Starmeal : Warunk Gaul Buat Nongkrong Di Jakarta Selatan


Salah satu hal yang membuat saya betah nongkrong lama adalah karena dua hal, murah dan banyak pilihan makanan. Urusan wifi memang menjadi hal penting, tapi kalau makanannya ngga terlalu enak, wifi pun akan terasa hambar. 

Jadi, urusan tempat makan memang tak muluk-muluk harus yang mewah dan berkelas, kalau yang ini untuk kencan kali ya, kalau untuk ketemu sama teman-teman dan ngobrol ngalor ngidul ya pilihannya jatuh pada tempat ini. 

Warunk Starmeal inilah yang memikat hati saya baru-baru ini. Alasanya hanya karena pilihan makanannya yang buaaanyaak dan harganya juga terjangkau bagi kantong-kantong yang kempes ini. Lokasinya juga dekat dengan beberapa stasiun kereta serta dekat dengan kampung Betwai Setu Babakan di Jakarta Selatan. 



Kalau dibilang warunk ini merupakan konsep makanan praktis seperti mie, nasi goreng dan lain-lain, memang benar adanya. Bahkan dibilang konsepnya adalah warung yang pindah tempat menjadi lebih modern dan sangat terjaga kualitasnya. Mengenai harga dari awal saya bilang, Starmeal sangat terjangkau bagi anak sekolah dan kuliahan, bahkan orang kerja yang bokek atau akhir bulan. 

Lalu menu apa saja sih yang jadi andalan di Warunk Starmeal ini? Yuk kita lihat satu per satu. 

Nasi Ayam Pecak Seribu - Rp 24.000


One of my favorite. Ayamnya lumayan dengan sambal pecak yang pedas memang mengairahkan untuk makan bersama keluarga. Kalau bisa dibawa pulang dan dimakan rame-rame dengan nasi hangat tambahan akan sangat memuaskan. Pedasnya memang bukan malah membikin kapok tapi malah membuat ketagihan. 

Paket Nasi R'Chick - Rp16.000


Inilah menu favorite anak sekolahan dan kuliah yang sedang dalam masa injure time atau bokek. Ayam crispy dengan nasi memang bikin kenyang tanpa takut kehabisan ongkos pulang. Bagi saya yang suka dengan ayam maka akan menjadi pilihan selain nasi ayam pecak pedas tadi. 

Roti Bakar Special Starmeal - Rp 16.000


Salah satu yang saya suka adalah roti bakarnya. Harganya Rp 16.000 membuat saya pengen pesan lagi dan lagi. Cokelat dan kejunya itu bikin meleleh deh. Rasanya enak dan ngga bikin eneg. Sebagai cemilan atau makanan utama pun tidak masalah, yang menjadi masalah adalah seberapa kuatkah kamu menghabiskan roti bakar ini? hehehe. 

Nasi Goreng Special Starmeal - Rp 24.000


Makanan unik lainnya adalah nasi goreng ini. Rasanya memang sedikit berbeda karena mendapat sentuhan kari atau khas india dan timur tengah. Rasanya mirip dengan nasi briyani atau nasi kari yang di campur dengan telur, sosis dan ayam. So fresh juga ditambah dengan pedasnya cabai irisan serta sayuran. 

Mie Goreng Cah Kangkung Mbo Galak plus Telor Ceplok - Rp14.0000


Makan mie dengan cah kangkung memang sesuatu yang baru. Mie yang karbo ditambah dengan sayuran menjadi mie ini lebih sehat dari biasanya. Apalagi penggemar mie pasti tidak akan jauh-jauh dari menu satu ini. Nice choice karena ada tambahan telor ceplok. 

Cappucino - Rp 18.000


Dan, inilah salah satu minuman yang bikin saya merem melek menikmati rasanya, cappucino. Harganya yang tidak terlalu mahal memang membuat saya bisa beberapa kali pesan Cappucino ini. 

Warunk Gaul Jakarta Selatan 


Saya sangat menrekomendasikan Warunk ini untuk anak nongrong di Jakarta Selatan terutama daerah Setu Babakan, Universitas Pancasila, Pasar Minggu dan lainnya. temoatnya sangat besar dengan harga yang terjangkau. 


Oh iya pengen tahu suasana starmealnya. Ini dia videonya.


Informasi warunk Starmeal 

Alamat 
Jl. Moh Kahfi 2 (Seberang SPBU Warung Silah)
Jagakarsa, Jakarta Selatan

Maps 

Starmeal : Warunk Gaul Buat Nongkrong Di Jakarta Selatan


Salah satu hal yang membuat saya betah nongkrong lama adalah karena dua hal, murah dan banyak pilihan makanan. Urusan wifi memang menjadi hal penting, tapi kalau makanannya ngga terlalu enak, wifi pun akan terasa hambar. 

Jadi, urusan tempat makan memang tak muluk-muluk harus yang mewah dan berkelas, kalau yang ini untuk kencan kali ya, kalau untuk ketemu sama teman-teman dan ngobrol ngalor ngidul ya pilihannya jatuh pada tempat ini. 

Warunk Starmeal inilah yang memikat hati saya baru-baru ini. Alasanya hanya karena pilihan makanannya yang buaaanyaak dan harganya juga terjangkau bagi kantong-kantong yang kempes ini. Lokasinya juga dekat dengan beberapa stasiun kereta serta dekat dengan kampung Betwai Setu Babakan di Jakarta Selatan. 



Kalau dibilang warunk ini merupakan konsep makanan praktis seperti mie, nasi goreng dan lain-lain, memang benar adanya. Bahkan dibilang konsepnya adalah warung yang pindah tempat menjadi lebih modern dan sangat terjaga kualitasnya. Mengenai harga dari awal saya bilang, Starmeal sangat terjangkau bagi anak sekolah dan kuliahan, bahkan orang kerja yang bokek atau akhir bulan. 

Lalu menu apa saja sih yang jadi andalan di Warunk Starmeal ini? Yuk kita lihat satu per satu. 

Nasi Ayam Pecak Seribu - Rp 24.000


One of my favorite. Ayamnya lumayan dengan sambal pecak yang pedas memang mengairahkan untuk makan bersama keluarga. Kalau bisa dibawa pulang dan dimakan rame-rame dengan nasi hangat tambahan akan sangat memuaskan. Pedasnya memang bukan malah membikin kapok tapi malah membuat ketagihan. 

Paket Nasi R'Chick - Rp16.000


Inilah menu favorite anak sekolahan dan kuliah yang sedang dalam masa injure time atau bokek. Ayam crispy dengan nasi memang bikin kenyang tanpa takut kehabisan ongkos pulang. Bagi saya yang suka dengan ayam maka akan menjadi pilihan selain nasi ayam pecak pedas tadi. 

Roti Bakar Special Starmeal - Rp 16.000


Salah satu yang saya suka adalah roti bakarnya. Harganya Rp 16.000 membuat saya pengen pesan lagi dan lagi. Cokelat dan kejunya itu bikin meleleh deh. Rasanya enak dan ngga bikin eneg. Sebagai cemilan atau makanan utama pun tidak masalah, yang menjadi masalah adalah seberapa kuatkah kamu menghabiskan roti bakar ini? hehehe. 

Nasi Goreng Special Starmeal - Rp 24.000


Makanan unik lainnya adalah nasi goreng ini. Rasanya memang sedikit berbeda karena mendapat sentuhan kari atau khas india dan timur tengah. Rasanya mirip dengan nasi briyani atau nasi kari yang di campur dengan telur, sosis dan ayam. So fresh juga ditambah dengan pedasnya cabai irisan serta sayuran. 

Mie Goreng Cah Kangkung Mbo Galak plus Telor Ceplok - Rp14.0000


Makan mie dengan cah kangkung memang sesuatu yang baru. Mie yang karbo ditambah dengan sayuran menjadi mie ini lebih sehat dari biasanya. Apalagi penggemar mie pasti tidak akan jauh-jauh dari menu satu ini. Nice choice karena ada tambahan telor ceplok. 

Cappucino - Rp 18.000


Dan, inilah salah satu minuman yang bikin saya merem melek menikmati rasanya, cappucino. Harganya yang tidak terlalu mahal memang membuat saya bisa beberapa kali pesan Cappucino ini. 

Warunk Gaul Jakarta Selatan 


Saya sangat menrekomendasikan Warunk ini untuk anak nongrong di Jakarta Selatan terutama daerah Setu Babakan, Universitas Pancasila, Pasar Minggu dan lainnya. temoatnya sangat besar dengan harga yang terjangkau. 


Oh iya pengen tahu suasana starmealnya. Ini dia videonya.


Informasi warunk Starmeal 

Alamat 
Jl. Moh Kahfi 2 (Seberang SPBU Warung Silah)
Jagakarsa, Jakarta Selatan

Maps 

Menaklukan 4 Puncak Tertinggi Di Komodo Sailing Trip


What is your destiny? What is your purpose of your life? What is your big dreams? Kadang saya terbangun di tengah malam dengan 3 pertanyaan ini. Sepertinya terus menghantui, namun dengan senyum dan semangat saya melanjutkan tidur kembali. Kalau ditanya impian terbesar saya apa? Saya ingin sekali menaklukan puncak-puncak tertinggi di Indonesia. Memang impian ini terasa muluk kalau harus sampai ke Puncak Jaya Wijaya. Yang terpikir adalah menaklukan puncak-puncak tertinggi seperti Anak Gunung Krakatau, Lampung, yang sudah daya taklukan. Dan, ternyata perjalanan Komodo kali ini pun menguji seberapa besar kemauan saya ini. 

4 orang Indonesia dan 3 orang Malaysia berada dalam 1 kapal dalam perjalanan 3 hari 2 malam menyusuri pulau demi pulau di Kepulauan Komodo. Lagi-lagi saya berpikir, tidak mungkin kita bertemu tanpa ada tujuan dan takdir. Dan, kemudian bertambah pula 4 teman baru yaitu Bang Indra, Be Borneo Tour serta 3 anak buah kapal.  Semuanya terjadi bukan tanpa sebuah kebetulan. It is sound cliches, but I realized that I am happy in this boat. And, Living On Boat (LOB) stories begin. 


Sebelum sampai di Labuan Bajo, kota pelabuhan gerbang menuju Kepulauan Komodo, saya sempat mengalami kondisi keuangan yang kurang. Dua hari sebelum keberangkatan, saya belum membeli tiket sama sekali. Beruntung Rani dengan baik hatinya mau membelikan tiket terlebih dahulu. Tiket ke Labuan Bajo memang lumayan menguras pundi-pundi karena harus mengeluarkan uang setidaknya 2-3 Juta untuk perjalanan pulang pergi, namun jika beruntung dan memesan jauh-jauh hari bisa dikisaran harga dibawah 2 juta PP. So, it is your choice. 

Apakah memungkinkan untuk backpacker untuk Sailing Komodo Trip ini? Yes, karena sewa kapal dan paket open trip telah tersedia oleh Be Borneo Tour dengan harga 1,950 Juta untuk 3 Hari 2 Malam. Informasi lebih lengkap mengenai open trip murah ini bisa langsung ke websitenya disini.


Apa yang membuat saya jatuh cinta pada Trip kali ini? Banyak, terutama laut, ikan hias, pasir putih, bintang laut, komodo, makanannya, renang, snorkling dan yang paling berkesan adalah dapat menaklukan 4 puncak tertinggi di Trip ini. Pulau Gili Lawa, Pink Beach, Pulau Padar dan Pulau Kelor. 

Puncak Gili Lawa 


Bagi saya yang lumayan gemuk ini, menaklukan puncak dengan ketinggian sekitar 800 meter itu tidak mudah. Setidaknya membutuhkan waktu cukup lama dibanding lainnya untuk mencapai puncak. Sejak menaklukan puncak Anak Gunung Krakatau, Lampung dengan ketinggian sekitar 1.000 meter di atas permukaan laut, saya jadi termotivasi untuk naik puncak lainnya. Meski tidak bisa disebut sebagai pendaki gunung profesional, namun motivasi ini saya terus tanam. Siapa tahu beberapa tahun kedepan, saya bisa naik Gunung Slamet di kampung halaman saya, Pemalang

Bang Sham, Nazirul, Mba Donna dan Alma telah sampai terlebih dahulu. Tinggal saya dan Rani yang berada beberapa meter di bawah. Nafas saya masih terengah-engah karena semakin tinggi permukaan tanah, semakin tipis kadar oksigennya. Itulah mengapa saya harus pandai mengatur nafas agar mampu mencapai puncak. 


Mba Donna terus menerus memanggil saya dan Rani. Naz pun demikian, dengan suara sedikit menantang kami berdua, tujuannya agar kami cepat sampai. Naz sudah sampai terlebih dahulu. Maklum dia adalah salah satu yang tersehat diantara kami bertujuh. Yes, setelah beberapa langkah akhirnya saya sampai di puncak. Seperti mendapat kejutan dari pacar pada waktu ulang tahun, seperti itulah perasaan saya setelah sampai puncak Gili Lawa. Nothing better than this places, so wonderful. I love this landscape.  

Puncak Pink Beach 


Puncak kedua ini tidak seterjal atau setinggi yang lain. Namun, puncak ini adalah puncak terindah. Dari atas sinilah, pink beach dapat terlihat dengan sempurna. Sebelum melakukan snorkling di pantai, memang paling enak melakukan trekking menuju puncak yang tidak terlalu tinggi. Mungkin tingginya tidak sampai 500 meter karena hanya dibutuhkan waktu 15 menit untuk sampai di puncaknya. 

Puncak mana yang tidak membuat saya berdecak kagum. Dua dari 4 puncak ini membuat saya menikmati setiap lukisan alam yang ada. Lalu lalang kapal yang menurut orang biasa saja, bagi saya adalah mahakarya yang sangat indah jika dilihat dari puncak ini. 

Puncak Pulau Padar


Sebetulnya matahari mulai tenggelam ketika kami melakukan trekking menuju puncak Padar. Namun, kami masih memiliki banyak waktu karena jarum jam menujukkan pukul 4 sore lebih. Kami bisa menikmati puncak sambil foto-foto dan menikmati senja di gugusan pulau Komodo. 

Dari bibir pantai, tangga menuju ke atas terlihat dengan jelas. Sebelum ada tangga ini, untuk mencapai puncak harus trekking dan mendaki. Kontur Padar memang tidak seterjal Gili Lawa, namun cukup tinggi sehingga dibutuhkan waktu yang lebih lama. Taksiran saya, tinggi puncak ini bisa mencapai lebih 1.000 meter di atas permukaan laut. 

Dengan berbekal semangat menaklukan puncak ketiga ini, saya terus menaiki tangga. Pada puluhan meter sebelum puncak tertinggi, tangga terputus dan berganti dengan tanah berbatu yang sangat licin. Saya mencoba mengatur nafas agar bisa naik melalui celah-celah bebatuan. Dan, setelah beberapa menit istirahat akhirnya saya bisa menyusul yang lain yang telah dulu sampai. 

Puncak Kelor


Terik siang tidak mematahkan semangat saya untuk naik ke atas pulau kelor. Kalau bukan saat ini kapan lagi saya bisa sampai ke puncak sana dan mengabadikan salah satu signature dari Komodo Trip ini. 

Entah berapa kemiringan puncak ini, namun saya dan teman-teman harus berjuang dulu melawan panas dan tanah yang kering serta sedikitnya batu dan rumput yang biasanya bisa dijadian pijakan. Namun, lagi-lagi seperti ada suara penyemangat dari teman-teman diatas sana yang sudah terlebih dahulu sampai. 

Puncak Kelor akhirnya bisa ditaklukan dengan waktu lumayan singkat karena memang tidak terlalu tinggi, hampir mirip dengan puncak pink beach. Setelah foto-foto dan bermain-main sebentar, akhirnya kami turun. Karena begitu licin dengan sepatu, satu per satu sepatu pun akhirnya saya lepas. Alhamdulillah, akhirnya kami sampai dengan selamat walau sempat hampir jatuh. 


Inilah cerita siangkat pertama yang bisa saya bagikan. Ditunggu untuk cerita-cerita lainnya ya. Selamat berlibur di akhir tahun ini. Stay safe and happy holiday.

Episode 14 – Cetar Wars For Beginners

Sebuah usaha (yang sangat subyektif) untuk menjelaskan apa itu Star Wars, siapa saja tokoh-tokoh utamanya, dan bahkan penjelasan singkat setiap episode Star Wars berdasarkan urutan rilisnya, mulai dari Original Trilogy, Prequel Trilogy, sampai ke Sequel Trilogy (hanya sampai episode 7, Force Awakens, karena saat ini direkam episode 8 jelas belum nongol).

PERINGATAN: Ini episode podcast solo yang sangat panjang, terpanjang dalam sejarah Suarane Podcast sejauh ini. Mungkin bakal membosankan, tapi semoga bisa membantu untuk memahami bagi mereka yang selalu bertanya: Apa sih Star Wars itu? Tentu ini penafsiran yang sangat subyektif, yang dilihat dari sudut pandang “In My Sok Tahu Opinion,” tapi semoga bermanfaat. Kalau ada yang salah, ditunggu masukannya. Silahkan dengar episode selengkapnya dengan mengklik player di bawah ini atau dengar langsung di Soundcloud. Semoga bermanfaat.



Panduan Mendengarkan:

Saking panjangnya episode podcast solo ini, berikut time code episode ini buat yang mau lompat-lompat atau tidak ada waktu mendengarkan secara utuh.

  • 00:00 – 02:57 – Pembukaan
  • 02:57 – 09:02 – Penjelasan umum tentang apa itu Star Wars,  apa itu The Force, siapa pihak baik, pihak jahat, beberapa istilah yang digunakan
  • 09:02 – 14:13 – Tokoh-tokoh sentral dalam Star Wars serta beberapa pendukungnya.
  • 14:13 – 18:19 – Urutan film-film Star Wars
  • 18:19 – 32:11 – Ringkasan film-film Star Wars berdasarkan urutan rilisnya.
  • 32:11 – 37:55 – Penjelasan subyektif kenapa Star Wars itu menarik + Penutup

?

Catatan Teknis:

  • Episode ini sebenarnya sederhana saja secara teknis karena hanya solo podcast, tapi yang menantang dari segi editing adalah karena menyertakan cuplikan-cuplikan dari film Star Wars.
  • Yang menantang juga adalah karena saya harus menyingkat episode ini dari rekaman aslinya yang mencapai satu setengah jam hingga menjadi sekitar 37 menit. Maklum rasanya banyat banget yang pengen diceritain soal Star Wars ini. *subyektif mode* ?
  • Saya juga masih ditemani ukulele setia untuk musik pembuka dan penutup yang merupakan cover version dari theme song Star Wars.
  • Cover theme song Star Wars versi utuh ada di Instagram saya. ?

*Disclaimer (1): Episode ini bukan penjelasan resmi. Hanya penjelasan dari seorang penggemar, dan tidak ada sangkut pautnya dengan Walt Disney Studios maupun Lucas Film (Baca: BUKAN BUZZER hehehe)

*Disclaimer (2): Hak Cipta cuplikan audio dari film Stars wars serta theme song Star Wars yang dicover dengan ukulele untuk episode ini sepenuhnya milik komposer aslinya, dan di cover di episode ini murni untuk tujuan non komersial.

Blog: Levelling Suara dengan Levelator

Suara yang tidak level pastinya sangat mengganggu orang untuk menyimak podcast kita. Baru-baru ini saya dapat tips keren dari seorang teman podcaster untuk levelling suara hasil rekaman. Software ini begitu sederhana tapi terbukti sangat ampuh, daripada melakukan levelling secara manual. Bisa diunduh gratis di http://conversationsnetwork.org/levelator (Windows, OS dan Linux)

Video berikut ini mencoba menjelaskan proses menggunakan levelator yang sebenarnya sangat amat sederhana. Hanya drag and drop saja kok. Di paruh kedua ada sedikit tips untuk memaksimalkan hasil levelling dengan levelator ini. Semoga bermanfaat untuk teman-teman podcaster. Punya tips lain? Ayo dong bagi-bagi dengan podcaster lainnya.

(Jika video di bawah tidak muncul bisa dilihat langsung di Youtube) -rh-

Catatan Teknis:

  • Video ini direkam dengan Xiaomi Note 4
  • Diedit dengan aplikasi QUIK di Android. Mohon maaf jika tidak stabil gambarnya. Idealnya sih memang pakai screen recorder. ?
  • Foto ilustrasi dan wallpaper di komputer dari Pixabay.com

Perbandingan Kamera Full Frame, APS-C dan Micro Four Thirds

Beberapa teman yang baru belajar fotografi dan baru punya kamera menanyakan soal bedanya kamera full frame dan APS-C atau yang juga disebut crop factor. Biasanya bertanya soal ini setelah membandingkan hasil fotonya dengan hasil foto orang lain dan bingung karena frame fotonya nggak selebar milik orang lain. Padahal panjang lensa atau focal length lensa yang… Read More Perbandingan Kamera Full Frame, APS-C dan Micro Four Thirds

Episode 13 – Tak Tun Tuang!

Episode ke 13 ini mengulas tentang fenomena viralnya sebuah lagu Minang di Thailand dan apa yang menarik dari lagu itu. Lagu ini mulai viral sekitar pertengahan November lalu di Thailand gara-gara sebuah video klip yang menampilkan seorang artis dari Padang menyanyikan sebuah lagu dengan gaya yang lucu. Saya coba telusuri, termasuk bertanya ke seorang teman warga Thailand dan juga melacak pihak yang menciptakan video klip ini pertama kalinya sampai bisa viral.   

Hasilnya, onde mande, rancak bana! ?

Bisa didengarkan di player di bawah ini atau langsung dengar di Soundcloud.



Catatan episode ini:

  • Terima kasih untuk Nelson Sikumbang di Batam yang sudah bersedia diajak ngobrol. Mohon maaf kualitas suara kurang memadai sehingga harus banyak editing. Silahkan kenalan dengan beliau di Facebooknya atau lihat karya-karyanya di YouTube.
  • Terima kasih untuk Anisa Syuria Lestari yang sudah menghubungkan saya dengan Bang Nelson. ? Ternyata nyanyi juga ya. Keren!! Sukses Nisa!
  • Terima kasih untuk Pak Mollakarn yang membantu memberikan latar belakang viralnya lagu ini di Thailand. Pak Karn ini pernah hadir di Suarane Podcast episode ke 10.
  • *Disclaimer: Semua cuplikan lagu di episode ini hak ciptanya ada pada komposer, dan pemilik aslinya. Saya hanya menggunakannya dalam bentuk cuplikan pendek yang terkait dengan cerita dalam podcast ini, dan bukan untuk kepentingan komersial.

Link YouTube yang dipakai di episode ini:


Link lain:

 

Catatan Teknis:
Episode ini diedit menggunakan Audacity. Leveling audio menggunakan Levelator. Untuk merekam audio di YouTube menggunakan Audio Hijack Pro (recommended buat yang ingin serius di Podcasting, termasuk untuk merekam Skype atau audio apapun di browser dengan kualitas bagus). Wawancara Pak Karn menggunakan Hindenburg Field Recorder di iPad. Wawancara dengan Bang Nelson menggunakan Whatsapp Audio Call ?

Episode kali ini sangat menantang karena kualitas audio yang berbeda-beda mulai dari musik, sampai kualitas wawancara yang tidak bagus. Untung sedikit banyak terbantu dengan Levelator. Sangat saya rekomendasikan buat para podcaster.

Pertanyaan atau komentar silahkan hubungi di sini atau ke suarane [@] gmail.com

Eps.13 – Tak Tun Tuang! by Suarane is licensed under a  Creative Commons License.

 

Direkam dan diproduksi di Bangkok, 4 Desember 2017

-rh-

Traktir Semua Orang Dengan Voucher BambiDeal


Traktir orang bikin bangkrut? Tentu tidak, kan saya sudah tahu rahasianya hahaha. Ngomongin traktir, biasanya saya lakukan kalau sedang senang dan bersyukur atas karunia yang diberikan oleh Tuhan. Yes, biasanya saya traktir anggota terdekat seperti keluarga dan teman dekat. Dan, biasanya saya lakukan secara berkala. Namun, akhir-akhir ini saya tidak memiliki cukup waktu dan cukup uang untuk mentraktir kalau ada sesuatu hal yang 'menyenangkan' yang saya rasakan. 

Dulu, biasanya harus reservasi terlebih dahulu untuk beberapa orang, dan sayangnya biasanya sudah full reserved. Hmmm, that's why ketika kita tidak membeli voucher untuk reservasi biasanya akan mengalami kendala. Oh iya, untuk menu biasanya saya tidak bisa memilih ketika tidak membeli voucher, makanya saya suka yang berbau-bau voucher. 


Menu bagi saya sama saja, namun kalau traktir keluarga atau teman biasanya disesuaikan dengan kesukaan mereka. Biasanya makanan besar seperti buffet dan jajanan. Pizza biasanya jadi pilihan selain makanan bagi teman-teman kantor saya. Nah, sekarang saya sudah punya pilihan lain yaitu martabak.

Bagi saya martabak is the pleasure banget ya. Martabak dengan adonan tepung, telur dan mentega. Memang karbohidratnya tinggi tapi juga mengandung beberapa vitamin jika digabung dengan buah dan lainnya. Dan, alasan lain adalah karena porsi martabak banyak dan dapat dibagikan ke semua orang tanpa ketinggalan satu pun.



Nah, ini dia BambiDeal yang membuat traktiran lebih mudah dan bisa dilakukan oleh siapapun karena tinggal akses websitenya dan memilih apapun yang mau dipilih termasuk makanan, kecantikan dan kegiatan. 


Dan, akhirnya saya memilih martabak mini sebagai jajanan yang pas buat menemani saya disaat santai ataupun dalam keadaan deadline. Caranya cukup mudah dengan akses website, pilih makanan dan kemudian pilih martabak. Beli voucher dan tukarkan voucher ditempat yang tertera di website. Jangan lupa untuk reservasi terlebih dahulu bambideal


Ini salah satu informasi yang ada di voucher.

Mudahnya Berlibur Ke Bumi Laskar Pelangi, Belitung


Perjalanan saya berlanjut ke Belitung dari Bangka. Pilihan saya jatuh kepada pesawat kecil yang sering disebut ATR. Jangan bayangkan pesawat besar seperti boeing ataupun air bus yang sering membawa dari Jakarta menuju Denpasar, penumpangnya saja tak sampai seratus. Tentu saja jatung ini dibawa dalam situasi yang tak nyaman seperti sedang mengucapkan Ijab Qabul dalam pernikahan saja. Untung saja Hendrik sangat berpengalaman dalam hal pesawat-pesawatan. Maklum saja, pacar yang tak kunjung dinikahinya itu berprofesi sebagai pramugari salah satu maskapai besar di Indonesia. 

“Ndrik, ini bener ngga apa-apa?”

Wajah saya setengah pucat ketika saya duduk dan mengenakan sabuk pengaman.

“Biasanya sih banyak turbulence, Man.”

Hendrik bukan malah meredakan sport jantung ini namun menambah ketakutan saya. 

Sebetulnya, selain jalur udara kami bias naik jalur laut dengan durasi sekitar 4 jam perjalanan, namun Tuhan Maha Baik dan jadilah kami naik pesawat yang tengah tinggal landas ini. Saya memejamkan mata tanda berdoa dengan konsentrasi penuh. Sementara Hendrik hanya tersenyum puas sambal sesekali menghujat betapa lemahnya seorang traveler yang sering mengunakan berbagai moda transportasi ini.


Drama di dalam pesawat tak berlangsung lama, hanya sekitar 45 menit. Pramugari tengah mengecek sabuk pengaman kami sebelum mendarat di Bandar Udara H. AS. Hanand Joeddin, Tanjung Pandan, Belitung. 

Suara deru pesawat telah berhenti dan kami semuanya turun menuju bandara. Diluar kami berdua telah dijemput oleh supir dari kebun tempat kami melakukan pekerjaan. Sesuai rencana, sebelum menuju penginapan, kami berkeliling terlebih dahulu di pantai Laskar Pelangi dan restoran seafood untuk makan malam. 


Beruntung supir kami dengan senang hati mengantarkan kami ke Pantai Tajung Tinggi dan lebih ternama dengan sebutan Pantai Laskar Pelangi. Sebelum setenar sekarang, pantai ini hanya dinikmati warga sekitar wilayah Sumatra. Semenjak dijadikan sebagai salah satu tempat syuting Laskar Pelangi, maka nama film garapan Riri Reza ini melekat dan dijadikan sebagai ikon wisata. Hasilnya, pantai sangat booming. Bahkan warga menyebut jika tidak menginjakan kaki di pantai ini, tidak disebut ke Belitung. 

Jarak tempuh dari Bandara ke pantai tak lebih dari satu jam. Jalanan di Belitung lumayan bersahabat namun memang kurang lebar karena belum dilakukan pelebaran. Namun karena sangat jarang mobil yang melintas tak membuat kenyamanan kami berdua berkurang. 


Finally, kami sampai di Pantai Laskar Pelangi. Cuaca saat itu cukup berawan sehingga warna biru lautnya terlihat sangat pucat. Walaupun sempat kecewa, namun akhirnya dinikmati sebagai bagian dari liburan yang singkat, tidak lebih dari beberapa jam ini. Kata orang, aji mumpung namun kapan lagi kan?

Laskar Pelangi merupakan sebuah Novel yang diangkat ke layer lebar. Melalui tangan dingin Riri Reza dan Mira Lesmana, Laskar Pelangi mampu menghipnotis penonton Indonesia dengan film tentang mimpi seorang anak dari sekolah yang tak layak disebut sekolah. Namun siapa sangka, muridnya mampu berprestasi dan membungkam dunia yang selama ini memandang sebelah mata.
Sebelum betul-betul menginjakan kaki di pantai, saya mengabadikan tulisan Laskar Pelangi yang berada tak jauh dari bibir pantai. Seperti biasa, setelah saya, kini giliran Hendrik yang saya foto. Rambut plontos dan senyum yang membuat siapapun yang melihat terpingkal-pingkal membuat saya pun ikut tertawa. 


Karena waktu kami tak banyak, kami langsung menuju ke Pantai. Sore itu tak begitu banyak orang, maklum saja hari ini masih weekdays belum menginjak weekend. Entah kalau hari jumat, sabtu dan minggu tentu aja akan sangat berbeda. 

Pose, jepret, pose, jepret, pose, jepret, begitulah yang kami lakukan untuk mengejar momen yang sebentar lagi sunset namun mendung. Sementara, kami pun telah ditunggu dan ditelpon oleh pemilik penginapan yang lumayan jauh dari pantai. Dan sebelum sampai di penginapan, kami mampir di sebuah restoran seafood yang lumayan ternama di Belitung.

Selain jelajah pantai, jika masih memiliki waktu yang cukup panjang bisa menambahkan Pulau Lengkuas, Pulau Basir, Pulau Pelayar dan Pulau Burong sebagai tambahan destinasi. Selain jelajah pulau, kota 1001 kopi yang terletak di timur pulau Belitung ini bisa dijadikan alternatif kunjungan di hari lain.



Selain pantai, Belitung pun memiliki Museum Kata Andrea Hirata dan Museum Tanjung Pandan. Museum Andrea Hirata ini merupakan museum yang menyimpan karya-karya Andrea Hirata mulai dari novel yang pertama sampai yang terakhir. Selain karya Andrea, museum ini menyiman foto lawas Belitung dari masa ke masa. Museum Tanjung Pandan merupakan museum rekam jejak sejarah dalam bentuk pakaian, peninggalan hingga sisa kapal karam. 

Itulah pengalaman beberapa tahun lalu ketika saya melakukan pekerjaan sekaligus liburan dan semuanya dihandle oleh klien. Nah, jikalau tidak memiliki waktu yang cukup namun waktu liburan telah diambang mata, apa yang mesti dilakukan. Harus beli tiket pesawat, harus booking hotel, memang begitu merepotkan, apalagi harus bertransaksi dua kali atau bahkan tiga kali. Kebayang betapa ribetnya ya.




Beruntung banget saya diberitahu bahwa terdapat fasilitas pemesanan Pesawat dan Hotel sekaligus. Di Traveloka terdapat fitur pemesan kedunya dengan satu pencarian saja. Cukup masuk ke website traveloka.com, kemudian masuk ke pemesanan Pesawat + Hotel di lajur sebelah tengah dan klik. Isilah detail penerbangan, kota, tanggal untuk pesawat dan hotelnya. Pastikan tanggal pergi dan pulang sama antara pesawat dan hotel.

Dan, hasilnya cukup mudah. Harganya pun lebih hemat, bahkan bisa difilter sesuai dengan budget. Biasanya untuk tiket ke Belitung bisa mencapai 1 juta lebih dan hotel pun bisa mencapai 1 juta lebih, sehingga membutuhkan budget 2,5 - 3 juta. Sedangkan pemesanan di traveloka bisa ditekan sampai 2 juta sudah termasuk Hotel dan Pesawat. Dan, masih terdapat diskon 20% yang membuat harga sangat ekonomis.

So, uang lebih bisa digunakan untuk kulineran atau beli oleh-oleh buat keluarga dan teman-teman kan? Oh iya, untuk metode pembayaran setelah melakukan transaksi pun banyak sekali pilihan mulai dari Kartu Kredit, Transfer dan lainnya. Tunggu apalagi sih, yuk pesan paket pesawat hotel Traveloka sekarang juga dan nikmati kemudahan dan diskonnya. 

Suarane Episode 12 – Cerita Ukulele

Ini kisah persahabatan gue dengan ukulele hehe.. Awalnya gue menganggap ukulele itu alat musik yang nggak keren, tapi kemudian jadi kepincut. Dalam episode ini gue share cerita tentang hobi main ukulele, apa itu ukulele, jenis-jenisnya, di mana bisa belajar online secara gratis, inspirasi gue main ukulele dan juga beberapa cover yang pernah gue bikin. Episode ini gue persembahkan buat para penggemar ukulele dan mereka yang tertarik main ukulele..

Mengutip kata-kata “dewa” ukulele Jake Shimabukuro, ukulele itu adalah alat musik perdamaian dan penyebar kebahagiaan. ? Jadi semoga episode yang “full music” ini bisa ikut menyebar kebahagiaan buat semua. Bisa didengarkan di player berikut ini atau ke link di Soundcloud. Enjoy

[Link untuk mendengarkan langsung di Soundcloud]

*Catatan:
Lagu-lagu yang digunakan di episode ini semua gue cover kecuali disebut sebaliknya. Ada yang utuh ada yang hanya cuplikan saja. Kebanyakan tidak direkam secara live melainkan rekaman dari cover-cover yang pernah gue buat sejak tahun 2010. Berikut daftarnya:

  • Keroncong Pertemuan – Koes Plus
  • Can’t Help Falling in Love – Elvis Presley (versi Twenty One Pilots)
  • Creep – Radiohead (Cuplikan dari Youtube Fathia Izzaty)
  • Pergi Pagi Pulang Pagi – Armada (Cuplikan dari Youtube Ferro Chocolatos)
  • What A Wonderful Road – Dwayne Johnson (Cuplikan dari Youtube)
  • Somewhere Over The Rainbow – Israel Kamakawiwo’Ole cover
  • While My Guitar Gently Weep – Jake Shimabukuro (cuplikan dari Youtube)
  • Smile/ The Charlie Chaplin Song – Lyrics by Turner and Parsons
  • Come As You Are – Nirvana
  • Like A Rolling Stone – Bob Dylan
  • Ruby Tuesday – Rolling Stones
  • House of Gold – Twenty One Pilots
  • Energetic – Wanna One
  • Matahari (OST Badai Pasti Berlalu) – Berlian Hutahuruk
  • I’ll See You In My Dreams – Joe Brown

Link untuk belajar ukulele favorit gue ada di sini: https://www.youtube.com/user/TheUkuleleTeacher

Gue pakai ukulele merek Tom seri TUT-700TN (http://www.tomukulele.com/en)

—-
**Disclaimer: Semua hak cipta lagu yang gue cover di episode ini sepenuhnya milik pada para komposernya. Gue hanya cover untuk tujuan hiburan dan bukan komersil.

Copyrights to the songs covered in this podcast belongs to the rightful composer/owner. I’m covering it purely for entertainment purposes and not for commercial use.