(Narsis) Di Ujung Jalan yang Ingin Kembali
Langit senja menggantung muram di atas terminal kecil kota itu. Angin membawa bau solar, debu jalanan, dan rindu yang terlalu lama dipendam. Di antara orang-orang yang datang dan pergi, Arga […]
Langit senja menggantung muram di atas terminal kecil kota itu. Angin membawa bau solar, debu jalanan, dan rindu yang terlalu lama dipendam. Di antara orang-orang yang datang dan pergi, Arga […]
Hujan turun pelan sore itu, seakan tahu bahwa ada sesuatu yang hampir berakhir. Di sudut kafe kecil yang dulu menjadi saksi awal kisah mereka, Arga menatap cangkir kopi yang sudah […]
Langit sore itu tidak benar-benar gelap, tapi juga tak pernah bisa disebut terang. Abu-abu, seperti perasaan yang dipaksa diam terlalu lama. Raka berdiri di halte yang sama seperti tiga tahun […]
Hujan turun pelan di sudut kota, seperti sengaja meredam suara hati yang tak lagi tahu harus ke mana pulang. Aku duduk di bangku kayu tua di halte itu, tempat yang […]
Di usia enam puluh tujuh tahun, Wening belajar bahwa kehilangan punya banyak wajah. Ada kehilangan yang datang seperti gempa : tiba-tiba, mengoyak segalanya, meninggalkan puing yang butuh bertahun-tahun untuk dirapikan. […]
Ada yang aneh dari cara Dara dan Langit mencintai mimpi masing-masing , mereka terhubung justru karena impian mereka saling bertolak belakang. Dara ingin tinggal. Di kota kecil ini, di antara […]
Langit sore itu berwarna tembaga, seolah ikut menahan napas bersama Arman yang berdiri di halte tua, tempat segalanya pernah dimulai. Sudah sepuluh tahun berlalu. Sepuluh tahun sejak ia dan Sinta […]
Mereka bertemu di waktu yang tidak direncanakan dan mungkin, tidak seharusnya. Jamal mengenalnya di sebuah perpustakaan kecil di sudut kota. Hujan sore itu turun pelan, seperti sengaja memperlambat dunia. Di […]
“Cinta sejati bukan tentang siapa yang kita pilih untuk hidup bersamanya — melainkan siapa yang tidak sanggup kita bayangkan hidup tanpanya.” — Kahlil Gibran Hujan turun tanpa permisi malam itu. […]
Hujan turun perlahan sore itu, seolah langit pun ikut mengingat sesuatu yang telah lama terkubur. Di sudut sebuah stasiun tua yang nyaris terlupakan, Arman duduk sendiri, menggenggam secarik surat yang […]