(Cerpen) : Separuh Nafas yang Tertinggal di Pintu
Malam itu, Rania berdiri di ambang pintu dengan cara yang aneh : setengah tubuhnya masih di dalam rumah, setengahnya lagi sudah menjadi milik malam. Dimas menatapnya dari kursi ruang tamu. […]
Malam itu, Rania berdiri di ambang pintu dengan cara yang aneh : setengah tubuhnya masih di dalam rumah, setengahnya lagi sudah menjadi milik malam. Dimas menatapnya dari kursi ruang tamu. […]
rdi menatap layar laptopnya yang redup. Jam menunjukkan pukul dua dini hari. Di sekelilingnya, tumpukan berkas proyek yang tak kunjung selesai. Telepon genggamnya bergetar, panggilan kesembilan dari kakaknya malam ini. […]
Hujan November selalu membawa kenangan. Hari itu, di sebuah kafe sudut kota, Anya duduk sendirian menatap jendela berembun. Secangkir kopi di hadapannya sudah dingin, sama seperti hatinya yang mulai belajar […]
PRAAANNGG! Andrea terdiam tapi jantungnya berdetak berkali-kali lipat. Napasnya terengah-engah. Dia susah payah menahan agar emosinya cepat terkendali. Barusan dia refleks melempar gelas yang sedang dipegangnya, ke udara. Dia melakukan itu lagi, kata Andrea dalam hati. Entah sudah berapa ribu kali Brama menjilati sisa saus di piring, setiap habis makan. Andrea tidak akan semarah itu […]
The post Satu Hari Tanpa Brama appeared first on Nunik Utami.