#PDL Harmonisasi Di Saung Angklung Udjo

Nemu foto ini di situs travelnya detik(dot)com.


#PDL adalah Pernah DiLakukan. Tulisan ringan tentang apa saja yang pernah saya lakukan selama ini; termasuk tentang perjalanan ke tempat-tempat di luar Kota Ende.

***

Rabu kemarin saya membaca komentar dari Himawan pada pos Sanggar Tari Topeng Mimi Rasinah tentang penduduk lokal yang kebingungan waktu kami bertanya lokasi sanggar dimaksud. Himawan (or Hino) mengandaikan penduduk lokal sekitar sanggar juga dilibatkan di dalam kegiatan-kegiatan sanggar sehingga bisa sespektakuler Saung Angklung Mang Udjo atau Saung Angklung Udjo. Penduduk memang terlibat, namun anak-anaknya saja yang dilibatkan ikutan sanggar tersebut, berlatih Tari Topeng bersama cucu Miras yaitu Aerli.


Bicara soal Saung Angklung Udjo artinya bicara soal wisata budaya yang dijaga dan dilestarikan dengan kemasan sangat menarik. Saung Angklung Udjo terletak di Jalan Padasuka 118, Bandung, Jawa Barat. Lokasi ini dibagi-bagi menjadi tempat pertunjukan, toko souvenir, tempat makan, dan lain-lain yang tentu sekarang sudah jauh lebih berkembang. Tahun 2010 waktu ke Saung Angklung Udjo saya sangat menikmati cuci mata di toko souvenir-nya itu. Sebagai wanita imut dan beperasaan halus saya juga gemas donk melihat ragam benda mini-mini menggemaskan salah satunya gantungan kunci berbentuk angklung.


Hari itu saya dan Acie berkesempatan menonton Pertunjukan Bambu Petang. Seperti foto di awal pos ini kalian bisa melihat seorang perempuan berkebaya biru dan anak-anak kecil bermain angklung. Di sini lah proses pengenalan dan pelestariannya terjadi karena secara tidak langsung penonton dengan latar belakang beragam itu diedukasi tentang angklung; cara memegang, cara memainkannya, dan betapa angklung tidak dapat berdiri sendiri-sendiri alias memang harus dimainkan dalam kelompok, dengan anggota yang sudah tahu nada dasar yang mereka 'pegang'. Kira-kira begitulah.


Kemudian panitia/pengelola membagikan kami angklung masing-masing satu. Sudah tahu cara memegang dan memainkan alat musik ini, lantas perempuan berkebaya biru mengetes nada masing-masing kelompok, kira-kira sepuluh sampai limabelas orang per kelompok. Dia memberi instruksi pada kami. Kami, yang belum saling mengenal dan kebetulan sama-sama terdampar di suatu pertunjukan petang ini, hanya dengan melihat arah tangan si instruktur, bisa memainkan satu lagu dengan utuh yaitu lagu Ibu Kartini.


Aweeeesomeeee! Harmonisasi yang tercipta menggenapi kepuasan kami mengunjungi Saung Angklung Udjo. Terima kasih untuk pengalaman yang luar biasa ini.

Usai bermain angklung, kami menyaksikan pertunjukan wayang golek. Tapi saya lupa kisah tentang apakah yang ditampilkan hari itu.


Usai pertunjukan wayang golek, saya dan Acie masih sempat berlama-lama di toko souvenir, melihat sana-sini, cuci mata, gemas-gemasan sama penjaga lelaki, terus membeli beberapa souvenir, dan memutuskan untuk pulang. Kami masih punya tugas mencari lokasi pembuatan / pengrajin wayang golek. Untungnya saya masih menyimpan foto si bapak di bawah ini:


Situs yang memuat artikel tentang Golek; Bukan Boneka Biasa yang saya tulis untuk Detik, memang belum bisa dibuka, untungnya Om Bisot pernah membuat status tentangnya di Facebook. Hahaha. Sumpah, ngakak tiarap saya melihat foto yang satu ini:


Terima kasih, Om *jempol paling gede* berkat ini, tidak hilang jejak digitalnya *tsaaaah*.


Jadi kalau ditanya, pernahkah saya ke Saung Angklung Udjo? Pernah, saya pernah ke sana. Saya pernah bermain angklung dalam kelompok penonton dan kerja sama tim ini menghasilkan harmonisasi yang mengagumkan. Kita harus banyak belajar dari (filosofi) angklung ini. Dan pernah, saya juga pernah mengunjungi pengrajin wayang golek dan pura-pura memainkannya supaya difoto sama Acie. Ternyata saya pernah juga PERNAH SEBESAR ITU. Hahaha ...

Bagaimana dengan pengalaman kalian?


Cheers.

Berlibur ke Semarang? 7 Spot Wisata Ini Membuat Liburan Kamu Menjadi Sah di Semarang


Semarang – kota yang letaknya sangat strategis (di tengah pulau Jawa) ini memiliki akar kata “asem” dan “arang”. Kota yang terkenal dengan sajian lumpia-nya ini menjadi destinasi yang sangat patut Anda sambangi ketika sedang berlibur bersama keluarga, teman, atau bahkan Anda sedang berencana untuk ber-solo traveller. 

Dapat dikatakan bahwa Semarang memiliki keindahan kota yang begitu khas, karena Anda akan mendapatkan pemandangan yang sangat variatif di kota ini. Semarang memiliki bangunan modern yang tidak terlalu tinggi, lalu terdapat bangunan-bangunan khas Tiongkok, arsitektur kolonial Belanda yang sampai saat ini masih dijaga kelestariannya, lalu berbagai macam skenik lain yang mampu memanjakan mata Anda. 

Mungkin sebagian dari Anda masih bingung ketika sampai di Semarang. Pertanyaan “tempat apa lagi yang perlu dikunjungi, ya?” saat berada di Kota Lumpia ini pasti muncul di benak Anda. Semarang memiliki banyak sekali spot wisata yang patut Anda sambangi, bahkan Anda belum sahih ke Semarang bila belum mengunjungi tempat yang ada di daftar artikel ini. Setelah mencari penerbangan Batik Air menuju bandara Achmad Yani, Anda hanya perlu membaca artikel ini sampai habis, lalu sahih lah liburan Anda di Semarang.


Gereja Blenduk

Gereja yang berlokasi di kawasan Kota Lama Semarang kerap kali dikenal dengan sebutan The Little Netherland. Gereja Blenduk berdiri di antara sekian banyak bangunan ala Belanda, dan gereja ini masih berdiri kokoh dan terawat dengan apik serta rapi. Bahkan sampai saat ini, Gereja Blenduk masih digunakan secara aktif sebagai rumah ibadah.

Gereja Blenduk yang telah bertahan dari masa kolonial Belanda ini sudah berganti wajah beberapa kali. Mula-mula, gereja yang dibangun pada 1753 ini berbentuk rumah panggung Jawa. Hal tersebut dapat Anda lihat pada peta kota Semarang tahun 1756 yang menunjukkan konfigurasi massa yang berbeda dari sekarang. Pada tahun 1787 rumah panggung tersebut diubah total. Tujuh tahun berikutnya gereja tersebut mengalami perubahan lagi. Pada tahun 1894, gedung ini dibangun kembali oleh H.P.A. de Wilde dan W.Westmas, dan bentuk tersebut bertahan hingga saat ini.



Pasar Semawis

Pasar Semawis merupakan pasar malam yang beroperasi setiap hari Jumat sampai Minggu. Pasar Semawis ini berlokasi di Komplek Pecinan Semarang. Banyak sekali hal yang berbau dengan budaya Tiongkok hadir di tempat ini. Bagi Anda yang tengah mengincar barang atau bahkan kuliner khas Tiongkok, Anda dapat mengunjungi tempat ini dan berburu hal tersebut bersama keluarga dan teman Anda. 

Klenteng Sam Po Kong

Selain aktif sebagai tempat ibadah dan ziarah, Klenteng ini juga merupakan tempat wisata yang menarik untuk Anda kunjungi. Tempat ini dikenal juga dengan sebutan Gedong Batu dan  ada juga yang mengatakan nama ini dipakai karena asal mula tempat ini adalah sebuah gua batu besar yang terletak pada sebuah bukit batu. Tetapi ada sebagian orang yang mengatakan bahwa sebenarnya asal kata yang benar adalah Kedong Batu, alias tumpukan batu-batu alam yang digunakan untuk membendung aliran sungai. Darimana pun nama tempat ini, yang jelas Klenteng Sam Po Kong merupakan spot wisata yang harus Anda kunjungi ketika berada di Semarang. 

Puri Maerakaca

Puri Maerakaca yang merupakan Pusat Rekreasi Taman Budaya Jawa Tengah. Kalau di Jakarta, tempat ini ibarat Taman Mini yang ada di provinsi Jawa Tengah, karena di dalamnya terdapat 35 anjungan yang menjadi cerminan dari 35 kabupaten dan kotamadya yang ada di provinsi Jawa Tengah.

Masjid Agung Jawa Tengah

Masjid yang dibangun sejak 2001 dan selesai pada 2006 ini memiliki arsitektur dengan gaya Romawi. Hal tersebut terlihat dari bangunan 25 pilar dipelataran masjid. Pilar-pilar bergaya koloseum Athena di Romawi tersebut dibalut dengan hiasan kaligrafi yang indahnya berhasil mencuri perhatian Anda.

Daya tarik lain dari masjid ini adalah Menara Al Husna yang tingginya mencapai 99 meter. Sedangkan di lantai 2 dan lantai 3 digunakan sebagai Museum Kebudayaan Islam, dan di lantai 18 terdapat Kafe Muslim yang dapat berputar 360 derajat. Lantai 19 digunakan untuk menara pandang, dan telah dilengkapi 5 teropong yang bisa melihat panorama kota Semarang.

Simpang Lima

Tempat yang merupakan alun-alun kota ini biasanya ramai saat malam hari. Simpang Lima Berlokasi di persimpangan Jl. Pandanaran di sebelah barat, Jl. A. Yani di sebelah timur, Jl. Gajahmada dan Jl. Pahlawan di sebelah timur, sementara disebelah timur laut ada Jl.KH. Ahmad Dahlan. Ikon Kota Semarang ini jangan sampai Anda lewatkan karena ini menjadi landmark penting yang wajib Anda kunjungi.


Lawang Sewu

Tak Kenal Maka Tak Sayang – mungkin peribahasa tersebut dapat dikaitkan pada “tak ke Lawang Sewu, berarti tak ke Semarang”. Lawang Sewu merupakan sebuah bangunan kuno peninggalan kolonial Belanda yang dibangun pada 1904. Semula gedung ini beroperasi sebagai kantor pusat perusahaan kereta api atau Nederlandsch Indishe Spoorweg Naatschappij (NIS). 

Gedung tiga lantai bergaya art deco (1850-1940) ini dibangun oleh tangan dingin arsitek Belanda ternama, Prof Jacob F Klinkhamer dan BJ Queendag. Lawang Sewu terletak di sisi timur Tugu Muda Semarang, atau di sudut Jalan Pandanaran dan Jalan Pemuda.

Asyiknya Backpacker ke Semarang dengan Budget Hemat


Terlalu banyak cerita di Semarang, mulai dari sedih sampai bahagia. Tentu saja Semarang sangat berarti bagi saya, saya menghabiskan setidaknya 4 tahun untuk kuliah di salah satu perguruan tinggi negeri di sini. Namun, sayangnya selama 4 tahun saya hanya mengenal Tugu Muda dan Simpang Lima, bahkan saya tidak pernah masuk ke dalam Lawang Sewu yang menjadi ikon kota berjuluk Venesianya Indonesia. Sebuah kota sungai yang indah dengan bangunan kuno yang menawan. 

Saya sering merencanakan dengan matang sebuah perjalanan kemana pun meskipun ke kota yang sudah pernah saya kunjungi sebelumnya. Karena menurut saya, sebuah perjalanan mesti dipersiapkan dengan detail sehingga pada saat perjalanan akan nyaman tanpa perlu terjadi permasalahan yang berarti. 

Salah satu persiapan pada saat backpacker adalah merencanakan budget agar sesuai dengan rencana. Selain itu dipersiapakan transportasi, akomodasi, itinerary dan konsumsi. Semarang menawarkan harga yang lumayan terjangkau mulai dari hostel atau hotel, makanan dan tempat wisatanya. 


Saya menyarankan untuk memesan tiket pesawat dan hotel atau hostel jauh-jauh hari untuk mendapatkan harga yang lumayan murah. Cari tiket dan hotel membutuhkan waktu yang cukup ribet ternyata. Dibutuhkan effort 2 kali untuk memesan pesawat dan hotel secara terpisah. Apalagi kadang harga yang tertera tidak sesuai budget yang diharapkan, alias lebih mahal. Lalu, apa tidak ada solusi? 

Setelah cek sana sini di berbagai website dan aplikasi, saya menemukan cara terpraktis dengan harga yang lebih murah. Ternyata ada paket pesawat hotel Traveloka sehingga menghemat waktu dan budget. Bagaimana cara memesan pesawat plus hotel di aplikasi atau website ?  Ini dia cara memesan keduanya di aplikasi. 



Yakin harganya murah ? Yes, saya mendapatkan harga hemat sekitar 800 ribu untuk pesawat dan hostel (hotel) yang berada di Kota Lama. Kenapa lebih murah ya pesan hotel dan pesawat di Traveloka? Karena termasuk diskon 20 persen dari harga biasanya. Setelah pesan bisa dibayar melalui banyak metode pembayaran sehingga lebih aman dan nyaman bertransaksi.

Untuk lama perjalanan sekitar 3 hari 2 malam, pesawat dan hotel telah dipesan maka tinggal memikirkan transportasi dan biaya makan selama di Semarang. Oke kita misalkan transportasi selama di semarang 150 ribu dengan ojek online dan makan sekitar 400 ribu. Untuk wisatanya, banyak sekali wisata yang free seperti Kota Lama, Pasar Barang Antik, Klenteng dan lainnya. Jika masuk pun harganya tidak lebih dari 50 ribu. Total pengeluaran selama 3 hari adalah 1,5 juta (All in). So, sangat murah bukan dengan perjalanan sekitar 3 hari namun sudah tercover seluruh pengeluaran. 


Selama ini saya hanya mengenal Lawang Sewu, Tugu Muda, Simpang Lima dan lainnya. Semarang ternyata memiliki tempat wisata yang tidak biasa alias anti - mainstream. Sebut saja Old City 3D Trick Art Museum, Pasar Semawis, Kampung Seni Padang Rani dan Kampung Warna-Warni. 

Old City 3D Trick Art Museum


Terinspirasi dengan berbagai kota lain seperti Yogya, Denpasar dan lainnya yang memiliki 3D Trick Art, Semarang pun kini memiliki museum yang sangat menarik karena menyajikan banyak tipu muslihat seolah-olah nyata. Harga tiketnya 50 ribu sehingga sangat menarik jika berkunjung bersama keluarga dan teman-teman. 



Banyak sekali trick art yang tersedia mulai dari belahan Amerika, Eropa, Asia dan lain-lainnya. Tips pada saat memotret, biasanya disediakan suatu tempat khusus untuk spot terbaik mengambil foto. Sehingga foto yang dihasilkan akan sangat nyata dan kelihatan sangat asli.



Pasar Semawis

Pasar Semawis sebetulnya merupakan bagian dari Pecinan Semarang setiap akhir pekan, Jumat sampai Minggu. Banyak sekali yang ditawarkan dari barang-barang kebutuhan seperti pakaian, perhiasan, alat rumah tangga sampai kuliner yang sangat terkenal dengan kelezatannya.



Pilihan saya jatuh kepada nasi ayam bumbu betutu yang berada tak jauh dari gerbang utama Pecinan, selain kulinernya sangat banyak juga sangat murah sehingga membuat selera makan jadi terpuaskan.



Kampung Seni Padang Rani 

Saya selalu suka melihat benda-benda antik meskipun tidak pernah mengoleksinya secara khusus. Namun mengenang masa kecil dengan melihat benda-benda ini sangatlah menyenangkan. Apalagi pada saat sore menjelang malam dan melintas di sepanjang jalan di kota lama menuju gereja bleduk. Kampung Seni ini menawarkan banyak barang yang sangat jarang di temui saat ini dipasaran.



Yang menarik lagi adalah kampung seni ini menyatu dengan kawasan kota lama sehingga sayang kalau dilewatkan terutama pada saat memiliki waktu yang lebih. Terlebih lagi tidak ada tiket masuk alias gratis. So, jangan lupa main kesini ya.



So, 3 hari backpackeran bisa menjadi momen istimewa dengan budget yang hemat dan terjangkau tanpa membuat kantong kempes seperti yang sudah-sudah. Selamat berlibur di semarang. 

Mudahnya Berlibur Ke Bumi Laskar Pelangi, Belitung


Perjalanan saya berlanjut ke Belitung dari Bangka. Pilihan saya jatuh kepada pesawat kecil yang sering disebut ATR. Jangan bayangkan pesawat besar seperti boeing ataupun air bus yang sering membawa dari Jakarta menuju Denpasar, penumpangnya saja tak sampai seratus. Tentu saja jatung ini dibawa dalam situasi yang tak nyaman seperti sedang mengucapkan Ijab Qabul dalam pernikahan saja. Untung saja Hendrik sangat berpengalaman dalam hal pesawat-pesawatan. Maklum saja, pacar yang tak kunjung dinikahinya itu berprofesi sebagai pramugari salah satu maskapai besar di Indonesia. 

“Ndrik, ini bener ngga apa-apa?”

Wajah saya setengah pucat ketika saya duduk dan mengenakan sabuk pengaman.

“Biasanya sih banyak turbulence, Man.”

Hendrik bukan malah meredakan sport jantung ini namun menambah ketakutan saya. 

Sebetulnya, selain jalur udara kami bias naik jalur laut dengan durasi sekitar 4 jam perjalanan, namun Tuhan Maha Baik dan jadilah kami naik pesawat yang tengah tinggal landas ini. Saya memejamkan mata tanda berdoa dengan konsentrasi penuh. Sementara Hendrik hanya tersenyum puas sambal sesekali menghujat betapa lemahnya seorang traveler yang sering mengunakan berbagai moda transportasi ini.


Drama di dalam pesawat tak berlangsung lama, hanya sekitar 45 menit. Pramugari tengah mengecek sabuk pengaman kami sebelum mendarat di Bandar Udara H. AS. Hanand Joeddin, Tanjung Pandan, Belitung. 

Suara deru pesawat telah berhenti dan kami semuanya turun menuju bandara. Diluar kami berdua telah dijemput oleh supir dari kebun tempat kami melakukan pekerjaan. Sesuai rencana, sebelum menuju penginapan, kami berkeliling terlebih dahulu di pantai Laskar Pelangi dan restoran seafood untuk makan malam. 


Beruntung supir kami dengan senang hati mengantarkan kami ke Pantai Tajung Tinggi dan lebih ternama dengan sebutan Pantai Laskar Pelangi. Sebelum setenar sekarang, pantai ini hanya dinikmati warga sekitar wilayah Sumatra. Semenjak dijadikan sebagai salah satu tempat syuting Laskar Pelangi, maka nama film garapan Riri Reza ini melekat dan dijadikan sebagai ikon wisata. Hasilnya, pantai sangat booming. Bahkan warga menyebut jika tidak menginjakan kaki di pantai ini, tidak disebut ke Belitung. 

Jarak tempuh dari Bandara ke pantai tak lebih dari satu jam. Jalanan di Belitung lumayan bersahabat namun memang kurang lebar karena belum dilakukan pelebaran. Namun karena sangat jarang mobil yang melintas tak membuat kenyamanan kami berdua berkurang. 


Finally, kami sampai di Pantai Laskar Pelangi. Cuaca saat itu cukup berawan sehingga warna biru lautnya terlihat sangat pucat. Walaupun sempat kecewa, namun akhirnya dinikmati sebagai bagian dari liburan yang singkat, tidak lebih dari beberapa jam ini. Kata orang, aji mumpung namun kapan lagi kan?

Laskar Pelangi merupakan sebuah Novel yang diangkat ke layer lebar. Melalui tangan dingin Riri Reza dan Mira Lesmana, Laskar Pelangi mampu menghipnotis penonton Indonesia dengan film tentang mimpi seorang anak dari sekolah yang tak layak disebut sekolah. Namun siapa sangka, muridnya mampu berprestasi dan membungkam dunia yang selama ini memandang sebelah mata.
Sebelum betul-betul menginjakan kaki di pantai, saya mengabadikan tulisan Laskar Pelangi yang berada tak jauh dari bibir pantai. Seperti biasa, setelah saya, kini giliran Hendrik yang saya foto. Rambut plontos dan senyum yang membuat siapapun yang melihat terpingkal-pingkal membuat saya pun ikut tertawa. 


Karena waktu kami tak banyak, kami langsung menuju ke Pantai. Sore itu tak begitu banyak orang, maklum saja hari ini masih weekdays belum menginjak weekend. Entah kalau hari jumat, sabtu dan minggu tentu aja akan sangat berbeda. 

Pose, jepret, pose, jepret, pose, jepret, begitulah yang kami lakukan untuk mengejar momen yang sebentar lagi sunset namun mendung. Sementara, kami pun telah ditunggu dan ditelpon oleh pemilik penginapan yang lumayan jauh dari pantai. Dan sebelum sampai di penginapan, kami mampir di sebuah restoran seafood yang lumayan ternama di Belitung.

Selain jelajah pantai, jika masih memiliki waktu yang cukup panjang bisa menambahkan Pulau Lengkuas, Pulau Basir, Pulau Pelayar dan Pulau Burong sebagai tambahan destinasi. Selain jelajah pulau, kota 1001 kopi yang terletak di timur pulau Belitung ini bisa dijadikan alternatif kunjungan di hari lain.



Selain pantai, Belitung pun memiliki Museum Kata Andrea Hirata dan Museum Tanjung Pandan. Museum Andrea Hirata ini merupakan museum yang menyimpan karya-karya Andrea Hirata mulai dari novel yang pertama sampai yang terakhir. Selain karya Andrea, museum ini menyiman foto lawas Belitung dari masa ke masa. Museum Tanjung Pandan merupakan museum rekam jejak sejarah dalam bentuk pakaian, peninggalan hingga sisa kapal karam. 

Itulah pengalaman beberapa tahun lalu ketika saya melakukan pekerjaan sekaligus liburan dan semuanya dihandle oleh klien. Nah, jikalau tidak memiliki waktu yang cukup namun waktu liburan telah diambang mata, apa yang mesti dilakukan. Harus beli tiket pesawat, harus booking hotel, memang begitu merepotkan, apalagi harus bertransaksi dua kali atau bahkan tiga kali. Kebayang betapa ribetnya ya.




Beruntung banget saya diberitahu bahwa terdapat fasilitas pemesanan Pesawat dan Hotel sekaligus. Di Traveloka terdapat fitur pemesan kedunya dengan satu pencarian saja. Cukup masuk ke website traveloka.com, kemudian masuk ke pemesanan Pesawat + Hotel di lajur sebelah tengah dan klik. Isilah detail penerbangan, kota, tanggal untuk pesawat dan hotelnya. Pastikan tanggal pergi dan pulang sama antara pesawat dan hotel.

Dan, hasilnya cukup mudah. Harganya pun lebih hemat, bahkan bisa difilter sesuai dengan budget. Biasanya untuk tiket ke Belitung bisa mencapai 1 juta lebih dan hotel pun bisa mencapai 1 juta lebih, sehingga membutuhkan budget 2,5 - 3 juta. Sedangkan pemesanan di traveloka bisa ditekan sampai 2 juta sudah termasuk Hotel dan Pesawat. Dan, masih terdapat diskon 20% yang membuat harga sangat ekonomis.

So, uang lebih bisa digunakan untuk kulineran atau beli oleh-oleh buat keluarga dan teman-teman kan? Oh iya, untuk metode pembayaran setelah melakukan transaksi pun banyak sekali pilihan mulai dari Kartu Kredit, Transfer dan lainnya. Tunggu apalagi sih, yuk pesan paket pesawat hotel Traveloka sekarang juga dan nikmati kemudahan dan diskonnya. 

Jakarta Night Journey : Menikmati Malam Dari Puncak Monas


Setiap perjalanan adalah pembelajaran. Dan setiap pembelajaran tentu saja akan membuat seseorang menjadi bijaksana. Pahit manis, suka duka dan tertawa menangis selalu menemai setiap perjalanan. Bahkan dengan seluruh perasaan ini, perjalanan menjadi sangat berwarna. 

Jakarta, salah satu bagian dari perjalanan saya. Beberapa tahun ini, bisa dikatakan tak semulu s yang diharapkan. Namun, Jakarta pun menawarkan sebuah pencapaian manis. Jakarta menawarkan keindahan yang tak kita sangka-sangka sebelumnya. Dan semuanya terangkum dalam Jakarta Night Journey

Indonesia Corners mengadakan Jakarta Night Journey dengan tujuan utama menampilkan sisi lain Jakarta yang tak pernah ditemukan sebelumnya. Indonesia Corners ini merupakan komunitas Travel Blogger di Indonesia (www.idcorners.com).  Beberapa tempat menjadi spot menarik seperti Balaikota Jakarta,  Jakarta Smart City, Kawasan Kota Tua dan Monumen Nasional. Jika saya boleh jujur, saya tak pernah sekalipun naik keatas puncak dan menikmati Jakarta dari ketinggian ratusan meter. 

Menelisik Balaikota Jakarta Dan Jakarta Smart City

Foto : Mba Evi
Sebelum menempati gedung yang sekarang bernama Balaikota Jakarta, pusat pemerintahan Batavia adalah Museum Fatahillah. Pada tahun 1964, Jakarta secara resmi menjadi Ibukota Negara Kesatuan Republik Indonesia. Gedung bergaya arsitektur khas Eropa ini masih berdiri kokoh di Jalann Merdeka Barat. Saat melintas kawasan Monas, bangunan ini dapat dengan mudah dikenali sebagai bangunan lama nan indah.

Kini, setiap sabtu dan minggu, warga Jakarta dan sekitar dapat melihat secara langsung Balaikota Jakarta. Tidak ada tiket masuk untuk pengunjung yang ingin melihat lebih dekat seperti apa kemegahan bangunan dilihat secara langsung. Selain bangunan yang menarik, pengunjung bisa melihat secara langsung kantor Gubernur DKI Jakarta. Bahkan jika tidak bisa menemui Gubernur atau Wakilnya, pengunjung dapat berfoto dengan duplikasi dari kedua tokoh tersebut. Tak apalah, yang penting bisa selfie dan narsis bersama kawan-kawan.

Jakarta Smart City (JSC) berada dilantai 3, Balaikota. Kini warga Jakarta patut berbangga dengan adanya JSC. Secara tak langsung, warga dituntut mengunakan teknologi dan komunikasi secara lebih luas dan dapat memberikan input atau masukan pada setiap kejadian melalui JSC. Secara sederhana, JSC merupakan tempat mencari dan mendapatkan informasi, mengirim masukan kepada pemda dan berpastisipasi secara aktif dengan perkembangan Jakarta. Bentuk JSC yang ringkas dan dapat diakses melalui smartphone merupakan point plus dari konsep ini.

Keliling Jakarta Dengan Jakarta City Tour 


Foto : Mba Evi
TransJakarta melalui Bus City Tour mengajak kita menikmati Jakarta dari sisi lain. Tidak seperti bus TransJakarta secara umum, bus ini dikhususkan untuk wisatawan yang ingin berkeliling Jakarta secara gratis. Rute yang paling banyak diminati tentu saja Monumen Nasional - Kota Tua. Setiap Sabtu dan Minggu, bus ini selalu dipenuhi oleh warga yang ingin mengunjungi beberapa tempat bersejarah seperti Arsip Nasional, Kawasan Glodok dan tentu saja Kota Tua.

Tak hanya mengantarkan wisatawan, Bus City Tour ini memiliki seseorang juru bicara yang menjelaskan secara singkat sejarah tempat-tempat yang dilaluinya. Jadi, tak sekedar menikmati suasana Jakarta saja, namun kita mendapatkan pengetahuan sejarah secara menyenangkan. Oh, ini dia yang kita cari dari Jakarta selama ini.

Kawasan Kota Tua (Museum Fatahilah)

Foto : Ulu Bandung Diary
Ramainya orang hari itu, tak kami hiraukan. Kami kemudian mengambil posisi masing-masing dan kemudian dengan cepat sebuah banner besar dibuka dan ditempatkan ditengah. Senyum spontan kami melebar sementara Mba Evi sudah siap membidik potret kami. Klik dan klik. Setelah beberapa kali jepretan, akhirnya kami membubarkan diri secara cepat dan segera menaiki bus city tour kembali.

Kota Tua, sebuah ikon  Jakarta tempo dulu. Batavia, seolah-olah menjadi sebuah pintu gerbang menuju masa sekarang. Bangunan lama seperti Museum Fatahilah yang dahulu berfungsi sebagai balaikota seakan ingin mengungkapkan betapa kemegahan masa lalu masih bisa kita rasakan sampai sekarang. Apa jadinya jika bangunan lawas itu dirobohkan dan hancur berkeping-keping? Mungkin saja generasi muda tidak dapat belajar dari masa lalu dan menjadi generasi yang lupa sejarah bangsanya sendiri. Bung Karno pernah mengatakan Jas Merah. Jangan sekali-kali melupakan sejarah. Kini tugas kita bukan hanya menjaga bangunan agar tak runtuh namun belajar dari sejarah dan masa lalu kelam bangsa kita.

Menikmati Malam Dari Puncak Monas 


Seperti lagu Akademi Fantasi, kami memang menuju puncak, namun bukan puncak gunung atau puncak gedung. Kami akan menuju puncak Monas malam ini. Kami mendapatkan kesempatan khusus untuk naik terlebih dahulu karena kami telah mendapatkan ijin dari pihak manajemen Monas.Waktu normal yang dibutuhkan untuk mencapai Monas biasanya bisa mencapai hitungan puluhan menit atau satu jam bahkan lebih, beruntung kami hanya menunggu beberapa menit saja. Dan, iya kami akhirnya menuju puncak Monas.

Sebelum mencapai Monas, kami terlebih dahulu masuk melalui pintu yang persis dibawah patung Diponegoro atau warga lebih akrab menyebutnya sebagai patung kuda. Setelah masuk, lalu kami melewati tempat pembelian tiket dan selanjutnya kami menuju dibawah cawan dan menunggu selama beberapa menit. Dan setelah itu, kami langsung menuju lift yang terdiri dari 3 bagian yaitu Cawan, tengah dan puncak.



Teng tong. Lift kami pun terbuka, dan saya heboh sendiri karena selama ini belum pernah sekalipun menikmati Jakarta dari puncak Monas. Yes, seumur hidup momen pertama kali inilah yang membuat saya jatuh cinta pada Monas, apalagi malam ini tak begitu mendung jadi kami pun dapat melihat Jakarta secara puas.

Mungkin hampir setengah jam lebih kami berada diatas Monas. Kami pun turun ke daerah cawan Monas dengan senyum yang terukir secara penuh. Mungkin, lain waktu kami akan kembali lagi dan lebih lama lagi menikmati malam bahkan keinginan saya adalah menikmati sunset dari puncak Monas.


Kami berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu pelaksanaan Jakarta Night Journey yaitu Pemda DKI Jakarta melalui Bidang Pariwisata, PT TransJakarta, Jakarta Smart City, Kawasan Kota Tua, Kawasan Monumen Nasional. Pihak Sponsor yaitu Asus Indonesia, Blue Bird Group dan Zuri Express. Media Partner yaitu TV One, Antv dan Viva.coid.

Selamat kepada pemenang Jakarta Night Journey Blog Competition, Live Tweet Competition dan Vlog/Video Instagram Competiton. Terima kasih kepada blogger peserta Jakarta Night Journey. Sampai jumpa pada kegiatan Indonesia Corners selanjutnya.


Kabupaten Bogor Bersiap Menjadi Destinasi Wisata Sport Dunia


Salah satu wisata yang akan menjadi primadona di Kabupaten Bogor adalah Sport atau Olahraga. Potensi Wisata Olahraga dipandang sebagai bagian penting dari pengembangan wisata Kab. Bogor sebagai destinasi utama wisata olahraga di Indonesia di masa mendatang. Dengan kekayaan dan keindahan luar biasa, tak heran apabila rencana ini akan segera terwujud. 

Berbicara Wisata Olahraga, maka kita akan mengenal wisata dalam bentuk arung rejam, berkuda, golf, paralayang, sepeda, tracking atau naik gunung dan masih banyak lainnya. Jadi sebenarnya, secara sadar kita telah lama mengenal wisata olahraga sebagai bagian dalam pariwisata atau berwisata. hayo kamu ngaku kan?


Kabupaten Bogor memiliki setiap jenis wisata olahraga yang disebutkan tadi. Sebut saja Paralayang di kawasan Telaga Warna dan Perkebunan Teh Gunung Mas, Berkuda disekitar kawasan Gunung Mas, Bersepeda mengelilingi Puncak Bogor, Arung Jeram di Sentul Bogor dan bermain Golf di padang golf di sekitar kawasan Sentul. Betapa lengkap wisata olahraga yang dimiliki oleh Kabupaten Bogor. 

Beberapa waktu lalu, bersama Badan Promosi Pariwisata Kabupaten Bogor, saya berkesempatan mengunjungi beberapa obyek wisata indah yang sangat erat kaitannya dengan Wisata Olahraga. Sebut saja Telaga Warna, Perkebunan Teh Gunung Mas, Jungle Land dan berakhir dengan menyaksikan penandatangan kerjasama antara Kabupaten Bogor dengan Pemerintah Negeri Pahang, Malaysia.

Kabupaten Bogor bersiap menjadi tuan rumah sebuah pagelaran yang mengundang tamu-tamu dari seluruh Dunia. Nah, kira-kira pagelaran apa sih? Penasaran? Sebelumnya, saya mengajak berkeliling ke Telaga Warna, Gunung Mas dan Jungle Land

Telaga Warna

Foto Dari Mba Donna (www.ayopelesiran.com)
Telaga Warna berada di kawasan Puncak Bogor, tepatnya di Puncak Pass Cisarua. Kawasan ini dikelola oleh Badan Konservasi Sumber Daya Alam dengan luas sekitar 5 hektare. Sebelum memasuki  Telaga Warna, kita disuguhkan hamparan kebun teh yang luas, so refreshing banget.  

Telaga Warna memiliki keunikan tersendiri karena dapat berubah-ubah warna tergantung dari warna tumbuhan dan cuaca yang berada disekitar telaga. Air dalam telaga akan memantulkan warna dalam waktu relatif singkat. Namun, kepercayaan penduduk terhadap asal-usul telaga warna ini memiliki cerita tersendiri. Konon ada kaitannya dengan sebuah legenda. Legenda Telaga Warna.

Legenda tersebut bermula dari Kerjaan Kutatanggeuhan. Dahulu Telaga Warna merupakan tempat patilasan atau peninggalan Kerajaan yang dipimpin oleh Prabu Suarnalaya dengan permaisuri bernama Purbamanah. Prabu dan Permaisuri belum dikarunia seorang anak. Sang Raja kemudian melakukan pertapaan untuk mohon petunjuk pada Yang Maha Kuasa. 

Setelah melakukan pertapaan, Sang Raja kemudian mendapatkan Wangsit untuk mengangkat seorang anak. Dan baru beberapa bulan mengambil anak, kemudian Permaisuri Hamil dan kemudian melahirkan seorang anak perempuan. 

Foto Dari Mba Donna (www.ayopelesiran.com)
Putri kemudian menjadi anak yang manja karena seluruh permintaan tak pernah ditolak oleh Raja dan Permaisuri. Sampai suatu saat, pada ulang tahunnya, Rakyat memberikan kado spesial berupa kalung. Namun tak disangka bukan diterima oleh Putri melainkan dibanting dan dibuanglah kalung tersebut. Sedih akan perbuatan Putrinya, Permaisuri kemudian mengeluarkan air mata, tak hanya Permaisuri melainkan seluruh penduduk Kerjaan ikut menangis dan mengakibatkan tengelamnya kerajaan. Kemudian tempat itulah yang kini disebut sebagai telaga warna. Konon warna-warni air telaga ini berasal dari kalung yang dibuang oleh Putri.

Wah, ternyata legenda yang beredar di masyarakat ini sungguh luar biasa ya. Percaya atau tidak legenda itu masih dipercaya oleh sebagian Masyarakat Bogor sampai sekarang. Perjalanan ke Telaga Warna ditempuh sekitar 1 jam dari pusat kota Bogor. Pintu masuk telaga, jika dari Bogor berpatokan pada Masjid Atta'awun. Sedangkan apabila dari Cianjur berpatokan pada restoran Rindu Alam. Transportasi sebaiknya mengunakan kendaraan pribadi. Telaga Warna buka dari jam 08.00 dan tutup pukul 17.00 WIB. Harga tiket masuk Rp 7.500 untuk setiap pengunjung.

Perkebunan Teh Gunung Mas


Gunung Mas menjadi magnet pengemar kebun teh seperti saya. Tradisi minum teh di keluarga masih mengalir sampai sekarang. Bahkan saat makan di warung pun pasti memesan teh seduh panas sebagai pelepas dahaga. Saat pertama kali melihat destinasi ini, saya masih mengira bahwa Gunung Mas merupakan sebuah perbukitan, namun tebakan itu terbukti salah ketika melihat kawasan ini dipenuhi kebun teh.

Dari pintu masuk utama, saya telah disambut oleh teh. Bahkan sampai kedalam, teh terlihat dimana-mana. Mata ini terlihat menikmati setiap pemandangan yang disuguhkan, bisa dibilang mata sangat relaks dan inilah terapi yang dibutuhkan oleh mata. Udara juga begitu segar, lepas dari udara polusi perkotaan. 


Wisata Agro (Agro Wisata) adalah sebutan yang cocok untuk kawasan Gunung Mas. Fasilitas yang disediakan pun sangat lengkap mulai dari kebun teh, camping, berkuda, tea walk, tea cafe, paralayang, pemandian air panas dan masih banyak fasilitas lainnya. Dapat saya katakan bahwa kawasan yang dikelola oleh Perkebunan Nusantara VIII ini sangat lengkap dan menjadi wisata yang ramah bagi anak dan keluarga. Apalagi di area ini juga disediakan penginapan yang bisa dipilih mulai dari kapasitas perorangan sampai ke rombongan dalam skala besar. Informasi lengkap mengenai penginapan bisa akses langsung ke sini.


Yang unik dari Gunung Mas adalah sejarah mengenai pembuatan teh yang telah menjadi tradisi. Pabrik teh yang beroperasi dari beberapa puluh tahun lalu masih kokoh berdiri. Tradisi minum teh memang sangat kental dalam masyarakat kita. Tak heran teh masih menjadi primadona. Namun di Gunung Mas, edukasi proses pembuatan teh dari pemetikan hingga menjadi produk dijadikan sebuah kemasan yang menarik. Pasti setiap penyuka teh akan penasaran bagaimana terciptanya setiap aroma khas teh itu berasal. Sayang sekali pada saat saya mengunjungi Gunung Mas, hujan lebat menyambut saya dan rombongan kami. Mungkin suatu saat saya akan kembali dan menikmati setiap aroma teh yang berada di pabrik maupun di tea corner, dibagian depan pintu masuk.

Kuda Siap Mengantar Pengunjung Ke Area Perkebunan Teh
Jarak Gunung Mas dari kota Bogor sekitar 1 jam mengunakan kendaraan pribadi. Apabila mengunakan kendaraan umum dari Bogor, maka terlebih dahulu mengunakan angkot dari stasiun Bogor menuju Botani Square, kemudian disamping jalan terdapat kendaraan elf putih seperti kendaraan pribadi dan kemudian turun di Gunung Mas.

Harga tiket masuk Perkebunan Teh Gunung Mas hanya Rp 10.000 dengan harga parkir sekitar Rp 7.500. Alamat di Jalan Raya Puncak, Cisarua, Bogor. Telepon 0251-8250356. Webiste www.pn8.co.id.

Jungle Land 


Jungle Land memiliki segala jenis permainan atau wahana buat keluarga, perseorang atau bersama pacar. Luas Area Jungle Land bisa dikatakan sebagai Adventure Theme Park terluas di Indonesia. Bagaimana tidak terluas, Jungle Land ini memiliki luas 35 hektare dengan 33 wahanan dan kan bertambah. Masalah parkir? Jangan khawatir karena area parkir sanga luas dan dapat menampung 1.000 monbil, 3.000 motor dan 300 bus. Wow, area parkirnya sangat luas.

Selain Dufan dan Jatim Park 1, inilah wahana theme park ketiga yang pernah saya datangi, dan saya sangat menikmati. kalau dirasakan, sensasinya berasa di Universal Studio di Singapura. Bedanya adalah kali ini saya berada di kawasan Sentul Nirwana Bogor. So Adventerously Fun!


Papan informasi tersedia di beberapa titik. Informasi memuat segala zona yang terbagi menjadi 4 Zona yaitu Carnivalia, Tropicalia, Mysteria dan Dunia Dino. Zona Carnivalia terdiri dari permainan yang penuh petualangan dan atraksi. Disamping itu terdapat parade, mini karnaval, performers, live action dan wahanan lainnya. Nama Wahana di Zona Carnivalia ini pun unik misalnya Kolecer (Giant Ferrish Wheel), Jegar Jeger, Ci Luk Ba, Muter-Muter, Petir, Ceblak Ceblok dan masih banyak lainnya.

Zona Tropicalia semacam zona edukasi terhadap tumbuhan dan buah. Permainan didalamnya mengadopsi nama-nama alam sepert Laut Kutub, Haverst Time, Perahu Ayun, Ayun Ayun dan masih banyak lainnya. Zona Mysteria inilah zona memacu adrenaline dengan permainan seru dan menegangkan. Zona ini berisi permainan dengan nama Iber Iber (Magic Bikers), Loloncatan (Jump Around), Kuali Api dan lainnya.


Zona Dino inilah Zona yang paling mengundang decak kagum. Dinosaurus yang ditampilkan bisa bergerak dan mengeluarkan seolah-olah siap memangsa kita, wow jadi takut dekat-dekat dengan Dinonya. Seru juga dapat merasakan Zaman Dinosaurus beberapa juta tahun silam. Tambah asik lagi, saya diajak menonton film pra sejarah saat Dinosaurus menjalani kehidupan di Bumi yang kita diami sekarang ini.


Jadi Pilot dan Naik Kereta 


Permainan Jadi Pilot ternyata ada juga di Jungle Land. Yup, diarea ini kamu akan diajak mencoba mengemudikan pesawat mulai dari take off sampai dengan landing. Seru juga loh dapat merasakan menjadi pilot bohongan. Walaupun Simulator Jadi Pilot ini tidak nyata namun sensasi yang dirasakan sepeti mengemudikan pesawat sungguhan. Penasaran kan pengen jadi pilot?



Nah, uniknya lagi di Jungle Land, kita bisa mengelilingi area 35 Hektare ini dengan menaiki kereta api. Kereta api disini mengunakan mesin serupa kereta api, namun bukan mengunakan bahan bakar kayu ya, namun sudah beralih ke teknologi mesin saat ini.

Pemandangan disekeliling lintasan kereta api ini sangat hijau dan sejuk. Bahkan kami sempat melewati sungai dengan aliran air yang deras. Namun sayang saat melewati belakang bangunan atau wahana, pemandangan berubah kurang menarik. Akan lebih menarik jika dipoles dengan miniatur bangunan dari seluruh Indonesia dilintasan kereta api ini.


Jam operasional Jungle Land Adventure Theme Park ini buka setiap hari dengan pembagian Senin - Kamis buka pukul 10.00-17.00, Jumat buka 10.00-18.00 dan Sabtu-Minggu 09.00 - 18.00. Harga tiket masuk Weekdays Rp 165.000, Jumat Heboh (Tidak Termasuk Tanggal Merah) Rp 100.000, Weekend Rp 220.000.

Kabupaten Bogor Rumah Golf International Dan Destinasi Sport Dunia


Kabupaten Bogor bersiap menjadi tujuan wisata olahraga (Sport) terutama Golf pada September mendatang. Bisa dibilang Kab. Bogor akan menjadi rumah bagi olahraga Golf di level Internasional. Langkah awal tersebut diwujudkan dalam Pertandingan Persahabatan Golf Malaysia Indonesia (Malindo) di Palm Hill Golf Club di Sentul, Bogor.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Badan Pomosi Pariwisata Kabupaten Bogor, Bapak Zainal mengungkapkan optimisme bahwa Malindo inilah yang akan menjadi cikal bakal berkembangnya wisata dengan basis olahraga seperti Golf. Alasan utama meningkatkan wisata dan olahraga adalah faktor eknomi dan perputaran uang yang sangat potensial sehigga masyarakat pun akan menigkat kesejahteraannya.


Selain Malindo ini, ditanda tangani pula kerjasama (MoU) antara Kabupaten Bogor dengan Pemerintahan Negeri Pahang dalam meningkatkan kunjungan wisatawan antara kedua daerah tersebut terutama dalam permainan Golf.

Malindo adalah langkah awal, dan langkah berikutnya yang akan dilakukan adalah mengelar rekor Indonesia dan Dunia dengan mendatangkan ratusan bahkan ribuan orang dari dalam dan luar negeri secara bersama-sama datang dan bermain golf di Bogor. Rencananya perhelatan akbar tersebut akan diselenggarakan pada awal September 2016.


Kabupaten Bogor sangat paham bahwa kerjasama dengan Malaysia terutama Negeri Pahang akan memperoleh banyak keuntungan misalnya belajar mengemas paket wisata yang menarik dan melakukan promosi efektif atau branding yang ditanamkan pariwisata Malaysia. Saatnya mengemas wisata Indonesia menjadi lebih menarik dan merawatnya sehingga kita bisa sejajar dengan Thailand, Malaysia dan Singapura dalam masalah kunjungan wisatawan. Amin.