Lamunan Kopi Sore Dan Mata Indah Bola Pingpong

Lamunan Kopi Sore Dan Mata Indah Bola Pingpong

Mungkin kelak orang akan paham betapa mewahnya memiliki waktu untuk diri sendiri, dan kesendirian pun tidak selamanya berarti kesepian. Seperti sore ini, saat matahari mulai dipeluk langit jingga di ufuk barat. Surya semakin tenggelam menyisakan gelap di atas langit Tarumajaya Bekasi.
Entah berapa lama kesendirian ini bisa kunikmati, rona temaram lampu yang selalu menyala kini semakin  jelas, pertanda magrib akan segera tiba.

Sengaja aku datang lebih awal dari waktu yang disepakati agar bisa menikmati suasana sore lebih pribadi. Ternyata tidak selama yang kuduga. Seorang tukang pos dengan senyum ramah mendatangiku lalu duduk berhadapan di kursi besi kafe, dibuka tasnya lalu memberikan sebuah surat , "surat dari pujangga" katanya berusaha menjelaskan. Penjelasan yang tidak berarti, karena aku malah tambah bingung mendengar penjelasannya itu. Baiklah, sebut saja pujangga yang tidak kukenal.

"Aku tak lagi menemukan ibu-ibu yang mencari kutu di kepala" ujarnya putus asa. Kemudian ia memberikan pula 2 buah kantong plastik. Tatapan matanya begitu lekat dan tampak akrab, tapi aku gagal mengenali wajah tukang pos yang jelas lebih muda dari aku ini.

Aku tak tahu musti berkata apa, senyum ramah dari wajah lelah yang putus asa itu jelas telah berhasil mengunci logika untuk sekadar bertanya, siapa pengirim semua ini?. Kemudian tukang pos itu meninggalkanku tenggelam dalam banyak pertanyaan yang menggantung. Bergegas langkahnya pergi, postur tubuhnya tegap seperti seorang olahragawan itu berjalan menjauh dan hilang di keramaian sore.

Setelah kubuka, tas plastik kresek hitam berisikan kotak-kotak nasihat dan satu plastik lagi yang transparan berisikan naskah adegan-adegan sebuah drama atau sandiwara, setidaknya demikian yang aku duga. Dan telah berkali-kali aku baca surat berisi puisi itu tanpa paham apa yang dimaksudkannya. Mungkin aku sudah terlalu tua untuk dapat memecahkan rangkaian kode-kode berbentuk kalimat sastra yang pastinya berisikan makna, entah apapun itu. 
"Atau mungkin belum saatnya" batinku, seperti mewakili suara dari surat yang misterius ini.

"....Kalau kau sudah siap, kepakkan sayapmu
Aku menunggu di balik beribu awan itu
Meski tak sempat bicara rindu pada angin 
yang mungkin bisikkan cinta hanya sampai pada daun telingamu
Tak apa!
Belum saatnya kau tahu sayang."

Aku tersenyum kecil, "Yah antara belum saatnya atau sudah kadaluarsa" batinku. Kulipat kembali surat itu dan kumasukkan ke dalam tas. Dua plastik lusuh dan misterius itu kusimpan di bawah meja kafe agar tidak mengganggu pemandangan. Matahari sudah terbenam, lampu-lampu penerang jalan yang menghias berjajar mulai menyala mewarnai kanvas kehidupan yang tidak pernah beristirahat. Di lain sisi, lampu-lampu kendaraan dan sesekali bunyi klakson melontarkan berbagai cerita yang meramaikan sepiku. Yah aku sendirian, tapi bukankah semua juga sendirian?.

Pelayan kafe mendatangiku, kupesan kopi Arabika Java Preanger untuk menemaniku menyambut malam yang masih muda.
"Masih ada waktu menikmati kesendirian sebelum Ratna datang" gumamku sambil memeriksa jam di ponsel.

Sayup petikan gitar lagu Now and Forever - Richard Marx terdengar, seperti menambah kekuatan bagi kenangan-kenangan itu untuk mencoba menerobos pikiranku. Ini pasti konspirasi alam, lagu itu seperti sengaja diputar untuk menemaniku menunggunya.

Berbagai kenangan-kenangan mulai hadir, beberapa yang masih melekat kuat langsung hadir lengkap dengan senyum manis dan tatapan berbinar dari mata indah bola pingpongnya. Apalah dayaku, kenangan-kenangan itu adalah bagian kecil dari masa lalu yang paling menyenangkan untuk diingat kembali dari sebagian besar kenangan yang kurang menyenangkan.

"Sudah lama?" tanyanya membubarkan lamunanku.
"Eh, yah, baru, ini kopiku saja masih penuh" jawabku gugup.
"Maksudku sudah lama melamunkan aku?" tanyamu kembali.
"Hahahahaha" hanya tawa yang keluar setelah sempat sekian detik tertegun mendengarnya menanyakan itu. 
"Kamu sendiri sudah lama duduk di situ?" tanyaku berusaha mengendalikan perasaan.
"Yah, lumayan, gak tega merusak lamunanmu hehehe" jawabnya sambil memanggil pelayan dan kemudian memesan Thai Tea untuk menggantikan teh melati kesukaannya.

Aku lebih banyak diam mendengarkan, cerita-ceritanya yang mengalir tenang tanpa henti seperti ombak Pantai Indrayanti dan sebagian besar Pantai Utara Jawa lainnya. Ceritanya mulai dari bisnis rumah makan seafood yang ia rintis, penginapan, percetakan hingga rencana-rencana ke depan lancar terucap. Semua terencana dan tertata dengan rapih. Aku menyimak, hanya memberi komentar saat ditanyakan saja.

Teringat cerita dari adiknya tentang keinginannya untuk tinggal di pantai atau danau, di mana pun yang ada unsur air. Kini impian itu sudah mewujud menjadi kenyataan, hidup memang akan sangat baik pada beberapa orang namun juga dapat sangat kejam. Untuk Anna aku tidak bisa memberikan opini tentang jalan hidupnya, lebih 20 tahun kami terpisah dan kini skenario kehidupan kembali mempertemukan kami sebagaimana adanya saat ini. 

"Suamimu mana?" tanyaku ketika ia mulai bertanya tentangku.
"Sedang bertemu suplier onderdil jetski di Ancol, kalau cepat selesai dia akan menyusul kita" jawabnya sambil menikmati Thai Tea beraroma rempah.
"Kalau begitu aku akan pulang sebelum dia sampai hahaha" sahutku cepat.
"Loh kenapa? aku sudah sering kok cerita tentang kamu, gapapa kok".
"Aku gak akan bisa menyembunyikan cemburuku kalau bertemu suamimu, hahaha".
"Ah kamu itu, biasa saja kenapa sih" ketus  tanggapannya tapi tidak ada intonasi marah. 

Lalu aku ceritakan tentang apa yang terjadi sebelum ia datang. Mengenai puisi dan 2 kantong plastik misterius dari tukang pos yang juga tak kalah misteriusnya. Aku tahu, Anna bukanlah tipe kutu buku yang gemar membaca, tapi ia cukup akrab dengan berbagai jenis bacaan dan sepanjang yang kutahu, ia lebih suka film.
"Aku suka nasihat-nasihat ini, sudah ada gambaran tentang siapa yang membuatnya?" tanyanya sambil membaca satu-persatu kertas nasihat yang tersimpan dalam kotak-kotak terbuat dari triplek sebesar tempat tisu.
"Entahlah, aku belum mau memikirkannya saat ini". Jawabanku membuatnya mengangguk dan tersenyum simpul.
"Boleh buatku saja? Kamu sepertinya tidak butuh nasihat-nasihat ini deh" ucapnya tanpa mengalihkan pandangan ke kertas-kertas yang dengan cepat ia lihat sekilas satu per satu. 
"Hmmm boleh, tapi aku masih butuh nasihat kok, bagaimana kalau kamu yang membacanya lalu nanti kalau aku butuh nasihat aku akan menghubungi kamu dan kamu membacakannya untuk aku"
"Kok terdengar seperti modus yah? hehehe, yo wis ini buat aku saja" jawabnya lirih tanpa mengalihkan pandangan.

Malam semakin larut, kopiku yang sudah mulai dingin masih enggan kutuntaskan. Aroma kopi dan semua kenangan itu masih tersimpan rapih walau sudah sekian tahun berlalu. Lagu Doping dari Garux Band yang kerap kunyanyikan di ujung gang dekat rumahnya saat kami remaja sudah berganti lagu Selamat Tinggal Masa Lalu dari Five Minutes.

"Anna aku sedang butuh nasihat" tulisku melalui aplikasi perpesanan WhatsApp.
"Kalau butuh nasihat dari kotak nasihat aku akan fotokan, kalau mau dengar suaraku aku rekam voice chat, kalau ingin ngobrol nanti saja, aku masih sibuk urus catering, ba'da zuhur saja kita ngobrol :)"
"Siap ndan :) abis zuhur aku WA lagi yah".
"Ok, ttyl*".
Sejenak kupandangi foto profil WhatsApp-nya. Anna yang ayu dan suaminya yang gagah. Aku pernah melihat wajah itu... senyum ramah itu... aku tidak akan lupa tatapan akrab si tukang pos pengantar surat misterius itu. []

---

*ttyl - talk to you later
Inspired by: belantarakoma.blogspot.com
Foto: kak-dean.blogspot.com


Sedikit Catatan Tentang PUASA

Sedikit Catatan Tentang PUASA
Menurut beberapa sumber, kata puasa dalam bahasa Indonesia berasal dari bahasa Pali dan Sansekerta yaitu Upawasa (Upavasa) atau Uposatha (Upavasatha). Upawasa atau  terdiri dari 2 kata, yaitu Upa dan Wasa (Vasa). Upa artinya dekat atau mendekat dan Wasa (Vasa) artinya Tuhan atau Yang Maha Kuasa. Jadi puasa atau Upawasa dalam pengertian bahasa bermakna mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.

Saudara-saudara kita yang memeluk agama Hindu masih menyebut puasa dengan upawasa hingga saat ini. Ok, sedikit saya bahas tentang upawasa dalam agama Hindu berdasarkan beberapa referensi. Kalau ada yang salah mohon dikoreksi :)

Dalam pemahaman pemeluk Hindu, upawasa bukan sekadar menahan rasa haus dan lapar, tidak hanya untuk merasakan miskin dan kelaparan, menurut yang saya baca juga bukan untuk mencari pahala dan janji surga. Tujuan utama upawasa adalah untuk mengendalikan nafsu indrawi, mengendalikan keinginan dan kebutuhan fisik. Panca indra harus berada di bawah kesempurnaan pikiran, dan pikiran berada di bawah kesadaran budi. Jika Panca indra terkendali dan pikiran terkendali maka hal itu dipercaya akan dekat dengan kesucian, mendekat dengan Tuhan.

Jika dalam Islam mengenal puasa sunah seperti puasa Senin Kamis dll, demikian pula dalam kepercayaan Hindu, upawasa juga ada yang tidak bersifat wajib. Menurut yang saya baca, upawasa yang tidak wajib ini diserahkan kepada masing-masing individu apakah akan ia lakukan pada siang hari saja ataukah sehari penuh.

Sedikit Catatan Tentang PUASA
Sedikit obrolan saya dengan teman mengenai puasa

Jika saat bulan Ramadan ini ada saudara-saudara kita umat Hindu ada juga yang berpuasa, kemungkinan besar mereka sedang melakukan upawasa bebas tidak wajib seperti yang disebut di atas. Mereka akan memulai upawasa sejak fajar sama seperti kita kaum muslimin, namun bisa jadi upawasa mereka hingga fajar keesokan harinya, karena menurut kepercayaan Hindu pergantian hari adalah fajar, namun bisa juga mereka melakukan ibadah upawasa setengah hari saja dan berbuka pada saat senja.

Jika ada teman yang menganut agama Hindu tanyalah mereka soal upawasa, mereka seringkali melakukannya. Begitu juga dengan teman Kristiani, mereka juga kerap melakukan puasa, mulai dari puasa 8 jam, 1 hari, 1 hari 1 malam, 3 hari puasa total dan seterusnya, ada yang tidak berpantang dengan air putih, ada pula yang tidak makan dan minum. Tujuan puasa bagi kristiani mungkin dapat dijelaskan dalam potongan ayat "... kamu harus merendahkan diri dengan berpuasa." Imamat 16:29.

Agama Buddha juga mengenal puasa, mereka menyebutnya Uposatha (Upavasatha). Rangkaian pelaksanaan ibadah uposatha dimulai pada pagi hari dengan berniat akan melatih diri dengan menjalankan praktik atthasila (delapan sila) baik dalam bimbingan seorang bhiksu atau tidak. Sebelum memasuki tengah hari (jam 12 siang) masih diperbolehkan untuk makan dan minum, kemudian mulai tidak makan dan minum sejak dari jam 12 siang sampai fajar di esok harinya.

Puasa Ramadan dalam pandangan Islam sebagaimana dipahami adalah sebuah kewajiban kecuali bagi yang sakit, sedang berpergian jauh dan suci dari nifas dan haid (bagi perempuan). Di balik kewajiban ini tentu banyak hal yang patut kita pelajari, baik dari Al Quran dan hadis-hadis untuk dapat lebih memahami apa tujuan puasa. Sedikit tentang tujuan puasa sependek yang saya pahami pernah saya catat di postingan di bawah ini berjudul: Lapar mengajarmu rendah hati selalu.

Baca juga: Lapar mengajarmu rendah hati selalu 

Dari catatan ini kita sama-sama pahami bahwa puasa bukanlah sesuatu yang asing bagi masyarakat Indonesia. Lebih jauh lagi merunut asal muasal agama-agama yang dianutnya maka baik agama-agama dari timur dan barat mengenal puasa sebagai salah satu syariat atau ajarannya. Meski berbeda dalam pelaksanaannya, jika diselidiki lebih jauh tujuannya tidak jauh berbeda, yaitu untuk mendekatkan diri kepada Sang Maha Pencipta. []

“Setiap amalan manusia adalah untuknya kecuali puasa, sebab ia hanyalah untukku dan Akulah yang akan memberikan ganjaran padanya secara langsung”. [HR Bukhari dalam Shahihnya: 7/226 dari hadis Abu Hurairah radhiyallahu’anhu].

7 Ramadan 1439 H
23 Mei 2018


Belajar Puasa Dari Pemburu Yang Kemalaman Di Hutan

Belajar Puasa Dari Pemburu Yang Kemalaman Di Hutan

Konon ada seorang pemburu yang sedang kurang beruntung. Sejak pagi benar ia meninggalkan rumah, namun demikian ia tak berhasil mendapatkan hewan buruan hingga sore saat matahari terbenam. Menyadari hari akan gelap, secepatnya ia berbalik mencoba pulang ke kampungnya. Namun sayang ia terlalu jauh masuk ke dalam hutan. Tanpa perbekalan yang memadai ia terus mencoba menyusuri jalan yang ia yakini menuju kampungnya dengan penerangan yang semakin redup. 

Putus asa melanjutkan perjalanan akhirnya ia berhenti, ingatannya tertuju pada pohon besar yang memiliki batang menjorok ke telaga, pohon yang sering ia gunakan untuk mengintai hewan buruan dan juga memancing ikan. Berdasarkan ingatan, lokasinya tidak jauh dari ia berada kini. Ia yakin akan dapat berada di atas pohon itu sebelum obor darurat yang ia buat padam dan gelap benar-benar akan membutakan pandangannya. 

"Tak ada waktu lagi, aku harus cepat naik ke atas pohon itu dan bermalam di sana." Tekadnya sudah bulat, pohon besar itu hanya satu-satunya solusi terbaik yang dapat ia pikirkan di antara suara-suara hewan malam yang semakin ramai mengisi gelap. Dengan nafas teesengal-sengal akhirnya ia berhasil memanjat pohon dan mencoba mencari dahan yang nyaman untuk beristirahat. Malam semakin rapat menyelimuti  hutan, pantulan bulan di permukaan telaga yang tenang sedikit bisa menghiburnya.

Kesiagaannya tidak menurun, ia sadar mungkin saja akan ada ular yang dapat mengganggunya, atau jika ia sampai tertidur ia dapat terjatuh lalu menjadi mangsa hewan-hewan buas. Mengingat itu dia mencoba mencari dahan yang lebih menjorok ke telaga, agar jika ia terjatuh setidaknya ia akan terjatuh ke air.

Gendewa panahnya dikaitkan ke dahan pohon, pedang tetap ia sandang, endong anak panah dan pisau ia atur agar selalu dalam jangkauan. Jika ini malam terakhir ia hidup, maka ia akan pastikan perlawanan yang sengit akan ia lakukan demi bertahan hidup.

Sebagai seorang pemburu, ia merasa kali ini dialah yang menjadi obyek buruan, di balik gelap pepohonan dan semak di bawah pohon yang ia tempati, ia menduga sekian pasang mata hewan buas tengah mengintai. Ia tidak boleh lengah atau tertidur walau sekejap. 

Dari tempatnya berlindung, dengan kewaspadaan tinggi ia merasakan dedaunan yang tua berguguran, jatuh ke telaga dan menimbulkan riak gelombang. Gelombang-gelombang kecil yang mengingatkannya pada anak istrinya di rumah.

"Maafkan aku yang pasti telah membuat kalian gelisah karena tidak pulang malam ini" gumamnya dalam hati.

Tiap kali kantuk menyerang ia mengusap wajahnya yang lembab terkena embun. Setelah yakin suasana aman ia memetik daun dan menjatuhkannya ke telaga. Daun itu meluncur perlahan, kadang tertiup angin sebelum jatuh ke telaga dan menimbulkan riak gelombang kecil. Setiap daun yang ia jatuhkan seakan melucuti berbagai pikiran-pikiran yang membelenggunya saat itu.

Tidak ada bekal makanan, tak ada teman bicara, sendirian dalam hutan gelap, tidak dapat tertidur walau lelah musti ia tahan. Ketakutan-ketakutan sedikit demi sedikit berhasil ia tundukkan, walau secara pasti ia tidak dapat menjamin keamanan dan keselamatan dirinya entah sampai kapan. Lapar haus, lelah ia tanggung dalam diam, terjaga ia semalaman menundukkan semua kebutuhan lahiriah demi sebuah kesadaran dalam kewaspadaan yang tinggi.

Beberapa daun kembali ia petik dan ia lepaskan perlahan. Air telaga menyambut dedaunan yang jatuh dengan lembut, gelombang-gelombang air yang diciptakan dengan cepat tersapu riak akibat angin atau hewan air. Seperti gelombang kehidupan yang fana, hilang tidak berbekas di permukaan zaman yang terus berubah.

"Daun-daun yang gugur sebelum waktunya" ucapnya dalam hati. Setiap helai daun mengantarnya pada perenungan akan jalan hidup. Paradoks hidup yang kurang lebih sama dengan jalan hidupnya. Seorang pemburu yang hidup dengan membunuh binatang buruan, yang sebenarnya adalah makhluk hidup lain, namun terpaksa ia lakukan untuk menyambung hidup keluarganya.

Ia petik lagi beberapa daun, ia remas dedaunan itu menjadi satu kemudian ia lempar ke telaga di bawahnya. . 
"Mungkinkah daun-daun yang lain saat ini sedang ketakutan sepertiku? Takut untuk dipetik? Seperti hewan buruan yang masih mencoba berlari walau beberapa anak panah sudah melukainya? Mungkin daun-daun inipun merasakan sakit saat aku petik dan kuremas... Aku seharusnya tidak boleh menebar ketakutan, sehingga aku disiksa oleh ketakutan yang sama seperti saat ini". 

Malam semakin tua saat ia menggigil kedinginan karena angin berkabut lembab telah membasahi pakaiannya. Ufuk timur telah merona merah, tanda matahari yang telah semalaman ia nanti akhirnya datang.

"Istriku, jika aku pulang dengan selamat, maaf aku tidak membawa hasil buruan, hari ini adalah hari terakhir aku menjadi pemburu. Daun-daun dan pohon ini telah melindungi nyawaku malam ini. Aku ingin menjadi petani saja" kerinduannya mengusir segala kantuk dan penat yang tersisa. 

Seiring matahari terbit, ia telah menjadi pribadi baru yang terlahirkan kembali, setelah berhasil mengalahkan semua rasa takutnya. Ia pulang dengan membawa endong panah yang masih penuh. Hewan-hewan yang biasanya berlari melihatnya kini seakan mengucapkan selamat dan mengantarnya pulang ke kampung di mana anak istrinya bahkan kerabat desanya telah gelisah menanti kepulangannya.

4 Ramadan 1439 H
20 Mei 2018


Keutamaan Sahur, Walaupun Hanya Dengan Seteguk Air Putih

Keutamaan Sahur, Walaupun Hanya Dengan Seteguk Air Putih

“Sahur adalah makanan berkah, maka jangan kalian tinggalkan walaupun hanya minum seteguk air...” (HR. Ahmad dan dihasankan Syaikh Al-Albani dalam Shahih al-Jami’, no. 3683).

Hadis di atas sudah cukup menjelaskan betapa Nabi Muhammad SAW sangat menganjurkan umatnya untuk melakukan sahur. Ya, walaupun hanya dengan seteguk air, terpenuhi sudah syarat minimal bagi kita untuk melaksanakan sunah sahur sebelum puasa. 

Kita tak pernah tahu berapa banyak orang yang memang hanya sahur dengan seteguk air. Entah karena kefakiran hingga hanya seteguk air yang ia miliki, atau hanya segelas air yang ia butuhkan untuk memenuhi anjuran sunah dari Nabi yang ia cintai, ia tidak punya kebutuhan dan alasan lain dari sahur kecuali memenuhi anjuran dari Nabi Muhammad SAW.

Teman saya pernah bilang, bangun sahur itu juga berarti sebagai penguat niat berpuasa Ramadan. Bagi yang belum sempat niat berpuasa sebelumnya maka saat sahur itulah kesempatan dia untuk menyatakan niatnya serta memantapkannya. Karena menurutnya tidak sah puasa Ramadan jika tidak diniatkan pada malam hari sebelum puasa.

Dari 4 imam mazhab, hanya Mazhab Hanafiyah yang menyatakan tetap sah puasa Ramadan seseorang jika niatnya diucapkan walau setelah matahari terbit, tapi maksimal sebelum zuhur (tergelincirnya matahari) selama ia belum melakukan  hal-hal  yang  membatalkan puasa. 

Selain itu, Mazhab Syafi'i, sebagai mazhab utama yang dijadikan rujukan bagi kebanyakan warga Indonesia juga menetapkan bahwa niat puasa sebulan penuh hanya berlaku untuk puasa hari pertama, seseorang harus meniatkan kembali setiap malamnya sebagai salah satu syarat sahnya puasa.

Nah, jika malam hari setelah berbuka atau tarawih belum meniatkan puasa, untuk amannya bisa dilakukan saat sahur. Mengingat kedudukan penting dari sebuah niat dalam ibadah, maka mungkin ini pula yang membuat kegiatan sahur menjadi begitu dianjurkan.

Kalau dari sudut pandang ilmu kesehatan, soal sahur dengan seteguk air putih ada khasiatnya atau tidak saya belum tau. Mungkin teman-teman yang paham ilmu gizi dan kedokteran nanti yang akan jelaskan :)  Intinya sih secara awam, makan sahur pastinya berguna untuk memberikan energi yang cukup bagi tubuh saat menunaikan ibadah puasa Ramadan pada siang harinya. 

Air jelas merupakan salah satu elemen yang sangat penting bagi tubuh manusia. Air berperan besar dalam menjaga semua fungsi di dalam tubuh agar tetap berjalan dengan semestinya. Karenanya untuk mencegah dehidrasi tubuh saat puasa saya kira sahur minimal seteguk air putih adalah anjuran atau sunah yang sangat baik untuk dilaksanakan.

Wallahu a’lam bish-shawabi
3 Ramadan 1439 H
Sabtu 19 Mei 2018






Bahas Santai Soal Istilah Ifthor dan Takjil

Bahas Santai Soal Istilah Ifthor dan Takjil

Istilah ifthor atau ifthar dan takjil atau ta'jil sudah terasa umum di telinga, padahal seingat saya sekitar akhir 90an zaman saya SMA istilah ini belum pernah saya dengar. Dari pemahaman umum yang saya tangkap makna ifthor dan takjil ini ada yang menganggapnya sama, ada yang menjelaskan bahwa keduanya berbeda makna tapi berhubungan.
Nah bagaimana sih sebenarnya makna istilah ifthor dan takjil ini? Saya hanya membatasi pembahasan ini hanya soal makna dan artinya dari segi bahasa saja yah bukan soal lainnya.

Ifthor / Ifthar


Mari sejenak perhatikan salah satu varian doa berbuka puasa yang cukup populer ini: "Allahumma laka shumtu,... wa ‘ala rizqika AFTHORTU" ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa ...dan dengan rezeki-Mu aku BERBUKA.

Kata afthortu dalam doa di atas diterjemahkan sebagai "aku berbuka puasa", kata Afthor(tu) dan ifthor memiliki makna yang sama yaitu berbuka puasa dengan makan atau minum yang merupakan rezeki dari-Nya. Jadi ifthor itu kegiatan membatalkan puasa, dalam hal ini berbuka puasa. Jika ditelusuri lebih jauh kata afthor(tu) dan ifthor berasal dari kata yang sama dengan fitri dalam kata IdulFitri. (Saya sudah pernah bahas soal sila baca di Perbedaan Fitri dan Fitrah ).

Jadi arti kata atau istilah ifthor atau iftar atau ifthar itu adalah lebih dimaksudkan pada kegiatan berbuka seperti dalam doa berbuka puasa di atas, bukan istilah pengganti pada jenis makanan seperti pemahaman saya sebelum mencoba memahami lebih jauh istilah ini.

Untuk lebih mudahnya ada istilah yang juga sudah populer di kalangan teman-teman pengajian yang disebut "Ifthor jama'i".  Ifthor jama'i sama artinya dengan "berbuka puasa bersama" atau yang sering disingkat "bukber". Penggunaan kata ifthor di sini sudah tepat karena berarti "kegiatan berbuka puasa" di tambah kata "jamai" yang berarti "berjamaah atau bersama-sama" sehingga dapat memperjelas pemahaman kita akan makna kata ifthor dengan lebih mudah.

Buka Puasa Ramadan Bahas Santai Soal Istilah Ifthor dan Takjil
Buka Bersama KABASA Ramadhan 1435/2014


Takjil / Ta'jil

Kata takjil atau ta'jil ini agak lebih sulit bagi saya untuk menjelaskannya dengan mudah. Alhamdulillah kata Takjil atau Ta'jil sudah masuk dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Kata Takjil dalam KBBI dijelaskan sebagai sebuah kata kerja yang berarti mempercepat (dalam berbuka puasa) silakan cek di https://kbbi.web.id/takjil

Penjelasan KBBI ini juga sesuai dengan hadis masyhur tentang menyegerakan berbuka puasa yang di riwayatkan oleh beberapa ulama hadis seperti Bukhari, Muslim, Ad Darimi Hadis No 1637, Hadits Malik No.562 dst dengan redaksi yang kurang lebih sama: “Laa yazaalu an-naasu bikhairin maa ‘ajjaluu al-fithra”, yang artinya “Terus-menerus manusia berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka puasa.” Kata di akhir hadis itu berbunyi ‘ajjaluu al-fithra yang diartikan menyegerakan atau memprioritaskan berbuka puasa.

Kata ‘ajjaluu dalam hadis itu bermakna sama dengan takjil yang berarti menyegerakan, kata al-fithra sudah kita bahas sebelumnya bahwa maknanya sama dengan ifthor, ifthar yaitu berbuka puasa, semakna dengan maksud kata fitri/fithri dalam kata aidulfithri yang ditulis dalam Bahasa Indonesia menjadi IdulFitri.

Jadi sudah jelas yah? Makna dari kata Takjil adalah menyegerakan atau memprioritaskan sedangkan arti kata ifthor adalah berbuka puasa. Dua kata ini akan sering ditemui bergandengan dalam banyak hadis karena merupakan keutamaan yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW.

Arti Istilah Ifthor dan Takjil sesungguhnya

Apapun istilahnya selama kita paham maksudnya saya kira tridak ada masalah dalam komunikasi :)
Selamat berbuka puasa dan berbagi kebahagian dengan berbagi makanan untuk berbuka puasa.

Wallahu a’lam bish-shawabi
2 Ramadan 1439 H
18 Mei 2018

Soal Ziarah Atau Nyekar Sebelum Ramadan

Soal Nyekar alias Ziarah Sebelum Ramadan
Makam Kakek Nenek di Bila Ugi Sabbang Paru Wajo Sulsel
Kenapa para orang tua dahulu menganjurkan kita sebelum berpuasa untuk ziarah atau nyekar ke makam keluarga?

Sependek yang saya pahami, kegiatan ziarah sebelum memasuki bulan Ramadan itu bukan untuk mengistimewakan waktu berziarah, tapi adalah bagian tidak terpisahkan dari rangkaian persiapan menyambut ramadannya. Nabi Muhammad SAW tidak mengatur secara khusus kapan waktu ziarah. Karenanya kita bebas mengatur sesuai kebutuhan, misalnya hari sabtu berziarah maka hari minggunya dapat digunakan untuk bersilaturahim kepada kerabat yang masih hidup. Demikian menurut saya hikmah mengapa tidak ada pengaturan kapan waktu yang dianjurkan untuk berziarah.

Tujuan dari ziarah utamanya adalah untuk mengingatkan kita bahwa dunia ini hanya sementara, segalanya akan ditinggalkan pada waktunya. Tegasnya "untuk mengingatkan pada akhirat" seperti dijelaskan dalam sebuah hadis tentang tujuan dari ziarah kubur. 

Ziarah itu selain bisa kapan saja dilakukan juga dapat dilakukan ke makam siapa saja,  namun jika dilakukan kepada makam keluarga atau orang-orang yang kita kenal saat hidupnya diharap akan dapat mengingatkan kita bagaimana saat almarhum hidup dan bagaimana saat ini, setelah akhirnya dikuburkan. Dengan begitu pelajaran yang kita dapatkan akan lebih mengenai sasaran. 

Sebagian orang tua juga menjelaskan tujuan berziarah juga untuk memohon maaf atas kesalahan-kesalahan kita dan mendoakan ahli kubur. Idealnya, sebelum memasuki bulan puasa kita disarankan untuk saling berma'afan, baik kepada keluarga yg masih hidup ataupun yang sudah tiada. Jika kepada yang masih hidup kita dapat saling meminta ma'af atau berma'af-ma'afan, namun jika kerabat tersebut sudah meninggal, menurut saya kita hanya bisa mengakui kesalahan-kesalahan kita dan mengikhlaskan segala apa yang telah terjadi antara kita dengan almarhum.

Berziarah seperti itu sebelum puasa, selain bertujuan membersihkan kuburan, mencabuti rumput liar dll,  idealnya diharapkan juga dapat membersihkan dan meluruskan niat kita sebelum benar-benar memasuki bulan Ramadan. Amiin.
Soal Nyekar alias Ziarah Sebelum Ramadan
Makam Kakek Nenek di Bila Ugi Sabbang Paru Wajo Sulsel
Soal istilah nyekar sendiri katanya berasal dari kata Bahasa Jawa "Sekar" yang berarti bunga. Tradisi nyekar ini dari kebiasaan menabur bunga (jenis bunga yang biasa digunakan kanthil, kenanga, dan mawar atau melati) ke kuburan kerabat yang didatangi. Tradisi ini terkait dengan tradisi dan budaya masyarakat yang tujuannya adalah semacam penghormatan dengan memberikan bunga dan agar ada aroma wewangian  untuk mengisi suasana. Soal tradisi ini saya kurang paham, selama tradisi ini tidak dimaknai macam-macam dan bermanfaat saya kira boleh-boleh saja dilakukan.

Mengenai adab saat berziarah sudah banyak yang mengulasnya, saya hanya sedikit mengulangnya agar saya sendiri ingat kembali. Antara lain:

Niat yang benar: Semua hadits tentang ziarah kubur menjelaskan hikmah dari ziarah kubur, yakni untuk mengambil pelajaran seperti di dalam hadits Ibnu Mas’ud : “Karena di dalam ziarah terdapat pelajaran dan peringatan terhadap akhirat dan membuat zuhud terhadap dunia”.

Untuk itu, berziarah kubur idealnya membuat kita dapat mengambil pelajaran bahwa terbatasnya usia atau umur manusia dan saat dikuburkan tidak ada harta ataupun apa yang dimiliki di dunia ini yang dibawa ke dalam kubur. Semuanya akan kembali sebagaimana terlahir tidak membawa apa-pun. Jasad terurai dan ruh akan dimintai pertanggungjawaban. Segala amalan ibadah sudah terputus kecuali 3 hal yang masih dapat terus mengalirkan pahala.

Mengucapkan salam dan doa sebagaimana diajarkan: “Salam keselamatan pada kalian para ahli kubur kaum mu’minin dan muslimin, mudah-mudahan Allah merahmati orang-orang yang mendahului kita dan orang-orang yang belakangan, dan kami Insya Allah akan menyusul kalian, kami memohon kepada Allah keselamatan bagi kami dan bagi kalian”. [HR. Muslim 2301].

Tidak menginjak atau duduk-duduk di atas kuburan: “Sungguh, sekiranya salah seorang diantara kalian duduk di atas bara api hingga membakar pakaiannya lalu sampai ke kulitnya, adalah lebih baik baginya daripada ia duduk di atas kuburan.” [HR. Abu Dawud nomor 2809 dan dishahihkan oleh Syeikh Muhammad Nashiruddin al Albani dalam shahih Abu Dawud].

Wallahu a’lam bish-shawabi
1 Ramadhan 1439 H (2018)




6 Tips PDKT Ke Gebetan Bertipe ENFP

6 Tips PDKT Ke Gebetan Bertipe ENFP
Soal ini sebenarnya soal yang menyangkut ilmu psikologi, hanya saja berdasarkan pengalaman hidup sebagai orang bertipe ENFP (katanya test ini itu) sedikit banyak ini menyangkut narsisitas, karenanya saya perlu untuk menerjemahkan artikel berbahasa Inggris tulisan dari Mpok Heidi Priebe yang berjudul 7 Things You Should Know Before You Date An ENFP untuk membantu adik-adik saya berhadapan dengan tipe-tipe manusia ENFP yang hidup sesukanya, ngeselin dan susah diatur. Yah seperti saya yang ENFP juga sih 😊.

Tapi saya hanya menerjemahkan versi suka-suka hanya 6 saja, kalau mau tahu tips ke-7 yah baca saja artikel aslinya hehehe. Woles saja, saya juga menggunakan Google Translate saat membacanya kok.

Jadi menurut Mpok Heidi Priebe, orang-orang ENFPs adalah tipe orang yang menggunakan prinsip "semua-atau-tidak sama sekali" dalam kehidupannya, termasuk dalam hal urusan asmara. Mereka membangun hubungan romantis yang serius, dengan pendekatan yang melibatkan antusiasme dan kehangatan. Mereka yang berkepribadian ENFP mendambakan hubungan yang bermakna dengan pasangannya dan cenderung untuk memutuskan hubungan sejak awal jika ia tidak merasakan adanya hubungan yang bermakna itu. Konon katanya tipe ENFP ini paling cocok dengan INFJ atau INTJ - mereka menawarkan alasan, analisa yang kontras dan kreatif bagi seseorang berkepribadian ENFP.

6 Tips PDKT Ke Gebetan Bertipe ENFP

Jadi apa trik atau tips untuk menundukkan orang-orang bertipe ENFP yang eksentrik dan kadang bikin gondok? Ini 6 Tipsnya:

1. Tantang mereka.

Diskusi yang berkualitas adalah foreplay utama untuk ENFP. Mereka akan sangat bersemangat dalam mengeksplorasi ide-ide baru dan menghargai siapa pun yang dengan cerdas dapat menantang cara berpikir mereka. Pokoknya, diskusi yang baik adalah kencan pertama yang tepat. Semakin banyak ide-ide yang Anda bawa, Anda akan semakin seksi bagi orang-orang ENFP. Rayuan bagi mereka, dimulai dalam pikiran. Soal tempat bisa di mana saja yang sekiranya kondusif dan bisa membuat nyaman.

2. Konsisten

Kepribadian orang-orang ENFP adalah "Semua atau Tidak Sama Sekali", itulah mengapa mereka kadang lebih dikenal sebagai orang yang pendiam/pasif dan sensi serta mengutamakan intuisi dalam menilai. Tipe INTJ dan INFJ akan menjadi pasangan romantis yang terbaik untuk sifat-sifat seperti itu. Sahabat yang secara konsisten dapat berperan introspektif adalah Ying untuk seorang ENFP yang sangat pencemburu dan posesif (Yang). Seperti anak-anak, ketertarikan alaminya akan lebih nyaman dengan pemikiran-pemikiran yang terstruktur dan bermakna.

3. Berpikiran Terbuka

ENFP adalah tipikal "orang aneh". Semakin cepat Anda menerima kenyataan itu maka ke depannya akan lebih mudah bagi Anda. ENFP cenderung tidak konsisten, mereka selalu memiliki rencana dan agenda baru "setiap detik", kadang pemikirannya dapat bertentangan satu sama lain dan berujung pada kesimpulan yang tidak ada hubungannya dengan topik masalah. Sifat tertutup mereka lah yang secara alami telah melatihnya mahir untuk mengubah sebuah topik. Mereka berpikir jauh dan dapat mengubah pemikirannya dalam waktu singkat, namun mereka dapat menyenangkan jika Anda tetap terbuka untuk topik-topik baru, aktivitas baru dan keputusan baru untuk meraih sebuah tujuan. Karakter ENFP cukup menyenangkan dan jarang mengecewakan.

4. Pertahankan Pendapat Anda Ketika Itu Penting

Para ENFP adalah kombinasi antara berpikiran terbuka dan keras kepala. Mereka akan dengan gigih mempertahankan pendapatnya jika itu ia anggap penting sekaligus dapat menghargai orang yang gigih mempertahankan pendapatnya. Itulah mengapa orang-orang ENFP dapat memahami jika Anda menjelaskan skala prioritas Anda dan gigih mempertahankannya. Pribadi ENFP bukan tipe pemaksa dan karenanya mereka juga tidak suka dipaksa. Mereka dapat memahami dan mengubah cara berpikirnya jika Anda dapat mengajaknya berdiri di sudut pandang Anda, dengan intuisinya para ENFP mampu melihat dari sudut pandang Anda (walau dalam versi mereka sendiri) jika mereka mau.

5. Berikan Umpan Balik

Orang-orang berkepribadian ENFP mengembangkan hubungannya dengan komunikasi. Mereka akan berusaha untuk membuat pasangan mereka bahagia, namun demikian hal tersebut tidak selalu berjalan dengan mulus. Contohnya jika ia sangat bersemangat membuat semacam pesta kejutan namun berjalan tidak sesuai dengan yang diharapkan. Hal terbaik yang dapat dilakukan adalah tetap mengapresiasi niatnya dan menjelaskan bahwa ada cara lain untuk melakukannya dan hasilnya mungkin akan sesuai dengan harapan. Orang-orang ENFP memang perasa dan mudah tersinggung dengan kritik langsung, namun sangat menghargai hubungan, Jika mereka melakukan kesalahan, mereka jelas ingin mengetahui di mana letak kesalahan itu untuk memperbaikinya di lain waktu.

6. Buat Mereka Merasakan Kebebasan

Hal yang paling dibenci oleh para ENFP adalah dikekang. Sementara mereka mudah terlibat dalam hubungan persahabatan yang akrab namun mereka bukan tipe pribadi yang mudah mengesampingkan perkembangan dirinya sendiri. Hubungan yang sehat bagi pribadi ENFP adalah sama-sama tumbuh dengan saling asah, asih, asuh dan tidak stagnan tanpa perkembangan.

Cukup itu saja, walau di artikel aslinya ada 7 tips tapi karena tips ke-7 itu menggunakan bahasa perumpamaan, maka sebaiknya Anda membaca sendiri artikel aslinya dan meraba-raba apa maksudnya. :)

Oh iya, hanya dengan membaca ini saja tidak akan cukup untuk modal menundukkan seorang bertipe ENFP, lagi pula mereka bukan tipe yang perlu untuk ditundukkan kok. Artikel ini setidaknya dapat menjadi wawasan awal jika ingin menjalin hubungan yang lebih serius dengan kenalan atau sahabat berkarakter ENFP. Kalau kamu sudah membaca artikel ini sampai habis dan belum mengerti apa itu ENFP yah baca juga artikel ini: ENFP: Giving life an extra squeeze!, judulnya saja yang berbahasa Inggris, artikelnya sih Bahasa Indonesia :)

Happy weekend :)


Kopi dingin dan hujan dini hari

Kopi dingin dan hujan dini hari

Segelas kopi menemaniku menunggu Bang Tama pulang kerja malam ini. Hujan seperti sengaja menambah gelisah mengingat jalanan Babelan yang rusak dan licin saat hujan. "Semoga bapak baik-baik saja yah nak" gumamku sambil mengelus perut yang berisi buah cinta kami.

Kalau mau diceritakan tentang hal termanis yang masih terus teringat tentang Bang Tama, mungkin itu adalah saat pertama kali aku perbolehkan Bang Tama mengantarku pulang. Iya, sudah beberapa kali dia menawarkan diri untuk mengantarku, tapi entah kenapa aku tidak mengizinkannya, hingga malam itu.

Ya, malam itu, malam saat langit Babelan sepertinya sedang bersekongkol dengannya. Gerimis yang tiba-tiba datang membuat satu persatu kawan seperjalananku pulang meninggalkan aku. Tanggung jawab sebagai panitia membuatku tidak bisa meninggalkan rapat-rapat penting seperti kawan yang lain. Aku rasa semua pun demikian jika tidak memiliki agenda acara yang bentrok.

"Tau gak apa yang bikin abang suka ama rapat-rapat yang kayak tadi Ros?" tanyamu membuka obrolan.
"Apaan bang?" tanyaku.
"Bisa ketemu Rosmah lah"
"Apaan? gak kedengeran bang" balasku pura-pura tidak mendengar dan ingin memastikan apa yang barusan kudengar.

"Cuma dalam rapat abang bisa ketemu eneng, rapat semalem suntuk ge ora ngapah-ngapah abang mah asal ada Rosmah ikutan rapat" jawabmu sambil tertawa.

Kemudian perjalanan menuju rumah terasa sangat cepat sekali, aku masih ingin berboncengan ketika motornya berhenti karena sudah sampai di rumahku.

"Makasih yah bang, kapan-kapan boleh dah mampir, kalo sekarang mah udah malem, gak enak ama tetangga, dah yak, assalam mualaikum" potongku cepat dan berbalik menuju ke rumah.

Hari-hari berikutnya waktu terasa berjalan lambat, kuliah seakan hanya menghitung hari, senin, selasa, rabu, kamis, alhamdulillah sudah jumat, besok aku bisa bertemu lagi dengan Bang Tama. Walaupun hampir tiap waktu luang kami selalu bertukar sapa di WhatsApp dan Facebook, namun tidak ada yang bisa menggantikan pertemuan langsung.

-----

Sabtu malam Minggu 15 April 2017, aku kembali bertemu Bang Tama dalam rapat terakhir dan persiapan gladi bersih acara milad komunitas kami yang pertama. Semua anggota berkumpul untuk berdoa bersama. Seluruh panitia hadir dalam suasana serius tapi santai, canda penuh keakraban mengisi acara tumpengan di aula gedung Karang Taruna Desa Babelan Kota malam itu.

"Tam, Rosmah bantu-bantu bagian konsumsi juga yah? Kayaknya temen-temen bakalan kerepotan nih ngurus konsumsi tamu" kudengar bang Raihan seakan meminta izin kepada Bang Tama.

"Tanya langsung orangnya dah, dia repot gak di seksi acara, tar gua bantuin juga dah ngurusin konsumsi tamu" kudengar Bang Tama menjawab cepat dan menatapku. Aku hanya tersenyum dan mengangguk tanda setuju. Kemudian Bang Raihan dan teman-teman kembali mendiskusikan tugas-tugas panitia untuk acara besok.

Entah kenapa telinga ini sekarang lebih tajam menyimak apa saja kalau menyangkut Bang Tama. Seakan-akan telinga ini punya radar yang menyala kalau mendengar nama Bang Tama disebut.

Tapi kenapa pula Bang Raihan meminta izin ke Bang Tama?, jangan-jangan semua teman sudah tahu ada hubungan khusus antara aku dan Bang Tama. Padahal kami jarang sekali bertemu, paling hanya acara-acara tertentu dan yah acara di komunitas ini, komunitas yang telah mempertemukan kami.

----

Perhelatan Milad pertama organisasi kami berjalan lancar, ratusan tamu datang dan pergi dihibur dengan alunan musik dan suara Bang Andri Goden dan kawan-kawan dari Getah Bacang, band musik Betawi yang cukup ternama di Bekasi. 

Usai acara, rasa gembira dan bangga tentu saja kami rasakan karena acara besar pertama kami telah berjalan lancar dan sukses. Namun di balik kisah sukses selalu ada kisah kerja keras, keyakinan, keringat dan juga lelah. Kami semua belajar bersama dengan gembira, saling mengisi dan saling menumbuhkan, hal yang mungkin tidak akan aku dapatkan jika aku tidak ikut berorganisasi dalam komunitas.

Namun ada kejadian yang membuat aku kesal sebenarnya. Saat acara aku melihat Bang Tama ngobrol mesra dengan Maya yang hadir di acara. Aku gak melarang Bang Tama menemui siapa saja di acara, dan aku juga gak bisa melarang Maya untuk datang, tapi aku tidak suka saja melihat Bang Tama ngobrol dengan Maya. Apakah ini yang namanya cemburu?

Aku cerita sedikit yah tentang siapa Maya? 
Maya dulu adalah teman akrab Bang Tama, aku tahu dulu Bang Tama juga sering mengantar dan menjemput ke rumah Maya di Wates Kedung Jaya. Aku tidak tahu pasti bagaimana tapi aku dengar dari teman-teman bahwa selanjutnya mereka saling menjauh. Terakhir yang aku tahu Maya sudah keluar dari komunitas dan Bang Tama sepertinya juga sudah tidak pernah lagi ke Wates menemuinya. Dari seorang teman aku mendegar hubungan mereka tidak direstui oleh orang tua Maya, mungkin faktor itu yang membuat Maya tidak pernah lagi berkumpul dengan kami dan akhirnya keluar dari komunitas. Mungkin saja sih, aku juga tidak begitu paham masalahnya.

"Dar, gua ke toilet dulu yak, ganti'in gua jaga stand konsumsi bentaran plisss" pintaku pada Asnidar.
"Ok, jangan lama-lama Mah, romannah tamu mingkinan banyak bae" jawab Asnidar.
"Gak, bentar doang ge' balik" jawabku sambil menuju Aula tempat penyimpanan persediaan konsumsi.
Aku lirik Bang Tama masih ngobrol dengan Maya, rasanya ingin cepat-cepat sampai ke Aula dan menangis sebebasnya. Entah apa yang aku pikirkan saat itu, perasaanku kacau, tapi sengaja aku mengambil jalan yang bisa dilihat Bang Tama.

Benar saja, tidak beberapa lama Bang Tama sudah menyusul. Ah, biarkan saja dia melihat aku menangis, biar dia mengerti aku tidak suka melihatnya dekat dengan Maya lagi.

"Nah ini dia, dicari'in ke mana-mana enggak taunya ada di marih. Rosmah, dicari'in Asnidar tuh" bujuk Bang Tama.
"Oh jadi Abang ke mari cuman mau ngasih tau itu? Saya udah tau bang, bentar lagi ge' balik kalo udah tenang perasaan saya" ketusku.
"Romanah ada yang lagi purik, Abang temenin dah yak"
"Ora usah bang, bagen saya dewekan di marih, udah Abang duluan ajah tar saya nyusul"
"Ogah ah, Abang maunya di marih, nemenin eneng"
"Lah ntuh pan ada Maya di sonoh, Abang temenin Maya ajah gih" jawabku sambil pindah duduk menjauh dari Bang Tama yang duduk di sebelahku.
"Mayanya udah pulang, tadi sempet nitip salam buat Rosmah" jawab Bang Tama perlahan.
"Iya makasih, salam balik, abang ora nganterin bang? dulu kayaknya sering dah nganter jemput" jawabku sambil membersihkan air mata yang sudah mulai berhenti.
"Udah lama ora pernah lagi neng, Abang ama Maya udah temen biasa, udah yuk, nanti abang ceritain semua dah selengkap-lengkapnyah, sekarang mendingan kita ngurusin tamu aja dulu yuk" ajak Bang Tama.
"Masih ama Maya juga ora apa-apa bang saya mah, iya udah abang aja duluan, tar saya nyusul"
"Hmmm nti abang jelasin dah Mah, sekarang kita balik ke acara aja dulu, bareng ajah yuk"
"Udah Rosmah ora ngapa-ngapa, Abang duluan aja, saya belakangan"
Bang Tama akhirnya meninggalkanku sempat aku lihat dia mengangkat sekardus air mineral lalu kemudian pergi.

Aku memang pernah mendengar Bang Tama dan Maya tidak direstui oleh orang tua Maya, tapi aku masih tidak percaya Bang Tama bisa melupakan Maya secepat itu, mereka dahulu setahuku cukup akrab dan mesrah. Ah, mungkin benar, ini yang namanya rasa cemburu.

-----

Sekian waktu telah berlalu sejak acara Milad komunitas kami, kegiatan semakin banyak, aku dan Oliv dipercayakan mengelola Seksi Pendidikan, ini menarik, selain sesuai dengan jurusan kuliah, ini dapat menambah wawasan dan mengaplikasikan ilmu yang aku dapat semasa di kampus.

Hubunganku dengan Bang Tama juga semakin baik, kami sudah saling mengenal keluarga masing-masing. Bang Tama juga sudah semakin sering mampir ke rumahku.
"Bang, Seksi Pendidikan enaknya ngapain yak?" pancingku suatu waktu saat Bang Tama mampir sepulang kerja.
"Ngajar bocah SD ajah, sekalian praktek, biar kepake ituh ilmu PGSD di kampus" jawab Bang Tama bersemangat.
"Tapi di sekitar rumah susah ngumpulin bocah SD Bang, mau dikumpulin di rumah juga tempatnya sempit" kali ini aku utarakan sekalian niatku.
"Ya udah, nti abang coba kumpulin bocah deket rumah abang, kebanyakan sih masih keponakan" jawab Bang Tama seperti merencanakan sesuatu.

Aku tahu di sekeliling rumah Bang Tama memang suasana kekeluargaaannya masih kental, namun aku masih ragu soal tempat. Anak-anak pasti akan kurang leluasa kalau teras rumah Bang Tama yang digunakan untuk berkumpul dan belajar. Ah semoga ada solusi mengenai tempat belajar yang menumbuhkan dan membuat anak-anak leluasa berekspresi.

Tidak beberapa lama aku dengar kawan-kawan menggagas sebuah Taman Baca yang didirikan persis di depan rumah Bang Tama. Aku menduga ini pasti ada hubungannya dengan pembicaraan kami waktu itu. Tapi aku tidak dapat memastikannya, lagi pula itu adalah usul dari beberapa kawan yang terinspirasi dari TBM Rumah Pelangi Bekasi di Sukawangi.

Kopi dingin dan hujan dini hari

Saung itu juga hasil kerja bersama teman-teman komunitas dan warga sekitar, malu jika aku mengaggap itu adalah jawaban dari persoalan tempat belajar yang Bang Tama persembahkan kepadaku. Namun demikian bolehkah aku menamakan saung ini "Taman Baca Kita"? Iya, kita... kita semua, tapi kalau kamu mau mengartikan  kata "kita" sebagai aku dan kamu... yah aku juga tidak keberatan kok.

Dengan bantuan banyak pihak akhirnya komunitas kami memiliki sebuah saung yang salah satu fungsinya digunakan sebagai taman baca. Buku-buku dan alat-alat belajar sedikit demi sedikit mulai terkumpul, kekompakan dan solidaritas kawan-kawan semakin tampak, mimpi yang sepertinya mustahil kini sediki mulai mewujud dan membuatku harus menyambutnya dengan dedikasi dan keseriusan. Bukankah dari keterbatasan itulah lahir kreativitas? 

Aku jadi ingat potongan kalimat Tere Liye di buku – Negeri Di Ujung Tanduk [2003].
“Kau tahu, Nak, sepotong intan terbaik dihasilkan dari dua hal, yaitu, suhu dan tekanan yang tinggi di perut bumi. Semakin tinggi suhu yang diterimanya, semakin tinggi tekanan yang diperolehnya, maka jika dia bisa bertahan, tidak hancur, dia justeru berubah menjadi intan yang berkilau tiada tara. Keras. Kokoh. Mahal harganya.
“Sama halnya dengan kehidupan, seluruh kejadian menyakitkan yang kita alami, semakin dalam dan menyedihkan rasanya, jika kita bisa bertahan, tidak hancur, maka kita akan tumbuh menjadi seseorang berkarakter laksana intan. Keras. Kokoh.”
Kalimat itulah yang aku tanamkan saat melihat anak-anak yang belajar di taman baca semakin banyak. Dari pelajaran sekolah, Bahasa Inggris dan belajar komputer mulai rutin kami laksanakan. Semoga anak-anak ini kelak akan menjadi intan-intan yang bertaburan, indah menghias kampungnya, Kampung Pangkalan, Desa Kedung Pengawas Kecamatan Babelan Kabupaten Bekasi.

---------------

Sabtu, 28 April 2018 dini hari. Gerimis masih belum mau reda. Masih menunggumu pulang sambil menikmati kopi dingin. "Yah semoga bapak baik-baik saja di jalan yah nak, amiin". []


KEPALA BEKAKAK JIMAT JUDI

KEPALA BEKAKAK JIMAT JUDI

Kampung Pekuning/Pakuning (saya dulu menyebutnya Pulo Kuning), terletak di Desa Sukarapih Kecamatan Tambelang Kabupaten Bekasi. Dahulu saat saya kecil desa ini adalah sebuah desa dengan hamparan sawah dan ladang yang subur membentang. Keseharian saya hanya mencari ikan (ngebak) dan memancing saat siang. Sesekali ikut ngobor lindung dengan Lampu Petromax saat malam seusai bubar pengajian mengisi ingatan saya kalau mendengar nama kampung ini disebut.

Suasana malam yang sepi akan berubah menjadi ceria kalau ada keriyaan (keramaian hiburan hajatan), layar tancap bisa menjadi alasan untuk berkumpul bersama teman-teman dan menginap di mana saja, pulang pagi sudah pasti. Setelah hampir 30 tahun, samar-samar hanya beberapa nama yang masih mampu saya ingat.

Soal kenangan masa kecil saya di sana banyak sekali, salah satunya, yang masih sering diceritakan keluarga besar yaitu... Saat Nyak Aji (demikian saya memanggilnya sejak kecil) mengadakan keriyaan besar-besaran sunatan anak bungsunya. Kerabat saudara dari mana-mana datang berkumpul, menginap dan ngobrol sampai larut malam. Saya suka mencuri dengar kalau orang-orang tua sedang berbincang bebas, kisah-kisah apa saja saya dengar termasuk cerita soal bekakak. Entah dari siapa saya mendengar cerita bahwa kepala bekakak ayam adalah jimat menang judi. Saat itu saya sedang suka-sukanya main koplok (dadu koprok), biasanya lapak judi dadu koplok ini di bagian belakang layar tancap.

Dari cerita yang saya dengar tentang jimat judi itulah kehebohan saat sunatan adik sepupu saya ini berawal, saya tahu benar seluk beluk rumah Nyak Aji dan di mana bekakak ayam bakar akan disimpan. Kehebohan terjadi karena ayam bekakak hilang dari pendaringan, saya sebenarnya hanya mengincar kepalanya saja, tapi membayangkan rasa lezat bekakak ayam bakar menggoda saya, akhirnya bekakak tersebut saya ambil seluruhnya dan saya makan di kolong tempat tidur di mana saya biasa menginap. Saya gak sendirian bersama saudara-saudara yang sebaya saya menikmati ayam bakar yang gak bisa setiap hari ditemukan.
Ayam Bekakak
Ayam Bekakak (ilustrasi)
Banyak yang marah kepada saya, tapi ada juga yang mendukung saya, termasuk nenek saya dan Nyak Aji yang merupakan kakak ibu saya ini. Mereka membela saya karena pada dasarnya mereka tidak setuju dengan hal-hal klenik seperti itu. Sebagian hanya bisa memaklumi kenakalan saya sebagai kenakalan anak kecil yang belum tau apa-apa.

Apakah saya menang saat main judi dadu koplok malamnya? Ternyata enggak, malah kepala ayam yang saya simpan di kantong celana dikerubuti semut dan bikin gatal, akhirnya saya buang jimat yang sudah dikerubuti semut itu.

Sehat selalu Nyak Aji.
Alfatiha buat Baba Aji, Uwak, Engkong, Ende dan kerabat yang sudah almarhum.

Nasehat dari Lois Lane dan Tony Stark

 “Darkness is not just the absence of light; it’s the conviction that the light will never return.” 

Darkness is not just the absence of light; it’s the conviction that the light will never return., quote ini saya kutip dari narasi Lois Lane (Amy Adams) di akhir film Justice League (2017). Narasi yang bagus, karena bisa mewakili inti dari cerita film berdurasi 110 menit ini. Selebihnya tentang film Justice League bisa baca review-nya di.... cari sendiri ajah.

Saya menerjemahkan kalimat di atas dengan bebas menjadi; Kegelapan terjadi bukan saja karena tidak adanya cahaya, tapi terkadang karena keputusasaan untuk berharap terang akan kembali, (berkeyakinan bahwa gelap adalah hal yang lumrah).

Lois Lane dan Superman

Terbiasa sangsi atau menyerah memimpikan sinar, menerima apa adanya hidup dalam kegelapan. Sebagian ada yang tidak siap memperlihatkan wujud asli yang selalu bersembunyi dalam gelap. Beberapa yang kuat menolak ternyata selama ini mengaku-aku bahwa dialah cahaya, hingga sekuat tenaga menutup akses cahaya yang sebenarnya... ngomong apa sih Sot? :D

Quote di atas mengajarkan kita agar tidak begitu saja menyerah pada nasib, karena belum tentu kegelapan itu nasib kita. Sedikit menyinggung masalah keyakinan juga, kalau kita tidak yakin bahwa akan ada "terang" di ujung mimpi kita, maka akan sulit bagi kita untuk dapat menerima ide-ide dan cita-cita apalagi berjuang untuk mengubah situasi. Minimal kalau tidak percaya akan adanya terang, jangan ganggu mereka yang percaya dan sedang memperjuangkan mimpinya.

Jika ada pihak-pihak yang mengambil keuntungan dari situasi kegelapan maka pihak-pihak itu tentu tidak tinggal diam terhadap upaya-upaya mereka yang percaya akan terang saat berusaha mewujudkan cita-citanya. Banyak caranya, saya sering kok bertemu langsung atau tidak langsung orang-orang yang memperjuangkan kegelapan. Pihak-pihak begini dengan cepat dapat mengubah pihak-pihak yang netral menjadi pro status quo, menjadi bagian dari "pejuang kegelapan".

Tinggal kita menentukan pilihan, jika kita percaya akan cita-cita kita menggapai hak hidup di jalan yang terang maka tentu itu tak mudah. Namun demikian, jika kita yakin dan mau berjuang maka tidak ada satu pun rintangan yang dapat menghalangi, sebaliknya jika kita tidak percaya dan hanya menyerah pada keadaan maka tidak ada satu pun yang dapat membantu. Gak tau nyambung atau enggak deh penjabarannya :D

Kok jadi panjang? dalam menulis blog "kalau bisa panjang ngapain dipendekin?" :).

Sebelum nonton Justice League, saya nonton Spider-man Home Coming yang lumayan menghibur karena bercerita tentang Peter Parker/Spider-Man masa remaja sekitar 15-16 tahun, ya film ini menurut saya masuk dalam genre "film remaja". Di film ini saya tertarik dengan kata-kata Tony Stark (Robert Downey, Jr.) kepada Peter Parker (Tom Holland) saat menghukum dan mengambil kembali kostum Spider-man buatannya yang dianggap telah disalahgunakan oleh Parker.
"If you’re nothing without this suit, you shouldn't have it"

If you’re nothing without this suit, you shouldn't have it

"If you’re nothing without this suit, you shouldn't have it" kata Tony Stark. Artinya kurang lebih "Jika tanpa "pakaian" itu kamu bukan siapa-siapa, maka kamu tidak pantas memilikinya". Menurut saya ini lucu, coba kalimat itu dikembalikan kepada Tony Stark, jika tanpa pakaian tempur Iron Man memangnya siapa Tony Stark?

Jadi inget ketika Barry Allen (Flash) bertanya kepada Bruce Wayne  (Batman) mengenai kekuatan super yang dimiliki Batman, lalu Bruce Wayne menjawab "I'm rich". Kalau Bruce Wayne walaupun dengan intonasi humor menjawab kekuatan supernya adalah kekayaan, maka sebelas dua belas dengan Tony Stark, ya gak sih?

Kalau quote ini bisa diartikan banyak cara, bisa sebagai cermin agar kita jujur melihat diri kita sendiri sebelum menasehati orang lain, bisa juga sebagai motivasi agar kita memperpantas diri sebelum "menggunakan pakaian" yang akan menjadi identitas kita.

Kata "pakaian" ini banyak maknanya, dalam fim yang dimaksud pakaian ini adalah kostum Spider-Man yang serba canggih dengan berbagai tekhnologi mutakhir seperti milik Ironman. Tapi dalam kehidupan sehari-hari kata "pakaian" dapat kita asosiasikan dengan banyak hal, contohnya sebagai segala sesuatu yang kita gunakan untuk menegaskan identitas, termasuk di sini image branding, jabatan, gelar dst baik formal maupun informal.

spiderman suit technology

Jangan sampai "pakaian" itu kita gunakan sebelum kita pantas menggunakannya, selain hanya merendahkan arti dari pakaian itu, ini juga adalah kebohongan yang sedikit banyak akan berpengaruh pada pribadi dan karakter kita. Bagi saya, orang yang tidak sepantasnya menggunakan "pakaian" itu lucu, seperti badut, akan tetapi kalau badut memang sengaja menggunakannya untuk menghibur, nah kalau kita untuk apa? untuk membohongi diri sendiri dan orang lain?

Kalau kata saya sih, pencitraan semu akan lebih banyak mudharat-nya daripada manfaatnya. Kalau sekadar untuk gagah-gagahan atau demi sebuah maksud positif maka jujurlah, minimal pada diri sendiri, apa susahnya mengucapkan "saya sebenarnya belum pantas menggunakan "pakaian" ini, tapi bantu saya dan doakan saya agar dapat memantaskan diri dengan kualitas dan kapasitas yang sesuai dengan syarat-syarat menggunakan "pakaian" ini". Selayaknya lulus fit and proper test, karena kalau kita menggunakan pakaian yang tidak sepantasnya, maka tunggulah kehancuran.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Jika amanat telah disia-siakan, tunggu saja kehancuran terjadi." Ada seorang sahabat bertanya; 'bagaimana maksud amanat disia-siakan? ' Nabi menjawab; "Jika urusan diserahkan bukan kepada ahlinya, maka tunggulah kehancuran itu." Hadits Bukhari Nomor 6015.

Wallahul muwaffiq ila aqwamit-tharieq.
Sesungguhnya hanya Allah SWT yang memberi petunjuk ke jalan yang selurus-lurusnya