Maaf
tentang meminta dan memberi maaf
tentang meminta dan memberi maaf
*coret yang tidak perlu
1.SUARA GUE JELEK!
“Suara saya jelek, suara saya cempreng kayak Donald Bebek. Ih, geli denger suara sendiri! Amit-amit deh!“
Terlalu sering saya mendengar komentar-komentar seperti ini, dan tanggapan saya selalu sama: MEMANG!
….
Tau nggak berapa uang jajan anak-anak SD di zaman ORBA? Sini gue ceritain.
Sebelumnya gue kasih latar belakang dulu. Ini terjadi di sekitar awal tahun 80-an, dan waktu itu gue baru pindah ke Pondok Gede, di pinggiran Jakarta Timur. Soalnya tiap kota te…
Warning! Spoiler Alert dari paragraf pertama
Gue baru nonton ulang lagi Star Wars: The Acolyte episode 8 (terakhir) gara-gara di bagian akhirnya ada cameo sosok yang paling gue suka. Yah walaupun cuma beberapa detik dan cuma ditampilkan dari belakang, …
Namanya Cut Zahara Fona. Dia ini adalah prankster terhebat di era Orde Baru menurut gue. Gimana enggak hebat? Dia berhasil nge-prank banyak pejabat negara termasuk Wakil Presiden ketika itu, dan juga konon termasuk Perdana Menteri Malaysia dan Perdana …
“Our core business is creativity, and creativity is not written in stone!” […]
Earworm! Orang barat menyebutnya begitu untuk mengacu pada sebuah fenomena ketika di […]
* Artikel ini pernah dimuat di Kolom Pelantang, Paberik Soeara Rakjat, 23 […]
Saya dari dulu meyakini konten-konten audio khususnya podcast akan mempunyai masa depan […]
Podcast adalah salah satu medium yang bagus untuk melatih kepercayaan diri dalam […]