Aman dan Nyaman Jalan-Jalan (Traveling) Keliling Solo Pakai GOJEK


Teng Teng Teng Teng, Teng Teng Teng Teng.

"Mohon perhatian, kereta api Jayakarta akan tiba di stasiun Solo Balapan. Bagi Anda yang akan mengakhiri perjalanan di stasiun Solo Balapan, kami persilahkan untuk mempersiapkan diri. Periksa dan teliti kembali barang bawaan anda jangan sampai ada yang tertinggal."

Sebetulnya saya masih menahan kantuk. Maklum saja jarum jam hampir bergeser sempurna di angka 12. Dan, selama perjalanan 9 jam dari stasiun Pasar Senen, saya hanya bisa tertidur kurang lebih satu jam. 

Selebihnya, saya tertarik dengan drama Jepang yang menceritakan tentang gadis bisu dan tuli yang pandai memainkan biola. Drama seri ini sebetulnya sudah sangat lama, mungkin keluaran tahun 2006. Tapi yang spesial adalah drama inilah yang membuat saya belajar bahasa Jepang lebih mendalam. 

"Gambarimasu."

Ungkapan penyemangat dalam bahasa Jepang yang selalu saya ingat ketika saya sedang dalam keadaan terpuruk dan tidak bersemangat.

"Yuk."

Saya tidak sendiri. Bersama beberapa orang teman dari Jakarta, kami kebetulan terlibat sebuah acara di Sragen. Namun, karena Sragen tidaklah terlalu jauh dari Solo, maka kami menginap di Solo. Dan, beruntungnya lagi kami memiliki waktu yang terbilang cukup untuk jalan-jalan keliling kota Solo. Walaupun sebetulnya waktu dua sampai tiga hari ini hampir dipastikan sangat kurang bagi saya. 

Tengah malam di Solo, bikin sedikit khawatir bagaimana cara menuju ke hotel di tengah kota Solo. Jarak dari stasiun ke hotel tak kurang dari 3 kilometer. Tapi gempor juga kalau kita jalan kaki dari stasiun. 

"Kita pesan GO-CAR aja ya. Nanti patungan aja."

Saya tersenyum dan mengangguk, tanda setuju. Lagian siapa yang akan protes kalau kekhawatiran sudah sirna. Maklum sudah tengah malam dan acara kami lumayan pagi. 

"Kita berempat duluan ya."

Kebetulan jumlah kami berdelapan, jadi pas banget dibagi dalam 2 rombongan.

"Eh, mas ini tasnya?"

Saya berpandangan dengan teman saya. Kayaknya bukan tas saya, tapi tas teman saya, Aris.

"Eh, kita kerjain aja. Bilang aja kita enggak bawa tasnya. "

Di tengah malam dan sudah terlalu capek ternyata ada saja hal yang bikin saya tersenyum.


Belum genap sepuluh menit, mobil yang membawa kami pun hampir sampai di hotel. Nada dering smartphone saya berbunyi. Ternyata Aris menelpon. Dari balik kaca mobil, saya sudah melihatnya panik dan terlihat sangat bingung.

"Iya, ada kok di gue."

Saya enggak tega melihat teman saya panik, akhirnya rencana untuk ngerjain Aris batal. Dan, kami pun langsung ke kamar dan istirahat. Esoknya kami pun ke acaranya.

Solo itu di tengah-tengah antara Semarang dan Yogyakarta. Dan, di Solo inilah saya selalu menikmati sajian kuliner dan tempat-tempat wisata baik yang mainstream maupun yang jarang dilirik dan sangat jauh dari Solo sekitar satu atau dua jam dari tengah kota. 

Pilihan yang paling sempurna adalah kuliner. Inilah yang menyatukan kami semua. Dari pada berantem gara-gara tidak bisa satu suara dalam menentukan tempat wisata mana saja yang harus kami kunjungi. 

Tapi ternyata tak semudah yang dibayangkan. Baru saja turun dari GO-CAR yang kami pesan tadi di hotel. Ternyata warungnya tutup. 

"Terus kita makan apa donk?"

Kami mencoba berjalan dari pasar, ternyata tak lama kemudian sampailah di warung ayam bakar. Sebuah warung yang tidak terlalu kami kenal. Namun, rupanya perut kami memanggil. Oke, kami putuskan untuk makan di warung ini. 

Kami saling pandang ketika melahap ayam dan nasi hangat. Lalu tak sadar, nasi yang saya makan tersisa hanya satu kepal tangan lagi. Artinya hanya sesuap lagi nasi ini akan habis.

"Mba, pesan nasi satu lagi. Eh, dua."


Ternyata bukan hanya saya saja yang merasakan kenikmatan melahap ayam bakar ini. Peruntungan kami memutuskan makan di sini tidaklah salah. Ayam bakar dan cap caynya memang the best. Kami puas dan kenyang malam itu. 

Setelah mampir di warung, ini ternyata kami belum puas dan memutuskan untuk mampir ke Solo Paragon, bebuah mall yang tak jauh dari hotel kami. Dan, lagi-lagi GO-CAR menyelamatkan kami. Kami tak harus menunggu waktu lama, karena hanya kurang dari lima menit, mobil berplat AD ini sudah di depan mata kami. 

"Siam Paragon ya Pak."

"Iya Mas."

Saya duduk paling depan sementara tiga orang lainnya berjejer di jok tengah. 

"Siam Paragon? Solo Paragon kali?"

Saya tersenyum mengetahui kesalahan saya menyebutkan mall terbesar di Solo ini. Maklum saya dan Rafel baru saja membahas Thailand. Rafel ini pandai berbicara mengunakan bahasa Thailand

"Sawadee Krab."

Saya hanya mampu mengucapkan itu saja, sementara Rafel sudah berbicara lancar dengan logat Thailand yang melengking, salah satu ciri khas logat negeri gajah putih.


Berkat GOJEK, saya dan teman-teman bisa menjangkau tempat-tempat strategis di Solo dalam hitungan menit. Oh iya, selain itu sekarang sudah ada fitur-fitur keamanan seperti Tombol Darurat di GO-CAR, Bagikan Perjalanan, dan sudah dilengkapi perlindungan asuransi. Jadi, semakin tidak khawatir lagi jika jalan-jalan atau traveling keliling kota Solo

Esok kami memiliki rencana mengunjungi Pura Mangkunegara dan Pasar Klewer serta kembali lagi ke Mall Solo Paragon

Seperti biasa, kami memesan GO-CAR. Dan, kali ini gilirannya jatuh pada Uwan dan Rafel. Seperti biasa kami memesan dua mobil karena jumlah kami yang bertujuh, karena satu orang sudah pulang terlebih dahulu. 

Saya tidak pernah meragukan kualitas Driver GO-CAR karena sudah sangat terlatih, bahkan sudah sangat mahir. Shut, mau tahu enggak kenapa bisa mahir sepert ini? Rupanya setelah melewati seleksi ketat, mereka juga diberikan modul pelatihan yang berisi informasi mengenai cara menggunakan aplikasi pengarah jalan, cara merawat kondisi kendaraan, patuh pada peraturan lalu lintas, dan cara memberikan pelayanan yang baik.

Untuk semakin meningkatkan kemampuan berkendara dengan aman, GOJEK bekerja sama dengan Rifat Drive Labs (RDL) dalam penyelenggaraan pelatihan bagi para driver.


Program RDL GOJEK ini diinisiasi Duta Keselamatan Berkendara, Rifat Sungkar. Melalui program ini, mitra driver diberikan pelatihan seperti pengetahuan tentang tanggung jawab, kesabaran, dan empati, defensive riding, keselamatan berkendara, pre trip inspection dan sesi praktek.

Dalam waktu 4 tahun lebih dari 300 ribu driver telah mengikuti program ini di 20 kota di Indonesia. Antusiasme pun tak menurun sampai sekarang, RDL GOJEK masih berjalan setiap bulannya dan diikuti sekitar 10 ribu driver.

GOJEK memberikan edukasi kepada mitra driver melalui #TrikNgetrip. Program ini memberikan edukasi kepada mitra dengan cara yang menyenangkan mengenai memberikan pelayanan terbaik, dan tips dalam berkendara serta perjalanan.

Tak hanya itu, GOJEK juga menyelenggarakan serangkaian workshop dalam upaya meningkatkan keterampilan mitra driver melalui Bengkel Belajar Mitra. Program ini rutin diselenggarakan di berbagai kota di Indonesia dengan menggandeng para profesional di bidangnya masing-masing untuk memberi pembekalan kepada driver GOJEK dalam meningkatkan layanan dan mengasah pengetahuan di bidang lainnya.

Jadi, nggak ada alasan untuk takut driver nggak bisa mengatasi masalah yang terjadi saat melakukan trip. Mereka udah andal semua!

Untuk para mitra driver yang telah memberikan pelayanan prima dan memiliki kontribusi lebih di masyarakat, GOJEK turut mengapresiasi dengan memberikan sebuah penghargaan, bernama Driver Jempolan. Penghargaan ini diberikan GOJEK untuk memotivasi para mitra driver untuk selalu meningkatkan kualitas pelayanan mereka. Penghargaan ini disematkan pada driver berupa pin pada jaket GOJEK mereka.

Lah kalau misalnya malam-malan sendirian dan pengen share perjalanan, ke keluarga atau teman bagaimana? Memang GOJEK sudah ada fitur ini? 

Tenang aja, GOJEK sudah memiliki fitur bagikan perjalanan. Bagikan Perjalanan ini adalah fitur yang memungkinkan pengguna membagikan tautan kepada keluarga atau kerabat melalui Whatsapp, LINE, SMS, atau aplikasi bertukar pesan lainnya.

Tautan berisi informasi berupa titik pick up dan drop off; informasi pengendara secara detail baik nama, nomor kendaraan, dan nomor pesanan; serta live location (lokasi saya sekarang). Dengan fitur ini, pengguna dapat merasakan keamanan karena perjalanannya dipantau oleh orang-orang terdekatnya. 

Ya, saya merasa aman dan nyaman. Dan, sudah merasakan namanya #UninstallKhawatir. Setiap saya berada di wilayah mana pun, saya selalu menanyakan, apakah kota ini sudah ada GOJEK-nya. Bahkan, di kota kelahiran saya, Pemalang pun sudah ada GOJEK. 

"Eh, ini kan hari Senin. Biasanya museum tutup semua."



Saya berusaha mengecek apakah betul Pura Mangkunegara ini termasuk yang meliburkan diri atau tidak. Ternyata saya salah, Pura ini merupakan kediaman keluarga keraton yang dikelola oleh pribadi sehingga dibuka setiap hari. 

Dan, kami keliling di dalam Pura Mangkunegara ditemai dengan seorang pemandu. Pemandu kami mungkin cukup sabar, karena tujuan saya dan teman-teman tak lain tak bukan adalah foto-foto. Bahkan setiap sudut Istana ini pun kami selalu berhenti.

"Ayo kita ke dalam."

Otomatis kami menghentikan aktivitas foto-foto dan segera masuk ke dalam. Dan, setelah dari singasana, kami masuk ke taman yang menyajikan ornamen perpaduan antara Jawa dan Eropa. 

Saya sebetulnya sangat kagum. Sampai-sampai saya menyimpulkan kalau pada ratusan tahun silam, antara Keraton dan Kerajaan lain di belahan dunia sudah menjalin sebuah kerjasama, jauh sebelum berdirinya Indonesia. 

Puas berputar-putar dan foto-foto di dalam Pura Mangkunegara, kami melanjutkan perjalanan ke pasar Klewer untuk mencari batik. Sebetulnya sebelum ke Mall Solo Paragon, kami singgah sebentar di Keraton Surakarta Hadiningrat. Namun sayang, Keraton sudah tutup beberapa menit lalu. Tapi seperti biasa, kami masih menyempatkan diri untuk berfoto disana. 

Lalu destinasi wisata mana lagi yang harus dijelajahi selain yang sudah disebutkan diatas? Tenang saja, saya masih memiliki rekomendasi wisata di kota Solo.


Kampung Batik Kauman

Kampung Batik Kauman merupakan kawasan di dekat pasar Kliwon. Konon, kawasan kauman ini merupakan kampung khusus sebagai pembuat batik dari keluarga Keraton. Selain pengrajin batik, kamu bisa juga berfoto-foto di sekitar berupa bangunan kuno yang bagus sebagai peghias feed instagram kamu.

Pasar Triwindu

Tak jauh dari Pura Mangkunegaran, berjalan sekitar 5-10 menit, kamu bisa menemukan pasar Triwindu. Pasar ini merupakan pasar barang unik dan antik yang sangat langka serta jarang ditemukan dipasar. Seperti aku kan, satu-satunya di dunia ini loh? Hahaha.

Agrowisata Sondokoro

Suasana alam yang rindang membuat banyak orang menyukai Agrowisata Sondokoro. Tempat ini buka dari 08.00 hingga 17.00. Di Agrowisata ini, kamu akan dimanjakan dengan terapi ikan, pijak refleksi, kuliner lezat, dan sebagainya. Kamu bisa bebas bermain sepuasnya, ada kolam renang dan flying fox.

Benteng Vastenburg

Benteng ini merupakan peninggalan Belanda yang dulunya digunakan untuk mengawasi Surakarta. Benteng ini dibangun sekitar tahun 1745 di kawasan Gladak. Benteng ini merupakan salah satu icon selain Keraton. Jadi jangan sampai tidak foto di benteng ini jika mengunjungi Solo. 


Saya tersenyum puas setelah sampai di Mall Solo Paragon. Setidaknya saya sudah keliling dan jalan-jalan di Solo berkat bantuan GOJEK. Salah satu kekhawatiran saya sudah hilang, bahkan sudah saya #UninstallKhawatir

"Beberapa fitur GOJEK ini bisa digunakan kalau update aplikasi."

Oh iya, saya jadi ingat kalau fitur-fitur keamanan seperti Tombol Darurat di GO-CAR dan bagikan perjalanan hanya terdapat di aplikasi GOJEK yang paling ter-update

Fitur Tombol Darurat ini memungkinkan pengguna mendapatkan rasa aman karena GOJEK menyediakan tombol yang dapat digunakan untuk keadaan atau situasi darurat. Tombol tersebut akan langsung terhubung pada Unit Darurat GOJEK yang siap melayani 24/7. Kabar baiknya nih, Tombol Darurat sudah bisa diakses customer GO-CAR se-Indonesia. Semoga bisa segera diakses di GO-RIDE ya. Tapi ya, semoga saja fitur ini nggak terpakai deh karena perjalanan kita aman-aman saja.

Selain fitur keamanan, apalagi yang sangat membantu para traveler atau pejalan khususnya di Indonesia?

Kini jika terjadi kecelakaan atau pencurian selama perjalanan, maka kita bisa memanfaatkan perlindungan asuransi. Tenang saja, perjalanan menggunakan layanan GO-RIDE kita dijamin kok dari titik penjemputan hingga lokasi tujuan.

Asuransi GO-RIDE ini merupakan hasil kerja sama GOJEK dan platform asuransi digital. Asuransi penumpang GO-RIDE ini otomatis aktif, berlaku se-Indonesia, dari waktu penjemputan hingga tiba di tujuan.


Solo memiliki kenangan, bahkan saya ingat betul ketika beberapa tahun lalu saya seorang diri menjelajah kota Liwet ini. Saya sangat terbantu dengan GOJEK. Sekitar 4 hari saya menjelajah Solo tanpa ada rasa khawatir dan merasa beruntung karena dapat menjelajah destinasi wisata yang tak biasa, atau anti-mainstream.

Tidak ada lagi rasa khawatir pada saat menjelajah setiap sudut Indonesia, karena saya merasakan keamanan dan kenyamanan di setiap perjalanan dengan GOJEK. 

Dan, sudah saatnya saya #UninstallKhawatir dengan menggunakan GOJEK. Oh iya jangan lupa untuk update aplikasi GOJEK sehingga bisa menggunakan fitur-fitur keamanan terbaru ini.

Yuk, sudah waktunya pakai GOJEK!

Explore Kampung Batik Laweyan Solo Dan Menginap Di Hotel Pop


Sudah menjadi kebiasaan saya menjelajahi kampung tradisional suatu daerah. Kali ini Solo yang terkenal dengan Batik menarik saya untuk sekedar jalan-jalan di Laweyan. Siapa tak mengenal Laweyan sebagai sentra batik di Solo. 

"Kalau ke Solo, apa yang harus gue kunjungi?"

Saya bertanya sahabat saya yang ada di Solo, Halim. Saya sepertinya sudah sangat cocok dengan Halim dalam hal menjelajahi suatu daerah. Alasannya hanya satu, karena Halim selalu tertarik dengan sejarah apapun termasuk Laweyan yang ternyata menyimpan banyak cerita.

"Kampung Batik Laweyan."

Halim menjawab whatsapp dengan jawaban yang sangat panjang lebar setelah dia menyebutkan daerah itu. Iya, ini kali kedua saya mengunjungi Solo. Dan, saya membutuhkan destinasi yang tak biasa dan cenderung luar biasa. Sebelum mengunjungi Laweyan, saya sempatkan terlebih dahulu ke Pasar Gede, karena memang lapar dan belum sarapan, sengaja saya menahan lapar tersebut. 



Saya cukup terkejut karena Kampung Batik Laweyan ini seperti bukan kampung batik karena kabarnya sudah berubah menjadi kampung religi atau kampung islami. Terlihat dengan grafiti atau corak warna hijau yang sangat dominan. Aktivitas batik membatik sangat jarang terlihat, hanya ada satu dua toko yang buka. Saya dan Halim hanya jalan kaki mengikuti kemana arah kaki ini melangkah sampai di suatu sudut terdapat sebuah rumah batik, tepatnya tempat workshop membatik. Lalu, kaki kami berhenti dan berlabuh di tempat tersebut.



Batik warna-warni seperti lukisan dengan motif abstrak sesuai dengan keinginan pengrajinnya. Saya baru tahu kalau seni batik pun mengalami banyak perubahan seperti dalam hal motif dan corak yang sangat beragam serta mengikuti zaman now yang kaya akan warna. 

Saya hanya mengamati mereka bekerja sambil ngobrol mengenai apapun tentang batik yang sedang mereka kerjakan. Bahkan, terdapat produk kaos batik yang ternyata juga menarik minat kaum muda zaman now. Wah, memang sesuatu yang sangat berbeda ya tapi sangat menarik apalagi saya juga tidak terlalu suka mengenakan kemeja batik fromal, saya lebih suka mengenakan kaos karena lebih nyaman dan tidak terlalu berkeringat. 




Setalah saya mengunjungi Laweyan, saya kembali lagi ke Hotel Pop Solo. Letak Hotel Pop dan Kampung Batik Laweyan tidaklah terlalu jauh sehingga saya memutuskan untuk jalan kaki. Hitung-hitung saya melenturkan lemak yang selama ini mengumpal di badan. 

Hotel Pop di Solo ini memang sangat berbeda dengan lainnya karena mengusung tema warna yang lebih colorfull dan cerah. Warna yang sangat dominan adalah hijau dan biru dipadu warna lainnya seperti merah dan kuning sebagai ornamen. 

Saya menyukai warna biru sebagai warna favorite. Bukan karena saya cowok dan mengharuskan saya memilih sisi maskulin yang ada di biru. Saya menyukai biru karena warnanya selalu menenangkan bahkan dikala gejolak ada di dalam dada, halah hahaha. Makanya saya lebih suka ke pantai daripada gunung, karena birunya laut itu menyenangkan.




Saya cukup terkesan dengan Hotel Pop Solo karena lobby yang luas disertai dengan restoran dengan konsep yang unik. Seperti recycle things disulap menjadi restoran yang sangat bagus dan warna-warni. Oh iya, restoran ini sangat instagramable dan terbuka bagi siapa saja yang akan mampir walau tidak menginap di Hotel Pop. 

Masalah harga di Pit Stop, nama restorannya, tidak usah khawatir karena masih terjangkau mulai dari ribuan sampai puluhan ribu. Selain itu terdapat pilihan paket menarik seharga 20-30an ribu, so bagi yang lapar bisa mampir ke sini. Oh iya, WIFI di restoran ini juga sangat cepat dan super kencang sehingga tugas kuliah atau kerjaan kantor pun bisa diselesaikan dengan cepat. 



Masuk ke dalam kamar, kita disuguhkan dominasi warna hijau dengan warna lain seperti kuning, merah dan biru. Kamar mandinya pun sangat unik dengan bentuk melengkung atau bulatan dengan sabun atau shampoo juga tersedia, namun tidak tersedia pasta dan sikat gigi. Tapi kita mendapatkan air minum dua botol. Televisi dan WIFI juga bisa menjadi hiburan yang sangat menyenangkan kalau misalnya berdiam diri di kamar. 

Kalaupun lapar dan mau berkeliling disekitaran hotel, terdapat restoran dan tempat makan. Kalau misalnya kehabisan duit dan butuh ATM, kebetulan di depan Hotel Pop terdapat Mall Elektronik yang menyediakan berbagai macam ATM. 

Saya membuka jendela kamar, diluar memang sangat terik siang ini. Namun, awan dan langit yang cerah ini membuat saya ingin mengelilingi kota Solo. Saya ingin mengunjungi klenteng atau vihara yang sangat jarang ditemukan di Solo. Setelah tanya sana sini, saya akhirnya memutuskan untuk ke Vihara Dhamma Sundara. 



Pengalaman menginap semalam di Hotel Pop Solo sangat mengagumkan, karena kenyamanan yang dicari sangat tersedia. Juga tempatnya yang sangat strategis dan dekat dengan Kampung Batik Laweyan. 

So, kalau ke Solo dan bingung mau menginap dimana? Saya merekomdasikan Hotel Pop Solo sebagai salah satu hotel yang bagus dan menyediakan fasilitas yang memuaskan untuk kita semua. Harga semalam sekitar 280 K -300 K sehingga sangat reasonable sekali. 

Informasi Hotel Pop Solo

Alamat
Jl. Brigjend Slamet Riyadi, Purwosari,
Laweyan, Kota Surakarta, Jawa Tengah 57147

Telepon 
(0271) 3009999

Maps

Tips Dan Panduan Yang Wajib Kamu Perhatikan Sebelum Berangkat Traveling Sendirian (Solo Backpacker)


Wajah pucat pasi disertai dengan drama ketinggalan pesawat ke suatu tempat yang sudah lama diidam-idamkan, mungkin inilah salah satu kekhawatiran yang berlebih apabila kita melakukan Traveling Sendirian atau Solo Backpacker/Traveller. Setelah mengantinya dengan tiket lain, kemudian terbang dengan mengunakan pesawat lain. Tak hanya ketinggalan pesawat, ternyata setelah mendarat, bagasi kita tertukar dengan orang lan berakhir di Lost and Found. Tak hanya menunggu 1 atau 2 jam, namun ternyata harus menunggu sekitar 1 hari lamanya, sementara jam cek in dan itinerary sudah menanti. Dua kesialan tersebut bukanlah akhir, ternyata pada saat mengunjungi tempat wisata, kita kehilangan uang. Dan, tertinggal beberapa lembar uang saja. 

Sebagai seorang traveler apalagi bepergian hanya seorang diri, kita membutuhkan waktu prepare lebih lama daripada bepergian dengan rombongan. Yup, saya membutuhkan waktu lama untuk riset tempat yang akan dikunjungi, bahkan bertanya teman-teman yang pernah mengunjungi tempat tersebut. Selain riset, saya juga melakukan persiapan lain seperti membooking penginapan atau hotel jauh-jauh hari untuk mendapatkan harga yang jauh lebih murah. 

Nah, lalu apa saja yang harus dilakukan sebelum berangkat agar terhindar dari drama-drama yang tidak penting dan menganggu perjalanan kalian. Simak tips-tips ala Bluepacker Indonesia.

Reminder Jadwal Penerbangan 


Pada saat saya melakukan traveling ke Bali beberapa waktu lalu, saya sempat menemukan peristiwa unik. Pada saat boarding, pramugari dan petugas bandara menemukan kejanggalan pada hitungan mereka. Mereka menemukan kelebihan penumpang 1 orang. Setelah dihitung kembali dan dicross cek, ternyata terdapat satu orang yang bukan penumpang pada hari itu. Usut punya usut, ternyata penerbangan orang tersebut bukan hari itu melainkan keesokan harinya. What a funny story. Wanita bule ini berulang kali mengucapkan "My flight should be tomorrow". Beberapa orang yang mendengar ucapannya tertawa lebar. Mungkin ini salah satu drama yang tidak diinginkan oleh traveler bukan? 

Drama ketinggalan pesawat bukan tidak mungkin akan menimpa kalian. Pekerjaan atau urusan lain yang cukup menyita perhatian bukan tidak mungkin cukup menguras perhatian sehingga tidak sempat memperhatikan kembali schedule penerbangan yang telah dekat. Untuk menghindari hal ini, gunakanlah reminder jadwal yang telah terpasang di smartphone kalian. Satu langkah simple yang sangat penting untuk menghindari drama ketinggalan pesawat. 

Riset Tujuan, Buatlah Itinerary dan Booking Hotel Dari Jauh-Jauh Hari

Setelah membeli tiket pesawat, bukan saatnya bersantai-santai menunggu waktu keberangkatkan berpetulang menurut hati. Mungkin saja ada tipikal traveler yang seperti ini, namun untuk kemudahan pada saat traveling, ada baiknya mempersiakan Itinerary dan membooking hotel jauh-jauh hari sebelum keberangkatan. 

Riset Tujuan 

Misalnya, tujuan kita adalah Malaysia, khususnya Kuala Lumpur. Risetlah dengan cara mengoogling atau bertanya teman yang pernah melakukan perjalanan ke Kuala Lumpur. Dari riset tersebut, tentukan beberapa tempat/destinasi yang akan kalian kunjungi. Misalnya Twin Towers, KL Tower, KL Galleries, Bukit Bintang, Pertunjukan MUD KL dan Batu Cave

Itinerary 

Buatlah Itinerary dari riset tersebut, usahakan Itinerary mencakup biaya yang dibutuhkan misalnya tiket masuk, tranportasi dan segala macam biaya yang dibutuhkan selama perjalanan menuju ke destinasi tersebut. Misalnya untuk ke Twin Tower, dibutuhkan transportasi MRT, 2 MYR, kemudian tiket masuk untuk keatas Twin Tower adalah 85 MYR. Dan untuk destinasi selanjutnya pun sama. Disamping itu, karena kita telah melakukan riset maka dari penginapan menuju ke Twin Tower dapat kita estimasi berapa waktu yang dibutuhkan. Selain biaya dan waktu, ditambahkan pula alternatif destinasi apabila Twin Tower sedang dalam perbaikan atau jam kunjungan sudah habis. Rangkum semuanya dalam satu catatan dan diprint. Kirim file data itinerary ke email pribadi sehingga jikalau kertas itinerary hilang masih ada backup datanya di smartphone. 

Booking Hostel/Hotel 

Booking hotel ini termasuk yang wajib dilakukan dan tidak boleh dilewatkan. Saya biasanya selalu membooking hotel jauh-jauh hari, apalagi kalau luar negeri menjadi tujuannnya, maka tak bisa ditawar lagi. Booking online merupakan salah satu cara tercepat, sebut saja agoda, pegi-pegi, travelio, airyroom, zen rooms dan masih banyak lagi jasa booking online tinggal bagaimana kriteria yang dibutuhkan seluruh website tersebut dapat membantu. Salah satu keuntungan booking lebih awal adalah harga yang lumayan rendah dibandingkan booking mepet dengan waktu traveling. Saya biasa mengunakan booking.com, karena bisa dicancel tanpa terkena biaya cancel. So, silahkan booking hotel sekarang juga apabila destinasi telah ditetapkan.

Scan Dokumen Penting 


Passport adalah bukti identitas selama perjalanan di luar negeri. KTP adalah identitas anda di dalam negeri. Keduanya sangat berharga. Jika keduanya hilang, maka perjalanan kita jadi terhambat. Resiko yang paling fatal adalah resiko deportasi. So, sudah saatnya menjadi pejalan yang baik dengan melakukan tindakan simple yaitu scan dokumen penting seperti Passport, KTP, dan dokumen lain yang dirasa penting.

Packing, Bagasi Dan Pilihan Baju Sesuai Cuaca 


Ada baiknya memastikan apakah tiket pesawat sudah termasuk bagasi atau tidak. Jika tidak termasuk bagasi, lihatlah kebijakan berapa KG yang diperbolehkan untuk dibawa, jika hanya boleh dibawah 10 Kg, silahkan packing sesuai dengan berat yang telah ditentukan. Selain bagasi, yang perlu diperhatikan adalah musim apakah negara yang dituju. Jika musim dingin tentunya dibutuhkan jaket musim dingin dan pakaian dalam yang tahan dingin atau heatech. Atau jika musim panas, maka yang dibutuhkan adalah kaos yang mudah menyerap keringat dan celana pendek serta topi. Setelah semua siap, silahkan packing dan pastikan lagi jangan sampai tertinggal. Happy packing, tapi ingat jangan sampai terlalu berat ya.

Siapkan Obat-obatan Dan Vitamin

Cuaca yang tidak sama dengan negara kita membuat tubuh akan melakukan penyesuaian pada suhu. Apabila tubuh mampu menyesuaikan diri, maka tidak ada masalah. Namun, ketika tubuh lemah dan suhu berganti secara extreme, maka terjadilah penyakit. Obat-obatan dan vitamin sangat diperlukan dalam kondisi seperti ini. Kadang kala kita melewatkan membawa obat-obatan pribadi karena koper telah penuh, akibatnya traveling menjadi tak menyenangkan. Sekali lagi pastikan membawa obat-obatan yang praktis dalam kemasan kecil dan bisa dimasuk dalam koper yang telah penuh sekalipun.

SIM Card Dan WIFI

Dengan itinerary yang sangat padat dan kamu seorang diri, dibutuhkan koneksi internet dan maps supaya tidak tersesat. SIM Card ataupun WIFI sangatlah membantu kamu dalam mencari tempat tersebut. Belilah SIM Card atau WIFI pada saat kamu sampai ditempat tujuan, khususnya tujuan luar negeri.

Aplikasi Yang Membantu Traveling 


Salah satu aplikasi yang membantu pada saat traveling adalah Anavigo. Anavigo ini merupakan produk Astra yang membantu perencanaan trip, kemudian terdapat fasilitas menemukan tempat sekitar lengkap dengan keterangan, terdapat traffic report dan fasilitas lain yang memudahkan perjalanan kamu semuanya. Silahkan download disini.

Asuransi Traveling 

Biasanya dalam perjalanan khususnya ke Eropa, dibutuhkan suatu Asuransi perjalanan. Namun, sekarang sudah saatnya mengubah paradigma bahwa asuransi dibutuhkan bukan hanya untuk perjalanan ke Eropa saja, melainkan semua perjalanan. Lalu timbul pertanyaan, apakah Asuransi ini mahal? Jawabnya tergantung dari level perlindungan dan tingkat premi yang ditangung. Silahkan cek disini.

Bawa Tongsis Dan Perlengkapan Kamera

Membawa tongsis merupakan kewajiban sebagian orang, namun apabila solo traveler, maka hal ini menjadi sebuah keharusan. Selain akan mempermudah foto diri sendiri, juga sangat berguna untuk mempercepat proses foto. Selain tongsis, bawalah batere cadangan dan kamera cadangan. Tujuannya tak lain tak bukan adalah untuk sebagai bagian dari backup apabila batere utama mati dan kamera utama telah kehabisan semua batere. Disamping itu, bawalah memori card yang banyak, jangan sampai memori kamu telah full pada saat mengunjungi sebuah destinasi. Selain itu, bawalah external hardisk untuk membackup semua file baik foto maupun video setelah beberapa hari traveling.

Baca Maps Dan Notes


Maps tentu saja sangat membantu apabila kita tidak memiliki koneksi ke internet atau pada saat smartphone kita mati. Selain itu, catatlah alamat penting dan hal-hal penting seperti alamat hotel, tempat wisata dan nomor-nomor penting pada saat ditujuan. Hal simple ini kadang sangat dibutuhkan apalagi pada saat terdesak, seperti menanyakan suatu alamat maka notes ini dapat digunakan.

Bawa Uang Secukupnya

Setelah membuat Itinerary dan biaya, maka pada saat traveling, usahakan untuk membawa uang sesuai yang dibutuhkan dan dilebihkan beberapa saja. Resiko bepergian di luar negeri atau di daerah lain di Indonesia, kita tidak pernah tahu. Maka disarankan membawa uang secukupnya sehingga pada saat kehilangan masih bisa terselamatkan dengan kartu kredit atau kartu debit. Jangan lupa untuk memisahkan antara uang dan kartu-kartu lain dalam tempat berbeda sehingga pada saat kehilangan, kita masih memiliki cadangan.

Update Social Media Dan Selalu Hubungi Keluarga

Seringkali kita dianggap pamer karena sering update di social media, namun tidak salahnya untuk terus update di social media. Karena dengan update di social media, keluarga dan teman-teman akan mengetahui dimana keberadaan kita. Sesekali perlu juga menghubungi keluarga melalui whatsapp dimana keberadaan kita. Tentu saja ini akan sangat membantu perjalanan, apalagi untuk seorang solo traveler hal ini harus dilakukan.

Sudahkah kamu melakukan hal-hal tersebut untuk memperlancar travelingmu? Silahkan dipraktekan tips ini ya. Sampai jumpa di tips-tips selanjutnya. 

Serunya Nonton Ketoprak Di Pasar Malam Ngarsopuro Solo


Malam minggu di Solo merupakan malam yang panjang, bagaimana tidak, banyak sekali alternatif hiburan masyarakat yang hadir di sekitar jantung kota seperti di Jalan Diponegoro, Solo. Ngarsopuro Night Market atau lebih dikenal sebagai Pasar Malam Ngarsopuro adalah salah satunya. Dulu, sebelum ditertibkan menjadi kawasan budaya, jalan Diponegoro dipenuhi pedagang elektronik hampir sepanjang jalan, namun semenjak tahun 2009, jalanan ini berubah menjadi sebuah kawasan yang nyaman bagi warga. Jalan ini berhubungan langsung dengan Pura Mangkunegaran, salah satu Keraton terpenting di Solo.

Solo selalu menjadi daftar utama untuk saya kunjungi, dan baru tahun inilah saya dapat mewujudkan impian saya. Bolehlah eforia ini saya rayakan dengan teman yang kebetulan tinggal di Solo. Halim, Jejak Bocah Hilang, secara sengaja mengajak saya ke Ngarsopuro. Tentu saja saya segera mengiyakan saja tanpa berpikir panjang.



Pasar Malam selalu menyajikan sesuatu berbeda disetiap kota, entah karena tradisi, barang yang dijual, atraksi, kuliner dan budaya yang bercampur dalam satu tempat. Di pasar malam ini pula saya dapat merasakan suasana keakraban dan interaksi sesama warga dengan natural. Dan tentu saja menikmati obrolan logat Jawa yang kental dan sangat berbeda dengan kota lain. Karena hal itulah yang membuat saya jatuh hati pada pasar malam. 

Halim muncul tepat dibawah Tulisan Ngarsopuro. Wajahnya tergurat senyum khasnya, sementara kacamata beberapa kali ia betulkan. Kami pun berbincang sebentar sebelum mampir ke es krim Tentrem. Bagi penyuka es krim, wajib mampir ke sini karena enak dan harganya lumayan murah. Selain es krim, terdapat sajian menu tradisional salah satunya nasi liwet. 



Jalan Diponegoro sengaja ditutup setelah maghrib menyambut pasar malam. Ngarsopuro hadir hanya pada saat malam minggu saja, jadi keberuntungan bagi saya dapat menikmati malam minggu disini. Selain pasar malam, ternyata pada waktu itu juga dilaksanakan festival ketoprak, jadi lengkaplah keberuntungan malam itu di Solo.

Festival ketoprak diadakan di depan Pasar Triwindu, sebuah pasar yang menjual barang-barang antik dan langka. Pasar Triwindu berada di tengah jalan Diponegoro. Halaman yang sangat luas menjadi salah satu alasan festival ketoprak diadakan disini. 

Sebelum menonton festival ketoprak, saya sengaja berputar-putar terlebih dahulu melihat barang-barang yang dijual disepanjang jalan. Dan, ternyata tak sekedar barang-barang biasa, namun sangat luar biasa. Sebut saja kerajinan rumah-rumahan yang terbuat dari kayu dan jerami. Kemudian lampu hias warna-warna yang terbuat dari botol plastik bekas minuman. Dan tentunya gantungan kunci berbetuk tokoh kartun yang menarik.


Salut dengan kreatifitas warga Solo dalam menjual barang-barang tak biasa hasil dari kreasi mereka sendiri. Sesuatu yang tak bernilai seperti botol bekas, jerami, kain perca atau lainnya disulap menjadi sesuatu dengan nilai ekonomis yang tinggi. Luar biasa kerennya.Bagi fashion lover, tenang saja karena baju, celana atau kain batik dengan harga murah namun kualitasnya lumayan pun dijual di sini. 


Menonton Festival Ketoprak 


Kapan terakhir menonton ketoprak? Pertanyaan itu mendadak muncul ketika berada di depan Pasar Triwindu. Pasar yang hiruk-pikuk dan penuh barang dagangan berubah menjadi pangung utama. Nampak beberapa lakon memainkan peran. Wajah pria dan wanita telah berubah setelah diberikan make-up pangung. Beberapa lakon memang terlihat lucu sebelum mengelurkan dialognya. Iya, bisa ditebak bahwa kali ini ketopraknya menampilkan adegan humor.

Solo bisa dibilang sebagai kota 'Ketoprak'. Bahkan grup lawak Srimulat pun lahir dari kota Solo ini. Pantas saja pemeran ketoprak rata-rata memiliki keahlian dalam mengocok perut warga dengan dagelan yang dibuatnya. Selain Srimulat, dulu pernah digaungkan ketoprak humor sebagai salah satu ikon ketoprak dan ditayangkan ke seluruh penjuru Indonesia. Tentu saja saya adalah salah satu penikmat tayangan ini pada saat populer di era tahun 90-an. 



Cerita ketoprak mengangkat wajah masyarakat tempo dahulu dengan kostum tradisional jawa. Dialog diucapkan dalam bahasa jawa namun kadang kala terdapat beberapa kalimat dalam bahasa Indonesia. Saya cukup paham karena mengerti bahasa jawa secara umum. Seting pangung cukup sederhana namun terdapat layar besar yang digunakan sebagai background. Walau sederhana namun dapat menampilkan suasana tempo dulu seperti pasar dan bangunan tempo dulu. 

Saya cukup menikmati ketoprak ini sebagai salah satu nostalgia masa kecil dahulu. Dahulu saya sering menonton Wayang Kulit pada saat tetangga mengadakan hajatan, namun sekarang telah bergeser menjadi hiburan lain yang lebih modern. Rasanya ingin sekali membuat ketoprak menjadi satu kemasan hiburan menarik di televisi. Semoga saja ketoprak dan kebudayaan lain dapat menjadi tonton yang ditunggu. Semoga bisa terwujud, amin.