Menjawab Pertanyaan "Penting Atau Tidak Penting?"

Kopi Hainam Jakarta
 Kopi Hainam Jakarta 
Perbincangan santai saat ngopi sore ini seperti biasa, mengalir tanpa pola, sambung menyambung sampai akhirnya waktu menjelang magrib datang.

Istilah "zaman susah" atau "zaman sulit" sudah lama saya tidak dengar. Kembali terdengar ketika salah satu kawan sedang flashback masa lalunya dengan kalimat "dulu saat di zaman susah".

Saya paham istilah itu dimaksudkan atau hanya ungkapan saat-saat ybs sedang menjalani masa-masa mudanya yang tampaknya tidak lebih buruk dari yang saya alami. 

Siklusnya mirip, lulus sekolah (SMA), menganggur, kuliah, menganggur lagi lalu keluar masuk pekerjaan hingga akhirnya bertahan pada profesi yang sampai sekarang masih dijalani.

Saya sendiri saat flashback masa-masa itu lebih suka menyebut dengan istilah "masa revolusi fisik" atau "zaman perjuangan", karena keadaan situasi dan kondisi saat itu mengharuskan saya menjalani hidup dengan sederhana dan prihatin.

Tapi apakah tepat menyebut masa-masa itu adalah "zaman susah?". Bagi saya tidak ada zaman susah atau zaman senang, semua sama saja dan punya tantangannya sendiri.

Dulu kita berjuang melamar pekerjaan sana-sini, keluar masuk dan mencoba berbagai profesi hingga akhirnya bisa kredit rumah, kredit kendaraan dan lain sebagainya. 

Sekarang pun belum selesai perjuangan, anak-anak semakin besar sehingga semakin banyak kebutuhannya. Kesehatan sudah semakin menurun sehingga mulai sering bolak-balik klinik atau rumah sakit dan seterusnya.

Kalau mau berpikir tentang zaman susah, yah menurut saya baik dulu maupun sekarang tidak ada bedanya, sama-sama zaman susah, hanya beda tantangan yang dihadapi. Begitu juga kalau kita bicara "zaman senang", baik dulu dan sekarang kita bisa menikmati semua dan bersenang-senang.

Berbicara soal kesenangan hidup itu benar-benar sulit mencari standar bakunya. Semua berpulang kepada pribadi masing-masing, kepada standar kebutuhan, gaya hidup, persepsi masing-masing dll.

Ada yang memiliki standar hidup sederhana dengan kebutuhan hidup yang sederhana pula, mereka akan senang jika kebutuhan mereka yang sederhana itu sudah terpenuhi, lebih dan kurangnya itu sudah menjadi rahasia Ilahi. 

Demikian juga ada yang punya standar hidup yang tinggi, dia akan senang jika keinginannya tersebut terpenuhi. Selama dia bisa mengukur kemampuan diri sendiri dan dapat memenuhinya sah-sah saja memiliki target-target hidup yang mungkin bagi orang lain berlebihan.

Buat saya semua kembali ke prioritas, dulu waktu belum paham teori SWOT, 4 Kuadran waktu Penting dan genting hidup saya mengalir bukan dengan tanpa beban. Prioritas-prioritas tetap ada sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan ekonomi.

4 Kuadran waktu Penting dan genting

Menjadi pengamen dan tukang bangunan saya lakukan karena pada saat itu, situasi dan kondisi yang memungkinkan hanya itu. Pastinya mau kerja kantoran atau jualan, tapi belum ada kesempatan seperti itu.

Tapi ternyata setelah dijalani, mengamen itu membuka peluang saya untuk mengenal banyak karakter orang, belajar membaca bahasa tubuh dan yang lebih penting belajar mengenal dunia entertainment kecil-kecilan.

Dari pengalaman sebagai tukang bangunan juga saya belajar yang namanya teamwork, sedikit teknik sipil, jadi tau pentingnya profesi arsitek dst.
Penting nggak penting, buat saya pengetahuan yang diperoleh dari pengalaman seperti itu membuat saya lebih tertarik lagi untuk mengembangkan wawasan dan pengetahuan tentang segala hal. Tapi kalau ditanya, apa semua itu penting? 
Kalau menurut saya, pertanyaan "penting atau tidak" adalah pertanyaan relatif yang akan berpulang ke prioritas, nilai-nilai, situasi dan kondisi masing-masing, sehingga jawabannya bisa berubah seiring berubahnya prioritas hidup seseorang.

Soal prioritas ada baiknya kita mengenal tentang Teori Hierarki Kebutuhan dari Abraham Maslow seperti yang saya bahas di tulisan puasa sebagai vaksinasi virus akal budi.
Teori Hierarki Kebutuhan Abraham Maslow
Namun begitu kalau pertanyaan "penting atau tidak" perlu di jawab maka jawaban saya adalan PENTING tapi TIDAK GENTING. Penting tapi tidak genting berarti masuk ke kuadran 2. 

Aktivitas di kuadran 2 memiliki ciri: pencegahan, aktivitas kapasitas produksi, pengembangan hubungan, pengenalan peluang baru, perencanaan, rekreasi dst. Hasil dari kegiatan di kuadran dua antara lain: visi, perspektif, keseimbangan, disiplin, kontrol, beberapa krisis. Demikian menurut teorinya, prakteknya silakan resapi masing-masing.

Kalau orang lain menganggap itu tidak penting, maka anggapan seperti itu boleh dipertimbangkan tapi bukan untuk diperdebatkan. :)

Begitu saja dulu catatan akhir pekan ini.

Salam



Ketika Keberadaanmu Sadis Ditolak Oleh Kaum Sendiri

Gambar diambil dari: Wikipedia.

Ketika Keberadaanmu Sadis Ditolak Oleh Kaum Sendiri. Kalimat itu belum selesai. Kelanjutannya terungkap tidak melalui satu dua kata melainkan satu pos utuh! Penasaran kan? Makanya, dibaca sampai selesai #SabtuReview kali ini, ya! Hehe.

Baca Juga: Segudang Tanda Tanya Setelah Menonton Shutter Island

#SabtuReview kali ini masih datang dari lini filem. Buku, mana buku? Ada memang buku yang saya baca demi beberapa urusan pekerjaan tapi bukunya berjudul Tindak Pidana Terhadap Kehormatan Pengertian dan Penerapannya, Pidana Penghinaan adalah Pembatasan Kemerdekaan Berpendapat yang Inkonstitusional, Tindak Pidana Pers (Penyerangan Terhadap Kepentingan Hukum yang Dilindungi dengan Mempublikasikan Tulisan), dan Kamus Hukum. Kalian pasti bakal ngelempari saya pakai bakiak kalau sampai me-review buku-buku tersebut. Haha. Kecuali ada yang me-request khusus, Insha Allah saya review *ngikik*.

Jadi, filem apa yang saya bahas? Yuk simak!

Missing Link


Missing Link, dirilis tahun 2019 tepatnya bulan April, merupakan filem jenis animasi stop-motion yang ditulis dan disutradarai oleh Chris Butler dan diproduseri oleh Laika bekerja sama dengan Annapurna Pictures. Pengisi suaranya antara lain Hugh Jackman, Zoe Saldana, Emma Thompson, Stephen Fry, David Walliams, Timothy Olyphant, Matt Lucas, Amrita Acharia, dan Zach Alifianakis. Ya, itu yang tertulis di Wikipedia.

Setelah dirilis, filem ini mendapat banyak tanggapan positif dari para kritikus yang memuji tentang set filem yang dibuat dengan indah dan suasana yang menyenangkan dan santai.

The Missing Link


Filem ini dibuka dengan adegan pencari makhluk mitos bernama Sir Lionel Frost sedang berada di atas sampan bersama asistennya yaitu Mr. Lint untuk menemukan dan mengabadikan monster monster sejenis loch ness. Dan mereka gagal. Kamera yang telah memotret si mosnter hancur bersama sampan yang berkeping-keping di laut, dihancurkan oleh si monster. Mr. Lint mengundurkan diri sebagai asisten Sir Lionel Frost karena tidak ingin hidupnya berakhir terlalu cepat. Pada saat itulah Sir Lionel Frost membaca surat dari seseorang yang mengabarkan tentang keberadaan makhluk yang disebut Sasquatch.

Demi bisa bergabung dengan komunitas orang-orang hebat yang dipimpin oleh Lord Piggot-Dunceby, Sir Lionel Frost akan membuktikan bahwa Sasquatch ini betul ada. Dan dia memulai perjalanannya untuk mencari si makhluk mitos.

Awalnya saya berpikir pencarian si makhluk ini yang bakal lama ... ternyata. Cepat saja perjalanan Sir Lionel Frost ke Pasific Northwest, menemukan Sasquatch di hutan, terkejut karena Sasquatch ini ternyata bisa bicara! Tidak hanya itu, Sasquatch juga yang mengirimkan surat itu kepada Sir Lionel Frost. Kemudian Sasquatch diberi nama Link, senada sama nama asisten lamanya Sir Lionel Frost yang bernama Lint.

Dari cerita Link, bisa disimpulkan dia adalah the real missing link dari kerabat jauhnya yang hidup di Himalaya. Kerabat jauh si Link ini adalah yeti, makhluk mitos yang dikejar banyak orang juga. Sayangnya Sir Lionel Frost tidak tahu bahwa untuk menghalangi maksud dan tujuannya, Lord Piggot-Dunceby menyewa pembunuh bayaran yaitu Stenk. Sadis ya haha. Setuju membantu Link, perjalanan pun dimulai dengan pertama-tama mencuri peta lokasi Shangri-La di kediaman Adelina Fortnight yang adalah mantan pacarnya Sir Lionel Frost. Ndilalah Adelina pun ikut dalam perjalanan ke Himalaya.

Perjuangan demi perjuangan menghindari Stenk, hubungan Frost - Link yang kemudian menjadi lebih baik setelah diintervensi Adelina, serta sulitnya medan yang ditempuh, membawa mereka ke lembah Shangri-La. Mereka memang menemukan Kuil Yeti yang terhubung dengan dataran di sebelahnya melalui jembatan es. Link alias Susan (iya dia memilih nama ini dalam obrolan bersama Sir Lionel Frost di kapan) sangat bahagia. Tapi ...

Link, Sadis Ditolak Oleh Kaum Sendiri


Ratu dengan wajah bengis itu ternyata menolak keberadaan Link dan menjebloskan mereka bertiga ke penjara bawah tanah. Sementara itu ketika mereka berhasil meloloskan diri, malah terjebak di tengah jembatan karena di hadapan mereka telah menunggu Lord Piggot-Dunceby beserta asistennya dan Stenk. Nyawa jadi taruhan. Tapi pada akhirnya jembatan rubuh, Lord Piggot-Dunceby jatuh bersama runtuhan jembatan, Stenk berusaha menyelamatkan diri tetapi tetap saja menyusul Lord Piggot-Dunceby. Sir Lionel Frost, Link, dan Adelina pun selamat.

Keluarga Bukan Hanya Darah


Filem ini mengajarkan pada saya banyak hal. Salah satunya adalah keluarga bukan hanya darah. Buktinya, si Sasquatch yaitu Link yang masih kerabatnya yeti saja ditolak oleh Ratu Yeti. Padahal mereka masih satu lingkaran! Sedangkan Sir Lionel Frost dan Adelina yang tidak punya hubungan apa-apa dengan Link kemudian menjadi 'keluarga'nya si tautan yang hilang ini. Menulis ini saya jadi ingat meme yang sering muncul di time line Facebook: Kalau kau miskin, kau dijauhi - Kalau kau kaya, kau punya banyak saudara. Alias, banyak yang bakal mengakuimu sebagai saudara. Haha. Masa iya? Iya juga kali ya. Dan percaya tidak percaya hal-hal semacam ini terjadi pula dalam kehidupan kita dan/atau orang-orang di sekitar kita.

Saya tidak saja punya banyak teman tapi juga punya banyak saudara karena teman-teman adalah saudara. Apakah mereka harus kaya raya baru diakui sebagai saudara? Tidak lah. Cuma orang-orang lemah saja yang begitu. Haha. Siapapun kalian, kalau berteman dengan saya, ya sudah saya anggap saudara sendiri. Susah senang kita bersama.

Pelajaran lain yang saya petik dari filem Missing Link adalah tentang perjuangan. Hasil tidak pernah mengkhianati perjuangan. Dalam filem ini, Link memang tidak berhasil berkumpul dan tinggal bersama kerabat jauhnya itu, tetapi dia akhirnya hidup bebas dan bahagia bersama Sir Lionel Frost dalam petualangan-petualangan mereka mencari makhluk mitos. Itulah hasil yang dicapai: bebas dan bahagia.

Membikin Missing Link


Baru-baru ini saya menonton di Youtube tentang proses membikin filem animasi stop-motion yang ternyata asyik sekali! Lebih asyik lagi, video dari channel-nya Insider itu mengulik proses membikin filem Missing Link!



Aaaah ternyata begitu toh proses bikin animasi stop-motion.

⇜⇝

Bagaimana, kawan? Seru kan? Membaca review-nya seru. Menonton proses membikin animasi stop-motion juga seru. Melihat setiap divisi dengan pekerjaan kreatifnya masing-masing itu membikin saya lupa waktu. Nontonnya pun berulang-ulang. Bagaimana mereka mengubah set demi set itu, pergerakannya, pengisian suara (dubbing), sampai membikin banyak wajah dengan ekspresi berbeda, sungguh luar biasa. Kita bisa menyaksikan hasil akhirnya dalam filem Missing Link.

Baca Juga: The Willis Clan

Missing Link mungkin bakal mengingatkan kalian pada Shaun The Ship. Hehe. Yang jelas, selamat menikmati weekend.



Cheers.

Hanya Lulusan SD, Tapi Nabungnya Rp100 Juta per Bulan

Udang Galah Hanya Lulusan SD, Tapi Nabungnya Rp100 Juta per Bulan

Karena hanya lulusan SD, Si Bapak tidak paham cara menghitung omzet. Tapi ia mengaku dapat menabung minimal Rp 100 juta per bulan dari usahanya. 

Saya baca informasi itu di Tabloid Kontan, tak lama setelah saya memutuskan tidak bergabung dengan Si Bapak pada tahun 2002 lalu, dan kemudian memilih menjadi pegawai negeri dengan gaji pokok pertama sebesar Rp 608 ribu per bulan.

Dengan gaji Rp 608 ribu per bulan, bisa menabung Rp 100 juta setelah kerja berapa bulan? Ratusan bulan! Hahaha...

Sebagai perantau dari Tasikmalaya, si Bapak orangnya ulet. Saat saya hendak bergabung di bisnis budidaya udang galahnya, beliau sudah beberapa tahun memulai usaha itu. 

Kolamnya ada beberapa. Jika tidak salah ingat, dalam satu hamparan terdapat 5 kolam ukuran besar dan beberapa kolam kecil-kecil. Bersama keluarganya, beliau mengontrak rumah sederhana tidak jauh dari kolamnya itu.

Skenarionya, dengan bimbingannya, saya akan mencari lokasi lain untuk membudidayakan udang galah. Setelah mensurvei beberapa lokasi, akhirnya dapat juga kolam seluas 1 hektar yang bisa disewa selama 5 tahun. 

Tempatnya di kiri jalan arah Gunung Kidul dari Kota Jogjakarta.

Uang sewa sudah ada. Bahkan modal buat 5 kali menebar benur pun sudah tersedia. Kebetulan ada penyandang dana yang bersedia memodali saya. Tetapi akhirnya, saya memutuskan mundur.

Si Bapak tentu saja kecewa. Karena dia bermaksud menjadikan saya konsumen benur pertama dari hatchery yang tengah dia rintis bersama partner bisnisnya yang lain, yaitu Pak Pur.

Pemodal saya, yang berhubungan baik dengan si Bapak, tetapi lebih mempercayai saya sepenuhnya untuk bisnis ini, juga penasaran. Saya sampaikan kepadanya, bahwa bisnis ini tidak cukup layak, bukan karena tingkat kesulitannya.

Bahkan saya mungkin bisa menghasilkan panen lebih besar, karena calon istri saya lulusan Biologi Lingkungan, yang mungkin akan menemukan inovasi enteng-entengan setelah beberapa kali penanaman benih.

Masalah terbesarnya justru pada pasar yang terbatas. Jika saya bergabung, niscaya hasil produksi akan bertambah signifikan dan berpengaruh buruk pada harga komoditas.

Permintaan pasar terbesar saat itu dari Pulau Bali. Dan sepertinya sedikit sulit mengembangkan pasar di luar pulau itu, karena harga udang galah pada saat itu yang relatif lebih tinggi dibandingkan udang jenis lainnya.

"Informasi intelijen" juga membenarkan bahwa Si Bapak sudah berutang ke supplier pakan selama berbulan-bulan. Jadi wajar banget kalo saya memutuskan mundur dan mengembalikan modal yang sudah sempat berpindah ke tangan saya.

Lalu Bom Bali jilid I meledak menjelang akhir tahun 2002. Pada waktu itu saya sedang mempersiapkan diri melepas beberapa usaha di Jogjakarta karena harus hijrah ke Jakarta pada bulan November.

Yang langsung terbayang di benak saya saat bom jahanam itu meledak adalah Si Bapak yang telah kehilangan pasar terbesarnya. Sungguh tidak terbayangkan kesulitan yang harus dihadapi Si Bapak dan usaha udang galahnya. Sedih banget rasanya hati ini. 

Meskipun tidak pernah lagi berbalas sapa secara langsung (pada 2003-an saya masih bolak-balik Jakarta-Jogjakarta), saya mendapat kabar bahwa ternyata Si Bapak berinovasi out of the box.

Alih-alih mencari pasar alternatif sebagai pengganti Pulau Bali, ia menciptakan pasarnya sendiri. Pasarnya yang hancur diterjang bom memberinya ide untuk menjual sendiri hasil budidayanya.

Di atas kolam-kolamnya dia bangun dangau-dangau yang dia sebut sebagai Gubug Makan. Menu utamanya, tentu saja udang galah yang ditangkap langsung dari kolam. Udang galah yang segar dipadu dengan keahlian istrinya memasak melengkapi keunikan Gubug Makan tersebut.

Orang-orang mulai berdatangan. Tertarik mencicipi, lalu mengajak orang-orang yang lain, sehingga dalam waktu yang tidak terlalu lama, Si Bapak tidak lagi dipusingkan tentang ke mana dia harus menjual udang-udangnya.

Puncaknya, tentu saja saat Si Bapak mulai terkenal dan diwawancara media massa. Tabloid Kontan yang saya baca salah satunya.


Gubug Makan Danau UI

Menabung Rp 100 juta per bulan? Woouw....

Saya sendiri ikut bersenang hati membaca kesuksesan Si Bapak. Terbukti sudah, saya yang lulusan UGM kalah kreatif dengan Si Bapak yang hanya lulusan SD.

Dan, percaya atau tidak. Cabang pertama Gubug Makan Si Bapak di bagian barat pulau Jawa (sebelum puluhan cabangnya kemudian), dibuka di daerah yang disebut Danau UI. Iyaaa... Danaunya Universitas Indonesia.

Dari fakta ini saya bersyukur karena UGM tidak memiliki danau. Coba kalau UGM punya danau dan Si Bapak buka cabangnya di situ, waduh... 

Saya yang lulusan UGM, yang akhirnya “cuma” jadi pegawai negeri, pasti hanya bisa tersenyum pahit. 
Sepahit... pahit... pahit.. empedu!

Jakarta, 29 Juli 2019
Penulis: HERI WINARKO


Tak Perlu DSLR, Saatnya Traveling Nyaman Bersama OPPO Reno 10x Zoom


Penggemar jalan seperti saya pasti menginginkan sesuatu yang praktis tanpa ribet. Apalagi kalau membawa DSLR yang ukurannya besar dan banyak peralatan ini-itu lainnya. Nah, sekarang smartphone atau handphone pun sudah memiliki teknologi yang luar biasa dan sama dengan DSLR. OPPO mengeluarkan seri terbaru, yaitu OPPO Reno Series dengan produk andalannya bernama OPPO Reno 10x Zoom dengan fitur zoom sampai 10 kali tanpa pecah sekalipun yang bernama teknologi 10x Hybrid Zoom.

"Duh, DSLR gue ketinggalan."

Suasana yang tadinya gembira berubah menjadi kebalikannya. 

"Gimana donk, sudah waktunya untuk masuk ke gate dan 30 menit lagi mau boarding nih."

Dan, ternyata salah satu diantara mereka menggunakan OPPO Reno 10x Zoom.

"Tenang aja, kita bisa gunain OPPO Reno 10x Zoom."


"OPPO?"

"Iya, OPPO Reno 10x Zoom. Kualitas fotonya bagus dan videonya pun sudah 4K."

"Terus apa lagi kelebihannya?"

"Nah, nanti kan kita mau nonton konser nih kita bisa foto dan zoom sampai 10 kali bahkan lebih."

"Terus hasil fotonya buyar deh. Padahal DSLR itu lensanya tele loh."

"Eits, OPPO Reno 10x Zoom ini di jamin deh kualitas fotonya tetap bagus tanpa pecah walaupun di-zoom 10x pun."

Akhirnya mereka pun tersenyum bahagia. Liburan yang tadinya hambar dan menyedihkan pun berubah menjadi liburan yang menyenangkan.

Peristiwa di atas bisa terjadi sama siapapun tak terkecuali kita. Apalagi kalau pergi ke luar negeri dan banyak sekali tempat-tempat indah yang belum pernah kita kunjungi sebelumnya. Persiapan sebelum liburan itu memang harus diperhatikan, jangan sampai beberapa hal terlupakan seperti lupa bawa passpor, belum menukarkan rupiah ke mata uang negara tujuan, belum memesan hotel, lupa di mana kode booking tiket pesawat dan lainnya. 

Beberapa tips untuk menghindari hal tersebut adalah dengan selalu mencatat hal-hal penting dalam notes di smartphone kalian. Setiap smartphone memiliki notes, tapi saya menyarankan untuk menggunakan google keep untuk membuat to do list. Catatlah semua list yang harus dipersiapkan. Contohnya saat mau bepergian ke Thailand

To-do List
1. Menukar uang Baht
2. Booking hotel di Chiang Mai 
3. Booking tiket kereta Chiang Mai - Bangkok
4. Sewa mobil di Chiang Mai

Dan seterusnya sampai semua list dituliskan. Kelebihan google keep adalah kita bisa kolaborasi dengan teman kita sehingga bisa saling mengingatkan.


Bagi saya, traveling itu bagaikan vitamin yang harus di serap oleh tubuh agar lebih bugar dan segar. Traveling itu vitamin jiwa yang harus di penuhi. Berapa orang bilang kalau traveling itu mahal dan beberapa orang lagi bilang kalau itu buang-buang duit. 

"Coba deh jalan-jalan ke tempat rekreasi terdekat dari rumah."

"Kebun binatang maksudnya?"

"Iya tempat rekreasi di dekat rumah seperti taman, kuliner dan tempat-tempat yang selama ini belum dikunjungi."

Traveling itu sebetulnya enggak harus ke tempat-tempat jauh dan membutuhkan tiket pesawat. Cukup di sekitar Jakarta saja, banyak sekali tempat-tempat menarik yang harus dikunjungi. Dan salah satu yang paling saya sukai adalah taman. Beberapa taman di Jakarta memang sangat bagus seperti Taman Menteng dan Taman Suropati.

Selain taman, saya juga sering ke beberapa pusat perbelanjaan untuk mencari produk apapun. Oh iya, saya paling suka kalau pusat perbelanjaannya terdapat taman yang kece kayak di setiabudi one.



"Percaya ngga kalau di setiabudi one saja, saya bisa membuat foto dan video yang bagus?"

"Pakai apa, ngga bawa DSLR?"

"Pakai OPPO Reno 10x Zoom ini loh."

"Beneran bisa ambil gambar yang bagus?"

"OPPO Reno 10x Zoom merupakan perangkat smartphone terbaru dari OPPO yang mengedepankan keunggulan pada fitur kamera, terutama kamera utamanya, yang menerapkan konfigurasi tiga lensa yaitu Kamera Utama dengan resolusi hingga 48MP, lensa Wide-angle jangkauan lebar hingga 120 dan  lensa Telephoto dengan teknologi 10x Hybrid Zoom."


"Yakin nih ngga perlu bawa external harddisk?"

"Yakin kok."

"Kita traveling di Bangkok selama 9 hari loh. Bakalan banyak butuh memori external sama HD Card."

"Tenang aja sih, OPPO Reno 10x Zoom ini kapasitasnya 256 GB."

"Wah banyak juga ya kapasitasnya."

Yes, OPPO Reno 10x Zoom ini menyediakan penyimpanan internal besar 256GB, pada Reno 10x Zoom pengguna diberikan kebebasan untuk memperbesar penyimpanan internal dengan microSD hingga 256GB.

Sudah saatnya memberikan kenyamanan pada saat traveling dengan hanya membawa smartphone yang kece tanpa perlu membawa DSLR yang besar dan repot kalau dibawa kemana-mana.
Happy Traveling, ditunggu foto-foto dan video yang kece dari liburannya ya. 



Dan inilah spesifikasi lengkap dari OPPO Reno 10x Zoom

- Dilengkapi prosesor Snapdragon 855, Prosesor Flagship yang pertama kali diumumkan secara resmi kehadiarannya di Indonesia
- Kombinasi RAM 8GB dan Internal 256GB (Dapat diperluas dengan microSD hingga 256GB)
- Kamera depan, 16 Megapixel Diafragma F/2.0 berjenis Pivot Rising Camera
- Triple kamera utama 48 Megapixel Diafragma F/1.7 sensor Sony IMX 586 + Kamera sudut lebar 120° 8 Megapixel Diafragma F/2.2, Kamera Telefoto dengan perbesaran hybrid hingga 10x 13 Megapixel Diafragma F/3.0
- Kamera telephoto OPPO Reno 10x Zoom menganut sistem kerja periskop seperti yang terdapat pada kapal selam, memiliki 10x perbesaran Hybrid dan 60x perbesaran digital - Kamera OPPO Reno 10x Zoom membawa fitur Dual OIS, dimana OIS (Sistem penstabil gambar) berada pada Kamera Utama dan Kamera telefoto
- Pada Pivot Rising Camera bagian depan terdapat kamera depan, soft light dan speaker, sedangkan bagian belakan terdapat flashlight - Layar 6.6 Incih OLED dilindungi oleh Corning® Gorilla® Glass 6
- Dilengkapi dengan pengisian daya cepat VOOC 3.0, dapat mengisi penuh baterai dalam waktu 80 menit - Memiliki dua speaker dan didukung teknologi Dolby Atmos
- Dilengkapi baterai sebesar 4065mAh
- Menggunakan sistem operasi ColorOS 6 berbasis Android 9.0 Pie
- Memiliki dua warna : Jet Black dan Ocean 

Untuk informasi lebih detail soal OPPO Reno 10x Zoom, kalian bisa mengunjungi situs https://www.oppo.com/id/smartphone-reno/

Dan inilah hasil Video dan Foto OPPO Reno 10x Zoom



Tak Perlu DSLR, Saatnya Traveling Nyaman Bersama OPPO Reno 10x Zoom


Penggemar jalan seperti saya pasti menginginkan sesuatu yang praktis tanpa ribet. Apalagi kalau membawa DSLR yang ukurannya besar dan banyak peralatan ini-itu lainnya. Nah, sekarang smartphone atau handphone pun sudah memiliki teknologi yang luar biasa dan sama dengan DSLR. OPPO mengeluarkan seri terbaru, yaitu OPPO Reno Series dengan produk andalannya bernama OPPO Reno 10x Zoom dengan fitur zoom sampai 10 kali tanpa pecah sekalipun yang bernama teknologi 10x Hybrid Zoom.

"Duh, DSLR gue ketinggalan."

Suasana yang tadinya gembira berubah menjadi kebalikannya. 

"Gimana donk, sudah waktunya untuk masuk ke gate dan 30 menit lagi mau boarding nih."

Dan, ternyata salah satu diantara mereka menggunakan OPPO Reno 10x Zoom.

"Tenang aja, kita bisa gunain OPPO Reno 10x Zoom."


"OPPO?"

"Iya, OPPO Reno 10x Zoom. Kualitas fotonya bagus dan videonya pun sudah 4K."

"Terus apa lagi kelebihannya?"

"Nah, nanti kan kita mau nonton konser nih kita bisa foto dan zoom sampai 10 kali bahkan lebih."

"Terus hasil fotonya buyar deh. Padahal DSLR itu lensanya tele loh."

"Eits, OPPO Reno 10x Zoom ini di jamin deh kualitas fotonya tetap bagus tanpa pecah walaupun di-zoom 10x pun."

Akhirnya mereka pun tersenyum bahagia. Liburan yang tadinya hambar dan menyedihkan pun berubah menjadi liburan yang menyenangkan.

Peristiwa di atas bisa terjadi sama siapapun tak terkecuali kita. Apalagi kalau pergi ke luar negeri dan banyak sekali tempat-tempat indah yang belum pernah kita kunjungi sebelumnya. Persiapan sebelum liburan itu memang harus diperhatikan, jangan sampai beberapa hal terlupakan seperti lupa bawa passpor, belum menukarkan rupiah ke mata uang negara tujuan, belum memesan hotel, lupa di mana kode booking tiket pesawat dan lainnya. 

Beberapa tips untuk menghindari hal tersebut adalah dengan selalu mencatat hal-hal penting dalam notes di smartphone kalian. Setiap smartphone memiliki notes, tapi saya menyarankan untuk menggunakan google keep untuk membuat to do list. Catatlah semua list yang harus dipersiapkan. Contohnya saat mau bepergian ke Thailand

To-do List
1. Menukar uang Baht
2. Booking hotel di Chiang Mai 
3. Booking tiket kereta Chiang Mai - Bangkok
4. Sewa mobil di Chiang Mai

Dan seterusnya sampai semua list dituliskan. Kelebihan google keep adalah kita bisa kolaborasi dengan teman kita sehingga bisa saling mengingatkan.


Bagi saya, traveling itu bagaikan vitamin yang harus di serap oleh tubuh agar lebih bugar dan segar. Traveling itu vitamin jiwa yang harus di penuhi. Berapa orang bilang kalau traveling itu mahal dan beberapa orang lagi bilang kalau itu buang-buang duit. 

"Coba deh jalan-jalan ke tempat rekreasi terdekat dari rumah."

"Kebun binatang maksudnya?"

"Iya tempat rekreasi di dekat rumah seperti taman, kuliner dan tempat-tempat yang selama ini belum dikunjungi."

Traveling itu sebetulnya enggak harus ke tempat-tempat jauh dan membutuhkan tiket pesawat. Cukup di sekitar Jakarta saja, banyak sekali tempat-tempat menarik yang harus dikunjungi. Dan salah satu yang paling saya sukai adalah taman. Beberapa taman di Jakarta memang sangat bagus seperti Taman Menteng dan Taman Suropati.

Selain taman, saya juga sering ke beberapa pusat perbelanjaan untuk mencari produk apapun. Oh iya, saya paling suka kalau pusat perbelanjaannya terdapat taman yang kece kayak di setiabudi one.



"Percaya ngga kalau di setiabudi one saja, saya bisa membuat foto dan video yang bagus?"

"Pakai apa, ngga bawa DSLR?"

"Pakai OPPO Reno 10x Zoom ini loh."

"Beneran bisa ambil gambar yang bagus?"

"OPPO Reno 10x Zoom merupakan perangkat smartphone terbaru dari OPPO yang mengedepankan keunggulan pada fitur kamera, terutama kamera utamanya, yang menerapkan konfigurasi tiga lensa yaitu Kamera Utama dengan resolusi hingga 48MP, lensa Wide-angle jangkauan lebar hingga 120 dan  lensa Telephoto dengan teknologi 10x Hybrid Zoom."


"Yakin nih ngga perlu bawa external harddisk?"

"Yakin kok."

"Kita traveling di Bangkok selama 9 hari loh. Bakalan banyak butuh memori external sama HD Card."

"Tenang aja sih, OPPO Reno 10x Zoom ini kapasitasnya 256 GB."

"Wah banyak juga ya kapasitasnya."

Yes, OPPO Reno 10x Zoom ini menyediakan penyimpanan internal besar 256GB, pada Reno 10x Zoom pengguna diberikan kebebasan untuk memperbesar penyimpanan internal dengan microSD hingga 256GB.

Sudah saatnya memberikan kenyamanan pada saat traveling dengan hanya membawa smartphone yang kece tanpa perlu membawa DSLR yang besar dan repot kalau dibawa kemana-mana.
Happy Traveling, ditunggu foto-foto dan video yang kece dari liburannya ya. 



Dan inilah spesifikasi lengkap dari OPPO Reno 10x Zoom

- Dilengkapi prosesor Snapdragon 855, Prosesor Flagship yang pertama kali diumumkan secara resmi kehadiarannya di Indonesia
- Kombinasi RAM 8GB dan Internal 256GB (Dapat diperluas dengan microSD hingga 256GB)
- Kamera depan, 16 Megapixel Diafragma F/2.0 berjenis Pivot Rising Camera
- Triple kamera utama 48 Megapixel Diafragma F/1.7 sensor Sony IMX 586 + Kamera sudut lebar 120° 8 Megapixel Diafragma F/2.2, Kamera Telefoto dengan perbesaran hybrid hingga 10x 13 Megapixel Diafragma F/3.0
- Kamera telephoto OPPO Reno 10x Zoom menganut sistem kerja periskop seperti yang terdapat pada kapal selam, memiliki 10x perbesaran Hybrid dan 60x perbesaran digital - Kamera OPPO Reno 10x Zoom membawa fitur Dual OIS, dimana OIS (Sistem penstabil gambar) berada pada Kamera Utama dan Kamera telefoto
- Pada Pivot Rising Camera bagian depan terdapat kamera depan, soft light dan speaker, sedangkan bagian belakan terdapat flashlight - Layar 6.6 Incih OLED dilindungi oleh Corning® Gorilla® Glass 6
- Dilengkapi dengan pengisian daya cepat VOOC 3.0, dapat mengisi penuh baterai dalam waktu 80 menit - Memiliki dua speaker dan didukung teknologi Dolby Atmos
- Dilengkapi baterai sebesar 4065mAh
- Menggunakan sistem operasi ColorOS 6 berbasis Android 9.0 Pie
- Memiliki dua warna : Jet Black dan Ocean 

Untuk informasi lebih detail soal OPPO Reno 10x Zoom, kalian bisa mengunjungi situs https://www.oppo.com/id/smartphone-reno/

Dan inilah hasil Video dan Foto OPPO Reno 10x Zoom



5 Program KKN Uniflor Keren Dalam Pengabdian Masyarakat


Musim Kuliah Kerja Nyata (KKN) 2019. Musim meliput hingga ke luar Kota Ende. Musim bersenang-senang bersama Onif Harem. Musim paling rajin mengganti oli di bengkel sampai digodain sama mas-masnya: olinya diminum sebagian kan(?). Musim pamer foto jalan-jalan. Haha. Yang jelas, belum musim liburan, meskipun kesannya jalan-jalan terus. Ini kerja, bung! Bung ... kuuuussss.

Baca Juga: 5 Kegiatan Kece Menyongsong Dies Natalis 39 Uniflor

Sejak mulai diberikan tugas untuk meliput kegiatan peserta KKN di berbagai daerah di Pulau Flores, saya sudah mulai pula mengumpulkan satu per satu program kerja yang menurut saya keren. Program kerja ini, selain KKN reguler (disebut begitu sih biasanya), ada yang memang termasuk dalam KKN-Tematik, ada pula KKN-PPM. KKN-PPM baru terlaksana tahun 2019 ketika proposal-proposal yang diajukan oleh P3KKN Uniflor lolos di Kemenristek Dikti untuk menerima dana hibah. Dana hibah ini bukan dipakai untuk keperluan dan kepentingan mahasiswa loh yaaaa, melainkan dipakai untuk menjalankan program kerja yang telah disusun dan/atau diusulkan untuk keperluan dan kepentingan masyarakat itu sendiri.

Dalam bidikan saya, ada 5 program KKN Uniflor keren dalam pengabdian kepada masyarakat. Mari simak!

1. Bangun Rumah


Ingat program televisi tentang bedah rumah? Di KKN Uniflor ada yang namanya bangun rumah. Bangun rumah dilakukan oleh kelompok KKN kelas pekerja (mahasiswa yang sudah bekerja). Tahap awal adalah mencari satu rumah yang tidak lagi layak huni di lokasi yang termasuk dalam lokasi KKN tahun bersangkutan. Inisiasi dilakukan dengan petinggi wilayah setempat seperti kepala desa dan/atau lurah beserta tokoh masyarakat. Si pemilik rumah kemudian diberitahu dan saat KKN tiba, pembangunan rumah pun dilakukan. Saya pernah menyaksikan sendiri pembangunan rumah Mama Sisi di Kecamatan Lepembusu Kelisoke. Luar biasa. Sampai mata berkaca-kaca melihatnya.

2. Penyuluhan


Penyuluhan terdengar tidak asing dan pasti sering dilakukan bukan? Tapi penyuluhan yang dilakukan murni oleh mahasiswa, terutama mahasiswa hukum, adalah sesuatu yang sangat luar biasa menurut saya. Bagaimana masyarakat diedukasi tentang pentingnya memahami tentang dunia hukum, yang paling sederhana pun, itu sangat bagus. Saya pernah meliput kegiatan ini di SMP Muhammadiyah Ende oleh mahasiswa KKN 2018.

3. Belajar Pertanian


Ini penting, terutama bagi masyarakat pedesaan yang rata-rata mempunyai lahan pertanian baik itu sawah maupun kebun. Saya melihat bagaimana mahasiswa KKN-PPM melakukannya di Desa Wolofeo, Kecamatan Detusoko. Rata-rata mahasiswa yang ditempatkan di lokasi ini pun berasal dari Prodi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Uniflor. Demikian pula dengan Dosen Pendamping Lapangan (DPL). Kegiatan mereka antara lain membuat pupuk bersama masyarakat hingga mengelola lahan. Ausam. Perlu diketahui, Uniflor mempunyai lahan luas sebagai kebun percontohan dan/atau tempat prakteknya mahasiswa Prodi Agroteknologi. Kita akan lihat hasil akhirnya nanti seperti apa. Yang jelas, pasti bakal saya pos.

4. Bangun Rumah Baca


Yang satu ini, juga poin nomor 3 dan 5, sama-sama KKN-PPM. Rumah baca tersebut dibangun di Desa Ngegedhawe, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo. Proses pembangunan rumah baca dimulai dengan ritual adat oleh tokoh masyarakat dan/atau tokoh adat, tentu bersama para petinggi desa yaitu Kepdes, Sekdes, hingga Ketua PBD-nya. Setelah ritual, dilakukan peletakan batu pertama, dan rumah baca tersebu sedang dalam proses pembangunan (saat saya menulis ini). Semoga saya bisa ke sana saat peresmiannya! Ada yang mau menyumbang buku anak-anak? Yuk sumbang ke rumah baca baru di Desa Ngegedhawe!

5. Psikoedukasi


Awalnya saya bingung dengan istilah ini, tapi internet menyediakan segalanya. Jadi ringkasnya, psikoedukasi adalah pola/cara mengajak masyarakat dan/atau bersama-sama masyarakat mengenali apa permasalahan yang dihadapi selama ini, kemudian dicarilah solusi untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Ini dilakukan di Desa Anaraja, Kecamatan Nangapanda, Kabupaten Ende. Hasilnya pun nanti pasti saya  pos. Ingin tahu perubahan dan penguatan dalam tubuh masyarakat setelah KKN-PPM ini seperti apa.

⇜⇝

Yang juga keren adalah, para peserta KKN pasti terlibat langsung dalam kegiatan-kegiatan adat yang dilaksanakan di desa. Kapan lagi bisa merasakan dan terjun langsung? Saya sendiri pernah merasakan dan mengikuti ritual adat Goro Fata Joka Moka 2016, serta menyaksikan perlombaan Naro (tarian adat Suku Ende, kalau Suku Lio menyebutnya Gawi). Menjelang 17-an, bakal lebih banyak lagi kegiatan yang akan dilaksanakan/dilakukan masyarakat tentu bersama-sama dengan mahasiswa yang KKN di lokasi mereka.

Baca Juga: 5 Wisata Dalam Kota Ende

Bagaimana dengan daerah kalian, kawan? Sudah memasuki Bulan Agustus ... persiapannya sudah mulai kencang dooonk hehehe. Bagi tahu yuk!



Cheers.

Kepo Buku #21: Buku Apa yang Bagus Buat Pembaca Pemula?

“Saya baru suka baca buku. Sebaiknya buku apa yang saya baca dulu? Ada rekomendasi?” Pertanyaan ini datang dari Oka di Bali yang rasanya bisa mewakili pertanyaan serupa dari teman-teman Kepo Buku lainnya. Kita mencoba untuk menjawabnya dalam episode kali ini. 🙂



Episode ini bisa juga didengarkan di:

Apple Podcast | SoundcloudGoogle Podcast | Spotify | Anchor | Breaker | Sticher | Pocketcast | Radio Public

Terima kasih buat:

Kepo Buku adalah:

Follow akun Instagram Kepo Buku di Instagram.com/KepoBuku

 

AYO CERITAKAN BUKU YANG LAGI KALIAN BACA LEWAT AUDIO:

Yoi cuy, kita mau ngajak kalian buat ikutan di Kepo Buku. Intinya kita mau tahu kalian lagi baca buku apa? Kirim dalam bentuk rekaman suara (maksimal 5 menit). Jangan lupa sebut nama, lokasi dan ceritakan buku yang kalian lagi baca atau mau kalian rekomendasikan. Ada dua cara yang bisa dilakukan:

  1. ANCHOR: Untuk pengguna aplikasi Anchor, klik “Message” dan mulai rekam review kalian. (Durasi maksimal 1 menit tapi kalau masih kurang, silahkan rekam lagi)
  2. WHATSAPP:  Gunakan fasilitas Voice Note di Whatsapp. Klik/ ketik link ini di HP kalian: http://bit.ly/ikutkepobuku atau ke 087878505012
  3. EMAIL: Rekam di voice note di hp dan kirim lewat email ke suarane@gmail.com

Rekaman yang kita terima akan kita sertakan dalam episode-episode Kepo Buku berikutnya.

 

Credits & Disclaimer:

  • Kepo Buku tidak berafiliasi dengan penerbit ataupun penulis buku yang diulas di episode ini.
  • Musik: “Rainbows” oleh Kevin MacLeod (incompetech.com). Licensed under Creative Commons: By Attribution 3.0 License

-rh-

 

 

Pesanan Barang DIY yang Berkembang Biak dan Senada


Pesanan Barang DIY yang Berkembang Biak dan Senada. Suatu kali Ibu Ayu Sulaeman, cucuk pemilik Rumah Makan Bangkalan yang kesohor se-Flores, yang juga punya rumah makan sendiri serta dikenal sebagai dosen Fakultas Hukum, memesan keranjang berbahan koran bekas yang bisa dipakai untuk menyimpan berbagai barang. Boleh dibilang ini adalah pesanan keranjang pertama. Untuk warnanya pun saya belum memakai cat minyak melainkan setiap pipa koran/kertas tersebut dibungkus menggunakan kertas kado. Masih ingat pos berjudul Kertas-Kertas Kado Menarik dan Lucu Pendukung Proyek DIY? Selain memproduksi tempat tisu, salah satu barang lainnya adalah keranjang pesanan Ibu Ayu tersebut.

Baca Juga: Mangkuk Serbaguna Berbahan Celana Jin Bekas

Saya tidak menyangka keranjang tersebut diletakkan di meja rias di kamarnya. Ausam sekali hahaha. Bangga gitu. Menjadi semakin bangga dan semakin makan puji (istilah Orang Ende nih) ketika Ibu Ayu memesan lebih banyak barang DIY/daur ulang yang menjadi teman setia keranjang pertama tadi dan semuanya bernuansa hijau. Mulai dari tempat tisu yang gambarnya bisa kalian lihat di awal pos, organizer sisir dan peniti, sampai keranjang mini untuk menyimpan arloji/jam tangan. Ini dia penampakannya ketika semuanya sudah menghuni meja rias:


Keren gitu melihatnya ya.

Ternyata membikin pesanan yang berkembang biak dan senada warnanya ini pernah menjadi rutinitas yang membikin saya lupa waktu. Asyik juga kalau kertas kado pada satu barang, kemudian warnanya dipadukan dengan cat-minyak pada barang lainnya. Hijau-hijau menggoda begitu hehe. Tantangannya ada pada cat-minyak yang warnanya harus dicampur dengan warna lain untuk menghasilkan satu warna pilihan. Misalnya hijau tua dicampur putih atau hitam.

Dari pesanan Ibu Ayu ini, dan karena hebatnya media sosial membagi ragam informasi yang kita pos, datanglah pesanan lain dari Kaprodi dan Sekprodi Akuntansi di Fakultas Ekonomi. Hasilnya bisa kalian lihat di bawah ini:



Seperti yang kalian lihat, ada pesanan keranjang besar serbaguna dan desk-organizer. Desk-organizer ini sebenarnya mau diletakkan di meja rias juga. Ceritanya Ibu Dewi dan Ibu Aini memesan desk-organizer yang bisa untuk menyimpan sisir dan segala barang lainnya, tapi yang ada juga tempat untuk menyimpan/menusuk pentul. Saya sih tinggal bikin sesuai permintaan ibu berdua hehe. Dan Alhamdulillah hasilnya memuaskan. Ibu Dewi suka warna hijau, Ibu Aini suka warna merah.

Belum berhenti sampai di situ, suatu kali Ibu Ina juga memesan beberapa barang dengan, harus, kertas kado yang sama. Jangan berbeda satu pun! Keranjang ulir (sayangnya keranjang ulir tidak ada di gambar di bawah ini), tempat tisu, dan desk-organizer. Ini saja, saya kok berat banget mau menukarnya dengan Rupiah karena cantik hahahaha.


Terima kasih, semuanya, sudah memesan barang-barang daur ulang ini di saya hehehe. Semoga akan tetap terus memberi manfaat! Amin.

Baca Juga: Ruang Tamu DIY

Saya sendiri masih pengen bisa membikin rangkaian barang-barang DIY yang bisa diletakkan di kamar antara lain keranjang besar, keranjang kecil, desk-organizer, wall-organizer, yang semuanya satu warna. Apa daya, kesibukan yang menggempur tidak bisa ditoleransi seperti tahun-tahun lalu. Bisa memenuhi janji untuk tetap meng-update blog saja sudah syukur bukan main, terutama karena saya memang pengen bisa menulis setiap hari, untuk blogwalking ... hiks. Jadi dalam sehari itu, setelah pulang kantor langsung menulis blog, setelah itu langsung membuka lembar kerja baik itu yang di Word maupun Sony Vegas, sampai malam hari.

Tapi saya janji pada Bang Day, Kakak Ella Fitria, Nassirullah Sitam, Ummu, dan kawan blogger lain yang masih sering ke sini ... I will kunjung balik. Hehe. 



Cheers.

Terminal Stopkontak Ini Bisa Berotasi dan Mengecas HP


Terminal Stopkontak Ini Bisa Berotasi dan Mengecas HP. Bagaimana kalian menyebutnya? Saya biasa menyebutnya kabel roll atau terminal colokan. Seringnya sih kabel roll. Seperti apapun bentuknya; bundar, persegi, persegi panjang, nama yang benar adalah terminal stopkontak stop kontak antara kau dan aku hahaha. Terima kasih Andi Sadam untuk penjelasannya. Ingat, ya, namanya terminal stopkontak. Dan kali ini di #SelasaTekno mari bicara tentang terminal stopkontak canggih yang satu ini.

Baca Juga: Belajar di Luar Ruangan Bukan Masalah Dengan Nika Chair

Sebelumnya, perlu diketahui, semua foto/gambar di pos ini diambil dari YankoDesign. Jadi saya tidak perlu menjelaskan sumber gambar per gambar. Setuju? Setuju dooonk. Hehe.

Wall-Ti Tap Power Strip


Itu namanya. Wall-Ti Tap Power Strip. Benda canggih ini didesain oleh Eunsang Lee. Berbeda dari terminal stop kontak yang kita kenal dan/atau pakai sehari-hari, Wall-Ti Tap Power Strip lebih unik dan kece. Di mana letak keunikannya? 

Pertama, bentuknya persegi dengan lubang di bagian tengah seperti donat. Adakah donat segi empat? Ada donk, kakak ipar saya sering bikin donat segi empat, tentu dengan lubang di bagian tengahnya.  Hehe. Lihat gambar berikut:


Selain dapat diletakkan di meja, bisa juga digantung. Oleh karena itu, saya menyebutnya unik. 

Bagian dalam Wall-Ti Tap Power Strip, dapat berotasi sehingga memudahkan penggunanya. Misalkan kita sudah menghubungkan satu perangkat ke Wall-Ti Tap Power Strip, untuk menghubungkan steker lainnya tinggal diputar saja. Bayangkan kalau kita harus memasukkan steker ke bagian atas, seringnya sulit, diputar saja jadi tetap bisa dicolok pada bagian bawah (yang kosong, setelah diputar).

Mengisi Daya Baterai Tanpa Kabel


Ini penting. Barang seperti terminal stopkontak kalau hanya dipakai seperti fungsi utamanya saja kan biasa. Untuk apa membeli Wall-Ti Tap Power Strip kalau bisa membeli terminal stopkontak yang umum dijual di toko? Wall-Ti Tap Power Strip dapat mengecas atau mengisi daya telepon genggam, tanpa kabel. Untuk melakukannya, tinggal letakkan telepon genggam di bagian atasnya:



Whoaaaa ausam sekali!

Baca Juga: Tungku Kemping Mini yang Praktis dan Keren

Hanya saja saya belum mendapat infomasi lebih jelasnya tentang Wall-Ti Tap Power Strip ini, apakah sudah dijual bebas ataukah baru prototype. Atau, jangan-jangan ada dari kalian yang sudah punya barang ini di rumah? Hyuuuuu jadi iri hehe.

Bagaimana menurut kalian, kawan? Canggih dan keren kan?



Cheers.

Mengatur Keuangan Sebagai Freelancer: Asuransi Kesehatan Adalah Keharusan


Ketika saya bilang mau jadi freelancers, respon orang-orang terdekat alias keluarga adalah: “Kamu yakin?”

Respon yang sudah bisa diduga mengingat  buat sebagian besar orang tua kerja kantoran adalah sebuah keharusan. Anggapan ini nggak salah kok, karena dengan jadi orang kantoran penghasilan tiap bulan sudah pasti terjamin. Sedangkan freelancers? Dapat job aja banyak nggak pastinya, belum lagi pembayaran yang berisiko tertunda. Wah, siap-siap gali lobang tutup lobang.

Alhamdulillahnya kekhawatiran itu nggak terbukti. Saya bersyukur sejauh ini melakoni profesi freelancer lancar-lancar aja. Awalnya sih sempat khawatir ya, banyak cerita seputar pekerja lepas yang saya dengar dari teman-teman itu nggak enak banget. Permasalahan klasiknya adalah perkara invoice yang susah cair. Kebiasaan cenderung menghabiskan uang ketika transferan baru masuk juga bikin keuangan kempis tapi nggak ngembang-ngembang. Kalau jadi orang kantoran, ngabisin uang sekarang sih masih aman ya karena bulan depan masih ada yang namanya gajian. Tapi kalau freelancer? Siap-siap aja berteman baik dengan bokek hahaha.


Nah, biar nggak terjebak jadi sobat missqueen saya mau berbagi tips yang sudah saya terapkan sebagai freelancers. Semoga bermanfaat ya

Bangun branding dan networking

Sekarang ini, banyak sekali jenis pekerjaan sebagai freelancer yang bisa diambil: programmer, desainer, influencers, content creator, atau blogger seperti saya. Jangan khawatir kehabisan job, saya percaya rejeki pasti ada jalannya. Tapi tetap usaha dengan memperhatikan kualitas pekerjaan. Memiliki personal branding yang spesifik akan lebih baik. Salah satu alasan saya menggeluti dunia blogging adalah karena saya suka menulis dan bercerita. Dengan kesenangan saya traveling ini membuat saya kemudian memilih travel blogger sebagai branding. Jangan lupa juga untuk menjalin networking dengan siapa saja, karena peluang cari uang bisa datang lewat jalur yang kadang nggak terduga. Saya pernah dihubungi sebuah agency yang mendapatkan rekomendasi dari salah satu relasi: temannya si X yang pernah ketemu mas Salman di acara Y. Wah bener-bener ya silaturahmi membuka rejeki!!

Berapa rata-rata penghasilan bulanan

Sebagai freelancer, memang sih pendapatan yang diterima setiap bulan nggak tentu. Tapi pasti ada angka rata-rata yang bisa dihitung kan? Ada baiknya membuat satu rekening khusus untuk transferan dari agency supaya ketahuan angkanya. Sudah dapat? Nah sekarang lihat apakah berada di ambang batas UMR atau justru di bawah hehehee… Kalau iya, waktunya memecut diri lebih keras bagai quda.


Berapa pengeluaran bulanan 

Nah bagian ini yang sudah pasti bakal diisi dan sedikit bikin ngeri hahaha… Bukan apa-apa, dengan items belanja rutin bulanan yang sama dari tahun ke tahun kenapa harganya kayak badan ya: melar terus. Sudah nemu angkanya? Nah sekarang bikin patokan, jangan sampe jajan per bulan melebihi ini. Self reward sekali-kali boleh, tapi jangan mentang-mentang transferan baru diterima terus kebablasan jajan. Ingatlah bahwa jalan masih panjang dan nggak ada dalam kamus yang namanya gajian hahahha

Bikin pos pengeluaran 

Sudah ketahuan pengeluarannya apa aja kan? Buat pos tersendiri: belanja bulanan, transportasi, entertain klien, jajanin keponakan,... wah banyak ya! Ini semua harus dicatat dalam satu pembukuan.  Nggak harus pakai buku macam akuntan kok, sekarang banyak aplikasi smartphone yang bisa dipakai. Begitu invoice cair, langsung deh masukkan ke dalam masing-masing pos pengeluaran. Jangan segan juga memangkas pos pengeluaran yang kurang perlu ketika job lagi sepi. Kalo ada sisanya? Alhamdulillaah ada tambahan buat jajan hahaha. Silakan digunakan buat memanjakan diri atau justru mau investasi?


Pikirkan masa depan

Ingat ya jadi freelancers itu nggak bisa selamanya, lah sama sih kayak orang kantoran. Ada fasenya kita akan masuk usia pensiun dan gak produktif lagi. Kecuali kamu JK Rowling yang bisa nikmatin royalti novelnya, punya tabungan buat masa depan itu WAJIB hukumnya. Bentuknya bisa berupa tabungan saham atau reksadana. Dua investasi favorit ini, sekarang makin gampang kok dilakukan. Bisa lewat aplikasi smartphone dan nominalnya pun nggak harus besar. 

Sudah punya asuransi?

Nah yang ini sering kelewatan nih. Freelancer itu apa-apa sendirian (loh ini freelancer apa jomblo sih?). Maksudnya dari nyari job sampai jaga-jaga kalau ada kejadian nggak terduga seperti sakit atau kecelakaan. Maunya siiih sehat terus, tapi kan kita hidup nggak selamanya lurus ya? Kitanya udah hati-hati eh tau-tau jadi korban kecerobohan orang di jalan. Masuk rumah sakit, duitnya dari mana?

Makanya nih, saya juga mempersenjatai diri saya dengan asuransi kesehatan. Nggak mau aja kalau tabungan saya kepake untuk bayar biaya rumah sakit. Apalagi kalo sampe ngutang, no way! Kartu kredit bisa aja dipakai tapi berapa sih limitnya? Kalau maksain berobat pakai kartu kredit malah tambah sakit hahahah…


Untuk asuransi kesehatan, saya pilih yang preminya nggak terlalu memberatkan. Senengnya nih sekarang banyak yang preminya lumayan murah. Tapi, saya juga gak mengabaikan soal perlindungan yang bakal didapat. 

Kamu gimana?