Menikmati Indahnya Bunga Sakura Di Sensoji Temple, Shinjuku Gyoen Dan Osaka Castle


Yah, harus nunggu lagi ya tahun depan. Ada rasa puas dan tidak puas setelah menikmati musim semi di Jepang. Orang-orang dari belahan bumi mana pun pasti akan berlomba-lomba untuk datang ke Tokyo, Osaka dan Kyoto untuk menikmati mekarnya bunga Sakura. Ketiga kota di Jepang ini memang merupakan tempat favorite menikmati bunga sakura yang mekar selain Kawaguchiko Lake, Kamakura dan Kawagoe. Diantara beberapa tempat itulah, saya memilih Sensoji Temple, Shinjuku Gyoen dan Osaka Castle sebagai tempat terindah menikmati mekarnya bunga sakura bersama keluarga atau kekasih. Orang Jepang menyebut tradisi piknik dengan keluarga, sahabat atau pacar dengan Hanami. 

Saya termasuk penggemar Sakura. Bahkan di musim dingin beberapa tahun lalu, saya sempat menemukan sakura yang mekar terlebih dahulu. Saya bersama seorang teman, Dee, sempat mencari di sekitar Sumida River. Kami menuyusuri sungai Sumida yang sangat luas untuk mencari dimana Sakura berada. Suhu pada musim dingin kira-kira berkisar antara 0 sampai 10 derajat, bahkan waktu itu sempat berada di minus 2 derajat. 

"Bagaimana Dee, kita ngga nemu Sakuranya?"

"Kalau gue mah ikut-ikut aja kalau mau cari kesana."


Dee menunju sebuah menara yang akhir-akhir ini naik daun. Tokyo Sky Tree, sebuah menara tertinggi di Tokyo, menggantikan Tokyo Tower.

Singkatnya, saya dan Dee berhasil menemukan Sakuranya. Saya menyebutnya sebagai Sakura Musim Dingin. Memang pada saat itu masih sangat dingin, namun tidak mematahkan semangat kami mencari Sakura tersebut. Dan, kini saya bisa merasakan langsung di musim semi.

Sakura memang sangat misterius dan susah ditebak. Banyak orang atau pihak yang memprediksi bahwa sakura akan mekar pada bulan Maret 2019 ini, tepatnya di tanggal  22 Maret untuk daerah Tokyo. Namun, ternyata prediksi ini agak meleset dan baru mekar pada akhir Maret 2019. Dan, beruntungnya saya bisa merasakan Full Bloomnya pada saat di Shinjuku Gyoen

Sensoji Temple, Tokyo


Sensoji Temple ini adalah salah satu icon wisata di Tokyo, Jepang. Sudah jadi kebiasaan kalau berkunjung ke Tokyo harus datang ke tempat ini. Letaknya di daerah Asakusa dan dekat dengan Sumida River. Tak jauh dari daerah ini juga terdapat Tokyo Sky Tree

Berjubel dan banyak orang, itulah kesan pertama pada saat mengunjungi salah satu kuil utama dan terbesar di Tokyo. Ciri khas Sensoji terletak di dua dewa penjaga dengan kemampuan mengeluarkan petir. Kaminari, dua penjaga yang dipercaya sebagai pengawas dari gangguan disekitar kuil sehingga pengunjung akan aman dan tentram. 

Pun begitu dengan saya yang melupakan keramaian dan menikmati gugusan bunga Sakura yang tengah mekar di sisi kiri dari kawasan penjual yang sangat ramai. Dan, kamera pun tak luput dari tangan dan jepret-jepret, semua obyek pun saya foto. 

Akses Menuju Sensoji Temple 

Dari Stasiun Tokyo naik JR Yamanote line warna hijau selama 2 menit dengan membayar 140 yen dan turun di Stasiun Kanda, kemudiam transit ke jalur Ginza line berwarna kuning selama 10 menit ke Stasiun Asakusa dengan membayar 170 yen.

Dari Stasiun Shinjuku naik JR Chuo line ke Stasiun Kanda, kemudian transit ke jalur Ginza line berwarna kuning selama 10 menit ke Stasiun Asakusa dengan membayar 170 yen.

Shinjuku Gyoen


Tak lengkap rasanya jika pada musim semi tak berkunjung ke Shinjuku Gyoen. Taman luas yang berada di daerah Shinjuku ini merupakan taman nasional dengan segala kekayaan hayati. Sebagaian besar jenis Sakura berada di Taman ini. Saya baru tahu kalau jenis sakura ternyata ada lebih dari 20an jenis dan semuanya berkumpul menjadi satu di Shinjuku Gyoen, wow rasanya sangat menyenangkan sekaligus ingin mengabadikan seluruh jenisnya.



Luasnya taman tak menjadikan kaki ini lelah untuk melangkah, malah kaki saya bergerak makin cepat dan cepat menuju ke seluruh sisi taman. Jika diukur dengan lapangan sepak bola mungkin ada sekitar puluhan lapangan sepak bola. 

Akses Menuju Shinjuku Gyoen

Shinjuku - Mon (Shinjuku Gate)
Dari JR Line, Keio Line, Odakyu Line keluar statsiun dari pintu selatan menuju jalan besar menuju ke taman. 

Sendagaya - Mon (Sendagaya Gate)
Dari JR Sobu Line, turun stasiun Sendagaya dan terus berjalan keluar menuju ke Sendagaya Mon. 

Osaka Castle, Osaka 


Dan, salah satu yang paling cantik adalah Sakura di Osaka Castle (Benteng Osaka, Kuil). Seperti layaknya sebuah benteng dan kuli yang sangat di hormati di Jepang, sakura pun memiliki makna yang dalam bagi Jepang. Sakura merupakan salah satu tanaman khas dan hanya mekar satu tahun sekali dengan durasi sekitar 7-10 hari saja. Setelah itu bunganya akan gugur dan digantikan dengan daun. Begitulah kira-kira kenapa sakura sangat berarti bagi masyarakat Jepang. 

Osaka Castle inilah merupakan salah satu spot terbaik untuk menikmati musim sakura karena memiliki taman yang luas dan terdapat banyak spot seperti sungai dan benteng. Apalagi biasanya apada saat musim seperti ini banyak dibuka booth makanan sehingga tidak perlu jauh-jauh menyantap makanan, cukup di Osaka Castle saja. 

Akses Menuju Osaka Castle
Akses stasiun bisa dari JR Osakajo-Koen Station, atau jika pakai Osaka Subway turun di stasiun Tanimachi-9-chome atau Morinomiya. Dari stasiun ini jalan sekitar 10-15 menit baru sampai ke depan Osaka Castle.


Setelah puas menikmati Sakura, kini waktunya pulang ke Indonesia. Sedih sih hanya bisa menikmati Sakura yang hanya sebentar saja. Oh iya, waktu mekar dan full bloom sakura di berbagai wilayah bisa berbeda dan tidak sesuai dengan prediksi, jadi waktu yang paling aman adalah sekitar awal April setiap tahunnya. 

Setelah pesawat mendarat di Bandara Soekarno Hatta sudah tengah malam. Dan, saya harus berada di Bogor pagi hari, karena saya menghadiri sebuah acara dari Pariwisata Kabupaten Bogor. Jangan khawatir karena kini di Traveloka sudah memiliki airport transfer yang bisa dipesan online dan melalui aplikasi. Nah, jadi jangan khawatir lagi ya, jadi bisa beli tiket travel bandara dilink ini .

Sampai jumpa di musim-musim Sakura yang akan lebih berbunga dan ceria lagi. Happy Sakura!