Akan Me-review Tiga Buku Nutrisi Otak dan Makanan Jiwa


Akan Me-review Tiga Buku Nutrisi Otak dan Makanan Jiwa. Akan? Artinya ... belum. Betul sekali. Saya bahkan baru dalam tahap membaca salah satunya. Me-review tanpa membaca keseluruhan buku merupakan perbuatan pamali dan pengkhianatan pada diri sendiri karena yang tertangkap hanyalah keping-keping yang belum boleh dipamerkan. Tapi, dalam lini sombong, boleh donk saya pamerkan tiga buku yang dikirimkan oleh Kakak Rosalin Togo a.k.a. Mami Ocha? Bolahlah! Ini kan blog saya! Malah ngegas. Haha. Mungkin ini yang disebut, bermimpilah setinggi langit karena siapa tahu ada orang lain yang akan mewujudkan mimpi itu.


Ceritanya ...

Adalah salah seorang teman Facebook, saya lupa siapa, yang mengepos sebuah foto buku berjudul Mendaki Tangga Yang Salah. Foto buku itu mengingatkan saya pada buku lain berjudul Sebuah Seni Untuk Bersikap Bodo Amat. Kok bisa? Iya, karena sampulnya mirip. Kalau Sebuah Seni Untuk Bersikap Bodo Amat bersampul oranye, maka Mendaki Tangga Yang Salah bersampul merah. Sekilas, sama-sama oranye. Itulah kerja otak manusia yang suka memiripkan sesuatu. Hehe *cubit otak sendiri*.

Lalu foto dari pos Facebook itu saya keep alias simpan, dan saya pos lagi di status WA dengan caption: pengen punya buku ini. Siapa sangka, status itu justru direspon sama Mami Ocha yang menulis: Mami sudah punya. Mau? Dengan cepat saya balas: mau leeeee. Kata Mami: Jum'at meluncur Ende. Tapi Jum'at siang harus diingatkan lagi. Kawan, kalau urusannya sama buku, tidak ada kata saya lupa, harus ingat dengan berbagai cara! Tidak lama berselang, Mami Ocha malah mengirim foto sebuah buku lain berjudul Bicara Itu Ada Seninya dengan pesan: Ini sudah punya?

Bisa kalian tebak, kawan. Pada akhirnya Mami Ocha menyiapkan tiga buah buku untuk saya.

1. Mendaki Tangga Yang Salah.
2. Bicara Itu Ada Seninya.
3. Seni Hidup Minimalis.

How lucky I am!

Oh ya, Mami Ocha ini adalah dosen Uniflor yang sedang mengenyam pendidikan S2 di Kota Surabaya.

Nah, pada foto sampul pos ini kalian melihat tiga buah buku bersama kotak mangga dan kotak buku lainnya. Mangga itu dikirim sama Noviea Azizah dari Kota Mbay. Kotak buku itu adalah kotak yang sama dengan tiga buku kiriman Mami Ocha, dan buku-buku lainnya itu adalah buku-buku yang akan disumbangkan untuk Rumah Baca Sao Moko Modhe. Kami memang sedang dalam tahap pengumpulan buku untuk rumah baca yang dibangun oleh mahasiswa KKN-PPM Uniflor di Desa Ngegedhawe, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo tersebut.

Baca Juga: Pembalasan Laut

Saat ini saya baru membaca buku berjudul Seni Hidup Minimalis. Bukan karena buku itu bersampul kuning, warna kecintaan saya, tetapi karena buku itu memang harus dilahap terlebih dahulu. Tetapi, tumpukan pekerjaan tambahan memang tidak bisa diabaikan. Sehingga bacanya pun baru beberapa lembar. Seperti apa isinya? Tunggulah setiap Sabtu di #SabtuReview!

Semoga dalam minggu ini bisa menyelesaikan salah satunya. Amin.

Terima kasih Mami Ocha, Pahlawan Intelektual saya. Tidak bisa saya balas kebaikan Mami. Sungguh. Bagi saya siapa pun yang memberikan buku untuk saya adalah Pahlawan Intelektual sejati.

#SabtuReview



Cheers.

Setelah Upin Ipin yang Mengedukasi Terbitlah Larva

Screenshoot dari videonya di Youtube.

Setelah Upin Ipin yang Mengedukasi Terbitlah Larva. Menulis ini dalam kondisi sedang sangat bersemangat setelah hampir dua bulan terakhir prolog tidur saya berganti-ganti antara Upin Ipin dan Larvadan epilog tidur saya disusupi perasaan tidak rela meninggalkan ranjang diiringi hidung kembang-kempis dan iler tumpah-ruah. Helooooooo, are you okay, Teh? Hehe. Saya masih rajin menonton video lainnya dari channel Brightside, TED, Kirsten Dirksen, Insider, 5 Minutes Crafts, dan lain sebagainya termasuk tentang tiny house, tapi pesona filem kartun/animasi memang masih menguasai sisi lain diri saya. Tsaaaaah. Sisi lain yang masih pengen dimanja dan disayang-sayang sama Abang *ditabok dinosaurus*. Waktu SMA saya tergila-gila sama Doraemon sampai dikata-katain sama Kakak Didi Pharmantara: cewek terlambat puber. Huhuhu. Apa salah dan dosa hambaaaaa.

Baca Juga: KKN di Desa Penari yang Menggemparkan Dunia Maya

Masih banyak orang yang menyangka filem kartun identik dengan bocah saja. Salah, bung. Bahkan ada filem kartun yang justru tidak boleh ditonton sama bocah, dan saya pernah menontonnya di Youtube, hanya saja lupa judulnya. Pokoknya yang tidak seberapa komersil lah. Oke, balik lagi ke Upin Ipin dan Larva. Upin Ipin jelas kalian sudah tahu kan ya. Manapula pernah saya tulis dua kali di blog dengan pos berjudul Semua Anak Indonesia Harus Menonton Upin Ipin (Bahagian 1) dan pos berjudul Semua Anak Indonesia Harus Menonton Upin Ipin (Bahagian 2). Silahkan dibaca! Karena semua Orang Indonesia wajib tahu alasan saya menulis dua pos tentang Upin Ipin tersebut.

Hari ini saya mau membahas tentang Larva. Beberapa hal memang saya ketahui tentang filem kartun yang satu ini tapi alhamdulillah Wikipedia menyediakan informasinya.

Cekidot!

Tentang Larva


Larva adalah serial televisi komedi yang dulunya tayang di RCTI. Iya, saya juga tahu Larva dari stasiun televisi tersebut, waktu masih menonton televisi, kan sudah lamaaaa sekali say goodbye sama televisi. Serial komedi animasi komputer ini dibikin oleh Tuba Entertainment yang bermarkas di Seoul, Korea Selatan. Untung bukan bermarkas di Pyongyang, Korea Utara, bisa-bisa kisahnya tentang Larva yang setiap hari bertugas di pangkalan militer dan pangkalan nuklir. Haha. Kenapa judulnya sampai Larva, ya karena dua karakter utamanya adalah dua larva berbeda warna dan bentuk. Satunya berwarna kuning dan sedikit lebih besar, satunya berwarna merah imut mirip potongan sosis. Sosis adalah makanan kegemaran mereka berdua, selain ... errr ... semua sisa makanan yang bisa ditemukan di sekitar.

Setiap episode Larva hanya berdurasi satu sampai dua menit saja sehingga tidak membosankan penonton. Hebatnya lagi, filem kartun ini seperti Tom and Jerry, tanpa percakapan sama sekali, kecuali jika Yellow terpesona akan sesuatu maka satu kata yang diucapkan adalah WOW dengan nada rendah dan super berat. Meskipun tanpa percakapan, alurnya tetap mudah dan ringan untuk dipahami dengan pesan-pesan moral yang jelas alias tidak bertele-tele.

Karakter Larva


Ini yang seru. Di dalam Larva, dengan kehidupan kaum minoritas itu *ngikik*, ada banyak karakter yang ditampilkan selain karakter utama. Dan karakter-karakter ini jelas-jelas ... bikin saya geleng-geleng kepala, betapa cerdasnya orang-orang yang membikin Larva. Pun mereka tidak repot memikirkan nama. Nama setiap karakter melekat erat dengan warna maupun bentuknya.

Marilah kita kenalan sama karakter-karakternya.

1. Yellow

Larva kuning yang bentuknya sedikit lebih besar dengan dua lobang hidung yang juga besar sehingga bisa menghasilkan gelembung apabila menghirup sabun cair (nonton episode ini saya sampai terbanting dari kasur). Dia sering kehilangan kontrol atas dirinya sendiri apabila melihat makanan. Kalau saya lihat sih, Yellow dan Red memang sama-sama kehilangan kontrol apabila melihat makanan, mereka lupa diri, lupa segalanya, lupa persahabatan. Terakhir, baru menyesal. Haha.

2. Red

Bentuknya macam sosis atau potongan sosis. Si Red ini wataknya keras dan tidak sabaran. Sama seperti Yellow, keduanya iseng bin usil dan selalu dalam kasus perebutan makanan. Bagaimana Yellow dan Red kemudian selalu bersama, ada kisahnya dalam Once Upon a Time, dimana dikisahkan keduanya bertemu saat 'menetas' hehehe. Persahabatan keduanya kemudian berlanjut sampai dewasa. Oh ya, karena tidak punya kaki, Yellow dan Red berjalan menggunakan perut, namanya juga larva, dan melakukan segala sesuatunya menggunakan lidah. Inilah yang disebut the power of tongue.

3. Violet

Dalam episode berjudul Violet, kita akan melihat cacing raksasa misterius yang selalu bersemunyi di dalam tanah dan muncul pada saat-saat tertentu. Kekuatannya ada pada giginya yang taring dan tajam serta suara raungannya yang garang. Tetapi, suatu kali ketika gigi si pemilik rumah terlempar keluar dan menancap di gusi Violet, suaranya jadi ngik-ngik alias tidak garang lagi, dan itu sukses membikin saya ngakak tidak karuan.

4. Pink

Pink adalah satu-satunya larva betina dalam serial Larva, dan kalau boleh ditulis, dia adalah larva ketiga. Selain itu sudah tidak ada lagi larva lainnya. Dalam beberapa episode, saya melihat Pink ini lebih suka sama Yellow ketimbang Red. Mereka kemudian jadian. Meskipun Pink dan Yellow sudah jadian, jadiannya gara-gara Pink yang rendah diri karena kentutnya sendiri sadar bahwa kentut Yellow jauh lebih dahsyat, tetap saja Red berusaha menyusup agar Pink mau menerimnya. Hehe. Sungguh persaingan dalam ranah asmara ini terjadi di mana-mana.

5. Black

Black adalah kumbang perkasa yang garang. Kebiasaan Black cuma satu: meninju kepompong sebagai samsak. Meskipun perkasa dan garang, dalam episode tertentu, kompak saja para kaum minoritas ini.

6. Rainbow

Siput ini namanya Rainbow. Saya lebih suka kalau dia keluar dari cangkang karena tubuhnya mirip manusia serta bergerak jauh lebih cepat. Rainbow pernah melempar cairan hijau pada Yellow dan Red, gara-gara dua larva itu iseng mem-bully-nya, dan kedua larva itu menjadi lamban seperti Rainbow. Hehe.

7. Prism

Bunglon yang paling suka mengincar Yellow dan Red. 

8. Rat

Ini tikus yang juga sama kayak Prism, sukanya mengejar Yellow dan Red untuk dijadikan makanan tapi tentu selalu gagal.

9. Stik Insect

Ini dia karakter yang terlihat paling rapuh tapi juga punya peranan penting dalam dunia Larva.

10. Baby Coco

Tunas (cokelat / hijau) yang tegas dan baik sama Yellow dan Red.

Itu karakter-karakter yang ada di Wikipedia. Pada saat menonton Larva dari berbagai musim, masih ada karakter-karakter lainnya seperti si anjing penunggu rumah yang entah siapa namanya, katak yang selalu mengincar Yellow dan Red untuk dijadiin makanan, burung peliharaan di dalam rumah yang ganas sama Yellow dan Red, dua burung lainnya sahabat Rat, kutu kelapa, dan lain sebagainya. Sayang, situs resmi Larva ini sedang down saat saya berusaha mencari informasi lebih banyak tentang Larva, jadi tidak bisa diakses. Ya sudahlah. Hehe.

Mari kita lanjut.

Hidup Harus Dinikmati dan Dirayakan


Seperti yang sudah saya tulis, bahkan filem kartun pun mengajarkan penontonnya banyak hal. Ada hikmah, pesan, pelajaran, yang disampaikan di setiap episodenya. Pelajaran paling utama yang saya tangkap dari Larva adalah hidup harus dinikmati dan dirayakan bahkan oleh perkara-perkara sepele. Bagi kaum minoritas yang tertindas, dua larva gokil juga teman-temannya, menjalani hari itu mau apa lai. Nikmati. Rayakan. Hari ini mau ngapain? Hari ini dapat makan atau tidak? Hari ini dikejar sama Rat atau tidak? Bagi mereka, bangun pagi keesokan hari dengan kondisi masih bernafas pun merupakan berkah. Ketemu makanan sisa yang dibuang merupakan surga yang dinanti. Oleh karena itu mereka sangat menikmati hidup dan selalu berupaya merayakannya. Tapi karena gokil dan berpikir dengan arus-pendek, maka seringnya dua larva itu ketiban sial.

Tentu, pelajaran yang berikutnya adalah tentang persahabatan yang kata Sindentosca: bagai kepompong. Yellow dan Red memulai persahabatan mereka sejak mengenal dunia, susah senang selalu bersama, isengnya pun kompak, kadang Yellow dan Red sama-sama saling iseng bin usil satu sama lain, berbagi makanan meskipun lebih sering khilaf (makanannya diembat sendiri), saling memanfaatkan tapi juga saling memaafkan, sampai urusan asmara dimana Pink mencintai Yellow sedangkan Red mencintai Pink. Sampai demam tinggi itu Red gara-gara kasih tak sampai. Haha. Persahabatan ini juga terjalin dengan kaum minoritas lain penghuni rumah dan penghuni selokan (saat di New York).

Dan pelajaran terakhir dari Larva, menurut saya, adalah hukum rimba. Yang lemah mengalah pada yang kuat. Meskipun, pada beberapa episode hukum rimba tidak berlaku, karena siapa sih yang mau terus-terusan ditindas? Balasannya adalah keisengan kedua larva tersebut.

Baca Juga: Karya Mereka Terlalu Eksklusif Untuk Tayang di Televisi

Bagaimana dengan kalian, kawan? Masihkah kalian menonton filem kartun/animasi? Apa saja filemnya? Yuk bagi tahu, siapa tahu bakal jadi referensi untuk saya hahaha. Yang jelas, setiap hari saya diisi dengan Upin Ipin dan Larva. Pertanyaannya sekarang, bukankah kalau terus ditonton, selesai juga itu semua episode dari setiap season? Bahkan Larva yang tidak sepanjang Upin Ipin season-nya? Ya nonton ulang doooonk hehehe. Karena sering menonton ulang ini makanya saya mulai hafal satu per satu kisahnya, baik Upin Ipin maupun Larva. Apakah saya kurang kerjaan? Justru karena terlalu banyak pekerjaan sehingga butuh hiburan, terutama sebagai pengantar tidur malam. Haha.

Selamat menikmati weekend!

#SabtuReview



Cheers.

KKN di Desa Penari yang Menggemparkan Dunia Maya


KKN di Desa Penari yang Menggemparkan Dunia Maya. Jadi blogger itu enak juga. Banyak menulis, banyak membaca, banyak informasi baru yang diketahui dan diolah. Jadi orang yang suka menulis dan membantu banyak teman itu juga ada enaknya, karena dihadiahi banyak buku salah satunya buku berjudul Penari di Desa KKN yang menggemparkan dunia maya. Gemparnya mungkin sudah lama tapi saya baru tahu beberapa bulan terakhir. Maka Kahar, adik saya itu, membeli buku ini saat dia cuti ke Jakarta. Jelas, sudah dia baca duluan saat dalam perjalanan pulang ke Ende (di kapal laut). Katanya, dia membaca sampai tiga kali. Baiklah ini berat berarti.

Baca Juga: Cerita Dari Festival Literasi Nagekeo 2019 di Kota Mbay

Ternyata, setelah saya baca, ini termasuk buku ringan-ringan saja. Membacanya pukul 10.30 Wita sembari pertemuan Panitia Wisuda Uniflor 2019, terus pulang ke rumah saya maskeran dulu sama si Thika, baru lanjut membaca sekitar pukul 14.00 Wita. Selesai pukul 16.00 Wita. Sekitar itu. 

Memangnya apa dan bagaimana buku KKN di Desa Penari yang ditulis oleh Simpleman ini?

Marilah kita tengok.

Menggemparkan Dunia Maya


Itu kalimat yang saya baca di sampul belakang buku ini. Tidak ada tulisan tentang kisah nyata sama sekali. Atau saya melewatinya? Entah. Karena di bagian paling awal pun tidak ada prakata atau prolog (epilognya ada!). Mungkin kalian tahu pasti ini kisah nyata? Yuk bagi tahu di komen. Dari kisah nyata yang menggemparkan dunia maya. KKN di Desa Penari kini diceritakan lewat lembar lembar tulisan yang lebih rinci. Menuturkan kisah Widya, Nur, dan kawan-kawan, serta bagian bagian yang belum pernah dibagikan di mana pun sebelumnya. (sampul belakang buku KKN di Desa Penari).

Buku bersampul warna hitam dengan tulisan judul warna merah ini punya 253 halaman. Penulisnya, sudah saya tulis di atas: Simpleman. Diterbitkan oleh P.T. Bukune Kreatif Cipta. Secara keseluruhan buku ini terbagi dalam tiga bagian yaitu Widya, Nur, dan Epilog. Artinya buku ini ditulis dari sudut pandang Widya, sudut pandang Nur, serta rangkuman atau kesimpulan akhirnya. Fiksi atau non-fiksi, entah, tapi yang jelas banyak kejanggalan dari kisah enam mahasiswa yang melaksanakan mata kuliah KKN tersebut. Kalau mau tahu, silahkan baca sampai selesai. Hehe.

Garis Besar


Diceritakan pada tahun 2009, enam mahasiswa, tiga cewek tiga cowok, melakukan KKN secara mandiri di sebuah desa yang dikenal dengan nama Banyu Seliro atau lebih dikenal dengan nama Desa Penari. Terletak di Jawa Timur. Enam mahasiswa itu adalah Widya, Ayu, Nur, Bima, dan dua sahabat Wahyu dan Anton. Bagaimana mereka bisa sepakat melaksanakan KKN di desa mahaterpencil itu, saya juga tidak tahu, mungkin karena desakan harus selesaikan mata kuliah pengabdian pada masyarakat yang satu ini. Yang jelas, mereka mendapat bantuan dari Ilham, kakaknya Ayu. Ilham pula yang memperkenalkan Ayu dan Nur pada inisiasi awal dengan desa dan penduduknya.

Untuk sampai di desa tersebut enam mahasiswa tadi harus turun dari mobil dan menumpang sepeda motor beberapa warga yang menjemput. Kenapa? Karena akses jalan ke desa tidak bisa menggunakan mobil, terlalu parah, dan sepeda motor pun harus yang sudah berpengalaman. Selain itu, jalan ini membelah hutan dan/atau melintasi hutan yang konon lumayan angker. Saya bertanya-tanya, mungkin juga kalian, sudah tahu angker kenapa masih nekat? Entah.

Ada beberapa kisi yang harus dipahami oleh pembaca buku KKN di Desa Penari.

1. Desa 'Kembar'.

Desa Penari punya kembaran yaitu desa tak kasat mata yang dihuni lelembut super kuat. Untuk menghindari desa dari ancaman balak/bencana maka sejak dulu penduduk setempat menumbalkan anak gadis/perawan untuk desa kembar tersebut. Semakin ke sini tumbal tersebut berganti dengan sesajen. Kedatangan tiga mahasiswi/gadis ke desa tersebut seumpama kiriman tanki air ke gurun. Makanya mereka pun mulai diganggu.

2. Lagi-Lagi Cinta

Ayu menyukai Bima. Bima menyukai Widya. Widya ... entah menyukai siapa. Yang jelas, Bima yang jebolan pesantren itu pun tergoda membuat perjanjian dengan lelembut agar bisa mendapatkan hati Widya melalui selendang hijau penari (dan gelang lengan yang biasa dipakai oleh penari). Sedangkan Ayu yang dimintai Bima untuk menyerahkan selendang itu malah menghilangkannya, demikian kira-kira yang saya tangkap. Tidak tahu apa yang merasuki Bima, selain itu dia juga melakukan perbuatan terlarang yaitu melakukan hubungan suami-isteri dengan Ayu. Mengaku menyukai Widya, tapi gituan sama Ayu. Mungkin ini yang dinamakan nafsu sudah di ubun-ubun tinggal meledak.

3. Pada Akhirnya Nyawa Menjadi Taruhannya

Karena melakukan perbuatan di luar batas yang telah disampaikan oleh Pak Prabu sebagai kepala desa, maka pada akhirnya Bima dan Ayu harus menanggung semuanya. Sukma keduanya terjebak di desa 'kembar' tersebut, dan kemudian meninggal dunia setelah beberapa bulan kembali ke rumah.

Setelah membaca kisah Widya, lalu membaca kisah Nur, memang terjadi repetisi, meskipun dari sudut pandang berbeda. Bagaimana pandangan Widya terhadap Nur dan teman-temannya, bagaimana pandangan Nur terhadap Widya dan teman-temannya. Tetapi jelas, dalam cerita ini kita akan tahu bahwa Widya cenderung lebih terbuka pada apa yang dia dengar dan saksikan. Sedangkan Nur jauh lebih tertutup pada apa yang dia dengar dan saksikan, dan hanya mau menceritakannya kepada Pak Prabu dan, tentu saja, Mbah Buyut.

Kejanggalan


Mohon maaf kepada Simpleman kalau saya menulis kejanggalan dari buku ini. Namanya juga pembaca, ada saja kan yaaaa yang melintas di kepala saat membaca (imajinasi juga bermain di sini). Kejanggalan-kejanggalan itu antara lain:

1. Kenapa Nur Diam Saja?

Saat pertama kali melintasi hutan, menuju desa, bukan hanya Widya saja yang mendengar suara gamelan dan melihat siluet perempuan menari di tengah hutan. Nur juga mendengar dan melihatnya. Tetapi Nur diam saja. Padahal sebagai mahasiswi, dia harusnya juga kritis, karena hal-hal gaib itu tidak selamanya baik, ada pula yang jahat. Bagaimana kalau sebenarnya yang diincar itu Nur? Pasti bakal repot juga.

2. Perlindungan Pak Prabu

Pak Prabu ini kan kepala desa. Sebagai kepala desa yang sudah tahu sejarah desa tersebut, seharusnya dia memberikan perlindungan ekstra kepada mahasiswa yang KKN di desanya. Terutama hal itu berkaitan dengan hal-hal gaib. Bukannya sejak semula Pak Prabu bisa meminta bantuan dari Mbah Buyut untuk melindungi para mahasiswa, bukannya menunggu satu peristiwa terjadi terlebih dahulu? Karena, kan dia juga sudah tahu bahwa penduduk desa 'kembar' itu pada ganas-ganas. Hehe. Atau, setidaknya Pak Prabu sudah lebih dulu melakukan ritual tolak bala(k) sebelum mahasiswa tiba di desa, sebagai tindakan pencegahan. Pada akhirnya Pak Prabu mengatakan kalau dia akan menerima semua konsekuensi dari kejadian 'hilang'nya sukma Bima dan Ayu yang terjebak di desa 'kembar'.

3. Bima yang Kualat

Yaaa namanya juga lelaki. Andai saja Bima bisa menahan diri, mungkin semua ini tidak terjadi. Kalau boleh saya bilang, pangkal permasalahan mereka di desa tersebut adalah perasaan Bima pada Widya yang kemudian melibatkan lelembut serta Ayu sebagai perantara yang memotong jalan.

Di Mana Bumi Dipijak, Di Situ Langit Dijunjung


Pepatah ini sangat benar dan harus diaplikasikan dalam kehidupan umat manusia. Di mana pun kita berada, harus bisa menjaga - menghargai - menghormati adat dan budaya setempat. Jangan memaki, jangan menyinggung perasaan penduduk dengan sikap dan perkataan yang tidak sopan, jangan melewati batas-batas yang telah dipesankan oleh sesepuh desa. Ini penting! Kalau tidak, ya bisa lah peristiwa yang tidak bagus terjadi.

Nur, seorang mahasiswi yang diceritakan sangat taat pada agama. Rajin shalat di mana pun dia berada termasuk di Desa Penari yang tidak punya masjid/mushola/langgar/surau. Diceritakan selain rajin shalat, Nur juga punya seorang penjaga yaitu Mbah Dok. Saya yakin Mbah Dok yang selalu mengikuti Nur sebenarnya adalah nur/cahaya dari perilakunya yang tidak pernah melepas shalat. Katanya setiap kali Nur merasa tubuhnya berat, itu berarti Mbah Dok sedang bertarung melawan lelembut desa 'kembar' yang hendak mengganggu Nur.

KKN Mandiri


Entah dengan jalur mandiri ini, yang saya tahu di Uniflor tidak ada KKN jalur mandiri karena semuanya diatur oleh kampus. Jadi, mahasiswa hanya bertugas mendaftar, membayar biaya KKN, mengikuti keputusan panitia dalam pembagian kelompok dan desa tempatan, dan menjalankan KKN serta proker masing-masing dengan arahan dan bimbingan dari Dosen Pembimbing/Pendamping Lapangan. Sebagai bentuk tanggung jawab, dosen pula yang akan mengantar mahasiswa ke desa tempatan, diterimanya di kantor desa dengan acara penyambutan oleh perangkat desa, dengan dihadiri oleh calon orangtua angkat mereka di desa bersangkutan.

Baca Juga: Karya Mereka Terlalu Eksklusif Untuk Tayang di Televisi

KKN di Desa Penari jelas menggambarkan tentang KKN Mandiri tanpa dampingan dosen sama sekali. Jadi, mahasiswa mengatur sendiri semuanya. Ini kan repot. Kalau terjadi apa-apa, siapa yang bertanggung jawab? Kepala desa sendiri yang bertanggung jawab? Mahasiswa yang mau dan sadar ingin KKN Mandiri bagaimana? Tidak dimintai pertanggungjawabannya? Terutama Ilham sebagai kakaknya Ayu yang memperkenalkan desa ini.

Repooootttt.

⇜⇝

Saya tidak bisa bilang ini kesimpulan akhir karena toh setelah membaca buku KKN di Desa Penari saya belum bisa menyimpulkan apa-apa selain pepatah: di mana bumi dipijak di situ langit dijunjung. Yang jelas kalian harus membaca sendiri untuk bisa sampai pada kesimpulan sendiri. Buku ini betul-betul misterius dari pemahaman yang berbeda.

Selamat berakhir pekan, kawan.

#SabtuReview



Cheers.

Karya Mereka Terlalu Eksklusif Untuk Tayang di Televisi


Karya Mereka Terlalu Eksklusif Untuk Tayang di Televisi. Ini adalah pendapat saya pribadi. Mungkin karena televisi sudah terkontaminasi dengan program-program rendah kualitas, pun tingkah polah orang-orang yang bikin masyarakat cerdas mengerut kening, sehingga saya sangat menyayangkan apabila karya-karya dari band/kelompok musik ini tayang di televisi. Biarkan mereka diburu oleh siapapun di Youtube. Mereka begitu mempesona, menghadirkan musik dan lirik, yang seakan-akan berasal dari dunia lain.

Baca Juga: Kastau Kastau Yang Ko Mau Jang Sengaja Putar Jauh

Siapakah mereka?

Mari kita cek.

1. Amigdala


Beberapa minggu terakhir saya mulai rajin menonton video milik Amigdala yang tayang di Youtube. Menurut Wikipedia, Amigdala berasal dari bahasa latin amygdalae (bahasa Yunani αμυγδαλή, amygdalē, almond, 'amandel') adalah sekelompok saraf yang berbentuk kacang almond. Pada otak vertebrata terletak pada bagian medial temporal lobe, secara anatomi amigdala dianggap sebagai bagian dari basal ganglia. Amigdala dipercayai merupakan bagian otak yang berperan dalam melakukan pengolahan dan ingatan terhadap reaksi emosi. Oleh karenanya amigdala juga merupakan bagian dari sistem limbik yang dipelajari pada ilmu neurosains kognitif.

Sumber Gambar: Djarumcoklat.

Mungkin itu sebabnya mereka mengambil nama Amigdala karena musik dan lirik mereka sangat menghipnotis amigdala manusia. Yang jelas, dari Djarumcoklat tertera keterangan berikut: Amigdala merupakan sebuah unit band indie folk asal kota Bandung yang dibentuk pada Desember 2016 silam. Dalam struktur bahasa, amigdala merupakan satu bagian yang terdapat di otak dan berfungsi atas peluapan emosi. Mungkin, berangkat dari definisi itulah grup ini pun membuat materinya dengan diwarnai emosi yang kentara. Amigdala sendiri diperkuat dengan formasi Andari (vokal), Isa (gitar & vokal), Iqbal (bass), dan Junet (drum).

2. Banda Neira


Yang satu ini sudah lama saya tahu, dengan dua personil Rara Sekar dan Ananda Badudu. Meskipun sudah bubar namun karya-karya mereka masih bisa dinikmati dengan sungguh di Youtube. Kalian harus mendengarkan karya-karya mereka, terutama saat sedang jatuh. Musik mereka lembut tapi liriknya menguatkan.

Sumber gambar: Tumblr.

Saat menulis ini pun saya sambil mendengarkan Yang Patah Tumbuh Yang Hilang Berganti. Lagu yang menenangkan sekaligus menguatkan jiwa siapapun yang patah, hancur, terkoyak.

3. Payung Teduh


Siapa yang tidak kenal mereka? Rasa-rasanya Akad merupakan master piece yang terus didengarkan hingga detik ini. Informasi dari Wikipedia: Payung Teduh merupakan Band alternatif Indonesia beraliran fusi antara folk, keroncong dan jazz. Payung Teduh terbentuk pada akhir 2007 dengan formasi awal Is (vokalis) dan Comi (kontra bass). 


Pada tahun 2008, Payung Teduh mengajak Cito untuk bergabung bersama sebagai drummer lalu mengajak Ivan sebagai pemain gitarlele dan pemain terompet pada tahun 2010. Angin Pujaan Hujan ialah lagu pertama yang memunculkan warna mereka sendiri. Seiring berjalannya waktu tercipta pula lagu-lagu lainnya seperti Kucari Kamu, Amy, Untuk Perempuan Yang Sedang Dalam Pelukan, juga termasuk karya-karya dari pementasan teater bersama Catur Ari Wibowo seperti Resah, Cerita tentang Gunung dan Laut, serta karya Amalia Puri yang berjudul Tidurlah dan Malam. Pada akhirnya Payung Teduh memutuskan untuk membuat album indie pertamanya yang dirilis di penghujung 2010.Pada akhir tahun 2017 Mohammad Istiqamah Djamad memutuskan untuk keluar dari Payung Teduh karena dirinya sudah merasa tidak lagi sejalan dengan band.

⇜⇝

Karya ketiga band/kelompok musik di atas sungguh fenomenal. Dalam lagu Tuhan Sebut Sia-Sia, Amigdala mengukir makna paling dalam dalam perasaan saya.

Amigdala, Tuhan Sebut Sia-Sia

Aku dingin.
Dan kau makin semarak menuang cuka di atas luka
Aku mendakimu jauh sampai patah kaki
Sedang kau mati suri berdendang sendiri
Aku mendakimu jauh sampai patah kaki
Sedang kau mati suri berdendang sendiri

Sejak itu Tuhan sebut kita sia-sia
Sejak itu Tuhan sebut kita sia-sia
Sejak itu Tuhan sebut kita sia-sia
Sejak itu Tuhan sebut kita sia-sia

Untuk semua orang, yang pernah tersia-siakan, meskipun telah berjuang hingga patah kaki. Tuhan sebut kita semua sia-sia. Ini karya Amigdala.

Tetapi seperti kata (karya) Banda Neira:

Jatuh dan tersungkur di tanah aku
Berselimut debu sekujur tubuhku
Panas dan menyengat
Rebah dan berkarat

Yang, yang patah tumbuh, yang hilang berganti
Yang hancur lebur akan terobati
Yang sia-sia akan jadi makna
Yang terus berulang suatu saat henti
Yang pernah jatuh kan berdiri lagi
Yang patah tumbuh yang hilang berganti

Life is f*cking good!

Baca Juga: Segudang Tanda Tanya Setelah Menonton Shutter Island

Jangan terkecoh sama kelembutan musiknya karena liriknya menguatkan sekaligus SANGAR! Musisi-musisi jenius yang pandai memilih diksi serta merangkai kata. Mereka ini bukan sekadar musisi, tapi sekaligus penyair. Dan ya, Karya Mereka Terlalu Eksklusif Untuk Tayang di Televisi.

Di akhir minggu yang baik ini, mari dengarkan karya-karya eksklusif mereka.

#SabtuReview



Cheers.

Kastau Kastau Yang Ko Mau Jang Sengaja Putar Jauh


Kastau Kastau Yang Ko Mau Jang Sengaja Putar Jauh. Kabupaten Ende dan pesta merupakan kesatuan utuh. Bahkan sampai ada istilah cungkil matahari. Haha. Dulu orang bilang saya ini muka pesta. Pesta apa sih yang tidak saya hadiri? Asal ada undangan, hajar! Kenapa saya suka ke pesta? Karena di pesta ada kegembiraan, ada sahabat, ada senda gurau, ada canda tawa. Selain itu, menghadiri pesta merupakan bentuk penghormatan kita kepada yang punya hajat. Bagaimana dengan makanan yang disuguhkan? Itu perkara ke-sekian. Lalu, apa hubungannya kastau kastau yang ko mau jang sengaja putar jauh dengan pesta? Baca dooonk supaya tidak penasaran.

Baca Juga: James Veitch Menghadirkan Stand Up Comedy Super Cerdas

Dari Timur negeri ini lahir begitu banyak musisi. Ada yang memang lahir di Timur seperti Utha Likumahuwa yang lahir di Ambon, Obbie Messakh yang lahir di Pulau Rote, atau Dewiq (mantan isterinya Pay BIP) yang lahir di Makassar. Ada yang lahir di tanah rantau tetapi berdarah Timur seperti seperti Ruth Sahanaya, Harvey Malaiholo, atau Glen Fredly. Nama-nama itu memang nama yang sudah terdengar di kuping sejak lampau. Bagaimana dengan sekarang? Lebih dahsyat. Musisi dari Timur Negeri tidak perlu terlalu memusingkan biaya transportasi dan akomodasi demi mengantar demo lagu ke produser yang rata-rata berada di Jakarta. Selain Reverbnation, Youtube adalah gerbang merdeka setiap insan termasuk di dalamnya para musisi.

Foto bareng Ivan Nestorman! Musisi kece!

Semakin ke sini musisi dari Timur negeri semakin kreatif. Youtube merupakan media paling mudah dan murah bagi mereka untuk memperkenalkan karya kepada khalayak. Tidak saja musisi seperti Luis Thomas Ire dengan lagu-lagu ciptaannya yang menurut saya sangat agung, tetapi juga musisi yang membaca peluang dari pesta-pesta. Di Kabupaten Ende, lagu pesta itu terdiri dari banyak jenis. Ada lagu khas daerah pengiring tarian adat yang terus lestari dalam dunia moderen yaitu Gawi, Rokatenda, Ja'i, hingga lagu buat bergoyang hasil karya musisi dari Flores, Timor, Ambon, Papua, dan lain sebagainya. Sadhaaaaaap!

Kekuatan lagu buat bergoyang ini tidak saja pada musiknya itu sendiri tetapi juga lirik yang ditulis. Lirik yang lucu, konyol, tetapi sangat Timur. Oleh karena itu kalian harus mengenal Zuyd Boyz dan lainnya.

Zuid Boyz, Anak Selatan


Suatu malam, sedang ada pesta di rumah tetangga, saya yang sedang bekerja kemudian menangkap salah satu lagu yang musiknya enak banget didengar. Bikin kaki gatal pengen bergerak. Haha. Perlu kalian ketahui, pesta di Kabupaten Ende itu kalau lagunya banyak yang suka bakal diudarakan berkali-kali. Seperti lagu dari Zuid Boyz yang berjudul Ena Ena. Tidak hanya pada pesta malam itu, tetapi pada pesta-pesta seterusnya. Amboiiii semakin didengar, semakin asyik. Akhirnya saya memutuskan untuk mencari lagu ini di Youtube tapi harus bertanya dulu pada Thika dan Indra. 

Saya:
Aduh eee ini lagu pung enaaaa lai. Di Youtube ada tidak eee?

Indra:
Cari saja, Ncim. Tulis ena ena, langsung muncul.

Astaga ... ternyata video Ena Ena ini sudah sekitar tiga jutaan kali ditonton! Tentu kemudian saya adalah salah satu penyumbang terbanyak. Gara-gara di rumah internetnya tanpa batas jadi malas men-download. Haha. Sombooooooong *dikeplak dinosaurus*. Pertanyaannya: kenapa saya baru tahu sekarang? Karena saya sudah berhenti menjadi si muka pesta jadi baru tahu dari lagu-lagu yang terdengar dari pestanya tetangga saja.

Ini dia video Ena Ena itu:


Dari Grup Facebook Zuid Boyz, mereka adalah grup hip hop dari Papua Selaan. Zuid dalam bahasa Belanda berarti Selatan. Zuid Boyz berarti Anak (Papua) Selatan. Lagu-lagu mereka bisa kalian dengarkan di akun Reverbnation Zuid Boyz dan akun Soundcloud Zuid Boyz. Silahkan ikuti mereka di IG @zuidboyz_40squad dan Twitter @Zuidboyz. Memang hanya itu informasi yang ada di Grup Facebook mereka. Kalau ada lagi nanti bakal saya tambahkan di pos ini ... kelak.

Baca Juga: Geser Dikit Halaman Hatimu dari Bara Patty Radja

Gara-gara menonton video Zuid Boyz, Indra Pharmantara yang lebih jadul soal pesta dari saya itu bisa-bisanya merekomendasikan sebuah lagu berjudul Jaga Orang Pu Jodoh dari Near. Walhasil saya mengobrak-abrik Youtube dan memburu lagu-lagu pesta yang sering saya dengarkan itu. Haha. Kocaaaaaak.

Lirik yang Kocak dan Sangat Timur


Merdeka rasanya mendengar lagu-lagu musisi dari Timur ini. NTT, Papua, Maluku, Sulawesi, semuanya. Selain musik, liriknya pun menggelitik. Salah satu liriknya itu yang menjadi judul pos ini. Ya, itu lirik lagu Ena Ena dari Zuid Boyz. Yuk bercengkerama dengan lirik lagu-lagu ini (beberapa tidak sampai selesai satu lagu karena panjang hahaha).

1. Ena Ena, Zuid Boyz

Kemarin sa sudah bilang,
Kalo sa ini sudah sayang
Rupanya oh ada yang kurang,
Ado sip ya sayang sa atur jam tayang

Kalo memang sa tra bisa, Kasih tahu caranya
Untuk dapat yang ena, biar ko juga suka
Gayung mandi su pica bakalai tra jeda
Jujur sudah ka biar tong sama-sama ena
Ena ena ena

Oh mulai ada pertikaian,
Dan sekarang sa yang jadi korban
Sa pu maitua kayanya de mulai gila
Mara tra tau waktu e, Sa pusing ado mama e
Yeskon e sa mo lari sudah, Dosa apa sio dewa

Sante pele mace, Kurang enak coba pake kode
Tadah ko sa ingus malele, Susah bujuk ah bage boleh
Bah salah bah, Mau apa sa bingung ah celaka
Jang begitu juga cinta, Pisah ah ko gertak sa

Dear love, Mace sa love
Sakarang sadar diri saja sa tra bolos
Ritual tiap hari harus panggil ko boss
Siap 86 juga trakan lolos
Sip sa cinta sa bingung harus bagaimana
Tra dapa slak untuk ko jangan marah
Sa su bore, ado pele, 
Sa cium juga mungkin mace ko tra yoe

Gas to gas to iyo iyo,
Ena to ena to iyo iyo
Stay cool baru kiss itu boleh,
Ko tau sa nni love ado pele
Dari hari ke hari ko marah sa please,
Ko sante ko manis sip ya pedis
Kastau kastau yang ko mau, Jang sengaja putar jauh

2. Jaga Orang Pu Jodoh, Near

Su lama dekat hampir masuk minta,
Hati su hancur mo kas salah sapa
Ado mama ini palilng sial ow,
Su jaga bae-bae orang pu jodoh

Su jaga bae bae, jaga bae bae,
Nona pu hati sa jaga bae bae
Tapi di akhir baru putus sa menyesal
Su jaga bae-bae orang pu jodoh


Waktu muda sama sama tapi su tua beda
Waktu muda berdua tapi dua ko deng dia
Muda ko nginap tapi cuma sebentar
Akhir te enak orang lain yang datang lamar

Susah sa buka halan su lama sa tahan dan
Sudah sa buka lahan tapi dia yang tanam
Sumpah sa jaga dari gelap sampe terang
Sia sia percuma saya jaga jodoh orang

3. Pantun Rakat (Kapthen Pureq, Kanser PMC, Gusti Senda)

He lele le le le ha
Mari goyang pantun Heleha
He lele le le le ha
Pantun rakat he le le le ka


Biar sa hitam rambut kariting
Mo omong apa juga te penting
Mo bilang, bilang apa lai
Nanti ko pusing tujuh keliling

Kopi hitam rasanya pahit
Tambah gula manis sekali
Kulit hitam su pasti pahit
Sa pu senyum manis sekali

⇜⇝

Kalau kalian tidak ikut bergoyang dan terpingkal-pingkal mendengar lirik lagunya ... coba cari artinya. Haha. Sebenarnya yang dipakai bukan bahasa daerah, melainkan Bahasa Indonesia yang sudah di-Timur-kan. Maksud saya adalah kami terbiasa dengan singkatan yang bikin enak mulut kalau bicara menggunakan Bahasa Indonesia. Misalnya di Kabupaten Ende orang bakal tanya: ko pi mana? Yang artinya kau pergi ke mana. Dijawab: sa pi pasar. Yang artinya saya pergi ke pasar. Ya, kami penyingkat kata. Hehe. Kata 'tidak' bisa menjadi 'tir' atau 'tra' atau 'te'. Asyik kan?

Baca Juga: Segudang Tanda Tanya Setelah Menonton Shutter Island

Di akhir pos hari ini, #SabtuReview, yang lumayan panjang karena banyak lirik lagunya, kalian juga pasti bingung dengan istilah cungkil matahari dan muka pesta. Sebelum menutup pos hari ini dengan penjelasan.

Cungkil matahari merupakan istilah pesta sampai pagi.
Muka pesta merupakan istilah untuk orang-orang yang paling rajin ke pesta.

Simple ... qiqiqiq.

Selamat berakhir pekan, kawan.
Selamat bergoyang!



Cheers.

Ketika Keberadaanmu Sadis Ditolak Oleh Kaum Sendiri

Gambar diambil dari: Wikipedia.

Ketika Keberadaanmu Sadis Ditolak Oleh Kaum Sendiri. Kalimat itu belum selesai. Kelanjutannya terungkap tidak melalui satu dua kata melainkan satu pos utuh! Penasaran kan? Makanya, dibaca sampai selesai #SabtuReview kali ini, ya! Hehe.

Baca Juga: Segudang Tanda Tanya Setelah Menonton Shutter Island

#SabtuReview kali ini masih datang dari lini filem. Buku, mana buku? Ada memang buku yang saya baca demi beberapa urusan pekerjaan tapi bukunya berjudul Tindak Pidana Terhadap Kehormatan Pengertian dan Penerapannya, Pidana Penghinaan adalah Pembatasan Kemerdekaan Berpendapat yang Inkonstitusional, Tindak Pidana Pers (Penyerangan Terhadap Kepentingan Hukum yang Dilindungi dengan Mempublikasikan Tulisan), dan Kamus Hukum. Kalian pasti bakal ngelempari saya pakai bakiak kalau sampai me-review buku-buku tersebut. Haha. Kecuali ada yang me-request khusus, Insha Allah saya review *ngikik*.

Jadi, filem apa yang saya bahas? Yuk simak!

Missing Link


Missing Link, dirilis tahun 2019 tepatnya bulan April, merupakan filem jenis animasi stop-motion yang ditulis dan disutradarai oleh Chris Butler dan diproduseri oleh Laika bekerja sama dengan Annapurna Pictures. Pengisi suaranya antara lain Hugh Jackman, Zoe Saldana, Emma Thompson, Stephen Fry, David Walliams, Timothy Olyphant, Matt Lucas, Amrita Acharia, dan Zach Alifianakis. Ya, itu yang tertulis di Wikipedia.

Setelah dirilis, filem ini mendapat banyak tanggapan positif dari para kritikus yang memuji tentang set filem yang dibuat dengan indah dan suasana yang menyenangkan dan santai.

The Missing Link


Filem ini dibuka dengan adegan pencari makhluk mitos bernama Sir Lionel Frost sedang berada di atas sampan bersama asistennya yaitu Mr. Lint untuk menemukan dan mengabadikan monster monster sejenis loch ness. Dan mereka gagal. Kamera yang telah memotret si mosnter hancur bersama sampan yang berkeping-keping di laut, dihancurkan oleh si monster. Mr. Lint mengundurkan diri sebagai asisten Sir Lionel Frost karena tidak ingin hidupnya berakhir terlalu cepat. Pada saat itulah Sir Lionel Frost membaca surat dari seseorang yang mengabarkan tentang keberadaan makhluk yang disebut Sasquatch.

Demi bisa bergabung dengan komunitas orang-orang hebat yang dipimpin oleh Lord Piggot-Dunceby, Sir Lionel Frost akan membuktikan bahwa Sasquatch ini betul ada. Dan dia memulai perjalanannya untuk mencari si makhluk mitos.

Awalnya saya berpikir pencarian si makhluk ini yang bakal lama ... ternyata. Cepat saja perjalanan Sir Lionel Frost ke Pasific Northwest, menemukan Sasquatch di hutan, terkejut karena Sasquatch ini ternyata bisa bicara! Tidak hanya itu, Sasquatch juga yang mengirimkan surat itu kepada Sir Lionel Frost. Kemudian Sasquatch diberi nama Link, senada sama nama asisten lamanya Sir Lionel Frost yang bernama Lint.

Dari cerita Link, bisa disimpulkan dia adalah the real missing link dari kerabat jauhnya yang hidup di Himalaya. Kerabat jauh si Link ini adalah yeti, makhluk mitos yang dikejar banyak orang juga. Sayangnya Sir Lionel Frost tidak tahu bahwa untuk menghalangi maksud dan tujuannya, Lord Piggot-Dunceby menyewa pembunuh bayaran yaitu Stenk. Sadis ya haha. Setuju membantu Link, perjalanan pun dimulai dengan pertama-tama mencuri peta lokasi Shangri-La di kediaman Adelina Fortnight yang adalah mantan pacarnya Sir Lionel Frost. Ndilalah Adelina pun ikut dalam perjalanan ke Himalaya.

Perjuangan demi perjuangan menghindari Stenk, hubungan Frost - Link yang kemudian menjadi lebih baik setelah diintervensi Adelina, serta sulitnya medan yang ditempuh, membawa mereka ke lembah Shangri-La. Mereka memang menemukan Kuil Yeti yang terhubung dengan dataran di sebelahnya melalui jembatan es. Link alias Susan (iya dia memilih nama ini dalam obrolan bersama Sir Lionel Frost di kapan) sangat bahagia. Tapi ...

Link, Sadis Ditolak Oleh Kaum Sendiri


Ratu dengan wajah bengis itu ternyata menolak keberadaan Link dan menjebloskan mereka bertiga ke penjara bawah tanah. Sementara itu ketika mereka berhasil meloloskan diri, malah terjebak di tengah jembatan karena di hadapan mereka telah menunggu Lord Piggot-Dunceby beserta asistennya dan Stenk. Nyawa jadi taruhan. Tapi pada akhirnya jembatan rubuh, Lord Piggot-Dunceby jatuh bersama runtuhan jembatan, Stenk berusaha menyelamatkan diri tetapi tetap saja menyusul Lord Piggot-Dunceby. Sir Lionel Frost, Link, dan Adelina pun selamat.

Keluarga Bukan Hanya Darah


Filem ini mengajarkan pada saya banyak hal. Salah satunya adalah keluarga bukan hanya darah. Buktinya, si Sasquatch yaitu Link yang masih kerabatnya yeti saja ditolak oleh Ratu Yeti. Padahal mereka masih satu lingkaran! Sedangkan Sir Lionel Frost dan Adelina yang tidak punya hubungan apa-apa dengan Link kemudian menjadi 'keluarga'nya si tautan yang hilang ini. Menulis ini saya jadi ingat meme yang sering muncul di time line Facebook: Kalau kau miskin, kau dijauhi - Kalau kau kaya, kau punya banyak saudara. Alias, banyak yang bakal mengakuimu sebagai saudara. Haha. Masa iya? Iya juga kali ya. Dan percaya tidak percaya hal-hal semacam ini terjadi pula dalam kehidupan kita dan/atau orang-orang di sekitar kita.

Saya tidak saja punya banyak teman tapi juga punya banyak saudara karena teman-teman adalah saudara. Apakah mereka harus kaya raya baru diakui sebagai saudara? Tidak lah. Cuma orang-orang lemah saja yang begitu. Haha. Siapapun kalian, kalau berteman dengan saya, ya sudah saya anggap saudara sendiri. Susah senang kita bersama.

Pelajaran lain yang saya petik dari filem Missing Link adalah tentang perjuangan. Hasil tidak pernah mengkhianati perjuangan. Dalam filem ini, Link memang tidak berhasil berkumpul dan tinggal bersama kerabat jauhnya itu, tetapi dia akhirnya hidup bebas dan bahagia bersama Sir Lionel Frost dalam petualangan-petualangan mereka mencari makhluk mitos. Itulah hasil yang dicapai: bebas dan bahagia.

Membikin Missing Link


Baru-baru ini saya menonton di Youtube tentang proses membikin filem animasi stop-motion yang ternyata asyik sekali! Lebih asyik lagi, video dari channel-nya Insider itu mengulik proses membikin filem Missing Link!



Aaaah ternyata begitu toh proses bikin animasi stop-motion.

⇜⇝

Bagaimana, kawan? Seru kan? Membaca review-nya seru. Menonton proses membikin animasi stop-motion juga seru. Melihat setiap divisi dengan pekerjaan kreatifnya masing-masing itu membikin saya lupa waktu. Nontonnya pun berulang-ulang. Bagaimana mereka mengubah set demi set itu, pergerakannya, pengisian suara (dubbing), sampai membikin banyak wajah dengan ekspresi berbeda, sungguh luar biasa. Kita bisa menyaksikan hasil akhirnya dalam filem Missing Link.

Baca Juga: The Willis Clan

Missing Link mungkin bakal mengingatkan kalian pada Shaun The Ship. Hehe. Yang jelas, selamat menikmati weekend.



Cheers.

Segudang Tanda Tanya Setelah Menonton Shutter Island


Segudang Tanda Tanya Setelah Menonton Shutter Island. Ini adalah salah satu draf pos blog yang sangat lama tidak dipublikasikan. Sepertinya saya lupa. Haha. Tidak ada satupun tulisan draf ini yang saya perbaiki. Alkisah, saya menonton Shutter Island sebelum menonton Searching, tapi kemudian saya memutuskan untuk terlebih dahulu me-review dan mempublikasikan Searching. So ... here we go ... a very late post!

A Very Late Post


Selamat Sabtu. Setelah minggu kemarin nafas ngos-ngosan dengan menonton Searching, hari ini #SabtuReview kembali membahas tentang filem. Jangan pernah berharap kalian akan menemukan review filem teranyar di sini, hehe. Maklum, di Kota Ende masih belum dibangun bioskop baru. Baru? Memangnya dulu pernah ada bioskop? Ada donk, meskipun bukan sekelas 21 atau XXI, dan banyakan filem-filemnya Roma Irama dan Warkop DKI pada zaman itu, tapi yang jelas di kota kecil ini pernah berdiri sebuah bioskop.

Baca Juga: Nostalgia Alanis

Seharusnya minggu lalu filem ini sudah di-review, but you know if it's too late, that the missing girl could be dead. Shutter Island bisa menunggu. Haha. Gaya banget menulis ini. Seolah-olah diri saya adalah Detektif Rosemary Vick. Let's talk about Shutter Island.

About Shutter Island


Shutter Island diperankan oleh empat pemeran utama. Leonardo Di Caprio (sebagai Edward "Teddy" Daniels), Mark Ruffalo (sebagai Chuck Aule), Ben Kingsley (sebagai dr John Cawley), dan Michelle Williams (sebagai Dolores Chanal). Filem yang dirilis tahun 2010 ini masuk dalam kategori neo-noir psychological thriller yang disutradarai oleh Martin Scrosese dan ditulis oleh Laeta Kalogridis berdasarkan novel Dennis Lehane yang terbit tahun 2003. Ya, tentu itu kata Wikipedia. Yang bukan kata Wikipedia adalah filem ini sukses membikin saya merasa gatal yang luar biasa karena warisan tanda tanya setelah melahapnya. Ini filem 'berat', menurut saya.

Overview


Shutter Island dibuka dengan adegan perjalanan laut Edward Daniels alias Teddy, seorang U.S. Marshals, dengan teman kerjanya yaitu Chuck Aule. Mereka dalam perjalanan menuju Rumah Sakit Ashecliffe, khusus merawat orang-orang sakit jiwa, di Shutter Island. Mereka akan menginvestigasi hilangnya seorang pasien bernama Rachel Solando yang telah menenggelamkan tiga anaknya. Petunjuk dari kamar rawat Rachel hanya sebuah kertas bertulis: The Law of 4: Who is 67? Dan investigasi pun berlanjut.

Dalam perjalanan investigasi yang penuh teka-teki itu, serta kilasan mimpi Teddy tentang isterinya,  dan betapa gemasnya penonton karena berpikir Teddy dan Chuck bakal terjebak di pulau itu dan pasti dibunuh oleh para dokter yang kuatir kedok mereka terbongkar, karena sedang badai (tidak ada kapal yang beroperasi), penonton kemudian diberitahu bahwa sebenarnya Teddy adalah pasien Ashecliffe yang bernama Andrew Laedis. Chuck, teman kerjanya, ternyata dokter yang selama ini menanganinya yaitu dokter Sheehan. Twist plot.

Di awal, plot berjalan dan penonton mempercayai bahwa Teddy dan Chuck beneran U.S. Marshals, dan mereka benar sedang menginvestigasi hilangnya Rachel Solando. Namun, twist membikin penonton ternganga bahwa Teddy adalah Andrew sedangkan Chuck adalah dokter Sheehan. Andrew mengalami skizofrenia. Andrew dibiarkan bermain dalam khayalannya sendiri, bahwa dirinya bernama Teddy dan seorang U.S. Marshals, dan berulang kali percobaan ini dilakukan untuk tahu sampai di mana batasan penyakit itu. Apakah Andrew akan di-lobotomy doleh dokter Cawley atau tidak.

Siapa Sebenarnya Dia?


Teddy atau Andrew? Sebagian orang percaya dia adalah Teddy yang memang tidak dapat sembuh. Tapi sebagian lagi percaya dia adalah Andrew yang memilih untuk di-lobotomy ketimbang harus hidup bersama kenangan buruk keluarganya. Ya, isteri Andrew yaitu Dolores, mengalami gangguan kejiwaan. Faktanya, Dolores menenggelamkan tiga anak mereka di sungai di belakang rumah. Andrew memilih untuk mengakhiri nyawa Dolores. Trauma itu yang membikinnya 'sakit'.

Di akhir cerita, setelah para dokter merasa upaya yang terus-terusan dilakukan terhadap Andrew tidak berhasil, justru dokter Sheehan merasa ada yang aneh dengan ucapan Andrew. "Mana yang lebih buruk? Hidup sebagai monster, atau mati sebagai manusia (yang baik)?". Lantas pergi ke arah dokter Cawley yang telah menunggunya. Dokter Sheehan bingung, lantas memanggilnya dengan "Teddy?".

Hidup Adalah Anugerah


Menulis sub judul ini bikin merinding. Hidup adalah anugerah Tuhan pada kita, umat manusia, tetapi melanjutkan hidup atau tidak, adalah pilihan ... karena itu banyak orang yang memutuskan untuk mengakhiri hidup mereka. Mengakhiri di sini tidak selamanya mati, melainkan menjadi seperti Teddy atau si Andrew di atas. Dari pada dibayang-bayangi masa lalu ... lebih baik lobotomy.

Baca Juga: Pariwisata Nusantara

Begitulah ...

Bagi kalian yang sudah menonton filem ini, minta tanggapannya donk, saya memang sudah membaca banyak tanggapan orang tentang filem ini, tetapi masih saja belum puas hahaha. Saya masih terbawa pada naluri saya yang mengatakan bahwa dia adalah Andrew.



Cheers.

Segudang Tanda Tanya Setelah Menonton Shutter Island


Segudang Tanda Tanya Setelah Menonton Shutter Island. Ini adalah salah satu draf pos blog yang sangat lama tidak dipublikasikan. Sepertinya saya lupa. Haha. Tidak ada satupun tulisan draf ini yang saya perbaiki. Alkisah, saya menonton Shutter Island sebelum menonton Searching, tapi kemudian saya memutuskan untuk terlebih dahulu me-review dan mempublikasikan Searching. So ... here we go ... a very late post!

A Very Late Post


Selamat Sabtu. Setelah minggu kemarin nafas ngos-ngosan dengan menonton Searching, hari ini #SabtuReview kembali membahas tentang filem. Jangan pernah berharap kalian akan menemukan review filem teranyar di sini, hehe. Maklum, di Kota Ende masih belum dibangun bioskop baru. Baru? Memangnya dulu pernah ada bioskop? Ada donk, meskipun bukan sekelas 21 atau XXI, dan banyakan filem-filemnya Roma Irama dan Warkop DKI pada zaman itu, tapi yang jelas di kota kecil ini pernah berdiri sebuah bioskop.

Baca Juga: Nostalgia Alanis

Seharusnya minggu lalu filem ini sudah di-review, but you know if it's too late, that the missing girl could be dead. Shutter Island bisa menunggu. Haha. Gaya banget menulis ini. Seolah-olah diri saya adalah Detektif Rosemary Vick. Let's talk about Shutter Island.

About Shutter Island


Shutter Island diperankan oleh empat pemeran utama. Leonardo Di Caprio (sebagai Edward "Teddy" Daniels), Mark Ruffalo (sebagai Chuck Aule), Ben Kingsley (sebagai dr John Cawley), dan Michelle Williams (sebagai Dolores Chanal). Filem yang dirilis tahun 2010 ini masuk dalam kategori neo-noir psychological thriller yang disutradarai oleh Martin Scrosese dan ditulis oleh Laeta Kalogridis berdasarkan novel Dennis Lehane yang terbit tahun 2003. Ya, tentu itu kata Wikipedia. Yang bukan kata Wikipedia adalah filem ini sukses membikin saya merasa gatal yang luar biasa karena warisan tanda tanya setelah melahapnya. Ini filem 'berat', menurut saya.

Overview


Shutter Island dibuka dengan adegan perjalanan laut Edward Daniels alias Teddy, seorang U.S. Marshals, dengan teman kerjanya yaitu Chuck Aule. Mereka dalam perjalanan menuju Rumah Sakit Ashecliffe, khusus merawat orang-orang sakit jiwa, di Shutter Island. Mereka akan menginvestigasi hilangnya seorang pasien bernama Rachel Solando yang telah menenggelamkan tiga anaknya. Petunjuk dari kamar rawat Rachel hanya sebuah kertas bertulis: The Law of 4: Who is 67? Dan investigasi pun berlanjut.

Dalam perjalanan investigasi yang penuh teka-teki itu, serta kilasan mimpi Teddy tentang isterinya,  dan betapa gemasnya penonton karena berpikir Teddy dan Chuck bakal terjebak di pulau itu dan pasti dibunuh oleh para dokter yang kuatir kedok mereka terbongkar, karena sedang badai (tidak ada kapal yang beroperasi), penonton kemudian diberitahu bahwa sebenarnya Teddy adalah pasien Ashecliffe yang bernama Andrew Laedis. Chuck, teman kerjanya, ternyata dokter yang selama ini menanganinya yaitu dokter Sheehan. Twist plot.

Di awal, plot berjalan dan penonton mempercayai bahwa Teddy dan Chuck beneran U.S. Marshals, dan mereka benar sedang menginvestigasi hilangnya Rachel Solando. Namun, twist membikin penonton ternganga bahwa Teddy adalah Andrew sedangkan Chuck adalah dokter Sheehan. Andrew mengalami skizofrenia. Andrew dibiarkan bermain dalam khayalannya sendiri, bahwa dirinya bernama Teddy dan seorang U.S. Marshals, dan berulang kali percobaan ini dilakukan untuk tahu sampai di mana batasan penyakit itu. Apakah Andrew akan di-lobotomy doleh dokter Cawley atau tidak.

Siapa Sebenarnya Dia?


Teddy atau Andrew? Sebagian orang percaya dia adalah Teddy yang memang tidak dapat sembuh. Tapi sebagian lagi percaya dia adalah Andrew yang memilih untuk di-lobotomy ketimbang harus hidup bersama kenangan buruk keluarganya. Ya, isteri Andrew yaitu Dolores, mengalami gangguan kejiwaan. Faktanya, Dolores menenggelamkan tiga anak mereka di sungai di belakang rumah. Andrew memilih untuk mengakhiri nyawa Dolores. Trauma itu yang membikinnya 'sakit'.

Di akhir cerita, setelah para dokter merasa upaya yang terus-terusan dilakukan terhadap Andrew tidak berhasil, justru dokter Sheehan merasa ada yang aneh dengan ucapan Andrew. "Mana yang lebih buruk? Hidup sebagai monster, atau mati sebagai manusia (yang baik)?". Lantas pergi ke arah dokter Cawley yang telah menunggunya. Dokter Sheehan bingung, lantas memanggilnya dengan "Teddy?".

Hidup Adalah Anugerah


Menulis sub judul ini bikin merinding. Hidup adalah anugerah Tuhan pada kita, umat manusia, tetapi melanjutkan hidup atau tidak, adalah pilihan ... karena itu banyak orang yang memutuskan untuk mengakhiri hidup mereka. Mengakhiri di sini tidak selamanya mati, melainkan menjadi seperti Teddy atau si Andrew di atas. Dari pada dibayang-bayangi masa lalu ... lebih baik lobotomy.

Baca Juga: Pariwisata Nusantara

Begitulah ...

Bagi kalian yang sudah menonton filem ini, minta tanggapannya donk, saya memang sudah membaca banyak tanggapan orang tentang filem ini, tetapi masih saja belum puas hahaha. Saya masih terbawa pada naluri saya yang mengatakan bahwa dia adalah Andrew.



Cheers.

James Veitch Menghadirkan Stand Up Comedy Super Cerdas


James Veitch Menghadirkan Stand Up Comedy Super Cerdas. Oh my God. Kenapa resolusi 2019 untuk tetap konsisten nge-blog menjadi berantakan? Ini bukti kalau saya hanyalah anak manusia yang durjana tidak sempurna. Janji tinggal janji, bulan madu hanya mimpi. Tapi, setidaknya saya masih rajin nge-blog. Meskipun tidak setiap hari sesuai tema harian, masih ada cerita yang saya tulis di blog karena akan sangat merugi jika hal-hal baik tidak ditulis dan dibaca oleh orang lain. Setuju? Setuju dooonk. Pengalaman hidup siapa pun dapat menjadi pelajaran bagi siapa pun. Tapi jangan kuatir, saya masih akan selalu berada di sini, berbagi cerita, dan Insha Allah akan kembali seperti sedia kala.

Baca Juga: Geser Dikit Halaman Hatimu dari Bara Patty Radja

Hari ini di #SabtuReview saya mau cerita tentang satu sosok yang suatu malam membikin saya ngakak sejadi-jadinya di atas kasur. Maksud hati menonton video pengantar tidur, malah terjebak dalam siklus kelucuan tiada habisnya.

James Veitch


Siapakah dia? Menurut Wikipedia, James Veitch (/ ˈviːtʃ /) adalah seorang komedian asal Inggris. Sebagian besar orang mengenalnya sebagai komedian dengan interaksinya yang lucu dengan pengirim e-mail penipuan (scam e-mail) menggunakan tayangan slide dan efek video. Dia bekerja sebagai editor filem pada filem Papa Joe, dan sebagai artis digital intermediate pada filem Middle of Nowhere di tahun 2008. 

Sumber: TED.

Lebih jelasnya tentang sosok yang satu ini ... silahkan baca tautan Wikipedia di atas. Mari kita lanjutkan stand up comedy super cerdas a la James Veitch.

Spam yang Scam


Kita semua pasti pernah menerima e-mail penipuan seperti di bawah ini kan?

Sumber: TED.

Saya juga pernah. Bahkan sering! Coba saja kalian lihat contoh e-mail yang dikirimkan ke saya berikut ini. Judulnya sih dari Microsoft


Kenapa e-mail di atas saya sebut penipuan? Sederhana sekali. Karena Microsoft tidak akan memakai @hughes.net. Itu kebodohan paling fatal. Kedua, Microsoft juga ada di Indonesia dan kalau berita ini benar, tentu sudah jadi bahan pembicaraan viral di Negara Viral. Eh, di Negara Indonesia. Ketiga, kasihan Dr. Elizabeth Henning ini, namanya terbawa-bawa. Atau itu nama khayalan yang dipakai oleh si pengirim e-mail.

Sayangnya kita tidak berpikiran seperti James Veitch karena kita bukan dia. Haha. Otomatis kita akan mengabaikan dan menghapus semua e-mail spam terutama yang scam begitu. Tidak dengan James Veitch. Seorang James Veitch bisa membikin penontonnya ngakak jumpalitan dengan MEMBALAS E-MAIL PENIPUAN tersebut. Dan apa yang terjadi selanjutnya merupakan rangkaian kelucuan ... kelucuan berantai ... yang diciptakan oleh James Veitch dari balasan demi balasan e-mail. Ini menarik dan membuktikan sumber kelucuan bisa dari mana saja. Tidak selamanya dari selangkangan dan/atau dirty jokes. Apakah James Veitch kurang kerjaan? Tentu tidak. Dia kreatif!

Kalau kata Orang Ende, James Veitch ini 'menggoreng' si pengirim e-mail penipuan sampai-sampai dia mendapat balasan begini: STOP EMAILING US!

Bikin Ilustrasi Yuk!


Kalau kita bikin ilustrasi ... asyik juga. Seperti yang saya bikin berikut ini, tapi ini bukan asli hasil balas-membalas e-mail ya.


Selamat siang Tuteh.

Kami dari P.T. Investasi Jaya Raya memberitahukan kepada anda sebagai orang yang beruntung mendapatkan hadiah dari perusahaan kami yaitu emas murni 24 karat seberat 10 kilogram.

Silahkan hubungi nomor telepon berikut:
081xxxxxx


Halo P.T. Investasi Jaya Raya!
Terima kasih atas pemberitahuannya. Kalian sangat murah hati. Boleh hadiah itu diuangkan dan uangnya ditransfer ke rekening bank saya?

Salam, 
Tuteh.


Dear Ibu Tuteh

Untuk mendapatkan emas 10 kilogram, Ibu Tuteh diharuskan untuk mentransfer Rp 5.000.000 ke rekening a.n. Hola Halo dengan nomor rekening: xxxx-xxx-xx.

Terima kasih.


HANYA LIMA RATUS RIBU untuk mendapatkan EMAS 10 KILOGRAM?


Halo Tuteh!

Anda salah membaca. LIMA JUTA yang kami maksudkan. Kesempatan ini hanya berlaku sekali seumur hidup. Perusahaan kami melakukan pemilihan secara acak.


Mohon maaf.

Yang pertama: hadiah bukanlah sesuatu yang dipilih secara acak.

Yang kedua: pemilihan secara acak itu semacam undian. Bukan hadiah.


Maksud kami memang UNDIAN, bukan HADIAH.


Tapi surel pertama menyebutkan hadiah?


Halo Ibu Tuteh ...

Mohon maaf atas kesalahpahaman yang terjadi. Yang benar adalah Ibu mendapat hadiah dari hasil undian. 
Apakah uangnya sudah ditransfer?


Karena emas 10 kilogram itu milik saya, boleh saya minta emasnya diuangkan atau dijual saja, P.T. Investasi Jaya Raya mengambil LIMA JUTA, sisanya ditransfer ke rekening saya. 


Sudah kami bilang, syaratnya harus dipenuhi terlebih dahulu.


Kalau saya tidak mau penuhi syaratnya ... bagaimana?


Kesempatan untuk mendapatkan emas 10 kilogram melayang, Ibu Tuteh. Mohon kerja samanya. Karena kami harus membuat laporan.


Ada tim audit juga?


Dan e-mail tidak dibalas seabad lamanya. Ha ha ha. Masih pengen ngelanjutin khayalan ini sih, tapi nanti tidak selesai-selesai pos hari ini.

Baca Juga: Special Victims Unit

Jadi, demikian tentang James Veitch yang super cerdas. Bagaimana dia bisa memutarbalikkan dan menggoreng si pengirim e-mail penipuan itu luar biasa. Saya, terus terang, salut sama komedian yang satu ini. Dia menghadirkan sesuatu yang baru dalam dunia stand up comedy. Dan ekspresi wajahnya itu loh, bikin penonton gemas! Saya harus gigit guling agar tawa saya tidak menjadi penyebab batu melayang ke atas atap rumah.

Bagaimana dengan kalian?

Bagitahu yuk di komen :D



Cheers.

Geser Dikit Halaman Hatimu dari Bara Patty Radja


Tidak bisa dipungkiri saya sangat mengagumi sosok yang satu ini. Bara Patty Radja. Nama seorang lelaki dari Pulau Adonara yang cerdas memilih dan bermain diksi. Apabila kalian melihat kue lapis, Bara berada di lapisan teratas ⇻ licin mengkilat, sedangkan saya masih berupa tepung yang belum direncanakan untuk bercampur dengan bahan-bahan kue lapis. Beruntungnya, saya boleh memiliki dua buah buku karya Bara. Buku kumpulan puisi. Membaca puisi-puisi karya Bara membikin saya dan, semoga, kalian mengalami pengalaman bak sedang traveling di sekitar Galaksi Bima Sakti. Di tangan Bara, puisi menjadi makanan kegemaran yang tidak akan pernah membosankan.

Baca Juga: Pariwisata Nusantara

Pengalaman itu ingin saya bagi pada kalian. Karena, pengalaman adalah harta paling berharga yang tidak dapat dibeli Rupiah, Dollar, maupun Euro. Karena, pengalaman adalah guru paling nyata dalam kehidupan umat manusia, tanpa harus mandi, bercemong bedak, dan duduk di bangku kayu, menghadap papan hitam berkapur tulis.

Penyair Indonesia dari Lamahala 


Lahir pada tanggal 12 April 1983 di Desa Lamahala, Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Bara Patty Radja. Sekilas, namanya mengingatkan kita pada chef beken Bara Raoul Pattiradjawane. Keduanya sama-sama hebat. Dari perbincangan kami di Pohon Tua, silahkan baca tentang Tamu Spesial di pos ini, saya tahu Bara adalah seorang guru di Pulau Adonara, yang pernah 'membawa' Najwa Sihab ke Kabupaten Pulau Lembata, dan membangkitkan dunia literasi terkhusus aktivitas membaca di pulau itu. Awesome!

Mengobrol bersama Bara membikin saya berada dalam dunia puisi itu sendiri karena pilihan katanya saat mengobrol pun terdengar sangat puitis. Jago dan berkualitas benar orang ini, kata saya dalam hati. Jujur, mengobrol dengannya membikin pengetahuan saya menjadi lebih dan lebih, serta otak saya yang seakan terkunci itu mendadak membuka dengan sendirinya. Semua itu menjadi lebih lengkap dengan sikapnya yang low profile

Bersama Bara dan Mukhlis di Pohon Tua.

Bara adalah penyair Indonesia yang telah menerbitkan puisi-puisinya ke dalam beberapa buku antara lain: Bermula dari Rahim Cinta (2005), Protes Cinta Republik Iblis (2006), Samudra Cinta Ikan Paus (2013) , Pacar Gelap Puisi (2016), Aku adalah Peluru (2019) sebuah buku semi biografi. Terbaru dan terhangat, sebuah buku berjudul Geser Dikit Halaman Hatimu. Geser Dikit Halaman Hatimu merupakan buku kumpulan puisi Bara yang bertengger di #SabtuReview ini.

Geser Dikit Halaman Hatimu


Geser Dikit Halaman Hatimu, buku bersampul merah muda dengan gambar wajah perempuan menengadah dan rambut tergerai. Minimalis sekaligus manis. Buku ini lantas menjadi penghuni tetap backpack saya bersama buku lain berjudul The Book of Origins karya Trevor Homer.

Bersama manajemen GDHH, Bara penerbitkan buku ini melalui Penerbit Huruf. Harga yang dilempar di pasaran adalah Rp 50.000 (Lima Puluh Ribu Rupiah) saja. Beruntung saya mendapatnya gratis langsung dari si penyair! Dilarang syirik. Hehe. Geser Dikit Halaman Hatimu bukan sekadar buku kumpulan puisi biasa. Geser Dikit Halaman Hatimu, berdasarkan kutipan dari buku itu sendiri, dilengkapi dengan QR Code Audio Version Poetry Reading sehingga pembaca dapat langsung mendengarkan puisi-puisi itu. Tidak main-main, puisinya dibacakan oleh Olivia Zallianty, pegiat sastra Azizah Zubaer, dan oleh Bara sendiri. Saya belum mendengarkan suara-suara mereka saat membaca puisi-puisi dari Geser Dikit Halaman Hatimu. Tapi waktu membacanya saya larut. Betul, di tangan Bara, puisi menjadi makanan kegemaran yang tidak akan pernah membosankan.

Ini jenius!


Seperti wajah Louis Tomlinson yang tidak akan pernah membosankan mata saya.

Ah ... haha.

kupilih mencintaimu separuhnya
dengan akal sehat
sebab sepenuhnya dengan rasa
bikin gelap mata

[Pilih Apa, Geser Dikit Halaman Hatimu]

Cuplikan dari Pilih Apa di atas menginterpretasi tentang dunia asmara. Memang betul. Cinta yang sepenuhnya dengan rasa bakal bikin gelap mata. Membabi-buta. Alpa menimbang akibat kemudian hari. Maka, cintailah seseorang separuhnya dengan akal sehat. Sadaaaaap. Jadi pengen kirimin puisi ini untuk seseorang. Haha.

Kalau kalian belum punya bukunya, baik yang gemar puisi maupun tidak, saya sarankan untuk segera membeli Geser Dikit Halaman Hatimu. Karena, pengalaman yang akan kalian rasakan akan membikin kalian rela membolak-balik, berkali-kali membaca, hingga seperti saya bertanya sendiri: dari mana seorang Bara menemukan ilham mempertemukan diksi-diksi ini? Tidak hanya mempertemukan, tapi kemudian mengawinkan mereka sehingga pertemuan itu berakhir di pelaminan dan terlihat sempurna!

Kritik Dalam Diksi


Dulu, saat saya membaca buku Samudera Cinta Ikan Paus karya Bara, sungguh bergetar sendi-sendi tubuh dan labirin otak. Salah satunya berjudul Di Bawah Rok Payungmu. Puisi ini menghantarkan kritik pedas tentang betapa pedihnya nasib para guru honorer di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Kalau kalian rajin membaca berita, bertebaran berita tentang kondisi yang satu ini.

berjalanlah dengan diam, ea
akan kueja warna takdir
di bawah kibaran rok payungmu

dan takdir seperti kamus matematika
yang buntu. seperti hatimu
yang patah dikhianati
angka-angka ganjil
saat menggenggam honor

kau tau?
sekolah memang tak mengenal cinta
dan ampun
sekolah tak mengajarkan
harga hati manusia

ada hanya sepotong angan
yang bunting
dihamili kering cuaca

[Di Bawah Rok Payungmu, Samudera Cinta Ikan Paus]

Menurut tuturan Bara, Geser Dikit Halaman Hatimu ditulis dengan sedikit lebih ringan ketimbang puisi di dalam buku-buku sebelumnya. Tapi tetap saja diksi yang disajikan, meskipun sederhana sungguh menikam. 

Puisi Bara, unik dan sederhana, tetapi 'menikam'.

Dan selalu, muatan kritik melalui diksi dalam puisi-puisinya itu membikin kalian tersenyum, kemudian merasa 'ini kok saya banget ya', mengangguk sependapat, dan bertepuk tangan. Iya, saya bertepuk tangan usai setiap kali membaca beberapa puisi, sampai teman yang ada di dekat situ terperanjat. Ibarat melepas angin setelah menahan nafas cukup lama. Membaca puisi-puisi Bara itu rasanya memang seperti menahan nafas yang nikmat: teknik nafas 4 - 7- 8.


Android adalah salah satu judul puisi di dalam Geser Dikit Halaman Hatimu. Kritik bermata tombak super tajam dan juga terpedas ada di puisi yang satu ini. 

betapa berat mencintaimu
di masa android
handphone mengubahmu menjadi paranoid
baru semenit lalu aku meninggalkan rumah
engkau sudah vicall

dengan layar sentuh
engkau sibuk memindai dunia
ketimbang menyentuh hatiku

betapa lain mencintaimu
di masa online
hari harimu kini tak lagi milikku sepenuhnya
tetapi milik facebook, twitter
whattsapp atau instagram

belati hatiku mencintaimu
di masa instant
untuk membeli tomat di warung sebelah saja
mesti engkau unggah

kau autis aku tak lagi puitis
benda mati mengubah kita
menjadi orang asing

kita bicara
tapi tak lagi beradu pandang
aku kehilangan tatapanmu
sebab yang kau tuju
bukan sorot mataku
tapi layar gadgetmu

betapa candu mencintaimu
tanpa kuota dan sinyal

[Android, Geser Dikit Halaman Hatimu]

Kalian setuju dengan saya kalau puisi ini bermata tombak super tajam dan memuat kritik terpedas? Harus donk! Fenomena zaman sekarang memang seperti itu, kawan. Engkau sibuk memindai dunia ketimbang menyentuh hatiku. Sebuah fakta yang sulit kita elak. Teknologi internet telah menjadikan saya, kalian, mereka, pengabdi gawai yang kaku seperti zombie di dunia fana, namun ingin terlihat lincah dan penuh perhatian di dunia maya. 

Tidak salah bukan jika saya mengajak kalian turut menggeluti dan menikmati Geser Dikit Halaman Hatimu? 

Baca Juga: The Book of Origins

Terima kasih, Bara. Untuk puisi-puisi yang indah ini. Untuk kesederhanaan yang menikam ini. Untuk membikin saya larut dalam dunia Geser Dikit Halaman Hatimu.

Terus berkarya!



Cheers.