Sunlife EduFair 2017 : Tips Memilih Sekolah Berkualitas Untuk Anak

Picture by www.ivegotago.com
Menjadi orang tua bukanlah sebuah perkara mudah. It is complicated. Mulai dari usia di bawah lima tahun, anak tumbuh dan membutuhkan perhatian. Setelah menginjak usia diatas  lima tahun, mulailah bingung dengan pendidikan anak. Sangat wajar apabila perencanaan pendidikan yang benar memberikan kontribusi terhadap perkembangan prestasi anak nantinya. Kita tidak mau kalau anak menjadi tidak terkontrol karena salah memilih perencanaan pendidikan. 

Kebetulan saya belum menikah, namun adik saya sudah memiliki anak bernama Safira. Usianya menginjak tiga tahun. Memang terlalu dini membahas sekolah apa yang cocok untuk keponakan saya, Safira. Namun, sebagai paman yang baik, saya pun harus mengusulkan pendidikan terbaik kepada Adik saya. Dahulu, saya sekolah di sebuah kota kecil, Pemalang. Mulai dari SD sampai SMA, saya mengenyam pendidikan di Sekolah Negeri yang memiliki kualitas baik. Kemudian melanjutkan ke perguruan tinggi di Semarang dan Jakarta.


Seperti semuanya berjalan dengan mulus, namun sebetulnya menentukan IPA atau IPS pada saat SMA pun memiliki polemik tersendiri. Sebelumnya, saya harus berjuang di bangku Les khusus IPA. Setiap pulang sekolah, saya harus les. Hasilnya bisa ditebak, nilai IPA saya tidak cukup membawa saya masuk kelas IPA yang diidam-idamkan. Saya cukup terpukul. Ayah saya yang mengharapkan saya masuk IPA pun sebetulnya kecewa dengan hasil ini. Waktu berjalan dan akhirnya, saya masuk kuliah jurusan Akuntansi. Alhamdulillah, prestasi saya di kuliah sangat memuaskan.

Kini saya bukan menjadi Auditor ataupun Accounting di sebuah perusahaan, sesuai dengan pendidikan yang saya tempuh. Saya menjadi seorang blogger dan travel guide dan suatu saat nanti saya akan menjadi business owner dalam bidang traveling atau restoran. Pendidikan sangat penting, namun yang sangat penting lagi adalah bakat dan minat anak. Jangan sampai orang tua memaksakan kehendaknya dan menjadikan anak menjadi hilang arah. Bukan tidak mungkin jika bekerja tidak sesuai dengan minat atau hobinya, sulit untuk bersaing dan menjadi seseorang yang membanggakan.

Picture by www.ivegotago.com
Beruntung saya hadir dalam Sunlife EduFair 2017 di Kota Kasablanka, beberapa hari lalu. Pada saat di venue acara, Kak Seto bersiaap memberikan materi untuk orang tua dan anak-anak. Kak Seto merupakan Guru sepanjang masa. Dahulu, Kak Seto sering muncul menghibur saya dengan tokoh Sikomo, seekor dinosaurus lucu yang cerdas dan baik hati. Seperti yang dibayangkan, Kak Seto memang sangat interaktif. Satu kata yang masih membekas sampai sekarang adalah Rudi Habibie, Rudi Hadisuwarno, Rudi Choirudin dan Rudi lainnya memiliki kecerdasan dalam bidangnya. Rudi Habibie kita kenal sebagai pembuat pesawat terbang, sedangkan Rudi Hadisuwarno memiliki salon serta Rudi Choirudin yang kita kenal sebagai chef ternama. Begitu pula anak pun memiliki kercerdasannya masing-masing. Anak pertama tidak bisa disamakan dengan anak kedua atau ketiga, mereka memiliki kecerdasan yang berbeda. Sebagai orang tua, tugas kita cukup mengarahkan dengan baik apa yang mereka butuhkan.

Bagaimana Cara Memilih Sekolah Berkualitas ?


Kebetulan sekali, Sunlife EduFair juga menampilkan sekitar 20 Sekolah terbaik di Jakarta dan sekitarnya untuk memberikan input kepada orang tua sekolah mana yang cocok bagi anak-anaknya. Masing-masing sekolah pun menampilkan secara ringkas apa yang menjadi keunggulan sehingga anak tertarik masuk ke sekolah tersebut.

Lalu sebetulnya apa saja sih yang perlu diperhatiakn dalam memilih sekolah bagi anak terutama usia dini? Saya merangkum beberapa tips sebagai berikut :

Visi Misi Sekolah 

Kadang kala kita melupakan visi misi sekolah karena bukan merupakan hal pokok, namun ternyata visi misi inilah yang akan menentukan kurikulum yang diberikan untuk anak kita.

Tenaga Pengajar 

Guru merupakan sosok penting bagi perkembangan anak terutama usia sekolah dasar. Tidak ada salahnya orang tua menanyakan kualitas tenaga pengajar serta sepak terjang dalam melakukan terobosan dalam bidang pendidikan.

Sarana dan Prasarana

Sekolah yang memiliki laboratorium, lapangan olahraga dan sarana prasarana lain tentunya membuat orang tua terkesan. Anak pun akan terbantu untuk mengembangkan minat dan bakatnya.


Kenali Bakat Minat Anak

Faktor terpenting sebetulnya bakat dan minat anak. Apakah sekolah tersebut bisa mengakomodir bakat dan minat anak? Contohnya sekarang banyak bermunculan sekolah alam dan home schooling yang membantu anak mengasah bakat dan minatnya secara maksimal.

Jarak Sekolah 

Kelihatannya jarak rumah ke sekolah bukan menjadi prioritas utama namun setelah dipikirkan kembali, jarak rumah ke sekolah pun harus di perhitungkan. Jangan sampai anak merasa terbebani jika harus menempuh jarak yang cukup jauh dari rumah.

Kemampuan Finansial

Pikirkan secara matang kemampuan finansial untuk membiaya sekolah beberapa tahun kedepan. Jangan sampai terjadi anak drop out atau pindah sekolah dikarenakan tidak memiliki kemampuan finansial yang cukup. Perencanaan keuangan sangat dibutuhkan, apalagi sekarang terdapat perusahaan yang membantu mengatur keuangan tersebut yaitu Sunlife.



Sunlife Edufair 2017 juga menampung bakat anak-anak dalam sebuah lomba bertajuk Brighter Talent. Beberapa sekolah menampilkan bakat yang dimiliki oleh perwakilan. Benar saja, tidak ada satupun bakat yang sama antara satu sekolah dengan sekolah lain. Ada yang menampilkan balet, kaulintang band, drumer, penyanyi, paduan suara, tari dan lain-lainnya.


Benar saja, tiga orang juri yang bertugas menilai penampilan bakat dari beberapa sekolah sangat kebingungan dengan seluruh penampilan yang sangat luar biasa dari masing-masing sekolah. Keluar sebagai juara pertama adalah kaulintang band. Selamat buat yang telah mengangkat kaulintang sehingga bisa naik kelas.