Meresapi Indahnya Ekowisata Mangrove Sunge Jingkem Sembilangan

Bermimpi menjadi seorang penulis yang telah saya tekuni sejak dari kelas 5 SD adalah mimpi yang paling berat untuk diwujudkan. Entah kekuatan apa yang membuat saya selama ini terus bertekad untuk mewujudkannya. Meski pada waktu lain saya merasa tak pantas dan tak pandai untuk bersikeras mengejar mimpi ini, tetapi saya akan terus menerus berusaha dan belajar agar impian ini menjadi kenyataan

5 Lagu Glenn Fredly Dalam Kenangan Ini Bikin Mewek


5 Lagu Glenn Fredly Dalam Kenangan Ini Bikin Mewek. Semalam, saya menerima pesan WA berupa tautan berita dari Deni Wolo. Isi berita itu sungguh bikin sedih. Glenn Fredly Deviano Latuihamallo telah berpulang ke pangkuan Illahi. Lebih menyedihkan ketika saya sedang menulis pos ini dan mencari biodata singkatnya di internet. Wikipedia menulis: 

Glenn Fredly Deviano Latuihamallo (lahir di Jakarta, 30 September 1975 – meninggal di Jakarta, 8 April 2020 pada umur 44 tahun) adalah seorang penyanyi berkebangsaan Indonesia.

Bahkan update-an tentangnya sudah ada di Wikipedia. Mungkin kalian bakal bertanya-tanya: kenapa sedih, kamu kan bukan sodaranya, Teh? Kawan, Seorang Glenn Fredly bukan sekadar musisi biasa. Dia begitu lekat dengan semua orang, baik penggemar maupun bagi mereka-mereka yang hanya menikmati karyanya saja. Dia tidak saja dikenal sebagai musisi tetapi juga aktivis sosial. Saya mengaguminya dan pernah begitu lama larut dalam lagunya yang berjudul Sedih Tak Berujung. Bhaaaam! 

Baca Juga: 5 Kegiatan Yang Saya Lakukan Saat Di Rumah Saja

Kepergian Glenn Fredly praktis membikin saya mengenang lagu-lagunya, terutama lagu-lagu sedih yang bikin mewek. Dan tentu yang pertama terlintas di kepala saya adalah Sedih Tak Berujung. Lagu yang paling sering saya udarakan saat itu, saat masih siaran di Radio Gomezone. Habis semua rasa di dada ...

Lima lagu milik Glenn Fredly berikut ini saya dengarkan berkali-kali sejak semalam, bahkan saat sedang menulis pos ini.

1. Sedih Yang Tak Berujung


Kita berpisah. Kemudian kau telah bertemu dengan seseorang. Kali ini perpisahan kita memang berarti selesai. Tidak ada kata 'kembali'. Kira-kira itu yang saya maknai dari lagu berjudul Sedih Tak Berujung. 


Liriknya sedih sekali, kawan. Siapa pun yang pernah so deep in love, kemudian terpaksa berpisah dari yang sangat dicinta, dan kemudian si dia menemukan seseorang yang baru dan berencana menikah, bisa menangis mendengarkan lagu ini. Bagaimana tidak sedih? Dia hendak menikah sementara kitanya belum move on. Rasanya semua orang sedang menertawai kita.

2. Januari


Selain November lewat November Rain, Januari juga tidak kalah. Sebelum Gigi dengan 11 Januari, masyarakat Indonesia sudah lebih dulu mengenal Januari dari Glenn Fredly. Dan lagu ini juga benar-benar menikam jantung saya, sedalam-dalamnya, bahkan mungkin tembus.


Kenapa sampai menikam jantung, Teh?

Cinta sejati tak berpihak pada kita
Kasihku, sampai di sini kisah kita
Jangan tangisi keadaannya,
Bukan karena kita berbeda

Dalam posisi saya adalah karena kami berbeda.

3. Akhir Cerita Cinta


Glenn Fredly itu musisi jenius yang pandai mengawinkan lirik melankolis dengan musik syahdu. Akhir Cerita Cinta paling ramai di-request oleh Gomezoner (panggilan untuk pendengar Radio Gomezone) kala itu. Bahkan, dalam durasi dua jam program request bernama Jigsaw, lagu ini bisa mengambil porsi 45% di-request!


Ternyata bukan saya saja, tetapi begitu banyak orang yang juga kembali merasakan pengalaman pribadi saat mendengar lagu yang satu ini. Nyong Ambon eee ... dirimu sangat hebat mengaduk perasaan kami semua.

4. Sekali Ini Saja


Ada apa antara Glenn Fredly dengan lagu-lagu perpisahan ini? 


Ada kejeniusan dalam bermusik.

5. Terserah


Ada satu kisah lucu ketika saya masih siaran di Radio Gomezone. Saya bukan penyiar program request, Jigsaw, tapi pada suatu hari saya menggantikan Tia (Flori) si keeper Jigsaw. Salah satu pesan teks request datang. Gomezoner itu meminta diperdengarkan lagu dari Glenn Fredly, judulnya Terserah. Tetapi karena Terserah ditulis 'terserah' saya menangkap bahwa saya boleh memperdengarkan lagu Glenn Fredly yang mana saja. Setelah saya memperdengarkan lagu berjudul Januari, Gomezoner itu pun protes. Oalah, ternyata maksudnya lagu milik Glenn Fredly yang berjudul Terserah.


Pada akhirnya saya terpaksa kembali memperdengarkan lagu dari Glenn Fredly yang berjudul Terserah, sesuai request


Kisah saya 'bersama Glenn Fredly' tidak semata-mata berpusat di Radio Gomezone saja. Tetapi di rumah pun demikian. Saya suka mendengarkan lagu-lagunya. Saya suka mendengarkan suaranya yang bening. Saya suka musiknya yang seperti sangat terikat dengan lirik-liriknya. Saya suka semua lirik lagunya. Tidak menggunakan bahasa yang tinggi, sederhana saja, tapi pandai mengawinkannya. Dan Glenn Fredly di mata saya adalah selebriti yang tidak banyak bicara. Kalau pun dia bicara, pasti berkualitas. Bukan asal njeplak saja.

Baca Juga: 5 Buku Self Improvement yang Wajib Kalian Baca

Rest in peace, Nyong Ambon. Kau akan selalu dikenang sebagai musisi terbaik tanah air yang selalu memberikan inspirasi. Secara harafiah kami memang telah kehilangan, tapi semua karyamu akan tetap kami kenang, bahkan hingga anak cucu kelak. Karena, karyamu tak lekang oleh waktu.

#KamisLima



Cheers.

Review Film Kingudamu / Kingdom (2019)

Kingudamu / Kingdom (2019) "Bagaimana aku bisa sampai di sini?" tanya Shin. "Pernahkan kamu mendengar kisah tentang seorang raja menggendong budak di punggungnya?" jawab Pangeran Ei Sei sambil terus memperbaiki alas kaki Shin yang terbuat dari tali temali. "Hah, kamu yang menggendongku?" ujar Shin kaget. Itu percakapan setelah Shin tersadar dari pingsannya akibat terkena sumpit beracun

Kalau Tahu 5-Minutes Crafts Harus Tahu TheSoul Publishing

Kalau Tahu 5-Minutes Crafts Harus Tahu TheSoul Publishing. Do It Yourself (DIY). Dunia DIY pasti berhubungan dengan dunia craft dan life hack. Craft adalah kerajinan tangan. Life hack adalah tips sederhana tapi jitu untuk mengatasi masalah dalam keseharian umat manusia. Contoh craft adalah menyulam, membatik, menenun, membikin hiasan dinding berbahan keping CD, membikin pot bunga berbahan botol plastik, membikin keset dari handuk bekas, membikin dompet berbahan bungkus plastik (minuman) sasetan, hingga membikin bunga dari tali rafia dan tas kresek. Contoh life hack adalah memanfaatkan kaleng bekas minuman untuk merontokkan bulir jagung dari tongkol jagungnya, menggunakan lipatan kertas untuk membuka tutup botol kaca, memanfaatkan daun pepaya untuk mengusir nyamuk, hingga membersihkan barang berkarat dengan cara merendamnya dalam cairan berkola.

Baca Juga: Membikin Sendiri Lilin Berbentuk Telur Untuk Paskah

Saya, kalian, mereka, pasti setidaknya satu kali dalam hidup pernah menonton tentang dunia DIY yang berhubungan dengan craft dan life hack ini. Tidak bisa dipungkiri bahwa 5-Minutes Crafts merupakan salah satu tayangan yang paling banyak mengulas tentang dunia DIY, craft, life hack. Kalau di-Indonesia-kan menjadi Kerajinan Tangan 5 Menit, meskipun untuk membikinnya membutuhkan waktu lebih dari lima menit. Saya mulai menonton video-video 5-Minutes Crafts dari media sosial Instagram, kemudian berlanjut ke Youtube. Awal mula mengetahui tentang 5-Minutes Crafts saat saya mulai terobsesi dengan dunia DIY. Waktu itu saya terus memperbarui pengetahuan tentang membikin sesuatu terutama berbahan barang bekas. Tak cukup sampai di situ, 5-Minutes Crafts kemudian punya sub-sub seperti Girly, Man, Kids, dan lain sebagainya.

Tapi tahukah kalian siapa dan/atau apa yang berada di balik tayangan-tayangan 5-Minutes Crafts? Sekarang ... saatnya kalian tahu.

TheSoul Publishing


5-Minutes Crafts tidak terlepas dari perusahaan bernama TheSoul Publishing. Penulisannya memang begitu, The dan Soul tidak dipisah. Dirilis dari situsnya, TheSoul Publishing adalah studio digital independen yang menghasilkan konten asli yang menyenangkan, informatif, dan menginspirasi audiens global. TheSoul Publishing merupakan salah satu perusahaan media online paling produktif dan populer di dunia dan menjangkau ratusan juta pengikut di Facebook dan pelanggan Youtube. Tim kreatif TheSoul Publishing berbasis global memberikan konten yang menarik untuk semua umur dalam delapan belas bahasa yang berbeda, didistribusikan melalui jaringan lintas platform yang digerakkan oleh media sosial.

Mulai dari hack yang praktis hingga proyek kerajinan yang cerdas, dari kiat kecantikan yang memusingkan hingga teka-teki yang memusingkan otak. Portofolio merek media TheSoul Publishing menekankan hal-hal positif, praktis, dan murni menghibur. Saluran TheSoul Publishing yang paling banyak ditonton adalah, tentu saja, 5-Minute Crafts. 5-Minute Crafts adalah merek dan/atau brand digital DIY nomor satu di dunia dan menempati peringkat di antara Top-5 dari semua Saluran YouTube. Makanya tidak salah saya menulis judul: Kalau Tahu 5-Minutes Crafts Harus Tahu TheSoul Publishing. Karena, 5-Minutes Crafts ini benar-benar jawara.

Selain 5-Minutes Crafts, TheSoul Publishing juga memproduksi konten/saluran lain seperti Bright Side, 7-Second Riddles, Actually Happened, 123 Go!, Avocado Couple, Frankenfood, Slick Slime Sam dam Doodland. Makanya tidak heran ketika melihat logo Bright Side, saya langsung teringat sama 5-Minutes Crafts ... bohlam! Dan sumpah, baru hari ini saya mengetahui koneksi antara keduanya. Mereka sama-sama diproduksi oleh TheSoul Publishing. Oalah ... hahaha.

Ide, Tim, dan Kerja Keras


Menonton video-video milik TheSoul Publishing di Youtube saya percaya bahwa di belakang layar ada banyak tim yang bekerja keras. Tim ini pasti dibagi berdasarkan salurannya masing-masing. Bahkan satu saluran, menurut saya, bisa terdiri dari banyak tim. Misalnya 5-Minutes Crafts yang terbagi dalam Girly, Man, Kids, pasti punya tim-nya masing-masing. Setiap tim pasti mempunyai orang-orang yang dijuluki tim kreatif. Ideas Team. Merekalah yang harus memutar otak untuk setiap kontennya, merekalah yang harus bekerja keras mewujudkan ide tersebut, merekalah yang harus pandai mengatur kanal kategori.

Kanal kategori?

Iya, itu bahasa yang saya gunakan.

Karena, dari setiap video 5-Minutes Crafts yang saya nonton, ada beberapa video yang sama, yang pernah tayang pada video lainnya. Kanal kategori ini penting sehingga mereka cukup membikin satu dua video baru untuk kategori yang sama, dan bisa menambahkan video-video yang sudah ada, asal kategorinya sama. Tapi bukan berarti mereka asal comot, ada kerja keras di situ. Memilah video, menyambungnya, menyunting ini itu, bukan perkara mudah, terutama untuk video berdurasi sampai puluhan menit.


Betapa beruntungnya saya, kalian, mereka, karena tahu tentang 5-Minutes Crafts dan saluran lain milik TheSoul Publishing. Apa saja yang sudah saya pelajari dari 5-Minutes Crafts? Hwah, banyak sekali, gengs. Menjadikan BH sebagai masker, membikin tas berbahan keping CD, membikin kursi/bangku dari rak telur, membikin makanan raksasa, nge-prank teman dengan makanan palsu, bagaimana caranya agar kemping jadi lebih menyenangkan, betapa menyenangkannya berkebun itu, memanfaatkan lem bakar untuk berbagai keperluan hidup, hingga menggunakan sendok untuk menggambar alis mata. Haha. Macam-macam ide kreatif mereka. Ada yang bisa kita tiru, ada yang tidak. Tergantung tingkat kesulitan masing-masing.

Baca Juga: Tiga Desk Organizer Mini Ini Benar-Benar Menggemaskan

Bagaimana dengan kalian, kawan? Pernahkan kalian membikin apa-apa yang kalian nonton dari 5 Minutes Crafts? Yang jelas, segala sesuatu yang beraroma DIY selalu menarik perhatian saya. Kami pernah membakar ayam di api unggun menggunakan aluminium foil. Haha. Gara-gara 5-Minutes Crafts itu! Ya ya ya sudah dulu ... nanti tidak selesai-selesai ceritanya. Yang jelas, hari ini kita semua tahu sesuatu di balik nama besar 5-Minutes Crafts. Mari ... ber-DIY-ria!

#RabuDIY



Cheers.

Pengalaman Menggunakan Camtasia Screen Recorder

Credits: TechSmith.

Pengalaman Menggunakan Camtasia Screen Recorder. Saya pernah menulis pos berjudul I Really Need a Screen Recorder for My Blogging Videos. Memang, saya sangat membutuhkan aplikasi screen recorder atau perekam layar agar lancar membikin video-video tutorial tema Blogging yang tayang di channel Youtube. Tentu yang bebas dari tanda air. Karena, aplikasi Free Screen Video Recorder yang telah terpasang di laptop ternyata menyertakan tanda air. Akhirnya saya diberikan aplikasi bernama Camtasia oleh Oedin. Kemudian, Camtasia menjadi teman sehari-hari dalam proses kreatif membikin video tutorial nge-blog mulai dari mendaftar akun blog pertama kali di platform Blogger, mengenal dashboard-nya, sampai yang paling baru tentang dapur entri blog. Tentu masih banyak video tema Blogging yang bakal tayang secara berkelanjutan di Youtube setiap Senin.

Baca Juga: Puasnya Melihat Hasil Foto dan Video Kamera Realme 5i

Bagaimana pengalaman saya menggunakan Camtasia?
Perlukah kalian mengetahuinya?
Hmmm ... perlu tahu atau tidak, bukan masalah, yang jelas saya ingin berbagi pengalaman saya. Jadi, marilah kita cari tahu!

Camtasia


Kenalan dulu yuk sama Camtasia. Wikipedia menulis sebagai berikut: Camtasia (/ kæmˈteɪʒə /) (sebelumnya Camtasia Studio) adalah rangkaian perangkat lunak, dibuat dan diterbitkan oleh TechSmith, untuk membuat tutorial dan presentasi video langsung melalui screencast, atau melalui plug-in rekaman langsung ke Microsoft PowerPoint. Area layar yang akan direkam dapat dipilih secara bebas, dan audio atau rekaman multimedia lainnya dapat direkam pada waktu yang sama atau ditambahkan secara terpisah dari sumber lain dan diintegrasikan dalam komponen Camtasia produk. Kedua versi Camtasia dimulai sebagai program tangkapan layar yang disempurnakan dan telah berevolusi untuk mengintegrasikan tangkapan layar dan alat pasca-pemrosesan yang ditargetkan pada pasar pengembangan multimedia informasi dan pendidikan.

Camtasia terdiri dari dua komponen utama:

Camtasia Recorder - alat terpisah untuk menangkap audio layar dan video
Editor Camtasia - komponen yang seluruh produk dinamai, yang kini menjadi alat pembuat multimedia dengan antarmuka "timeline" standar industri untuk mengelola beberapa klip dalam bentuk trek yang ditumpuk ditambah perangkat tambahan yang dirangkum di bawah ini.

Itu katanya Wikipedia yang saya terjemahkan menggunakan Google Translate! Hahahaha. 

Tapi memang betul, seperti itulah Camtasia. Tiga langkah utama yang tertera di situsnya adalah sebagai berikut:




Jujur, saya belum pernah memakai Camtasia untuk urusan yang berkaitan dengan Power Point. Saya memakai Camtasia semata-mata untuk merekam layar saja demi kepentingan video tutorial tema Blogging tersebut.

Bekerja Bersama Camtasia


Bagaimana cara menggunakannya? Mudah. 

1. Buka aplikasi Camtasia.
2. Pilih rekam layar.
3. Silahkan beraktivitas selama layar direkam.
4. Stop.
5. Preview.
6. Save menggunakan format Video File (*.avi).

Camtasia yang saya pakai itu Camtasia Studio 6. Hanya punya dua format penyimpanan, format pertama ya penyimpanan Camtasia, format kedua ya Audio Video Interleaved (AVI). Sayangnya, format AVI tersebut ditolak mentah-mentah oleh Sony Movie Studio Platinum 13. Oh Tuhan, apa salah dan dosa hambaaaaa. Hehe. Saya mencoba membuka file berformat AVI di aplikasi Proshow, ternyata bisa. Disimpan kembali dalam format MPEG (*.mpg). Alhamdulillah, format keluaran dari Proshow itu diterima dengan tangan terbuka oleh Sony Movie Studio Platinum 13. Lancar jaya! Tinggal mempercepat, menambah musik dan/atau audio, render, selesai. Kalian bisa melihat video-videonya di Youtube.


Menggunakan Camtasia tentu menyenangkan, terutama untuk kepentingan video tutorial tema Blogging, karena memang itulah yang saya cari. Meskipun untuk itu saya harus berputar-putar terlebih dahulu menggunakan Proshow, but it's okay

Baca Juga: Aplikasi Super Keren Untuk Para Pejalan Itu Bernama Relive

Bagaimana, kawan? Pengalaman saya ini cukup menggairahkan bukan? Hahaha. Apanya yang menggairahkan? Hahaha. Maksud saya, pasti kalian setidaknya juga kepikiran untuk menggunakan Camtasia, mungkin untuk keperluan lainnya. Tidak melulu harus untuk video tutorial bertema Blogging. Mungkin kalian pengen bikin tutorial tentang cara menggunakan Clan Lotus pada game Battle Realms? Boleh juga. Atau ... bagaimana membikin persentasi Power Point yang kece, silahkan. Yang jelas Camtasia sangat membantu saya. Insha Allah, kalian pun demikian.

Semoga bermanfaat.

#SelasaTekno



Cheers.

S0509: Suarane Podcast Mau Pindah ke YouTube?

Ini hanya episode singkat untuk menjawab dua macam pertanyaan yang diterima dari teman-teman baik Suarane Podcast akhir akhir ini yakni: (1) Ke mana saja podcast ini tidak pernah diupdate? Apa benar Suarane podcast mau pindah ke Youtube? Ngapain sih Suarane sampai menggalang recehan di podcastnya? Hahaha..  dan (2) Bagaimana kondisi gue dan keluarga di Bangkok di tengah pandemi Covid-19. Terima kasih untuk pertanyaannya dan semoga episode singkat ini bisa menjawabnya. 😉  

Credit: 

Episode ini direkam dengan aplikasi Audio Evolution Mobile tanpa mikrofon tambahan apapun. Hanya mengandalkan mikrofon di ponsel. Mixing dan editing dilakukan dengan aplikasi Anchor. Artwork diambil dari Pixabay. – Podcasting itu gampang kan? Modal ponsel juga jadi, kok!

Send in a voice message: https://anchor.fm/suarane/message

S0509: Suarane Podcast Mau Pindah ke YouTube?

Ini hanya episode singkat untuk menjawab dua macam pertanyaan yang diterima dari teman-teman baik Suarane Podcast akhir akhir ini yakni: (1) Ke mana saja podcast ini tidak pernah diupdate? Apa benar Suarane podcast mau pindah ke Youtube? Ngapain sih Suarane sampai menggalang recehan di podcastnya? Hahaha..  dan (2) Bagaimana kondisi gue dan keluarga di Bangkok di tengah pandemi Covid-19. Terima kasih untuk pertanyaannya dan semoga episode singkat ini bisa menjawabnya. 😉  

Credit: 

Episode ini direkam dengan aplikasi Audio Evolution Mobile tanpa mikrofon tambahan apapun. Hanya mengandalkan mikrofon di ponsel. Mixing dan editing dilakukan dengan aplikasi Anchor. Artwork diambil dari Pixabay. – Podcasting itu gampang kan? Modal ponsel juga jadi, kok!

Send in a voice message: https://anchor.fm/suarane/message

Kampung Sembilangan dan Peranan Pemudanya

  Pesisir Sembilangan - Foto by: Roron UP   Waktu terus bergerak cepat, setahun bagai sebulan, sebulan bagai satu pekan, satu pekan bagai satu hari, satu hari bagai satu jam, satu jam bagai satu menit, dan satu menit bagai satu detik. Riuh angin yang terus berhembus, melempar debu-debu jauh dari tempatnya, membuat daun-daun gugur dari rantingnya.  Air laut yang pasang surut, ditambah

Suasana Kota Ende Setelah 14 Hari Saya Di Rumah Saja


Suasana Kota Ende Setelah 14 Hari Saya Di Rumah Saja. Empat belas hari telah berlalu sejak dosen, karyawan, dan mahasiswa Universitas Flores (Uniflor) dirumahkan. Iya, kami #DiRumahSaja. Taat pada aturan, dosen dan mahasiswa Uniflor melaksanakan pembelajaran menggunakan metode e-learning. Layanan yang digunakan bermacam-macam. Ada e-learning yang bisa diakses melalui situs Uniflor, ada MOODLE, Edmodo, hingga Google Classroom. Karyawan Uniflor wajib standby. Apabila sewaktu-waktu dipanggil oleh pimpinan, wajib datang ke kampus, tidak boleh beralasan sedang berada di kampung halaman. Saya sendiri benar-benar di rumah saja karena kebutuhan keluar rumah dilakukan oleh Thika Pharmantara dan Melly seperti berbelanja kebutuhan pokok hingga kebutuhan Mamatua.

Baca Juga: Penjelasan Paling Masuk Akal Dari Kematian Elisa Lam

Sabtu, 4 April 2020, untuk pertama kali setelah empat belas hari saya pun pecah telur alias keluar kandang. Haha. Sabtu kemarin saya harus meliput kegiatan tahunan Uniflor setiap tanggal 4 April yaitu ritual Pati Ka Embu Kajo di Tubu Nabe. Kegiatan tersebut dilaksanakan pagi hari pukul 07.00 Wita dan berakhir pukul 08.30 Wita dengan peserta yang sangat terbatas. Mumpung sedang berada di luar rumah, usai kegiatan di kampus saya mengajak Thika jalan-jalan berkeliling Kota Ende. Penasaran juga ... saya yang #KakiKereta ini begitu lama berada di dalam Pohon Tua, apa yang terjadi dengan Kota Ende? Hahaha. Gaya banget lu, Teh. Anyhoo, ternyata Kota Ende masih lengang. Masyarakat patuh pada aturan yang ditetapkan pemerintah. Beberapa orang yang berada di jalanan adalah mereka-mereka yang memang bekerja di luar rumah. 

Berikut videonya. Cekidot!



Baca Juga: Pembagian 100 Sampel Hand Sanitizer Sampai Social Distancing

Pada video di atas, kalian bisa melihat suasana Kota Ende. Jalanan memang masih lengang. Kami mampir di lapak nasi kuning langganannya si Thika. Si Kakak penjual nasi kuning mengaku nasi kuning yang dijualnya masih laris manis serta belum sampai pada penurunan omzet harian. Entah dengan hari-hari beriktunya karena kami semua menerima surat edaran baru dari Rektor yang memperpanjang waktu #DiRumahSaja hingga tanggal 18 April 2020. Work from home memang menyenangkan juga, tapi lebih menyenangkan kerja di kantor seperti hari-hari biasa karena bisa bertatap muka dengan teman-teman dan bergibah hahaha.

Bagaimana dengan kalian, kawan? Bagi tahu yuk di komen.

#SeninCerita
#CeritaTuteh



Cheers.

[Video] Tips Editing Bag.2

Di episode ini kita akan belajar mixing berbagai unsur dalam sebuah podcast. Targetnya adalah bisa menyusun semua bagian dalam satu episode podcast, memasukkan unsur musik latar dan sound effect serta mengemasnya menjadi satu podcast yang siap tayang. Di akhir juga akan ada sesi menjawab beberapa pertanyaan dari teman-teman seputar editing.

Selengkapnya bisa dilihat di bawah ini atau langsung ke channel: Youtube.com/SUARANE.

Semoga bermanfaat 🙂

Credits:

  • Thanks to Neng Mput yang udah mau jadi “kelinci percobaan” di episode ini 🙂
  • Musik yang dipakai di episode ini adalah “Protofunk” karya Kevin MacLeod (incompetech.com). Licensed under Creative Commons: By Attribution 3.0 License

Pertanyaan dan komentar bisa dikirim ke suarane@gmail.com