Arsip Kategori: Teknologi

Mengenal Masker Wajah Serbaguna Bernama AusAir


Mengenal Masker Wajah Serbaguna Bernama AusAir. Masker sudah menjadi salah satu kebutuhan umat manusia dalam beraktivitas sehari-hari. Dulu, saya hanya tahu praktisi medis adalah orang-orang yang sangat membutuhkan masker karena setiap hari mereka berhadapan dengan segala macam virus dan bakteri baik dari lingkungan sekitar maupun dari orang-orang sakit yang ditangani, karena mereka harus dalam kondisi clean a.k.a. higienis ketika sedang menangani orang-orang sakit. Demikian pula sebaliknya, agar orang sakit tidak menerima hal-hal baru dari praktisi medis yang menangani mereka (salah satunya melalui mulut). Sejak mulai rajin jalan ke sana sini, saya juga membutuhkan masker. Bedanya, saya tidak mau memakai masker yang biasa dibeli di apotik. Saya memakai masker kain yang dibeli online, bahkan kemudian saya memanfaatkan seledang dan alas jilbab. Hehe. Yang penting nyaman.

Baca Juga: I Really Need a Screen Recorder for My Blogging Videos

Terakhir membaca dan menonton berita, kebutuhan masyarakat Indonesia akan masker meningkat tajam, karena virus bernama Corona. Berjaga-jaga itu perlu. Mencegah lebih baik dari mengobati. Itu benar, gengs. Jangan dibantah lagi. Mencegah memang jauh lebih baik karena setidaknya kita sudah berupaya melakukan sesuatu untuk melindungi diri. Tapi, kalau kalian membaca ini karena ingin tahu lebih banyak tentang Corona, saya mohon maaf, bukan kapasitas saya untuk menulisnya. Kalian bisa bertanya kepada yang lebih ahli seperti dokter, perawat, bidan atau mantri. Atau, rajin-rajinlah membaca berbagai rilis dari praktisi medis maupun dari Pemerintah Indonesia. Saat ini saya hanya ingin menulis tentang sebuah masker keren bernama AusAir.

Penasaran kan?

Sama. Saya juga penasaran waktu pertama kali melihatnya di YankoDesign

Marilah dibaca ... di Yanko Design artikel tentang AusAir ditulis oleh Sarang Sheth.

AusAir


Artikel berjudul AUSAIR’S BOTANICAL FACE-MASKS HELP EFFECTIVELY FILTER SMOKE AS WELL AS TRAP VIRUSES langsung menyita perhatian saya. Masker-wajah botanik AusAir membantu menyaring dengan sangat efektif asap sebaik jebakan virus. AusAir dirancang selama tiga tahun terakhir bersama dengan University of Sydney oleh kakak-adik Isaac dan Elias Honor dan teman mereka Jack Graham. AusAir, nama untuk masker wajah yang dipersiapkan untuk global di mana masker akan menjadi seperti sun-block yang dipakai orang-orang sebelum keluar rumah. Yang membuat AusAir layak diperhatikan adalah pendekatannya yang bernuansa topeng, mengingat berbagai faktor eksternal dan berbasis pengguna. Sebagai bagian dari dunia yang berjuang dengan penurunan kualitas udara, bahaya lingkungan, dan bahkan merebaknya penyakit, AusAir melibatkan sesuatu yang efektif, dapat digunakan kembali, dan yang paling penting fashion-friendly.

Masker wajah AusAir merupakan bagian dari pasar yang muncul untuk masker konsumen 'premium'. Tidak seperti topeng kain-jala dasar yang dikenakan oleh pekerja pabrik atau yang sekali pakai yang dikenakan oleh dokter, AusAir melakukan pendekatan dengan mengatasi kebutuhan konsumen sehari-hari. Setiap topeng dilengkapi dengan desain 3D yang memungkinkan pernapasan yang mudah dan tanpa kabut. Daerah hidung dilengkapi dengan busa memori, dan diperkuat dengan klip hidung aluminium tersembunyi untuk memastikan keamanan, sementara kain topeng dilengkapi dengan beberapa lapisan (termasuk lapisan filter botani opsional) untuk memastikan pemakai memiliki aroma bebas dan bersih untuk bernafas. Hyuuuum.

Harganya dipatok; $37 $62 (diskon 40%). 

AusAir: Masker Anti-Polusi dan Penyaringan Viral dengan Botani


AusAir adalah masker yang dirancang, diresapi secara botani, sangat bernapas dan dapat digunakan kembali yang menghalangi lebih dari 97% PM2.5 dan mencegah penyebaran infeksi.

Masker Filtrasi AusAir Memberi Perlindungan


Perlindungan terhadap polusi udara termasuk PM2.5. AusAir menyaring lebih dari 97% dari polusi udara kecil (PM2.5), filter mereka efektif antara 2-4 minggu, tergantung pada penggunaan.

Perlindungan terhadap Virus. Masker AusAir telah diuji dengan virus yang berada dalam kisaran 0,1 hingga 0,5 mikron dan mampu memblokir 97% virus di udara yang direplikasi.

Perlindungan terhadap Bau & Uap Organik. Lapisan karbon tambahan menambahkan filtrasi tambahan terhadap uap dan bau organik yang tidak disukai.

Perlindungan terhadap Bush Fire Smoke. Filternya efektif mencegah partikel halus dari kebakaran semak dan membatasi penghirupan partikel asap dan debu.


Lebih lengkap tentang AusAir dapat kalian baca pada situsnya. Pertanyaannya sekarang, apakah kita harus memiliki AusAir? Melihat perlindungan yang diberikan oleh masker ini, tentu kita membutuhkannya. Apalah arti $37 hingga $62 untuk perlindungan diri? Tetapi harga segitu memang tergolong mahal untuk kantong saya yang missqueen ini. Empat ratus sampai delapan ratusan ribu bisa dipergunakan untuk membeli lauk-pauk semingguan dan dimakan orang serumah. Haha. Kesimpulannya, tergantung pada kebutuhan masing-masing dan kesediaan dompet agar kita bisa memilikinya. Karena, bisa dipakai ulang pun ada masa kadaluarsanya.

Rempong juga kan yaaaaa ...

Baca Juga: In Case You Didn't Know There's Already an e-Court in Indonesia

Jadi, apa yang harus saya lakukan? Ya tetap harus selalu memakai masker setiap kali keluar rumah terutama ke luar kota. Karena debu masih menjadi sahabat pejalan terutama yang menggunakan kendaraan bermotor roda dua. Tapi, secara umum yang harus kita lakukan adalah tetap menjalankan pola hidup bersih. Memakai masker, perlu. Mencuci tangan, lebih perlu lagi. Hal-hal ini mungkin terlihat sepele, tetapi sebenarnya itu dasar dari segalanya. Hehe.

Semoga bermanfaat! Siapa tahu kalian mau membeli AusAir ini.

#SelasaTekno



Cheers.

I Really Need a Screen Recorder for My Blogging Videos


I Really Need a Screen Recorder for My Blogging Videos. Hai! Siapa yang masih aktif nge-blog? Angkat tangan! Cukup angkat tangan, jangan angkat kaki, nanti kalian malah hengkang dari sini. Jangan doooonk. Baca dulu sampai selesai. Hehe. Boleh cerita sedikit? Boleh, ya. Bukan sekali dua teman-teman blogger bertanya tentang dunia blogging. Noviea Azizah, Ny Sargaling, James Bisara, Intan, dan lain-lain, sering bertanya ini itu terkait aktivitas blogging. Apa saja yang ditanyakan oleh mereka? Masih yang dasar-dasar saja, belum sampai advance level. Karena pengetahuan saya tentang blogging pun masih di tingkat dasar *ngakak guling-guling*. Gara-gara itu saya kepikiran untuk membikin video blogging! Siapa tahu bisa membantu lebih banyak blogger atau siapa pun yang baru mau belajar nge-blog.

Baca Juga: Pen Fan yang Asyik Dikantongi oleh Para Bullet Journalist

Awalnya saya berpikir untuk merekam kegiatan nge-blog menggunakan camcorder. Tapi pasti rempong. Karena saya harus menyesuaikan pencahayaan dan/atau pantulan cahaya dari laptop ke kamera, memantapkan posisi atau point of view agar videonya asyik ditonton, dan lain sebagainya. Belum lagi tangan saya yang kanga-ranga ini salah menyenggol tripod atau mug kopi susu di meja! Amboiiiii. Rempong memang. Karena, membikin video terutama yang pengen diunggah ke Youtube, memang susah. Tidak semudah membalik telapak tangan, gengs. 

Lantas saya ingat sama aplikasi Free Screen Video Recorder yang sudah lama terpasang di laptop. Tapi, aplikasi itu gratisan dan tanda airnya masih mejeng dengan riang gembira. Anyhoo, kenapa saya teringat sama aplikasi screen recorder? Karena dengan aplikasi itu proses membikin video tutorial blogging menjadi lebih mudah. Seperti yang saat ini saya lakukan. Kalian bisa menonton videonya di bawah:


Karena latar entri ini putih, maka tanda airnya tidak kelihatan.

Jadi semangat *senyum manis*.

Oleh karena itu saya pengen bisa memasang aplikasi screen recorder yang bagus. Kalau bisa tanpa tanda air. Tetapi kalau tanda airnya tidak mengganggu ya tidak apa-apa. Hahaha. Apakah kalian punya rekomendasi aplikasi dimaksud? Di internet tersebar banyak informasi, mulai dari Camtasia yang direkomendasikan oleh Oedin, DU Recorder, AZ Screen Recorder, Mobizen, Super Screen Recorder, dan lain sebagainya. I really need a screen recorder for my blogging videos, so saya meminta rekomendasi terbaik dari kalian. Boleh komen di bawah, boleh sampaikan via WA. 

Nah, hari ini saya bakal coba membikin video blogging pertama menggunakan Free Screen Recorder. Nanti bakal saya unggah ke Youtube dan silahkan berkomentar. Komentar apa pun, terutama yang memberikan solusi bakal saya terima dengan tangan terbuka. Hehe.

Baca Juga: Filmora Aplikasi Sunting Video Android yang Juga Mengasyikan

Apa yang saya harapkan dengan screen recorder ini? Banyak teman blogger, terutama yang sama-sama masih di tingkat dasar dengan saya, bisa memanfaatkannya. Dan tentunya channel Youtube saya tidak hanya berisi konten-konten saya bernyanyi dengan suara-setengah-nada itu. Hhahaha. Tetapi setidaknya ada konten yang bisa memberi manfaat untuk banyak orang.

#SelasaTekno



Cheers.

Pen Fan yang Asyik Dikantongi oleh Para Bullet Journalist


Pen Fan yang Asyik Dikantongi oleh Para Bullet Journalist. Menulis bullet journalist membikin perasaan saya hancur berkeping-keping. Pertama, sampai dengan saat ini saya masih belum bisa membikin bullet journal. Jelas, saya masih menyimpan rasa iri pada Mak Bowgel si Ewa Febri. Blogger super kreatif yang menciptakan banyak karakter ucul salah satunya bernama Bowgel. Tapi dia lebih dikenal sebagai bullet journalist Indonesia. Selain blog, channel Youtube-nya juga memuat banyak informasi tentang bullet journal. If you wannabe a bullet journalist, learn from her! Iya, karena dia dengan tabah sabar bakal ngasih tahu step by step. Apa pasal sampai saya belum bisa membikin bullet journal? Salah satunya karena buku khusus untuk itu tidak dijual di Ende. Ini memang alasan paling mengada-ada. Salah duanya karena saya tidak konsisten. Huhu.

Baca Juga: Mendesain Quote-Quote Menarik, Lucu, dan Unik di Canva

Saya tidak menulis dari sisi seorang bullet journalist, dikarenakan saya bukan seorang bullet journalist, tapi menulis dari sisi seorang yang punya Are Kune: buku catatan rencana harian. Buku itu T-Journal lah. Menulis T-Journal sudah saya lakukan sejak tahun-tahun kemarin, berganti-ganti buku, sampai kemudian mandek gara-gara sering kelupaan. Tuh kan ... pelupa. Tetapi pengalaman bersama Are Kune mengajarkan saya bahwa agar tulisan kita di buku menjadi lebih menarik tentu dibutuhkan begitu banyak alat tulis! Dan yaaaaa saya punya satu dompet khusus yang memuat alat-alat tulis tersebut. Sebut saja pinsil dan setip. aneka bolpoin, stabilo, sampai satu set spidol warna-warni. Uh wow sekali kan ... amunisi lumayan lengkap, malah sering mengabaikan Are Kune karena lupa.

Untuk seorang yang hanya menulis jurnal biasa saja punya amunisi seperti itu, bagaimana dengan bullet journalist? Tentu dibutuhkan lebih dari itu! Manapula Ewafebri itu kan juga menciptakan karakter-karakter uculnya sendiri. Sumpah saya iri sama bakatnya. Kalian bisa melihat sendiri di blog dan channel Youtube-nya, apa saja amunisi seorang bullet journalist itu. Sekarang saya mau melanjutkan tentang Pen Fan

It's funny.

Hyeeeep.

Gara-gara melihat-lihat di Yanko Design, jadi ingat bullet journal dan Ewafebri. Haha.

Dari situs Yanko Design dikatakan bahwa Pen Fan dikreasikan sebagai persilangan antara kartu pantone dan seperangkat/set alat tulis. Kalian tahu kartu pantone? Itu loh kartu warna yang mirip kipas. Makanya Pen Fan juga disebut menyerupai kipas a la Orang Jepang. Pen Fan merupakan spidol bertubuh pipih/tipis yang bagian ujungnya serupa ujungnya stabilo. Terdiri dari delapan warna berbeda yang bisa dipisah-pisah dan bisa disatukan seperti kipas mini. Nanti kalian bisa melihat pada gambar-gambar yang saya ambil dari Yanko Design di bawah. Pen Fan ini merupakan salah satu dari beberapa item yang dipilih sebagai Stationery Design to Kick Start Your Bullet Journaling Journey. Jadi bukan hanya Pen Fan, tetapi ada juga barang-barang lainnya untuk para bullet journalist.

Kenapa saya memilih menulis Pen Fan saja? Karena ini cukup unik dan dibutuhkan oleh hampir semua orang baik bullet journalist maupun cuma penulis diary seperti saya. Delapan warna yang dihadirkan oleh Pen Fan merupakan warna-warna yang cukup rajin dipakai oleh kita seperti merah, oranye, kuning, hijau, biru muda, biru tua, ungu tua, ungu muda. Apa ya nama yang tepat. Nanti deh kalau kalian melihat gambarnya, berikan komentar. Desain Pen Fan sangat unik. Meskipun kalian bukan tipe orang yang suka menulis atau mencoret-coret ini itu dengan spidol, tapi pasti pengen punya juga. Seperti saya. Pengen itu belum dikategorikan dosa. Haha. Tapi kalau pengen mencuri, ya jelas dosa.

Pen Fan dibikin oleh Arman Emami dari EMAMIDESIGN. Hebatnya lagi Pen Fan memenangkan Red Dot Design Concept Award for the year 2019. Tuh kan. Memang keren sih. 

Tidak perlu banyak cing-cong, silahkan ngiler sama gambar-gambar berikut ini.




Menggemaskan!
Yaaa siapa tahu Pen Fan sudah dijual di kota kalian, saya siap menerima kok seandainya kalian mau mengirimkannya ke Kota Ende. Haha. Maunyaaaa. Tapi benar loh ya, para bullet journalist pasti pengen punya Pen Fan. Bukan begitu, Mak Bowgel? Hehe.

Semoga bermanfaat, kawan.

#SelasaTekno



Cheers.

Mendesain Quote-Quote Menarik, Lucu, dan Unik di Canva


Mendesain Quote-Quote Menarik, Lucu, dan Unik di Canva. Semua pos blog saya terutama beberapa tahun terakhir selalu dilengkapi gambar/foto sebagai pelengkap atau pendukung. Minimal satu gambar sebagai cover. Karena cover, selalu diletakkan paling atas. Tidak semuanya foto diri saya sendiri atau foto hasil jepretan. Ada gambar/foto milik orang lain; tentu saja harus dilengkapi dengan sumbernya karena saya bukan plagiator atau orang yang suka mengaku-ngaku hasil karya orang lain sebagai karya sendiri. Ada juga gambar yang saya desain di sebuah layanan gratisan online bernama Canva. Kalau kalian penasaran, coba baca pos berjudul 5 Keistimewaan Canva. Canva memang sangat istimewa. Bagi saya pribadi, Canva itu ibarat dewa penolong.

Baca Juga: In Case You Didn't Know There's Already an e-Court in Indonesia

Canva menyediakan begitu banyak desain yang bisa langsung kita pakai. Manfaatkan talenta menyunting kalian. Haha. Apa saja yang bisa kalian desain di Canva? Banyak! Infographic, card, poster, travel Instagram post, Pinterest pin, Facebook cover, photo book, logo, resume, brochure, invitation, newsletter, dan lain sebagainya. Semuanya ada. Lengkap. Komplit. Kalian tinggal pilih mau mendesain apa, terus tinggal pilih template yang disediakan, dab sunting. It's fun and easy. Tapi bagaimana dengan penyimpanannya atau output-nya? Karena saya memakai yang gratisan, harus bisa memutar otak lebih sering *nyengir*. Psssttt ... itu rahasia. Haha.

Hampir setiap hari saya bermain-main di Canva. Melihat desain ini itu. Desain-desain yang disedaiakan di sana memang menarik! Salah satunya bisa kalian lihat di awal pos/cover.


Ceritanya, meskipun tidak setiap hari, selalu ada saja ide bermain dengan kata-kata, ide menyambung kata-kata sehingga menjadi quote. Biasanya ini muncul dari obrolan sehari-hari dengan teman-teman, atau karena keseringan mengkhayal. Quote-nya tidak lucu melulu. Kebanyakan malah aneh. Serunya, ketika saya menggunakan Canva untuk mendesai quote tersebut, sedang pilih-pilih desain unik, justru saya terpikat pada desain lainnya. Itu seru, karena desain lainnya itu yang justru menghasilkan quote baru! Kalian paham maksud saya kan? Misalnya saya pengen desain quote dengan desain A, eh ketika melihat desain B justru muncul quote baru. Yang awalnya cuma ingin mendesain satu quote di Canva, jadinya Canva turut menyumbang ide. Hehe. Kocak.

Misalnya seperti desain berikut ini, saya tidak menyangkan bakal menemukannya di Canva. Melihatnya, otak saya langsung bekerja membikin quote baru:


Terpikat sama desain tangan memegang mug kopi (kopi atau cokelat ya itu?). Terus kepikiran untuk memakainya. Jadi deh kalimat itu: Melihatmu, memantik birahiku. Mengecupmu di ujung bibir hanyalah awal. Tancapan efekmu di labirin otak adalah akhir yang tak terganti apapun. Waktu gambar ini saya pasang di status WA, banyak yang mengirim pesan protes, karena menurut mereka kalimat yang digunakan itu terlalu vulgar. Aaaah, masa iya? Menurut kalian apakah kalimatnya vulgar? Bagi tahu di komen.


Meskipun Canva menyediakan segalanya dalam ranah desain ini, kalian harus ingat bahwa kekuatannya tidak saja pada desainnya tetapi quote itu sendiri. Boleh dibilang quote itu adalah modal awalnya sendiri. Selebihnya terserah situasi dan kondisi (bisa jadi quote muncul saat melihat desainnya).

Pertanyaannya sekarang adalah apakah harus quote milik kita sendiri? Tidak juga sih. saya pernah mendesain di Canva quote dari Robert Gabriel Mugabe seperti yang berikut ini:


Ada juga quote-nya milik teman. Salah seorang pahlawan intelektual saya, namanya Rosalin Togo tapi saya memanggilnya Mami Ocha, yang selalu mengirimkan buku-buku self improvement ke Kota Ende. Iya, saat ini dia masih mengenyam pendidikan S2 di Kota Surabaya. Kami acap berdiskusi ringan tentang ini itu, dan saya suka berdiskusi dengannya, karena dia adalah perempuan cerdas dan tangguh. Pemikiran-pemikirannya jenius. Dan dalam obrolan kami melalui WA dia sering menyeletuk atau menulis quote-quote unik dan lucu. Saya lantas mendesainnya di Canva.




Asyik kan?

Baca juga: Begini Cara Mengambil Foto/Video Status WA Teman Kita

Canva memang jitu! Layanan online yang satu itu menjawab semua hal yang kita butuhkan terutama dunia desain. Modal dasar sudah ada, hanya tambahan sedikit percikan kreativitas maka jadilah quote-quote menarik, lucu, dan unik. Saya yakin kalian sendiri juga punya banyak quote kan? Ayo kreasikan di Canva, biarkan Canva membantu kalian mendesain quote tersebut agar terlihat lebih menarik. Sekalian, bisa dijadikan status baik status WA, status Facebook, maupun pos di IG. Berbagi tidak pernah merugi.

Semoga pos ini bermanfaat :)

#SelasaTekno



Cheers.

In Case You Didn’t Know There’s Already an e-Court in Indonesia


In Case You Didn't Know There's Already an e-Court in Indonesia. Waktu saya masih sekitar SMP atau SMA, Kakak Toto Pharmantara (alm.) pernah bilang bahwa suatu saat nanti dunia pendidikan bakal canggih banget dimana paper bakal menjadi less, hahaha, karena semua bakal pakai komputer. Catatan pelajaran pun bisa disimpan ke komputer, PR atau tugas juga bisa dikumpulkan dalam bentuk soft file melalui disket, dan lain-lain aktivitas. Dan itu memang terjadi meskipun tidak 100% paperless. Tapi kita tahu bahwa telah ada begitu banyak aplikasi dan bantuan digital untuk dunia pendidikan. Sebut saja adanya Edmodo, adanya Ruang Guru, tugas-tugas dikumpulkan melalui e-mail dan/atau pos blog, serta ada pula yang mengumpulkan tugas yang soft file-nya disimpan di flashdisk. Ya, karena zaman sekarang disket sudah wassalam.

Baca Juga: Antara Dua Patung Pahlawan dan Kerja Logika Manusia

Lantas apa korelasi paragraf di atas dengan e-Court? Teknologi. Kekinian. Memangkas jarak dan waktu(?). Mari simak sama-sama yang berikut ini.

e-Court


Kalian tentu tahu, apa saja yang ada huruf e di depannya pasti berhubungan dengan dunia digital atau fokusnya ke dunia internet. E-court merupakan singkatan dari electronic court yang berarti pengadilan elektronik. Di Indonesia, pengaturan tentang e-court dituangkan dalam Peraturan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2018 tentang Administrasi Perkara di Pengadilan Secara Elektronik. Peraturan ini dikeluarkan menimbang tuntutan dan perkembangan zaman yang mengharuskan adanya pelayanan administrasi perkara di pengadilan secara lebih efektif dan efisien demi terwujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Menurut Buku Panduan E-Court yang diterbitkan oleh Mahkamah Agung Republik Indonesia, pengertian e-court adalah:

E-Court adalah sebuah instrumen Pengadilan sebagai bentuk pelayanan terhadap masyarakat dalam hal Pendaftaran perkara secara online, Taksiran Panjar Biaya secara elektronik, Pembayaran Panjar Biaya secara online, Pemanggilan secara online dan Persidangan secara online mengirimkan dokumen persidangan (Replik, Duplik, Kesimpulan, Jawaban). Aplikasi e-court perkara diharapkan mampu meningkatkan pelayanan dalam fungsinya menerima pendaftaran perkara secara online dimana masyarakat akan menghemat waktu dan biaya saat melakukan pendaftaran perkara. (Tim Penyusun Buku Panduan E-Court, 2019:7).

Ada 4 (empat) pelayanan e-court yang dijelaskan di dalam Buku Panduan E-Court yaitu:

1. Pendaftaran Perkara Online (e-Filling)


Pendaftaran Perkara Online dalam aplikasi e-court untuk saat ini baru dibuka jenis pendaftaran untuk perkara gugatan, bantahan, gugatan sederhana, dan permohonan. Pendaftaran Perkara ini adalah jenis perkara yang didaftarkan di Peradilan Umum, Peradilan Agama dan Peradilan TUN yang dalam pendaftarannya memerlukan effort atau usaha yang lebih, dan hal ini yang menjadi alasan untuk membuat e-court salah satunya adalah kemudahan berusaha.

Keuntungan Pendaftaran Perkara secara online melalui Aplikasi e-court yang bisa diperoleh dari aplikasi ini adalah:

a. Menghemat Waktu dan Biaya dalam proses pendaftaran perkara.
b. Pembayaran Biaya Panjar yang dapat dilakukan dalam saluran multi chanel atau dari berbagai metode pembayaran dan bank.
c. Dokumen terarsip secara baik dan dapat diakses dari berbagai lokasi dan media.
d. Proses Temu Kembali Data yang lebih cepat.

2. Pembayaran Panjar Biaya Online (e-Payment)


Dalam pendaftaran perkara, pengguna terdaftar akan langsung mendapatkan SKUM yang di-generate secara elektronik oleh aplikasi e-court. Dalam proses generate tersebut sudah akan dihitung berdasarkan Komponen Biaya apa saja yang telah ditetapkan dan dikonfigurasi oleh Pengadilan, dan Besaran Biaya Radius yang juga ditetapkan oleh Ketua Pengadilan sehingga perhitungan taksiran biaya panjar sudah diperhitungkan sedemikian rupa dan menghasilkan elektronik SKUM atau e-SKUM.

3. Pemanggilan Elektronik (e-Summons)


Sesuai dengan Perma Nomor 3 Tahun 2018 bahwa Pemanggilan yang pendaftarannya dilakukan dengan menggunakan e-Court, maka pemanggilan kepada Pengguna Terdaftar dilakukan dilakukan secara elektronik yang dikirimkan ke alamat domisili elektronik pengguna terdaftar. Akan tetapi untuk pihak tergugat untuk pemanggilan pertama dilakukan dengan manual dan pada saat tergugat hadir pada persidangan yang pertama akan diminta persetujuan apakah setuju dipanggilan secara elektronik atau tidak, jika setuju maka akan pihak tergugat akan dipanggil secara elektronik sesuai dengan domisili elektronik yang diberikan dan apabila tidak setuju pemanggilan dilakukan secara manual seperti biasa.

4. Persidangan Elektronik (e-Litigasi)


Aplikasi e-court juga mendukung dalam hal persidangan secara elektronik sehingga dapat dilakukan pengiriman dokumen persidangan seperti Replik, Duplik, Kesimpulan dan atau Jawaban secara elektronik yang dapat diakses oleh Pengadilan dan para pihak. Pasal 2 Peraturan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2018 tentang Administrasi Perkara di Pengadilan Secara Elektronik mengemukakan: Peraturan ini dimaksudkan sebagai landasan hukum penyelenggaraan administrasi perkara di pengadilan secara elektronik untuk mendukung terwujudnya tertib administrasi perkara yang profesional, transparan, akuntabel, efektif, efisien dan modern.

Kendala?


Iya, ada kendalanya. Yang mendaftar perkara melalui aplikasi dan/atau layanan e-court adalah advokat yang sudah disumpah. Kenapa? Karena advokat tersebut harus mengisi nomor Berita Acara pengambilan sumpah pada kolom yang disediakan. Sementara itu, masih banyak advokat yang belum disumpah, tetapi sudah bisa praktek, sehingga ini menjadi kendala tersendiri untuk bisa mendaftarkan perkara melalui e-court. Itu kendala pertama, kendala kedua ya tentu pihak yang berperkara, apabila memang mau memakai advokat yang pendaftaran perkaranya melalui e-court tentu tidak bisa memakai sembarang advokat (harus advokat yang sudah disumpah). Sementara itu, kita tahu bahwa kadang-kadang pihak yang berperkara membutuhkan advokat yang ada hubungan emosionalnya, atau setidaknya advokat favorit.


Saya belum melakukan riset yang lebih dalam tentang e-court ini. Tetapi setidaknya melalui pos ini, saya dan juga kalian, tahu bahwa di Indonesia sudah ada e-court. Hanya saja kalau untuk skala Kota Ende, menurut hemat saya, kurang efektif karena kan Kota Ende ini kecil jadi urusan waktu dan jarak bukan masalah. Advokat pun banyak berada di Pengadilan Negeri Ende. Kalau mau mendaftarkan perkara, hanya dua langkah. Haha. Tapi, kalau untuk tertib administrasi advokat, boleh juga, sehingga mau tidak mau semua advokat harus mengambil sumpah advokat (Nomor Berita Acara).

Bagaimana pendapat kalian tentang e-court ini? Bagi tahu donk di komen!

Semoga bermanfaat.

#SelasaTekno



Cheers.

Begini Cara Mengambil Foto/Video Status WA Teman Kita


Begini Cara Mengambil Foto/Video Status WA Teman Kita. WhatsApp (WA) merupakan salah satu aplikasi chat (mengobrol) yang paling saya andalkan saat ini baik untuk pekerjaan, berkomunitas, berteman, maupun pedekate. Berapa kali dalam sehari kita membuka aplikasi WhatsApp (WA)? Pasti sering! Saya pribadi tidak dapat menghitungnya. Karena, WA tidak saja dimanfaatkan untuk sekadar mengobrol melalui pesan teks tetapi juga dimanfaatkan untuk panggilan telepon dan video call. Bahkan, nomor regular saya khusus telepon dan SMS nyaris tidak berfungsi kecuali untuk mengisi paket data internet. Kebutuhan internet di luar rumah tentu saya tidak bisa mengandalkan We Land Before Time, nama jaringan Wi-Fi di rumah kami. Haha. Untuk keperluan sebulan, saya tetap mengisi paket data internet antara 50K sampai 100K.


Salah satu kegiatan yang paling sering saya lakukan ketika membuka WA adalah melihat status teman-teman: tulisan, foto, dan video. Tulisan dan foto tidak seberapa menarik perhatian saya karena biasa-biasa saja. Tetapi video, terutama video lucu, selalu membikin saya gemas pengen memasangnya juga di status WA. Video berdurasi 30 detik, sesuai kapasitas muatan status video di status WA, mampu membikin banyak orang tertawa. Bukankah itu baik? Hidup sudah susah, mari tertawa. Tertawa memang tidak mampu melunasi semua hutang, namun tertawa mampu menghibur perasaan bahwa hutang bisa dilupakan sejenak.

Cerita sedikit ... boleh?

Adalah Muksin, salah seorang teman WA, yang sering memasang video-video lucu di statusnya. Dan tentu, video-video itu membikin saya gemas. Pengen juga. Sekali dua saya meminta padanya. Iya, dia mengirimkan. Tetapi karena dia juga sibuk, tidak semua permintaan saya terpenuhi. Ya iyalah, siapa elu, Teh? Presiden? Kadang-kadang saya memburu video yang sama di Youtube, tapi tidak semua video lucu apalagi video lucu/kocak khas dari berbagai daerah di Provinsi Nusa Tenggara Timur diunggah ke Youtube oleh pemilik aslinya. Gigit jari.

Adalah saya, sebagai makhluk Tuhan yang paling seksi orang awam, benar-benar tidak tahu atau tidak pernah mau mencari tahu berbagai hal tentang WA. Sampai akhir November 2019 saya masih berusaha segera memencet tombol 'balas' dari status WA yang dilihat agar tidak lekas hilang. Yang baru saya tahu, kemudian, adalah bahwa status WA yang sudah kita lihat dari list status teman-teman, masih tetap bisa dilihat tetapi letaknya berpindah ke urutan paling bawah. Jadi, status itu tidak hilang sampai batas yang ditetapkan WA yaitu 24 jam. Koplak kan? Sayanya yang koplak. Tapi saya tidak malu, karena rasa-rasanya bukan hanya saja yang begini. Hihi *membela diri*.

Lantas, bagaimana caranya sehingga saya tahu cara mengambil foto/video status WA tanpa harus meminta pada yang memasangnya (di status mereka)?

Begini ...

Ehem ... *berdehem manja*.

Saya selalu punya kebiasaan membersihkan telepon genggam pakai deterjen, Xiaomi Redmi 5 Plus, agar media penyimpanan bisa lebih lega setiap kali saya hendak beraktivitas di luar rumah. Pertama: menghapus semua foto dan video di galeri yang sudah di-backup oleh Google Photos. Kedua: membersihkan segala sesuatunya menggunakan aplikasi Keamanan (pembersih, pindai virus, menghapus sampah, hingga meningkatkan kerja telepon genggam). Ketiga: mengintip File Manager untuk menghapus apa saja yang tidak penting diantaranya foto yang sudah terkirim ke teman (WA) hingga thumbnail. Dan ternyata, semua foto dan video status WA teman yang pernah saya lihat itu tersangkut di File Manager! Dan saya ... bisa menggunakannya, terutama video, untuk dipasang di status WA.

Kalau kalian bingung, coba lihat gambar-gambar berikut. Dengan catatan, ini adalah screen shoot dari telepon genggam saya sendiri, Xiaomi Redmi 5 Plus.

1. Buka File Manager


2. Pilih Mode Daftar/List


3. Pilih Folder WhatsApp


4. Pilih Media


5. Pilih Statuses


6. Daftar Status WA Milik Teman Yang Sudah Kita Lihat!


7. Contoh Saya Pilih Status Teman Yang Ini


8. Bagikan ke WA


10. Trada ...


Yang saya contohkan di atas adalah status berupa foto. Tapi cara yang sama berlaku juga untuk video. Pokoknya, untuk semua status WA teman yang sudah kita lihat, tersangkut di File Manager, menunggu untuk dibersihkan. Dengan cara ini, saya tidak perlu lagi menganggu aktivitas teman-teman dengan rengekan: minta videonya, boleh? Hehe.


Bagaimana dengan kalian kawan? Apakah kalian seawam saya, atau kalian justru sudah lebih dulu tahu, bagi tahu di komen. Bagi saya, berbagi itu tidak ada ruginya. Terutama tentang hal-hal yang sebelumnya tidak saya ketahui, kemudian saya tahu, rasanya gimanaaa begitu. Hehe. Dan ya, pada akhirnya saya tidak perlu merepotkan para pemilik status dengan rengekan meminta video mereka. Saya sudah tahu caranya *melet*.

#SelasaTekno



Cheers.

Add Watermark Aplikasi Andalan Para Tukang Pamer Foto


Add Watermark Aplikasi Andalan Para Tukang Pamer Foto. Saya pernah membaca status seorang teman di Facebook, Mbak Yeyen, pemilik Kedai Nagih. Mbak Yeyen jengah sama ulah pedagang makanan lain yang menggunakan foto-foto makanan dagangan Kedai Nagih yang dipos di media sosial Facebook. Zaman sekarang masih ada orang yang mengambil foto makanan/dagangan orang lain dan mengakui foto itu sebagai miliknya. Iya, masih ada. Padahal, meskipun fotonya sama, rasa makanannya kan beda. Pada Mbak Yeyen, saya menyarankan untuk memasang watermark alias tanda air pada setiap foto makanannya. Karena bagi saya, seburuk apapun sebuah foto, kita wajib menyertakan tanda air di dalamnya untuk menghindari penyalahgunaan foto tersebut oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab.

Baca Juga: Mereka Belajar Mengelola Sebuah Blog dan Membikin Vlog

Masalah foto yang diambil seenak udel di media sosial ini memang menjadi polemik tersendiri. Pihak yang mengambil dengan tanpa rasa bersalah berdalih: foto itu dipajang di media sosial, tanpa dikasih tanda air, artinya milik umum! Tapi, hei, di mana tanggung jawab moralnya? Masa iya kita mau menjadi pencuri foto? Tidak ada seorangpun yang mau disebut sebagai pencuri kan? 

Tapi, bukankah tanda air juga bisa dihapus? Tentu bisa. Ada banyak aplikasi penghapus tanda air. Sebut saja Remove Unwanted Object dari BG.Studio, Watermark Manager oleh Arsal Nazir, dan Unwanted Object Remover: Touch Retouch 2019 dari Flip Soft. Menurut pendapat saya pribadi, hanya orang-orang serius yang ingin menghapus tanda air dari sebuah foto dan/atau video. Rata-rata pengguna media sosial, termasuk yang awam teknologi, tentu malas mencari tahu dan melakukan proses penyuntingan. Sehingga, untuk kelas media sosial seperti Facebook, sedikit tidaknya tanda air akan sangat menolong para tukang pamer foto agar fotonya tidak dicuri seenak dengkul.

Adalah David Mossar, Ketua Exotic NTT Community, yang memperkenalkan saya pada sebuah aplikasi tanda air Android bernama Add Watermark. Sebelumnya saya hanya menggunakan tanda air dengan menambahkan tulisan http://tuteh.web.id saja pada setiap foto. Kayaknya boleh juga aplikasi Add Watermark ini. Langsung saya unduh dan pasang di telepon genggam. Xiaomi Redmi 5 Plus yang legit itu. Setelah unduh dan pasang, mari kita cek bagaimana cara menggunakan Add Watermark.

1. Buka Aplikasi Add Watermark


2. Tampilan Add Watermark


Pada tampilan Add Watermark ini kalian bisa memilih apply on images, apply on video, create watermark, dan your creation. Bagi yang baru mau bikin tanda air bisa terlebih dahulu memilih create watermark. Silahkan bikin tanda air kalian sendiri baik dari template yang sudah ada atau dikreasikan macam-macam suka.

3. Pilih Gambar


Di sini saya mencontohkan menambahkan tanda air pada foto, bukan video. Panah kuning pertama adalah foto pilihan, panah kuning kedua adalah notifikasi bahwa sudah ada foto yang dipilih).

4. Pilih Tanda Air


Pada menu ini, kalian masih diberi pilihan untuk membikin tanda air, atau memilihnya dari galeri. Karena saya sudah membikin beberapa, saya bisa langsung pilih seperti panah paling bawah yang ditunjukkan oleh gambar di atas.


5. Done!


6. Simpan


7. Mudah


Ah, selesai. Tidak pakai acara ribet. Makanya saya menulis judul, aplikasi andalan para tukang pamer foto karena prosesnya sangat cepat.

Baca Juga: Warna-Warni Text Background Color Ciri Khas Pos Blog

Selain Add Watermark, ada banyak pilihan mudah memberi tanda air. Seperti yang sudah saya tulis di atas paling mudah tinggal menambahkan tulisan pada foto tersebut. Tetapi, Add Watermark memberikan banyak pilihan baik jenis huruf, template logo, warna, dan lain sebagainya, sehingga para pengguna Add Watermark lebih leluasa berkreasi sepuas-puasnya. Sekali lagi, jangan pernah meremehkan sebuah foto dan/atau video, seburuk apapun, karena itu adalah hasil jepretan kalian, kawan. Sama seperti saya. Bahkan foto kakipun tidak mau saya biarkan lolos kecuali saya memang memilih membiarkan sebuah foto tanpa tanda air, dan membiarkan orang lain menggunakannya.

Tetapi, tanggung jawab moral saya pribadi juga berlaku di sini. Apabila ada foto milik orang lain yang menurut saya unik, tidak mungkin saya mengeposnya tanpa menyertakan kredit/sumber. Salah satunya foto-foto unik dari situs Brightside. Tidak ada seorangpun yang mau disebut pencuri, termasuk saya.

Semoga bermanfaat!

#SelasaTekno



Cheers.

Aplikasi Super Keren Untuk Para Pejalan Itu Bernama Relive


Aplikasi Super Keren Untuk Para Pejalan Itu Bernama Relive. Relive, apa itu? Saya juga tidak bakal tahu Relive kalau tidak dikasih tahu sama seorang teman. Namanya Hari. Kami berkenalan lewat WA saat dia hendak datang ke Kota Ende. Iya, dia berdomisili di Bandung. Tahu nomor WA saya mungkin dari informasi profil di blog. Kalian juga bisa mengintip nomor WA ini di akhir semua pos pada blog ini. Apa urusan Hari di Kota Ende, saya tidak tahu. Yang jelas saya mengajaknya menikmati sup iga di Warung Damai sebelum keesokan harinya dia dan temannya bersepeda ke Kampung Kolibari, ditemani Bapak Heri Sutaban (Bhabinkamtibmas) yang punya hobi gowes. Saya sendiri sudah lamaaaa sekali tidak gowes. Sepeda di rumah pun ban-nya kempes berabad-abad.

Baca Juga: Filmora Aplikasi Sunting Video Android yang Juga Mengasyikan

Dari perjalanan ke Kampung Kolibari, dan puncak Kezimara, Hari mengirimkan video perjalanan kepada saya. Videonya sederhana: garis yang mengikuti (titik-titik) GPS disertai foto dari titik berangkat, sepanjang perjalanan (bebas mau berapa kali berhenti untuk mengambil foto), hingga tiba di lokasi tujuan. Langsung donk saya iri. Hari bilang video itu dibikin menggunakan aplikasi Relive. Saya langsung mencobanya! Eh, diunduh terlebih dahulu di PlayStore.

Relive


Mari kenalan lebih dekat dengan Relive. Relive merupakan aplikasi perekam aktivitas yang diproduksi oleh Relive B.V. Aplikasi ini pasti mengingatkan kalian pada aplikasi lain seperti Strava yang juga bisa diunduh di PlayStore. Relive ada yang gratisan, ada yang berbayar (untuk fitur-fitur tambahan). Kalian pasti tahu selalu ada keterbatasan pada lini gratisan. Dan saya, yang tampangnya gratisan ini, selalu memilih untuk tetap pada lini gratisan ketimbang membayar. Haha. Di Relive kita bisa merekam ragam aktivitas seperti berlari, berjalan, bersepeda, bahkan bersepeda motor! Rekaman perjalanan itu dapat diselingi dengan foto pada check point pilihan kita. Keluarannya Relive adalah video yang dapat disimpan atau dibagi ke berbagai media sosial.

Menarik bukan?

Cara Kerja Relive


Ini yang penting. Sebagai pengguna baru Relive saya perlu mengalami berkali-kali kegagalan dalam bercinta baru kemudian sukses. Pertama-tama kalian harus mengunduh terlebih dahulu aplikasi Relive di PlayStore. Logonya berwarna kuning, ya! Catet! Kuning! Terima kasih, Relive, sebagai Presiden Negara Kuning saya merasa sangat diapresiasi.


Halaaah. Hehe. Setelah diunduh, langsung pasang di telepon genggam. Jangan lupakan foto profil supaya lebih ketje.


Cara menggunakan Relive cukup mudah. Setelah Relive terpasang di telepon genggam, sudah pula memajang foto profil (ini sih tergantung kalian mau langsung memajang atau nanti-nanti), untuk memulai sebuah video perjalanan, cukup pencet tombol seperti pada gambar berikut:


Kalian akan diantar diantar ke halaman berikut ini:


Yang saya beri panah warna merah itu, silahkan diklik, karena itu berisi daftar aneka kegiatan/aktivitas yang hendak kalian rekam.


Saya memilih bersepeda motor karena memang aktivitas yang hendak saya rekam adalah perjalanan menggunakan sepeda motor dari Kota Ende ke Bukit Marsel / Watu Zaja.


Silahkan klik mulai. Asyiknya, perjalanan itu bisa dijeda setiap kali kita berhenti di titik-titik tertentu (mana-mana suka), dan bisa diselipi dengan foto pada titik perhentian tersebut.


Kalau perjalanan masih dilanjutkan, silahkan lanjutkan, kalau sudah tiba, silahkan klik selesai. Dan trada ... video Relive kalian sudah jadi.


Hasil videonya, bisa dibagikan di berbagai media sosial, seperti pada gambar di atas, bisa juga disimpan saja dulu di telepon genggam untuk nanti dipublikasikan.

Well done.

Sebagai pengguna baru Relive, saya merasa cukup puas karena aplikasi ini sangat mudah digunakan selama ada jaringan internet sepanjang perjalanan kita, karena untuk membikin video ini, Relive pun mengandalkan GPS yang harus dinyalakan. Iya, biar Relive tahu lokasi kita memulai perjalanan, titik-titik berhenti, hingga lokasi tujuan. Kalian juga bisa mengimpor aktivitas sebelumnya yang sudah disimpan di aplikasi tracker (formatnya .fix, .gpx, atau .tcx) ke Relive.

Baca Juga: Edmodo Salah Satu E-Learning Yang Mirip Media Sosial

Jujur, saya jadi tergila-gila pada Relive. Namun, waktu cuti yang lebih banyak di rumah saja menyebabkan saya tidak bisa sering-sering menggunakan aplikasi super keren untuk para pejalan ini. Semoga, nanti akan lebih banyak perjalanan yang bisa saya rekam bersama Relive dan membaginya dengan kalian semua.

Bagaimana? Mau mencoba Relive? Pasang sekarang di telepon genggam kalian!

#SelasaTekno



Cheers.

Resolusi Tahun Baru 2020, Salah Satunya Pengen Smartphone Murah Dengan Fitur Premium


Tahun baru 2020 itu sebentar lagi, tinggal menghitung hari. Nah, dipenghujung tahun ini biasanya kita sudah memiliki beberapa rencana di tahun mendatang itu seperti apa. Salah satu yang biasanya dilakukan adalah membuat resolusi atau harapan yang akan diwujudkan nantinya. 

Resolusi bukan hanya bentuk barang atau benda saja ya, namun lebih dari itu, banyak sekali yang memiliki resolusi berupa pernikahan atau pergi keluar negeri. Tapi, semuanya bakal bisa diwujudkan apabila diusahakan dengan keras serta target yang realistis.


Pengen tahu apa saja yang menjadi Resolusi saya di tahun 2020 ini? Saya targetnya tidak muluk-muluk namun memiliki beberapa target yang memang harus dicapai dalam waktu yang dekat.

Traveling Ke Belanda, Jepang, Thailand

Eropa itu menjadi salah satu wishlist beberapa tahun belakangan ini. Dan, salah satu berita baiknya adalah saya mendapatkan tiket pesawat dari KLM Royal Dutch Airlines. Ini bener-bener mimpi sih, dan ngga nyangka banget mendapatkan hadiah diakhir tahun ini. Dengan udah adanya tiket, semoga pengurusan Visa Schengen ini bisa jauh lebih mudah dan berhasil, doain ya semuanya. 

Kalau Jepang, selalu menjadi impian saya untuk kembali lagi dan lagi karena Jepang sudah menjadi negara kedua setelah Indonesia. Pun demikian dengan Thailand yang membuat saya selalu kangen dengan suasananya serta kuil-kuil yang super cantik banget dan sangat worth it banget untuk dijadiin koleksi foto instagram.


Diet Dan Olahraga

Kalau lihat foto-foto beberapa tahun ke belakang, bikin saya mengelus dada. Rasanya ingin sekali bisa sekurus yang dulu sekaligus lebih sehat daripada yang sekarang. Karena pekerjaan sekarang yang memang jarang gerak dan hanya stay di tempat itu saja membuat tubuh terus mengelembung. 

Tahun ini semoga bisa menguruskan badan dengan program diet yang benar dan tentu saja olahraga. Sebetulnya dulu pernah punya program yang sangat manjur dengan food combaining pada saat malam hari disertai dengan olahraga. Semoga bisa diterapkan kembali di tahun ini. 

Bikin Film Pendek 


Bikin film pendek itu cita-cita dari beberapa tahun yang lalu. Namun, karena faktor kesibukan dan padatnya jadwal membuat resolusi ini hilang dari peredaran. Oh iya, saya kan sering juga bolak-balik dari satu tempat ke tempat lain, saya ingin membuat film pendek tentang budaya Indonesia serta nilai-nilai luhurnya.


Bikin Usaha Travel

Memiliki hobi jalan-jalan ternyata membuat saya pengen mendalami bisnisnya. Apalagi inilah salah satu hobi dan pekerjaan sekaligus yang membuat saya senang. Tahun 2020 ini saya ingin membuka trip ke beberapa negara termasuk Thailand dan Jepang.

Vlogger dengan Subscriber 25 ribu


Selain Ngeblog, saya juga memiliki beberapa cita-cita yaitu menjadi youtuber seperti Atta Halilintar dan Ria Ricis. Konsistensi dan kerja kerasnya patut diapresiasi sehingga bisa menjadi youtuber nomor 1 di Indonesia seperti saat ini.

Smartphone 


Bisa dibilang kalau smartphone ini sangat mendukung pekerjaan saya sebagai blogger, influencer dan vlogger. Apalagi saya diharuskan untuk membuat konten yang selalu fresh dan dapat dinikmati oleh banyak orang. Nah, saya membutuhkan smartphone yang premium fiturya namun harganya tidak terlalu mahal. Memangnya ada smartphone seperti itu? 


Ini dia smartphone idaman kamu ADVAN G3 Pro dengan fitur-fitur premium dan membuat harga 1 jutaan itu sangatlah reasonable. Lalu apa saja sih keunggulan dari ADVAN G3 Pro ini? 


Desain Premium dan Stylish

Dari penampilan pertama saja, kita bisa menyimpulkan bahwa ADVAN G3 Pro ini merupakan handphone dengan desain yang sangat bagus. Tampil stylish dengan warna Jade Green dan Peacock Blue, Advan G3 Pro mengadopsi desain Pro WaterDrop Screen dengan notch berbentuk tetesan air yang masih trend hingga saat ini. Dengan bentang layar 6.3 inci beresolusi HD+ dan aspek rasio layar menyentuh 85%, Advan G3 Pro juga sangat nyaman digunakan untuk menonton video favorit, eksis di medsos, dan bermain game favorit. Oh iya, smartphone ini juga sudah bundling dengan Axis dan Genflix loh, kece kan.


Kamera Utama 12+2 MP & Selfie Camera 8 MP

Untuk kamu yang hobi fotografi, ADVAN G3 Pro juga bisa memberikanmu pengalaman berfoto yang cukup memuaskan. Sebab, dengan mengandalkan kekuatan dual kamera 12MP+2MP di bagian belakang kamu bisa mendapatkan hasil foto seperti kamera profesional.


Performa Tangguh

ADVAN G3 Pro dibekali dengan dapur pacu Super Speed yang mumpuni. Semua rutinitas mobile bisa dilakukan dengan cepat, termasuk multitasking dan bermain game tanpa macet. Advan G3 Pro dibekali dengan prosesor octa core A55 berkecepatan 1.6Ghz + 1.2GHz dengan New CPU SC9863A yang 3x lebih cepat.

Tampilan antarmuka juga ramah pengguna dengan bekal antarmuka IDOS 9S.12 berbasiskan OS Android 9.0 Pie, Advan G3 Pro juga dibesut dengan sensor keamanan Face ID yang bisa mengenali wajah penggunanya dengan cepat dan juga sensor fingerprint untuk membuka perangkat dengan menggunakan sidik jari.


Nah, itu dia beberapa resolusi saya di tahun 2020, semoga semua yang diharapkan dapat terwujud serta menambah motivasi saya untuk selalu menjadi yang terbaik dan membahagiakan keluarga dan orang-orang yang terdekat.

Advan Start Go TWS 2, Earphone Bluetooth Termurah Dan Terbaik 2020

  

Tahu ngga kalau saat ini Advan resmi meluncurkan Earphone atau Headset Bluetooth dengan harga yang cukup murah dibandingkan dengan yang lainnya. Yes, alat kecil ini saat ini memang sangat booming dan viral karena bisa digunakan bukan hanya telepon, tapi juga pada saat olahraga (Sport) serta lainnya. 

Oh iya, Earphone Bluetooth ini sangat viral belakangan ini, apalagi bagi millenials atau pekerja kantoran yang merasa bahwa kalau menggunakan alat ini, ketampanan atau kecantikannya akan bertambah 100 persen. Atau, jika pada saat mager alias males gerak, maka Headset ini adalah alat yang dibutuhkan untuk sekedar menjawab telepon, mendengarkan musik atau sekedar gaya-gaya saja. 


"Ada ngga ya, earphone yang kece tapi murah?"

"Earphone biasa atau yang bluetooth nih?"

"Bluetooth lah, biar ketampanan gue itu bertambah seratus persen hahaha."

"Ada kok, beneran loh kalau lo pakai ini ngga bakalan ketinggalan jaman dan bikin cewek lengket sama lo."

"Beneran ada, tapi gue ngga mau ya, yang mahal-mahal."

"Yes, adalah, dan kualitasnya ngga kalah kok sama yang lain."

"Mana ada deh?"

"Ada, ini nih ADVAN START GO TWS. Ini Earphone Bluetooth dengan banyak keunggulan dan fitur-fiturnya juga ngga kalah sama yang lain."

"Kece ya bentuknya, dan compact banget ya."


Lalu, apa saja sih yang membuat Advan Start Go TWS 2 ini berbeda dengan lainnya , atau bahkan lebih baik dibandingkan dengan lainnya? Yes, saya akan jelaskan beberapa hal yang membuat bluetooth ini lebih unggul dibandingkan dengan lainnya.

Bluetooth 5.0

Yes, Advan Start Go TWS 2 ini memang sangat canggih, terbukti sudah disematkannya teknologi bluetooth terbaru yaitu 5.0. Seperti kita ketahui, bahwa beberapa bluetooth lainnya masih menggunakan teknologi lama seperti 3.0 atau 4.1 serta yang terakhir 4.2 sebelum akhirnya teknologi terakhir 5.0. 

Jarak 15 Meter

Apa sih yang menyebabkan kita menggunakan earphone bluetooth? Pasti karena jaraknya dan males menggunakan headset yang masih ada kabelnya karena ribet dan takut kusut kan. Yes, Start Go TWS 2 ini mampu menyambungkan device dengan smartphone kamu dari jarak yang cukup jauh sekitar 15 meter. 

3 Jam Non Stop

Biasanya Earphone yang digunakan hanya mampu digunakan dalam durasi 1 jam atau 2 jam saja, namun Advan Start Go ini bisa digunakan lebih dari 3 jam sehingga bisa digunakan untuk telponan atau bahkan nonton film online dari smartphone kamu. 


Nah, itu dia keunggulan dari ADVAN START GO TWS 2 yang begitu memikat. Namun, biasanya dengan fitur-fitur serta kecanggihan tersebut maka device ini akan begitu mahal. Bagaimana dengan harga Start Go TWS 2 ini? Yes, harga dibandrol kisaran 190 ribu sampai sekitar 250 ribu tergantung dari toko dan distributornya. Info lengkap mengenai earphone ini bisa dilihat di website resminya https://www.advandigital.com/wearable-devices.