Ruang Tamu DIY


Hola! Ketemu lagi di #RabuDIY, saatnya kita berkreasi, saatnya kita ber ... ber ... kre ... a ... si. Hehe. Oh ya, sebelumnya saya harus mengucapkan Selamat Hari Buruh untuk kalian semua. Liburan sehari main ke mana? Main ke blog saya saja. Silahkan cari tema yang kalian sukai di sini. Mulai dari cerita ringan dan opini, teknologi, DIY, rangkuman lima, PDL, sampai review. Bahkan pernah ada tema kesehatan. Komplit kan? Sedangkan kisah perjalanan saya bisa dibaca di blog travel yang satu ini. Urusan tema harian pos blog ini, saya lupa tautan blog-nya apa, yang jelas saya pernah membaca bahwa blogger tersebut ingin blog-nya seperti perpustakaan. Sedangkan saya sendiri menginginkan blog ini seperti sebuah majalah. Mimpi saya memang ketinggian. Biarin *jitak dinosaurus*.

Baca Juga: Coin Storage

Rabu lalu saya sudah menulis tentang Tempat Surat berbahan majalah lama yang tidak terpakai. Alhamdulillah ternyata pos tersebut bermanfaat bagi yang membacanya. Seperti komentar dari Kakak Vika Hamidah si Ratu Tips dan Himawan Sant si Travel Blogger.


Hari ini saya ingin berbagi pengalaman dari kebiasaan mengubah gaya ruang tamu. Padahal, ruang tamu rumah saya itu mau dibikin bagaimana pun juga tetap tidak menarik. Lhaaa orang-orang kalau bertamu lebih suka duduk di ruang makan sekaligus ruang keluarga. Terutama saat Idul Fitri! Percumaaaa mempercantik ruang tamu. Tidak dilirik sama sekali. Cuma bilang: waaaa, yuk kita foto di sini! Terus ngeloyor ke belakang mencari Mamatua. Hiks.

Karena ruang tamu rumah saya itu cukup luas, agak sulit mencari artikel yang berkaitan dengan membenahi ruang tamu berukuran luas. Kebanyakan artikel memuat tips menata ruang tamu sempit minimalis bla bla bla shaaattt sheeettt. Oleh karena itu saya harus memutar otak bagaimana caranya mengubah gaya ruang tamu. Dan ada aturan di rumah saya: siapa pun yang memberikan ide, dia harus melaksanakan idenya tersebut. Makanya si Indra dan Thika paling malas kalau saya kasih tugas mencari ide tata letak ruang tamu. Wajah mereka kayak habis disiram air raksa. Pernah suatu kali Indra mengusulkan membikin bola-bola cokelat. Kalian tahu siapa yang membikinnya? Ya si Indra sendiri ha ha ha. Kapoooook.

Konon katanya: kesulitan membikin manusia menjadi lebih kreatif. Asal jangan sampai kesulitan duit lantas ngerampok. Haha. Kesulitan mencari artikel tentang penataan ruang tamu yang (cukup) luas membikin saya memutar otak dengan mengubah gaya ruang tamu sampai dengan menambahkan meja-kursi baru. Saya pernah membikin meja dan kursi berbahan kotak/keranjang kayu (palet) bekas buah. Belinya di penjual buah. Satu kotak/keranjang kayu diharga Rp 10K. Hasil DIY itu masih terpakai sampai sekarang.


Suatu hari, saat sedang duduk nganga, terlintas ide menata ruang tamu tapi a la DIY. Kebetulan yang manis, pada saat itu salah seorang teman saya ngepos soal meja-bangku baru di kafenya. Nama kafe itu adalah Violet Cafe dan pemiliknya bernama Gito. Tidak pikir lama-lama saya pun bertanya pada Gito di mana dia memesan meja-bangku itu. Kata Gito, meja-bangku itu dia pesan di bengkel kayu seharga Rp 750K. Hmmmm. Putar otak. Saya pun menghubungi Bapa Sam. Karena apa? Karena kakaknya Bapa Sam ini bisa membikin barang-barang dari kayu meskipun aslinya dia dikenal sebagai tukang bangunan andal. Bukan DIY donk? Yaaa memang bukan saya yang bikin sendiri, tapi konsepnya teteup dari saya ha ha ha.


Hanya dengan Rp 500K saya mendapatkan satu set meja-bangku, empat bangku kafe, dan dua gantungan baju. Semuanya berbahan kayu! Yipieeee. Empat bangku kafe itu bonus dari kayu berbentuk bundar bekas bolongan speaker hahaha. Mereka memang sedang merakit speaker sendiri. Sedangkan dua gantungan baju itu ya untuk menggantung baju-baju karena lemari-lemari sudah penuh dengan buku, buku, dan buku. Koplak kan? Yaaaah ... untuk keperluan gantungan baju ini, saya terpaksa membeli tambahan limabelas lusin hanger. Hiks.


Maka saya pun memulai menata ruang tamu. Ruang tamu itu dibagi dua. Bagian paling depan, tidak seberapa luas, dijadikan ruang tamu DIY. Setengahnya lagi, yang lebih luas, ya ruang tamu biasa dengan sofa-sofa yang sudah ada sejak zaman Imhotep belum jadi mumi. 


Ruang tamu DIY ini terdiri dari:

Baca Juga: Travel Booth

1. Rak kuning hadiah dari Flora Wodangange.
2. Satu set meja-bangku.
3. Satu set meja-bangku-kafe.

Perlu diketahui ...

Pertama:
Taplak mejanya adalah kain tenun ikat bakal sarung Mangga. Jadi ini memang jenis sarung Mangga, hanya saja masih dalam bentuk dua lembaran, belum dijahit dijadikan sarung.

Kedua: 
Satu set meja-bangku-kafe. Untuk mejanya berbahan ubin atau keramik lantai berukuran raksasa yang dikasih Mukhlis A. Mukhtar. Awalnya Mukhlis memberikan dua keramik lantai sebagai alas memotong kertas dan karton dalam dunia DIY saya. Saya memakai yang kecil untuk alas memotong kertas dan karton, sedangkan yang besar saya jadikan meja.

Ketiga:
Satu set meja-bangku-kafe. Untuk dasar mejanya saya gunakan bangku-bangku mini yang terbuat dari keranjang kayu bekas buah itu. Ini dia penampakannya:


Maka, jadilah ruang tamu DIY yang membikin teman-teman syuuuuka qiqiqi. Mereka jadi suka foto-foto di ruang tamu. Manapula rak kuning hadiah dari Flora Wodangange itu memuat banyak buku. Psssttt tapi saya hitung loh bukunya! Kalau hilang kan gawat juga ha ha ha. By the way, keranjang kayu bekas buah (seperti yang menyangga ubin keramik di atas) memang tidak banyak yang rapi, palet kayunya banyak miring. Ternyata sepupu saya punya banyak yang bagus palet kayunya. Nanti minta lagi ah. Minta? Iya, dulu kan pernah dia bawakan juga dan sekarang menjadi meja di ruang belakang hahaha.


Saat ini ruang tamu DIY ini tidak di bagian paling depan dari ruang tamu, melainkan bagian paling belakang dari ruang tamu dengan alasan dekat colokan. Karena teman-teman saya suka juga kerja di meja-bangku itu, dan pasti butuh colokan kalau baterai laptop-nya sekarat. Melihatnya, Mukhlis malah pernah menyarankan saya bikin kafe privat begitu. Mumpung ada Wi-Fi kan. Duh ... tidak ah. Biar saja. Yang mau datang bekerja di rumah, menggunakan internet, atau apalah, silahkan saja. Tidak ada yang melarang. Justru kami senang ada banyak orang di rumah.

Tahun ini, ruang tamunya mau diapakan? Sedang saya pikirkan. Oh ya, kalian juga belum tahu kan kalau di rumah saya juga ada sofa berbahan celana jin bekas? Jin saya menulisnya, bukan jeans hahaha. Nanti bakal saya bahas lah sofa itu. Yang jelas tahun ini saya pengen karya DIY kaktus berbahan batuan alam sudah bisa nongkrong di ruang tamu. Ya, itu stone project yang belum disentuh sama sekali hiks.


Bagaimana, kawan? Pernahkah kalian mengubah gaya ruang tamu dan mengisinya dengan barang-barang hasil DIY? Karena, selama ini saya bosan juga melihat ruang tamu dengan set-set sofa gede yang dibeli di toko. Sumpah, selain sofa yang kainnya diganti dengan celana jin bekas itu, saya juga masih pengen bikin tempat duduk berbahan ban bekas (ban mobil), tempat duduk berbahan keranjang minuman yang terbuat dari plastik itu, serta tempat duduk dari drum. Kesalnya adalah, saat saya sudah dikasih ban mobil bekas dari Abang Nanu Pharmantara dan saya lupa membawa pulang ... sudah diambil orang lain. Dududud.

Baca Juga: Bunga Dinding

Semoga pos ini bermanfaat untuk kalian semua, terutama Kakak-Kakak perempuan yang telah menikah. Siapa tahu jadi inspirasi untuk ruang tamu di rumahnya.



Cheers.

MU-Weber : Semen Instan Yang Melampaui Batas


Saat melewati sebuah proyek bangunan di jalanan, kadang menutup hidung dan mulut untuk menghindari debu dan bahan-bahan kimia berbahaya dari material bangunan itu sebuah keharusan. Bahkan, untuk skala yang lebih kecil saja seperti di rumah pada saat memperbaiki dinding atau kamar mandi, debu bertebaran dimana-mana, sehingga pekerjaan rumah tangga jadi terhambat. 

Sadarkah bahwa selama ini,berapa kerugian yang dialami akibat mengunakan bahan material dengan kualitas kurang memadai dan teknologi yang kurang mutakhir. Berbicara teknologi, apalagi bahan material untuk membangun sebuah rumah atau gedung, yang selama ini saya tahu adalah semen, pasir, gamping, dan air kemudian disatukan dengan proses manual denga adukan skala kecil. Dan, parahnya, kita tidak mengetahui bahwa campuran untuk dinding dan lantai itu memiliki campuran atau takaran yang berbeda sehingga mengakibatkan dinding cepat retak dan lantai cepat copot keramiknya. 

Sudah saatnya, saya membagi beberapa rahasia agar membangun sebuah rumah atau bahkan gedung menjadi sangat menyenangkan karena memakan proses waktu yang lebih sedikit, bagi kontraktor inilah yang dicari dan bagi rumah tangga, setiap orang bahkan emak-emak pun dapat melakukan pekerjaan memperbaiki dinding dengan produk ini. Produk ini bernama MU Weber.

Kisah Ayah Yang Melampaui Batas Untuk Sebuah Senyuman


Saya menemukan video ini di Channel MU Weber. Judulnya Kisah Ayah yang Melampaui Batas untuk sebuah senyuman. Pertama kali melihat, saya langsung tertawa kecil melihat Ayah mengunakan pakaian balet dan menirukan gerakan putrinya. Putrinya sangat bangga dengan pekerjaan Ayahnya di bidang bangunan. Ayah sangat galak dan tegas, menurut Putrinya. Suatu saat, pekerjaannya melakukan kesalahan, karena dinding yang dibangun mengalami keretakan, dengan segera Ayah memeritahkan untuk menganti bahan material dan ternyata teknik ini berhasil. 

Ayah tersenyum saat melihat dindingnya kembali mulus tanpa ada retakan. Sedangkan di rumah ketika Ibunya pergi ke pasar, Putri dan Ayahnya ini kembali melakukan gerakan tarian. Dan ternyata, Ayah berhasil melampaui batas dengan tanpa malu melakukan gerakan tarian dengan tujuan memberikan kejutan bagi Istrinya. 

Kisah ini sangat inspiratif, banyak pesan moral dari sebuah mini drama yang berada di Channel MU Weber. Apalagi dari mini drama ini, tersimpan pesan bahwa ada teknologi yang membantu pekerjaan Ayahnya sehingga menjadi lebih mudah. 

Semen Instan Yang Praktis


Semen Instan ini mirip dengan mie instan, namun jika mie instan mengkerdilkan rasanya dan komposisinya, Semen instan ini justru sebaliknya. Semen instan ini memiliki komposisi lengkap. Jadi tidak perlu tambahan pasir, gamping dan campuran lain sehingga lebih praktis. Bahkan, lebih dari itu MU Weber ini memberikan pemahaman baru bahwa Semen untuk dinding dan lantai itu sangat berbeda, sehingga MU Weber menciptakan produk khusus untuk dinding dan lantai.

Lalu apakah saja keunggulan Produk MU Weber ini dari semen biasa. Ini dia beberapa keunggulan produknya :



Seperti yang saya bahas diatas, debu sangat menganggu aktivitas pembangunan rumah atau gedung, bahkan jika ada perbaikan rumah ditempat tertentu, kita terpaksa harus mengungsi ke tetangga karena debunya menjadi sangat banyak. Dust Lock Technology ini sangat minim sekali debunya sehingga aktivitas rumah tangga akan berjalan seperti biasa apabila terdapat perbaikan rumah pada bagian tertentu saja. 

Selain minim debu, teknologi ini sangat kuat dan bahkan tidak mengurangi kerekatan adukan semen instan ini. Produk ini disebut sebagai MU 480 lowdust

Perekat Keramik Tanpa Membongkar Keramik

Nah, yang satu ini pasti dibutuhkan untuk keperluan dapur atau kamar mandi. Cobalah MU-480 renofix Low Dust ini mampu merekatkan keramik lama dan ditempelkan dengan keramik baru tanpa perlu membongkar keramik yang lama.


Mampu Mempercepat proses pembangunan dengan STAS

STAS ini adalah Sistem Teknologi Aplikasi Silo. Sistem ini secara sederhana mengantikan proses pengadukan semen manual dengan teknologi mesin dan Silo, sehingga sangat mempercepat proses pembangunan terutama gedung bertingkat. Bahkan sistem ini pun tidak pelu melakukan pengangkutan material terutama semen ke lantai atas gedung karena semuanya di kerjakan oleh mesin. Inilah teknologi yang diterapkan oleh MU Weber. 

Banyak sekali keuntungan dari STAS ini antara lain efisensi biaya, bongkar muat pun sangat cepat, pengunaan SDM lebih efisien, mengurangi kehilangan bahan material dan melindungi bahan material dari cuaca seperti hujan dan masih banyak keuntungan dari teknologi STAS.

Aplikasi MU Weber

Saat ini seluruh aktivitas masyarakat seluruhnya dilakukan dalam smartphone. Untuk memenuhi hal tersebut, MU Weber pun melakukan inovasi dengan meluncurkan Mobile Application MU-Weber.  Aplikasi ini dapat didownload melalui google playstore di andriod dan appstore di iphone. Nah, lalu apa saja isi dari aplikasi tersebut? 


Aplikasi ini sepertinya bukan hanya diperuntukan bagi orang yang bekerja pada bidang bangunan saja, melainkan untuk semua orang, bahkan ibu rumah tangga yang terpaksa harus melakukan perbaikan rumah sendiri pun dapat mencari informasi yang dibutuhkan. Misalnya pada saat membutuhkan produk untuk perekat keramik, klik pada cari produk dan ketik perekat keramik, kemudian akan muncul MU-480 renofix Low Dust. Tidak hanya sampai disitu saja, aplikasi ini akan menjelaskan bagaimana cara mencampurkan semen instan dengan air dan mengaplikasikannya pada dinding dan keramik. 

Untuk pengusaha pun dapat mengunakan kalkulator penggunaan untuk menghitung biaya yang diperlukan untuk menyelesaikan proyek pembangunan sampai selesai. Disamping itu terdapat solusi masalah yang akan menyolusikan permasalahan pada saat ada kendala dalam pembangunan proyek ataupun rumah. 

So, sudah saatnya mengunakan produk yang praktis dari MU Weber untuk segala keperluan pembangunan rumah dan gedung atau pekerjaan proyek. Informasi lengkap tentang produk dan pelatihan silahkan cek di situs resmi disini. Selamat membangunan rumah impian!

Mewujudkan Rumah Impian Kini Lebih Mudah


Rumah Impian itu ibarat kado terindah dalam hidup. Apalagi kalau mendapatkan Rumah secara Cepat, Mudah dan Murah tanpa harus melalui proses pengajuan yang berbelit-belit dan melalui proses tatap muka yang memakan waktu. BTN Properti hadir dengan pengajuan KPR rumah secara online, jadi kita tidak usah ribet untuk mewujudkan rumah impian. 

Tak bisa dipungkiri, selain kendaraan yang nyaman, Rumah adalah kebutuhan setiap manusia. Tanpa rumah, serasa tidak memiliki tempat untuk pulang dan merasakan kenyamanan. Berapa luas pun rumah tetaplah rumah yang begitu berharga bagi setiap orang. Kadang untuk mewujudkan rumah impiannya, bekerja dijalani tanpa memandang siang ataupun malam. 

Saya ingat betul ketika di Sekolah Menengah, saya pernah mempunyai impian memiliki rumah sederhana dengan luas tanah sekitar 100 - 200 meter, dua lantai, memiliki kolam renang mini dan lapangan badminton dan tentu saja taman hijau dipenuhi pepohonan rindang. Sampai saat ini pun saya masih memiliki impian yang sama walaupun belum berhasil mewujudkannya. Tapi saya percaya dalam waktu yang relatif singkat, impian memiliki hunian akan kesampaian dengan mudah. 


Merancang Rumah Impian sudah, langkah selanjutnya adalah menabung. Menabung memang sangat sulit sih. Apalagi tuntutan gaya hidup di Jakarta atau kota besar sangatlah tinggi. Nah, kalau misalnya belum bisa menabung dengan sungguh-sungguh, bisa disiasati dengan KPR. Kredit Perumahan Rakyat ini bisa membantu kamu semua mewujudkan rumah impian. Hanya dengan membayar beberapa persen diawal atau down payment, sisanya bisa dicicil dengan perhitungan yang tepat. Jadi tidak ada kata takut atau ragu-ragu mengambil KPR. 

Namun kemudian masalah timbul ketika mau mengajukan KPR harus ke bank dengan proses yang ribet dan harus sering bolak-balik, sementara pekerjaan tidak bisa ditinggal atau harus mengurus anak yang masih balita. Tenang saja, BTN properti memiliki fitur pengajuan online dan dapat memilih rumah dari website. Yes, sangat mudah sekali. Kalau biasanya kita memilih properti terlebih dahulu kemudian memilih bank yang menaungi KPR, maka di BTN Properti, kamu tidak perlu repot-repot karena KPR langsung ditangani oleh BTN. 

Pilih Rumah, Simulasi dan Pengajuan KPR Online 


Memilih itu bukan pekerjaan mudah namun tidak sulit. Apalagi memilih rumah atau hunian yang sesuai dengan impian beberapa tahun terakhir. Di dalam mimpi-mimpi atau khayalan, saya selalu membayangkan rumah yang tenang dan nyaman, serta yang paling terpenting adalah ada taman yang hijau. Jadi setelah berjibaku dengan kemacetan, polusi, stres karena pekerjaan setelah pulang ke rumah segala problematika itu hilang seketika.

Tampilan Website https://www.btnproperti.co.id/
3 Langkah mudah mewujudkan rumah impian adalah dengan

1. Pilih Rumah
2. Simulasi KPR 
3. Pengajuan KPR Secara Online 


Pilih Rumah 


Pilihan rumah membuat kamu bingung menentukan mana yang akan dibeli, nah di BTN Properti ini, kamu bisa membandingkan rumah terpopuler, perumahan terbaru dan perumahan bersubsidi. Tampilan di website menunjukan pilihan perumahan bisa dilihat apabila di scroll ke bawah. Silahkan pilih sesuai kebutuhan, luas tanah/bangunan dan harganya.

Tampilan Data Perumahan

Simulasi KPR 


Setelah memilih rumah, kadang masih merasa bingung dengan harga cicilan atau bagaimana pelunasan dan sebagainya. BTN Properti terdapat fitur Simulasi KPR yang membantu kita menghitung berapa cicilan, down payment, bunga, jangka waktu dan lain-lain.

Pengajuan KPR Secara Online 

Pengajuan KPR biasanya membutuhkan waktu yang panjang dan proses yang berbelit-belit, misalnya dokumen yang diminta sangat banyak. BTN Properti memahami kesibukan dan pekerjaan kamu semuanya, sehingga kini pengajuan KPR tidak lagi harus datang ke Bank/Kantor Cabang melainkan melalui online http://bit.ly/PengajuanOnline.


Setelah itu silahkan isi data dan kantor cabang yang ingin diajukan sesuai dengan tempat tinggal. Dokumen yang diminta untuk diupload hanya KTP dan Slip Gaji/Penghasilan. Dan dengan pengajuan ini maka beberapa hari kemudian proses pengajuan pun bisa diterima. Dibandingkan dengan proses pengajuan secara manual, maka pengajuan online ini lebih mudah, cepat dan murah. 

Fitur Lain BTN Properti


Untuk membantu baik penjual dan pembeli, BTN Properti menyedikan fitur-fitur lain seperti Komunitas Properti, Member/Agen, Fitur Harga Pasar, Customer Service Live Chat, Edukasi dan Berita Terkini.

BTN Properti juga memberikan promo terbaru yaitu KPR BTN Subsidi dengan harga yang bersahabat dan KPR BTN Platinum dengan bunga flat 1 tahun sebesar 8,75 %. Nah, banyak sekali manfaat yang diberikan. Kayaknya untuk mewujudkan rumah impian tak sesulit yang dibayangkan, hanya dengan klik website BTN Properti di https://www.btnproperti.co.id dan semuanya akan beres dengan cepat. So, tunggu apa lagi?