Arsip Kategori: Tak Berkategori

Bukan Cuma #DiRumahSaja, Masyarakat Juga Bisa Berperan Aktif Dalam Menghadapi Covid-19

Siswa Pencinta Alam SMA Sekolah Rakyat Babelan semprotkan disinfektan  Banyak yang fokus pada aset yang kelihatan: seperti masker, hand sanitizer, disinfektan dst. Padahal masyarakat punya aset yg tidak terlihat, saat ini sudah mulai tergerak melakukan apa yang perlu dilakukan untuk mempertahankan atau menjaga lingkungannya. Apa yang menggerakkan pemuda-pemuda kampung untuk cepat

[Blog] Perlukah Podcast Punya Website?

Di zaman ketika podcast bisa diunggah dan dikonsumsi langsung oleh pendengar melalui banyak sekali aplikasi atau layanan hosting, masih perlukah para podcaster menggunakan situs web?

Jika kita menggunakan situs web untuk hosting podcast saja, maka jawabnya: TIDAK PERLU!

Sekian dan terima kasih! 😀

Eh, tapi tunggu duluu…

Masih ada kok alasan kenapa harus mempertahankan penggunaan situs web selain untuk hosting podcast dan berikut ini adalah 5 diantaranya. Tinggalkan pesan di akhir artikel ini jika ingin menambahkan atau mungkin punya pendapat lain, karena artikel ini ditulis ketika saya tengah melakukan riset untuk melakukan perubahan pada situs web Suarane.org dan juga situs web Kepo Buku

Jadi inilah 5 alasan mengapa Podcast (sebaiknya) memerlukan situs web:

1. Kehadiran Online (Online Presence)

Layanan podcast seperti Anchor, Soundcloud atau Libsyn hanyalah berfungsi sebagai hosting sementara  layanan seperti Spotify, iTunes, Google Podcast dan lain sebagainya hanyalah sebagai distributor konten audio kita. Nah, ketika podcast kita sudah ada di banyak layanan, akan lebih baik jika ada satu tempat yang menjadi sumber rujukan utama, tempat yang menjadi “rumah” bagi podcast kita dan itu adalah situs web. Bahasa jualannya, branding!

2. Pusat Promosi Podcast

Ketika mempromosikan diri di salah satu episode podcast kita, alih-alih menyebutkan di mana saja podcast kita bisa didengar (saat ini paling tidak ra-rata satu podcast sudah bisa didengar di 7 atau 8 sumber), kita tinggal menyebut satu sumber rujukan saja, yakni alamat situs web. Praktis dan mudah ditangkap oleh pendengar! Ini penting karena jangan lupa, podcast adalah medium audio sehingga kita harus memastikan apa yang kita ucapkan mudah ditangkap oleh pendengar.

Banyak podcaster yang memilih untuk mempromosikan link/ tautan ke podcast mereka di Spotify, mungkin karena lebih banyak pendengar yang mendengarkan di sana. Tapi bagaimana dengan potensi pendengar di layanan lain?

Dengan kata lain, cukup dengan satu alamat situs web sudah bisa menjadi satu pusat untuk mempromosikan podcast terutama dalam menjangkau potensi pendengar-pendengar baru. Tentu di situs webnya jangan lupa sertakan informasi tentang di mana saja mereka bisa mendengarkan podcast kita.

Sementara mereka yang sudah subscribe di berbagai layanan hosting dan distribusi otomatis akan mendapatkan notifikasi setiap podcast kita muncul, bukan?

Hal yang sama juga berlaku ketika kita mempromosikan podcast di media sosial seperti Facebook, Twitter atau Instagram. Alih-alih menyebutkan semua channel dalam satu tweet misalnya, kita tinggal sebutkan saja alamat situs web.

Beres!

3. Channel Alternatif

Sebagai podcaster, salah satu tujuan penting adalah memperluas jangkauan pendengar dengan memberikan mereka berbagai alternatif cara untuk mendengarkan, termasuk mendengarkan langsung di situs web.

Idealnya sebuah situs web podcast akan memasang web player sehingga kita pendengar mendengarkan langsung dan itu bisa dianggap sebagai channel alternatif.

Web player itu bisa dipasang menggunakan fitur dari berbagai layanan podcast, misalnya Soundcloud yang memungkinkan kita memasang web player di website. Pengguna WordPress bisa menggunakan plugin yang otomatis akan memunculkan web player.

4. Konten Tambahan

Layanan hosting dan distribusi podcast yang banyak digunakan sekarang memang memungkinkan kita memasukkan informasi apapun di bagian shownotes atau catatan setiap episode dan di laman utama. Tapi sampai berapa panjang?

Dengan situs web kita bisa memasukkan konten-konten yang lebih lengkap untuk menemani podcast kita. Misalnya menyertakan tautan-tautan ke sumber-sumber terkait podcast, menyertakan informasi tentang narasumber atau tamu, bahkan ada juga yang menyertakan informasi-informasi di balik layar produksi episode tersebut. Jadi selain mengkonsumsi audio, pendengar akan mendapatkan tambahan konten yang lebih banyak lagi dengan mengakses situs web kita.

Situs Suarane.org ini misalnya juga saya gunakan untuk berbagi artikel-artikel tentang podcasting sebagai pelengkap episode-episode podcast saya.

Sementara kalian yang menjadikan podcast sebagai semacam portfolio bahkan bisa menjadikan situs web untuk “menjual diri.” Seorang motivator atau trainer yang memiliki podcast misalnya bisa memasang informasi tentang diri mereka, CV mereka dan bagaimana cara untuk mengundang mereka jadi pembicara.

5. Interaksi

Masih banyak layanan hosting dan distribusi podcast yang tidak menyertakan opsi bagi pendengar untuk berinteraksi. Bahkan Spotify sebagai salah satu layanan yang paling banyak digunakan saat ini tidak memiliki cara bagi pendengar untuk menghubungi atau mengirimkan komentar kepada sang podcaster.

Nah, situs web mampu menutupi kekurangan itu melalui kolom komentar. Dengan demikian sambil mengkonsumsi audio podcast kita, pendengar bisa berinteraksi dengan meninggalkan pesan di kolom komentar. Bukankah komentar-komentar ini nantinya bisa menjadi tambahan konten juga buat salah satu episode kita yang lainnya?

~~~

Itu tadi menurut saya 5 alasan mengapa situs web menjadi penting bagi podcast kita. Ini murni pendapat pribadi dan bisa jadi salah atau kurang lengkap. Karena itu jika ada pendapat lain tinggalkan komentar kalian di kolom di bawah ini agar kita bisa sama-sama belajar, terutama buat mereka yang lebih memahami aspek teknis dan disain situs web. Komentar kalian tentu sangat -amat banget banget- berharga!

Di kesempatan lain saya akan mencoba berbagi tips dalam membuat situs web untuk podcast yang saya rangkumkan dari berbagai rujukan dan pastinya juga belajar dari keberhasilan dan kegagalan saya saat mengelola website suarane.org selama lebih dari 10 tahun terakhir, serta juga website baru Podcast Kepo Buku yang saya kelola bersama beberapa teman.

Semoga artikel ini bermanfaat. Ditunggu komentar dan masukan-masukannya!

Bangkok, 17 Februari 2020

Rane

Memen


#PDL adalah Pernah Dilakukan. Pos #PDL setiap Jum'at ini merupakan cerita ringan tentang apa saja yang pernah saya lakukan selama ini.

***

Meskipun tidak semua, tapi saya yakin sebagian besar orang-orang pasti punya nama samaran. Nama samaran ini juga bisa kita temui pada nama panggung/nama tenar. Nama samaran juga disebut alias, meskipun menurut saya keduanya tidak sama persis. Hampir semua berkas perkara yang saya baca tertera nama asli berikut nama samaran. Contohnya, Alaladun bin Alaladen alias Dinosaurus. Tidak bisa dipungkiri nama samaran ini jauh lebih ngehits dari nama asli yang tercantum di Kartu Keluarga, KTP, Passport, dan Buku Nikah. Charlie Chaplin, misalnya, punya nama asli Charles Spencer Chaplin. Atau Sunan Kalijaga yang punya nama asli Raden Said. Atau Peter Gene Hernandez yang kita kenal sebagai penyanyi kece Bruno Mars.

Baca Juga: Masak di Kantor

Nama samaran bisa diambil dari nama asli namun dipersingkat atau hanya memakai nama depan dan belakang dengan menghilangkan nama tengah, seperti nama Celine Dion yang aslinya Celine Marie Claudette Dion. Bisa juga nama yang benar-benar baru.

Alasan Memakai Nama Samaran/Alias


Ada bermacam sebab orang-orang memakai nama samaran atau nama alias ini. Alasan itu antara lain:

1. Daya Jual
Daya jual sebuah nama memang sangat berpengaruh pada apa yang dijual. Konon katanya begitu. Sehingga begitu banyak artis mengganti nama asli mereka dengan nama samaran/alias yang lebih pendek dan fenomenal agar mudah diingat oleh orang lain/penggemar. Ayu Ting Ting tidak memakai nama Ayu Rosmalina. Nama Ting Ting tentu lebih punya daya jual ketimbang Rosmalina. Sama juga dengan Bruno Mars yang terdengar lebih komersil ketimbang Peter Gene Hernandez.

2. Komunitas/Kelompok
Sunan Kalijaga mempunyai nama asli Raden Said. Dan kita tahu dalam Wali Songo atau Sembilan Wali, semuanya memakai nama depan Sunan untuk menunjukkan kedudukan beliau sebagai orang yang dihormati dan terhormat dari sebuah kelompok agung bernama Wali Songo. Seperti kita kenal Ariel sebagai Ariel Peterpan atau Ariel Noah (keduanya merupakan nama band). Bahkan sampai sekarang saya masih menyebut Anji dengan Anji Drive haha.

3. Identitas Plus
Saya menyebut alasan ketiga ini sebagai Google Plus identitas plus. Ada orang yang karena keberaniannya punya nama samaran Preman atau Brandal. Bahkan saya punya teman kantor punya nama samaran Bandel padahal nama aslinya Eman hehe. Kadang-kadang saya dipanggil Kepala Suku oleh orang-orang. Entah apa alasannya. Kalau kemudian saya dipanggil Putih sama si Yusti, mungkin karena kulit saya sedikit lebih terang dari kulitnya. Dududud ...

Mendadak Punya Nama Samaran


Waktu masih SD dan SMP saya tidak punya nama samaran ini. Kalau mengisi diary (buku bio-data) itu saya mengisi nama samaran dengan nama artis ha ha ha. Mulai punya nama samaran saat SMA. Gara-gara iseng bermain pesawat telepon sampai tagihan membengkak. Kebiasaan masa SMA yang bikin orangtua misuh-misuh.

Dan memang, keisengan saya itu sungguh bikin orang lain keki.

Suatu hari saya sedang sangat bosan. Wiro Sableng sudah tidak ada di rumah karena disumbangkan Bapa pada Perpustakaan Keliling. Komik Tiger Wong dan Tapak Sakti sudah dibaca ulang. Novel Agatha Christie pun demikian. Sementara saya malas menonton televisi. A-ha! Bapa sedang pergi, sehingga sore itu saya memutuskan untuk menggunakan pesawat telepon. Tumben kan kotak pesawat telepon tidak dikunci sama Bapa. Horeeeee!

Saya memilih menelepon Ryan, sahabat sejati, yang baru jadian sama Hilda, yang juga sahabat sejati saya he he he. Yang menerima panggilan adalah Bapaknya. Ketika ditanya, siapa yang menelpon, otak saya bekerja secepat kilat (dan saat itu lagi hitsnya Memes dengan lagu Terlanjur Sayang), dan menjawab: ini dengan Memen. Kalian bisa bayangkan betapa kagetnya Ryan waktu saya bilang saya mantan pacarnya dia yang sudah dia lupakan, pengen nyambung lagi, bla bla bla. Sumpah, menahan ngakak itu pekerjaan tersulit saat itu.

Usai menelepon Ryan, dan meninggalkan segudang tanda tanya, saya pun menelpon Hilda. Pada Hilda saya bilang bahwa saya mantan pacarnya Ryan dan kenapa Hilda merebut Ryan dari saya. Saya tahu semua rahasia Ryan, bla bla bla ...

Dunia sungguh indah ketika kita 'menciptakan skenario' gila :D

Memen


Keesokan harinya, Memen menjadi nama yang fenomenal. Meskipun berusaha mengelak tapi Ryan dan Hilda tahu persis bahwa Memen adalah saya. Mereka mengacak-acak jilbab saya kala itu dan pada akhirnya nama Memen masih bergaung sampai sekarang. Saya suka ... setidaknya kalau tidak bisa menjadi seperti Memes, jadi Memen saja.


Sampai sekarang, kapan pun dan di mana pun, rata-rata semua teman masa SMA masih memanggil saya dengan nama samaran: Memen. Nama ini tidak membawa keberuntungan apa-apa. Berbeda dengan nama samaran Tootyee dan Tuteh (untuk dua nama ini nanti deh ditulis). Meskipun Memen tidak membawa keberuntungan apa-apa pada saya, tapi saya suka karena Memen menjadi begitu terkenalnya *naik-naikin alis*.

Baca Juga: Angry Face

Bagaimana dengan kalian, kawan? Saya yakin Mas Djangkaru Bumi punya nama KTP yang berbeda. Sama juga dengan Om Bisot yang tentu punya nama KTP berbeda. 



Cheers.

Destinasi Wisata Yang Wajib Dikunjungi Di Kota Sukabumi


Teh Desy itu tinggal di Sukabumi. Dari dulu saya ngefans sama Teh Desy Ratnasari. Iya memang betul dia sekarang di Jakarta,  tapu saya masih penasaran dengan rumahnya yang ada di Sukabumi. Itulah awal mula saya mengenal Sukabumi. Terdengar sangat klise tapi memang betul saya masih mengagumi Teh Desy sebagai salah satu panutan.

Dan, entah mimpi dari mana,  akhirnya saya pun bisa ke Sukabumi. Rasa saya malu sama diri sendiri,  kenapa negara lain sudah dikunjungi,  namun Kota yang sangat dekat dengan Jakarta malah terlewatkan. Ya,  biar saya memaki diri kenapa saya melewatkan Kota seindah ini.

Jika diberikan waktu 2 hari,  apa saja tempat wisata yang wajib kudu mesti dikunjungi Kota Sukabumi.  Saya punya listnya nih untuk kamu semuanya.

Pemandian Air Panas Cikundul


Kalau Jepang punya Onsen,  Pemandian Air Panas ala Jepang,  Kota Sukabumi pun memiliki Pemandian Air Panas Cikundul. Eits,  bukan Cigundul ya tapi Cikundul. Nama Cikundul sendiri merupakan sebuah kelurahan di Sukabumi.

Kesan pertama saat menginjakan kaki di Pemandian Air Panas Cikundul adalah Refleksi atau menenangkan diri di tengah derasnya rutinitas yang melanda di Jakarta.

Harga tiket sangatlah terjangkau sekitar 3 ribu Rupiah. Setelah masuk ke kawasan Pemandian,  terdapat beberapa pilihan antara kolam air panas dan air dingin. Oh iya,  kolam air panas pun memiliki fasilitas private area. Jadi jika merasa ingin bersama keluarga kecil dan menikmati air panas langsung dari mata airnya,  bisa mengunakan ruang ini. Hanya saja akan dikenakan biaya tambahan yang tak begitu mahal.

Lukisan 3 Dimensi Di Gang Masjid


Jika Malang,  Semarang dan Lampung serta Jakarta memiliki Kampung Warna-Warni, maka Kota Sukabumi pun memiliki Lukisan 3 Dimensi yang dapat dijadikan obyek foto yang menarik.

Ikan Koi dan sungai yang mengalir serta kerindangan hutan pun bisa dirasakan di sebuah gang kecil persisi di sebelah Masjid. Masjid tersebut tidak jauh dari wisata pemandian air panas. Pilihan menarik bagi pelancong yang membawa keluarga atau teman.

Taman Hutan Kota Kibitai


Kota Sukabumi ternyata memiliki paru-paru kota yang cukup rindang dan nyaman. Sukabumi terkenal karena kesejukannya, namun dikala siang terik yang menyengat, orang-orang membutuhkan sebuah taman yang rindang.

Namun memang Taman Hutan Kota ini belum terbuka sepenuhnya untuk publik pun fasilitasnya masih belum baik untuk sebuah taman kota. Seharusnya Taman Hutan Kota ini bisa dibanggakan karena memiliki fasilitas lengkap dan seperti taman-taman di Singapura yang sangat terawat dan bagus.

Bumi Perkemahan Bina Bumi Pakujajar

Kota Sukabumi sangat dinamis dan berusaha memenuhi segala kebutuhan masyarakat. Terbukti dengan adanya Bumi Perkemahan yang cukup luas dengan fasilitas yang menunjang seperti sanitasi dan kebutuhan air bersih.

Kawasan AgroEdu Wisata

Disamping Bumi Perkemahan,  terdapat Kawasan AgroEdu Wisata yang menghadirkan beberapa spot seperti Peternakan, Pertanian,  Teknologi dan lainnya. Benar saja, setelah dari Bumi Perkemahan bisa mampir ke Peternakan Sapi,  Kebun dengan teknologi panel surya dan masih banyak yang menarik lainnya.

Museum Kipahare

Selain wisata alam, Kota Sukabumi juga memiliki wisata Edukasi yaitu Museum Kipahare. Museum ini berdiri dari swadaya masyarakat yang mengumpulkan situs  peninggalan dari wilayah Kota Sukabumi. Disamping itu,  Museum ini mampu bercerita tentang Kota Sukabumi di waktu lampau melalui foto dan peninggalan. Oh iya, selain itu terdapat budaya yang lekat di masyarakat Sukabumi serta kesenian alat musik seperti Tarawangsa yang tetap lestari.

Itu saja sebagian kecil list wisata yang bisa dikunjungi. Sebetulnya masih banyak wisata lain yang bisa dikunjungi. Next akan saya bahas di tulisan selanjutnya.


5 Hal Yang Wajib Dilakukan Dengan Pesawat Terbaru Citilink Airbus A320neo


Selama ini perjalanan beberapa jam melewati beberapa pulau di Indonesia tak senyaman dibayangkan, belum lagi pelayanan yang cenderung minimalis membuat pesawat terbang hanyalah sebagai transportasi udara tanpa pelayanan yang luar biasa. Walapun sering naik maskapai low budget, namun saya tahu bahwa kenyamanan penumpang adalah satu hal yang wajib terpenuhi. Selain kenyamanan, faktor keselamatan penumpang juga menjadi keutamaan. 

Beruntung sekali, saya menyaksikan secara langsung peluncuran pesawat citilink Airbus A320neo. Pesawat ini telah melewati dua benua sebelum sampai di Jakarta. Berawal dari Perancis kemudian dibawa langsung menuju ke Jakarta, dan dikemudiakan langsung oleh pilot Citilink. Luar biasa. Belum pernah sebangga ini melihat piot Indonesia yang sangat teruji. 



Rute utama pesawat Citilink Airbus A320neo ini adalah Indonesia bagian Timur seperi Sulawesi, Maluku dan Papua. Kapasitas penumpang sekitar 189 dengan tempat duduk yang lebih lega dan luas dibandingkan pesawat yang sebelumnya. 

Nah seperti apa hal-hal yang wajib dilakukan dengan pesawat terbaru dari Citilink ini? Ini dia 5 hal yang wajib dilakukan dengan pesawat terbaru Citilink Airbus A320neo.

Selfie Di Depan Pesawat 


Sudah menjadi keharusan mengabadikan setiap pesawat yang saya naiki, terutama yang baru atau belum pernah saya naiki sebelumnya. Airbus A320neo ini memikat karena sangat besar, lebih besar dari pesawat-pesawat Citilink reguler lainnya. Jadi, sebuah kehormatan bisa foto di depan pesawat Airbus ini. 

Wefie bersama Pramugari Citilink


Selfie didepan pesawat sudah, lalu apa lagi yang wajib kita lakukan dengan pesawat terbaru Citilink ini? Oh iya wefie atau berfoto ria dengan pramugari yang cantik. Ini salah satu ekpresi saya berfoto dengan pramugari sangkin kegirangannya. Maaf ya kalau agak norak dan tidak bisa menjaga perilaku saya hahaha. 

Mungkin bisa dihitung dengan jari saya bisa berfoto dengan pramugari, mungkin kurang dari 10 kali. Jadi ini momen sangat langka, bisa jadi momen prestisius seumur hidup saya. Oke mungkin ini lebay tapi begitulah kenyataan yang tak bisa dipungkiri. 

Menjadi Pilot Selama 5 Menit


Dulu selain menjadi dokter, cita-cita untuk menerbangkan pesawat selalu menjadi favorite saya. Bukan karena kegagahan atau gajinya saja, namun karena jasanya bisa membuat orang dapat mengunjungi sanak saudaranya di seberang pulau bahkan di benua seberang sana. Suatu pekerjaan yang mulia. Cita-cita ini masih ada sampai sekarang walau kadanya sudah tergantikan oleh akuntan dan traveler seperti sekarang. Jalan-jalan sudah menjadi hobi sekaligus pekerjaan yang menyenangkan sekali. 

Nah, dimomen kali ini, cita-cita saya terbayarkan. Saya dapat masuk ke area kokpit pesawat Airbus A320neo. Rasanya sedikit berdebar-debar ketika masuk dan duduk diarea kemudi. Bukan satu atau dua tombol yang ada dihadapan saya, melainkan ratusan tombol, entahlah saya tidak sempat menghitungnya. Dan, satu dua tiga cekrek, suara kamera mengabadikan gerak-gerik saya sebagai pilot untuk pertama kalinnya. Sungguh pengalaman yang tak akan dilupakan. Setidaknya saya pernah masuk ke kokpit dan mengetahui secara jelas bagaimana rasanya jadi pilot selama 5 menit.

Menjadi Pramugara 


"Selamat datang di Pesawat Airbus A320neo terbaru kami. Kita akan menjelajah dengan ketinggian 30.000 kaki diatas laut. Saya Salman Faris, atas nama awak kabin yang bertugas mengucapkan terima kasih. Selamat terbang bersama kami Citilink." 

Kata-kata itulah yang sering kita dengan ketika akan terbang lepas landas dari Bandar Udara. Merupakan tugas utama dari Pramugari atau Pramugara untuk memastikan keselamatan seluruh penumpang yang naik pesawat. Selain menjaga keselamatan, tugas lainnya adalah melayani seluruh penumpang tanpa terkecuali. Eh, tapi jangan minta-minta yang aneh-aneh ya, nanti ditangkap oleh keamanan bandara. 

Saya berkesempatan mencoba menjadi pramugara walaupun hanya sebentar, tak lebih dari 5 menit. Ambilah phone yang melekat di dinding. Kemudian tekan tombol untuk mengeraskan suara. Dan berbicaralah layaknya pramugara yang sudah profesional. Taraaat, selesailah tugas saya menjadi pramugara. Walau tak semudah yang dibayangkan, namun sudah cukup puas menjadi pramugara 5 menit. 

Foto di kolong pesawat    


Kolong pesawat memang ada ya? Eits jangan salah pesawat juga memiliki kolong yang biasa kita lihat melalui jendela. Kolong yang dimaksud adalah tempat baling-baling pesawat dan biasanya dibawah sayap pesawat. Sebelum terbang biasanya pesawat akan parkir terlebih dahulu, nah sebelum masuk ke pesawat biasanya mengabadikan dulu foto di bawah kolong ini. Kapan lagi kan foto di kolong pesawat baru seperti Airbus A320neo ini. 

Nah, ini dia keseruan yang saya lakukan pada saat peluncuran pesawat Airbus A320neo. Semoga bisa kesampaian menikmati penerbangan bersama pesawat ini terutama daerah Timur Indonesia. Amin.