5 Ide Pemanfaatan Ruang Serba Sempit di Rumah Tipe 36

Sumber: Mas Chandra.

5 Ide Pemanfaatan Ruang Serba Sempit di Rumah Tipe 36. Kredit rumah? Kenapa tidak? Melihat kemampuan sendiri setiap bulan, mencoba berhitung lebih serius, apa keuntungan apa ruginya, lalu putuskan! Lagi pula rumah tersebut belum tentu langsung dihuni karena bisa pula dikontrak oleh orang lain soalnya sudah punya rumah warisan orangtua hahaha. Kalau urusannya sama kontrak-mengontrak, tentu ada sedikit fee yang masih bisa diperoleh bukan? Jadi, kalau ada yang bertanya tentang mengkredit rumah, tentu saya meng-iya-kan. Manapula tipe rumahnya adalah 36, yang membikin saya seakan telah (padahal belum) mewujudkan impian untuk tinggal di tiny house.

Baca Juga: 5 Lokasi Terdekat Untuk Berwisata Sekitar Kota Ende

Rumah tipe 36 memang kecil. Hanya ada ruang tamu, dua kamar, satu kamar mandi, dan dapur. Halaman belakang-kanan-kiri dikasih space dua meter sedangkan halaman depan tiga meter. Tidak ada ruang makan, tidak ada ruang keluarga, tidak ada perpusakaan mini, tidak ada semua yang sekunder di dalam rumah tipe 36. Oleh karena itu, penghuninya harus bisa putar otak agar semua space di dalam rumah tersebut terpenuhi bahkan satu ruangan punya banyak fungsi.

Ini adalah impian ... jadi jangan tanya fotonya. Haha.

1. Manfaatkan Sofa/Kursi Ruang Tamu Sebagai Tempat Penyimpanan


Berdasarkan menonton segala video tentang konsep rumah mini, hampir semua item yang ada di dalam rumah bisa dijadikan tempat untuk menyimpan barang. Ruang tamu rumah tipe 36 itu kecil kan ya, sehingga tidak mungkin bisa memuat seperangkat sofa yang dibeli di toko furnitur. Paling-paling seperangkat sofa itu akan dipisah agar muat di ruang tamu, sisanya diletakkan di ruangan lain. Tapi permasalahannya sofa yang dibeli di toko furnitur tentu yang itu-itu saja. Jadi, bagi yang ingin tinggal di rumah tipe 36, cobalah pergi ke tukang kayu atau tukang furnitur untuk memesannya langsung. Dikustom.

Semua rumah mini akan memanfaatkan sofa sebagai tempat penyimpanan. Sehingga sofanya akan terlihat seperti kotak dengan tutupan pada bagian atas. Ada yang tutupannya disatukan dengan busa. Ada pula yang tidak; kotak punya tutupan tersediri yang dipasangi engsel, lantas ditutupi lagi dengan busa bersarung. Coba kalian menonton video rumah mini, konsepnya pasti sama seperti itu.

2. Manfaatkan Dinding Ruang Tamu Untuk Menggantung Rak-Rak Buku dan Penyimpanan Kotak Serbaguna


Sayang sekali jika dinding ruang tamu kosong melompong atau hanya dipakai untuk menggantung pigura foto. Alangkah bagusnya dinding ini dipasangi rak-rak gantung untuk menyimpan buku serta kotak-kotak serbaguna lainnya. Satu dua boneka atau patung mungil juga dapat digantung di situ. Selain itu, sudut ruang tamunya pun bisa dimanfaatkan dengan meletakkan rak mini. Pokoknya otak harus bermain indah untuk bisa mewujudkannya.

3. Meja Lipat yang Tidak Tersembunyi tapi Tidak Terlihat


Nah, bingung juga kan? Haha. Separuh ruang tamu dapat dimanfaatkan sebagai ruang kerja sekaligus ruang makan. Caranya adalah gunakan meja lipat! Saat tidak digunakan si meja bisa dilipat ke dinding dan menjadi lukisan atau hiasan dinding. Saat mau digunakan, tinggal dibuka (pakai penyangganya). Keren kan? Kalau area meja ini belum digunakan, bisa dipakai untuk tidur-tiduran beralas karpet.

4. Tempat Tidur Dengan Laci


Ini yang bakal saya wujudkan dalam waktu dekat. Haha. Sudah ngobrol-ngobrol dengan Mas Chandra yang barang furniturnya kece badai karena menggunakan kayu solid yang kuat. Kalian bisa melihat contohnya di foto cover awal pos. Tempat tidur seperti ini jelas sangat berguna karena kolongnya tidak dibiarkan kosong-melompong tetapi dipasangi kotak/laci yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan barang terutama selimut, seprei, bantal cadangan, atau bahkan pakaian! Tergantung kebutuhan masing-masing orang.

5. Lagi dan Lagi, Rak di Dapur


Dapur rumah tipe 36 sangat mini. Hanya ada sink dan space untuk meletakkan satu kompor. Bagian bawah sink memang bisa dipakai untuk menyimpan barang-barang seperti aneka cairan dan alat kebersihan. Di mana menyimpan beras, gula, teh, dan lain sebagainya? Dari yang saya lihat, dinding di bagian atas sink dan sekitarnya bisa dimanfaatkan untuk keperluan yang satu ini. Siapkan rak sesuai ukuran, dan siapkan kotak-kotak plastik untuk menyimpan semua kebutuhan. Kalau bisa diberi label jadi lebih keren. Sedangkan kulkas dapat diletakkan di sekitar dapur atau di samping space yang digunakan sebagai meja makan.

Selesai!

Asyik juga ternyata kalau menulis tentang ide pemanfaatan ruang ini. Itu pun masih kurang. Apabila rumahnya bertingkat, tangga pun dapat dimanfaatkan sebagai tempat penyimpanan ini itu.

Baca Juga: 5 Keistimewaan Canva

Saya yakin saat ini banyak teman-teman yang juga berpikiran sama, untuk tinggal di rumah mini setipe 36, karena perawatannya jauh lebih mudah dan murah. Rumah kecil itu, meskipun hanya dari menonton video dan dalam bayangan saja, sungguh hangat rasanya. Semoga suatu saat nanti saya bisa mewujudkan untuk tinggal di rumah mini setipe 36. Insha Allah. Tapi itu bukan berarti saya tidak mencintai Pohon Tua (nama rumah kami). Saya mencintai Pohon Tua lebih dari rumah manapun. Ini tempat saya tumbuh kembang sampai sekarang ini hehehe.

Bagaimana dengan kalian, kawan?



Cheers.

Kerennya Prefab House Dengan Tiga Ruangan Berotasi


Kristen Dirksen memang luar biasa. Perempuan ini bekerja bersama suami, ditemani ketiga anaknya, menjangkau berbagai belahan dunia, untuk menunjukan pada para penonton channel-nya yaitu Kirsten Dirksen tentang banyak hal terutama rumah. Rumah mini, rumah unik, rumah bongkar-pasang, rumah mobil, rumah ramah lingkungan, rumah loteng, rumah setengah ukuran, dan lain sebagainya. Kalau diberi kesempatan bertemu perempuan berambut kriwil itu, saya bakal memeluknya erat-erat. Terima kasih sudah memberikan begitu banyak inspirasi untuk penghuni bumi, salah satunya saya. Haha.

Baca Juga: Filmora Aplikasi Sunting Video Android yang Juga Mengasyikan

Salah satu videonya tentang rumah mini dan unik adalah tentang Prefab House yang satu ini. Masih prototype dari pembangun/pengembang. Jadi asyik begitu ada lahan super luas dan di atasnya berdiri rumah berbagai model dan ukuran. Tapi kalau ditanya apakah saya mau tinggal di rumah seperti itu? Tidak. Alasannya nanti saya ceritakan di akhir pos, ya.

Rumah Mini dan Unik


Rumah ini sangat kecil dan berbentuk unik. Dan perlu diketahui bahwa semua foto yang tampil di pos ini diambil dari video dimaksud. Ini dia penampakan rumah tersebut:


Terlihat sangat mini dan bisa diistilahkan seperti kotak sepatu. Hehe. Tapi uniknya karena rumah ini punya pintu depan hampir selebar rumah dengan bahan kaca. Ada satu lagi pintu masuk bagian belakang yang berbentuk oval. 

Ruang depan rumah ini adalah ruang tamu dan ruang keluarga. Jadi sebelah kanan (dilihat dari arah rumah, bukan dari arah kita) adalah area ruang tamu dan sebelah kiri adalah area ruang keluarga. Bedanya, di depan ruang tamu langsung terletak silinder sepanjang enam meter yang memuat tiga ruangan dan bisa berotasi. Sedangkan di depan ruang keluarga ada lorong ke pintu belakang dengan satu kamar mandi yang ada WC-nya.


Perancangnya bernama Luigi Colani dan pengembangnya adalah Hanse House. Seperti semua karya Colani (lahir pada tahun 1928, ia bekerja untuk perusahaan mobil dan pesawat terbang utama, serta NASA), prototipe rotorhome memiliki beberapa garis lurus dan sebaliknya penuh dengan kurva dan bentuk ergonomis. Pabrik prefab Jerman Hanse Haus membangun rumah pada tahun 2004 untuk menunjukkan kurangnya batasan dalam cetakan.

Silinder yang Berotasi


Ini inti dari rumah yang satu ini. Silinder sepanjang enam meter yang terletak tepat di depan ruang tamu, saling berhadapan, itu bisa berotasi dan memuat tiga ruangan berbeda fungsi di dalamnya. Unik kan? Untuk rotasi pun cuma menekan tombol berbeda warna (warna menunjukan ruangan) dan berputar 270 derajat setiap arah. Ada tiga ruangan dengan fungsi berbeda yaitu kamar tidur, dapur, dan kamar mandi (tanpa WC).

Tekan tombolnya dan tombol satu lagi di bawah.

Tradaaaa ... kamar mandi.

Kamar tidur.

Dapurnya kayak begini.

Saat sedang mendemonstrasikan silinder ini dimana suami Kirsten Dirksen sedang berada di kamar tidur, si pengembang bilang bisa sembunyikan pacar kalau suami mendadak pulang ke rumah. Dan saya ngakak. Tujuan yang sungguh tidaaaaaak bagus. Hahaha. Tapi boleh juga *digampar*.

Mau Tinggal di Rumah Seperti Ini?


Tidak! Saya tidak akan mau hahaha. Pertama, tidak etis untuk orang Indonesia kamar mandinya langsung menghadap ruang tamu dan nampak terbuka seperti itu (kaca). Itu ridikulus hehe, meskipun ada kamar mandi lainnya yang terpisah (yang ada WC-nya). Kedua, saya tidak bisa berada di dapur super bersih seperti itu, rasanya tidak tega, LOL! Ketiga, tidurnya jadi kayak gimanaaa ya. Pokoknya ogaaaah kalau disuruh tinggal di rumah seperti ini.

Baca Juga: Blog It! Pilihan Nge-blog Pakai Smartphone

Tapi rumah ini dapat menjawab kebutuhan orang-orang sana yang budayanya tidak seperti Orang Indonesia. Manapula lahan semakin menipis, rumah mini jadi pilihan, dan kalau unik itu bonus.

Bagaimana dengan kalian, kawan? Mau tinggal di rumah seperti ini? Canggih sih teknologinya, kan sekarang #SelasaTekno, tapiiiii ... pikir-pikir dulu hahaha.




Cheers.