Arsip Penulis: rane

[Video] Tips Editing Bag.2

Di episode ini kita akan belajar mixing berbagai unsur dalam sebuah podcast. Targetnya adalah bisa menyusun semua bagian dalam satu episode podcast, memasukkan unsur musik latar dan sound effect serta mengemasnya menjadi satu podcast yang siap tayang. Di akhir juga akan ada sesi menjawab beberapa pertanyaan dari teman-teman seputar editing.

Selengkapnya bisa dilihat di bawah ini atau langsung ke channel: Youtube.com/SUARANE.

Semoga bermanfaat 🙂

Credits:

  • Thanks to Neng Mput yang udah mau jadi “kelinci percobaan” di episode ini 🙂
  • Musik yang dipakai di episode ini adalah “Protofunk” karya Kevin MacLeod (incompetech.com). Licensed under Creative Commons: By Attribution 3.0 License

Pertanyaan dan komentar bisa dikirim ke suarane@gmail.com

[Video] Tips Editing Bag.1

Kali ini kita akan belajar tentang editing podcast dengan menggunakan Audacity, sebuah aplikasi editing suara open source. Pertama kita akan belajar dulu prinsip-prinsip editing mulai dari merekam, memotong, memindahkan bagian-bagian audio tertentu. Targetnya adalah bisa melakukan editing sederhana. Di akhir juga akan ada sesi menjawab beberapa pertanyaan dari teman-teman seputar editing.

Bisa dilihat di bawah ini atau langsung ke channel: Youtube.com/RANEHAFIED.

Semoga bermanfaat 🙂

Informasi terkait:

Pertanyaan dan komentar bisa dikirim ke suarane@gmail.com

S0508: Collab Tanpa Covid

Di tengah munculnya imbauan untuk melakukan social distancing dalam upaya  menahan laju merebaknya virus corona atau Covid-19, episode ini akan berbagi tips tentang cara melakukan rekaman jarak jauh atau collab tanpa harus bertemu secara fisik. Ada beberapa software dan juga aplikasi yang direkomendasikan, serta ada beberapa cara yang bisa dipakai, mulai dari yang rumit sangat simpel dengan menggunakan alat dan aplikasi yang rasanya sudah ada digunakan di keseharian semua orang. Kalau ada yang punya cara lain, boleh dong bagi-bagi informasinya juga supaya bisa sama-sama belajar. Kontak saja ke suarane@gmail.com.

Layanan yang disebut di episode ini:

| Skype.com | Zoom.us | Zencastr.com | Whatsapp Call | Whatsapp Voice Note | Audio Hijack (Mac) | Ecamm (Mac) | Audacity |

Thanks to Neng Mput yang udah mau jadi “kelinci percobaan” di episode ini 🙂


Credits: Musik yang dipakai di episode ini adalah “Protofunk” karya Kevin MacLeod (incompetech.com). Licensed under Creative Commons: By Attribution 3.0 License

Send in a voice message: https://anchor.fm/suarane/message

S0507: Berbagi Tips Mengembangkan Situs Web untuk Podcaster

Episode kali ini berisikan obrolan dengan Aris Ripandi, seorang web developer, tentang manfaat situs web dan juga tips-tips memiliki situs web bagi para podcaster. Ini adalah kelanjutan dari posting web di suarane.org yang mengulas 5 hal penting mengapa situs web penting bagi podcast (https://suarane.org/blog-perlukah-podcast-punya-website/).

Panduan obrolan episode ini:

  • Seberapa penting situs web bagi discoverability sebuah podcast
  • Domain, platform/CMS,  layanan hosting website, dari yang berbayar sampai yang gratis
  • Content Management System dari WordPress sampai Blogspot
  • Plugin-plugin yang bisa dipakai buat situs web podcast
  • Disain template/ themes bagi situs web podcast
  • Mengoptimalkan pencarian bagi situs website podcast (SEO)

Layanan yang disebut di episode ini:

  • Layanan yang menyediakan plugin yang terintegrasi ke WordPress: Podbean, BuzzSprout, Spreaker, Blueberry
  • PodcastInsights.com – untuk mencari layanan plugin-plugin lain bagi podcaster
  • AMP – Plugin untuk menyesuaikan tampilan situs web di perangkat mobile

Tamu episode ini: Aris Ripandi –  https://aris.web.id | IG & TW: @Riipandi


Credits: Musik yang dipakai di episode ini adalah “Protofunk” karya Kevin MacLeod (incompetech.com). Licensed under Creative Commons: By Attribution 3.0 License

Send in a voice message: https://anchor.fm/suarane/message

S0506: Alat Podcast Paling Standar (Tapi Bagus)

Episode singkat yang direkam secara spontan untuk menjawab pertanyaan alat apa yang paling standar untuk memulai Podcasting. Semoga berguna. Insya Allah hari Senin sudah ada episode baru lagi. 😊

Send in a voice message: https://anchor.fm/suarane/message

[Blog] Perlukah Podcast Punya Website?

Di zaman ketika podcast bisa diunggah dan dikonsumsi langsung oleh pendengar melalui banyak sekali aplikasi atau layanan hosting, masih perlukah para podcaster menggunakan situs web?

Jika kita menggunakan situs web untuk hosting podcast saja, maka jawabnya: TIDAK PERLU!

Sekian dan terima kasih! 😀

Eh, tapi tunggu duluu…

Masih ada kok alasan kenapa harus mempertahankan penggunaan situs web selain untuk hosting podcast dan berikut ini adalah 5 diantaranya. Tinggalkan pesan di akhir artikel ini jika ingin menambahkan atau mungkin punya pendapat lain, karena artikel ini ditulis ketika saya tengah melakukan riset untuk melakukan perubahan pada situs web Suarane.org dan juga situs web Kepo Buku

Jadi inilah 5 alasan mengapa Podcast (sebaiknya) memerlukan situs web:

1. Kehadiran Online (Online Presence)

Layanan podcast seperti Anchor, Soundcloud atau Libsyn hanyalah berfungsi sebagai hosting sementara  layanan seperti Spotify, iTunes, Google Podcast dan lain sebagainya hanyalah sebagai distributor konten audio kita. Nah, ketika podcast kita sudah ada di banyak layanan, akan lebih baik jika ada satu tempat yang menjadi sumber rujukan utama, tempat yang menjadi “rumah” bagi podcast kita dan itu adalah situs web. Bahasa jualannya, branding!

2. Pusat Promosi Podcast

Ketika mempromosikan diri di salah satu episode podcast kita, alih-alih menyebutkan di mana saja podcast kita bisa didengar (saat ini paling tidak ra-rata satu podcast sudah bisa didengar di 7 atau 8 sumber), kita tinggal menyebut satu sumber rujukan saja, yakni alamat situs web. Praktis dan mudah ditangkap oleh pendengar! Ini penting karena jangan lupa, podcast adalah medium audio sehingga kita harus memastikan apa yang kita ucapkan mudah ditangkap oleh pendengar.

Banyak podcaster yang memilih untuk mempromosikan link/ tautan ke podcast mereka di Spotify, mungkin karena lebih banyak pendengar yang mendengarkan di sana. Tapi bagaimana dengan potensi pendengar di layanan lain?

Dengan kata lain, cukup dengan satu alamat situs web sudah bisa menjadi satu pusat untuk mempromosikan podcast terutama dalam menjangkau potensi pendengar-pendengar baru. Tentu di situs webnya jangan lupa sertakan informasi tentang di mana saja mereka bisa mendengarkan podcast kita.

Sementara mereka yang sudah subscribe di berbagai layanan hosting dan distribusi otomatis akan mendapatkan notifikasi setiap podcast kita muncul, bukan?

Hal yang sama juga berlaku ketika kita mempromosikan podcast di media sosial seperti Facebook, Twitter atau Instagram. Alih-alih menyebutkan semua channel dalam satu tweet misalnya, kita tinggal sebutkan saja alamat situs web.

Beres!

3. Channel Alternatif

Sebagai podcaster, salah satu tujuan penting adalah memperluas jangkauan pendengar dengan memberikan mereka berbagai alternatif cara untuk mendengarkan, termasuk mendengarkan langsung di situs web.

Idealnya sebuah situs web podcast akan memasang web player sehingga kita pendengar mendengarkan langsung dan itu bisa dianggap sebagai channel alternatif.

Web player itu bisa dipasang menggunakan fitur dari berbagai layanan podcast, misalnya Soundcloud yang memungkinkan kita memasang web player di website. Pengguna WordPress bisa menggunakan plugin yang otomatis akan memunculkan web player.

4. Konten Tambahan

Layanan hosting dan distribusi podcast yang banyak digunakan sekarang memang memungkinkan kita memasukkan informasi apapun di bagian shownotes atau catatan setiap episode dan di laman utama. Tapi sampai berapa panjang?

Dengan situs web kita bisa memasukkan konten-konten yang lebih lengkap untuk menemani podcast kita. Misalnya menyertakan tautan-tautan ke sumber-sumber terkait podcast, menyertakan informasi tentang narasumber atau tamu, bahkan ada juga yang menyertakan informasi-informasi di balik layar produksi episode tersebut. Jadi selain mengkonsumsi audio, pendengar akan mendapatkan tambahan konten yang lebih banyak lagi dengan mengakses situs web kita.

Situs Suarane.org ini misalnya juga saya gunakan untuk berbagi artikel-artikel tentang podcasting sebagai pelengkap episode-episode podcast saya.

Sementara kalian yang menjadikan podcast sebagai semacam portfolio bahkan bisa menjadikan situs web untuk “menjual diri.” Seorang motivator atau trainer yang memiliki podcast misalnya bisa memasang informasi tentang diri mereka, CV mereka dan bagaimana cara untuk mengundang mereka jadi pembicara.

5. Interaksi

Masih banyak layanan hosting dan distribusi podcast yang tidak menyertakan opsi bagi pendengar untuk berinteraksi. Bahkan Spotify sebagai salah satu layanan yang paling banyak digunakan saat ini tidak memiliki cara bagi pendengar untuk menghubungi atau mengirimkan komentar kepada sang podcaster.

Nah, situs web mampu menutupi kekurangan itu melalui kolom komentar. Dengan demikian sambil mengkonsumsi audio podcast kita, pendengar bisa berinteraksi dengan meninggalkan pesan di kolom komentar. Bukankah komentar-komentar ini nantinya bisa menjadi tambahan konten juga buat salah satu episode kita yang lainnya?

~~~

Itu tadi menurut saya 5 alasan mengapa situs web menjadi penting bagi podcast kita. Ini murni pendapat pribadi dan bisa jadi salah atau kurang lengkap. Karena itu jika ada pendapat lain tinggalkan komentar kalian di kolom di bawah ini agar kita bisa sama-sama belajar, terutama buat mereka yang lebih memahami aspek teknis dan disain situs web. Komentar kalian tentu sangat -amat banget banget- berharga!

Di kesempatan lain saya akan mencoba berbagi tips dalam membuat situs web untuk podcast yang saya rangkumkan dari berbagai rujukan dan pastinya juga belajar dari keberhasilan dan kegagalan saya saat mengelola website suarane.org selama lebih dari 10 tahun terakhir, serta juga website baru Podcast Kepo Buku yang saya kelola bersama beberapa teman.

Semoga artikel ini bermanfaat. Ditunggu komentar dan masukan-masukannya!

Bangkok, 17 Februari 2020

Rane

S0505: Boy Avianto (Re-run)

(Catatan: Episode ini adalah tayangan ulang dari episode 10 tahun 2019)

Dia adalah salah satu podcaster Indonesia masa-masa awal -kalau tidak bisa dibilang yang pertama-. Dalam episode Suarane Podcast kali ini dia akan bercerita tentang podcastnya yang muncul di sekitar 2004-2005 saat masih kuliah di Jerman dan sekarang dia sudah tinggal dan bekerja di New York City. Lebih dari sekedar cerita sejarah masa lalu, kita juga move on kok dan ngobrol tentang berbagai macam hal mulai dari podcast-podcast keren favoritnya, pendapatnya tentang podcast yang menarik itu seperti apa hingga kapan dia akan kembali membuat podcast 🙂 Sebuah episode yang sangat inspiratif buat para podcaster Indonesia.

Tamu: Boy Avianto

Credits: Musik yang dipakai di episode ini adalah “Protofunk” karya Kevin MacLeod (incompetech.com). Licensed under Creative Commons: By Attribution 3.0 License

Send in a voice message: https://anchor.fm/suarane/message

KB0304: Menikmati Isi Kaleng Khong Guan Jokpin

Penyair Joko Pinurbo baru saja merilis buku kumpulan puisi terbarunya berjudul Perjamuan Khong Guan. Tentu Kepo Buku tidak mau melewatkan untuk ikut menikmati isi kaleng Khong Guan istimewa ini yang isinya ternyata sangat beragam. Ada yang habis dengan sekali gigit, ada yang harus dinikmati berkali-kali hingga menyisakan “after taste” yang unik. Di episode ini kami juga menjamu dua podcaster puisi, Budi Winawan dari Jakarta dan satu lagi Heru Herlambang yang hadir jauh-jauh dari Kepulauan Bermuda. Kalian pun tentu kami persilakan datang. Semoga suka ya.



Episode ini bisa juga didengarkan di:

Apple Podcast | SoundcloudGoogle Podcast | Spotify | Anchor | Breaker | Sticher | Pocketcast | Radio Public

Buku yang dibahas di episode ini:

Kumpulan Puisi Perjamuan Khong Guan:
Karya Joko Pinurbo
Penerbit Gramedia, 2020

Tamu di Episode ini:

Kepo Buku adalah:

Follow akun Instagram Kepo Buku di Instagram.com/KepoBuku

 

AYO CERITAKAN BUKU YANG LAGI KALIAN BACA LEWAT AUDIO:

Yoi cuy, kita mau ngajak kalian buat ikutan di Kepo Buku. Intinya kita mau tahu kalian lagi baca buku apa? Kirim dalam bentuk rekaman suara (maksimal 5 menit). Jangan lupa sebut nama, lokasi dan ceritakan buku yang kalian lagi baca atau mau kalian rekomendasikan. Ada dua cara yang bisa dilakukan:

  1. ANCHOR: Untuk pengguna aplikasi Anchor, klik “Message” dan mulai rekam review kalian. (Durasi maksimal 1 menit tapi kalau masih kurang, silahkan rekam lagi)
  2. WHATSAPP:  Gunakan fasilitas Voice Note di Whatsapp. Klik/ ketik link ini di HP kalian: http://bit.ly/ikutkepobuku atau ke 087878505012
  3. EMAIL: Rekam di voice note di hp dan kirim lewat email ke timkepobuku@gmail.com

Rekaman yang kita terima akan kita sertakan dalam episode-episode Kepo Buku berikutnya.

 

Credits & Disclaimer:

  • Kepo Buku tidak berafiliasi dengan penerbit ataupun penulis buku yang diulas di episode ini.
  • Musik: “Rainbows” oleh Kevin MacLeod (incompetech.com). Licensed under Creative Commons: By Attribution 3.0 License

-rh-

 

 

S0504 – Monetisasi POdcast

“Podcast itu bisa mendatangkan duit nggak, sih? Gimana supaya pengiklan tertarik dengan podcast kita? Sudah adakah podcast di Indonesia yang berhasil mendapatkan uang dari iklan? Ada produk yang mau mensponsori podcast saya. Tapi dia minta rate iklan podcast? Bagaimana caranya?”

Ini baru beberapa pertanyaan dari para podcaster di seputar monetisasi podcast dan episode kali ini berusaha untuk menjawabnya.

Tamu: Pradipta Nugrahanto (Podcaster)

Selamat mendengarkan!



Suarane Podcast episode ini juga bisa didengarkan di berbagai aplikasi podcast lainnya seperti Spotify, Apple Podcast, Google Podcast, Breaker, Castbox, Aplikasi Dengar Radio dll. dengan kata kunci pencarian: “suarane.”

 

 

Dukung Suarane Podcast di Karyakarsa

http://karyakarsa.com/suarane

 

Credits: 

  • Musik yang dipakai di episode ini adalah “Protofunk” karya Kevin MacLeod (incompetech.com). Licensed under Creative Commons: By Attribution 3.0 License
  • Artwork: Mohamed_Hassan @ Pixabay.com

S0504- Monetisasi Podcast

“Podcast itu bisa mendatangkan duit nggak, sih? Gimana supaya pengiklan tertarik dengan podcast kita? Sudah adakah podcast di Indonesia yang berhasil mendapatkan uang dari iklan? Ada produk yang mau mensponsori podcst saya. Tapi dia minta rate iklan podcast? Bagaimana caranya?” Ini baru beberapa pertanyaan dari para podcaster di seputar monetisasi podcast dan episode kali ini berusaha untuk menjawabnya.

Tamu: Pradipta Nugrahanto

– Credits: Musik yang dipakai di episode ini adalah “Protofunk” karya Kevin MacLeod (incompetech.com). Licensed under Creative Commons: By Attribution 3.0 License | Artwork: Mohamed_Hassan @ Pixabay.com

Send in a voice message: https://anchor.fm/suarane/message