Kalau Dekat Jalanin Aja, Yuk Naik Transportasi Publik Biar Lebih Sehat


Badan ku dulu tak segini, tapi kini tak kurus lagi, ku tumbuh makin subur. Kalau saya jalan pasti akan terjadi perpecahan dan dunia gonjang ganjing bak gempa. Hahaha, secara fisik saya memang bukan tipe ideal, bahkan termasuk overweight. Tapi, saya suka banget kok jalan apalagi pada saat traveling dan naik transportasi publik di negeri orang, termasuk Jepang. 

saya suka banget saya Jepang. Saya menyebutnya sebagai negeri kedua setelah Indonesia. Bukan karena tak cinta atau tidak menghargai Indonesia, namun justru saya banyak belajar tentang banyak hal dari Jepang. Salah satunya adalah penduduknya yang selalu menggunakan transportasi publik terutama kereta. Beberapa tahun lalu sebelum MRT Jakarta resmi diluncurkan, saya selalu mengimpikan kapan Indonesia pun memiliki transportasi yang cepat dan bagus serta bisa digunakan oleh siapapun.

Kini MRT Jakarta pun sudah menjadi bagian dari gaya hidup orang Jakarta terutama orang kantoran dan masyarakat pada umumnya yang suka dengan segala halnya tentang MRT. Nah, saya pun pernah membuat vlog pada saat pertama kali nyobain MRT beberapa bulan lalu.


Sebagai orang Indonesia tentunya saya merasakan kebanggaan dan sekaligus himbauan agar menjaga betul-betul apa yang telah dibangun. Jangan sampai MRT ini menjadi transportasi yang kurang nyaman akibat ulah penumpangnya sendiri. 

Siapa yang belum mencoba secara langsung MRT Jakarta? Hayo mumpung masih ada beberapa promo untuk beberapa perbankan. Oh iya, selain itu MRT Jakarta juga sangat praktis banget karena bisa menggunakan uang eletronik dari berbagai bank di Indonesia. 


Kalau Deket Jalanin Aja

"Ngapain sih jalan segala, emang ngga ada kerjaan apa?"

Duh, masih aja ada yang komentarin kalau misalnya jalan kaki kemana gitu. Padahal jalan kaki kan itu olahraga yang paling murah dan menyenangkan banget apalagi bisa juga memberikan angin segara dan ide segar kalau misalnya lagi membutuhkan banyak ide kayak saya yang selalu mencari inspirasi. Nah, dengan jalan kaki, maka kita jadi banyak tahu situasi sekeliling dan memberikan banyak peluang dan ide. 

Selain olahraga murah dan ide untuk kreatifitas, ternyata jalan kaki juga menjadikan tubuh ini lebih bugar. selain itu banyak banget manfaat jalan kaki seperti (Sumber dari doktersehat.com) adalah sebagai berikut :
  1. Memperbaiki postur tubuh.
  2. Meningkatkan energi. 
  3. Menurunkan berat badan.
  4. Meningkatkan kinerja otak. 
  5. Mengurangi gejala varises. 
  6. Menurunkan risiko penyakit kronis. 
  7. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Kalau saya mah pengennya agar tetap sehat sehingga jalan kaki atau lari kecil bisa jadi alternatif. Apalagi kalau misalnya transportasi publik juga sudah sangat memadai, maka tidak heran kalau sekarang ini banyak orang yang beralih ke transportasi publik dan banyak yang jalan kaki juga menuju halte atau stasiun. 


Kayaknya #KalauDekatJalaninaja ini sudah saatnya menjadi pilihan kita semuanya, namun memang masih perlu banyak perbaikan disana-sini terutama fasilitas atau trotoar untuk pejalan kaki yang nyaman yang sering kali masih diabaikan. Namun, sedikit demi sedikit sudah diperbaiki terutama di ruas jalan utama di Jakarta. 

Yuk jalannin aja kalau dekat ke transportasi publik. Ayo lebih sebaht dengan jalan kaki dan naik transportasi publik.

Informasi mengenai transportasi publik melalui
www.instagram.com/bptjkemenhub

Kalau Dekat Jalanin Aja, Yuk Naik Transportasi Publik Biar Lebih Sehat


Badan ku dulu tak segini, tapi kini tak kurus lagi, ku tumbuh makin subur. Kalau saya jalan pasti akan terjadi perpecahan dan dunia gonjang ganjing bak gempa. Hahaha, secara fisik saya memang bukan tipe ideal, bahkan termasuk overweight. Tapi, saya suka banget kok jalan apalagi pada saat traveling dan naik transportasi publik di negeri orang, termasuk Jepang. 

saya suka banget saya Jepang. Saya menyebutnya sebagai negeri kedua setelah Indonesia. Bukan karena tak cinta atau tidak menghargai Indonesia, namun justru saya banyak belajar tentang banyak hal dari Jepang. Salah satunya adalah penduduknya yang selalu menggunakan transportasi publik terutama kereta. Beberapa tahun lalu sebelum MRT Jakarta resmi diluncurkan, saya selalu mengimpikan kapan Indonesia pun memiliki transportasi yang cepat dan bagus serta bisa digunakan oleh siapapun.

Kini MRT Jakarta pun sudah menjadi bagian dari gaya hidup orang Jakarta terutama orang kantoran dan masyarakat pada umumnya yang suka dengan segala halnya tentang MRT. Nah, saya pun pernah membuat vlog pada saat pertama kali nyobain MRT beberapa bulan lalu.


Sebagai orang Indonesia tentunya saya merasakan kebanggaan dan sekaligus himbauan agar menjaga betul-betul apa yang telah dibangun. Jangan sampai MRT ini menjadi transportasi yang kurang nyaman akibat ulah penumpangnya sendiri. 

Siapa yang belum mencoba secara langsung MRT Jakarta? Hayo mumpung masih ada beberapa promo untuk beberapa perbankan. Oh iya, selain itu MRT Jakarta juga sangat praktis banget karena bisa menggunakan uang eletronik dari berbagai bank di Indonesia. 


Kalau Deket Jalanin Aja

"Ngapain sih jalan segala, emang ngga ada kerjaan apa?"

Duh, masih aja ada yang komentarin kalau misalnya jalan kaki kemana gitu. Padahal jalan kaki kan itu olahraga yang paling murah dan menyenangkan banget apalagi bisa juga memberikan angin segara dan ide segar kalau misalnya lagi membutuhkan banyak ide kayak saya yang selalu mencari inspirasi. Nah, dengan jalan kaki, maka kita jadi banyak tahu situasi sekeliling dan memberikan banyak peluang dan ide. 

Selain olahraga murah dan ide untuk kreatifitas, ternyata jalan kaki juga menjadikan tubuh ini lebih bugar. selain itu banyak banget manfaat jalan kaki seperti (Sumber dari doktersehat.com) adalah sebagai berikut :
  1. Memperbaiki postur tubuh.
  2. Meningkatkan energi. 
  3. Menurunkan berat badan.
  4. Meningkatkan kinerja otak. 
  5. Mengurangi gejala varises. 
  6. Menurunkan risiko penyakit kronis. 
  7. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Kalau saya mah pengennya agar tetap sehat sehingga jalan kaki atau lari kecil bisa jadi alternatif. Apalagi kalau misalnya transportasi publik juga sudah sangat memadai, maka tidak heran kalau sekarang ini banyak orang yang beralih ke transportasi publik dan banyak yang jalan kaki juga menuju halte atau stasiun. 


Kayaknya #KalauDekatJalaninaja ini sudah saatnya menjadi pilihan kita semuanya, namun memang masih perlu banyak perbaikan disana-sini terutama fasilitas atau trotoar untuk pejalan kaki yang nyaman yang sering kali masih diabaikan. Namun, sedikit demi sedikit sudah diperbaiki terutama di ruas jalan utama di Jakarta. 

Yuk jalannin aja kalau dekat ke transportasi publik. Ayo lebih sebaht dengan jalan kaki dan naik transportasi publik.

Informasi mengenai transportasi publik melalui
www.instagram.com/bptjkemenhub

Aman dan Nyaman Jalan-Jalan (Traveling) Keliling Solo Pakai GOJEK


Teng Teng Teng Teng, Teng Teng Teng Teng.

"Mohon perhatian, kereta api Jayakarta akan tiba di stasiun Solo Balapan. Bagi Anda yang akan mengakhiri perjalanan di stasiun Solo Balapan, kami persilahkan untuk mempersiapkan diri. Periksa dan teliti kembali barang bawaan anda jangan sampai ada yang tertinggal."

Sebetulnya saya masih menahan kantuk. Maklum saja jarum jam hampir bergeser sempurna di angka 12. Dan, selama perjalanan 9 jam dari stasiun Pasar Senen, saya hanya bisa tertidur kurang lebih satu jam. 

Selebihnya, saya tertarik dengan drama Jepang yang menceritakan tentang gadis bisu dan tuli yang pandai memainkan biola. Drama seri ini sebetulnya sudah sangat lama, mungkin keluaran tahun 2006. Tapi yang spesial adalah drama inilah yang membuat saya belajar bahasa Jepang lebih mendalam. 

"Gambarimasu."

Ungkapan penyemangat dalam bahasa Jepang yang selalu saya ingat ketika saya sedang dalam keadaan terpuruk dan tidak bersemangat.

"Yuk."

Saya tidak sendiri. Bersama beberapa orang teman dari Jakarta, kami kebetulan terlibat sebuah acara di Sragen. Namun, karena Sragen tidaklah terlalu jauh dari Solo, maka kami menginap di Solo. Dan, beruntungnya lagi kami memiliki waktu yang terbilang cukup untuk jalan-jalan keliling kota Solo. Walaupun sebetulnya waktu dua sampai tiga hari ini hampir dipastikan sangat kurang bagi saya. 

Tengah malam di Solo, bikin sedikit khawatir bagaimana cara menuju ke hotel di tengah kota Solo. Jarak dari stasiun ke hotel tak kurang dari 3 kilometer. Tapi gempor juga kalau kita jalan kaki dari stasiun. 

"Kita pesan GO-CAR aja ya. Nanti patungan aja."

Saya tersenyum dan mengangguk, tanda setuju. Lagian siapa yang akan protes kalau kekhawatiran sudah sirna. Maklum sudah tengah malam dan acara kami lumayan pagi. 

"Kita berempat duluan ya."

Kebetulan jumlah kami berdelapan, jadi pas banget dibagi dalam 2 rombongan.

"Eh, mas ini tasnya?"

Saya berpandangan dengan teman saya. Kayaknya bukan tas saya, tapi tas teman saya, Aris.

"Eh, kita kerjain aja. Bilang aja kita enggak bawa tasnya. "

Di tengah malam dan sudah terlalu capek ternyata ada saja hal yang bikin saya tersenyum.


Belum genap sepuluh menit, mobil yang membawa kami pun hampir sampai di hotel. Nada dering smartphone saya berbunyi. Ternyata Aris menelpon. Dari balik kaca mobil, saya sudah melihatnya panik dan terlihat sangat bingung.

"Iya, ada kok di gue."

Saya enggak tega melihat teman saya panik, akhirnya rencana untuk ngerjain Aris batal. Dan, kami pun langsung ke kamar dan istirahat. Esoknya kami pun ke acaranya.

Solo itu di tengah-tengah antara Semarang dan Yogyakarta. Dan, di Solo inilah saya selalu menikmati sajian kuliner dan tempat-tempat wisata baik yang mainstream maupun yang jarang dilirik dan sangat jauh dari Solo sekitar satu atau dua jam dari tengah kota. 

Pilihan yang paling sempurna adalah kuliner. Inilah yang menyatukan kami semua. Dari pada berantem gara-gara tidak bisa satu suara dalam menentukan tempat wisata mana saja yang harus kami kunjungi. 

Tapi ternyata tak semudah yang dibayangkan. Baru saja turun dari GO-CAR yang kami pesan tadi di hotel. Ternyata warungnya tutup. 

"Terus kita makan apa donk?"

Kami mencoba berjalan dari pasar, ternyata tak lama kemudian sampailah di warung ayam bakar. Sebuah warung yang tidak terlalu kami kenal. Namun, rupanya perut kami memanggil. Oke, kami putuskan untuk makan di warung ini. 

Kami saling pandang ketika melahap ayam dan nasi hangat. Lalu tak sadar, nasi yang saya makan tersisa hanya satu kepal tangan lagi. Artinya hanya sesuap lagi nasi ini akan habis.

"Mba, pesan nasi satu lagi. Eh, dua."


Ternyata bukan hanya saya saja yang merasakan kenikmatan melahap ayam bakar ini. Peruntungan kami memutuskan makan di sini tidaklah salah. Ayam bakar dan cap caynya memang the best. Kami puas dan kenyang malam itu. 

Setelah mampir di warung, ini ternyata kami belum puas dan memutuskan untuk mampir ke Solo Paragon, bebuah mall yang tak jauh dari hotel kami. Dan, lagi-lagi GO-CAR menyelamatkan kami. Kami tak harus menunggu waktu lama, karena hanya kurang dari lima menit, mobil berplat AD ini sudah di depan mata kami. 

"Siam Paragon ya Pak."

"Iya Mas."

Saya duduk paling depan sementara tiga orang lainnya berjejer di jok tengah. 

"Siam Paragon? Solo Paragon kali?"

Saya tersenyum mengetahui kesalahan saya menyebutkan mall terbesar di Solo ini. Maklum saya dan Rafel baru saja membahas Thailand. Rafel ini pandai berbicara mengunakan bahasa Thailand

"Sawadee Krab."

Saya hanya mampu mengucapkan itu saja, sementara Rafel sudah berbicara lancar dengan logat Thailand yang melengking, salah satu ciri khas logat negeri gajah putih.


Berkat GOJEK, saya dan teman-teman bisa menjangkau tempat-tempat strategis di Solo dalam hitungan menit. Oh iya, selain itu sekarang sudah ada fitur-fitur keamanan seperti Tombol Darurat di GO-CAR, Bagikan Perjalanan, dan sudah dilengkapi perlindungan asuransi. Jadi, semakin tidak khawatir lagi jika jalan-jalan atau traveling keliling kota Solo

Esok kami memiliki rencana mengunjungi Pura Mangkunegara dan Pasar Klewer serta kembali lagi ke Mall Solo Paragon

Seperti biasa, kami memesan GO-CAR. Dan, kali ini gilirannya jatuh pada Uwan dan Rafel. Seperti biasa kami memesan dua mobil karena jumlah kami yang bertujuh, karena satu orang sudah pulang terlebih dahulu. 

Saya tidak pernah meragukan kualitas Driver GO-CAR karena sudah sangat terlatih, bahkan sudah sangat mahir. Shut, mau tahu enggak kenapa bisa mahir sepert ini? Rupanya setelah melewati seleksi ketat, mereka juga diberikan modul pelatihan yang berisi informasi mengenai cara menggunakan aplikasi pengarah jalan, cara merawat kondisi kendaraan, patuh pada peraturan lalu lintas, dan cara memberikan pelayanan yang baik.

Untuk semakin meningkatkan kemampuan berkendara dengan aman, GOJEK bekerja sama dengan Rifat Drive Labs (RDL) dalam penyelenggaraan pelatihan bagi para driver.


Program RDL GOJEK ini diinisiasi Duta Keselamatan Berkendara, Rifat Sungkar. Melalui program ini, mitra driver diberikan pelatihan seperti pengetahuan tentang tanggung jawab, kesabaran, dan empati, defensive riding, keselamatan berkendara, pre trip inspection dan sesi praktek.

Dalam waktu 4 tahun lebih dari 300 ribu driver telah mengikuti program ini di 20 kota di Indonesia. Antusiasme pun tak menurun sampai sekarang, RDL GOJEK masih berjalan setiap bulannya dan diikuti sekitar 10 ribu driver.

GOJEK memberikan edukasi kepada mitra driver melalui #TrikNgetrip. Program ini memberikan edukasi kepada mitra dengan cara yang menyenangkan mengenai memberikan pelayanan terbaik, dan tips dalam berkendara serta perjalanan.

Tak hanya itu, GOJEK juga menyelenggarakan serangkaian workshop dalam upaya meningkatkan keterampilan mitra driver melalui Bengkel Belajar Mitra. Program ini rutin diselenggarakan di berbagai kota di Indonesia dengan menggandeng para profesional di bidangnya masing-masing untuk memberi pembekalan kepada driver GOJEK dalam meningkatkan layanan dan mengasah pengetahuan di bidang lainnya.

Jadi, nggak ada alasan untuk takut driver nggak bisa mengatasi masalah yang terjadi saat melakukan trip. Mereka udah andal semua!

Untuk para mitra driver yang telah memberikan pelayanan prima dan memiliki kontribusi lebih di masyarakat, GOJEK turut mengapresiasi dengan memberikan sebuah penghargaan, bernama Driver Jempolan. Penghargaan ini diberikan GOJEK untuk memotivasi para mitra driver untuk selalu meningkatkan kualitas pelayanan mereka. Penghargaan ini disematkan pada driver berupa pin pada jaket GOJEK mereka.

Lah kalau misalnya malam-malan sendirian dan pengen share perjalanan, ke keluarga atau teman bagaimana? Memang GOJEK sudah ada fitur ini? 

Tenang aja, GOJEK sudah memiliki fitur bagikan perjalanan. Bagikan Perjalanan ini adalah fitur yang memungkinkan pengguna membagikan tautan kepada keluarga atau kerabat melalui Whatsapp, LINE, SMS, atau aplikasi bertukar pesan lainnya.

Tautan berisi informasi berupa titik pick up dan drop off; informasi pengendara secara detail baik nama, nomor kendaraan, dan nomor pesanan; serta live location (lokasi saya sekarang). Dengan fitur ini, pengguna dapat merasakan keamanan karena perjalanannya dipantau oleh orang-orang terdekatnya. 

Ya, saya merasa aman dan nyaman. Dan, sudah merasakan namanya #UninstallKhawatir. Setiap saya berada di wilayah mana pun, saya selalu menanyakan, apakah kota ini sudah ada GOJEK-nya. Bahkan, di kota kelahiran saya, Pemalang pun sudah ada GOJEK. 

"Eh, ini kan hari Senin. Biasanya museum tutup semua."



Saya berusaha mengecek apakah betul Pura Mangkunegara ini termasuk yang meliburkan diri atau tidak. Ternyata saya salah, Pura ini merupakan kediaman keluarga keraton yang dikelola oleh pribadi sehingga dibuka setiap hari. 

Dan, kami keliling di dalam Pura Mangkunegara ditemai dengan seorang pemandu. Pemandu kami mungkin cukup sabar, karena tujuan saya dan teman-teman tak lain tak bukan adalah foto-foto. Bahkan setiap sudut Istana ini pun kami selalu berhenti.

"Ayo kita ke dalam."

Otomatis kami menghentikan aktivitas foto-foto dan segera masuk ke dalam. Dan, setelah dari singasana, kami masuk ke taman yang menyajikan ornamen perpaduan antara Jawa dan Eropa. 

Saya sebetulnya sangat kagum. Sampai-sampai saya menyimpulkan kalau pada ratusan tahun silam, antara Keraton dan Kerajaan lain di belahan dunia sudah menjalin sebuah kerjasama, jauh sebelum berdirinya Indonesia. 

Puas berputar-putar dan foto-foto di dalam Pura Mangkunegara, kami melanjutkan perjalanan ke pasar Klewer untuk mencari batik. Sebetulnya sebelum ke Mall Solo Paragon, kami singgah sebentar di Keraton Surakarta Hadiningrat. Namun sayang, Keraton sudah tutup beberapa menit lalu. Tapi seperti biasa, kami masih menyempatkan diri untuk berfoto disana. 

Lalu destinasi wisata mana lagi yang harus dijelajahi selain yang sudah disebutkan diatas? Tenang saja, saya masih memiliki rekomendasi wisata di kota Solo.


Kampung Batik Kauman

Kampung Batik Kauman merupakan kawasan di dekat pasar Kliwon. Konon, kawasan kauman ini merupakan kampung khusus sebagai pembuat batik dari keluarga Keraton. Selain pengrajin batik, kamu bisa juga berfoto-foto di sekitar berupa bangunan kuno yang bagus sebagai peghias feed instagram kamu.

Pasar Triwindu

Tak jauh dari Pura Mangkunegaran, berjalan sekitar 5-10 menit, kamu bisa menemukan pasar Triwindu. Pasar ini merupakan pasar barang unik dan antik yang sangat langka serta jarang ditemukan dipasar. Seperti aku kan, satu-satunya di dunia ini loh? Hahaha.

Agrowisata Sondokoro

Suasana alam yang rindang membuat banyak orang menyukai Agrowisata Sondokoro. Tempat ini buka dari 08.00 hingga 17.00. Di Agrowisata ini, kamu akan dimanjakan dengan terapi ikan, pijak refleksi, kuliner lezat, dan sebagainya. Kamu bisa bebas bermain sepuasnya, ada kolam renang dan flying fox.

Benteng Vastenburg

Benteng ini merupakan peninggalan Belanda yang dulunya digunakan untuk mengawasi Surakarta. Benteng ini dibangun sekitar tahun 1745 di kawasan Gladak. Benteng ini merupakan salah satu icon selain Keraton. Jadi jangan sampai tidak foto di benteng ini jika mengunjungi Solo. 


Saya tersenyum puas setelah sampai di Mall Solo Paragon. Setidaknya saya sudah keliling dan jalan-jalan di Solo berkat bantuan GOJEK. Salah satu kekhawatiran saya sudah hilang, bahkan sudah saya #UninstallKhawatir

"Beberapa fitur GOJEK ini bisa digunakan kalau update aplikasi."

Oh iya, saya jadi ingat kalau fitur-fitur keamanan seperti Tombol Darurat di GO-CAR dan bagikan perjalanan hanya terdapat di aplikasi GOJEK yang paling ter-update

Fitur Tombol Darurat ini memungkinkan pengguna mendapatkan rasa aman karena GOJEK menyediakan tombol yang dapat digunakan untuk keadaan atau situasi darurat. Tombol tersebut akan langsung terhubung pada Unit Darurat GOJEK yang siap melayani 24/7. Kabar baiknya nih, Tombol Darurat sudah bisa diakses customer GO-CAR se-Indonesia. Semoga bisa segera diakses di GO-RIDE ya. Tapi ya, semoga saja fitur ini nggak terpakai deh karena perjalanan kita aman-aman saja.

Selain fitur keamanan, apalagi yang sangat membantu para traveler atau pejalan khususnya di Indonesia?

Kini jika terjadi kecelakaan atau pencurian selama perjalanan, maka kita bisa memanfaatkan perlindungan asuransi. Tenang saja, perjalanan menggunakan layanan GO-RIDE kita dijamin kok dari titik penjemputan hingga lokasi tujuan.

Asuransi GO-RIDE ini merupakan hasil kerja sama GOJEK dan platform asuransi digital. Asuransi penumpang GO-RIDE ini otomatis aktif, berlaku se-Indonesia, dari waktu penjemputan hingga tiba di tujuan.


Solo memiliki kenangan, bahkan saya ingat betul ketika beberapa tahun lalu saya seorang diri menjelajah kota Liwet ini. Saya sangat terbantu dengan GOJEK. Sekitar 4 hari saya menjelajah Solo tanpa ada rasa khawatir dan merasa beruntung karena dapat menjelajah destinasi wisata yang tak biasa, atau anti-mainstream.

Tidak ada lagi rasa khawatir pada saat menjelajah setiap sudut Indonesia, karena saya merasakan keamanan dan kenyamanan di setiap perjalanan dengan GOJEK. 

Dan, sudah saatnya saya #UninstallKhawatir dengan menggunakan GOJEK. Oh iya jangan lupa untuk update aplikasi GOJEK sehingga bisa menggunakan fitur-fitur keamanan terbaru ini.

Yuk, sudah waktunya pakai GOJEK!

Dijamin Aman Pulang Larut Malam Pakai GOJEK

salmanbiroe - indonesian lifestyle blogger - pulang larut malam aman dengan gojek salmanbiroe - indonesian lifestyle blogger - pulang larut malam aman dengan gojek

Kadang kala ada rasa yang bagaimana gitu, apalagi ketika di Bali. Saya dibonceng sama teman perempuan karena saya tidak bisa naik sepeda motor. Sebagai laki-laki, runtuhlah semua harga diri yang telah dibangun selama ini.

"Man, beneran lo enggak bisa naik motor?"

"Sebetulnya bisa, tapi sudah lama banget enggak dipraktekin jadi agak kagok gitu lah."

"Mending belajar deh naik motor, biar bisa mboncengin kita."

Yup, belajar motor itu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Butuh waktu sih sebetulnya, dan saya termasuk orang yang enggak mau ribet ini dan itu. Kalau punya motor atau terpaksa banget harus pegang motor, barulah dengan semangat belajar. Intinya saya harus dipacu atau ada motivasi tersendiri untuk bisa naik motor. Kelihatannya sepele ya naik motor, tapi ada sesuatu trauma masa kecil yang masih tidak bisa dilupakan sampai saat ini. 

"Terus kalau ke mana-mana pakai apa?"

Biasanya setelah tahu bahwa saya tidak bisa naik motor, lalu mereka tidak lantas berhenti menanyakan dan memberikan pernyataan lainnya.

"Kalau sekarang sih enggak perlu khawatir lagi, sudah ada GOJEK."

Wajah mereka yang tadinya khawatir berubah seketika. 

"Oh iya ya, sekarang mah zamannya online semuanya termasuk ojek."

salmanbiroe - indonesian lifestyle blogger - pulang larut malam aman dengan gojek

Ternyata perbincangan ini tak terhenti, ada jeda namun tetap berlanjut dengan beragam pertanyaan lainnya. 

"Kalau pulang malam kan suka serem gitu, apalagi Jakarta gitu loh."

Mereka mengeryitkan dahi dan masih menyimpan rasa horor bukan karena takut kuntilanak ataupun pocong, mereka takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. 

"Makanya, jangan lupa untuk update aplikasi GOJEKnya. Sekarang sudah ada fitur-fitur keamanan seperti Tombol Darurat di GO-CAR, Bagikan Perjalanan, dan sudah dicover perlindungan asuransi loh."

"Beneran lo, seriusan."

"Ya, ampun masa sih gue bohong. Enggak adalah tampang semanis ini jadi pembohong."

"Hahaha!"

Riuh tawa dan kegembiaraan ini ternyata hadir setelah #UninstallKhawatir

salmanbiroe - indonesian lifestyle blogger - pulang larut malam aman dengan gojek

Mungkin saja, saya bukan satu-satunya yang tidak bisa naik sepeda motor dengan lancar atau bahkan tidak berminat sekalipun untuk belajar dari awal. Namun, sekarang sudah sangat mudah dan praktis dengan GOJEK. 

Dahulu, saya pernah merasakan betapa beratnya menjadi pekerja kantoran dengan intensitas pulang larut malam yang tinggi. Banyak kekhawatiran dan banyak sekali ketidaknyamanan karena takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Kejahatan malam di Jakarta memang membuat kita semua menjadi was-was. 

salmanbiroe - indonesian lifestyle blogger - pulang larut malam aman dengan gojek

Tetapi itu sudah OLD banget, sekarang sudah bisa #UninstallKhawatir dengan GOJEK karena kini sudah ada fitur-fitur keamanan Tombol Darurat di GO-CAR dan Bagikan Perjalanan serta perlindungan Asuransi GO-RIDE

"Lalu bagaimana dengan drivernya?" 

Drivernya pun sudah mendapatkan pelatihan atau training yang tidak ala kadarnya. 

"Beneran nih sudah ditraining?"

salmanbiroe - indonesian lifestyle blogger - pulang larut malam aman dengan gojek

Yup, GOJEK bekerja sama dengan Rifat Drive Labs dalam penyelenggaraan pelatihan bagi para driver. Program RDL GOJEK diinisiasi Duta Keselamatan Berkendara, Rifat Sungkar. Dalam waktu 4 tahun terakhir, sekitar 300 ribu mitra pengendara GOJEK di 20 kota di Indonesia, sudah bergabung dalam program ini. Program ini masih terus berjalan dan diikuti sekitar 10 ribu mitra driver setiap bulannya. Program ini memberikan edukasi mengenai pengetahuan tentang tanggung jawab, kesabaran, dan empati; defensive riding; keselamatan berkendara; pre trip inspection, dan sesi praktek.

Selain itu, GOJEK memberikan edukasi kepada mitra driver melalui #TrikNgetrip. Program ini memberikan edukasi kepada mitra dengan cara yang menyenangkan mengenai memberikan pelayanan terbaik, dan tips dalam berkendara serta perjalanan.

Tak hanya itu, GOJEK menyelenggarakan serangkaian workshop dalam upaya meningkatkan keterampilan mitra driver melalui Bengkel Belajar Mitra. Program ini rutin diselenggarakan di berbagai kota di Indonesia dengan menggandeng para profesional di bidangnya masing-masing untuk memberi pembekalan kepada driver GOJEK dalam meningkatkan layanan dan mengasah pengetahuan di bidang lainnya. Untuk para mitra driver yang telah memberikan pelayanan prima dan kontribusi positifnya dalam masyarakat, GOJEK turut mengapresiasi dengan memberikan sebuah penghargaan, bernama Driver Jempolan. Penghargaan ini diberikan GOJEK untuk memotivasi para mitra driver untuk selalu meningkatkan kualitas pelayanan mereka. Penghargaan ini disematkan pada driver berupa pin pada jaket GOJEK mereka.

"Terus ada lagi yang baru untuk pelanggan. Kita bisa membagikan perjalanan kita?"

salmanbiroe - indonesian lifestyle blogger - pulang larut malam aman dengan gojek


Iya, Bagikan Perjalanan ini adalah fitur yang memungkinkan pengguna membagikan tautan kepada keluarga atau kerabat melalui Whatsapp, LINE, SMS, atau aplikasi bertukar pesan lainnya. Tautan berisi informasi berupa titik pick up dan drop off; informasi pengendara secara detail baik nama, nomor kendaraan, dan nomor pesanan; serta live location.

Dengan fitur ini, pengguna dapat merasakan keamanan karena perjalanannya dipantau oleh orang-orang terdekatnya. 

salmanbiroe - indonesian lifestyle blogger - pulang larut malam aman dengan gojek
    

Ada pula fitur Tombol Darurat. Fitur ini memungkinkan pengguna mendapatkan rasa aman karena GOJEK menyediakan tombol yang dapat digunakan untuk keadaan atau situasi darurat. Tombol tersebut akan langsung terhubung pada Unit Darurat GOJEK yang siap melayani 24/7. Sehingga pengguna dapat merasakan keamanan karena GOJEK sudah menyiapkan pertolongan untuk kondisi terburuk. Kabar baik nih, Tombol Darurat udah bisa diakses customer GO-CAR seIndonesia. Semoga bisa segera diakses di GO-RIDE juga ya. Eh tapi semoga kita enggak pernah pakai fitur ini dan selalu aman di perjalanan ya

"Terus kalau terjadi kecelakaan, siapa yang akan menanggung biaya rumah sakit?"

Jika terjadi kecelakaan atau pencurian selama perjalanan, maka kita bisa memanfaatkan perlindungan asuransi. Tenang saja, perjalanan menggunakan layanan GO-RIDE kita dijamin kok dari titik penjemputan hingga lokasi tujuan. 

salmanbiroe - indonesian lifestyle blogger - pulang larut malam aman dengan gojek

"Wah, benar-benar ya saya sudah lupa sama trauma dan horornya perjalanan malam. Sudah yakin deh bakalan aman kalau pakai GOJEK.

Kami pun tertawa dengan riang karena sudah melupakan ketakutan dan horor yang terjadi ketika pulang larut malam atau bahkan dini hari. Bagi saya, rasa aman dan nyaman itulah yang dicari ketika melakukan perjalanan di kala orang lain sedang terlelap dalam mimpi-mimpi mereka.

Dan, sudah saatnya saya #UninstallKhawatir dengan menggunakan GOJEK. Oh iya jangan lupa untuk update aplikasi GOJEK sehingga bisa menggunakan fitur-fitur keamanan terbaru ini. 


Dijamin Aman Pulang Larut Malam Pakai GOJEK


Kadang kala ada rasa yang bagaimana gitu, apalagi ketika di Bali. Saya dibonceng sama teman perempuan karena saya tidak bisa naik sepeda motor. Sebagai laki-laki, runtuhlah semua harga diri yang telah dibangun selama ini.

"Man, beneran lo enggak bisa naik motor?"

"Sebetulnya bisa, tapi sudah lama banget enggak dipraktekin jadi agak kagok gitu lah."

"Mending belajar deh naik motor, biar bisa mboncengin kita."

Yup, belajar motor itu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Butuh waktu sih sebetulnya, dan saya termasuk orang yang enggak mau ribet ini dan itu. Kalau punya motor atau terpaksa banget harus pegang motor, barulah dengan semangat belajar. Intinya saya harus dipacu atau ada motivasi tersendiri untuk bisa naik motor. Kelihatannya sepele ya naik motor, tapi ada sesuatu trauma masa kecil yang masih tidak bisa dilupakan sampai saat ini. 

"Terus kalau ke mana-mana pakai apa?"

Biasanya setelah tahu bahwa saya tidak bisa naik motor, lalu mereka tidak lantas berhenti menanyakan dan memberikan pernyataan lainnya.

"Kalau sekarang sih enggak perlu khawatir lagi, sudah ada GOJEK."

Wajah mereka yang tadinya khawatir berubah seketika. 

"Oh iya ya, sekarang mah zamannya online semuanya termasuk ojek."


Ternyata perbincangan ini tak terhenti, ada jeda namun tetap berlanjut dengan beragam pertanyaan lainnya. 

"Kalau pulang malam kan suka serem gitu, apalagi Jakarta gitu loh."

Mereka mengeryitkan dahi dan masih menyimpan rasa horor bukan karena takut kuntilanak ataupun pocong, mereka takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. 

"Makanya, jangan lupa untuk update aplikasi GOJEKnya. Sekarang sudah ada fitur-fitur keamanan seperti Tombol Darurat di GO-CAR, Bagikan Perjalanan, dan sudah dicover perlindungan asuransi loh."

"Beneran lo, seriusan."

"Ya, ampun masa sih gue bohong. Enggak adalah tampang semanis ini jadi pembohong."

"Hahaha!"

Riuh tawa dan kegembiaraan ini ternyata hadir setelah #UninstallKhawatir


Mungkin saja, saya bukan satu-satunya yang tidak bisa naik sepeda motor dengan lancar atau bahkan tidak berminat sekalipun untuk belajar dari awal. Namun, sekarang sudah sangat mudah dan praktis dengan GOJEK. 

Dahulu, saya pernah merasakan betapa beratnya menjadi pekerja kantoran dengan intensitas pulang larut malam yang tinggi. Banyak kekhawatiran dan banyak sekali ketidaknyamanan karena takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Kejahatan malam di Jakarta memang membuat kita semua menjadi was-was. 


Tetapi itu sudah OLD banget, sekarang sudah bisa #UninstallKhawatir dengan GOJEK karena kini sudah ada fitur-fitur keamanan Tombol Darurat di GO-CAR dan Bagikan Perjalanan serta perlindungan Asuransi GO-RIDE

"Lalu bagaimana dengan drivernya?" 

Drivernya pun sudah mendapatkan pelatihan atau training yang tidak ala kadarnya. 

"Beneran nih sudah ditraining?"


Yup, GOJEK bekerja sama dengan Rifat Drive Labs dalam penyelenggaraan pelatihan bagi para driver. Program RDL GOJEK diinisiasi Duta Keselamatan Berkendara, Rifat Sungkar. Dalam waktu 4 tahun terakhir, sekitar 300 ribu mitra pengendara GOJEK di 20 kota di Indonesia, sudah bergabung dalam program ini. Program ini masih terus berjalan dan diikuti sekitar 10 ribu mitra driver setiap bulannya. Program ini memberikan edukasi mengenai pengetahuan tentang tanggung jawab, kesabaran, dan empati; defensive riding; keselamatan berkendara; pre trip inspection, dan sesi praktek.

Selain itu, GOJEK memberikan edukasi kepada mitra driver melalui #TrikNgetrip. Program ini memberikan edukasi kepada mitra dengan cara yang menyenangkan mengenai memberikan pelayanan terbaik, dan tips dalam berkendara serta perjalanan.

Tak hanya itu, GOJEK menyelenggarakan serangkaian workshop dalam upaya meningkatkan keterampilan mitra driver melalui Bengkel Belajar Mitra. Program ini rutin diselenggarakan di berbagai kota di Indonesia dengan menggandeng para profesional di bidangnya masing-masing untuk memberi pembekalan kepada driver GOJEK dalam meningkatkan layanan dan mengasah pengetahuan di bidang lainnya. Untuk para mitra driver yang telah memberikan pelayanan prima dan kontribusi positifnya dalam masyarakat, GOJEK turut mengapresiasi dengan memberikan sebuah penghargaan, bernama Driver Jempolan. Penghargaan ini diberikan GOJEK untuk memotivasi para mitra driver untuk selalu meningkatkan kualitas pelayanan mereka. Penghargaan ini disematkan pada driver berupa pin pada jaket GOJEK mereka.

"Terus ada lagi yang baru untuk pelanggan. Kita bisa membagikan perjalanan kita?"



Iya, Bagikan Perjalanan ini adalah fitur yang memungkinkan pengguna membagikan tautan kepada keluarga atau kerabat melalui Whatsapp, LINE, SMS, atau aplikasi bertukar pesan lainnya. Tautan berisi informasi berupa titik pick up dan drop off; informasi pengendara secara detail baik nama, nomor kendaraan, dan nomor pesanan; serta live location.

Dengan fitur ini, pengguna dapat merasakan keamanan karena perjalanannya dipantau oleh orang-orang terdekatnya. 

    

Ada pula fitur Tombol Darurat. Fitur ini memungkinkan pengguna mendapatkan rasa aman karena GOJEK menyediakan tombol yang dapat digunakan untuk keadaan atau situasi darurat. Tombol tersebut akan langsung terhubung pada Unit Darurat GOJEK yang siap melayani 24/7. Sehingga pengguna dapat merasakan keamanan karena GOJEK sudah menyiapkan pertolongan untuk kondisi terburuk. Kabar baik nih, Tombol Darurat udah bisa diakses customer GO-CAR seIndonesia. Semoga bisa segera diakses di GO-RIDE juga ya. Eh tapi semoga kita enggak pernah pakai fitur ini dan selalu aman di perjalanan ya

"Terus kalau terjadi kecelakaan, siapa yang akan menanggung biaya rumah sakit?"

Jika terjadi kecelakaan atau pencurian selama perjalanan, maka kita bisa memanfaatkan perlindungan asuransi. Tenang saja, perjalanan menggunakan layanan GO-RIDE kita dijamin kok dari titik penjemputan hingga lokasi tujuan. 


"Wah, benar-benar ya saya sudah lupa sama trauma dan horornya perjalanan malam. Sudah yakin deh bakalan aman kalau pakai GOJEK.

Kami pun tertawa dengan riang karena sudah melupakan ketakutan dan horor yang terjadi ketika pulang larut malam atau bahkan dini hari. Bagi saya, rasa aman dan nyaman itulah yang dicari ketika melakukan perjalanan di kala orang lain sedang terlelap dalam mimpi-mimpi mereka.

Dan, sudah saatnya saya #UninstallKhawatir dengan menggunakan GOJEK. Oh iya jangan lupa untuk update aplikasi GOJEK sehingga bisa menggunakan fitur-fitur keamanan terbaru ini. 


Pengalaman Pertama Uji Coba Naik LRT (Light Rail Transit) Velodrome – Kelapa Gading, Jakarta


Senang bercampur bangga, karena sebentar lagi Jakarta akan memiliki sarana transportasi yang berbeda dan sangat modern. LRT atau Light Rail Transit ini akan beroperasi kira-kira di akhir tahun 2018 atau paling lambat di awal 2019. Jika sebelumnya di negara tetangga terdekat seperti Singapore, Malaysia, Thailand dan Filipina sudah memiliki LRT dan MRT, maka harapan selama beberapa puluh tahun silam itu akhirnya bisa terwujud. Momen bersejarah ini bisa menjadi harapan baru bagi daerah-daerah lain untuk lebih maju dan lebih modern dari Jakarta. 

Palembang merupakan kota pertama yang telah melakukan uji coba dengan rute Bandara menuju Kompleks Olahraga Jaka Baring, Palembang. Seperti halnya Palembang, Jakarta pun melakukan uji coba serupa mulai tanggal 21 Agustus - 20 September lalu. Antusias masyarakat Jakarta ternyata tidak kalah dengan warga Palembang, buktinya banyak sekali warga yang ikut merasakan LRT dari Velodrome hingga Kelapa Gading.



Tak afdol rasanya sebagai warga Jakarta yang sudah 11 tahun tinggal di Ibukota ini kalau tidak merasakan sensasi naik LRT, apalagi bersama banyak orang yang membludak ini makin menambah keseruannya. Mungkin dari puluhan juta penduduk Jakarta, hanya beberapa ribu saja yang bisa menikmati LRT untuk pertama kalinya. Saya telah naik lebih dari puluhan kali rute di Jepang dan Korea Selatan, dan memiliki pengalaman yang sangat menyenangkan karena sangat tepat waktu dan membuat saya lebih langsing karena berjalan dari satu stasiun ke stasiun lainnya tanpa menggunakan bantuan transportasi lain. 

Bagi sebagian orang, naik LRT itu sebuah kemewahan tersendiri dan mungkin sekali seumur hidup tidak pernah mencobanya di negara lain. So, inilah momen yang ditunggu oleh seluruh warga Jakarta. Bukan hanya dari kalangan aparatur negara, warga dan anak-anak sekolah pun sangat antusias pada hari tersebut.



Uji coba dimulai tepat pukul 14.00 WIB sampai dengan sore hari sekitar pukul 16.00 WIB. Rute pertama atau tempat berkumpulnya adalah Stasiun Velodrome. Stasiun ini terletak persis di depan Jakarta International Velodrome, arena balapan sepeda pada saat Asian Games lalu. Saya sempat kaget karena di beberapa bagian stasiun masih terdapat banyak orang yang masih mengerjakan proyek tersebut, namun ternyata di dalam stasiun sudah sekitar 80-90 persen sudah rampung hanya tinggal beberapa bagian kecil saja yang membutuhkan waktu beberapa bulan ke depan.

Pada saat saya masuk, ternyata antusias warga Jakarta memang tidak main-main. Berbondong-bondong mulai dari ibu-ibu arisan, RT, RW, kelurahan, sampai seluruh aparat serta orang tersohor semuanya berbaur dan ingin menyaksikan secara langsung LRT pertama di Jakarta ini. Saya sangat senang sekaligus bingung karena akan sangat ramai di dalam LRT nantinya.



Setelah masuk ke koridor atau tempat tunggu, saya tidak langsung masuk ke LRT karena harus mengambil gambar dan momen terlebih dahulu. Sekilas, stasiun LRT ini sangatlah luas dan lebar, diluar dari imajinasi saya sebelum masuk ke koridor. Fasilitas seperti toilet umum dan mushola sangat lengkap bahkan nantinya akan tersedia vending mechine dan beberapa fasiltas penunjang lainnya. 

Setelah beberapa lama menunggu, akhirnya LRT pun datang juga. Bukannya tambah surut, makin lama antrian dan rombongan makin banyak dan memadati koridor. Petugas dengan sigap mengatur antrian agar tidak terjadi saling srobot antara yang keluar dan yang masuk LRT. Dan, didalam pun sangatlah padat karena memang warga yang sangat senang dengan kehadiran LRT ini.



Saya sangat senang juga dengan kepadatan dalam LRT, artinya warga Jakarta menyambut dengan penuh antusias keberadaan transportasi pendukung di masa depan ini. Apalagi banyak juga anak sekolahan dan anak-anak kecil yang sangat senang memperhatikan perjalanan dari Velodrome hingga ke Kelapa Gading. 

Panjang rute ini hanyalah 4,7 KM dengan waktu tempuh tak sampai 20 menit, sehingga sangatlah nyaman dan cepat serta praktis jika menggunakan LRT ini ditengah kemacetan di Jakarta pada saat jam-jam berangkat dan pulang kantor. 



Sebagai warga Jakarta, saya tentu saja sangat bangga dan ikut senang dengan kehadiran LRT. Tugas kita adalah menjaga dan merawatnya dengan cara kita seperti tidak melakukan coret-mencoret di fasilitas umum dan stasiun, membuang sampah pada tempatnya dan lain-lainnya. 

Jika LRT ini terjaga, maka tentu saja bukan hanya kita saja yang akan menikmatinya, namun kelak anak cucu kita pun akan tersenyum bangga karena di jaman sebelumnya telah tertanam jiwa sosial tinggi dan menjaga LRT dengan penuh perhatian. 

Pengalaman yang tidak terlupakan sekali uji coba naik LRT dari Velodrome ke Kelapa Gading. Next, semoga bisa merasakan MRT dan LRT di wilayah lainnya seperti di Palembang, Aamiin.


Cara Ampuh Mengatasi Macet Jakarta Dengan Aplikasi Moovit Selama Asian Games 2018


Asian Games sudah di depan mata, Jakarta dan Palembang berbenah bersiap menyambut event olahraga terbesar di benua Asia ini. Demi kelancaran dan kesuksesan kegiatan, lalu lintas di Jakarta mau tidak mau harus direkayasa. Ganjil genap diperluas dan periodenya pun diperpanjang. Sebagai informasi, hampir seluruh negara yang menghelat event-event internasional khususnya olahraga melakukan rekayasa lalu lintas. Salah satunya Olimpiade Beijing 2012 lalu. Beijing sebagai ibukota China raksasa baru perekonomian, mengalami masalah lalu lintas yang hampir dialami oleh semua negara berkembang, yaitu macet. Jika di Jakarta pengaturan hanya sebatas plat ganjil genap, Beijing lebih ekstrim pengaturan benar-benar berdasarkan nomer plat mobil. Misal angka 1 dan 2 hanya bisa melintas di Senin dan Rabu, angka 3 dan 4 hanya bisa Kamis dan Jumat, dan seterusnya. TIdak main-main, pelajaran dari Olimpiade ini diimplementasikan bahkan setelah pekan olahraga dunia tersebut berakhir.



Lalu, kenapa Jakarta sangat perlu rekayasa lalu lintas saat Asian Games 2018 ini?  Pertama, kita sudah tahu kemacetan masih jadi masalah krusial di Ibukota dan sekitarnya meskipun segala upaya menguranginya terus dilakukan oleh Pemerintah. Namun sejatinya ini masalah klasik yang dialami hampir semua kota-kota besar negara berkembang di dunia. Apalagi, Jakarta tengah gencar membangun infrastruktur di hampir setiap sudutnya, yang mempengaruhi arus lalu lintas. Kedua, ada standar internasional pihak OCA (Olympic Council of Asia) yang menerapkan syarat waktu tempuh atlet ke venue sekitar 30 menit dan kualitas udara yang baik, setidaknya  mengikuti baku mutu harian menurut PP Nomor 41 Tahun 1999 adalah 65 mikrogram per meter kubik atau  baku mutu  menurut WHO adalah 25 mikrogram per meter kubik.



Pasti ada pro kontra, tapi kita hampir tidak punya pilihan lain selain mengatur ulang lalu lintas dibarengi tentu saja penyediaan angkutan umum yang lebih memadai. Kebijakan meliburkan kegiatan ekonomi, pastilah bukan pilihan yang bijak. Bagi yang setiap hari berkendaraan umum, rekayasa lalu lintas ini bukan sebuah masalah besar. Jika diamati, di dunia maya, netizen yang tidak mendukung berasal dari mereka yang sudah nyaman dengan kendaraan pribadinya dan terlihat tidak mengenal transportasi publik di Jakarta. Citra kendaraan umum di Jakarta, sudah terlanjur melekat seperti tahun 1990an dan awal 2000an, yang kumuh, berdesak-desakan, tidak aman dan jauh dari kata nyaman. Sayang sekali masih ada anggapan seperti itu, transportasi publik di Jakarta memang belum sempurna, namun kita tidak bisa menutup mata, bahwa makin hari semuanya makin baik.

Tentu saja perlu dilakukan penyediaan angkutan umum untuk menunjang mobilitas masyarakat akibat dari kebijakan pengaturan penggunaan pribadi serta mendukung kebutuhan penonton dan wisatawan mancanegara yang berkunjung  ke event Asian Games. Kebijakan ini meliputi penambahan armada bus Transjakarta ke venue sebanyak 76 unit dari kondisi existing 294 unit, penyediaan 57 unit bus dari Hotel/Mall ke Venue, penyediaan 204 bus khusus untuk wilayah-wilayah yang terdampak perluasan kebijakan ganjil-genap, serta penyediaan 10 unit bus guna keperluan non pertandingan (wisata). Menariknya, semua bus dengan trayek menuju venue akan digratiskan untuk masyarakat umum.



Penggunaan Teknologi

Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Kementerian Perhubungan juga menyarankan para pengguna transportasi publik untuk menggunakan Moovit. Moovit adalah aplikasi transportasi publik yang bisa diakses dengan gratis Untuk bisa menggunakannya kita bisa melakukannya dengan dua cara, pertama mengunduh aplikasi moovit gratis di google play, kedua menggunakan moovit versi mobile. Dengan menggunakan aplikasi ini kita bisa melihat jadwal kereta dan bis, serta angkot. Selain itu juga bisa kita cek waktu kedatangan, notifikasi tujuan dan rute detail di dalam maps, sehingga kita bisa dengan mudah menemukan rute di jakarta dengan cara paling efisien dan efektif. Selain menyediakan menu pemilihan moda transportasi paling cepat ke suatu tujuan, moovit juga memiliki beberapa feature keren:




- Ada notifikasi jika kita sampai di suatu halte, atau tujuan atau ketika harus berpindah moda, sehingga kita tidak perlu khawatir dan terus menerus mengecek kita sdh sampai halte mana saat berkendara.
- terdapat informasi jarak total yg ditempuh, jarak antar halte, maupun jarak antara satu moda dengan moda yang lain jika perjalanan harus menggunakan beberapa moda transportasi yang berbeda.
- terdapat informasi berapa lama kita harus menunggu suatu moda transportasi sampai moda tersebut sampai

Bagi yang tetap akan berkendaraan pribadi, BPTJ pun memfasilitasi melalui kerja sama dengan Google Indonesi dimana Google Map telah disinkronkan dengan kebijakan ganjil genap . Aplikasi  ini akan memberikan informasi mengenai rute  mana yang harus dilalui jika menggunakan kendaraan pribadi agar tidak melanggar jalur ganjil genap. Pengguna juga akan mendapatkan informasi waktu tempuh yang dibutuhkan jika melalui jalur alternatif.  Jika mendapatkan hambatan, pengguna dapat berganti menggunakan kendaraan umum dan cari tahu rutenya melalui Moovit.



Kepala BPTJ, Bambang Prihartono menjelaskan tersedianya fitur tersebut bermanfaat bagi masyarakat untuk cepat mengenal perluasan kebijakan ganjil genap dengan cara yang praktis, serta mendorong mereka untuk lebih cepat beradaptasi. 
Nah, sudah banyak kemudahan yang ditawarkan, bukan? Jadi tidak ada alasan untuk tidak mendukun Asian Games 2018

Ayo Indonesia!



Tips Mudik Lebaran Aman Dan Selamat Sampai Tujuan


Mudik adalah tradisi dari berpuluh-puluh tahun silam. Entah siapa yang memulai, namun yang jelas Mudik telah menjadi bagian kehidupan metropolitan belakangan. Sampai-sampai beberapa perusahaan termasuk BUMN pun melakukan mudik gratis bagi para pegawai dan non-pegawai yang telah mendaftar beberapa hari sebelum pelaksanaannya. Saya pun pernah ditanya bagaimana cara mendapatkan mudik ini melalui bus dan kereta api. Saya hanya menjawab dengan senyum karena suatu saat saya pun ingin melaksanakan mudik gratis. 

Bagi saya mudik adalah menepati janji. Selain tradisi, Mudik adalah mengenang memori-memori lama yang telah tersimpan rapi di ingatan saya beberapa tahun silam. Nostalgia dan mengenang masa lalu yang tentu saja akan melengkapi momen sehingga kita akan benar-benar menjadi manusia yang bahagia. I feel complete as a human. Bahagia secara fisik dan jiwa karena telah melakukan ibadah secara penuh di bulan Ramadhan kemarin. Dan, kesempurnaan itu ditandai dengan silaturahmi baik dengan saudara, teman dan sahabat lama yang tak berjumpa setelah sekian lama.


Bagi pemudik yang berada di jalur Trans Jawa, ada baiknya mengetahui dengan jelas pos-pos mana saja yang bisa dilewati terutama jalan tol yang baru saja rampung pembuatannya atau bahkan belum selesai namun tetap di fungsikan sebagai jalan tol alternatif pada saat jalur balik saat ini.

Mengetahui jalur-jalur mana saja yang akan dilalui juga merupakan salah satu aspek keselamatan yang harus diketahui. Jangan sampai salah memilih jalur dan berubah menjadi malapetaka bagi pemudik dan seluruh keluarga. 


Ngobrolin mudik berarti kita akan ngobrolin banyak hal mulai dari infrastruktur, kendaraan, masyarakat dan faktor-faktor pendukung yang akan sangat banyak jika dibahas dalam satu postingan. Saya akan sangat bahagia jika bisa menyajikan beragam informasi namun yang paling penting adalah saya akan membagikan beberapa tips mudik lebaran kali agar aman dan selamat sampai tujuan.

Periksa Kondisi Kendaraan 


Sebelum melakukan perjalanan hendaknya memeriksa terlebih dahulu kendaraan yang akan dipakai. Jarak yang jauh dan waktu tempuh yang beberapa hari membuat mesin akan bekerja sangat keras. Jangan sampai mengabaikan faktor keselamatan ini.

Hindari Mengangkut Penumpang Melebihi Kapasitas Kendaraan

Jangan sampai melebihi kapasitas kendaraan pada saat  melakukan perjalanan. Bisa saja karena faktor ini, kendaraan akan oleng dan tidak terkendali pada saat dipacu sangat kencang. Hitunglah beban kendaraan dan bawalah barang sesuai dengan kapasitas yang tertera pada kendaraan anda.

Bawa Uang Tunai Yang Cukup

Bank dan kegiatan keuangan akan tutup menjelang lebaran, usahakan untuk membawa atau mengambil uang tunai yang cukup. Jangan sampai kehabisan pada saat ditengah perjalanan dan sangat jauh dari ATM ataupun bank.


Bawa Makanan Dan Minuman Yang Cukup

Kita tidak akan tahu macet atau kondisi jalanan yang akan membuat durasi perjalanan menjadi tidak karuan sehingga tidak sempat mampir ke rest area. Bawalah makanan seperti bento atau roti serta makanan ringan lainnya sehingga tidak akan terjadi krisis makanan selama perjalanan.

Aktifkan GPS atau Bawa Peta

Jangan sampai tersesat. Gunakan GPS atau peta dari google atau aplikasi yang terpercaya sehingga sangat memudahkan kita mencapai tujuan dengan waktu yang relatif singkat. Jangan percaya dengan aplikasi yang abal-abal atau orang yang tidak dikenal. Pastikan tanya dengan petugas seperti polisi atau petugas dinas perhubungan.



Istirahat Saat Kelelahan

Sering kali banyak pengemudi yang nekat melampaui batas ketahanan tubuh sehingga mengakibatkan banyak kecelakaan terjadi apalagi pada saat malam hari. Usahakan untuk mengambil jeda beberapa jam sekali sehingga membantu pengemudi kendaraan selalu dalam kondisi yang selalu fit dan segar. Kita pun akan sangat nyaman dan tentunya selamat sampai tujuan.

Patuhi Lalu Lintas

Rambu lalu lintas dibuat untuk membuat kita aman dan selamat sampai ke tujuan. Patuhilah setiap rambu-rambu lalu lintas demi keselamatan seluruh penumpang apalagi pengemudi rombongan dalam jumlah besar. Jika kita tidak melanggar rambu tersebut, maka kita akan terjamin sehingga lebaran kali ini pun kita bisa menikmatinya dengan manis sekali. Jika melihat pelanggar rambu-rambu, jangan sungkan untuk menegur demi keselamatan bersama.

Apa jadi jika kita mengabaikan rambu lalu lintas dan faktor keselamatan? Banyak hal merugikan seperti kecelakaan pada saat mudik, karena menurut data pada saat mudik lebaran 2017 telah terjadi sekitar 3.168 angka kecelakaan. Sebagai pemudik alangkah baiknya kita Peduli Keselamatan bersama Jasa Raharja pada saat mudik lebaran 2018 tahun ini.


Jangan sampai mudik lebaran 2018 kali ini bukan manfaat positif yang kita terima, melainkan malapetaka. Sudah saatnya mempedulikan keselamatan bersama dengan mematuhi faktor keselamatan dan kenyamanan serta rambu lalu lintas. 

Yuk Naik Bus Dan Transportasi Publik Di Jakarta


Saya itu orangnya ngga mau ribet, pengennya praktis dan simple. Tapi, kalau misalnya dikasih opsi untuk dua hal misalnya mau naik bus atau ojek online, untuk saat ini saya masih akan memakai ojek online. That's the reality. Namun, tahu ngga kalau BPTJ atau Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek ini melakukan pembenahan di segala hal dan dimulai beberapa tahun ini. 

Saya baru tahu kalau BPTJ inilah yang melakukan pengelolaan termasuk TransJakarta, KRL dan Bus. Tak semudah yang dibayangkan untuk mengatasi kemacetan di Jakarta, diperlukan pengelolaan dan membangun kebiasaan masyarakat di Jakarta dan sekitarnya yang sering menggunakan kendaraan pribadi untuk melakukan aktivitasnya sehari-hari. 

Bayangkan saja, jika setiap rumah memiliki kendaraan roda empat lebih dari dua dan setiap harinya melakukan aktivitas dengan kendaraan tersebut, berapa banyak kendaraan yang memenuhi jalan-jalan di Jakarta? Coba hitung dengan seksama ada berapa kendaraan? Tentunya sangat banyak. Saya tak bisa membayangkan betapa penuhnya jalanan di Jakarta. 


Gaya hidup adalah kebiasaan yang harus dijangkau oleh pengelola transportasi publik, namun memang sebaiknya pembuat kebijakanlah yang mengatur secara tegas, agar kendaraan pribadi lebih sedikit digunakan dan beralih ke transportasi publik. Namun, masalah transportasi publik belum menunjukan titik terang. Masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan, namun saya optimis jika dalam beberapa tahun mendatang transportasi publik akan menjadi primadona, asal pengelola mampu melaksanakan tugas dengan kerja keras.

Jepang, menurut saya adalah role model untuk transportasi publik. Orang Jepang menyukai transportasi publik karena sangat tepat waktu dan sudah sejak dini menggunakan transportasi publik. Selain Jepang, negara tetangga seperti Singapura pun perlu kita jadikan contoh dalam mengelola transportasi publiknya yang bagus. Memang penduduk Jakarta sangatlah banyak dibandingkan Tokyo ataupun Singapura, namun dengan perbaikan, Jakarta akan menjadi kota dengan transportasi publik yang nyaman. 


Nah, bagi yang mau naik bus atau KRL dengan nyaman, saya punya tipsnya untuk kamu nih.

Naik Lebih Pagi atau Lebih Malam

Jika ingin naik transportasi publik, pastikan lebih pagi atau lebih malam atau menghindari jam sibuk seperti berangkat kantor dan pulang kantor.

Siapkan Electronic Card

Siapkan electronic card untuk pembayaran pada saat di halte atau stasiun. Jangan sampai tertinggal dan menjadikan hari-harimu berantakan. 

Maps is the key

Peta rute atau maps sangat penting karena pada saat di halte atau stasiun atau di kendaraan, keadaan akan sangat padat dan bisa jadi kamu akan tersesat. 

Ikuti Peraturan Di Transportasi Publik

Jangan makan dan minum di transportasi publik karena sudah ada aturan dan akan ada sanksi. Jangan sampai aturan tersebut malah kamu langgar dan mendapat sanksi yang berat dari petugas. 

Hati-hati

Transportasi publik ini memang digunakan segala strata sosial, maka berhati-hatilah dengan semua orang yang belum dikenal. Jangan sampai kamu jadi korban pencopetan atau pelecehan seksual yang sering kita dengar melalui berita. 


Dan, akhirnya memang pada akhirnya transportasi publik adalah pekerjaan bersama mulai dari pengelola dan pengguna. Tidak akan berhasil jika kerja yang dilakukan pengelola tidak dilakukan oleh pengguna dengan baik. 

Jika sangat berat melakukan perpindahan dari kendaraan pribadi ke transportasi publik, mulailah dengan 1 hari dalam seminggu menggunakan bus atau KRL. Atau minimal sekali dalam 1 bulan, cobalah dan nikmati betapa enaknya melihat kehidupan disekitar kita yang semakin menarik. Siapa tahu dengan naik kendaraan umum, kita dapat relasi, jodoh atau kesenangan yang tidak bisa di beli oleh uang.


Terima kasih Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) yang telah berdiskusi dengan kami, pengguna transportasi publik. Sebuah sarana yang hebat untuk membuat transportasi publik di Jabodetabek makin bagus dan dicintai penggunanya. Yuk kita naik bus dn transportasi publik di Jabodetabek. Kalau bukan kita siapa lagi? Kalau bukan sekarang kapan lagi?