KEPO BUKU #10 – KEPOIN BUKU-BUKU SASTRA (1/2)

Inilah bagian pertama dari dua episode spesial Kepo Buku yang membahas soal buku-buku sastra favorit masing-masing hostnya (Rane Hafied, Steven Sitongan dan Hertoto Eko). Obrolan ini berangkat dari persepsi masing-masing host tentang apa itu buku sastra, sehingga menjadi sangat beragam (Lihat list buku di bawah)

Ada juga beberapa teman baik yang mengirimkan cerita buku-buku favorit mereka melalui Voice Note di Whatsapp. Mau ikutan cerita juga? Caranya ada di bawah ini.

Episode ini dipecah menjadi tiga segmen.

  1. Mengulas tentang penafsiran setiap host tentang konsep buku sastra
  2. Ulasan masing-masing host tentang buku sastra
  3. Memutar rekaman ulasan buku yang diterima dari teman Kepo Buku

Selamat mendengarkan. Semoga berkenan.



Di mana dengar podcast Kepo Buku?

Google Podcast | Spotify | Anchor | Breaker | Sticher | Pocketcast | Radio Public

Buku yang Disebut di Episode ini:
(Disebut berdasarkan urutan kemunculan di episode ini)

  • Kumpulan Cerpen Kompas
  • Cantik Itu Luka – Eka Kurniawan
  • Dawuk – Mahfud Ikhwan
  • Muslihat Musang Emas – Yusi Avianto Pareanom
  • Tetralogi Pulau Buru – Pramoedya Ananta Toer
  • Lima Sekawan – Enid Blyton
  • Cerita-cerita HC Andersen
  • Novel-novel karya Dr. Karl May
  • Salah Asuhan – Abdul Muis
  • Siti Nurbaya – Marah Rusli
  • Tenggelamnya Kapal Van Der Wijk – Hamka
  • Canting – Arswendo Atmowiloto
  • Mengarang itu Gampang – Arswendo Atmowiloto
  • Opera Bulutangkis – Titi Nginung
  • Musashi – Eiji Yoshikawa (Terjemahan Arswendo Atmowiloto)

 

AYO CERITAKAN BUKU YANG LAGI KALIAN BACA LEWAT AUDIO:

Yoi cuy, kita mau ngajak kalian buat ikutan di Kepo Buku. Intinya kita mau tahu kalian lagi baca buku apa? Kirim dalam bentuk rekaman suara (maksimal 5 menit). Jangan lupa sebut nama, lokasi dan ceritakan buku yang kalian lagi baca atau mau kalian rekomendasikan. Ada dua cara yang bisa dilakukan:

  1. ANCHOR: Untuk pengguna aplikasi Anchor, klik “Message” dan mulai rekam review kalian. (Durasi maksimal 1 menit tapi kalau masih kurang, silahkan rekam lagi)
  2. WHATSAPP:  Gunakan fasilitas Voice Note di Whatsapp. Klik/ ketik link ini di HP kalian: http://bit.ly/ikutkepobuku
  3. EMAIL: Rekam di voice note di hp dan kirim lewat email ke suarane@gmail.com

Rekaman yang kita terima akan kita sertakan dalam episode-episode Kepo Buku berikutnya.

 

Credits:

  • Musik: “Fretless” oleh Kevin MacLeod (incompetech.com). Licensed under Creative Commons: By Attribution 3.0 License
  • Famous Five TV Theme Song (Composed by: Rob Andrews, Les Spurr)
  • Cover: pixabay.com

 

-rh-

Episode 25 – Arie dan Kamera Lubang Jarumnya

Tamu kali ini adalah seorang anak muda asal Bandung yang punya hobi menarik yaitu fotografi menggunakan kamera lubang jarum. Lebih dari sekedar hobi, dia bahkan kemudian memproduksi kamera lubang jarum dari kayu bekas dan banyak menarik perhatian, termasuk dari penggemar fotografi di luar negeri.

Tunggu dulu.. Kamera lubang jarum itu apa? Bagaimana cara kerjanya? Apa bedanya dengan fotografi analog yang sekarang lagi trend? Arie Haryana, tamu kita kali ini, akan memberikan pengetahuan yang mungkin masih baru buat banyak orang ini. Enjoy!



Suarane Podcast bisa disubscribe dan didengarkan di:

| suarane.org|  Soundcloud Anchor | Spotify | Google Podcast | Apple Podcast | Castbox | Breaker | Pocket Casts | Radio Public | Overcast | Google Play Music | Tune In Radio |

Tautan Terkait Episode Ini:

Credits:

  • Musik yang dipakai di episode ini adalah “Carpe Diem” karya Kevin MacLeod (incompetech.com). Licensed under Creative Commons: By Attribution 3.0 License
  • Foto cover untuk podcast dan web: Arie Haryana
  • Sound effect: freesound.org

 

 

 

-rh-04/09/2018-

Kepo Buku #9: Kepoin Buku Presiden-Presiden Indonesia

Kali ini kita akan mengulas buku-buku apa saja sih yang dibaca para Presiden Indonesia dari Sukarno sampai Joko Widodo? Simak pula ulasan buku berjudul “Ba” dan “Ca” karya seorang mendiang sastrawan Indonesia spesialis cerita horor, dan satu ulasan buku menarik dari salah seorang pendengar Podcast Kepo Buku di Australia. Daftar buku yang disebut di episode ini ada di bagian bawah.



Di mana dengar podcast Kepo Buku?

Google Podcast | Spotify | Anchor | Breaker | Sticher | Pocketcast | Radio Public

Buku yang Disebut di Episode ini:

 

AYO CERITAKAN BUKU YANG LAGI KALIAN BACA LEWAT AUDIO:

Yoi cuy, kita mau ngajak kalian buat ikutan di Kepo Buku. Intinya kita mau tahu kalian lagi baca buku apa? Kirim dalam bentuk rekaman suara (maksimal 5 menit). Jangan lupa sebut nama, lokasi dan ceritakan buku yang kalian lagi baca atau mau kalian rekomendasikan. Ada dua cara yang bisa dilakukan:

  1. ANCHOR: Untuk pengguna aplikasi Anchor, klik “Message” dan mulai rekam review kalian. (Durasi maksimal 1 menit tapi kalau masih kurang, silahkan rekam lagi)
  2. WHATSAPP:  Gunakan fasilitas Voice Note di Whatsapp. Klik/ ketik link ini di HP kalianbit.ly/kirimkepobuku
  3. EMAIL: Rekam di voice note di hp dan kirim lewat email ke suarane@gmail.com

Rekaman yang kita terima akan kita sertakan dalam episode-episode Kepo Buku berikutnya.

 

Credits:

  • Musik: “Fretless” oleh Kevin MacLeod (incompetech.com). Licensed under Creative Commons: By Attribution 3.0 License
  • Cover: pixabay.com

 

-rh-

Survey Podcast 2018 di Indonesia

Daily Social bikin survey yang sangat menarik soal Podcast di Indonesia. Dengan jumlah responden dari 2032 pengguna ponsel pintar, tentu ini riset yang serius dan valid. Hasilnya cukup mengagetkan buat podcaster seperti gue. Selengkapnya silahkan akses di tautan di bawah. Tapi berikut ini ada beberapa hasil yang menarik perhatian gue dan pastinya juga teman-teman podcaster lain:

Responden: Millenials Rule!

podsurvey

Yang menarik adalah usia pendengar podcast di Indonesia  40 persen lebih berasal dari usia 20-25 tahun (42,12%), diikuti oleh usia 26-29 tahun (25,52 %) dan usia 30-25 tahun (15,96%). Apa artinya? Menurut gue, persepsi bahwa generasi yang sering dijuluki millenial adalah generasi penonton daripada pendengar tidak terlalu tepat. Bisa jadi juga ini disebabkan karena kalangan usia itu sangat suka pada hal-hal yang dianggap “baru.” Menarik untuk dilihat setahun lagi apakah minat itu masih sama.

Satu lagi yang perlu diperhatikan adalah ternyata 80% lebih pendengar masih terkonsentrasi di Pulau Jawa. Ayo podcaster di daerah, ini kesempatan kalian!

Familiaritas: Siapa Bilang Podcast Nggak Dikenal?

podsurvey2

Hampir 70% responden tahu apa itu podcast dan 80% lebih diantaranya pernah dengar podcast dalam 6 bulan terakhir. So, siapa bilang podcast belum dikenal?

Podcast atau Radio: Radio, someone still love you?

podsurvey3

Sebagai (mantan) orang radio, gue selalu tertarik ingin tahu ini. Menurut survey Daily Social terjadi pergeseran yang cukup signifikan menuju trend mendengarkan audio berbasis digital. Apa artinya?

Orang radio: waktunya kalian mengadopsi teknologi audio digital. Gue nggak punya risetnya, tapi cukup bermodal streaming siaran kalian di internet saja tidak cukup. Orang semakin sibuk dan tidak mau lagi diatur harus dengar radio di jam-jam tertentu.

Podcaster: Gue percaya banget bahwa pola pikir acara podcast yang meniru style radio (baca: golden voice, heavy audio mixing dll) perlahan akan bergeser menjadi lebih personal, lebih natural, lebih ngobrol.

Platform: Spotify Rules!!

podsurvey4

Mengutip seorang teman podcaster: “Ini sih kampret banget!” haha! Meskipun aplikasi anchor ada di buntut dalam hal aplikasi untuk mendengarkan podcast, tapi sejak aplikasi itu menyediakan layanan distribusi ke Spotify, angka pendengar di Spotify melonjak gila-gilaan. Paling enggak itu yang gue rasakan di dua channel podcast gue. Ini relevan banget dengan data pendengar usia muda yang rasanya adalah pengguna Spotify.

Gue bukan buzzer Anchor, tapi kalau kalian podcaster mau tambahan pendengar, cobalah sasar pendengar Spotify, dan Anchor menyediakan itu secara gratis!

Yang tidak kalah menarik, Soundcloud sebagai basis “tradisional” pendengar podcast masih jumawa di peringkat kedua. Toh gue nyaris yakin perlahan mereka akan tergeser oleh Google Podcast.

Bicara podcast, Indonesia ini emang unik banget! Temen-temen podcaster gue di luar Indonesia sering bingung. Mereka sering “mendewakan” Apple Podcast sebagai channel utama mendengarkan podcast yang paling tob! Tapi lihat hasil survey itu. Dimana posisi Apple Podcast? Hehe..

Oya, gue acung jempol sama Inspigo, karena mereka masuk dalam daftar platform yang dipakai mendengarkan podcast, bersaing dengan penyedia layanan podcast luar negeri. Inspigo ini bisa dibilang sebagai platform podcast lokal yang paling niat dan keren. You’re well on your way, guys! 

Kapan Dengar Podcast: Eh, buset? Seriuss?

podsurvey5

Jujur ini yang paling bikin gue melongo. Asumsi bahwa pendengar podcast itu ada di drive time alias jam orang pulang pergi kantor atau sekolah ternyata terpatahkan oleh survei ini.

32,50% responden mendengarkan podcast di atas jam 9 malam. Memang yang mendengarkan di jam pulang kantor juga tinggi (27,02%), tapi di atas jam 9 itu menarik banget. Hasil ini diperkuat dengan data bahwa mayoritas mendengarkan podcast di rumah, cuy!!

 

KONTEN, KONTEN, KONTEN!

Hasil yang tidak kalah penting, terutama buat para podcaster adalah: Konten dan fleksibilitas akses itu adalah hal yang paling dianggap menarik oleh para responden survey.

Apa artinya? Fleksibilitas akses jelas sangat berpengaruh. Podcast adalah platform yang mudah dikonsumsi dan bisa disambi mengerjakan hal lain. Pas buat generasi multi tasker!

Tapi yang sangat amat tidak kalah penting kalau tidak bisa dibilang paling penting di atas segalanya adalah: KONTEN!

Cuy, lo mau pakai alat canggih yang menghasilkan kualitas audio podcast cring super bening banget pake stereo kiri kanan atas bawah, kalau konten lo kosong, percuma.

Sebaliknya, rekam podcast pakai ponsel tapi konten lo bagus, tentu akan jauh lebih menarik. Banyak contohnya!

Jadi, gue tetap pada pendapat gue setiap kali ada yang bertanya: “Bang, gue bikin podcast tentang apa ya?”

Gue akan selalu jawab:

Mulailah dari apa yang lo tau dan jangan sok tau!

Terus ketika ada yang tanya: “Bang, konten yang bagus kayak apa ya?”

Gue akan jawab:

Konten yang lo tau, dan bukan konten yang sok tau! 

hehehe!

Masih banyak data menarik lainnya soal podcast ini. Silahkan unduh aja di: https://dailysocial.id/post/laporan-dailysocial-penggunaan-layanan-podcast-2018

Angkat topi buat Daily Social yang sudah merintis survey ini.

 

Salam,

Rane

KEPO BUKU #8 – REKOMENDASI BUKU BUAT PAK JOKOWI DAN PAK PRABOWO

Di Kepo Buku episode kali ini kita bertiga masing-masing punya rekomendasi buku untuk Pak Jokowi dan Pak Prabowo yang akan maju ke Pilpres di 2019. Rekomendasi ini berangkat dari ide bahwa seorang pemimpin tentu harus baca buku untuk menambah wawasan mereka bahkan untuk lebih mengenal rakyat mereka. Nah, buku apa saja yang kita rekomendasikan? Dengerin deh.

Di akhir episode, kita akan bagi info bagaimana kalian bisa ikutan mengirim review buku lewat audio yang akan disertakan dalam episode-episode Kepo Buku lainnya. Bisa juga buat kalian yang punya rekomendasi buku apa yang harus dibaca para capres. Ayo kirim. Caranya ada di bagian bawah posting ini. Be nice! hehe

Kepo Buku Episode 8 selengkapnya bisa didengar di  Anchor, Spotify dan Google Podcast atau klik aja player di bawah ini. Selamat mendengarkan!

“CUY, LO LAGI BACA BUKU APA?” – KIRIM REVIEW BUKU KALIAN LEWAT AUDIO:

Yoi cuy, kita mau ngajak kalian buat ikutan di Kepo Buku. Intinya kita mau tahu kalian lagi baca buku apa? Kirim dalam bentuk rekaman suara (maksimal 5 menit). Jangan lupa sebut nama, lokasi dan ceritakan buku yang kalian lagi baca atau mau kalian rekomendasikan. Ada dua cara yang bisa dilakukan:

  1. ANCHOR: Untuk pengguna aplikasi Anchor, klik “Message” dan mulai rekam review kalian. (Durasi maksimal 1 menit tapi kalau masih kurang, silahkan rekam lagi)
  2. WHATSAPP:  Gunakan fasiltias Voice Note di Whatsapp. Klik/ ketik link ini di HP kalianbit.ly/kirimkepobuku
  3. EMAIL: Rekam di voice note di hp dan kirim lewat email ke suarane@gmail.com

Rekaman yang kita terima akan kita sertakan dalam episode-episode Kepo Buku berikutnya.

Ditunggu yaa..

Episode 24 – Bapakku dan Cerita-cerita Horornya

Ada yang pernah dengar nama Riyono Pratikto (alm)? Beliau adalah salah satu sastrawan Indonesia, penulis cerpen yang sangat produktif dan khususnya dikenal lewat cerita-cerita horornya. Namanya bisa disejajarkan dengan sastrawan Indonesia seangkatannya seperti Pramoedya Ananta Toer, Ajip Rosidi, Nugroho Notosusanto dan lain -lain.

H.B. Jassin menjulukinya sebagai “Anak Ajaib” dan “Pengarang Cerita-cerita Seram.” Ajip Rosidi pernah membandingkan beliau dengan Edgar Allan Poe dalam hal keseraman ceritanya dan dengan Alfred Hitchcock dalam hal kepiawaian mengelola ketegangan. Sementara Pramoedya Ananta Toer menyebut beliau sebagai penulis yang punya tempat tersendiri dan seakan membuat dunia tersendiri.

Episode kali ini akan mencoba mengenali beliau lebih dekat melalui cerita sang anak dan juga lewat pembacaan salah satu cerpennya. Bisa didengarkan di Soundcloud, Spotify, Apple Podcast, Google Podcast, Anchor dan berbagai aplikasi podcast lainnya dengan kata kunci “suarane” atau dengar langsung di bawah ini:

Credits:

  • Cerpen “Karaben” karya Riyono Pratikto dibacakan atas seizin putranya, Riyogarta Pratikto. Thanks, Riyo!
  • Musik yang dipakai di episode ini: “Carpe Diem” dan “Colorless Aura” karya Kevin MacLeod (incompetech.com). Licensed under Creative Commons: By Attribution 3.0 License
  • Sound effect: freesound.org
  • Cover: Sisipan “Kaki Langit” Majalah Horison No. 99, Maret 2005

Episode 23 – From The World Premiere of LIMA

This episode is available in English and Indonesian. Please see link and audio player below.

Lima is an Indonesian movie inspired by Indonesia’s basic national ideology, Pancasila. It’s not one of those propaganda movie with big speeches. Instead it’s a movie depicting the real Indonesia nowadays. Here’s my story from the world premiere.

Lima adalah film Indonesia yang mengambil tema Pancasila. Ini bukan film propaganda yang bertaburan jargon-jargon nasionalisme. Ini adalah film yang memotret Indonesia apa adanya. Setelah hadir di Indonesia bulan Juni lalu, film ini mendunia diawali dari Bangkok, Thailand yang dibawa langsung oleh produser dan salah satu sutradaranya, Lola Amaria.

ENGLISH

BAHASA INDONESIA

Copyrights etc.:

  • Music used in this Episode: Carpe Diem by Kevin MacLeod (incompetech.com). Licensed under Creative Commons: By Attribution 3.0 License
  • Audio excerpts from the movie were used with permission from Lola Amaria
  • Cover photo: Lia Sciortino (Sea Junction)

 

Kepo Buku #7 – Bicara Toko Buku

Dalam episode ini kami bertiga (Rane di Bangkok, Steven di Ambon dan Toto di Singapura) ngobrol ke sana ke mari tentang toko buku, mulai dari soal toko buku yang asik itu seperti apa sampai toko buku seperti apa yang akan kita bikin kalau kita punya modal. Ngayal dikit boleh doong 🙂

Di bagian terakhir kita seperti biasa juga akan mengulas singkat tiga buah buku yaitu:

1. Playing On: My Life on and Off the Field – Alessandro del Piero.
2. Off the Record – Ria SW
3. The President is Missing – Bill Clinton & James Patterson

Mulai episode ini kami juga akan mengundang teman-teman untuk ikut merekomendasikan buku-bukunya lewat rekaman suara/ audio, baik lewat fasilitas pesan audio di Anchor maupun lewat Voice Note di Whatsapp. Detilnya ada di bagian bawah posting ini.

Sementara itu dengerin dulu Kepo Buku episode 7 ini yang juga bisa didengarkan di Anchor, Spotify dan Google Podcast. Selamat mendengarkan!

 

“CUY, LO LAGI BACA BUKU APA?” – KIRIM REVIEW BUKU KALIAN LEWAT AUDIO:

Yoi cuy, kita mau ngajak kalian buat ikutan di Kepo Buku. Intinya kita mau tahu kalian lagi baca buku apa? Kirim dalam bentuk rekaman suara (maksimal 5 menit). Jangan lupa sebut nama, lokasi dan ceritakan buku yang kalian lagi baca atau mau kalian rekomendasikan. Ada dua cara yang bisa dilakukan:

  1. ANCHOR: Untuk pengguna aplikasi Anchor, klik “Message” dan mulai rekam review kalian. (Durasi maksimal 1 menit tapi kalau masih kurang, silahkan rekam lagi)
  2. WHATSAPP:  Gunakan fasiltias Voice Note di Whatsapp. Klik/ ketik link ini di HP kalianbit.ly/kirimkepobuku

Rekaman yang kita terima akan kita sertakan dalam episode-episode Kepo Buku berikutnya.

Ditunggu yaa..

🙂

Episode 22 – From Seoul to Khlong Toey: Story of a Photographer

Episode ini tersedia dalam dua bahasa, English dan Indonesia.

Setiap minggu selama 12 tahun, tamu episode ini, seorang fotografer asal Korea yang tinggal di Bangkok, pergi ke sebuah kawasan kumuh di Bangkok untuk memotret masyarakat yang tinggal di kawasan itu. Inilah cerita dia, cerita tentang ketekunan dan keteguhan.

Every single week for 12 years, my guest for this episode, a photographer, went to a large slum area in Bangkok to capture life of the people in the are. This is his story. A story about persistence

Bahasa Indonesia Version

English Version

Related Link:

Credits:

  • Cover photo (podcast and social media): Lia Sciortino Sumaryono (Sea Junction)
  • Cover photo (website): Yoonki Kim
  • Music used in this Episode: Carpe Diem by Kevin MacLeod (incompetech.com). Licensed under Creative Commons: By Attribution 3.0 License

We’re on Spotify!

Jangkauan Suarane Podcast dan Kepo Buku Podcast kini semakin luas dengan kehadirannya di Spotify. Rasanya makin banyak orang yang punya aplikasi streaming musik itu di ponselnya, tapi tidak banyak yang tahu kalau di Spotify juga ada kategori podcast.

Jadi, coba buka Spotify kalian, lakukan pencarian dengan kata kunci “Suarane” atau “Kepo Buku.” Lebih mudah lagi coba akses halaman ini di ponsel, lalu klik link berikut ini:

Jangan lupa klik gambar hati di sudut kanan atas agar kedua podcast ini tersimpan di library dan diberitahu setiap ada episode baru.

now

Eh, mumpung lagi di ponsel, boleh dong bantu sebar podcast ini lewat Whatsapp ke teman, suami, istri, pacar, adik, kakak,  terutama yang hobi dengerin musik di Spotify. Kalau perlu share ke WA Group keluarga, kantor, alumni SMA, SMP, SD, TK kalau perlu hehehe.

Klik ikon di bawah untuk share ke WA ya.

sua-share-wa

kb-share-wa

 

 

 

 

Thank you,
Rane