Ruang Tamu Pohon Tua Kini Punya Galeri Mini Sketsa VK


Ruang Tamu Pohon Tua Kini Punya Galeri Mini Sketsa VK. Menulis VK rasanya seperti menulis CK, atau LV. Perasaan itu tidak salah, karena VK merupakan salah seorang artist yang sudah lama malang-melintang di dunia sketsa. VK, Violin Kerong. Saya pernah menulisnya di pos berjudul Violin Kerong Seorang Pelukis Sketsa Wajah Terbaik. Silahkan dibaca. Menulis VK sebagai pelukis sketsa terbaik bukan karena dia pernah mensketsa wajah saya gratis, haha, tapi karena ketika mendengar ceritanya berproses menghasilkan suatu sketsa, itu luar biasa. Hei ... ternyata bukan hanya make up artist saja yang membutuhkan beragam kuas, seorang sketch artist pun demikian adanya. Bahkan pelukis sketsa mempunya lebih banyak pensil alis ketimbang make up artist.

Baca Juga: Taman DIY di SMPSK Kota Goa di Kecamatan Boawae

Suatu hari Viol, atau lebih sering disapa Cio, bertanya tempat atau lokasi yang bisa dipakai untuk memajang hasil sketsanya. Kalian mungkin bertanya, bukankah Viol bisa memajang semua hasil sketsa itu di rumahnya sendiri? Ada kisah yang belum kalian ketahui, tentang kebakaran yang menghanguskan rumahnya, termasuk galeri mini miliknya. Trauma itu pasti. Tapi alhamdulillah Viol bangkit dan terus berkarya menghasilkan sketsa-sketsa terbaik. Dan sketsa wajah saya adalah sketsa pertama yang dia bikin setelah bangkit. Kalau tidak salah sih begitu. Hahahah.

Back to that question. Maka saya menawarkan ruang tamu Pohon Tua sebagai galeri mininya. Banyak dinding yang masih kosong dan bisa dimanfaatkan untuk memajang hasil sketsa Viol. Why not kan? Maka pada suatu sore muncullah Viol membawa sketsa-sketsa yang kebanyakan masih subyek wajahnya sendiri. Saya meminta bantuan Eda Tuke, suaminya Mamasia, untuk memasang paku-paku lantas memajang sketsa-sketsa itu.


Terakhir, yang saya tahu, selain pesanan sketsa wajah Mamanya Ross, teman kantor, untuk ultah Mamanya itu, Viol membikin sketsa Harley Quinn. Margot Robbie. Hwah! Betapa senangnya saya melihat itu. Artinya, my baby love Joker juga harus ada donk. Aduhai, tidak sabar. Haha. Mungkin setelah Joker, bolehlah Viol mengsketsa Lucifer dari filem Constantine, si Peter Stomare! Gila lu, Teh.

Yang jelas saya bangga bisa mengenal seorang Viol yang penuh talenta. Oh ya, in case you didn't know, Viol merupakan dosen pada Prodi Arsitektur sehingga jelas nyeni kan ya dia. Dia juga dikenal sebagai penyanyi alto pada Spiritus Sanctus Choir yang kesohor itu. Viol juga dikenal sebagai orang yang begitu banyak menghasilkan kerajinan tangan. Lebih banyak dari saya! Bahkan, kerajinan tangannya itu kelasnya pro banget dibandingkan saya. Haha. Tempat tisu, aneka boneka gemesin (nanti saya ngepos soal boneka-boneka ini juga), bingkai, dan lain sebagainya. Bukan cuma Viol, kakaknya juga jago! Keluarga mereka memang keluarga nyeni.

Tadi di atas sudah tulis 'terakhir' ya haha, ya sudah ... semoga bermanfaat dan siapa tahu kalian mau disketsa juga. Per person 250K only.

#RabuDIY



Cheers.

Violin Kerong Seorang Pelukis Sketsa Wajah Terbaik

Sketsa oleh Violin Kerong.

Bingung mau memasukan tulisan ini di tema #SelasaTekno atau #RabuDIY. Saya memilih di #RabuDIY saja; masih berhubungan dengan membikin sendiri dan melengket erat dengan kreativitas juga. So, selamat datang di #RabuDIY, harinya kita berkreasi sepuas-puasnya. 

Baca Juga: Cara Membikin Wadah Berbahan Semen dan Kaktus Batu

Namanya Violin Kerong, sering saya panggil Cio karena ikut-ikutan teman-teman seangkatannya yang memanggilnya dengan Cio. Mungkin Cio itu dari Viol. Panggilan manja. Hehe. Saya mengenal Viol sebagai dosen Prodi Arsitektur Universitas Flores (Uniflor) yang kemudian menjadi Kaprodi Arsitektur. Perempuan pemberani ini punya segudang talenta di lini seni. Alhamdulillah, Tuhan menganugerahi begitu banyak talenta padanya. Nyanyi, bisa. Main gitar, bisa. Bikin aneka produk DIY atau kerajinan tangan, bisa. Keliling Flores kendarai sendiri sepeda motor, bisa. Melukis sketsa wajah, bisa!

Bersama Viol di depan SMAK Alvarez di Paga.

Baru-baru ini saya dikejutkan oleh pesan WA-nya. Wow. Sampai takjub. Sudah lama saya mengirimkan foto padanya untuk disketsa. Harga ... harga teman ... LOL! Gratis dink. Kebakaran yang melahap rumahnya menyebabkan dia belum membikin sketsa wajah saya dan sungguh sayang galeri mininya yang dipenuhi sketsa wajah orang-orang yang memesan atau teman-teman, ikut hangus. Ada satu hal yang patut saya contohi dari Viol yaitu semangatnya. Sketsa wajah saya, yang dikirm via WA itu, termasuk sketsa-sketsa pertama setelah musibah kebakaran di rumahnya.

Ini dia hasil utuhnya:


Wow sekali kan? Saya suka!!! Detailnya itu ... ck ck ck. Jago bener orang ini ya. Terima kasih Viol untuk sketsa wajah saya ini. Sungguh tidak sanggup saya membalasnya hahaha. Bakal saya beli pigura 10R untuk menyimpannya/menggantung di dinding rumah. Terus berkarya, kawan. Jadilah mata air. Karena, mata air akan selalu hidup meskipun aliran air dibikin mati. Luv ya!

Baca Juga: Bunga Dinding

Sekali lagi terimakasih.



Cheers.