Tak Perlu DSLR, Saatnya Traveling Nyaman Bersama OPPO Reno 10x Zoom


Penggemar jalan seperti saya pasti menginginkan sesuatu yang praktis tanpa ribet. Apalagi kalau membawa DSLR yang ukurannya besar dan banyak peralatan ini-itu lainnya. Nah, sekarang smartphone atau handphone pun sudah memiliki teknologi yang luar biasa dan sama dengan DSLR. OPPO mengeluarkan seri terbaru, yaitu OPPO Reno Series dengan produk andalannya bernama OPPO Reno 10x Zoom dengan fitur zoom sampai 10 kali tanpa pecah sekalipun yang bernama teknologi 10x Hybrid Zoom.

"Duh, DSLR gue ketinggalan."

Suasana yang tadinya gembira berubah menjadi kebalikannya. 

"Gimana donk, sudah waktunya untuk masuk ke gate dan 30 menit lagi mau boarding nih."

Dan, ternyata salah satu diantara mereka menggunakan OPPO Reno 10x Zoom.

"Tenang aja, kita bisa gunain OPPO Reno 10x Zoom."


"OPPO?"

"Iya, OPPO Reno 10x Zoom. Kualitas fotonya bagus dan videonya pun sudah 4K."

"Terus apa lagi kelebihannya?"

"Nah, nanti kan kita mau nonton konser nih kita bisa foto dan zoom sampai 10 kali bahkan lebih."

"Terus hasil fotonya buyar deh. Padahal DSLR itu lensanya tele loh."

"Eits, OPPO Reno 10x Zoom ini di jamin deh kualitas fotonya tetap bagus tanpa pecah walaupun di-zoom 10x pun."

Akhirnya mereka pun tersenyum bahagia. Liburan yang tadinya hambar dan menyedihkan pun berubah menjadi liburan yang menyenangkan.

Peristiwa di atas bisa terjadi sama siapapun tak terkecuali kita. Apalagi kalau pergi ke luar negeri dan banyak sekali tempat-tempat indah yang belum pernah kita kunjungi sebelumnya. Persiapan sebelum liburan itu memang harus diperhatikan, jangan sampai beberapa hal terlupakan seperti lupa bawa passpor, belum menukarkan rupiah ke mata uang negara tujuan, belum memesan hotel, lupa di mana kode booking tiket pesawat dan lainnya. 

Beberapa tips untuk menghindari hal tersebut adalah dengan selalu mencatat hal-hal penting dalam notes di smartphone kalian. Setiap smartphone memiliki notes, tapi saya menyarankan untuk menggunakan google keep untuk membuat to do list. Catatlah semua list yang harus dipersiapkan. Contohnya saat mau bepergian ke Thailand

To-do List
1. Menukar uang Baht
2. Booking hotel di Chiang Mai 
3. Booking tiket kereta Chiang Mai - Bangkok
4. Sewa mobil di Chiang Mai

Dan seterusnya sampai semua list dituliskan. Kelebihan google keep adalah kita bisa kolaborasi dengan teman kita sehingga bisa saling mengingatkan.


Bagi saya, traveling itu bagaikan vitamin yang harus di serap oleh tubuh agar lebih bugar dan segar. Traveling itu vitamin jiwa yang harus di penuhi. Berapa orang bilang kalau traveling itu mahal dan beberapa orang lagi bilang kalau itu buang-buang duit. 

"Coba deh jalan-jalan ke tempat rekreasi terdekat dari rumah."

"Kebun binatang maksudnya?"

"Iya tempat rekreasi di dekat rumah seperti taman, kuliner dan tempat-tempat yang selama ini belum dikunjungi."

Traveling itu sebetulnya enggak harus ke tempat-tempat jauh dan membutuhkan tiket pesawat. Cukup di sekitar Jakarta saja, banyak sekali tempat-tempat menarik yang harus dikunjungi. Dan salah satu yang paling saya sukai adalah taman. Beberapa taman di Jakarta memang sangat bagus seperti Taman Menteng dan Taman Suropati.

Selain taman, saya juga sering ke beberapa pusat perbelanjaan untuk mencari produk apapun. Oh iya, saya paling suka kalau pusat perbelanjaannya terdapat taman yang kece kayak di setiabudi one.



"Percaya ngga kalau di setiabudi one saja, saya bisa membuat foto dan video yang bagus?"

"Pakai apa, ngga bawa DSLR?"

"Pakai OPPO Reno 10x Zoom ini loh."

"Beneran bisa ambil gambar yang bagus?"

"OPPO Reno 10x Zoom merupakan perangkat smartphone terbaru dari OPPO yang mengedepankan keunggulan pada fitur kamera, terutama kamera utamanya, yang menerapkan konfigurasi tiga lensa yaitu Kamera Utama dengan resolusi hingga 48MP, lensa Wide-angle jangkauan lebar hingga 120 dan  lensa Telephoto dengan teknologi 10x Hybrid Zoom."


"Yakin nih ngga perlu bawa external harddisk?"

"Yakin kok."

"Kita traveling di Bangkok selama 9 hari loh. Bakalan banyak butuh memori external sama HD Card."

"Tenang aja sih, OPPO Reno 10x Zoom ini kapasitasnya 256 GB."

"Wah banyak juga ya kapasitasnya."

Yes, OPPO Reno 10x Zoom ini menyediakan penyimpanan internal besar 256GB, pada Reno 10x Zoom pengguna diberikan kebebasan untuk memperbesar penyimpanan internal dengan microSD hingga 256GB.

Sudah saatnya memberikan kenyamanan pada saat traveling dengan hanya membawa smartphone yang kece tanpa perlu membawa DSLR yang besar dan repot kalau dibawa kemana-mana.
Happy Traveling, ditunggu foto-foto dan video yang kece dari liburannya ya. 



Dan inilah spesifikasi lengkap dari OPPO Reno 10x Zoom

- Dilengkapi prosesor Snapdragon 855, Prosesor Flagship yang pertama kali diumumkan secara resmi kehadiarannya di Indonesia
- Kombinasi RAM 8GB dan Internal 256GB (Dapat diperluas dengan microSD hingga 256GB)
- Kamera depan, 16 Megapixel Diafragma F/2.0 berjenis Pivot Rising Camera
- Triple kamera utama 48 Megapixel Diafragma F/1.7 sensor Sony IMX 586 + Kamera sudut lebar 120° 8 Megapixel Diafragma F/2.2, Kamera Telefoto dengan perbesaran hybrid hingga 10x 13 Megapixel Diafragma F/3.0
- Kamera telephoto OPPO Reno 10x Zoom menganut sistem kerja periskop seperti yang terdapat pada kapal selam, memiliki 10x perbesaran Hybrid dan 60x perbesaran digital - Kamera OPPO Reno 10x Zoom membawa fitur Dual OIS, dimana OIS (Sistem penstabil gambar) berada pada Kamera Utama dan Kamera telefoto
- Pada Pivot Rising Camera bagian depan terdapat kamera depan, soft light dan speaker, sedangkan bagian belakan terdapat flashlight - Layar 6.6 Incih OLED dilindungi oleh Corning® Gorilla® Glass 6
- Dilengkapi dengan pengisian daya cepat VOOC 3.0, dapat mengisi penuh baterai dalam waktu 80 menit - Memiliki dua speaker dan didukung teknologi Dolby Atmos
- Dilengkapi baterai sebesar 4065mAh
- Menggunakan sistem operasi ColorOS 6 berbasis Android 9.0 Pie
- Memiliki dua warna : Jet Black dan Ocean 

Untuk informasi lebih detail soal OPPO Reno 10x Zoom, kalian bisa mengunjungi situs https://www.oppo.com/id/smartphone-reno/

Dan inilah hasil Video dan Foto OPPO Reno 10x Zoom



Tak Perlu DSLR, Saatnya Traveling Nyaman Bersama OPPO Reno 10x Zoom


Penggemar jalan seperti saya pasti menginginkan sesuatu yang praktis tanpa ribet. Apalagi kalau membawa DSLR yang ukurannya besar dan banyak peralatan ini-itu lainnya. Nah, sekarang smartphone atau handphone pun sudah memiliki teknologi yang luar biasa dan sama dengan DSLR. OPPO mengeluarkan seri terbaru, yaitu OPPO Reno Series dengan produk andalannya bernama OPPO Reno 10x Zoom dengan fitur zoom sampai 10 kali tanpa pecah sekalipun yang bernama teknologi 10x Hybrid Zoom.

"Duh, DSLR gue ketinggalan."

Suasana yang tadinya gembira berubah menjadi kebalikannya. 

"Gimana donk, sudah waktunya untuk masuk ke gate dan 30 menit lagi mau boarding nih."

Dan, ternyata salah satu diantara mereka menggunakan OPPO Reno 10x Zoom.

"Tenang aja, kita bisa gunain OPPO Reno 10x Zoom."


"OPPO?"

"Iya, OPPO Reno 10x Zoom. Kualitas fotonya bagus dan videonya pun sudah 4K."

"Terus apa lagi kelebihannya?"

"Nah, nanti kan kita mau nonton konser nih kita bisa foto dan zoom sampai 10 kali bahkan lebih."

"Terus hasil fotonya buyar deh. Padahal DSLR itu lensanya tele loh."

"Eits, OPPO Reno 10x Zoom ini di jamin deh kualitas fotonya tetap bagus tanpa pecah walaupun di-zoom 10x pun."

Akhirnya mereka pun tersenyum bahagia. Liburan yang tadinya hambar dan menyedihkan pun berubah menjadi liburan yang menyenangkan.

Peristiwa di atas bisa terjadi sama siapapun tak terkecuali kita. Apalagi kalau pergi ke luar negeri dan banyak sekali tempat-tempat indah yang belum pernah kita kunjungi sebelumnya. Persiapan sebelum liburan itu memang harus diperhatikan, jangan sampai beberapa hal terlupakan seperti lupa bawa passpor, belum menukarkan rupiah ke mata uang negara tujuan, belum memesan hotel, lupa di mana kode booking tiket pesawat dan lainnya. 

Beberapa tips untuk menghindari hal tersebut adalah dengan selalu mencatat hal-hal penting dalam notes di smartphone kalian. Setiap smartphone memiliki notes, tapi saya menyarankan untuk menggunakan google keep untuk membuat to do list. Catatlah semua list yang harus dipersiapkan. Contohnya saat mau bepergian ke Thailand

To-do List
1. Menukar uang Baht
2. Booking hotel di Chiang Mai 
3. Booking tiket kereta Chiang Mai - Bangkok
4. Sewa mobil di Chiang Mai

Dan seterusnya sampai semua list dituliskan. Kelebihan google keep adalah kita bisa kolaborasi dengan teman kita sehingga bisa saling mengingatkan.


Bagi saya, traveling itu bagaikan vitamin yang harus di serap oleh tubuh agar lebih bugar dan segar. Traveling itu vitamin jiwa yang harus di penuhi. Berapa orang bilang kalau traveling itu mahal dan beberapa orang lagi bilang kalau itu buang-buang duit. 

"Coba deh jalan-jalan ke tempat rekreasi terdekat dari rumah."

"Kebun binatang maksudnya?"

"Iya tempat rekreasi di dekat rumah seperti taman, kuliner dan tempat-tempat yang selama ini belum dikunjungi."

Traveling itu sebetulnya enggak harus ke tempat-tempat jauh dan membutuhkan tiket pesawat. Cukup di sekitar Jakarta saja, banyak sekali tempat-tempat menarik yang harus dikunjungi. Dan salah satu yang paling saya sukai adalah taman. Beberapa taman di Jakarta memang sangat bagus seperti Taman Menteng dan Taman Suropati.

Selain taman, saya juga sering ke beberapa pusat perbelanjaan untuk mencari produk apapun. Oh iya, saya paling suka kalau pusat perbelanjaannya terdapat taman yang kece kayak di setiabudi one.



"Percaya ngga kalau di setiabudi one saja, saya bisa membuat foto dan video yang bagus?"

"Pakai apa, ngga bawa DSLR?"

"Pakai OPPO Reno 10x Zoom ini loh."

"Beneran bisa ambil gambar yang bagus?"

"OPPO Reno 10x Zoom merupakan perangkat smartphone terbaru dari OPPO yang mengedepankan keunggulan pada fitur kamera, terutama kamera utamanya, yang menerapkan konfigurasi tiga lensa yaitu Kamera Utama dengan resolusi hingga 48MP, lensa Wide-angle jangkauan lebar hingga 120 dan  lensa Telephoto dengan teknologi 10x Hybrid Zoom."


"Yakin nih ngga perlu bawa external harddisk?"

"Yakin kok."

"Kita traveling di Bangkok selama 9 hari loh. Bakalan banyak butuh memori external sama HD Card."

"Tenang aja sih, OPPO Reno 10x Zoom ini kapasitasnya 256 GB."

"Wah banyak juga ya kapasitasnya."

Yes, OPPO Reno 10x Zoom ini menyediakan penyimpanan internal besar 256GB, pada Reno 10x Zoom pengguna diberikan kebebasan untuk memperbesar penyimpanan internal dengan microSD hingga 256GB.

Sudah saatnya memberikan kenyamanan pada saat traveling dengan hanya membawa smartphone yang kece tanpa perlu membawa DSLR yang besar dan repot kalau dibawa kemana-mana.
Happy Traveling, ditunggu foto-foto dan video yang kece dari liburannya ya. 



Dan inilah spesifikasi lengkap dari OPPO Reno 10x Zoom

- Dilengkapi prosesor Snapdragon 855, Prosesor Flagship yang pertama kali diumumkan secara resmi kehadiarannya di Indonesia
- Kombinasi RAM 8GB dan Internal 256GB (Dapat diperluas dengan microSD hingga 256GB)
- Kamera depan, 16 Megapixel Diafragma F/2.0 berjenis Pivot Rising Camera
- Triple kamera utama 48 Megapixel Diafragma F/1.7 sensor Sony IMX 586 + Kamera sudut lebar 120° 8 Megapixel Diafragma F/2.2, Kamera Telefoto dengan perbesaran hybrid hingga 10x 13 Megapixel Diafragma F/3.0
- Kamera telephoto OPPO Reno 10x Zoom menganut sistem kerja periskop seperti yang terdapat pada kapal selam, memiliki 10x perbesaran Hybrid dan 60x perbesaran digital - Kamera OPPO Reno 10x Zoom membawa fitur Dual OIS, dimana OIS (Sistem penstabil gambar) berada pada Kamera Utama dan Kamera telefoto
- Pada Pivot Rising Camera bagian depan terdapat kamera depan, soft light dan speaker, sedangkan bagian belakan terdapat flashlight - Layar 6.6 Incih OLED dilindungi oleh Corning® Gorilla® Glass 6
- Dilengkapi dengan pengisian daya cepat VOOC 3.0, dapat mengisi penuh baterai dalam waktu 80 menit - Memiliki dua speaker dan didukung teknologi Dolby Atmos
- Dilengkapi baterai sebesar 4065mAh
- Menggunakan sistem operasi ColorOS 6 berbasis Android 9.0 Pie
- Memiliki dua warna : Jet Black dan Ocean 

Untuk informasi lebih detail soal OPPO Reno 10x Zoom, kalian bisa mengunjungi situs https://www.oppo.com/id/smartphone-reno/

Dan inilah hasil Video dan Foto OPPO Reno 10x Zoom



Terminal Stopkontak Ini Bisa Berotasi dan Mengecas HP


Terminal Stopkontak Ini Bisa Berotasi dan Mengecas HP. Bagaimana kalian menyebutnya? Saya biasa menyebutnya kabel roll atau terminal colokan. Seringnya sih kabel roll. Seperti apapun bentuknya; bundar, persegi, persegi panjang, nama yang benar adalah terminal stopkontak stop kontak antara kau dan aku hahaha. Terima kasih Andi Sadam untuk penjelasannya. Ingat, ya, namanya terminal stopkontak. Dan kali ini di #SelasaTekno mari bicara tentang terminal stopkontak canggih yang satu ini.

Baca Juga: Belajar di Luar Ruangan Bukan Masalah Dengan Nika Chair

Sebelumnya, perlu diketahui, semua foto/gambar di pos ini diambil dari YankoDesign. Jadi saya tidak perlu menjelaskan sumber gambar per gambar. Setuju? Setuju dooonk. Hehe.

Wall-Ti Tap Power Strip


Itu namanya. Wall-Ti Tap Power Strip. Benda canggih ini didesain oleh Eunsang Lee. Berbeda dari terminal stop kontak yang kita kenal dan/atau pakai sehari-hari, Wall-Ti Tap Power Strip lebih unik dan kece. Di mana letak keunikannya? 

Pertama, bentuknya persegi dengan lubang di bagian tengah seperti donat. Adakah donat segi empat? Ada donk, kakak ipar saya sering bikin donat segi empat, tentu dengan lubang di bagian tengahnya.  Hehe. Lihat gambar berikut:


Selain dapat diletakkan di meja, bisa juga digantung. Oleh karena itu, saya menyebutnya unik. 

Bagian dalam Wall-Ti Tap Power Strip, dapat berotasi sehingga memudahkan penggunanya. Misalkan kita sudah menghubungkan satu perangkat ke Wall-Ti Tap Power Strip, untuk menghubungkan steker lainnya tinggal diputar saja. Bayangkan kalau kita harus memasukkan steker ke bagian atas, seringnya sulit, diputar saja jadi tetap bisa dicolok pada bagian bawah (yang kosong, setelah diputar).

Mengisi Daya Baterai Tanpa Kabel


Ini penting. Barang seperti terminal stopkontak kalau hanya dipakai seperti fungsi utamanya saja kan biasa. Untuk apa membeli Wall-Ti Tap Power Strip kalau bisa membeli terminal stopkontak yang umum dijual di toko? Wall-Ti Tap Power Strip dapat mengecas atau mengisi daya telepon genggam, tanpa kabel. Untuk melakukannya, tinggal letakkan telepon genggam di bagian atasnya:



Whoaaaa ausam sekali!

Baca Juga: Tungku Kemping Mini yang Praktis dan Keren

Hanya saja saya belum mendapat infomasi lebih jelasnya tentang Wall-Ti Tap Power Strip ini, apakah sudah dijual bebas ataukah baru prototype. Atau, jangan-jangan ada dari kalian yang sudah punya barang ini di rumah? Hyuuuuu jadi iri hehe.

Bagaimana menurut kalian, kawan? Canggih dan keren kan?



Cheers.

Kerennya Prefab House Dengan Tiga Ruangan Berotasi


Kristen Dirksen memang luar biasa. Perempuan ini bekerja bersama suami, ditemani ketiga anaknya, menjangkau berbagai belahan dunia, untuk menunjukan pada para penonton channel-nya yaitu Kirsten Dirksen tentang banyak hal terutama rumah. Rumah mini, rumah unik, rumah bongkar-pasang, rumah mobil, rumah ramah lingkungan, rumah loteng, rumah setengah ukuran, dan lain sebagainya. Kalau diberi kesempatan bertemu perempuan berambut kriwil itu, saya bakal memeluknya erat-erat. Terima kasih sudah memberikan begitu banyak inspirasi untuk penghuni bumi, salah satunya saya. Haha.

Baca Juga: Filmora Aplikasi Sunting Video Android yang Juga Mengasyikan

Salah satu videonya tentang rumah mini dan unik adalah tentang Prefab House yang satu ini. Masih prototype dari pembangun/pengembang. Jadi asyik begitu ada lahan super luas dan di atasnya berdiri rumah berbagai model dan ukuran. Tapi kalau ditanya apakah saya mau tinggal di rumah seperti itu? Tidak. Alasannya nanti saya ceritakan di akhir pos, ya.

Rumah Mini dan Unik


Rumah ini sangat kecil dan berbentuk unik. Dan perlu diketahui bahwa semua foto yang tampil di pos ini diambil dari video dimaksud. Ini dia penampakan rumah tersebut:


Terlihat sangat mini dan bisa diistilahkan seperti kotak sepatu. Hehe. Tapi uniknya karena rumah ini punya pintu depan hampir selebar rumah dengan bahan kaca. Ada satu lagi pintu masuk bagian belakang yang berbentuk oval. 

Ruang depan rumah ini adalah ruang tamu dan ruang keluarga. Jadi sebelah kanan (dilihat dari arah rumah, bukan dari arah kita) adalah area ruang tamu dan sebelah kiri adalah area ruang keluarga. Bedanya, di depan ruang tamu langsung terletak silinder sepanjang enam meter yang memuat tiga ruangan dan bisa berotasi. Sedangkan di depan ruang keluarga ada lorong ke pintu belakang dengan satu kamar mandi yang ada WC-nya.


Perancangnya bernama Luigi Colani dan pengembangnya adalah Hanse House. Seperti semua karya Colani (lahir pada tahun 1928, ia bekerja untuk perusahaan mobil dan pesawat terbang utama, serta NASA), prototipe rotorhome memiliki beberapa garis lurus dan sebaliknya penuh dengan kurva dan bentuk ergonomis. Pabrik prefab Jerman Hanse Haus membangun rumah pada tahun 2004 untuk menunjukkan kurangnya batasan dalam cetakan.

Silinder yang Berotasi


Ini inti dari rumah yang satu ini. Silinder sepanjang enam meter yang terletak tepat di depan ruang tamu, saling berhadapan, itu bisa berotasi dan memuat tiga ruangan berbeda fungsi di dalamnya. Unik kan? Untuk rotasi pun cuma menekan tombol berbeda warna (warna menunjukan ruangan) dan berputar 270 derajat setiap arah. Ada tiga ruangan dengan fungsi berbeda yaitu kamar tidur, dapur, dan kamar mandi (tanpa WC).

Tekan tombolnya dan tombol satu lagi di bawah.

Tradaaaa ... kamar mandi.

Kamar tidur.

Dapurnya kayak begini.

Saat sedang mendemonstrasikan silinder ini dimana suami Kirsten Dirksen sedang berada di kamar tidur, si pengembang bilang bisa sembunyikan pacar kalau suami mendadak pulang ke rumah. Dan saya ngakak. Tujuan yang sungguh tidaaaaaak bagus. Hahaha. Tapi boleh juga *digampar*.

Mau Tinggal di Rumah Seperti Ini?


Tidak! Saya tidak akan mau hahaha. Pertama, tidak etis untuk orang Indonesia kamar mandinya langsung menghadap ruang tamu dan nampak terbuka seperti itu (kaca). Itu ridikulus hehe, meskipun ada kamar mandi lainnya yang terpisah (yang ada WC-nya). Kedua, saya tidak bisa berada di dapur super bersih seperti itu, rasanya tidak tega, LOL! Ketiga, tidurnya jadi kayak gimanaaa ya. Pokoknya ogaaaah kalau disuruh tinggal di rumah seperti ini.

Baca Juga: Blog It! Pilihan Nge-blog Pakai Smartphone

Tapi rumah ini dapat menjawab kebutuhan orang-orang sana yang budayanya tidak seperti Orang Indonesia. Manapula lahan semakin menipis, rumah mini jadi pilihan, dan kalau unik itu bonus.

Bagaimana dengan kalian, kawan? Mau tinggal di rumah seperti ini? Canggih sih teknologinya, kan sekarang #SelasaTekno, tapiiiii ... pikir-pikir dulu hahaha.




Cheers.

Filmora Aplikasi Sunting Video Android yang Juga Mengasyikan


Filmora Aplikasi Sunting Video Android yang Juga Mengasyikan. Hari ini saya masih disibukkan dengan peliputan kegiatan Pembekalan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Flores (Uniflor) yang pemberangkatan pertama bakal dilakukan tanggal 27 Juli 2019 dengan tujuan Kecamatan Aesesa di Kabupaten Nagekeo. Sibuk sih iya, tapi masih memberi ruang pada kami untuk bisa haha hihi bareng panitia lainnya. Oh ya, untuk kegiatan KKN ini, ada tiga orang yang ditugaskan menjadi tukang publikasi dan dokumentasi. Kakak Rossa Budiarti sebagai koordinator, dengan anggota saya dan Anto Ngga'a. Senangnya adalah kami dapat meliput ke tiga desa yang menerima dana PPM KKN dari Kemenristek Dikti. Dan itu artinya ... luar kota memanggil. Hahaha *dikeplak dinosaurus*.

Baca Juga: Tenda Pop Up Super Simpel Anti Air Itu Bernama Vitchelo

Hari ini juga saya melihat Anto menyunting video-video pendek dari kegiatan tersebut menggunakan telepon genggamnya. Kami memang ditugaskan juga untuk mengambil video-video pendek dari setiap kegiatan KKN. Aplikasi yang dipakai oleh Anto adalah Filmora. Mendegar tentang Filmora sudah sering, maupun membacanya di berbagai artikel, tapi saya belum pernah sekalipun mencobanya. Aplikasi sunting video yang ada di Android saya adalah KineMaster. Sementara itu kalau di laptop tetap pakai Sony Studio Platinum alias Vegas versi 13.

Tiba di rumah, saya langsung menginstal Filmora versi 3.1.4. di telepon genggam si Xiaomi Redmi 5 Plus. Kenapa harus menunggu tiba di rumah? Karena kan di rumah WiFi-nya lebih kencang ketimbang pakai paket data hahaha. Sekalian berhemat. Harga susu mahal, bung *LOL!*.


Tidak lama mengunduh Filmora di PlayStore. Tahu-tahu sudah siap dipasang. Ikuti petunjuknya, dan saya sudah bisa memakai aplikasi yang satu ini.

Mencoba Filmora


Antar Muka Filmora memang bersahabat. Ketika membukanya saya langsung dihadapkan pada dua pilihan utama yitu Buat Video Baru atau Proyek-Proyek yang Disimpan. Karena baru pertama kali, jadi saya pilih Buat Video Baru.



Saya diantar pada halaman di atas. Video-video saya tersimpan ke tiga folder memang; yang terkirim, dari kamera, dan dari WA. Saya pilih kamera, dan semua video yang direkam menggunkan kamera telepon genggam/Android pun terpampang nyata *halah* haha.


Selanjutnya, silahkan dipilih video mana yang mau disunting. Kira-kira sama seperti KineMaster, saya bisa memilih lebih dari satu video. Ini dia video yang saya pilih:


Setelah itu kita sudah bisa menyuntingnya. Mau ditambah musik, ditambah tema, atau dipotong sana-sini, semua tersedia. Menurut saya yang dasar-dasarnya penyuntingan video itu tersedia memang di Filmora. Sama kayak KineMaster. Asyiklah!



Kalau sudah oke sama penyuntingan, silahkan disimpan videonya. Boleh langsung disimpan atau diunggah ke berbagai media sosial seperti Instagram, Youtube, Vimeo, dan lain sebagainya; boleh juga disimpan di telepon genggam.


Selesai. Semudah itu. Dan tentu mengasyikan :)

Baca Juga: Sudah Saatnya Proses Belajar Mengajar Lebih Mudah

Bagi saya, Filmora merupaka pilihan yang boleh dijajal kemampuannya apabila kita memang perlu menyunting video di telepon genggam, pada saat itu juga, karena berbagai kebutuhan yang tentunya mendesak. Misalnya harus segera mempublikasikan suatu kegiatan. Tetapi kalau menyunting video panjang dan butuh lebih dari sekadar memakai tema dan musik yang disediakan oleh Filmora, tentunya saya harus tetap memakai laptop. Karena apa? Karena faktor kebiasaan saja. Hehe. Lebih leluasa lah untuk jari saya yang seukuran gajah ini.

Bagaimana dengan kalian, kawan? Terutama yang sudah mencoba Filmora atau aplikasi sunting video lainnya? Bagi tahu pengalaman kalian di komen doooonk. 



Cheers.

Sudah Saatnya Proses Belajar-Mengajar Lebih Mudah


Saya masih ingat. Sangat-sangat ingat *sambil ngelus kuku dinosaurus*. Dulu, Kakak Toto Pharmantara (alm.) berkata: Non, nanti itu anak sekolah jarang pakai buku tulis karena semua catatan disimpan di komputer dan tugas dikumpulkan lewat e-mail. Kakak Toto bilang begitu pada saat menghadiahkan saya seperangkat komputer yang masih menggunakan DOS. Kalian yang pernah berada pada zaman itu pasti tahu bentuk disket. Waktu itu saya cuma angguk-angguk sambil membuka game Prince of Persia dan menghafal dua tiga jurus pedangnya. Hahaha! Djafar sungguh jahat di situ.

Baca Juga: Tungku Kemping Mini yang Praktis dan Keren

Saya tahu, hingga lulus SMA Negeri 1 Ende (zaman saya SMU), menyimpan catatan di komputer apalagi mengirim tugas melalui e-mail tidak terjadi. Zaman itu, bisa mencetak tugas makalah yang diketik di Lotus123 menggunakan printer pita yang gede saja sudah girang bukan main! Senangnya adalah saya boleh bersombong-ria karena sudah punya komputer sendiri sehingga tidak kesulitan mengetik tugas berbentuk makalah. Dududu, sombong! Haha. Masih juga saya ingat makalah pertama yang saya ketik menggunakan Lotus123 itu tentang pembedahan novel Siti Nurbaya (Kelas 3 Bahasa sih).

Waktu kuliah, belasan tahun kemudian, baru saya rasakan yang namanya belajar, katanya, berbasis digital. Meskipun yang dilakukan belum seratus persen digital. Contohnya, bahan kuliah dari dosen bisa dikopi menggunakan flashdisk. Kalau pun saya tidak membawa flashdisk, dosen memperbolehkan (setidaknya waktu itu tidak melarang) saya memotret tampilan slide di layar. Loh, kenapa difoto? Karena saya bisa melakukan proses belajar dua kali. Pertama: saat mendengar pemaparan dosen, sambil memotret materinya. Kedua: saat mengetik ulang materi kuliah di dokumen Word. Sip kan?

Zaman sekarang ... proses belajar-mengajar menjadi jauh lebih mudah. Waktu saya menjadi pemateri blog yang diselenggarakan oleh PBSI Uniflor kemarin, nyata-nyata saya tahu bahwa ternyata ada dosen yang menggunakan WAG untuk proses belajar-mengajar tambahan selain di kelas. Uh wow sekali itu menurut saya. Bapak Yohanes Sehandi menjelaskan bahwa mahasiswa di kelasnya itu mengumpulkan tugas melalui WAG yang dibikin khusus untuk menyetor tugas-tugas kuliah. Jadi, pertemuannya di kelas, kemudian mahasiswa diberi tugas, tugasnya dikumpulkan via WAG tersebut. Senang sekali mendengarnya. Ternyata kami tidak ketinggalan kan? Proses pengumpulan tugas via WAG itu membikin proses belajar-mengajar jauh lebih mudah. Dan tentu saja, menghemat waktu.

Menurut saya, apa yang dilakukan oleh Pak Yohanes Sehandi, atau oleh dosen lain yang menggunakan Google Classroom sudah sangat bagus. Google Classroom terutama apabila dosen yang bersangkutan berhalangan hadir. Tetapi ada satu hal yang juga akan sangat mendukung proses belajar-mengajar ini ... salah satunya menggunakan media blog.

1. Pertemuan di kelas.
2. Dosen memberikan tugas.
3. Tugas dikumpulkan menggunakan tautan blog.

Seandainya saya menjadi dosen atau pengajar, saya bakal mengoptimalkan blog untuk mempermudah proses belajar-mengajar.

Pertama: materi kuliah atau bahan ajar secara umum bakal saya pos di blog. Tugas mahasiswa adalah membacanya dengan teliti dan menyiapkan pertanyaan untuk bahan diskusi saat pertemuan berikutnya.

Kedua: waktu pertemuan di kelas, rata-rata dua jam, tidak digunakan untuk pemaparan materi lagi, melainkan untuk tanya-jawab dan diskusi. Mahasiswa boleh bertanya sebanyak-banyaknya. Atau, mahasiswa dibentuk beberapa kelompok untuk berdiskusi kemudian mereka dipersilahkan berdebat. Hwah, terbayang asyiknya. Hahaha.

Ketiga: tugas yang diberikan pun harus dikumpulkan melalui pos blog. Mahasiswa silahkan mengirimkan tautan tugas yang disetorkan dan dosen menilainya dari situ. Tentu dalam hal ini, tugas-tugas yang membutuhkan analisa ... misalnya anak hukum menganalisa tentang undang-undang atau bagaimana implementasi undang-undang tersebut di masyarakat.

Menghayal boleh kan hahaha.

Pertanyaannya sekarang adalah: kenapa harus blog yang menjadi pilihan saya?

1. Mahasiswa senang punya blog. Artinya mereka tidak ketinggalan zaman.
2. Sekalian belajar menulis dengan baik dan benar/menulis tulisan kreatif.
3. Sekalian belajar tentang monetize.

Baca Juga: Gate: Rak Serbaguna

Yang jelas, ketika orang-orang berkata sudah saatnya proses belajar-mengajar lebih mudah dengan dunia digital, dosen-dosen di Uniflor sudah ada yang melakukannya. Ada yang menggunakan WAG, ada pula yang menggunakan Google Classroom, dan sebagian menggunakan blog. Kami di Ende sudah maju juga. Sama seperti kalian.

Bagaimana dengan di daerah kalian? Bagi tahu yuk di komen!



Cheers.

Tungku Kemping Mini yang Praktis dan Keren

Sumber: MOD

Siapa di sini yang suka kemping? Saya suka kemping tapi sudah tidak pernah kemping sejak lulus SMP Negeri 2 Ende. Waktu duduk di bangku SMP Negeri 2 saya aktif mengikuti beragam kegiatan Pramuka salah satunya kemping. Kemping zaman dulu itu harus punya persiapan super matang karena, salah satu alasannya, tenda yang dipakai bukan tenda jadi melainkan terpal super besar yang didirikan dengan bantuan bambu-bambu penyangga. Bisa memuat satu regu yang biasanya terdiri dari dua belas orang! Sayangnya dulu itu kalau kemping kita terpaksa membawa kompor demi terpenuhinya kebutuhan perut masyarakat. Haha.

Baca Juga: LED For Camera

Zaman sekarang ini semua serba enak. Sering menonton video di Youtube, jadi iri melihat aneka video tentang camping gear. Rasanya pengen kembali kemping kalau melihat video-video itu. Nah, beberapa video memuat camping gear yang salah satunya adalah stove (tungku) mini. Andaikan penemuan ini sudah ada sejak zaman dulu, kami anak Pramuka ini tidak perlu membawa kompor dan jerigen berisi minyak tanah. Setidaknya bisa membawa lima tungku kemping mini semacam ini untuk berbagai keperluan.

Bentuk tungku kemping mini ini ada dua: tabung/kaleng dan segi empat. Gambar yang kalian lihat di awal pos adalah tungku mini berbentuk segi empat yang dapat dirakit (sebelumnya terpisah atau dapat dilepas).

Tungku Kaleng


Suka sekali melihat proses pembuatan hingga penggunaan tungku kaleng ini. Ada dua ukuran kaleng yang dipakai: besar dan kecil/sedang. 


Bisa dibuat sendiri kan. Kelihatannya mudah. Tapi saya belum pernah membikinnya sendiri jadi belum tahu seberapa tingkat kesuliatannya. Dua kaleng yang disatukan seperti gambar di atas dengan bahan bakar kayu-kayu kecil yang dimasukkan melalui lobang kaleng yang kecil (dari samping). Saya sudah menonton ratusan video tentang tungku seperti ini. Bisa merebus air, memasak atau menggoreng telur, sosis, dan lain sebagainya. Untuk keperluan kemping yang terdiri atas dua sampai lima orang ... lebih dari cukup!

Tungku Rakit Segi Empat


Seperti gambar di awal pos. Sudah banyak produsen yang memproduksinya serta sudah dijual di toko-toko online. Tungku ini kira-kira sama dengan tungku kaleng. Menggunakan bahan bakar kayu-kayu kecil juga. Keperluan kemping untuk dua sampai lima orang masih tercukupi dengan tungku ini. Kebanyakan memang memilih tungku rakitan segi empat karena tidak perlu membikin dan harganya relatif murah. 

Bagi kalian yang suka kemping, sekeluarga yang tidak lebih dari lima orang, saya pikir tungku kemping mini yang praktis dan keren ini bisa jadi pilihan. Kecuali, kalian memang sudah punya tungku-tungku mini outdoor yang sudah sering digunakan saat kemping. Hehe. Kan lumayan, membawanya juga menghemat tempat dan minim resiko, saat digunakan pun praktis! Tinggal membikin api dan berusaha agar apinya tetap menyala hingga semua urusan masak-memasak selesai.

Baca Juga: Cetak Saring

Bagaimana ... suka kan?

Kalau saya sih ... hyess!!!

Jadi pengen kemping lagi ... :D



Cheers.

Teknologi Dasar yang Setidaknya Harus Dikuasai oleh Manusia


Saya pernah menulis tentang Teknologi Dasar. Inti dari pos itu adalah tentang bagaimana manusia zaman sekarang 'mereka-ulang' teknologi dan teknik dasar yang digunakan oleh manusia zaman purba untuk, misalnya, membangun rumah bahkan rumah bertingkat, membangun kolam renang dengan aliran air dari sumber mata air, membikin tempat pembakaran dan penyulingan tuak dari nangka dan beras, membikin api, memasak menggunakan batu dan bantuan panas matahari, dan lain sebagainya. Teknologi-teknologi dasar itulah yang menurut saya setidaknya memang harus dikuasai manusia. Terkhusus teknologi dan teknik membangun rumah.

Baca Juga: Re: Ease

Baru-baru ini dinding dapur belakang (dapur basah) rumah saya rubuh satu sisinya. Dinding itu tidak kuat menahan dorongan akar pohon yang tidak kami sangka terpeta diantara dinding dapur dengan tembok penyokong rumah tetangga sebelah atas. Tidak main-main akar pohon itu, setelah digali, besarnya bisa sepelukan tiga orang dewasa. Awwww. Pantas saja dinding rumah rubuh alias jebol. Tapi selalu ada hikmah dari setiap kejadian bukan? Alhamdulillah Mamasia yang saat itu sedang mencuci baju tidak tertimpa pecahan dinding. Alhamdulillah kami serumah jadi tahu teknologi dan teknik dasar membangun dinding.

Rumah Dua Musim


Pohon Tua, rumah induk keluarga Pharmantara, saya sebut sebagai rumah dua musim yang dikerjakan tidak secara bersamaan. Bagian belakang rumah terdiri atas ruang makan, ruang keluarga, dapur bersih, tiga kamar mandi (salah satunya kemudian berubah menjadi kamar), dua WC, dapur kotor, dan dua kamar tidur. Tembok bagian belakang ini dikerjakan sudah sangat lama oleh alm. Nene Linus (mertuanya Mamasia) tentu bersama alm. Bapa. Bentuknya temboknya 'bengkok' di mana-mana, dengan kayu-kayu penyangga yang simpang-siur serta tripleks-tripleks tua nan uzur. Sampai-sampai kami sering ngetawain rumah ini sambil guyon. Bagian belakang rumah dikerjakan pada 'Musim Harus Jadi' dengan lantai semen.

Bagian belakang: Musim Harus Jadi.

Bagian depan rumah, setelah direnovasi, terdiri atas teras, ruang tamu, dan dua kamar tidur. Bagian depan rumah ini dikerjakan juga masih oleh alm. Nene Linu dan dibantu (dimandori) oleh alm. Bapa, dengan tingkat kemiringan yang masih bisa mengelabui mata *ngakak guling-guling*. Bagian depan rumah ini dikerjakan pada 'Musim Jadilah Rumah yang Bagus' dengan lantai keramik dan atap yang lumayan tinggi.

Bagian depan: Musim Jadilah Rumah yang Bagus.

Jadi, kalau kalian datang ke Pohon Tua, akan menemukan rumah dua musim pengerjaan yang bentuknya secara estetika akan sangat jauh berbeda. Tapi, tetap saja rumah bagian belakang itu selalu menjadi tempat favorit untuk kumpul-kumpul karena rasanya hangat dan selalu penuh cinta *ditonjok dinosaurus*. Bukan berarti ruang tamu tidak nyaman dan hangat, tetapi kalian pasti tahu yang namanya ruang makan dan ruang keluarga selalu memberi perasaan nyaman yang 'lebih'.

12 Juni 2019


Pada tanggal keramat itu, saat saya sedang bekerja di kamar, terdengar suara gemuruh diiringi teriakan Mamasia yang kabur ke luar. Ternyata dinding dapur basah, paling belakang rumah, rubuh. Dinding yang rubuh itu hanya sekitar tujuh batako disusun sejajar saja tapi tetap lah membikin jantung kebat-kebit karena di sebelahnya ada dinding dengan bak air cuci piring menempel. Semua tenaga yang bisa diandalkan kemudian datang membantu memotong pohon ara yang berdiri, ternyata, diantara dinding dapur dan tembok penyokong tersebut.

Akar pohon ara ini sungguuuuh besar!

Keesokan hari, setelah dibersihkan, terlihatlah akar pohon yang super besar dan harus dipotong menggunakan mesin sensor. Parang biasa mah iwa negi, kata Orang Ende. Bisa kalian bayangkan, untuk memotong, membersihkan area pengerjaan, hingga sensor akar pohon membutuhkan waktu dua hari.

Kenapa Dikerjakan Sendiri?


Karena tukang yang seharusnya mengerjakannya ngambek dengan suatu alasan hahaha kemudian pulang ke rumahnya. Kata kakak ipar saya, Ka'e Dul, sudahlah kita kerjakan sendiri. Yang macam begini mudah saja asalkan tidak terburu-buru. Pasir, semen, batako, siap. Tenaga? Masa iya Ka'e Dul mengerjakannya seorang diri sedangkan Eda Tuke (suami Mamasia) sedang sakit? Maka hari Jum'atnya, tanggal 14 Juni 2019, kami serumah berganti profesi menjadi asisten tukang bangunan. Hahahaha.

Teknologi dan Teknik Dasar


Saya kira membangun dinding/tembok menggunakan batako itu mudah saja. Tinggal susun dan dilapisi campuran semen. Tidak begitu, kawan! Beruntunglah Ka'e Dul ini meskipun ASN tapi suka mengerjakan hal-hal semacam ini, yang sangat 'laki', jadi kami tidak susah hahaha. Mau memanggil tukang lainnya, dilarang Ka'e Dul, sudahlah dikerjakan sendiri saja. Aman saja. Ka'e Dul memang menguasai teknik menyusun dinding batako semacam ini, termasuk rumah mereka bagian belakang itu dikerjakan sendiri loh, hanya saja kondekturnya alias asisten yang tidak ada sehingga kami serumah bergotong-royong. Hyess, Encim and The Gank bahu-membahu dengan caranya masing-masing.

Misalnya pada hari pertama, Ka'e Dul dan Kakak Nani beserta calon anak mantu cs membantu membersihkan, termasuk Abang Nanu Pharmantara, Angga dan Mbak In, kemudian kami urunan untuk membeli material dan membayar biaya ini-itu. Have fun sekali.

Ayo, Thika!

Teknik dasar yang harus dilakukan adalah mengukur. Setelah mengukur, Ka'e Dulu mulai membikin mal dari kayu untuk menahan adonan awal/fondasi baru. Setelah itu baru diukur lagi rata atasnya, jangan sampai musim pertama terulang lagi hahaha. Tekniknya itu kadang kita yang awam tidak paham kenapa harus begini, kenapa harus begitu, kenapa ada selang pengukur, kenapa harus pakai besi, dan lain sebagainya. Pada akhirnya kami paham setelah dijelaskan oleh Ka'e Dul. Wah, sudah bisa nih kami jadi tukang bangunan.

Enu, si Serba Bisa.

Kerja bersama ini menjadi lebih ramai dan seru karena teman Thika yang tinggal bersama kami, namanya Enu, punya tingkah unik. Cewek bertubuh mungil ini ternyata ... luar biasa. Kerja apa saja bisa! Tapiiii posisi baju/atasan harus di dalam bawahan. RAPI JALI! Sumpah, saya ngakak guling-guling melihat tingkah si Enu yang serba bisa ini.

Tangan belepotan campuran semen, kaos tetap masuk dalam!

Urusan membangun dinding ini tidak terlepas dari campuran pasir dan semen yang takarannya sudah ditentukan oleh Ka'e Dul. Dan Kakak Nani tidak mau kalah membantu dengan kondisi tangan kirinya patah. Tangan kiri ini sudah dioperasi dengan memasang pen, tetapi harus dioperasi ulang karena pen-nya bergeser, tapi bergesernya bukan karena mencampur adonan semen ya hahaha.

Kakak Nani.

Dengan bangganya Kakak Nani bilang begini, "Biar saya yang campur adonan dengan air! Encim tugas siram-siram air saja. Untung saya bawa sekop mini andalan ini." Hahaha. Love you, Kak.

Dua cewek ini 'sudah tidak ada obatnya kalau ketemu kamera'.

Betul juga kata Ka'e Dul. Dikerjakan sendiri, pelan-pelan, jadi juga. Buktinya, meskipun asistennya rada-rada berotak miring semua, dinding itu berdiri juga dan sekarang hanya tinggal mengerjakan ini itu yang sedikit lebih detail.

Ini foto haru Jum'at kemarin sih. Sekarang sudah selesai.

Kerja bersama, ramai-ramai, memang selalu menyenangkan, apalagi bersama keluarga besar. Senangnya lagi, kami selalu ditemani dengan kopi/teh dan pisang-kapuk-mentah goreng dan sambal khas Enu! Yuhuuuu. Pisang mentah ini belum ada lawannya lah kalau sore hari duduk mengaso bersama keluarga. Selain itu, menu harian juga diatur bersama. Biasanya kan hanya saya dan Thika yang mengaturnya. Kali ini ditambah Kakak Nani. Misalnya hari ini sop buntut dan semur, besok ayam goreng tepung dan tumis sawi, besoknya ikan, dan seterusnya. Alhamdulillah ngidam saya pengen makan sayur nangka santan (gudeg tapi beda sedikit sih bumbunya) dicampur buntut sapi pun kesampaian. Hyess! Haha. Selama ini kan males banget masak yang repot begitu, seringnya lauk digoreng dan dibumbu sama sayur ditumis saja.

Baca Juga: Pemateri Blog

Selalu ada hikmah :D

Jadi demikian, kawan, pos #SelasaTekno sekalian curhat tentang dinding dapur belakang yang rubuh itu. Semoga tidak bikin kalian kesal ya hahaha. Setidaknya saya sudah paham betul tentang teknologi dan teknik dasar membangun dinding rumah. Jadi kepikiran membangun rumah mini ... lebih mini dari rumah tipe 36 yang mulai saya lirik meskipun harus mengangsur *dicipok dinosaurus*. 




Cheers.

Video Animasi


Selama berkecimpung di dunia video, mendapat banyak ilmu dari Mas Dhandy Laksono, pun pengalaman bekerjasama dengan videografer lain, saya tidak pernah memperdalam ilmu Adobe Premiere dan kawan-kawannya untuk urusan sunting-menyunting. Karena apa? Karena perangkat yang saya punyai, laptop, memang tidak mendukung alias kurang mumpuni. Tapi itu bukan masalah selama masih ada program lain seperti Sony Movie Studio Platinum (SMSP) yang ringan, renyah, dan ramah. Untuk mendukung pekerjaan menyunting video di SMSP saya menggunakan program lain yaitu ProShow Producer dan Photoscape (apabila video tersebut membutuhkan potongan foto).

Baca Juga: Google Photos

Kreativitas memang terkesan dibatasi dengan keterbatasan kemampuan laptop atas program-program seperti Adobe Premiere atau Adobe After Effect yang kece badai itu. Mungkin Adobe Audtion adalah satu-satunya produk Adobe yang bekerja dengan sangat lancar di laptop saya karena memang program itu digunakan untuk menyunting musik. Oleh karena keterbatasan itulah saya harus bisa putar otak agar bisa berkreasi sedikit lebih dari yang sebelum-sebelumnya. Misalnya, membikin video animasi untuk opening dan/atau wedding invitation.

Maka bergerilyalah saya di belantara internet mencari tahu ragam informasi tentang cara membikin video animasi online di pc. Ketemu informasinya? Iya, ketemu. Dan ternyata banyak sekali. Jadi, kalau pengen membikin poster, kartu, dan lain-lain secara daring, bisa menggunakan Canva, maka membikin video animasi bisa menggunakan beberapa situs yang juga dikerjakan secara daring. Maka terjadilah pertemuan saya dengan Sparkool Videosribe dan Powtoon. Khusus untuk Sparkol, kini sudah tidak bisa saya gunakan lagi karena sudah pernah saya gunakan (gratisan) dan harus membayar. Ya tak apa-apa ... masih ada Powtoon. Hehe.

Semua orang yang menggunakan program/produk gratisan pasti menemukan hal yang sama yaitu water mark alias tanda air alias logo dari program yang bersangkutan. Sama sih dengan saat kita menggunakan Blogger atau Wordpress, tentu induk semangnya turut serta dalam tautan blog yang didaftarkan. Dengan adanya tanda air atau logo dari program yang dipakai, jelas sangat menyulitkan ketika video animasinya mau digunakan bersamaan dengan video dan foto lainnya. Terutama, sangat tidak sedap dipandang mata. Yaaa namanya juga gratisan.

Tapi jangan kuatir ... saya memang jatuh cinta pada Powtoon dan saya menemukan cara agar video yang disunting di Powtoon menggunakan template Powtoon (juga) dapat diunduh dan kemudian disunting sesuka hati, termasuk menghilangkan logonya.

Langkah-langkahnya, Teh? Sabar ... *batuk dulu* Pos ini khusus bagi kalian yang memang membutuhkannya ya hahaha. Bagi yang sudah master ... mohon jangan diketawain.

1. Daftar di Powtoon


Urusan daftar di Powtoon ini tidak perlu saya bahas ya. Silahkan buka situsnya, kemudian mendaftar sesuai kelas yang kalian inginkan.

2. Memilih Template/Tema


Powtoon menyediakan banyak pilihan tema melalui kategori:



Milsanya saya memilih kategori All dan menggunakan tema Meet Jane. Tinggal klik preview (untuk melihat video animasi ini) lantas klik use kalau memang sreg.


Setelah memilih tema, saatnya menyunting!

3. Sunting Video Animasi


Saya tidak menjelaskan langkah demi langkah ya. Hanya saja memang sudah ada perubahan dari tema Meet Jane di atas, yang awalnya gratisan kemudian menjadi pro. Berbayar! Haha. Untunglah saya masih sempat menggunakan tema itu untuk opening semua video saya di Youtube.



Baca Juga: Music From Youtube


Gunakan daya kreativitas kalian untuk menyunting. Untuk tema Meet Jane ada beberapa slide, kita bisa menghapus slide yang tidak dibutuhkan. Dalam hal ini saya memang memakai satu slide saja. Klik latar belakang hingga semua ikon, tapi satu satu ya diklik, lalu pilih swap untuk mengganti ikon/gambar, pilih roda gigi untuk mengubah ini itu termasuk pose dari ikon (saya pilih: mengetik). Alhamdulillah Powtoon menyediakan ikon perempuan berjibab. Nah, waktu itu saya berhasil membikinnya dan hasilnya sebagai berikut (screen shoot dari videonya):


Kalian lihat panah kuning? Itu logo Powtoon ada di sudut kanan bawah video. Oleh karena itu, karena video ini bakal saya sunting lagi di laptop, luring, maka memang dengan penuh kesengajaan semua ikon/gambar di video ini saya bikin agak ke bagian atas layar.

4. Preview and Export


Ini dia yang jadi masalah. Karena sebagai pengguna gratis saya tidak dapat menyimpannya dalam format mp4 seperti yang saya butuhkan.




Satu-satunya pilihan yang saya pilih adalah ekspor ke Youtube. Tapi, nanti dilihat orang donk? Sementara video tersebut belum ready. Ini yang harus kalian lakukan:

1. Buka Youtube.
2. Ekspor video dari Powtoon ke Youtube.
3. Buka situs pengunggah video dari Youtube.
4. Powtoon sukses mengirim video ke Youtube.
5. Unduh video dari Youtube menggunakan situs pengunggah.
6. Setelah sukses, segera hapus video dari Youtube.

Nah, video hasil dari Powtoon (masih video mentah) sudah tersimpan di laptop. Sekarang saatnya menyuntingnya menggunakan SMSP.

5. Menyunting di SMSP

Saya memakai SMSP yang 13. Di SMSP saya menggunakan fitur crop untuk menyesuaian agar logo Powtoon keluar dari frame. Itulah gunakan semua gambar/ikon saya bikin agak ke atas layar supaya ketika kita croping, hasilnya simetris alias komposisi di frame-nya itu bagus. Hasil video pendek ini bisa kalian lihat berikut ini: