5 Cara Mengundang Pengunjung Blog



Dalam Kelas Blogging NTT, sebagai penambah materi, saya sering menulis di grup WA tersebut tentang kekayaan konten dan blogwalking. Apabila kalian ingin blog kalian dikunjungi, maka jadilah pengunjung blog orang lain terlebih dahulu. Apabila blog kalian sudah dikunjungi dan dikomentari, lakukan kunjungan balik ke blog si pengunjung! Karena, hei, kita bukan artis yang kehidupannya setiap saat di-kepo-in penggemar. Kata orang: emang lu sapeeee, hah? Hehehe.

Baca Juga:


Awalnya blog memang hanya sekadar menjadi diary online, tempat blogger mencurahkan keluh-kesahnya atau menceritakan aktifitas sehari-hari. Pada blog lama saya, kalian akan membaca aktifitas berebutan tempat wudhu setiap Adzan Maghrib. Hehe. Blog menjadi tempat para blogger berbagi pengalaman. Tentu, setiap blogger mengharapkan blog-nya dikunjungi oleh banyak orang, terutama blogger yang telah me-monetize blog-nya tersebut.

Karena, kalau hanya ingin menulis tanpa dibaca dan diapresiasi oleh orang lain, beli buku diary tema Frozen - tulis - simpan di lemari.

Bagi yang blog-nya sudah di monetize seperti Google Adsense, misalnya, pasti tahu bahwa pengunjung blog merupakan salah satu kunci untuk mengalirkan Rupiah ke pundi-pundi yang sudah disiapkan. Perhitungan dari sekian banyak pengunjung blog, pasti ada satu atau dua yang meng-klik iklan dari Google Adsense tersebut untuk Rupiah yang lebih besar. Kesempatannya juga sama jika bermain afiliasi atau menjadi influencer.

Tapi bagaimana agar blog kita dikunjungi orang lain? Berikut saya coba merangkum lima cara mengundang pengunjung blog. Cekidoooot!

1. Konten Orisinil

Apalah artinya sebuah blog tanpa konten? Apalah artinya jika kontennya semata-mata mengkopi-paste bulat-bulat artikel dari situs lain? Bikinlah konten kalian sendiri dan paling baik dari pengalaman kalian sendiri. Percayalah, konten dari situs-situs ternama rata-rata sama, tapi konten dari blog pribadi itu unik karena menceritakan pengalaman personal dari si pemilik blog. Dan tentu saja tidak asal-asalan, asal jadi satu pos, begitu saja.

Contohnya:
Pengalaman mendaki Rinjani.
Pengalaman menjahit totebag pertama kali.
Pengalaman mengajar.
Pengalaman menjadi influencer.
Pengalaman menjadi EO.
Pengalaman berkebun.
Pengalaman nge-craft.
Pengalaman mengedit video.
Pengalaman fotografi.
Pengalaman merantau/bekerja di tanah orang.
Pengalaman memasak.

Dan lain sebagainya. See? Banyak kan yang bisa kalian tulis dan menjadikannya konten blog? Ingat, konten yang orisinil jauh lebih 'mahal' nilainya ketimbang kopi paste sana sini. Apakah kopi paste tidak boleh? Boleh, asalkan tulis sumber artikel tersebut. Itu jauh lebih terhormat.

2. Memperbanyak Konten

Katanya konten yang sedikit belum tentu bikin orang tidak mengunjungi blog kita. Betulkah demikian? Menurut saya, konten yang banyak bakal bikin arus pengunjung blog lebih meningkat dari hari ke hari. Minimal dua sampai tiga konten per minggu. Karena, ketika orang datang ke blog kita dan belum menemukan konten baru, ada kemungkinan dia akan absen selama satu dua minggu. Kecuali kalian melakukan interaksi yang intens melalui komentar (akan dibahas pada poin ketiga di bawah).

Bagaimana caranya memperbanyak konten, apalagi yang orisinil? Mudah!

Ambil contoh teman-teman dari EndeTV yang datang ke rumah untuk meminta bantuan saya menulis narasi perjalanan dan liputan mereka ke Kecamatan Maurole. Pada pertemuan itu, saya menyarankan pada Alan, Udin, dan David Mozzar tentang pemecahan materi.

"Dari perjalanan ke Maurole, kalian bisa bikin tiga video untuk EndeTV. Sesuai temanya. Pertama video tentang pariwisatanya. Kedua tentang kearifan lokal dan para pengrajin. Ketiga tentang pendidikan. Tinggal nanti melihat mata acaranya ..."

Jujur, para pejalan itu paling mudah bikin konten blog karena mereka bisa memecah cerita perjalanan itu menjadi tiga bahkan lima konten berbeda. Ada contohnya, Teh? Ada donk. Hehe. 

Contoh: perjalanan saya dan teman-teman ke Danau Kelimutu. 

Perjalanan itu dapat menjadi tiga tulisan berjudul:

1. Danau Kelimutu dari Masa ke Masa.
2. Sensasi Mengunjungi Arboterum di TNK.
3. Kisa Para Penjaja Kopi Panas di Tugu Danau Kelimutu.

Bahkan, bisa saya tambah:
4. Waturaka, Desa Agrowisata Entrance Menuju Danau Kelimutu.
5. Beni, Penjual Bensin Eceran Penyelamat Perjalanan.
6. Trekking ke Puncak Kelimutu Lewat Jalur Alternatif.

Dan lain sebagainya he he he.

Kalau kalian bukan tipe pejalan? Mudah! Bukankan dari poin nomor satu di atas sudah saya tulis tentang contoh konten blog? Bahkan aktifitas memasak pun bisa dipecah menjadi beberapa judul, seperti:
1. Resep Cumi Kuah Hitam.
2. Manfaat Tinta Cumi.
3. Kandungan Nutrisi dalam Cumi.
Mudah :)

3. Blogwalking


Di awal pos saya sudah menulis tentang blogwalking ini. Ingin mengundang pengunjung blog, berikan umpan terlebih dahulu dengan cara menjadi pengunjung blog orang lain. Kalau saya Jenifer Lopez, tentu saya tidak perlu repot mengunjungi blog orang lain karena toh penggemar sudah pasti bakal senang membaca semua tulisan kegiatan saya di blog tanpa diundang. Kebanyakan, kita enggan mengunjungi blog orang lain, tapi berharap blog kita banyak pengunjung.
Paling parah adalah saya, pada jaman dulu, karena pernah merasa sudah lama nge-blog, jadi malas mengunjungi blog orang lain. Ngerasa seniioooor. Senior gundulmu, Teh! Hasilnya? Trafik pengunjung blog saya turun drastis. Alasan lainnya selain tidak blogwalking adalah konten pada blog jaman dulu itu sangat tidak berfaedah hahaha.
Ingat, blogwalking itu: tidak hanya kunjung tapi juga memberi komentar. 

4. Promosi Blog

Mempromosikan blog itu wajib. Banyak media, GRATIS, yang bisa kalian gunakan untuk mempromosikan blog sendiri. Media tersebut adalah media sosial, aplikasi chatting, dan forum. Media sosial yang paling sering saya gunakan untuk mempromosikan blog adalah Twitter dan Facebook. Baru-baru ini gara-gara Idris dari Ngayap[Dot]Com saya juga mempromosikan blog di Instagram.

Selain itu saya menggunakan aplikasi chatting yaitu WhatsApp (WA) untuk promosi blog. Semakin banyak grup, semakin baik, hahaha. Kalau forum sih karena Forum Blogfam sudah tidak tahu alamatnya jadi tidak pernah promosi di forum lagi.

5. Menggunakan Hotspot Pribadi

Silahkan baca pos saya yang satu ini.

Jadi begini, mengaktifkan hotspot pribadi dengan nama hotspot yang merujuk pada blog atau situs kita, akan membantu menambah pengunjung blog. Dengan sendirinya itu akan terjadi karena orang-orang bakal penasaran. Apalagi jika kalian ikutan pesta / resepsi pernikahan begitu, hidupkan saja hotspot pribadi yang tentunya harus di-password. Percayalah, semakin ke sini, orang-orang ke pesta hanya sekadar hadir, tapi pikiran dan tangan mereka ada di smartphone.

Mengaktifkan hotspot pribadi di tempat umum (password pasti) dengan nama hotspot merujuk pada blog atau situs bakal bermanfaat untuk meningkatkan pengunjung blog. Efektif atau tidak, bukan masalah, yang jelas pasti ada yang penasaran, terkhusus anak-anak pengguna smartphone yang selalu mencari wi-fi gratis di mana pun mereka berada.

Untuk hotspot pribadi dengan nama hotspot merujuk pada blog atau situs, bukan ide saya, saya membacanya dari pos seorang anggota Kumpulan Emak Blogger di grup Facebook. Nah, saya lupa nama emaknya. Nanti kalau sudah ketemu nama si emak saya bakal perbarui pos ini.

***

Ternyata tidak hanya Roma saja yang dapat dicapai melalui banyak jalan, mengundang pengunjung blog juga dapat dilakukan dengan banyak cara. Tergantung cara mana yang mau kita pakai. Mau pakai semuanya justru lebih bagus lagi kan? He he he.

Semoga pos ini bermanfaat dan bakal lebih erat tali silaturahmi antara kita, yess.


Cheers.