Pemateri Blog


Sudah baca pos tentang Menyiapkan Materi? Kalau sudah baca, kalian pasti tahu bahwa Sabtu 4 Mei 2019 kemarin saya diundang oleh Fakultas Teknologi Informasi (FTI) Universitas Flores (Uniflor) untuk menjadi pemateri bertema blog. Materi ini disampaikan dalam kegiatan Pelatihan "Menyiapkan Media Pembelajaran Berbasis Digital" yang diselenggarakan oleh Program Studi Pendidikan Sejarah dan Program Studi Pendidikan Fisika dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Uniflor bekerjasama dengan FTI. Boleh dibilang pos ini adalah pembuktian dari pos yang itu. Hehe. Zaman sekarang segala sesuatunya butuh bukti/data, kalau tidak ada bukti/data, bisa disangka hoaks.

Baca Juga: Menyiapkan Materi

Menjadi pemateri tentang blog di hadapan peserta yang rata-rata masih belia seperti saya *dinosaurus ngambek, haha* mengingatkan saya pada kegiatan-kegiatan serupa. Antara lain: Workshop Blog SMUN 1 Ende yang merupakan pelatihan blog kedua karena sebelumnya di Kota Maumere saat launching Komunitas Blogger NTT, Pelatihan Blog, Nobar & Diskusi oleh Komunitas Blogger NTT dan Akademi Merdeka Ende, Kembali ke Fitrah Kembali ke Blogsphere yang banyak bercerita tentang kegiatan-kegiatan selama ini, Documenting Your Journey bersama Flores Pecinta Alam, Pelatihan Internet, Blog, SocMed, Untuk LSM dan Petani bekerjasama dengan LSM Veco dan Mas Antonemus dari Bali Blogger, Sarasehan di SMPN Satap Koawena bekerjasama dengan FTI Uniflor, #EndeBisa Menggebrak SMKN 1 Ende yang merupakan kerjasama banyak pihak, Kode Etik Online dan Sosialisasi Blog, dan lain sebagainya yang tidak bisa saya tulis semuanya di sini.

Semua kegiatan itu menambah pengalaman, tentu saja, dan membikin saya harus bisa mengendalikan diri antara berbicara di depan peserta yang rata-rata anak muda, atau di depan peserta yang didominasi orang tua.


Sabtu pagi pukul 08.00 Wita saya sudah tiba di Aula Lantai III FTI. Sekalian meliput kegiatan pembukaannya. Sedangkan jatah saya menyampaikan materi adalah pukul 14.00 Wita. Lama sekali menunggunya. Memang! Tapi saya sudah niat untuk ikut mengikuti kegiatan ini dari awal, tidak pulang ke rumah untuk melanjutkan tidur sebelum kembali lagi ke lokasi kegiatan, sekalian menambah ilmu. Banyak ilmu baru yang saya dapatkan dari para pemateri. Portal Dosen dan Mahasiswa oleh Ferdinandus Lidang Witi, S.E., M.Kom. E-mail (Gmail) dan Youtube oleh Maria Adelvin Londa, S.Kom, M.T. Google Classroom oleh Kristina Sara, S.Kom., M.Pd., Kristianus Jago Tuteh. S.Kom., M.Pd., dan Anastasia Mude, S.Kom., M.Kom. Blog oleh P.D. Indriastuty Pharmantara, S.H., dan Vlog oleh Ihsan Dato, S.Sos. Sayangnya saya harus lebih dulu pulang karena harus menghadiri acara lain yaitu Lomba SUC Endenesia, jadi tidak sempat mengikuti materi terakhir dari Om Ihsan tentang vlog.

Antusiasme


Peserta yang terdiri dari mahasiswa Prodi Pendidikan Sejarah dan Prodi Pendidikan Fisika ternyata masih semangat walaupun materi blog baru dimulai pukul 14.00 Wita usai makan siang. Awalnya saya pikir mereka bakal ribut sendiri mengobrol karena bosan dan kangen pacar, atau ada yang tertidur karena perut sudah kenyang dan dilanda kantuk akibat ulah karbohidrat. Tapi tidak. Mereka dengan tertib menyimak materi yang saya sampaikan, bahkan ada yang merekam karena mungkin ingin belajar sendiri nanti di rumah, sekaligus mempraktekannya! Untuk praktek ini peserta dibantu oleh beberapa mahasiswa FTI yang memang sudah punya blog. Asyik sekali.


Materi yang saya sampaikan bermula dari mengenal blog, membikin blog, mengenal dashboard, dan jenis-jenis konten yang saya ambil dari blog Mak Bowgel si Evvafebri. Beberapa materi memang sama dengan materi dari Kelas Blogging NTT dan Kelas Blogging Online. Karena kan materi yang dipelajari adalah materi yang sama. Ibarat Matematika, tidak mungkin di lokasi A saya bilang 1+1=2 sedangkan di lokasi B saya bilang 1+1=9. Mengenal blog, misalnya, saya mulai dengan deskripsi blog, blog ber-niche dan gado-gado, sampai blog gratisan dan berbayar. Sedangkan setelah membikin blog, saya memperkenalkan dashboard pada mereka serta panel-panelnya.


Di akhir kegiatan saya meminta peserta yang telah berhasil membikin blog untuk mengirimkan tautan blog mereka ke nomor WA. Tidak semua peserta langsung punya blog pada hari itu juga, karena tidak semua peserta punya laptop. Tapi saya menyarankan mereka membikinnya menggunakan Android, karena toh sama saja meskipun mata bakal lebih teraniaya kalau bikin blog pakai Android.

Kelas Blogging Tuteh


Karena masih harus bersiap-siap untuk menjuri Lomba Stand Up Comedy Endenesia, saya terpaksa pulang duluan. Setiba di rumah, saya menerima begitu banyak pesan WA dari peserta yang telah sukses membikin blog. Sebagai mentor, saya senang sekali. Atas dasar keinginan agar mereka kelak dapat mengelola blog dengan baik, dapat menulis konten terutama konten lokal, dan lain sebagainya, saya menyarankan untuk membikin WAG. Gayung bersambut. Maka saya membikin WAG bernama Kelas Blogging Tuteh. Karena apa? Karena ini bukan Kelas Blogging NTT dan Kelas Blogging Online yang ada Om Bisot dan Kanaz di dalamnya. Jadi tak apa lah pakai nama itu, sekalian sombong ha ha ha.

Karena di rumah kami ada Wi-Fi, saya juga menawarkan kepada para peserta nanti kelas luring (di luar WAG) bisa langsung di rumah saya saja ketimbang pusing memikirkan koneksi. Mereka setuju. Tentu, untuk urusan ini saya dibantu oleh Natalia Mudamakin, mahasiswa FTI yang rumahnya dekat banget sama rumah saya. Nanti saya bakal pos tentang blog-blog para peserta Kelas Blogging Tuteh. Siapa tahu bisa menjalin lebih banyak pertemanan.

Oh ya, salah satu peserta ternyata masih satu WAG dengan saya di Grup Pekerja Teks Komersial. Saya menyarankannya untuk mempublikasikan pula puisi-puisinya di blog. Why not? Saya sendiri kan juga pernah punya blog khusus puisi. Bukan pernah dink, tapi masih ada sampai sekarang, hanya saja sudah tidak pernah di-update.


Pribadi, saya sangat senang dengan kegiatan tersebut karena seperti kata Dekan FKIP Drs. Yosef Tomi Roe, M.A., kegiatan ini memberi nilai tambah kepada mahasiswa FKIP. Sehingga mereka tidak saja belajar ilmu akademik yang berhubungan dengan program studi mereka saja tapi juga hal-hal yang berkaitan dengan IT. Kenapa? Karena ketika terjun ke masyarakat, mahasiswa pun dituntut untuk tahu tentang dunia IT (yang berhubungan dengan komputer), di mana pun mereka bekerja baik di sekolah, kantor desa, maupun LSM.

Semoga apa yang saya sampaikan itu bermanfaat untuk semua peserta. Amin.



Cheers.

Uniflor Goes to School


Menjadi anggota Tim Promosi Universitas Flores (Uniflor) bukan sesuatu yang baru bagi saya dan dinosaurus. Selain mempromosikan Uniflor melalui tim khusus yang dibentuk setiap awal tahun dimana pada tahun 2015 saya ditugaskan mempromosikan Uniflor ke Pulau Sumba, tugas utama saya memang untuk mempublikasikan semua kegiatan Uniflor kepala khalayak karena saya bertugas di UPT Publikasi dan Humas Uniflor misalnya melalui koran lokal melalui rubrik kerja sama, saya juga menjadi admin dari beberapa akun media sosial, dan bersama Kakak Rossa Budiarti kami menjadi penulis berita di website Uniflor. Pekerjaan mempublikasikan sesuatu memang sudah mendarah-daging dan sulit dipisahkan. Haha.

Baca Juga: Mamatua Project

Surat tugas dan SK sudah dikeluarkan dengan jangka waktu tugas 31 Januari 2019 s.d. 20 Februari 2019. Jangan dipikir itu waktu yang lama karena melihat daftar sekolah, misalnya yang di Kabupaten Ende saja, sudah membikin nafas ngos-ngosan. Lebay but almost true haha. Sabtu kemarin, untuk mengisi kekosongan kegiatan meskipun aslinya daftar recana di T-Journal lumayan padat, usai kegatan Millenial Road Safety di Jalan El Tari, saya memutuskan untuk mengantar surat ke beberapa sekolah. Lumayan jika bisa memasuki dua tiga sekolah. Pak Yance, Ketua Panitia Tim Promosi Uniflor 2019, lantas menyarankan saya dan beberapa teman yang ikut untuk memakai bis Tim Promosi Uniflor saja. Kebetulan bis tersebut baru saja memasuki area kampus saat kami berdiskusi di kantin Kampus III. Wah! Boleh tuh! Perdana! Karena kan bis tersebut digunakan hari ini, Senin 4 Februari 2019, untuk mengantar Tim Promosi Uniflor ke kabupaten lain (arah Barat).

Pak Yance, saya, Ibu Neneng, Ibu Happy, Ibu Shinta.

Ngomong-ngomong, eh, nulis-nulis, penampakan bis ini mirip motorhome ya. Duh, seru sekali membayangkan bis itu beneran motorhome.


Sabtu memang cenderung identik dengan sekolah yang jauh lebih santai. Manapula beberapa sekolah menerapkan lima hari sekolah. Tapi lumayanlah kami masih sempat bertemu beberapa guru dan menyampaikan maksud kunjungan. Rata-rata murid kelas 3 SMA sedang sangat pada kegiatan menjelang UN. Beruntung kami diberi kesempatan untuk mempromosikan Uniflor, bukan pada hari itu juga, melalui janji.