Berlibur ke Semarang? 7 Spot Wisata Ini Membuat Liburan Kamu Menjadi Sah di Semarang


Semarang – kota yang letaknya sangat strategis (di tengah pulau Jawa) ini memiliki akar kata “asem” dan “arang”. Kota yang terkenal dengan sajian lumpia-nya ini menjadi destinasi yang sangat patut Anda sambangi ketika sedang berlibur bersama keluarga, teman, atau bahkan Anda sedang berencana untuk ber-solo traveller. 

Dapat dikatakan bahwa Semarang memiliki keindahan kota yang begitu khas, karena Anda akan mendapatkan pemandangan yang sangat variatif di kota ini. Semarang memiliki bangunan modern yang tidak terlalu tinggi, lalu terdapat bangunan-bangunan khas Tiongkok, arsitektur kolonial Belanda yang sampai saat ini masih dijaga kelestariannya, lalu berbagai macam skenik lain yang mampu memanjakan mata Anda. 

Mungkin sebagian dari Anda masih bingung ketika sampai di Semarang. Pertanyaan “tempat apa lagi yang perlu dikunjungi, ya?” saat berada di Kota Lumpia ini pasti muncul di benak Anda. Semarang memiliki banyak sekali spot wisata yang patut Anda sambangi, bahkan Anda belum sahih ke Semarang bila belum mengunjungi tempat yang ada di daftar artikel ini. Setelah mencari penerbangan Batik Air menuju bandara Achmad Yani, Anda hanya perlu membaca artikel ini sampai habis, lalu sahih lah liburan Anda di Semarang.


Gereja Blenduk

Gereja yang berlokasi di kawasan Kota Lama Semarang kerap kali dikenal dengan sebutan The Little Netherland. Gereja Blenduk berdiri di antara sekian banyak bangunan ala Belanda, dan gereja ini masih berdiri kokoh dan terawat dengan apik serta rapi. Bahkan sampai saat ini, Gereja Blenduk masih digunakan secara aktif sebagai rumah ibadah.

Gereja Blenduk yang telah bertahan dari masa kolonial Belanda ini sudah berganti wajah beberapa kali. Mula-mula, gereja yang dibangun pada 1753 ini berbentuk rumah panggung Jawa. Hal tersebut dapat Anda lihat pada peta kota Semarang tahun 1756 yang menunjukkan konfigurasi massa yang berbeda dari sekarang. Pada tahun 1787 rumah panggung tersebut diubah total. Tujuh tahun berikutnya gereja tersebut mengalami perubahan lagi. Pada tahun 1894, gedung ini dibangun kembali oleh H.P.A. de Wilde dan W.Westmas, dan bentuk tersebut bertahan hingga saat ini.



Pasar Semawis

Pasar Semawis merupakan pasar malam yang beroperasi setiap hari Jumat sampai Minggu. Pasar Semawis ini berlokasi di Komplek Pecinan Semarang. Banyak sekali hal yang berbau dengan budaya Tiongkok hadir di tempat ini. Bagi Anda yang tengah mengincar barang atau bahkan kuliner khas Tiongkok, Anda dapat mengunjungi tempat ini dan berburu hal tersebut bersama keluarga dan teman Anda. 

Klenteng Sam Po Kong

Selain aktif sebagai tempat ibadah dan ziarah, Klenteng ini juga merupakan tempat wisata yang menarik untuk Anda kunjungi. Tempat ini dikenal juga dengan sebutan Gedong Batu dan  ada juga yang mengatakan nama ini dipakai karena asal mula tempat ini adalah sebuah gua batu besar yang terletak pada sebuah bukit batu. Tetapi ada sebagian orang yang mengatakan bahwa sebenarnya asal kata yang benar adalah Kedong Batu, alias tumpukan batu-batu alam yang digunakan untuk membendung aliran sungai. Darimana pun nama tempat ini, yang jelas Klenteng Sam Po Kong merupakan spot wisata yang harus Anda kunjungi ketika berada di Semarang. 

Puri Maerakaca

Puri Maerakaca yang merupakan Pusat Rekreasi Taman Budaya Jawa Tengah. Kalau di Jakarta, tempat ini ibarat Taman Mini yang ada di provinsi Jawa Tengah, karena di dalamnya terdapat 35 anjungan yang menjadi cerminan dari 35 kabupaten dan kotamadya yang ada di provinsi Jawa Tengah.

Masjid Agung Jawa Tengah

Masjid yang dibangun sejak 2001 dan selesai pada 2006 ini memiliki arsitektur dengan gaya Romawi. Hal tersebut terlihat dari bangunan 25 pilar dipelataran masjid. Pilar-pilar bergaya koloseum Athena di Romawi tersebut dibalut dengan hiasan kaligrafi yang indahnya berhasil mencuri perhatian Anda.

Daya tarik lain dari masjid ini adalah Menara Al Husna yang tingginya mencapai 99 meter. Sedangkan di lantai 2 dan lantai 3 digunakan sebagai Museum Kebudayaan Islam, dan di lantai 18 terdapat Kafe Muslim yang dapat berputar 360 derajat. Lantai 19 digunakan untuk menara pandang, dan telah dilengkapi 5 teropong yang bisa melihat panorama kota Semarang.

Simpang Lima

Tempat yang merupakan alun-alun kota ini biasanya ramai saat malam hari. Simpang Lima Berlokasi di persimpangan Jl. Pandanaran di sebelah barat, Jl. A. Yani di sebelah timur, Jl. Gajahmada dan Jl. Pahlawan di sebelah timur, sementara disebelah timur laut ada Jl.KH. Ahmad Dahlan. Ikon Kota Semarang ini jangan sampai Anda lewatkan karena ini menjadi landmark penting yang wajib Anda kunjungi.


Lawang Sewu

Tak Kenal Maka Tak Sayang – mungkin peribahasa tersebut dapat dikaitkan pada “tak ke Lawang Sewu, berarti tak ke Semarang”. Lawang Sewu merupakan sebuah bangunan kuno peninggalan kolonial Belanda yang dibangun pada 1904. Semula gedung ini beroperasi sebagai kantor pusat perusahaan kereta api atau Nederlandsch Indishe Spoorweg Naatschappij (NIS). 

Gedung tiga lantai bergaya art deco (1850-1940) ini dibangun oleh tangan dingin arsitek Belanda ternama, Prof Jacob F Klinkhamer dan BJ Queendag. Lawang Sewu terletak di sisi timur Tugu Muda Semarang, atau di sudut Jalan Pandanaran dan Jalan Pemuda.