Mau Liburan Dari Jakarta Ke Jogja? Inilah Tips Mencari Tiket Pesawat Murah


Menikmati Jogja itu akan terasa menyenangkan bila bersama sahabat atau keluarga terdekat. Selain Malioboro, Borobudur, Prambanan dan destinasi wisata lainnya, ternyata Jogja memiliki banyak wisata petualangan yang cukup bagus seperti Merapi Lava Tour, mengunjungi makam-makam raja Mataram dan mencoba es krim gelato ternama di Jogja. 

"Tiket pesawat lagi mahal-mahalnya nih."

"Gimana ya cara dapat tiket pesawat yang murah?"

"Ada ngga caranya biar dapat tiket diskon?"

Nah, berhubung mencari tiket pesawat dari Jakarta ke Jogja itu membutuhkan trik agar harganya lumayan mahal belakangan ini bisa dikurangi atau minimal mendapatkan banyak diskon. Tapi, sebelumnya saya akan mengajak keliling Merapi, makam raja Mataram di Kotagede dan menikmati es krim gelato.

Berpetualang Ke Merapi Lava Tour


Saat di hostel yang kami inapi, kami memutuskan untuk menyewa mobil untuk mengelilingi daerah sekitar Jogja. Maklum saja, saya sudah beberapa kali bolak balik Jogja dan sudah saatnya mengunjungi destinasi yang lain di sekitaran Jogja seperti Gunung Kidul, Sleman dan daerah lainnya. 

"Mau kemana nih kita?"

Kebetulan saya bersama dua sahabat yang sudah lama tidak traveling bareng, sehingga sudah sangat kami melepas rindu di Jogja.

"Merapi aja yuk."

"Wah, bakalan menyenangkan sih ke Merapi."

"Katanya kita bakalan naik jeep."

Membayangkan naik jeep dan berkeliling wilayah yang berpasir serta dipenuhi oleh jalur lava merapi yang konon mampu mengelapkan sekitar wilayah Merapi.

Setelah sampai di wilayahnya, kami kemudian menunggu untuk disiapkan jeepnya. Kami memilih jeep yang agak gelap dan cenderung aman tempat duduknya karena kami tahu medan yang akan kami lewati itu super-super tidak derduga dan banyak kejutan yang menanti. 


Kami melewati banyak sekali tempat-tempat memorial bagi korban keganasan wedus gembel Merapi. Mungkin, wilayah ini adalah radius 5-10 Km dari puncak Merapi yang terkena dampak erupsi dan lavanya. 

Dan, semakin kami melihat banyaknya sisa bangunan akibat bencana ini, semakin bersyukurlah kami tidak tertimpa bencana seperti yang dialami oleh warga di sekitar kaki gunung Merapi ini. 

Menikmati Masa Lampau Di Makam Raja-Raja Mataram Kota Gede


Hostel yang saya inapi itu berada di sekitar Kota Gede, Jogja. Setelah kami menikmati indahnya Merapi, kini saatnya keliling di sekitar area Kota Gede. Setelah dicari, muncullah nama Makam Raja-Raja Mataram dan lokasinya sekitar 3-5 Km dari hostel kami. 

"Yuk ketempat ini?"

Saya menunjukan foto-foto makam tersebut dengan keindahan bagunannya. 

"Yuk, daripada ke borobudur atau prambanan lagi."

Dan, setelah mengunakan mobil online, kami sampai di tempat sekitar 15 menit. 

Saya masih terkagum-kagum karena tidak ada nuansa seram atau mistis di dalam makam tersebut, yang ada adalah keindahan bangunan peninggalan kerajaan yang masih kokoh dan tidak termakan oleh usia.

Dan, yang kami lakukan adalah mengelilingi kompleks makam itu sekaligus foto-foto di sekitar bangunan yang menarik tersebut.

Menikmati Es Krim Gelato


Saya suka dengan es krim, apalagi di Jogja terdapat satu gelato yang tersohor dan rasanya ingin menikmatinya karena sangat tidak biasa. Harganya lumayan pricy untuk gelato ini, namun karena ukurannya yang lumayan banyak, maka tidak salah kalau kami mengunjungi tempat ini dengan berjalan kaki sekitar 2 km dari tempat terakhir kami pada waktu ini. 

Tips Mencari Tiket Pesawat Murah Dari Jakarta Ke Jogja

Tiket Pesawat Jakarta Jogja itu bisa disiasati dengan beberapa hal, apalagi kalau menginginkan tiket murah dan promo serta diskon. Nah, ini dia tips mencari tiket pesawat yang murah.

Ada beberapa cara yang harus dilakukan untuk mendapatkan tiket pesawat murah salah satunya adalah 

Waktu Pemesanan

Pesan tiket pada saat dini hari atau sekitar pukul 00.00 sampai 15.00, karena makin sore atau malam kita memesan pesawat maka akan naik harganya. 

Cek Tiket Promo

Biasanya setiap maskapai memiliki jadwal khusus melakukan promonya, seperti setiap senin dini hari dan waktu waktu tertentu seperti tanggal gajian. Sehingga kita bisa memanfaatkan pada waktu tersebut.

Langganan Email

Selain mengecek tiket promo, jangan lupa untuk subscribe email dari maskapai dan pencarian tiket online seperti pegipegi. Biasanya email tersebut merupakan informasi diskon atau promo yang lumayan mengiurkan apalagi kalau mencari tiket untuk keluarga. 

Cari Di Pegipegi

Nah, salah satu yang banyak diskon dan promonya itu adalah pegipegi. Pencarian tiket domestik yang sangat mudah dan cara pembayarannya pun dijamin sangat banyak pilihannya. Saya sih selalu melihat notifikasi yang masuk dari aplikasi pegipegi yang sudah saya instal di smartphone. Kalau ada promo menarik dan tanggalnya pun pas, maka saya akan langsung pesan saat itu juga. 


Nah, semakin mudah serta banyaknya cara mendapatkan tiket murah, yuk jangan lupa untuk liburan dan mendapatkan banyak tiket murahnya. Jangan lupa bahagia bersama keluarga dan sahabat dengan traveling ke tempat-tempat indah serta mengukir memori yang tak terlupakan di Jogja. 


Tips Memilih Hotel (Akmodasi) Lokal Murah Di Bali – Airy Indonesia


Pada saat ke Bali, rasanya nuansa tradisional sangatlah kental, bahkan banyak tempat wisata yang menyatukannya dengan alam. Kalau saya pribadi, Bali adalah destinasi favorite selama ini. Bersama dengan Yogyakarta, saya selalu menempatkannya ke dalam tempat yang harus saya kunjungi kembali dalam waktu beberapa tahun terakhir. 

"Kalau ke Bali, biasanya kamu kemana?"

"Kuta, Sanur."
"Ada tempat lain?"

"Palingan ke Uluwatu."

Biasanya Bali terkenal dengan Kuta, Sanur, Uluwatu dan beberapa destinasi lainnya. Tapi, biasanya saya sudah terlalu bosan dengan tempat-tempat yang itu saja dan ingin merasakan tempat wisata lainnya yang lebih bagus dan tidak membosankan.

Sebetulnya apa saja sih destinasi wisata yang lumayan menarik di Bali dan tidak itu-itu saja. Tenang, Bali banyak menyuguhkan tempat wisata yang bagus dan tidak kalah menarik dengan Kuta dan Sanur serta daerah Denpasar lainnya. 



Wisata Unik Dan Anti Mainstream Di Ubud 

Ubud bagi saya adalah melepas penat dari hiruk pikuk keributan kota yang penuh dengan kesemrawutan. Ubud menyajikan banyak pesona alam dan budaya, jadi kita lihat apa saja yang menarik di dalamnya. 

  • Monkey Forest
  • Pasar Seni Ubud
  • Candi Tebing Gunung Kawi
  • Campuhan Ridge Walk (Bukit Campuhan)

Sensasi Menginap Hotel (Akomodasi) Lokal Ubud 


Siapa yang ingin merasakan sensasi menginap di hotel (akomodasi) lokal? Kalau saya, justru ingin sekali menginap di rumah warga, karena ingin melihat secara langsung kegiatan dan budayanya serta bisa berinteraksi langsung dengan warga setempat. 


Beberapa traveler mungkin tidak ingin berinteraksi dengan warga setempat dengan alasan tidak ingin privasinya terganggu. Kadang kala saya juga ingin privasi terjaga, namun ada kala saya juga ingin merasakan sensasinya bergaul dengan warga lokal.

Harga, juga menjadi salah satu pertimbangan untuk menginap di hotel. Kadang kala saya hanya ingin membayar apa yang saya butuhkan seperti wifi dan sarapan, tanpa memerlukan banyak fasilitas lainnya yang jarang saya gunakan. Nah, Airy Indonesia termasuk penyedia hotel yang sangat sesuai dengan budget dan fasilitasnya pun sesuai dengan kebutuhan saya. 

Bali, pulau wisata dan salah satu yang paling favorite. Bali selalu menjadi tujuan wisata yang menyenangkan dan tidak akan tergantikan oleh yang lain. Banyaknya hotel dengan budget yang lumayan terjangkau seperti Airy Indonesia ini lebih menambah lagi keinginan saya untuk kembali lagi dan lagi ke Bali.

"Kenapa Bali lagi sih?"

Jawabannya sangat sederhana, sesederhana saya suka makan nasi goreng atau pecel. Bali selalu menarik dan banyak destinasinya serta selalu menciptakan banyak tempat menarik.

Nah, Airy Indonesia dan Katadata, kemarin mengadakan talkshow dengan tema "Bersama Akomodasi Lokal". Tujuannya adalah menjadikan warga lokal sebagai tuan rumah di daerahnya sendiri dengan membuat akomodasi bernuansa lokal namun dengan standar internasional berkat Airy Indonesia.


Peran Airy Indonesia sekarang ini membuat akomodasi lokal ikut bersaing namun dengan harga yang lumayan terjangkau namun fasilitasnya sangat lengkap mulai dari WIFI, TV, Shower, Air Minum dan lainnya. Disamping itu, dampak lainnya adalah penyerapan tenaga kerja di sekitar akomodasi sehingga mengurangi angka pengangguran.

For Your Information, pada acara kemarin juga diumumkan 3 mitra yang berpotensi dalam bisnis perhotelan pastinya:

Pertama, LIV Hotel Ancol, Jakarta sebagai mitra dengan kategori nilai ulasan komplain terendah, alias best service excellent. Tepukk tangan semuanya!!!

Kedua, Residence Six Jakarta sebagai mitra best rooms facilities.

Ketiga, Poncowinatan Hotel Yogyakarta, sebagai Best Quality Improvement.



So, mulai saat ini kita memilih akomodasi lokal dengan harga yang cukup terjangkau namun tetap memiliki fasilitas yang lengkap dan nyaman ketika menginap disana. 



Menikmati Indahnya Bunga Sakura Di Sensoji Temple, Shinjuku Gyoen Dan Osaka Castle


Yah, harus nunggu lagi ya tahun depan. Ada rasa puas dan tidak puas setelah menikmati musim semi di Jepang. Orang-orang dari belahan bumi mana pun pasti akan berlomba-lomba untuk datang ke Tokyo, Osaka dan Kyoto untuk menikmati mekarnya bunga Sakura. Ketiga kota di Jepang ini memang merupakan tempat favorite menikmati bunga sakura yang mekar selain Kawaguchiko Lake, Kamakura dan Kawagoe. Diantara beberapa tempat itulah, saya memilih Sensoji Temple, Shinjuku Gyoen dan Osaka Castle sebagai tempat terindah menikmati mekarnya bunga sakura bersama keluarga atau kekasih. Orang Jepang menyebut tradisi piknik dengan keluarga, sahabat atau pacar dengan Hanami. 

Saya termasuk penggemar Sakura. Bahkan di musim dingin beberapa tahun lalu, saya sempat menemukan sakura yang mekar terlebih dahulu. Saya bersama seorang teman, Dee, sempat mencari di sekitar Sumida River. Kami menuyusuri sungai Sumida yang sangat luas untuk mencari dimana Sakura berada. Suhu pada musim dingin kira-kira berkisar antara 0 sampai 10 derajat, bahkan waktu itu sempat berada di minus 2 derajat. 

"Bagaimana Dee, kita ngga nemu Sakuranya?"

"Kalau gue mah ikut-ikut aja kalau mau cari kesana."


Dee menunju sebuah menara yang akhir-akhir ini naik daun. Tokyo Sky Tree, sebuah menara tertinggi di Tokyo, menggantikan Tokyo Tower.

Singkatnya, saya dan Dee berhasil menemukan Sakuranya. Saya menyebutnya sebagai Sakura Musim Dingin. Memang pada saat itu masih sangat dingin, namun tidak mematahkan semangat kami mencari Sakura tersebut. Dan, kini saya bisa merasakan langsung di musim semi.

Sakura memang sangat misterius dan susah ditebak. Banyak orang atau pihak yang memprediksi bahwa sakura akan mekar pada bulan Maret 2019 ini, tepatnya di tanggal  22 Maret untuk daerah Tokyo. Namun, ternyata prediksi ini agak meleset dan baru mekar pada akhir Maret 2019. Dan, beruntungnya saya bisa merasakan Full Bloomnya pada saat di Shinjuku Gyoen

Sensoji Temple, Tokyo


Sensoji Temple ini adalah salah satu icon wisata di Tokyo, Jepang. Sudah jadi kebiasaan kalau berkunjung ke Tokyo harus datang ke tempat ini. Letaknya di daerah Asakusa dan dekat dengan Sumida River. Tak jauh dari daerah ini juga terdapat Tokyo Sky Tree

Berjubel dan banyak orang, itulah kesan pertama pada saat mengunjungi salah satu kuil utama dan terbesar di Tokyo. Ciri khas Sensoji terletak di dua dewa penjaga dengan kemampuan mengeluarkan petir. Kaminari, dua penjaga yang dipercaya sebagai pengawas dari gangguan disekitar kuil sehingga pengunjung akan aman dan tentram. 

Pun begitu dengan saya yang melupakan keramaian dan menikmati gugusan bunga Sakura yang tengah mekar di sisi kiri dari kawasan penjual yang sangat ramai. Dan, kamera pun tak luput dari tangan dan jepret-jepret, semua obyek pun saya foto. 

Akses Menuju Sensoji Temple 

Dari Stasiun Tokyo naik JR Yamanote line warna hijau selama 2 menit dengan membayar 140 yen dan turun di Stasiun Kanda, kemudiam transit ke jalur Ginza line berwarna kuning selama 10 menit ke Stasiun Asakusa dengan membayar 170 yen.

Dari Stasiun Shinjuku naik JR Chuo line ke Stasiun Kanda, kemudian transit ke jalur Ginza line berwarna kuning selama 10 menit ke Stasiun Asakusa dengan membayar 170 yen.

Shinjuku Gyoen


Tak lengkap rasanya jika pada musim semi tak berkunjung ke Shinjuku Gyoen. Taman luas yang berada di daerah Shinjuku ini merupakan taman nasional dengan segala kekayaan hayati. Sebagaian besar jenis Sakura berada di Taman ini. Saya baru tahu kalau jenis sakura ternyata ada lebih dari 20an jenis dan semuanya berkumpul menjadi satu di Shinjuku Gyoen, wow rasanya sangat menyenangkan sekaligus ingin mengabadikan seluruh jenisnya.



Luasnya taman tak menjadikan kaki ini lelah untuk melangkah, malah kaki saya bergerak makin cepat dan cepat menuju ke seluruh sisi taman. Jika diukur dengan lapangan sepak bola mungkin ada sekitar puluhan lapangan sepak bola. 

Akses Menuju Shinjuku Gyoen

Shinjuku - Mon (Shinjuku Gate)
Dari JR Line, Keio Line, Odakyu Line keluar statsiun dari pintu selatan menuju jalan besar menuju ke taman. 

Sendagaya - Mon (Sendagaya Gate)
Dari JR Sobu Line, turun stasiun Sendagaya dan terus berjalan keluar menuju ke Sendagaya Mon. 

Osaka Castle, Osaka 


Dan, salah satu yang paling cantik adalah Sakura di Osaka Castle (Benteng Osaka, Kuil). Seperti layaknya sebuah benteng dan kuli yang sangat di hormati di Jepang, sakura pun memiliki makna yang dalam bagi Jepang. Sakura merupakan salah satu tanaman khas dan hanya mekar satu tahun sekali dengan durasi sekitar 7-10 hari saja. Setelah itu bunganya akan gugur dan digantikan dengan daun. Begitulah kira-kira kenapa sakura sangat berarti bagi masyarakat Jepang. 

Osaka Castle inilah merupakan salah satu spot terbaik untuk menikmati musim sakura karena memiliki taman yang luas dan terdapat banyak spot seperti sungai dan benteng. Apalagi biasanya apada saat musim seperti ini banyak dibuka booth makanan sehingga tidak perlu jauh-jauh menyantap makanan, cukup di Osaka Castle saja. 

Akses Menuju Osaka Castle
Akses stasiun bisa dari JR Osakajo-Koen Station, atau jika pakai Osaka Subway turun di stasiun Tanimachi-9-chome atau Morinomiya. Dari stasiun ini jalan sekitar 10-15 menit baru sampai ke depan Osaka Castle.


Setelah puas menikmati Sakura, kini waktunya pulang ke Indonesia. Sedih sih hanya bisa menikmati Sakura yang hanya sebentar saja. Oh iya, waktu mekar dan full bloom sakura di berbagai wilayah bisa berbeda dan tidak sesuai dengan prediksi, jadi waktu yang paling aman adalah sekitar awal April setiap tahunnya. 

Setelah pesawat mendarat di Bandara Soekarno Hatta sudah tengah malam. Dan, saya harus berada di Bogor pagi hari, karena saya menghadiri sebuah acara dari Pariwisata Kabupaten Bogor. Jangan khawatir karena kini di Traveloka sudah memiliki airport transfer yang bisa dipesan online dan melalui aplikasi. Nah, jadi jangan khawatir lagi ya, jadi bisa beli tiket travel bandara dilink ini .

Sampai jumpa di musim-musim Sakura yang akan lebih berbunga dan ceria lagi. Happy Sakura!


Aman dan Nyaman Jalan-Jalan (Traveling) Keliling Solo Pakai GOJEK


Teng Teng Teng Teng, Teng Teng Teng Teng.

"Mohon perhatian, kereta api Jayakarta akan tiba di stasiun Solo Balapan. Bagi Anda yang akan mengakhiri perjalanan di stasiun Solo Balapan, kami persilahkan untuk mempersiapkan diri. Periksa dan teliti kembali barang bawaan anda jangan sampai ada yang tertinggal."

Sebetulnya saya masih menahan kantuk. Maklum saja jarum jam hampir bergeser sempurna di angka 12. Dan, selama perjalanan 9 jam dari stasiun Pasar Senen, saya hanya bisa tertidur kurang lebih satu jam. 

Selebihnya, saya tertarik dengan drama Jepang yang menceritakan tentang gadis bisu dan tuli yang pandai memainkan biola. Drama seri ini sebetulnya sudah sangat lama, mungkin keluaran tahun 2006. Tapi yang spesial adalah drama inilah yang membuat saya belajar bahasa Jepang lebih mendalam. 

"Gambarimasu."

Ungkapan penyemangat dalam bahasa Jepang yang selalu saya ingat ketika saya sedang dalam keadaan terpuruk dan tidak bersemangat.

"Yuk."

Saya tidak sendiri. Bersama beberapa orang teman dari Jakarta, kami kebetulan terlibat sebuah acara di Sragen. Namun, karena Sragen tidaklah terlalu jauh dari Solo, maka kami menginap di Solo. Dan, beruntungnya lagi kami memiliki waktu yang terbilang cukup untuk jalan-jalan keliling kota Solo. Walaupun sebetulnya waktu dua sampai tiga hari ini hampir dipastikan sangat kurang bagi saya. 

Tengah malam di Solo, bikin sedikit khawatir bagaimana cara menuju ke hotel di tengah kota Solo. Jarak dari stasiun ke hotel tak kurang dari 3 kilometer. Tapi gempor juga kalau kita jalan kaki dari stasiun. 

"Kita pesan GO-CAR aja ya. Nanti patungan aja."

Saya tersenyum dan mengangguk, tanda setuju. Lagian siapa yang akan protes kalau kekhawatiran sudah sirna. Maklum sudah tengah malam dan acara kami lumayan pagi. 

"Kita berempat duluan ya."

Kebetulan jumlah kami berdelapan, jadi pas banget dibagi dalam 2 rombongan.

"Eh, mas ini tasnya?"

Saya berpandangan dengan teman saya. Kayaknya bukan tas saya, tapi tas teman saya, Aris.

"Eh, kita kerjain aja. Bilang aja kita enggak bawa tasnya. "

Di tengah malam dan sudah terlalu capek ternyata ada saja hal yang bikin saya tersenyum.


Belum genap sepuluh menit, mobil yang membawa kami pun hampir sampai di hotel. Nada dering smartphone saya berbunyi. Ternyata Aris menelpon. Dari balik kaca mobil, saya sudah melihatnya panik dan terlihat sangat bingung.

"Iya, ada kok di gue."

Saya enggak tega melihat teman saya panik, akhirnya rencana untuk ngerjain Aris batal. Dan, kami pun langsung ke kamar dan istirahat. Esoknya kami pun ke acaranya.

Solo itu di tengah-tengah antara Semarang dan Yogyakarta. Dan, di Solo inilah saya selalu menikmati sajian kuliner dan tempat-tempat wisata baik yang mainstream maupun yang jarang dilirik dan sangat jauh dari Solo sekitar satu atau dua jam dari tengah kota. 

Pilihan yang paling sempurna adalah kuliner. Inilah yang menyatukan kami semua. Dari pada berantem gara-gara tidak bisa satu suara dalam menentukan tempat wisata mana saja yang harus kami kunjungi. 

Tapi ternyata tak semudah yang dibayangkan. Baru saja turun dari GO-CAR yang kami pesan tadi di hotel. Ternyata warungnya tutup. 

"Terus kita makan apa donk?"

Kami mencoba berjalan dari pasar, ternyata tak lama kemudian sampailah di warung ayam bakar. Sebuah warung yang tidak terlalu kami kenal. Namun, rupanya perut kami memanggil. Oke, kami putuskan untuk makan di warung ini. 

Kami saling pandang ketika melahap ayam dan nasi hangat. Lalu tak sadar, nasi yang saya makan tersisa hanya satu kepal tangan lagi. Artinya hanya sesuap lagi nasi ini akan habis.

"Mba, pesan nasi satu lagi. Eh, dua."


Ternyata bukan hanya saya saja yang merasakan kenikmatan melahap ayam bakar ini. Peruntungan kami memutuskan makan di sini tidaklah salah. Ayam bakar dan cap caynya memang the best. Kami puas dan kenyang malam itu. 

Setelah mampir di warung, ini ternyata kami belum puas dan memutuskan untuk mampir ke Solo Paragon, bebuah mall yang tak jauh dari hotel kami. Dan, lagi-lagi GO-CAR menyelamatkan kami. Kami tak harus menunggu waktu lama, karena hanya kurang dari lima menit, mobil berplat AD ini sudah di depan mata kami. 

"Siam Paragon ya Pak."

"Iya Mas."

Saya duduk paling depan sementara tiga orang lainnya berjejer di jok tengah. 

"Siam Paragon? Solo Paragon kali?"

Saya tersenyum mengetahui kesalahan saya menyebutkan mall terbesar di Solo ini. Maklum saya dan Rafel baru saja membahas Thailand. Rafel ini pandai berbicara mengunakan bahasa Thailand

"Sawadee Krab."

Saya hanya mampu mengucapkan itu saja, sementara Rafel sudah berbicara lancar dengan logat Thailand yang melengking, salah satu ciri khas logat negeri gajah putih.


Berkat GOJEK, saya dan teman-teman bisa menjangkau tempat-tempat strategis di Solo dalam hitungan menit. Oh iya, selain itu sekarang sudah ada fitur-fitur keamanan seperti Tombol Darurat di GO-CAR, Bagikan Perjalanan, dan sudah dilengkapi perlindungan asuransi. Jadi, semakin tidak khawatir lagi jika jalan-jalan atau traveling keliling kota Solo

Esok kami memiliki rencana mengunjungi Pura Mangkunegara dan Pasar Klewer serta kembali lagi ke Mall Solo Paragon

Seperti biasa, kami memesan GO-CAR. Dan, kali ini gilirannya jatuh pada Uwan dan Rafel. Seperti biasa kami memesan dua mobil karena jumlah kami yang bertujuh, karena satu orang sudah pulang terlebih dahulu. 

Saya tidak pernah meragukan kualitas Driver GO-CAR karena sudah sangat terlatih, bahkan sudah sangat mahir. Shut, mau tahu enggak kenapa bisa mahir sepert ini? Rupanya setelah melewati seleksi ketat, mereka juga diberikan modul pelatihan yang berisi informasi mengenai cara menggunakan aplikasi pengarah jalan, cara merawat kondisi kendaraan, patuh pada peraturan lalu lintas, dan cara memberikan pelayanan yang baik.

Untuk semakin meningkatkan kemampuan berkendara dengan aman, GOJEK bekerja sama dengan Rifat Drive Labs (RDL) dalam penyelenggaraan pelatihan bagi para driver.


Program RDL GOJEK ini diinisiasi Duta Keselamatan Berkendara, Rifat Sungkar. Melalui program ini, mitra driver diberikan pelatihan seperti pengetahuan tentang tanggung jawab, kesabaran, dan empati, defensive riding, keselamatan berkendara, pre trip inspection dan sesi praktek.

Dalam waktu 4 tahun lebih dari 300 ribu driver telah mengikuti program ini di 20 kota di Indonesia. Antusiasme pun tak menurun sampai sekarang, RDL GOJEK masih berjalan setiap bulannya dan diikuti sekitar 10 ribu driver.

GOJEK memberikan edukasi kepada mitra driver melalui #TrikNgetrip. Program ini memberikan edukasi kepada mitra dengan cara yang menyenangkan mengenai memberikan pelayanan terbaik, dan tips dalam berkendara serta perjalanan.

Tak hanya itu, GOJEK juga menyelenggarakan serangkaian workshop dalam upaya meningkatkan keterampilan mitra driver melalui Bengkel Belajar Mitra. Program ini rutin diselenggarakan di berbagai kota di Indonesia dengan menggandeng para profesional di bidangnya masing-masing untuk memberi pembekalan kepada driver GOJEK dalam meningkatkan layanan dan mengasah pengetahuan di bidang lainnya.

Jadi, nggak ada alasan untuk takut driver nggak bisa mengatasi masalah yang terjadi saat melakukan trip. Mereka udah andal semua!

Untuk para mitra driver yang telah memberikan pelayanan prima dan memiliki kontribusi lebih di masyarakat, GOJEK turut mengapresiasi dengan memberikan sebuah penghargaan, bernama Driver Jempolan. Penghargaan ini diberikan GOJEK untuk memotivasi para mitra driver untuk selalu meningkatkan kualitas pelayanan mereka. Penghargaan ini disematkan pada driver berupa pin pada jaket GOJEK mereka.

Lah kalau misalnya malam-malan sendirian dan pengen share perjalanan, ke keluarga atau teman bagaimana? Memang GOJEK sudah ada fitur ini? 

Tenang aja, GOJEK sudah memiliki fitur bagikan perjalanan. Bagikan Perjalanan ini adalah fitur yang memungkinkan pengguna membagikan tautan kepada keluarga atau kerabat melalui Whatsapp, LINE, SMS, atau aplikasi bertukar pesan lainnya.

Tautan berisi informasi berupa titik pick up dan drop off; informasi pengendara secara detail baik nama, nomor kendaraan, dan nomor pesanan; serta live location (lokasi saya sekarang). Dengan fitur ini, pengguna dapat merasakan keamanan karena perjalanannya dipantau oleh orang-orang terdekatnya. 

Ya, saya merasa aman dan nyaman. Dan, sudah merasakan namanya #UninstallKhawatir. Setiap saya berada di wilayah mana pun, saya selalu menanyakan, apakah kota ini sudah ada GOJEK-nya. Bahkan, di kota kelahiran saya, Pemalang pun sudah ada GOJEK. 

"Eh, ini kan hari Senin. Biasanya museum tutup semua."



Saya berusaha mengecek apakah betul Pura Mangkunegara ini termasuk yang meliburkan diri atau tidak. Ternyata saya salah, Pura ini merupakan kediaman keluarga keraton yang dikelola oleh pribadi sehingga dibuka setiap hari. 

Dan, kami keliling di dalam Pura Mangkunegara ditemai dengan seorang pemandu. Pemandu kami mungkin cukup sabar, karena tujuan saya dan teman-teman tak lain tak bukan adalah foto-foto. Bahkan setiap sudut Istana ini pun kami selalu berhenti.

"Ayo kita ke dalam."

Otomatis kami menghentikan aktivitas foto-foto dan segera masuk ke dalam. Dan, setelah dari singasana, kami masuk ke taman yang menyajikan ornamen perpaduan antara Jawa dan Eropa. 

Saya sebetulnya sangat kagum. Sampai-sampai saya menyimpulkan kalau pada ratusan tahun silam, antara Keraton dan Kerajaan lain di belahan dunia sudah menjalin sebuah kerjasama, jauh sebelum berdirinya Indonesia. 

Puas berputar-putar dan foto-foto di dalam Pura Mangkunegara, kami melanjutkan perjalanan ke pasar Klewer untuk mencari batik. Sebetulnya sebelum ke Mall Solo Paragon, kami singgah sebentar di Keraton Surakarta Hadiningrat. Namun sayang, Keraton sudah tutup beberapa menit lalu. Tapi seperti biasa, kami masih menyempatkan diri untuk berfoto disana. 

Lalu destinasi wisata mana lagi yang harus dijelajahi selain yang sudah disebutkan diatas? Tenang saja, saya masih memiliki rekomendasi wisata di kota Solo.


Kampung Batik Kauman

Kampung Batik Kauman merupakan kawasan di dekat pasar Kliwon. Konon, kawasan kauman ini merupakan kampung khusus sebagai pembuat batik dari keluarga Keraton. Selain pengrajin batik, kamu bisa juga berfoto-foto di sekitar berupa bangunan kuno yang bagus sebagai peghias feed instagram kamu.

Pasar Triwindu

Tak jauh dari Pura Mangkunegaran, berjalan sekitar 5-10 menit, kamu bisa menemukan pasar Triwindu. Pasar ini merupakan pasar barang unik dan antik yang sangat langka serta jarang ditemukan dipasar. Seperti aku kan, satu-satunya di dunia ini loh? Hahaha.

Agrowisata Sondokoro

Suasana alam yang rindang membuat banyak orang menyukai Agrowisata Sondokoro. Tempat ini buka dari 08.00 hingga 17.00. Di Agrowisata ini, kamu akan dimanjakan dengan terapi ikan, pijak refleksi, kuliner lezat, dan sebagainya. Kamu bisa bebas bermain sepuasnya, ada kolam renang dan flying fox.

Benteng Vastenburg

Benteng ini merupakan peninggalan Belanda yang dulunya digunakan untuk mengawasi Surakarta. Benteng ini dibangun sekitar tahun 1745 di kawasan Gladak. Benteng ini merupakan salah satu icon selain Keraton. Jadi jangan sampai tidak foto di benteng ini jika mengunjungi Solo. 


Saya tersenyum puas setelah sampai di Mall Solo Paragon. Setidaknya saya sudah keliling dan jalan-jalan di Solo berkat bantuan GOJEK. Salah satu kekhawatiran saya sudah hilang, bahkan sudah saya #UninstallKhawatir

"Beberapa fitur GOJEK ini bisa digunakan kalau update aplikasi."

Oh iya, saya jadi ingat kalau fitur-fitur keamanan seperti Tombol Darurat di GO-CAR dan bagikan perjalanan hanya terdapat di aplikasi GOJEK yang paling ter-update

Fitur Tombol Darurat ini memungkinkan pengguna mendapatkan rasa aman karena GOJEK menyediakan tombol yang dapat digunakan untuk keadaan atau situasi darurat. Tombol tersebut akan langsung terhubung pada Unit Darurat GOJEK yang siap melayani 24/7. Kabar baiknya nih, Tombol Darurat sudah bisa diakses customer GO-CAR se-Indonesia. Semoga bisa segera diakses di GO-RIDE ya. Tapi ya, semoga saja fitur ini nggak terpakai deh karena perjalanan kita aman-aman saja.

Selain fitur keamanan, apalagi yang sangat membantu para traveler atau pejalan khususnya di Indonesia?

Kini jika terjadi kecelakaan atau pencurian selama perjalanan, maka kita bisa memanfaatkan perlindungan asuransi. Tenang saja, perjalanan menggunakan layanan GO-RIDE kita dijamin kok dari titik penjemputan hingga lokasi tujuan.

Asuransi GO-RIDE ini merupakan hasil kerja sama GOJEK dan platform asuransi digital. Asuransi penumpang GO-RIDE ini otomatis aktif, berlaku se-Indonesia, dari waktu penjemputan hingga tiba di tujuan.


Solo memiliki kenangan, bahkan saya ingat betul ketika beberapa tahun lalu saya seorang diri menjelajah kota Liwet ini. Saya sangat terbantu dengan GOJEK. Sekitar 4 hari saya menjelajah Solo tanpa ada rasa khawatir dan merasa beruntung karena dapat menjelajah destinasi wisata yang tak biasa, atau anti-mainstream.

Tidak ada lagi rasa khawatir pada saat menjelajah setiap sudut Indonesia, karena saya merasakan keamanan dan kenyamanan di setiap perjalanan dengan GOJEK. 

Dan, sudah saatnya saya #UninstallKhawatir dengan menggunakan GOJEK. Oh iya jangan lupa untuk update aplikasi GOJEK sehingga bisa menggunakan fitur-fitur keamanan terbaru ini.

Yuk, sudah waktunya pakai GOJEK!

Menyaksikan Keindahan Festival Kebudayaan Helaran Kabupaten Bogor 2019


Suatu ketika di Kerajaan, hiduplah penduduk dengan damai dan makmur. Alam yang subur dan kaya, hasil bumi pun tak pernah surut. Baginda Raja penguasa yang memerintah dengan wibawa dan ketegasan serta adil memberikan kenyamanan dan kedamaian penduduknya. Dan, kini masyarakat pun merasakan hal yang sama di Kabupaten Bogor. Inilah serangkaian adegan Festival Kebudayaan Haleran Kabupaten Bogor 2019 yang diadakan untuk menyambut ulang tahun Kabupaten Bogor pada bulan April ini. Perwakilan Kementerian Pariwisata, 16 duta besar negara sahabat, serta para pejabat di lingkup Pemerintah Kabupaten Bogor menghadiri acara puncak Festival Budaya Helaran Bogor 2019




Sebelum menampilkan pawai budaya dari 40 Kecamatan Kabupaten Bogor, terlebih dahulu menampilkan kesenian dari berbagai daerah di Indonesia seperti Daerah Istimewa Yogyakarta, Sulawesi Selatan, Bali, Kalimantan, dan Lampung.

Tak dipungkiri, Daerah Istimewa Yogyakarta dan Bali memiliki budaya khas dan tradisi pariwisata yang sangat bagus di Indonesia. Bali contohnya merupakan salah satu aset pariwisata yang menjadi acuan daerah lainnya. Bali menampilkan kesenian pertunjukan unik kisah Rama dan Shinta serta Rahwana dan Hanoman. Legenda dan kisah cinta yang selalu menarik untuk dinikmati. 

Sedangkan DI Yogyakarta yang selalu menampilkan tradisi yang unik, salah satunya penampilan pertarungan diselingi dengan komedi yang menghibur. Selain itu, provinsi lainnya pun meanpilkan tarian dan budaya yang sangat kaya dan beragam.  






Kabupaten Bogor terdiri dari 40 kecamatan dan memiliki potensi kekayaan kesenian tradisional yang sangat beragam. Setiap kesenian memiliki ciri khas masing-masing, yang lahir dari khasanah wilayahnya. Terdapat parade pakaian adat, tari-tarian, hingga pawai mobil hias.

Dalam sambutannya, Bupati Bogor Ade Yasin mengatakan festival ini awalnya digagas untuk memperingati hari jadi Kabupaten Bogor. Berkat dukungan dan antusias masyarakat setempat, acara ini kemudian menjadi agenda tahunan 

"Terimakasih banyak kepada Kementerian Pariwisata yang telah mendukung penuh acara ini sehingga dapat terlaksana tiap tahunnya. Begitu juga kepada Dinas Pariwisata Kabupaten Bogor, seluruh instansi, dan seluruh masyarakat yang ikut membantu mensukseskan acara ini. Kepada para duta besar negara sahabat, semoga terhibur," ucapnya.



Memiliki 40 Kecamatan, tentunya Kabupaten Bogor sangat bangga karena banyaknya keragaman budaya yang ditampilkan di jalan utama Stadion Pakansari. Terik dan panas tak menyurutkan antusiasme warga Bogor yang sedari pagi telah memadati jalanan ini. 

Akar budaya Sunda dan terakulturasi dengan budaya-budaya lainnya membuat sajian pawai budaya ini sangatlah menarik untuk di tonton. Tak hanya satu dua budaya yang bercampur menjadi satu melainkan banyak budaya bahkan terdapat akulturasi dari negara lain seperti Tiongkok, Arab dan India. Tak heran jika kisah atau budaya kita terinspirasi dari budaya lain di Asia. 



Sebagai penikmat budaya, saya mengharapkan banyaknya masyarakat yang turut melestarikan budaya tersebut agar tidak hilang tergerus roda zaman yang semakin modern. Sudah saatnya budaya dikemas secara modern tanpa menghilangkan akar budaya tersebut. 

Selamat menyaksikan festival budaya Haleran ditahun-tahun berikutnya, semoga festival ini akan terus menginspirasi generasi muda untuk aktif meneruskan dan menyebarluaskannya.