5 Alasan Kalian Harus Melakukan Flores Overland Sekarang


5 Alasan Kalian Harus Melakukan Flores Overland Sekarang. Menulis Flores overland, jadi ingat sama blog bahasa Inggris saya yang satu itu. Haha. Tidak punya modal bahasa Inggris yang cukup, nekat membikin blog bahasa Inggris, jadinya keteteran. Mau terus-terusan meminta bantuan Cahyadi mengoreksi, malu hati, karena dia juga sibuk sama pekerjaannya sebagai guide. Nantilah baru saya jenguk lagi si blog bahasa Inggris yang satu itu (gas atau rem). Sekarang, saatnya saya membocorkan rahasia kenapa kalian harus melakukan Flores overland, sekarang. Kenapa sekarang? Seperti kata orang-orang: kalau bukan sekarang, kapan lagi? Haha.

Baca Juga: 5 Perilaku Sederhana Untuk Mengurangi Sampah Plastik

Flores overland, arti sederhananya adalah kita mengarungi Pulau Flores dari ujung Barat ke ujung Timur, ataupun sebaliknya. Mengarungi pulau yang juga dikenal dengan nama Nusa Bunga ini tidak bisa dilakukan menggunakan pesawat, meskipun ada, namun tidak bisa runut menyisirnya. Masa iya dari Labuan Bajo ke Ende, terus kembali lagi ke Kota Ruteng (arah Barat) yang bertetangga dengan Kota Labuan Bajo? Satu-satunya cara mengarungi Pulau Flores, runut dari ujung ke ujung, adalah menggunakan transportasi darat seperti kendaraan roda dua dan kendaraan roda empat. Sepeda, termasuk kendaraan roda dua, tidak saya sarankan. Tapi kalau kalian mau mencoba mengarungi Pulau Flores menggunakan sepeda, ya silahkan. Siapkan minyak urat sebanyak-banyaknya. Hehe *dikeplak dinosaurus*.

Bagaimana dengan lima alasan yang saya tulis di judul?

Marilah kita cek satu per satu ...

1. Transportasi Masuk ke Pulau Flores yang Mudah


Pada zaman dahulu, transportasi masuk dan keluar Pulau Flores tidak semudah zaman sekarang. Saya ingat pesawatnya waktu itu yang masuk-keluar Kota Ende hanya milik maskapai Merpati Nusantara Airlines, itupun jenis pesawatnya Casa. Coba kalian crosscheck di Google foto pesawat Merpati Casa C-212. Baling-baling dua. Untung bukan baling-baling bambu. Hehe. Saya pernah merasakan Casa C-212 dari Kota Ende ke Kota Bima, berganti pesawat Foker 27 ke Kota Denpasar, lantas naik Boeing 737-200 milik Bouraq Indonesia Airlines ke Kota Surabaya (penerbangan malam hari). Saat ini, meskipun banyak penumpang pesawat mengeluh karena bagasinya tidak bisa banyak-banyak, tapi transportasi udara masuk ke Pulau Flores jauh lebih rajin.

Pada zaman dahulu, perjalanan menggunakan kapal laut pun jangan ditanya. Perjalanan di laut bisa memakan waktu hingga enam hari karena kapal milik P.T. Pelni seperti KM. Kelimutu punya jadwal mampir di banyak pelabuhan (hitung saja dari Kota Ende ke Kota Surabaya). Bayangkan saja betapa bosannya penumpang yang berangkat dari Papua menuju Surabaya! Tapi sekarang, transportasi laut menjadi lebih mudah. Terutama di Kabupaten Ende, sejak Pelabuhan Ippi diperbarui dan ditambah dermaganya. Pun Pelabuhan Bung Karno yang mengalami nasib serupa: diperbaiki, diperbarui, ditambah armada kapalnya, dan tentu saja memudahkan kebutuhan transportasi masyarakat yang hendak keluar maupun masuk Kabupaten Ende dan sekitarnya.

Bila kalian memilih untuk melakukan Flores overland dengan titik mula Kota Labuan Bajo sebagai kota wisata paling ujung Barat dari Pulau Flores, maka kalian bisa menyewa sepeda motor maupun mobil (travel) untuk mengarungi Pulau Flores hingga ke ujung Timur. Tanjung Bunga di Kabupaten Flores Timur. Demikian pula sebaliknya.

2. Transportasi Lokal yang Mudah


Ini tidak kalah penting. Transportasi lokal harus dipikirkan baik-baik oleh para traveler karena berkaitan dengan mobilitas mereka dari satu tempat ke tempat lain. Selain banyaknya jasa penyewaan mobil maupun mobil travel (tapi kalian akan ditemani oleh supirnya), bagi yang mabuk darat tapi punya kemampuan mengendarai sepeda motor, boleh menyewa sepeda motor. Harga cukup bersahabat, menurut pendapat pribadi saya, dan beberapa penyewaan mempunya cabang di kota-kota lain sehingga memudahkan kalian ketika ingin mengembalikan kendaraan sewaan tersebut.

3. Jalanan Yang Mulus


Uh wow sekali saat menulis jalanan yang mulus. Pengalaman saya mengarungi Pulau Flores baik ke Barat maupun ke Timur, jalanan sudah banyak yang diperbaiki. Selain diperbaiki, masing-masing pemerintah daerah juga memutuskan untuk melebarkan badan jalan. Sumpah, saya bahagia melihat kelokan-kelokan maut itu kemudian diperlebar badan jalannya. Jalan yang mulus dan lebar tentu sangat menolong para pejalan, memuluskan perjalanan mereka, menekan angka kecelakaan. Kalian pasti tahu, lubang sekecil apapun apabila pengemudi tidak awas, bisa terjadi kecelakaan fatal. Saya sendiri sering mengingatkan diri untuk tidak terlalu ngegas, soalnya jalanan mulus bisa bikin kalap.

4. Lokasi Cantik Sepanjang Jalan


Jelaaaas. Kalian bisa berhenti berkali-kali hanya untuk sekadar memotret panorama dan/atau pemandangan alamnya. Jangankan saat melakukan Flores overland, saat saya hanya melakukan perjalanan dari Kota Ende ke Kota Boawae, misalnya, bisa berhenti berkali-kali hanya untuk mengabadikan pemandangan indah Pulau Flores. Pantai-pantai dari ketinggian, perbukitan, aktivitas penduduk. Rugi rasanya jika mengabaikan semua itu. Melakukan Flores overland ibarat mengeksplor satu pulau tapi menawarkan miliaran kesenangan.

5. Relasi Lokal


Adalah sangat menguntungkan apabila kalian punya relasi orang lokal. Kenalan, teman, atau kekasih? Terserah. Haha. Yang jelas, sepengetahuan saya, Orang Flores adalah orang-orang yang terbuka. Internet dan pertemanan melalui internet (Facebook, Twitter, blog, kenalan lewat WA). Semakin ke sini, kalian bisa menjalin semakin banyak pertemanan dengan orang-orang lokal di Pulau Flores. Percayalah, Orang Flores itu ramah-ramah.


Sejujurnya, sebagai Orang Flores, Orang Ende, saya sendiri juga ingin bisa melakukan Flores overland, utuh. Awal tahun 2019 saya memang melakukan Flores overland, tapi alasannya adalah dikarenakan pekerjaan mempromosikan kampus. Itu pun tidak semua wilayah di Pulau Flores. Saya kebagian jatah Kabupaten Nagekeo terus ke arah Timur hingga Kabupaten Flores Timur. Tentu saya melewatkan kesempatan ke Kabupaten Manggarai Timur, Kabupaten Manggarai, dan Kabupaten Manggarai Barat. Semoga tahun 2020 kesempatan untuk pergi ke tiga kabupaten itu dapat terwujud.

Baca Juga: 5 Catatan Penting Saat Saya Berkunjung ke Air Panas Soa

Bagaimana? Tertarik kan? Ayolah main-main ke Pulau Flores dan ber-Flores overland! Kalian akan merasakan sensasi yang supa amazing, dan bakal bikin kalian pengen kembali ke pulau cantik ini. Seperti kata anak-anak zaman sekarang: bukan kaleng-kaleng. Haha.

Ditunggu!

#KamisLima



Cheers.

5 Alasan Kalian Harus Melakukan Flores Overland Sekarang


5 Alasan Kalian Harus Melakukan Flores Overland Sekarang. Menulis Flores overland, jadi ingat sama blog bahasa Inggris saya yang satu itu. Haha. Tidak punya modal bahasa Inggris yang cukup, nekat membikin blog bahasa Inggris, jadinya keteteran. Mau terus-terusan meminta bantuan Cahyadi mengoreksi, malu hati, karena dia juga sibuk sama pekerjaannya sebagai guide. Nantilah baru saya jenguk lagi si blog bahasa Inggris yang satu itu (gas atau rem). Sekarang, saatnya saya membocorkan rahasia kenapa kalian harus melakukan Flores overland, sekarang. Kenapa sekarang? Seperti kata orang-orang: kalau bukan sekarang, kapan lagi? Haha.

Baca Juga: 5 Perilaku Sederhana Untuk Mengurangi Sampah Plastik

Flores overland, arti sederhananya adalah kita mengarungi Pulau Flores dari ujung Barat ke ujung Timur, ataupun sebaliknya. Mengarungi pulau yang juga dikenal dengan nama Nusa Bunga ini tidak bisa dilakukan menggunakan pesawat, meskipun ada, namun tidak bisa runut menyisirnya. Masa iya dari Labuan Bajo ke Ende, terus kembali lagi ke Kota Ruteng (arah Barat) yang bertetangga dengan Kota Labuan Bajo? Satu-satunya cara mengarungi Pulau Flores, runut dari ujung ke ujung, adalah menggunakan transportasi darat seperti kendaraan roda dua dan kendaraan roda empat. Sepeda, termasuk kendaraan roda dua, tidak saya sarankan. Tapi kalau kalian mau mencoba mengarungi Pulau Flores menggunakan sepeda, ya silahkan. Siapkan minyak urat sebanyak-banyaknya. Hehe *dikeplak dinosaurus*.

Bagaimana dengan lima alasan yang saya tulis di judul?

Marilah kita cek satu per satu ...

1. Transportasi Masuk ke Pulau Flores yang Mudah


Pada zaman dahulu, transportasi masuk dan keluar Pulau Flores tidak semudah zaman sekarang. Saya ingat pesawatnya waktu itu yang masuk-keluar Kota Ende hanya milik maskapai Merpati Nusantara Airlines, itupun jenis pesawatnya Casa. Coba kalian crosscheck di Google foto pesawat Merpati Casa C-212. Baling-baling dua. Untung bukan baling-baling bambu. Hehe. Saya pernah merasakan Casa C-212 dari Kota Ende ke Kota Bima, berganti pesawat Foker 27 ke Kota Denpasar, lantas naik Boeing 737-200 milik Bouraq Indonesia Airlines ke Kota Surabaya (penerbangan malam hari). Saat ini, meskipun banyak penumpang pesawat mengeluh karena bagasinya tidak bisa banyak-banyak, tapi transportasi udara masuk ke Pulau Flores jauh lebih rajin.

Pada zaman dahulu, perjalanan menggunakan kapal laut pun jangan ditanya. Perjalanan di laut bisa memakan waktu hingga enam hari karena kapal milik P.T. Pelni seperti KM. Kelimutu punya jadwal mampir di banyak pelabuhan (hitung saja dari Kota Ende ke Kota Surabaya). Bayangkan saja betapa bosannya penumpang yang berangkat dari Papua menuju Surabaya! Tapi sekarang, transportasi laut menjadi lebih mudah. Terutama di Kabupaten Ende, sejak Pelabuhan Ippi diperbarui dan ditambah dermaganya. Pun Pelabuhan Bung Karno yang mengalami nasib serupa: diperbaiki, diperbarui, ditambah armada kapalnya, dan tentu saja memudahkan kebutuhan transportasi masyarakat yang hendak keluar maupun masuk Kabupaten Ende dan sekitarnya.

Bila kalian memilih untuk melakukan Flores overland dengan titik mula Kota Labuan Bajo sebagai kota wisata paling ujung Barat dari Pulau Flores, maka kalian bisa menyewa sepeda motor maupun mobil (travel) untuk mengarungi Pulau Flores hingga ke ujung Timur. Tanjung Bunga di Kabupaten Flores Timur. Demikian pula sebaliknya.

2. Transportasi Lokal yang Mudah


Ini tidak kalah penting. Transportasi lokal harus dipikirkan baik-baik oleh para traveler karena berkaitan dengan mobilitas mereka dari satu tempat ke tempat lain. Selain banyaknya jasa penyewaan mobil maupun mobil travel (tapi kalian akan ditemani oleh supirnya), bagi yang mabuk darat tapi punya kemampuan mengendarai sepeda motor, boleh menyewa sepeda motor. Harga cukup bersahabat, menurut pendapat pribadi saya, dan beberapa penyewaan mempunya cabang di kota-kota lain sehingga memudahkan kalian ketika ingin mengembalikan kendaraan sewaan tersebut.

3. Jalanan Yang Mulus


Uh wow sekali saat menulis jalanan yang mulus. Pengalaman saya mengarungi Pulau Flores baik ke Barat maupun ke Timur, jalanan sudah banyak yang diperbaiki. Selain diperbaiki, masing-masing pemerintah daerah juga memutuskan untuk melebarkan badan jalan. Sumpah, saya bahagia melihat kelokan-kelokan maut itu kemudian diperlebar badan jalannya. Jalan yang mulus dan lebar tentu sangat menolong para pejalan, memuluskan perjalanan mereka, menekan angka kecelakaan. Kalian pasti tahu, lubang sekecil apapun apabila pengemudi tidak awas, bisa terjadi kecelakaan fatal. Saya sendiri sering mengingatkan diri untuk tidak terlalu ngegas, soalnya jalanan mulus bisa bikin kalap.

4. Lokasi Cantik Sepanjang Jalan


Jelaaaas. Kalian bisa berhenti berkali-kali hanya untuk sekadar memotret panorama dan/atau pemandangan alamnya. Jangankan saat melakukan Flores overland, saat saya hanya melakukan perjalanan dari Kota Ende ke Kota Boawae, misalnya, bisa berhenti berkali-kali hanya untuk mengabadikan pemandangan indah Pulau Flores. Pantai-pantai dari ketinggian, perbukitan, aktivitas penduduk. Rugi rasanya jika mengabaikan semua itu. Melakukan Flores overland ibarat mengeksplor satu pulau tapi menawarkan miliaran kesenangan.

5. Relasi Lokal


Adalah sangat menguntungkan apabila kalian punya relasi orang lokal. Kenalan, teman, atau kekasih? Terserah. Haha. Yang jelas, sepengetahuan saya, Orang Flores adalah orang-orang yang terbuka. Internet dan pertemanan melalui internet (Facebook, Twitter, blog, kenalan lewat WA). Semakin ke sini, kalian bisa menjalin semakin banyak pertemanan dengan orang-orang lokal di Pulau Flores. Percayalah, Orang Flores itu ramah-ramah.


Sejujurnya, sebagai Orang Flores, Orang Ende, saya sendiri juga ingin bisa melakukan Flores overland, utuh. Awal tahun 2019 saya memang melakukan Flores overland, tapi alasannya adalah dikarenakan pekerjaan mempromosikan kampus. Itu pun tidak semua wilayah di Pulau Flores. Saya kebagian jatah Kabupaten Nagekeo terus ke arah Timur hingga Kabupaten Flores Timur. Tentu saya melewatkan kesempatan ke Kabupaten Manggarai Timur, Kabupaten Manggarai, dan Kabupaten Manggarai Barat. Semoga tahun 2020 kesempatan untuk pergi ke tiga kabupaten itu dapat terwujud.

Baca Juga: 5 Catatan Penting Saat Saya Berkunjung ke Air Panas Soa

Bagaimana? Tertarik kan? Ayolah main-main ke Pulau Flores dan ber-Flores overland! Kalian akan merasakan sensasi yang supa amazing, dan bakal bikin kalian pengen kembali ke pulau cantik ini. Seperti kata anak-anak zaman sekarang: bukan kaleng-kaleng. Haha.

Ditunggu!

#KamisLima



Cheers.

Bergeliat Bersama Exotic NTT Community: Travel Explore Share


Bergeliat Bersama Exotic NTT Community: Travel Explore Share. Sudah sering saya tulis, emoh alias berhenti untuk bergabung sama komunitas manapun juga. Saatnya solo karir. Komunitas terakhir yang saya ikuti, termasuk founder, adalah Stand Up Comedy Endenesia. Ternyata jiwa saya memang belum bisa sepenuhnya terurai dari komunitas. Terus, kapan membina komunitas bernama rumah tangga, Teh? Ketika diajak untuk membentuk komunitas baru, saya fine-fine saja, bahkan sangat antusias. Ya, selama tujuan komunitas itu baik, dan rata-rata semua komunitas bertujuan baik, kenapa tidak? Hari ini saya mau bercerita tentang komunitas baru yang satu ini. Namanya Exotic NTT Community. Jargonnya: Travel. Explore. Share.

Baca Juga: Bertemu Banyak Kejutan Manis di Kecamatan Boawae

Mungkin ada yang bertanya-tanya mengapa saya mau bergabung bersama komunitas dengan fokus pada wisata? Bukannya saya sendiri sudah punya blog niche traveling/wisata? Kalian kepo kan? Marilah dibaca. Karena membaca adalah makanan intelektualitas. Ha ha ha ha *ditabok dinosaurus*.

House of Creative People


Suatu malam saya dihubungi David Mozzar. Konon David, Oedin, dan Arand bakal datang ke  Pohon Tua (rumah saya). Ada sesuatu yang harus dibahas. Ketika kami sedang saling tatap penuh cinta di ruang tamu, haha, tersampaikanlah maksud kedatangan mereka. Intinya: kami membentuk komunitas yang dapat mewadahi orang-orang kreatif baik orang-orang yang sedang berjuang maupun yang sebenarnya sudah expert di bidangnya masing-masing. Why not? Pikir saya. Ini bakal keren sekali. Ada satu wadah besar yang bakal menampung semuanya. Sub-sub yang bakal berada dalam wadah itu datang dari lini videografi, fotografi, mural dan sketsa, MC, media and digital issues, stand up comedy, dan lain sebagainya.

Nama yang dipilih, dan dirasa pantas, untuk komunitas tersebut adalah House of Creative People. Alasannya? Kalian tentu sudah tahu. Kami mulai merancang ini itu, termasuk orang-orang yang direkomendasikan untuk duduk pada sub-sub dimaksud. Tetapi dalam perjalanan nama itu kemudian harus diganti sesuai dengan fokus komunitas. Karena, House of Creative People itu too large. Eh, pokoknya begitulah. Sehingga diperkecil lah komunitas itu menjadi Exotic NTT Community. Sebuah komunitas dengan lokus pada wisata. Tetapi tidak menutup kemungkinan untuk bergerak di lini lainnya sesuai tujuan awal House of Creative People. Insha Allah.


Sampai di sini, kita sepemahaman ya, bahwa House of Creative People telah berganti menjadi Exotic NTT Community. Sebuah nama yang untuk menetapkannya membutuhkan waktu berjam-jam, diskusi dan debat ringan, termasuk untuk jargonnya. Travel. Explore. Share. Dan empat sub yang ditetapkan adalah Tim Kreatif, Videografi, Fotografi, dan Publikasi.

Exotic NTT Community


Exotic NTT Community baru berumur sekitar dua mingguan. Sambil menyelesaikan beberapa perkara, kami memulai geliat komunitas melalui berbagai media sosial. Youtube, IG, Twitter, dan Facebook. Tentu saja. Kami memulai dengan caption berikut ini:

Tergerak dari keinginan untuk mempromosikan lini pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Timur, serta menggeliatnya Pemerintah Provinsi NTT dalam meningkatkan kualitas dan promosi pariwisata, sekelompok anak muda yang berbasis di Kabupaten Ende, Pulau Flores, membentuk komunitas. Komunitas tersebut bernama Exotic NTT Community. Geliat pariwisata ibarat birahi yang tak terbendung dan membutuhkan lebih banyak pelaku pariwisata, salah satunya Exotic NTT Community, dengan lokus memperkenalkan dan mempromosikannya pada dunia.

Semesta wisata NTT kaya raya. Wisata alam, wisata budaya, wisata sejarah, wisata rohani, wisata kuliner, wisata bahari, wisata buatan. Tak hanya dua ikon kesohor Danau Kelimutu dan Pulau Komodo saja, masih banyak yang harus diketahui dunia dari Provinsi NTT. Desa Nangadhero di Kabupaten Nagekeo yang terkenal dengan wisata kuliner (seafood), Neren Watotena di Pulau Adonara yang berpasir putih memesona, Bukit Wairinding di tanah Sumba, wisata religi Semana Santa di Kabupaten Flores Timur, padang sabana Gunung Mutis di Mollo Utara, hingga Alu Ndene kuliner khas Suku Ende yang legit.

Exotic NTT Community akan menghadirkan semuanya, dalam detail informasi yang dibutuhkan oleh penikmat wisata.

Ikuti Kami!

IG: @ExoticNTTCommunity
Twitter: @ExoticNTTCommunity

#ExoticNTTCommunity
#NTT
#Wisata
#Pariwisata

Selain itu kami memulai WAG yang menjadi semacam tempat diskusi untuk kegiatan-kegiatan komunitas selain di rumah saya atau di rumah member lainnya. Memangnya sudah ada kegiatannya? Iya dooonk. Mengunggah foto dan informasi ke media sosial merupakan kegiatan yang patut diapresiasi karena untuk melakukannya kami harus berdikusi panjang lebar terlebih dahulu tentang konten yang bersangkutan. Foto, tentu di luar video yang bakal tayang di Youtube.

Diskusi?

Iya.


Komunitas ini bukan dilandasi oleh keinginan untuk sekadar ikut-ikut ramai di lini pariwisata. Kami ingin lebih serius, bahkan bisa sampai detail akan sesuatu, misalnya detail ukiran pada rumah adat itu apa makna atau fisolofinya. Setiap kami juga gemar traveling dan mempunyai begitu banyak stok foto dari daerah pariwisata yang pernah dikunjungi. Oleh karena itu kami selalu melempar pertanyaan dasar: mau pos apa hari ini? See? Kami tidak asal-asalan, misalnya melihat foto bagus, langsung unggah ke media sosial. Pertanyaan dasar itu kemudian berlanjut pada sahutan: Ende, Nagekeo, TTS, Sumba, atau ...? Dari situ foto tentang daerah/kabupaten yang dipilih kemudian dilempar ke WAG. Tinggal pilih mau yang mana, diberi tanda air, dan caption disiapkan dengan, insha Allah, sebaik-baiknya.

Tidak ada yang main-main di Exotic NTT Community. Setiap orang punya perannya masing-masing dan berupaya semaksimal mungkin memberikan yang terbaik pada khalayak. Sehingga kami tidak terburu-buru, tidak ingin langsung besar, tetapi ingin melewati proses. Nikmat kan? Hehe.

Untuk saat ini kalian bisa menikmati foto dan informasi pariwisata NTT melalui akun IG, Twitter, dan Facebook. Youtube, terutama kontennya, sedang dipersiapkan, baru tampil video intro saja. Selain berlandaskan pada pengalaman traveling masing-masing member, kami juga telah membikin program kerja. Untuk program kerja, setiap sub yaitu Videografi, Fotografi, dan Publikasi, harus berkomunikasi dengan satu sub lagi yang bernama Tim Kreatif. Program kerja komunitas ini tidak melulu tentang apa yang bakal dipos di media sosial saja melainkan juga tentang mau ke mana kita dalam kaitannya memproduksi konten baru. Ah, membayangkannya saja sudah bikin saya bahagia. Haha.


Doakan, rencana-rencana ke depan, jauh lebih besar, dapat terwujud. Karena, komunitas ini sudah kami anggap sebagai investasi jangka panjang yang perlu dirawat. Semua member merupakan orang-orang hebat, kecuali saya. Saya tidak hebat, tapi biasa saja, hahaha. Dan orang-orang hebat dapat bersatu mewujudkan harapan apabila ego disingkirkan jauh-jauh. Saya pikir kalian juga setuju. Ego itu kadang mampu menghacurkan. Termasuk menghancurkan hubungan asmara. Eaaaaa. Haha.

Travel. Explore. Share.


Secara pribadi saya suka jargon yang satu ini. Sempat berpikir, kenapa dulu waktu saya membikin blog travel, tidak memakai jargon ini saja ya? Hihi. Ini jargon: singkat, padat, jelas, tersampaikan. Seperti veni, vidi, vici, dalam makna positif. Kita tahu kan veni, vidi, vici itu jargon perangnya Julius Caesar, jenderal dan konsul Romawi pada tahun 47 SM. Julius Caesar menggunakan kalimat ini dalam pesannya kepada senat Romawi menggambarkan kemenangannya atas Pharnaces II dari Pontus dalam pertempuran Zela. Tapi, waktu saya mencetus travel, explore, share, tidak ada keinginan untuk mengalahkan siapapun dalam konteks negatif dan/atau persaingan, tetapi murni hanya ingin mengalahkan rasa ingin tahu orang lain tentang pariwisata NTT.

⇜⇝

Bagi kalian semua, bos-bos tercinta yang senantiasa membaca tulisan saya di blog ini, mari dukung Exotic NTT Community. Ikuti kami di Youtube, Instagram, Twitter, Facebook.


Baca Juga: Kisah Dari Rumah Baca Sao Moko Modhe di Desa Ngegedhawe

Terakhir, mari sama-sama dukung semua pihak yang mempromosikan pariwisata NTT dengan namanya masing-masing, dengan caranya masing-masing, karena semua itu bertujuan baik. Demi NTT tercinta.

#SeninCerita
#CeritaTuteh



Cheers.

Tak Hanya Saat Umroh, Vaksin Flu Juga Penting Saat Traveling Ke Luar Negeri


Penting ngga sih Vaksin Flu (Influenza) pada saat Traveling ke Luar Negeri? Jawaban itu saya temukan pada saat hadir dalam acara "Bebas Flu Saat Traveling" bersama Program Kenapa Harus Vaksin dari Sanofi Indonesia. Selama ini saya bertanya-tanya, apakah harus melakukan vaksin padahal negara tersebut tidak sedang musim dingin? Atau, apakah hanya pada saat Umroh saja harus melakukan vaksin flu selain vaksin meningitis? Banyak sekali hal yang menganjal selama ini mengenai vaksin dan penyakit influenza itu sendiri. 

"Kamu bersin mulu deh."

"Iya nih aku lagi flu."

"Kayaknya kamu harus istirahat dan minum obat deh."

"Ngga usah, besok juga palingan udah sembuh."

"Eh, jangan sampai meremehkan flu loh."

"Emang flu bahaya banget?"

"Ini nih yang ngga banyak nonton berita, nontonnya darkor mulu."

"Seriusan deh, apa bahaya?"


"Pada tahun   1918 terkenal sebagai wabah flu paling mematikan sepanjang sejarah manusia. Seratus tahun yang lalu, wabah flu melanda negara-negara Eropa. Wabah flu di Spanyol diklaim memakan korban hingga 100 juta jiwa. "

"Wah, udah ratusan juta ya yang jadi korban." 

"Yes, beberapa tahun belakangan ini virus flu juga terus berkembang dan mengalami mutasi ke bentuk yang lebih berbahaya tentunya."

"Oke, aku mau vaksin ah karena bulan depan aku mau ke Jepang dan disana musim dingin."


Ada ratusan jenis virus flu dan terus berkembang belakangan ini. Dan, kita tidak boleh meremehkan atau menganggap itu tidak penting sama sekali. Masih ingat dengan virus flu burung atau virus flu babi yang menyerang mahluk hidup termasuk manusia, tentu saja ini sangat berbahaya. Apalagi pada saat kita ke negara lain, kita tidak pernah tahu ketahanan tubuh kita, cuaca yang terjadi di negara tersebut serta virus apa yang sedang mengancam negara tersebut. So, beberapa tindakan yang preventif itu sangat dibutuhkan. 

Virus influenza terus bermutasi dan menyebar ke area lain. Influenza menular dengan sangat cepat dan mudah lewat udara. Saat perjalanan adalah momen paling rentan tersebarnya virus influenza. Dampak buruknya, influenza dapat menyebabkan terjadinya berbagai komplikasi yang dapat berujung pada kematian.


Lalu, hal apa saja sih yang perlu diperhatikan untuk mencegah penyakit flu datang dan menghindari berkembangnya virus tersebut. Nah, ini daia beberapa cara terbebas dari virus flu diambil dari alodokter.com.

  • Rajin mencuci tangan dengan air dan sabun, atau hand-sanitizer berbahan dasar alkohol.
  • Tidak menyentuh mulut, hidung, dan mata, sebelum mencuci tangan.
  • Membersihkan permukaan benda yang sering disentuh, dengan cairan disinfektan.
  • Tidak berbagi makanan atau penggunaan benda pribadi, seperti gelas atau botol minum.

Bila sudah terserang flu, Anda dapat meminimalkan penularan ke orang lain dengan melakukan beberapa hal berikut ini:

  • Menjauhkan diri dulu dari orang lain, hingga setidaknya 24 jam setelah demam turun.
  • Memakai masker bila ke luar rumah.
  • Menutup mulut dan hidung dengan tisu, saat bersin atau batuk. Buanglah tisu dan cuci tangan



Saya akan membagikan pengalaman yang sangat berharga menghadapi Musim Dingin (Winter) di Jepang. Tahun 2019 ini, terhitung saya telah menginjakan kaki sebanyak 7 kali. Hampir separuhnya dilakukan pada saat musim dingin, dan yang paling spesial adalah ketika Musim Sakura. Walaupun sudah mengalami kenaikan suhu udara dan tidak terlalu dingin, namun saya masih saja udara dingin menyelimuti Jepang ketika bulan Maret akhir dan April awal. 

Hal-hal yang bisa dipersiapkan pada saat sebelum traveling ke Jepang pada saat musim dingin adalah sebagai berikut : 

Persiapkan Jaket Winter

Jangan melakukan hal konyol dan meremehkan musim dingin di negara dengan  musim seperti Jepang. Pertama kali menjumpai musim dingin, saya mencoba menggunakan jaket yang dapat menahan suhu dingin sampai belasan derajat. Ternyata jaket tersebut pun tidak bisa menahan dinginnya suhu yang mencapai satu digit bahkan sampai minus. 

Jangan Lupakan Lapisan Dalam 

Selain jaket winter, jangan lupakan lapisan dalam seperti pakaian dalam heattech atau longjhon, sweater dan lapisan lain sebelum menggunakan jaket. 

Scraft Dan Top Kupluk Serta Sarung Tangan 

Jika jaket tak kuat menahan dinginnya angin, maka kita perlu scraft, topi kupluk dan sarung tangan untuk menahan dingin. Dijamin, tubuh kita sedikit terasa hangat dengan ketiga benda tersebut.

Bawalah Obat Dan Minuman Penghangat

Jangan lupakan obat-obatan, apalagi jika menderita asma atau penyakit yang berhubungan dengan alergi di musim dingin atau cuaca dingin. Minuman seperti jahe dan lainnya pun sangat membantu menghangatkan dikala musim dingin.

Persiapkan Diri Sebelum Traveling Dengan Vaksin Flu 

Percaya atau tidak, virus flu akan terus menghantui kita. Salah satu yang dapat kita lakukan untuk mencegah terjadinya penyakit itu adalah dengan Vaksin Flu. Kenapa harus Vaksin? Apa sih Keuntungan dari Vaksin? 

Seperti kita ketahui bahwa Virus flu bisa disebut 'virus pintar' karena bisa berubah setiap tahun untuk menyerang sistem kekebalan Anda. 


Dan, faktanya vaksin flu hanya dilakukan setahun sekali atau tergantung dari perkembangan penyakit flu di negara tersebut. Selain itu harga yang ditawarkan untuk sekali vaksin pun sangatlah terjangkau hanya sekitar 200 ribu - 300 ribu. Nah, salah satu vaksin yang paling terrekomendasi adalah Sanofi Indonesia. Informasi lengkap mengenai Sanofi Indonesia bisa diakses melalui website resminya disini.  

Nah, sudah saatnya melakukan vaksin flu untuk mencegah penyakit tersebut berevolusi dan menyebabkan banyak komplikasi yang tidak dibayangankan sebelumnya. 

Happy Traveling !

5 Alasan Kalian Harus Berkunjung ke Kabupaten Nagekeo


5 Alasan Kenapa Kalian Harus Berkunjung ke Kabupaten Nagekeo. Sebelumnya, pos ini sudah saya tayangkan di Blog Travel. Beberapa minggu terakhir saya sering berkunjung ke Kabupaten Nagekeo. Alasannya macam-macam. Mulai dari kunjungan pribadi, sampai dengan kunjungan kenegaraan liputan kegiatan mahasiswa yang melaksanakan KKN-PPM di Kabupaten Nagekeo. Kabupaten yang diresmikan tahun 2007 ini merupakan daerah pemekaran dari Kabupaten Ngada. Berbeda dari kabupaten pemekaran lain yang pernah saya kunjungi yang mana terkesan dipaksakan, Kabupaten Nagekeo memang layak berdiri sendiri melihat berbagai potensi baik sumber daya alam maupun sumber daya manusianya.

Juga Asyik Dibaca: Tahap-Tahap Menuju Pelaminan Dalam Adat Suku Ende


Ada banyak hal menarik bak magnet yang memanggil-manggil saya untuk terus ber-KakiKereta ke Kabupaten Nagekeo, soalnya keponakan saya juga sedang membangun rumah di daerah Towak. Tapi seperti biasa, karena saya tertarik dengan angka lima, kali ini saya menulis lima alasan kenapa kalian harus berkunjung ke Kabupaten Nagekeo. Kalau ada lagi alasan lainnya ... menyusul! Hehe.

1. Pesona Bukit-Bukit Sabana


Tidak dapat dipungkiri Kabupaten Nagekeo itu identik dengan perbukitan sabananya. Dan pemandangan itu mengingatkan saya pada Pulau Sumba. Perbukitan sabana ini mulai lebih banyak nampak sekitar sepuluh kilometer sebelum memasuki Ibu Kota Kabupaten Nagekeo yaitu Kota Mbay. Bahkan di daerah Penginanga, berdiri jejeran pohon gamal yang bisa jadi lokasi spot foto terkeceeeee. 


Saya pernah menulis tentang perbukitan ini dalam pos Bukit Sabana di Nagekeo. Pos lainnya berjudul The Gold and The Geautiful. Silahkan dibaca kedua pos itu untuk tahu dan ngiler sama foto-fotonya. Perbukitan sabana ini berubah-ubah warnanya tergantung musim. Ada tiga warna yang bisa kalian temui yaitu warna hijau, kuning keemasan, dan hitam (saat penduduk membakar lahan agar menyuburkan tanah).

2. Bukit Weworowet dan Festival Daging Domba


Kalian harus berkunjung ke Bukit Weworowet! Bukit unik ini terletak di Desa Waekokak pada jalan trans-Flores antara Kabupaten Nagekeo dengan daerah Riung.


Baru-baru ini saya menerima kiriman foto via WA dari Novi Azizah yang tinggal di Kota Mbay. Di foto itu jelas nampak keramaian di sekitar Bukit Weworowet. Ternyata sedang dibuka Restoran Daging Domba di sana, cikal bakal Festival Daging Domba yang bakal diselenggarakan pada Bulan Oktober 2019 nanti. Yuk ramai-ramai berkunjung saat Festival Daging Domba digelar. Tetapi informasi lebih jelas tanggalnya nanti ya. Ini baru informasi awal dari Novi Azizah, salah seoang aktivis muda di Kabupaten Nagekeo. Termasuk informasi tentang Festival Literasi oleh Pemerintah Kabupaten Nagekeo. Ausam!

3. Hasil Bumi, Hasil Laut, dan Peternakan


Orang bilang tanah kita tanah surga. Hehe. Itu ungkapan lirik lagu Koes Plus yang memang betul. Faktanya memang begitu. Kabupaten Nagekeo terkenal akan kuliner daging domba dan daging bebeknya. Ikan-ikan segar pun tak mau kalah. Dan pastinya hasil pertanian dan perkebunan. Kalian sudah tahu kalau Kabupaten Nagekeo dikenal sebagai salah satu kabupaten penghasil beras terbaik dari Pulau Flores?


Berkunjung ke Kabupaten Nagekeo, pun ke Kota Mbay, kita akan merasakan dua suasana sekaligus. Suasana kota dan suasana pedesaan. Petak-petak sawah juga ada di daerah kota. Ini keren. Saya pernah melihat hal semacam ini waktu dulu pergi ke rumah Bapak Nadus dan Mama Mia (Kakaknya Mamatua) yang tinggal di Perumnas Monang-Maning, Denpasar, Bali.

Juga Asyik Dibaca: Dudo Bacarita Rame di Larantuka


Menariknya, masyarakat Kabupaten Nagekeo telah diingatkan oleh Bupati mereka sendiri yaitu Bapak Don, bahwa setiap kunjungan Bupati ke kecamatan/kelurahan/desa, tidak boleh disuguhkan makanan yang mewah. Bapak Don lebih suka hasil bumi yang disuguhkan seperti pisang dan ubi rebus beserta sambal.


Pisang dan ubi rebus serta sambal seperti gambar di atas saya nikmati saat Bapak Don meresmikan Rumah Baca Sao Moko Modhe yang dibangun oleh mahasiswa peserta KKN-PPM di Desa Ngegedhawe, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo. Bapak Don sendiri juga menikmatinya, bersama segelas kopi yang rasanya bikin lidah bergoyang salsa. Hehe.

4. Keramahan Masyarakat


Rata-rata Orang Indonesia itu ramah. Melihat dari cakupan masyarakat Pulau Flores, khususnya, keramahan itu sudah seperti nama tengah mereka. Tidak ada Orang Flores yang judes, kecuali kalau sedang PMS *ngakak*. Semuanya ramah. Apabila kalian bertamu, dan kalian disuguhi segelas kopi, maka kalian adalah keluarga mereka. Termasuk, masyarakat di Kabupaten Nagekeo.


Foto di atas, setelah makan siang di rumahnya Novi Azizah. Terima kasih Mamanya Novi (jilbab biru tua) sudah menjamu kami. Bukan makan siangnya saja, tetapi keramahan dan betapa Mama sudah menganggap kami seperti anak sendiri. Salam hormat!

5. Budaya yang Lestari


Alangkah ruginya saya ketika tahun 2018 tidak sempat menyaksikan acara Tinju Adat yang digelar di Kabupaten Nagekeo. Semoga acara Tinju Adat 2019 bisa saya saksikan sendiri. Selama ini hanya dikirimi video oleh teman-teman. Bahkan teman saya Sintus, seorang polisi yang bertugas di Ende tetapi berasal dari Kota Mbay, pernah melaksanakan acara adat potong gigi. Hwah, asyik ya.


Kalian tas yang dipakai oleh para lelaki di atas? Namanya tas Bere. Sama juga yang dipakai oleh lekaki dari Kabupaten Ngada. Ya namanya Kabupaten Nagekeo merupakan pemekaran dari Kabupaten Ngada, hehe. Hasil kebudayaan ini selalu pasti dipakai oleh kaum lelaki ketika menghadiri berbagai kegiatan, terutama kegiatan yang berhubungan dengan adat. Bupati Nagekeo, Bapak Don, bahkan pernah menyarankan kios-kios menyediakan Bere sebagai pengganti tas plastik.

⇜⇝

Itu dia lima alasan kenapa kalian harus berkunjung ke Kabupaten Nagekeo. Tentu masih banyak alasan lainnya tapi kali ini, sesuka hati saya menulisnya, lima terlebih dahulu. Kalau ada lagi, Insha Allah bakal saya tulis lagi. Setidaknya gambaran kalian tentang Kabupaten Nagekeo bertambah kan ya dengan membaca berbagai pos di blog ini. Siapa tahu Bulan Oktober nanti kita ketemu di Bukit Weworowet dalam Festival Daging Domba.

Juga Asyik Dibaca: Spot Instagenic di Hotel Pepita Mbay


Happy Traveling!

#KamisLima



Cheers.

5 Alasan Kalian Harus Berkunjung ke Kabupaten Nagekeo


5 Alasan Kenapa Kalian Harus Berkunjung ke Kabupaten Nagekeo. Sebelumnya, pos ini sudah saya tayangkan di Blog Travel. Beberapa minggu terakhir saya sering berkunjung ke Kabupaten Nagekeo. Alasannya macam-macam. Mulai dari kunjungan pribadi, sampai dengan kunjungan kenegaraan liputan kegiatan mahasiswa yang melaksanakan KKN-PPM di Kabupaten Nagekeo. Kabupaten yang diresmikan tahun 2007 ini merupakan daerah pemekaran dari Kabupaten Ngada. Berbeda dari kabupaten pemekaran lain yang pernah saya kunjungi yang mana terkesan dipaksakan, Kabupaten Nagekeo memang layak berdiri sendiri melihat berbagai potensi baik sumber daya alam maupun sumber daya manusianya.

Juga Asyik Dibaca: Tahap-Tahap Menuju Pelaminan Dalam Adat Suku Ende


Ada banyak hal menarik bak magnet yang memanggil-manggil saya untuk terus ber-KakiKereta ke Kabupaten Nagekeo, soalnya keponakan saya juga sedang membangun rumah di daerah Towak. Tapi seperti biasa, karena saya tertarik dengan angka lima, kali ini saya menulis lima alasan kenapa kalian harus berkunjung ke Kabupaten Nagekeo. Kalau ada lagi alasan lainnya ... menyusul! Hehe.

1. Pesona Bukit-Bukit Sabana


Tidak dapat dipungkiri Kabupaten Nagekeo itu identik dengan perbukitan sabananya. Dan pemandangan itu mengingatkan saya pada Pulau Sumba. Perbukitan sabana ini mulai lebih banyak nampak sekitar sepuluh kilometer sebelum memasuki Ibu Kota Kabupaten Nagekeo yaitu Kota Mbay. Bahkan di daerah Penginanga, berdiri jejeran pohon gamal yang bisa jadi lokasi spot foto terkeceeeee. 


Saya pernah menulis tentang perbukitan ini dalam pos Bukit Sabana di Nagekeo. Pos lainnya berjudul The Gold and The Geautiful. Silahkan dibaca kedua pos itu untuk tahu dan ngiler sama foto-fotonya. Perbukitan sabana ini berubah-ubah warnanya tergantung musim. Ada tiga warna yang bisa kalian temui yaitu warna hijau, kuning keemasan, dan hitam (saat penduduk membakar lahan agar menyuburkan tanah).

2. Bukit Weworowet dan Festival Daging Domba


Kalian harus berkunjung ke Bukit Weworowet! Bukit unik ini terletak di Desa Waekokak pada jalan trans-Flores antara Kabupaten Nagekeo dengan daerah Riung.


Baru-baru ini saya menerima kiriman foto via WA dari Novi Azizah yang tinggal di Kota Mbay. Di foto itu jelas nampak keramaian di sekitar Bukit Weworowet. Ternyata sedang dibuka Restoran Daging Domba di sana, cikal bakal Festival Daging Domba yang bakal diselenggarakan pada Bulan Oktober 2019 nanti. Yuk ramai-ramai berkunjung saat Festival Daging Domba digelar. Tetapi informasi lebih jelas tanggalnya nanti ya. Ini baru informasi awal dari Novi Azizah, salah seoang aktivis muda di Kabupaten Nagekeo. Termasuk informasi tentang Festival Literasi oleh Pemerintah Kabupaten Nagekeo. Ausam!

3. Hasil Bumi, Hasil Laut, dan Peternakan


Orang bilang tanah kita tanah surga. Hehe. Itu ungkapan lirik lagu Koes Plus yang memang betul. Faktanya memang begitu. Kabupaten Nagekeo terkenal akan kuliner daging domba dan daging bebeknya. Ikan-ikan segar pun tak mau kalah. Dan pastinya hasil pertanian dan perkebunan. Kalian sudah tahu kalau Kabupaten Nagekeo dikenal sebagai salah satu kabupaten penghasil beras terbaik dari Pulau Flores?


Berkunjung ke Kabupaten Nagekeo, pun ke Kota Mbay, kita akan merasakan dua suasana sekaligus. Suasana kota dan suasana pedesaan. Petak-petak sawah juga ada di daerah kota. Ini keren. Saya pernah melihat hal semacam ini waktu dulu pergi ke rumah Bapak Nadus dan Mama Mia (Kakaknya Mamatua) yang tinggal di Perumnas Monang-Maning, Denpasar, Bali.

Juga Asyik Dibaca: Dudo Bacarita Rame di Larantuka


Menariknya, masyarakat Kabupaten Nagekeo telah diingatkan oleh Bupati mereka sendiri yaitu Bapak Don, bahwa setiap kunjungan Bupati ke kecamatan/kelurahan/desa, tidak boleh disuguhkan makanan yang mewah. Bapak Don lebih suka hasil bumi yang disuguhkan seperti pisang dan ubi rebus beserta sambal.


Pisang dan ubi rebus serta sambal seperti gambar di atas saya nikmati saat Bapak Don meresmikan Rumah Baca Sao Moko Modhe yang dibangun oleh mahasiswa peserta KKN-PPM di Desa Ngegedhawe, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo. Bapak Don sendiri juga menikmatinya, bersama segelas kopi yang rasanya bikin lidah bergoyang salsa. Hehe.

4. Keramahan Masyarakat


Rata-rata Orang Indonesia itu ramah. Melihat dari cakupan masyarakat Pulau Flores, khususnya, keramahan itu sudah seperti nama tengah mereka. Tidak ada Orang Flores yang judes, kecuali kalau sedang PMS *ngakak*. Semuanya ramah. Apabila kalian bertamu, dan kalian disuguhi segelas kopi, maka kalian adalah keluarga mereka. Termasuk, masyarakat di Kabupaten Nagekeo.


Foto di atas, setelah makan siang di rumahnya Novi Azizah. Terima kasih Mamanya Novi (jilbab biru tua) sudah menjamu kami. Bukan makan siangnya saja, tetapi keramahan dan betapa Mama sudah menganggap kami seperti anak sendiri. Salam hormat!

5. Budaya yang Lestari


Alangkah ruginya saya ketika tahun 2018 tidak sempat menyaksikan acara Tinju Adat yang digelar di Kabupaten Nagekeo. Semoga acara Tinju Adat 2019 bisa saya saksikan sendiri. Selama ini hanya dikirimi video oleh teman-teman. Bahkan teman saya Sintus, seorang polisi yang bertugas di Ende tetapi berasal dari Kota Mbay, pernah melaksanakan acara adat potong gigi. Hwah, asyik ya.


Kalian tas yang dipakai oleh para lelaki di atas? Namanya tas Bere. Sama juga yang dipakai oleh lekaki dari Kabupaten Ngada. Ya namanya Kabupaten Nagekeo merupakan pemekaran dari Kabupaten Ngada, hehe. Hasil kebudayaan ini selalu pasti dipakai oleh kaum lelaki ketika menghadiri berbagai kegiatan, terutama kegiatan yang berhubungan dengan adat. Bupati Nagekeo, Bapak Don, bahkan pernah menyarankan kios-kios menyediakan Bere sebagai pengganti tas plastik.

⇜⇝

Itu dia lima alasan kenapa kalian harus berkunjung ke Kabupaten Nagekeo. Tentu masih banyak alasan lainnya tapi kali ini, sesuka hati saya menulisnya, lima terlebih dahulu. Kalau ada lagi, Insha Allah bakal saya tulis lagi. Setidaknya gambaran kalian tentang Kabupaten Nagekeo bertambah kan ya dengan membaca berbagai pos di blog ini. Siapa tahu Bulan Oktober nanti kita ketemu di Bukit Weworowet dalam Festival Daging Domba.

Juga Asyik Dibaca: Spot Instagenic di Hotel Pepita Mbay


Happy Traveling!

#KamisLima



Cheers.

5 Lokasi Terdekat Untuk Berwisata Sekitar Kota Ende


Hola! Ketemu lagi di #KamisLima. Apakah lima hal yang bakal saya tulis kali ini? Yaaaa sudah ketahuan dari judulnya *dijitak dinosaurus*. Kali ini saya mau menulis tentang liima lokasi terdekat untuk berwisata di sekitar Kota Ende. Kenapa menulis ini? Karena ada beberapa tempat wisata ter-update, baik atraksi wisata alam maupun atraksi wisata buatan, yang wajib kalian ketahui jika hendak datang ke Ende. Atraksi utama, Danau Kelimutu, tentu tidak akan saya bahas di sini. Atraksi wisata sejarah di dalam kota pun tidak akan saya bahas karena sudah pernah ditulis di pos berjudul 5 Wisata di Dalam Kota Ende.

Baca Juga: 5 Keistimewaan Canva

Jadi, apa saja lima lokasi terdekat untuk berwisata di sekitar Kota Ende? Mari kita cari tahu *suara gong guedeeee banget*. Semua ini gara-gara aksi jalan-jalan padahal belum musim liburan lagi. Haha.

1. Dapur Jadul, Pantai Raba


Pos tentang Dapur Jadul di Pantai Raba selengkapnya bisa kalian baca di blog travel pada pos berjudul Dapur Jadul, Bukan Dapur Biasa. Dapur Jadul menawarkan atraksi wisata alam yaitu pantai yang dipadu dengan atraksi wisata buatan yaitu spot-spot instagenic. Selain itu kalian juga bisa bersantai di beanbag-nya, menikmati suasana dan makanan serta minuman! Ingat, es tiramisu itu enaknya luar biasa bikin kangen. Cihuy!


Jaraknya hanya 10-an kilometer dari Kota Ende, arat Barat. Dekat lah :)

2. Embung Boelanboong, Wologai Tengah


Embung ini dulunya bernama Embung Resetlemen sesuai nama dusunnya. Namanya kemudian berubah menjadi Embung Boelanboong. Di sekitar embung ini dibangun saung-saung untuk bersantai, spot-spot instagenic, taman bunga dengan bibit-bibit bunga yang sedang tumbuh (waktu saya ke sana), serta kalian bisa memesan kopi, teh, dan jagung rebus! Suka sekali sunset-an di embung ini, meskipun yaaaa ... pulang ke Kota Ende pasti dingin banget dalam musim yang sedang sangat dingin ini. Jaraknya sekitar 45 kilometer dari Kota Ende.


Kalau kalian mau tahu lebih detail tentang embung ini, silahkan baca pos berjudul Sunset di Embung Boelanboong, Wologai Tengah.

3. Kampung Adat Saga


Kalau dari Kota Ende menuju cabang menuju Desa Adat Saga ini hanya sekitar 20 kilometer. Sayangnya saya belum ke sana. Jadi, belum bisa lah saya menulis sedikit panjang tentang kampung adat yang satu itu. Tapi tenang saja, rencananya baru Hari Minggu depan, atau depannya lagi. Tapi yang jelas saya pasti menulisnya di blog travel.

4. Jalur Trekking


Jalur trekking yang satu ini sebenarnya berada di dekatnya Embung Boelanboong juga, di sisi Barat. Ada gapura besar yang menandainya.


Jalur trekking dari Wologai Tengah menuju Danau Kelimutu. Kalau kalian masih kuat jalan, tidak seperti saya yang sudah uzur, boleh dicoba jalur yang satu ini. Selamat berjuang dan menikmati alam! Hehe. Jarak dari Kota Ende ke lokasi gapura ini hanya sekitar 45 kilometer saja.

5. Pantai Aeba'i


Kalau kalian rajin main ke blog travel saya, pasti sudah tidak asing lagi dengan Pantai Aeba'i, pantai favorit keluarga kami berpiknik! Encim and the gank wajib ke sini hehe.

Bersama Harry Kawanda, traveler of the century. Haha.

Piknik mah tidak perlu jauh. Apalagi piknik sekeluarga. Jaraknya hanya sekitar 3 kilometer dari pusat Kota Ende. Pantai, laut, Pulau Ende Kota Ende ... komplit pemandangannya.

⇝⇜

Itu dia lima lokasi terdekat untuk berwisata di sekitar Kota Ende. Tentunya selain atraksi utama yang selalu kami banggakan, Danau Kelimut, pun wisata sejarah jejak Bung Karno ketika diasingkan ke Kota Ende. Semoga suatu saat nanti kalian akan datang ke sini dan ikut menikmati semua yang sudah saya tulis di sini, termasuk di blog travel.

Baca Juga: 5 Blogger Kocak

Ditunggu di Ende, ya!



Cheers.

Belum Musim Liburan Tapi Jalan-Jalan Terus


Baca judulnya saja sudah bikin kesal kan ya. Belum musim liburan tapi jalan-jalan terus. Haha. Mohon maaf. Mohon maaf karena beberapa kali tidak update konten blog ini karena satu dan lain hal. Satu dan lain hal itu salah satunya jalan-jalan *ngakak guling-guling* demi menyenangkan diri sendiri. Memang betul, kadang otak saya terbolak-balik. Saatnya liburan  malah ngendon di kamar, saatnya bekerja malah jalan-jalan. Tapi toh jalan-jalannya bukan karena korupsi waktu kerja. Itu dilakukan setelah waktu kerja atau saat hari libur. Dosa, tahu, korupsi itu!

Baca Juga: Berburu Spot Foto Instagenic di Dapur Jadul

Minggu kemarin setelah saya bertugas ke luar kota, again, yaitu di Desa Tanali, dan jalan-jalan ke dua lokasi wisata yaitu Dapur Jadul di Pantai Raba dan Bukit Wolobobo di Kabupaten Ngada dengan view Gunung Inerie (yang ini belum saya tulis di blog travel), lagi-lagi saya diajak sama teman-teman ke lokasi embung. Namanya Embung Boelanboong di Kecamatan Wologai Tengah. Berangkatnya pukul 14.00 Wita. Memang! Itu sudah kesiangan. Tapi mengingat kami harus menyesuaikan waktu kerja masing-masing. Tentang embung ini nanti akan saya tulis lengkap di blog travel. Nantikan.

Keesokan harinya, Minggu (7 Juli 2019), saya diajak Kakak Nani Pharmantara pergi ke Mbay, again! Mana bisa saya tolak diajak sama kakak? Halah haha. Rencananya si Iwan dan Reni, keponakan saya itu, bakal membangun rumah sendiri. Karena kan selama ini mereka masih tinggal di rumah dinas Pustu Towak tempat Reni bekerja. Senangnya adalah meskipun tidak disuguhi daging bebek dan daging domba, padahal pengen, ikannya itu manisssss banget. Segar! Ikan yang baru saja ditangkap begitu jadi rasanya segar dan manis. Kami tidak menginap di Mbay, tapi rencananya Minggu depan bakal ke sana lagi saat fondasi hendak dibangun. Insha Allah.

Jadi, itu dia. Belum musim liburan tapi sayanya jalan-jalan terus. Ke Desa Tanali untuk meliput kegiatan Fakultas Teknik khususnya Prodi Sipil, ke Dapur Jadul memuaskan hasrat bersantai, ke Bukit Wolobobo dengan view Gunung Inerie, ke Embung Boelanboong, dan ke Mbay. Capek? Iya lah, jarak tempuhnya kan lumayan jauh, luar kota, dengan kondisi jalan berkelok-kelok yang bisa bikin pengendara dan penumpang mabok. Tapi saya senang.

Ada satu lagi kesibukan yang membikin saya kemarin sempat absen menulis dan belum bisa blogwalking ke blog kalian semua. Mohon maaf ya. Kesibukan itu berkaitan dengan stik keju dan stik bawang! Loh? Kok bisa? Iya nih. Ternyata ketika saya mencoba menawarkan stik keju dan stik bawang ke teman-teman, malah laris manis dan permintaan meningkat *tsah, meningkat, haha*. Jadi, saya harus dengan rela hati memenuhi permintaan stik keju dan stik bawang demi tabungan bekal membeli berlian *digampar dinosaurus*. Ada pula rencana yang harus saya wujudkan, Insha Allah, dan itu membutuhkan lebih banyak Rupiah. Hehe.

Baca Juga: Lebih Baik Sakit Hari Dari Pada Sakit Gigi Ini

Cerita tentang jalan-jalannya nanti dibaca di blog travel, ya. Siapa tahu bakal jadi magnet kalian ke Pulau Flores. Dan mohon maaf apabila belum sempat blogwalking. Tapi teteup saya pasti blogwalking karena itu adalah hiburan menyenangkan soalnya sekaligus menutrisi otak *kedip*.




Cheers.

5 Yang Cantik


Tidak banyak foto pemandangan yang bisa saya abadikan dalam perjalanan ke sebagian Pulau Flores waktu kegiatan Tim Promosi Uniflor 2019 kemarin, baik ke Barat, Utara, dan Timur. Saya sendiri juga tidak membaca Canon Eos600D andalan karena berat lah di backpack dan cuaca sedang kurang bersahabat alias kuatir diguyur hujan tengah jalan. Lebih tepatnya saya tidak mau repot hahaha. Oleh karena itu saya hanya bisa merangkum lima yang cantik dari perjalanan kemarin-kemarin itu, dari perhentian demi perhentian yang bikin Violin rada bingung kok tiba-tiba sepeda motor di belakangnya menghilang. Haha.

Cekidot!

Baca Juga: 5 Keistimewaan Canva

1. Memasuki Kota Mbay


Kota Mbay merupakan Ibu Kota Kabupaten Nagekeo. Termasuk kabupaten tetangga yang bersinggungan langsung dengan Kabupaten Ende. Perbatasannya adalah Nangamboa (Kabupaten Ende) dan Nangaroro (Kabupaten Nagekeo). Beda dari kota-kota lain di Pulau Flores, Kota Mbay bertopografi datar dengan pemandangan alam yang memikat terutama padang sabana di sekelilingnya; termasuk pada saat hendak memasuki kota ini.


Ini fotonya pagi hari sebelum memasuki Kota Mbay. Adem banget ya melihatnya. Saya suka sekali foto-foto di lokasi ini (sebelum memasuki Mbay). Seperti sebelum memasuki surga *dikeplak*.

2. Rumah Impian


Bukit Weworowet yang terletak di Desa Waikokak di Kabupaten Nagekeo ini memang merupakan salah satu titik terlama wisatawan berhenti untuk sekadar mengabadikan pemandangan alamnya yang luar biasa bikin betah. Tentang Bukit Weworowet bisa kalian lihat videonya di Youtube. Nah, yang satu ini adalah foto sebuah rumah berlatar Bukit Weworowet.


Apa yang kalian lihat? Iya, bukit dan rumah, itu jelas. Saya melihat impian di foto ini. Impian bocah SD zaman dulu setiap kali menggambar pemandangan; gunung, rumah, sawah. Kalau yang ini; bukit, rumah, ladang. Saya mau donk punya rumah ini, sayang sudah ada yang punya, lagian belum kuat lah saya buat beli rumah hahaha.

3. Memasuki Desa Niranusa


Kecamatan Maurole terkenal akan garis pantai berpasir putihnya. Ketika hendak memasuki Desa Niranusa di Kecamatan Maurole, di dataran tingginya, kalian akan disuguhi pemandangan ini:


Pemandangannya itu seakan mengajak kita: nyebuuuuur, yuk! Kalau tidak mengingat berkas-berkas ini itu, sudah pasti saya nyebur dan pulang dalam keadaan basah kuyup hahaha. 

Saya punya banyak foto laut dari lokasi yang sama. Ini foto terbaru dua minggu lalu waktu pergi ke Utara untuk sosialisasi Universitas Flores. Pasir putihnya terdiri dari pecahan koral bercampur pasir putih itu sendiri. Beberapa teman traveler yang datang ke Kabupaten Ende, tepatnya ke Danau Kelimutu, pulangnya pasti saya racuni untuk pergi ke sini hehe.

Tanjung Kajuwulu


Namanya Tanjung Kajuwulu, terletak di Kecamatan Magepanda, Kabupaten Sikka. Daerah Magepanda sendiri merupakan daerah di pesisir Pantai Utara yang pemandangannya bakal bikin kalian tercengang!


Di bukit dekat Tanjung Kajuwulu ini dibangun menara pandang. Sayang saya tidak foto dari menara pandangnya. Pun tak jauh dari situ ada Bukit Salib, iya ada salib besar warna putih berdiri gagah di sebuah bukit yang untuk menuju ke sana disediakan anak-anak tangga.

Nikong Gete


Dalam perjalanan pulang dari Kota Larantuka ke Kota Maumere, saya melihat pemandangan ini. Sulit untuk tidak mengerem Onif Harem. Lantas bertanya pada seorang anak di situ nama daerah ini. Dia menjawab, "Nikong Gete." Nah, mungkin kuping saya kurang baik pendengarannya, apabila salah nama ini mohon dikoreksi hahaha.


Sunset-nya itu, mana tahan eyke ...


Kesimpulannya? Mari yuk ke Pulau Flores dan nikmati sendiri keindahannya. Karena Pulau Flores tidak hanya tentang Labuan Bajo, Danau Kelimutu, Pantai Anabhara, Magepanda, atau Puncak Konga di Titihena. Masih banyak daerah menarik lainnya yang bisa dieksplor ... dan tentu bagi kami anak daerah ... harus bisa menceritakannya pada dunia.



Cheers

#PDL Blog Travel


#PDL adalah Pernah DiLakukan. Pos #PDL merupakan cerita ringan tentang apa saja yang pernah saya lakukan selama ini.

***

Dulu belum ada istilah niche blog. Tapi dulu saya sudah memilah tulisan untuk dipos di blog berbeda. Puluhan blog pun terdaftar dari akun yang sama. Hanya beberapa yang bertahan. Yang lain tidak dipublikasikan karena ceritanya sudah selesai. Misalnya blog soal Band Hulk yang gokil (ini band halu yang personilnya dari teman-teman Undernet mIRC dulu), atau blog serial-serial, atau blog puisi. Ah, gila ya ... saya dulu suka banget menulis puisi yang jeleknya minta ampun

Baca Juga : #PDL Ngojek Sepeda

Di #PDL kali ini, saya cuma pengen ngasih tahu bahwa dulu saya pernah bikin blog tentang perjalanan. Istilahnya blog travel


Blog itu di atas *tunjuk tautan* pernah mati lama banget. Lantas karena satu dan lain hal kembali saya isi dengan konten-konten tentang perjalanan ke sana sini. Kalau dulu banyak tulisan tentang perjalanan saya ke kota lain, tapi sekarang lebih banyak menulis tentang Kabupaten Ende tercinta. Sesuai jargonnya blog itu: traveling the world, start from your own hometown. Artinya? Cari sendiri hahaha *ditimpuk*

Baca Juga : I Can Sleep Everywhere

Jadi, kalau kalian pengen tahu perjalanan saya; tempat wisata dan/atau kuliner dan/atau sekadar cerita jalan-jalan, silahkan meluncur pakai penggorengan ke blog tersebut.

#UdahGituAja


Cheers.