5 Kegiatan Pertama di 2019



Baru kemarin bikin resolusi untuk tahun 2019, sekarang sudah ngepos tentang salah satu resolusi itu haha. Rajinnya ngegas bener. Memang! Anyhoo, mohon maaf apabila Rabu kemarin tidak sempat pos apa-apa, saya agak syibuk bersama dinosaurus di Isla Nubar. Dan saya yakin, teman-teman juga pasti masih sibuk dengan kegiatan mengisi liburan bersama keluarga dan/atau sendirian. Lihat! Hari-hari liburan akan berakhir!

Baca Juga: 5 Dari 2018 dan Akan 2019

Mengawali tahun 2019, saya sudah melakukan beberapa hal dari resolusi diantaranya tetap nge-blog dan memulai Stone Project.

Mari kita mulai tentang lima kegiatan pertama di tahun 2019.

*tiup terompet*

1. T-Jounal


Si Mak Bowgel, Ewafebri, adalah mata airnya haha. Saya menyukai semua pos di blog-nya tentang Bullet Journal. Tapi sayang, saya belum bisa membikin Bullet Journal, jadi saya hanya melanjutkan apa yang sudah saya lakukan yaitu menulis jurnal di buku.



Karena buku atau agenda saya sudah pada penuh, maka saya memilih memakai binder kuning bekas zaman kuliah dulu. Lumayan, isinya bisa dibongkar-pasang. 

Memulai T-Journal saat tahun baru itu bikin gemas karena toko-toko ATK masih pada tutup sehingga belum sempat membeli stabilo. Huhu. Tidak cantik. Eh, belum cantik. Nanti lah dipercantik haha. Tengkyu Evva.

2. Stone Project


Stone Project merupakan salah satu resolusi 2019. Saya memulainya dengan mengumpulkan bebatuan dari Pantai Penggajawa. Pergi ke Pantai Penggajawa bareng sahabat saya yang bekerja di Jakarta dan sedang liburan di Ende, Hilda, dan tentu bersama Thika dan Meli.



Sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui. Sekalian #KakiKereta, jalan-jalan, menghirup udara liburan yang di ambang usai.



Rencananya memang mengupulkan, tetapi karena cuaca sedang rintik manja dan kita tidak mungkin turun ke pantai (karena semakin lama maka rintik berubah menjadi hujan), jadi mending membeli saja di seorang Mama yang sedang menunggui batu jualannya. Setengah plastik merah besar diharga 25K.

3. Mamatua Project


Yang satu ini memang tidak ada di resolusi 2019. Mamatua Project adalah proyek saya dan Thika yaitu memotret Mamatua setiap harinya. Hyess, kami telah mengumpulkan tiga foto haha. 

4. Craft


Lucu juga, baru awal tahun sudah mulai nge-craft. Nge-craft yang satu ini asyik sih.

Baca Juga: 5 Blogger Kocak

Jadi, ceritanya si Hilda meminta bantuan saya untuk menjadi MC ultah anaknya; Ezra. Sekalian saya diminta membantu mendekorasi rumahnya buat lokasi acara ultah ini.

Sudah lama saya pamit dari dunia per-MC-an, bahkan ada yang gemas karena saya menolak semua permintaan MC untuk acara nikah dan ultah anak-anak. Tapi, saya tidak bisa menolak permintaan Hilda, kawan. Itu tidak mungkin. Dan, menjadi MC ultah anak-anak sama dengan kerja super keras agar acaranya menjadi ramai dan meriah. Salah satu upaya saya adalah menyiapkan kado-kado mungil yang bakal dikasih ke anak/tamu yang berani maju untuk permainan dan bernyanyi.


Nge-craft-nya adalah membikin tas kertas mini untuk mengisinya dengan kudapan khas anak-anak. 

5. MC


Nah, ini dia yang saya lakukan sore tadi. Kegiatan yang membikin baju saya basah keringat haha. Menjadi MC ultah anak-anak, betul, adalah kerja super keras. Bagaimana anak-anak harus turut berpartisipasi agar acaranya meriah. Ternyata bakat memang tidak bisa luntur begitu saja *muka sombong* sekian lama mundur dari panggung MC, saya ternyata tidak kehilangan aura *tsaaaah*. Masih bisa membikin acara ramai, meriah, dan penuh tawa. 



Ini sih nge-MC sekalian reuni sama teman-teman masa SMU dulu haha. 


Libur telah usai hari ini. Besok, semua dosen dan karyawan Universitas Flores akan mengikuti apel pagi di Auditorium H. J. Gadi Djou, sambil merayakan Natal Bersama. Seperti apa keseruannya ... nantinya Senin :) haha.

Baca Juga: 5 Peserta Favorit Kelas Blogging

Bagaimana dengan kalian, kawan? Kegiatan apa yang telah dilakukan di awal tahun 2019 ini? Bagi tahu doooonk.

Semangat!


Cheers.