5 Desa 5 Potensi


Alhamdulillah awal tahun 2019 sudah banyak kegiatan yang saya lakukan baik kegiatan yang berhubungan dengan kampus, maupun kegiatan di luar kampus. Salah satu kegiatan di dalam kampus yang saya sukai adalah peliputan kegiatan Natal Bersama di Fakultas Ekonomi yaitu Misa Oikumene yang dipimpin oleh Pater John Ballan, SVD. dan Pendeta Ferluminggus Bako, Sth. Sedangkan kegiatan di luar kampus antara lain kegiatan #EndeBisa, ngemsi di acara ultah Ezra, ngumpulin batu bakal Stone Project (salah satu resolusi 2019), jalan-jalan awal tahun di Pantai Nangalala, hingga kerjaan tukang syuting di beberapa desa.

Baca Juga: 5 Keseruan Tinggal di Motorhome

Sebenarnya sudah lama saya menolak tawaran atau permintaan menjadi tukang syuting semacam syuting acara pernikahan. Alasannya sederhana: Cahyadi, tukang syuting andalan saya itu, sedang ada kerjaan lain yang tidak memungkinkannya untuk bekerja di pagi hari (misalnya syuting proses make up hingga pemberkatan di Gereja atau akad nikah di Masjid). Masa iya saya cuma menerima proyek syuting khusus resepsi yang umumnya dilakukan malam hari saja? Mana ada calon pengantin yang mau! Jadi, saya menolak proyek-proyek syuting itu meskipun Rupiah-nya menggoda imannya dinosaurus. Tapi ketika saya dihubungi oleh dua kecamatan yaitu Kecamatan Ende dan Kecamatan Ende Utara untuk mendokumentasikan kegiatan di desa di bawah payung Program Inovasi Desa (PID), saya langsung menyetujuinya. Alasannya juga sederhana: waktu kerja yang fleksibel.

Untuk Kecamatan Ende, Cahyadi mendapat tugas paling berat, karena lokasi desa-desa 'jajahannya' itu sangat jauh dan medan menuju lokasi yang tergolong berat. Sampai suatu kali Cahyadi pulang dan bercerita bahwa dia jatuh dari sepeda motor karena bebatuan jalanan yang tidak bisa diajak kompromi. Sedangkan untuk Kecamatan Ende Utara saya masih bisa menanganinya karena selain waktunya yang fleksibel, juga lokasinya masih dekat-dekat Kota Ende.

Dari video-video yang kemudian saya sunting, saya melihat bahwa setiap desa mempunyai potensi yang luar biasa besar, yang seharusnya menjadi fokus pemerintah untuk mengembangkannya. Agar apa? Agar masyarakat berdikari. Tentu, sebagai tahap atau langkah awal diperlukan bantuan seperti bimbingan dan pendampingan hingga dana. Bimbingan dilakukan bertahap oleh Tim PID maupun instansi terkait, sedangkan dana masih diusulkan dari dana desa.

Bapak Drs. Kapitan Lingga, Camat Ende Utara, mengungkapkan bahwa dana desa dapat dipakai untuk keperluan kelompok-kelompok dari upaya pemberdayaan masyarakat desa ini, asalkan betul dimanfaatkan dengan baik. Maksudnya adalah adanya laporan keuangan yang transparan dari penggunaan dana-dana tersebut. Kita tahu, dana desa telah membantu begitu banyak masyarakat desa untuk menikmati fasilitas diantaranya jalan desa yang dibikin baik menjadi jalan rabat, pembangunan kantor desa dan faskes, pembangunan fasilitas olahraga, hingga bantuan untuk kelompok-kelompok pemberdayaan masyarakat desa. Dana desa dilaporkan penggunaan/pemanfaatannya dua kali setahun. Jadi, setengah dana desa digelontorkan, enam bulan pelaporan baru setengahnya lagi digelontorkan. Kira-kira begitu informasi yang saya baca dari buku Dana Desa keluaran Kementrian Keuangan.

Kembali pada judul pos ini, 5 Desa 5 Potensi, saya ingin menulis tentang potensi lima desa yang telah kami dokumentasikan.

Apa saja potensi desa-desa tersebut?

1. Keripik Ubi dan Pisang


Desa Mbomba merupakan desa yang berada di bawah pemerintahan Kecamatan Ende Utara. Dua jenis hasil bumi unggulan dari desa ini adalah ubi (singkong) dan pisang. Oleh Tim PID, masyarakat desa khususnya kaum ibu dibentukkan kelompok kemudian diberdayakan untuk mengolah hasil bumi unggulan tersebut menjadi panganan tingkat dua berupa keripik ubi dan pisang.



Saya sudah merasakan hasil olahannya dan lidah saya jatuh cinta sama keripik ubinya, terutama yang belum dicampur bumbu tabur. Renyah dan gurih sekali, kawan. Rasanya mirip keripik ubi berbahan ubi Nuabosi. Untuk ubi Nuabosi, silahkan baca pos Puskesmas Cantik di Tanah Ubi Roti ini, ya.

2. Tenun Ikat


Sama dengan Desa Mbomba, Desa Gheoghoma juga terletak di wilayah Kecamatan Ende Utara. Kekayaan sumber daya dari desa ini yang diangkat oleh Tim PID adalah tenun ikatnya. Ada tiga kelompok penenun dari tiga dusun di Desa Gheoghoma yang telah dibentuk sejak tahun 2018. Mereka juga mendapatkan pendampingan dari instansi terkait salah satunya Perindustrian, serta menurut Kepala Desa, hasil tenun ikat dijual di Badan Usaha Milik Desa (Bumdes). Kita harapkan bersama tenun ikat dapat semakin naik nilainya di mata dunia karena proses pembuatannya cukup panjang dan melelahkan. Mereka, pada penenun itu jenius ya ... membikin motif itu! Sungguh jenius.


Pos lengkap tentang proses menenun di Desa Gheoghoma dapat kalian baca pada pos Proses Pembuatan Tenun Ikat ini.

Baca Juga: 5 Workshop Blogging & Social Media

3. Air Terjun Tonggo Papa


Sudah lama Air Terjun Tonggo Papa dikenal khalayak. Banyak yang ke sana loh termasuk teman-teman saya. Saya dan Kakak Pacar sepasukan pernah ke sana juga, tapi karena sayanya tidak kuat, karena kaki yang uzur, berhenti di tengah jalan. Mereka yang kuat, tapi karena solidaritas, justru ikutan berhenti menemani saya menikmati aroma dedaunan. Huhuhu.


Air terjun merupakan wisata alam yang paling banyak dijumpai di Kabupaten Ende. Di dekat Kota Ende saja ada Air Terjun Kedebodu. Air Terjun Tonggo Papa terletak di Desa Tonggo Papa, masih dalam wilayah Kecamatan Ende. Cahyadi yang mendokumentasikan ini. Yang saya suka adalah adanya wisata / atraksi wisata buatan seperti sayap kupu-kupu yang satu ini:


Artinya, baik pemerintah desa maupun masyarakat desa sama-sama sadar bahwa wisata alam akan lebih menarik dengan adanya wisata buatan sebagai pendukung (wisata utamanya). Haha. Itu analisa asal-asalan saya saja. Saya masih punya mimpi untuk 'harus' bisa turun-naik pergi-pulang Air Terjun Tonggo Papa. Doakan yaaaa *elus-elus kaki*.

4. Kemiri


Tidak disangka, berdasarkan pengakuan dari Kepala Desa Wologai, dinyatakan bahwa Desa Wologai sanggup memenuhi permintaan kemiri berapa ton pun. Tapi kalau minyak kemiri ... tunggu dulu. Karena itu masih merupakan rencana ke depan untuk menopang perekonomian masyarakat Desa Wologai - Kecamatan Ende.



Coba informasi ini saya peroleh dari dulu. Dulu itu ... saya dan Sisi, sahabat tergila, punya perusahaan kecil pembuatan minyak kemiri perawan haha. Maksudnya kami memproduksi minyal kemiri asli yang dikirim ke perusahaan teman di Belgia sana. Kemudian mandeg. Sebenarnya mandeg bukan karena kehabisan stok kemiri, yang adalah tidak mungkin, tapi karena satu dan lain hal *senyum manis*.

5. Virgin Coconut Oil


Kalau yang satu ini juga masih dari kelompok minyak perawan. Virgin coconut oil dari Desa Emburia - Kecamatan Ende. 


Tidak disangka di Desa Murundai yang letaknya super jauh dari Kota Ende itu sudah ada usaha pengolahan kepala menjadi virgin coconut oil dan bahkan telah diberi label! Mereka mengandalkan potensi pohon kelapa yang tumbuh subur di desa tersebut.


Prosesnya masih sederhana dan tentu masih membutuhkan bimbingan dan tambahan modal/dana. Tapi melihat hasil yang sudah dicapai sejauh ini, saya pikir dana harus digelontorkan untuk mereka. Baik dari dana desa maupun dari dana lainnya.

Setiap desa punya potensinya masing-masing. Tugas kita bersama adalah untuk melihat, menggali, mengembangkannya, hingga memperkenalkannya, demi masyarakat desa berdikari.


Di Kabupaten Ende ini banyak sekali desa (dan kelurahan) yang bisa terus digali potensinya baik potensi wisata maupun potensi hasil bumi. Semuanya masih dapat dikembangkan, terus-menerus, agar menjadi 'besar'. Tapi tentu harus ada upaya lain untuk mendukung itu semua. Desa Wologai misalnya. Desa yang jalannya luar biasa bikin jantung kebat-kebit dan bikin Cahyadi jatuh dari sepeda motor ini, akses jalannya itulah yang harus diperhatikan untuk mendukung proses jual-beli kemiri yang bisa dilayani berton-ton tersebut. Kan sayang kalau calon pembeli malas ke sana (untuk melihat kualitas kemiri misalnya) hanya gara-gara kondisi akses jalan.

Salah satu potensi desa yang pernah juga saya bahas di blog travel adalah Desa Manulondo. Di sana ada Ritual Goro Fata Joka Moka. Ini ritual tolak bala yang dilakukan bisa sampai tiga hari lamanya. Unik sekali ritual tersebut, silahkan baca kalau penasaran, dan itu merupakan potensi wisata budaya yang harus terus ada/berkelanjutan. Entah sekarang, apakah ritual tersebut masih terus dilaksanakan atau tidak. Belum lagi potensi di desa-desa lain seperti desa-desa penyangga Danau Kelimutu hingga desa-desa di wilayah pantai bagian Utara Kabupaten Ende (saya pernah peroleh informasi tentang hutan bakaunya). Luar biasa memang ... kita harus keep digging.

Baca Juga: 5 Yang Unik dari Ende (Bagian 2)

Well, semoga pos ini bermanfaat bagi kalian semua. Siapa tahu kalian juga ingin menggali dan menceritakan lebih banyak potensi yang ada di desa kalian. Ya kan ... bagi tahu saja di papan komentar, nanti saya kunjungi blog-nya. Hehe.

Semoga bermanfaat!



Cheers.

Buku Saku: Ende



Saya menyebutnya buku saku Ende. Sebuah buku mini berisi informasi tentang atraksi wisata di Kabupaten Ende serta budaya dan masyarakatnya. Buku ini diberikan oleh teman siaran Iwan Aditya yang bekerja di Swisscontact. Jadi kangen sama Iwan. Teringat masa-masa siaran dulu, terutama saat bibir dan otak Iwan jarang kompak, sampai-sampai saya dan Yoyok bilang begini, "Wan, orang itu yang typo jari, bukan bibir."

Haha!

Baca Juga: Corn Island

Flores Pocket Book for Tour Guides ENDE (FPBFTG ENDE). Demikian yang tertulis di sampul mukanya dengan gambar latar salah satu danau dari Danau Kelimutu dan dua orang wisatawan. Buku ini diterbitkan oleh DMO Flores dan didukung oleh HPI DPC Kabupaten Ende & Swisscontact WISATA (Copy Right) DMO Flores. Beberapa logo terpeta di buku ini diantaranya Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia, Wonderful Indonesia, Swisscontact, dan HPI. Anyhoo, sebelum lanjut, sekadar informasi saja bahwa Danau Kelimutu kini telah berubah warna lagi. Sayang saya belum sempat ke sana untuk sekadar ... selfie(?) haha.

Ada dua informasi utama di dalam FPBFTG ENDE. Yang pertama informasi tentang Pulau Flores. Yang kedua informasi tentang Ende.

Meskipun kecil namun FPBFTG ENDE sarat informasi. Informasi tentang Pulau Flores tidak saja memuat Letak dan Kondisi Geografis, Iklim, Flora dan Fauna, Sejarah, Masyarakat dan Kebudayaan, hingga kabupaten-kabupaten di Pulau Flores saja. Menggali lebih dalam, terdapat penjelasan tentang Sirih Pinang atau disebut Chewing Betel Nut

Wanita tua Flores biasanya mempersiapkan sirih saat mengobrol dengan teman-temannya. Kebiasaan ini sudah dikenal selama 2000 tahun, dan juga dikenal di bagian lain di Asia Tenggara seperti di Malaysia, Myanmar, India, Vietnam, Bhutan, Thailand, Papua Nugini dan Afrika Timur. Hal ini terutama terlihat di daerah pedesaan. Tiga bahan dasarnya antara lain sirih (Piper Betel Linn), dimana orang menggunakan buah dan daunnya, pinang (Areca Catechu Linn) dan kapur yang didapat dari batu kapur, kerang atau karang. Kapur juga dapat membuat gigi menjadi merah dan jika seseorang terlalu banyak menggunakannya, ini akan berakibat buruk pada gigi.

Bagi yang tidak terbiasa, jangan dipaksakan. Saya pernah mencoba sekali untuk mengunyah sirih ini, tetapi tidak kuat dan mabok *senyum nista*. Gara-gara mabok menyirih itu saya tidak berani mengulang percobaan itu. Mungkin suatu saat kalau sudah siap mabok lagi.

Bagaimana dengan informasi tentang Ende?

Diisi dengan lima poin penting yaitu:

1. About Ende.
2. Tourist Attraction.
3. Culture in Ende.
4. Useful Phrase.
5. Peta Flores dan Ende.

Kalau tentang atraksi wisatanya saya pikir kalian juga sudah tahu. Beberapa bisa dibaca di Blog Travel saya yang satu ini. Diantaranya Danau Kelimutu, Kampung Adat Wologai, Kampung Adat Nggela, Air Panas Liasembe, Air Terjun Murundao, Mata Air Panas Ae Oka Detusoko, Pantai Penggajawa, Pantai Enabhara, dan lain sebagainya. Di FPBFTG ENDE tidak tercantum atraksi wisata buatan.

Dua poin yang paling menarik minat saya dari lima poin di atas adalah tentang Culture in Ende dan Peta. Pada sub Budaya di Ende saya menggarisbawahi dua kalimat yang digunakan oleh Suku Lio (suku lainnya bernama Suku Ende) untuk kebesaran dan keagungan Tuhan:

Du'a Gheta Lulu Wula, Kai Eo Mbe'o Mera Gheta Longgo Leja.
(Tuhan di balik bulan, Dialah yang menatap di balik matahari).

dan

Ngga'e Ghale Wena Tana, Kai Eo Bewa Sa Ela Meta.
(Tuhan adalah penguasa bumi, Dialah pencipta alam semesta).

Baca Juga: Ngelawak Bersama Mamatua

Sedangkan pada sub Seni Bahasa, saya sangat tertarik dengan ulasan-ulasan tentang Sara Waga, Sua seru, Bhea, Sodha, Sua Sasa. Selama ini saya hanya pernah mendengar orang-orang ber-sodha dan sua sasa saja (lisan). Tidak menyangka bahwa puisi dalam bahasa Lio disebut sara waga dan sua seru itu. Mungkin kalian bakal bilang, masa iya Orang Ende tapi tidak paham betul tentang seni bahasa dari Suku Lio? Maklum, saya kan Suku Ende campuran ha ha ha. Bahasa Ende saja masih harus terus saya pelajari ... soalnya sejak lahir sampai sebesar dinosaurus komunikasi di dalam rumah selalu menggunakan Bahasa Indonesia.

Menurut saya, buku FPBFTG ENDE boleh dimilliki oleh siapa pun yang hendak berkunjung ke Pulau Flores dan Kabupaten Ende karena di dalamnya memuat hampir semua informasi yang dibutuhkan oleh para wisatawan. Saya pikir itu cukup, karena informasi tambahan bisa ditanyakan langsung ke agen perjalanan yang dipakai, teman yang tinggal di Pulau Flores dan Kabupaten Ende, atau penduduk setempat. Ingat, malu bertanya sesat di jalan, malu menjawab sesatkan orang lain.

Di mana bisa membeli FPBFTG ENDE? Entahlah. Saya memperolehnya dari Iwan. Saya tidak tahu apakah buku ini dijual bebas di toko buku atau tidak. Secara toko buku Gramedia juga jauh dari Kota Ende ... haha ... jadi silahkan coba cari sendiri kalau sempat main ke toko buku.

Baca Juga: Travel Writer

Demikian ... semoga bermanfaat.

Oia, dan karena liburan telah usai, tidak ada kalimat yang lebih indah selain: selamat kembali ke belantara rutinitas, kawan!



Cheers.

Jangan Traveling Saat Musim Liburan, Tips Jalan-Jalan Murah, Hemat Dan Aman

salmanbiroe - Indonesian Lifestyle Blogger - Jangan Traveling Saat Musim Liburan, Tips Jalan-Jalan Murah Hemat

Akhir tahun 2018 ini pasti banyak orang yang akan liburan dan mengisinya dengan traveling atau jalan-jalan. Banyak banget destinasi di Indonesia yang bisa dipilih mulai dari Bandung, Yogyakarta (Jogja), Malang (Bromo), Cirebon, Banyuwangi, Bali, Pulau Komodo dan masih banyak yang di dalam negeri. Nah kalau luar negeri pastinya akan banyak yang ke Jepang, Macau, Malaysia, Thailand (Phuket, Bangkok), Korea Selatan, Singapore, Hongkong, Vietnam dan bahkan banyak yang memilih ke Eropa atau Amerika.

Dan, setelah dipikir-pikir traveling atau jalan-jalan di saat musim liburan (liburan anak sekolah dan liburan akhir dan awal tahun) itu Mehong alias Mahal, jauh dari kata murah, hemat atau menabung. Lalu, apa sih tipsnya biar bisa liburan murah dan bisa ngajakin keluarga (termasuk orang tua, anak, bayi, keponakan, saudara sekampung, hehehe) atau kalau mau jalan sendirian, ngajakin pacar, teman atau gebetan pun tidak menguras isi dompet. Kalau aku sih favorit dan pengennya bisa Jepang, Korea atau Eropa dan gratis gitu hehehe, serasa anak sekolahan kali ah bisa dapat gratis dari orang tua. 

Sebelum ngasih tipsnya, saya mau tanya nih, seberapa besar sih budget traveling yang dianggarkan setiap tahunnya? Hayo mulai berhitung dan sebutkan angkanya sekarang juga. Pasti banyak yang ngga bisa jawab atau malah ngga ada planning sama sekali untuk menganggarkan budget traveling. Wow, kamu luar biasa banget loh, bisa traveling dengan mengandalkan dana-dana yang seharusnya tidak digunakan untuk traveling. Lain hal kalau misalnya habis dapat bonus atau rejeki nomplok bisa dianggarkan untuk traveling, tapi tetap jangan sampai berlebihan. 

salmanbiroe - Indonesian Lifestyle Blogger - Jangan Traveling Saat Musim Liburan, Tips Jalan-Jalan Murah Hemat

Dulu pada saat kerja kantoran, saya biasanya selalu menganggarkan budget untuk traveling maksimal 2 kali dalam setahun. Biasanya saya akan menghitung biayanya terlebih dahulu atau perhitungan kasar sehingga bisa menganggarkan setiap bulan. Dan, setelah itu saya akan menyisihkan berapa ratus ribu tergantung dari budget kasar tersebut. Kalau biasanya saya sering jajan atau makan di restoran setiap weekend, maka demi jalan-jalan maka saya mengurangi intensitasnya jadi 2 kali dalam sebulan. Tetap saja saya makan atau shopping tapi lebih selektif dan menghindari barang yang tidak perlu. 

Dan, selama ini traveling itu membuat bahagia karena budgetnya selalu sesuai dengan perkiraan sehingga ada beberapa lembar uang sisa dari perjalanan yang masih saya simpan. Setelah beberapa kali melakukan traveling, biasanya saya selalu belajar dan belajar lagi, bagaimana cara supaya jalan-jalan saya lebih hemat dan murah serta aman, karena biasanya setiap yang murah itu mengesampingkan keamanan, bagi saya itu tidak berlaku karena selain murah juga harus aman terkendali selama liburan di negeri orang.

salmanbiroe - Indonesian Lifestyle Blogger - Jangan Traveling Saat Musim Liburan, Tips Jalan-Jalan Murah Hemat

Penasaran kan gimana caranya biar jalan-jalan murah dan hemat serta aman. Ini dia beberapa tips yang harus dilakukan ya.

Jangan Traveling Saat Musim Liburan

Haram banget bagi traveler sejati memilih musim liburan sebagai pilihan. Loh kok bisa? Kan setiap bulan atau tanggal itu sama saja? Bukan karena bulan atau tanggalnya, tetapi karena pada saat musim liburan itu harga tiket dan hotel sangatlah mahal. Apalagi pada saat akhir tahun seperti ini berbarengan dengan anak sekolah liburan maka dipastikan banyak orang tua yang akan mengajak anaknya liburan otomatis permintaan terhadap tiket dan akomodasinya pun akan meningkat.

Kan masih ada juga yang ngasih diskon? Iya memang betul terkadang ada beberapa aplikasi atau hotel yang ngasih diskon tetapi tetap saja harga-harga lain masih sangat mahal.

Booking Tiket Pesawat Jauh-Jauh Hari

Dari dulu saya selalu bilang ke semua orang kalau mau jalan-jalan itu hal yang paling utama adalah book tiket pesawat terlebih dahulu. Kenapa? karena harga tiket masih sangat terjangkau dan biasanya dalam periode tertentu beberapa maskapai memberikan diskon yang lumayan besar sehingga bisa menghemat. Biasanya saya memesan sekitar 6 bulan atau 3 bulan sebelum keberangkatan. Kalau misalnya ada yang kasih diskon menarik bagaimana? Yes silahkan ambil dan menikmati liburan dengan syarat ada budgetnya ya.

salmanbiroe - Indonesian Lifestyle Blogger - Jangan Traveling Saat Musim Liburan, Tips Jalan-Jalan Murah Hemat

Perkirakan Budget Sedetail Mungkin

Biasanya kita mengabaikan budget dengan alasan kita punya kartu kredit atau kartu lain yang bisa tarik tunai. Oke, kita bisa mengunakan kartu-kartu tersebut, tapi sebelum traveling kita harus tahu secara terperinci agar tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan yang tidak perlu yang tidak sesuai dengan budget. Kenapa sih harus bikin budget? Hai, hai (hai tayo, hai tayo), Budget itu bukan berarti kita ngga bisa makan enak atau tidur nyaman ya, budget itu fungsinya sebagai panduan berapa yang harus kita keluarkan selama di perjalanan.

Biasanya saya buat coret-coretan atau tulis di smartphone, apa saja pengeluaran sedetail mungkin dari mulai makan, penginapan, tiket masuk obyek wisata, transportasi, tiket pesawat atau kereta dan biaya-biaya lainnya termasuk pengurusan visa atau passport apabila memang dibutuhkan.

Buat Itinerary

Budget dan Itinerary itu sebetulnya satu kesatuan. Jadi, setelah menentukan kemana saja maka akan didetail apa saja yang memerlukan biaya tambahan seperti misalnya kita pindah dari kota A ke kota B dengan tranportasi kereta maka kita perlu berhitung berapa biaya yang akan dikeluarkan. Bukan hanya itu saja, setiap kita ke tempat wisata pun harus diperhatikan apakah berbayar atau gratis.

Tipsnya adalah usahakan tidak pindah-pindah kota atau tempat, sebisa mungkin disekitar kota tempat kita landing pesawat. Misalnya kita mendarat di Tokyo, maka nanti kita pulang pun akan melalui tokyo kembali. Apabila mau explore, usahakan ke kota sekitar misalnya Yokohama, Kamakura, Niigata dan lainnya yang hanya memerlukan waktu tempuh dan biaya yang sedikit saja.

salmanbiroe - Indonesian Lifestyle Blogger - Jangan Traveling Saat Musim Liburan, Tips Jalan-Jalan Murah Hemat

Menginap Di Hostel 

"Kamu nginep dimana?"

"Hostel."

"Apa itu hostel?"

Hostel itu kayak dormitory atau kalau di Indonesia, dikenal dengan sebutan asrama. Kenapa harus hostel? Kalau mau murah dan traveling sendirian, maka hostel inilah pilihan yang paling pas. Mengenai harganya sudah pasti sangat terjangkau. Kalau misalnya traveling berdua atau bertiga atau selebihnya bisa menginap di hotel bintang 2-3 yang cukup bagus atau dengan sebutan hotel budget.

Biar Aman, Asuransikan Diri


salmanbiroe - Indonesian Lifestyle Blogger - Jangan Traveling Saat Musim Liburan, Tips Jalan-Jalan Murah Hemat

Kita tidak akan tahu kondisi keamanan di negara lain sampai kita tahu beritanya dan mengalami peringatan dini tentang keamanan dan bencana alam. Ini yang pernah saya alami ketika di Jepang dilanda banjir dan badai. Sehari sebelum ke Osaka dari Tokyo, saya melihat di televisi telah terjadi bencana alam yang cukup merisaukan. Bahkan teman saya yang tinggal di Osaka sempat whatsapp bahwa saya harus mengungsi kalau terjadi tanda alarm atau peringatan. Antara ketakutan dan penasaraan, saya pun mencoba tetap tenang. Selang beberapa jam, rupanya cuaca berubah menjadi sangat panas dan berubah drastis. Teman saya sempat bilang, kalau saya sangat beruntung karena cuacanya berubah sangat cepat dan kini berubah menjadi sangat bersahabat.

Bagaiman jika terjadi bencana alam dan kondisi keamanan yang tiba-tiba tidak kondusif di negara orang? Kita perlu menjaga diri dengan happy trip. Happy trip ini adalah salah satu perlindungan dari Happy One (Astra Insurance). Dengan premi mulai dari 40 ribu untuk domestik dan 120 ribu untuk international maka sangatlah terjangkau. Nah, yang masih penasaran dengan happy trip bisa lihat infonya di https://www.happyone.id/happy-trip/product-info.

Selamat liburan dan jalan-jalan dengan murah, hemat dan aman ya. See you. 

5 Tempat Wisata di Malang Ini Jadi Pilihan Generasi Milenial

salmanbiroe - Indonesian Lifestyel Blogger - Tempat Wisata Malang Pilihan Generasi Milenial


Malang adalah destinasi andalan liburan akhir pekan warga Surabaya. Bosan dengan cuaca panas dan lalu lintas padat, jalan-jalan ke kota terbesar kedua di Jawa Timur ini memang bisa menyegarkan kembali pikiran dan tubuh yang penat.  

Menyandang gelar Kota Pendidikan, membuat Malang populer di kalangan generasi milenial. Tak hanya sebagai tempat menimba ilmu, tetapi juga sebagai destinasi wisata. Oh iya, saya selalu ingat kalau Malang sangatlah identik dengan Gunung Bromo dan Semeru, padahal selain itu masih banyak wisata lain yang tidak kalah menarik dan memang harus dikunjungi bersama pacar, gebetan, keluarga atau teman segenk.

"Wisata di Malang selain Bromo apa?"

Kadang saya selalu di tanya dengan pertanyaan ini karena saya sudah pernah ke Malang beberapa kali. Dan, saya pun bingung harus menjawab apa hehehe. Namun, setelah menelusuri Malang tepatnya di Kota Batu, Malang, inilah 5 tempat rekreasi di Malang yang jadi pilihan generasi milenial. 

Museum Angkut

Museum dengan luas 3,7 hektar ini menampilkan lebih dari 300 koleksi kendaraan dari berbagai zaman dan negara. Museum bertema kendaraan terbesar di Asia Tenggara ini punya 8 zona eksibisi yang unik. Di Main Hall kamu akan menjumpai mobil-mobil kuno. Sementara di Educational Hall, kamu bisa mempelajari sejarah transportasi dunia. Lalu, Euro Zone membawa kamu pada deretan mobil keluaran Eropa yang mewah.

Setiap zona tematik memiliki penataan yang rapi, sehingga kamu tak bisa berhenti untuk mengabadikan diri dengan berbagai latar yang menarik. Siap-siap bingung memilih foto mana yang hendak diunggah ke media sosial karena semua foto terlihat sama keren! 

salmanbiroe - Indonesian Lifestyel Blogger - Tempat Wisata Malang Pilihan Generasi Milenial
Source : Traveloka

Jatim Park 2 (Batu Secret Zoo dan Museum Satwa)

Bagi pencinta hewan, main ke Malang belum lengkap jika tidak mampir ke Jatim Park 2. Di Museum Satwa kamu akan mempelajari bagaimana sejarah keilmuan dalam dunia fauna. Terdapat beberapa replika hewan dengan ukuran menyerupai aslinya. Tiga yang paling menarik adalah replika dinosaurus, jerapah, dan gajah. 

Pada area Batu Secret Zoo, kamu bisa melihat-lihat koleksi satwa yang ditata dengan konsep modern. Ragam jenis hewan yang ada terbilang luar biasa lengkap, dari burung-burung cantik hingga hewan langka yang terancam punah. Bahkan, habitat buatan hewan ini dibuat semirip mungkin dengan habitat aslinya. Dijamin, kamu bakal terpukau dengan keragaman koleksi satwa di Batu Secret Zoo.  

Goa Pinus

Terletak di daerah Gunungsari, Bumiaji, Batu, Goa Pinus menawarkan pesona indah Malang dengan latar perbukitan hijau dan udara sejuk. Deretan pohon pinus yang apik menyambut kamu. Rasanya, siapapun ingin berlama-lama tinggal di sini. 

Ada banyak spot foto instagramable di Goa Pinus, seperti gerbang masuk yang membentuk bingkai dari cabang-cabang pohon, gardu pandang dengan latar perbukitan, hingga pondokan yang terbuat dari rangkaian akar dan batang pohon. Pasti memori smartphone segera penuh karena kamu nyaris tak mungkin berhenti foto-foto saat mengunjungi tempat ini. 

Kampung Wisata Jodipan

Berada di pusat kota, kelir warna-warni Kampung Wisata Jodipan selalu sukses menarik perhatian wisatawan. Bertransformasi dari kawasan kumuh menjadi pemukiman cantik dan fotogenik, ini adalah tempat sempurna bagi penggemar fotografi untuk mengabadikan berbagai momen. 

Beberapa tempat terbaik untuk merekam area ini adalah Jembatan Embong Brantas, Jembatan Kaca yang menghubungkan Kampung Tridi dan Kampung Jodipan, dan Balai Payung. Telusuri pula mural-mural indah di beberapa titik dalam kawasan pemukiman ini. Jika kamu hanya mampir sebentar di Malang, tempat ini harus masuk dalam daftar teratas kunjungan.

salmanbiroe - Indonesian Lifestyel Blogger - Tempat Wisata Malang Pilihan Generasi Milenial
Source : Traveloka
Jatim Park 3

Berbeda dengan Jatim Park 1 dan 2, Jatim Park 3 mengusung Dino Park dan The Legend Star sebagai destinasi unggulan. Penggemar dinosaurus pasti takjub saat memasuki ruang fosil yang menampilkan fosil dinosaurus dengan ukuran menyerupai aslinya. kamu juga dapat menjelajahi zaman ketika dinosaurus hidup dengan kereta terbuka.

Sementara di The Legend Star, ada 19 zona yang dapat ditelusuri. Masing-masing zona memiliki replika destinasi wisata tersohor atau patung lilin tokoh-tokoh terkenal dunia, seperti Joko Widodo dan Lionel Messi. Tempat tepat untuk mewujudkan mimpi masa kecil kamu, bukan? 

Ternyata 5 tempat wisata Malang pilihan generasi milenial ini seru dan menyenangkan! Buat liburan kamu lebih praktis dengan membeli tiket masuk ke berbagai tempat wisata di Malang melalui situs online, seperti Traveloka. Jadi, kamu bisa langsung masuk tanpa repot antre. 

5 Tempat Rekreasi di Malang Ini Jadi Pilihan Generasi Milenial


Malang adalah destinasi andalan liburan akhir pekan warga Surabaya. Bosan dengan cuaca panas dan lalu lintas padat, jalan-jalan ke kota terbesar kedua di Jawa Timur ini memang bisa menyegarkan kembali pikiran dan tubuh yang penat.  

Menyandang gelar Kota Pendidikan, membuat Malang populer di kalangan generasi milenial. Tak hanya sebagai tempat menimba ilmu, tetapi juga sebagai destinasi wisata. Oh iya, saya selalu ingat kalau Malang sangatlah identik dengan Gunung Bromo dan Semeru, padahal selain itu masih banyak wisata lain yang tidak kalah menarik dan memang harus dikunjungi bersama pacar, gebetan, keluarga atau teman segenk.

"Wisata di Malang selain Bromo apa?"

Kadang saya selalu di tanya dengan pertanyaan ini karena saya sudah pernah ke Malang beberapa kali. Dan, saya pun bingung harus menjawab apa hehehe. Namun, setelah menelusuri Malang tepatnya di Kota Batu, Malang, inilah 5 tempat rekreasi di Malang yang jadi pilihan generasi milenial. 

Museum Angkut

Museum dengan luas 3,7 hektar ini menampilkan lebih dari 300 koleksi kendaraan dari berbagai zaman dan negara. Museum bertema kendaraan terbesar di Asia Tenggara ini punya 8 zona eksibisi yang unik. Di Main Hall kamu akan menjumpai mobil-mobil kuno. Sementara di Educational Hall, kamu bisa mempelajari sejarah transportasi dunia. Lalu, Euro Zone membawa kamu pada deretan mobil keluaran Eropa yang mewah.

Setiap zona tematik memiliki penataan yang rapi, sehingga kamu tak bisa berhenti untuk mengabadikan diri dengan berbagai latar yang menarik. Siap-siap bingung memilih foto mana yang hendak diunggah ke media sosial karena semua foto terlihat sama keren! 

Source : Traveloka

Jatim Park 2 (Batu Secret Zoo dan Museum Satwa)

Bagi pencinta hewan, main ke Malang belum lengkap jika tidak mampir ke Jatim Park 2. Di Museum Satwa kamu akan mempelajari bagaimana sejarah keilmuan dalam dunia fauna. Terdapat beberapa replika hewan dengan ukuran menyerupai aslinya. Tiga yang paling menarik adalah replika dinosaurus, jerapah, dan gajah. 

Pada area Batu Secret Zoo, kamu bisa melihat-lihat koleksi satwa yang ditata dengan konsep modern. Ragam jenis hewan yang ada terbilang luar biasa lengkap, dari burung-burung cantik hingga hewan langka yang terancam punah. Bahkan, habitat buatan hewan ini dibuat semirip mungkin dengan habitat aslinya. Dijamin, kamu bakal terpukau dengan keragaman koleksi satwa di Batu Secret Zoo.  

Goa Pinus

Terletak di daerah Gunungsari, Bumiaji, Batu, Goa Pinus menawarkan pesona indah Malang dengan latar perbukitan hijau dan udara sejuk. Deretan pohon pinus yang apik menyambut kamu. Rasanya, siapapun ingin berlama-lama tinggal di sini. 

Ada banyak spot foto instagramable di Goa Pinus, seperti gerbang masuk yang membentuk bingkai dari cabang-cabang pohon, gardu pandang dengan latar perbukitan, hingga pondokan yang terbuat dari rangkaian akar dan batang pohon. Pasti memori smartphone segera penuh karena kamu nyaris tak mungkin berhenti foto-foto saat mengunjungi tempat ini. 

Kampung Wisata Jodipan

Berada di pusat kota, kelir warna-warni Kampung Wisata Jodipan selalu sukses menarik perhatian wisatawan. Bertransformasi dari kawasan kumuh menjadi pemukiman cantik dan fotogenik, ini adalah tempat sempurna bagi penggemar fotografi untuk mengabadikan berbagai momen. 

Beberapa tempat terbaik untuk merekam area ini adalah Jembatan Embong Brantas, Jembatan Kaca yang menghubungkan Kampung Tridi dan Kampung Jodipan, dan Balai Payung. Telusuri pula mural-mural indah di beberapa titik dalam kawasan pemukiman ini. Jika kamu hanya mampir sebentar di Malang, tempat ini harus masuk dalam daftar teratas kunjungan.

Source : Traveloka
Jatim Park 3

Berbeda dengan Jatim Park 1 dan 2, Jatim Park 3 mengusung Dino Park dan The Legend Star sebagai destinasi unggulan. Penggemar dinosaurus pasti takjub saat memasuki ruang fosil yang menampilkan fosil dinosaurus dengan ukuran menyerupai aslinya. kamu juga dapat menjelajahi zaman ketika dinosaurus hidup dengan kereta terbuka.

Sementara di The Legend Star, ada 19 zona yang dapat ditelusuri. Masing-masing zona memiliki replika destinasi wisata tersohor atau patung lilin tokoh-tokoh terkenal dunia, seperti Joko Widodo dan Lionel Messi. Tempat tepat untuk mewujudkan mimpi masa kecil kamu, bukan? 

Ternyata 5 tempat rekreasi di Malang pilihan generasi milenial ini seru dan menyenangkan! Buat liburan kamu lebih praktis dengan membeli tiket masuk ke berbagai tempat wisata di Malang melalui situs online, seperti Traveloka. Jadi, kamu bisa langsung masuk tanpa repot antre. 

Sehari Menjadi Sultan Melayu Riau Di Pulau Penyengat


Dari Batam, Pulau Bintan bisa ditempuh sekitar 45 menit menggunakan kapal Fery. Bintan menjadi sebuah pulau yang tersohor di masa lalu karena dari sinilah kebudayaan Melayu bermula. Bukan tepat di pulau bintan atau kota tanjung pinangnya, melainkan di pulau kecil yang tak lebih besar dari pulau macan di kepuluan seribu, DKI Jakarta. Pulau itu bernama Penyengat, sebuah pusat kerjaan Riau-Lingga. Disini pula Raja Ali Haji menciptakan Gurindam 12 yang merupakan filosofi hidup masyarakat Melayu. 

Rupanya saya tidak terlalu paham dengan sejarah melayu di pulau Penyengat, makanya saya selalu ingin mengunjunginya sesegera mungkin. Saya tertarik dengan asal mula Bahasa Indonesia yang kita pakai saat ini yang merupakan varian dari bahasa melayu khususnya kerajaan Riau di Penyengat. Namun, jika ditelisik lebih jauh, bahasa Indonesia akan sangat berbeda dengan rumpun melayu karena mengalami banyak sekali penyerapan baik bahasa daerah maupun bahasa asing. Jadi jangan heran kalau telinga kita akan terasa asing dengan bahasa melayu. 

"Kita nyebrang pakai kapal."

Fitri, teman sekaligus guide pada saat ke Rote, menunjuk kapal yang ada ditengah pelabuhan kecil. 

"Yakin dengan kapal sekecil itu?"

Saya berbicara dalam hati karena takut terjadi apa-apa. Kalian tahu kan dengan kondisi tubuh yang berisi tumpukan lemak ini bisa membuat oleng kapal dan penumpang lainnya tidak selamat. 



Seperti layaknya Betawi yang memiliki corak cerah dan berwarna-warni, adat Melayu sangaat menonjolkan warna kuning dan hijau. Jadi jangan heran apabila birunya langit akan sangat jelas tergambar dengan hiasan awan putih. Walaupun panas menyengat, namun dahaga ini sudah terobati dengan seplatik es campur yang saya beli di jalan menuju masjid. 

Masyarakat menyebut masjid ini sebagai Masjid Raya Sultan Riau. Dari jauh bahkan dari pelabuhan sudah nampak menara masjid yang menjulang. Warna kuning yang mencolok membuat saya tak sabar untuk segera melihat keindahannya. 

"Ini Istana?"

Saya dan Fitri saling bertanya dan penasaran dengan bangunan yang sebetulnya masjid ini. Dari luar memang tidak seperti masjid melainkan istana. Namun, setelah dari dekat dan melihat sendiri papan nama, membuat saya manggut-manggut dan percaya bahwa inilah masjidnya.



Setelah masuk dan melihat banyak masyarakat yang berkumpul di teras, saya merasakan betapa tersohornya pulau ini di masa lampau. Rasanya berada di bangunan ini seperti berada pada beradab-abad lalu yang masih belum semodern sekarang. Mungkin penerangan atau lampu pun tidak semudah kita pada saat ini, dan akses transportasi pun masih sangat minim. Namun, melihat keindahan dan kemegahan bangunan-bangunan yang kini mendapat pengakuan dari UNESCO sebagai World Heritage, seakan tidak berada di masa lampu, melainkan masa kini.

"Kita mau jalan?"

Lagi-lagi kami berdua saling bertanya  setelah keluar dari masjid. 

"Naik bentor aja."


Bentor itu singkatan dari becak dan motor, sebuah alat transportasi yang sudah modern. Becak yang ada di pulau penyengat sangat berbeda dari becak pada umumnya di pulau Jawa. Bentor ini bernuansa melayu sangat kental dengan ukiran serta warna-warna yang ngejreng. 

Kami menyewa bentor ini untuk keliling pulau dan melihat-lihat bangunan apa saja yang ada disini. Sebetulnya untuk menyusuri pulau ini sangatlah memungkinkan dengan jalan kaki, namun karena cuaca sangatlah panas, maka kami pun urung.



Rute selanjutnya adalah makam para Sultan atau Raja pendahulu yang dimakamkan di kompleks pemakaman para raja, mirip dengan Imogiri di Yogyakarta. Setelah ini kami melihat banyak bangunan pemerintahan, benteng, dan bangunan lainnya. 

Dan, sampailah kami di rumah ada khas Melayu yang berada di pesisir pantai yang tak jauh dari masjid dan pelabuhan. Dari desainnya mirip rumah khas betawi, hanya saja rumah betawi memiliki ruang tamu yang cukup luas dan tidak bergaya panggung. 



Dan, setelah masuk ke dalam, ternyata nuansa kerajaan Melayu pada masa lampau sangat terasa. Singasanaya sangat mencolok mata dengan nuansa warna-warni yang cerah. Rasanya ingin sekali merasakan menjadi Sultan di singgasana ini. Lagi-lagi ternyata harapan saya jadi kenyataan juga dengan kostum yang memang disewakan dengan harga lumayan terjangkau sekitar 25 ribu. Dan, untungnya lagi kostum ini muat dengan ukuran yang sangat besar. 

"Beri hormat untuk Sultan Salman."

Saya kemudian berjalan menuju singasana dan duduk. Sementara pengawal dan jenderal serta penasehat berada di samping singgasana. 

"Man, foto dulu."

Ah, sial saya harus terbangun dari khayalan yang lumayan membuat saya sumringah. 

"Oke!"

Kemudian saya mengabadikan beberapa pose yang sama dengan Sultan Melayu Riau. Cekrek! Cekrek! Bahagianya menjadi Sultan dalam sehari.


Barang siapa tiada memegang agama,sekali-kali tiada boleh dibilangkan nama.
Barang siapa mengenal yang empat,maka ia itulah orang yang ma'rifat
Barang siapa mengenal Allah,suruh dan tegahnya tiada ia menyalah.
Barang siapa mengenal diri,maka telah mengenal akan Tuhan yang bahri.
Barang siapa mengenal dunia,tahulah ia barang yang teperdaya.
Barang siapa mengenal akhirat,tahulah Ia dunia mudarat.

Gurindam dua belas yang tersohor sebagai filosofi dari melayu. Banyak sekali pelajaran yang bisa kita ambil terutama dalam bertindak dan bermasyarakat, filosofi ini sangat kental dan telah diterapkan dalam hati setiap penduduk pada masa lampau. Sebetulnya Raja Ali Haji membuat Gurindam 12 tersebut berdasarkan nilai-nilai agama Islam berdasarkan Al-Quran dan Hadis. Inilah peninggalan yang mesti kita ambil positifnya dan belajar dari sejarah masa lampau.


Setelah lama kami berdua bergantian foto, ternyata pengunjung lain pun sama ingin berfoto. Mungkin kalau bisa direka adegan seperti ini.

"Sultan, aku ingin menjadi permaisuri."

Wanita itu tampak memohon.

"Tidak semudah itu maria mercedes."

Hahaha, reka adegaan ini hanyalah untuk menghibur saja ya. Setelah drama ini, ternyata masih ada drama lainnya setelah ini.

"Mana bentornya ya?"

Setelah keluar dari rumah adat, kami mencari bentor. Dan, hasilnya nihil. Jangan sampai kita jalan kaki dan melupakan jasa pengemudi yang telah menjadikan saya sebagai raja. Saya sempat panik, namun tetap berpikiran santai karena memang pulau tersebut tidaklah luas. 

Setelah dari spot selfie, kami kembali kedepan rumah adat. Dan, ternyata ada bentor lain yang menmanggil kami. Rupanya bentor tersebut bannya bocor dan harus ke bengkel. Jangan sampai karena berat badan saya menyebabkaan bannya bocor, hahaha.


Kami kembali ke tempat semula yaitu di depan Masjid Raya Sultan Riau. Antara senang dan tragis, namun tetap manis karena bisa merasakan singgasana Sultan Melayu Riau yang sangat bagus. Kemudian kami kembali ke pelabuhan dan melanjutkan petualangan di Tanjung Pinang, Pulau Bintan.

Sebelumnya saya telah menginap semalam di hotel daerah Tanjung Pinang yang sangat dekat dengan pelabuhan. Biasanya karena sangat padat jadwal, saya pesan melalui online atau aplikasi di pegipegi.com, banyak sekali pilihan hotel apabila tidak memungkinkan untuk mencari-cari sendiri. Selain itu juga banyak diskon yang bisa dinikmati untuk liburan akhir tahun dan tahun baru nanti.

Rasanya ingin sekali kembali menjadi Sultan dengan singgasana yang megah di Pulau Penyengat. Kalau kamu, apa hal yang ingin di lakukan di Pulau Penyengat dalam sehari? Ceritakan padaku. 

Inilah Tempat Wisata Instagramable Di Kabupaten Kuningan

Bluepacker - Indonesian Travel Blogger - Tempat Wisata Instagramable Kabupaten Kuningan

Kadang kita jenuh dengan destinasi wisata (instagramable) yang itu-itu saja kayak Jakarta, Bali, Yogyakarta (Jogja), Malang, Banyuwangi, Semarang dan Bandung. Kalau ke luar negeri pun kita terpaku pada pilihan antara Singapore atau Malaysia. Sebelum ke luar negeri, kita lihat dulu deh tempat wisata yang instagramable tapi ngga terlalu jauh dari Jakarta. Dan, tempat ini bernama Kabupaten Kuningan, satu jam dari Cirebon yang merupakan gerbang pelabuhan di Jawa Barat. 

Siapa yang tidak tahu Kuningan? Sebuah tempat yang sangat penting pada saat pengukuhan Kemerdekaan Indonesia oleh Belanda. Linggarjati, namanya telah tersohor sebelum saya lahir dan hanya membacanya melalui buku sejarah di bangku sekolah. Kini, saya telah melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana perjuangan delegasi Indonesia di sana. Selain Linggarjati, Kuningan memiliki wisata alam yang tidak kalah menarik loh. Bayangkan saja curug atau air terjun sangat banyak dan telaga atau waduk pun membuat Kuningan sangat bangga dengan kesejukannya. Pun, sebuah museum tempat benda-benda purbakala di simpan pun menawarkan pilihan lainnya bagi pecinta sejarah.

Saya kira Kuningan akan sangat panas seperti Cirebon, tapi ternyata Gunung Cermai membuat kabupaten yang sangat kental dengan angklung ini sangat sejuk dan cenderung dingin. Sialnya saya tidak membawa jaket tebal, hanya sebuah sweater yang melekat di badan. Tapi, bukan malah menyiutkan nyali, malah saya menantang alam Kuningan dengan bertelanjang dada pada saat di sebuah curug. 

Bluepacker - Indonesian Travel Blogger - Tempat Wisata Instagramable Kabupaten Kuningan

Setelah berlangsungnya acara International Angklung Festibval Kuningan 2018, tidak lengkap rasanya tidak berkunjung ke beberapa tempat wisata yang sangat Instagramable dan sangat mudah aksesnya. Saya yakin pada penasaran tempat wisata apa saja sih yang sangat instagramable, tapi ini bukan seluruh tempat, hanya beberapa saja yang sempat saya kunjungi. Karena sangat banyak tempat wisata lainnya yang tidak kalah bagus dari list ini. 

Museum Perundingan Linggarjati

Bluepacker - Indonesian Travel Blogger - Tempat Wisata Instagramable Kabupaten Kuningan

Museum Perundingan Linggarjati memang sangat layak mendapatkan tempat di hati masyarakat Kuningan. Bagaimana tidak, sebuah sejarah tercipta di tempat sejuk di bawah kaki gunung Ciremai yang indah. Deligasi Indonesia dan Belanda melakukan perundingan yang akan menentukan pengakuan kedaulatan kemerdekaan Indonesia. Bukan perkara mudah untuk membuat Belanda secara yuridis atau secara hukum mengakui kemerdekaan yang telah diproklamirkan oleh Soekarna-Hatta. Beruntung, suasana sejuk dan damai di Linggarjati membuat Belanda akhirnya melunak dan mengakui kedaulatan Indonesia. 

Jas Merah, jangan sekali-kali merupakan sejarah. Bukan kah dengan belajar dari masa lalu kita akan merasakan manfaat dan membuat kuta jadi waspada sekaligus bangga dengan perjuangan pendahulu-pendahulu kita yang bersemangat dengan kemerdekaan kita. Lalu apa yang sudah kita lakukan untuk mengisi kemerdekaan ini? Jawablah dengan prestasi yang membanggakan negeri ini. 

Bluepacker - Indonesian Travel Blogger - Tempat Wisata Instagramable Kabupaten Kuningan

Bluepacker - Indonesian Travel Blogger - Tempat Wisata Instagramable Kabupaten Kuningan

Gedung bergaya Eropa membuat tempat ini sangat bagus dan instagramable. Jangan lewatkan setiap sudut gedung ini, karena gedung ini pun membuat saya terkagum-kagum karena kecantikannya. Apalagi jika kita menemukan sudut yang pas seperti di bawah kaki gunung Ceremai maka keindahan pun tak dapat disembunyikan lagi. 

Bluepacker - Indonesian Travel Blogger - Tempat Wisata Instagramable Kabupaten Kuningan

Rumah Hobit Di Bukit Sukageuri, Palutungan 

Bluepacker - Indonesian Travel Blogger - Tempat Wisata Instagramable Kabupaten Kuningan

Kalau bosan dengan pemandangan kota, tempat ini sangat cocok untuk melepas kepenatan. Pada saat pertama kali kesini, saya kira ini adalah hanya tempat biasa, namun setelah melihat banyak tempat seperti tempat selfie atau wefie. Kalau masalah viewnya jangan ditanya lagi karena banyak sekali spot-spot yang membuat foto kita makin bagus. 

Ternyata selain untuk rekreasi, tempat ini biasanya digunakan untuk camping. Area camping disediakan di sekitar parkiran dekat dengan kantin yang menjual berbagai macam makanan ringan dan juga mie instan serta lainnya. Jadi kalau misalnya laper karena kedingininan atau belum sarapan bisa sekedar melepas lapar disini. 



Bluepacker - Indonesian Travel Blogger - Tempat Wisata Instagramable Kabupaten Kuningan

Bluepacker - Indonesian Travel Blogger - Tempat Wisata Instagramable Kabupaten Kuningan

Situ Cicerem Telaga Biru

Bluepacker - Indonesian Travel Blogger - Tempat Wisata Instagramable Kabupaten Kuningan

Birunya air bukan hanya dimiliki oleh laut, ternyata Cicerem pun menyimpan air yang sangat jernih sehingga kadang kala bisa berwarna hijau tosca dan biru. Tidaklah seseram namanya, situ ini memang dibuat untuk menampung aliran air dari beberapa sumber mata air. Suasana hutan yang masih lebat membuat tempat ini sangat hijau dan sangat sejuk walau matahari sangat panas kalau misalnya datang pada saat siang. 

Jika weekend, banyak sekali keluarga yang datang dan mengunjungi tempat ini. Memang sangat disayangkan fasilitas toilet dan warung makan masih sedikit karena memang belum dikelola secara maksimal. Tapi, situ ini memang sangat layak untuk dikunjungi karena sangat instagramable dan bisa menemukan banyak ikan besar seperti koi dan emas. 

Bluepacker - Indonesian Travel Blogger - Tempat Wisata Instagramable Kabupaten Kuningan

Bluepacker - Indonesian Travel Blogger - Tempat Wisata Instagramable Kabupaten Kuningan

Situs (Museum) Purbakala Cipari 

Bluepacker - Indonesian Travel Blogger - Tempat Wisata Instagramable Kabupaten Kuningan

Jika tidak suka dengan alam, wisata sejarah dan purbakala bisa menjadi pilhan yang menarik. Situs purbakala Cipari adalah tempat yang sangat cocok untuk sekedar menyelami masa lampau. Di tempat inilah banyak ditemukan benda-benda peninggalan yang mungkin saja sudah ada pada masa peradaban awal manusia. Alat-alat rumah tangga dan bongkahan bangunan serta menhir mendominasi koleksi yang terdapat pada gedung museumnya. 

Saya terkesan dengan tempat ini, selain bisa menambah ilmu serta belajar bagaimana manusia dahulu menjalani kehidupan, tempat ini sangat cocok dijadikan obyek foto yang menakjubkan. Kesan tua namun sangat unik dengan nuansa-nuansa bebatuan yang tersusun dengan rapi.

Bluepacker - Indonesian Travel Blogger - Tempat Wisata Instagramable Kabupaten Kuningan

Curug Putri Palutungan 

Bluepacker - Indonesian Travel Blogger - Tempat Wisata Instagramable Kabupaten Kuningan

Konon katanya Curug ini adalah pemandian para putri dari kahyangan. Banyak sekali yang percaya jika mengunjungi tempat ini maka akan mendapatkan jodoh pangeran yang tampan. Saya pun percaya bahwa ini adalah pemandian para putri karena airnya sangat segar dan sejuk sekali. Selain itu, curug ini dipercaya akan mendatangkan jodoh dan dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit. Lagi-lagi saya percaya karena sebelum ke curug ini dibutuhkan olahraga jalan sehingga akan melancarkan peredaran darah, selain itu juga pemandangan alam yang sejuk membuat kita merasakan kedamaian. Kedua hal tersebut membuat kita merasa lebih segar dan rupawan sehingga sangat mungkin jika rutin dilakukan akan membuat wajah kita semakin menarik.

Khasiat air terjun memang sangat terbukti apalagi airnya berasal dari sumber mata air sehingga tidak heran jika ketika mandi di curug ini akan membuat perasaan kita lebih baik. Sugesti baik tentu saja akan membuat kita lebih damai dan percayalah jika kita merasakan kedamaian maka segala penyakit yang ada dalam tubuh kita bisa berkurang atau bahkan sembuh.

Tidak salah jika keindahan curug ini membuat saya betah berlama-lama dan mengabadikan sebanyak mungkin foto-foto yang tentu saja sangat instagramable sekali untuk koleksi di Instagram. 

Bluepacker - Indonesian Travel Blogger - Tempat Wisata Instagramable Kabupaten Kuningan

Kabupaten Kuningan masih menyimpang banyak sekali tempat wisata yang sangat indah. Perlu waktu yang lebih banyak untuk dapat menikmati seluruh wisatanya. Namun saya percaya kalau Tuhan mengijinkan, saya akan kembali lagi dan merasakan sensasi wisata di Kuningan dengan tempat-tempat yang menarik lainnya. Sampai jumpa di tempat wisata lainnya di Kuningan. 


Tempat Wisata Unik Dan Anti Mainstream Di Jakarta


Jakarta itu ibarat jantungnya Indonesia yang berdenyut setiap detiknya. Bahkan sangkin dinamisnya, Jakarta itu banyak sekali tempat-tempat yang memiliki keunikan dan anti mainstream. Kebayang donk kayak apa sih padat dan stresnya warga Jakarta karena setiap hari harus berjibaku dengan kemacetan dan kepadatan transportasi massal seperti KRL dan Busway. 

Coba saya mau tanya, seberapa sering kamu jalan-jalan di area Jakarta dan menemukan tempat yang unik dan jarang di jumpai oleh orang lain? Pasti dengan lamanya akan berpikir dan berakhir dengan jawaban yang sangat mengecewakan.

"Saya ngga tahu tempat yang unik."

Atau jawaban paling mentok adalah ini.

"Paling saya ke mall."

Memang betul sih, mall itu banyak hiburannya, tapi kan bukan hanya mall saja yang bisa bikin kita bahagia. Kadang sesuatu yang sederhana dan tempatnya terpencil serta luput dari jangkuan orang bisa bikin kita menyadari arti dari tempat tersebut.


Candra Naya

Rumah yang disebut Candra Naya tersebut adalah rumah terakhir Mayor China di Batavia. Zaman Hindia Belanda dulu, diangkat seseorang untuk mewakili etnisnya.

Ialah Mayor Khouw Kim An yang lahir di Batavia 5 Juni 1879. Kariernya termasuk cemerlang di pemerintahan Batavia. Pada 1905 diangkat menjadi Leutenant, 1908 dipromosikan menjadi Kapitan, dan 1910 naik pangkat lagi menjadi Mayor.


Rumah ini memang terletak diantara gedung tinggi di kawasan jalan Gajah Mada di Jakarta, sehingga tidak banyak yang tahu bahwa disinilah sejarah penting pernah terjadi dan menjadi saksi bisu banyak peristiwa pada masa Batavia. 

Gereja Santa Maria de Fatima


Gereja Santa Maria de Fatima adalah sebuah Gereja Katolik di Jakarta. Gedung ini dibangun dengan arsitektur Tionghoa. Setelah adanya tugas pelayanan dan pewartaan dari Vikaris Apostolik Jakarta, Mgr. Adrianus Djajasepoetra, SJ kepada Pater Wilhelmus Krause Van Eeden SJ, maka didirikanlah gereja, sekolah, dan asrama bagi orang-orang Hoakiau (Cina Perantau). Sebagai awal, dipilihlah Pater Antonius Loew SJ dari Austria sebagai kepala paroki dan Pater Leitenbauer sebagai pengelola sekolah yang pertama. Sekolah itu dinamakan Sekolah Ricci, berasal dari nama imam missionaries Yesuit, Matteo Ricci.

Usaha Pater Leitenbauer, yang dibantu oleh Pater Braunmandl, Pater Loew, dan Pater Tcheng, berjalan dengan lancar, dan mereka juga membuka kursus bahasa Inggris, Jerman, dan Mandarin, yang dikenal dengan sebutan Ricci Evening School, dan asrama yang dikelola oleh Pater Tcheng diberi nama Ricci Youth Center.


Kemudian tahun 1953 dibelilah sebidang tanah seluas 1 hektare, untuk digunakan sebagai kompleks gereja dan sekolah, dari seorang kapitan (lurah keturunan Tionghoa pada Zaman Penjajahan Belanda) bermarga Tjioe, dan pada tahun 1954, tanah dan bangunan itu resmi menjadi milik Gereja. Di atas tanah itu berdiri sebuah bangunan utama dengan 2 bangunan mengapit bangunan utama, yang memiliki 2 buah patung singa yang merupakan lambang kemegahan bangsawan Cina.

Vihara Dharma Jaya Toasebio


Kelenteng Toasebio adalah salah satu dari klenteng tua yang masih berdiri di Jakarta. Toasebio sendiri adalah gabungan dari dua kata yakni Toase yang berarti pesan dan Bio adalah kelenteng. Kelenteng yang dibangun di tahun 1755 ini menyembah dewa Qing Yuan Zhen Jun (Tjeng Gwan Tjeng Kun).

Gedung Kementrian Pertanian


Menteri Pertanian sebelumnya, telah meresmikan penggunaan gedung Pusat Informasi Agribisnis (PIA). Menteri Pertanian mengatakan bahwa PIA dapat dipandang sebagai salah satu pintu masuk (entry point) bagi masyarakat pertanian maupun masyarakat umum untuk mengenal secara mendalam dunia pertanian, sekaligus dapat menjadi sarana edukasi bagi dunia pendidikan, serta sarana hiburan dan rekreasi bagi masyarakat.

Gedung PIA diharapkan dapat menjadi land-mark bagi kawasan perkantoran Departemen Pertanian dan menjadi pemicu kreatifitas dan daya inovasi insan pertanian. Gedung PIA adalah gedung milik publik, dimana seluruh lapisan masyarakat dapat memanfaatkannya semaksimal mungkin.

Lapangan Banteng


Lapangan Banteng, dulu bernama Waterlooplein (bahasa Belanda: plein = lapangan) yaitu suatu lapangan yang terletak di Weltevreden, Batavia; tidak jauh dari Gereja Katedral Jakarta. Pada masa itu, Lapangan Banteng dikenal dengan sebutan Lapangan Singa[1] karena di tengahnya terpancang tugu peringatan kemenangan pertempuran di Waterloo, dengan patung singa di atasnya. Pertempuran Waterloo tersebut terjadi tanggal 18 Juni 1815 di dekat kota Waterloo, yaitu sekitar 15 km ke arah selatan dari ibukota Belgia, Brussels. Pertempuran itu merupakan pertempuran terakhir Napoleon melawan pasukan gabungan Inggris-Belanda-Jerman. Pertempuran ini juga dicatat dalam sejarah sebagai penutup dari seratus hari sejak larinya Napoleon dari pengasingannya di pulau Elba.

Kini wajah Lapangan Banteng menjadi sangat berbeda dan sangat cantik dengan tambahan taman dan atraksi lampu warna-warni serta air mancur yang sangat menghibur warga. Kita bisa menyaksikan semua pada saat weekend atau sabtu dan minggu. 


Tempat wisata yang unik dan anti mainstream memang bukan saja memberikan efek hiburan, namun bagi yang tidak menyukai hal tersebut bisa memilih banyak tempat wisata yang dekat dengan Jakarta, tanpa harus keluar duit lebih banyak. 

Nah, kalau pesan tempat-tempat wisata yang paling populer di Jakarta, jangan lupa pesan melalui www.traveloka.com karena disini ada lebih dari 90 tempat wisata terpopuler yang ada di Jakarta. Dan, yang lebih baiknya lagi, saat ini sedang ada diskon besar-besar selama masa promo ya. 

Jangan sampaoi ketinggalan pesan tempat wisata yang terpopuler di Jakarta di traveloka ya.

Mengintip Ritual Panjang Jimat Keraton Kanoman Cirebon Saat Maulid

salmanbiroe - Indonesian Lifestyle Blogger - Ritual Panjang Jimat Keraton Kanoman Cirebon

Entah kenapa Cirebon selalu memanggil saya kembali. Mungkin saja masih banyak cerita-cerita yang masih terpendam, dan mengundang saya untuk terus mencarinya disini, di tanah pesisir gerbang utama Jawa Barat di Utara. 

"Man, kita ke Cirebon yuk."

Tanpa angin tanpa badai, Sari mengajak saya ke Cirebon. Saya kemudian mengecek jadwal untuk beberapa hari ke depan. Masih kosong, sekosong hati ini, hehehe. Tapi pada saat itu saya berada di Kuningan dalam rangka International Angklung Festival Kuningan 2018. Sebetulnya setelah itu saya harus ke Bandung karena ada sebuah event juga. Saya masih bimbang karena mata saya agak bermasalah dan harus di bantu dengan kacamata. Namun, setelah beberapa hari melihat pemandangan alam yang lumayan hijau membuat mata saya kembali normal seperti sebelumnya. 

"Oke, Chali."

Beberapa hari setelah dipikirkan dengan matang akhirnya saya mengiyakan ajakan Sari. Jadilah kami berdua merencanakan dan memesan tiket kereta api. Salah satu alasan mengapa kami menggunakan kereta adalah karena tidak macet dan cukup mudah memesan melalui online. 

salmanbiroe - Indonesian Lifestyle Blogger - Ritual Panjang Jimat Keraton Kanoman Cirebon

Ternyata bukan hanya kami berdua yang berangkat, rombongan kami berubah menjadi 6 orang. Rencana naik kereta dari stasiun pasar senen pun terpaksa diurungkan dan berganti menjadi mobil. Namun, pulangnya saya dan Sari tetap menggunakan kereta api. Bener saja, perjalanan kereta yang hanya 3 jam lebih sedikit tidak bisa diimbangi oleh mobil yang menempuh perjalanan hampir 6 jam. Kami sarapan, main ke Keraton dan kemudian kami terlelap kelelehan sebelum akhirnya kami makan malam dan mempersiapkan untuk ritual Panjang Jimat di Keraton Kasepuhan.

Esok paginya, kami memutuskan mengunjungi Gua Sunyaragi terlebih dahulu. Memang tak lengkap rasanya jika ke Cirebon tidak mengunjungi Gua yang sangat spesial. Tujuan kami tak lain tak bukan hanya untuk mengabadikan momen dengan kamera kami masing-masing.

salmanbiroe - Indonesian Lifestyle Blogger - Ritual Panjang Jimat Keraton Kanoman Cirebon

Tujuan selanjutnya setelah Sunyaraagi adalah Keraton Kanoman. Karena Kanoman dan Kasepuhan saling berdekatan, maka kami mampir terlebih dahulu untuk berfoto-foto. Namun, ternyata acara Panjang Jimat pun dilaksanakan di Kanoman.

Suasana ramai pedagang sepanjang jalan menuju keraton membuat jalan kami tidak secepat yang diperkirakan. Apalagi cuaca di Cirebon sangat panas pada saat itu meski kadang hujan pun terjadi pada saat sore harinya. Saya sempat melihat-lihat beberapa barang yang dijual sangatlah murah dibandingkan dengan harga toko atau mall, namun memang kualitasnya belum terjamin.

salmanbiroe - Indonesian Lifestyle Blogger - Ritual Panjang Jimat Keraton Kanoman Cirebon

salmanbiroe - Indonesian Lifestyle Blogger - Ritual Panjang Jimat Keraton Kanoman Cirebon

Aroma khas kemenyan membuat hidung saya sensitif, biasanya saya mencium bau parfum atau softener pada saat mencuci dan berpakaian. Panjang Jimat adalah ritual yang dilakukan oleh Keraton untuk menyucikan dan membersihkan diri dari kotoran atau keburukan dan dosa menjelang Maulud Nabi Muhammad SAW. Ritual ini telah terjadi turun temurun dari Keraton Kasepuhan sebagai keraton tertua di Cirebon. Ritual bersih-bersih ini biasanya dilakukan bukan hanya manusianya saja melainkan seluruh lingkungan keraton seperti bangunan dan pusaka peninggalan yang masih tersimpan di Keraton. 

Biasanya pada saat inilah Sultan dan Pangeran serta keluarga keraton akan berkumpul dan memberikan kesempatan pada masyarakat untuk bersilaturahmi. Biasanya Sultan akan bersalaman langsung dengan masyarakat tanpa adanya jarak diantara mereka. Selain itu, biasanya masyarakat akan membersihkan diri di sumber mata air atau sumur di keraton Kanoman. Konon katanya, barang siapa yang ikut mandi di sumur tersebut akan mendapatkan jodoh atau mendapatkan banyak berkah dan rejeki. Kepercayaan ini memang masih dipegang masyarakat sampai saat ini. Dan, puncaknya pada saat Mauludan ini.

Selain sumur suci, ternyata terdapat batu yang dipercaya akan mendatangkan keberuntungan jika dapat menghitungnya melalui hitungan jengkal tangan. Masyarakat yang menghitungnya melalui jengkal satu persatu mengelilingi batu yang berbentuk persegi sampai akhirnya mengelilinginya. Namun, jarang sekali yang dapat menghitungnya pas dengan jengkal tangannya.

salmanbiroe - Indonesian Lifestyle Blogger - Ritual Panjang Jimat Keraton Kanoman Cirebon

salmanbiroe - Indonesian Lifestyle Blogger - Ritual Panjang Jimat Keraton Kanoman Cirebon

Suasana sore itu makin ramai karena sebentar lagi arak-arakan Pusaka dan Hidangan pada saat malam nanti atau Pelal Ageng akan diarak menuju ke Keraton Kanoman. Ibu-ibu dengan pakaian kuning dan membawa baki ditutupi kain kuning dan hijau tampak sudah siap menunggu rombongan utama termasuk keluarga besar keraton Kanoman yang dipimpin oleh Pangeran.

Sementara menunggu rombongan, saya dan teman-teman berdiri di tengah tepat berlawanan dengan pintu gerbang masuk. Dari pintu gerbang inilah nantinya rombongan akan memasuki wilayah keraton. Sementara itu, iring-iringan yang lain sudah menunggu. Antusiasme warga masyarakat untuk menyaksikan ritual ini memang sangat besar, terbukti dengan penuhnya halaman keraton bahkan sampai ke halaman luar.


salmanbiroe - Indonesian Lifestyle Blogger - Ritual Panjang Jimat Keraton Kanoman Cirebon

salmanbiroe - Indonesian Lifestyle Blogger - Ritual Panjang Jimat Keraton Kanoman Cirebon

Panji kebesaran keraton Kanoman yang bertuliskan dua kalimat syahadat memasuki pintu gerbang. Artinya tak berapa lama lagi rombongan akan masuk dan membawa pusaka dan hidangan untuk ritual Panjang Jimat.

Dan, setelah panji dengan warna hijau dengan tulisan kalimat syahadat dengan tinta emas itu berlalu. Pusaka-pusaka keraton pun silih berganti memasuki jalan yang sangat sempit karena dipadati oleh masyarakat.

"Panas ya."

Saya menyeka keringat dan memberitahu Mia kalau saya kepanasan dari tadi.

salmanbiroe - Indonesian Lifestyle Blogger - Ritual Panjang Jimat Keraton Kanoman Cirebon

salmanbiroe - Indonesian Lifestyle Blogger - Ritual Panjang Jimat Keraton Kanoman Cirebon

Banyak sekali pusaka dan hidangan yang diarak memasuki keraton Kanoman. Saya tidak dapat menghitung atau mengabadikan dengan leluasa karena penjagaan oleh abdi dalem pun sangat ketat. Adegan dorong dan mendorong atau kamera tertutup tangan pun tak bisa dihindari, sehingga foto yang disajikan pun apa adanya.

Ritual ini memang telah terjadi turun temurun dari generasi ke generasi sehingga masyarakat telah mengetahuinya dari kakek nenek dalam perbincangan keseharian mereka. Tak heran mereka masih menjunjung adat istiadat yang terjadi di keraton, salah satunya Kanoman ini.

Setelah arak-arakan ini, tujuan kami selanjutnya adalah keraton Kasepuhan, untuk mengikuti ritual Panjang Jimat dari dekat karena kami pun memiliki undangan resmi dari pihak keraton. Saya kan lanjutkan kisahnya nanti ditulisan selanjutnya.

salmanbiroe - Indonesian Lifestyle Blogger - Ritual Panjang Jimat Keraton Kanoman Cirebon

salmanbiroe - Indonesian Lifestyle Blogger - Ritual Panjang Jimat Keraton Kanoman Cirebon

Pada saat pulangnya, saya dan Sari pulang terlebih dahulu, sedangkan ketiga teman saya memutuskan untuk ke Majalengka dan daerah lain di Jawa Barat. Sedangkan Mia, langsung pulang pada malam hari setelah acara Panjang Jimat.

Bagi saya, kereta api adalah pilihan yang sangat tepat karena walaupun akses tol sudah sangat bagus, namun kita tidak akan tahu apa yang terjadi di jalan, bisa saja akan macet karena terdapat beberapa pembangunan LRT/MRT di arah Jakarta ke tol Cipali.

salmanbiroe - Indonesian Lifestyle Blogger - Ritual Panjang Jimat Keraton Kanoman Cirebon

Nah, jangan lupa pesan kereta apinya melalui pegi-pegi karena mudah dan praktis, bisa juga membelinya melalui aplikasi yang bisa di download di google playstore dan apps store.

So, selamat jalan-jalan dan menemukan hal-hal unik disekitar kamu ya. Traveling itu tidak harus jauh dan mahal, yang penting traveling membuatmu bahagia. Happy Traveling! 

#PDL Ngojek Sepeda


#PDL adalah Pernah DiLakukan. Pos #PDL merupakan cerita ringan tentang apa saja yang pernah saya lakukan selama ini.

***

Hari itu, salah satu hari pada tahun 2013, saya janjian sama Ika Soewadji dan teman-teman Blogfam untuk pergi ke Kota Tua Jakarta. Teman-teman Blogfam yang baik hati itu ada Kakak Mas, Kakak Dahlia atau akrab disapa Kakak Day, dan Kakak Diaz. Check point di Terminal Busway Pancoran Timur. Sekitar pukul 08.00 WIB kami sudah berkumpul di situ untuk melanjutkan perjalanan menuju Kota Tua Jakarta. Karena, berkali-kali ke Jakarta tapi belum ke Kota Tua rasanya kok ada yang ganjal. Saya harus menuntaskan ngidam yang satu ini.

Baca Juga : #PDL Braket

Kota Tua Jakarta juga dikenal dengan sebutan Batavia Lama adalah sebuah wilayah kecil di Jakarta yang memiliki luas 1,3 kilometer persegi melintasi Jakarta Utara dan Jakarta Barat (Pinangsia, Taman Sari dan Roa Malaka). 

Perjalanan kami waktu tidak langsung ke Kota Tua Jakarta sih, masih mampir ke sebuah tempat, lalu dilanjutkan dengan mobil ke sana. Saat tiba di Kota Tua Jakarta, yang mengganjal itu kemudian lenyap. Here I am! Tempat yang selalu saya idam-idamkan setiap kali datang ke Jakarta. Mata saya menumbuk Museum Fatahillah. Sebuah meriam berdiri di sisi kiri bangunan museum. Meriam si Jagur. Dari Liputan6, dikatakan meriam seberat 3,5 ton itu, menurut Thomas B. Ataladjar, pengajar jurnalistik dan menulis di SMP dan SMK Plus Berkualitas Lengkong Mandiri, Kota Tanggerang Selatan, dibuat dari peleburan 16 meriam kecil lain. Karena itu, wajar bila si pembuat mengukir tulisan Ex Me Ipsa Renata Sum yang berarti, "Aku diciptakan dari diriku sendiri."

Dan saya diciptakan untuk bisa berfoto dengannya:


Pada meriam ini, bagian ujungnya, ada sebuah simbol yang kalau di Ende orang bilang; kurang ajar. Hehe. Sebuah tangan yang mengepal dengan ibu jari terselip diantara jari telunjuk dan jari tengah. Konon, jika perempuan menyentuh simbil meriam si Jagur, dan sedang berencana punya anak, bisa lekas hamil.

Sudah membuktikan, Teh?

Uh uh. Belum.

Adalah Kakak Diaz atau Kakak Dahlia, I can't remember it clearly, yang menyarankan kita untuk berkeliling menggunakan jasa ojek sepeda. It's weird. Sepeda? Are you sure? Yess, sir! Dari Museum Fatahillah kita berangkat ke Pelabuhan Sunda Kelapa. Jujur saya memilih, very quick scan, tukang ojek paling muda, kira-kira kuat lah memompa kakinya dengan muatan seberat saya. BismillahTernyata naik ojek sepeda itu menyenangkan. Saya mengeluarkan kamera supaya bisa mengabadikan momen keren ini. Karena, saudara-saudara, di Ende tidak ada ojek sepeda. Bisa depresi tukang ojeknya! Tanjakan dan turunan adalah nama tengah kota kami.


Jelas, ada kekuatiran dalam hati saya, bagaimana jika betis tukang ojeknya tidak mau kompromi? Hehehe. 


Tiba di Pelabuhan Sunda Kelapa, tukang ojek sepedanya disuruh menunggu. Kami hanya sempat foto-foto sebentar. Saya sendiri tidak bertanya pada beberapa nelayan yang ada di situ. Entahlah. Pemandangan pelabuhan ini bikin saya terkesima; so old, so antique. Asyiknya bisa foto sambil meloncat begini:


Saya penasaran, ke mana kah kaos dan sepatu itu sekarang? :D

Dari Pelabuhan Sunda Kelapa, kita pergi ke Museum Bahari, tentu ojek sepedanya setia menunggu hahaha. 


Terimakasih sudah memotret saya ... terngiang lagu Padamu Negeri. Sebenarnya banyak informasi yang saya gali dari Museum Bahari, dan sempat mencatat beberapa, tapi waktu itu belum sempat menulis secara terpisah. Nanti deh, dicari dulu serpihannya. Oia, setelah dari Museum Bahari kami ke Pecinan lantas pergi mencari makan.

Berakhirnya pengalaman saya bareng tukang ojek sepeda adalah saat kami tiba di sebuah rumah makan masakan Padang. Dadagh abang tukang ojek sepeda.

Ojek sepeda memang tidak sama dengan ojek sepeda motor. Pengalamannya seru apalagi saat sepeda melintasi lubang di jalanan atau saat tukang ojek sepedanya menghindari lubang dan/atau batu. Pegangan di belakang sadel kecil itu cukup membantu. Jangan banyak bergerak dan keliwat kuatir, apalagi sampai teriak ketakutan, karena itu bakal bikin tukang ojek sepedanya gugup. Dan, tentu, ojek sepeda, menurut saya, hanya akan laku di daerah wisata dan/atau wilayah kecil seperti pedesaan yang topografinya datar.

Pernah, saya pernah begitu ... ngojek sepeda di Kota Tua Jakarta. Bagaimana dengan kalian?



Cheers.