Pemilu, Nalar Publik, New Media dan Nurhadi Aldo

NALAR PUBLIK

Tadi baca judul berita ada istilah "NALAR PUBLIK",  saya sering mendengar istilah itu tapi masih samar-samar maksudnya. So saya tulis ini supaya saya lebih paham sedikit apa maksud istilah itu.

Public Reason (nalar publik) adalah istilah ungkapan atau frasa yang diperkenalkan oleh Immanuel Kant pada tahun 1784. Istilah ini juga digunakan oleh seorang filsuf Amerika, John Rawls, yang dapat diartikan sebagai "alasan seluruh warga negara di dalam masyarakat yang pluralis (majemuk)".

Nalar Publik dapat membenarkan aneka pendapat dalam aneka kasus dengan alasan yang dapat diterima oleh bermacam-macam orang. Untuk membentuk suatu Nalar Publik, menurut Rawls, seseorang harus dapat lepas dari apa yang ia sebut sebagai burdens of judgment (beban pikiran). Beban-beban ini termasuk penjabaran 'bukti' argumentasi yang tak sesuai satu sama lain (kontradiksi), lebih percaya pada satu pemikiran dibandingkan pemikiran yang lain tanpa alasan yang jelas (fanatisme), kegagalan dalam menentukan konsep, perbedaan nilai, dan perbedaan pengalaman.

Private Reason (nalar pribadi) bersifat sebaliknya, adalah hasil dari pemikiran pribadi individu, yang berupa reaksi terhadap norma-norma dan kepentingan publik. Private reason terpisah sama sekali dari public reason. Itu kata Wikipedia.

Menjadi masalah jika Nalar Pribadi dibawa ke tataran publik, sebab nilai-nilai dari Nalar Pribadi tidak akan otomatis diterima oleh publik yang majemuk sebagai Nalar Publik. Panjang prosesnya dan sepertinya bukan begitu cara yang elegan membawanya ke ranah publik yang heterogen dengan berbagai latar belakang nilai yang dianutnya. 

Contoh sederhana dalam hal ini adalah nilai-nilai terhadap minuman keras atau MIRAS. Pembatasan ataupun pelarangan miras di ruang publik tentu tidak didasarkan pada dalil wahyu yang menjadi basis Nalar Pribadi sebagian masyarakat, tetapi didasarkan pada berbagai dampak negatif atau argumentasi yang bersifat rasional sehingga dapat diterima oleh khalayak dan menjadi Nalar Publik yang menjadi dasar pelarangan miras oleh otoritas sehingga berdampak hukum jika tidak dipatuhi, baik itu diatur oleh pemda dalam bentuk Perda atau oleh pemerintah dalam bentuk undang-undang.

NEW MEDIA

Nalar Privat menemukan pintu untuk mengalir masuk ke publik melalui media sosial yang oleh banyak pihak disebut sebagai New Media. Saat setiap orang dapat menyajikan pandangan pribadinya berdasarkan Nalar Privat ke ranah publik melalui media sosial maka sejak itulah opini tersebut akan berinteraksi dengan Nalar Publik.

Perlu diingat bahwa lahirnya berbagai New Media itu sebagian besar dibidani oleh semangat menghindari sifat partisan media-media mainstream, New Media seharusnya sangat peduli dengan data dan fakta, dan menyadari bahwa ada greater good dibanding sekedar kepentingan golongan dan kelompok, tanpa itu New Media tidak ada bedanya dengan Media Mainstream yang dikendalikan kepentingan pemilik modal. 

Namun kenyataan saat ini kehadiran New Media justru bisa menjadi pemecah belah dengan narasi-narasi yang tidak berdasar bahkan cenderung bohong (HOAX), yang pada akhirnya menumpulkan nalar publik yang sangat penting dalam upaya untuk merawat dan menikmati demokrasi.

Efek negatif itulah yang menjadi alasan dasar mengapa otoritas pemerintahan sempat membatasi akses beberapa media sosial sejak Rabu 22 Mei 2019 hingga Sabtu 25 Mei 2019.

BERDIRI DI TENGAH

Sejak awal kampanye pilpres saya sudah menyatakan diri Netral tidak memihak, saya akan memilih salah satu kandidat namun menolak untuk memberikan opini apapun tentang kedua kandidat tersebut di media sosial. Sayangnya keputusan saya untuk tidak menunjukkan dukungan kepada salah satu kandidat banyak diartikan oleh teman-teman sebagai sikap GOLPUT.  Lagipula memangnya ada masalah apa kalau saya benar-benar GOLPUT?

Istilah GOLPUT sendiri mulai dikenal pada masa ORDE BARU setelah pengesahan UU Pemilu tahun 1969 yang memicu ketidakpuasan masyarakat karena mematikan kekuatan partai politik baru dan pemilu yang cenderung menguntungkan Golkar. Protes tersebut masif dikumandangkan para pemuda dan mahasiswa sebelum penyelenggaraan Pemilu 1971, pemilu pertama Orba saat itu. 

Tempo edisi 19 Juni 1971 melaporkan, Imam Walujo Sumali menulis artikel berjudul “Partai Kesebelas untuk Generasi Muda” di harian KAMI edisi 12 Mei 1971. Inti tulisan itu adalah gagasan memunculkan partai kesebelas, selain sembilan parpol dan satu Golkar yang akan bertarung di Pemilu 1971.

Partai tersebut dinamakan Imam sebagai Partai Putih, dengan gambar putih polos. Di dalam tulisannya itu, Imam pun memberikan anjuran bagi yang memilih Partai Putih dalam Pemilu 1971 agar menusuk bagian putih yang ada di sela-sela atau di antara kesepuluh tanda gambar parpol dan Golkar. Bisa dikatakan, pencetus istilah golongan putih adalah Imam.

NURHADI ALDO

Kontestasi Pilpres 2019 hanya memberikan dua pilihan, yaitu Joko Widodo-Ma’ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Perdebatan di antara kedua kubu menciptakan segmentasi perdebatan di mana saja, terutama di media sosial dengan istilah cebong dan kampretnya. Hal menggelitik pun muncul tatkala ada akun fiktif berbau kampanye yang mengaku sebagai Calon Presiden dan Wakil Presiden jalur prestasi, Nurhadi-Aldo nomor urut 10.

Akun Nurhadi-Aldo booming di masyarakat sebagai penyegar dari panasnya euforia kontestasi. Dengan candaan-candaan seksis dan akronim menggelitik, Nurhadi-Aldo mengasumsikan mereka merupakan pasangan alternatif dari kedua pasang calon resmi yang ada. Dalam acara Rosi yang diselenggarakan Kompas TV, Nurhadi mengatakan bahwa apa yang dilakukannya hanyalah sekedar penolakan terhadap fanatisme pada kedua pasang calon yang ia anggap sudah terlampau berlebihan sehingga menimbulkan perpecahan dalam masyarakat.

Ada yang melihat akun kampanye fiktif pasangan capres dan cawapres jalur prestasi Nurhadi-Aldo ini adalah bentukan PETAHANA, ada juga yang khawatir ini adalah salah satu bentuk kampanye GOLPUT. Saya memandangnya sebagai kritik sosial untuk peserta pemilu untuk melakukan kampanye politik yang lebih kreatif, tidak terpaku pada cara-cara yang konvensional dan tidak substantif.

Akun Nurhadi-Aldo tidak mengkampanyekan GOLPUT dan lebih sebagai bentuk aktualisasi dari kejenuhan masyarakat akan perdebatan-perdebatan tidak substansial. Sehingga penyegaran metode-metode kampanye perlu dilakukan tidak hanya untuk pasangan capres dan cawapres tetapi juga caleg-caleg yang bertarung di pemilu 2019.

Nurhadi Aldo adalah tokoh fiksi yang meledek Nalar Privat yang masuk ke ranah publik dalam bingkai canda. Di sisi lain juga mengolok-olok Nalar Publik dengan meme-meme atau shit post yang lebih akrab dengan generasi milenial. Semoga hadirnya Nurhadi Aldo ini menjadi jembatan dialog introspektif, bukan tembok yang memisahkan.
Salah satu contoh meme kampanye Nurhadi Aldo

Enough is Enough

Enough is Enough kalau dalam bahasa Indonesia artinya Begah atau bega, udah lebih daripada kenyang. Kerusuhan tanggal 22 Mei di sekitaran KPU Jakarta itu buat saya sih sudah cukup, imbasnya sudah cukup merugikan semua pihak. Apa masih belum cukup? Saya bisikin yah, siapapun pemenangnya presiden saya tetap NURHADI ALDO.

Saya memang bodoh, walaupun gak bangga tapi saya tidak merasa perlu untuk meminta maaf atas kebodohan saya ini. Menurut saya perhelatan pemilu yang katanya pesta demokrasi itu adalah hal rutin lima tahunan. Urusan kontestasi politik ini masih urusan perebutan kekuasaan dan soal kepentingan kantong, bukan hal yang akan menentukan masuk surga atau nerakanya seseorang. Setuju atau tidak yah terserah Anda :)

Oh iya, lima tahun nanti jangan ulangi lagi model pemilu yang digabung dengan pileg seperti pemilu 2019 ini. Hemat anggaran memang penting, tapi melihat ongkos sosial yang mesti ditanggung akibat pemilu 2019 kiranya patut untuk dipertimbangankan.

Mungkin berhubungan dengan dumelan saya sebelumnya yang berjudul:


Debat KMP vs PMK, Dari Penggelembungan Jumlah Hingga "Siluman"

Debat KMP vs PMK, Dari Penggelembungan Jumlah Hingga "Siluman"
Debat KMP vs PMK terkait Adanya Indikasi Pembeli Bakmie "Siluman" akhirnya terang-benderang juga. Sebagai penjual bakmie saya dituduh melakukan penggelembungan jumlah porsi bakmie terjual di lapak saya.

Datanya sebagai berikut:
Hari Minggu lalu, saya menjual 175 porsi bakmie, 6 hari kemudian (Hari Sabtu) terjadi peningkatan jumlah pembeli sehingga berhasil terjual 217 porsi.

"Tidak mungkin, hanya dalam waktu tak sampai seminggu terjadi peningkatan jumlah pembeli hingga menambah porsi bakmi terjual hingga 42 porsi!" demikian protes dari Komunitas Mie Pangsit (KMP). Saya dituduh melakukan penggelembungan jumlah porsi terjual. Minimal, terindikasi menjual bakmi kepada pembeli "siluman".

Baiklah, meskipun hanya dapat nilai C di mata kuliah "Filsafat Logika" di Akademi Bakmie Nusantara, sepertinya saya bisa menjelaskan tuduhan ini.

Buat saya sebagai penjual bakmie, terus terang tidak menjadi masalah apakah pembeli saya dari KMP (yang akan membeli bakmie pangsit) ataukah dari PMK (Pemggemar Mie Komplit, yang pasti akan memesan bakmie komplit). Makin banyak yang beli artinya makin sukses saya berjualan. Makin banyak keuntungan yang saya dapatkan.

Protes KMP beberapa waktu sebelumnya, terkait harga jual yang dinilai tidak adil sudah saya klarifikasi juga. Intinya, saya tidak mengambil keuntungan berlebihan atas bakmie yang saya jual. Bakmie pangsit Rp 13.000/porsi. Bakmi komplit Rp 15.000/porsi. Bedanya pada 2 butir bakso saja seharga Rp 1.500/butir.

KMP minta harga bakmie komplit Rp 16.000 agar terjadi keadilan. Tentu saja saya tidak dapat memenuhinya. Penentuan harga merupakan hak prerogatif saya sebagai penjual. Bukan berarti saya pro-PMK lho... Meskipun seolah-olah ada keistimewaan karena ada diskon Rp 1.000.

Kepada KMP saya berikan solusi, silakan menambah menu 2 butir bakso di pesanan bankmie pangsit mereka, dan akan saya kasih harga total khusus Rp 15.000/porsi. Tetapi mereka menolak mentah-mentah.

"Menambahkan 2 butir bakso akan merubah bakmi pangsit kami menjadi bakmie komplit. Kami tidak mungkin melakukan hal absurd yang akan mengurangi jumlah porsi terjual bakmie kesukaan kami!"

Ya sudah. Lagipula sebagai penjual saya tidak berhak mengatur-ngatur selera pembeli seperti itu. Persis yang saya katakan sebelumnya. Saya hanya peduli dengan jumlah bakmie yang terjual, tidak masalah buat saya bakmie mana yang lebih banyak terjual. Silakan memesan sebanyak-banyaknya. Pasti saya layani karena stok selalu tersedia. Manajer stok saya mumpuni, lulusan S3 dari Aussie, lho...

Sampai di sini, paham kan?
jualan bakmi

Jika belum paham, saya coba pakai ilustrasi yang populer saja deh.... Pilpres 2019.
Penjual bakmi = Komisi Pemilihan Umum.
KMP (komunitas mie pangsit) = Pendukung Pak Prabowo, dan 
PMK (penggemar mie komplit) = Pendukung Pak Jokowi.
Jumlah bakmi terjual = jumlah surat suara sah
Jumlah bakmie terjual hari Minggu = jumlah surat suara sah Pilkada 2018
Jumlah bakmie terjual hari Sabtu = jumlah surat suara sah Pilpres 2019.

Jadi, seperti bakmi yang lebih banyak terjual di Hari Sabtu, jumlah surat suara sah yang lebih banyak di Pilpres 2019 lebih tepat dibaca sebagai kenaikan animo masyarakat untuk mengikuti Pemilu. Masyarakat lebih antusias nyoblos di Pilpres 2019 dibandingkan saat Pilkada 2018.

Tentu saja banyak faktor penyebabnya. Gencarnya pemberitaan tentang Pilpres, emosi yang teraduk-aduk karena pertarungan yang sedemikian brutal di media massa dan media sosial, serta polarisasi Islam Tradisional vs Islam Puritan barangkali bisa disebut sebagai contohnya.

Sama dengan bakmie saya yang lebih banyak terjual di Hari Sabtu, mungkin karena cuaca yang dingin-dingin-embun di antara hujan yang malu-malu. Mungkin juga karena banyak yang bermalam minggu di Hari Sabtu. Mungkin juga karena ada pertandingan sepak bola di Hari Sabtu.

Untuk penjual bakmi, makin banyak porsi yang terjual makin besar keuntungan yang dapat diraup. Untuk KPU, makin tinggi partisipasi masyarakat justru menunjukkan semakin berhasil sosialisasi yang telah dilakukan. 

Harusnya diacungi jempol atas kerja kerasnya tersebut dan bukan malahan dituduh mencurangi Pilpres karena tingkat partisipasi masyarakat yang meningkat.

Lagipula kenapa yang dijadikan sampel Jawa Tengah, bukan Aceh atau Sumatera Barat? Kenapa yang dijadikan dasar perbandingan kok jumlah surat suara sah dan bukannya DPT?

Wah, sepertinya saya punya bakat terpendam jadi komisioner KPU, selain bakat jualan bakmie...
Hihihi...

Heri Winarko. Bogor, 14 Mei 2019.


Puasa Menumbuhkan Rasa Percaya Diri

Puasa Menumbuhkan Rasa Percaya Diri
Puasa tentunya banyak sekali manfaatnya bagi jiwa dan raga. Beberapa manfaat puasa ada yang dibuat-buat seperti cocoklogi atau juga rasionalisasi subyektif dari pengalaman pribadi si penutur. Apapun itu semakin banyak manfaat puasa yang diperkuat dengan hasil-hasil penelitian. Sementara itu bagi penganut Agama Islam, puasa adalah soal iman. Bagi umat Islam, puasa merupakan kewajiban agama yang harus dikerjakan, menjalankannya didasari oleh keyakinan menjalankan perintah Tuhan yang tertuang dalam kitab suci al-Quran dan ditujukan kepada mereka yang beriman (ya ayyuha alladziina aamanuu). Selesai sudah, tidak ada lagi pembahasan jika menyangkut iman. Sebagai manusia, tentunya kita selalu mencari manfaat dari segala yang kita lakukan, termasuk manfaat dari apa-apa yang kita lakukan karena kewajiban, dalam hal ini puasa. Salah satu manfaat puasa yang ingin saya garis bawahi saat ini adalah manfaat puasa dalam menumbuhkan rasa percaya diri. Mengalahkan rasa lapar dan dahaga serta larangan lainnya tentu saja bukan perkara mudah. Apabila ujian tersebut dapat diselesaikan dengan baik selama satu bulan penuh, maka pastinya hal itu akan membuat kita semakin yakin bahwa ada kekuatan di dalam diri yang dapat melepaskan kita dari rantai keinginan-keinginan yang berlebih dari sekadar memenuhi kebutuhan.

Rasa percaya diri yang mantap akan menjadikan seseorang mampu menghadapi rasa takut dan menggantinya dengan keberanian untuk menghadapi tantangan yang ada di depan mata. Itulah manfaat percaya diri yang akan didapatkan.
Rasa percaya diri ini yang diharapkan dapat memperkuat karakter dan sikap kita menghadapi tantangan kehidupan selanjutnya. Sikap mental percaya diri inilah yang membuat seseorang dapat lebih elegan berinteraksi dengan risiko. Mungkin ini bentuk paling sederhana dari manajemen risiko :) Risiko adalah fenomena yang harus dilalui sebagaimana fenomena-fenomena alam lainnya. Mereka menyadari bahwa risiko dapat diatur sedemikian rupa dengan kemampuan yang mereka miliki sehingga risiko tersebut akhirnya menjadi sesuatu yang tidak menakutkan. Dalam pikiran orang yang memiliki sikap mental percaya diri, risiko telah dijinakkan dan dibagi-bagi menjadi sub-sub risiko sehingga dampak negatif dari resiko tersebut bisa diantisipasi dan lebih bisa diprediksi. Rasa takut tidak akan pernah menguasai jiwa seseorang yang memiliki sikap mental percaya diri. Takut bagi mereka hanyalah kondisi pikiran yang lebih menginginkan untuk terus berada pada kondisi zona nyaman. Mereka yang memiliki sikap mental percaya diri mampu mengolah rasa takut yang biasanya lebih mengarah ke hal negatif menjadi hal yang positif. Mereka mampu menghilangkan takut yang mengarah ke hal negatif dan hanya menyisakan takut yang mengarah ke hal positif saja.
Puasa Menumbuhkan Rasa Percaya Diri

Dari sekian manfaat rasa percaya diri, yang menurut saya paling penting adalah pencapaian harga diri (self-esteem). Harga diri di sini adalah penilaian diri pribadi terhadap hasil yang dicapai dengan menganalisa seberapa jauh perilaku memenuhi ideal dirinya. Dapat diartikan bahwa harga diri menggambarkan sejauh mana seseorang menilai dirinya sebagai orang yang memiliki kemampuan, keberartian, berharga dan kompeten

Memahami konsep harga diri ini penting untuk bisa menghargai diri sendiri yang selaras dengan sikap menghargai orang lain. Jangan harap kita bisa menghargai orang lain kalau kita tidak bisa menghargai kita sendiri.

Saya percaya orang yang percaya diri dan memiliki harga diri yang benar tidak akan mudah terombang-ambing menentukan sikap sehingga akan terjaga dari hal yang akan merendahkan dirinya dan orang lain. Hal ini paling mudah dilihat dari cara orang tersebut menerima pendapat orang lain.
Sebagaimana ia mengungkapkan pendapatnya tanpa merasa perlu merendahkan orang lain, ia pun akan menerima pendapat-pendapat orang lain dengan lebih obyektif.
Sebaliknya, orang yang kurang percaya diri, yang tidak menghargai dirinya sendiri akan rentan menerima perbedaan pendapat. Kebutuhannya akan rasa aman membuatnya membangun benteng yang tebal, tidak ada keterbukaan dan cenderung mencari aman dengan sikap defensif dan selalu siap untuk menyerang apapun yang ia rasa mengganggu.

Kalau demikian, bagaimana mau menghargai?, untuk berpendapat pun ia takut, ia dengan sadar menyerahkan wewenang untuk berpendapat kepada orang lain sehingga pendapatnya itu yang akan kita perjuangkan tanpa merasa bertanggungjawab atas pemikiran yang menjadi dasar pendapat itu.

Jika hal yang demikian itu terjadi pada diri kita, mungkin kelak kita akan terlalu rendah diri untuk berpikir dan menyatakan hasil pemikiran kita menjadi sebuah pendapat untuk disampaikan kepada orang lain. 

Terlepas benar atau salah, keberanian orang menyatakan pendapatnya patut dihargai, jika kita membenci orang lain karena memiliki keberanian itu, maka cukup bagi kita mengerti bahwa ada penyakit kronis dalam hati yang seharusnya menjadi perhatian untuk disembuhkan daripada sibuk menghukum orang lain.

Atau lebih parah lagi, mungkin kita akan membenci orang yang berani mengemukakan pendapatnya, terlebih jika pendapat itu salah maka seakan kita punya hak untuk menyerang dan menghukum orang lain karena berani mengungkapkan pendapatnya.

Demikianlah puasa menjadi sebentuk terapi untuk menyembuhkan penyakit kronis dalam hati yang berawal dari tidak adanya rasa percaya diri, berkembang menjadi rasa rendah diri, tidak menghargai diri sendiri dan seterusnya. Kurang tersiksa apalagi jika itu kita alami? Hidup serasa beban berat yang menjadi neraka dunia. 

Parahnya lagi kita tidak bisa membuka diri untuk mencari pertolongan karena kita sulit untuk menghargai orang lain. Hidup menjadi tidak bermanfaat atau bahkan menjadi ancaman bagi orang lain. Naudzubillahimindzalik.

Salam


Frontliner Indomaret Gak Punya Tugas Memberi Sumbangan

Frontliner Indomaret Gak Punya Tugas Memberi Sumbangan
Belum lama ini ada sebuah video yang viral berisikan rekaman sekelompok orang pengurus masjid yang meminta sumbangan di gerai minimarket Indomaret di Kecamatan Matangkuli, Kabupaten Aceh Utara. 

"Seribu ini kalian kasih pelecehan ini. Ini pelecehan ini, seribu kalian kasih sedekah bukan untuk kami," ujar seorang pria dalam video yang viral di media sosial. Pria itu tidak sendirian. Ia masuk minimarket dengan sejumlah orang, beberapa botol soft drink berserakan dan seorang pria lain juga mendekati kasir dan menggebrak-gebrak meja kasir.  Karena videonya masih beredar di media sosial, silakan nonton dulu.

Seorang kasir berseragam Indomaret terlihat salah tingkah dan hanya sesekali menjawab berusaha menghadapi pria tersebut. Kemudian tidak lama tampak seorang pria muda berseragam Indomaret memasuki gerai melewati sekitar 5-6 orang. Kemungkinan besar pria tersebut adalah seorang Frontliner Pramuniaga. Tampak pula beberapa anak remaja di dalam gerai menyaksikan kejadian itu, yah mungkin hanya anak-anak yang berada di waktu dan tempat yang salah.

Sepertinya kita perlu mengenal lebih jauh tentang Indomaret secara umum sebelum lanjut membahas yang lainnya. Indomaret atau PT Indomarco Prismatama adalah jaringan ritel waralaba di Indonesia. Indomaret merupakan salah satu anak perusahaan Salim Group. Indomaret merupakan jaringan minimarket yang menyediakan kebutuhan pokok dan kebutuhan sehari-hari. Demikian penjelasan dari Wikipedia :)

Dalam menjalankan operasionalnya, sebuah gerai Indomaret minimal dikelola oleh beberapa pegawai yang terbagi dalam jabatan dan wewenang tugasnya masing-masing, antara lain Manager Toko, Supervisor Toko, Kepala Toko (Head Store), Wakil Kepala Toko (asisten), Merchandiser, Kasir, dan Pramuniaga. 

2 pegawai Indomaret yang ada dalam video itu menurut saya adalah seorang kasir atau General Cashier dan seorang Pramuniaga. Kasir, dan Pramuniaga ini adalah ujung tombak atau frontliner gerai Indomaret yang masing-masing memiliki deskripsi kerja yang ketat. Nah apa saja tugas dan fungsi mereka, yah kurang lebih seperti diuraikan di bawah ini.

Tugas Pramuniaga di Indomaret;

  • Menyambut Pelanggan yang datang
  • Membantu pelanggan  mencari barang yang diinginkan
  • Merapikan barang  jualan
  • Membantu SPV jika dibutuhkan.
  • Mencapai target penjualan yang diinginkan
  • Menjaga barang  dan penjagaan
  • Menjaga kebersihan toko (teras, halaman, kamar mandi, ruang utama, gudang)
  • Kelengkapan alat promosi (memasang baliho-baliho atau papan promosi di depan toko)
  • Menukarkan uang recehan untuk kembalian kasir
  • Kebersihan rak-rak produk yang ada di dalam
  • Membantu kasir saat pembeli membludak
  • Mengawasi pembeli (pencegahan pencurian)
  • Melayani pembeli
  • Mengecek produk-produk yang expired atau kadaluarsa, dst.

Frontliner Indomaret Gak Punya Tugas Memberi Sumbangan

Sedangkan Tugas Kasir Indomaret kurang lebih adalah:

  • Menawarkan promosi yang berlangsung kepada pembeli ( wajib )
  • Menjaga kebersihan area kasir
  • Meneliti uang untuk mencegah uang palsu masuk
  • Bertanggung jawab atas selisih uang
  • Rokok biasanya juga diserahkan ke kasir tanggung jawabnya
  • Harus ramah kepada pembeli
Posisi Kasir mayoritas didominasi perempuan memang terlihat ringan.Tapi tanggung jawab mereka sebenarnya cukup berat, khususnya perihal selisih uang yang terjadi saat perhitungan di akhir shift.

Jadi ketika pergantian shift, personil pada shift sebelumnya akan menghitung jumlah uang yang ada dan dicocokan dengan jumlah barang yang terjual. Jika terjadi selisih dan uang kurang maka kasir lah yang bertanggung jawab untuk menggantinya (tapi biasanya mereka patungan) sebagai bentuk kerjasama.

Dari uraian kerja Kasir dan Pramuniaga ini tidak ada satupun tugas terkait memberikan sumbangan, wajar saja Kasir dalam video itu berusaha menjawab dengan sopan "Kita nggak tahu Pak," karena memang itu sudah di luar tanggung jawab profesional mereka.

Membandingkan karyawan Indomaret dengan tukang sayur dan ikan yang menyumbang lebih besar juga tidak tepat dan kurang sepadan. Banyak penjual sayur dan ikan adalah penjual dengan mandiri yang berkuasa atas barang-barang jualannya, sebagian lagi para penjual itu adalah pemilik langsung dari barang yang dijual, sehingga laba dan rugi mereka sendiri yang mengatur pergerakan dan peruntukannya. Sedangkan pegawai di Indomaret terlebih frontliner ini bisa jadi statusnya masih pegawai kontrak atau magang yang hanya terikat perjanjian kerja selama 3 bulan, jika pun mereka sudah berstatus pegawai kebijakan besaran memberi sedekah itu sudah di luar tanggung jawab profesi mereka. 

Apa yang frontliner berikan, baik berupa sumbangan, donasi dan segala macamnya itu adalah pemberian yang bersifat pribadi dan tidak bisa dikaitkan dengan Indomaret sebagai sebuah badan hukum, karena pemberian itu bukan kebijakan Indomaret.

Sebaiknya, lain kali untuk meminta kerjasama, sumbangan, sponsorship dan lain-lain, disarankan untuk ditujukan kepada level manajer, mulai dari wakil kepala toko sampai ke manajer toko sebagai pejabat tertinggi yang ada di sana. 

Dalam kacamata organisasi, Kasir dan Pramuniaga tidak memiliki tugas dan kewenangan untuk bekerjasama dengan pihak lain, termasuk urusan memberi sumbangan seperti yang terjadi dalam video itu.

Jelas yah? Tidak ada dalam kamus tugas dan fungsi pegawai frontliner Indomaret untuk memberi sumbangan, kalaupun ada mungkin itu hanya kebijakan pribadi pegawai. Untuk urusan sumbangan dan lainnya sebaiknya langsung dikomunikasikan kepada manajer, bukan kepada frontliner

Frontliner Indomaret Gak Punya Tugas Memberi Sumbangan

Saya punya beberapa teman yang bekerja di Indomaret, untuk yang baru diterima dan masih status magang itu adalah pertaruhan mereka untuk dapat perpanjangan kontrak atau diterima sebagai pegawai. Sistem rekrutmen di Indomaret adalah kesempatan sekali seumur hidup, jika Anda gagal maka tidak akan pernah lagi dapat mencoba melamar kembali. Kalau teman-teman mau ngobrol dengan mereka saya punya teman yang mantan pegawai Indomaret ataupun yang masih aktif bekerja di sana. Kita bisa lebih paham posisi mereka dan mungkin akan lebih bisa berempati kepada mereka.

Adakalanya pertanyaan-pertanyaan kasir terasa menjengkelkan, adakalanya petugas pramuniaga tidak tahu letak barang yang kita cari, itu mungkin karena pegawai Indomaret yang masih baru dan kurang pengalaman. Tapi untuk gerai Indomaret di Mall atau yang besar-besar, kejadian seperti itu akan jarang ditemui. 

Mengingat saya juga pernah mengalami yang namanya magang dan susahnya mencari kerja, saya memilih untuk memaklumi dan sebisa mungkin memberi mereka motivasi agar mereka bisa menjadi pegawai yang lebih profesional dan menjadi pribadi yang lebih baik lagi. (Tsahhh sotoy bet dah ah)


***

Seorang teman, Heri Winarko membuat status facebook yang saya kira cukup bagus untuk dibaca berjudul Rp 1.000.

Rp 1.000

Seribu rupiah itu banyak atau sedikit?

Untuk orang-orang seperti saya yang duitnya banyak (KPR dan KTAnya juga banyak 😝), jawabnya "sedikit". Keterlaluan banget deh, kalo saya nyumbang cuma Rp 1.000.

Tapi untuk Saudara-saudara kita, yang mungkin setiap bulan hanya bisa menabung Rp 100.000, nyumbang Rp 1.000 itu adalah "banyak".

Sungguh tidak elok mengukur baju sendiri di badan orang lain.

Pedagang di pasar, mungkin bisa nyumbang Rp 100.000. Anda mungkin bisa menyumbang Rp 1.000.000. Tetapi memaksa semua orang menyumbang di kisaran itu tidak boleh. Kecuali, tentu saja, apabila sebelumnya Anda kasih persyaratannya di depan: tidak menerima sumbangan di bawah Rp 100.000!

Berapa sih, gaji kasir minimarket saat ini? Mungkinkah dia bisa menabung Rp 1.000.000 tiap bulannya, sehingga dia tidak merasa "terbebani" ketika saya mintai sumbangan Rp 100.000 untuk saudara saya di Palestina?

Jika info mendasar seperti ini saja saya tidak tahu, artinya saya tidak memiliki kepedulian yang layak kepada orang yang sering berinteraksi dengan saya.

Menurut saya, peduli saudara di Palestina itu baik. Peduli kepada saudara yang dekat dengan kita juga sama baiknya.


Salam

[Dirangkum dari berbagai sumber]

Kebahagiaan Orang Puasa

Kebahagiaan Orang Puasa

للصائم فرحتان، فرحة عند فطره، وفرحة عند لقاء ربه

“Bagi orang yang melaksanakan puasa ada dua kebahagiaan; kebahagiaan ketika saat berbuka, dan kebahagiaan ketika bertemu dengan Rabb-nya.” (muttafaq ‘alaihi)

Demikian sebuah hadis yang disampaikan oleh Ust Toha setelah pembacaan Surah Yasin bersama yang saya tidak sempat ikuti. Karena saya baru bergabung setelah acara yasinan selesai, sekitar pukul 9.00 malam di majlis Rumah Cerdas atau Majlis Taklim Al-Mubarok di Kp. Blendung Desa Kedung Pengawas Kec. Babelan tadi malam.

Jadi menurut hadis tersebut ada dua kebahagiaan yang didapat oleh orang-orang yang berpuasa, pertama kebahagiaan ketika saat berbuka, dan kedua kebahagiaan ketika bertemu dengan Rabbnya.

1. Kebahagiaan saat berbuka puasa

Kebahagiaan waktu berbuka puasa adalah waktu di mana ujian telah selesai, larangan telah dicabut dan perintah telah dilaksanakan. Kebahagiaan yang lahir karena diberikan kemampuan untuk menundukkan hawa nafsu di bawah niat beribadah menjalankan syariat-Nya.

Kebahagiaan saat berbuka puasa adalah rasa bahagia yang lahir karena telah lulus godaan untuk memenuhi keinginan dan menunda pemenuhan kebutuhan yang secukupnya. Bahagia yang lahir karena telah memahami bahwa kebahagiaan semu yang selalu menggoda dan menyambut saat kita berhasil memenuhi keinginan-keinginan nafsu hanya mengantar kita pada pusaran keinginan lain yang tidak akan pernah habis menyeret jiwa manusia pada budaya konsumtif yang tidak akan pernah selesai dan akan terus menyiksa untuk dipenuhi. 

Dengan berpuasa kita diingatkan kembali akan makna kata "cukup" sehingga kita dapat lebih fokus mengemban amanah kita yang sebenarnya dan menggapai kebahagiaan yang sesungguhnya. 

Kebahagiaan saat berbuka puasa juga bisa dimaksudkan sebagai kebahagian jasmaniah karena larangan-larangan pemenuhan kebutuhan jasmani telah selesai. 

Setelah berhasil melewati ujian saat puasa, idealnya pelajaran saat berpuasa tersebut masih membekas dalam diri sehingga setelah saat berbuka kita tidak lantas berfoya-foya memenuhi semua keinginan seakan membalas dendam setelah seharian nafsu terbelenggu. Jika demikian, maka kita telah kehilangan kebahagiaan yang sesungguhnya telah kita capai saat berbuka puasa.

2. Kebahagiaan ketika bertemu dengan Rabb-nya

Kalau kebahagiaan saat berbuka puasa adalah kebahagian jasmani maka kebahagiaan kedua orang berpuasa adalah kebahagiaan rohani yaitu ketika bertemu dengan Rabb-nya. 

Soal ini saya tidak bisa menjelaskan lebih banyak karena keterbatasan dan masih sangat awam mengenai hal ini. 

Mohon maaf, dalam bahasan ini saya lebih memilih mendengarkan sebanyak-banyaknya dan belum berani beropini apa-apa. Ini sudah membahas Tauhid Rububiyah dan Tauhid Uluhiyah, dalam soal ini saya masih awam dan masih belajar.

***

Potongan hadis yang tercatat dalam Shahih Bukhari (7492) dan Muslim (1151) juga diriwayatkan oleh Imam Nasa'i  dan lain-lain ini pada intinya menjelaskan bahwa “Bagi orang yang berpuasa ada dua kebahagiaan; yaitu kebahagiaan jasmani dan kebahagiaan rohani". 

Tugas kitalah menggapai kebahagiaan itu dan jangan sampai puasa hanya menghasilkan haus dan lapar saja dan tidak ada kebahagiaan yang didapat.

Semoga dengan hadis tersebut puasa tidak lagi menjadi beban yang membuat kita terbebani, karena kebahagiaan dunia akhirat, kebahagiaan jasmani rohani yang dicari oleh semua orang sedang menanti kita.

Salam :) 
Jumat, 10 Mei 2019
5 Ramadhan 1440 Hijriyah


Ramadan Kok Malah Tawuran?

tawuran sahur on the road bekasi

POLRES Metro Bekasi Kota meminta kepada masyarakat Kota Bekasi agar tidak melaksanakan kegiatan sahur bersama di luar rumah atau dikenal dengan sahur on the road. Demikian disampaikan oleh Kasubbag Humas Polres Metro Bekasi Kota Komisaris Erna Ruswing.

Bukan tak punya alasan, kepolisian khawatir kegiatan tersebut dapat menimbulkan gangguan ketertiban masyarakat. - (Laman Web Berita bekasi.pojoksatu.id Senin, 6 Mei 2019)
***

Kedatangan bulan Ramadan yang telah dinantikan selalu disambut dengan berbagai kegiatan yang merupakan wujud kegembiraan, dari mulai pawai obor, kegiatan buka bersama bahkan sampai sahur bersama, sahur on the road dan lain-lain.

Dari banyak kegiatan itu, mungkin hanya kegiatan sahur on the road yang masih menjadi pro kontra. Dari banyak kegiatan sahur on the road yang dilakukan, beberapa menjadi pemicu terjadinya tawuran yang tidak jarang menimbulkan korban.

Di sisi lain sahur on the road juga merupakan kegiatan ladang amal bagi yang melaksanakan, setidaknya berbagi makanan sahur memiliki tujuan yang sama dengan berbagi makanan saat menjelang berbuka puasa.

Tawuran

Tawuran bukan hal yang hanya ada pada saat Ramadan, mengidentikan sahur on the road dengan tawuran juga lebih merupakan kesimpulan yang kebablasan, tawuran itu bisa terjadi kapan saja kalau situasi dan kondisi memungkinkan, mau pagi, siang, sore maupun malam.

Tawuran adalah fenomena sosial dan kolektif, karenanya sering ditemui pribadi-pribadi pelaku tawuran adalah pribadi yang biasa-biasa saja, tapi menjadi agresif saat bersama dengan kelompoknya.

Ada proses de-individualisasi, solidaritas kelompok dan emosi massa di sana. Sederhananya, situasi dan lingkungan yang mengubah seseorang dari pribadi yang biasa-biasa saja menjadi kelompok agresif sehingga memungkinkan terjadinya tawuran.

Ada teori yang menyatakan bahwa pada dasarnya manusia adalah makhluk pencari kenikmatan (Pleasure Principle) sehingga segala bentuk perilakunya dilandasi dorongan insting melakukan apa-apa yang disukainya dan mengulangi kenikmatan tersebut. Efek kenikmatan ini yang perlu dicari hingga motifnya agar solusi yang dilakukan benar-benar menyelesaikan persoalan.

Kalau para pelaku mendapatkan efek kesenangan dan kenikmatan saat melakukan tawuran maka akan sulit memberantas tawuran jika kegiatan penggantinya tidak memiliki level kesenangan yang setara. 

Pendekatan moral dengan penyuluhan dan himbauan tentunya tidak dapat mengurangi tawuran kecuali dibarengi pendekatan penghargaan dan hukuman (reward & punishment).
sel penjara
Jika alternatif kegiatan dalam ajang kreativitas baik berupa kompetisi atau tidak sudah disediakan tidak bisa juga meredam tawuran maka tidak ada cara lain kecuali pendekatan hukum demi ketertiban sipil wajib ditegakkan. Pengenaan pasal-pasal pidana dan penyertaan pidana harus bisa memutus aksi tawuran yang di beberapa lokasi sudah dianggap sebagai tradisi. Dengan bijak mestinya pendekatan hukum ini juga konsisten sekalipun dilakukan oleh mereka yang masih di bawah umur (anak-anak).

Sebagai masyarakat saya kira tidak ada salahnya jika kita berinisiatif mencegah situasi-situasi yang memungkinkan terjadinya tawuran seperti menjadikan lokasi-lokasi tempat berkumpulnya massa menjadi tidak kondusif untuk berkumpul, dan bila perlu menangkap pelaku untuk kemudian diserahkan kepada yang berwajib. Jangan sampai sudah ada korban baru kemudian bertindak.
belajar bisnis entrepreneur
Saya tidak yakin tawuran benar-benar dapat diberantas. Dibutuhkan kegiatan-kegiatan lain yang benar-benar dirasakan manfaatnya sebagai kegiatan pengalihan. Namun demikian sulit untuk mengajak masyarakat dalam kegiatan yang benar-benar mereka rasakan manfaatnya kalau wadahnya saja tidak ada, karenanya organisasi-organisasi kemasyarakatan memiliki peran yang cukup penting untuk meminimalisir risiko tawuran dengan terus melakukan kegiatan-kegiatan positif yang melibatkan masyarakat.

Teorinya seperti itu, memang tidak mudah tapi tidak mustahil dilakukan jika ada kemauan dan dukungan yang jelas dari segenap unsur masyarakat.

Mulailah aktif dalam kegiatan-kegiatan kolektif kemasyarakatan apapun itu, jika sudah bisa berkontribusi positif maka kita bisa menarik keterlibatan semakin banyak masyarakat khususnya pemuda dalam kegiatan positif. Kegiatan positif tentu saja sangat luas, diutamakan kegiatan yang bisa menjadi sumber penghasilan ataupun kegiatan yang sesuai passion dan minat yang manfaatnya tidak terlihat atau tidak ternilai.

Semoga Ramadan ini benar-benar wujud dari kerinduan kita selama ini, Marhaban Ya Ramadan, dan jangan sampai malah menjadi Marhaban Ya Tawuran.
Salam.


Puasa Sebagai Vaksinasi Virus Akal Budi

selamat menunaikan ibadah puasa ramadan
Dalam buku Virus of the Mind atau "Virus Akal Budi", Richard Brodie berhasil meyakinkan bahwa banyak manusia yang sudah terjangkiti "Virus Akal Budi".  Untuk memahami Virus Akal Budi ini sendiri sebaiknya kita membaca buku tersebut agar pemahaman kita lebih baik, saya hanya akan menggambarkan sedikit gejala-gejalanya saja.

Richard Brodie menjelaskan bahwa Virus Akal Budi inilah yang telah membelokkan usaha manusia meraih kebahagian sehingga kehidupan menjadi tegang, sedih, bosan dan hampa, serta menggerogoti kebermaknaan hidup.

Manusia modern kini memperjuangkan hidupnya tidak lagi peduli dengan norma dan agama. Perbuatan baik sudah tidak popular, karena tidak efektif untuk kesuksesannya. Krisis moral yang hampir merambah seluruh lini kehidupan diakibatkan oleh virus akal budi yang bisa mengendalikan cara berpikir dan bertindak dengan cara-cara yang bisa menghancurkan kehidupan.

Virus akal budi bekerja secara diam-diam namun cepat dan sigap, dengan menguasai sedikit demi sedikit akal budi kita dan menarik kita ke berbagai arah yang tak tertentu, virus akal budi mengalihkan perhatian kita dari apa yang sangat penting dalam hidup kita kepada hal-hal yang bersifat instingtif, kemudian membuat kita putus asa karena serbuan budaya konsumtif yang tiada akhir, hingga akhirnya kita tersesat dan putus asa.
Inti dari virus akal budi adalah membuat manusia dengan segala dayanya mengejar secara naluriah tiga hal paling primitif dalam dirinya: Bahaya, makanan dan sex. 
3 kebutuhan dasar (rasa aman, makanan dan sex) ini jika kita hubungkan dengan teori kebutuhan Abraham Maslow adalah merupakan kebutuhan paling dasar atau masuk dalam kategori kebutuhan Fisiologis, rasa aman dan kebutuhan cinta dan kasih sayang.

Abraham Maslow adalah pelopor psikologi humanistik. Ia menjadi terkenal berkat teori hierarki kebutuhan manusia yang sering disebut teori piramida Maslow atau teori hierarki kebutuhan.

Maslow menggunakan piramida untuk memvisualisasikan gagasannya mengenai teori hierarki kebutuhan. Menurut Maslow, manusia termotivasi untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan hidupnya. Kebutuhan-kebutuhan tersebut memiliki tingkatan atau hierarki, mulai dari yang paling rendah, sampai yang paling tinggi.

Teori Hierarki Kebutuhan yang dimaksud oleh Maslow tersebut, adalah:
  1. Kebutuhan fisiologi/dasar
  2. Kebutuhan akan rasa aman
  3. Kebutuhan cinta dan kasih sayang
  4. Kebutuhan untuk dihargai
  5. Kebutuhan aktualisasi diri

Teori Hierarki Kebutuhan Abraham Maslow
Virus akal budi akan terus menyibukkan manusia dengan kebutuhan dasarnya sehingga manusia akan gagal naik kelas karena sibuk memenuhi kebutuhan fisiologis berupa Bahaya, makanan dan sex. 

Solusi yang ditawarkan dalam buku Virus akal budi dibahas pada halaman 293. Richard Brodie menawarkan solusi 2P (programming dan purpose), yang secara singkat saya simpulkan dengan memprogram diri sendiri berdasarkan tujuan hidup (purpose) yang merupakan prioritas tertinggi.

Virus Akal Budi dan Puasa

Solusi 2P (programming dan purpose) dari Brodie ditawarkan untuk menyembuhkan kita dan vaksinasi dari virus akal budi ini dapat disederhanakan dengan menetapkan tujuan lalu menciptakan program untuk mencapai tujuan itu.

Syukurlah, kita semua kenal dengan yang namanya puasa. Semua agama dan ajaran religius mengenal laku puasa yang bermaksud melatih diri mengendalikan hawa nafsu. Dalam hal ini puasa adalah sebuah program yang sudah dirancang sedemikian rupa untuk menahan diri dan mengendalikan hawa nafsu badaniah.

Tidak ada satupun program yang dibuat tanpa tujuan, begitu pula puasa. Puasa dengan segala bentuknya memiliki tujuan jangka pendek, menengah dan panjang. Tujuan-tujuan puasa tersebut membutuhkan niat yang kuat agar dapat dilaksanakan dengan baik. 

Disiplin diri saat puasa pada gilirannya adalah bentuk perwujudan kuatnya niat dan pemahaman skala prioritas yang dalam. Segala ujian dan godaan dapat dilewati karena dapat dipenuhi setelah tujuan utama tercapai. Ujian dan godaan itu juga kebutuhan dan masuk dalam skala prioritas tapi kebutuhan itu berada di bawah sehingga dapat menunggu untuk dipenuhi.

Bahaya dari virus akal budi adalah virus akal budi mengalihkan perhatian kita dari apa yang sangat penting dalam hidup kita kepada hal-hal yang bersifat instingtif, kemudian membuat kita putus asa karena serbuan budaya konsumtif yang tiada akhir, hingga akhirnya kita tersesat dan putus asa. Oleh karenanya kita sangat butuh mereview kembali skala prioritas hidup dan membuat program hidup kita atau kalau perlu instal ulang "Operating System" hidup kita agar terbebas dari gangguan virus akal budi ini.

Hal-hal bersifat instingtif dalam manajemen waktu mungkin masuk ke dalam kuadran 1 jika kita terus saja sibuk memenuhi kebutuhan yang penting dan mendesak. 

Dalam hal manajemen waktu, maka puasa ibarat rem yang menahan laju kita dalam upaya tergesa memenuhi semua kebutuhan itu. Kita berdisiplin menahan kebutuhan mendesak itu dan meletakkannya dalam kuadran 2 yang penting tapi tidak mendesak, lalu kita dorong lagi masuk ke kuadran 3 yang kurang penting dan tidak mendesak, begitu seterusnya sambil memikirkan apa yang benar-benar penting dan menjadi tujuan hidup kita yang sebenarnya.

Masalah kuadran dan penomoran ada juga yang sedikit berbeda seperti gambar di bawah ini, selama kita paham apa maksudnya, istilah kuadran 2, 3 dan 4 hanya perbedaan letak dan nomor, maksudnya yah sama.
kuadran manajemen waktu penting dan mendesak
Demikian salah satu manfaat puasa menurut saya. Puasa bisa berfungsi sebagai vaksinasi, imunisasi serangan virus akal budi yang sudah sangat parah menjangkiti manusia modern.

Bacaan lain mengenai puasa:

Salam.

7 Mei 2019 / 2 Ramadhan 1440 H


Belajar Qanaah Dari Toko Bali

Toko Bali Sleman Jogja

Saya berjumpa dan belajar paham istilah Qanaah ini bukan di RSUP Dr. Sardjito, tempat saya jualan koran, atau di Masjid Mardiyyah, selatan RSUP, tempat saya ikut bintal 2 kali seminggu. Melainkan di Toko Bali, arah ke selatan lagi dari Masjid Mardiyyah. (*Letak Toko Bali tepatnya di Jl. Kesehatan Sendowo, Senolowo, Sinduadi, Mlati, Kabupaten Sleman Jogja)

Ibu pemilik Toko Bali penganut agama Hindu. Dari ornamen toko dan hiasan di halamannya, orang langsung paham. Setiap siang, sekitar 1,5 jam, toko ini menutup pintunya dari pembeli.

"Apakah tidak rugi, Bu, menutup toko di saat jam ramai pembeli di siang hari?" tanya saya.
"Rejeki sudah ada yang mengatur, Mas. Saya percaya kepada Dzat Yang Maha Mengatur."
"Maksud saya, ibu kan bisa saja istirahat, operasional toko diserahkan kepada bawahan yang bisa dipercaya untuk sementara, sehingga potensi pemasukan dari pembeli dapat dioptimalkan?"
"Buat apa? Lebih baik toko tutup agar semuanya bisa beristirahat. Dan selama ini hal itu tidak membuat kami kekurangan rejeki, kok."

Wah, jleb banget ya?, sementara saya begitu "ngoyo" mencari uang, yang tetap saja terasa kurang, kurang dan kurang.

Dalam literatur Islam, kemudian saya tahu bahwa Allah tidak menempatkan "kekurangan/kemiskinan" sebagai partner dari "kekayaan", melainkan "kecukupan"Qanaah secara sederhana dapat dimaknai sebagai "merasa cukup dengan apa yang diberikan Tuhan".

Mengapa orang sulit merasa cukup saat ngomongin uang?

Salah satu yang dikritik ibu pemilik toko itu adalah pergeseran fungsi atas uang itu sendiri. Manusia sekarang lupa, bahwa uang itu sesungguhnya diciptakan hanya untuk mempermudah proses tukar menukar komoditas (barter).

Kondisi semakin rumit saja, ketika kemudian uang yang semula setara dengan nilai intrinsiknya (uang emas, perak, perunggu yang nilainya setara dengan bahan pembuatnya), diubah menjadi uang yang dibuat dari logam atau kertas yang nilainya tidak setara dengan nilai bahan pembuatnya.

Uang yang semula hanya alat, perlahan berubah menjadi monster yang sedemikian berkuasanya atas manusia. Seolah semua sumber daya harus dikerahkan demi sejumlah uang. Padahal, seharusnya bukan seperti itu.

Selanjutnya, pikir sendirilah, malas saya nulisnya...

Saya lanjutkan tentang Qanaah saja. Pemahaman saya 20 tahun yang lalu ternyata bias, gara-gara saya menemukannya di Toko Bali yang dekat dengan Masjid Mardiyyah, selama sekian lama saya mengira, sifat Qanaah ini merupakan salah satu sifat utama yang menjadi ciri tingkatan Nafsul Mardiyyah!

Belakangan, setelah agak rajin ngaji di Yutub dan Wikipedia, saya jadi malu sendiri, ternyata Qanaah, bersama-sama dengan sifat pemurah dan gemar bersedekah merupakan ciri tingkatan paling bawah nafsu yang baik, yaitu Nafsul Mulhamah.

Nafsul Mardiyyah mah jauhh, Bro... Posisinya hanya setingkat di bawah Nafsul Kamilah-nya para Nabi dan Rasul. Dan setingkat di atas Nafsul Radhiyah-nya para wali (yang melakukan sesuatu dengan ridho, tanpa pamrih).

Dan sebelum sampai Nafsul Radhiyah, ada satu tingkatan lagi yang mesti dilalui yaitu Nafsul Mutmainah, yang bercirikan amal saleh (kebajikan kepada semua makhluk), serta memiliki sifat dermawan, tawakkal, ibadah, syukur dan ridho.

Hmmm, jauh benar jalan yang harus ditempuh....

Semoga tidak lebih jauh dari rasi bintang Virgo: 55 juta tahun cahaya! 😱

Ingatkah engkauu kepadaaa/ Embun pagi berrsahajaaa/ Yang menemanimuuu sebelum cahaya....

Ingatkan engkauu kepadaaa/ Angin yang berhembus messraaa... / Yang kan membelaimuuu... cintaaa.

Di Toko Bali, saya tidak menitipkan koran jualan saya (karena sudah ada orang lain yang nitip duluan). Di toko itu saya hanya menitip-jualkan keripik singkong. Konsinyasi, istilahnya.

Makanan ringan ini diproduksi oleh seorang mahasiswi Fakultas Biologi, yang kelak di kemudian hari menjadi teman sejalan saya mempraktekkan sifat Qanaah ini dalam kerasnya kehidupan. Dan hangatnya cinta.

***

Penulis; Heri Winarko

Yang Terdampar dan Yang Menyambungkan


Yang Terdampar dan Yang Menyambungkan

Konon tersebutlah sebuah kerajaan yang adil makmur, kerajaan itu sedang dirundung duka karena putri kerajaan terserang penyakit kulit menular. Sekian banyak tabib tidak ada yang dapat menyembuhkan putri cantik kesayangan negeri.

Tak tega menyaksikan putrinya terkurung karena penyakit, dengan berat hati sang raja dan ratu melepas putrinya ke tanah pengasingan dengan bekal keris pusaka kerajaan dan berbagai benda pusaka sebagai bukti identitas sang putri.

Sang putri dengan senang menukar karantina istana dengan kebebasan meski jauh, ia juga tidak ingin penyakitnya menular kepada kerabat istana dan rakyat negerinya.

Berperahu dan ditemani beberapa pengawal setia kerajaan dan keluarganya akhirnya sang putri dengan berat hati pergi meninggalkan negaranya menyusuri sungai dan kemudian menetap di pinggir hutan di mana mereka terdampar. "Orang terdampar", begitulah kemudian mereka menamakan diri dan tempat tinggal mereka sekarang.

Suatu saat kala sang putri mencuci di tepi danau, tanpa disadari datang seekor kerbau albino yang menjilat kulitnya. Awalnya ia merasa terganggu dan mencoba mengusir si kerbau, tapi menyadari penyakit kulitnya berangsur sembuh dan hilang dalam sekejap ia kemudian memerintahkan pengawalnya berhenti mengusir kerbau itu.

Bersyukur atas kesembuhannya, sang putri memerintahkan para pengawalnya untuk tidak mengganggu kerbau albino (kerbau bulan/kerbau bule). "Aku minta mulai saat ini jangan menyembelih kerbau bule, karena dia adalah kiriman dewata untuk menyembuhkanku".


***

Singkat cerita, serombongan pemburu bermalam di hutan karena tidak berani pulang. pangeran kerajaan yang ikut dalam rombongan berburu hilang, ia terlalu asik memburu binantang buruan hingga terpisah dari rombongan. 

"Kita tidak boleh pulang sebelum pangeran ditemukan. Jika sampai akhir hayat tidak ditemukan, biar kita semua terkubur di sini," ucap salah satu dari pemburu itu. Menyadari hukuman yang menanti jika mereka pulang tanpa pangeran, tidak ada seorang pun dari rombongan itu yang berani menyanggah kata-kata itu.

Tersesat dalam gelap hutan bukan hal yang menakutkan bagi pangeran namun ia juga tidak ingin dirinya celaka dari sergapan binatang buas. Tidak lama si pangeran memanjat pohon besar yang ia temui dan berniat istirahat di sana. Dari ketinggian di atas pohon ia melihat ada beberapa nyala cahaya di kejauhan, ia perhatikan dan yakin itu bukan halusinasi dan tipuan mambang hutan. Ya itu cahaya lampu dari rumah penduduk.

Berharap dapat tempat istirahat yang lebih layak akhirnya sang pangeran memutuskan untuk mendatangi sumber cahaya yang ia lihat. Tibalah ia di rumah sumber cahaya yang tidak lain adalah rumah sang putri.

Tidak mudah bagi sang pangeran untuk masuk ke rumah itu, para pengawal sang putri mempertaruhkan nyawanya demi menjaga keselamatan putri dari raja yang mereka hormati.

"Aku hanya ingin istirahat, mengapa tidak boleh? Sekarang pertemukan aku dengan siapapun yang memiliki kewenangan untuk memberiku izin beristirahat di sini".

Rasa heran pangeran belum habis saat ia terpaksa melawan para pengawal sang putri yang tetap mengusir dirinya.

Lelah karena berburu dan tersesat membuat sang pangeran tidak ingin berlama-lama, ia mengungkap identitasnya dan menyampaikan maksud hanya ingin menumpang beristirahat.

Sang pangeran telah curiga sejak awal, jika rumah itu dihuni warga biasa mengapa ia tidak diizinkan memasukinya padahal ia sudah meminta izin sebaik-baiknya. Dan mengapa ada pengawal-pengawal yang sulit ia taklukkan, kalaupun prajurit pastinya mereka prajurit pilihan yang pilih tanding.

Kecurigaan itu justru mengundang rasa penasaran dan memancing emosi jiwa mudanya sehingga terjadi pertarungan yang menambah lelah dirinya.


***

Sang putri sudah sejak awal memperhatikan keributan di halaman rumah tinggalnya, namun ia memilih untuk diam memperhatikan, karena baru kali ini ada tamu yang ia tidak kenal dan berhasil memaksa para pengawalnya mencabut pedang.

Mengetahui tamunya adalah salah satu putra kerajaan tetangga ia kemudian memerintahkan pengawalnya agar mengizinkan pangeran masuk menemuinya.

Setelah meminum hidangan yang dipersilahkan si pangeran bertanya sesopan mungkin sambil menahan gejolak rasa penasaran dalam hatinya.

"Boleh aku tahu siapakah pemilik rumah yang sudah berbaik hati memperbolehkan aku yang tersesat ini masuk dan menghidangkan minuman herbal hangat penghilang lelah ini?".

Sang pangeran akhirnya tidak dapat menahan diri untuk membalas tatapan tajam dari balik kerudung. Dari cara duduk, jenis kain selendang atau kerudung penutup wajah dan jenis kain sarung yang dikenakan lawan bicaranya sang pangeran tahu yang ia hadapi adalah seorang perempuan bangsawan.

Tergagap sang pangeran tidak menduga lawan bicaranya menjawab pertanyaan dengan menyodorkan senjata pusaka yang berbalut sulaman panji bendera khas kerajaan. Sadarlah ia sedang berhadapan dengan salah satu keluarga inti kerajaan yang termasyur karena memiliki raja yang adil dan bijaksana.

Tanpa panjang basa-basi ia kemudian mengungkapkan maksud untuk bisa menumpang beristirahat dan akan segera kembali mencari rombongannya pada esok pagi.

Lawan bicaranya hanya mengangguk lalu memanggil pengawal yang berjaga di pintu untuk mengiringi pangeran ke luar.

Singkat cerita sang pangeran mendapat jamuan makan dan tempat istirahat setelah membersihkan diri dan berganti pakaian yang cukup layak untuk dirinya. Lelah membuatnya cepat tertidur malam itu.

Saat pagi hari ia segera ia berpamitan untuk kembali mencari rombongannya. Tapi apa daya, tuan rumah telah menyiapkan sarapan dan kali ini putri sendiri yang menemaninya makan pagi.

Perkenalannya dengan putri yang terdampar itu membuat pangeran meminta ayahnya melamar sang putri. Niat ini ia sampaikan sepulangnya berburu bersama rombongan.

Sang raja menyambut gembira permintaan anaknya ini akan mempererat hubungan dua kerajaan, tapi ia juga khawatir jika keinginan putranya tersebut ditolak oleh pihak kerajaan tetangga, maka akan meretakkan hubungan antar dua kerajaan.

"Maksud baik tidak selamanya diterima baik anakku, temui kembali putri pujaan hatimu dan sampaikan maksudmu, jika ia menerimanya maka mudah-mudahan semua dilancarkan." 


***

Tidak ada jawaban dari sang putri, ia tahu tidak bijak menjawab pinangan itu tanpa sepengetahuan orang tuanya. Iya atau tidak bukan jawaban sederhana, sang putri sangat sadar apapun jawabannya akan menentukan masa depan dua buah kerajaan dan rakyat yang ada di dalamnya.

Sang putri kemudian menyerahkan senjata pusaka titipan ayahnya dan berpesan.

"Sampaikan maksudmu kepada ayah ibuku dan berikan senjata pusaka ini kepada mereka, jika mereka menolak senjata ini, itu artinya kita tidak ditakdirkan bersatu, tapi jika mereka menerima dengan baik maka jemput aku untuk hidup bersamamu selamanya".

Mendengar jawaban itu sang pangeran langsung berangkat menuju pusat kerajaan di mana ayah dan ibu sang putri tinggal.

"Doakan agar alam merestui perjalananku, dan saksikan bahwa 'orang yang terdampar' akan kembali dengan sambutan cinta dari semua orang yang merindukannya, karena ia yang menyambungkan dan mengantarkan aku, orang dari seberang menuju masa depan" ucap sang pangeran.

Ternyata kedatangan sang pangeran diterima dengan baik oleh orang tua sang puteri.
Raja dan permaisuri gembira mendengar kabar putri mereka telah sembuh dan menerima senjata pusaka yang pernah mereka berikan.
"Ia mempercayakan dirimu untuk mengembalikan senjata pusaka ini kepada kami, artinya ia telah menemukan orang yang ia percaya untuk melindungi dirinya" ungkap permaisuri.

"Niat baikmu kami terima, kembalilah bersama perwakikan kami untuk menjemputnya pulang, sampaikan kepada rajamu, anaknya juga adalah anak kami" ungkap sang raja memeluk sang pangeran.

Demikianlah akhirnya mereka menikah dan merekatkan hubungan dua kerajaan. Mereka menetap dan beranak pinak di tempat mereka pertama berjumpa.

Walaupun mereka tidak menjadi raja di kerajaan masing-masing, kisah hidup mereka terus direkam dalam kenangan kolektif masyarakat dari 2 kerajaan dan dituturkan sebagai warisan dalam berbagai versi cerita.

----------------
Adaptasi dari kisah hikayat Putri We Tadampali.

"Orang Terdampar" disebut Tosora'e, nama tempat itu kemudian disebut Tosora ibukota kerajaan Wajo di Sulawesi Selatan dahulu kala.

80 Juta Bisa Dapat Apa? 80 Juta Dari Mana?

80 Juta Bisa Dapat Apa? 80 Juta Dari Mana?
Sebentar lagi jagad dunia maya pasti akan diramaikan dengan debat capres. Entah kenapa buat saya jauh lebih menarik mengikuti diskusi mengenai fenomena Vanessa Angel (VA); mengapa ia harus minta maaf, mengapa pihak prianya gak terlalu terekspos, kenapa di masa ekonomi (yang katanya) sulit uang 80 juta seakan mudah dibelanjakan, mengapa ia dibebaskan penegak hukum dst dst.

Menarik mencermati berbagai pendapat yang mencerminkan cara berpikir orang-orang yang terlibat dalam diskusi tersebut, dan bagaimana orang secara beragam sudut memandang masalah yang sama, bagaimana mereka mengemukakan pendapat dan bagaimana mereka menarik kesimpulan.

Teman saya dengan geram menyorot ke pihak pria yang disebut-sebut sebagai salah satu pengusaha tambang pasir di Lumajang. Sebuah daerah di mana pernah ada seorang aktivis lingkungan bernama Salim Kancil yang tewas karena protesnya melawan penambangan pasir di sana.

Di antara kita, sampai sekarang masih ada yang bertanya, kenapa banyak orang membahas "80 juta" karena tidak tahu konteks dan muasalnya. Seandainya saya berada di barisan orang yang tidak tahu menahu ini, pasti hidup saya jauh lebih ringan.

Kenapa hidup menjadi lebih ringan jika kita tidak mengetahui sesuatu yang tidak penting?


Jadi begini, (pura-pura jadi psikolog dulu) segala informasi yang masuk disadari atau tidak akan diproses oleh otak, banyak informasi yang berhasil diabaikan dalam kategori "tidak penting" tapi ada juga informasi yang nyangkut dalam "folder" Memori Jangka Pendek (Short Term Memory). 

Agar informasi itu tersimpan sebagai ingatan yang berguna maka perlu pendekatan pemikiran positif, nah proses inilah yang membuat hidup saya menjadi tidak ringan, saya harus bisa mengelola informasi itu menjadi sebuah input yang positif agar kelak bermanfaat bagi kehidupan saya. Setidaknya mengurangi input negatif yang hanya akan memenuhi ingatan dan berakibat buruk untuk kesehatan jiwa raga saya.

Kata-kata "Siapa yang menanam, akan menuai hasilnya” juga berlaku dalam pikiran, jika kita menyimpan input-input emosi dan ingatan yang negatif, kelak akan tumbuh dan kita tuai entah jadi apa, mendingan kita menanam ingatan dan emosi yang positif sehingga bisa bermanfaat kelak.

Jadi menurut referensi, short-term memory adalah tempat menyimpan informasi yang saat ini sedang kita pikirkan. Jenis ingatan ini dikenal juga sebagai primary atau active memory. Kejadian terbaru dan data sensorik seperti suara disimpan pada short-term memory. Short-term memory biasanya mencakup kejadian yang berlangsung pada periode antara 30 detik hingga beberapa hari.

Karena short-term memory perlu dipanggil kembali dalam waktu lebih singkat dari long-term memory, kemampuan otak untuk menjaga ingatan di dalamnya menjadi lebih terbatas. Otak dapat menyimpan hanya sekitar lima hingga sembilan hal. Sayang banget kalau kemampuan yang terbatas itu hanya diisi dengan informasi-informasi negatif.

Selanjutnya tahapan berbeda dari short-term memory diatur oleh bagian berbeda dari otak. Short-term memory berawal dari bagian lobus frontal pada bagian korteks serebral, kemudian informasi singgah di bagian hippocampus dan dipindahkan ke wilayah korteks serebral yang melibatkan bahasa dan persepsi untuk disimpan secara permanen. 

Sementara long-term memory memiliki kapasitas lebih besar dan menyimpan berbagai hal seperti fakta, ingatan pribadi, dan informasi terkait orang-orang di sekitar kita.

So, jelas buat saya lebih baik tidak tahu daripada membebani otak dengan informasi-informasi yang tidak penting. Otak butuh sumber daya untuk bekerja, artinya butuh energi dan waktu, apa gak lebih baik memikirkan hal-hal yang penting? membuang-buang energi dan waktu adalah hal yang paling dibenci manajemen... #ehhh

***

Diskusi mengenai VA yang saya sempat baca di Twitter adalah bermula dari pertanyaan "mengapa ia harus minta maaf kepada publik?". Pertanyaan ini diajukan Deddy Corbuzier melalui chanel  media sosialnya dan berkembang menjadi topik pro dan kontra.

Pengacara VA, Zakir Rasyidin sudah menjelaskan alasan kliennya menyampaikan permohonan maaf.
"Permintaan maaf itu sifat personal karena sudah membuat gaduh. Jadi, (sebagai) warga negara, dia meminta maaf karena sudah ada yang menyampaikan isu Rp 80 juta," kata Zakir dalam jumpa pers di kawasan Jakarta Selatan, Senin (7/1/2019). Saya kutip dari berita "Kenapa Vanessa Angel Minta Maaf? Ini Penjelasan Pengacara" Detik Online - Senin 07 Januari 2019, 22:09 WIB.

"VA dg merek PF, yg terkena mereknya. Kalau dia tak bermerek, orang gak peduli. Pemakai apa salahnya? Dia sanggup bayar mereknya.....kalau barang dg kualitas jauh lebih bagus banyak. Tapi dia mau beli mereknya. Sederhana...,"  tulis sebuah akun di Twitter.

Beberapa akun di Twitter lebih menjelaskan bahwa VA sebagai Public Figure (PF) memiliki tanggung jawab moral untuk tidak melanggar hukum dan norma. "Kalau dia tidak minta maaf sama seperti mendukung hal tsb. Even if its her body herself her consent it is wrong to do something illegal," jelas salah satu akun.

"Yg pemesan beli adalah status si VA sebagai public figure. Kalau hanya sekedar gadis semlohay jauh di atas VA fisiknya, dg bayar sepersepuluhnya dia bisa dapatkan. Di mana letak salahnya?," lanjut akun lainnya.

Mengikuti diskusi ini mengajak saya memperluas sudut pandang, terlebih lagi saya tidak kenal siapa itu VA, jadi saya lebih tertarik pada respon pro dan kontra atas permohonan maaf VA. Diskusi mengenai hukum sudah selesai dengan dilepaskannya VA dan 2 orang ditetapkan sebagai TSK Mucikari oleh kepolisian, karenanya diskusi yang berlanjut adalah mengenai norma khususnya aksi permintaan maaf VA kepada publik.

Apapun pembahasannya, faktanya VA sudah meminta maaf kepada publik secara terbuka melalui media. Tentunya itu dia tujukan kepada pihak-pihak yang menganggap dia telah melakukan kesalahan, mungkin pihak keluarganya dan seterusnya. Saya bukan bagian dari publik tersebut. 

***

80 Juta Bisa Dapat Apa? 80 Juta Dari Mana?

Saya gak kenal VA, walaupun kata orang dia seorang PF. Saya bukan siapa-siapa dan bukan pihak yang dirugikan. VA dan pria berinisial R itu gak perlu minta maaf kepada saya atas apapun yang mereka lakukan itu. 

Masyarakat ada yang merasa VA memang perlu untuk meminta maaf yah wajar, dan wajar juga kalo sebagian menganggap tidak perlu. Yang gak wajar itu menjadi pihak yang mengambil keuntungan dari perbuatan mereka, seperti mucikari, media-media gossip, dst.

Yang saya lihat VA sebagai perempuan terus saja menjadi korban pola pikir maskulin, tergambar dari fokus media yang lebih banyak menyorotinya. Terlebih statusnya sebagai PF sehingga lebih menjual untuk dijadikan komoditas berita.

Konsep berpikir win/loose juga akhirnya ngambang dan menjadi guyonan "80 juta bisa buat apa?". Cara berpikir demikian memang membutuhkan siapa yang benar dan siapa yang salah. Siapa menang siapa kalah. Nyatanya dalam kasus ini tidak ada yang menang dan kalah, bermain hakim dalam pikiran jadi menguap tanpa ada kambing hitam yang bisa dijadikan sasaran.

Apalah daya, kuatnya media membuat fenomena ini masuk dalam pikiran saya. Saya musti menyimpannya sebagai cermin, bahwa apapun yang kita lakukan maka akan selalu ada pihak yang merasa berhak menjadi hakim.

Akan selalu ada pihak yang menuntut maaf jika ada tindakan saya yang tidak sesuai dengan norma dan citra ideal yang mereka lekatkan kepada saya. 

Lebih baik berjalan apa adanya. Sebisa mungkin lepaskan pencitraan-pencitraan yang tidak sepantasnya kita emban. Yang begitu hanya menjadi beban dan membatasi kebebasan pribadi.

Nominal 80 juta bukan uang yang sedikit, memikirkannya hanya akan menyiksa batin. Saya gak siap menjawab pertanyaan "dari mana asalnya dan dipakai untuk apa?". Sedangkan untuk membeli motor seharga 20 jutaan saja sudah sekian bulan belum terwujud. 

Lah Kok malah curhat?