Menjuri Lomba Vlog Tentang Wisata Ibarat Sedang Traveling


Menjuri Lomba Vlog Tentang Wisata Ibarat Sedang Traveling. Dalam rangka ulang tahun Universitas Flores (Uniflor) yang ke-39 (19 Juli 2019 kemarin), Fakultas Teknologi Informasi (FTI) menggelar lomba vlog dengan tema pariwisata, khususnya wisata alam Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Lomba vlog memang baru pertama kali digelar di Uniflor untuk memberi variasi dari lomba-lomba yang umum diselenggarakan seperti lomba di lini akademik, lini olah raga, maupun di lini seni tarik suara.

Baca Juga: Influencer Kocak yang Nekad Untuk Pertama Kalinya

Saya memang tidak terlibat langsung dalam kepanitiaan tetapi turut membantu, meskipun tidak banyak, saat inisasi awal. Misalnya tentang kriteria vlog yang harus dipenuhi oleh para peserta. Karena saya diminta untuk turut menjadi juri lomba ini.


Selain saya, ada dua orang lainnya yang juga menjadi juri yaitu Alan dari Rafa Media Creative dan Ihsan Dato. Keduanya sehari-hari berkecimpung di dunia video, baik video kreatif yang dipos di Youtube, maupun video dokumentasi ragam kegiatan di Pulau Flores. Kualitasnya jangan ditanya lagi. Hehe. Lantas, bagaimana dengan saya? Bukankah orang mengenal saya sebagai blogger bukan vlogger? Ya saya memang lebih dikenal sebagai blogger karena semakin ke sini semakin jarang 'turun lapangan' karena sudah diwakili oleh videografer lain yaitu Cahyadi. Artinya? Artinya saya belum pensiun dari dunia videografi *kedip-kedip*.

6 Peserta Dengan 6 Video Kreatif


Kamis, 8 Agustus 2019, penjurian dilakukan di ruang dosen FTI. Ada enam peserta yang mendaftar. Enam peserta ini sudah lebih dari cukup mengingat lomba vlog baru pertama kali dilakukan di Uniflor untuk tingkat SMA dan Perguruan Tinggi, dan hadiahnya belum mencapai belasan hingga puluhan juta. Jangan dibandingkan dengan lomba vlog yang digelar oleh kementrian, misalnya. Tapi ini merupakan langkah awal yang bagus untuk kegiatan-kegiatan serupa di masa yang akan datang. Saya yakin, akan banyak lomba vlog yang digelar kelak oleh Uniflor.

Kriteria penilaian kami bukan dari device yang digunakan. Zaman sekarang device itu hanya penunjang. Peserta boleh memakai telepon genggam, camcorder, DSLR, hingga drone. Karena device ini terkait faktor kebiasaan saja. Ingat istilah the man behind the gun? Kriteria penilaian antara lain:

1. Memenuhi semua persyaratan yang diumumkan.
2. Kesesuaian vlog dengan tema.
3. Teknis: alur, penyuntingan, kesesuaian audio visual.
4. Pesan yang tersampaikan dengan jelas.

Enam peserta ini ada yang berasal dari SMA di Kota Ende seperti SMAK Syuradikara, ada pula mahasiswa dari Uniflor. Dari luar Kabupaten Ende juga ada antara lain dari Kabupaten Manggarai dan Kabupaten Ngada termasuk mahasiswa dari UKI Ruteng. Video yang mereka kirimkan, menurut saya, bagus-bagus, kreatif, menarik, dan NTT banget. Hanya saja rata-rata banyak yang fokus pada video sehingga kurang memikirkan audio terlebihi balance antara natural sound, vlogger dan/atau narator, dan backsound. Padahal ini cukup penting agar pesan tersampaikan ke penonton. Karena vlog tidak hanya tentang gambar tetapi juga suara.

Ibarat Sedang Traveling


Ya, memang demikian adanya. Tempat-tempat yang disuguhkan dalam enam video tersebut bikin saya merasakan ibarat sedang traveling! Air Terjun Cunca Lega, air terjun dua tingkat di Kabupaten Manggarai membikin teringat Cunca Wulang di Kabupaten Manggarai Barat yang pernah saya kunjungi Mei 2014 silam. Air Panas So'a di Kabupaten Ngada membikin saya teringat Kolam Air Panas Ae Oka di Kecamatan Detusoko, Kabupaten Ende. Bukit Zeda Zamba di Kota Ende yang membikin saya teringat Bukit Watunariwowo di Kabupaten Ngada. Pulau Sabu, membikin saya teringat pada traveling-list yang belum terpenuhi. Hehe.

Bukit Zeda Zamba ini unik. Ternyata, Abang Ooyi pernah menulisnya dalam pos Zeda Zamba Sebuah Kota yang Hilang (2). Silahkan dibaca. Banyak orang yang sudah tiba di puncaknya dan memamerkan foto-foto ciamik dari puncaknya. Kalau tidak salah bukit itu juga sering disebut Bukit Rodja. Dari Kota Ende, bukit itu memang semacam tidak terlihat karena terhalang Gunung Meja. Lokasinya berada diantara Gunung Meja dan Gunung Ia dengan medan yang cukup berat untuk didaki. Bagi orang-orang muda yang kuat, itu bukan masalah. Bagi saya ... itu masalah *ngakak*.

Menjuri lomba vlog tidak jauh beda juga dari menulis blog tentang wisata. Informatif itu hukumnya fadhu'ain. Nama tempat wisatanya, lokasinya, jarak tempuh dari kota terdekat, hingga transportasi yang digunakan. Informasi penting lainnya seperti jika ada biaya masuk berapakah harga tiketnya, musim/bulan apa yang baik datang ke lokasi tersebut, adakah pedagang makanan dan minuman, adakah pedagang cinderamata, dan lain sebagainya. Inilah informasi-informasi penting yang harus disampaikan selain obyek wisata itu sendiri.

Overall, saya menyukai semua video tersebut.

⇜⇝

Harapan saya, semakin banyak lomba vlog yang digelar. Karena apa? Karena vlog juga merupakan kekuatan Indonesia menawarkan pesona wisatanya kepada orang luar (buleeee). Vlog juga salah satu bentuk promosi gratis; terutama para travel vlogger yang mengunggah video mereka ke Youtube. Di satu sisi vlogger bisa memperoleh duit jajan dari me-monetize akun Youtube mereka, di sisi lain pariwisata Indonesia terpublikasikan/promosi gratis.

Baca Juga: Literasi Desa, Program Keren KKN-PPM di Desa Ngegedhawe


Juara I ~ Veronika Raymond
SMAK Syuradikara Ende
Judul: Wisata Alam di Ende

Juara II ~ Irena Juniarti Veranda Rea
SMAK St. Fransiskus Xaverius Ruteng
Judul: Air Terjun Cunca Lega Ruteng

Juara III ~ Chriakus Hendra Pola Nea
Fakultas Bahasa dan Sastra Uniflor
Judul: Pulau Raijua Anak Dara dari Selatan Indonesia

Yang jelas, siapapun pemenang lomba vlog ini, saya hanya bisa mengucapkan selamat! Kalian layak jadi jawara. Terus berkarya, selalu kreatif, dan terus sebarkan kebaikan kepada semua orang!



Cheers.

Menjuri Lomba Vlog Tentang Wisata Ibarat Sedang Traveling


Menjuri Lomba Vlog Tentang Wisata Ibarat Sedang Traveling. Dalam rangka ulang tahun Universitas Flores (Uniflor) yang ke-39 (19 Juli 2019 kemarin), Fakultas Teknologi Informasi (FTI) menggelar lomba vlog dengan tema pariwisata, khususnya wisata alam Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Lomba vlog memang baru pertama kali digelar di Uniflor untuk memberi variasi dari lomba-lomba yang umum diselenggarakan seperti lomba di lini akademik, lini olah raga, maupun di lini seni tarik suara.

Baca Juga: Influencer Kocak yang Nekad Untuk Pertama Kalinya

Saya memang tidak terlibat langsung dalam kepanitiaan tetapi turut membantu, meskipun tidak banyak, saat inisasi awal. Misalnya tentang kriteria vlog yang harus dipenuhi oleh para peserta. Karena saya diminta untuk turut menjadi juri lomba ini.


Selain saya, ada dua orang lainnya yang juga menjadi juri yaitu Alan dari Rafa Media Creative dan Ihsan Dato. Keduanya sehari-hari berkecimpung di dunia video, baik video kreatif yang dipos di Youtube, maupun video dokumentasi ragam kegiatan di Pulau Flores. Kualitasnya jangan ditanya lagi. Hehe. Lantas, bagaimana dengan saya? Bukankah orang mengenal saya sebagai blogger bukan vlogger? Ya saya memang lebih dikenal sebagai blogger karena semakin ke sini semakin jarang 'turun lapangan' karena sudah diwakili oleh videografer lain yaitu Cahyadi. Artinya? Artinya saya belum pensiun dari dunia videografi *kedip-kedip*.

6 Peserta Dengan 6 Video Kreatif


Kamis, 8 Agustus 2019, penjurian dilakukan di ruang dosen FTI. Ada enam peserta yang mendaftar. Enam peserta ini sudah lebih dari cukup mengingat lomba vlog baru pertama kali dilakukan di Uniflor untuk tingkat SMA dan Perguruan Tinggi, dan hadiahnya belum mencapai belasan hingga puluhan juta. Jangan dibandingkan dengan lomba vlog yang digelar oleh kementrian, misalnya. Tapi ini merupakan langkah awal yang bagus untuk kegiatan-kegiatan serupa di masa yang akan datang. Saya yakin, akan banyak lomba vlog yang digelar kelak oleh Uniflor.

Kriteria penilaian kami bukan dari device yang digunakan. Zaman sekarang device itu hanya penunjang. Peserta boleh memakai telepon genggam, camcorder, DSLR, hingga drone. Karena device ini terkait faktor kebiasaan saja. Ingat istilah the man behind the gun? Kriteria penilaian antara lain:

1. Memenuhi semua persyaratan yang diumumkan.
2. Kesesuaian vlog dengan tema.
3. Teknis: alur, penyuntingan, kesesuaian audio visual.
4. Pesan yang tersampaikan dengan jelas.

Enam peserta ini ada yang berasal dari SMA di Kota Ende seperti SMAK Syuradikara, ada pula mahasiswa dari Uniflor. Dari luar Kabupaten Ende juga ada antara lain dari Kabupaten Manggarai dan Kabupaten Ngada termasuk mahasiswa dari UKI Ruteng. Video yang mereka kirimkan, menurut saya, bagus-bagus, kreatif, menarik, dan NTT banget. Hanya saja rata-rata banyak yang fokus pada video sehingga kurang memikirkan audio terlebihi balance antara natural sound, vlogger dan/atau narator, dan backsound. Padahal ini cukup penting agar pesan tersampaikan ke penonton. Karena vlog tidak hanya tentang gambar tetapi juga suara.

Ibarat Sedang Traveling


Ya, memang demikian adanya. Tempat-tempat yang disuguhkan dalam enam video tersebut bikin saya merasakan ibarat sedang traveling! Air Terjun Cunca Lega, air terjun dua tingkat di Kabupaten Manggarai membikin teringat Cunca Wulang di Kabupaten Manggarai Barat yang pernah saya kunjungi Mei 2014 silam. Air Panas So'a di Kabupaten Ngada membikin saya teringat Kolam Air Panas Ae Oka di Kecamatan Detusoko, Kabupaten Ende. Bukit Zeda Zamba di Kota Ende yang membikin saya teringat Bukit Watunariwowo di Kabupaten Ngada. Pulau Sabu, membikin saya teringat pada traveling-list yang belum terpenuhi. Hehe.

Bukit Zeda Zamba ini unik. Ternyata, Abang Ooyi pernah menulisnya dalam pos Zeda Zamba Sebuah Kota yang Hilang (2). Silahkan dibaca. Banyak orang yang sudah tiba di puncaknya dan memamerkan foto-foto ciamik dari puncaknya. Kalau tidak salah bukit itu juga sering disebut Bukit Rodja. Dari Kota Ende, bukit itu memang semacam tidak terlihat karena terhalang Gunung Meja. Lokasinya berada diantara Gunung Meja dan Gunung Ia dengan medan yang cukup berat untuk didaki. Bagi orang-orang muda yang kuat, itu bukan masalah. Bagi saya ... itu masalah *ngakak*.

Menjuri lomba vlog tidak jauh beda juga dari menulis blog tentang wisata. Informatif itu hukumnya fadhu'ain. Nama tempat wisatanya, lokasinya, jarak tempuh dari kota terdekat, hingga transportasi yang digunakan. Informasi penting lainnya seperti jika ada biaya masuk berapakah harga tiketnya, musim/bulan apa yang baik datang ke lokasi tersebut, adakah pedagang makanan dan minuman, adakah pedagang cinderamata, dan lain sebagainya. Inilah informasi-informasi penting yang harus disampaikan selain obyek wisata itu sendiri.

Overall, saya menyukai semua video tersebut.

⇜⇝

Harapan saya, semakin banyak lomba vlog yang digelar. Karena apa? Karena vlog juga merupakan kekuatan Indonesia menawarkan pesona wisatanya kepada orang luar (buleeee). Vlog juga salah satu bentuk promosi gratis; terutama para travel vlogger yang mengunggah video mereka ke Youtube. Di satu sisi vlogger bisa memperoleh duit jajan dari me-monetize akun Youtube mereka, di sisi lain pariwisata Indonesia terpublikasikan/promosi gratis.

Baca Juga: Literasi Desa, Program Keren KKN-PPM di Desa Ngegedhawe

Yang jelas, siapapun pemenang lomba vlog ini, saya hanya bisa mengucapkan selamat! Pengumuman resmi akan dikeluarkan oleh panitia penyelenggara. Terus berkarya, selalu kreatif, dan terus sebarkan kebaikan kepada semua orang!



Cheers.

Mengenal Niki Zefanya, The Next R&B Princess

Mengenal Niki Zefanya, The Next R&B Princess
Saat ini, sebagian besar dari kalian mungkin masih belum familiar dengan nama Nicole Zefanya atau yang saat ini lebih dikenal dengan nama Niki. Perempuan muda kelahiran Jakarta, 24 Januari 1999 ini merupakan salah seorang penyanyi Indonesia yang berhasil menembus industri musik dunia.

Niki merupakan pemenang dari kompetisi “Cornetto Ride to Fame” sehingga berkesempatan tampil menjadi opening act pada konser Taylor Swift “The Red Tour” di Jakarta 2014 lalu. Niki juga pernah menjadi penampil pembuka pada tur konser Halsey di Asia 2018 tahun lalu.

Dengan suaranya yang lembut dan khas, Niki mendapatkan julukan "The Next R&B Princess" oleh VICE Indonesia. Julukan tersebut juga diperkuat dalam ulasan Aisyah Pravita di GilaNada yang memberikan julukan kepada NIKI sebagai "Ratu Baru R&B Lokal", saat mengulas EP Zephyr.

Niki terus berkarya dengan merilis lagu "Polaroid Boy" dan "Anaheim" secara independen pada 2016 dan 2017. Pada 2017, Niki pindah ke Nashville, AS, dan mempelajari Seni Musik di sebuah Universitas, sambil merilis debut single pertamanya berjudul “See u Never”, dilanjutkan “Chilly”, dan “I Like U”. Niki saat ini bernaung dalam 88rising, label musik Amerika Serikat, yaitu label musik yang juga menaungi penyanyi rap asal Indonesia Rich Brian.

Awal mula Niki bergabung dengan 88rising adalah melalui Rich Brian, keduanya lebih dulu saling mengenal melalui sosial media, Brian yang mengaku tertarik dengan karya-karya Niki kemudian memperkenalkannya dengan CEO 88rising dan resmi bergabung pada tahun 2017 silam.

Mengenal Niki Zefanya, The Next R&B PrincessPada pertengahan Mei lalu, Niki meluncurkan EP “Wanna Take This Downtown”, yang memuat 4 single, yaitu: Lowkey, Urs, Move!, dan Odds. Dalam waktu sepekan, mini album ini telah diputar melalui platform digital dengan total 8 juta kali. Single “Lowkey” juga mencapai rekor yang luar biasa dengan pemutaran 5 juta kali dalam waktu dua pekan.

4 lagu dalam EP “Wanna Take This Downtown” merupakan lagu-lagu yang dibuat NIKI setelah dirinya melalui berbagai masalah, seperti saat ia kehilangan ibunya akibat penyakit kanker dan lainnya.

“Album EP "Wanna Take This Downtown" ini keluar begitu saja. Lagu-lagu tersebut aku ciptakan di waktu gelap dalam hidupku. Tapi ternyata, seiring waktu berjalan, semuanya seperti berputar balik dan justru menyelamatkanku dan menarik aku keluar dari waktu-waktu gelap itu. Aku tahu ini mungkin terdengar dramatis, tapi memang itulah yang terjadi,” ungkap Niki.

Krisis percaya diri di awal karir

Jalan menuju kesuksesan bukanlah jalan yang mudah untuk ditempuh, bahkan bagi seorang Niki Zefanya pun pernah mengalami krisis percaya diri di awal karirnya sebagai seorang penyanyi dan penulis lagu. Saat membuat lagu, ia seringkali berpikir apakah lagu-lagunya akan sekeren karya musisi lainnya. Niki merasa lagu musisi lain lebih keren karena terasa groovy dan up beat sedangkan lagu-lagunya tidak.
“Tidak masalah bila kalian memainkan gitar atau membuat lagu. Kalian membuat musik yang kalian sukai, maka itulah kalian, dan orang akan mengapresiasi itu.”
“Bila kalian jujur terhadap diri sendiri, kalian akan menarik perhatian orang lain seperti yang saya lakukan. Intinya menjadi diri sendiri,” ujar Niki pada saat wawancara dengan CNN Indonesia. 

Setelah merilis mini album “Wanna Take This Downtown”, Niki mengaku sedang mempersiapkan sebuah album bertajuk “Moonchild” yang akan hadir untuk para penggemarnya tahun ini.

Hal menarik lainnya adalah, Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) telah menjalin kerjasama dengan label 88rising melalui program bertajuk Indonesia Creative Incorporated (ICINC) yang akan memilih lima penyanyi berbakat dari seluruh Indonesia untuk mengikuti program pelatihan musik, dengan harapan agar dapat melahirkan Rich Brian dan Niki Zefanya baru. 

Berikut lagu berjudul Lowkey dari Niki Zefanya, selamat menikmati :)

--------------------------
Artikel asli berjudul: Mengenal Penyanyi Dunia Asal Indonesia “Niki Zefanya”
Penulis: DUZKY TOPANU



Segudang Tanda Tanya Setelah Menonton Shutter Island


Segudang Tanda Tanya Setelah Menonton Shutter Island. Ini adalah salah satu draf pos blog yang sangat lama tidak dipublikasikan. Sepertinya saya lupa. Haha. Tidak ada satupun tulisan draf ini yang saya perbaiki. Alkisah, saya menonton Shutter Island sebelum menonton Searching, tapi kemudian saya memutuskan untuk terlebih dahulu me-review dan mempublikasikan Searching. So ... here we go ... a very late post!

A Very Late Post


Selamat Sabtu. Setelah minggu kemarin nafas ngos-ngosan dengan menonton Searching, hari ini #SabtuReview kembali membahas tentang filem. Jangan pernah berharap kalian akan menemukan review filem teranyar di sini, hehe. Maklum, di Kota Ende masih belum dibangun bioskop baru. Baru? Memangnya dulu pernah ada bioskop? Ada donk, meskipun bukan sekelas 21 atau XXI, dan banyakan filem-filemnya Roma Irama dan Warkop DKI pada zaman itu, tapi yang jelas di kota kecil ini pernah berdiri sebuah bioskop.

Baca Juga: Nostalgia Alanis

Seharusnya minggu lalu filem ini sudah di-review, but you know if it's too late, that the missing girl could be dead. Shutter Island bisa menunggu. Haha. Gaya banget menulis ini. Seolah-olah diri saya adalah Detektif Rosemary Vick. Let's talk about Shutter Island.

About Shutter Island


Shutter Island diperankan oleh empat pemeran utama. Leonardo Di Caprio (sebagai Edward "Teddy" Daniels), Mark Ruffalo (sebagai Chuck Aule), Ben Kingsley (sebagai dr John Cawley), dan Michelle Williams (sebagai Dolores Chanal). Filem yang dirilis tahun 2010 ini masuk dalam kategori neo-noir psychological thriller yang disutradarai oleh Martin Scrosese dan ditulis oleh Laeta Kalogridis berdasarkan novel Dennis Lehane yang terbit tahun 2003. Ya, tentu itu kata Wikipedia. Yang bukan kata Wikipedia adalah filem ini sukses membikin saya merasa gatal yang luar biasa karena warisan tanda tanya setelah melahapnya. Ini filem 'berat', menurut saya.

Overview


Shutter Island dibuka dengan adegan perjalanan laut Edward Daniels alias Teddy, seorang U.S. Marshals, dengan teman kerjanya yaitu Chuck Aule. Mereka dalam perjalanan menuju Rumah Sakit Ashecliffe, khusus merawat orang-orang sakit jiwa, di Shutter Island. Mereka akan menginvestigasi hilangnya seorang pasien bernama Rachel Solando yang telah menenggelamkan tiga anaknya. Petunjuk dari kamar rawat Rachel hanya sebuah kertas bertulis: The Law of 4: Who is 67? Dan investigasi pun berlanjut.

Dalam perjalanan investigasi yang penuh teka-teki itu, serta kilasan mimpi Teddy tentang isterinya,  dan betapa gemasnya penonton karena berpikir Teddy dan Chuck bakal terjebak di pulau itu dan pasti dibunuh oleh para dokter yang kuatir kedok mereka terbongkar, karena sedang badai (tidak ada kapal yang beroperasi), penonton kemudian diberitahu bahwa sebenarnya Teddy adalah pasien Ashecliffe yang bernama Andrew Laedis. Chuck, teman kerjanya, ternyata dokter yang selama ini menanganinya yaitu dokter Sheehan. Twist plot.

Di awal, plot berjalan dan penonton mempercayai bahwa Teddy dan Chuck beneran U.S. Marshals, dan mereka benar sedang menginvestigasi hilangnya Rachel Solando. Namun, twist membikin penonton ternganga bahwa Teddy adalah Andrew sedangkan Chuck adalah dokter Sheehan. Andrew mengalami skizofrenia. Andrew dibiarkan bermain dalam khayalannya sendiri, bahwa dirinya bernama Teddy dan seorang U.S. Marshals, dan berulang kali percobaan ini dilakukan untuk tahu sampai di mana batasan penyakit itu. Apakah Andrew akan di-lobotomy doleh dokter Cawley atau tidak.

Siapa Sebenarnya Dia?


Teddy atau Andrew? Sebagian orang percaya dia adalah Teddy yang memang tidak dapat sembuh. Tapi sebagian lagi percaya dia adalah Andrew yang memilih untuk di-lobotomy ketimbang harus hidup bersama kenangan buruk keluarganya. Ya, isteri Andrew yaitu Dolores, mengalami gangguan kejiwaan. Faktanya, Dolores menenggelamkan tiga anak mereka di sungai di belakang rumah. Andrew memilih untuk mengakhiri nyawa Dolores. Trauma itu yang membikinnya 'sakit'.

Di akhir cerita, setelah para dokter merasa upaya yang terus-terusan dilakukan terhadap Andrew tidak berhasil, justru dokter Sheehan merasa ada yang aneh dengan ucapan Andrew. "Mana yang lebih buruk? Hidup sebagai monster, atau mati sebagai manusia (yang baik)?". Lantas pergi ke arah dokter Cawley yang telah menunggunya. Dokter Sheehan bingung, lantas memanggilnya dengan "Teddy?".

Hidup Adalah Anugerah


Menulis sub judul ini bikin merinding. Hidup adalah anugerah Tuhan pada kita, umat manusia, tetapi melanjutkan hidup atau tidak, adalah pilihan ... karena itu banyak orang yang memutuskan untuk mengakhiri hidup mereka. Mengakhiri di sini tidak selamanya mati, melainkan menjadi seperti Teddy atau si Andrew di atas. Dari pada dibayang-bayangi masa lalu ... lebih baik lobotomy.

Baca Juga: Pariwisata Nusantara

Begitulah ...

Bagi kalian yang sudah menonton filem ini, minta tanggapannya donk, saya memang sudah membaca banyak tanggapan orang tentang filem ini, tetapi masih saja belum puas hahaha. Saya masih terbawa pada naluri saya yang mengatakan bahwa dia adalah Andrew.



Cheers.

Segudang Tanda Tanya Setelah Menonton Shutter Island


Segudang Tanda Tanya Setelah Menonton Shutter Island. Ini adalah salah satu draf pos blog yang sangat lama tidak dipublikasikan. Sepertinya saya lupa. Haha. Tidak ada satupun tulisan draf ini yang saya perbaiki. Alkisah, saya menonton Shutter Island sebelum menonton Searching, tapi kemudian saya memutuskan untuk terlebih dahulu me-review dan mempublikasikan Searching. So ... here we go ... a very late post!

A Very Late Post


Selamat Sabtu. Setelah minggu kemarin nafas ngos-ngosan dengan menonton Searching, hari ini #SabtuReview kembali membahas tentang filem. Jangan pernah berharap kalian akan menemukan review filem teranyar di sini, hehe. Maklum, di Kota Ende masih belum dibangun bioskop baru. Baru? Memangnya dulu pernah ada bioskop? Ada donk, meskipun bukan sekelas 21 atau XXI, dan banyakan filem-filemnya Roma Irama dan Warkop DKI pada zaman itu, tapi yang jelas di kota kecil ini pernah berdiri sebuah bioskop.

Baca Juga: Nostalgia Alanis

Seharusnya minggu lalu filem ini sudah di-review, but you know if it's too late, that the missing girl could be dead. Shutter Island bisa menunggu. Haha. Gaya banget menulis ini. Seolah-olah diri saya adalah Detektif Rosemary Vick. Let's talk about Shutter Island.

About Shutter Island


Shutter Island diperankan oleh empat pemeran utama. Leonardo Di Caprio (sebagai Edward "Teddy" Daniels), Mark Ruffalo (sebagai Chuck Aule), Ben Kingsley (sebagai dr John Cawley), dan Michelle Williams (sebagai Dolores Chanal). Filem yang dirilis tahun 2010 ini masuk dalam kategori neo-noir psychological thriller yang disutradarai oleh Martin Scrosese dan ditulis oleh Laeta Kalogridis berdasarkan novel Dennis Lehane yang terbit tahun 2003. Ya, tentu itu kata Wikipedia. Yang bukan kata Wikipedia adalah filem ini sukses membikin saya merasa gatal yang luar biasa karena warisan tanda tanya setelah melahapnya. Ini filem 'berat', menurut saya.

Overview


Shutter Island dibuka dengan adegan perjalanan laut Edward Daniels alias Teddy, seorang U.S. Marshals, dengan teman kerjanya yaitu Chuck Aule. Mereka dalam perjalanan menuju Rumah Sakit Ashecliffe, khusus merawat orang-orang sakit jiwa, di Shutter Island. Mereka akan menginvestigasi hilangnya seorang pasien bernama Rachel Solando yang telah menenggelamkan tiga anaknya. Petunjuk dari kamar rawat Rachel hanya sebuah kertas bertulis: The Law of 4: Who is 67? Dan investigasi pun berlanjut.

Dalam perjalanan investigasi yang penuh teka-teki itu, serta kilasan mimpi Teddy tentang isterinya,  dan betapa gemasnya penonton karena berpikir Teddy dan Chuck bakal terjebak di pulau itu dan pasti dibunuh oleh para dokter yang kuatir kedok mereka terbongkar, karena sedang badai (tidak ada kapal yang beroperasi), penonton kemudian diberitahu bahwa sebenarnya Teddy adalah pasien Ashecliffe yang bernama Andrew Laedis. Chuck, teman kerjanya, ternyata dokter yang selama ini menanganinya yaitu dokter Sheehan. Twist plot.

Di awal, plot berjalan dan penonton mempercayai bahwa Teddy dan Chuck beneran U.S. Marshals, dan mereka benar sedang menginvestigasi hilangnya Rachel Solando. Namun, twist membikin penonton ternganga bahwa Teddy adalah Andrew sedangkan Chuck adalah dokter Sheehan. Andrew mengalami skizofrenia. Andrew dibiarkan bermain dalam khayalannya sendiri, bahwa dirinya bernama Teddy dan seorang U.S. Marshals, dan berulang kali percobaan ini dilakukan untuk tahu sampai di mana batasan penyakit itu. Apakah Andrew akan di-lobotomy doleh dokter Cawley atau tidak.

Siapa Sebenarnya Dia?


Teddy atau Andrew? Sebagian orang percaya dia adalah Teddy yang memang tidak dapat sembuh. Tapi sebagian lagi percaya dia adalah Andrew yang memilih untuk di-lobotomy ketimbang harus hidup bersama kenangan buruk keluarganya. Ya, isteri Andrew yaitu Dolores, mengalami gangguan kejiwaan. Faktanya, Dolores menenggelamkan tiga anak mereka di sungai di belakang rumah. Andrew memilih untuk mengakhiri nyawa Dolores. Trauma itu yang membikinnya 'sakit'.

Di akhir cerita, setelah para dokter merasa upaya yang terus-terusan dilakukan terhadap Andrew tidak berhasil, justru dokter Sheehan merasa ada yang aneh dengan ucapan Andrew. "Mana yang lebih buruk? Hidup sebagai monster, atau mati sebagai manusia (yang baik)?". Lantas pergi ke arah dokter Cawley yang telah menunggunya. Dokter Sheehan bingung, lantas memanggilnya dengan "Teddy?".

Hidup Adalah Anugerah


Menulis sub judul ini bikin merinding. Hidup adalah anugerah Tuhan pada kita, umat manusia, tetapi melanjutkan hidup atau tidak, adalah pilihan ... karena itu banyak orang yang memutuskan untuk mengakhiri hidup mereka. Mengakhiri di sini tidak selamanya mati, melainkan menjadi seperti Teddy atau si Andrew di atas. Dari pada dibayang-bayangi masa lalu ... lebih baik lobotomy.

Baca Juga: Pariwisata Nusantara

Begitulah ...

Bagi kalian yang sudah menonton filem ini, minta tanggapannya donk, saya memang sudah membaca banyak tanggapan orang tentang filem ini, tetapi masih saja belum puas hahaha. Saya masih terbawa pada naluri saya yang mengatakan bahwa dia adalah Andrew.



Cheers.

#PDL Ngumpulin Foto Kaki Sendiri Entah Mau Ngapain


#PDL adalah Pernah DiLakukan. Pos #PDL merupakan cerita ringan tentang apa saja yang pernah saya lakukan selama ini.

***

#PDL Ngumpulin Foto Kaki Sendiri Entah Mau Ngapain. Haha. Judulnya begitu banget ya. Saya memang paling suka memotret apa saja yang menurut saya perlu dipotret. Hasilnya tidak perlu harus selalu sesuai dengan pandangan mata para fotografer profesional, yang penting motret! Dan kaki merupakan salah satu obyek penderita yang paling sering saya potret. Tidak percaya? Inilah kaki-kaki saya *digampar dinosaurus pakai besi*.

Baca Juga: #PDL Wreath Buat Kado Natal














Ternyata ... foto-foto kaki ini bisa dijadikan satu pos #PDL loh. Haha. Dan itu baru sebagian fotonya, masih banyak yang lain, tapi kalau semua nekad dipos sekarang bisa diamuk warga lah sayanya. Oleh karena itu, segitu dulu ya *sangat tidak penting*. Setiap foto kaki punya cerita ... sebenarnya.

Baca Juga: #PDL Mengumpulkan Si Kuning

Pernah, saya pernah melakukannya, dan masih terjadi sampai sekarang memotret kaki/sepatu sendiri. Kebiasaan yang bikin orang lain keki.

Bagaimana dengan kalian, kawan?



Cheers.

5 Ide Pemanfaatan Ruang Serba Sempit di Rumah Tipe 36

Sumber: Mas Chandra.

5 Ide Pemanfaatan Ruang Serba Sempit di Rumah Tipe 36. Kredit rumah? Kenapa tidak? Melihat kemampuan sendiri setiap bulan, mencoba berhitung lebih serius, apa keuntungan apa ruginya, lalu putuskan! Lagi pula rumah tersebut belum tentu langsung dihuni karena bisa pula dikontrak oleh orang lain soalnya sudah punya rumah warisan orangtua hahaha. Kalau urusannya sama kontrak-mengontrak, tentu ada sedikit fee yang masih bisa diperoleh bukan? Jadi, kalau ada yang bertanya tentang mengkredit rumah, tentu saya meng-iya-kan. Manapula tipe rumahnya adalah 36, yang membikin saya seakan telah (padahal belum) mewujudkan impian untuk tinggal di tiny house.

Baca Juga: 5 Lokasi Terdekat Untuk Berwisata Sekitar Kota Ende

Rumah tipe 36 memang kecil. Hanya ada ruang tamu, dua kamar, satu kamar mandi, dan dapur. Halaman belakang-kanan-kiri dikasih space dua meter sedangkan halaman depan tiga meter. Tidak ada ruang makan, tidak ada ruang keluarga, tidak ada perpusakaan mini, tidak ada semua yang sekunder di dalam rumah tipe 36. Oleh karena itu, penghuninya harus bisa putar otak agar semua space di dalam rumah tersebut terpenuhi bahkan satu ruangan punya banyak fungsi.

Ini adalah impian ... jadi jangan tanya fotonya. Haha.

1. Manfaatkan Sofa/Kursi Ruang Tamu Sebagai Tempat Penyimpanan


Berdasarkan menonton segala video tentang konsep rumah mini, hampir semua item yang ada di dalam rumah bisa dijadikan tempat untuk menyimpan barang. Ruang tamu rumah tipe 36 itu kecil kan ya, sehingga tidak mungkin bisa memuat seperangkat sofa yang dibeli di toko furnitur. Paling-paling seperangkat sofa itu akan dipisah agar muat di ruang tamu, sisanya diletakkan di ruangan lain. Tapi permasalahannya sofa yang dibeli di toko furnitur tentu yang itu-itu saja. Jadi, bagi yang ingin tinggal di rumah tipe 36, cobalah pergi ke tukang kayu atau tukang furnitur untuk memesannya langsung. Dikustom.

Semua rumah mini akan memanfaatkan sofa sebagai tempat penyimpanan. Sehingga sofanya akan terlihat seperti kotak dengan tutupan pada bagian atas. Ada yang tutupannya disatukan dengan busa. Ada pula yang tidak; kotak punya tutupan tersediri yang dipasangi engsel, lantas ditutupi lagi dengan busa bersarung. Coba kalian menonton video rumah mini, konsepnya pasti sama seperti itu.

2. Manfaatkan Dinding Ruang Tamu Untuk Menggantung Rak-Rak Buku dan Penyimpanan Kotak Serbaguna


Sayang sekali jika dinding ruang tamu kosong melompong atau hanya dipakai untuk menggantung pigura foto. Alangkah bagusnya dinding ini dipasangi rak-rak gantung untuk menyimpan buku serta kotak-kotak serbaguna lainnya. Satu dua boneka atau patung mungil juga dapat digantung di situ. Selain itu, sudut ruang tamunya pun bisa dimanfaatkan dengan meletakkan rak mini. Pokoknya otak harus bermain indah untuk bisa mewujudkannya.

3. Meja Lipat yang Tidak Tersembunyi tapi Tidak Terlihat


Nah, bingung juga kan? Haha. Separuh ruang tamu dapat dimanfaatkan sebagai ruang kerja sekaligus ruang makan. Caranya adalah gunakan meja lipat! Saat tidak digunakan si meja bisa dilipat ke dinding dan menjadi lukisan atau hiasan dinding. Saat mau digunakan, tinggal dibuka (pakai penyangganya). Keren kan? Kalau area meja ini belum digunakan, bisa dipakai untuk tidur-tiduran beralas karpet.

4. Tempat Tidur Dengan Laci


Ini yang bakal saya wujudkan dalam waktu dekat. Haha. Sudah ngobrol-ngobrol dengan Mas Chandra yang barang furniturnya kece badai karena menggunakan kayu solid yang kuat. Kalian bisa melihat contohnya di foto cover awal pos. Tempat tidur seperti ini jelas sangat berguna karena kolongnya tidak dibiarkan kosong-melompong tetapi dipasangi kotak/laci yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan barang terutama selimut, seprei, bantal cadangan, atau bahkan pakaian! Tergantung kebutuhan masing-masing orang.

5. Lagi dan Lagi, Rak di Dapur


Dapur rumah tipe 36 sangat mini. Hanya ada sink dan space untuk meletakkan satu kompor. Bagian bawah sink memang bisa dipakai untuk menyimpan barang-barang seperti aneka cairan dan alat kebersihan. Di mana menyimpan beras, gula, teh, dan lain sebagainya? Dari yang saya lihat, dinding di bagian atas sink dan sekitarnya bisa dimanfaatkan untuk keperluan yang satu ini. Siapkan rak sesuai ukuran, dan siapkan kotak-kotak plastik untuk menyimpan semua kebutuhan. Kalau bisa diberi label jadi lebih keren. Sedangkan kulkas dapat diletakkan di sekitar dapur atau di samping space yang digunakan sebagai meja makan.

Selesai!

Asyik juga ternyata kalau menulis tentang ide pemanfaatan ruang ini. Itu pun masih kurang. Apabila rumahnya bertingkat, tangga pun dapat dimanfaatkan sebagai tempat penyimpanan ini itu.

Baca Juga: 5 Keistimewaan Canva

Saya yakin saat ini banyak teman-teman yang juga berpikiran sama, untuk tinggal di rumah mini setipe 36, karena perawatannya jauh lebih mudah dan murah. Rumah kecil itu, meskipun hanya dari menonton video dan dalam bayangan saja, sungguh hangat rasanya. Semoga suatu saat nanti saya bisa mewujudkan untuk tinggal di rumah mini setipe 36. Insha Allah. Tapi itu bukan berarti saya tidak mencintai Pohon Tua (nama rumah kami). Saya mencintai Pohon Tua lebih dari rumah manapun. Ini tempat saya tumbuh kembang sampai sekarang ini hehehe.

Bagaimana dengan kalian, kawan?



Cheers.

Peran Penting Asuransi Kesehatan untuk Seorang Traveller

Peran Penting Asuransi Kesehatan untuk Seorang Traveller

Kamu seorang traveller? Senang jalan-jalan ke berbagai daerah, kota, bahkan negara? Setiap hendak memulai perjalanan baru pastilah kamu akan menyiapkan berbagai hal, mulai dari transportasi yang hendak digunakan, akomodasi, juga barang-barang yang mau dibawa. 

Perencanaan yang matang akan membuat perjalanan yang kamu lakukan jadi menyenangkan. Tapi bagaimana jika terjadi hal-hal tak terduga saat dalam perjalanan, sakit atau kecelakaan, misalnya? Nah di sinilah peran penting asuransi kesehatan untuk seorang traveller. 

Peran Penting Asuransi Kesehatan untuk Seorang Traveller


Sebagai traveller, saya termasuk sering melakukan perjalanan ke berbagai kota di Indonesia maupun ke berbagai negara. Setiap hendak melakukan perjalanan, segala persiapan selalu saya lakukan dengan sedetail mungkin demi meminimalkan risiko terjadinya hal-hal yang tak saya ingin. Saya kira, semua traveller melakukan apa yang saya lakukan. 

Suatu ketika dalam perjalanan ke Malang naik kereta, saya bertemu pasangan suami istri yang sepertinya masih pengantin baru. Sang lelaki yang kebetulan duduk di kursi yang ada di sebelah saya mengajak saya berkenalan dan kami pun bertukar cerita. Singkatnya, pasangan ini hendak eksplorasi wilayah Malang dan Batu sekalian berbulan madu. 

Perjalanan lancar tanpa kendala. Selesai berbincang, saya tertidur karena memang sudah larut malam. Kira-kira kurang satu jam lagi tiba di Malang, tiba-tiba saja lelaki yang tadi berbincang dengan saya merintih-rintih kesakitan. Saya yang memang sudah terbangun langsung menanyakan keadaannya. Katanya perutnya sakit sekali. Saya menduga lelaki ini masuk angin, jadi saya pun bergegas mendatangi petugas kesehatan di kereta untuk meminta obat. 

Sudah diberi minyak, minum-minuman hangat, perutnya dikompres air hangat, juga minum obat untuk masuk angin. Sakit perut lelaki itu tak kunjung reda. Tepat saat kereta memasuki Stasiun Malang, saya pun menyarankan pasangan itu langsung ke rumah sakit saja dan ternyata mereka setuju. 

Saya mengantarkan mereka ke rumah sakit yang paling dekat dengan Stasiun Malang untuk berobat. 

Hal lain yang membuat saya terkejut, pasangan itu ternyata tidak melengkapi diri dengan perlindungan tambahan, yaitu travel insurance atau asuransi travel. Padahal penting sekali asuransi kesehatan untuk seorang traveller. Kenapa penting?

Sakit yang Bisa Datang Tiba-tiba


Seperti lelaki yang tiba-tiba sakit di kereta api tadi, sakit memang bisa datang tanpa diduga, padahal ketika berangkat dalam keadaan sehat dan segar bugar. Ada cukup banyak produk asuransi kesehatan yang memberikan manfaat biaya pengobatan darurat di berbagai kota maupun negara. Biaya pengobatan yang ditanggung oleh asuransi akan membuat dana liburan yang dibawa jadi tak berkurang. 
Peran Penting Asuransi Kesehatan untuk Seorang Traveller

Penanganan Darurat Saat Kecelakaan


Meskipun telah sangat hati-hati dan merencanakan perjalanan dengan baik, tetap saja ada risiko kecelakaan. Dengan memiliki asuransi maka kerugian akibat kecelakaan bisa diminimalkan, bahkan untuk biaya rumah sakit yang mungkin dibutuhkan akibat dari kecelakaan. 

Untuk tahu berbagai benefit yang ada pada suatu produk asuransi, kita bisa terlebih dahulu mencari tahunya dengan bertanya kepada agen asuransi, membaca artikel mengenai asuransi, bertanya kepada traveller yang sudah berpengalaman, atau mencari info di website Lifepal

Kerusakan dan Kehilangan Barang Pribadi


Selain asuransi kesehatan maupun kecelakaan, ada juga produk travel inssurance yang disertai manfaat tambahan berupa perlindungan atas barang pribadi yang rusak atau hilang. Manfaat yang satu ini cukup memikat sehingga banyak pula traveller yang memanfaatkannya karena asuransi akan memberi penggantian kerugiaan atas keterlambatan bagasi yang lebih dari 12 jam, atau akibat kehilangan bagasi saat dalam perjalanan. 

Tidak hanya 3 hal yang ada di artikel ini saja yang jadi peran penting asuransi kesehatan untuk seorang traveller. Masih banyak lagi lainnya. 

Mungkin lain waktu akan kita bahas kembali agar makin banyak traveller yang sadar dan paham bahwa dalam setiap perjalanan, sematang apa pun perencanaan maupun persiapan, tetap diperlukan perlindungan tambahan untuk meminimalkan risiko dari kejadian-kejadian tak disangka. 


Andaikan Ada Seorang Saja Thomas Dambo di Kota Ende

Andaikan Ada Seorang Saja Thomas Dambo di Kota Ende. Saya sudah sering bercerita tentang Kirsten Dirksen dengan video-video amazing-nya di Youtube. Bahkan pos #SelasaTekno kemarin pun masih dari video milik Kirsten Dirksen. Wanita yang telah menikah dengan tiga orang anak ini selalu menawarkan konsep-konsep rumah mini dari berbagai belahan dunia. Kalau kemarin kita bertemu di #SelasaTekno maka hari ini kita kembali ke dunia kreasi, dunia daur ulang, dunia DIY, dan life hacks di #RabuDIY!

Baca Juga: Kertas-Kertas Kado Menarik dan Lucu Pendukung Proyek DIY

Video unggahan Kirsten Dirksen tidak semata-mata tentang rumah mini, rumah unik, rumah mobil, rumah bongkar-pasang, dan rumah lainnya. Suatu malam saya menonton salah satu video unggahan Kirsten Dirksen yang begitu memukau. Sampai tiga kali saya menontonnya!

Thomas Dambo, Si Seniman Daur Ulang


Kalian pasti pernah melihat di televisi atau di internet patung-patung kayu raksasa yang dibangun di tengah hutan. Contohnya seperti berikut ini:


Seniman yang berada dibaliknya bernama Thomas Dambo. Dia adalah sebagai seniman yang berasal dan tinggal di Copenhagen, Denmark. Bersama dua orang teman/kru, dia membikin proyek yang indah dan menyenangkan terbuat dari sampah atau barang daur ulang. Barang-barang ini mereka temukan di sekitar kota: tempat pembuangan sampah umum atau tempat sampah pinggir jalan. Mengumpulkan sampah pun unik: pakai gerobak besi dengan boks kayu yang dipasang ke sepeda. Thomas Dambo tidak pakai mobil meskipun pasti bisa membelinya dengan mudah. Mengantar barang daur ulang pesanan pun dilakukan memakai gerobak, kadang ditarik kalau barangnya terlalu besar. Hwah. Ausam lah.

Dengan melakukan ini Thomas Dambo berharap dapat menginspirasi orang untuk bersenang-senang dan menganggap sampah sebagai sumber daya. Untuk itu dia punya bengkel kerja yang super besar dan halaman luas tempat dia bisa memamerkan pula hasil karya lainnya.


Thomas Dambo membuat apa saja dari proyek desain kecil seperti furnitur dan desain interior hingga proyek seni kecil dan besar, sering melibatkan lingkungannya dan orang-orang di sekitarnya. Kalian bisa melihat proyek-proyeknya di situs utama, atau bisa juga di berbagai media sosial seperti Youtube, Facebook, Instagram, dan Twitter.

Kreatif, Unik, Menyenangkan


Orang kreatif memang selalu bisa berpikir out of the box dan hasilnya mencengangkan. Kalau sudah mencengangkan pasti menyenangkan. Pada video yang saya tonton, dengan mudahnya Thomas Dambo mengubah peti kayu menjadi rangka sofa/kursi. Dengan mudahnya dia menjelaskan bahwa jenis plastik yang ini bisa dipakai sebagai bulu patung burung karena fleksibel. Tapi tentu tidak mudah juga untuk mendorong gerobaknya baik memuat sampah maupun memuat hasil daur ulang atau hasil karyanya.


Tidak hanya patung, masih banyak lagi hasil karya Thomas Dambo yang sudah dibagi dalam kategori antara lain: Happy Wall, Hidden Giants, Interior Design, Plastic Sculptures, Scenography, Sculptures, Street Art, Trollhunt, dan lain sebagainya.

Saya suka Happy Wall. Dinding panjang itu diisi dengan kotak-kotak kecil dengan warna bebeda yang bisa dimainkan dengan membentuk huruf/kata tertentu. Coba kalian lihat gambar di bawah ini:



Kalian bisa lihat, sepanjang dindingnya itu dipasangi engsel pintu. Warna dasar utama dinding ini adalah hitam. Warna-warna lain, bisa bergradasi atau lebih daru satu warna, merupakan warna yang akan membentuk huruf atau emoticon saat engselnya dibalik. Lebih jelasnya pada gambar kedua yang ada tiga perempuan itu hahaha. Ini ... bagaimana seorang Thomas Dambo berpikir memanfaatkan engsel untuk Happy Wall ... bikin otak kita minder.

Karya lain Thomas bisa kalian lihat berikut ini:




Andaikan ada seorang saja Thomas Dambo di Kota Ende, dalam sekejap mata dia sudah bisa bikin wajah kota ini menjadi lebih berwarna, mengurangi sampah, dan bisa bikin proyek besar bersama suatu komunitas/masyarakat. Bisa  jadi akan dibangun kampung bernama Kampung Thomas Dambo. Haha. Saya membayangkan Happy Wall itu dipasang di lokasi wisata baik wisata alam maupun biasa buatan. Amboi, siapa sih yang tidak mau foto-foto dengan latar Happy Wall yang tertulis nama kita? Ide ini menarik ... lebih menarik lagi kalau ada yang bisa mewujudkannya di Kota Ende *digampar dinosaurus*.

Baca Juga: Cara Membikin Wadah Berbahan Semen dan Kaktus Batu

Bagaimana, kawan? Kece-badai semua kan hasil karya seniman daur ulang yang satu ini? Betul-betul nyeni dan tidak setengah-setengah. Sampai punya bengkel yang luasnya seperti lapangan bola begitu! Haha. Betul-betul, ya ... kalau boleh saya ulangi. Thomas Dambo bikin otak saya jadi MINDER!



Cheers.

Kepo Buku #20: Mengapresiasi Cerita-cerita Harry Potter

Meskipun konon Harry Potter adalah serial buku terlaris di dunia hingga kini, namun ada yang bisa jadi belum pernah membacanya, termasuk salah satu host podcast Kepo Buku (Siapa hayooo..).  Kepada mereka episode ini kami persembahkan berdasarkan cerita dari para hostnya, dan juga cerita dari beberapa teman baik Kepo Buku. Selamat mendengarkan. Semoga bermanfaat!

Tamu: Dara, Zee dan Wira



Episode ini bisa juga didengarkan di:

Apple Podcast | SoundcloudGoogle Podcast | Spotify | Anchor | Breaker | Sticher | Pocketcast | Radio Public

Terima kasih buat:

Kepo Buku adalah:

Follow akun Instagram Kepo Buku di Instagram.com/KepoBuku

 

AYO CERITAKAN BUKU YANG LAGI KALIAN BACA LEWAT AUDIO:

Yoi cuy, kita mau ngajak kalian buat ikutan di Kepo Buku. Intinya kita mau tahu kalian lagi baca buku apa? Kirim dalam bentuk rekaman suara (maksimal 5 menit). Jangan lupa sebut nama, lokasi dan ceritakan buku yang kalian lagi baca atau mau kalian rekomendasikan. Ada dua cara yang bisa dilakukan:

  1. ANCHOR: Untuk pengguna aplikasi Anchor, klik “Message” dan mulai rekam review kalian. (Durasi maksimal 1 menit tapi kalau masih kurang, silahkan rekam lagi)
  2. WHATSAPP:  Gunakan fasilitas Voice Note di Whatsapp. Klik/ ketik link ini di HP kalian: http://bit.ly/ikutkepobuku atau ke 087878505012
  3. EMAIL: Rekam di voice note di hp dan kirim lewat email ke suarane@gmail.com

Rekaman yang kita terima akan kita sertakan dalam episode-episode Kepo Buku berikutnya.

 

Credits & Disclaimer:

  • Kepo Buku tidak berafiliasi dengan penerbit ataupun penulis buku yang diulas di episode ini.
  • Musik: “Rainbows” oleh Kevin MacLeod (incompetech.com). Licensed under Creative Commons: By Attribution 3.0 License

-rh-