EPISODE 27 ‚Äď MAKE INDONESIA WARAS AGAIN

Episode kali ini adalah segmen In My Sok Tau Opinion (IMSTO) yang gue rekam spontan di sela-sela break kerja hari ini. Ini semacam dialog lah dengan sisi lain gue mengenai sebuah kegelisahan melihat perkembangan politik akhir-akhir ini yang menurut gue udah cenderung nggak waras. Atau jangan-jangan gue yang nggak waras? Simpulkan sendiri deh ūüėä Oya ada guest star di ¬†episode ini yang pernah hadir di beberapa episode lalu: Si Ncuy. Siapa dia? Dengerin aja deh ūüėä



Disclaimer:

Konten ini sepenuhnya adalah tanggung jawab gue dan tidak terafiliasi dengan partai, kubu atau kepentingan politik manapun! Keberatan, kritik, komentar silahkan ke suarane@gmail.com atau tinggalkan pesan di sini.

Catatan teknis:

Episode kali ini direkam dan diedit dengan menggunakan fitur standar dari aplikasi Anchor. Si Ncuy dibuat dengan aplikasi Text To Speech. Musik latar: Wingspan & Rue Severine (Anchor)

 

 

KEPO BUKU #12: DARI BUKU KE LAYAR PERAK 1/2

Kali ini kami bertiga, Hertoto “Toto” Eko, Rane Hafied dan Steven Sitongan ¬†membahas buku-buku yang diadaptasi menjadi film. Masing-masing punya satu buku favoritnya yang juga sudah jadi film dan akan diceritakan dengan sudut pandang dan gaya masing-masing. Selain itu ada seorang teman Kepo Buku yang mengirimkan rekaman cerita bukunya yang juga tidak jauh-jauh dari dunia film. Oya, ini adalah bagian pertama dari 2 bagian.

Kami juga menunggu partisipasi teman-teman untuk kirim cerita bukunya lewat voice note. Selengkapnya ada di bawah.

Selamat menikmati.



Di mana dengar podcast Kepo Buku?

Google Podcast | Spotify | Anchor | Breaker | Sticher | Pocketcast | Radio Public

 

AYO CERITAKAN BUKU YANG LAGI KALIAN BACA LEWAT AUDIO:

Yoi cuy, kita mau ngajak kalian buat ikutan di Kepo Buku. Intinya kita mau tahu kalian lagi baca buku apa? Kirim dalam bentuk rekaman suara (maksimal 5 menit). Jangan lupa sebut nama, lokasi dan ceritakan buku yang kalian lagi baca atau mau kalian rekomendasikan. Ada dua cara yang bisa dilakukan:

  1. ANCHOR: Untuk pengguna aplikasi Anchor, klik ‚ÄúMessage‚ÄĚ dan mulai rekam review kalian. (Durasi maksimal 1 menit tapi kalau masih kurang, silahkan rekam lagi)
  2. WHATSAPP:  Gunakan fasilitas Voice Note di Whatsapp. Klik/ ketik link ini di HP kalian: http://bit.ly/ikutkepobuku
  3. EMAIL: Rekam di voice note di hp dan kirim lewat email ke suarane@gmail.com

Rekaman yang kita terima akan kita sertakan dalam episode-episode Kepo Buku berikutnya.

 

Credits:

  • Cerita buku dikirim oleh Opat di Jakarta Selatan.
  • Musik: “Fretless”¬†oleh Kevin MacLeod (incompetech.com). Licensed under Creative Commons: By Attribution 3.0 License
  • Cover: pixabay.com

 

-rh-

KEPO BUKU #11 ‚Äď KEPOIN BUKU-BUKU SASTRA (2/2)

Inilah bagian kedua dari dua episode spesial Kepo Buku yang membahas soal buku-buku sastra favorit masing-masing hostnya (Rane Hafied, Steven Sitongan dan Hertoto Eko). Obrolan ini berangkat dari persepsi masing-masing host tentang apa itu buku sastra, sehingga menjadi sangat beragam (Lihat list buku di bawah)

Ada juga beberapa teman baik yang mengirimkan cerita buku-buku favorit mereka melalui Voice Note di Whatsapp. Untuk episode ini ada Tuteh Pharmantara¬†yang akan berbagi cerita tentang bukunya.¬†Terima kasih Tuteh.. ūüôā Mau ikutan cerita juga? Silahkan gulung ke bagian akhir posting ini.

Selamat mendengarkan. Semoga berkenan.



Di mana dengar podcast Kepo Buku?

Google Podcast | Spotify | Anchor | Breaker | Sticher | Pocketcast | Radio Public

Buku yang Disebut di Episode ini:
(Berdasarkan urutan kemunculan di episode ini)

  • Serial buku-buku karya Dr. Karl May
  • Papillon – Henri Charriere
  • Dan Perangpun Usai – Ismail Marahimin
  • Serial Tono dan Tini (Jip and Janeke) karya¬†Annie M.G Schmidt
  • Rubuhnya Surau Kami – Ali Akbar Navis
  • Kabut Negeri Si Dali – Kumpulan Cerpen Ali Akbar Navis
  • Serial Wiro Sableng karya Bastian Tito
  • Sastra Indonesia di NTT Dalam Kritik dan Esai – Yohanes Sehandi
  • Sai Rai – Dicky Senda

 

AYO CERITAKAN BUKU YANG LAGI KALIAN BACA LEWAT AUDIO:

Yoi cuy, kita mau ngajak kalian buat ikutan di Kepo Buku. Intinya kita mau tahu kalian lagi baca buku apa? Kirim dalam bentuk rekaman suara (maksimal 5 menit). Jangan lupa sebut nama, lokasi dan ceritakan buku yang kalian lagi baca atau mau kalian rekomendasikan. Ada dua cara yang bisa dilakukan:

  1. ANCHOR: Untuk pengguna aplikasi Anchor, klik ‚ÄúMessage‚ÄĚ dan mulai rekam review kalian. (Durasi maksimal 1 menit tapi kalau masih kurang, silahkan rekam lagi)
  2. WHATSAPP:  Gunakan fasilitas Voice Note di Whatsapp. Klik/ ketik link ini di HP kalian: http://bit.ly/ikutkepobuku
  3. EMAIL: Rekam di voice note di hp dan kirim lewat email ke suarane@gmail.com

Rekaman yang kita terima akan kita sertakan dalam episode-episode Kepo Buku berikutnya.

 

Credits:

  • Cerita buku Sastra Indonesia di NTT Dalam Kritik dan Esai disampaikan oleh Tuteh Pharmantara
  • Musik: “Fretless”¬†oleh Kevin MacLeod (incompetech.com). Licensed under Creative Commons: By Attribution 3.0 License
  • Cover: pixabay.com

 

-rh-

Suarane 25 ‚Äď #March4Lombok

Episode kali ini menghadirkan seorang tamu dari negeri tetangga yang menunjukkan kepeduliannya pada para korban bencana gempa di Lombok dengan cara berjalan kaki keliling Lombok sejauh 100 Km. Siapa dia? Mengapa memilih berjalan kaki? Kepedulian seperti apa yang ingin dibaginya? Enaknya sih memang dengerin lengkap episode ini sampai selesai. Semoga bermanfaat dan menginspirasi.



Credits:
Musik yang dipakai di episode ini adalah “Carefree” karya Kevin MacLeod (incompetech.com). Licensed under Creative Commons: By Attribution 3.0 License

KEPO BUKU #10 ‚Äď KEPOIN BUKU-BUKU SASTRA (1/2)

Inilah bagian pertama dari dua episode spesial Kepo Buku yang membahas soal buku-buku sastra favorit masing-masing hostnya (Rane Hafied, Steven Sitongan dan Hertoto Eko). Obrolan ini berangkat dari persepsi masing-masing host tentang apa itu buku sastra, sehingga menjadi sangat beragam (Lihat list buku di bawah)

Ada juga beberapa teman baik yang mengirimkan cerita buku-buku favorit mereka melalui Voice Note di Whatsapp. Mau ikutan cerita juga? Caranya ada di bawah ini.

Episode ini dipecah menjadi tiga segmen.

  1. Mengulas tentang penafsiran setiap host tentang konsep buku sastra
  2. Ulasan masing-masing host tentang buku sastra
  3. Memutar rekaman ulasan buku yang diterima dari teman Kepo Buku

Selamat mendengarkan. Semoga berkenan.



Di mana dengar podcast Kepo Buku?

Google Podcast | Spotify | Anchor | Breaker | Sticher | Pocketcast | Radio Public

Buku yang Disebut di Episode ini:
(Disebut berdasarkan urutan kemunculan di episode ini)

  • Kumpulan Cerpen Kompas
  • Cantik Itu Luka – Eka Kurniawan
  • Dawuk – Mahfud Ikhwan
  • Muslihat Musang Emas – Yusi Avianto Pareanom
  • Tetralogi Pulau Buru – Pramoedya Ananta Toer
  • Lima Sekawan – Enid Blyton
  • Cerita-cerita HC Andersen
  • Novel-novel karya Dr. Karl May
  • Salah Asuhan – Abdul Muis
  • Siti Nurbaya – Marah Rusli
  • Tenggelamnya Kapal Van Der Wijk – Hamka
  • Canting – Arswendo Atmowiloto
  • Mengarang itu Gampang – Arswendo Atmowiloto
  • Opera Bulutangkis – Titi Nginung
  • Musashi – Eiji Yoshikawa (Terjemahan Arswendo Atmowiloto)

 

AYO CERITAKAN BUKU YANG LAGI KALIAN BACA LEWAT AUDIO:

Yoi cuy, kita mau ngajak kalian buat ikutan di Kepo Buku. Intinya kita mau tahu kalian lagi baca buku apa? Kirim dalam bentuk rekaman suara (maksimal 5 menit). Jangan lupa sebut nama, lokasi dan ceritakan buku yang kalian lagi baca atau mau kalian rekomendasikan. Ada dua cara yang bisa dilakukan:

  1. ANCHOR: Untuk pengguna aplikasi Anchor, klik ‚ÄúMessage‚ÄĚ dan mulai rekam review kalian. (Durasi maksimal 1 menit tapi kalau masih kurang, silahkan rekam lagi)
  2. WHATSAPP:  Gunakan fasilitas Voice Note di Whatsapp. Klik/ ketik link ini di HP kalian: http://bit.ly/ikutkepobuku
  3. EMAIL: Rekam di voice note di hp dan kirim lewat email ke suarane@gmail.com

Rekaman yang kita terima akan kita sertakan dalam episode-episode Kepo Buku berikutnya.

 

Credits:

  • Musik: “Fretless”¬†oleh Kevin MacLeod (incompetech.com). Licensed under Creative Commons: By Attribution 3.0 License
  • Famous Five TV Theme Song (Composed by:¬†Rob Andrews, Les Spurr)
  • Cover: pixabay.com

 

-rh-

Episode 26: Dua Hal Yang Paling Sering Ditanya Soal Podcast

Gue sering terima pertanyaan tentang podcast dari temen-temen, dan dengan senang hati selalu berusaha menjawab. Biar dunia podcast di Indonesia makin ramai dan asik. Nah, baru-baru ini gue sadar ada dua pertanyaan yang paling sering diajukan oleh teman-teman yang berminat untuk podcasting.

Kedua pertanyaan itu adalah:

  1. Saya mau bikin podcast tentang apa ya?
  2. Kenapa saat dengar rekaman suara saya selalu terdengar aneh?

Episode ini mencoba menjawab kedua pertanyaan itu yang saya rekam, edit dan publish di sela-sela travelling untuk kerja.

Di bagian akhir gue juga ngajak siapa saja untuk mencoba langsung di salah satu episode podcast gue. Tertarik? Mari mari..



Catatan Teknis:

Episode ini direkam edit dan publish sepenuhnya dengan menggunakan aplikasi Anchor yang tersedia di iOs dan Android. Satu lagi contoh bahwa podcasting sekarang tidak perlu menggunakan studio keren dengan alat-alat rekam canggih.

Semoga bermanfaat.

Episode 25 ‚Äď Arie dan Kamera Lubang Jarumnya

Tamu kali ini adalah seorang anak muda asal Bandung yang punya hobi menarik yaitu fotografi menggunakan kamera lubang jarum. Lebih dari sekedar hobi, dia bahkan kemudian memproduksi kamera lubang jarum dari kayu bekas dan banyak menarik perhatian, termasuk dari penggemar fotografi di luar negeri.

Tunggu dulu.. Kamera lubang jarum itu apa? Bagaimana cara kerjanya? Apa bedanya dengan fotografi analog yang sekarang lagi trend? Arie Haryana, tamu kita kali ini, akan memberikan pengetahuan yang mungkin masih baru buat banyak orang ini. Enjoy!



Suarane Podcast bisa disubscribe dan didengarkan di:

| suarane.org|  Soundcloud | Anchor | Spotify | Google Podcast | Apple Podcast | Castbox | Breaker | Pocket Casts | Radio Public | Overcast | Google Play Music | Tune In Radio |

Tautan Terkait Episode Ini:

Credits:

  • Musik yang dipakai di episode ini adalah “Carpe Diem” karya Kevin MacLeod (incompetech.com). Licensed under Creative Commons: By Attribution 3.0 License
  • Foto cover untuk podcast dan web: Arie Haryana
  • Sound effect: freesound.org

 

 

 

-rh-04/09/2018-

Kepo Buku #9: Kepoin Buku Presiden-Presiden Indonesia

Kali ini kita akan mengulas buku-buku apa saja sih yang dibaca para Presiden Indonesia dari Sukarno sampai Joko Widodo? Simak pula ulasan buku berjudul “Ba” dan “Ca” karya seorang mendiang sastrawan Indonesia spesialis cerita horor, dan satu ulasan buku menarik dari salah seorang pendengar Podcast Kepo Buku di Australia. Daftar buku yang disebut di episode ini ada di bagian bawah.



Di mana dengar podcast Kepo Buku?

Google Podcast | Spotify | Anchor | Breaker | Sticher | Pocketcast | Radio Public

Buku yang Disebut di Episode ini:

 

AYO CERITAKAN BUKU YANG LAGI KALIAN BACA LEWAT AUDIO:

Yoi cuy, kita mau ngajak kalian buat ikutan di Kepo Buku. Intinya kita mau tahu kalian lagi baca buku apa? Kirim dalam bentuk rekaman suara (maksimal 5 menit). Jangan lupa sebut nama, lokasi dan ceritakan buku yang kalian lagi baca atau mau kalian rekomendasikan. Ada dua cara yang bisa dilakukan:

  1. ANCHOR: Untuk pengguna aplikasi Anchor, klik ‚ÄúMessage‚ÄĚ dan mulai rekam review kalian. (Durasi maksimal 1 menit tapi kalau masih kurang, silahkan rekam lagi)
  2. WHATSAPP:  Gunakan fasilitas Voice Note di Whatsapp. Klik/ ketik link ini di HP kalian: bit.ly/kirimkepobuku
  3. EMAIL: Rekam di voice note di hp dan kirim lewat email ke suarane@gmail.com

Rekaman yang kita terima akan kita sertakan dalam episode-episode Kepo Buku berikutnya.

 

Credits:

  • Musik: “Fretless”¬†oleh Kevin MacLeod (incompetech.com). Licensed under Creative Commons: By Attribution 3.0 License
  • Cover: pixabay.com

 

-rh-

Survey Podcast 2018 di Indonesia

Daily Social bikin survey yang sangat menarik soal Podcast di Indonesia. Dengan jumlah responden dari 2032 pengguna ponsel pintar, tentu ini riset yang serius dan valid. Hasilnya cukup mengagetkan buat podcaster seperti gue. Selengkapnya silahkan akses di tautan di bawah. Tapi berikut ini ada beberapa hasil yang menarik perhatian gue dan pastinya juga teman-teman podcaster lain:

Responden: Millenials Rule!

podsurvey

Yang menarik adalah usia pendengar podcast di Indonesia¬† 40 persen lebih berasal dari usia 20-25 tahun (42,12%), diikuti oleh usia 26-29 tahun (25,52¬†%) dan usia 30-25 tahun (15,96%). Apa artinya? Menurut gue, persepsi bahwa generasi¬†yang sering dijuluki millenial adalah generasi penonton daripada pendengar tidak terlalu tepat. Bisa jadi juga ini disebabkan karena kalangan usia itu sangat suka pada hal-hal yang dianggap “baru.” Menarik untuk dilihat setahun lagi apakah minat itu masih sama.

Satu lagi yang perlu diperhatikan adalah ternyata 80% lebih pendengar masih terkonsentrasi di Pulau Jawa. Ayo podcaster di daerah, ini kesempatan kalian!

Familiaritas: Siapa Bilang Podcast Nggak Dikenal?

podsurvey2

Hampir 70% responden tahu apa itu podcast dan 80% lebih diantaranya pernah dengar podcast dalam 6 bulan terakhir. So, siapa bilang podcast belum dikenal?

Podcast atau Radio: Radio, someone still love you?

podsurvey3

Sebagai (mantan) orang radio, gue selalu tertarik ingin tahu ini. Menurut survey Daily Social terjadi pergeseran yang cukup signifikan menuju trend mendengarkan audio berbasis digital. Apa artinya?

Orang radio: waktunya kalian mengadopsi teknologi audio digital. Gue nggak punya risetnya, tapi cukup bermodal streaming siaran kalian di internet saja tidak cukup. Orang semakin sibuk dan tidak mau lagi diatur harus dengar radio di jam-jam tertentu.

Podcaster: Gue percaya banget bahwa pola pikir acara podcast yang meniru style radio (baca: golden voice, heavy audio mixing dll) perlahan akan bergeser menjadi lebih personal, lebih natural, lebih ngobrol.

Platform: Spotify Rules!!

podsurvey4

Mengutip seorang teman podcaster: “Ini sih kampret banget!” haha! Meskipun aplikasi anchor ada di buntut dalam hal aplikasi untuk mendengarkan podcast, tapi sejak aplikasi itu menyediakan layanan distribusi ke Spotify, angka pendengar di Spotify melonjak gila-gilaan. Paling enggak itu yang gue rasakan di dua channel podcast gue. Ini relevan banget dengan data pendengar usia muda yang rasanya adalah pengguna Spotify.

Gue bukan buzzer Anchor, tapi kalau kalian podcaster mau tambahan pendengar, cobalah sasar pendengar Spotify, dan Anchor menyediakan itu secara gratis!

Yang tidak kalah menarik, Soundcloud¬†sebagai basis “tradisional” pendengar podcast masih jumawa di peringkat kedua. Toh gue nyaris yakin perlahan mereka akan tergeser oleh Google Podcast.

Bicara podcast, Indonesia ini emang unik banget! Temen-temen podcaster gue di luar Indonesia sering bingung. Mereka sering¬†“mendewakan” Apple Podcast sebagai channel utama mendengarkan podcast yang paling tob! Tapi lihat hasil survey itu. Dimana posisi Apple Podcast? Hehe..

Oya,¬†gue acung jempol sama Inspigo, karena mereka masuk dalam daftar platform yang dipakai mendengarkan podcast, bersaing dengan penyedia layanan podcast luar negeri. Inspigo ini bisa dibilang sebagai platform podcast lokal yang paling niat dan keren. You’re well on your way, guys!¬†

Kapan Dengar Podcast: Eh, buset? Seriuss?

podsurvey5

Jujur ini yang paling bikin gue melongo. Asumsi bahwa pendengar podcast itu ada di drive time alias jam orang pulang pergi kantor atau sekolah ternyata terpatahkan oleh survei ini.

32,50% responden mendengarkan podcast di atas jam 9 malam. Memang yang mendengarkan di jam pulang kantor juga tinggi (27,02%), tapi di atas jam 9 itu menarik banget. Hasil ini diperkuat dengan data bahwa mayoritas mendengarkan podcast di rumah, cuy!!

 

KONTEN, KONTEN, KONTEN!

Hasil yang tidak kalah penting, terutama buat para podcaster adalah: Konten dan fleksibilitas akses itu adalah hal yang paling dianggap menarik oleh para responden survey.

Apa artinya? Fleksibilitas akses jelas sangat berpengaruh. Podcast adalah platform yang mudah dikonsumsi dan bisa disambi mengerjakan hal lain. Pas buat generasi multi tasker!

Tapi yang sangat amat tidak kalah penting kalau tidak bisa dibilang paling penting di atas segalanya adalah: KONTEN!

Cuy, lo mau pakai alat canggih yang menghasilkan kualitas audio podcast cring super bening banget pake stereo kiri kanan atas bawah, kalau konten lo kosong, percuma.

Sebaliknya, rekam podcast pakai ponsel tapi konten lo bagus, tentu akan jauh lebih menarik. Banyak contohnya!

Jadi, gue tetap pada pendapat gue setiap kali ada yang bertanya: “Bang, gue bikin podcast tentang apa ya?”

Gue akan selalu jawab:

Mulailah dari apa yang lo tau dan jangan sok tau!

Terus ketika ada yang tanya: “Bang, konten yang bagus kayak apa ya?”

Gue akan jawab:

Konten yang lo tau, dan bukan konten yang sok tau! 

hehehe!

Masih banyak data menarik lainnya soal podcast ini. Silahkan unduh aja di: https://dailysocial.id/post/laporan-dailysocial-penggunaan-layanan-podcast-2018

Angkat topi buat Daily Social yang sudah merintis survey ini.

 

Salam,

Rane

KEPO BUKU #8 ‚Äď REKOMENDASI BUKU BUAT PAK JOKOWI DAN PAK PRABOWO

Di Kepo Buku episode kali ini kita bertiga masing-masing punya rekomendasi buku untuk Pak Jokowi dan Pak Prabowo yang akan maju ke Pilpres di 2019. Rekomendasi ini berangkat dari ide bahwa seorang pemimpin tentu harus baca buku untuk menambah wawasan mereka bahkan untuk lebih mengenal rakyat mereka. Nah, buku apa saja yang kita rekomendasikan? Dengerin deh.

Di akhir episode, kita akan bagi info bagaimana kalian bisa ikutan mengirim review buku lewat audio yang akan disertakan dalam episode-episode Kepo Buku lainnya. Bisa juga buat kalian yang punya rekomendasi buku apa yang harus dibaca para capres. Ayo kirim. Caranya ada di bagian bawah posting ini. Be nice! hehe

Kepo Buku Episode 8 selengkapnya bisa didengar di  Anchor, Spotify dan Google Podcast atau klik aja player di bawah ini. Selamat mendengarkan!

‚ÄúCUY, LO LAGI BACA BUKU APA?‚ÄĚ ‚Äď KIRIM REVIEW BUKU KALIAN LEWAT AUDIO:

Yoi cuy, kita mau ngajak kalian buat ikutan di Kepo Buku. Intinya kita mau tahu kalian lagi baca buku apa? Kirim dalam bentuk rekaman suara (maksimal 5 menit). Jangan lupa sebut nama, lokasi dan ceritakan buku yang kalian lagi baca atau mau kalian rekomendasikan. Ada dua cara yang bisa dilakukan:

  1. ANCHOR: Untuk pengguna aplikasi Anchor, klik ‚ÄúMessage‚ÄĚ dan mulai rekam review kalian. (Durasi maksimal 1 menit tapi kalau masih kurang, silahkan rekam lagi)
  2. WHATSAPP:  Gunakan fasiltias Voice Note di Whatsapp. Klik/ ketik link ini di HP kalian: bit.ly/kirimkepobuku
  3. EMAIL: Rekam di voice note di hp dan kirim lewat email ke suarane@gmail.com

Rekaman yang kita terima akan kita sertakan dalam episode-episode Kepo Buku berikutnya.

Ditunggu yaa..