Horeday #2: Sharing Public Speaking dan Dunia SUC


Masih minggu ini bercerita tentang my Horeday: Kisah-Kisah Saat Horeday. Hari ini saya mau bercerita tentang Stand Up Comedy Endenesia (SUCE), sebuah komunitas usia belia yang mulai menggeliat di Kota Ende. Boleh dibilang SUCE merupakan komunitas pertama yang saya turut bangun (bersama Andi Ginta dan Udo Petruz) dan terus ikuti setelah lama meninggalkan dunia komunitas. Alasannya cuma satu; SUCE adalah komunitas dengan nuansa yang benar-benar baru bagi saya. Seperti embusan angin super segar. Orang-orang yang ada di dalamnya pun jauh dari 4L (Lu Lagi Lu Lagi). Sungguh *angkat dua jarinya dinosaurus*.

Kamis, 30 Mei 2019, karena kegiatan open mic libur, kami menjadwalkan kegiatan bermanfaat yaitu sharing tentang public speaking dan dunia SUC. 

Public Speaking by Uncle Tono.
Dunia SUC by Willy Maiyende dan Habibi Salim Djohar.

Sayangnya Habibi belum bisa merapat karena masih berada di Pulau Sumba. 

Sampai terpikirkan tentang public speaking ini, saya melihat beberapa komika belum mampu menguasai diri dan belum mampu berbicara dengan lancar di panggung, padahal materi untuk stand up comedy-nya cukup bagus. Akan jadi lain bila komika bersangkutan memanfaatkan kurangnya kemampuan berbicara ini menjadi satu bit sendiri. Tapi sejauh yang saya lihat ... belum. Tidak ada salahnya jika teman-teman SUCE belajar atau tahu tentang public speaking. Kebetulan ada Uncle Tono, sahabat saya yang menghabiskan masa liburan Idul Fitri dengan pulang ke Ende. Psssttt, waktu liburannya dia perpanjang sendiri karena pengen bisa lebih lama ngumpul-ngumpul sama komunitas Alumni Spendu 94 Ende loh. Hahaha.

Uncle Tono, nama aslinya Sumartono, adalah sahabat masa SMP saya di SMP Negeri 2 Ende. Sejak SMP Tono sudah menunjukkan pada dunia tentang ketertarikan dan kecintaannya pada bahasa Inggris. Tidak heran jika nilai ujian bahasa Inggrisnya pernah mencapai angka 100! Saya, Tono, dan seorang lagi bernama Melly Lobo Pa, pernah sama-sama meraih juara umum saat kenaikan kelas (kelas 1 ke kelas 2). Saat ini Tono berdomisili di Ibu Kota Provinsi Nusa Tenggara Timur, Kupang, dan membuka kelas bahasa Inggris di sana. Selain itu, kalian juga bisa mengikuti channel Youtube-nya jika ingin belajar bahasa Inggris dari NOL. Keren lah.


Apa hubungannya Uncle Tono yang fasih berbahasa Inggris itu dengan public speaking? Sangat erat dooonk hubungannya. Uncle Tono ini competent comicator di Toastmaster International. It's great!

Malam itu, usai makan malam, kegiatan langsung dimulai dengan materi public speaking. Sebagai tuan rumah yang cukup sibuk, halah, saya yang multi-tasking malam itu masih sanggup menampung beberapa hal penting yang disampaikan oleh Uncle Tono. Dua teratas yang betul-betul tertancap di benak saya adalah ice breaker dan be different. Ice breaker, itu penting ketika kita yang berada di panggung, dan sendirian, ingin mendapatkan perhatian orang-orang di luar panggung. Misalnya, sapalah penonton dengan kata-kata yang bisa bikin penonton syok. Dan itu tentu sangat berkaitan dengan menjadi berbeda dari orang lain. Rasa percaya diri untuk berbicara di depan umum/panggung pun tidak terlepas dari latihan yang terus-menerus dilakukan.

Well done, Uncle! Terima kasih ilmu-ilmunya malam itu yang disampaikan dengan gaya bercirikhas; kocak. Hehe.

Setelah materi public speaking, kegiatan dilanjutkan dengan materi tentang dunia SUC oleh Willy. Teman-teman SUCE banyak belajar tentang istilah-istilah serta lika-liku dunia SUC. Dari sini tanya-jawab tercipta. Saya suka ketika di suatu kegiatan banyak yang bertanya, artinya mereka menyimak dan ingin tahu lebih detail tentang apa yang disampaikan. Termasuk, bagaimana caranya setiap komika menemukan 'jalan' mereka. Jalan di sini maksudnya adalah gaya mereka termasuk sapaan pertama ke penonton.


Well done, Willy!

SUCE yang masih sangat belia ini memang perlu banyak belajar dan berbenah baik dari segi komunitas/organisasi maupun dari segi personal/komika. Karena masih dalam proses belajar, kami tidak pernah malu dengan semua komentar di video-video yang sudah diunggah di Youtube. Kami ingin menunjukkan, inilah kami yang masih baru, termasuk baru belajar. Alangkah baiknya sebagai manusia kita belajar ketimbang merasa diri sudah 'tinggi'. Itu yang terus kami tanamkan pada diri masing-masing dan pada kesatuan SUCE. Ena diaaaa! Hehe.

Ini betul-betul liburan yang menyenangkan dan bermanfaat. Setidaknya, meskipun saya tidak dapat memanfaatkan liburan dengan #KakiKereta ke sana-sini tapi banyak kegiatan positif yang dilakukan baik bersama keluarga maupun teman-teman. Tentu, masih banyak cerita seru Horeday lainnya yang wajib kalian baca. Termasuk ... kunjungan sastrawan NTT dan traveler of the century ke Pohon Tua!

Bagaimana dengan liburan kalian, kawan?



Cheers.

PBSI Belajar Nge-blog


Sabtu, tepatnya tanggal 18 Mei 2019, saya terjaga setelah berdamai dengan hasrat untuk terus menggumuli ranjang. Pukul 07.30 Wita saya baru selesai mandi, untungnya tidak lupa menggosok gigi, sedangkan puluhan mahasiswa sudah menunggu sejak pukul 07.00 Wita di Aula Lantai III Gedung Rektorat Universitas Flores (Uniflor). Buru-buru selesaikan dandanan *halaaah* maksudnya bergegas memakai jilbab dan sepatu. Lantas Onci membantu saya menyiapkan laptop, charger, mouse, serta mengeluarkan sepeda motor ke teras. Berangkat! Tentu sambil berdoa agar saya masih bisa menjaga keseimbangan mengingat waktu tidur yang kurang. Hanya dua jam. Payahnya saya lupa gawai di sofa ruang tamu. Ya harus kembali mengambilnya karena sayur tanpa garam itu biasa tapi hidup tanpa gawai seharian itu luar biasa ha ha ha.

Baca Juga: SUC Endenesia #1

Puluhan mahasiswa yang sudah menunggu di Aula Lantai III Gedung Rektorat Uniflor dengan mengenakan jas almamater biru itu seakan menampakkan wajah lega setelah melihat kedatangan saya, pun Ibu Sherly dan Ibu Sekretaris Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI). Maaf, itu kata pertama saya saat membuka kegiatan, karena bukan kesengajaan saya terlambat hampir satu jam dari kesepakatan. 

Ya, Sabtu kemarin, tepatnya tanggal 18 Mei 2019, saya diminta untuk memberikan pelatihan blog kepada mahasiswa Prodi PBSI - FKIP - Uniflor. Sebelumnya, Sabtu 4 Mei 2019, saya diminta menjadi pemateri blog oleh Fakultas Teknologi Informasi (FTI) kepada mahasiswa Prodi Pendidikan Sejarah (dan Prodi Pendidikan Fisika) yang ceritanya bisa dibaca di pos berjudul Pemateri Blog. Karena target atau pesertanya masih dari lini mahasiswa, saya tidak perlu membikin lagi materi baru, cukup dengan materi yang sudah dipakai Sabtu 4 Mei 2019 itu. Kalau dengan Prodi PBSI saya diminta langsung oleh pihak prodi (personal), maka dengan Prodi Pendidikan Sejarah saya diminta melalui FTI atas kerja sama antara Prodi Pendidikan Sejarah dengan FTI (saya bagian dari FTI).

Blogging is Fun and Easy


Masih materi yang sama: Blogging is Fun and Easy. Blogging memang fun and easy, termasuk gaya menyampaikan materi tersebut, harus fun and easy. Alhamdulillah waktu yang diberikan itu empat jam, waktu yang cukup panjang untuk mengenal blog - membikin blog - mengelola dashboard, sehingga proses penyampaian materi jauh lebih pelan, santai, dan lebih sabar menunggu proses. Tidak perlu terburu-buru. Diselingi dengan jokes ringan supaya peserta tidak bosan. Beberapa peserta saya panggil ke depan, temani saya di depan, menggunakan jaringan hotspot pribadi saya haha. Internet yang disediakan sudah sangat mumpuni, memang, tapi dipakai oleh terlalu banyak gawai.


Seperti biasa saya selalu menampilkan blogger yang kini lebih dikenal sebagai komika; Raditya Dika. Apa kesamaan saya dan Raditya Dika? Sama-sama blogger; kemudian Raditya Dika menjadi komika dan saya menjadi karatan. Haha. Pembukaan seperti itu memang disengaja untuk syok terapi bagi peserta. Dilanjutkan dengan pengenalan blog; apa itu blog, blog ber-niche dan blog gado-gado serta contohnya, blog gratisan dan blog berbayar beserta contohnya, sampai ragam platform blog yang dikenal luas dan dimanfaatkan oleh penghuni Planet Bumi. Dan ya, saya memberikan pelatihan membikin blog di Blogger. Platform untuk semua blog saya.

Tidak semua peserta membawa laptop tapi semua membawa gawai sehingga ada peserta yang membikin blog menggunakan laptop dan ada yang menggunakan gawai. Antusias belajar peserta sungguh luar biasa. Setelah blog dibikin, tugas peserta adalah mengisinya dengan satu pos tentang pelatihan blog bersangkutan. Saya memberi mereka waktu dua puluh menit mengingat sebagian besar peserta menggunakan gawai sehingga kecepatan menulis pasti tidak secepat menggunakan laptop. Dua puluh menit cukup lah menurut saya.


Yang tidak saya sangka kegiatan pelatihan blog itu dihadiri oleh Bapak Drs. Yohanes Sehandi, M.Si. Atasan saya dulu di UPT Publikasi dan Humas Uniflor. Beliau yang mengajarkan saya cara membikin berita baik berita panjang, feature, hingga flash news. Dan saya adalah orang yang mengajarkan beliau blog. Tidak disangka blog beliau masih terkelola dengan baik hingga sekarang dengan pembaca yang sangat banyak! Tulisan-tulisannya itu memang 'berat' tapi banyak pengunjung setianya. Yang paling saya ingat dari Pak Yan setelah beliau nge-blog adalah beliau selalu berkata bahwa blog adalah koran pribadi dan tempat menyimpan data-data tulisan (draf) sehingga tidak perlu kuatir kalau flashdisk-nya eror lagi. Mantap sekali Pak Yan ini kan ya. 



Setelah pos pertama para peserta dipublikasikan, tugas peserta adalah mengirimkan tautan blog ke nomor WA saya. Gunanya adalah saya bisa mencatat tautan blog mereka tersebut sekaligus menawarkan Kelas Blogging Tuteh untuk pelajaran lanjutan apabila mereka berminat. Alhamdulillah semakin banyak mahasiswa yang tahu blog dan antusias sekali bertanya, karena saya tanamkan pada mereka, bahwa modal untuk menulis sudah ada secara mereka adalah anak sastra! Jadi, mereka bisa mengisi blog dengan puisi, kritik cerpen/novel, dan lain sebagainya. Saya bilang: menulis adalah kekuatan terbesar mahasiswa PBSI, manfaatkan itu dengan sebaik-baiknya melalui blog.

Bagi kalian, mungkin blog bukanlah sesuatu yang baru lagi, tapi bagi sebagian orang lainnya, blog merupakan sesuatu yang benar-benar baru. Mereka bahkan mungkin tidak pernah tahu bahwa informasi yang dibaca di internet itu bersumber dari sebuah blog personal, dan mereka mungkin tidak pernah tahu bahwa mereka bisa menjadi si pemberi informasi pula. Tentu, melalui blog personal pula.

Selingan Oleh SUC Endenesia


Inilah yang sejak dulu ingin saya lakukan. Kegiatan mahasiswa, santai dan menyenangkan, pun ada hiburannya. Hiburan musik sudah biasa tapi hiburan stand up comedy itu baru pertama kali terjadi di Uniflor. Atas kerja sama dengan SUC Endenesia ada lima komika yang tampil pukul 11.30 Wita. Mereka adalah Udo, Sultan, Tulen, Adara, dan Willy. Hendra, karena masih ada kuliah, akhirnya hanya bisa menonton dari bagian belakang aula. 


Menariknya, dua komika adalah jebolan Prodi PBSI Uniflor yaitu Sultan dan Willy. Tentu ini membikin peserta pelatihan blog semakin riuh bertepuk tangan. Ada kebanggaan doooonk. Riuh sekali pokoknya. Awalnya ada ketakutan dalam diri saya ... apakah nanti para peserta ini tertawa dengan stand up comedy dari komika SUC Endenesia? Terus terang, ini adalah penjajalan kami terhadap penonton di luar penonton tetap di Miau Miau Cafe. Ternyata kekuatiran saya tersapu ... Pak Yan saja sampai tertawa sambil geleng-geleng kepala.

Nantikan semua videonya di Youtube ya :)


Bagi saya, menjadi pemateri blog merupakan sesuatu yang sangat menyenangkan. Kapan pun saya diminta, dan jika waktunya tepat, mari yuk! 

Terimakasih kepada Bapak Kaprodi PBSI Dr. Yosep Demon, M.Hum. yang telah meminta saya menjadi mentor untuk pelatihan blog kepada para mahasiswa PBSI Semester 2 dan Semester 4. Terimakasih Ibu Sekpro PBSI dan Ibu Sherly yang telah menghubungi saya untuk inisiasi awal, menentukan tempat, hingga estimasi waktu. Sehingga akhirnya kegiatan ini terlaksana dengan baik. Pun terima kasih kepada SUC Endenesia yang telah menghibur kami semua hari itu. Dan tentu saja, terima kasih kepada semua peserta pelatihan blog yang dengan setia menunggu sejak pukul 07.00 Wita hingga kegiatan berakhir pukul 12.30 Wita. Love you all!

Baca Juga: Pola Timbal Balik

Semoga bermanfaat!



Cheers.

PBSI Belajar Nge-blog


Sabtu, tepatnya tanggal 18 Mei 2019, saya terjaga setelah berdamai dengan hasrat untuk terus menggumuli ranjang. Pukul 07.30 Wita saya baru selesai mandi, untungnya tidak lupa menggosok gigi, sedangkan puluhan mahasiswa sudah menunggu sejak pukul 07.00 Wita di Aula Lantai III Gedung Rektorat Universitas Flores (Uniflor). Buru-buru selesaikan dandanan *halaaah* maksudnya bergegas memakai jilbab dan sepatu. Lantas Onci membantu saya menyiapkan laptop, charger, mouse, serta mengeluarkan sepeda motor ke teras. Berangkat! Tentu sambil berdoa agar saya masih bisa menjaga keseimbangan mengingat waktu tidur yang kurang. Hanya dua jam. Payahnya saya lupa gawai di sofa ruang tamu. Ya harus kembali mengambilnya karena sayur tanpa garam itu biasa tapi hidup tanpa gawai seharian itu luar biasa ha ha ha.

Baca Juga: SUC Endenesia #1

Puluhan mahasiswa yang sudah menunggu di Aula Lantai III Gedung Rektorat Uniflor dengan mengenakan jas almamater biru itu seakan menampakkan wajah lega setelah melihat kedatangan saya, pun Ibu Sherly dan Ibu Sekretaris Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI). Maaf, itu kata pertama saya saat membuka kegiatan, karena bukan kesengajaan saya terlambat hampir satu jam dari kesepakatan. 

Ya, Sabtu kemarin, tepatnya tanggal 18 Mei 2019, saya diminta untuk memberikan pelatihan blog kepada mahasiswa Prodi PBSI - FKIP - Uniflor. Sebelumnya, Sabtu 4 Mei 2019, saya diminta menjadi pemateri blog oleh Fakultas Teknologi Informasi (FTI) kepada mahasiswa Prodi Pendidikan Sejarah (dan Prodi Pendidikan Fisika) yang ceritanya bisa dibaca di pos berjudul Pemateri Blog. Karena target atau pesertanya masih dari lini mahasiswa, saya tidak perlu membikin lagi materi baru, cukup dengan materi yang sudah dipakai Sabtu 4 Mei 2019 itu. Kalau dengan Prodi PBSI saya diminta langsung oleh pihak prodi (personal), maka dengan Prodi Pendidikan Sejarah saya diminta melalui FTI atas kerja sama antara Prodi Pendidikan Sejarah dengan FTI (saya bagian dari FTI).

Blogging is Fun and Easy


Masih materi yang sama: Blogging is Fun and Easy. Blogging memang fun and easy, termasuk gaya menyampaikan materi tersebut, harus fun and easy. Alhamdulillah waktu yang diberikan itu empat jam, waktu yang cukup panjang untuk mengenal blog - membikin blog - mengelola dashboard, sehingga proses penyampaian materi jauh lebih pelan, santai, dan lebih sabar menunggu proses. Tidak perlu terburu-buru. Diselingi dengan jokes ringan supaya peserta tidak bosan. Beberapa peserta saya panggil ke depan, temani saya di depan, menggunakan jaringan hotspot pribadi saya haha. Internet yang disediakan sudah sangat mumpuni, memang, tapi dipakai oleh terlalu banyak gawai.


Seperti biasa saya selalu menampilkan blogger yang kini lebih dikenal sebagai komika; Raditya Dika. Apa kesamaan saya dan Raditya Dika? Sama-sama blogger; kemudian Raditya Dika menjadi komika dan saya menjadi karatan. Haha. Pembukaan seperti itu memang disengaja untuk syok terapi bagi peserta. Dilanjutkan dengan pengenalan blog; apa itu blog, blog ber-niche dan blog gado-gado serta contohnya, blog gratisan dan blog berbayar beserta contohnya, sampai ragam platform blog yang dikenal luas dan dimanfaatkan oleh penghuni Planet Bumi. Dan ya, saya memberikan pelatihan membikin blog di Blogger. Platform untuk semua blog saya.

Tidak semua peserta membawa laptop tapi semua membawa gawai sehingga ada peserta yang membikin blog menggunakan laptop dan ada yang menggunakan gawai. Antusias belajar peserta sungguh luar biasa. Setelah blog dibikin, tugas peserta adalah mengisinya dengan satu pos tentang pelatihan blog bersangkutan. Saya memberi mereka waktu dua puluh menit mengingat sebagian besar peserta menggunakan gawai sehingga kecepatan menulis pasti tidak secepat menggunakan laptop. Dua puluh menit cukup lah menurut saya.


Yang tidak saya sangka kegiatan pelatihan blog itu dihadiri oleh Bapak Drs. Yohanes Sehandi, M.Si. Atasan saya dulu di UPT Publikasi dan Humas Uniflor. Beliau yang mengajarkan saya cara membikin berita baik berita panjang, feature, hingga flash news. Dan saya adalah orang yang mengajarkan beliau blog. Tidak disangka blog beliau masih terkelola dengan baik hingga sekarang dengan pembaca yang sangat banyak! Tulisan-tulisannya itu memang 'berat' tapi banyak pengunjung setianya. Yang paling saya ingat dari Pak Yan setelah beliau nge-blog adalah beliau selalu berkata bahwa blog adalah koran pribadi dan tempat menyimpan data-data tulisan (draf) sehingga tidak perlu kuatir kalau flashdisk-nya eror lagi. Mantap sekali Pak Yan ini kan ya. 



Setelah pos pertama para peserta dipublikasikan, tugas peserta adalah mengirimkan tautan blog ke nomor WA saya. Gunanya adalah saya bisa mencatat tautan blog mereka tersebut sekaligus menawarkan Kelas Blogging Tuteh untuk pelajaran lanjutan apabila mereka berminat. Alhamdulillah semakin banyak mahasiswa yang tahu blog dan antusias sekali bertanya, karena saya tanamkan pada mereka, bahwa modal untuk menulis sudah ada secara mereka adalah anak sastra! Jadi, mereka bisa mengisi blog dengan puisi, kritik cerpen/novel, dan lain sebagainya. Saya bilang: menulis adalah kekuatan terbesar mahasiswa PBSI, manfaatkan itu dengan sebaik-baiknya melalui blog.

Bagi kalian, mungkin blog bukanlah sesuatu yang baru lagi, tapi bagi sebagian orang lainnya, blog merupakan sesuatu yang benar-benar baru. Mereka bahkan mungkin tidak pernah tahu bahwa informasi yang dibaca di internet itu bersumber dari sebuah blog personal, dan mereka mungkin tidak pernah tahu bahwa mereka bisa menjadi si pemberi informasi pula. Tentu, melalui blog personal pula.

Selingan Oleh SUC Endenesia


Inilah yang sejak dulu ingin saya lakukan. Kegiatan mahasiswa, santai dan menyenangkan, pun ada hiburannya. Hiburan musik sudah biasa tapi hiburan stand up comedy itu baru pertama kali terjadi di Uniflor. Atas kerja sama dengan SUC Endenesia ada lima komika yang tampil pukul 11.30 Wita. Mereka adalah Udo, Sultan, Tulen, Adara, dan Willy. Hendra, karena masih ada kuliah, akhirnya hanya bisa menonton dari bagian belakang aula. 


Menariknya, dua komika adalah jebolan Prodi PBSI Uniflor yaitu Sultan dan Willy. Tentu ini membikin peserta pelatihan blog semakin riuh bertepuk tangan. Ada kebanggaan doooonk. Riuh sekali pokoknya. Awalnya ada ketakutan dalam diri saya ... apakah nanti para peserta ini tertawa dengan stand up comedy dari komika SUC Endenesia? Terus terang, ini adalah penjajalan kami terhadap penonton di luar penonton tetap di Miau Miau Cafe. Ternyata kekuatiran saya tersapu ... Pak Yan saja sampai tertawa sambil geleng-geleng kepala.

Nantikan semua videonya di Youtube ya :)


Bagi saya, menjadi pemateri blog merupakan sesuatu yang sangat menyenangkan. Kapan pun saya diminta, dan jika waktunya tepat, mari yuk! 

Terimakasih kepada Bapak Kaprodi PBSI Dr. Yosep Demon, M.Hum. yang telah meminta saya menjadi mentor untuk pelatihan blog kepada para mahasiswa PBSI Semester 2 dan Semester 4. Terimakasih Ibu Sekpro PBSI dan Ibu Sherly yang telah menghubungi saya untuk inisiasi awal, menentukan tempat, hingga estimasi waktu. Sehingga akhirnya kegiatan ini terlaksana dengan baik. Pun terima kasih kepada SUC Endenesia yang telah menghibur kami semua hari itu. Dan tentu saja, terima kasih kepada semua peserta pelatihan blog yang dengan setia menunggu sejak pukul 07.00 Wita hingga kegiatan berakhir pukul 12.30 Wita. Love you all!

Baca Juga: Pola Timbal Balik

Semoga bermanfaat!



Cheers.

Belajar Ngelawak


#PDL adalah Pernah Dilakukan. Pos #PDL setiap Jum'at ini merupakan cerita ringan tentang apa saja yang pernah saya lakukan selama ini.

***

Sabtu lalu baru lewat Lomba Stand Up Comedy Endenesia #1 yang digelar di Miau Miau Cafe Ende. Senang sekali video-videonya sudah tayang di Youtube, untuk sementara masih di akun/channel pribadi saya, dan menerima begitu banyak kritikan. Saya akui memang memancing tawa penonton itu jauh lebih sulit dari pada memancing ikan. Mohon maklum, semua peserta merupakan orang-orang yang benar-benar baru terjun/belajar di dunia stand up comedy dan baru pertama kali melakukannya di panggung bersamaan dengan pertama kalinya kegiatan ini digelar di kota kecil Ende.

Baca Juga: Hijrah

Gara-gara itu saya jadi ingat bahwa dulu saya pernah belajar ngelawak. Ngelawaknya di depan para keponakan. Herannya ... mereka terpingkal-pingkal mendengar lawakan yang sebenarnya jayus bin garing itu. Analisa saya, mungkin karena mereka takut sama si Encim galak, atau mereka menghargai Encim yang sudah berpayah-payah ngelawak di depan mereka. Pokoknya setiap kali saya bercerita tentang yang lucu dan konyol di hadapan mereka, riuuuuuh banget mereka terbahak. Ini, kalau saya ikutan lomba SUC Endenesia, sudah punya penonton dasar kan ya ha ha ha *ngakak guling-guling*.


Belajar ngelawak itu sebenarnya karena kebutuhan pekerjaan. Kalian yang sudah lama main ke sini pasti tahu kalau dulunya saya pernah menjadi penyiar Radio Gomezone FM yang kemudian berubah menjadi radio daring bernama Radio Gomezone Flores (waktu itu didengarkan melalui Nobex Radio) setelah mati suri selama sembilan tahun. Waktu masih zamannya Radio Gomezone FM dan dijuluki Ibu Peri oleh para Gomezoner (julukan untuk pendengar) saya memegang banyak program salah satunya program tentang kisah-kisah konyol begitu. Saya lupa nama programnya apa. Kalau tidak salah Ngakak Bareng Gomezone FM. Kalau salah ... maafkeun.

Belajar ngelawak itu pun, kalau di radio, harus membaca situasi. Misalnya Gomezoner mengirimkan pesan lucu yang menjebak, bagaimana otak kita bekerja cepat untuk membalik jebakan itu kepada si  pengirim pesan. Nah, itu punch-nya haha. Sudah sering mereka terjebak oleh jebakan sendiri dan pada akhirnya menyerah mengirimkan pesan lawakan jebakan. Misalnya jebakan pesan itu: nah monyetnya yang lagi baca sms ini, saya balik menjadi monyetnya yang mengirimkan sms ini.

Sesungguhnya, siapa pun bisa belajar ngelawak, dan dimulai dari blog. Raditya Dika memulainya dari blog. Kerani si pemilik My Stupid Boss pun demikian. Saya sendiri punya buku kompilasi kisah kocak yang berkiblat dari kisah kehidupan sehari-hari.


Sampai sekarang pun saya masih belajar ngelawak. Menulis banyak kisah konyol bukan berarti dengan begitu saja langsung bisa berbicara di panggung stand up comedy misalnya. Amboi, masih banyak yang harus saya pelajari, karena, lagi, memancing tawa penonton tidak semudah memancing ikan. Insha Allah suatu saat nanti saya punya keberanian untuk berdiri di panggung mini SUC Endenesia untuk ber-stand up comedy. Doakan ya!

Oia, maafkan akhir-akhir ini belum bisa blogwalking yang rajin, padahal pengen, pengen tahu kisah Kakak Rey itu kayak apa hari ini ... soalnya semakin banyak yang harus diperhatikan *tsah*. Salah satunya, Jum'at dan Sabtu depan saya bakal mengisi kelas blogging di Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia - FKIP - Uniflor. Mungkin bakal pakai materi yang kemarin dipakai waktu ngisi materi blogging di Program Studi Pendidikan Sejarah (dan Fisika). Mungkin. Nantilah baru dipikirkan. Yang jelas saya pengen jeda dari kelas blogging itu diisi sama teman-teman dari SUC Endenesia. Yipie!!!!

Baca Juga: Percobaan Gagal

Well, bagaimana dengan kalian, kawan? Pernah belajar ngelawak juga?



Cheers.

SUCEndenesia #1


Kenapa saya hitam seperti ini? Karena saya biar Orang Sabu tapi saya darahnya blasteran. Sombong sedikit, blasteran. Hasil kawin silang antara bunga desa cantik mempesona dari Pulau Raijua dengan seorang pejantan hitam keriting tidak tahu malu dari Nangaroro. Mungkin waktu saya punya bapa ketemu saya punya mama, ajak saya punya mama nikah tuh dengan satu tujuan supaya bisa merubah keturunan. Tapi sayang sekali di eskperimen pertamanya dia harus pasrah bahwa dia gagal karena hasilnya seperti ini. Tapi saya akui saya punya bapa itu orangnya semangat. Dia berjuang dalam segala hal, dia tidak pernah putus asa. Setelah saya, dia berjuang tiga kali lagi, eksperimen tiga kali lagi. Dan syukurlah akhirnya dia sadar bahwa dia tidak akan pernah bisa buat keturuanan yang baru. Tiga ke bawah itu tambah hancur ..."

Baca Juga: Buruh Migran

Itu sepenggal ocehan Hendra, Juara III Lomba Stand Up Comedy Endenesia #1, yang diselenggarakan Sabtu 4 Mei 2019, berlokasi di Miau Miau Cafe - Ende. Ya, seperti yang sudah kalian baca di pos Lomba SUC Endenesia. Kegiatan yang berawal dari kelompok kecil; Udo Petuz, Andi Ginta, dan saya, akhirnya terlaksana. Dari sepuluh calon komika yang mendaftar, satu mengundurkan diri, setelah diganti lagi dengan pendaftar baru, dua lagi mengundurkan diri. Menjelang lomba, satu peserta tidak datang. Lomba berjalan dengan delapan peserta yang dengan penuh tekad dan semangat ingin menunjukkan kemampuan mereka memancing tawa para penonton. Bagi saya pribadi, lebih baik memancing ikan ketimbang memancing tawa penonton. Susahnya minta ampun. Makanya saya tidak ikut-ikutan melucu hahaha.

Peserta


Delapan peserta adalah King, Bocor, Fadil, Andara, Lino, Sultan, Tulen, Hendra. Mereka berdelapan, ada yang asli Orang Ende ada yang akarnya dari kabupaten tetangga, mempunyai karakteristik masing-masing dengan tema utama tentang Ende. Ya, banyak hal yang bisa digali dari Kabupaten Ende untuk dijadikan bahan stand up comedy. Para peserta itu, ada yang tanpa harus berusaha melucu namun pandai bermain diksi dan sudah bikin penonton terpingkal-pingkal. Ada berusaha melucu namun belum menemukan passion-nya. Tapi semuanya sangat kami hargai (kami: panitia, sesama peserta, penonton). Karena ... kami sedang sama-sama belajar dunia stand up comedy.

Menariknya, beberapa peserta tidak saja ber-stand up comedy tetapi juga menampilkan aksen dan impression. Seperti Bocor dan Fadil. Aksen, tentu aksen dari dua suku yang ada yaitu Suku Ende dan Suku Lio. Sedangkan impression macam-macam mulai dari suara derit pintu sampai terguling di lantai. Yang jelas, bagi saya pribadi, delapan peserta Lomba Stand Up Comedy Endenesia #1 sungguh luar biasa. Mereka berani. Dan keberanian lah yang kelak akan mengantar manusia pada kesuksesan. Termasuk berani gagal. Hei, gagal adalah sumber kesuksesan. Percayalah.

Tema


Kami menentukan tema tentang Ende. Seperti yang sudah saya tulis di atas, banyak hal yang bisa digali dari Kabupaten Ende untuk dijadikan bahan ber-stand up comedy. Terbukti, para peserta membawa tema seperti jalanan berlubang di Kota Ende, dunia pendidikan, sampai dunia asmara. Huhuy! Jalanan berlubang ini memang paling banyak diangkat. Hehehe. Andaikan saya boleh membocorkan satu dua ide, tapi saya tidak sempat bertemu para peserta, banyak sekali yang bisa dijadikan bahan. Misalnya: Orang Ende itu kalau ada temannya sukses pasti bilang 'teman saya tuh!' tapi kalau orang yang sama gagal pasti bilang 'eeee siapa ya dia?'. Itu lelucon ... jangan baper.

Jawara


Dari delapan peserta, sejujurnya, memang mudah menentukan siapa yang menang. Karena, menurut saya pribadi, ada jarak yang agak jauh antara mereka meskipun sama-sama baru pertama kali ber-stand up comedy. Tapi saya dan Udo harus berembug cukup alot pula tentang tiga juara yang diumumkan usai lomba ini. Kami harus mempertimbangkan tema, set up hingga punch, dan lain sebagainya. Kami tidak bisa menilai dari tawa penonton saja. Karena, ada peserta yang leluconnya memang sudah akrab di suatu komunitas sehingga sudah pasti orang-orang dari komunitas tersebut terpingkal-pingkal sedangkan yang lain belum tentu. Selain itu, durasi juga cukup dipertimbangkan. Sepuluh menit adalah durasi yang ditetapkan. Artinya, bisa kurang sedikit atau lebih sedikit. Sedikit ... tidak boleh terlalu banyak.

Baca Juga:  Politik Itu Abu-Abu

Pada akhirnya saya dan Udo mengantongi tiga nama:
Juara I - Fadil.
Juara II - Sultan.
Juara III - Hendra.

Selamat kepada para juara. Jangan lupa setiap Jum'at malam kita ketemu di Miau Miau Cafe.

Terima Kasih


Lagi, saya tertampar dan malu. Seperti yang sudah saya tulis pada pos tentang lomba ini, saya tertampar dan malu karena Andi Ginta sebagai penyandang dana kegiatan ini bukanlah Orang Ende tetapi Orang Manggarai. Jadi, apa yang bisa kita lakukan? Mendukung dengan berbagai cara agar kegiatan ini terselenggara; menjadi panitia, menjadi penonton, menjadi orang yang menyebarkan informasinya. Itu bentuk-bentuk dukungan yang bisa kita lakukan.

Terima kasih Andi Ginta untuk semuanya; dana kegiatan, ini itu, sampai makan malam panitia dan peserta! Uh wow sekali ya. Saya tidak menyangka dan semakin malu dibuatnya hahaha. Saya sampai terkejut saat selama rembug juri, Andi memberikan kompensasi pada penonton yang berani maju dan ber-stand up comedy di panggung ... instan. Ada? Adaaaa! Tiga pula! Hahaha. Kocak.

Terima kasih Udo Petuz untuk semuanya; membangun Stand Up Comedy Endenesia, inisiasi awal, sampai akhirnya kegiatan ini terselenggara.

Kalau saya bilang kita bertiga hebat. Tidak. KITA BERTIGA HEBAT SEKALI. Ha ha ha. Sombong sedikit kan boleh. Mungkin karena ditempa oleh pengalaman dari banyak komunitas, mengenal banyak karakter, berusaha untuk lebih bisa mengendalikan diri, dan punya jiwa kerja dan membangun, akhirnya lomba ini dapat terselenggara. Terselenggara dari sebuah kelompok kecil beranggotakan tiga orang. Dan kita siap untuk membesarkannya ... kita sudah punya tambahan anggota delapan orang. Semakin kuat, semakin baik, asal kekuatan itu dibarengi dengan cinta kasih. Ibarat ilmu ... ilmu tanpa guru bisa jadi sesat.

Kelanjutan dari Lomba Stand Up Comedy Endenesia #1 adalah open mic setiap Jum'at malam di Miau Miau Cafe dan lomba per tiga bulan yang sudah kami canangkan untuk menggali lebih banyak potensi calon komika Kabupaten Ende dan sekitarnya. Selain itu, Andi Ginta sudah berbicara tentang lomba dari lini musik ... akustikan begitu. Uh wow sekali hehehe. Bagaimana dan seperti apa, nanti baru didiskusikan bersama. 


Demikian kawan cerita dari Lomba Stand Up Comedy Endenesia #1. Untuk sementara video-videonya masih saya unggah ke akun Youtube saya. Sampai saat ini saya belum membikin akun Youtube khusus Stand Up Comedy Endenesia hehehe, nanti ya. Kalau mau menonton, silahkan. Sederhana. Mungkin ada yang bilang lucu, ada pula yang bilang tidak lucu. Tapi kami menerima semua kritik dengan tangan terbuka. Karena hanya orang sombong saja yang tidak menerima kritikan. Tapi, lagi, harus bisa membedakan antara kritikan dan hinaan ya hahaha soalnya kritik dan hinaan dibatasi selembar kertas super tipis.

Terima kasih untuk doa dan dukungannya. Demi Ende tercinta.

Life is good. It must be.

Baca Juga: Jaga Waka Nua

Selamat menjalankan ibadah puasa untuk saya dan kalian semua yang menjalankannya. Semoga puasa kita lancar.



Cheers.