Tenda Pop Up Super Simpel Anti Air Itu Bernama Vitchelo

Sumber: Top Ten Zone.


Tenda Pop Up Super Simpel Anti Air Vitchelo. Akhir-akhir ini saya sering jalan, ber-KakiKereta, di sekitar Pulau Flores. Sudah dimulai sejak Bulan Februari saat turut menjadi Tim Promosi Universitas Flores (Uniflor) ke tiga kabupaten yaitu Kabupaten Nagekeo, Kabupaten Sikka, dan Kabupaten Flores Timur. Usai pekerjaan mempromosikan Uniflor, aksi jalan-jalan ini tidak berhenti begitu saja. Alasannya ada dua. Pertama: selalu diajak sama teman jalan Akiem, Effie, Thika, dan Enu. Kedua: ada saja lokasi wisata baru yang baru terekspos atau baru dibikin (atraksi wisata buatan). Kalau sudah begini, saya bisa apa?

Baca Juga: Sudah Saatnya Proses Belajar-Mengajar Lebih Mudah

Dalam perjalanan itu, sering sekali saya memikirkan tentang tenda, terutama waktu terakhir jalan ke Embung Boelanboong di Dusun Resetlemen. Sekitar Embung Boelanboong memang merupakan camping ground. Saya berpikir tentan tenda camping praktis yang mudah dipasang atau bahkan tanpa harus letih berjamaah alias bisa dipasang sendiri. Seperti biasa, saya kemudian mulai berburu informasi di Youtube tentang tenda camping selain menonton video tentang tiny house dan motor home. Masih? Ya masih, donk! Menonton video-video itu selalu membikin otak jauh lebih segar setelah seharian bekerja membajak sawah empat hektar.

Vitchelo


Saya pernah menulis tentang dua tenda camping keren. Yang pertama: Camping Trekking Outdoor Automatic Tent. Yang kedua: The Pause Pod. Keduanya sama-sama otomatis dan bagus, tetapi kalau The Pause Pod cuma khusus untuk satu orang dan lebih sering digunakan indoor saat istirahat siang di kantor karena memang ruang gerak di dalamnya sangat terbatas. Dari hasil menjelajah Youtube itu, saya lantas menemukan informasi dari akun Top Ten Zone di Youtube tentang beberapa tenda otomatis, pop up, yang super simpel! Salah satunya bernama Vitchelo. Penampakannya bisa kalian lihat di awal pos ini. 

Dari situ saya kemudian menemukan situs milik Vitchelo. Silahkan kunjungi situsnya untuk menemukan informasi lebih lengkap. Kalau dari situsnya, tenda ini bernama Vitchelo Easy Up Automatic Pop Up Tent. Vitchelo adalah sebuah perusahaan yang didirikan oleh James Lissaint. Banyak produk yang diproduksi oleh Vitchelo antara lain travel bag, headlamp, hingga dry backpack, tapi tenda ini bikin saya geregetan. Kalian juga?

Informasi: semua gambar berikutnya di pos ini diambil dari situs Vitchelo.

Kenapa sih saya tulis tenda pop up super simpel? Karena kalau melihat videonya, saya pasti bilang: buka, keluarkan, lempar, jadi. Coba lihat gambar berikut ini dengan alur terbalik nomor 9 menuju nomor 1:


As simple as that. Dalam kondisi belum dibuka/dipasang, Vitchelo tersimpan di dalam tas/kantong khusus dan berbentuk bundar. Besarnya tas/kantong penyimpanan ini sama dengan besarnya tas selempang yang sering saya pakai kalau sedang bosan memanggul backpack. Ya, kecil doooonk! Hihihihi. Melihatnya, saya langsung angkat jempol. Setelah tendanya dibuka alias berdiri di atas tanah, tugas kita hanyalah memasang hook-nya ke tenda dan ditanam di tanah. Tradaaaa ...


Tidak perlu memasang besi-besi penyangga? Tidak perlu! Semuanya sudah built-in. Siapa yang tidak ngiler cobaaaa. Mengenai spesifikasi dan fasilitas lain yang disiapkan oleh Vitchelo, silahkan lihat pada keterangan gambar-gambar berikut ini:




Sudah baca harganya? Sekitar Rp 800K. Kalau di Indonesia mungkin kisaran harganya sekitar Rp 1KK ke atas. Sudahkah dijual di Indonesia? I don't know. Coba kalian cari sendiri informasinya, terutama kalian yang gemar beraktivitas di luar ruangan.

⇜⇝

Bagi saya, tenda camping memang belum menjadi kebutuhan utama, ada orang-orang yang bisa meminjamkan atau menyewakan. Tetapi terpercik juga keinginan untuk mempunyai tenda camping sendiri yang ringan dengan penyimpanan yang praktis dan bisa dibawa kapan saja tanpa harus memikirkan space ini itu karena yang sejenis Vitchelo ini bisa disimpan di bagian depan Onif Harem, si motor matic, misalnya. Insha Allah pengen punya satu hahahaha *ditabok dinosaurus*.

Baca Juga: Tungku Kemping Mini yang Praktis dan Keren

Dua minggu terakhir #SelasaTekno diisi sama yang disebut dengan camping gear. Ya mau bagaimana lagi, saya suka sih hahaha. Sedang tergila-gila setiap hari menonton video-video DIY, lifehacks, tiny house, camping gear, dan sejenisnya.

Bagaimana dengan kalian, kawan? Sudah punya tenda? Banyak kah? Kalau banyak, bagi saya satu donk tendanya. Haha.



Cheers.

The Pause Pod


Saya dan tenda seperti dua kutub yang aneh. Saya begitu ingin punya satuuuu saja tenda pribadi yang bisa dipakai kapan dan di mana saja; misalnya saat sedang berada di kampung halaman Kakak Pacar, terus berkemah di Bukit Pandang Kolibari. Sedangkan tenda begitu enggan untuk saya miliki karena belum cukup penting untuk dibeli. Dan, mungkin si tenda merasa tanda-tanda penganiayaan apabila saya berhasil memilikinya. Menyedihkan, tapi nyata. Mengingat keinginan saya yang selalu tidak normal, si tenda pasti kuatir setiap siang saya ajak ke pantai buat tidur siang!


Maka saya berpikir tentang pergi berkemah tanpa harus menenteng tenda. Tapi berkemah tanpa tenda artinya mimpi di siang bolong karena sebagai orang awam saya tidak punya kemampuan membikin shelter menggunakan bahan yang disediakan oleh alam, pun membikin shelter sederhana berbahan selimut, kayu, dan tali, misalnya. Siap-siap tidur ditemani hewan-hewan mini, Teh. Lantas saya membaca, kemudian menulis, tentang tenda otomatis ini. Praktis memang si tenda otomatis. Tinggal buka ... trada ... silahkan dipakai. Hanya menulis, bukan membeli. Tapi ternyata, masih ada yang lebih praktis dari tenda otomatis! Heeee? Yakin itu? Yakin sekali, kawan. Praktis dan bahkan bisa dipakai di dalam ruang kantor yang sempit!

Perkenalkan si hitam mini yang bikin saya dan kalian ngiler sejadi-jadinya ... 

The Pause Pod


Your private pop up space. Demikian yang tertulis di situsnya. The Pause Pod merupakan tenda mini dengan berat 2,5 kilogram saja! Saat tidak digunakan, The Pause Pod dengan mudah dilipat (berbentuk bundar seperti gambar di awal pos) dan dapat disimpan di lemari atau di samping lemari. Membawanya ke lokasi tujuan seperti kantor dan/atau tempat wisata pun mudah, hanya disampirkan di pundak. Karena ringan, saya yakin siapapun yang pernah memikul galon air minum tidak akan merasa kesulitan. Termasuk si Thika Pharmantara. Hahahaha.

The Pause Pod dirancang sebagai private pop up space saat sedang berada di kantor, berada di rumah, maupun digunakan saat bepergian, tanpa merepotnya pemiliknya. Private pop up space artinya The Pause Pod merupakan ruang pribadi yang dapat kita gunakan di mana saja ketika menginginkannya. Misalnya saat jam istirahat siang di kantor; untuk relaksasi, membaca, atau tidur siang. Saat ingin membaca tanpa diganggu penghuni rumah lainnya. Atau saat sedang berada di tempat wisata kemudian mendadak pengen istirahat.

Memangnya The Pause Pod bisa dipakai buat tidur? Bisaaa. Karena benda ini dilengkapi dengan ekstra ruang untuk kaki dalam posisi tidur seperti pada gambar di bawah ini:


Mak! Sahdu sekali. Eh, nyaman sekali! Ngiknguk lah! Kalau pengen full privacy, kancing saja pintu masuknya! Bahkan pintu masuk tenda bisa dibuka setengah saja sebagai jendela tambahan.


Jadi apa saja keuntungan memiliki The Pause Pod?

1. Mudah dibuka dan dilipat.
2. Double zipper di luar dan di dalam.
3. Ada jendela mini untuk masuk keluar udara.
4. Ringan (2,5 kilogram).
5. Ekstra ruang untuk kaki (posisi tidur).

Kenyamanan seperti ini bisa didapat dengan harga:


Kalau di Indonesia, cuaca selalu menjadi sandungan saat berkemah apalagi menggunakan tenda sekecil ini. Jangan kuatir. Saran saya kalau kalian memiliki tenda ini:

1. Waktu
The Pause Pod digunakan untuk berkemah sehari dua hari karena ruangnya tidak seberapa lega untuk menyimpan barang bawaan dan perbekalan.

2. Cuaca
Usahakan untuk menggunakan The Pause Pod saat cuaca sedang cerah. Hujan terlalu lebat ditambah angin kencang juga bisa bahaya, menurut saya. Kalau terlalu terik? Carilah lokasi di bawah pohon atau di dekat sungai. Perlu tambahan membawa kipas angin portabel yang bisa disambung ke power bank. Lebih bagus lagi kalau kalian membawa panel surya mini seperti yang dimiliki oleh backpack yang satu ini.


Baca Juga : BlogIt! Pilihan Nge-blog Pakai Smartphone

Saya tahu ini masih mimpi. Tapi suatu saat saya bakal punya The Pause Pod. Yakin :) Kalau camping area pakai The Pause Pod boleh juga kan ya hahaha.

Semoga.



Cheers.