Ngobrol-Ngobrol Santai Tema Konten Youtube Milik Oe Din


Ngobrol-Ngobrol Santai Tema Konten Youtube Milik Oe Din. Namanya Oedin, asal Barai, Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur. Kenal Oedin sudah lama. Kemudian menjadi akrab karena kami sama-sama tergabung dalam komunitas bernama Relawan Bung Karno Ende dan Exotic NTT Community. Oedin sudah lama jadi Youtuber karena renjananya memang di dunia videografi dan fotografi. Saya akui, dia adalah pekerja keras, pantang menyerah, selalu mau belajar hal-hal baru, serta tidak pelit. Apa pun yang bisa dia bantu, pasti dibantu, salah satunya membagi aplikasi-aplikasi sunting video pada teman-teman, termasuk saya. Kami sering terlibat dalam diskusi-diskusi seru hingga larut malam, terutama tentang dunia videografi, fotografi, pariwisata dan ekonomi kreatif.

Baca Juga: Merawat Budaya Bersama Uniflor Sebagai Mediator Budaya

Kalau kalian mengintip channel Youtube-nya, Oe Din, ada banyak video tentang Kabupaten Ende. Tetapi beberapa video terbarunya mulai dibikinkan tema khusus. Ini menarik karena tema khusus itu, sepanjang pantauan saya, ada dua. Yang pertama: Ngobrol-Ngobrol Santai. Yang kedua: Makan e, Kita. Tentu video-video lainnya masih rajin diunggah oleh Oedin. Seperti apa Ngobrol-Ngobrol Santai itu? Marilah dibaca sampai selesai.

Ngobrol-Ngobrol Santai


Saya suka menonton video Ngobrol-Ngobrol Santai a la Oedin. Karena, dasarnya saya sendiri juga suka mengobrol dan pernah membawakan program Ngobras (Ngobrol Asyik dan Seru) di Radio Gomezone. Iya, dulu waktu masih siaran di radio swasta itu. Ngobras selalu punya topik asyik untuk diobrolkan dengan sangat seru oleh para radio jockey-nya. Saya, Iwan Aditya, dan tambahan seorang lagi yaitu Yoyok Purnomo. Topik-topik yang pernah dibawakan di Ngobras itu antara lain Kita dan Pancasila, Etika Berinternet, dan 10 Cara Asyik Merayakan Tahun Baru. Sedangkan kalau Ngobrol-Ngobrol Santai a la Oedin, temanya tergantung bintang tamu yang diajak mengobrol. Di situ tugas Oe Din adalah mengorek sebanyak-banyaknya informasi dari si bintang tamu. Ngobrol-Ngobrol Santai berarti mengobrol dengan santai, gaya bebas, selama tidak melanggar Sara Wijayanto SARA. Menulis Sara jadi ingat #DMS. Hahaha.

Anyhoo, mari kita lanjutkan.

Set Studio


Ngobrol-Ngobrol Santai tentu dilakukan di studio dan/atau indoor. Memang tidak wajib harus indoor tetapi saat ini masih dilakukan indoor. Karena Oedin belum punya studio khusus untuk konten Youtube yang satu ini, dan karena Pohon Tua (nama rumah saya) cukup luas dan cukup instagenic, maka Pohon Tua di-set menjadi studio Ngobrol-Ngobrol Santai. Ada bidang Pohon Tua yang ditempel bingkai berisi aneka hasil sketsa Violin Kerong. Ada sudut Pohon Tua yang bagus dijadikan lokasi mengobrol. Mana-mana suka. Soalnya dinding Pohon Tua kan punya banyak warna. Haha. Saat ini saya sedang pengen menempel peta buta Pulau Flores di salah satu dindingnya. Supaya bisa digunakan oleh siapa pun, termasuk Oe Din.

Untuk urusan properti, jangan kuatir! Di rumah saya banyak properti yang bisa digunakan. Hiasan meja unik-unik, dan lain sebagainya. Tetapi bisa juga properti dibawa pula oleh bintang tamu yang diwawancara. Tinggal mengaturnya agar terlihat artistik.

Violin Kerong dan Natalia Mudamakin


Dua orang yang pernah diwawancara dalam Ngobrol-Ngobrol Santai adalah Violin Kerong dan Natalia Mudamakin. Hwah, saya suka sekali. Violin Kerong adalah dosen Prodi Arsitektur pada Fakultas Teknik Universitas Flores (Uniflor) yang punya bakat kece yaitu sketsa wajah. Ya, betul sekali. Sketsa-sketsanya dititipkan di Pohon Tua dan menjadi galeri mini keren di ruang tamu. Tiga sketsa terakhir yang dia antar ke rumah itu Chester (alm.) dan Jack Sparrow (Johnny Depp). Selain mengsketsa wajah, Violin juga sangat mahir membikin kerajinan tangan seperti tempat tisu, tempat cincin pernikahan, gelang, kalung, gantungan kunci, bahkan boneka-boneka lucu ine berbaju zawo-zambu berbahan kain flanel.



Natalia Mudamakin sendiri merupakan mahasiswi Fakultas Teknologi Informasi Uniflor. Kenal dia juga sudah dari duluuuuu banget. Soalnya dia kan anak tetangga. Hehe. Natalia merupakan wirausahawati muda yang mendirikan brand Palapa Rasa dengan motivasi kuat untuk menyediakan tempat bagi anak muda Ende untuk bekerja dan berdaya. Palapa Rasa merupakan brand snack buah organik khas pertama di Kabupaten Ende yang mengangkat cita rasa kuliner khas Flores. Natalia dengan brand Palapa Rasa meraih Juara 3 Ethical Entrepreneur Ende. Waktu Ngobrol-Ngobrol Santai itu kami mengatur brand milik Natalia termasuk penghargaan yang diterimanya sebagai properti.



Oh ya, Oedin juga sudah Ngobrol-Ngobrol Santai bareng saya. Footage sudah terkumpul dan sedang dalam tahap sunting. Asyiiiikkkk.

Rencananya bakal banyak Orang Ende yang diwawancarai sama Oedin seperti Rikyn Radja, Denis Parera, Om Benny Laka, dan lain-lainnya. Supaya apa? Menunjukkan pada banyak orang bahwa Kabupaten Ende ini kaya akan orang-orang kreatif dan berprestasi. Saya bangga ketika video-video tersebut menuai komentar positif dari para penontonnya.

Konten Berkualitas


Saya pernah menulis pos berjudul Membikin Konten Youtube Memang Harus Tekun dan Ulet dan memang, kalau tidak tekun dan ulet susah jadi Youtuber. Selain itu, yang perlu diperhatikan adalah kontennya itu sendiri. Dimulai dari judul yang tidak click bait, hingga isi konten yang seharusnya berfaedah dan menghibur. Para penonton video-video di Youtube tentu tahu bahwa begitu banyak video yang judulnya click bait, kontennya hasil copy paste sana-sini dan digabung-gabung, sampai ada konten yang benar-benar terkesan maksa demi memburu Rupiah. Ngobrol-Ngobrol Santai a la Oedin merupakan konten berkualitas dan sangat saya rekomendasikan pada kalian. Bukan iklan, bukan sulap, bukan sihir, kalian harus percaya bahwa Ngobrol-Ngobrol Santai memang wajib ditonton!


Menulis Ngobrol-Ngobrol Santai a la Oedin ini mengingatkan saya pada konten Youtube milik sendiri. Sejak tahun 2007 mendaftar di Youtube, baru sekarang mau mulai serius. Lucu juga. Hahaha. Ke mana saja saya selama ini. Video yang ada malah kebanyakan meng-cover lagu-lagu saja. Kalau kalian penasaran, silahkan intip channel Youtube saya. Salah satu videonya yang di bawah ini:



Sama halnya dengan blog ini yang punya tema harian, saat ini saya juga membikin tema untuk channel tersebut, antara lain Blogging, Podcas(t)uteh, dan BlogPacker. Masih pengen bikin tema tentang un-bungkusin makanan yang dijual online, ngikut Pak Jaf. Tapi ... nanti deh. Susah juga soalnya. Hahaha. Ribet di proses sunting! Doakan saja semoga saya tetap semangat membikin konten untuk dipublikasikan di Youtube. Ide bertebaran, tenaga tidak bisa dipaksakan. Maklum, sudah uzur.

Baca Juga: Menulislah Dengan Baik Meskipun Tidak Selalu Harus Benar

Semoga pos ini bermanfaat bagi kalian. Setidaknya ada informasi bagus yang bisa kalian peroleh dengan berkunjung ke blog ini. Hehe. Dan bagi kalian para Youtuber, tetap semangat! Tetap memberikan video-video bermanfaat, konten berkualitas, untuk para penonton baik subscriber maupun penonton random. Yang jelas, harus pertahankan orisinalitas, kembangkan ide-ide kreatif, merekam video dengan baik, menyunting dengan baik, insha Allah videonya juga baik, menarik, dan menyenangkan.

#SeninCerita
#CeritaTuteh



Cheers.

Marilah Kita Merinding Disko Bersama Diary Misteri Sara


Marilah Kita Merinding Disko Bersama Diary Misteri Sara. Siapa di sini yang penakut tapi doyan sama ke-horor-an terhakiki? Toss dulu, yuk. Artinya saya tidak sendiri. Sesuatu yang horor itu seperti magnet. Semakin horor, semakin bikin penasaran, meskipun semakin ketakutan setengah mampus! Kalian pasti pernah mengalami juga, setiap kali mengobrol bersama kawan-kawan, topik obrolan bakal memasuki Waktu Indonesia Bagian Horor ketika jarum jam berlari menuju tengah malam. Terus mendadak aroma pandan merasuk lobang hidung yang banyak bulunya itu. Byuuuuh! Saling lihat, telan ludah, terus salah seorang nyeletuk, "Si LL kabarnya ditangkap, ya?". Manuver yang lekas, sedikit mengurangi pompaan jantung. Dan sekadar rekomendasi bagi kalian, #SabtuReview, ya hari ini, bakal ngebahas tentang Diary Misteri Sara a.k.a. #DMS. Mau menu horor? Jangan nanggung! 

Baca Juga: Knives Out Bukan Sekadar Filem Drama Misteri Sederhana

#DMS merupakan nama yang dipakai oleh Demian Aditya dan isterinya Sara Wijayanto beserta kru untuk konten video reality show bertema horor. Horornya level dewa! Kalau Nex Carlos menjelajah tempat makan se-Indonesia, maka #DMS menjelajah tempat-tempat yang disinyalir selalu beraroma 'amis' antara lain gedung pabrik yang ditinggalkan, mall yang ditelantarkan seperti perasaan saya pada Orlando Bloom, rumah sakit yang berubah jadi rumah hantu, villa-villa, bahkan rumah beberapa seleb. Mereka tidak memakai kata menjelajah melainkan penelusuran. Bagi saya pribadi #DMS merupakan the real reality show-nya Indonesia. Hati Adek lelah, Bang, sama reality show tipu-tipu. Kalau kalian penasaran, marilah baca pos ini sampai selesai. Bagaimana kalau kalian tidak mau membacanya sampai selesai? Artinya kalian tidak akan pernah sampai pada kata: cheers yang menutup semua pos saya di blog ini. Hahaha. Serius amaaaat, Neng!

Kru #DMS


Di atas, sudah saya jelaskan gambaran umum tentang #DMS. Kalian perlu tahu bahwa selain Demian dan Sara yang saling memanggil Ip satu sama lain, kru #DMS yang lain patut dikenali. Jelas ya, Wisnu Hardana yang merupakan adik kandung Sara itu selalu mampu membikin jantung penonton perempuan berdegup lebih kencang. Bukan karena dia bisa melihat dan menggambar makhluk-makhluk astral, melainkan karena betapa cool-nya dia. Ya ampun, saya mauuuu lah dilamar sama lelaki super kalem begitu. Haha. Masalahnya, tidak ada lelaki super kalem yang mau melamar saya. Byuuuuh *gigit dinosaurus*. Wisnu selalu membawa buku skesta, entah sudah berapa jumlahnya, dan alat tulis. Bukan pinsil. Karena, dalam situasi seperti itu, tidak akan cukup waktunya untuk menggambar sketsa super rumit menggunakan pinsil seperti sketsanya Violin Kerong. Spidol atau ballpoint merupakan senjata andalan si kalem. Setelah gambar didapat, biasanya Sara akan 'membuka' jalur komunikasi. Nanti, kalau si makhluk sudah datang, ditunjuklah gambar itu sambil bertanya: ini kamu ya?

Saya suka kalau Fadi Iskandar juga ikut dalam penelusuran, meskipun tidak semua episode #DMS. Kenapa saya suka? Karena Fadi itu komunikatif, baik sama penonton maupun sama makhluk astralnya. Ada saja pertanyaan yang dia lontarkan. Maaf, kalau boleh tahu ini siapa? Nama kamu siapa? Kamu yang tadi lemparin kami, ya? Kamu kenapa ada di sini? Kamu dibunuh? Cerita donk sama Sara. Siapa yang membunuh kamu? Dulu kamu diperkosa? Kamu dijahatin sama suami kamu? Dan seterusnya. Fadi bakal memakai jawaban sebagai peluru pertanyaan berikutnya. Dan sangat cepat otaknya bekerja agar pertanyaan serta jawaban itu mengerucut dan bisa menyimpulkan sesuatu. Karena, makhluk astral bukan story teller. Mereka harus dipancing. Terutama yang cuma mengangguk dan menggeleng, bisa jadi karena ketakutan pada makhluk astral lainnya yang ada di situ. Kalaupun bicara, sepatah dua kata saja yang terucap.

Bayangkan ... makhluk astral saja takut pada sesama makhluk astral yang lebih berkuasa. Bagaimana dengan kita yang fana ini? Haha. Kita? Lu kali aja, Teh, yang jiwa penakutnya berkuasa!

Wisnu, Fadi, selalu ada di depan kamera bersama Sara, kadang-kadang Demian turut serta. Tetapi bukan berarti kru lainnya tidak pernah tampil. Kru #DMS itu banyak yang sensitif: bisa merasa dan bisa melihat. Oleh karena itu penonton pasti tahu si Aji, si Ryan, apalagi Pak Iwan. Pak Iwan ini semacam 'pengaman' #DMS. Ya harus lah. Mana kuat Sara sendirian kalau kondisi mendadak tidak terkendali, seperti dikepung poci dan tante K? Pak Iwan tidak pernah menunjukkan wajahnya. Penampakannya selalu memakai jaket, topi, dan masker yang menutup 80% wajahnya. Saya yakin, banyak Saradict yang penasaran level-20 Kripik Mak Icih sama wajah Pak Iwan. Haha. Eits, kalian sudah jadi Saradict belum? Kru-kru yang lain ada Rendy Virgiawan sebagai asisten pribadi Sara, Aji yang pegang kamera, Deden manajer produksi, Boy di lighting, Andika yang sunting video, dan lain sebagainya.

Tapi, kalau boleh saran nih, sebaiknya 'pengaman' seperti Pak Iwan harus ditambah. Buat jaga-jaga. Ngeri kan ya kalau di sini Sara ditarik kakinya, di sana Pak Iwan harus menangani Aji yang keganggu, sementara Ryan juga kesambar. Maaaaan, I can't imagine that!

Kamera, Lampu, Senter, dan Keberanian


Peralatan kru #DMS dari yang saya lihat biasanya ada tiga sampai empat kamera, lampu-lampu sorot, ada semacam alat frekuensi apaaa gitu (kurang paham saya lah), senter, dan keberanian. Kenapa keberanian juga ada di poin ini? Karena, tanpa keberanian, tidak akan ada #DMS yang setiap minggu kita tungguin episode barunya diunggah. Saya ngeri sendiri membayangkan andai lampu sorot mendadak mati dan semua senter tidak berfungsi! Eits, jangan takut, masih ada senter telepon genggam *ngakak guling-guling*.

Serius Amat!?


#DMS itu gokil. Kalian sudah nonton opening-nya yang baru? Haha. Jadi, #DMS ini tidak melulu menampilkan segala sesuatu yang horor saja. Waktu membuka episode #DMS saja, Saradict sudah ngakak sama gaya mereka. Ada saja celetukan dan tingkah Sara, Fadi, Demian, atau kru lain, yang bakal mencairkan suasana. Suatu kesempatan, saat mereka sedang penelusuran, mendadak Sara berlari ke suatu arah begitu, semua pada teriakin si Aji supaya mengejar 'mami'. Eh waktu sudah dekat, saat ditanya, Sara malah menjawab kira-kira begini: olah raga biar sehat. Haha. Gokiiiil.  

Episode Terhoror


Nanti saya bakal bahas 5 Episode Terhoror #DMS pada pos terpisah di #KamisLima. Tapi ijinkan sekarang saya membocorkan episode-episode terhoror menurut saya. Silahkan buku kuduknya direbahkan dulu. Haha. Ayo bulu-bulu kuduk, rebahan manja, yuk. Sepanjang saya menonton #DMS, episode yang betul-betul membikin saya merinding itu episode Mall Terbengkalai [Part 1] yang bareng D'Masiv. Saat itu Sara ditarik oleh sosok besar kasat mata yang membuatnya terjatuh ke lantai dalam posisi tidur. Uih, serem! Ini makhluk astralnya kuat banget. Jadi ingat juga sama salah satu episode yang ada siluman ularnya: kaki Sara saling membelit begitu. Kalau saya ada di situ, sudah naik ke gendongan Pak Iwan! Kayaknya mall terbengkelai itu dihuni oleh makhluk-makhluk astral dengan kekuatan yang luar biasa. Bukan sekadar arwah tersesat saja.

Yang juga horor itu kalau Sara membuka jalur komunikasi, lantas kemasukan. Cara dia melihat dan bicara saat kemasukan itu benar-benar horor, sesuai dengan tingkah si makhluk astral. Kalian pasti sering melihat orang kesurupan sampai teriak-teriak atau bertingkah kasar banget. Beda sama Sara kalau dia kemasukan. Setiap kali Sara kemasukan saya selalu memerhatikan:

1. Cara dia melihat.
2. Cara dia tertawa.
3. Cara dia bicara dan bahasanya.
4. Urat di keningnya yang mendadak menonjol.
5. Cairan meleleh dari hidung dan mulut.

Suatu kali saya sampai memalingkan wajah dari layar telepon genggam saat melihat Sara tertawa lebar tapi tawa yang serem banget dan itu berlangsung cukup lama. Kru, tolong selalu sediakan tisu dan tisu basah doooonk, bergegas begitu, kasihan Sara pas sadar musti membersihkan cairan dari hidung dan mulutnya. Anyhoo, untuk poin nomor 3 di atas, ada kalanya saat kemasukan Sara/makhluk astral yang memasukinya tidak dapat berbicara atau berbicara sepatah dua kata saja. Ini keren, dan sangat masuk akal, karena tidak semua makhluk astral itu adalah arwah yang meninggal di atas tahun 2000. Bahkan ada makhluk astral yang memang aslinya dari sana alias iblis. Beda sama video kemasukan lain yang lancar berbicara Bahasa Indonesia. Kadang kala saat kemasukan Sara bicara bahasa Sunda atau bahasa-bahasa dari si makhluk astral tersebut. Kadang kala Sara hanya menggeram. Kadang kala meracau tidak jelas.

Kasihan banget melihat Sara menangis tersedu-sedu apabila kemasukan makhluk astral yang adalah arwah sesat yang menyesali perbuatannya dan/atau sedih atas apa yang menimpa dirinya. 

Penampakan


Kalau kalian menonton #DMS, kalian bakal tahu pasti bahwa #DMS tidak berusaha atau sengaja mencari-cari penampakan makhluk astral. Tetapi penampakan makhluk astral itu ada! Justru, dilihat oleh Saradict. Kru hanya memberitahu kalau ada bentrokan suara atau ada suara-suara dari alam lain terdengar. Dan saya sering mendengarnya: suaran perempuan tertawa, bahkan ada suara perempuan bilang "siniiiii". Perihal penampakan makhluk astral yang memang tidak pernah disampaikan oleh #DMS sendiri, dan justru dilihat oleh Saradict, saya juga melihatnya di video. Misalnya tante K berbaju merah di pohon, makhluk astral berbaju putih kotor lewat di jendela, sampai lemparan-lemparan benda. Caranya bisa lihat, Teh? Baca komentar Saradict, klik menit yang mereka maksudkan, mundurkan sepuluh sampai dua puluh detik, pelankan kecepatan video. Iiiiihhhh! Sereeeeeeem banget! Terima kasih, Saradict (lainnya) yang sudah membantu saya melihat penampakan.

Mendoakan


Terima kasih #DMS karena selalu mendoakan arwah-arwah sesat agar kembali ke jalannya. Ini sesuatu yang luar biasa, menurut saya. Karena mendoakan diri sendiri saja saya kadang alpa, apalagi mendoakan makhluk astral yang tidak ada hubungan darahnya dengan saya. Kalian orang-orang baik.


Baca Juga: Universe-nya Gerard Butler Itu Bernama Has Fallen

Akhirnya, sampailah kita di penghujung pos ini. Haha. Sedikit lagi kalian bakal ketemu sama: cheers. Well, bagi saya pribadi #DMS layak diacungi jempol dan layak di-subscribe oleh sebanyak-banyaknya penonton/penikmat video-video Youtube. Konten #DMS bukan konten asal bikin, bukan konten asal jadi, bukan konten pemburu subscriber malahan. Mereka melakukannya karena renjana. Itu keren. Meskipun ada jadwal tertentu untuk tayang, misalnya setiap malam minggu, namun mereka tidak memaksakan diri. Keren lah. Banyak yal yang membikin #DMS beda sama tayangan serupa. Selain Wisnu (ditabok dinosaurus nih saya) dan sketsanya, pun itu real reality show, adalah mendoakan arwah-arwah tersesat.

Bagaimana, kawan, setelah membaca ini jadi penasaran sama #DMS? Jangan cuma memburu video mereka di Youtube doooonk. Subscribe juga! Karena mereka memang layak mendapat ratusan juta subscriber!

Selamat berakhir pekan.

Selamat menanti episode #DMS selanjutnya.

#SabtuReview



Cheers.

Membikin Konten Youtube Memang Harus Tekun dan Ulet


Membikin Konten Youtube Memang Harus Tekun dan Ulet. Sabtu kemarin dalam review tentang Nessie Judge dan program Nerorrist-nya yang kece itu, sedikit menginformasikan juga tentang channel Calon Sarjana yang dihapus oleh Youtube karena plagiarisme. Apa-apa yang terkait dengan HaKI memang harus menjadi perhatian kita bersama. Ajarkanlah diri kita sendiri untuk tidak memplagiat karya orang lain. Saking seriusnya urusan HaKI ini, Pemerintah Indonesia sampai mengeluarkan peraturan khusus mengenainya yaitu Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta. Fyi: pada tahun yang sama Pemerintah Indonesia juga mengeluarkan peraturan pengganti yaitu Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil. 

Baca Juga: Menulislah Dengan Baik Meskipun Tidak Selalu Harus Benar

Pemerintah Indonesia memang serius mengatur negara ini dengan mengundangkan banyak aturan. Tetapi seloroh aturan dibuat untuk dilanggar nampaknya mendarah-daging dalam tubuh kita. Haha.

Membikin konten Youtube memang harus tekun dan ulet. Terutama jika saya, kalian, dan mereka, ingin menjadi Youtuber sukses dengan jutaan subscriber dan mendulang penghasilan hingga puluhan bahkan ratusan juta Rupiah setiap bulannya. Menggiurkan memang sampai iler tumpah-ruah. Tapi tidak semudah itu untuk menjadi seorang Youtuber sukses. Karena secara umum kita tahu kesuksesan diraih berkat kerja keras. Sementara itu Youtuber sukses selalu berkaitan dengan konten kreatif. Dan untuk menghasilkan konten kreatif, harus tekun dan ulet. Kalau tidak, segera berhenti berangan-angan punya penghasilan gede dari Youtube. Muter-muter saja ini bahasanya, Teh? Iya, memang begitu. Harus memutar terlebih dahulu. Hehe.

Dan ya, saya bukan seorang Youtuber, karena menjadi Youtuber itu harus tekun dan ulet.

Muterrrrr lagi!

*ngikik*

Dulu, pokoknya dulu banget, saya tidak pernah memikirkan tentang konten kreatif. Ada video apa saja saya unggah ke Youtube. Makanya kalian bakal temukan video saya karaokean bareng teman-teman, video saya nge-lipsing lagunya Meghan Trainor, video saya bikin parodi, sampai video saya meng-cover beberapa lagu. Menurut saya itu bukan video atau konten kreatif, karena video itu ada berdasarkan apa yang terjadi saja. Sedangkan dalam pemahaman saya, konten kreatif yang dibikin oleh konten kreator itu haruslah berkonsep matang, diriset, digarap dengan serius, disunting dengan baik video dan audio-nya, barulah diunggah untuk dinikmati banyak orang. Dan kalau mau meroket di jagad Youtube, harus tekun dan ulet serta rajin mengungah video dalam jangka waktu tertentu.

Jangka waktu. Ini penting. Karena segala sesuatu yang berkelanjutan akan selalu diingat.

Arya Nara yang sampai saya menulis ini punya 821.000 subscriber dan sudah mengunggah 731 video! Siapa Arya Nara? Dia seorang Youtuber dengan video bertema chord gitar mudah. Saya tidak tahu jangka waktu setiap video diunggah. Tapi yang jelas, ketika ada ratusan video diunggah di channel-nya, berarti dia adalah Youtuber yang tekun dan ulet. Video-videonya sangat bermanfaat terutama bagi saya yang tidak pernah jago bermain gitar. Kunci-kunci alternatif yang ditawarkannya sungguh membikin saya senyum-senyum sendiri. Ooooh ternyata begitu. Selain menikmati sekaligus belajar dari video-video Arya Nara, saya paham juga bahwa videonya berlatar sederhana: dinding, kursi, microphone dan laptop/komputer di hadapannya yang menampilkan lirik lagu. Tentu ada dirinya yang sedang bermain gitar sambil ngasih tutorial kepada penontonnya.

Ingin membahas Nessie Judge, tapi sudah saya review Sabtu kemarin. Kita meloncat ke Yuvi Phan. Youtuber cantik ini tidak hanya membahas hal-hal beraroma melati horor tetapi juga kecantikan. Makanya hampir di semua videonya, meskipun itu video bertema horor, selalu ada penjelasan tentang merek gincu yang dipakainya. Dia cantik banget sih! Sampai saya menulis ini Yuvi Phan punya 227.000 subscriber dan 297 video yang diunggah ke Youtube. Videonya memang kreatif karena diriset, disusun, disunting, terlebih dahulu. Dia punya gaya bicara yang khas terutama dengan kalimat "oke-oke aja", dan tentunya bahasa Indonesianya yang masih belum sempurna. Kabarnya, Yuvi ini lama tinggal di luar negeri. Kalau saya salah, silahkan saya dikasihtau, ya. Siapa tahu kalian adalah penggemarnya Yuvi Phan. Jangan protes dulu lah. Haha.

Kedua Youtuber yang namanya saya tulis di atas, jika kalian menonton video-video mereka, pasti bakal bilang: gampang. Tinggal cari latar/set yang bersih, ngerekam diri sendiri, beres. Tidak semudah itu, kawan. Coba kalian pikir sendiri. Atau, coba kalian membikin sendiri video seperti yang mereka bikin ... berkelanjutan. Mungkin baru bikin tiga video sudah menyerah. Hehe. Mereka tekun dan ulet. Merekalah yang harus kita contohi. Original. Sama seperti Nessie Judge.

Membikin konten Youtube memang harus tekun dan ulet *bukan pengulangan* terutama jika kalian ingin menyajikan sesuatu yang benar-benar wow. Contohnya Diary Misteri Sara (DMS) oleh Sara Wijayanto. Sara tidak sendiri tetapi bekerja bersama kru hebat antara lain suaminya yaitu Demian Aditya, ada adiknya sendiri yaitu Wisnu Hardana. Nama kru lainnya tidak saya hafal. Saat menulis ini channel tersebut sudah punya 3,71 Juta subscriber dengan 121 video. Kalau boleh saya tulis: DMS berkonsep sangat matang. Temanya tentu berbau makhluk astral. Dalam bayangan saya, mereka tentu berdiskusi hebat tentang lokasi syuting seperti bangunan-bangunan kosong yang sudah lama diterlantarkan. Setelah itu barulah diriset dan kegiatan syuting pun dilakukan. Itupun pasti masih dilanjutkan dengan penyuntingan yang prosesnya juga memakan waktu karena mereka memakai lebih dari dua kamera. Oh ya, kenapa saya menulis berkonsep sangat matang? Karena mereka punya kru yang lengkap mulai dari lighting, beberapa videografer, hingga 'orang pintar'. Ini sempurna. Kenapa ya DMS tidak tayang di televisi?

Youtuber berikutnya yang tidak kalah tekun dan ulet tentu saja Nex Carlos! Jujur saya suka banget sama dia karena konten-kontennya berkelanjutan dengan tema kuliner! Yuhuuuu. Kalau ada dari kalian yang tidak tahu Nex Carlos, ya tidak apa-apa. Karena toh suatu hari saat sedang nongkrong di kantin kampus saya terheran-heran sama teman yang menyeletuk nama Nex Carlos dalam percakapan kami tentang Youtube. Oalah. Kamuh ngetop banget, Carlos! Hihi. Saat menulis ini Nex Carlos sudah punya 2,65 Juta subscriber dan 252 video yang diunggah ke Youtube *tepuk tangan*.

Yang ingin saya tanyakan pada kalian sekarang adalah mengapa Youtuber kreatif seperti nama-nama yang sudah saya sebutkan di atas cuma punya sedikit subscriber, bahkan belum bisa sampai belasan juta? Yang suka comot video sana sini saja bisa tembus belasan juta. Pertanyaan ini terus menggerogoti benak saya bahkan saat sebelum tidur. Apakah karena masyarakat kita memang tidak suka sama teman video mereka? Atau karena mereka belum ngetop sengetop-ngetopnya? Atau masyarakat belum menggali lebih dalam? Coba kalian jawab. Bantulah saya.

Baca Juga: Jangan Mengeluh: Hidup Memang Penuh Warna dan Cerita

Yang jelas, membikin konten Youtube memang harus tekun dan ulet. Pandai memikirkan bakal konten (kreatif), tekun bekerja mencari informasi/riset, ulet menggabungkan banyak elemen sehingga bisa menghasilkan satu video yang tidak saja menghibur tetapi juga informatif dan bermanfaat bagi siapa pun yang menonton baik subscriber atau penonton random. Rasa malas harus disingkirkan. Oleh karena itu Youtuber-Youtuber yang saya tulis di atas selalu punya jangka waktu tertentu untuk mengunggah karya mereka. Ada yang seminggu sekali, ada yang seminggu tiga kali, ada yang sebulan sekali. Pokoknya ada jangka waktu. Ada ritme. Kalau setahun sekali ... itu saya. Hahaha.

Ingat: mereka memang menyiapkan waktu khusus untuk membikin konten. Bisakah kita seperti mereka?

#SeninCerita
#CeritaTuteh



Cheers.

Kalau Kalian Pemberani Coba Nonton Nerorrist by Nessie


Kalau Kalian Pemberani Coba Nonton Nerorrist by Nessie. Hola! Sabtu lagi. Review lagi. Setiap Sabtu blog ini akan membahas banyak hal mulai dari buku, filem, musik, tokoh, kafe, makanan, dan lain sebagainya. Tidak semua yang saya tulis merupakan sesuatu yang baru. Bisa saja filem yang dibahas justru sudah booming sepuluh tahun lalu dan telah di-review banyak blogger. Namanya juga me-review (mengulas), sah-sah saja meskipun bukan sesuatu yang baru. Hehe. Bukan membela diri, tapi setidaknya sebagai penikmat karya, kita juga punya hak untuk memberikan komentar dan kritikan. Tetapi perlu diingat, mengkritik bukan berarti menghina. Karena sebagai orang yang juga punya karya, meskipun tidak banyak, saya juga siap menerima komentar dan kritikan.

Baca Juga: Fiersa Besari Memang Jagoannya Merangkai Kata-Kata

Baru-baru ini Indonesia dan jagad per-Youtube-an dihebohkan dengan salah satu channel yang ditutup oleh Youtube. Hyup, Calon Sarjana. Berdasarkan berbagai berita yang saya baca, alasan Youtube menghapus channel tersebut adalah karena HaKI. Adalah channel JT yang sudah tiga kali melaporkan kepada Youtube bahwa video-video mereka ditiru oleh Calon Sarjana. Setelah mendapat tiga kali laporan copyright strike, maka Youtube bakal menutup/menghapus channel yang dilaporkan tersebut. Bayangkan, subscriber Calon Sarjana itu sudah mencapai 13 (tiga belas) juta! Terus channel-nya dihapus. Ini ibarat sedang mengunyah makanan favorit tapi dilarang menelan. Lepeeeeh sana! Kabarnya Calon Sarjana sudah meminta maaf dan kemudian mengganti salah satu channel dari dunianya para 'Calon' ini yaitu Calon Ilmuwan dengan Calon Sarjana.

Banyak channel setipe Calon Sarjana yang ritmenya sama yaitu mengambil video sana-sini, digabungin, disunting, dikasih suara/narator, ditambah sedikit animasi, terus diunggah ke Youtube. Saya pikir kalian juga tentu tahu channel-channel tersebut. Meskipun kita jelas menerima informasi (baru) dari video mereka, tapi pihak lain yang merasa dirugikan tentu tidak terima. Oleh karena itu saya justru lebih suka sama channel-channel yang bekerja keras melakukan riset, menyusun kontennya, dan pemiliknya berbicara langsung di depan kamera. Seperti Nessie Judge, Yuvi Phan, dan Detektif Aldo. Atau seperti Deddy Corbuzier, Raditya Dika, dan Anji dalam Dunia Manji.

Salah satunya yang bakal saya ulas hari ini adalah Nessie Judge.

Nessie Judge


Beberapa informasi yang saya peroleh dari Wikipedia menyebutkan bahwa Nessie Judge punya nama lengkap Nasreen Anisputri Judge. Dia lahir di Solo, 30 Oktober 1993. Nessie dikenal sebagai konten kreator dan social media influencer berketurunan Pakistan-Belanda-Tionghoa. Urusan isi kepala, jelas dia cerdas banget, bahkan bahasa Inggris-nya itu bikin iri. Hyup, Nessie merupakan lulusan Fakultas Bisnis dengan gelar Bachelor of Business Administration (BBA) di IPMI International Business School angkatan 2012, dan lulus dengan predikat Magna cum laude pada tahun 2016. Yeaaayyyy *tepuk tangan a la Nessie*.

Sebelum lanjut, apa sih yang membikin saya begitu menyukai Nessie?

1. Wajahnya cantik. Haha.
2. Percaya diri saat bicara di depan kamera.
3. Smart dan bahasa Inggris-nya wow.
4. Apa adanya.
5. Eyeliner!
6. Set untuk taping yang menawan.

Cara Nessie berbicara di depan kamera juga menjadi daya tarik tersendiri bagi para bos-bos-nya dia. Iya, dia memanggil penontonnya dengan bos. Hebatnya, di setiap video Nessie selalu ada kontak/interaksi antara Nessie dengan siapa pun yang menonton. Komen di bawah merupakan salah satu kalimat pamungkas yang saya suka. Dan tentu saja Nessie dan tim-nya akan membaca semua komentar yang bertaburan. Ada video-video khusus yang membahas komentar-komentar (dari salah satu video, misalnya) tersebut. Salah satu yang pernah saya nonton adalah tentang kopi bersianida yang menewaskan Wayan Mirna Salihin. Seru lah ya ketika Nessie dan Rutfy (kalau tidak salah nama temannya/tim-nya) membacakan komentar/pendapat orang-orang tentang kasus tersebut.

Nerorrist


Dari video yang biasa-biasa saja, misalnya bercerita ini itu, Nessie kemudian membikin konten dengn tema khusus yang bernama Nerorrist. Nerorrist merupakan video-video bertema horor yang dikemas super menarik oleh Nessie dan tim-nya. Kadang tema Nerorrist ditentukan sendiri oleh Nessie, kadang tema Nerorrist diambil dari usulan para penonton/subscriber-nya. Nerorrist memuaskan keinginan banyak orang tentang hal-hal yang masih menjadi misteri, masih menjadi pertanyaan, masih membikin penasaran. Tentu yang horor atau yang sifatnya neror begitu. Misalnya tentang teori-teori konspirasi dunia. Dari menonton begitu banyak video Nerorrist saya bisa mengambil alur pola kerja Nessie dan tim.

1. Menentukan tema.
2. Melakukan riset mendalam.
3. Menyusun naskah/narasi.
4. Taping.
5. Sunting.
6. Unggah.

Mari ambil contoh video berjudul REKAMAN telefon 911 TERAKHIR sebelum MAUT. Banyak penontonnya yang me-request tentang rekaman 911 ini. Jadi, setelah temanya ditentukan, Nessie dan tim bakal melakukan riset, mencari tahu, menggali lebih dalam, tentang rekaman telepon 911 terakhir sebelum maut. Bayangkan saja, bagaimana perasaan operator 911 berbicara dengan orang sebelum orang tersebut meninggal (entah karena dibunuh atau apalah). Materi sambungan telepon 911 terakhir sebelum maut tentu saja ada banyak! Tetapi Nessie dan tim akan memilih yang paling serem. Tebakan saya, mereka pasti bakal terlibat dalam diskusi yang super alot. Setelah itu disusun, dibikin naskah/narasi, dan dilakukanlah taping alias rekaman.

Video Nerorrist itu sudah serem, tetapi lebih serem karena adanya backsound samar yang horor banget. Perlu dicatat, backsound-nya sungguh samar sehingga penonton tidak merasa terganggu sama sekali. Ditambah lagi dengan cara/gaya Nessie berbicara di depan kamera. Gimana ya ... cara Nessie berbicara itu betul-betul diatur sedemikian rupa sehingga sangat mendukung tema Nerrorist. Kalian tidak percaya? Nonton saja sendiri. Hahaha. Jangan sampai kalian seperti saya yang sampai tidak bisa tidur gara-gara menonton video tentang chat-chat terseram. Uh wow. Sampai pas lagi tidur mendadak ngelihat ke pintu kamar mandi kuatir ada makhluk astral berdiri di situ. Hahaha.

Sebagai makhluk Tuhan yang cukup aneh, saya begitu penasaran sama teori-teori konspirasi. Baik teori konspirasi tentang Atlantis, Segitiga Bermuda, hingga Iluminati. Masa lalu saya diisi dengan rasa penasaran tingkat tinggi pada hal-hal tersebut. Kalau kalian juga sama seperti saya, jangan kuatir, Nessie sudah membahas sebagian besar dari teori-teori tersebut. Dan namanya teori, yang dikumpulkan dari berbagai sumber, belum tentu ada satu pun yang benar. Tetapi meskipun belum tentu ada yang benar, cukup masuk akal lah teori tersebut. Termasuk teori tentang kejadian 9/11 saat gedung kembar itu ditabrak pesawat (atau dibom dari bawah/dalam gedung?).

Serem.


Gara-gara Nessie, saya jadi pengen bikin video tentang BlogPacker, tentang perjalanan-perjalanan di Pulau Flores. Tapi karena saya ini termasuk orang yang malas menyunting video, rencana tersebut batal melulu. Nah, ini menjadi catatan penting bagi saya, kalian, mereka, siapa pun yang mau menjadi Youtuber seperti Nessie. Singkirkan rasa malas. Bayangkan saja, Nessie dan tim membikin video yang diunggah setiap minggu! Membayangkan bagaimana mereka menentukan tema, riset, taping, sunting, saja sudah bikin kepala saya pusing tujuh keliling. Saya sendiri memang berkecimpung dengan dunia video, makanya saya tahu betapa ribetnya menghasilkan satu konten video, apalagi yang melalui proses taping begitu. Manapula set untuk taping-nya itu menawan banget. Kadang di sofa, kadang di ruang kerja, tapi ditata artistik.

Baca Juga: Kedai Bunga Yang Unik dalam Berjalan di Atas Cahaya

Bagaimana, kawan? Apakah tulisan ini menarik minat kalian untuk segera meluncur ke channel-nya Nessie Judge? Kalau iya, artinya saya sukses meracuni kalian. Ha ha! Karena, menjomblo itu sudah biasa, saya tidak mau sendirian merasa serem gara-gara Nerorrist. Kalian juga doooonk *dikeplak dinosaurus*.

Semoga akhir minggu kalian menyenangkan!

#SabtuReview



Cheers.

5 Youtuber Ende

Gambar Youtube diambil dari Wikipedia.

Youtube sudah jadi 'mainannya' semua orang. Zaman dulu kami yang di Ende sini masih pikir-pikir buat main agak lama di Youtube, sekadar menonton video pun, karena akses internet yang terbatas dan mahalnya bukan kerja main. Zaman sekarang, jangankan sekadar menonton video, mengunggah video pun lancar jaya kayak bis Ende - Larantuka. Huray lah. Meskipun kalian bakal bilang mahal, tapi paket internet dari Telkomsel terbilang murah untuk kami, seratus ribu bisa dapat 12GB, dan bisa dipakai sebulan. Paket internet dari IndiHome pun cukup murah karena dengan tiga ratus lima puluh ribu bisa dapat 10Mbps, bisa dipakai sebulan buat orang serumah ditambah satu dua tetangga.

Baca Juga: 5 Menu Breakfast

Balik lagi ke Youtube.

Gara-gara sering main di Youtube, melihat penambahan satu dua subscriber yang merangkak perlahan, saya jadi suka juga menonton video-video yang diunggah oleh Orang Ende. Videonya macam-macam. Ada video musik, ada video live suatu kegiatan, ada video drama, dan lain sebagainya. Pada akhirnya ada lima Youtuber Ende yang jadi favorit saya. I mean, saya jadi sering menonton video-video mereka. Saya pikir tidak ada salahnya berbagi tentang Youtuber Ende ini dengan kalian. Siapa tahu kalian terhibur sembari mengisi waktu puasa.

Cekidot!

1. Martozzo Hann


Mister Hann yang mengaku handsome ini masih keponakan saya. Kami sering kerja bareng terutama proyek-proyek video dokumenter begitu. Subscribers-nya sudah mencapai 4.820! It's awesome. Channel-nya pun sudah di-monetize. Suatu malam kami berdua mengobrol tentang video-video di Youtube dan saya bertanya tentang pemasukan yang dia peroleh dari channel-nya itu. Angka yang dia sebutkan cukup fantastis. Menurut saya, angka itu fantastis. Saya mengakui Tozzo, demikian saya biasa memanggilnya, terutama kehebatannya menyunting video dengan hasil ciamik. Bagi kalian yang penasaran, silahkan cek channel-nya. Banyak video musik di sana. Jadi, sekalian lihat videonya sekalian mendengar lagu-lagu kami Orang Ende.

2. Ihsan Dato


Om Ihsan, demikian saya memanggilnya, meskipun usia kami tidak terpaut jauh. Om Ihsan, sama seperti saya, adalah pegawai Yayasan Perguruan Tinggi Flores yang menaungi Universitas Flores. Bedanya saya adalah anggota UPT Publikasi dan Humas sedangkan Om Ihsan adalah KTU Fakultas Teknologi Informasi. Subscribers-nya saat ini mencapai 1.578! Video-video di channel Youtube milik Om Ihsan banyak bercerita tentang Ende. Jadi, kalau kalian ingin melihat lebih dekat tentang Ende, silahkan berkunjung ke sana. Mulai dari Ende sebagai Kota Seribu Masjid, Penjemputan Romo, Permainan Anak-Anak, Tarian khas Ende, sampai tempat membeli takjil saat Ramadhan. Menurut saya channel Youtube Om Ihsan ini paket komplit.

3. Komsos Keuskupan Agung Ende


Ini dia salah satu channel favorit saya. Mau mencari drama/filem pendek tentang kehidupan, refleksi, terutama tentang Agama Katolik? Silahkan kunjungi channel yang satu ini. Subscribers-nya sudah mencapai 3.666! Selain drama/filem pendek yang diunggah di sana, ada pula kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan Gereja, Sekami, OMK, dan lain sebagainya. Ini channel tidak hanya bagus banget untuk kawan sekalian yang beragama Katolik, tapi juga saya yang beragama Islam, karena drama/filem pendeknya itu menyentuh kehidupan umum manusia. Silahkan dicek ya channel-nya.

4. Luis Thomas Ire


Siapa sih yang tidak kenal Luis Thoma Ire dengan Fiorola Band-nya? Saya pernah menulis tentangnya di pos Putera-Puteri Matahari Dari Timur Negeri. Uis demikian saya memanggilnya, merupakan musisi terjenius dari Kabupaten Ende yang pernah saya kenal. Musik-musiknya, lagu-lagu ciptaannya, super keren. Video musiknya, walaupun ada yang sederhana, tapi sangat mendukung musik/lagu ciptaannya. Terberkatilan kami Orang Ende punya seorang Uis, meskipun darah yang mengalir di dalam tubuhnya adalah darah Manggarai, hehe. Channel Youtube-nya yang punya 574 subscribers itu tidak saja berisi video musik lagu ciptaan sendiri, tetapi juga lagu-lagu yang di-cover. Setiap kali mendengar lagu-lagunya, perasaan saya jadi adeeeeem. Demikian.

5. SUC Endenesia


Saya sendiri yang membikin akun Youtube-nya. Saya juga mengidolakannya. Channel ini masih sangat baru. Subscribers-nya pun baru 10! Tapi saya suka, ha ha ha. Karena di channel ini lah saya dan kalian semua dapat menonton video para komika dan calon komika Ende (dan sekitarnya) ber-stand up comedy. Di channel ini lah kita semua bisa melihat video yang memang lucu, separuh lucu, atau bahkan tidak lucu sama sekali. Tapi, proses yang ditempuh itu yang patut diacungi jempol. Makanya, kalian juga bisa melihat proses para komika melalui video open mic, atau para calon komika melalui video lomba. I love it.


Itu dia lima Youtuber Ende favorit saya. Kalian sendiri, punyakah Youtuber favorit asal kota kalian sendiri? Kalau punya, bagi tahu donk ... siapa tahu saya bisa main ke sana dan menontonnya. Semoga rekomendasi lima Youtuber Ende ini dapat menghibur kalian dan bisa kalian jadikan hiburan sembari mengisi waktu puasa. Semoga.

Selamat melanjutkan puasa!



Cheers.

Music From Youtube


Sudah lama punya akun Youtube tapi baru beberapa bulan terakhir mulai sering saya jengukin, membereskan ini itu, membersihkan sarang laba-laba dan debu. Kenapa baru sekarang mulai rajin melakukannya? Karena saya pikir, meskipun tidak serius di dunia Youtube dan lebih suka nge-blog, boleh juga seiring waktu berjalan subscriber bertambah dan boleh akun Youtube saya itu di-monetize. Mimpi yang ketinggian. Tapi biarlah. Setiap orang berhak mencoba karena dengan mencoba kita jadi tahu celahnya atau kemungkinan ke depannya macam apa. Selama ini rajin menonton video milik orang lain, mungkin sekarang saatnya orang lain juga boleh menonton video yang saya unggah *pemaksaaan secara halus mulus, hahaha*.

Baca Juga: Pemateri Blog

Akun Youtube memang milik kita pribadi, tapi aturan yang paling ketat diberlakukan adalah kalau bisa video dan pendukungnya (musik latar) bukanlah milik orang lain, kecuali sudah mendapat doa restu ijin. Dua kali video yang saya unggah ke Youtube menerima e-mail dari Youtube pula. Intinya, musik/lagu yang dipakai di dalam video itu punya hak cipta dan kuatir bakal dikomplain sama si pemilik lagu sehingga saya harus siap-siap menghapus video itu kalau komplain beneran terjadi. Was-was? Iya sih was-was. Namanya juga musik milik orang. Katanya sih itu bisa berpengaruh pula seandainya akun Youtube di-monetize. Apabila kalian punya pengalaman tentang ini, boleh donk bagi tahu saya, supaya lekaslah saya menghapus dua video itu. Terima kasih sebelumnya.

Lantas, apa yang harus saya lakukan?

Saya memang sering membikin lagu baik sendiri maupun bareng sahabat saya Noel. Tapi saya bukan pemusik yang bisa bikin musik meskipun dulu pernah coba-coba bikin musik pakai aplikasi FL Studio. Sedangkan sebuah video akan lebih enak ditonton jika ada musik setidaknya musik pembuka. Ternyata, saya baru tahu, benar-benar baru tahu, kalau Youtube menyediakan begitu banyak musik yang bisa kita unduh gratis! Iya, gratis tanpa  perlu kuatir dikomplain sama pihak lain. Ini adalah surga bagi saya yang membutuhkan musik pendukung video!

Lantas, bagaimanakah caranya?

Mungkin sebagian besar dari kalian sudah tahu. Tapi tidak ada salahnya saya menulis ini karena siapa tahu ada yang benar-benar tidak tahu dan membutuhkannya. Dan ini adalah cara yang saya tempuh saat pertama kali mendengar kabar Youtube menyediakan musik untuk para Youtuber. Selanjutnya saya tidak pakai lagi cara ini ha ha ha.

Pertama:
Log in ke akun Youtube kalian.

Kedua:
Masuk ke channel kalian. Arahkah kursor ke sudut kanan atas di ikon profile, lalu klik Your channel, seperti gambar berikut:


Ketiga:
Setelah channel membuka, pada bagian kiri silahkan pilih Help atau bantuan seperti lingkaran pada gambar di bawah ini:


Ketik kata kunci misalnya get music from audio library:


Keempat:
Pilih musiknya, dengarkan, kalau cocok silahkan unduh. Yang saya lingkari merah itu bagian unduhnya.


Itu dia cara saya pertama kali berkenalan dengan Audio Library milik Youtube. Rasanya sangat terberkati karena tidak perlu pusing mencari musik pendukung video yang bakal saya unggah ke Youtube. Sekali lagi, itu cara pertama. Jadi, ada cara lain? Ada donk! Cara ini lebih mudah hahaha. Dasarnya saya saja yang koplaaaaak to the max.

Kalian cukup mengetik tautan berikut ini:


Otomatis kalian akan dibawa pada halaman perpustakaan tempat daftar musik gratisan disediakan oleh Youtube. 

Meskipun musik yang disediakan di sana gratisan tapi kalian harus jeli karena ada satu dua musik yang kalau mau dipakai harus disertai pula dengan sumbernya. Selama mengenal fasilitas yang satu ini saya masih menggunakan musik gratisan 100%, tanpa harus mengikutkan sumber musik ke video. Dan itu sudah sangat membantu proses kreatif menyunting video bekal diunggah ke Youtube. Aaaah, benar kata orang, lebih baik terlambat dari pada tidak sama sekali. Lebih baik saya terlambat tahu tentang Audio Library Youtube ketimbang tidak tahu sama sekali. Bukan begitu? Begitu bukan?

Baca Juga: Menyiapkan Materi

Bagaimana dengan kalian, kawan? Apakah pernah menggunakan fasilitas dari Youtube yang satu ini? Seperti apa pengalaman kalian? Bagi tahu yuk di komen :)



Cheers.

Pita’s Life


Suatu malam di minggu ini, saat DMBC (Datang Makan Baku Cap) sedang ngumpul di ruang tamu rumah saya, salah satu topik yang dibahas adalah tentang betapa sabarnya Deddy Corbuzier menghadapi seorang penyanyi dangdut yang diduga serta dituduh transgender. Kalau saya jadi Deddy, mungkin kesabaran saya sudah wassalam dan jadinya malah perang berkepanjangan macam Perang Teluk zaman dahulu. Tapi Deddy Corbuzier sungguh gentle meskipun emosinya sudah terpicu begitu rupa. Kendali dirinya bagus. Haha.

Baca Juga: Searching

Untungnya topik itu segera berakhir. Yaaa topik DMBC kan selalu meloncat-loncat kayak kanguru dan pocong. Etchon lantas menyeletuk tentang Pita's Life. Saya pikir Lupita Nyong'o. Ternyata bukan! Hari-hari berikut, ya kemarin-kemarin, hampir setiap siang saya menonton video-video Pita di Youtube dan sangat terhibur karenanya. Kalau saya boleh bilang, Pita adalah vlogger dengan konten unik karena begitu apa adanya. Dia punya dialeg tidak berubah. Pun kalau bicara bahasa Inggris sangat fasih dan enak didengar. Amboi. 

Tentang Pita


Sejak kecil Pita sudah tertarik dengan bahasa Inggris karena Bapaknya adalah seorang Pendeta yang sering membawa bocah-bocah bule ke rumah. Sambil bermain dengan bocah bule itu, sambil belajar bahasa Inggris. Ketertarikannya pun semakin menjadi saat menonton filem Titanic dan terpesona sama lagu My Heart Will Go On yang dinyanyikan oleh Celine Dion. 

Tahun 2011 Pita kuliah di Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Asing di Manado. Dosennya memberi tugas untuk hunting bule dengan tujuan bisa langsung bicara dan berinteraksi dengan bule-bule itu. Sebagai bukti hunting, harus ada tanda tangan supaya dosen percaya. Selain tanda tangan, kontak yang diberikan berupa e-mail pun boleh. Adalah teman Pita, Medi, yang kemudian menyarankan sebuah situs pada Pita. Apabila ingin lebih fasih belajar bahasa Inggris melalui percakapan langsung dengan bule, bisa kok dilakukan melalui situs tersebut. Nama situsnya Asian Dating. Di situs itulah Pita bertemu Travis. Dan mereka pun pacaran.

Singkat kata singkat cerita, Travis datang ke Indonesia untuk bertemu Pita, dengan sebelumnya mengirimkan baju agar dipakai Pita saat menjemput Travis di bandara. Selanjutnya Pita diminta berlibur ke Amerika dengan drama visa yang luar biasa bikin kesal. Daaaan mereka menikah. Dua anak mereka adalah Zachary dan Rachel. 

Kenapa Video Pita Menarik?


Ya, memangnya ada apa dengan video-video Pita sehingga saya sampai meluang waktu menulis ini? Boleh dibilang ini adalah respon positif saya terhadap perempuan Indonesia yang tidak kehilangan jati diri meskipun sudah memperoleh green card dan menetap di Amerika. Dialeg Maluku-nya begitu kental ketika dia berbicara baik Bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Pun banyak sekali istilah-istilah Maluku/Manado yang terucap. Perempuan ini benar-benar bikin ngakak. Manapula dia suka sekali menertawai dirinya sendiri.

Vlog Pita sangat apa adanya. Saat bangun tidur, make up, memasak, jalan-jalan, menjemput anak, nongkrong di tempat makan bareng keluarga, hang out bareng mertua, bahkan saat harus temani Travis ke kantor/pangkalan (waktu Travis naik jabatan atau apalah itu wuih keren sekali). Cara dia berbicara itu sungguh roto (istilah Orang Ende untuk orang yang bicaranya lancar jaya tanpa titik koma) terutama kalau sedang bicara dalam Bahasa Indonesia. Dia tidak malu mengakui kekurangannya, tapi pun tidak merasa kehidupannya lebih baik dari orang lain.

Baca Juga: The Willis Clan

Pada salah satu vlog, saya terpingkal-pingkal waktu Pita nyerocos tentang perempuan Indonesia yang menikah dengan bule. Belajar masak dari sekarang karena tidak ada orang jual nasi goreng dan gorengan lainnya di sana kapanpun kalian ingin. Harus bisa masak sendiri. Uh she uuuup!

Yang juga membikin saya suka berlama-lama menonton vlog si Pita adalah informasi-informasi baru. Perlu dicatat, menonton vlog Pita juga memperluas wawasan. Apanya yang memperluas wawasan? Melihat video perempuan Indonesia yang menikahi bule dan tinggal di Amerika itu memperluas wawasan, are you sure? Ya, saya yakin. Layaknya blogwalking dan membaca blog kalian semua, itulah yang saya peroleh saat menonton video Pita. Diantaranya adalah tentang toko baju bekas di Amerika, tutorial make up, serta cara Pita mendidik dan merawat kedua anaknya dengan berani bilang, "No!" pada permintaan si anak. Saya lihat, Pita sangat tegas pada anak-anaknya, punya aturan yang diterapkan dengan sangat 'halus' tapi super 'tegas'.

Jadi, Ingin Menjadi Seperti Pita Juga?


Siapa yang tidak ingin? Subscriber banyak, iklan pun wara-wiri di vlog-nya. Tapi menjadi vlogger tidak semudah itu. Konten harus yang berkualitas, setidaknya menurut saya, dan mengundang ke-kepo-an orang lain terhadap konten kita. Pita berhasil membangunnya, karena ... siapa sih yang tidak ingin tahu tentang kehidupan di Amerika? Disajikan dengan cara yang sangat Indonesia pula. Jujur, saya tidak bisa menghasilkan konten berkualitas seperti konten berkualitas milik Ewafebri misalnya hahaha. Jadi, ingin menjadi seperti Pita boleh-boleh saja, tapi harus siapkan konten unik yang kita yakin bakal diburu banyak orang.

Ah ... apalah saya yang bicara konten video Youtube ... subscriber saja masih bisa dihitung dengan jari. Sudahlah ...


Semoga akhir minggu kalian menyenangkan ya ... kalau bosan, nonton saja Pita's Life. Sudah pasti kalian bakal terhibur, ngakak sendiri, sekaligus menambah wawasan.

Baca Juga: Bodo Amat

Yuk ah ...



Cheers.