Menariknya Lagu-Lagu Lawas yang Tak Lekang Oleh Waktu


Menariknya Lagu-Lagu Lawas yang Tak Lekang Oleh Waktu. Busyet! Ini judulnya begini banget, yak. Haha. Hyess, salah satu perbuatan yang saya lakukan mengisi waktu cuti sekalian waktu liburan panjang adalah karaoke. Biasanya saya merekam, menggunakan telepon genggam, aksi bernyanyi dengan suara sumbang ini. Tapi lebih sering melakukannya sambil tiduran. Tidak lupa speaker JBL mini, melalui sambungan bluetooth, menemani supaya suara musiknya lebih krenyes. Biasanya aksi karaoke ini dimulai dengan lagu-lagu favorit seperti Flashlight-nya Jessie J, Memories milik Maroon 5, Mirror-nya Justin Timberlake, lantas bergeser pada Ironic milik Alanis Morissette. Dan bisa ditebak, lagu-lagu karaoke itu terus bergeser ke masa lampau. Pada akhirnya yang awalnya karaoke, justru jadinya bernostalgia karena banyak lagu-lagu lawas yang tidak tersedia versi karaokenya di Youtube.


Lama-kelamaan mendengarkan lagu lawas menjadi semacam hobi temporari yang saya lakukan kala bosan bermain Battle Realms di waktu cuti dan libur panjang. Habis mandi yang kemalaman, dibuai angin dari kipas angin, tiduran di karpet, mulai membuka Youtube sekalian membuka memori tentang penyanyi dan lagu-lagu lawas yang pernah ngetop di zamannya. Perasaan jadi ikut terbawa arus sungai hingga ke laut. Saya sendiri terkejut melihat bagaimana cara kerja Youtube menyarankan satu per satu video-video musik itu. 

Kalian masih ingat Dina Mariana? A-ha! Harusnya masih ingat, donk. Saat masih siaran di Radio Gomezone dulu, saya masih sering mengudarakan lagu-lagu milik Dina Mariana seperti Si Dia atau Ingat Kamu. Sambil mendengarkan Si Dia dari Dina Mariana, saya teringat pada lirik lagu berikut ini: kutunggu kamu di gerbang sekolah, maukah kamu mengantarku pulang. Sebagai anak era 80-an dan 90-an, saya tidak bisa melupakan lirik lagu yang satu ini. Langsung mencarinya di Youtube. Kata kuncinya? Ya itu tadi: kutunggu kamu di gerbang sekolah, maukah kamu mengantarku pulang. Ketemu? Ketemu! Nama penyanyinya Tommy Soemarni and Co. Judul lagunya Ranking Pertama. Hayo kalian, tidak semua tahu penyanyi dan judul lagu kesohor ini kan? Haha. Saya merasa sangat bahagia.

Bicara soal lagu lawas rasanya tidak adil kalau tidak menulis tentang Rumpies. Salah satu, atau satu-satunya?, lagu mereka yang ngetop waktu itu berjudul Nurlela. Rumpies ini seharusnya bisa menjadi kelompok vokal perempuan yang sangat kuat di Indonesia. Mereka bahkan sudah lebih dulu ada sebelum Spice Girls merajai tangga lagu dunia dan disebut sebagai girlband pertama di dunia. Kenapa Rumpies saya tulis seharusnya bisa menjadi kelompok vokal perempuan yang sangat kuat di Indonesia? Lihat dulu donk personelnya. Atiek CB, Trie Utami, Malyda, dan Vina Panduwinata! Mereka adalah penyanyi-penyanyi perempuan Indonesia yang berkarakter dan rasa-rasanya semua Orang Indonesia saat itu mengenal mereka lewat acara seperti Album Minggu Kita atau Selekta Pop. Saya juga masih suka menonton video Atiek CB yang berjudul Benci Sendiri.

Ternyata pengetahuan saya tentang lagu lawas berikut penyanyinya ... boleh diadu. Haha.

Mari kita lanjutkan. 

Dari para lelaki, saya selalu memilih terlebih dahulu Trio Libels. Roni Sianturi adalah lelaki yang selalu mengisi khayalan masa kecil saya tentang lelaki idaman. Di manakah dia sekarang? Entah. Sama juga dengan entah-di-mana Edwin Manansang. Sementara itu Yanni Airlangga, setahu saya, telah meninggal dunia tahun 2015. Mbakyu, salah satu lagu Yanni yang dinyanyikan solo-karir, merupakan salah satu yang paling saya ingat hingga saat ini. Eh, balik lagi ke Trio Libels, jangan pernah kalian pura-pura tidak mau mendengar Aku Suka Kamu dan Oh Gadisku. Oh gadisku sa sa sa sayaaaaaaang. Iya, Abang sayang kapan lamar?

Era 80-an/90-an selalu juga mengingatkan saya pada Gita Remaja. Kuis musik di TVRI yang dibawakan oleh Tantowi Yahya dengan salah satu band pengiring: Halmahera Band! Nah, gara-gara Halmahera Band dan gaya Tohpati yang cool itu, wajah Roni Sianturi dalam khayalan saya pun berganti dengan wajah Tohpati. Siapa sih perempuan yang bisa tahan melihat gaya si Tohpati? Gara-gara itu saya jadi pernah menunggu album Halmahera dan tergila-gila sama Lukisan Pagi-nya Tohpati bersama Shakila

Perjalanan saya bernostalgia sama lagu-lagu lawas mempertemukan saya dengan begitu banyak penyanyi zaman doeloe. Sebut saja Twin Sister, masih ada yang ingat mereka dengan gaya menyanyinya di panggung?, Ria Rizky Fauzi yang ngetop dengan lirik: kututup layar cintakuuuu, tentu ada cintaku di Barcelonaaaa oleh Fariz RM, Duo D yang terdiri dari Dian Pramana Putra dan Deddy Dhukun dengan lirik: aku yakin di antara kita masih ada cinta yang membara. Amboiii, perasaan siapa yang tidak uhuk ehek ahak? Duh, jadi pengen nyanyi, haha. Oddie Agam hadir dengan nuansa musik yang kece dalam Kesempatan bareng Dewi Yull. Eh, masih ada yang ingat Dewi Yull kah? Semoga masih ada yang mengingatnya. Beliau punya warna suara yang unik.

Lalu, mata saya menangkap tulisan Kirey. Begitu melihatnya yang terlintas di benak saya bukan Terlalu melainkan Jangan Kau Samakan. Hyuk kita nyanyi bareng-bareng ...

Kurasakan dan kumengerti
Ketika ada kata terucap
Tanpa kau sadari

Kegagalan kisah cintamu
Begitu lekat erat mengikat
Trauma hidupmu

Aku bukanlah, jangan kau samakan
Dan kau pun pasti mengerti
Kekurangan kelebihanku

Terserah dirimu, kasih
Semua t'lah kuungkapkan
Sikap dan pribadiku
Mungkin kau pun t'lah tahu

Sepenggal saja, ya. Jangan semuanya. Nanti kalian baper kayak saya. Hihihi. 

Baca Juga: Kalau Begitu Marilah Kita Coba Mendaki Tangga Yang Benar

Bagaimana, kawan? Lagu lawas itu asyik kan? Saya berharap sambil membaca ini kalian juga sambil mencari video musiknya di Youtube. Sekalian mendengarkan, sekalian bernostalgia, sekalian baper, sekalian ... ah, telepon mantan sekarang! *ngakak guling-guling*. Tentu saya tidak menulis semua penyanyi berikut lagu lawas mereka! Masih ada Ita Purnamasari, Kla Project, Elfa's Singer dengan pentolannya yaitu Yana Julio, Slank, Dewa19, hingga Jamal Mirdad! Nanti ya, kalau sedang in the good mood, saya pasti bakal menulis bagian keduanya. Hehe.

Bernostalgia itu asyik juga ...

Mari bernostalgia ...

#SabtuReview



Cheers.

Inilah Akibat Paling Fatal Dari Perkara Yang Dianggap Remeh


Inilah Akibat Paling Fatal Dari Perkara yang Dianggap Remeh. Joker merupakan filem terakhir yang saya tonton di tahun 2019 sebelum situs penyedia filem andalan saya, indoxxi, diblokir pemerintah. Seperti yang dilansir oleh Tekno Kompas dengan penulis Kevin Rizky Pratama, Menteri Kominfo, Johnny G. Plate, mengatakan telah memblokir situs streaming ilegal sebanyak lebih dari 1.000! Sebagai manusia yang pernah mempelajari sedikit ilmu hukum, situs penyedia filem (tentunya ilegal) memang mengabaikan dan melanggar HaKI yang dijunjung tinggi dalam dunia industri diantaranya industri musik dan filem. Tetapi sebagai manusia yang tinggal di Kota Ende, kota kecil tanpa bioskop, saya tentu membutuhkan situs penyedia filem tersebut. Tindakan pemerintah sudah benar, tetapi akibatnya ... saya dan dinosaurus harus gigit laptop.

Baca Juga: Kalau Begitu Marilah Kita Coba Mendaki Tangga Yang Benar

Kembali pada filem Joker. Filem terakhir yang saya tonton di tahun 2019. Filem yang membikin otak saya memikirkan begitu banyak perkara, termasuk perkara yang dianggap paling remeh: bercanda yang menjebak. I can feel his pain

Joker


Wikipedia menginfokan: Joker adalah film cerita seru psikologis Amerika Serikat tahun 2019 yang disutradarai oleh Todd Phillips dan diproduseri oleh Todd Philips, Bradley Cooper, dan Emma Tillinger Koskoff. Joker ditayangkan secara perdana di Festival Film Venesia pada tanggal 31 Agustus 2019 serta ditayangkan di Amerika Serikat pada 4 Oktober 2019 dan Indonesia dua hari sebelumnya. Joker adalah film laga hidup pertama Batman yang mendapatkan klasifikasi R dari Motion Picture Association of America karena kekerasan berdarah yang kuat, perilaku mengganggu, bahasa dan gambar seksual singkat.

Joker, dari DC Comics, diperankan oleh Joaquin Phoenix, Robert De Niro, Zazie Beetz, Frances Conroy. Termasuk box office karena biaya produksi hanya $55-70 juta saja tetapi pendapatan sementara mencapai $1,023 miliar. Kita harus sepemahaman dulu tentang box office ya.

Idntimes menulis: dahulu, istilah Box Office digunakan untuk pemutaran film yang sistem menontonnya mengedarkan box-box kepada penonton sebagai donasi atas pemutaran film tersebut. Karena pada saat itu belum ada pembelian tiket film lewat loket atau bahkan online seperti sekarang ini. Namun, saat ini istilah box office bergeser kepada film yang mendapatkan penghasilan melebihi biaya produksinya dan penghasilan itu berhasil didapatkan hanya dalam waktu tayang beberapa hari atau minggu pertama saja. Hampir mirip sebenarnya dengan pengertian saat zaman dulu, karena semakin film disukai maka penonton dari film tersebut semakin banyak.

Joaquin Phoenix, Jared Leto, Heath Ledger


Hadirnya Joaquin Phoenix sebagai Joker membikin saya mengingat dua aktor Joker lainnya yaitu Jared Leto dan Heath Ledger. Jared Leto memerankan Joker dalam filem Suicide Squad sedangkan Heath Ledger memerankan Joker dalam filem The Dark Knight. Joker a la Suicide Squad terkesan 'kekanak-kanakan' sesuai dengan warna filem tersebut. Berbeda dengan Joker dalam The Dark Knight yang dalam. Tapi, menjadi tidak bijak jika membandingkan akting ketiganya. Joaquin Phoenix, Jared Leto, dan Heath Ledger, masing-masing punya pesona tersendiri saat memerankan Joker. Kalau ditanya, Joker mana yang punya kelebihan natural? Menurut saya si Joaquin Phoenix, karena bekas luka di bawah hidungnya itu se-su-a-tu.

Jangan Pernah Menjebak Seseorang


Berbeda dari orang lain yang mungkin pernah me-review Joker, saya lebih memilih me-review filem psikologis ini dari sudut pandang lain, salah satunya penjebakan. Kita tahu Arthur Fleck, seorang laki-laki dewasa, masih harus tinggal bersama ibunya, Penny Fleck, karena si ibu sakit. Kebutuhan hidup sehari-hari dipenuhi oleh Arthur dengan bekerja sebagai badut penghibur. Hidup yang keras seakan-akan menjadi lebih bengis terhadap seorang Arthur. Dia akrab dengan kesialan (demi kesialan). Tidak cukup sampai di situ, keinginannya menjadi seorang Komika kandas karena sesungguhnya dia sama sekali tidak berbakat.

Ada tiga karakter yang menghancurkan Arthur hingga ke titik paling rendah.

1. Penny Fleck


Penny Fleck, what should I say about this woman? Dia sakit. Dialah salah satu sumber malapetaka dalam hidup Arthur. Gara-gara Penny, Arthur percaya Thomas Wayne adalah ayah kandungnya. Sadar atau tidak sadar, Penny menghancurkan Arthur dengan caranya sendiri. Mengekang kehidupan dewasa Arthur (karena harus mengurus si ibu), dan menipu Arthur dengan kepalsuan bahwa si Joker adalah putera kandung Thomas Wayne. Mungkin Penny menganggap itu hal yang remeh. Sudah, kau pergi saja ke Thomas Wayne, itu Bapakmu! Tetapi apa yang dilakukan Penny, melalui surat yang dibaca Arthur, lebih menyakitkan dari sayatan sembilu. Faktanya Arthur bukanlah putera kandung Thomas Wayne. Pengakuan Thomas Wayne mengantar Arthur pada kekelaman yang lebih dalam.

Ketika Arthur menekan bantal ke wajah Penny ... saya merasakan sesuatu pelepasan yang luar biasa.

2. Randall


Arthur tidak saja dibohongi oleh Penny; bahwa dirinya putera kandung Thomas Wayne, tetapi juga dijebak oleh teman kerjanya sendiri yaitu (si setengah-botak) Randall.

Randall adalah salah satu sumber malapetaka dalam hidup Arthur, selanjutnya, di dalam Joker. Awalnya saya berpikir Randall adalah sahabat terbaik di tempat kerja yang punya rasa simpati tinggi terhadap kondisi Arthur yang sering dikerjai orang-orang saat sedang bekerja sebagai badut. Tetapi, pikiran saya berubah ketika adegan Randall menyerahkan sebuah pistol pada Arthur. What the f*ck! Ketika kau tahu temanmu seperti itu, kau sengaja memberikannya sebuah pistol? Kota Gotham sedang kacau, saat bekerja pun Arthur sering diisengin-dihina-diolok, secara psikologis Arthur tidak sedang baik-baik saja, dan kau memberinya sebuah pistol?

Why don't you shoot yourself!?

Mungkin bagi Randall, menjebak Arthur adalah perkara remeh. Jebak dia. Biarkan dia melakukan kesalahan. Cuci tangan saat dia melakukan kesalahan. Tertawalah saat dia dipecat. Biarkan dia mencari pekerjaan lain, atau biarkan dia terpuruk bersama kehidupannya yang kelam.

Tidak semudah itu ...

Apa yang dilakukan Randall berakibat sangat fatal. Makanya saya menulis judul Inilah Akibat Paling Fatal Dari Perkara Yang Dianggap Remeh. Karena, sebuah pistol memicu kekacauan besar dalam hidup Arthur yang tidak baik-baik saja itu. Randall sengaja melakukannya. Pistol itu menjadi semacam 'kemampuan' tambahan Arthur. Rasa percaya dirinya meningkat ketika pistol ada bersamanya. Dan pistol ini pula yang dipakai Arthur untuk menembaki Murray Fraklin. Live show!

3. Murray Franklin


Ini dia sosok yang juga paling saya benci dari Joker. Murray Franklin digambarkan sebagai presenter paling kesohor di Kota Gotham. Murray merupakan idola Arthur. Bahkan Arthur pernah menyempatkan diri untuk menonton show si Murray. Bagi Murray, Arthur hanyalah remah roti yang remeh. Seorang penggemar yang datang di acaranya, yang menjadi cameo acaranya, yang kemudian dia tertawakan saat rekaman stand up comedy Arthur hinggap di kupingnya. Tapi manuver itu terjadi, Murray mengundang Arthur datang ke acaranya sebagai bintang tamu! Arthur datang sebagai Joker, memakai riasan badut, dengan setelan jas lengkap, tak lupa pistol yang diberikan Randall pun turut bersamanya. Tidak ada seorang pun yang menyangka bahwa pistol itu pula yang kemudian digunakan Arthur untuk menembaki Murray.

Benar-benar pembalasan (dendam) yang sempurna.

Pernahkah Kita Melakukannya?


Pertanyaan ini mungkin remeh tapi tidak menjebak. Ini pertanyaan serius. Pernahkah kita berada di posisi Penny Fleck, Randall, atau Murray Franklin? Pernahkah kita, secara sengaja maupun tidak sengaja, menjebak teman sendiri? Pernahkah kita berpikir tentang perbuatan kita pada seseorang dapat berakibat fatal? Pertanyaan itu menjadikan Joker tidak saja sebagai filem yang syarat kekerasan berdarah yang kuat serta perilaku mengganggu, tetapi juga refleksi terhadap diri setiap orang yang menontonnya. Manusia, tentu tidak terlepas dari tindakan yang dilakukan oleh Penny Fleck, Randall, maupun Murray Franklin.

Baca Juga: Double Ending

Bagaimana menurut kalian, kawan? Saya yakin sebagian besar dari kalian sudah menonton Joker dan punya pendapat sendiri tentang filem ini. Pendapat saya, sudah tertulis dengan jelas di atas. Bahwa, apa yang kita anggap remeh dapat berakibat fatal (dilakukan oleh orang lain). Contoh paling nyata adalah ketika kalian menganggap remeh alaram yang meraung-raung, akibatnya kalian bisa saja ketinggalan pesawat.

Semoga bermanfaat.

#SabtuReview



Cheers.

Urusan Firebender Ini Remeh Tapi Cukup Menyita Perhatian

Credits: GNFI

Urusan Firebender Ini Remeh Tapi Cukup Menyita Perhatian. Sudah saya tulis pada pos-pos sebelumnya bahwa saya termasuk orang yang paling suka menonton video-video di Youtube. Apa pasal? Ya, karena video-video di Youtube itu menghibur dan menginspirasi, tergantung video dan/atau kanal mana yang kalian tonton. Kanal-kanal yang paling sering saya tonton adalah kanal milik Kirsten Dirksen dengan video tentang rumah-rumah unik seperti tiny house, 5 Minutes Craft, Insider, TED, Brightside, Living Big in a Tiny House, The Voice Global, hingga video-video yang teka'e alias nyangkut alias video yang direkomendasikan waktu saya menonton video dari kanal-kanal tersebut di atas. Menontonnya bisa berjam-jam, tapi bukan pada saat hendak tidur. Karena, saat hendak tidur, saya punya video andalan tersendiri.

Baca Juga: Akan Me-review Tiga Buku Nutrisi Otak dan Makanan Jiwa

Proses menuju alam mimpi saya memang cukup sulit. Insomnia. Iya. Kadang saya harus menegak obat untuk bisa berdamai dengan kantuk. Oleh karena itu saya butuh prolog tidur yang menyenangkan. Dan prolog tidur yang menyenangkan itu saya temui pada filem kartun Upin Ipin. Terhibur, iya. Ngakak, iya. Tambah ilmu, juga iya. Setelah Upin-Ipin, terbitlah Larva dengan dua karakter larva crazy Yellow dan Red. Kedua filem kartun/animasi yang sudah saya tonton sejak dahulu kala itu memang dibatasi oleh season dan episode, tapi belum pernah rasa bosan muncul meskipun menonton semua season dan semua episode berulang-ulang! Bagaimana yaaaa ... can't descibe by words pokoknya. Bahagia lah karena saat terjaga, tahu-tahu, eh, sudah pagi.

Tidak pernah saya sangka, kemudian, menemukan prolog lainnya. Avatar! Avatar, The Legend of Aang, The Last Airbender. Menonton Avatar memang bisa membikin saya berdamai dengan rasa kantuk sekaligus membikin saya digerogoti pertanyaan demi pertanyaan. Prolog tidur yang satu ini memang menyenangkan, membikin saya berdamai dengan rasa kantuk, lantas tertidur pulas, tetapi juga membikin saya harus mencari tahu tentang sesuatu yang mungkin dianggap remeh oleh kalian, dia, mereka. It's about firebender.

Marilah kita cek ...

Aang, The Last Airbender


Tentang Avatar sudah dijelaskan secara singkat pada setiap opening episodenya. Dahulu kala, di semesta raya berdiri empat bangsa besar yaitu Water Tribe (Suku Air), Earth Kingdom (Kerajaan Bumi), Fire Nation (Negara Api), dan Air Nomads (Pengembara Udara). Dari setiap bangsa tersebut, dikenal istilah bender atau pengendali, yaitu orang-orang yang mampu mengendalikan elemen lambang masing-masing bangsa. Waterbender, earthbender, firebender, dan airbender. Tapi, tidak semua penduduk bisa menjadi bender. Artinya, menjadi bender itu karena alasan gift atau karunia dan/atau berkat latihan (khusus Negara Api). Lihat saja Katara dan Sokka yang berasal dari Suku Air Selatan. Katara dikenal sebagai waterbender yang kemudian menjadi master-nya waterbender, sedangkan Sokka tidak.

Apabila menjadi bender adalah karunia dan juga berkat latihan, maka Avatar adalah manusia dengan karunia paling tinggi karena ditakdirkan (harus) bisa menguasai keempat elemen tersebut. Kalau boleh saya tulis, Avatar adalah katrol yang mengendalikan semua elemen agar semesta raya tidak timpang. Karena, sebagai manusia fana tentu selalu ada rasa ingin menguasai. Dalam hal ini menguasai bangsa lainnya. Terbukti pada Negara Api yang menghancurkan begitu banyak bangsa, bahkan bangsa Pengembara Udara habis tidak tersisa, kecuali Aang.

Bagaimana caranya tahu bahwa si manusia tersebut adalah Avatar?

Avatar itu bereinkarnasi. Apabila Avatar meninggal dunia, maka dia pasti akan bereinkarnasi pada manusia lainnya. Caranya untuk tahu bahwa manusia itu adalah Avatar adalah dengan menyuruhkan memilih mainan! Sederhana bukan? Saat kecil, Aang disuruh memilih empat mainan dari ribuan mainan yang ditawarkan. Aang memilih seruling kura-kura dari tanah liat (melambangkan air), baling-baling yang digerakkan dengan benang (melambangkan udara), babi-monyet dari kayu (melambangkan tanah), dan genderang tangan dari kayu (melambangkan api). Kehidupan Aang di kuil berubah setelah rahasia dirinya adalah Avatar terkuak. Anak berusia dua belas tahun itu tidak kuat dengan berbagai tekanan, salah satunya harus belajar tiga elemen lainnya di Kuil Udara Timur, lalu memutuskan untuk melarikan diri dari kuil bersama bison terbang bernama Appa. Dalam pelariannya, Aang dan Appa diserang badai, dalam 'kondisi Avatar', Aang kemudian menyelimuti dirinya dan Appa dalam gelembung udara yang kemudian menjadi es selama seratus tahun, sampai kemudian ditemukan oleh kakak-beradik Sokka dan Katara.

Itulah mengapa Aang menjadi the last airbender, pengendali udara terakhir, karena dia sedang membeku saat bangsa Pengembara Udara dihancurkan tanpa sisa oleh Negara Api.

Ketika ditemukan itu seharusnya Aang sudah berusia seratus dua belas tahun, tetapi karena pengawetan es, dia tetap menjadi anak berusia dua belas tahun yang masih suka bermain-main. Dari situlah perjalanan Aang, Katara, Sokka, bersama Appa, bermula. Perjalanan untuk mencari guru bender tiga elemen lain yang dipercaya bisa mengajari Aang. Sampai kemudian teman perjalanan mereka bertambah yaitu si lemur terbang bernama Momo, dan pengendali tanah (buta) yang luar biasa kuat sekaligus anak bangsawan yaitu Toph Beifong.

Enaknya Menjadi Firebender


Bender dari tiga bangsa yaitu waterbender, earthbender, dan airbender diperoleh melalui karunia. Tidak semua penduduk setiap bangsa otomatis menjadi bender. Toph adalah earthbender hebat tetapi orangtuanya tidak. Katara adalah waterbender hebat tetapi Sokka tidak. Pertanyaan tentang firebender ini baru muncul setelah saya menonton ulang; menjadikan Avatar prolog tidur. Mari kita lihat pada opening-nya.

Opening episode Avatar selalu sama: Avatar terakhir, yang menghilang itu, sedang mengendalikan empat elemen. Api muncul begitu saja dari tangannya. Ya selain karena Avatar terakhir itu memang berasal dari Negara Api, apalagi ...?

Airbender mengendalikan udara karena udara selalu ada kapan pun dan di mana pun. Makanya pengendali udara termasuk paling kuat dan kerajaannya dihancurkan Negara Api tanpa ampun sehingga di semesta ini tersisa Aang. Satu-satunya pengendali udara. The last airbender. Waterbender hanya bisa mengendalikan air apabila di sekitarnya ada air. Terakhir, Waterbender Master bisa mengendalikan darah dalam tubuh manusia yang adalah cairan pula. Earthbender, bumi, jauh lebih sulit. Tanpa tanah atau unsur tanah, misalnya batu bara, ya dia do nothing. Kecuali Bumi, si Raja, yang bisa mengendalikan tanah dengan pikirannya. Itu pun sulit juga kalau dikurung di penjara yang semuanya terbuat dari besi.

Bagaimana dengan firebender? Ini yang menarik!

Firebender, menurut saya, paling enak. Tanpa api, dia bisa mengeluarkan api dari dalam tubuhnya sendiri. Enak bener! Dan ini tidak adil! Bayangkan, ketika pengendali lain butuh media: udara, air, tanah, firebender cukup jentik jari, maka jadilah api. Makanya, tidak heran Negara Api menyerang. Karena mereka kuat.

Urusan firebender yang remeh ini saya pertanyaan di Facebook. Syukurnya saya memperoleh penjelasan dari salah seorang teman Facebook, Gusty Mbao: api yang seakan tercipta begitu saja itu diperoleh dari Chi dan ada hubungannya dgn avatar pertama (Wan), kura-kura Singa, dan Dark & Light Soul of The Avatar.

Dari situs ini saya peroleh penjelasan lengkapnya, jujur saya pakai Google Translate, tidak ada yang saya ubah satu pun hahaha.

Selama era Raava, orang-orang menerima unsur api dari kura-kura singa api yang merupakan penjaga kota mereka, yang akan memberi mereka kekuatan dengan pembengkokan energi. Mereka dapat memintanya kapan pun mereka pergi ke Spirit Wilds dan mengembalikannya ketika mereka kembali. Namun, Wan mencuri kekuatan untuk memperbaiki hidupnya dan teman-temannya yang miskin, tetapi ditangkap dan dibuang. Dia diizinkan untuk menjaga kekuatan api untuk melindungi dirinya sendiri dan akhirnya berteman dengan arwah. Dengan demikian, dia berhasil mengasah keterampilannya dengan mempelajari cara yang tepat untuk membungkuk dari naga yang hidup di Spirit Wilds. Dia mengembangkan gayanya sedemikian rupa sehingga apinya menjadi perpanjangan dari tubuhnya, bukan hanya alat untuk perlindungan seperti yang dirasakan orang lain. Yang lain mengetahui tentang keselamatannya dan juga berangkat ke Roh Liar dengan kekuatan api, tidak lagi ingin hidup dalam kondisi buruk yang mereka miliki di kota.

Pada tahun-tahun berikutnya, orang-orang belajar firebending dari naga yang pernah menghuni tanah itu. Orang pertama di era Avatar yang belajar dari naga adalah Prajurit Matahari, yang memahami hubungan antara api jiwa mereka, api naga, dan matahari. Dalam sisa-sisa peradaban besar mereka, Zuko dan Aang menemukan bahwa api merupakan energi dan kehidupan, sebuah konsep yang telah hilang bagi hampir semua api di Perang Seratus Tahun. Arti sebenarnya dari firebending dilupakan sebagai kemarahan, kemarahan dan keinginan untuk mendominasi mulai menggantikan cita-cita kehidupan dan energi, dan bagaimana mereka terhubung ke matahari. Keluarga Kerajaan mendorong ini untuk membantu dalam propaganda bahwa api dapat digunakan sebagai alat untuk menghancurkan dan bahwa Perang Seratus Tahun dibenarkan.

Firebender menarik kekuatan mereka dari matahari dan benda-benda matahari lainnya, seperti komet, serta inti api planet ini. Gerhana matahari memiliki potensi untuk sepenuhnya meniadakan kekuatan penghasut api, yang merupakan hasil dari koneksi langsung antara matahari dan firebending. Selain itu, setelah mengalahkan Katara saat matahari terbit selama Pengepungan Utara, Zuko menyatakan bahwa dia naik bersama bulan, tetapi dia naik bersama matahari, lebih jauh merujuk pentingnya matahari pada firebending. Firebender juga dikatakan mengambil daya dari energi vulkanik dan kilat.

Dia (Wan) mengembangkan gayanya sedemikian rupa sehingga apinya menjadi perpanjangan dari tubuhnya, bukan hanya alat untuk perlindungan seperti yang dirasakan orang lain.

Baca Juga: KKN di Desa Penari yang Menggemparkan Dunia Maya

Jadi, itulah sebabnya, api dapat muncul begitu saja dari tubuh firebender. Melalui latihan sehingga jurus/gaya itu dikembangkan oleh Wan sehingga api menjadi perpanjangan dari tubuhnya.

Done!

Pertanyaan saya akhirnya terjawab!

Dan akhirnya pos ini diunggah juga ha ha ha setelah menulis tentang sebuah buku keren berjudul Mendaki Tangga Yang Salah. Epilognya begini banget ya. Tidak apalah. Silahkan bagi kalian yang penasaran, tonton ulang deh The Last Airbender.



Cheers.

Kalau Begitu Marilah Kita Coba Mendaki Tangga Yang Benar


Kalau Begitu Marilah Kita Coba Mendaki Tangga Yang Benar. Pada pos Sabtu berjudul Akan Me-review Tiga Buku Nutrisi Otak dan Makanan Jiwa saya sudah berjanji untuk menyelesaikan proses membaca buku-buku itu. Belum semuanya tuntas terbaca, pasal pekerjaan bertubi-tubi tidak dapat ditunda, datang lagi satu buku berjudul Filosofi Teras. Demi tekad menuntaskan tiga buku self improvement, para nutrisi otak dan makanan jiwa, saya tidak berani menyobek plastik pelindung Filosofi Teras meskipun hasrat terus meronta. Buka! Ayo, buka! Saya harus patuh pada komitmen sendiri. Alhamdulillah, salah satu buku self improvement itu selesai dibaca, then. Meskipun tulisan tentang Firebender sudah siap dipublis lebih dahulu, saya justru mempublis salah satu buku itu terlebih dahulu. Hari ini.

Baca Juga: KKN di Desa Penari yang Menggemparkan Dunia Maya

Tiga buku self improvement itu berjudul: 

1. Mendaki Tangga Yang Salah.
2. Bicara Itu Ada Seninya.
3. Seni Hidup Minimalis.

Saya memulai dari Seni Hidup Minimalis, tetapi justru menyelesaikan Mendaki Tangga Yang Salah. Seni Hidup Minimalis lantas dipinjam teman. Mendaki Tangga Yang Salah merupakan buku yang membikin saya tidak bisa berhenti sejak halaman pertama. Berbeda dari buku self improvement lainnya, buku ini tidak menggurui secara langsung, tetapi mendidik secara tidak langsung melalui kisah-kisah inspiratif lainnya hingga beragam teori, penelitian dan hasil penelitian tersebut. Bahkan banyak hal-hal konyol pula di dalamnya.

Mendaki Tangga Yang Salah


Sekilas, sampul buku ini mirip dengan Sebuah Seni Untuk Bersikap Bodo Amat. Mirip, tapi tidak sama. Mendaki Tangga Yang Salah bersampul merah dengan tulisan besar warna hitam dan siluet/gambar tangga sederhana dan tagline(?) Barking Up The Wrong Tree. Correct me if I'm wrong. Atau tulisan di atas judul yang jadi tagline-nya? Oh ya, tulisan lain di atas judul itu adalah Sebagian Besar Hal yang anda Ketahui tentang Kesuksesan Adalah Salah Besar. Tulisan itu seperti bom yang meledak di dalam kepala orang-orang patuh seperti Chatur 'Silencer' Ramalingam (Omi Waidya) ketika tahu bahwa big boss-nya adalah Rancho (Aamir Khan) alias Phunsuk Wangdu. Dalam filem 3 Idiots kita tahu Chatur adalah si cerdas yang mengikuti sistem sekaligus penjilat yang selalu membenci Rancho saat masih kuliah.

Di dalam buku Mendaki Tangga Yang Salah pun kalian akan membaca kata 'penjilat' dalam lingkungan pekerjaan. Kita memang tidak bisa terlepas dari para penjilat, di manapun berada, termasuk di lingkungan pekerjaan. Mereka itu seperti makhluk astral. Tidak terlihat mata tetapi ada.


Well, buku ini ditulis oleh Eric Barker dan diterbitkan oleh P.T. Gramedia Pustama Utama pada tahun 2019. Sebanyak 360 halaman mengajarkan pembacanya tentang banyak hal untuk lebih mengenali diri sendiri. Istilahnya: mau jadi apa kita kelak? Kenali diri sendiri! Dan, ah ya, saya tidak bisa untuk melewatkan yang satu ini: buku Mendaki Tangga Yang Salah diberikan oleh Ibu Rosalin Togo atau lebih dikenal dengan panggilan Mami Ocha yang saat ini sedang menempuh pendidikan S2 di Kota Surabaya. Terima kasih, Mami ... Pahlawan Intelektual saya! Hehe.

Inspirasi Dalam Balutan Konyol


Eric Barker tidak berusaha menggurui, sudah saya tulis di atas, dia lebih condong pada memberikan contoh perilaku, kesuksesan orang-orang besar dunia, hingga beragam teori, serta penelitian dan hasil penelitian para profesor dan/atau para pakar. Garis besar, benang merah, Mendaki Tangga Yang Salah adalah kenali diri sendiri. Kalau kita tidak sependapat, biarkanlah ketidaksependapatan itu menjadi nilai demokrasi dalam me-review buku. Haha. Apabila manusia mengenali diri sendiri maka dia akan tahu tangga mana yang harus dinaiki. Bukan begitu poinnya? Bayangkan saja jika kita tahu, tidak pandai, atau tidak berbakat membikin sketsa tetapi terus-terusan memaksakan diri hingga akhir hayat. Apa yang kita capai? Nothing.

Sebanyak 6 bab disuguhkan oleh Mendaki Tangga Yang Salah. Setiap bab mempunyai keunikannya masing-masing tentang bagaimana cara orang-orang bisa sukses. Ambil contoh pada bab 1.

Bab 1 Mendaki Tangga Yang Salah memoroskan kalimat judul Jika Ingin Sukses, Haruskah Kita Bermain Aman dan Melakukan Apa Yang Diperintahkan Kepada Kita? Dalam ranah agama, ya harus donk. Hehe. Eric menulis tentang orang-orang tersaring dan orang-orang yang tidak tersaring. Orang-orang tersaring selalu mengikuti sistem, juara kelas atau setidaknya punya nilai akademis di atas rata-rata, dan kemudian masuk pada jaringan birokrasi atau bekerja mengikuti sistem yang ada, mungkin juga menjadi pemimpin. Orang-orang tidak tersaring cenderung eksentrik dan melakukan segalanya sekehendak hati, kadang pula dikenal bodoh, tapi mereka sangat terkenal di dunia ini. Eric Barker mengambil contoh William Churchill yang eksentrik dan selalu beranggapan Hitler sebagai ancaman. Dan paranoid Churchill dan sikapnya yang nyaris menghancurkan karirnya pada awal mula telah 'menyelamatkan' rakyat Inggris.

Kalau boleh saya tulis, pembangkang sangat tidak disukai dalam lingkungan kerja, tapi atasan yang bijak harus mampu merangkul si pembangkang dan memanfaatkan enerji berlimpahnya untuk kemajuan perusahaan. Pembangkang identik dengan orang-orang kreatif yang tidak puas pada sistem dan memandang sistem sebagai borgol kreativitas. Apabila kalian adalah atasan, janganlah mendepak para pembangkang begitu saja. Mungkin saja pembangkang itu berada pada unit yang salah sehingga dia merasa bosan dan terus-terusan membikin Anda emosi jiwa. Hehe.

Churchill memang telah menyelamatkan Inggris dari NAZI, tapi sikap eksentrik dan fanatisme Churchill tidak bisa diaplikasikan pada perkara-perkara lain bukan? Oleh karena itu Eric Barker tidak saja menulis tentang keberhasilan atau sisi positif segala sesuatu tetapi juga sisi negatifnya. Seperti sisi negatifnya manusia dengan gen SCN9A.

Semua orang tentu ingin menjadi seperti Ashlyn Blocker yang tidak pernah merasa nyeri. Ashlyn memiliki gen SCN9A dimana sinyal-sinyal nyeri tidak bisa mencapai otaknya. Super hero! Tentu. Siapa sih yang tidak mau seperti Ashlyn? Dane Inouye menulis bahwa pasien Congenital Insensitivity to Pain with Anhidrosis (CIPA) bisa dianggap Superman karena mereka tidak merasakan nyeri ragawi, tetapi ironisnya, apa yang memberi 'kekuatan super' kepada mereka juga merupakan kryptonite mereka. Pasti kalian bertanya: kok bisa? Ya bisa. Tidak merasakan nyeri dapat menghancurkan karena bayangkan saja kalau tulang kaki atau tulang tangannya patah tanpa dia rasakan dan kerusakan tulang itu kemudian merusak ke jaringan sehat lainnya? 

It's like ... BHOOOMMM!

Ternyata Ashlyn tidak baik-baik saja bukan?

Salah satu orang hebat yang sangat menarik perhatian saya dari Mendaki Tangga Yang Salah adalah tentang pidato Steve Jobs. Inti pidatonya adalah apa yang ingin kita capai dalam hidup ini bisa dilakukan dengan memikirkan kematian. Apakah saat mati nanti kita ingin dikenang sebagai pecundang, pemenang, orang baik, atau tukang fitnah? Kita yang pilih. Apabila menginginkan kematian kita menjadi momen bertemunya banyak manusia hidup yang mengenang kebaikan, jasa, perbuatan kita selama hidup, maka jalanilah hidup yang seperti itu. Seperti yang kita inginkan yaitu dikenang orang (tentang kebaikan) saat kita mati. Saya terbahak-bahak membacanya. Logika yang luar biasa nancap dalam kepala.

Masih banyak hal lainnya yang perlu kalian ketahui dari Mendaki Tangga Yang Salah tetapi tentu saya tidak boleh menulis semuanya di pos ini. Ketahuilah, Churchill, Ashlyn, dan Steve Jobs hanyalah tiga contoh kecil dari contoh lain, kisah inspiratif lain, di dalam buku Mendaki Tangga Yang Salah. Contoh-contoh itu, kisah orang-orang di dalam buku itu, tidak saja mendidik pembacanya tetapi secara tidak langsung sekaligus menghibur. Kapan lagi kita tahu sejarah orang-orang hebat, atau kisah inspiratif orang-orang yang tidak pernah menyerah?

Kalau begitu ... apakah kita harus mendaki tangga yang benar?

Mendaki Tangga Yang Benar


Membaca buku Mendaki Tangga Yang Salah mengarahkan pikiran saya pada mendaki tangga yang benar tetapi tidak selamanya harus selalu tangga yang benar dari awal. Kita bisa berpindah tangga apabila tahu bahwa tangga pertama itu salah. Oleh karena itu sampul buku Mendaki Tangga Yang Salah disertai gambar/siluet dua tangga kayak tangga lapangannya karyawan PLN atau P.T. Telkom. Tangga dua kaki, tangga teleskopik, atau apapun namanya. Kalau bukan tangga yang kanan, berarti tangga yang kiri. Kira-kira seperti itulah yang ingin disampaikan Eric Barker. Jangan terus-terusan memaksakan diri pada sesuatu pekerjaan yang tidak akan membawa kita pada kesuksesan.


Saya mencerna tentang tangga yang benar ini.

Pertama, jangan sampai salah memilih tangga. Tetapi, apabila tangga itu salah, kita masih bisa bermanuver mengganti tangga yang lain. Ini berkaitan dengan bakat dan hasrat. Apakah ada yang mau selamanya berada dalam lingkaran setan yang membosankan? Tentu tidak. Kenali tangga yang sedang kalian, atau saya, naiki saat ini. Kalau tangganya sudah benar, berusahalah semaksimal mungkin mencurahkan segala daya upaya untuk menaiki tangga itu hingga puncak. Mencapai puncak, tidak harus menjadi penjilat, tetapi jadilah yang paling bersinar.

Kedua, kenali diri sendiri untuk mencapai sesuatu. Jangan sampai kita menjadi orang yang tidak mengenali siapa dan apa diri kita sendiri sehingga sulit untuk menentukan arah. Kalau kata Bapa saya, maju satu langkah mundur dua kali. Itu filosofinya sangat dalam. Dan saya sadari, filosofi itu mirip dengan apa yang disampaikan Eric Barker dalam Mendaki Tangga Yang Salah. Hal serupa juga pernah diaktakan oleh Esty Durahsanty dari Konsulat Jenderal AS di Talkshow Pameran Wirausaha Berkelanjutan oleh E.thical yaitu Jatuh tujuh kali, bangkit delapan kali. Orang-orang yang mendengarnya dan menangkapnya secara lurus akan menertawai. Maklumi saja, mereka tidak membiarkan logika bekerja.

Ketiga, bekerja keras itu wajib. Tidak ada kesuksesan tanpa kerja keras. Bahkan seorang ahli matematika pun bekerja keras sepanjang hidupnya meskipun telah meraih begitu banyak penghargaan dan menghasilkan ahli matematika lainnya. Bekerja keras harus dibarengi dengan optimisme yang kuat. Perpaduan keduanya akan membikin kalian terkejut.

Satu pesan yang juga menarik dari Mendaki Tangga Yang Salah, untuk kita bisa mendaki tangga yang benar adalah tentang kemampuan mengelola. Mengelola sesuatu yang membosankan menjadi permainan yang menyenangkan. Mengelola sesuatu yang kita benci menjadi, tetap, permainan yang menyenangkan. Kita yang pilih, seperti yang dikatakan oleh Steve Jobs bukan? Dengan menjadikan segala sesuatu sebagai permainan yang menyenangkan kita akan membikin target dan berupaya memenuhi target dimaksud. Bukankah permainan adalah tentang target dan pencapaian (kemenangan)? Bukankah permainan dipenuhi tantangan yang membikin kita geregetan kalau tidak bisa melewatinya dengan gemilang? Cobain deh mengubah sesuatu yang menjengkelkan menjadi permainan (otak) yang menyenangkan.

⇜⇝

Alhamdulillah sudah menyelesaikan Mendaki Tangga Yang Salah dan sudah berbagi dengan kalian. Semoga bermanfaat.

Baca Juga: Setelah Upin Ipin Yang Mengedukasi Terbitlah Larva

Saya yakin kita semua ingin mendaki tangga yang benar untuk mencapai tujuan (hidup). Tapi jangan pernah merasa menjadi orang yang kalah ketika kalian (atau saya) sadar bahwa ternyata kita sudah mendaki tangga yang salah. Gantilah segera tangga itu secepatnya setelah tersadar. Karena, bukankah lebih baik terlambat dari pada tidak sama sekali? Yang setuju, komen di bawah. Hehe.

#SabtuReview



Cheers.

Kalau Begitu Marilah Kita Coba Mendaki Tangga Yang Benar


Kalau Begitu Marilah Kita Coba Mendaki Tangga Yang Benar. Pada pos Sabtu berjudul Akan Me-review Tiga Buku Nutrisi Otak dan Makanan Jiwa saya sudah berjanji untuk menyelesaikan proses membaca buku-buku itu. Belum semuanya tuntas terbaca, pasal pekerjaan bertubi-tubi tidak dapat ditunda, datang lagi satu buku berjudul Filosofi Teras. Demi tekad menuntaskan tiga buku self improvement, para nutrisi otak dan makanan jiwa, saya tidak berani menyobek plastik pelindung Filosofi Teras meskipun hasrat terus meronta. Buka! Ayo, buka! Saya harus patuh pada komitmen sendiri. Alhamdulillah, salah satu buku self improvement itu selesai dibaca, then. Meskipun tulisan tentang Firebender sudah siap dipublis lebih dahulu, saya justru mempublis salah satu buku itu terlebih dahulu. Hari ini.

Baca Juga: KKN di Desa Penari yang Menggemparkan Dunia Maya

Tiga buku self improvement itu berjudul: 

1. Mendaki Tangga Yang Salah.
2. Bicara Itu Ada Seninya.
3. Seni Hidup Minimalis.

Saya memulai dari Seni Hidup Minimalis, tetapi justru menyelesaikan Mendaki Tangga Yang Salah. Seni Hidup Minimalis lantas dipinjam teman. Mendaki Tangga Yang Salah merupakan buku yang membikin saya tidak bisa berhenti sejak halaman pertama. Berbeda dari buku self improvement lainnya, buku ini tidak menggurui secara langsung, tetapi mendidik secara tidak langsung melalui kisah-kisah inspiratif lainnya hingga beragam teori, penelitian dan hasil penelitian tersebut. Bahkan banyak hal-hal konyol pula di dalamnya.

Mendaki Tangga Yang Salah


Sekilas, sampul buku ini mirip dengan Sebuah Seni Untuk Bersikap Bodo Amat. Mirip, tapi tidak sama. Mendaki Tangga Yang Salah bersampul merah dengan tulisan besar warna hitam dan siluet/gambar tangga sederhana dan tagline(?) Barking Up The Wrong Tree. Correct me if I'm wrong. Atau tulisan di atas judul yang jadi tagline-nya? Oh ya, tulisan lain di atas judul itu adalah Sebagian Besar Hal yang anda Ketahui tentang Kesuksesan Adalah Salah Besar. Tulisan itu seperti bom yang meledak di dalam kepala orang-orang patuh seperti Chatur 'Silencer' Ramalingam (Omi Waidya) ketika tahu bahwa big boss-nya adalah Rancho (Aamir Khan) alias Phunsuk Wangdu. Dalam filem 3 Idiots kita tahu Chatur adalah si cerdas yang mengikuti sistem sekaligus penjilat yang selalu membenci Rancho saat masih kuliah.

Di dalam buku Mendaki Tangga Yang Salah pun kalian akan membaca kata 'penjilat' dalam lingkungan pekerjaan. Kita memang tidak bisa terlepas dari para penjilat, di manapun berada, termasuk di lingkungan pekerjaan. Mereka itu seperti makhluk astral. Tidak terlihat mata tetapi ada.


Well, buku ini ditulis oleh Eric Barker dan diterbitkan oleh P.T. Gramedia Pustama Utama pada tahun 2019. Sebanyak 360 halaman mengajarkan pembacanya tentang banyak hal untuk lebih mengenali diri sendiri. Istilahnya: mau jadi apa kita kelak? Kenali diri sendiri! Dan, ah ya, saya tidak bisa untuk melewatkan yang satu ini: buku Mendaki Tangga Yang Salah diberikan oleh Ibu Rosalin Togo atau lebih dikenal dengan panggilan Mami Ocha yang saat ini sedang menempuh pendidikan S2 di Kota Surabaya. Terima kasih, Mami ... Pahlawan Intelektual saya! Hehe.

Inspirasi Dalam Balutan Konyol


Eric Barker tidak berusaha menggurui, sudah saya tulis di atas, dia lebih condong pada memberikan contoh perilaku, kesuksesan orang-orang besar dunia, hingga beragam teori, serta penelitian dan hasil penelitian para profesor dan/atau para pakar. Garis besar, benang merah, Mendaki Tangga Yang Salah adalah kenali diri sendiri. Kalau kita tidak sependapat, biarkanlah ketidaksependapatan itu menjadi nilai demokrasi dalam me-review buku. Haha. Apabila manusia mengenali diri sendiri maka dia akan tahu tangga mana yang harus dinaiki. Bukan begitu poinnya? Bayangkan saja jika kita tahu, tidak pandai, atau tidak berbakat membikin sketsa tetapi terus-terusan memaksakan diri hingga akhir hayat. Apa yang kita capai? Nothing.

Sebanyak 6 bab disuguhkan oleh Mendaki Tangga Yang Salah. Setiap bab mempunyai keunikannya masing-masing tentang bagaimana cara orang-orang bisa sukses. Ambil contoh pada bab 1.

Bab 1 Mendaki Tangga Yang Salah memoroskan kalimat judul Jika Ingin Sukses, Haruskah Kita Bermain Aman dan Melakukan Apa Yang Diperintahkan Kepada Kita? Dalam ranah agama, ya harus donk. Hehe. Eric menulis tentang orang-orang tersaring dan orang-orang yang tidak tersaring. Orang-orang tersaring selalu mengikuti sistem, juara kelas atau setidaknya punya nilai akademis di atas rata-rata, dan kemudian masuk pada jaringan birokrasi atau bekerja mengikuti sistem yang ada, mungkin juga menjadi pemimpin. Orang-orang tidak tersaring cenderung eksentrik dan melakukan segalanya sekehendak hati, kadang pula dikenal bodoh, tapi mereka sangat terkenal di dunia ini. Eric Barker mengambil contoh William Churchill yang eksentrik dan selalu beranggapan Hitler sebagai ancaman. Dan paranoid Churchill dan sikapnya yang nyaris menghancurkan karirnya pada awal mula telah 'menyelamatkan' rakyat Inggris.

Kalau boleh saya tulis, pembangkang sangat tidak disukai dalam lingkungan kerja, tapi atasan yang bijak harus mampu merangkul si pembangkang dan memanfaatkan enerji berlimpahnya untuk kemajuan perusahaan. Pembangkang identik dengan orang-orang kreatif yang tidak puas pada sistem dan memandang sistem sebagai borgol kreativitas. Apabila kalian adalah atasan, janganlah mendepak para pembangkang begitu saja. Mungkin saja pembangkang itu berada pada unit yang salah sehingga dia merasa bosan dan terus-terusan membikin Anda emosi jiwa. Hehe.

Churchill memang telah menyelamatkan Inggris dari NAZI, tapi sikap eksentrik dan fanatisme Churchill tidak bisa diaplikasikan pada perkara-perkara lain bukan? Oleh karena itu Eric Barker tidak saja menulis tentang keberhasilan atau sisi positif segala sesuatu tetapi juga sisi negatifnya. Seperti sisi negatifnya manusia dengan gen SCN9A.

Semua orang tentu ingin menjadi seperti Ashlyn Blocker yang tidak pernah merasa nyeri. Ashlyn memiliki gen SCN9A dimana sinyal-sinyal nyeri tidak bisa mencapai otaknya. Super hero! Tentu. Siapa sih yang tidak mau seperti Ashlyn? Dane Inouye menulis bahwa pasien Congenital Insensitivity to Pain with Anhidrosis (CIPA) bisa dianggap Superman karena mereka tidak merasakan nyeri ragawi, tetapi ironisnya, apa yang memberi 'kekuatan super' kepada mereka juga merupakan kryptonite mereka. Pasti kalian bertanya: kok bisa? Ya bisa. Tidak merasakan nyeri dapat menghancurkan karena bayangkan saja kalau tulang kaki atau tulang tangannya patah tanpa dia rasakan dan kerusakan tulang itu kemudian merusak ke jaringan sehat lainnya? 

It's like ... BHOOOMMM!

Ternyata Ashlyn tidak baik-baik saja bukan?

Salah satu orang hebat yang sangat menarik perhatian saya dari Mendaki Tangga Yang Salah adalah tentang pidato Steve Jobs. Inti pidatonya adalah apa yang ingin kita capai dalam hidup ini bisa dilakukan dengan memikirkan kematian. Apakah saat mati nanti kita ingin dikenang sebagai pecundang, pemenang, orang baik, atau tukang fitnah? Kita yang pilih. Apabila menginginkan kematian kita menjadi momen bertemunya banyak manusia hidup yang mengenang kebaikan, jasa, perbuatan kita selama hidup, maka jalanilah hidup yang seperti itu. Seperti yang kita inginkan yaitu dikenang orang (tentang kebaikan) saat kita mati. Saya terbahak-bahak membacanya. Logika yang luar biasa nancap dalam kepala.

Masih banyak hal lainnya yang perlu kalian ketahui dari Mendaki Tangga Yang Salah tetapi tentu saya tidak boleh menulis semuanya di pos ini. Ketahuilah, Churchill, Ashlyn, dan Steve Jobs hanyalah tiga contoh kecil dari contoh lain, kisah inspiratif lain, di dalam buku Mendaki Tangga Yang Salah. Contoh-contoh itu, kisah orang-orang di dalam buku itu, tidak saja mendidik pembacanya tetapi secara tidak langsung sekaligus menghibur. Kapan lagi kita tahu sejarah orang-orang hebat, atau kisah inspiratif orang-orang yang tidak pernah menyerah?

Kalau begitu ... apakah kita harus mendaki tangga yang benar?

Mendaki Tangga Yang Benar


Membaca buku Mendaki Tangga Yang Salah mengarahkan pikiran saya pada mendaki tangga yang benar tetapi tidak selamanya harus selalu tangga yang benar dari awal. Kita bisa berpindah tangga apabila tahu bahwa tangga pertama itu salah. Oleh karena itu sampul buku Mendaki Tangga Yang Salah disertai gambar/siluet dua tangga kayak tangga lapangannya karyawan PLN atau P.T. Telkom. Tangga dua kaki, tangga teleskopik, atau apapun namanya. Kalau bukan tangga yang kanan, berarti tangga yang kiri. Kira-kira seperti itulah yang ingin disampaikan Eric Barker. Jangan terus-terusan memaksakan diri pada sesuatu pekerjaan yang tidak akan membawa kita pada kesuksesan.


Saya mencerna tentang tangga yang benar ini.

Pertama, jangan sampai salah memilih tangga. Tetapi, apabila tangga itu salah, kita masih bisa bermanuver mengganti tangga yang lain. Ini berkaitan dengan bakat dan hasrat. Apakah ada yang mau selamanya berada dalam lingkaran setan yang membosankan? Tentu tidak. Kenali tangga yang sedang kalian, atau saya, naiki saat ini. Kalau tangganya sudah benar, berusahalah semaksimal mungkin mencurahkan segala daya upaya untuk menaiki tangga itu hingga puncak. Mencapai puncak, tidak harus menjadi penjilat, tetapi jadilah yang paling bersinar.

Kedua, kenali diri sendiri untuk mencapai sesuatu. Jangan sampai kita menjadi orang yang tidak mengenali siapa dan apa diri kita sendiri sehingga sulit untuk menentukan arah. Kalau kata Bapa saya, maju satu langkah mundur dua kali. Itu filosofinya sangat dalam. Dan saya sadari, filosofi itu mirip dengan apa yang disampaikan Eric Barker dalam Mendaki Tangga Yang Salah. Hal serupa juga pernah diaktakan oleh Esty Durahsanty dari Konsulat Jenderal AS di Talkshow Pameran Wirausaha Berkelanjutan oleh E.thical yaitu Jatuh tujuh kali, bangkit delapan kali. Orang-orang yang mendengarnya dan menangkapnya secara lurus akan menertawai. Maklumi saja, mereka tidak membiarkan logika bekerja.

Ketiga, bekerja keras itu wajib. Tidak ada kesuksesan tanpa kerja keras. Bahkan seorang ahli matematika pun bekerja keras sepanjang hidupnya meskipun telah meraih begitu banyak penghargaan dan menghasilkan ahli matematika lainnya. Bekerja keras harus dibarengi dengan optimisme yang kuat. Perpaduan keduanya akan membikin kalian terkejut.

Satu pesan yang juga menarik dari Mendaki Tangga Yang Salah, untuk kita bisa mendaki tangga yang benar adalah tentang kemampuan mengelola. Mengelola sesuatu yang membosankan menjadi permainan yang menyenangkan. Mengelola sesuatu yang kita benci menjadi, tetap, permainan yang menyenangkan. Kita yang pilih, seperti yang dikatakan oleh Steve Jobs bukan? Dengan menjadikan segala sesuatu sebagai permainan yang menyenangkan kita akan membikin target dan berupaya memenuhi target dimaksud. Bukankah permainan adalah tentang target dan pencapaian (kemenangan)? Bukankah permainan dipenuhi tantangan yang membikin kita geregetan kalau tidak bisa melewatinya dengan gemilang? Cobain deh mengubah sesuatu yang menjengkelkan menjadi permainan (otak) yang menyenangkan.

⇜⇝

Alhamdulillah sudah menyelesaikan Mendaki Tangga Yang Salah dan sudah berbagi dengan kalian. Semoga bermanfaat.

Baca Juga: Setelah Upin Ipin Yang Mengedukasi Terbitlah Larva

Saya yakin kita semua ingin mendaki tangga yang benar untuk mencapai tujuan (hidup). Tapi jangan pernah merasa menjadi orang yang kalah ketika kalian (atau saya) sadar bahwa ternyata kita sudah mendaki tangga yang salah. Gantilah segera tangga itu secepatnya setelah tersadar. Karena, bukankah lebih baik terlambat dari pada tidak sama sekali? Yang setuju, komen di bawah. Hehe.

#SabtuReview



Cheers.

Akan Me-review Tiga Buku Nutrisi Otak dan Makanan Jiwa


Akan Me-review Tiga Buku Nutrisi Otak dan Makanan Jiwa. Akan? Artinya ... belum. Betul sekali. Saya bahkan baru dalam tahap membaca salah satunya. Me-review tanpa membaca keseluruhan buku merupakan perbuatan pamali dan pengkhianatan pada diri sendiri karena yang tertangkap hanyalah keping-keping yang belum boleh dipamerkan. Tapi, dalam lini sombong, boleh donk saya pamerkan tiga buku yang dikirimkan oleh Kakak Rosalin Togo a.k.a. Mami Ocha? Bolahlah! Ini kan blog saya! Malah ngegas. Haha. Mungkin ini yang disebut, bermimpilah setinggi langit karena siapa tahu ada orang lain yang akan mewujudkan mimpi itu.


Ceritanya ...

Adalah salah seorang teman Facebook, saya lupa siapa, yang mengepos sebuah foto buku berjudul Mendaki Tangga Yang Salah. Foto buku itu mengingatkan saya pada buku lain berjudul Sebuah Seni Untuk Bersikap Bodo Amat. Kok bisa? Iya, karena sampulnya mirip. Kalau Sebuah Seni Untuk Bersikap Bodo Amat bersampul oranye, maka Mendaki Tangga Yang Salah bersampul merah. Sekilas, sama-sama oranye. Itulah kerja otak manusia yang suka memiripkan sesuatu. Hehe *cubit otak sendiri*.

Lalu foto dari pos Facebook itu saya keep alias simpan, dan saya pos lagi di status WA dengan caption: pengen punya buku ini. Siapa sangka, status itu justru direspon sama Mami Ocha yang menulis: Mami sudah punya. Mau? Dengan cepat saya balas: mau leeeee. Kata Mami: Jum'at meluncur Ende. Tapi Jum'at siang harus diingatkan lagi. Kawan, kalau urusannya sama buku, tidak ada kata saya lupa, harus ingat dengan berbagai cara! Tidak lama berselang, Mami Ocha malah mengirim foto sebuah buku lain berjudul Bicara Itu Ada Seninya dengan pesan: Ini sudah punya?

Bisa kalian tebak, kawan. Pada akhirnya Mami Ocha menyiapkan tiga buah buku untuk saya.

1. Mendaki Tangga Yang Salah.
2. Bicara Itu Ada Seninya.
3. Seni Hidup Minimalis.

How lucky I am!

Oh ya, Mami Ocha ini adalah dosen Uniflor yang sedang mengenyam pendidikan S2 di Kota Surabaya.

Nah, pada foto sampul pos ini kalian melihat tiga buah buku bersama kotak mangga dan kotak buku lainnya. Mangga itu dikirim sama Noviea Azizah dari Kota Mbay. Kotak buku itu adalah kotak yang sama dengan tiga buku kiriman Mami Ocha, dan buku-buku lainnya itu adalah buku-buku yang akan disumbangkan untuk Rumah Baca Sao Moko Modhe. Kami memang sedang dalam tahap pengumpulan buku untuk rumah baca yang dibangun oleh mahasiswa KKN-PPM Uniflor di Desa Ngegedhawe, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo tersebut.

Baca Juga: Pembalasan Laut

Saat ini saya baru membaca buku berjudul Seni Hidup Minimalis. Bukan karena buku itu bersampul kuning, warna kecintaan saya, tetapi karena buku itu memang harus dilahap terlebih dahulu. Tetapi, tumpukan pekerjaan tambahan memang tidak bisa diabaikan. Sehingga bacanya pun baru beberapa lembar. Seperti apa isinya? Tunggulah setiap Sabtu di #SabtuReview!

Semoga dalam minggu ini bisa menyelesaikan salah satunya. Amin.

Terima kasih Mami Ocha, Pahlawan Intelektual saya. Tidak bisa saya balas kebaikan Mami. Sungguh. Bagi saya siapa pun yang memberikan buku untuk saya adalah Pahlawan Intelektual sejati.

#SabtuReview



Cheers.

Setelah Upin Ipin yang Mengedukasi Terbitlah Larva

Screenshoot dari videonya di Youtube.

Setelah Upin Ipin yang Mengedukasi Terbitlah Larva. Menulis ini dalam kondisi sedang sangat bersemangat setelah hampir dua bulan terakhir prolog tidur saya berganti-ganti antara Upin Ipin dan Larvadan epilog tidur saya disusupi perasaan tidak rela meninggalkan ranjang diiringi hidung kembang-kempis dan iler tumpah-ruah. Helooooooo, are you okay, Teh? Hehe. Saya masih rajin menonton video lainnya dari channel Brightside, TED, Kirsten Dirksen, Insider, 5 Minutes Crafts, dan lain sebagainya termasuk tentang tiny house, tapi pesona filem kartun/animasi memang masih menguasai sisi lain diri saya. Tsaaaaah. Sisi lain yang masih pengen dimanja dan disayang-sayang sama Abang *ditabok dinosaurus*. Waktu SMA saya tergila-gila sama Doraemon sampai dikata-katain sama Kakak Didi Pharmantara: cewek terlambat puber. Huhuhu. Apa salah dan dosa hambaaaaa.

Baca Juga: KKN di Desa Penari yang Menggemparkan Dunia Maya

Masih banyak orang yang menyangka filem kartun identik dengan bocah saja. Salah, bung. Bahkan ada filem kartun yang justru tidak boleh ditonton sama bocah, dan saya pernah menontonnya di Youtube, hanya saja lupa judulnya. Pokoknya yang tidak seberapa komersil lah. Oke, balik lagi ke Upin Ipin dan Larva. Upin Ipin jelas kalian sudah tahu kan ya. Manapula pernah saya tulis dua kali di blog dengan pos berjudul Semua Anak Indonesia Harus Menonton Upin Ipin (Bahagian 1) dan pos berjudul Semua Anak Indonesia Harus Menonton Upin Ipin (Bahagian 2). Silahkan dibaca! Karena semua Orang Indonesia wajib tahu alasan saya menulis dua pos tentang Upin Ipin tersebut.

Hari ini saya mau membahas tentang Larva. Beberapa hal memang saya ketahui tentang filem kartun yang satu ini tapi alhamdulillah Wikipedia menyediakan informasinya.

Cekidot!

Tentang Larva


Larva adalah serial televisi komedi yang dulunya tayang di RCTI. Iya, saya juga tahu Larva dari stasiun televisi tersebut, waktu masih menonton televisi, kan sudah lamaaaa sekali say goodbye sama televisi. Serial komedi animasi komputer ini dibikin oleh Tuba Entertainment yang bermarkas di Seoul, Korea Selatan. Untung bukan bermarkas di Pyongyang, Korea Utara, bisa-bisa kisahnya tentang Larva yang setiap hari bertugas di pangkalan militer dan pangkalan nuklir. Haha. Kenapa judulnya sampai Larva, ya karena dua karakter utamanya adalah dua larva berbeda warna dan bentuk. Satunya berwarna kuning dan sedikit lebih besar, satunya berwarna merah imut mirip potongan sosis. Sosis adalah makanan kegemaran mereka berdua, selain ... errr ... semua sisa makanan yang bisa ditemukan di sekitar.

Setiap episode Larva hanya berdurasi satu sampai dua menit saja sehingga tidak membosankan penonton. Hebatnya lagi, filem kartun ini seperti Tom and Jerry, tanpa percakapan sama sekali, kecuali jika Yellow terpesona akan sesuatu maka satu kata yang diucapkan adalah WOW dengan nada rendah dan super berat. Meskipun tanpa percakapan, alurnya tetap mudah dan ringan untuk dipahami dengan pesan-pesan moral yang jelas alias tidak bertele-tele.

Karakter Larva


Ini yang seru. Di dalam Larva, dengan kehidupan kaum minoritas itu *ngikik*, ada banyak karakter yang ditampilkan selain karakter utama. Dan karakter-karakter ini jelas-jelas ... bikin saya geleng-geleng kepala, betapa cerdasnya orang-orang yang membikin Larva. Pun mereka tidak repot memikirkan nama. Nama setiap karakter melekat erat dengan warna maupun bentuknya.

Marilah kita kenalan sama karakter-karakternya.

1. Yellow

Larva kuning yang bentuknya sedikit lebih besar dengan dua lobang hidung yang juga besar sehingga bisa menghasilkan gelembung apabila menghirup sabun cair (nonton episode ini saya sampai terbanting dari kasur). Dia sering kehilangan kontrol atas dirinya sendiri apabila melihat makanan. Kalau saya lihat sih, Yellow dan Red memang sama-sama kehilangan kontrol apabila melihat makanan, mereka lupa diri, lupa segalanya, lupa persahabatan. Terakhir, baru menyesal. Haha.

2. Red

Bentuknya macam sosis atau potongan sosis. Si Red ini wataknya keras dan tidak sabaran. Sama seperti Yellow, keduanya iseng bin usil dan selalu dalam kasus perebutan makanan. Bagaimana Yellow dan Red kemudian selalu bersama, ada kisahnya dalam Once Upon a Time, dimana dikisahkan keduanya bertemu saat 'menetas' hehehe. Persahabatan keduanya kemudian berlanjut sampai dewasa. Oh ya, karena tidak punya kaki, Yellow dan Red berjalan menggunakan perut, namanya juga larva, dan melakukan segala sesuatunya menggunakan lidah. Inilah yang disebut the power of tongue.

3. Violet

Dalam episode berjudul Violet, kita akan melihat cacing raksasa misterius yang selalu bersemunyi di dalam tanah dan muncul pada saat-saat tertentu. Kekuatannya ada pada giginya yang taring dan tajam serta suara raungannya yang garang. Tetapi, suatu kali ketika gigi si pemilik rumah terlempar keluar dan menancap di gusi Violet, suaranya jadi ngik-ngik alias tidak garang lagi, dan itu sukses membikin saya ngakak tidak karuan.

4. Pink

Pink adalah satu-satunya larva betina dalam serial Larva, dan kalau boleh ditulis, dia adalah larva ketiga. Selain itu sudah tidak ada lagi larva lainnya. Dalam beberapa episode, saya melihat Pink ini lebih suka sama Yellow ketimbang Red. Mereka kemudian jadian. Meskipun Pink dan Yellow sudah jadian, jadiannya gara-gara Pink yang rendah diri karena kentutnya sendiri sadar bahwa kentut Yellow jauh lebih dahsyat, tetap saja Red berusaha menyusup agar Pink mau menerimnya. Hehe. Sungguh persaingan dalam ranah asmara ini terjadi di mana-mana.

5. Black

Black adalah kumbang perkasa yang garang. Kebiasaan Black cuma satu: meninju kepompong sebagai samsak. Meskipun perkasa dan garang, dalam episode tertentu, kompak saja para kaum minoritas ini.

6. Rainbow

Siput ini namanya Rainbow. Saya lebih suka kalau dia keluar dari cangkang karena tubuhnya mirip manusia serta bergerak jauh lebih cepat. Rainbow pernah melempar cairan hijau pada Yellow dan Red, gara-gara dua larva itu iseng mem-bully-nya, dan kedua larva itu menjadi lamban seperti Rainbow. Hehe.

7. Prism

Bunglon yang paling suka mengincar Yellow dan Red. 

8. Rat

Ini tikus yang juga sama kayak Prism, sukanya mengejar Yellow dan Red untuk dijadikan makanan tapi tentu selalu gagal.

9. Stik Insect

Ini dia karakter yang terlihat paling rapuh tapi juga punya peranan penting dalam dunia Larva.

10. Baby Coco

Tunas (cokelat / hijau) yang tegas dan baik sama Yellow dan Red.

Itu karakter-karakter yang ada di Wikipedia. Pada saat menonton Larva dari berbagai musim, masih ada karakter-karakter lainnya seperti si anjing penunggu rumah yang entah siapa namanya, katak yang selalu mengincar Yellow dan Red untuk dijadiin makanan, burung peliharaan di dalam rumah yang ganas sama Yellow dan Red, dua burung lainnya sahabat Rat, kutu kelapa, dan lain sebagainya. Sayang, situs resmi Larva ini sedang down saat saya berusaha mencari informasi lebih banyak tentang Larva, jadi tidak bisa diakses. Ya sudahlah. Hehe.

Mari kita lanjut.

Hidup Harus Dinikmati dan Dirayakan


Seperti yang sudah saya tulis, bahkan filem kartun pun mengajarkan penontonnya banyak hal. Ada hikmah, pesan, pelajaran, yang disampaikan di setiap episodenya. Pelajaran paling utama yang saya tangkap dari Larva adalah hidup harus dinikmati dan dirayakan bahkan oleh perkara-perkara sepele. Bagi kaum minoritas yang tertindas, dua larva gokil juga teman-temannya, menjalani hari itu mau apa lai. Nikmati. Rayakan. Hari ini mau ngapain? Hari ini dapat makan atau tidak? Hari ini dikejar sama Rat atau tidak? Bagi mereka, bangun pagi keesokan hari dengan kondisi masih bernafas pun merupakan berkah. Ketemu makanan sisa yang dibuang merupakan surga yang dinanti. Oleh karena itu mereka sangat menikmati hidup dan selalu berupaya merayakannya. Tapi karena gokil dan berpikir dengan arus-pendek, maka seringnya dua larva itu ketiban sial.

Tentu, pelajaran yang berikutnya adalah tentang persahabatan yang kata Sindentosca: bagai kepompong. Yellow dan Red memulai persahabatan mereka sejak mengenal dunia, susah senang selalu bersama, isengnya pun kompak, kadang Yellow dan Red sama-sama saling iseng bin usil satu sama lain, berbagi makanan meskipun lebih sering khilaf (makanannya diembat sendiri), saling memanfaatkan tapi juga saling memaafkan, sampai urusan asmara dimana Pink mencintai Yellow sedangkan Red mencintai Pink. Sampai demam tinggi itu Red gara-gara kasih tak sampai. Haha. Persahabatan ini juga terjalin dengan kaum minoritas lain penghuni rumah dan penghuni selokan (saat di New York).

Dan pelajaran terakhir dari Larva, menurut saya, adalah hukum rimba. Yang lemah mengalah pada yang kuat. Meskipun, pada beberapa episode hukum rimba tidak berlaku, karena siapa sih yang mau terus-terusan ditindas? Balasannya adalah keisengan kedua larva tersebut.

Baca Juga: Karya Mereka Terlalu Eksklusif Untuk Tayang di Televisi

Bagaimana dengan kalian, kawan? Masihkah kalian menonton filem kartun/animasi? Apa saja filemnya? Yuk bagi tahu, siapa tahu bakal jadi referensi untuk saya hahaha. Yang jelas, setiap hari saya diisi dengan Upin Ipin dan Larva. Pertanyaannya sekarang, bukankah kalau terus ditonton, selesai juga itu semua episode dari setiap season? Bahkan Larva yang tidak sepanjang Upin Ipin season-nya? Ya nonton ulang doooonk hehehe. Karena sering menonton ulang ini makanya saya mulai hafal satu per satu kisahnya, baik Upin Ipin maupun Larva. Apakah saya kurang kerjaan? Justru karena terlalu banyak pekerjaan sehingga butuh hiburan, terutama sebagai pengantar tidur malam. Haha.

Selamat menikmati weekend!

#SabtuReview



Cheers.

KKN di Desa Penari yang Menggemparkan Dunia Maya


KKN di Desa Penari yang Menggemparkan Dunia Maya. Jadi blogger itu enak juga. Banyak menulis, banyak membaca, banyak informasi baru yang diketahui dan diolah. Jadi orang yang suka menulis dan membantu banyak teman itu juga ada enaknya, karena dihadiahi banyak buku salah satunya buku berjudul Penari di Desa KKN yang menggemparkan dunia maya. Gemparnya mungkin sudah lama tapi saya baru tahu beberapa bulan terakhir. Maka Kahar, adik saya itu, membeli buku ini saat dia cuti ke Jakarta. Jelas, sudah dia baca duluan saat dalam perjalanan pulang ke Ende (di kapal laut). Katanya, dia membaca sampai tiga kali. Baiklah ini berat berarti.

Baca Juga: Cerita Dari Festival Literasi Nagekeo 2019 di Kota Mbay

Ternyata, setelah saya baca, ini termasuk buku ringan-ringan saja. Membacanya pukul 10.30 Wita sembari pertemuan Panitia Wisuda Uniflor 2019, terus pulang ke rumah saya maskeran dulu sama si Thika, baru lanjut membaca sekitar pukul 14.00 Wita. Selesai pukul 16.00 Wita. Sekitar itu. 

Memangnya apa dan bagaimana buku KKN di Desa Penari yang ditulis oleh Simpleman ini?

Marilah kita tengok.

Menggemparkan Dunia Maya


Itu kalimat yang saya baca di sampul belakang buku ini. Tidak ada tulisan tentang kisah nyata sama sekali. Atau saya melewatinya? Entah. Karena di bagian paling awal pun tidak ada prakata atau prolog (epilognya ada!). Mungkin kalian tahu pasti ini kisah nyata? Yuk bagi tahu di komen. Dari kisah nyata yang menggemparkan dunia maya. KKN di Desa Penari kini diceritakan lewat lembar lembar tulisan yang lebih rinci. Menuturkan kisah Widya, Nur, dan kawan-kawan, serta bagian bagian yang belum pernah dibagikan di mana pun sebelumnya. (sampul belakang buku KKN di Desa Penari).

Buku bersampul warna hitam dengan tulisan judul warna merah ini punya 253 halaman. Penulisnya, sudah saya tulis di atas: Simpleman. Diterbitkan oleh P.T. Bukune Kreatif Cipta. Secara keseluruhan buku ini terbagi dalam tiga bagian yaitu Widya, Nur, dan Epilog. Artinya buku ini ditulis dari sudut pandang Widya, sudut pandang Nur, serta rangkuman atau kesimpulan akhirnya. Fiksi atau non-fiksi, entah, tapi yang jelas banyak kejanggalan dari kisah enam mahasiswa yang melaksanakan mata kuliah KKN tersebut. Kalau mau tahu, silahkan baca sampai selesai. Hehe.

Garis Besar


Diceritakan pada tahun 2009, enam mahasiswa, tiga cewek tiga cowok, melakukan KKN secara mandiri di sebuah desa yang dikenal dengan nama Banyu Seliro atau lebih dikenal dengan nama Desa Penari. Terletak di Jawa Timur. Enam mahasiswa itu adalah Widya, Ayu, Nur, Bima, dan dua sahabat Wahyu dan Anton. Bagaimana mereka bisa sepakat melaksanakan KKN di desa mahaterpencil itu, saya juga tidak tahu, mungkin karena desakan harus selesaikan mata kuliah pengabdian pada masyarakat yang satu ini. Yang jelas, mereka mendapat bantuan dari Ilham, kakaknya Ayu. Ilham pula yang memperkenalkan Ayu dan Nur pada inisiasi awal dengan desa dan penduduknya.

Untuk sampai di desa tersebut enam mahasiswa tadi harus turun dari mobil dan menumpang sepeda motor beberapa warga yang menjemput. Kenapa? Karena akses jalan ke desa tidak bisa menggunakan mobil, terlalu parah, dan sepeda motor pun harus yang sudah berpengalaman. Selain itu, jalan ini membelah hutan dan/atau melintasi hutan yang konon lumayan angker. Saya bertanya-tanya, mungkin juga kalian, sudah tahu angker kenapa masih nekat? Entah.

Ada beberapa kisi yang harus dipahami oleh pembaca buku KKN di Desa Penari.

1. Desa 'Kembar'.

Desa Penari punya kembaran yaitu desa tak kasat mata yang dihuni lelembut super kuat. Untuk menghindari desa dari ancaman balak/bencana maka sejak dulu penduduk setempat menumbalkan anak gadis/perawan untuk desa kembar tersebut. Semakin ke sini tumbal tersebut berganti dengan sesajen. Kedatangan tiga mahasiswi/gadis ke desa tersebut seumpama kiriman tanki air ke gurun. Makanya mereka pun mulai diganggu.

2. Lagi-Lagi Cinta

Ayu menyukai Bima. Bima menyukai Widya. Widya ... entah menyukai siapa. Yang jelas, Bima yang jebolan pesantren itu pun tergoda membuat perjanjian dengan lelembut agar bisa mendapatkan hati Widya melalui selendang hijau penari (dan gelang lengan yang biasa dipakai oleh penari). Sedangkan Ayu yang dimintai Bima untuk menyerahkan selendang itu malah menghilangkannya, demikian kira-kira yang saya tangkap. Tidak tahu apa yang merasuki Bima, selain itu dia juga melakukan perbuatan terlarang yaitu melakukan hubungan suami-isteri dengan Ayu. Mengaku menyukai Widya, tapi gituan sama Ayu. Mungkin ini yang dinamakan nafsu sudah di ubun-ubun tinggal meledak.

3. Pada Akhirnya Nyawa Menjadi Taruhannya

Karena melakukan perbuatan di luar batas yang telah disampaikan oleh Pak Prabu sebagai kepala desa, maka pada akhirnya Bima dan Ayu harus menanggung semuanya. Sukma keduanya terjebak di desa 'kembar' tersebut, dan kemudian meninggal dunia setelah beberapa bulan kembali ke rumah.

Setelah membaca kisah Widya, lalu membaca kisah Nur, memang terjadi repetisi, meskipun dari sudut pandang berbeda. Bagaimana pandangan Widya terhadap Nur dan teman-temannya, bagaimana pandangan Nur terhadap Widya dan teman-temannya. Tetapi jelas, dalam cerita ini kita akan tahu bahwa Widya cenderung lebih terbuka pada apa yang dia dengar dan saksikan. Sedangkan Nur jauh lebih tertutup pada apa yang dia dengar dan saksikan, dan hanya mau menceritakannya kepada Pak Prabu dan, tentu saja, Mbah Buyut.

Kejanggalan


Mohon maaf kepada Simpleman kalau saya menulis kejanggalan dari buku ini. Namanya juga pembaca, ada saja kan yaaaa yang melintas di kepala saat membaca (imajinasi juga bermain di sini). Kejanggalan-kejanggalan itu antara lain:

1. Kenapa Nur Diam Saja?

Saat pertama kali melintasi hutan, menuju desa, bukan hanya Widya saja yang mendengar suara gamelan dan melihat siluet perempuan menari di tengah hutan. Nur juga mendengar dan melihatnya. Tetapi Nur diam saja. Padahal sebagai mahasiswi, dia harusnya juga kritis, karena hal-hal gaib itu tidak selamanya baik, ada pula yang jahat. Bagaimana kalau sebenarnya yang diincar itu Nur? Pasti bakal repot juga.

2. Perlindungan Pak Prabu

Pak Prabu ini kan kepala desa. Sebagai kepala desa yang sudah tahu sejarah desa tersebut, seharusnya dia memberikan perlindungan ekstra kepada mahasiswa yang KKN di desanya. Terutama hal itu berkaitan dengan hal-hal gaib. Bukannya sejak semula Pak Prabu bisa meminta bantuan dari Mbah Buyut untuk melindungi para mahasiswa, bukannya menunggu satu peristiwa terjadi terlebih dahulu? Karena, kan dia juga sudah tahu bahwa penduduk desa 'kembar' itu pada ganas-ganas. Hehe. Atau, setidaknya Pak Prabu sudah lebih dulu melakukan ritual tolak bala(k) sebelum mahasiswa tiba di desa, sebagai tindakan pencegahan. Pada akhirnya Pak Prabu mengatakan kalau dia akan menerima semua konsekuensi dari kejadian 'hilang'nya sukma Bima dan Ayu yang terjebak di desa 'kembar'.

3. Bima yang Kualat

Yaaa namanya juga lelaki. Andai saja Bima bisa menahan diri, mungkin semua ini tidak terjadi. Kalau boleh saya bilang, pangkal permasalahan mereka di desa tersebut adalah perasaan Bima pada Widya yang kemudian melibatkan lelembut serta Ayu sebagai perantara yang memotong jalan.

Di Mana Bumi Dipijak, Di Situ Langit Dijunjung


Pepatah ini sangat benar dan harus diaplikasikan dalam kehidupan umat manusia. Di mana pun kita berada, harus bisa menjaga - menghargai - menghormati adat dan budaya setempat. Jangan memaki, jangan menyinggung perasaan penduduk dengan sikap dan perkataan yang tidak sopan, jangan melewati batas-batas yang telah dipesankan oleh sesepuh desa. Ini penting! Kalau tidak, ya bisa lah peristiwa yang tidak bagus terjadi.

Nur, seorang mahasiswi yang diceritakan sangat taat pada agama. Rajin shalat di mana pun dia berada termasuk di Desa Penari yang tidak punya masjid/mushola/langgar/surau. Diceritakan selain rajin shalat, Nur juga punya seorang penjaga yaitu Mbah Dok. Saya yakin Mbah Dok yang selalu mengikuti Nur sebenarnya adalah nur/cahaya dari perilakunya yang tidak pernah melepas shalat. Katanya setiap kali Nur merasa tubuhnya berat, itu berarti Mbah Dok sedang bertarung melawan lelembut desa 'kembar' yang hendak mengganggu Nur.

KKN Mandiri


Entah dengan jalur mandiri ini, yang saya tahu di Uniflor tidak ada KKN jalur mandiri karena semuanya diatur oleh kampus. Jadi, mahasiswa hanya bertugas mendaftar, membayar biaya KKN, mengikuti keputusan panitia dalam pembagian kelompok dan desa tempatan, dan menjalankan KKN serta proker masing-masing dengan arahan dan bimbingan dari Dosen Pembimbing/Pendamping Lapangan. Sebagai bentuk tanggung jawab, dosen pula yang akan mengantar mahasiswa ke desa tempatan, diterimanya di kantor desa dengan acara penyambutan oleh perangkat desa, dengan dihadiri oleh calon orangtua angkat mereka di desa bersangkutan.

Baca Juga: Karya Mereka Terlalu Eksklusif Untuk Tayang di Televisi

KKN di Desa Penari jelas menggambarkan tentang KKN Mandiri tanpa dampingan dosen sama sekali. Jadi, mahasiswa mengatur sendiri semuanya. Ini kan repot. Kalau terjadi apa-apa, siapa yang bertanggung jawab? Kepala desa sendiri yang bertanggung jawab? Mahasiswa yang mau dan sadar ingin KKN Mandiri bagaimana? Tidak dimintai pertanggungjawabannya? Terutama Ilham sebagai kakaknya Ayu yang memperkenalkan desa ini.

Repooootttt.

⇜⇝

Saya tidak bisa bilang ini kesimpulan akhir karena toh setelah membaca buku KKN di Desa Penari saya belum bisa menyimpulkan apa-apa selain pepatah: di mana bumi dipijak di situ langit dijunjung. Yang jelas kalian harus membaca sendiri untuk bisa sampai pada kesimpulan sendiri. Buku ini betul-betul misterius dari pemahaman yang berbeda.

Selamat berakhir pekan, kawan.

#SabtuReview



Cheers.

Karya Mereka Terlalu Eksklusif Untuk Tayang di Televisi


Karya Mereka Terlalu Eksklusif Untuk Tayang di Televisi. Ini adalah pendapat saya pribadi. Mungkin karena televisi sudah terkontaminasi dengan program-program rendah kualitas, pun tingkah polah orang-orang yang bikin masyarakat cerdas mengerut kening, sehingga saya sangat menyayangkan apabila karya-karya dari band/kelompok musik ini tayang di televisi. Biarkan mereka diburu oleh siapapun di Youtube. Mereka begitu mempesona, menghadirkan musik dan lirik, yang seakan-akan berasal dari dunia lain.

Baca Juga: Kastau Kastau Yang Ko Mau Jang Sengaja Putar Jauh

Siapakah mereka?

Mari kita cek.

1. Amigdala


Beberapa minggu terakhir saya mulai rajin menonton video milik Amigdala yang tayang di Youtube. Menurut Wikipedia, Amigdala berasal dari bahasa latin amygdalae (bahasa Yunani αμυγδαλή, amygdalē, almond, 'amandel') adalah sekelompok saraf yang berbentuk kacang almond. Pada otak vertebrata terletak pada bagian medial temporal lobe, secara anatomi amigdala dianggap sebagai bagian dari basal ganglia. Amigdala dipercayai merupakan bagian otak yang berperan dalam melakukan pengolahan dan ingatan terhadap reaksi emosi. Oleh karenanya amigdala juga merupakan bagian dari sistem limbik yang dipelajari pada ilmu neurosains kognitif.

Sumber Gambar: Djarumcoklat.

Mungkin itu sebabnya mereka mengambil nama Amigdala karena musik dan lirik mereka sangat menghipnotis amigdala manusia. Yang jelas, dari Djarumcoklat tertera keterangan berikut: Amigdala merupakan sebuah unit band indie folk asal kota Bandung yang dibentuk pada Desember 2016 silam. Dalam struktur bahasa, amigdala merupakan satu bagian yang terdapat di otak dan berfungsi atas peluapan emosi. Mungkin, berangkat dari definisi itulah grup ini pun membuat materinya dengan diwarnai emosi yang kentara. Amigdala sendiri diperkuat dengan formasi Andari (vokal), Isa (gitar & vokal), Iqbal (bass), dan Junet (drum).

2. Banda Neira


Yang satu ini sudah lama saya tahu, dengan dua personil Rara Sekar dan Ananda Badudu. Meskipun sudah bubar namun karya-karya mereka masih bisa dinikmati dengan sungguh di Youtube. Kalian harus mendengarkan karya-karya mereka, terutama saat sedang jatuh. Musik mereka lembut tapi liriknya menguatkan.

Sumber gambar: Tumblr.

Saat menulis ini pun saya sambil mendengarkan Yang Patah Tumbuh Yang Hilang Berganti. Lagu yang menenangkan sekaligus menguatkan jiwa siapapun yang patah, hancur, terkoyak.

3. Payung Teduh


Siapa yang tidak kenal mereka? Rasa-rasanya Akad merupakan master piece yang terus didengarkan hingga detik ini. Informasi dari Wikipedia: Payung Teduh merupakan Band alternatif Indonesia beraliran fusi antara folk, keroncong dan jazz. Payung Teduh terbentuk pada akhir 2007 dengan formasi awal Is (vokalis) dan Comi (kontra bass). 


Pada tahun 2008, Payung Teduh mengajak Cito untuk bergabung bersama sebagai drummer lalu mengajak Ivan sebagai pemain gitarlele dan pemain terompet pada tahun 2010. Angin Pujaan Hujan ialah lagu pertama yang memunculkan warna mereka sendiri. Seiring berjalannya waktu tercipta pula lagu-lagu lainnya seperti Kucari Kamu, Amy, Untuk Perempuan Yang Sedang Dalam Pelukan, juga termasuk karya-karya dari pementasan teater bersama Catur Ari Wibowo seperti Resah, Cerita tentang Gunung dan Laut, serta karya Amalia Puri yang berjudul Tidurlah dan Malam. Pada akhirnya Payung Teduh memutuskan untuk membuat album indie pertamanya yang dirilis di penghujung 2010.Pada akhir tahun 2017 Mohammad Istiqamah Djamad memutuskan untuk keluar dari Payung Teduh karena dirinya sudah merasa tidak lagi sejalan dengan band.

⇜⇝

Karya ketiga band/kelompok musik di atas sungguh fenomenal. Dalam lagu Tuhan Sebut Sia-Sia, Amigdala mengukir makna paling dalam dalam perasaan saya.

Amigdala, Tuhan Sebut Sia-Sia

Aku dingin.
Dan kau makin semarak menuang cuka di atas luka
Aku mendakimu jauh sampai patah kaki
Sedang kau mati suri berdendang sendiri
Aku mendakimu jauh sampai patah kaki
Sedang kau mati suri berdendang sendiri

Sejak itu Tuhan sebut kita sia-sia
Sejak itu Tuhan sebut kita sia-sia
Sejak itu Tuhan sebut kita sia-sia
Sejak itu Tuhan sebut kita sia-sia

Untuk semua orang, yang pernah tersia-siakan, meskipun telah berjuang hingga patah kaki. Tuhan sebut kita semua sia-sia. Ini karya Amigdala.

Tetapi seperti kata (karya) Banda Neira:

Jatuh dan tersungkur di tanah aku
Berselimut debu sekujur tubuhku
Panas dan menyengat
Rebah dan berkarat

Yang, yang patah tumbuh, yang hilang berganti
Yang hancur lebur akan terobati
Yang sia-sia akan jadi makna
Yang terus berulang suatu saat henti
Yang pernah jatuh kan berdiri lagi
Yang patah tumbuh yang hilang berganti

Life is f*cking good!

Baca Juga: Segudang Tanda Tanya Setelah Menonton Shutter Island

Jangan terkecoh sama kelembutan musiknya karena liriknya menguatkan sekaligus SANGAR! Musisi-musisi jenius yang pandai memilih diksi serta merangkai kata. Mereka ini bukan sekadar musisi, tapi sekaligus penyair. Dan ya, Karya Mereka Terlalu Eksklusif Untuk Tayang di Televisi.

Di akhir minggu yang baik ini, mari dengarkan karya-karya eksklusif mereka.

#SabtuReview



Cheers.

Kastau Kastau Yang Ko Mau Jang Sengaja Putar Jauh


Kastau Kastau Yang Ko Mau Jang Sengaja Putar Jauh. Kabupaten Ende dan pesta merupakan kesatuan utuh. Bahkan sampai ada istilah cungkil matahari. Haha. Dulu orang bilang saya ini muka pesta. Pesta apa sih yang tidak saya hadiri? Asal ada undangan, hajar! Kenapa saya suka ke pesta? Karena di pesta ada kegembiraan, ada sahabat, ada senda gurau, ada canda tawa. Selain itu, menghadiri pesta merupakan bentuk penghormatan kita kepada yang punya hajat. Bagaimana dengan makanan yang disuguhkan? Itu perkara ke-sekian. Lalu, apa hubungannya kastau kastau yang ko mau jang sengaja putar jauh dengan pesta? Baca dooonk supaya tidak penasaran.

Baca Juga: James Veitch Menghadirkan Stand Up Comedy Super Cerdas

Dari Timur negeri ini lahir begitu banyak musisi. Ada yang memang lahir di Timur seperti Utha Likumahuwa yang lahir di Ambon, Obbie Messakh yang lahir di Pulau Rote, atau Dewiq (mantan isterinya Pay BIP) yang lahir di Makassar. Ada yang lahir di tanah rantau tetapi berdarah Timur seperti seperti Ruth Sahanaya, Harvey Malaiholo, atau Glen Fredly. Nama-nama itu memang nama yang sudah terdengar di kuping sejak lampau. Bagaimana dengan sekarang? Lebih dahsyat. Musisi dari Timur Negeri tidak perlu terlalu memusingkan biaya transportasi dan akomodasi demi mengantar demo lagu ke produser yang rata-rata berada di Jakarta. Selain Reverbnation, Youtube adalah gerbang merdeka setiap insan termasuk di dalamnya para musisi.

Foto bareng Ivan Nestorman! Musisi kece!

Semakin ke sini musisi dari Timur negeri semakin kreatif. Youtube merupakan media paling mudah dan murah bagi mereka untuk memperkenalkan karya kepada khalayak. Tidak saja musisi seperti Luis Thomas Ire dengan lagu-lagu ciptaannya yang menurut saya sangat agung, tetapi juga musisi yang membaca peluang dari pesta-pesta. Di Kabupaten Ende, lagu pesta itu terdiri dari banyak jenis. Ada lagu khas daerah pengiring tarian adat yang terus lestari dalam dunia moderen yaitu Gawi, Rokatenda, Ja'i, hingga lagu buat bergoyang hasil karya musisi dari Flores, Timor, Ambon, Papua, dan lain sebagainya. Sadhaaaaaap!

Kekuatan lagu buat bergoyang ini tidak saja pada musiknya itu sendiri tetapi juga lirik yang ditulis. Lirik yang lucu, konyol, tetapi sangat Timur. Oleh karena itu kalian harus mengenal Zuyd Boyz dan lainnya.

Zuid Boyz, Anak Selatan


Suatu malam, sedang ada pesta di rumah tetangga, saya yang sedang bekerja kemudian menangkap salah satu lagu yang musiknya enak banget didengar. Bikin kaki gatal pengen bergerak. Haha. Perlu kalian ketahui, pesta di Kabupaten Ende itu kalau lagunya banyak yang suka bakal diudarakan berkali-kali. Seperti lagu dari Zuid Boyz yang berjudul Ena Ena. Tidak hanya pada pesta malam itu, tetapi pada pesta-pesta seterusnya. Amboiiii semakin didengar, semakin asyik. Akhirnya saya memutuskan untuk mencari lagu ini di Youtube tapi harus bertanya dulu pada Thika dan Indra. 

Saya:
Aduh eee ini lagu pung enaaaa lai. Di Youtube ada tidak eee?

Indra:
Cari saja, Ncim. Tulis ena ena, langsung muncul.

Astaga ... ternyata video Ena Ena ini sudah sekitar tiga jutaan kali ditonton! Tentu kemudian saya adalah salah satu penyumbang terbanyak. Gara-gara di rumah internetnya tanpa batas jadi malas men-download. Haha. Sombooooooong *dikeplak dinosaurus*. Pertanyaannya: kenapa saya baru tahu sekarang? Karena saya sudah berhenti menjadi si muka pesta jadi baru tahu dari lagu-lagu yang terdengar dari pestanya tetangga saja.

Ini dia video Ena Ena itu:


Dari Grup Facebook Zuid Boyz, mereka adalah grup hip hop dari Papua Selaan. Zuid dalam bahasa Belanda berarti Selatan. Zuid Boyz berarti Anak (Papua) Selatan. Lagu-lagu mereka bisa kalian dengarkan di akun Reverbnation Zuid Boyz dan akun Soundcloud Zuid Boyz. Silahkan ikuti mereka di IG @zuidboyz_40squad dan Twitter @Zuidboyz. Memang hanya itu informasi yang ada di Grup Facebook mereka. Kalau ada lagi nanti bakal saya tambahkan di pos ini ... kelak.

Baca Juga: Geser Dikit Halaman Hatimu dari Bara Patty Radja

Gara-gara menonton video Zuid Boyz, Indra Pharmantara yang lebih jadul soal pesta dari saya itu bisa-bisanya merekomendasikan sebuah lagu berjudul Jaga Orang Pu Jodoh dari Near. Walhasil saya mengobrak-abrik Youtube dan memburu lagu-lagu pesta yang sering saya dengarkan itu. Haha. Kocaaaaaak.

Lirik yang Kocak dan Sangat Timur


Merdeka rasanya mendengar lagu-lagu musisi dari Timur ini. NTT, Papua, Maluku, Sulawesi, semuanya. Selain musik, liriknya pun menggelitik. Salah satu liriknya itu yang menjadi judul pos ini. Ya, itu lirik lagu Ena Ena dari Zuid Boyz. Yuk bercengkerama dengan lirik lagu-lagu ini (beberapa tidak sampai selesai satu lagu karena panjang hahaha).

1. Ena Ena, Zuid Boyz

Kemarin sa sudah bilang,
Kalo sa ini sudah sayang
Rupanya oh ada yang kurang,
Ado sip ya sayang sa atur jam tayang

Kalo memang sa tra bisa, Kasih tahu caranya
Untuk dapat yang ena, biar ko juga suka
Gayung mandi su pica bakalai tra jeda
Jujur sudah ka biar tong sama-sama ena
Ena ena ena

Oh mulai ada pertikaian,
Dan sekarang sa yang jadi korban
Sa pu maitua kayanya de mulai gila
Mara tra tau waktu e, Sa pusing ado mama e
Yeskon e sa mo lari sudah, Dosa apa sio dewa

Sante pele mace, Kurang enak coba pake kode
Tadah ko sa ingus malele, Susah bujuk ah bage boleh
Bah salah bah, Mau apa sa bingung ah celaka
Jang begitu juga cinta, Pisah ah ko gertak sa

Dear love, Mace sa love
Sakarang sadar diri saja sa tra bolos
Ritual tiap hari harus panggil ko boss
Siap 86 juga trakan lolos
Sip sa cinta sa bingung harus bagaimana
Tra dapa slak untuk ko jangan marah
Sa su bore, ado pele, 
Sa cium juga mungkin mace ko tra yoe

Gas to gas to iyo iyo,
Ena to ena to iyo iyo
Stay cool baru kiss itu boleh,
Ko tau sa nni love ado pele
Dari hari ke hari ko marah sa please,
Ko sante ko manis sip ya pedis
Kastau kastau yang ko mau, Jang sengaja putar jauh

2. Jaga Orang Pu Jodoh, Near

Su lama dekat hampir masuk minta,
Hati su hancur mo kas salah sapa
Ado mama ini palilng sial ow,
Su jaga bae-bae orang pu jodoh

Su jaga bae bae, jaga bae bae,
Nona pu hati sa jaga bae bae
Tapi di akhir baru putus sa menyesal
Su jaga bae-bae orang pu jodoh


Waktu muda sama sama tapi su tua beda
Waktu muda berdua tapi dua ko deng dia
Muda ko nginap tapi cuma sebentar
Akhir te enak orang lain yang datang lamar

Susah sa buka halan su lama sa tahan dan
Sudah sa buka lahan tapi dia yang tanam
Sumpah sa jaga dari gelap sampe terang
Sia sia percuma saya jaga jodoh orang

3. Pantun Rakat (Kapthen Pureq, Kanser PMC, Gusti Senda)

He lele le le le ha
Mari goyang pantun Heleha
He lele le le le ha
Pantun rakat he le le le ka


Biar sa hitam rambut kariting
Mo omong apa juga te penting
Mo bilang, bilang apa lai
Nanti ko pusing tujuh keliling

Kopi hitam rasanya pahit
Tambah gula manis sekali
Kulit hitam su pasti pahit
Sa pu senyum manis sekali

⇜⇝

Kalau kalian tidak ikut bergoyang dan terpingkal-pingkal mendengar lirik lagunya ... coba cari artinya. Haha. Sebenarnya yang dipakai bukan bahasa daerah, melainkan Bahasa Indonesia yang sudah di-Timur-kan. Maksud saya adalah kami terbiasa dengan singkatan yang bikin enak mulut kalau bicara menggunakan Bahasa Indonesia. Misalnya di Kabupaten Ende orang bakal tanya: ko pi mana? Yang artinya kau pergi ke mana. Dijawab: sa pi pasar. Yang artinya saya pergi ke pasar. Ya, kami penyingkat kata. Hehe. Kata 'tidak' bisa menjadi 'tir' atau 'tra' atau 'te'. Asyik kan?

Baca Juga: Segudang Tanda Tanya Setelah Menonton Shutter Island

Di akhir pos hari ini, #SabtuReview, yang lumayan panjang karena banyak lirik lagunya, kalian juga pasti bingung dengan istilah cungkil matahari dan muka pesta. Sebelum menutup pos hari ini dengan penjelasan.

Cungkil matahari merupakan istilah pesta sampai pagi.
Muka pesta merupakan istilah untuk orang-orang yang paling rajin ke pesta.

Simple ... qiqiqiq.

Selamat berakhir pekan, kawan.
Selamat bergoyang!



Cheers.