There Is No Nanny Like Nanny Fran

Gambar diambil dari Google.

Terimakasih Hooq, sudah membikin saya ngakak tiap malam gara-gara menonton serial lama yang ngetop di era 90-an: The Nanny. Menonton The Nanny mengobati rindu pada serial era 90-an seperti Friends, Xena, Ally McBeal, Charmed, Baywatch, Dawson's Creek (yang ini saya sampai kejar themsong-nya harus sampai dapat!), The X-Files, Buffy The Vampire Slayer, Hercules, Melrose Place, dan lain sebagainya. Apa serial 90-an favorit kalian?

Baca Juga:

Serial lama sekelas The Nanny masih punya kekuatan yang luar biasa untuk menghibur penontonnya, ditambah dengan tokoh seorang kepala pelayan yang sarkasnya level dewa. He's a legend! Mari kenalan dulu dengan para tokoh The Nanny, agar saat kalian menonton serial ini nanti gara-gara penasaran, siapa tahu kan?, sudah ada gambar tentang mereka hehehe. Spoiler!

1. Fran Fine 

Ini dia si nanny yang bernama lengkap Fran Fine. Fran atau Miss Fine diperankan oleh Fran Drescher, seorang aktris Amerika yang super seksi. Miss Fine adalah Jewish-American (Orang Israel, beragama Yahudi, dan tinggal di Flushing - Queens - Amerika). Bapaknya yang bernama Morty tidak pernah diperlihatkan di dalam serial ini, sedangkan Ibunya yang bernama Sylvia dan neneknya yang bernama Yetta digambarkan sangat eksentrik dan hebring.  
Gambar diambil dari Google.

Awalnya Miss Fine bekerja di toko pernikahan milik pacarnya yang bernama Danny Imperialli. Tapi Miss Fine kemudian dipecat, alasannya adalah Danny memilih perempuan lain yang saya lupa namanya hahaha. Nama itu pernah muncul di satu dua episode The Nanny. Setelah dipecat, Miss Fine kemudian memilih untuk menjual kosmetik. Profesi baru mengantarkannya ke rumah seorang produser broadway ternama yakni Maxwell Sheffield. Di sini lah kisah si nanny bermula.
 
2. Maxwell Sheffield

Duda tiga anak, seorang produser broadway sukses, kharismatik, dan berasal dari Inggris. Dialah bosnya Miss Fine. Si orang kaya beraksen super british ini menyerahkan urusan ketiga anaknya kepada Miss Fine. Karakter Maxwell Sheffield diperankan oleh Charles Shaughnessy.

Gambar diambil dari sini.

Kharismatik kan? Sangat kental sisi seorang duda yang sibuk bekerja demi anak-anaknya.

3. Niles si Kepala Pelayan

Peran Niles (Daniel Davis) selain sebagai butler atau kepala pelayan paling setia, adalah penyela dan pencela. Dia suka menyela omongan Mr. Sheffield sekaligus mencela partner kerja Mr. Sheffield yaitu Miss Babcock atau CC yang tergila-gila pada Mr. Sheffield. Dia gemar menguping yang membikin saya ingat sama tokoh tukang nguping dalam Triplet bernama Azul, hahaha.

Niles dan kemoceng andalan.

Niles juga digambarkan beraksen british dan SARKASnya level dewa! Sumpah, saya pernah terbahak-bahak gara-gara menonton obrolan Niles yang sarkas dan Mr. Sheffield yang menangkap sarkas itu dengan sangat polos. Kocak!


4. Maggie - Brighton - Grace

Tiga anak Mr. Sheffield adalah Margareth Sheffield-Brolin atau Maggie (Nicholle Tom). Seorang remaja yang digambarkan sangat membutuhkan sosok ibu untuk membimbingnnya melewati masa remaja dan memberikan masukan-masukan untuk penampilannya sampai urusan asmara! Pada musim pertama Maggie digambarkan sedang dalam tahap pencarian jati diri.


Brighton Milhouse Sheffield (diperankan oleh Benjamin Salisbury) atau B adalah anak kedua, putera semata wayang pewaris tahta, yang sedang memasuki dunia remaja dengan segala tingkah polahnya. 


Yang paling unik adalah si Grace Sheffield, anak ketiga. Bocah ini digambarkan 'aneh' karena pola pikirnya sangat dewasa. Seperti orang dewasa yang terperangkap di tubuh bocah. Dia satu-satunya yang harus rajin mengunjungi dokter untuk terapi, hehe (apalagi saat muncul teman imajinernya itu).

Si Madeline Zima yang cantik!

5. CC Babcock

Dialah tokoh partner kerja Mr. Sheffield yang paling bahagia kalau Miss Fine dirundung malang, sekaligus tokoh yang paling sering dikerjain sama Niles. CC, demikian nama panggilannya dalam The Nanny, diperankan oleh Lauren Lane.


Psssttt, CC demen banget sama Mr. Sheffield loh. Meskipun, kalian tahu lah, Mr. Sheffield hanya menganggapnya sebagai partner kerja yang patut diperhitungkan dan diandalkan.

6. Valerie Toriello

Sahabat baik Miss Fine, Val (diperankan oleh Rachel Chagall). Val, Sylvia, dan Yetta, berganti-ganti muncul dalam episode-episode The Nanny.


7. Sylvia Fine and Grandma Yetta

Mamanya Miss Fine ini diperankan oleh Renee Taylor. Nyentrik, hebring, absurd, dan lain sebagainya. 

Hebringnya Sylvia dan Miss Fine memang turunan dari Grandma Yetta seperti di bawah ini:

I love Grandma Yetta. Rest In Peace.

Mengenal tokoh-tokoh di dalam The Nanny saja kalian pasti sudah tertawa. Tokoh-tokoh yang memerankan karakter di atas rasanya sulit untuk digantikan.
Jadi bagaimana The Nanny sendiri? Ya, Miss Fine bekerja sebagai pengasuh anak, atau nanny, dalam keluarga Mr. Seffield. Keberadaannya membawa angin segar dan nafas baru di dalam rumah tangga tersebut. Penampilannya selalu fantastis dengan tubuh seksi, balutan pakaian yang nempel di tubuh seksinya itu, warna-warna baju yang selalu ngejreng, rambut mekar, suara sengau, serta gaya bicara yang ceplas-ceplos tapi logis. Logis adalah kata yang paling tepat menggambarkan seorang Fran Fine. Dia selalu punya cerita, dia selalu punya alasan, dia juga selalu berkencan dengan pria-pria tampan yang kadang membikin Mr. Sheffield cemburu-tapi-enggan-mengakui.

Keberadaan Miss Fine selain membawa perubahan di dalam rumah Mr. Sheffield serta perkembangan anak-anaknya yang baik (tapi kadang break the rules), juga menjadi ancaman bagi CC, karena partner kerja Mr. Sheffield itu sangat menginginkan Mr. Sheffield menjadi suaminya. Haha. Dan tingkah CC itu seringkali menjadi bahan ejekan Niles. Ya, dalam hal ini Niles suka jika Miss Fine kemudian jadian sama Mr. Sheffield. Niles suka banget menebar gosip terutama jika tensi asmara antara Mr. Sheffield dan Miss Fine muncul. CC bisa muntah darah mendengarnya. Haha!

Apakah mereka menikah?

Siapa!?

Mr. Sheffield dan Miss Fine ...

Kita tahu, kita para wanitaaaaah, bahwa di dunia ini ada laki-laki yang sulit menunjukkan perasaannya. Setelah terombang-ambing selama lima musim, pada musim ke-lima, Mr. Sheffield dan Miss Fine pun tunangan dan menikah. Yay! Pertunangan mereka mengirimkan CC ke rumah sakit gangguan mental. Bahkan setelah mereka menikah, CC selalu mencari cara untuk memisahkan mereka. Poor CC. Yang lucu itu di musi ke-empat, tatkala Mr. Sheffield berusaha menarik kembali ungkapan cintanya pada Miss Fine. Kocak ajegile.

Setelah menikah, Miss Fine ... eh Mrs. Sheffield melahirkan bayi kembar yaitu Jonah Samuel dan Eve Catherine Sheffield. Setelah kelahiran si kembar, keluarga itu kemudian pindah ke California dimana Maxwell kemudian menjadi produser sebuah TV Show di Los Angeles.

Keluarga kocak. Yang tua seperti Grandma Yetta, misalnya, sudah meninggal. Yang imut-imut sekarang tumbuh dewasa dan ... tua :D

There is no nanny like nanny Fran. Dia memukau dengan kecepatan berbicaranya yang logis.

Apa yang saya pelajari dari serial jadul ini? Banyak! Tentang rumah tangga, tentang perkembangan anak-anak, tentang asmara, tentang betapa sulitnya perasaan seorang duda (tsah), tentang sarkas yang perlu saya pelajari jika ingin menjadi seperti Niles, tentang keluarga yang selalu menjadi tempat kita kembali. Serial ini layak tonton ... bagi yang lima belas tahun ke atas. Meskipun tidak ada adegan ranjang tetapi adegan ciuman saya pikir tidak layak tonton bagi anak-anak di bawah lima belas tahun.

Sekadar catatan: Fran Drescher menikah dengan seorang laki-laki bernama Peter Marc Jacobson selama 21 (DUA PULUH SATU) tahun. Jacobson adalah rekan produser Drescher. Pada tahun 1999, Jacobson mengaku pada Drescher bahwa ia gay. Tidak ada yang salah dengan gay, itu hak-nya, tapi menikah dan menjalani kehidupan pernikahan seakan-akan  normal, itu masalah. Haha. Berdasarkan kehidupan pribadinya ini, Drescher kemudian membikin satu serial lagi berjudul Happily Divorced.


Gambar diambil dari sini.

Saat ini Drescher telah menikah dengan seorang dokter dari India; Shiva Ayyadurai.

Well ...

Bagaimana akhir minggu ini mau nonton The Nanny? Tonton sajaaaa! Kalian bakal terpingkal-pingkal.


Cheers.