Arsip Kategori: solilokui

Kongkow Santai di Hutan Bambu Kali Cikarang Warung Bongkok

Kongkow Santai di Hutan Bambu Kali Cikarang Warung Bongkok
Ini bukan kongkow di tambal ban ya sedara, wahai netizen sekalian, melainkan ini kongkow di bawah rumah pohon karya kawan-kawan Komunitas Save Kali Cikarang.

Pagi tadi sebelum saya sampai tempat sejuk nan asri walau agak bising bukan karena lalu lalang kendaraan, tapi suara dari PT Gunung Garuda yang berhadap-hadapan langsung dengan aliran #kalicikarang. Seperti biasa aktivitas saya di tengah keadaan begini mantengin HP, karena ada jadwal mengajar by online.

Gak saya kasih tugas kok para siswa/i, cuma saya minta baca materi saja, walaupun Alhamdulillah ada dari beberapa siswa/i berinisiatif mengubah materi yang saya sampaikan ke dalam bentuk PDF dan PowerPoint. Selesai memberikan materi serta menjawab beberapa pertanyaan siswa/i, saya coba online update biasalah gaya-gayaan, baca-baca berita, dan bikin ruang diskusi yang disediakan FB, eh nongol dan bergabung juga Bang Eko Djatmiko.

Itupun posisi saya masih di rumah, sudah seduh kopi, sembari menunggu istri selesai memasak, di tengah obrolan yang nan kentang (kepalang tanggung) sang Istri nyeletuk, "ngobrolnya di sana aja yuk".
Wah ayo dah, maka saya putuskan untuk segera cap cus, otw ke Hutan Bambu Kali Cikarang/ #KomunitasSaveKaliCikarang.

Dengan bermodal petunjuk dan arahan Bang Eko Djatmiko.
"Pokoknya dari tugu Bambu Warung Bongkok lurus ada Indomaret sebelah kiri jalan ada gang masuk dah, nanti ada plang nya Hutan Bambu Kali Cikarang". 

Memang antara bikin dahi mengkerut dan narik napas panjang menemui jalanan yang asal tambal berlubang, juga tata pemukiman dalam kepungan PT Gunung Garuda, bahkan makam juga dikepung oleh PT sekitaran. Parkirlah saya dan istri di pinggir jalan. Alhamdulillah disambut dengan baik oleh beberapa kawan yang sigap di depan areal pintu masuk.

"Jalan aja terus bang ikutin gang ini, banyak makam memang juga tembok-tembok batas yang dibuat oleh PT di sekitar areal makam," kata seorang pemuda di sana.

Ada sosok yang saya kenal betul tahu percis, postur badannya,tinggi badannya, suaranya, dia menyapa "Woy-woy". Tenang bukan penampakan di sekitar Hutan Bambu Kali Cikarang dan makam. Ini sosok yang terkenal piawai membawakan sejarah Bekasi, dan sudah membuat buku juga, gak hanya satu dalam dunia perbukuan. Tak lain tak bukan, kawan saya juga, Bang Endra Kusnawan.

Tapi yang saya lihat beliau ada obrolan agak serius dengan banyak produk-produk yang tersedia di mejanya, juga ada beberapa teman beliau. Maka satu tempat lain ruang diskusi. Beliau juga bertanya "Ngapain ke marih?."
Saya jawab "Pengen kepo aja di zona yang lagi viral ampe pusat", hahaha.

Saya langsung cari Bang Eko Djatmiko yang tengah asik memancing juga ngajarin beberapa anak cara memancing. 

Di sekitar areal juga ada Mushola, WC, dan tempat berfoto yang bagus, dan yang sangat langka, adalah beberapa pelajar tengah asik belajar sambil diskusi sepertinya tengah mengerjakan tugas sekolah

Dengan salaman kepalan tinju sebagai tanda jumpa awal saya dan bang Eko Djatmiko. Ini kalau yang paham, salaman dengan saling mengepalkan tangan ini adalah salam semangat perubahan gerak sosial.

Kongkow Santai di Hutan Bambu Kali Cikarang Warung Bongkok

Ngobrol Lah dengan santai, posisi awal ngobrol di kepala kapal hasil kreativitas kawan-kawan #Savekalicikarang. Berpindah tempat ke area rumah pohon agar geser dikit dengan tawaran kopi Sumatera asli. Istri saya tengah asik di bawah rimbunnya pohon bambu, dia paham bagaimana saya jadi tidak ikut ke area kongkowan.

"Jahat ya saya tinggalin".
Tapi tenang di area tadi kepala kapal hasil kreativitas kawan-kawan #savekalicikarang, ada yang lagi terus mengerjakan untuk mengokohkan tempat kongkow, jadi istri saya gak sendirian. Sebatang rokok lalu sebatang lagi dengan ditemani kopi Sumatera. Bahkan rokok yang dihisap beliau sama dengan rokok saya, kretek.

Belio sempat menunjukan video dari YouTube tentang liputan berita #savekalicikarang,
https://youtu.be/98EGtuE3CoM. Unik walaupun agak heran, itu berita jika ditonton dan channelnya milik Diksominfosantik Kab Bekasi.
Herannya di mana?

Sudah sampaikah jajaran pegawai dinas yang membuat video tersebut? Atau dinas terkait yang kudunya engeh dengan semangat kebangkitan masyarakat bantaran kali dengan membuat gerakan #Savekalicikarang serta Melestarikan #Hutanbambukalicikarang.

Antara cuman sekedar liput? atau akuisisi sepihak bahwa sudah ada tempat wisata bernuansa kali dan sebagai wadah pembelajaran peduli lingkungan dengan Jelas berhadapan langsung disekitarnya PT Gunung Garuda?.

Obrol punya obrol, ternyata istri beliau dengan saya masih satu kampung lah, malang melintang juga Bang Eko Djatmiko tahu kampung halaman saya. Istilahnya sekarang bahasa kodenya PLN (Palembang lagi Naik). Beliau lama juga di kampung halaman saya, Kikim Sumatera Selatan. Jangan-jangan masih saudara neh.

Udah ah kebayakan ini tulisan. Tapi yang pasti akan dan segera terbentuk dalam satu naungan masyarakat bantaran kali di Kabupaten Bekasi.

Penulis: Minon On Mini
Selasa, 28 Juli 2020


Tentang Sahabat dan Teman

Tentang Sahabat dan Teman

Bukan sekedar ke sana ke sini teman, juga bukan karena jumlah banyaknya.


Sudah dipandang pandai bergaul.

Ada pepatah yang mengatakan, bertemanlah dengan siapa saja. 

Iya, pepatah itu benar kok, memang nggak ada salahnya berteman dengan semua orang. Namun, kenyataannya, banyak aspek dalam hidup kita yang akhirnya dipengaruhi oleh orang-orang di sekitar kita. Berangkat dari situ, sudah semestinya kita berhak menyeleksi teman-teman dalam hidup kita.

“Orang yang mau menunjukkan di mana letak kesalahanmu, adalah temanmu yang sebenarnya. Sedangkan orang-orang yang menyebar omong kosong dengan selalu memujimu, mereka sebenarnya adalah para algojo yang akan membinasakanmu.”

Kemudian, “Bertemanlah dengan orang-orang yang selalu bertaubat atas dosa-dosanya. Because really them is the person the sweetly. ”

“Jangan menginginkan persahabatan dari orang yang tidak menginginkannya darimu”.

Kemudian, “Seorang teman sejati adalah, dia yang memberi nasehat ketika melihat kesalahanmu, dan dia yang membelamu saat kamu tidak ada.”

Selanjutnya, “Seorang teman tidak bisa disebut sebagai teman sampai ia diuji dalam tiga keadaan;
  1. pertama , pada saat kamu membutuhkannya; 
  2. kedua , bagaimana sikap yang ia tunjukkan di belakangmu; 
  3. dan ketiga , bagaimana sikapnya setelah kematianmu.”

Lalu, “Berilah ribuan kesempatan bagi musuhmu untuk bisa menjadi temanmu, namun jangan berikan satu kesempatan pun pada temanmu untuk menjadi musuhmu”.

Berikutnya, “Jumlah teman yang kamu miliki mungkin terlihat ketika kamu menghitungnya, tetapi itu akan menjadi sedikit ketika kamu sedang dalam situasi sulit.”

Dan, “Tidak ada gunanya seorang penolong yang selalu menghina atau teman yang selalu berburuk sangka.”

"Janganlah merasa senang dengan banyaknya teman, selama mereka bukan orang yang baik-baik. Sebab, berada di tempat teman seperti api, adalah kenikmatan, banyaknya adalah kebinasaan. ”

Anda boleh berteman dengan siapa pun dan di manapun asal bisa menjaga diri dan tentunya bisa memberikan manfaat, serta bisa menanamkan kebaikan. Kebaikan yang berguna di kehidupan dunia, terlebih lagi di akhirat. Anda juga boleh memilah dan memilih teman, itu semua tergantung dari pribadi masing-masing karena semuanya juga akan bertanggung jawab terhadap pilihannya sendiri. 

Baik dan buruknya anda dalam sebuah persahabatan, anda sendirilah yang akan merasakan. Jangan bersedih hati ketika temanmu sedikit, juga jangan congkak dan sombong ketika temanmu sangat banyak dan ada di mana-mana.

Tentang Sahabat dan Teman


Sering terpukau dengan orang yang jumlah pertemanan banyak?

Apakah jaminan ia pandai bergaul?

Apakah dengan banyaknya jumlah teman membuatnya baik bisa ke sana ke sini dengan nyaman?

Apa perbedaan orang tulus dengan palsu?

Orang tulus akan baik setiap saat?.

Perbedaan dalam menghormati.

Orang yang tidak tulus biasanya hanya menghormati siapa saja yang punya kekuasaan atau kekayaan. Orang yang 'palsu' akan selalu mencari perhatian dengan cara yang cenderung norak dan berlebihan. Misalnya, mencari perhatian dengan memamerkan hal-hal yang sudah mereka siapkan untukmu. Namun orang yang hatinya tulus tidak perlu perhatian.

Mereka melakukan apa yang seharusnya mereka lakukan dan tidak menuntut pengakuan ataupun pujian.


Perbedaan dalam bersikap

Orang yang menyebalkan biasanya terkesan sombong dan suka membanggakan diri mereka sendiri. Dalam pembicaraan, mereka cenderung memonopoli percakapan dan tidak mendengar lawan bicaranya.

Perbedaan dalam bergosip dan berpendapat

Berada dengan teman-teman yang palsu, biasanya mereka akan membicarakan orang lain, gosip dan semua kekurangan dari orang lain. Bedanya, teman yang sejati akan jujur dan mengatakan opini/pendapat mereka tanpa takut.

Mengatakan opini jujur berarti akan membuatmu menyadari kesalahan dan bukannya mengajakmu bergosip tentang masalah orang lain.

Perbedaan dalam memberi kritik

Teman yang buruk adalah teman yang selalu mengkritik apapun yang kamu lakukan. Asal tidak sesuai dengan keinginannya, mereka akan cenderung mengejek dan berkata bahwa kamu seharusnya mengikuti pendapatnya.

Kualitas diri semakin hari, bulan, tahun, juga mencerminkan kepada siapa bergaul, berteman.

Berkumpul, berkelompok. Orang baik. Orang tulus. Kadang sering ditemukan walau hanya sebentar, tapi jika seolah berkelakuan baik dalam hal-hal tertentu di depan diri, sekalipun banyak jumlahnya, tidak jaminan itu memang teman sejati. Karena saat diri terhimpit masalah, terlibat masalah, sakit, sekarat, kondisi sulit, belum tentu akan bisa selalu ada.

Namun saat di hamparan banyak makanan, minuman (hidangan), ketika punya jabatan, banyak harta, tentu semua orang di sekitar, walaupun nun jauh di sana, akan berdatangan mengaku teman, bisa memakai kalimat "kita kan teman lama".

Penulis: Minon On Mini


Mimpi Ganjil di Hari Ganjil

Mimpi Ganjil di Hari Ganjil


Mimpi itu kembali datang

Dalam bilangan hari-hari tertentu.


Tidak seperti biasanya setiap mimpi yang datang bisa ia ceritakan dengan mudah atau dicatat.


Yah, memang ia mempunyai semacam kesulitan mengungkapkan suatu hal, baik secara nyata maupun di luar nalar orang umum kebanyakan.


Ia hanya bisa mengungkapkan dengan keluar rumah bertemu satu, dua orang, tak perlu banyak, namun baginya sudah cukup lumayan memahami apapun yang ia rasakan, lihat.


Baginya tak semua orang bisa diajak diskusi, terlebih dengan kalimat-kalimat yang sukar dipahami, kecuali orang-orang yang memang menurut sorot matanya bisa diajak berbagi atas yang ia rasakan di alam mimpi.


Karena setiap mimpi itu datang seperti sebuah pesan, walau memang bila ia bisa menggambarkan dengan alat tulis tentu menyeramkan, berisi makhluk-makhluk yang tak ramah di dunia nyata.

Terkesan mistis tak berlogika, tidak rasional, sampai-sampai khawatir nantinya dianggap hanya bunga tidur oleh kebanyakan orang umumnya.


Air terjun yang sepi tak banyak dikunjungi.

Kalaupun ada hanya satu atau dua tiga orang yang berani ke sana, dan orang-orang di tempat itupun tak banyak berbicara satu sama lain,


Hanya senyum penuh misteri menjadi simbol, seperti cara diskusi bagi mereka yang memang mengerti seperasaan.


Danau yang diselimuti kabut dengan sekelilingnya pohon-pohon atau tumbuhan yang hanya tumbuh di sekitaran danau, hewan serangga, hewan air, hewan udara dan darat, juga hanya bisa hidup di danau itu.

Bukan gerbang tepatnya tapi seperti gapura besar dengan jalan bertangga batu-batuan di kiri kanan, jika dihitung banyak arca berukuran setengah badan orang dewasa.


Rumah besar tapi bukan pendopo, juga tak bisa dikatakan istana, berbentuk datar, dengan 7 tiang, setiap atapnya banyak genteng, jika juga dihitung jumlah gentengnya mungkin berjumlah 13, tidak bisa genap, selalu ganjil.


Jendela rumah yang berbentuk persegi panjang berjumlah 7, pintu yang besar.


Dalam ruangan terpampang lukisan besar. Wanita berkebaya merah kain jarik motif kembang kantil sebagai bawahan busananya. Itu letaknya berada di kiri ruangan.


Di kanan ruangan terpampang lebih besar lukisan wanita berbusana tingkat sosial tinggi berwarna hijau selendang kuning, bermahkotakan emas, kain jarik bermotif batik terhormat, dengan pemandangan danau diselimuti kabut.


Tepat di atas pintu masuk juga pintu ke luar rumah itu ada kaca sangat besar bermotif tokoh pewayangan penjaga waktu.


Di tengah ruangan penuh dengan alat-alat musik tradisional, lengkap dengan layar serta wayang-wayangnya.


Di tiang-tiang dalam rumah banyak topeng-topeng tradisional berbagai raut wajah 


Tapi kebanyakan dengan lidah yang menjulur panjang mata yang besar, adapun topeng kecil dengan mimik wajah yang sedih.


Tidak ada lampu yang begitu terang dalam rumah ini.

Hanya pencahayaan dari lampu berbahan serabut kelapa, kadang cahaya bulan bisa masuk ke dalam rumah ini, itupun tak begitu cerah.


Setiap mimpi itu datang  dari air terjun, danau, sampai kerumah besar.


Ia selalu mencari apa arti mimpi itu, pesan apa juga yang harus ia laksanakan?.



Penulis: Minon On Mini

7 Tips Menghindar dari Telemarketing Bank yang Menawarkan Kredit (khusus PNS)

 7 Tips Menghindar dari Telemarketing Bank yang Menawarkan Kredit 

(Khusus PNS)

7 Tips Menghindar dari Telemarketing Bank yang Menawarkan Kredit Khusus PNS

Yang bikin kaget bin heran begitu dapat status Pegawai Negeri Sipil (PNS), adalah begitu banyaknya tawaran kredit khusus dengan menjaminkan  Skep Pengangkatan. Macam-macam lah namanya: multi karya, multi guna, guna usaha, dll.


Skep CPNS loh, bukan Skep PNS. Bukan main memang, nilai tawarnya tinggi, dan biasanya, atau minimal sebagian besar yang namanya Skep CPNS ya pernah dijadikan jaminan oleh pemiliknya. Survei terbatas di antara teman-teman saya ini…


Ya akhirnya saya juga terjerat sih, hehehe… Enggak banyak. Hanya beberapa kali di Mandiri, lalu BRI, BNI, BCA, Panin, dan terakhir di Commonwealth (Eh, banyak juga itu yah?).


Semua orang tahu, punya utang itu enaknya cuma di depan (saat dana cair), di belakang (saat gaji dipotong) sedih bukan kepalang


Semua orang tahu, punya utang itu enaknya cuma di depan (saat dana cair), di belakang (saat gaji dipotong) sedih bukan kepalang, karena yang seharusnya dapat, sebut saja 1.000, jadinya cuma dapat 500-600 saja. Akhirnya akhir bulan pontang-panting cari pinjaman, dan jadi kebiasaan… akhirnya… gali lubang tutup lubang… pinjem uang bayar utang… (iya benar, saya penggemarnya Bang Haji Rhoma Irama).


Nah, setelah pengalaman menjaminkan Skep CPNS yang tidak diragukan itu, bolehlah sekarang saya berbagi tips untuk menghindar dari telemarketing bank yang menawarkan kredit khusus PNS dengan semangat 45. Lumayan sukses saya praktekkan beberapa tahun terakhir. Nah ini dia 7 Tips Menghindar dari Telemarketing Bank yang Menawarkan Kredit:


7 Tips Menghindar dari Telemarketing Bank yang Menawarkan Kredit (khusus PNS)

1.    Cermati Nomor yang Menghubungi Kita

Kalo ada beberapa kali panggilan dengan nomor telepon yang berdekatan, sebaiknya enggak usah diangkat, bisa juga langsung diblokir saja. Demikian pun kalo ada angka-angka khusus di belakangnya, misalnya xxxx046, itu juga, kalo bukan mau menawarkan kredit ya paling juga nawarin asuransi.


 2.    Jawab dengan Bisikan

Kalo enggak atau belum diblokir, dan Anda ragu, ini kawan lama atau atasan yang menelepon (beberapa telemarketer menggunakan nomor hp pribadi), sebaiknya diangkat dengan berbisik, dan bilang aja sedang rapat, telepon lagi nanti jam 12 malam, biasanya mereka langsung mundur teratur.


 3.    Bilang Sedang Proses Pemecatan PNS

Kalo di waktu tidak sibuk mereka menelepon, dan terpaksa diangkat, jawab saja dengan penuh semangat bahwa Anda sedang menunggu-nunggu kesempatan meminjam uang karena gaji tidak cukup untuk membayar cicilan yang sudah ada, sementara sebentar lagi mau dipecat dari kantor karena pelanggaran PP 53. Pastilah keder sang telemarketernya.


 4.    Jawab dengan Suara Seram

Kalo mereka menelpon malam-malam sekitar jam 12, siapkan lagu Lingsir Wengi sebagai background, berbicaralah dengan perlahan dan suara yang berat, sesekali juga boleh sambil cekikikan, dan ajak diskusi si telemarketer tentang hal-hal yang menakutkan, misalnya tentang arwah gentayangan yang masih suka muncul karena banyak utangnya belum  terbayarkan.


 5.  Sampaikan Anda Sudah Hijrah

Jawab salam dengan Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh, ganti kata saya dengan ana, dan kamu dengan antum. Sisipkan istilah-istilah bahasa Arab, syukur-syukur jika ada hadis atau ayat yang Anda ingat. Lalu sampaikan bahwa Anda sudah mantap berhijrah, tidak akan mengambil pinjaman dari bank karena itu adalah riba yang dilaknat Allah, dan dosanya sangat berat. Masya Allah!! Teganya antum mau menjerumuskan ana...


 6.    Balas dengan Menawarkan Barang

Kalo telemarketernya masih nekad, Anda bisa memakai jurus pamungkas ini: balik menawarkan barang untuk mereka beli dari Anda. Cari saja Saudara yang sedang menjual ruko, rumah, atau mobilnya, dan barang tersebut Anda tawarkan kepada si telemarketer. Siapa tahu ada jodoh, barang yang Anda tawarkan laku, dan anda mendapatkan komisi penjualan dari Saudara Anda. Lumayan kan?  


7.  Tanyakan Kemungkinan Kenaikan Plafon Pinjaman, karena Akan Digunakan Buat Bayar Pengacara

Bilang saja, tanggal 18 Agustus kemarin Anda tidak sengaja ikut Deklarasi KAMI di Tugu Proklamasi, lalu ketahuan sama atasan. Anda harus mempertanggungjawabkannya di depan pejabat pembina kepegawaian. Ancamannya serius yaitu pemecatan sebagai PNS karena ada bukti kuat berupa foto-foto di tempat kejadian. Anda harus bayar pengacara mahal dengan pinjaman tersebut, karena Pakde Anda yang tokoh Muhammadiyah lepas tangan, padahal beliau yang ngajakin Anda.


Demikian tips dari saya, semoga bermanfaat dan dapat dipraktekkan. Kalo ternyata tidak berhasil, yah gimana lagi ya, mungkin bolehlah sekali ini saja tawarannya diterima. Tapi janji jangan ambil pinjaman terlalu besar, dan cukup satu kali ini saja, untuk pengalaman... mumpung baru merayakan hari kemerdekaan Indonesia ke-75.


Merdekaaa...


Penulis: Heri Winarko


KEPINGAN HATI DI UJUNG HARI

KEPINGAN HATI DI UJUNG HARI

Sudah seminggu aku merasakan kesibukan yang lain dari biasanya. Selain menyediakan waktu keluar pada hari-hari tertentu, ada agenda lain yang harus kusiapkan acaranya yang memang agak "penting". Aku bukan "siapa-siapa", tugasku hanya menyusun acara, mengkondisikan tempat agar layak untuk dikunjungi para undangan, menyiapkan biodata penceramah, daftar hadir, dan koordinasi-koordinasi lainnya. Alhamdulillah semua sudah siap.

Tinggal besok siap-siap bangun lebih pagi lagi. Menyiapkan sarapan pagi lebih awal, mencuci pakaian, beres-beres rumah sebelum ditinggal namun uuffsss kulihat keranjang pakaian bersih yang belum disetrika telah menanti di sudut ruang belakang, seolah menatapku untuk segera dibenahi.

Lalu selesai mencuci piring, kusiapkan "arena jihad" ku yang sebenarnya menggelar kain alas setrika. Bismillah.

Hari sudah menunjukkan pukul 22.30 wib...urusan domestik yang penuh "iklan" gangguan si kecil sudah kurampungkan, cucian baru saja kuselesaikan, plus, bongkar-bongkar kamar si sulung jadi pekerjaan tambahan, sore tadi mendadak kebocoran karena ada salah satu genteng yang pecah.... hhhh..... what a day ....kubaringkan tubuh lelahku, mengiringi kesunyian malam, ditingkahi suara gerimis, berbarengan dengan helaan nafas nyenyak tiga orang anak-anakku.

Beres-beres rumah, mandiin si kecil, bikin sarapan.Usai shalat dhuha dan berpamitan pada suami dan anak-anak aku berangkat menuju tempat acara, sampai di tempat baru ada tiga orang panitia yang datang, maklum baru jam 07.00 pagi. 

Setelah mengucapkan salam, aku bergegas menyiapkan semua perlengkapan acara. Map susunan acara, biodata penceramah, ku letakkan di meja MC. Map Daftar hadir di meja registrasi. Waahhh, mejanya belum siap rupanya... lalu kuangkat meja di sudut ruangan musholla, memberinya taplak, menaruh vas bunga.... kemudian mata ku tertumbuk pada lantai teras musholla yang kotor terkena tanah, kuambil sapu dan ku bersihkan dengan kail pel. Jam 07.30.

"Konsumsi siaap," seru rekan ku. Aku ambil dus-dus itu, ku tata dekat meja registrasi. Lima belas menit kemudian, semuanya sudah siap. Bismillah.

Sambil duduk menunggu panitia yang lain, aku membereskan tata letak pohon-pohon penghias podium, HP-ku tiba-tiba berdering dari dalam tasku di sudut ruangan. 

"Assalamualaikum". Aku duduk diam, masih dengan hp ditanganku. Salah seorang temanku bertanya, "Siapa Bu? Ada apa? Anaknya rewel?."

Aku tersenyum kecil, "Nggak, ada yang meninggal dunia, aku diminta mandi-in."

Temanku bertanya lagi, "Terus?."

Aku melihat ke sekeliling, "Semuanya sudah siap kan,? Tinggal tunggu panitia yang lain sama peserta.?"

Temanku menjawab, "Iya sih, tugas ibu udah rampung."

"Kalo gitu aku tinggal yaa? Gapapa kan?" kataku. Aku teringat kisah sahabat Abu Bakar as Shiddiq yang mendapat pahala utama. Temanku mengangguk," Oke deh, hati-hati yaa..."

Aku pamit pada ketua panitia, "Ya udah bu, naik apa? naik motor aku ajah, nih kuncinya, jangan lupa, tar kalo udah selesai balik lagi yaa." Alhamdulillah, ucapku dalam hati. Allah telah memudahkan.

Sampai ditempat,aku terkejut, lho ini kan rumah. Beberapa orang yang kukenal menyapa dan menyalami ku. Ini rumah Naya, teman sekolah anakku, Fira. Rupanya nenek buyutnya tutup usia tadi subuh. Ibu Naya menyalamiku. 
"Terima kasih ya Fir."

"Sabar yaa.," ucapku sambil cipika-cipiki.

Dari keterangannya, aku mendapat informasi, nenek buyut Naya sudah sepuh, 87 tahun, mengidap kanker tiroid stadium 4 (merinding mengingatnya), "Kata dokter udah ga ada yang bisa diperbuat, nenek udah sepuh banget." terang mama Naya. Aku hanya mengangguk-angguk saja. Aku menelepon suamiku untuk membawakan barang-barang perlengkapan jenazah yang ada di rumah. Tikar, kafan, sarung tangan, masker.

Setelah team datang, dengan segera aku dan team menyiapkan semuanya, memotong kain kafan, menyusun nya sesuai urutan dan kebutuhan, kapas  pun menyiapkan tempat mandi, setelah hampir semua siap, tiba-tiba Mama Naya mendekatiku dan membisikkan sesuatu. Aku terkejut, mengernyitkan dahi sambil menatapnya aneh. "Itu yang nyuruh bu Bidan, Fir." 

Mama Naya menunjukkan pada seorang wanita, yang sempat aku kenal, dia bidan di komplek kami. Bidan itu tersenyum. Menghampiriku yang sedang memakai masker dan sarung tangan karet. "Iya,bu. Tadi si Ibu nanya sama saya. makanya saya kasih saran gitu. katanya gak enak sama yang mandiin. Di rumah sakit juga emang gitu 'kan? terangnya. Aku bertanya,"Kalo cairan itu, sakit gak kalo kena yang luka?."

"Ya sakitlah kalo buat yang hidup," jawabnya santai.

"Aku sedikit melotot," Ya kalo buat yang hidup aja sakit, apalagi buat yang mati."

Si bidan nyengir, "Ah masa sih, ibu bisa aja..." ujarnya santai. Aku ngeloyor pergi. Ku hampiri ketua team penyelenggaraan jenazah, setengah berbisik kukatakan yang terjadi. Dia terlihat bimbang. Namun mau tak mau, semua harus tetap berjalan, the show must go on.

Satu lagi tarbiyah Allah yang sangat berharga menyapaku hari ini

Satu lagi tarbiyah Allah yang sangat berharga menyapaku hari ini. Melalui "guru abadi" yang tak pernah henti memberiku pelajaran berharga. Ya Allah, berilah aku akhir "perjalanan" yang baik dalam kehidupanku... berilah kemudahan bagi ku menghadapi dahsyatnya sakaratul maut..... air mataku menitik membasuh tubuh tak bernyawa itu... Bu... maafkan kami yaa... kami telah mendzalimi ragamu, Astagfirullah, Astagfirullah, tiba-tiba kurasakan dadaku sesak oleh kepedihan.

Pukul 11.30 siang, waktu aku menginjak teras musholla. Acara sudah hampir selesai, kubiarkan baju dan jilbab yang sedari pagi kupakai masih tercium aroma bubuk cendana. Tak sempat aku menggantinya. Baru akan meletakkan tubuhku di karpet, ketua panitia dari DPC menghampiriku,"Ukhti, kok baru datang?" serangnya tegas.Aku tercekat, hampir tak bisa berkata-kata. "Mmm,habis ada perlu bu. Afwan." jawabku sekenanya. Dalam hati aku ingin berteriak.... tapi,ah... aku memutuskan untuk diam saja. 

Aku mengambil satu gelas air mineral di kardus dan aku meminumnya. Seorang teman menghampiriku, "Hei, dari mana?" Sambil mengulurkan tangan. Aku tersenyum saja menyalaminya. Lalu kulihat sesosok melintas di hadapanku. "Sori, bentar yaa..."

Aku bergegas. "Ummi....." seruku. Seorang wanita paruh baya yang kupanggil ummi itu menoleh dan tersenyum lebar kepadaku. 

"Assalamualaikum....." sapanya hangat sambil memelukku.

"waalaikumsalam. Ummi, aku mau nanya nih." Aku raih tangannya duduk di teras musholla.

"Iiiih, nih anak, serius amat sih" katanya.Namun Ia mengikuti juga.Ku ceritakan kejadian yang baru saja ku alami kepadanya.Ummi Mun, sapaannya, yang mengajariku ilmu memandikan jenazah dengan khusyuk mendengarkan keteranganku."Astagfirullah.... dibuka lagi deh buku panduannya. Ummi kan dah sering bilang, kalau badan jenazah itu lebih sensitif dari badan orang yang hidup. Anti kan dah paham, kok lupa?" nasihatnya.

"Insya Allah Ummi, tapi kami khilaf, keluarganya memberitahunya udah digituin..." belaku.
 
"Ya, yang sudah... ya sudah... lain kali jangan lagi yaa.... Istighfar lah... semoga Allah memaafkan kekhilafan kita. Semoga jadi pelajaran berharga untuk ke depannya. Udah ga usah sedih... semangat yaa."

Sampai akhir acara, tiada hal lain yang ada dalam fikiran ku, selain peristiwa tadi. Berulang kali aku mengucapkan istighfar dalam hati... terbayang tubuh yang ringkih menanggung sakit... Ya Allah ampunilah kami, berilah kelapangan jalan bagi nya, berilah ia tempat terbaik disisi Mu.

"Bu, yang di sini dah dipel?." Sebuah pertanyaan membangunkan aku dari lamunan panjang.
"Ya udah, tinggal terasnya saja," jawabku

"Cepat bu,bentar lagi ada yang mau adzan..." Ucap rekanku. Kubenahi peralatan pel, sapu dan keranjang sampah. Kardus-kardus penuh gelas air mineral, sampah pembungkus.... "Udah bu... mau sholat di sini?" tanyaku pada dua rekan yang sama-sama panitia. Memang tinggal hanya bertiga saja.

"Boleh....yuk wudhu duluan, mumpung belum ada bapak-bapak..." jawab rekanku.

**********

Kupandangi wajah balita ku yang terlelap di pangkuanku. Ku peluk ia berkali-kali, maafkan mama ya nak, setengah hari lebih tadi ia kutinggalkan bersama ayahnya, dan dua kakaknya saja. Padahal ia masih ASI. Alhamdulillah... keluargaku, terutama suamiku tak pernah keberatan dengan kesibukan sosial ku. Mereka dengan penuh mendukung. Meskipun sempat pula terlontar keluhan si kakak, kalo hari biasa, ayah yang ga ada, kalo hari libur mama yang gak ada... kita kapan jalan-jalannya? Hhmmm.

KEPINGAN HATI DI UJUNG HARI

"Bekerjalah untuk Allah... kamu gak akan pernah merasa sakit hati. Allah gak pernah mendzalimi "pegawai-Nya". Dia melihat semua, seluruh kerja kamu, dari mulai niat sampai hasil akhirnya, bahkan finishing touch-nya. Dia gak pernah lalai, gak pernah lengah sedikitpun, biarpun sampe kamu "belok" sedikit aja, meskipun dalam hati."

Ga usah mikirin kamu yang dikira datang telat, dikira gak bertanggung jawab... ingat, kamu kerja dakwah itu apa yang kamu cari... niat nya luruskan... bener-bener lurus.. kalo kamu cuma pengen di puji sama bu**** atau sama bu**** mending kamu di rumah aja. Aku gak pengen tuh punya bini ngetop. Kalo mau yang gitu mah, mending aku nikahin selebriti...." Nasehat suami ku ketika aku mencurahkan isi hati ku padanya lepas shalat isya.

"Emang ada apa seleb yang mau sama ayah?" tanya ku mulai bisa tersenyum. Dia tertawa.

"Mengenai soal nenek buyutnya Naya, ya... kayaknya ayah cuma bisa bilang, kamu gak salah... kan kamu gak tahu kalau keluarganya kasih cairan itu, udah gak usah dipikirin... meskipun ayah juga gak mungkin nyalahin yang ngasih. Dia juga cuma mengamal kan amalan yang dia tahu kan??? Jangan bikin patah semangat mikirin hal-hal yang sudah lewat. Sekarang kamu harus lebih banyak muhasabah, menguatkan jiwa.Kalo ayah perhatikan, tantangan kamu dalam memandikan jenazah mulai keliatan nih... itu bagus buat latihan mental kan?"

Aku merenungkan ucapan suamiku... ya beliau memang benar adanya. Sejak awal tahun,"kasus" jenazah yang ku urus memang meningkat "kualitasnya", artinya Allah mentarbiyah aku dan team secara perlahan lahan. Tak terbayang olehku jika baru mulai mencoba penyelenggaraan jenazah sudah dapat yang kelas "berat" punya... Alhamdulillah... Semoga Allah tetap memberi kekuatan mengemban amanah ini.

Dan soal para atasan yang telah bersikap kurang tabayyun terhadapku... aku mulai bisa memaafkan, seperti biasa, aku punya tempat curhat yang paling netral, tidak membela, juga bisa memposisikan dirinya sebagai hakim. Meskipun lebih seringnya perlakuan seperti itu mampu menggores bahkan mengiris kepingan hati ku, namun tidak sampai memporakporandakan keyakinan ku untuk tetap istiqomah meniti jalan dakwahNya. Aku memang membutuhkan sedikit waktu, namun selebihnya aku akan bisa menyatukan kepingan hati itu di penghujung hari sebelum lelap tertidur. 

Semoga Allah tetap memberiku ketabahan, kekuatan, dengan berjuta kekurangan yang ada dalam diriku,untuk tetap bisa memberikan yang terbaik.Menjadikan diriku, waktuku, ilmu dan kemampuanku, membawa manfaat bagi orang lain. Insya Allah... dan sebelum berakhirnya hari, suara sms berbunyi, berisi pesan dari sahabat ku dari kompleks sebelah, "Ukhti, aku besok ke rumah ya... ada kan... aku mau minta tolong. Boleh ya.?" 

Dan ku tutup hari itu dengan senyum. Insya Allah Ukhti, datang aja setelah jam 9 pagi. Insya Allah aku ada di rumah....

**********

Catatan satu hari di awal tahun 1432 H
Semoga jadi awal yang indah sepanjang tahun kehidupan ku
Amiin. Insya Allah.

Oleh Suharni Yang Berusaha Istiqomah pada 8 Desember 2010 pukul 22:01 

Catatan Lama Terkait KDRT dan Kekerasan Pada Perempuan

Dalam acara Penutupan Roadshow buku “Good lawyer” yang telah berlangsung pada 13 Juni 2009 lalu di TGA Kelapa Gading, dalam sesi tanya jawab seorang tamu menanyakan bagaimana gugatan KDRT itu bisa diajukan ?  Pengacara Dwiyanto Prihartono menjelaskan, “Sebenarnya gugatan KDRT bisa diajukan bila perlakukan anggota keluarga terdekat seperti suami, istri, anak, dan lainnya dirasa sudah

Pelecehan Itu Pernah dan (Kadang) Masih Saya Rasakan

Walau saya bahagia dengan hidup saya, tapi kadang saya sedih terlahir menjadi wanita. Yaahh, bukannya saya tidak bersyukur dengan hidup yang sudah diberikan Allah SWT kepada saya. Saya merasakan beratnya menjadi seorang wanita yang kadang mendapatkan perlakuan diskriminatif dari orang lain yang bergender lelaki. Masih teringat jelas ketika saya masih usia belia, mungkin masih duduk di bangku

Ujian Fisik dan Mental itu bernama Pandemi Covid-19

Bismillah.... Beberapa bulan lalu dan (entah) berapa bulan lama lagi merupakan bulan-bulan yang berat bagi para nakes (tenaga kesehatan), semenjak Covid-19 merambah dan mengeksiskan dirinya di jagad raya.  Mereka memang telah terbiasa sibuk dengan adanya penyakit di muka bumi, baik itu penyakit betulan ataupun penyakit jadi-jadian, tetapi dengan bertambahnya 1 jenis virus ini yang

ABUDEMEN – Kisah Penumpang KRL Jadul

Waktu kuliah zaman dulu di sebuah kampus swasta yang berlokasi di daerah sebelum Depok sekitar medio tahun 90-an sehari hari gue naik kereta listrik atau KRL yang sekarang berubah nama jadi kereta Commuter Line (CL). Transportasi yang murah meriah dan anti macet, tapi zaman tahun segitu sih jangan harap ada AC-nya dan nyaman kayak sekarang, hehe. Tukang ngamen berseliweran, yang dagang

No Body Perfect

No Body Perfect Meutia.. Aku memandangmu dari jauh, dari balik cermin itu agar kau tak melihatku. mengapa kau gelisah, kau tampak merasa tertekan, seperti ada kehampaan dalam hatimu. Apa yang ingin kau raih? kau bingung .. seakan hatimu ingin menjerit.. Dan kau berkata padaku, "Aku tak tahu, sebenarnya apa yang ingin ku raih dalam hidup ini?.“ Ku mengernyitkan dahi, mengapa dia