Arsip Penulis: bisotisme.com

Cerita Tentang Obat Paten Dan Obat Generik

 PATEN DAN STANDAR


Cerita Tentang Obat Paten Dan Obat Generik



Ruangan kasir rumah sakit itu terlihat sempit, mungkin tidak sampai 1 x 2 meter. Seperti loket untuk membeli karcis bioskop atau tiket kereta di stasiun. Kaca dengan lubang kecil berbentuk mulut gua menjadi satu-satunya celah untuk berkomunikasi dengan penghuni ruang sempit itu.


Seorang perempuan berusia sekitar 20 tahun sedang duduk di balik loket, menunduk, entah mengerjakan apa. Tak terlalu terlihat dari tempatku berdiri sebab terhalang penyekat tak tembus pandang.


"Permisi, Sus." Aku menyapanya dengan panggilan yang biasa dan umum ditujukan untuk pekerja rumah sakit yang perempuan selain dokter. 


Suster itu sedikit kaget, menoleh ke arahku. 


"Eh--Iya, Pak. Ada yang bisa saya bantu?," katanya dengan gerakan sopan dan senyum khas sesuai standar pelayanan pelayan garis depan.


"Saya mau tanya, tentang tagihan sementara hingga saat ini untuk perawatan istri saya."


"Oh, baik. Siapa nama pasiennya, Pak?"


"Namanya sebut saja Melati."


"Ok. Ditunggu sebentar ya, Pak." 


Suster loket itu beranjak ke ruangan dalam, menuju meja komputer. Aku duduk di ruang tunggu itu sambil memandang sekeliling. Sepi, hanya ada beberapa orang saja di ruang tunggu yang dilengkapi pendingin ruangan ini. Rapih dan bersih juga. Lantai dan perabotannya terlihat rutin dibersihkan. Yah, lumayanlah untuk ukuran rumah sakit kecil seperti ini.


Tak beberapa lama, kepala suster loket itu muncul di balik jendela kaca. "Pak, ini tagihannya atas nama sebut saja Melati." katanya sambil menyodorkan selembar kertas print out tagihan.


Aku menghampiri loket dan kuambil kertas kecil yang bertuliskan angka-angka itu. 


"Whaatt!!?." Jumlahnya gede banget! Untuk ukuranku yang hanya tukang ojek, jumlah segitu bisa menguras tabungan hasil ojek selama 5 bulan,! kataku dalam hati. 


Masalahnya, aku gak sempet nabung. Penghasilan ojek hanya cukup untuk keperluan sehari-hari. Boro-boro untuk menabung atau membayar premi asuransi kesehatan.


Setelah berhasil menenangkan pikiran, kutatap suster yang diam saja melihat kekagetanku.


"Yang bikin mahal apa ya, Sus?," tanyaku penasaran.


"Oh, kalo dilihat dari daftarnya, yang bikin harga tinggi itu obat-obatan, saya juga kaget lihat harga obatnya yang mahal," kata Suster loket sambil memandangku, ada empati di sinar matanya.


"Maksudnya gimana, Sus?," kejarku yang benar-benar tidak dapat mencerna kata-kata suster muda ini.


"Sebaiknya, bapak tanya saja ke ruang perawatan kamar, biar lebih jelas. Kalo saya hanya kasir pak, hanya tahu jumlah tagihan," hindar suster muda ini. Sekilas sempat kubaca nama di bajunya.


Aku mengangguk, "Ok baik, saya akan tanya ke sana. Terima kasih ya, Sus."


"Sama-sama, Pak."


Aku berlalu dari bagian kasir, langsung menuju lantai dua tempat istriku di rawat. Ada Ruang Perawat di sana.


****


Ruangan para perawat jaga terletak di sudut gang tempat lalu lalang pasien/pengunjung. Di situ ada  4 orang perawat yang sedang duduk, berkutat dengan entah apa. 


"Permisi, Sus." Aku menyapa mereka. Keempatnya kompak mendongak, ada juga yang kaget sambil menyembunyikan ponselnya. 


Bruder, perawat yang laki-laki menyahut, "Ya, pak. Ada yang bisa dibantu?."


"Begini mas, tadi saya dari bagian kasir, menanyakan tagihan sementara untuk perawatan istri saya." Aku diam sejenak. Bruder dan tiga orang suster juga diam menyimak.


"Tagihannya ternyata lumayan besar, padahal istri saya baru masuk jam 11 siang kemaren, sampai hari ini jam 2 siang, hanya satu  hari lebih dikit, atau 26 jam saja."


Mereka masih diam tak menanggapi.


"Menurut kasir yang bikin mahal adalah tagihan obat-obatan, benarkah demikian?." Aku sengaja menekannya di bagian kata "obat-obatan" seperti yang disampaikan oleh kasir muda tadi.


"Oh, kalo boleh tau, pasien pake jaminan apa pak?," tanya si mas Bruder.


"Saya bayar mandiri, kartu BPJS saya gak bisa digunakan," kataku lemah.


"Oh gitu ya, Pak. Memang obat-obatan untuk pasien yang bayar mandiri, diberikan  yang bagus dan paten yang bikin cepat sembuh, jadinya mahal, sama dengan pasien peserta asuransi," Bruder itu menjelaskan dengan ringan. 


Penjelasan yang ringan itu terasa berat bagiku. Aku hanya terbengong-bengong mendengar itu. 


"Kalo ada pasien yang pake BPJS, dikasih obat yang sama?," tanyaku penasaran.


"Oh enggak pak, harga obat disesuaikan dengan tarif di BPJS, biasanya lebih murah." jawab si Bruder dengan entengnya.


"Berarti dikasih obat yang gak paten?."


"Iya, obatnya yang standar, obat generik."


Aku tambah pusing. Obat standar? Obat Generik? Obat paten? untuk orang sakit?.


Aku ngeloyor pergi sambil mengucapkan terima kasih. Setelah menghubungi sana-sini terkumpul dana sumbangan dari keluarga. Akhirnya diputuskan membawa pulang istriku yang belum sembuh benar. Di rawat di rumah. Sambil mencari celah untuk mendapatkan kartu sakti guna berobat gratis.


Beruntung punya kawan-kawan yang hebat-hebat, mereka mau membantu. Semoga berhasil.


****


Inget tetanggaku yang seorang kontraktor, pernah bilang saat nge-cor jalan perumaan. Cor yang mahal kualitas campuran dan obatnya lebih paten. Jadi kering lebih cepat dan awet puluhan tahun.


Beda dengan Cor-an yang murah, kering lebih lama, dan gampang hancur. 


Omaygat!



_________________
Penulis: Yous Asdiyanto Siddik 
Selasa, 11 Februari 2020


Cerita Tentang Obat Paten Dan Obat Generik


*Catatan editor mengenai Obat Paten dan Obat Generik*

Obat generik adalah obat-obatan yang sudah habis masa patennya. Oleh sebab itulah jenis obat generik dapat di produksi oleh hampir seluruh perusahaan farmasi yang ada tanpa harus membayar royalti. 


Obat generik dapat dijual dengan harga yang jauh lebih murah karena ada dua faktor yang mempengaruhi hal tersebut, yakni karena memproduksi obat generik tidak membutuhkan biaya untuk riset atau penelitian (RND) serta tidak membutuhkan biaya untuk pematenan obat atau membayar royalti kepada pemilik atau pemegang hak paten. 


Obat generik sendiri ada 2 jenis. Yakni obat generik bermerk dan obat generik berlogo


Obat Generik Berlogo (OGB)

OGB atau obat generik berlogo adalah obat yang diberi nama sesuai dengan kandungan zat aktif yang dikandung. Sebagai contoh obat antibiotik seperti amoksisilin. Pada obat generik berlogo atau OGB, maka nama pada kemasannya adalah Amoksisilin tanpa ada nama lain di bagian belakang nama obat tersebut.


Obat Generik Bermerk

Sedangkan obat generik bermerk adalah obat generik yang dinamai sesuai dengan keinginan dari produsen farmasi yang memproduksinya. Contohnya pada obat antibiotik seperti amoksisilin di atas tadi. Misalnya sebuah perusahaan BP memproduksi obat tersebut, maka nama pada obat tersebut akan menjadi Amoksisilin BP pada kemasannya.


Obat generik bermerk lebih mahal karena menggunakan kemasan yang lebih baik sesuai dengan keinginan produsennya. Perbedaan lainnya dengan OGB juga pada beberapa zat tambahan serta zat pelarut yang digunakan pada racikan obat tersebut. Pada sebagian jenis obat generik bermerk, biasanya akan ditambahkan zat yang akan mengurangi aroma yang kurang sedap dari obat.



Pengertian Obat Paten

Berbeda dengan obat generik, obat paten adalah obat baru yang diproduksi serta dipasarkan oleh sebuah perusahaan farmasi yang sudah memiliki hak paten terhadap produksi obat baru tersebut. 


Hal tersebut tentu saja dilakukan menurut serangkaian uji klinis yang telah dilakukan oleh pihak perusahaan farmasi tersebut. Tentunya disesuaikan dengan aturan-aturan yang telah ditetapkan secara internasional. Sehingga obat yang telah diberikan hak paten tersebut tidak dapat diproduksi hingga dipasarkan oleh berbagai perusahaan farmasi lainnya tanpa seizin perusahaan farmasi yang memiliki hak paten. 


Izin produksi ataupun pemasaran akan diberikan kepada perusahaan farmasi lain dengan pembayaran royalti, besaran biaya royalti inilah yang membuat harga obat tersebut menjadi mahal.


Masa berlaku hak paten di Indonesia adalah 20 tahun. Dan saat masa hak paten tersebut habis, maka pihak perusahaan farmasi pemilik paten tersebut tidak dapat memperpanjangnya kembali. 


Jenis obat yang masa patennya telah habis tersebut dapat diproduksi kembali oleh perusahaan farmasi lain dalam bentuk obat generik bermerk atau obat generik berlogo.





Obrolan Menjelang Siang di Pelataran Ruko Kosong

Obrolan Menjelang Siang di Pelataran Ruko Kosong

Akhirnya, ada juga yang menanyakan hal menyeramkan itu. Padahal sudah gak mau dengar lagi masalah bangsat kayak gitu. Gini ceritanya.

Rehat di pelataran ruko kosong. Di situ sudah ada beberapa kawan ojol yang sedang duduk-duduk. Ada yang memejamkan mata sambil duduk bersandar ke dinding, berusaha tidur. 

Ada yang asyik memainkan hp, ane intip sekilas, ternyata sedang main game domino, game favorit ojol. Ada yang berkumpul bertiga mengelilingi ponsel sambil cekikik lirih. Ane tebak, pasti main Ludo.

Ane hampirin ojol yang di pojokan, sedang melamun dia. 

"Ramai?" tanya ane sambil mengajaknya bersalaman.

"Ramai bang.... Jalannya mah" jawabnya sambil nyengir sumbang menyambut uluran salam tangan.

Ane ikutan sumbang nyengir, basa-basi.

"Ngelamun bae ah, ntar kesambet jin ruko lho..." kata ane nyoba becanda.

Dia hanya mendengus lirih. Gak peduli Ama candaan ane. Garing kali ya?

"Kenapa sih? Galau amat? Order mah gak usah dipikirin, ntar ge kalo rezeki mah tuh hape bunyi sendiri. Minum?" nyerocos ane sambil nawarin air mineral yang tinggal separuh.

Dia menggeleng pelan. Ane tau diri. Mungkin ini ojol tipe pendiam. Ane diem aja, sambil sandaran di tembok. Setelah beberapa saat, mata ane mulai terbius hawa ngantuk. Tiba-tiba dia bertanya.

"Abang punya kartu BPJS?" tanyanya ngagetin.


Kayak petir di siang bolong mendengar pertanyaan itu, ane kaget bukan kepalang. Badan langsung meriang, kepala cekot-cekot, hawa tubuh mendadak panas 100° C, rasanya kayak iblis kepanasan yang akibat disembur ayat-ayat suci. Nafas ane memburu, tersengal. Setelah 7 kali ambil nafas panjang, yang sekali campur tanah, emangnya kena najis? akhirnya ane jawab.

"Punya sih, cuman gak aktif."

"Wah sama bang, punya ane juga udah 3 tahun gak aktif. Nunggak. Sampe sekarang belum sanggup bayar."

"Sama ane juga.. belum sanggup bayar."

"Gila ya bang, saya harus lunasin tagihan yang sampe 5 jutaan," kata dia, nadanya kesal. Dia meremas tangannya berkali-kali.

"Iya...emang gila," jawab ane sekenanya. Males ngomongin masalah bangsat kayak gini.

"Mana istri saya lagi sakit bang, gak tau parah atau enggaknya, semalam saya bawa ke dokter kampung, bayar 55 ribu buat beli obat sekalian. Untung bisa tidur setelah saya pijit dan usap-usap punggungnya," katanya sambil ikut bersandar di dinding, kakinya selonjoran.

"Sekarang kondisinya bagaimana? Baikkan kah?," tanya ane nyoba berempati.

"Tadi pagi panas banget, ane beliin bubur gak dimakan, nangis mulu nahan sakit. Ane bingung harus bagaimana. Tadi sebelum berangkat ane minta tolong tetangga buat jagain sampe ane pulang. Bocah kan harus sekolah bang. Abis anter bocah ane langsung mlipir, ini baru dapet 2 trip, jarak deket, sekarang malah anyep," jawabnya panjang lebar.

Ane terdiam. Melirik ke jam di hape, saat ini pukul 10.15. kalo dia berangkat jam 6.30 waktu anak sekolah, 2 trip jarak dekat berarti baru sekitar 20 ribuan dia dapat. 

"Saya mo bawa istri ke rumah sakit rencananya sore ini, makanya saya ngarepin dapet banyak hasil hari ini, cuman yaahhh...udah jam segini malah anyep," keluhnya sedih.

Ada rasa ngilu di hati ane dengerinnya. Kuping ane seperti denger suara kuku yang digaruk di lembaran seng, sresekkk....sresekkk...." seperti itu ngilunya.

"Sabar bang.... Jangan banyak ngeluh, ngeluh itu hanya berasal dari rayuan iblis lho.."  kata ane. Malah kaget sendiri ane, kenapa ngomong gituan. Hadeuhh...

Sontak dia berpaling, natap ane, matanya tajam, terlihat gusar.

"Sabar udah jadi darah daging saya bang, jangan ngajarin masalah sabar ke orang seperti saya! Kalo saya gak sabar, sudah saya ambil parang di dapur, saya rampok bank di depan kita itu!!," ketusnya.

Wuaduhhh.....ane ingin narik ucapan barusan, nyesel juga, hanya bisa garuk-garuk kepala. Ane terdiam. Dia juga diam. Kami diam-diaman. Halahhh...

"Bang..." Dia membuka suara duluan.

"Hmmm...." Jawab ane. Deuh malah jadi kayak orang pacaran. Geli sendiri.

"BPJS itu bukan buat kita ternyata ya?" 

"Ehm..maksudnya?" tanya ane bingung. Kulirik dia masih meremas jarinya.

"Iya, BPJS bukan buat orang miskin kayak kita. Lihat saya, tunggakan BPJS belum terbayar, dianggap hutang. Lah kabarnya mulai tahun depan iuran BPJS dinaikkin...."

Ane diam sambil merem. Malas dengerin kata bangsat itu lagi.

"Itu artinya secara gak langsung kita disuruh mati bang! atau kita dilarang sakit! Dan kalo ane terpaksa sakit sedikit parah aja, mendingan bilang ama dokter minta disuntik mati aja, biar gak ngerepotin keluarga. Tinggal kubur. Beres. Itu maunya pemerintah kita kali ya bang? Biar yang idup orang kaya semua?!"

Glek!

Ane coba telan ludah. Gak bisa. Kerongkongan kering. Tiba-tiba bibir terasa pahit. Kepala berkunang-kunang. Ane hanya tutup kuping dengan kedua tangan keras-keras. 

Gak mau denger lagi !!!


_________________
Penulis: Yous Asdiyanto Siddik 
Senin, 9 Desember 2019



Selektif Memilih Pinjaman Online, Perhatikan Keamanan Data Pribadi dan Fleksibilitas

Saat ini, Indonesia masih dihadapkan dengan banyak persoalan dalam aspek ekonomi akibat dari pandemi Covid-19. Kondisi ini memicu penurunan perdagangan nasional bahkan perdagangan internasional. Di Indonesia berbagai sektor terkendala dalam proses operasi, seperti pabrik-pabrik yang harus menghentikan proses operasi karena kondisi tidak memungkinkan sehingga berakibat pada pengurangan pegawai dan buruh. Pada gilirannya pandemi ini telah menambah kumlah pengangguran.

Dalam keadaan ekonomi sulit seperti ini. Pinjaman online (Pinjol) hadir menawarkan banyak angin segar kepada masyarakat guna memenuhi berbagai kebutuhannya. Namun demikian, tidak sedikit dari penyelenggara pinjaman online hanya memanfaatkan situasi yang sedang terjadi saat ini. Hal ini dapat dilihat dari banyak hadirnya perusahaan pinjaman online ilegal di tengah masyarakat.

Mengapa bisa pinjaman online ilegal tumbuh subur di tengah masyarakat? Hal itu tidak terlepas dari pesatnya perkembangan teknologi digital di dalam masyarakat itu sendiri. 

Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indone (AFPI) telah sering memperingatkan kepada kita semua untuk waspada dan kritis terhadap penawaran pinjaman online (fintech peer to peer lending) ilegal. Karena telah banyak terjadi penyelenggara pinjaman online yang menawarkan pinjaman dengan syarat mudah namun tidak bertanggungjawab dan menyalahgunakan data-data pribadi peminjam saat melakukan penagihan. 

Di sisi lain, keadaan sulit seperti sekarang membuat penyelenggara pinjaman online legal menjadi lebih selektif dalam menyalurkan pinjaman sebagai antisipasi tingginya gagal bayar.

Oleh karena itu, menghadapi berbagai penawaran pinjaman online janganlah kita mudah tergiur harus selektif, cermati dahulu kelengkapan izin dari pihak otoritas dan poin-poin perjanjian pada kontrak pinjaman.


Selektif Memilih Pinjaman Online, Perhatikan Keamanan Data Pribadi dan Fleksibilitas


TUNAIKU hadir memberikan pinjaman online dengan aman dan terpercaya


Tunaiku merupakan salah satu situs pinjaman online pertama di Indonesia dan sudah berdiri sejak tahun 2014. Tunaiku sendiri adalah salah satu produk dari Amar Bank , salah satu institusi finansial berbentuk bank resmi di Indonesia yang sudah beroperasi pada tahun 1991. 

Selain di bawah naungan bank resmi, Tunaiku dan Amar Bank juga berdiri di bawah bendera perusahaan multinasional yaitu Tolaram Group. Karena berada di bawah naungan bank, KTA online di Tunaiku aman terpercaya.

Dengan visi Tunaiku untuk memberikan layanan kredit tanpa agunan yang mudah, aman, terpercaya kepada seluruh masyarakat Indonesia yang tidak hanya ingin tapi juga butuh dana tunai tanpa jaminan langsung cair untuk memenuhi kebutuhan mendesak untuk modal usaha, renovasi rumah, biaya pendidikan, biaya pernikahan hingga biaya kesehatan yang tak terduga.



Tunaiku Beda dengan Fintech dan KTA Konvensional


Banyak sekali situs KTA tradisional dan situs teknologi finansial (fintech) yang menawarkan layanan KTA online langsung cair mirip seperti Tunaiku. Lalu apa perbedaan Tunaiku dengan situs - situs tersebut?

Perbedaan Tunaiku dengan situs fintech lain yang ada di Indonesia ada pada 2 hal penting yaitu keamanan dan fleksibilitas.
 

Standar Keamanan Data Nasabah Tunaiku

Berbeda dengan situs fintech biasanya, Tunaiku berdiri dibawah naungan institusi finansial berbentuk bank resmi di Indonesia yang terdaftar dan diawasi oleh OJK sehingga dari segi keamanan data nasabah tidak perlu diragukan lagi karena Tunaiku berusaha sebaik mungkin untuk melindungi data nasabah. 

Fleksibilitas Bentuk Pinjaman di Tunaiku

Untuk fleksibilitas, Tunaiku juga cukup berbeda karena menyediakan fasilitas tenor yang sangat panjang yaitu maksimum 20 bulan dengan limit hingga 20 juta rupiah berbeda dengan situs fintech yang lebih banyak memberikan limit kecil dan tenor pendek.

Tunaiku juga menawarkan syarat dan pengajuan lebih mudah dibanding layanan KTA tradisional yang biasanya membutuhkan agunan serta banyak dokumen saat proses pengajuan KTA online maupun offline. 

Di Tunaiku hanya menyediakan layanan kredit pinjaman online tanpa jaminan dan tanpa kartu kredit, serta proses pengajuan KTA yang hanya bermodalkan KTP dan 10 menit waktu Anda untuk pengisian formulir.

Bagi pengguna Android, kita dapat mendownload aplikasi Tunaiku di Google Playstore.

download aplikasi Tunaiku di Google Paystore

Keunggulan Melakukan Pinjaman Uang di Tunaiku


Cicilan di Tunaiku Bisa Bayar Bulanan. Berbeda dengan situs fintech lain, Tunaiku memberikan kredit tanpa agunan online yang tidak memberatkan nasabah dikarenakan limit Tunaiku besar mulai dari 2 juta hingga 20 juta dan tenor yang panjang mulai 2 – 20 bulan.

Bunga dan Cicilan Ringan. Suku bunga di Tunaiku bersaing yaitu 3% - 4% per bulan sehingga menghasilkan cicilan ringan yang sesuai dengan kemampuan serta tidak memberatkan nasabah.

Pengajuan online mudah dan praktis. Berbeda dengan pengajuan dana tunai konvensional yang terkadang membutuhkan Agunan ataupun kartu kredit, Di Tunaiku Anda hanya bermodalkan KTP dan komputer / handphone untuk mengajukan KTA online di Tunaiku, pengisian formulir pengajuan nya hanya 10 menit.

Proses Cepat Cair. Setelah mengajukan kredit tunai pinjaman online 24 jam, Anda cukup menunggu 1 - 7 hari kerja (sesuai standar operasional Tunaiku) untuk proses persetujuan, tanda tangan kontrak melalui kurir resmi Tunaiku hingga dana tunai cair ke rekening Bank Anda.

Tunaiku Aman Terpercaya. Berbeda dengan kebanyakan perusahaan teknologi finansial di Indonesia, Tunaiku berada di bawah naungan institusi keuangan resmi di Indonesia dan perusahaan multinasional.
Terdaftar dan diawasi OJK. 

Selektif Memilih Pinjaman Online, Perhatikan Keamanan Data Pribadi dan Fleksibilitas
Tunaiku telah mendaftarkan diri sebagai produk fintech lending resmi yang beroperasi di Indonesia dan merupakan produk resmi PT Bank Amar Indonesia Tbk. kepada OJK sejak tahun 2014. Tunaiku dan Amar Bank telah dikenal lembaga keuangan negara tersebut hingga kini.

Program Referral Tunaiku. Selain menyediakan layanan kredit tanpa agunan, Tunaiku juga mempunyai program khusus untuk Anda yang sudah menjadi nasabah dan ingin merekomendasikan Tunaiku kepada kerabat Anda. Di program ini, Anda bisa mendapatkan insentif khusus hingga 200 ribu rupiah untuk tiap aplikasi yang direkomendasikan oleh Anda.

Syarat Untuk Mengajukan Kredit Tanpa Jaminan di Tunaiku


Persyaratan sebelum mengajukan KTA online di Tunaiku, antara lain:
  1. Calon Nasabah merupakan Warga Negara Indonesia (WNI) yang berdomisili atau tinggal di wilayah layanan Tunaiku yaitu: Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Gresik, Sidoarjo, Surabaya, Medan, Palembang, Pekanbaru, Makassar dan Denpasar
  2. Usia calon nasabah 21 – 55 tahun pada saat pengajuan KTA Tunaiku.
  3. Calon nasabah online Tunaiku minimal mempunyai penghasilan tetap per bulan atau pekerja tetap.
  4. Nasabah Tunaiku wajib memiliki rekening bank Indonesia yang aktif pada saat pengajuan kredit tanpa agunan (KTA) online di Tunaiku.

Produk Tunaiku Pinjaman Online Cepat Cair

  • Jumlah pinjaman cepat cair: 2-20 juta;
  • Masa Tenor: minimal tenor 6 bulan dan maksimal tenor 20 bulan;
  • Bunga pinjaman rendah: 3% - 4% per bulan;
  • Bunga maksimum pertahun (APR): 36% - 48%;
  • Biaya administrasi pinjaman tunai: Rp 540ribu;


Hindari Pencurian Data dari Ponsel Anda, ini 3 Cara Mudah Menghapus File yang Aman

Belajar dari kasus Gisel dan beberapa kasus pencurian data dari ponsel, sepertinya saya perlu lebih banyak memahami bagaimana cara menghapus file atau data yang benar.


Hindari Pencurian Data dari Ponsel Anda, ini 3 Cara Mudah Menghapus File yang Aman


Menjelang akhir tahun 2020, Nama Gisel sempat trending di perbincangan twitter. Pertama kali trending saat video syur 19 detik perempuan bernama asli Gisella Anastasia ini beredar, dan selanjutnya saat Gisel ditetapkan sebagai tersangka oleh polisi.


Perbincangan di media sosial yang sempat saya ikuti bukan soal link download video hahaha, tapi soal pro dan kontra tentang pasal-pasal UU Pornografi yang ditetapkan sebagai dasar hukum untuk polisi menetapkan Gisel sebagai tersangka dalam kasus video 19 detik ini. 


Pada kasus sebelumnya di tahun 2011, pasal-pasal itu membuat Pengadilan Negeri Bandung menghukum Ariel Noah dengan hukuman 3,5 tahun penjara dan denda 250 juta.


Yang luput dari perbincangan adalah soal benang merah kasus Gisel dan Ariel ini penyebabnya sama, beredarnya file video syur pribadinya ke tangan pihak lain yang kemudian meyebarkan konten itu ke banyak orang. Lebih jauh lagi, ini adalah soal keamanan penyimpanan file atau keamanan data. Dalam kasus Ariel itu adalah kecerobohan yang bersangkutan, beda dengan kasus Gisel yang mengaku sudah menghapus file video syur itu sebelum memberikan ponselnya kepada pihak lain. 


Di lain waktu, menurut berita ada juga pengakuan Gisel versi lain, seperti video mesum tersebut sempat ia share melalui aplikasi AirDrop, HP yang hilang, rusak dan diberikan ke pihak lain. Soal itu nanti akan menjadi materi pembuktian di pengadilan, saya lebih fokus pada isu penghapusan file yang kemudian ternyata file tersebut muncul kembali. Artinya data yang sudah dihapus di ponsel ternyata masih bisa dipulihkan oleh pihak lain.



Bisakah File yang Sudah Dihapus dari Handphone Muncul Kembali?


Jawabannya adalah BISA. Tegasnya, data atau file yang sudah dihapus dari penyimpanan handphone, baik itu memori internal atau eksternal ponsel maupun komputer, masih bisa dipulihkan dengan berbagai cara.


Mengutip pernyataan Alfons Tanujaya, seorang pengamat dan praktisi keamanan siber di Vaksincom, data yang sudah dihapus itu sebenarya tidak benar-benar terhapus dari media penyimpanan. Saat pemilik menghapus file datanya dengan menggunakan menu 'delete', yang dihapus itu sebenarnya hanya "logika" keberadaan data.


Selama ruang penyimpanan data masih tersedia, maka sebenarnya data yang dihapus itu masih ada tersimpan atau terekam dalam memori ponsel. 


Data yang sudah dihapus dapat kembali dipulihkan dengan memanfaatkan berbagai program pemulihan data, level kemungkinan keberhasilan pemulihan data ini cukup tinggi jika ruang tempat penyimpanan data masih tersedia.


"Kalau ruang penyimpanan di memory card masih banyak, tingkat keberhasilan program recovery sangat tinggi. Bisa lebih dari 90%," ungkap Alfons sebagaimana saya kutip dari DetikCom.


Karena itu, agar data-data yang sudah dihapus tidak bisa dipulihkan lagi, pemilik data harus melakukan beberapa hal sebagai pengaman lanjutan. Alfons percaya, langkah ini menjadi penting khususnya bagi public figure, atau siapapun yang memiliki data penting.


"Lebih baik sedikit paranoid daripada kecolongan (data)," tegasnya.


Menurutnya penghapusan data di ponsel dan komputer pada prinsipnya sama saja, karena metode penyimpanan data yang dipakai juga sama. Alfon juga menyampaikan bahwa metode reset factory setting atau erase all data, seperti yang tersedia di handphone itu juga tidak cukup aman. 


Tipsnya, setelah melakukan format atau reset factory setting, copy file apa saja ke dalam media penyimpanan sampai penuh. Maksudnya untuk menimpa rekaman data sebelumnya yang sudah dihapus.


Untungnya, untuk perangkat ponsel keluaran 2015 ke atas, sudah tersedia fitur untuk mengenkripsi data, baik itu perangkat iOS maupun Android. Tetapi hal itu itu juga harus sesuai dengan persyaratan agar data tersebut tak dapat diakses oleh orang tak bertanggung jawab. Jadi saat handphone hilang atau diakses orang lain tanpa menggunakan PIN/sidik jari yang sudah terekam, data yang dalam handphone tetap akan terenkripsi. Jika handphone di reset, maka kunci dekripsi pembuka data tersebut bakal ikut terhapus sehingga data itu tetap tidak akan bisa diakses.


Untuk kasus Gisel, Alfons mengemukakan dua skenario. Yang pertama adalah Sandi atau PIN handphonenya diketahui oleh orang lain, atau handphonenya menggunakan operating sistem produksi tahun 2014 ke bawah yang belum ada fitur enkripsi data.


Akan lebih aman lagi jika kita tidak menyimpan informasi atau file penting di HP. Sehingga jika handphone hilang atau dicuri, data yang ada pun tidak akan berbahaya jika dipulihkan pihak lain.


Hindari Pencurian Data dari Ponsel Anda, ini 3 Cara Mudah Menghapus File yang Aman

Kalau memang terpaksa menyimpan informasi sensitif, pastikan ponsel memiliki keamanan yang berlapis. Misalnya memisahkan folder file penyimpanan data pribadi berharga dengan mengaplikasikan pengaman folder dan sandi, dan selalu mengaktifkan aplikasi Find My Phone sehingga jika ponsel hilang, kita bisa menghapus seluruh datanya secara remote.



Kesimpulannya, untuk mengamankan ponsel jangan abaikan 2 tips ini: 

  • Selalu aktifkan PIN/sidik jari/Sandi/Pengenal wajah pengguna untuk mengunci Handphone, sehingga data-data dalam ponsel selalu terlindungi dari akses yang tidak berwenang.
  • Pisahkan penyimpanan data penting dalam folder khusus yang dikunci, sehingga tidak mudah diakses oleh pihak lain.



Lalu, Bagaimana Cara Menghapus File di Handphone Agar Tidak Dapat Lagi Dipulihkan?


Langkah-langkah berikut dapat dicoba untuk memastikan data benar-benar terhapus dari media penyimpanan Handphone maupun komputer/laptop.



1. Hapus menggunakan File Manager

Cara paling mudah tapi paling berisiko untuk menghapus file atau data pribadi dari HP Android adalah melalui aplikasi yang menggunakan file tersebut. Aplikasi tidak benar-benar menghapus file tetapi umumnya file dipindahkan ke folder sementara, atau tetap menyimpan salinan pada ruang cloud yang disinkronkan.


Misalnya Aplikasi WhatsApp, disadari atau tidak, aplikasi ini menyimpan file (termasuk gambar atau video) yang pernah kita terima dan kirim walaupun file tersebut sudah kita hapus dan sudah tidak muncul dalam galeri, kecuali kita menghapusnya secara manual di folder media aplikasi tersebut. 


Opsi yang jauh lebih baik adalah menggunakan aplikasi manajemen berkas atau file explorer atau aplikasi pengelola file untuk menghapus berkas file secara permanen. Ada banyak aplikasi pengelola file gratis untuk Android, termasuk aplikasi Files dari Google


Mengapa harus menggunakan aplikasi manajemen berkas? 

Karena aplikasi yang menyimpan file tersebut tidak menyediakan menu untuk penghapusan data secara permanen. Contohnya seperti WhatsApp, Photo Google dst, maka kita butuh aplikasi File Explorer untuk mengakses langsung folder aplikasi tersebut dan menghapusnya secara manual.


Pilih berkas yang akan di hapus di plikasi pengelola file, lalu carilah menu untuk menghapus file. Kadang terdapat peringatan bahwa setelah melalui proses penghapusan maka tidak akan dapat diurungkan, lanjutkan lalu kemudian pilih Hapus lagi.



2. Manfaatkan Aplikasi Penghapus File atau File Shredder

Jika perangkat kamu menggunakan iOs, Windows atau Android versi lama, atau jika fitur enkripsi ponsel tidak  cukup meyakinkan bahwa file yang dihapus tidak benar-benar terhapus dan masih dapat dipulihkan, maka kita bisa memasang Aplikasi Penghapus File atau file shredder


Aplikasi ini akan menghapus secara aman file atau ruang penyimpanan di perangkat yang mungkin masih berisi data yang telah dihapus. Aplikasi Penghapus File pihak ketiga semacam Data Eraser, iShredder, Shreddit, dan semacamnya. Aplikasi-aplikasi penghapus file ini akan menawarkan ragam pilihan metode penghapusan yang dapat dipastikan permanen seperti NATO Standard, BSU TL-0342, US DOD 5220.22-M, NIST 800-88 compliant, Bruce Schneier, Peter Gutmann, NSA 130-2 dan metode algoritma penghapusan file lainnya.



3. Hapus File Penting dari Kartu Memori / SD Card

Kartu memori memang bisa menambah storage kapasitas penyimpanan ponsel, namun jika kita tidak waspada, kartu memory ini bisa berpindah tangan sekalipun ponsel masih dalam penguasaan kita. Maka jangan terlalu lama menyimpan file penting dalam memori card. 


Jika file penting yang ingin kita hapus tersebut terletak di kartu memori atau SD Card, bukan di penyimpanan memori internal handphone, maka berikut cara aman untuk menghapus file dalam kartu memori eksternal storage.


Hindari Pencurian Data dari Ponsel Anda, ini 3 Cara Mudah Menghapus File yang Aman


Pertama, buka Settings --> Storage --> SD Card. Temukan file yang ingin kamu hapus lalu hapus. Namun, ini tidak akan membuat file tersebut tidak dapat dipulihkan walau sudah dihapus, jadi kita perlu memformat kartunya juga. Jadi setelah menghapus file yang dimaksud, maka salin file lainnya ke tempat lain di luar drive atau kartu memori, barulah kemudian memformat (wipe) memori card storage tersebut.


Semoga dengan tips-tips menghapus file seperti di atas kita akan sedikit lega dari kekhawatiran pencurian data penting saat hanphone kita hilang atau berpindah tangan ke orang lain baik itu karena hilang, diberikan ke orang lain atau saat sedang diservis oleh pihak lain.


Semoga bermanfaat.


Selamat Merayakan Tahun Baru, Abaikan Aku yang Tak Ikut Merayakan

Selamat Merayakan Tahun Baru, Abaikan Aku yang Tak Ikut Merayakan


Sore ini hujan. Gak lebat sih, tapi cukup bikin basah jalanan. Kuputuskan gak pake jas hujan saja. Toh jaket ojol ini sudah cukup lumayan untuk melindungi badan dari hujan kecil. 


Laju motor tak terlalu kencang, cenderung santai menikmati gerimis di sore yang teduh. Aplikasi ojol sudah kumatikan sejak awal hujan tadi. Pengalaman-pengalaman tidak enak membuatku malas mengambil penumpang atau mengantar makanan hujan-hujanan.


Sepanjang jalan, banyak motor menepi di beranda toko-toko. Beberapa kawan-kawan ojol nampak di situ. Bernaung dan sekadar berlindung dari air hujan agar tidak kebasahan.


"Woiii....sini bro, ujan! Ngopi dulu lah!!" Teriak salah satu kawan ojol, sambil mengangkat gelas plastik berisi kopi. Kawan yang lain juga melambaikan tangan mengajak bergabung.


Aku hanya menggeleng lemah. Membunyikan klakson sebagai balasan. Kuteruskan laju motor hasil kredit yang setahun lagi akan lunas. 


Langit nampak semakin gelap. Semakin lama semakin cepat air yang turun dari langit. Hujan mulai deras dan bertambah lebat.


Tanggung, aku tak jadi berhenti untuk berlindung. Kubiarkan saja hujan ini menerpa tubuh. Jaket ojol ini tak sanggup lagi menahan air hujan yang banyak. Merembes, menembus hingga kulit. Sekujur tubuhku akhirnya basah.


"Lampu merah! Huh sialan!." Kutukku dalam hati. Sebal juga terhambat oleh lampu aneh ini. Angka di lampu mulai menghitung mundur. Dari angka 30.  Deuh! 


Di ujung jalan, di dekat serambi Pos Polisi, tampak seorang lelaki tua penjual terompet berteduh. Wajahnya murung dan lusuh, romannya sedih. Plastik yang menutupi dagangannya gagal melindungi seluruh terompet yang memenuhi pikulannya. Sebagian terompet untuk perayaan tahun baru itu rusak dan basah. 


Kasihan juga, pikirku. Terbayang di benakku, saat ia pulang nanti, ia hanya membawa berita kegagalan. Mungkin istri dan anak-anaknya saat ini sedang di rumah menunggu hasil jualan yang ternyata hanya harapan hampa.

 

Bapak Penjual Terompet Tahun Baru
Sumber: https://lihatfoto.com


Ku teringat di salah satu broadcast grup Whatsapp, yang memberitahukan akan larangan bagi umat muslim untuk meniup terompet di tahun baru. Entahlah, walau aku sedikit mengerti esensi larangan itu, tapi tetap saja kalau melihat tukang jualan terompet, merembet ke para pembuatnya, ke keluarganya dan semua mereka yang mengharapkan rezeki dan penghasilan di malam pergantian tahun, hati kecilku menjadi gamang. 


Jelas mereka hanya rakyat kecil yang mengharapkan rezeki dan mencari penghasilan lebih memanfaatkan momen setahun sekali. Untuk sekadar bertahan hidup lebih lama di hari-hari berikutnya. Apa yang salah dengan hal itu?.


Entahlah... Hal-hal seperti ini memang sering membingungkanku. Hanya saja sebagai mahluk sosial, hati kecilku tak terima jika kesempatan atau pintu-pintu rezeki mereka ditutup begitu saja tanpa penjelasan yang masuk akal.


Lamunanku buyar oleh suara klakson mobil di belakang. Sudah hijau rupanya. Kulajukan motor hati-hati. Sebelahku motor jenis RX-King meraung-raung, melaju dengan kencang. Merebak membelah genangan air di depan, muncratan air yang ia sebabkan di kanan kirinya, indah juga. Lihat motor itu, aku teringat bung IM sekjen, yang hobby motor seperti itu.


Akibat lamunan di lampu merah tadi. Aku jadi sadar bahwa sekarang adalah malam menjelang tahun baru. Malam nanti pasti banyak yang melek. Menunggu detik-detik pergantian tahun. Macam-macam kegiatan sukacita untuk merayakan malam tahun baru. Entah merayakan apa. Bagiku sama saja. Hari-hari yang harus dilewati dengan kerja keras, jungkir balik memeras keringat.


Terngiang berita-berita di media, bahwa awal tahun baru ini pemerintah berniat menaikkan macam-macam harga. Iuran BPJS, tarif listrik, cukai rokok, tarif jalan tol, dan lain-lain, ku tak ingat lainnya. 


Sialan! Entah apa yang mereka rayakan dengan gegap gempita saat malam pergantian tahun. Apakah merayakan penderitaan yang semakin kelam untuk rakyat miskin seperti kami? 


Tak terasa air mataku malah mengalir. Membayangkan harga-harga yang harus kupenuhi. Membayangkan seringai para pembuat kebijakan di pemerintahan. Para pembuat kebijakan yang meremehkan untuk berpihak pada rakyat miskin.


Air mataku, air mata geram. 

Air mataku,  air mata tak berdaya.

Air mataku, air mata yang hanya penuh sumpah serapah.


Air mata itu semakin deras. Tanggung,  Kumenangis sekencang-kencangnya. Berharap hujan lebat menyamarkan tangisanku. Tak ada yang tahu.


Sementara rumahku semakin dekat. Langit semakin pekat, menjelang maghrib rupanya. Aku malu jika terlihat menangis, cengeng. 


Kubuka saja helm ojol ini. Kubiarkan air hujan menerpa kepala, membasahi seluruh wajah, agar istri dan anak-anak tak tahu kalau aku menangis.


Selamat Tahun baru.

Selamat apa ??!!!

Sialan!


_________________
Penulis: Yous Asdiyanto Siddik 
Selasa, 31 Desember 2019


Deras Hujan Memberkahi Milad 4 Cinong Bekasi di Panjibuwono Babelan

"Jangan lupa, entar jam 8 anterin si bontot lomba," kata istri saya.

"Ok cyin, tar abis ngopi dianterin," jawab saya santai mendengar peringatan yang sudah diulang-ulang sejak beberapa hari lalu.

Milad 4 Cinong Bekasi Ruko The Plaza Perumahan Panjibuwono Kedung Pengawas Babelan


Sekira jam 8;30 WIB barulah saya sampai di Ruko The Plaza Perumahan Panjibuwono di Desa Kedung Pengawas, Kec. Babelan, Bekasi. Setelah registrasi ulang saya mengantar si bontot mencari tempat yang tersedia, ternyata para peserta lomba sudah duduk rapih memenuhi tenda dengan alat gambar masing-masing. Saya sebenarnya berharap jadwal lomba ngaret, tapi ternyata kami terlambat, karena rupanya lomba benar-benar dimulai jam 8 teng.


Lomba mewarnai dalam rangka Milad Cinong Bekasi ke 4 boleh dibilang berjalan sukses. Acara yang diminati anak-anak ini dimulai sejak pagi hari hingga menjelang siang diakhiri dengan sesi pembagian piala kepada para pemenang setiap kategori. Lomba yang terbagi dalam 3 kategori ini dilaksanakan di pelataran Ruko The Plaza Perumahan Panjibuwono di Desa Kedung Pengawas, Kec. Babelan, Bekasi, Minggu, 6 Desember 2020. 


Walau sempat terhenti karena hujan lebat yang disertai tiupan kuat angin, Lomba mewarnai sebagai salah satu rangkaian acara peringatan Milad ke-empat Perguruan Silat Cinong Bekasi ini terselesaikan dengan baik. 


Di tengah lomba, angin dan awan mendung sempat membuat Kak Mae selaku pengasuh Sanggar Lukis Cinong Bekasi dan juga ketua panitia lomba khawatir kalau tiba-tiba akan hujan dan membuat peserta lomba terganggu. Namun sampai lomba selesai hanya rintik hujan dan angin yang membuat suasana menjadi dingin. 


Tak lama setelah lomba selesai, barulah hujan mulai turun, seakan-akan menunggu adik-adik peserta lomba menyelesaikan lombanya. 


"Alhamdulillah lomba mewarnai anak-anak sudah selesai," kata Kak Mae lega saat berteduh di Warkop DKI Panjibuwono menghindari derasnya hujan.


Hujan yang turun dengan lebat ini membuat para peserta lomba dan orangtuanya, serta hadirin berteduh di bawah kanopi ruko, ada juga yang masuk ke dalam kafe-kafe dan ruko yang ada. Kafe-kafe dan warung atau saung kuliner di Ruko The Plaza Perumahan Panjibuwono dipenuhi pengunjung yang berteduh, para pelayan menjadi sibuk melayani pesanan para pengunjung. Hujan yang membawa berkah untuk para pemilik lapak jajanan kuliner.


Saat hujan mulai reda, Bang Jamal selaku ketua Yayasan Generasi Emas Cinong Bekasi (GECB) beserta dengan para pelatih dan pembina mengumpulkan murid-murid Cinong Bekasi untuk kembali menyemangati panitia dan anggota agar acara kembali dilanjutkan walau genangan air sisa hujan membuat lokasi menjadi becek.


"Siapa kita? Cinong Bekasi!"

"Siapa kita? Cinong Bekasi!"


Terdengar keras teriakan-teriakan yang disertai yel-yel penyemangat memecah kebisuan. Tatapan semangat barisan anak-anak berpakaian silat anggota perguruan Silat Cinong Bekasi sepertinya kembali bangkit melawan sisa gerimis yang masih turun. Dan acara yang sempat terhenti karena hujan kembali berjalan. 


Dimulai dengan 4 penari cilik dari Sangar Tari Cinong Bekasi menampilkan kebolehan mereka membawakan Tari Manuk Dadali yang kemudian langsung disusul 6 penari remaja membawakan Tari Genjring Party. Tari Genjring Party yang enerjik ini sepertinya merupakan perpaduan tari tradisional yang dikreasikan dengan tarian modern. Cocok untuk menggairahkan kembali suasana yang tadinya garing karena hujan deras. Selain terhibur, tari ini juga berhasil membuat para hadirin kembali merapat ke area panggung.

Milad 4 Cinong Bekasi Ruko The Plaza Perumahan Panjibuwono Kedung Pengawas Babelan

Hari semakin siang ketika adik-adik pencak silat menampilkan seni pencak silat beregu putra, Serang-Bela anak-anak Putri, Tunggal Baku Jurus IPSI, Serang-Bela Remaja Putra dan seterusnya hingga acara kembali dihentikan karena hujan kembali turun. Selain karena alasan kesehatan, acara diberhentikan karena khawatir terjadi korsleting listrik yang membahayakan. Namun semua rangkaian acara yang disusun panitia Milad 4 Cinong sudah selesai, walaupun ada acara yang terpaksa dipindahkan ke Saung Pusat Cinong  di Babelan Kota karena situasi yang tidak mendukung di lokasi acara.


Ruko The Plaza Perumahan Panjibuwono sebagai lokasi acara bukan tempat asing buat teman-teman Cinong Bekasi. Sebelumnya mereka sudah pernah menampilkan atraksi silat dan tradisi palang pintu pada Minggu malam 11 Oktober 2020 saat menyambut  kedatangan Tim Bekatul ke Kafe TKP, salah satu kafe di  Ruko The Plaza.


Hujan hari itu tidak membuat murid-murid Cinong Bekasi yang didominasi remaja ini patah semangat, mereka tetap menampilkan performance terbaik mereka. Matras dan lantai yang licin, angin dingin dan gerimis yang terus saja turun, sepertinya justru membuat mereka tambah energik memperagakan gerakan-gerakan dan jurus-jurus silat dibandingkan jika melakukannya di bawah panas siang yang terik seandainya saja tidak hujan.


Pada akhirnya faktor hujan lebat dan angin kencang yang merubuhkan salah satu tenda acara menjadi sarana langsung ujian mental, gak perlu visualisasi & imagery karena sudah terjadi di depan mata. Tinggal bagaimana soal memilih respon positif yang terbaik untuk menjawab keadaan yang ada. 


Selesai acara, beberapa adik-adik murid Cinong Bekasi tampak bermain di genangan air hujan. Wajah-anak-anak yang tidak bisa berbohong itu memancarkan kepuasan dan kebahagiaan, menghapus lelah para panitia penyelenggara acara Milad 4 Cinong Bekasi. 


Saya rasa wajah-wajah mereka tidak akan segembira itu jika saja mereka gagal menampilkan performance yang sudah sekian lama mereka latih. Ya, memang semangat di balik perhelatan acara ini sebagian besar adalah guna menyediakan wadah kepada kalian para generasi emas Cinong Bekasi, memberikan panggung atau kesempatan kepada adik-adik dan generasi muda untuk tampil menunjukkan ekspresi dan prestasi. 

Milad 4 Cinong Bekasi Ruko The Plaza Perumahan Panjibuwono Kedung Pengawas Babelan


Baca Juga: Sejarah Cinong Bekasi


Seminggu kemudian, (Sabtu 12 Desember 2020) di Saung Pusat Cinong Bekasi, saat rapat evaluasi sekaligus pembubaran panitia, saya sampaikan bahwa acara Milad 4 Cinong di Panjibuwono juga adalah tolok ukur kemampuan dan pelajaran untuk semua anggota dalam merencanakan, melaksanakan kegiatan atau event di luar. Kegiatan ini akan menjadi modal pengalaman untuk kegiatan-kegiatan selanjutnya, terlebih jika kegiatan tersebut merupakan event berskala lebih besar, maka para anggota Cinong Bekasi sudah memiliki pengalaman sebagai event organizer atau penyelenggara acaranya sendiri.


Selamat Milad Ke-4 Cinong Bekasi, selamat naik kelas, semoga semakin bermanfaat untuk masyarakat, amiin.


Milad 4 Perguruan Silat Cinong Bekasi sukses terselenggara dengan didukung oleh: Panjibuwono Residence, Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Bekasi, Pemdes Kedungjaya, Babinsa Kedungjaya, Komunitas Anak Betawi Bujug Buneng, Crew Dikadalin TV, Warkop DKI, Prasbhara Polsek Babelan, Komunitas Onthel Babelan Klasik (KOBAK), Saung Asyila, Obon Tabroni Center, Komunitas Fotografi Babe'lens, Persatuan Pencak Silat Indonesia (PPSI) Kabupaten Bekasi, Perguruan dan Padepokan Silat di Babelan dan sekitarnya, serta pihak-pihak yang tidak tercantum di sini karena kealpaan saya. (mohon diingatkan)


-----------

Pada saat yang sama (Minggu, 6 Desember 2020) hujan lebat dan angin kencang menyebabkan Greenlab di Sekolah Alam Prasasti rubuh tertiup angin, juga terjadi kecelakaan perahu wisata yang terbalik di pesisir Tarumajaya Kabupaten Bekasi.


TELISIK NAMA KAMPUNG MUARA BLACAN

Kali Blacan Muaragembong  TELISIK NAMA KAMPUNG MUARA BLACAN
Kali Blacan Muaragembong 


TELISIK NAMA KAMPUNG MUARA BLACAN

Kampung Muara Blacan (disingkat Kp. Muara Blacan) adalah kampung yang kini sudah tidak lagi menjadi lahan pemukiman. Kampung ini berada dalam wilayah desa Pantai Mekar di sebelah utara dan wilayah desa Pantai Harapan Jaya di sebelah selatan yang dibatasi dengan Sungai Blacan berada di wilayah kecamatan Muaragembong kabupaten Bekasi.


Ada yang unik tentang kampung ini, karena sulitnya mencari informasi terkait asal usul nama kampung, seolah-olah kampung Muara Blacan ini tak pernah ada. Saya mencoba membuka tabir kegelapan ini dengan menelusuri tempat, mencari peninggalan, peta arsip maupun berita koran kuno. 


Pernah juga ditemani Komarudin Ibnu Mikam (seorang pegiat budaya), Yusuf Maulana (pegiat sosial lingkungan) dan Junaedi / Didi (mantan kepala dusun I desa Pantai Sederhana). Dan ternyata, di Kp. Muara Blacan ini pernah ada peradaban yang tidak kalah dengan peradaban yang ada di kampung lain pada zamannya.


MUARA BLACAN Secara Etimologi

Secara etimologi, kata MUARA menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah tempat berakhirnya aliran sungai di laut, danau, atau sungai lain; sungai yang dekat dengan laut. Sedangkan kata BLACAN menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dari bahasa Jawa adalah Kucing Hutan atau dalam sebutan orang di Muaragembong adalah Macan Memeng.


TELISIK NAMA KAMPUNG MUARA BLACAN Blacan Kucing Hutan /Macan Memeng
Blacan Kucing Hutan /Macan Memeng


Jadi, MUARA BLACAN adalah Muara sungai yang banyak Kucing Hutannya.


Hal ini menjadi sesuatu yang logis jika sebelumnya wilayah yang menjadi perkampungan Muara Blacan sebelumnya adalah hutan belantara yang banyak Kucing Hutannya sezaman dengan Kp. Muara Gembong di sebelahnya yang awalnya banyak dihuni Harimau Loreng. 


MUARA BLACAN Secara Histori

Kp. Muara Blacan ini adalah nama kampung yang dibuka dan didirikan oleh eks tentara Mataram yang tidak kembali ke Mataram karena khawatir atas konsekwensi yang akan diterima dari Sultan Agung Hanyokrokusumo atas kegagalannya menyerang VOC di Batavia pada tahun 1628 dan 1629 M.


Seiring waktu yang terus berjalan, Kampung Muara Blacan pun hilang. Hilangnya perkampungan ini karena ditinggalkan penghuninya karena akses transportasi ke kampung Muaragembong sulit. Sungai Blacan yang berhulu di Citarum mengalami pendangkalan akibat sedimentasi lumpur banjir musiman. 


Sekalipun demikian, namun dari artefak yang ditemui, di Kp. Muara Blacan ini pernah ada pengolahan Kerang Putih skala perumahan, tentunya untuk dijual ke Batavia dilihat dari jumlah kulitnya yang sudah ratusan karung dimanfaatkan para petambak untuk menguruk tepi Pintu Air sebagai pencegah ikan Sembelang bersarang di sisi pintu air yang dapat mempercepat kebocoran tambak. 


Dan terhadap yang menyebut BELACAN yang berarti TERASI, bisa juga benar, seiring perkampungan yang berpotensi membuat terasi. Tapi tentunya penamaan Belacan yang berarti Terasi setelah banyaknya penduduk dan didahului Blacan yang awal dihuni. 


Dan jika kata Belacan mengacu kepada kulit Kerang Putih yang banyak ditemukan, maka sebenarnya tidak ada kaitannya, sebab bahan baku terasi bukan dari Kerang Putih tapi udang rebon atau ikan kecil (untuk jenis terasi ikan).


Di Kp. Muara Belacan ini disinyalir dulu dihuni oleh orang-orang yang secara ekonomi sudah mapan, dilihat dari temuan alat Rumah Tangga yang digunakan berbahan Keramik buatan China, Belanda dan bahkan buatan Jepang. Jepang dalam hal ini bukan Jepang yang menjajah Indonesia 1942-1945, karena perkampungan Muara Blacan sudah hilang di tahun 1915. Ditemukan juga gerabah jenis periuk, paso, jambangan, bata tegel dan lain-lain.


Di kampung ini berdasarkan artefak diyakini pernah berdiri Masjid Alam (peta 1902) dan yang berdiri sekarang, posisinya telah bergeser sekitar 700 m dari posisi awalnya. Secara usia tidak berjauhan dengan Masjid Alam Al Mutaqoddimin yang ada di Kp. Gaga desa Pantai Sederhana kecamatan Muaragembong Kabupaten Bekasi Jawa Barat.. 


Disebut Masjid Alam Blacan karena awal ditemukan tidak ada plang nama atau bukti lain yang mengisyaratkan nama masjid tersebut.


Baca juga: Ekowisata Mangrove ke Masjid Alam Blacan Muaragembong


Penulis: Syakiran. 09092019
Facebook Grup Wisata Sejarah Bekasi




"Setiap Pramuka Adalah Pewarta", Ngopi Bareng Pramuka Ambalan Dewakarni SMKN 1 Babelan

Setiap Pramuka Adalah Pewarta
Infografis Setiap Pramuka Adalah Pewarta 



Visi: Mewujudkan anggota Gerakan Pramuka yang relevan sesuai kebutuhan zaman mereka untuk melakukan perubahan yang lebih baik lagi dalam kehidupannya.

Misi: Mengarahkan dan menjadikan kaum muda agent of change (pelopor pembaharu) yang lebih inovatif, relevan, dan berguna bagi bangsa, Negara, masyarakat Indonesia sesuai marwah Gerakan Pramuka yang berkarakter, berkebangsaan dan memiliki kecakapan hidup.

Demikian visi dan misi Kepengurusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka masa bakti 2018-2023 yang dipimpin oleh Komjen Pol (Purn) Drs. H. Budi Waseso yang resmi terpilih sebagai Ketua Kwarnas dalam Musyawarah Nasional (Munas) X Gerakan Pramuka tahun 2018 di Kendari, Sulawesi Tenggara, 25-29 September 2018 lalu.

Selanjutnya, salah satu dari tujuh Program Prioritas Kwarnas Gerakan Pramuka Masa Bakti 2018-2023 adalah: 

Membangun citra positif Gerakan Pramuka dengan mewujudkan kapasitas informatika, integritas dan kompetensi komunikasi publik di era digital.

Dalam Rakernas yang dilaksanakan pada 19-21 Februari 2020, Program Prioritas Kwarnas nomor 6 ini diterjemahkan menjadi dua sasaran strategis oleh Komisi Kehumasan & Informatika Kwarnas, yaitu;  Membangun citra positif Gerakan Pramuka dan Re-branding Gerakan Pramuka. Dalam paparan Komisi Kehumasan & Informatika ini dilaporkan pula kegiatan mempopulerkan tanda pagar (tagar) atau hashtag  #SetiapPramukaAdalahPewarta di media sosial.

Tagar "Setiap Pramuka Adalah Pewarta" tidak bermakna berbeda dengan semboyan “Setiap Pramuka Adalah Kantor Berita” yang menjadi semboyan Kwarnas Gerakan Pramuka dalam kepemimpinan Dr. H. Adhyaksa Dault masa bakti tahun 2013 - 2018.

Kata Setiap Pramuka Adalah Pewarta ini juga saya baca pada e-flyer Pelantikan Kenaikan Tingkat Pramuka Penegak Bantara Ambalan Ki Hajar Dewantara - R.A. Kartini (Dewakarni), SMKN 1 Babelan Gudep 02117-02118 yang dilaksanakan di Rumah Pelangi Bekasi pada tanggal 21-22 Desember 2020.

Setiap Pramuka Adalah Pewarta, Ngopi Bareng Pramuka Ambalan Dewakarni SMKN1 Babelan
E-flyer Pelantikan Kenaikan Tingkat Pramuka Penegak Bantara
Ambalan Ki Hajar Dewantara - R.A. Kartini (Dewakarni), SMKN 1 Babelan

Mengutip dari salah satu tulisan di laman kumparan.com (2017/05/03), semboyan "Setiap Pramuka Adalah Pewarta" tujuannya adalah supaya setiap anggota gerakan Pramuka memiliki kesadaran sebagai pemilik, pemimpin redaksi, sekaligus wartawan bagi akun media sosialnya. Tanggung jawab yang tinggi terhadap suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan.

Lebih lanjut besar harapan dari semboyan Setiap Pramuka Adalah Pewarta adalah agar setiap anggota gerakan Pramuka mempunyai kemampuan menulis tentang aktivitas Pramuka, produk lokal spesifik lokalita, kegiatan pemuda, destinasi pariwisata, berbagai kuliner, informasi tentang budaya, eksplore potensi daerah, dan banyak hal positif lainnya.

Dari 2 poin tersebut saya merangkum 4 poin sebagai sasaran dari semboyan Setiap Pramuka Adalah Pewarta dalam sebuah infografis sederhana seperti gambar paling atas.

Intinya, Pramuka masa kini harus bisa mengkolaborasikan kegiatan Pramuka konvensional dengan penguasaan teknologi informatika. Aksi sosial tetap menjadi kegiatan utama dengan merevitalisasi nilai budaya bangsa yakni gotong royong yang kemudian didokumentasikan dan dikemas dalam publikasi konten yang positif dan inspiratif.

Isu demikian sudah diakomodasi oleh Kwarnas tentunya juga Kwarda hingga ke bawahnya cukup sadar akan pentingnya isu Re-branding Gerakan Pramuka yang berhubungan erat dengan kehumasan dan publikasi-publikasi yang dihasilkan oleh setiap anggota Pramuka di akun media sosialnya masing-masing.

Menimbang hal di atas, maka dalam infografis sederhana yang saya buat itu, saya masukkan 4 poin sasaran yang hendak saya sampaikan pada adik-adik Pramuka dalam sesi sharing saya.

4 sasaran dalam infografis Setiap Pramuka Adalah Pewarta itu adalah:


1. Aksi

Aksi di sini adalah kegiatan Pramuka secara umum, kegiatan sosial kemasyarakatan dan semacamnya. Hal ini sudah biasa dilakukan dan tidak diragukan lagi peran aktifnya dalam kegiatan sosial baik dalam situasi bencana maupun kegiatan-kegiatan rutin yang menjadi aksi Pramuka.

2. Dokumentasi

Dalam setiap aksinya, hendaknya kegiatan tersebut didokumentasikan dengan baik, sehingga tersedia  lengkap bahan untuk laporan dan evaluasi kegiatan. 

3. Konten Kreatif

Hasil dokumentasi yang baik juga dapat menjadi bahan untuk membuat ragam konten kreatif yang berisikan pesan-pesan positif dan inspiratif. Ketersediaan bahan dapat menentukan kualitas sebuah konten yang akan dibuat. Konten juga dibuat dengan berbagai macam bentuk agar dapat menyesuaikan dengan wadah publikasi dan sasaran yang hendak dicapai.

4. Publikasi

Konten hasil kreasi dari dokumentasi pada akhirnya dipublikasikan dengan menggunakan banyak wadah saluran. Baik itu tulisan, poster, video dan lain sebagainya. Jejaring media sosial dan internet memudahkan publikasi konten, sehingga kita dapat memanfaatkannya dengan sebaik mungkin. 


Sasaran nomor 1 dan 2 saya kira adik-adik Pramuka sudah paham maksudnya, sehingga saya langsung lompat membahas sedikit ke sasaran nomor 2 dan 3.

Pada saat sesi sharing, saya sudah jelaskan makna kata pewarta yang lebih saya arahkan ke pengertian "konten kreator", sehingga adik-adik Pramuka ini sadar bahwa dirinya adalah seorang pembuat konten yang memiliki tanggung jawab sosial terhadap isi dari media sosial mereka.

konten kreator
konten kreator


Semua yang hadir, kurang lebih 20 siswa ini mengaku memiliki akun media sosial baik akun Facebook, Youtube, TikTok, Instagram dan seterusnya. Beberapa mengaku aktif menggunakan media sosial tersebut namun belum menggunakannya sebagai media publikasi hasil konten kreasinya yang penyampaian pesan atau informasi sebagaimana diharapkan dalam slogan "Setiap Pramuka Adalah Pewarta".

Wajar saja, karena untuk menjadi konten kreator dan memenuhi misi seperti itu dibutuhkan lebih dari sekadar kesadaran, tapi pelatihan-pelatihan agar mereka memiliki kemampuan dasar memproduksi konten yang baik. Khususnya konten seputar kegaitan kepramukaan yang mereka lakukan.

"Setiap Pramuka Adalah Pewarta", Ngopi Bareng Pramuka Ambalan Dewakarni SMKN1 Babelan
Sharing "Setiap Pramuka Adalah Pewarta" di Rumah Pelangi
Foto by: Adit Rungi

Mengenai konten, sebelumnya juga saya sudah berbagi dengan Adik-adik SMA Sekolah Rakyat Babelan saat acara LDKS di Sekolah Alam Prasasti pada hari Sabtu tanggal 28 November 2020. Materi yang hampir sama juga saya sampaikan, mengenai konten dan mendorong mereka agar menjadi kreator konten, minimal untuk publikasi kegiatan mereka di sekolah. 

Para generasi muda ini sebagian besar akrab dengan media sosial, walau sebagian besar masih menjadi konsumen setidaknya mereka perlu didorong terus untuk berani dan mampu memproduksi konten-konten yang bermanfaat. Beberapa orang memang sudah mulai memproduksi konten, baik itu tugas dari sekolah atau inisiatif pribadi, saya berharap ke depannya sekolah-sekolah bisa mendorong dan mengapresiasi murid-murid yang berprestasi dalam pembuatan konten kreatif.

Semoga setelah sharing ini mereka paham mengenai bentuk-bentuk konten, mulai berani membuat konten untuk memperbanyak konten positif di dunia maya, berkreasi sesuai minat mereka dan dapat memanfaatkan media sosial dengan tepat untuk kebaikan dirinya dan masyarakat.

Dari bahan ini hanya sedikit yang sempat saya sampaikan pada adik-adik Pramuka Penegak Bantara  Ambalan Ki Hajar Dewantara - R.A. Kartini (Dewakarni), SMKN 1 Babelan, mudah-mudahan tulisan ini dapat mengisi apa yang belum dapat saya sampaikan pada saat pertemuan sore yang menyenangkan itu. []


Rumah Pelangi Bekasi
Senin, 21 Desember 2020.




MOGOK NASIONAL

MOGOK NASIONAL BURUH


Ada sebuah kerajaan di sebelah utara kepulauan Madagaskar. Saat ini, sedang ada gonjang-ganjing di kerajaan itu, penyebabnya adalah buruh-buruhnya sedang gelisah karena akan melakukan mogok nasional.


Di sebuah tempat tersembunyi yang terhalang oleh pohon-pohon raksasa peninggalan jaman purba, berdiskusilah para pimpinan buruh. Pimpinan dari berbagai serikat buruh kerajaan. Tempat yang merupakan sebuah ruangan lumayan besar, dan puluhan orang sedang berkumpul di dalamnya.


"Kita harus secepatnya melakukan mogok nasional ini!" seru Ngadiroen, seorang pimpinan Serikat Buruh Elektronik.


"Setuju!"


"Sepakat!"


"Ayo! Gak pake lama"


Berbagai tanggapan dari orang-orang yang hadir.


"Bagaimana cara mogoknya?" tanya Soemirjand, ia adalah salah seorang pimpinan Serikat Buruh Kain Kulit Kayu, terkenal pemberani.


"Stop Produksi! Kita penuhi jalan-jalan!" teriak Kertoelontoe, pemuda yang hampir membakar dirinya di alun-alun kerajaan saat demo PP69 beberapa tahun yang lalu.


"Betul! Sweeping semua pabrik, keluarkan seluruh buruhnya!." Seorang wanita bernama Juliet dengan semangat berteriak sambil mengacungkan tangan kirinya yang penuh gelang emas mulai dari pergelangan hingga siku.


Ngadiroen mengangkat kedua tangannya, meminta hadirin tenang. Kemudian ia berkata, "Mogok dengan cara itu sudah sering kita lakukan, hanya pertama kali yang berhasil, ke sininya kita dibubarin paksa, babak belur dihajar ponggawa kerajaan, belum lagi ancaman preman-preman bayaran dari tuan modal, ada ide lain?."


Hening sesaat.


"Kita coba lagi, asal kita kompak, semua buruh stop mesin produksi, kemaren-kemaren kita gak kompak, makanya gampang dibubarin!," sahut Kertoelontoe dengan semangat.


"Jika tetap dibubarkan paksa oleh ponggawa dan preman bagaimana?."


"Kita lawan!."


"Lawan bagaimana?."


"Ya, kita lawan sampai titik darah penghabisan! Pantang mundur sebelum menang! seperti slogan kita!." teriak Gendoer berapi-api, seorang pimpinan buruh Otomokar.


"Kalo kita di hajar?."


"Hajar balik!."


Ngadiroen menggeleng-gelengkan kepalanya. Wajahnya berkerut sedih. 


"Jika yang melawan itu aku atau kalian yang ada di sini, aku yakin, kita semua akan berani, tapi beranikah buruh-buruh itu?  Buruh-buruh perempuan? Buruh yang baru kawin? Buruh yang punya cicilan pedati baru? Buruh yang biasa hidup di ruangan berpendingin? Buruh yang istrinya baru melahirkan?."


Ruangan itu hening. Orang-orang yang hadir saling berpandangan.


MOGOK NASIONAL BURUH


"Mereka, buruh-buruh anggota kita harus berani! Lagipula mereka gak akan melakukan kekerasan terhadap buruh perempuan!," sanggah Juliet dengan yakin.


"Siapa bilang mereka gak akan berani menyakiti buruh perempuan? Ingat aksi demo di pabrik obat di ujung kerajaaan? Para ponggawa biadab itu menyemprotkan air merica ke mata buruh-buruh perempuan yang sedang duduk mogok di sana!," sahut Ngadiroen berapi-api.


Juliet terdiam, ia ingat kejadian itu beberapa waktu lalu, karena ia termasuk yang ikut disemprot matanya dengan merica. Pedihnya seperti baru ia rasakan sekarang, tak sadar tangannya menyeka matanya yang tiba-tiba berair.


Ruangan itu kembali hening. Semua orang diam, sibuk dengan pikirannya masing-masing.


Beberapa saat kemudian Soemirjand bersuara, "Lalu bagaimana baiknya?."


Ngadiroen mengambil sebatang rokok bako yang dilintingnya sendiri, membakarnya, lalu mengisapnya dalam-dalam, kemudian ia hembuskan asapnya perlahan. Semua mata memperhatikan asap itu menari-nari di ruangan, lalu memudar, dan akhirnya hilang meninggalkan bau khas tembakau murahan.


"Begini, sebaiknya ki..."


"Maaf, boleh saya bicara?." 


Seseorang memotong pembicaraan Ngadiroen. Semua orang menoleh ke salah satu sudut ruangan, di mana seorang pemuda kurus, dengan lengan penuh tatto hingga lehernya, berdiri dengan mata yang seperti mengantuk.


Ngadiroen mengangkat dagunya memberi isyarat agar pemuda itu bicara.


"Saya Abutalas, pimpinan Serikat Buruh Kirim-Kirim," katanya memperkenalkan diri. Ia diam sejenak sambil memperhatikan semua orang yang memandangnya dengan tatapan aneh.


"Sebelumnya saya tanya dulu, mogok yang dimaksud itu apakah mogok kerja?," tanyanya entah pada siapa.


"Iya!," beberapa orang menyahut kompak. Ngadiroen mengangguk.


"Apakah mogok kerja harus selalu datang ke pabrik?," tanya lagi Abutalas.


Tak ada yang menjawab. Ada yang menggeleng, ada yang mengangguk. Abutalas tersenyum.


"Jika mogok nasional adalah gak kerja bareng-bareng seluruh buruh di seluruh kerajaan, terus ngapain pergi ke pabrik? Di rumah saja, seperti yang saya instruksikan ke anggota serikat Kirim-Kirim yang jutaan jumlahnya."


Hadirin memandangnya sambil melongo. Abutalas tak peduli tatapan orang-orang, ia melanjutkan.


"Saya instruksikan mereka, jika instruksi Mogok Nasional muncul, gak usah berangkat ke pabrik, diam di rumah, di kontrakan-kontrakan, di kost-kost-an, ngapain buang tenaga berantem dengan preman? baku hantam dengan ponggawa kerajaan yang peralatannya lebih komplit?," papar Abutalas menggebu-gebu.


Para hadirin masih tak bersuara, beberapa mulai mengangguk -angguk.


"Lahhhh! Bilang aja kau takut!," teriak Gendoer meremehkan.


Abutalas menatap Gendoer dengan tajam. Rahangnya bergetar. 


"Gak ada kamus takut dalam hidup saya! Kau kira siapa yang menghancurkan sarang preman kalau bukan anggota serikat kami saat pendopo buruh luluh lantak diserbu mereka? Kau kira siapa yang menjadi martir menahan gelombang pasukan ponggawa agar buruh-buruh lain termasuk anggotamu, dan pabrikmu selamat dari amukan mereka? Saya dan anggota saya! Dan di mana kalian saat itu?? Saat anggota saya mampus dipukuli oleh aparat dan preman? Sampai beberapa orang sekarat hampir mati! Hah!?." 


Gendoer terdiam. Abutalas masih bergetar badannya karena emosi yang diluapkannya barusan. Tak terima dibilang takut. Ngadiroen masih menghisap bakonya, memperhatikan kelanjutannya.


MOGOK NASIONAL BURUH


"Itulah yang saya maksud. Ngapain mengorbankan anggota untuk berperang dengan mereka? Jika masih ada cara yang cukup efektif untuk melakukan mogok kerja. Toh, sama saja. Mesin-mesin berhenti meraung. Kain akan tetap menjadi kain. Pabrik sepi seperti gedung mati. Kecil kemungkinan resiko anggota kita bentrok dengan mereka." 


Semakin banyak yang mengangguk-angguk. Mereka memandang Abutalas dengan kagum. Tak ada lagi tatapan aneh.


"Dan kita sebagai pimpinan yang ambil resiko itu! Kita undang pihak kerajaan untuk diskusi. Jika tak mau, lanjutkan mogok itu. Dan kali ini, gak usah tanggung-tanggung, kita mogok hingga tuntutan kita mereka kabulkan!," kata Abutalas dengan semangat makin menjadi-jadi.


Beberapa orang bertepuk tangan sambil bersorak sorai, setuju dengan usulnya. Kemudian suasana kembali hening, Abutalas tak lagi berbicara, ia sudah kembali ke sudutnya. Semua mata kini memandang Ngadiroen yang tiba-tiba dianggap sebagai pimpinan di situ.


Ngadiroen merenung.  Tak semudah itu pikirnya. Lalu kembali mengisap bako murahnya dalam-dalam. Lama sekali. Kemudian menghembuskan asapnya ke atas. Ke langit-langit, tempat para Langitan berada.


*********


END


Note:

Republik Madagaskar, adalah sebuah negara pulau di Samudra Hindia, lepas pesisir timur Afrika. Pulau Madagaskar adalah pulau terbesar keempat di dunia. Selain pulau utama, beberapa pulau kecil di sekitarnya juga menjadi klaim republik ini, yaitu Pulau Juan de Nova, Pulau Europa, Kepulauan Glorioso, Pulau Tromelin Island, dan Bassas da India. Dan cerita di atas gak ada hubungannya sama sekali dengan pulau-pulau itu. Kesamaan nama dan tempat hanya khayalan ane karena mabok kebanyakan ngopi. Piss!


_________________
Penulis: Yous Asdiyanto Siddik 
Sabtu, 22 Februari 2020


Jangkrik Yang Malang, Kalajengking Yang Kejam

 Jangkrik Yang Malang Kalajengking Yang Kejam


Jangkrik VS Kalajengking


Hari yang aneh. Sebentar hujan, sebentar panas. Bosan menunggu handphone yang sedang bisu, akhirnya nongkrong di pelataran ruko lagi.

Pas ada jangkrik yang sedang berkelahi dengan kalajengking. Sepertinya si jangkrik ini pemberani, padahal dia hanya bisa menyeruduk. Sedangkan kalajengking punya capit tajam dan sengatan ekor belakang yang berbisa. 

Seru juga melihatnya. Si jangkrik pantang mundur, sibuk berloncatan ke sana ke mari, menghindari capitan dan sengatan si kalajengking. Sesekali ia berhasil menyeruduk mengenai tubuh kalajengking yang tebal.

Kalajengking hanya tersenyum sinis. "Cuman segitu doang kemampuanmu,?" mungkin begitu yang ada di pikiran Kalajengking. 

Setelah berkali-kali ia mencapit, menyengat, tetapi tidak kena-kena, akhirnya kesal juga. Segera ia menggunakan strategi ampuh. Capitnya ia turunkan, ekor sengatnya ia sembunyikan. Seakan tak bersenjata, dia hanya berdiam, menunggu serudukan si Jangkrik.

Jangkrik, yang melihat kesempatan itu, langsung mengambil tindakan, dengan kuda-kuda yang kuat, ia melompat sambil menyeruduk dengan tenaga penuh. Yang tempo hari berhasil membuat raja jangkrik tak berdaya saat melawannya.

Huupp!
Krekkk!
Buk!

Tubuh si Jangkrik melayang lalu jatih ke tanah. Tubuhnya terbelah dua. Sebagian hangus tersengat racun.


Jangkrik yang malang, Kalajengking yang kejam.


"Huh! Curang! Ya jelas saja dia menang, senjatanya banyak! Capit, sengat! Curang!," kata orang yang ikut menonton di sebelahku.

"Yaelah! Jangkriknya aja yang gak tau diri! Gak punya senjata maen lawan kalajengking! Ya mati konyol, kan?" kata orang di sebelahnya.

Ramai orang-orang berbincang perkelahian yang tak seimbang itu. Sementara si Kalajengking berjalan menuju lubangnya dengan gagah, dada dibusungkan, bangga dengan kemenangannya. Aku hanya tertegun, melihat tubuh jangkrik terbelah dua. 

Pikirku, seandainya saja si Jangkrik dipinjami capit atau sengat, tetap tak akan mampu melawan kalajengking yang semasa hidupnya memang terlatih menggunakan senjata di tubuhnya itu.

Hanya saja, jika si Kalajengking punya rasa kebinatangan, melihat Jangkrik yang bukan lawan sepadan, pasti ia hanya menggunakan ekornya untuk mengibaskan Jangkrik agar pergi jauh-jauh sebagai peringatan.

Atau jika terdesak, ia bisa menggunakan capitnya untuk memotong kaki Jangkrik sebagai pelajaran agar tak melawannya lagi.

Tapi memang dasar binatang. Ia malah memilih untuk membunuhnya. Sadis.

Orang-orang yang tadi berkerumun, bubar sendiri-sendiri bergumam tak jelas. Beberapa orang tertawa terbahak-bahak melihat Jangkrik yang tewas mengenaskan. Mereka pikir Jangkrik itu sombong, berani melawan Kalajengking. "Rasakan akibatnya, biar kapok," mungkin begitu pikir mereka.

Geram dengan kejadian barusan. Aku memutuskan mlipir saja. Mumpung matahari sedang terang. Berpanas-panasan mandi matahari, agar virus sialan terbakar tanpa perlu vaksin.

Sadis.

_________________
Penulis: Yous Asdiyanto Siddik 
Selasa, 8 Desember 2020