebunan Teh Gunung Mas, Telaga Mas dan masih banyak lainnya.

Namun,  biasanya kita kesulitan untuk memesan penginapan yang murah namun cukup luas untuk ditinggali dalan beberapa hari. Memang merencanakan liburan itu gampang-gampang susah namun kalau dibantu dengan penyendia layanan pemesanan seperti traveloka,  pasti akan sangat mudah.

Mulailah merencanakan penginapan mana yang akan jadi pilihan. Biasanya daerah Sentul sangat banyak Villa mulai dari yang berkualitas sampai yang tidak layak sama sekali. Untuk itu, lakukan pemesanan terlebih dahulu di traveloka dengan pilihan villa yang bagus.

Pilihlah Villa Traveloka sesuai dengan banyak orang dan dekat ke mana-mana sesuai dengan obyek wisata yang dituju nantinya. Oh iya,  saya suka sekali dengan pilihan Villa ini karena sangat memudahkan pemesanan sehingga rencana liburan pun akan menyenangkan.

Saya memilih salah satu Villa ini dengan harga yang lumayan terjangkau. Dan selain itu cukup dekat dengan Jungle Land serta tidak jauh dari Perkebunan Teh Gunung Mas yang rencananya akan saya kunjungi dengan beberapa teman dan keluarga.


Nah,  yuk kita lihat seperti apa Perkebunan Teh Gunung Mas dan Jungle Land.

Perkebunan Teh Gunung Mas


Gunung Mas menjadi magnet pengemar kebun teh seperti saya. Tradisi minum teh di keluarga masih mengalir sampai sekarang. Bahkan saat makan di warung pun pasti memesan teh seduh panas sebagai pelepas dahaga. Saat pertama kali melihat destinasi ini, saya masih mengira bahwa Gunung Mas merupakan sebuah perbukitan, namun tebakan itu terbukti salah ketika melihat kawasan ini dipenuhi kebun teh.

Dari pintu masuk utama, saya telah disambut oleh teh. Bahkan sampai kedalam, teh terlihat dimana-mana. Mata ini terlihat menikmati setiap pemandangan yang disuguhkan, bisa dibilang mata sangat relaks dan inilah terapi yang dibutuhkan oleh mata. Udara juga begitu segar, lepas dari udara polusi perkotaan. 


Wisata Agro (Agro Wisata) adalah sebutan yang cocok untuk kawasan Gunung Mas. Fasilitas yang disediakan pun sangat lengkap mulai dari kebun teh, camping, berkuda, tea walk, tea cafe, paralayang, pemandian air panas dan masih banyak fasilitas lainnya. Dapat saya katakan bahwa kawasan yang dikelola oleh Perkebunan Nusantara VIII ini sangat lengkap dan menjadi wisata yang ramah bagi anak dan keluarga. Apalagi di area ini juga disediakan penginapan yang bisa dipilih mulai dari kapasitas perorangan sampai ke rombongan dalam skala besar. Informasi lengkap mengenai penginapan bisa akses langsung ke sini.


Yang unik dari Gunung Mas adalah sejarah mengenai pembuatan teh yang telah menjadi tradisi. Pabrik teh yang beroperasi dari beberapa puluh tahun lalu masih kokoh berdiri. Tradisi minum teh memang sangat kental dalam masyarakat kita. Tak heran teh masih menjadi primadona. Namun di Gunung Mas, edukasi proses pembuatan teh dari pemetikan hingga menjadi produk dijadikan sebuah kemasan yang menarik. Pasti setiap penyuka teh akan penasaran bagaimana terciptanya setiap aroma khas teh itu berasal. Sayang sekali pada saat saya mengunjungi Gunung Mas, hujan lebat menyambut saya dan rombongan kami. Mungkin suatu saat saya akan kembali dan menikmati setiap aroma teh yang berada di pabrik maupun di tea corner, dibagian depan pintu masuk.

Kuda Siap Mengantar Pengunjung Ke Area Perkebunan Teh
Jarak Gunung Mas dari kota Bogor sekitar 1 jam mengunakan kendaraan pribadi. Apabila mengunakan kendaraan umum dari Bogor, maka terlebih dahulu mengunakan angkot dari stasiun Bogor menuju Botani Square, kemudian disamping jalan terdapat kendaraan elf putih seperti kendaraan pribadi dan kemudian turun di Gunung Mas.

Harga tiket masuk Perkebunan Teh Gunung Mas hanya Rp 10.000 dengan harga parkir sekitar Rp 7.500. Alamat di Jalan Raya Puncak, Cisarua, Bogor. Telepon 0251-8250356. Webiste www.pn8.co.id.

Jungle Land 


Jungle Land memiliki segala jenis permainan atau wahana buat keluarga, perseorang atau bersama pacar. Luas Area Jungle Land bisa dikatakan sebagai Adventure Theme Park terluas di Indonesia. Bagaimana tidak terluas, Jungle Land ini memiliki luas 35 hektare dengan 33 wahanan dan kan bertambah. Masalah parkir? Jangan khawatir karena area parkir sanga luas dan dapat menampung 1.000 monbil, 3.000 motor dan 300 bus. Wow, area parkirnya sangat luas.

Selain Dufan dan Jatim Park 1, inilah wahana theme park ketiga yang pernah saya datangi, dan saya sangat menikmati. kalau dirasakan, sensasinya berasa di Universal Studio di Singapura. Bedanya adalah kali ini saya berada di kawasan Sentul Nirwana Bogor. So Adventerously Fun!


Papan informasi tersedia di beberapa titik. Informasi memuat segala zona yang terbagi menjadi 4 Zona yaitu Carnivalia, Tropicalia, Mysteria dan Dunia Dino. Zona Carnivalia terdiri dari permainan yang penuh petualangan dan atraksi. Disamping itu terdapat parade, mini karnaval, performers, live action dan wahanan lainnya. Nama Wahana di Zona Carnivalia ini pun unik misalnya Kolecer (Giant Ferrish Wheel), Jegar Jeger, Ci Luk Ba, Muter-Muter, Petir, Ceblak Ceblok dan masih banyak lainnya.

Zona Tropicalia semacam zona edukasi terhadap tumbuhan dan buah. Permainan didalamnya mengadopsi nama-nama alam sepert Laut Kutub, Haverst Time, Perahu Ayun, Ayun Ayun dan masih banyak lainnya. Zona Mysteria inilah zona memacu adrenaline dengan permainan seru dan menegangkan. Zona ini berisi permainan dengan nama Iber Iber (Magic Bikers), Loloncatan (Jump Around), Kuali Api dan lainnya.


Zona Dino inilah Zona yang paling mengundang decak kagum. Dinosaurus yang ditampilkan bisa bergerak dan mengeluarkan seolah-olah siap memangsa kita, wow jadi takut dekat-dekat dengan Dinonya. Seru juga dapat merasakan Zaman Dinosaurus beberapa juta tahun silam. Tambah asik lagi, saya diajak menonton film pra sejarah saat Dinosaurus menjalani kehidupan di Bumi yang kita diami sekarang ini.


Jadi Pilot dan Naik Kereta 


Permainan Jadi Pilot ternyata ada juga di Jungle Land. Yup, diarea ini kamu akan diajak mencoba mengemudikan pesawat mulai dari take off sampai dengan landing. Seru juga loh dapat merasakan menjadi pilot bohongan. Walaupun Simulator Jadi Pilot ini tidak nyata namun sensasi yang dirasakan sepeti mengemudikan pesawat sungguhan. Penasaran kan pengen jadi pilot?



Nah, uniknya lagi di Jungle Land, kita bisa mengelilingi area 35 Hektare ini dengan menaiki kereta api. Kereta api disini mengunakan mesin serupa kereta api, namun bukan mengunakan bahan bakar kayu ya, namun sudah beralih ke teknologi mesin saat ini.

Pemandangan disekeliling lintasan kereta api ini sangat hijau dan sejuk. Bahkan kami sempat melewati sungai dengan aliran air yang deras. Namun sayang saat melewati belakang bangunan atau wahana, pemandangan berubah kurang menarik. Akan lebih menarik jika dipoles dengan miniatur bangunan dari seluruh Indonesia dilintasan kereta api ini.


Jam operasional Jungle Land Adventure Theme Park ini buka setiap hari dengan pembagian Senin - Kamis buka pukul 10.00-17.00, Jumat buka 10.00-18.00 dan Sabtu-Minggu 09.00 - 18.00. Harga tiket masuk Weekdays Rp 165.000, Jumat Heboh (Tidak Termasuk Tanggal Merah) Rp 100.000, Weekend Rp 220.000.

Sedikit Catatan Tentang PUASA

Sedikit Catatan Tentang PUASA
Menurut beberapa sumber, kata puasa dalam bahasa Indonesia berasal dari bahasa Pali dan Sansekerta yaitu Upawasa (Upavasa) atau Uposatha (Upavasatha). Upawasa atau  terdiri dari 2 kata, yaitu Upa dan Wasa (Vasa). Upa artinya dekat atau mendekat dan Wasa (Vasa) artinya Tuhan atau Yang Maha Kuasa. Jadi puasa atau Upawasa dalam pengertian bahasa bermakna mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.

Saudara-saudara kita yang memeluk agama Hindu masih menyebut puasa dengan upawasa hingga saat ini. Ok, sedikit saya bahas tentang upawasa dalam agama Hindu berdasarkan beberapa referensi. Kalau ada yang salah mohon dikoreksi :)

Dalam pemahaman pemeluk Hindu, upawasa bukan sekadar menahan rasa haus dan lapar, tidak hanya untuk merasakan miskin dan kelaparan, menurut yang saya baca juga bukan untuk mencari pahala dan janji surga. Tujuan utama upawasa adalah untuk mengendalikan nafsu indrawi, mengendalikan keinginan dan kebutuhan fisik. Panca indra harus berada di bawah kesempurnaan pikiran, dan pikiran berada di bawah kesadaran budi. Jika Panca indra terkendali dan pikiran terkendali maka hal itu dipercaya akan dekat dengan kesucian, mendekat dengan Tuhan.

Jika dalam Islam mengenal puasa sunah seperti puasa Senin Kamis dll, demikian pula dalam kepercayaan Hindu, upawasa juga ada yang tidak bersifat wajib. Menurut yang saya baca, upawasa yang tidak wajib ini diserahkan kepada masing-masing individu apakah akan ia lakukan pada siang hari saja ataukah sehari penuh.

Sedikit Catatan Tentang PUASA
Sedikit obrolan saya dengan teman mengenai puasa

Jika saat bulan Ramadan ini ada saudara-saudara kita umat Hindu ada juga yang berpuasa, kemungkinan besar mereka sedang melakukan upawasa bebas tidak wajib seperti yang disebut di atas. Mereka akan memulai upawasa sejak fajar sama seperti kita kaum muslimin, namun bisa jadi upawasa mereka hingga fajar keesokan harinya, karena menurut kepercayaan Hindu pergantian hari adalah fajar, namun bisa juga mereka melakukan ibadah upawasa setengah hari saja dan berbuka pada saat senja.

Jika ada teman yang menganut agama Hindu tanyalah mereka soal upawasa, mereka seringkali melakukannya. Begitu juga dengan teman Kristiani, mereka juga kerap melakukan puasa, mulai dari puasa 8 jam, 1 hari, 1 hari 1 malam, 3 hari puasa total dan seterusnya, ada yang tidak berpantang dengan air putih, ada pula yang tidak makan dan minum. Tujuan puasa bagi kristiani mungkin dapat dijelaskan dalam potongan ayat "... kamu harus merendahkan diri dengan berpuasa." Imamat 16:29.

Agama Buddha juga mengenal puasa, mereka menyebutnya Uposatha (Upavasatha). Rangkaian pelaksanaan ibadah uposatha dimulai pada pagi hari dengan berniat akan melatih diri dengan menjalankan praktik atthasila (delapan sila) baik dalam bimbingan seorang bhiksu atau tidak. Sebelum memasuki tengah hari (jam 12 siang) masih diperbolehkan untuk makan dan minum, kemudian mulai tidak makan dan minum sejak dari jam 12 siang sampai fajar di esok harinya.

Puasa Ramadan dalam pandangan Islam sebagaimana dipahami adalah sebuah kewajiban kecuali bagi yang sakit, sedang berpergian jauh dan suci dari nifas dan haid (bagi perempuan). Di balik kewajiban ini tentu banyak hal yang patut kita pelajari, baik dari Al Quran dan hadis-hadis untuk dapat lebih memahami apa tujuan puasa. Sedikit tentang tujuan puasa sependek yang saya pahami pernah saya catat di postingan di bawah ini berjudul: Lapar mengajarmu rendah hati selalu.

Baca juga: Lapar mengajarmu rendah hati selalu 

Dari catatan ini kita sama-sama pahami bahwa puasa bukanlah sesuatu yang asing bagi masyarakat Indonesia. Lebih jauh lagi merunut asal muasal agama-agama yang dianutnya maka baik agama-agama dari timur dan barat mengenal puasa sebagai salah satu syariat atau ajarannya. Meski berbeda dalam pelaksanaannya, jika diselidiki lebih jauh tujuannya tidak jauh berbeda, yaitu untuk mendekatkan diri kepada Sang Maha Pencipta. []

“Setiap amalan manusia adalah untuknya kecuali puasa, sebab ia hanyalah untukku dan Akulah yang akan memberikan ganjaran padanya secara langsung”. [HR Bukhari dalam Shahihnya: 7/226 dari hadis Abu Hurairah radhiyallahu’anhu].

7 Ramadan 1439 H
23 Mei 2018


Belajar Puasa Dari Pemburu Yang Kemalaman Di Hutan

Belajar Puasa Dari Pemburu Yang Kemalaman Di Hutan

Konon ada seorang pemburu yang sedang kurang beruntung. Sejak pagi benar ia meninggalkan rumah, namun demikian ia tak berhasil mendapatkan hewan buruan hingga sore saat matahari terbenam. Menyadari hari akan gelap, secepatnya ia berbalik mencoba pulang ke kampungnya. Namun sayang ia terlalu jauh masuk ke dalam hutan. Tanpa perbekalan yang memadai ia terus mencoba menyusuri jalan yang ia yakini menuju kampungnya dengan penerangan yang semakin redup. 

Putus asa melanjutkan perjalanan akhirnya ia berhenti, ingatannya tertuju pada pohon besar yang memiliki batang menjorok ke telaga, pohon yang sering ia gunakan untuk mengintai hewan buruan dan juga memancing ikan. Berdasarkan ingatan, lokasinya tidak jauh dari ia berada kini. Ia yakin akan dapat berada di atas pohon itu sebelum obor darurat yang ia buat padam dan gelap benar-benar akan membutakan pandangannya. 

"Tak ada waktu lagi, aku harus cepat naik ke atas pohon itu dan bermalam di sana." Tekadnya sudah bulat, pohon besar itu hanya satu-satunya solusi terbaik yang dapat ia pikirkan di antara suara-suara hewan malam yang semakin ramai mengisi gelap. Dengan nafas teesengal-sengal akhirnya ia berhasil memanjat pohon dan mencoba mencari dahan yang nyaman untuk beristirahat. Malam semakin rapat menyelimuti  hutan, pantulan bulan di permukaan telaga yang tenang sedikit bisa menghiburnya.

Kesiagaannya tidak menurun, ia sadar mungkin saja akan ada ular yang dapat mengganggunya, atau jika ia sampai tertidur ia dapat terjatuh lalu menjadi mangsa hewan-hewan buas. Mengingat itu dia mencoba mencari dahan yang lebih menjorok ke telaga, agar jika ia terjatuh setidaknya ia akan terjatuh ke air.

Gendewa panahnya dikaitkan ke dahan pohon, pedang tetap ia sandang, endong anak panah dan pisau ia atur agar selalu dalam jangkauan. Jika ini malam terakhir ia hidup, maka ia akan pastikan perlawanan yang sengit akan ia lakukan demi bertahan hidup.

Sebagai seorang pemburu, ia merasa kali ini dialah yang menjadi obyek buruan, di balik gelap pepohonan dan semak di bawah pohon yang ia tempati, ia menduga sekian pasang mata hewan buas tengah mengintai. Ia tidak boleh lengah atau tertidur walau sekejap. 

Dari tempatnya berlindung, dengan kewaspadaan tinggi ia merasakan dedaunan yang tua berguguran, jatuh ke telaga dan menimbulkan riak gelombang. Gelombang-gelombang kecil yang mengingatkannya pada anak istrinya di rumah.

"Maafkan aku yang pasti telah membuat kalian gelisah karena tidak pulang malam ini" gumamnya dalam hati.

Tiap kali kantuk menyerang ia mengusap wajahnya yang lembab terkena embun. Setelah yakin suasana aman ia memetik daun dan menjatuhkannya ke telaga. Daun itu meluncur perlahan, kadang tertiup angin sebelum jatuh ke telaga dan menimbulkan riak gelombang kecil. Setiap daun yang ia jatuhkan seakan melucuti berbagai pikiran-pikiran yang membelenggunya saat itu.

Tidak ada bekal makanan, tak ada teman bicara, sendirian dalam hutan gelap, tidak dapat tertidur walau lelah musti ia tahan. Ketakutan-ketakutan sedikit demi sedikit berhasil ia tundukkan, walau secara pasti ia tidak dapat menjamin keamanan dan keselamatan dirinya entah sampai kapan. Lapar haus, lelah ia tanggung dalam diam, terjaga ia semalaman menundukkan semua kebutuhan lahiriah demi sebuah kesadaran dalam kewaspadaan yang tinggi.

Beberapa daun kembali ia petik dan ia lepaskan perlahan. Air telaga menyambut dedaunan yang jatuh dengan lembut, gelombang-gelombang air yang diciptakan dengan cepat tersapu riak akibat angin atau hewan air. Seperti gelombang kehidupan yang fana, hilang tidak berbekas di permukaan zaman yang terus berubah.

"Daun-daun yang gugur sebelum waktunya" ucapnya dalam hati. Setiap helai daun mengantarnya pada perenungan akan jalan hidup. Paradoks hidup yang kurang lebih sama dengan jalan hidupnya. Seorang pemburu yang hidup dengan membunuh binatang buruan, yang sebenarnya adalah makhluk hidup lain, namun terpaksa ia lakukan untuk menyambung hidup keluarganya.

Ia petik lagi beberapa daun, ia remas dedaunan itu menjadi satu kemudian ia lempar ke telaga di bawahnya. . 
"Mungkinkah daun-daun yang lain saat ini sedang ketakutan sepertiku? Takut untuk dipetik? Seperti hewan buruan yang masih mencoba berlari walau beberapa anak panah sudah melukainya? Mungkin daun-daun inipun merasakan sakit saat aku petik dan kuremas... Aku seharusnya tidak boleh menebar ketakutan, sehingga aku disiksa oleh ketakutan yang sama seperti saat ini". 

Malam semakin tua saat ia menggigil kedinginan karena angin berkabut lembab telah membasahi pakaiannya. Ufuk timur telah merona merah, tanda matahari yang telah semalaman ia nanti akhirnya datang.

"Istriku, jika aku pulang dengan selamat, maaf aku tidak membawa hasil buruan, hari ini adalah hari terakhir aku menjadi pemburu. Daun-daun dan pohon ini telah melindungi nyawaku malam ini. Aku ingin menjadi petani saja" kerinduannya mengusir segala kantuk dan penat yang tersisa. 

Seiring matahari terbit, ia telah menjadi pribadi baru yang terlahirkan kembali, setelah berhasil mengalahkan semua rasa takutnya. Ia pulang dengan membawa endong panah yang masih penuh. Hewan-hewan yang biasanya berlari melihatnya kini seakan mengucapkan selamat dan mengantarnya pulang ke kampung di mana anak istrinya bahkan kerabat desanya telah gelisah menanti kepulangannya.

4 Ramadan 1439 H
20 Mei 2018