Arsip Kategori: Tecnhology

Puasnya Melihat Hasil Foto dan Video Kamera Realme 5i


Puasnya Melihat Hasil Foto dan Video Kamera Realme 5i. Sebenarnya saya membutuhkan kamera baru yang legit untuk keperluan pekerjaan. Tetapi, setelah dipikir-pikir, banyak telepon genggam dilengkapi dengan kamera yang mumpuni. Pekerjaan saya itu mobile, liputan ke sana sini, dan sejak lama saya memang lebih suka memakai kamera Xiaomi Redmi 5 Plus ketimbang Canon Eos600D untuk urusan pekerjaan ini. Oleh karena itu saya memutuskan untuk memiliki sebuah telepon genggam yang sudah lama bikin mupeng. Meskipun kata orang-orang hasil fotonya tidak realistis karena tone warna sepertinya ditingkatkan, tapi saya suka karena bukankah saya sendiri juga acap meningkatkan tone warna foto? Selain itu, konon telepon genggam yang satu ini punya mode wide, dan juga asyik banget kalau dipakai foto malam hari.

Baca Juga: Penelitian Ini Dilakukan Oleh Dosen dan Mahasiswa Uniflor

Eng ing eng ...

Namanya Realme 5i. Versi ekonomis dari Realme 5. Hehe.

Seperti apa sih Realme 5i ini? Sudah banyak artikel yang mengulas tentang Realme 5i. Saya bahkan sudah menonton ulasannya oleh David pada channel Gadgetin. Rencananya sih kemarin pengen bikin video unboxing tapi saya tidak berbakat. Hahahaha. Meskipun tidak bikin videonya, tapi mari kita unboxing Realme 5i.

Unboxing Realme 5i


Kotak Realme 5i berwarna kuning! Sebagai Presiden Negara Kuning, saya bangga. Haha. Di bagian depan seperti biasa ada tulisan 5i dan Realme. Di bagian belakang kotak ada keterangan: Massive Battery 5.000mAh, Ultra-Wide Quad Camera, Snapdragon 665 AIE, sama 6,5" (16,5cm) Mini-drop Display.


Waktu unboxing di dalam kotak tersebut terdapat: 1 telepon genggam Realme 5i, adaptor dan kabel (charger), kotak berisi kunci slot dan petunjuk pemakaian. Slot kartu bisa mengisi dua kartu nano dan satu kartu memori. Bagian belakang telepon genggam ini terdapat satu finger print, satu flash, dan empat kamera. Satu kamera lagi di bagian depan. Empat kamera di belakang itu terdiri dari: 12 MP kamera utama, 8 MP Wide, 2 MP Portrait, dan 2 MP makro. Sementara itu untuk fasilitas aplikasi kamera ini ada macam-macam: Video, Foto, Potret, terus ada pilihan foto Bentang Malam, Pano, Mode Pakar, Selang Waktu, Slo-Mo, dan Ultra Macro. Mode Wide sampai Penguat Kroma ada pada bagian atas layarnya.

Hasil Foto


Dan berikut hasil fotonya. Ini hasil foto kamera utama:


Yang ini hasil foto portrait (bokehnya itu):


Wide? Iya, ini hasil kamera wide-nya:


Dan yang berikut-berikut ini saya lupa mode apa hahaha.




Sementara saya belum mencoba foto di malam hari, di luar rumah, nanti deh bakal saya coba hehehe. Anyhoo, foto-foto di atas difoto tanpa harus mengatur ini itu dulu, jadi saya belum tahu seberapa bagusnya lagi hasil foto dan video dari Realme 5i.


Saya tidak membahas terlalu panjang tentang Realme 5i ini. Intinya telepon genggam ini asyik banget diajak foto dan merekam video. Hasilnya jauh lebih oke dari telepon genggam sebelumnya yaitu Xiaomi Redmi 5 Plus. Bagaimana jika dibandingkan dengan Redmi Note 8? Aaaaa, kata David, beda paling mendasar adalah pada kamera utama karena hasil kamera utama Redmi Note 8 punya resolusi 48 MP untuk kamera utama. Tapi hasilnya juga tidak berbeda jauh. Beda paling utama adalah warna hahaha. Seperti yang saya bilang, tone warna dari Realme 5i rada lebih tinggi dari tone sebenarnya.

Baca Juga: Tidak Punya Clip On Manfaatkan Telepon Genggam Kalian

Menurut saya, untuk ukuran kantong missqueen seperti saya, ditambah kebutuhan untuk pekerjaan dan hobi, saya pikir Realme 5i sudah bagus sekali. Bagaimana menurut kalian? Komen di bawah. Hehe.

#SelasaTekno



Cheers.

Teknologi Dasar

Sumber: Youtube.

Kehidupan umat manusia melaju pesat. Dalam kehidupan sehari-hari kita telah melupakan caranya membikin api menggunakan gesekan kayu atau batu karena bermodalkan Rp 500 kita sudah dapat membawa pulang korek api dari kios/warung. Lebih praktis lagi, tinggal membeli pemantik seharga Rp 1.000! Kita juga tidak perlu pusing memikirkan cara menyuling air besih dari air yang disediakan alam karena sudah ada PDAM yang menyediakannya. Listrik? Mana perlu kita repot berpikir membikin obor karena sejumlah uang telah membikin token listrik kita terpenuhi daya.

Baca Juga: Teknik Airbrush

Tapi, akan sangat menyenangkan apabila kita menonton video tentang teknologi dari dunia lampau yang ditulis primitif. Lalu tanpa sadar kita menyeletuk: oooh begitu ternyata caranya. Menarik sekali menonton video-video tentang kehidupan primitif yang beredar di Youtube. Tentu orang-orang di dalam video tersebut adalah orang-orang zaman sekarang. Hehe. Mereka punya daya kreativitas yang tinggi: memikirkan konsep dengan kembali pada teknologi dasar, membikin video, dan membagikannya dengan kita semua.

Ada beberapa video tentang teknologi primitif yang saya sukai. Diantaranya membangun gubuk berbahan tanah liat, membikin api, membikin anggur dari nangka, menyuling air, hingga memasak ikan/daging dengan mengandalkan batu ceper. 

Mari kita simak beberapa teknologi dasar yang terlupakan ini ... yang utama, yang kita butuhkan sehari-hari.

1. Membikin Api


Di dalam filem Castaway, betapa putus asanya Chuck Noland (Tom Hanks) saat membikin api. Api tidak kunjung menyala, tangannya terluka parah. Tapi niatnya sungguh genap. Atas dorongan Wilson (sahabat halu; sebuah bola yang tercap darah dari tangannya), Chuck berhasil membikin api melalui gesekan kayu pada kayu lainnya. Salah satu rahasianya adalah beri ruang pada angin! Video membikin api bisa dilihat pada video karya Primitive Technology Idea yang satu ini. Yang jelas, seperti kata Chuck dalam Castaway, jangan lupakan angin! Berilah ruang pada angin untuk menghasilkan api.

2. Menyaring Air


Pada video milik Survival Skills Primitive kalian akan tahu bagaimana caranya menyaring air (kotor/alam) menjadi air bersih. Ada beberapa lapisan yang dibutuhkan untuk menyaring air ini: ranting, batu, pasir, yang ditumpuk. Silahkan lihat sendiri videonya. Nah, air ini bisa dimasak menggunakan api yang dibikin sendiri seperti pada poin nomor satu di atas. Tapi, bagaimana dengan panci memasak? Untuk memasak air, orang zaman baheula menggunakan pot tanah liat. Bagaimana membikinnya? Mudah saja ... mudah bagi mereka ... sulit bagi saya. Haha.

3. Membikin Pot Tanah Liat


Membikin pot tanah liat atau clay pot membutuhkan bahan dasar tanah liat itu sendiri. Pada video milik Primitive Skills ini kalian akan melihat teknologi membikin pot tanah liat dengan teknologi yang lebih canggih. Mereka sudah bisa membikin pot tanah liat menggunakan alat putar yang juga dibikin sendiri menggunakan kayu. Pot tanah liat pada zaman baheula punya banyak manfaat. Kalau zaman sekarang sih setiap masakan ada alatnya masing-masing: panci kukus, panci rebus, wajan dalam, wajan dangkal (Teflon sangat ternama).

4. Membikin Gubuk


Ada banyak macam gubuk yang dibikin. Ada yang berbahan kayu ada pula berbahan batu dan tanah liat. Salah satu channel yang sangat saya sukai adalah Tube Unique Wilderness. Video membikin rumah dari bambu dan tanah liat dapat dilihat di sini. Gubuk adalah kebutuhan papan manusia, tempat berlindung dari hujan, badai, panas. Yang paling saya sukai dari Tube Unique Wilderness adalah tokoh yang bekerja di dalam video itu. Terlihat sangat primitive dan penuh kebisuan kecuali natural sound. Indah sekali hidup mereka; banyak aksi, nyaris tidak bicara.


Zaman sekarang, masih adakah kita yang menggunakan teknologi dasar? Tentu tidak. Sesekali, mungkin, teman-teman yang berkemah di alam bebas melakukannya. Tapi rasa-rasanya untuk memasak pun sudah dibawa kompor portabel dari rumah. Mengetahui teknologi dasar yang dilakukan para leluhur kita, adalah pengalaman jiwa yang luar biasa, bahwa betapa beruntungnya kita yang hidup pada zaman sekarang. Semua serba mudah.

Baca Juga: Paper Bed

Bagaimana dengan kalian, kawan? Pernahkah menonton video-video seperti tersebut di atas? Bagi tahu yuk di komen :)



Cheers.