Keutamaan Sahur, Walaupun Hanya Dengan Seteguk Air Putih

Keutamaan Sahur, Walaupun Hanya Dengan Seteguk Air Putih

“Sahur adalah makanan berkah, maka jangan kalian tinggalkan walaupun hanya minum seteguk air...” (HR. Ahmad dan dihasankan Syaikh Al-Albani dalam Shahih al-Jami’, no. 3683).

Hadis di atas sudah cukup menjelaskan betapa Nabi Muhammad SAW sangat menganjurkan umatnya untuk melakukan sahur. Ya, walaupun hanya dengan seteguk air, terpenuhi sudah syarat minimal bagi kita untuk melaksanakan sunah sahur sebelum puasa. 

Kita tak pernah tahu berapa banyak orang yang memang hanya sahur dengan seteguk air. Entah karena kefakiran hingga hanya seteguk air yang ia miliki, atau hanya segelas air yang ia butuhkan untuk memenuhi anjuran sunah dari Nabi yang ia cintai, ia tidak punya kebutuhan dan alasan lain dari sahur kecuali memenuhi anjuran dari Nabi Muhammad SAW.

Teman saya pernah bilang, bangun sahur itu juga berarti sebagai penguat niat berpuasa Ramadan. Bagi yang belum sempat niat berpuasa sebelumnya maka saat sahur itulah kesempatan dia untuk menyatakan niatnya serta memantapkannya. Karena menurutnya tidak sah puasa Ramadan jika tidak diniatkan pada malam hari sebelum puasa.

Dari 4 imam mazhab, hanya Mazhab Hanafiyah yang menyatakan tetap sah puasa Ramadan seseorang jika niatnya diucapkan walau setelah matahari terbit, tapi maksimal sebelum zuhur (tergelincirnya matahari) selama ia belum melakukan  hal-hal  yang  membatalkan puasa. 

Selain itu, Mazhab Syafi'i, sebagai mazhab utama yang dijadikan rujukan bagi kebanyakan warga Indonesia juga menetapkan bahwa niat puasa sebulan penuh hanya berlaku untuk puasa hari pertama, seseorang harus meniatkan kembali setiap malamnya sebagai salah satu syarat sahnya puasa.

Nah, jika malam hari setelah berbuka atau tarawih belum meniatkan puasa, untuk amannya bisa dilakukan saat sahur. Mengingat kedudukan penting dari sebuah niat dalam ibadah, maka mungkin ini pula yang membuat kegiatan sahur menjadi begitu dianjurkan.

Kalau dari sudut pandang ilmu kesehatan, soal sahur dengan seteguk air putih ada khasiatnya atau tidak saya belum tau. Mungkin teman-teman yang paham ilmu gizi dan kedokteran nanti yang akan jelaskan :)  Intinya sih secara awam, makan sahur pastinya berguna untuk memberikan energi yang cukup bagi tubuh saat menunaikan ibadah puasa Ramadan pada siang harinya. 

Air jelas merupakan salah satu elemen yang sangat penting bagi tubuh manusia. Air berperan besar dalam menjaga semua fungsi di dalam tubuh agar tetap berjalan dengan semestinya. Karenanya untuk mencegah dehidrasi tubuh saat puasa saya kira sahur minimal seteguk air putih adalah anjuran atau sunah yang sangat baik untuk dilaksanakan.

Wallahu a’lam bish-shawabi
3 Ramadan 1439 H
Sabtu 19 Mei 2018






Bahas Santai Soal Istilah Ifthor dan Takjil

Bahas Santai Soal Istilah Ifthor dan Takjil

Istilah ifthor atau ifthar dan takjil atau ta'jil sudah terasa umum di telinga, padahal seingat saya sekitar akhir 90an zaman saya SMA istilah ini belum pernah saya dengar. Dari pemahaman umum yang saya tangkap makna ifthor dan takjil ini ada yang menganggapnya sama, ada yang menjelaskan bahwa keduanya berbeda makna tapi berhubungan.
Nah bagaimana sih sebenarnya makna istilah ifthor dan takjil ini? Saya hanya membatasi pembahasan ini hanya soal makna dan artinya dari segi bahasa saja yah bukan soal lainnya.

Ifthor / Ifthar


Mari sejenak perhatikan salah satu varian doa berbuka puasa yang cukup populer ini: "Allahumma laka shumtu,... wa ‘ala rizqika AFTHORTU" ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa ...dan dengan rezeki-Mu aku BERBUKA.

Kata afthortu dalam doa di atas diterjemahkan sebagai "aku berbuka puasa", kata Afthor(tu) dan ifthor memiliki makna yang sama yaitu berbuka puasa dengan makan atau minum yang merupakan rezeki dari-Nya. Jadi ifthor itu kegiatan membatalkan puasa, dalam hal ini berbuka puasa. Jika ditelusuri lebih jauh kata afthor(tu) dan ifthor berasal dari kata yang sama dengan fitri dalam kata IdulFitri. (Saya sudah pernah bahas soal sila baca di Perbedaan Fitri dan Fitrah ).

Jadi arti kata atau istilah ifthor atau iftar atau ifthar itu adalah lebih dimaksudkan pada kegiatan berbuka seperti dalam doa berbuka puasa di atas, bukan istilah pengganti pada jenis makanan seperti pemahaman saya sebelum mencoba memahami lebih jauh istilah ini.

Untuk lebih mudahnya ada istilah yang juga sudah populer di kalangan teman-teman pengajian yang disebut "Ifthor jama'i".  Ifthor jama'i sama artinya dengan "berbuka puasa bersama" atau yang sering disingkat "bukber". Penggunaan kata ifthor di sini sudah tepat karena berarti "kegiatan berbuka puasa" di tambah kata "jamai" yang berarti "berjamaah atau bersama-sama" sehingga dapat memperjelas pemahaman kita akan makna kata ifthor dengan lebih mudah.

Buka Puasa Ramadan Bahas Santai Soal Istilah Ifthor dan Takjil
Buka Bersama KABASA Ramadhan 1435/2014


Takjil / Ta'jil

Kata takjil atau ta'jil ini agak lebih sulit bagi saya untuk menjelaskannya dengan mudah. Alhamdulillah kata Takjil atau Ta'jil sudah masuk dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Kata Takjil dalam KBBI dijelaskan sebagai sebuah kata kerja yang berarti mempercepat (dalam berbuka puasa) silakan cek di https://kbbi.web.id/takjil

Penjelasan KBBI ini juga sesuai dengan hadis masyhur tentang menyegerakan berbuka puasa yang di riwayatkan oleh beberapa ulama hadis seperti Bukhari, Muslim, Ad Darimi Hadis No 1637, Hadits Malik No.562 dst dengan redaksi yang kurang lebih sama: “Laa yazaalu an-naasu bikhairin maa ‘ajjaluu al-fithra”, yang artinya “Terus-menerus manusia berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka puasa.” Kata di akhir hadis itu berbunyi ‘ajjaluu al-fithra yang diartikan menyegerakan atau memprioritaskan berbuka puasa.

Kata ‘ajjaluu dalam hadis itu bermakna sama dengan takjil yang berarti menyegerakan, kata al-fithra sudah kita bahas sebelumnya bahwa maknanya sama dengan ifthor, ifthar yaitu berbuka puasa, semakna dengan maksud kata fitri/fithri dalam kata aidulfithri yang ditulis dalam Bahasa Indonesia menjadi IdulFitri.

Jadi sudah jelas yah? Makna dari kata Takjil adalah menyegerakan atau memprioritaskan sedangkan arti kata ifthor adalah berbuka puasa. Dua kata ini akan sering ditemui bergandengan dalam banyak hadis karena merupakan keutamaan yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW.

Arti Istilah Ifthor dan Takjil sesungguhnya

Apapun istilahnya selama kita paham maksudnya saya kira tridak ada masalah dalam komunikasi :)
Selamat berbuka puasa dan berbagi kebahagian dengan berbagi makanan untuk berbuka puasa.

Wallahu a’lam bish-shawabi
2 Ramadan 1439 H
18 Mei 2018

Soal Ziarah Atau Nyekar Sebelum Ramadan

Soal Nyekar alias Ziarah Sebelum Ramadan
Makam Kakek Nenek di Bila Ugi Sabbang Paru Wajo Sulsel
Kenapa para orang tua dahulu menganjurkan kita sebelum berpuasa untuk ziarah atau nyekar ke makam keluarga?

Sependek yang saya pahami, kegiatan ziarah sebelum memasuki bulan Ramadan itu bukan untuk mengistimewakan waktu berziarah, tapi adalah bagian tidak terpisahkan dari rangkaian persiapan menyambut ramadannya. Nabi Muhammad SAW tidak mengatur secara khusus kapan waktu ziarah. Karenanya kita bebas mengatur sesuai kebutuhan, misalnya hari sabtu berziarah maka hari minggunya dapat digunakan untuk bersilaturahim kepada kerabat yang masih hidup. Demikian menurut saya hikmah mengapa tidak ada pengaturan kapan waktu yang dianjurkan untuk berziarah.

Tujuan dari ziarah utamanya adalah untuk mengingatkan kita bahwa dunia ini hanya sementara, segalanya akan ditinggalkan pada waktunya. Tegasnya "untuk mengingatkan pada akhirat" seperti dijelaskan dalam sebuah hadis tentang tujuan dari ziarah kubur. 

Ziarah itu selain bisa kapan saja dilakukan juga dapat dilakukan ke makam siapa saja,  namun jika dilakukan kepada makam keluarga atau orang-orang yang kita kenal saat hidupnya diharap akan dapat mengingatkan kita bagaimana saat almarhum hidup dan bagaimana saat ini, setelah akhirnya dikuburkan. Dengan begitu pelajaran yang kita dapatkan akan lebih mengenai sasaran. 

Sebagian orang tua juga menjelaskan tujuan berziarah juga untuk memohon maaf atas kesalahan-kesalahan kita dan mendoakan ahli kubur. Idealnya, sebelum memasuki bulan puasa kita disarankan untuk saling berma'afan, baik kepada keluarga yg masih hidup ataupun yang sudah tiada. Jika kepada yang masih hidup kita dapat saling meminta ma'af atau berma'af-ma'afan, namun jika kerabat tersebut sudah meninggal, menurut saya kita hanya bisa mengakui kesalahan-kesalahan kita dan mengikhlaskan segala apa yang telah terjadi antara kita dengan almarhum.

Berziarah seperti itu sebelum puasa, selain bertujuan membersihkan kuburan, mencabuti rumput liar dll,  idealnya diharapkan juga dapat membersihkan dan meluruskan niat kita sebelum benar-benar memasuki bulan Ramadan. Amiin.
Soal Nyekar alias Ziarah Sebelum Ramadan
Makam Kakek Nenek di Bila Ugi Sabbang Paru Wajo Sulsel
Soal istilah nyekar sendiri katanya berasal dari kata Bahasa Jawa "Sekar" yang berarti bunga. Tradisi nyekar ini dari kebiasaan menabur bunga (jenis bunga yang biasa digunakan kanthil, kenanga, dan mawar atau melati) ke kuburan kerabat yang didatangi. Tradisi ini terkait dengan tradisi dan budaya masyarakat yang tujuannya adalah semacam penghormatan dengan memberikan bunga dan agar ada aroma wewangian  untuk mengisi suasana. Soal tradisi ini saya kurang paham, selama tradisi ini tidak dimaknai macam-macam dan bermanfaat saya kira boleh-boleh saja dilakukan.

Mengenai adab saat berziarah sudah banyak yang mengulasnya, saya hanya sedikit mengulangnya agar saya sendiri ingat kembali. Antara lain:

Niat yang benar: Semua hadits tentang ziarah kubur menjelaskan hikmah dari ziarah kubur, yakni untuk mengambil pelajaran seperti di dalam hadits Ibnu Mas’ud : “Karena di dalam ziarah terdapat pelajaran dan peringatan terhadap akhirat dan membuat zuhud terhadap dunia”.

Untuk itu, berziarah kubur idealnya membuat kita dapat mengambil pelajaran bahwa terbatasnya usia atau umur manusia dan saat dikuburkan tidak ada harta ataupun apa yang dimiliki di dunia ini yang dibawa ke dalam kubur. Semuanya akan kembali sebagaimana terlahir tidak membawa apa-pun. Jasad terurai dan ruh akan dimintai pertanggungjawaban. Segala amalan ibadah sudah terputus kecuali 3 hal yang masih dapat terus mengalirkan pahala.

Mengucapkan salam dan doa sebagaimana diajarkan: “Salam keselamatan pada kalian para ahli kubur kaum mu’minin dan muslimin, mudah-mudahan Allah merahmati orang-orang yang mendahului kita dan orang-orang yang belakangan, dan kami Insya Allah akan menyusul kalian, kami memohon kepada Allah keselamatan bagi kami dan bagi kalian”. [HR. Muslim 2301].

Tidak menginjak atau duduk-duduk di atas kuburan: “Sungguh, sekiranya salah seorang diantara kalian duduk di atas bara api hingga membakar pakaiannya lalu sampai ke kulitnya, adalah lebih baik baginya daripada ia duduk di atas kuburan.” [HR. Abu Dawud nomor 2809 dan dishahihkan oleh Syeikh Muhammad Nashiruddin al Albani dalam shahih Abu Dawud].

Wallahu a’lam bish-shawabi
1 Ramadhan 1439 H (2018)




6 Tips PDKT Ke Gebetan Bertipe ENFP

6 Tips PDKT Ke Gebetan Bertipe ENFP
Soal ini sebenarnya soal yang menyangkut ilmu psikologi, hanya saja berdasarkan pengalaman hidup sebagai orang bertipe ENFP (katanya test ini itu) sedikit banyak ini menyangkut narsisitas, karenanya saya perlu untuk menerjemahkan artikel berbahasa Inggris tulisan dari Mpok Heidi Priebe yang berjudul 7 Things You Should Know Before You Date An ENFP untuk membantu adik-adik saya berhadapan dengan tipe-tipe manusia ENFP yang hidup sesukanya, ngeselin dan susah diatur. Yah seperti saya yang ENFP juga sih 😊.

Tapi saya hanya menerjemahkan versi suka-suka hanya 6 saja, kalau mau tahu tips ke-7 yah baca saja artikel aslinya hehehe. Woles saja, saya juga menggunakan Google Translate saat membacanya kok.

Jadi menurut Mpok Heidi Priebe, orang-orang ENFPs adalah tipe orang yang menggunakan prinsip "semua-atau-tidak sama sekali" dalam kehidupannya, termasuk dalam hal urusan asmara. Mereka membangun hubungan romantis yang serius, dengan pendekatan yang melibatkan antusiasme dan kehangatan. Mereka yang berkepribadian ENFP mendambakan hubungan yang bermakna dengan pasangannya dan cenderung untuk memutuskan hubungan sejak awal jika ia tidak merasakan adanya hubungan yang bermakna itu. Konon katanya tipe ENFP ini paling cocok dengan INFJ atau INTJ - mereka menawarkan alasan, analisa yang kontras dan kreatif bagi seseorang berkepribadian ENFP.

6 Tips PDKT Ke Gebetan Bertipe ENFP

Jadi apa trik atau tips untuk menundukkan orang-orang bertipe ENFP yang eksentrik dan kadang bikin gondok? Ini 6 Tipsnya:

1. Tantang mereka.

Diskusi yang berkualitas adalah foreplay utama untuk ENFP. Mereka akan sangat bersemangat dalam mengeksplorasi ide-ide baru dan menghargai siapa pun yang dengan cerdas dapat menantang cara berpikir mereka. Pokoknya, diskusi yang baik adalah kencan pertama yang tepat. Semakin banyak ide-ide yang Anda bawa, Anda akan semakin seksi bagi orang-orang ENFP. Rayuan bagi mereka, dimulai dalam pikiran. Soal tempat bisa di mana saja yang sekiranya kondusif dan bisa membuat nyaman.

2. Konsisten

Kepribadian orang-orang ENFP adalah "Semua atau Tidak Sama Sekali", itulah mengapa mereka kadang lebih dikenal sebagai orang yang pendiam/pasif dan sensi serta mengutamakan intuisi dalam menilai. Tipe INTJ dan INFJ akan menjadi pasangan romantis yang terbaik untuk sifat-sifat seperti itu. Sahabat yang secara konsisten dapat berperan introspektif adalah Ying untuk seorang ENFP yang sangat pencemburu dan posesif (Yang). Seperti anak-anak, ketertarikan alaminya akan lebih nyaman dengan pemikiran-pemikiran yang terstruktur dan bermakna.

3. Berpikiran Terbuka

ENFP adalah tipikal "orang aneh". Semakin cepat Anda menerima kenyataan itu maka ke depannya akan lebih mudah bagi Anda. ENFP cenderung tidak konsisten, mereka selalu memiliki rencana dan agenda baru "setiap detik", kadang pemikirannya dapat bertentangan satu sama lain dan berujung pada kesimpulan yang tidak ada hubungannya dengan topik masalah. Sifat tertutup mereka lah yang secara alami telah melatihnya mahir untuk mengubah sebuah topik. Mereka berpikir jauh dan dapat mengubah pemikirannya dalam waktu singkat, namun mereka dapat menyenangkan jika Anda tetap terbuka untuk topik-topik baru, aktivitas baru dan keputusan baru untuk meraih sebuah tujuan. Karakter ENFP cukup menyenangkan dan jarang mengecewakan.

4. Pertahankan Pendapat Anda Ketika Itu Penting

Para ENFP adalah kombinasi antara berpikiran terbuka dan keras kepala. Mereka akan dengan gigih mempertahankan pendapatnya jika itu ia anggap penting sekaligus dapat menghargai orang yang gigih mempertahankan pendapatnya. Itulah mengapa orang-orang ENFP dapat memahami jika Anda menjelaskan skala prioritas Anda dan gigih mempertahankannya. Pribadi ENFP bukan tipe pemaksa dan karenanya mereka juga tidak suka dipaksa. Mereka dapat memahami dan mengubah cara berpikirnya jika Anda dapat mengajaknya berdiri di sudut pandang Anda, dengan intuisinya para ENFP mampu melihat dari sudut pandang Anda (walau dalam versi mereka sendiri) jika mereka mau.

5. Berikan Umpan Balik

Orang-orang berkepribadian ENFP mengembangkan hubungannya dengan komunikasi. Mereka akan berusaha untuk membuat pasangan mereka bahagia, namun demikian hal tersebut tidak selalu berjalan dengan mulus. Contohnya jika ia sangat bersemangat membuat semacam pesta kejutan namun berjalan tidak sesuai dengan yang diharapkan. Hal terbaik yang dapat dilakukan adalah tetap mengapresiasi niatnya dan menjelaskan bahwa ada cara lain untuk melakukannya dan hasilnya mungkin akan sesuai dengan harapan. Orang-orang ENFP memang perasa dan mudah tersinggung dengan kritik langsung, namun sangat menghargai hubungan, Jika mereka melakukan kesalahan, mereka jelas ingin mengetahui di mana letak kesalahan itu untuk memperbaikinya di lain waktu.

6. Buat Mereka Merasakan Kebebasan

Hal yang paling dibenci oleh para ENFP adalah dikekang. Sementara mereka mudah terlibat dalam hubungan persahabatan yang akrab namun mereka bukan tipe pribadi yang mudah mengesampingkan perkembangan dirinya sendiri. Hubungan yang sehat bagi pribadi ENFP adalah sama-sama tumbuh dengan saling asah, asih, asuh dan tidak stagnan tanpa perkembangan.

Cukup itu saja, walau di artikel aslinya ada 7 tips tapi karena tips ke-7 itu menggunakan bahasa perumpamaan, maka sebaiknya Anda membaca sendiri artikel aslinya dan meraba-raba apa maksudnya. :)

Oh iya, hanya dengan membaca ini saja tidak akan cukup untuk modal menundukkan seorang bertipe ENFP, lagi pula mereka bukan tipe yang perlu untuk ditundukkan kok. Artikel ini setidaknya dapat menjadi wawasan awal jika ingin menjalin hubungan yang lebih serius dengan kenalan atau sahabat berkarakter ENFP. Kalau kamu sudah membaca artikel ini sampai habis dan belum mengerti apa itu ENFP yah baca juga artikel ini: ENFP: Giving life an extra squeeze!, judulnya saja yang berbahasa Inggris, artikelnya sih Bahasa Indonesia :)

Happy weekend :)


Kopi dingin dan hujan dini hari

Kopi dingin dan hujan dini hari

Segelas kopi menemaniku menunggu Bang Tama pulang kerja malam ini. Hujan seperti sengaja menambah gelisah mengingat jalanan Babelan yang rusak dan licin saat hujan. "Semoga bapak baik-baik saja yah nak" gumamku sambil mengelus perut yang berisi buah cinta kami.

Kalau mau diceritakan tentang hal termanis yang masih terus teringat tentang Bang Tama, mungkin itu adalah saat pertama kali aku perbolehkan Bang Tama mengantarku pulang. Iya, sudah beberapa kali dia menawarkan diri untuk mengantarku, tapi entah kenapa aku tidak mengizinkannya, hingga malam itu.

Ya, malam itu, malam saat langit Babelan sepertinya sedang bersekongkol dengannya. Gerimis yang tiba-tiba datang membuat satu persatu kawan seperjalananku pulang meninggalkan aku. Tanggung jawab sebagai panitia membuatku tidak bisa meninggalkan rapat-rapat penting seperti kawan yang lain. Aku rasa semua pun demikian jika tidak memiliki agenda acara yang bentrok.

"Tau gak apa yang bikin abang suka ama rapat-rapat yang kayak tadi Ros?" tanyamu membuka obrolan.
"Apaan bang?" tanyaku.
"Bisa ketemu Rosmah lah"
"Apaan? gak kedengeran bang" balasku pura-pura tidak mendengar dan ingin memastikan apa yang barusan kudengar.

"Cuma dalam rapat abang bisa ketemu eneng, rapat semalem suntuk ge ora ngapah-ngapah abang mah asal ada Rosmah ikutan rapat" jawabmu sambil tertawa.

Kemudian perjalanan menuju rumah terasa sangat cepat sekali, aku masih ingin berboncengan ketika motornya berhenti karena sudah sampai di rumahku.

"Makasih yah bang, kapan-kapan boleh dah mampir, kalo sekarang mah udah malem, gak enak ama tetangga, dah yak, assalam mualaikum" potongku cepat dan berbalik menuju ke rumah.

Hari-hari berikutnya waktu terasa berjalan lambat, kuliah seakan hanya menghitung hari, senin, selasa, rabu, kamis, alhamdulillah sudah jumat, besok aku bisa bertemu lagi dengan Bang Tama. Walaupun hampir tiap waktu luang kami selalu bertukar sapa di WhatsApp dan Facebook, namun tidak ada yang bisa menggantikan pertemuan langsung.

-----

Sabtu malam Minggu 15 April 2017, aku kembali bertemu Bang Tama dalam rapat terakhir dan persiapan gladi bersih acara milad komunitas kami yang pertama. Semua anggota berkumpul untuk berdoa bersama. Seluruh panitia hadir dalam suasana serius tapi santai, canda penuh keakraban mengisi acara tumpengan di aula gedung Karang Taruna Desa Babelan Kota malam itu.

"Tam, Rosmah bantu-bantu bagian konsumsi juga yah? Kayaknya temen-temen bakalan kerepotan nih ngurus konsumsi tamu" kudengar bang Raihan seakan meminta izin kepada Bang Tama.

"Tanya langsung orangnya dah, dia repot gak di seksi acara, tar gua bantuin juga dah ngurusin konsumsi tamu" kudengar Bang Tama menjawab cepat dan menatapku. Aku hanya tersenyum dan mengangguk tanda setuju. Kemudian Bang Raihan dan teman-teman kembali mendiskusikan tugas-tugas panitia untuk acara besok.

Entah kenapa telinga ini sekarang lebih tajam menyimak apa saja kalau menyangkut Bang Tama. Seakan-akan telinga ini punya radar yang menyala kalau mendengar nama Bang Tama disebut.

Tapi kenapa pula Bang Raihan meminta izin ke Bang Tama?, jangan-jangan semua teman sudah tahu ada hubungan khusus antara aku dan Bang Tama. Padahal kami jarang sekali bertemu, paling hanya acara-acara tertentu dan yah acara di komunitas ini, komunitas yang telah mempertemukan kami.

----

Perhelatan Milad pertama organisasi kami berjalan lancar, ratusan tamu datang dan pergi dihibur dengan alunan musik dan suara Bang Andri Goden dan kawan-kawan dari Getah Bacang, band musik Betawi yang cukup ternama di Bekasi. 

Usai acara, rasa gembira dan bangga tentu saja kami rasakan karena acara besar pertama kami telah berjalan lancar dan sukses. Namun di balik kisah sukses selalu ada kisah kerja keras, keyakinan, keringat dan juga lelah. Kami semua belajar bersama dengan gembira, saling mengisi dan saling menumbuhkan, hal yang mungkin tidak akan aku dapatkan jika aku tidak ikut berorganisasi dalam komunitas.

Namun ada kejadian yang membuat aku kesal sebenarnya. Saat acara aku melihat Bang Tama ngobrol mesra dengan Maya yang hadir di acara. Aku gak melarang Bang Tama menemui siapa saja di acara, dan aku juga gak bisa melarang Maya untuk datang, tapi aku tidak suka saja melihat Bang Tama ngobrol dengan Maya. Apakah ini yang namanya cemburu?

Aku cerita sedikit yah tentang siapa Maya? 
Maya dulu adalah teman akrab Bang Tama, aku tahu dulu Bang Tama juga sering mengantar dan menjemput ke rumah Maya di Wates Kedung Jaya. Aku tidak tahu pasti bagaimana tapi aku dengar dari teman-teman bahwa selanjutnya mereka saling menjauh. Terakhir yang aku tahu Maya sudah keluar dari komunitas dan Bang Tama sepertinya juga sudah tidak pernah lagi ke Wates menemuinya. Dari seorang teman aku mendegar hubungan mereka tidak direstui oleh orang tua Maya, mungkin faktor itu yang membuat Maya tidak pernah lagi berkumpul dengan kami dan akhirnya keluar dari komunitas. Mungkin saja sih, aku juga tidak begitu paham masalahnya.

"Dar, gua ke toilet dulu yak, ganti'in gua jaga stand konsumsi bentaran plisss" pintaku pada Asnidar.
"Ok, jangan lama-lama Mah, romannah tamu mingkinan banyak bae" jawab Asnidar.
"Gak, bentar doang ge' balik" jawabku sambil menuju Aula tempat penyimpanan persediaan konsumsi.
Aku lirik Bang Tama masih ngobrol dengan Maya, rasanya ingin cepat-cepat sampai ke Aula dan menangis sebebasnya. Entah apa yang aku pikirkan saat itu, perasaanku kacau, tapi sengaja aku mengambil jalan yang bisa dilihat Bang Tama.

Benar saja, tidak beberapa lama Bang Tama sudah menyusul. Ah, biarkan saja dia melihat aku menangis, biar dia mengerti aku tidak suka melihatnya dekat dengan Maya lagi.

"Nah ini dia, dicari'in ke mana-mana enggak taunya ada di marih. Rosmah, dicari'in Asnidar tuh" bujuk Bang Tama.
"Oh jadi Abang ke mari cuman mau ngasih tau itu? Saya udah tau bang, bentar lagi ge' balik kalo udah tenang perasaan saya" ketusku.
"Romanah ada yang lagi purik, Abang temenin dah yak"
"Ora usah bang, bagen saya dewekan di marih, udah Abang duluan ajah tar saya nyusul"
"Ogah ah, Abang maunya di marih, nemenin eneng"
"Lah ntuh pan ada Maya di sonoh, Abang temenin Maya ajah gih" jawabku sambil pindah duduk menjauh dari Bang Tama yang duduk di sebelahku.
"Mayanya udah pulang, tadi sempet nitip salam buat Rosmah" jawab Bang Tama perlahan.
"Iya makasih, salam balik, abang ora nganterin bang? dulu kayaknya sering dah nganter jemput" jawabku sambil membersihkan air mata yang sudah mulai berhenti.
"Udah lama ora pernah lagi neng, Abang ama Maya udah temen biasa, udah yuk, nanti abang ceritain semua dah selengkap-lengkapnyah, sekarang mendingan kita ngurusin tamu aja dulu yuk" ajak Bang Tama.
"Masih ama Maya juga ora apa-apa bang saya mah, iya udah abang aja duluan, tar saya nyusul"
"Hmmm nti abang jelasin dah Mah, sekarang kita balik ke acara aja dulu, bareng ajah yuk"
"Udah Rosmah ora ngapa-ngapa, Abang duluan aja, saya belakangan"
Bang Tama akhirnya meninggalkanku sempat aku lihat dia mengangkat sekardus air mineral lalu kemudian pergi.

Aku memang pernah mendengar Bang Tama dan Maya tidak direstui oleh orang tua Maya, tapi aku masih tidak percaya Bang Tama bisa melupakan Maya secepat itu, mereka dahulu setahuku cukup akrab dan mesrah. Ah, mungkin benar, ini yang namanya rasa cemburu.

-----

Sekian waktu telah berlalu sejak acara Milad komunitas kami, kegiatan semakin banyak, aku dan Oliv dipercayakan mengelola Seksi Pendidikan, ini menarik, selain sesuai dengan jurusan kuliah, ini dapat menambah wawasan dan mengaplikasikan ilmu yang aku dapat semasa di kampus.

Hubunganku dengan Bang Tama juga semakin baik, kami sudah saling mengenal keluarga masing-masing. Bang Tama juga sudah semakin sering mampir ke rumahku.
"Bang, Seksi Pendidikan enaknya ngapain yak?" pancingku suatu waktu saat Bang Tama mampir sepulang kerja.
"Ngajar bocah SD ajah, sekalian praktek, biar kepake ituh ilmu PGSD di kampus" jawab Bang Tama bersemangat.
"Tapi di sekitar rumah susah ngumpulin bocah SD Bang, mau dikumpulin di rumah juga tempatnya sempit" kali ini aku utarakan sekalian niatku.
"Ya udah, nti abang coba kumpulin bocah deket rumah abang, kebanyakan sih masih keponakan" jawab Bang Tama seperti merencanakan sesuatu.

Aku tahu di sekeliling rumah Bang Tama memang suasana kekeluargaaannya masih kental, namun aku masih ragu soal tempat. Anak-anak pasti akan kurang leluasa kalau teras rumah Bang Tama yang digunakan untuk berkumpul dan belajar. Ah semoga ada solusi mengenai tempat belajar yang menumbuhkan dan membuat anak-anak leluasa berekspresi.

Tidak beberapa lama aku dengar kawan-kawan menggagas sebuah Taman Baca yang didirikan persis di depan rumah Bang Tama. Aku menduga ini pasti ada hubungannya dengan pembicaraan kami waktu itu. Tapi aku tidak dapat memastikannya, lagi pula itu adalah usul dari beberapa kawan yang terinspirasi dari TBM Rumah Pelangi Bekasi di Sukawangi.

Kopi dingin dan hujan dini hari

Saung itu juga hasil kerja bersama teman-teman komunitas dan warga sekitar, malu jika aku mengaggap itu adalah jawaban dari persoalan tempat belajar yang Bang Tama persembahkan kepadaku. Namun demikian bolehkah aku menamakan saung ini "Taman Baca Kita"? Iya, kita... kita semua, tapi kalau kamu mau mengartikan  kata "kita" sebagai aku dan kamu... yah aku juga tidak keberatan kok.

Dengan bantuan banyak pihak akhirnya komunitas kami memiliki sebuah saung yang salah satu fungsinya digunakan sebagai taman baca. Buku-buku dan alat-alat belajar sedikit demi sedikit mulai terkumpul, kekompakan dan solidaritas kawan-kawan semakin tampak, mimpi yang sepertinya mustahil kini sediki mulai mewujud dan membuatku harus menyambutnya dengan dedikasi dan keseriusan. Bukankah dari keterbatasan itulah lahir kreativitas? 

Aku jadi ingat potongan kalimat Tere Liye di buku – Negeri Di Ujung Tanduk [2003].
“Kau tahu, Nak, sepotong intan terbaik dihasilkan dari dua hal, yaitu, suhu dan tekanan yang tinggi di perut bumi. Semakin tinggi suhu yang diterimanya, semakin tinggi tekanan yang diperolehnya, maka jika dia bisa bertahan, tidak hancur, dia justeru berubah menjadi intan yang berkilau tiada tara. Keras. Kokoh. Mahal harganya.
“Sama halnya dengan kehidupan, seluruh kejadian menyakitkan yang kita alami, semakin dalam dan menyedihkan rasanya, jika kita bisa bertahan, tidak hancur, maka kita akan tumbuh menjadi seseorang berkarakter laksana intan. Keras. Kokoh.”
Kalimat itulah yang aku tanamkan saat melihat anak-anak yang belajar di taman baca semakin banyak. Dari pelajaran sekolah, Bahasa Inggris dan belajar komputer mulai rutin kami laksanakan. Semoga anak-anak ini kelak akan menjadi intan-intan yang bertaburan, indah menghias kampungnya, Kampung Pangkalan, Desa Kedung Pengawas Kecamatan Babelan Kabupaten Bekasi.

---------------

Sabtu, 28 April 2018 dini hari. Gerimis masih belum mau reda. Masih menunggumu pulang sambil menikmati kopi dingin. "Yah semoga bapak baik-baik saja di jalan yah nak, amiin". []


KEPALA BEKAKAK JIMAT JUDI

KEPALA BEKAKAK JIMAT JUDI

Kampung Pekuning/Pakuning (saya dulu menyebutnya Pulo Kuning), terletak di Desa Sukarapih Kecamatan Tambelang Kabupaten Bekasi. Dahulu saat saya kecil desa ini adalah sebuah desa dengan hamparan sawah dan ladang yang subur membentang. Keseharian saya hanya mencari ikan (ngebak) dan memancing saat siang. Sesekali ikut ngobor lindung dengan Lampu Petromax saat malam seusai bubar pengajian mengisi ingatan saya kalau mendengar nama kampung ini disebut.

Suasana malam yang sepi akan berubah menjadi ceria kalau ada keriyaan (keramaian hiburan hajatan), layar tancap bisa menjadi alasan untuk berkumpul bersama teman-teman dan menginap di mana saja, pulang pagi sudah pasti. Setelah hampir 30 tahun, samar-samar hanya beberapa nama yang masih mampu saya ingat.

Soal kenangan masa kecil saya di sana banyak sekali, salah satunya, yang masih sering diceritakan keluarga besar yaitu... Saat Nyak Aji (demikian saya memanggilnya sejak kecil) mengadakan keriyaan besar-besaran sunatan anak bungsunya. Kerabat saudara dari mana-mana datang berkumpul, menginap dan ngobrol sampai larut malam. Saya suka mencuri dengar kalau orang-orang tua sedang berbincang bebas, kisah-kisah apa saja saya dengar termasuk cerita soal bekakak. Entah dari siapa saya mendengar cerita bahwa kepala bekakak ayam adalah jimat menang judi. Saat itu saya sedang suka-sukanya main koplok (dadu koprok), biasanya lapak judi dadu koplok ini di bagian belakang layar tancap.

Dari cerita yang saya dengar tentang jimat judi itulah kehebohan saat sunatan adik sepupu saya ini berawal, saya tahu benar seluk beluk rumah Nyak Aji dan di mana bekakak ayam bakar akan disimpan. Kehebohan terjadi karena ayam bekakak hilang dari pendaringan, saya sebenarnya hanya mengincar kepalanya saja, tapi membayangkan rasa lezat bekakak ayam bakar menggoda saya, akhirnya bekakak tersebut saya ambil seluruhnya dan saya makan di kolong tempat tidur di mana saya biasa menginap. Saya gak sendirian bersama saudara-saudara yang sebaya saya menikmati ayam bakar yang gak bisa setiap hari ditemukan.
Ayam Bekakak
Ayam Bekakak (ilustrasi)
Banyak yang marah kepada saya, tapi ada juga yang mendukung saya, termasuk nenek saya dan Nyak Aji yang merupakan kakak ibu saya ini. Mereka membela saya karena pada dasarnya mereka tidak setuju dengan hal-hal klenik seperti itu. Sebagian hanya bisa memaklumi kenakalan saya sebagai kenakalan anak kecil yang belum tau apa-apa.

Apakah saya menang saat main judi dadu koplok malamnya? Ternyata enggak, malah kepala ayam yang saya simpan di kantong celana dikerubuti semut dan bikin gatal, akhirnya saya buang jimat yang sudah dikerubuti semut itu.

Sehat selalu Nyak Aji.
Alfatiha buat Baba Aji, Uwak, Engkong, Ende dan kerabat yang sudah almarhum.

Nasehat dari Lois Lane dan Tony Stark

 “Darkness is not just the absence of light; it’s the conviction that the light will never return.” 

Darkness is not just the absence of light; it’s the conviction that the light will never return., quote ini saya kutip dari narasi Lois Lane (Amy Adams) di akhir film Justice League (2017). Narasi yang bagus, karena bisa mewakili inti dari cerita film berdurasi 110 menit ini. Selebihnya tentang film Justice League bisa baca review-nya di.... cari sendiri ajah.

Saya menerjemahkan kalimat di atas dengan bebas menjadi; Kegelapan terjadi bukan saja karena tidak adanya cahaya, tapi terkadang karena keputusasaan untuk berharap terang akan kembali, (berkeyakinan bahwa gelap adalah hal yang lumrah).

Lois Lane dan Superman

Terbiasa sangsi atau menyerah memimpikan sinar, menerima apa adanya hidup dalam kegelapan. Sebagian ada yang tidak siap memperlihatkan wujud asli yang selalu bersembunyi dalam gelap. Beberapa yang kuat menolak ternyata selama ini mengaku-aku bahwa dialah cahaya, hingga sekuat tenaga menutup akses cahaya yang sebenarnya... ngomong apa sih Sot? :D

Quote di atas mengajarkan kita agar tidak begitu saja menyerah pada nasib, karena belum tentu kegelapan itu nasib kita. Sedikit menyinggung masalah keyakinan juga, kalau kita tidak yakin bahwa akan ada "terang" di ujung mimpi kita, maka akan sulit bagi kita untuk dapat menerima ide-ide dan cita-cita apalagi berjuang untuk mengubah situasi. Minimal kalau tidak percaya akan adanya terang, jangan ganggu mereka yang percaya dan sedang memperjuangkan mimpinya.

Jika ada pihak-pihak yang mengambil keuntungan dari situasi kegelapan maka pihak-pihak itu tentu tidak tinggal diam terhadap upaya-upaya mereka yang percaya akan terang saat berusaha mewujudkan cita-citanya. Banyak caranya, saya sering kok bertemu langsung atau tidak langsung orang-orang yang memperjuangkan kegelapan. Pihak-pihak begini dengan cepat dapat mengubah pihak-pihak yang netral menjadi pro status quo, menjadi bagian dari "pejuang kegelapan".

Tinggal kita menentukan pilihan, jika kita percaya akan cita-cita kita menggapai hak hidup di jalan yang terang maka tentu itu tak mudah. Namun demikian, jika kita yakin dan mau berjuang maka tidak ada satu pun rintangan yang dapat menghalangi, sebaliknya jika kita tidak percaya dan hanya menyerah pada keadaan maka tidak ada satu pun yang dapat membantu. Gak tau nyambung atau enggak deh penjabarannya :D

Kok jadi panjang? dalam menulis blog "kalau bisa panjang ngapain dipendekin?" :).

Sebelum nonton Justice League, saya nonton Spider-man Home Coming yang lumayan menghibur karena bercerita tentang Peter Parker/Spider-Man masa remaja sekitar 15-16 tahun, ya film ini menurut saya masuk dalam genre "film remaja". Di film ini saya tertarik dengan kata-kata Tony Stark (Robert Downey, Jr.) kepada Peter Parker (Tom Holland) saat menghukum dan mengambil kembali kostum Spider-man buatannya yang dianggap telah disalahgunakan oleh Parker.
"If you’re nothing without this suit, you shouldn't have it"

If you’re nothing without this suit, you shouldn't have it

"If you’re nothing without this suit, you shouldn't have it" kata Tony Stark. Artinya kurang lebih "Jika tanpa "pakaian" itu kamu bukan siapa-siapa, maka kamu tidak pantas memilikinya". Menurut saya ini lucu, coba kalimat itu dikembalikan kepada Tony Stark, jika tanpa pakaian tempur Iron Man memangnya siapa Tony Stark?

Jadi inget ketika Barry Allen (Flash) bertanya kepada Bruce Wayne  (Batman) mengenai kekuatan super yang dimiliki Batman, lalu Bruce Wayne menjawab "I'm rich". Kalau Bruce Wayne walaupun dengan intonasi humor menjawab kekuatan supernya adalah kekayaan, maka sebelas dua belas dengan Tony Stark, ya gak sih?

Kalau quote ini bisa diartikan banyak cara, bisa sebagai cermin agar kita jujur melihat diri kita sendiri sebelum menasehati orang lain, bisa juga sebagai motivasi agar kita memperpantas diri sebelum "menggunakan pakaian" yang akan menjadi identitas kita.

Kata "pakaian" ini banyak maknanya, dalam fim yang dimaksud pakaian ini adalah kostum Spider-Man yang serba canggih dengan berbagai tekhnologi mutakhir seperti milik Ironman. Tapi dalam kehidupan sehari-hari kata "pakaian" dapat kita asosiasikan dengan banyak hal, contohnya sebagai segala sesuatu yang kita gunakan untuk menegaskan identitas, termasuk di sini image branding, jabatan, gelar dst baik formal maupun informal.

spiderman suit technology

Jangan sampai "pakaian" itu kita gunakan sebelum kita pantas menggunakannya, selain hanya merendahkan arti dari pakaian itu, ini juga adalah kebohongan yang sedikit banyak akan berpengaruh pada pribadi dan karakter kita. Bagi saya, orang yang tidak sepantasnya menggunakan "pakaian" itu lucu, seperti badut, akan tetapi kalau badut memang sengaja menggunakannya untuk menghibur, nah kalau kita untuk apa? untuk membohongi diri sendiri dan orang lain?

Kalau kata saya sih, pencitraan semu akan lebih banyak mudharat-nya daripada manfaatnya. Kalau sekadar untuk gagah-gagahan atau demi sebuah maksud positif maka jujurlah, minimal pada diri sendiri, apa susahnya mengucapkan "saya sebenarnya belum pantas menggunakan "pakaian" ini, tapi bantu saya dan doakan saya agar dapat memantaskan diri dengan kualitas dan kapasitas yang sesuai dengan syarat-syarat menggunakan "pakaian" ini". Selayaknya lulus fit and proper test, karena kalau kita menggunakan pakaian yang tidak sepantasnya, maka tunggulah kehancuran.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Jika amanat telah disia-siakan, tunggu saja kehancuran terjadi." Ada seorang sahabat bertanya; 'bagaimana maksud amanat disia-siakan? ' Nabi menjawab; "Jika urusan diserahkan bukan kepada ahlinya, maka tunggulah kehancuran itu." Hadits Bukhari Nomor 6015.

Wallahul muwaffiq ila aqwamit-tharieq.
Sesungguhnya hanya Allah SWT yang memberi petunjuk ke jalan yang selurus-lurusnya


Apalah Arti Sebuah Nama (Kampung)

Disadari ataupun tidak pembangunan perumahan yang masif oleh para pengembang di Bekasi ataupun di tempat lain akan menghadirkan sebuah nama baru untuk pemukiman tersebut. Penamaan-penamaan pemukiman yang populer kadang sama sekali tidak menyisakan ruang bagi pertimbangan ingatan kolektif, sejarah wilayah dan kearifan lokal setempat.

Nama kampung yang mungkin tidak "layak jual" untuk dilekatkan pada sebuah pemukiman baru hilang dari ingatan warga dan diganti dengan nama yang baru. Padahal seperti apapun nama wilayah sebuah kampung dahulunya menyimpan kearifan lokal penamaan lokasi atau setidaknya menjadi penunjuk sebuah kejadian penting di masa lalu.

Apalah Arti Sebuah Nama (Kampung)
Dalam sejarah, khususnya dalam perjalanan perkembangan Islam, terdapat sejarah yang cukup populer mengenai perubahan nama sebuah tempat. Tidak lain adalah nama Kota Madinah. Kota Madinah yang sekarang ini kita kenal dahulunya bernama Kota Yastrib, setelah Nabi Muhammad SAW hijrah kota tersebut diganti namanya menjadi Kota Madinah.

Apa maksud Nabi mengubah nama Kota Yastrib menjadi Kota Madinah? 

Perubahan nama ini tidak terjadi ujug-ujug, yang sering saya baca adalah karena Nabi Muhammad SAW sedang membangun sebuah sistem peradaban baru (tamadun). Istilah tamadun dalam bahasa Indonesia berarti kebudayaan. Tapi apa sampai sebatas itu? Tidak, sejarah mencatat kelak Madinah menjadi pusat pemerintahan selama lebih 30 tahun hingga sampai pusat pemerintahan pindah ke Damaskus (Suriah) saat Dinasti Umayyah.

Kembali pada topik perubahan nama Yastrib menjadi Madinah, banyak pendapat soal ini, salah satunya adalah pendapat yang menyatakan bahwa perubahan nama itu adalah proses "upgrade" dari desa menjadi kota, "upgrade" kekuatan masyarakat dari yang awalnya berbasis suku menjadi umat yang satu. Dari yang tadinya dikenal ada suku Anshar (pribumi) dan suku Muhajirin (pendatang) kemudian menjadi satu umat yang bersaudara di bawah kepemimpinan Nabi Muhammad SAW.

Apa yang kini bisa kita petik dari perubahan nama Madinah? 

Bahwa perubahan nama menjadi pemersatu antara suku Anshar (pribumi) agar rela melepas ikatan batin terhadap nama Kota Yastrib untuk menerima saudaranya yang pendatang, dan agar suku Muhajirin (pendatang) juga memiliki rasa cinta pada Kota Madinah yang baru berdiri ini sebagai tanah air mereka sama seperti pribumi. Semua perbedaan ini disatukan menjadi satu kekuatan baru yang berhasil mengubah wajah peradaban dunia.

Mirisnya, hal yang terbalik justru sedang dan telah terjadi di Bekasi ini. Ujug-ujug nama-nama kampung dan desa diubah dengan nama-nama "bagus secara komersial" dan menjual. Ditambah lagi kaum pribumi dan pendatangnya seperti dipisahkan dengan sekat-sekat yang kelihatan maupun tidak.

Dengan berkaca pada sejarah Madinah, kira-kira masa depan seperti apa yang sedang dituju oleh Bekasi kelak?

Menamakan atau mengubah nama sebuah lokasi idealnya memperhatikan banyak aspek, terutama nama asli daerah tersebut yang tentunya memiliki sejarah dan memiliki keterkaitan emosional karena terkait identitas warga di sekitar lokasi tersebut. Jika tidak, maka identitas generasi selanjutnya akan diputus dengan identitas pendahulunya yang bisa berakibat dengan apatisnya pada kearifan lokal orang tuanya dan buta sejarah dan budaya daerahnya.


______________________
Posted on FB. 22 Juli 2017
Foto dari: http://yangpentingnyoba.blogspot.co.id

Bahas Santai 3 Quote Haruki Murakami

No matter how much suffering you went through, you never wanted to let go of those memories.
Pain is inevitable. Suffering is optional.
It's like Tolstoy said. Happiness is an allegory, unhappiness a story.

Haruki Murakami

Bahas Santai 3 Quote Haruki Murakami

Dari 3 quote Haruki Murakami yang saya pilih ini ada benang merah antara ketiganya. Kita bahas satu persatu yuk, kali aja apa yang saya tangkap dari kalimat ini berbeda dengan apa yang kamu pahami, jadi kita bisa berdiskusi dan menemukan perspektif baru dari kalimat-kalimat ini.

No matter how much suffering you went through, you never wanted to let go of those memories. 

Seberapapun pedihnya penderitaan yang telah kamu lewati, kamu tidak pernah ingin melepas ingatan itu.

Di sini Murakami tidak sedang menghakimi mana yang baik dan yang buruk, dia hanya bilang; kita tidak pernah mau melupakan atau melepas ingatan kita akan sebuah kejadian yang telah menyebabkan penderitaan di masa lalu. "Melepaskan" ini bukan bermaksud menghapus ingatan atau melupakan, itu seakan-akan tidak pernah terjadi, bukan, itu sepertinya mustahil, perhatikan kembali, Murakami menulisnya "...to let go..." bukan "...to FORGET...".

Selain itu, saya tangkap dalam kalimat di atas adalah tentang memaafkan, menerima apapun yang terjadi di masa lalu sebagai sebuah pelajaran, meletakkan "rasa sakit" di bawah rasa syukur akan sebuah pelajaran (pengalaman) yang sangat berharga, seberapapun buruk dan pahitnya itu.

Proses berdamai dengan masa lalu ini juga buka sebuah proses instant seperti menginstall "plugins" atau "add-ons" yang otomatis menambahkan kemampuan atau kelebihan baru, tidak seperti itu. Demi berdamai dengan masa lalu banyak hal yang musti kita lalui. Proses internal dalam diri kita sendiri dan proses eksternal yang melibatkan pihak-pihak yang terkait dengan masa lalu kita. 

Dari dalam diri sendiri kita harus melalui proses-proses memikirkan kembali, merekonstruksi, mendefinisikan ulang dan mereview efek ingatan itu agar memiliki efek positif pada diri kita dan lingkungan. Sedangkan proses eksternal adalah bertanggungjawab, meminta maaf, melakukan kebaikan-kebaikan sebagai jalan untuk menjaga keseimbangan atau menebus kesalahan. Soal ini setiap orang tentunya berbeda tergantung sifat dan karakternya masing-masing.

Dari sudut pandang seperti ini maka kutipan "Pain is inevitable. Suffering is optional" memiliki makna yang mirip dengan penjelasan di atas, setidaknya menurut "im my sotoy opinion".

Pain is inevitable. Suffering is optional.

Rasa sakit itu tidak bisa dielakkan, penderitaan karena rasa sakit itu adalah pilihan.

Terlepas dengan kepada siapa quote di atas disandingkan, karena ada beberapa versi saya di sini hanya bahas maknanya menurut saya saja, gak mencoba mengkonfirmasi quote ini dari mana, yang saya tahu yah dari Haruki Murakami, kalau ada pendapat quote tersebut berasal dari tokoh lain yah silahkan :). Selain mirip dan senada dengan kutipan sebelumnya, "Pain is inevitable. Suffering is optional" menurut saya punya banyak makna, antara lain sebagai ungkapan bahwa ada banyak hal yang tidak bisa dielakkan hadirnya, namun ada kebebasan bagi kita untuk memilih respon atas kejadian itu. 

Ada proses "pengolah data" atau penyaring untuk memberikan pilihan-pilihan yang dapat kita pilih berdasarkan kebebasan kita untuk memilihnya, apakah kita memilih yang terbaik atau terburuk itu akan tergantung dengan nilai diri kita sendiri, bukan tergantung pada pihak lainnya.

Kalau dikaitkan dengan quote "No matter how much suffering you went through, you never wanted to let go of those memories." maka ini tentang bagaimana melepas apa yang telah menjadi ingatan dan menyaring ingatan baru atas apa yang terjadi. Ibaratnya dengan melepas ingatan negatif masa lalu maka kita akan siap dengan pengalaman apapun, apapun yang terjadi hanya akan mengakibatkan respon yang positif bagi orang-orang proaktif karena mereka ini digerakkan oleh nilai-nilai, berbeda dengan orang reaksioner.

It's like Tolstoy said. Happiness is an allegory, unhappiness a story.

Seperti kata Tolstoy. Kebahagiaan adalah kiasan, kekecewaan adalah cerita.

Kutipan terakhir ini lebih luas lagi, Kebahagiaan adalah kiasan dan kekecewaan hanyalah sebuah cerita. Paling mudah memahami maksud kata alegori itu adalah dalam pelajaran Bahasa Indonesia dimana dikenal majas alegori, sebuah majas perumpamaan yang menggunakan kiasan, contoh: "Seorang bayi adalah kertas kosong yang masih bersih". Kata kertas kosong itu adalah alegori perumpamaan yang menggambarkan kesucian seorang bayi.

Lalu bagaimana memahami maksud dari Murakami dan Tolstoy yang menyatakan bahwa kebahagiaan itu adalah kiasan?

Dalam pengertian saya alegori adalah sebuah kiasan atau perumpamaan dari sebuah kenyataan yang ada, sedangkan sebuah cerita adalah sebuah kisah fiksi atau khayalan. Kiasan adalah sebuah perumpamaan yang dengannya diharap orang akan dapat memahami dengan cara atau sudut pandang lain, sedangkan cerita adalah sebuah khayalan atau fiksi, yang mungkin berdasarkan kenyataan namun sebenarnya tidak pernah ada sebagai kenyataan, intinya, cerita sebagus apapun adalah hasil imajinasi.

Perlu pembahasan lebih panjang kalo yang dibahas adalah soal kebahagiaan dan kekecewaan. Padahal yang saya bahas saat ini adalah kutipan populer dari  seorang Haruki Murakami. Dia lebih tahu apa yang ia maksud dalam kata-katanya, saya hanya memahami sebatas apa yang saya bisa pahami, kalaupun pemahasaman saya salah semoga Anda dapat belajar darei kesalahan saya dan tidak mencontohnya :)

Salam

Tulisan awal di tahun 2018 kenapa jadi receh begini yah? 
Ya karena saya suka yang receh-receh, dangkal dan sekilas ajah biar yang baca gak pusing, yang nulis juga santai-santai ajah :)










Sedikit Tentang Mappacci

Upacara Adat Korongtigi Mappacci
Mappacci
Kalau saya sebut ritual budaya "siraman" sebelum "midodareni" itu sebagai "ritual menghias badan mempelai dengan mengguyur air ke seluruh badan"  kamu yang berasal dari Jawa akan menganggap saya lucu atau sotoy?

Jadi tadi saya membaca di sebuah website lumayan terkenal, tertulis "...Mappacci, ritual menghias tangan calon mempelai wanita dengan memberi daun pacar tumbuk atau daun inai ke tangan calon pengantin wanita...". Hah....? kalimat itu bikin saya bengong.

Buat saya yang sedikit paham apa arti Mappacci jadi merasa lucu membacanya. Asumsi saya ini penulisnya mungkin rancu dengan adat "Malam Berinai" dari budaya Melayu yang memang pada malam sebelum akad nikah akan ada ritual menghias kuku tangan dan kaki dengan inai/pacar.

Mappacci ini mirip maknanya dengan "siraman" yang bermakna membersihkan diri. Benar juga pada acara itu digunakan inai/pacar yang dalam bahasa Bugis Makassar disebut pacci. Pacci sendiri secara makna selain berarti daun pacar/inai juga bisa bermakna bersih, karenanya malam sebelum akad nikah bagi keturunan Suku Bugis Makassar akan melaksanakan upacara "mapacci" yang bisa diartikan membersihkan diri.

Mappacci ini akan berlangsung hikmat dan haru sebab di acara ini orang tua, keluarga dan sanak saudara sang mempelai sedang mempersiapkan si mempelai untuk mandiri, membina rumah tangganya sendiri, jadi jangan heran kalau di acara ini akan sering berisi isak tangis dari pihak keluarga, tangis haru dan bahagia tentunya.

Upacara Adat Korongtigi Mappacci
Mempelai pria memohon restu saat mappacci
Prosesi mappacci juga kental dengan nuansa Islami dan sarat dengan pemberian doa restu segenap anggota keluarga dan handai taulan kepada mempelai. Rangkaian acara adat calon mempelai diwajibkan mengikuti prosesi menamatkan Al Quran atau mappatamma', selanjutnya dilakukan prosesi siraman atau mappasili yang dilakukan oleh sanak keluarga yang telah menikah dengan mengguyurkan air ke calon pengantin. Semua ini adalah rangkaian prosesi adat menjelang pernikahan ala adat Bugis/Makassar.

Dalam pelaksanaan mappacci sendiri disiapkan perlengkapan yang kesemuanya mengandung arti makna simbolis seperti:
  • Bantal atau pengalas kepala yang diletakkan di depan calon pengantin, yang memiliki makna kesejahteraan, penghormatan, martabat, atau kemuliaan. Dalam bahasa bugis berarti mappakalebbi.
  • Sarung sutera yang tersusun di atas bantal yang mengandung arti harga diri dll.
  • Di atas bantal diletakkan juga pucuk pisang muda (pucuk pisang) yang melambangkan kehidupan yang berkesinambungan dan lestari.
  • Di atas pucuk daun pisang diletakkan pula daun nangka (biasanya 7 atau 9 lembar) sebagai permakna harapan atau menasa.
  • Sebuah wadah yang berisi wenno yaitu beras yang disangrai hingga mengembang sebagai simbol harapan perkembangan yang baik.
  • Patti atau lilin, yang bermakna sebagai suluh penerang. Juga diartikan sebagai simbol kehidupan lebah yang senantiasa rukun dan tidak saling menganggu.
  • Daun pacar atau pacci, sebagai simbol dari kebersihan dan kesucian.
Penggunaan pacci ini menandakan bahwa calon mempelai telah bersih dan suci hatinya untuk menempuh akad nikah keesokan harinya dan kehidupan selanjutnya sebagai sepasang suami istri hingga ajal menjemput. Daun pacar atau pacci yang telah dihaluskan ini disimpan dalam wadah bekkeng sebagai permaknaan dari kesatuan jiwa atau kerukunan dalam kehidupan keluarga dan kehidupan masyarakat.

Kalau bukan karena membaca artikel online itu mungkin saya gak akan menulis soal ini, karena banyak makna-makna yang tersirat yang saya sendiri belum tentu mampu memahami dan menjelaskannya. Seperti susunan sarung, lokasi atau tempat yang berjenjang antara keluarga inti, sanak keluarga, saudara jauh dan tamu undangan, lokasi acara mappacci digelar dalam rumah juga tidak sembarang tempat, semua itu memiliki makna simbolis yang tersembunyi dan juga halus sehingga sulit untuk dipahami bagi orang awam. Pendeknya, mappacci itu jelas bukan ritual menghias tangan pengantin, dan mappacci bukan hanya acara untuk mempelai wanita tapi juga berlaku untuk mempelai pria.

Salam

----

Foto dari  blog
http://zatagirlythings.blogspot.co.id 
http://syafri-alaskah.blogspot.co.id