5 Persiapan Wisuda


Yay! Akhirnya, Insha Allah, hari yang ditunggu-tunggu tiba setelah ditunda selama sebulan. Wi-su-da. Wisuda bakal dilaksanakan Sabtu, 20 Oktober 2018 di Auditorium H. J. Gadi Djou. Di Kampus I Universitas Flores. Mumpung sekarang saatnya #KamisLima yuk kita cek apa saja sih yang harus dipersiapkan cakal wisudawan dan wisudawati? Apakah membeli permen dua bungkus juga perlu? Perlu sih, kalau kalian memang pecinta permen. Qiqiqiqi. Yang jelas jangan bawa sikat gigi dan mantan pacar.

Baca Juga : 5 Hasil Daur Ulang

Pos ini mungkin tidak akan bermanfaat bagi kalian yang berada di luar Pulau Flores, atau yang kuliah di universitas lain. Karena setiap universitas dan/atau perguruan tinggi punya peraturannya masing-masing. Saya menulis ini, khusus untuk mahasiswa/i Universitas Flores. Yuhuuuu.


Jadi, apa saja sih yang harus dipersiapkan?

Mari kita simak ...

1. Kelengkapan Berkas (Final)

Biasanya akan ada telepon/sms dari KTU Prodi tentang berkas yang belum lengkap. Hayo, bagi kalian yang berkasnya belum lengkap, segera lengkapi.

2. Gladi Bersih 

Gladi bersih wajib diikuti oleh semua calon wisudawan / wisudawati karena bakal ada penomoran kursi peserta. Saya sudah mengikutinya kemarin (Senin s.d. Rabu) di sela-sela kesibukan menjadi panitia Seksi Publikasi dan Dokumentasi Ema Gadi Djou Memorial Cup 2018. Yuhuuuu. Harus pintar bagi waktu dan dilarang keras begadang kalau tak ada perlunyaaaaaa ...

3. Jubah dan Toga

Setelah gladi bersih ada pembagian jubah dan toga. Di Universitas Flores, jubah dan toga dipinjamkan oleh pihak universitas. Jadi, silahkan mengantri saat hari pembagian tiba. Setelah itu, jangan lupa dicuci dulu yaaaa atau di-laundry saja. Ingat, pengembalian jubah dan toga juga ada batas waktunya.


4. Istirahat Yang Cukup

Ini wajib. Tidak perlu begadang kalau game-nya belum tamat. Eh ... hehe. Kenapa harus istirahat yang cukup? Karena prosesi wisuda itu lamanya ampun-ampunan. Kalau tidak cukup istirahat, bisa berabe. Bisa telat bangun. Bisa ketiduran saat prosesi. Bisa juga pingsan :D Sudah banyak kasus wisudawan / wisudawati pingsan. Meskipun panitia menyiapkan tim medis, tapi sebaiknya istirahat lah yang cukup.

5. Foto Studio

Foto studio perlu disiapkan sebelum hari wisuda. Sebelum jubah dan toga dicuci, ajak seluruh teman angkatan dari prodi untuk foto di studio. Karena, kalian akan sulit bisa foto bersama setelah prosesi wisuda selesai. Yang ada malah selfie sana sini bareng dosen, orangtua, pacar ... tercerai-berai satu angkatan itu. Foto studio bakal jadi kenangan paling manis. Ehem.

Mempersiapkan segala sesuatu untuk wisuda memang bikin perasaan deg-degan.


Luar biasa memang persiapan wisuda ini. Itu di luar baju loh hahaha. Anyway, terimakasih Kakak Rikyn Radja, koreografer ngehits NTT, yang sudah menghadiahkan saya gaun wisuda motif Sumba yang cantik *kedip-kedip hepi*. Untungnya Kakak Ully, penjahitnya, tidak lupa menjahit saking ditunda terlalu lamanya wisuda ini. Hehe.



Bagaimana dengan kalian yang sudah diwisuda? Apa saja persiapan yang kalian lakukan? Bagi tahu di komen yuk :)



Cheers.

Cerita Dari Aula Lantai 3 Fakultas Hukum

Di Pantai Ndao - Arah Mbomba - Ende.

Saya tidak perlu bercerita kenapa waktu kuliah saya bergeser sampai lima belas tahun, kemudian. Sebagian orang sudah mengetahuinya, I guess. Saya percaya semua anak di dunia ini akan lebih memilih pengobatan demi kesehatan orangtuanya ketimbang memaksakan diri harus kuliah saat itu juga. Sembilan belas tahun yang lalu saya pernah berkata pada semua Kakak saya ketika ditanya, "Bolehkah tabungan kuliah dipakai untuk pengobatan?" Dan saya menjawab, "Besok lusa saya masih bisa kuliah, Insha Allah bisa membiayainya sendiri."

Done.

Hehe.

Terimakasih ponakan tersayang, cake-nya! Yipie!

Kamis, 16 Agustus 2018, di belakang nama saya yang panjangnya lumayan memusingkan banyak orang itu, sudah boleh diletakkan gelar Sarjana Hukum. Bagi sebagian orang, mungkin ini tidak berarti apa-apa, tapi bagi saya ini adalah pencapaian yang luar biasa dan hasil dari berbagi:

Berbagi waktu.
Berbagi uang.
Berbagi pikiran dan tenaga.


Sembilan belas tahun yang lalu saya bermimpi untuk punya teman seangkatan yang kece-kece hahaha. Mimpi itu dulunya di Surabaya atau Yogyakarta, tapi terwujud tetap di kota kelahiran saya: Ende. Dari sebuah universitas tempat saya bekerja: Universitas Flores.


Wif them.

Yudisium dilaksanakan hari ini di Aula Lantai 3 Fakultas Hukum. Cerita hari ini begitu kocak dan tak akan pernah terlupakan. Ketika kami menunggu lampiran nama-nama peserta yudisium dibacakan (untuk maju menerima surat keterangan dari Prodi Ilmu Hukum), ketika salah satu teman kami terlewatkan dibacakan namanya ha ha ha (Didien!), ketika kata sambutan dari alumnus, ketika saya menyerahkan kenang-kenangan dari Angkatan XXXIX, ketika semua berakhir dengan makan siang - karaoke - dan hepi berjamaah dengan para dosen dan karyawan. Semuanya ... terlalu indah.

Dan ... ketika saya duluan pulang demi untuk berbagi cerita ini ha ha ha. Koplak.




Terima kasih Bapak Ibu dosen Fakultas Hukum beserta karyawan/karyawati yang senantiasa mendukung kami tanpa kenal lelah, semoga ilmu yang kami terima dapat bermanfaat bagi masyarakat. Amin YRA.

Di Bukit Pandang - Kolibari.

Tetap kompak, kawan-kawan Angkatan XXXIX! Kita lanjut malam nanti? Yuuuk mariii. Hihihi. I Love you all to the moon and back.




Cheers.

5 Persiapan Menjadi Mahasiswa (Baru) di Uniflor


Mahasiswa/i semester akhir, khususnya mahasiswa/i Universitas Flores (Uniflor), yang telah selesai mengikuti ujian skripsi boleh bernafas lega. Saat ini mereka sedang mempersiapkan semua berkas untuk pendaftaran yudisium dikarenakan batas akhir pelaksanaan yudisium adalah tanggal 16 Agustus 2018 (CMIWW). Bahkan sebagian besar sudah selesai mendaftar yudisium di program studi masing-masing, tentu dengan melampirkan semua persyaratan yang disyaratkan. Salah satu syarat penting adalah surat keterangan dari prodi: abstrak yang sudah dites tingkat plagiatnya menggunakan software yang standartnya ditetapkan oleh Dikti (tidak lebih dari 50%). Abstrak yang sudah lolos tes plagiarisme ini yang akan diunggah.

Saya dan teman-teman Prodi Ilmu Hukum di Fakultas Hukum justru sedang mempersiapkan kegiatan yudisium yang akan dilaksanakan Insha Allah tanggal 10 Agustus 2018. 



Baca Juga:


Mahasiswa/i aktif mulai merasa bosan karena lamanya waktu liburan sejak akhir puasa, Hari Raya Idul Fitri, sampai sekarang. Mereka masih menunggu calon mahasiswa/i baru selesai mengikuti kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) sebelum tahun akademik baru dimulai. PKKMB di Uniflor akan dimulai sekitar tanggal belasan (kalau tidak salah 13 Agustus 2018) dengan ragam kegiatan yang telah dipersiapkan oleh panitia. Thika Pharmantara mulai uring-uringan karena keseringan ngorok sampai pipinya tembem. Hihihi.


Bagaimana dengan calon mahasiswa/i (baru)? Atau mereka-mereka yang disebut cama-cami (calon mahasiswa-calon mahasiswi)? Setelah mendaftar dan mengikuti ujian masuk Uniflor (Gelombang I dan Gelombang II) mereka wajib mengikuti kegiatan PKKMB untuk memperoleh sertifikat. Sertifikat PKKMB, atau masih disebut Sertifikat Ordik, menjadi salah satu syarat pendaftaran yudisium, kelak. Tanpanya, berkas kalian dianggap tidak lengkap. Jangan dianggap remeh, ya.

Melepas masa SMA dengan memasuki kehidupan kampus menghadirkan euforia tersendiri. Tapi memasuki kehidupan kampus bukan berarti kalian bisa full time senang-senang hahaha. Beberapa prodi membuat jadwal kuliah pagi pukul 07.00. PGSD di FKIP bahkan menerapkan kewajiban mengenakan seragam warna biru dan cokelat. Beberapa dosen punya aturan tersendiri diantaranya mahasiswi wajib mengenakan rok saat perkuliahan berjalan. Menjadi mahasiswa/i tidak sama dengan melepas semua kegiatan saat masih SMA. Justru kegiatan kalian bakal semakin padat merayap: kuliah - UKM - berbagai kegiatan prodi - berbagai lomba antar kampus - dan lain sebagainya.

Selamat datang di dunia mahasiswa/i Uniflor.

Jadi, apa yang perlu dipersiapkan oleh calon mahasiswa/i (baru) di Uniflor? Berdasarkan pengalaman banyak orang, ini dia rangkuman saya tentang 5 (lima) persiapan menjadi mahasiswa (baru) di Uniflor.



1. Siap Untuk Mengenal Lebih Banyak Orang

Uniflor adalah universitas pertama di Pulau Flores yang kini berusia 38 tahun. Seumuran ini, sudah banyak Sarjana yang ditetaskan. Nah, siapa saja kah yang mengenyam pendidikan di Uniflor?

Yang pertama:
Lulusan SMA/sederajat dari berbagai kabupaten baik kabupaten yang ada di Pulau Flores maupun yang di luar Pulau Flores. Bahkan banyak mahasiswa yang berasal dari Pulau Sumba, Pulau Timor, bahkan Papua.

Yang Kedua:
Bapak / Ibu / Kakak-Kakak pegawai kantoran, baik itu ASN, militer, maupun swasta. 

Karyawan/karyawati Uniflor mengikuti Upacara Senin.

Di Uniflor kalian akan berhadapan dengan ribuan orang (mahasiswa/i, dosen, karyawan, sekuriti, cleaning service, dan tetangga sekitar kampus) dengan karakter mereka masing-masing. Apabila saat SMA rata-rata teman kalian berasal dari suku dan/atau kabupaten yang sama, maka saat kuliah teman kalian akan datang dari banyak suku dan/atau kabupaten. Sama halnya dengan dosen, karyawan, sekuriti, cleaning service, hingga tetangga sekitar kampus seperti kios dan warung makan.

Siap mengenal lebih banyak orang salah satunya adalah singkirkan sifat kalian yang dulunya suka bikin meme soal dialek dan/atau cara hidup teman dari kabupaten sebelah. Lebih baik menghindarinya ketimbang nanti kena jotos karena yang bersangkutan merasa dihina (meskipun maksud kalian sekadar buat lucu-lucuan).

2. Siap Untuk Selalu Rapi

Di Uniflor kalian harus mentaati peraturannya yaitu wajib mengenakan baju berkerah (kalau kaos harus kaos berkerah) dan wajib bersepatu. Kalau soal celana atau rok, mana-mana saja alias bebas. Kecuali aturan beberapa dosen yang mewajibkan mahasiswi mengenakan rok saat perkuliahan. Jangan sampai kalian ditahan oleh sekuriti di gerbang hanya karena mengenakan kaos oblong dan sandal. Semahal apapun harga sandal kalian, tidak akan mampu bersaing dengan sepatu seharga seratusan ribu. 

3. Siap Untuk Menghadapi Sistem KRS Online

Kalau kalian berasal dari daerah yang jarang menggunakan komputer, maka di Uniflor kalian harus siap berhubungan dengan komputer karena KRS dijadwalkan menggunakan sistem online. Setiap prodi menyiapkan komputer untuk kebutuhan yang satu ini. FKIP merupakan fakultas dengan komputer untuk KRS online terbanyak. Sama halnya juga pada saat kalian hendak memeriksa hasil studi atau KHS, silahkan gunakan komputer yang sama. Tapi karena namanya online, maka untuk menjadwal KRS atau sekadar mengecek KHS, kalian juga bisa menggunakan gadget (terlebih jika tidak ingin mengantri). Silahkan akses http://uniflor.ac.id. Username dan password dapat diminta di prodi masing-masing.

Diskusi a la anak Teknik.

Selain itu, di Uniflor, pada semester awal selalu ada mata kuliah komputer (Aplikasi I dan Aplikasi II). Perkuliahannya dilaksanakan di Laboratorium Komputer; tersedia 4 (empat) kelas yang full-ac, LCD, serta masing-masing kelas disediakan sekitar 40 (empat puluh)-an perangkat komputer.

Jangan dianggap remeh ya, Sertifikat Komputer ini merupakan salah satu syarat untuk mendaftar yudisium. 

4. Siap Untuk Menikmati Beragam Fasilitas

A-ha! Kuliah di Uniflor sama dengan siap menikmati beragam fasilitas yang disediakan. Ragam fasilitas tersebut adalah:

Yang Pertama:
Fasilitas tenaga pengajar/dosen yang semuanya Magister dan Doktor.

Yang Kedua:
Fasilitas ruang kelas yang moderen di mana tersedia puluhan kelas untuk ruang kuliah dan setiap kelas tersedia komputer + LCD.

Yang Ketiga:
Fasilitas pembayaran biaya kuliah dengan unit 2 (dua) bank yang terletak di dalam kampus yaitu Bank NTT dan BNI. Jadi kalian tidak perlu lelah pergi ke kantor pusatnya. Selain itu, di Kampus I tersedia ATM-Center untuk Bank NTT, BNI, dan BRI.

Yang Keempat:
Fasilitas untuk KRS Online.

Yang Kelima:
Beasiswa yang dapat diperoleh dengan memenuhi persyaratan yang ditentukan.

Yang Keenam:
Klinik gratis bagi mahasiswa/i Uniflor dengan dokter Lily Londa dan petugas medis (bidan dan perawat) yang mumpuni.

Yang Ketujuh:
Fasilitas perpustakaan. Perpustakaan utama terletak di Kampus I berdekatan dengan Auditorium H. J. Gadi Djou. Sedangkan setiap fakultas dan prodi mempunya perpustakaannya masing-masing. Buku bukan menjadi masalah karena lengkap! Tinggal mahasiswa/i-nya saja yang kudu rajin. Apalagi di perpustakaan sudah ada sistem komputer jadi tinggal mengetik judul bukunya saja.

Yang Kedelapan:
Fasilitas UKM. UKM ini banyak sekali, silahkan dipilih oleh mahasiswa/i masing-masing. UKM di bidang olahraga (voli, futsal, sepakbola, kempo), UKM choir (Eos Magneta) yang untuk menjadi anggotanya wajib mengikuti sejumlah tes, UKM Mapala yang bernama Flopala, UKM Resimen Mahasiswa (Menwa), dan lain sebagainya. Dulu ada UKM Marching Band tetapi untuk sementara dihentikan. 

Yang Kesembilan:
Free Wi-fi area. Bahkan di beberapa fakultas menyediakan free wi-fi untuk mahasiswa/i-nya selain secara umum titik free wi-fi yang tersebar di Kampus I, Kampus II, dan Kampus III.

Yang Kesepuluh:
Kantin dengan menu terrrr-oke dan murah meriah.

Yang Kesebelas:
Arena olah raga yang sesuai standart seperti lapangan futsal dan lapangan voli. Dulunya arena bulu tangkis terdapat di dalam Auditorium H. J. Gadi Djou, tetapi setelah direnovasi belum dibuat lagi arena untuk bulu tangkis ini.

Yang Keduabelas:
Percetakan dan tempat fokopi Uniflor yang terletak di Kampus I. Kalian tidak perlu kuatir jika ingin fotokopi atau ingin menjilid skripsi.

Yang ke ... aaaah banyak sekali fasilitasnya! Kalian tidak perlu bingung lah kalau kuliah di Uniflor bakal dapat segitu banyaknya fasilitas hahaha. Ini belum lagi fasilitas milik kampus seperti soundsystem; jika kalian ingin bikin acara di aula (setiap fakultas punya aulanya masing-masing), silahkan bersurat, dan pihak teknisi untuk soundsystem akan memasang perangkat soundsystem untuk mendukung kegiatan kalian. Atau ... kalian diwajibkan untuk mengikuti sejumlah kuliah umum/kuliah tamu.

5. Siap Mengembangkan Bakat

Setiap mahasiswa diberikan kesempatan untuk mengembangkan bakat mereka. Paling umum adalah bakat memimpin. Dengan mengikuti ajang pemilihan ketua BEM baik itu BEM tingkat fakultas maupun BEM tingkat universitas, kalian akan menempa diri kalian menjadi pemimpin kelak. Selain itu bakat-bakat yang lain tidak diabaikan; oleh karena itu UKM disediakan bagi mahasiswa. Jenis UKM sudah saya tulis di atas. Salah satunya yaitu Eos Magneta Choir itu selalu tampil saat perhelatan wisuda. Ada pula mahasiswa yang sering didaulat menjadi MC saat kegiatan-kegiatan kampus. 

Universitas Flores, Mediator Budaya.

Memilih menjadi mahasiswa/i di Uniflor bagi kaum muda termasuk pilihan tepat, apalagi jika fakultas yang dicari adalah Fakultas Hukum, Fakultas Teknik, Fakultas Pertanian, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Fakultas Ekonomi, Fakultas Bahasa dan Sastra, serta Fakultas Teknologi Informasi. 

Menjadi mahasiswa/i Uniflor sama juga dengan menjadi mahasiswa/i di universitas lain di Pulau Timor, Pulau Bali, Pulau Sulawesi, Pulau Kalimantan, Pulau Sumatera, Papua, maupun Pulau Jawa. Bedanya, kalau kalian anak NTT dan termasuk anak kos, jika kehabisan stok makanan bisa minta dikirimkan sama orangtua hehehe. Yang dari Pulau Sumba maupun Pulau Timor, pengiriman menggunakan kapal feri hanya belasan jam saja. Yang dari luar kota pengiriman bahan makanan hanya beberapa jam saja. Pengiriman uang? Ada ATM-Center di Kampus I. Urusan makan ini juga tidak sulit karena ada Warung Damai yang terkenal sebagai warung nomor wahid di area kampus dengan harga bersahabat sama kantong mahasiswa. Mau masak sendiri? Tidak perlu jauh-jauh ke pasar karena di sekitar kampus terdapat lapak-lapak mini yang menjual ragam sayur dan kebutuhan dapur. 

Jadi, itu dia 5 (lima) persiapan menjadi mahasiswa/i (baru) di Uniflor. Siap untuk mengenal lebih banyak orang (ribuan), siap untuk selalu rapi, siap untuk mengenal KRS Online, siap menerima ragam fasilitas, dan siap untuk mengembangkan bakat kalian. Tantangan menjadi mahasiswa memang cukup berat, tapi barang siapa yang mampu menghadapinya, dia akan tahu bahwa hasil tidak pernah mengkhianati usaha.

Selamat menjadi mahasiswa/i UNIFLOR.
Bagi kalian yang telah lolos ujian dan mengikuti PKKMB.



Cheers.