Wisata Asyik Keliling Kota-Kota Di Jepang Dengan Sepeda


Pada saat ke Jepang, dibenak kita pasti akan tergambar transportasi canggih seperti MRT, Kereta Bawah Laut dan moda transportasi lain. Namun pernahkah terbesit dalam pikiran untuk mencoba sesuatu yang beda saat mengelilingi kota Tokyo atau Kyoto dengan Sepeda? Bagi yang belum pernah merasakan sensasi mengelilingi kota-kota di Jepang, kayaknya harus mencobanya. 

Sepeda sepertinya tak asing bagi kita yang tinggal di Indonesia. Banyak yang memanfaatkan moda tranportasi ini di kampung sampai ke kota, namun ternyata masyarakat Jepang juga banyak memanfaatkan moda tranportasi ini karena selain murah, juga sehat. Bahkan, jalur seperti trotoar atau jalur sepeda disediakan khusus. Kadang, sepeda digunakan hanya untuk jarak dekat seperti dari rumah menuju ke Stasiun terdekat, atau untuk berbelanja ke pasar yang tak jauh dari rumah. 

Belakangan ini, traveler yang sudah bosan dengan kereta cepat atau bus mencoba sensasi berbeda dengan menyewa sepeda dan menikmati sekeliling area tersebut. Selain nyaman dan tidak terburu-buru, banyak sekali hal-hal yang tidak kita temukan saat kita mengunakan kereta cepat atau bus. Mungkin saja, tempat yang tidak banyak dikunjungi orang namun memikat hati justru akan ditemukan dengan bersepeda. Bagai menemukan harta karun yang terpedam kan?

Nah, tempat apa saja sih yang cocok untuk mengexplore dengan bersepeda di Jepang? 

Asakusa, Tokyo


Tokyo Skytree Tower nampak menjulang saat langkah terhenti di Sungai Sumida, sungai yang membelah Asakusa dan memisahkannya dengan Tokyo Skytree. Selain Menikmati Sungai Sumida, Asakusa memiliki Kuil Sensoji yang menjadi ikon Tokyo. Selain Sensoji, di sepanjang Nakamise, penjual oleh-oleh khas Jepang. Tentu saja sensasi Jepang dalam tradisional maupun modern bisa dilihat lebih dekat dengan sepeda. 

Kyoto 


Kyoto bisa disebut kembaran dari Yogyakarta. Keduanya sama-sama menjaga tradisi dan budayanya sehingga tak heran jika melihat wanita berpakaian kimono lengkap dan berias sangat tebal. Kalau tidak salah sebutan Geisha ini sering digunakan untuk wanita penghibur dengan konotasi yang kurang baik. Namun, sekarang jumlahnya tidak sebanyak pada abad 18 dan 19. Mengelilingi Distrik Gion dengan pemandangan Geisha, bangunan tradisional dan toko-toko membuat perjalanan lebih terasa menyenangkan. Apalagi kalau ingin mengoleksi banyak foto-foto dari distrik ini.

Shimanami Kaido

Picture : http://www.japan-guide.com/e/e3478.html
Pulau Honshu dan Pulau Shikoku memiliki jembatan penghujung dengan panjang sekitar 60 kilometer yang menghubungkan beberapa pulau dan jembatan. Didaerah ini pula banyak diadakan event internasional seperti lari marathon. Pemandangan dari jembatan ini sangat luar biasa menawan, apalagi pemandangan lau dari pulau Seto. Bersepeda mengelilingi jembatan dan menikmati pulau-pulaunya akan menjadi pengalaman yang tak terlupakan. 

Picture : http://www.japan-guide.com/e/e3478.html
Kibi Plain, Okayama


Kota Okayama menjadi salah satu tempat menarik yang wajib dikunjungi. Seperti layaknya pedesaan di Indonesia, Okayama memiliki pemandangan asri dengan tanaman disepanjang jalan yang dilaluinya. Jepang memang identik dengan Tokyo yang serba cepat dan modern, namun Okayama ini membuktikan sisi lain yang tidak pernah dibayangkan di benak wisatawan pada umumnya. Kibi Plain ini merupakan dataran sepanjang sekitar 17 kilometer dengan padi dan tumbuhan lainnya di samping kanan dan kiri jalan. Dijamin puas menikmati sisi lain dari Jepang ini.

Rental Sepeda Untuk Traveling


Roda jaman berputar, begitu pula dengan teknologi yang digunakan atau ditambahkan pada sepeda. Teknologi tersebut menginsprasi dibuatkan sepeda listrik, apalagi Jepang merupakan salah satu negara dengan inovasi dan teknologi yang luar biasa. Jadi tidak ada keraguan untuk memakai sepeda listrik. Namun karena harga sepeda listrik ini lebih mahal dari sepeda manual, alangkah baiknya menyewa saja ditempat seperti Asakusa, Tokyo atau Kyoto. Harga sewa sepeda berkisar antara 100-300 yen per jam, 400-800 yen per setengah hari dan 1.000-1.200 per hari.

Sebelum menyewa sepeda pastikan membawa fotocopy passport dan sertakan alamat dan nomor handphoe atau email yang bisa dihubungi. Hal ini untuk menghindari terjadinya penyalahgunaan atau pencurian sepeda.

Aturan bersepeda di Jepang bisa dibilang sangat ketat, seperti gunakan jalur khusus sepeda atau trotoar jika tidak ada jalur khusus. Kemudian disarankan untuk mengunakan helm sepeda. Dan dilarang parkir sembarangan, dan apabila melanggar maka akan terkena denda. Jangan lupa untuk mengunci sepeda, karena bisa saja orang lain mengunakan tanpa tahu milik siapa. Untuk menghindari hal-hal yang kurang jelas, sebaiknya menanyakan secara langsung pada tempat menyewa sepeda.

Okay, setelah menyewa sepeda, kini saatnya menelusuri tempat yang tersembunyi di Jepang. Selamat bergowes. Jya, matta ne.