Arsip Kategori: religius

MEMBANGKITKAN POTENSI NABI – Review Buku Ada Nabi dalam Diri

Ada Nabi dalam Diri (Melesatkan Kecerdasan Batin Lewat Zikir dan Meditasi)

Judul: Ada Nabi dalam Diri (Melesatkan Kecerdasan Batin Lewat Zikir dan Meditasi)
Penulis: Soraya Susan Behbehani
Penerjemah: Cecep Ramli Bihar Anwar
Penerbit: Serambi Ilmu Semesta, Jakarta, 2003
Tebal: 280 halaman
ODOB#034


Barang siapa mengenal dirinya, maka ia mengenal Tuhannya. (Yahya bin Muadz Ar-Razi)

Setelah tren meditasi yang dimotori spiritualis Anand Krishna mulai surut gelegaknya, belakangan muncul pula tren zikir dan manajemen hati yang dimotori oleh Arifin Ilham dan Abdullah Gymnastiar.

Buku yang aslinya berjudul The Messenger Within (1990) ini mengusung semangat yang hampir serupa dengan kedua tren yang telah melanda kita itu.

Lewat pergulatan dan pencarian panjang terus-menerus selama lebih dari lima belas tahun, penulis buku ini makin percaya bahwa setelah berakhirnya dinasti kenabian di tangan Nabi Muhammad ibn Abdullah pada abad ke-6 Masehi, setiap manusia sesungguhnya sudah mampu menjadi "nabi" bagi dirinya sendiri.

Tetapi sayangnya, tidak semua orang menyadari hal ini, atau bahkan tidak pernah memiliki cukup waktu untuk berpikir dan menyadarinya.

Padahal, jika kita melihat ke belakang, akan jelas terlihat bahwa pesan semua nabi adalah sama, yakni mencapai Tuhan dengan mengenali diri sendiri, sebagaimana ucapan Socrates: kenalilah dirimu sendiri!

Semua nabi mendakwahkan penjelajahan diri. Pesan ini abadi dan tidak hanya dimiliki tradisi, sekte, atau agama tertentu saja. Setiap utusan Tuhan --Zoroaster, Buddha, Musa, Yesus, dan Muhammad SAW -- mewakili tahap-tahap yang berbeda dari penjelajahan diri tersebut.

Alasan mengapa pendapat dan interpretasi agama dan kepercayaan itu berbeda-beda adalah karena raibnya "pengalaman aktual tentang kebenaran". Sebuah pengalaman yang dikenal sebagai meditasi.

Agama pada dekade belakangan tampaknya cenderung terjebak dalam ritual formal dan simbolisasi eksklusif kelompoknya belaka. Jajak pendapat pada 1988 oleh John Naisbitt dan Patricia Aburdene menunjukkan bahwa 59% responden mengeluhkan gereja atau sinagoge mereka terlalu memperhatikan masalah organisasi ketimbang masalah-masalah teologi atau spiritual.

Teologi adalah sistem pemikiran spekulatif tentang hal-hal gaib, sedangkan spiritualitas adalah hati/jantung (heart) dari agama, yang berupa pengalaman religius. Meditasi adalah pengalaman religius yang ada dalam sejarah dan tradisi semua agama.


Penulis: Heri Winarko


MEMBANGKITKAN POTENSI NABI - Review Buku Ada Nabi dalam Diri
------------

Menurut buku ini, sekali jiwa terbebas dari berbagai perubahan yang konstan, ia akan bebas dari belenggu-belenggu duniawi dan memahami keabadian; sehingga kematian tidak lagi mengancam. Ini adalah kebangkitan jiwa yang melahirkan kekuatan. 

Kekuatan itu bukan terletak pada menghindari godaan-godaan material dunia, melainkan pada memahami dan tabah menghadapi semua itu. 

Perlindungan sejati manusia ada dalam hatinya, semestinya pada hatilah manusia mencari perlindungan. Karena itu, penyendirian (khalwat) bukan berarti bahwa kita harus memisahkan diri dari masyarakat, tetapi hidup bersama masyarakat namun tidak mengikuti kebiasaan-kebiasaan buruk mereka.

Otak kita adalah gudang terbuka yang mampu menerima dan menyimpan hampir segala sesuatu yang datang, sayangnya tak pernah dibersihkan dan disusun rapi. Kapankah kita menyempatkan diri untuk merenung?, memikirkan bagaimana membersihkan hati dan mental.

Perbedaan antara agama dan teologi adalah bahwa teologi tak lebih dari sekadar sistem pemikiran spekulatif tentang hal-hal gaib, sedangkan agama adalah pengalaman. Cita-cita seniman adalah keindahan, ilmuwan adalah kebenaran, dan moralis adalah kebaikan. Agama menggabungkan semua itu dan ia ingin menyadarkan kita akan kesatuan.

Jalan menuju ketenangan dan kebahagiaan tersimpan di dalam batin kita masing-masing. Jenis bantuan apa pun yang diperoleh dari luar, bahkan yang terbaik dan yang paling tidak berisiko sekalipun, hanyalah bersifat sementara. Luka harus mulai diobati dari dalam. Jadi, pengobatan medis diterapkan untuk menghindari infeksi, tetapi tumbuhnya kembali jaringan otot baru adalah proses penyembuahn yang terjadi dari dalam (batin).

Sumber energi paling penting dalam tubuh adalah hati. Para sufi menyebutnya "sumber kehidupan". Hati dikenal sebagai manajer yang bijak dan perkasa. Ia memiliki kecerdasan, dan yang paling penting, ia terkait dengan seluruh sumber magnetik.

Soraya juga mengajak kita untuk kembali kepada praktik meditasi yang sebenarnya. Lebih dari sekadar untuk mengencangkan otot, meraih kesaktian, melatih konsentrasi, atau menyembuhkan stres dan AIDS—sebagaimana dipraktikkan di dunia modern— meditasi bertujuan untuk mempertinggi pengalaman, menyempurnakan kesadaran, pertumbuhan, dan evolusi batin agar potensi diri dapat berfungsi sepenuhnya. Dan, menurutnya, tanpa dikembalikan ke akar religiusitasnya, meditasi akan tumpul. Bahkan, bagi kepentingan penyembuhan dan konsentrasi sekalipun, ia tak akan banyak membantu. Sebab, sumber meditasi adalah hati. Melalui sumber energi hatilah kesehatan yang utuh akan tercapai.

Sumber: lapak-buku.com


Judul buku asli: The Messenger Within: Discovering Love and Wholeness Through Meditation 
Penulis: Soraya Susan Behbehani

Menjelaskan dasar dan sifat sejati tasawuf (Sufisme) dan konsep sifat kenabian di dalam diri manusia, buku ini berusaha untuk melampaui ideologi ke arah metodologi meditasi. Buku Ada Nabi dalam Diri menekankan meditasi sufi praktis yang tujuannya adalah untuk mencapai kehidupan cinta, keindahan, dan harapan.


Rihanna, Lingerie, Lagu Doom dan Potongan Suara Syaikh Mishari Rasyid Al-‘Afasi Saat Menuturkan Hadis

Rihanna, Lingerie, Lagu Doom dan Potongan Suara Syaikh Mishari Rasyid Al-'Afasi Saat Menuturkan Hadis
 Rihanna Savage X Fenty Beauty Show 

Lagu berjudul Doom yang diciptakan oleh Coucou Chloe pada tahun 2016 silam menjadi perbincangan di dunia maya. Pasalnya lagu yang berisi potongan suara Syaikh Mishari Rasyid Al-'Afasi ini masuk dalam list lagu-lagu yang diputar saat Rihanna mengadakan fashion show produk lingerie produksi terbaru miliknya yaitu Savage X Fenty Beauty pada hari Jumat, 2 Oktober 2020. 

Acara Savage X Fenty Beauty sukses digelar secara virtual mengingat masih berada di tengah pandemi Covid-19. Acara fashion show virtual ini mengundang banyak artis ternama Hollywood dan menjadi perbincangan publik.

Rihanna telah meminta maaf atas kejadian tersebut, di Instagram Story-nya ia menulis: 

"Saya ingin berterima kasih kepada masyarakat Muslim yang telah menunjukkan pengawasan besar, terhadap sesuatu yang secara tidak sengaja menyinggung dalam pertunjukan Savage x Fenty kami. 

Lebih penting lagi, saya ingin meminta maaf kepada kalian atas kecerobohan ini. Kami sadar kami telah menyakiti banyak saudara dan saudari Muslim kami, dan saya sangat kecewa dengan hal ini! Saya tidak main-main dengan perbuatan apa pun yang tidak menghargai Tuhan atau agama mana pun, oleh karena itu penggunaan lagu tersebut dalam proyek kami benar-benar tidak bertanggung jawab! 

Ke depannya, kami akan memastikan hal seperti ini tidak akan terjadi lagi. Terima kasih atas pengampunan dan pengertiannya, Rih."

Rihanna, Lingerie, Lagu Doom dan Potongan Suara Syaikh Mishari Rasyid Al-'Afasi Saat Menuturkan Hadis
 Permintaan maaf dari Rihanna 


Beberapa sumber mengatakan bahwa hadis yang digunakan dalam lagu tersebut adalah penjelasan Nabi Muhammad SAW soal hari kiamat. 


Sebagai pencipta lagu, Chloe Erika Jane Olivie kelahiran 15 Juli 1996 yang juga seorang DJ di London ini telah meminta maaf dan mengatakan akan segera menghapus lagu tersebut dari semua platform musik online miliknya. Pada media sosial Twitter, tertanggal 5 Oktober 2020, Coucou Chloe menyampaikan:


"Saya ingin minta maaf yang sebesar-besarnya atas pelanggaran yang disebabkan oleh sampel vokal yang digunakan dalam lagu saya berjudul Doom. Lagu itu dibuat menggunakan sampel dari trek Baile Funk yang saya temukan secara online. Saat itu, saya tidak tahu jika sampel ini menggunakan teks dari sebuah Hadist Islam."


"Saya bertanggung jawab penuh atas fakta saya tidak meneliti kata-kata ini dengan benar, dan ingin berterima kasih kepada Anda yang telah meluangkan waktu untuk menjelaskan hal ini kepada saya. Kami sedang dalam proses untuk segera menghapus lagu tersebut dari semua platform streaming."


Coucou Chloe Rihanna, Lingerie, Lagu Doom dan Potongan Suara Syaikh Mishari Rasyid Al-'Afasi Saat Menuturkan Hadis
 Coucou Chloe 



Hadis manakah yang terkait dengan lagu Doom?

Dari salah satu akun Twitter yang membahas masalah ini awalnya mengaitkan lagu ini dengan hadis Bukhari (RA), beberapa chanel Youtube mancanegara sepertinya mengutip akun twitter ini sehingga sama-sama mengaitkan kagu Doom dengan hadis:


“Tidak akan terjadi kiamat, sampai ilmu itu diangkat, waktu semakin pendek, banyak gempa bumi, fitnah meraja lela, dan banyak terjadi al-haraj.” Sahabat bertanya, apa itu al-haraj? Beliau menjawab: “Pembunuhan, pembunuhan. ” (HR. Bukhari).


Lalu beberapa media lebih jauh mengaitkan dengan hadis Imam Muslim (RA) sebagai berikut:


“Ada tiga hal yang apabila telah muncul maka keimanan seseorang tidak lagi berguna baginya jika sebelumnya dia tidak beriman, atau tidak beramal kebajikan selama beriman, yaitu: terbitnya matahari dari arah barat, Dajjal, dan hewan melata." (HR. Muslim dan At-Tirmidzi).


Saya gak tau apa reporter atau editornya mendengarkan lagu Doom tersebut atau tidak, sehingga mengaitkan dengan hadis-hadis tersebut. Dua hadis tersebut memang membahas tentang hari kiamat, tapi setelah saya teliti ulang potongan hadis dalam lagu Doom dan mencocokkannya dengan suara asli Syaikh Mishari Rasyid Al-'Afasi, maka sebenarnya hadis tersebut bukan kedua hadis di atas, tapi hadis lain yang dibukukan dalam kitab hadis Ibnu Majah (RA). 


Suara Syaikh Mishari Rasyid Al-'Afasi terkait masalah ini bisa ditemukan di Youtube: https://www.youtube.com/watch?v=vjc1OV-PMvQ memang sedang membacakan hadis dari Ibnu Majah (RA) yang membahas tentang "al-haraj" sebagai salah satu tanda kiamat.


Selengkapnya mengenai Hadits Sunan Ibnu Majah (RA) No. 3949 itu adalah:


إِنَّ بَيْنَ يَدَيِ السَّاعَةِ لَهَرْجًا قَالَ قُلْتُ يَا رَسُوْلَ اللهِ مَا الْهَرْجُ قَالَ الْقَتْلُ فَقَالَ بَعْضُ الْمُسْلِمِيْنَ يَا رَسُوْلَ اللهِ إِنَّا نَقْتُلُ الْآنَ فِي الْعَامِ الْوَاحِدِ مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ كَذَا وَكَذَا فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَيْسَ بِقَتْلِ الْمُشْرِكِيْنَ وَلٰكِنْ يَقْتُلُ بَعْضُكُمْ بَعْضًا حَتَّى يَقْتُلَ الرَّجُلُ جَارَهُ وَابْنَ عَمِّهِ وَذَا قَرَابَتِهِ فَقَالَ بَعْضُ الْقَوْمِ يَا رَسُوْلَ اللهِ وَمَعَنَا عُقُوْلُنَا ذَلِكَ الْيَوْمَ فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تُنْزَعُ عُقُوْلُ أَكْثَرِ ذَلِكَ الزَّمَانِ وَيَخْلُفُ لَهُ هَبَاءٌ مِنَ النَّاسِ لَا عُقُوْلَ لَهُمْ


"Sesungguhnya di antara (tanda-tanda) hari Kiamat adalah terjadinya al-haraj (kekacauan)." Abu Musa berkata, saya bertanya, "Wahai Rasulullah, apakah yang dimaksud dengan kekacauan?" beliau menjawab: "Pembunuhan." Sebagian kaum muslimin lalu bertanya, "Wahai Rasulullah, dalam satu tahun ini kami telah membunuh kaum musyrikin begini dan begini." Maka Rasulullah saw. bersabda: "Bukannya membunuh kaum musyrikin, akan tetapi kalianlah yang akan saling bunuh sesama kalian, sehingga seseorang membunuh tetangganya, anak pamannya, dan kerabat dekatnya sendiri." Sebagian yang lain lalu bertanya, "Wahai Rasulullah, meskipun saat itu para ulama masih bersama kami!” Rasulullah saw. menjawab: "Tidak, para ulama akan diwafatkan lalu diganti dengan orang-orang yang hina dan bodoh." (HR. Ibnu Majah)


Lagu Doom karya Coucou Chloe yang diputar oleh Rihanna itu terbukti memotong, mengubah dan menggunakan kalimat "نَقْتُلُ الْآنَ فِي الْعَامِ الْوَاحِدِ مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ" yang diucapkan Syaikh Mishari Rasyid Al-'Afasi secara berulang-ulang dan mencampurnya (remix) dengan musik electronic bergenre Grime, Latin, Experimental. Hal ini saja sudah merupakan pelanggaran hak cipta yang seharusnya menjadi masalah serius yang bisa merusak reputasinya sebagai seorang musisi.


Dengan meminta maaf secara terbuka kepada muslimin seperti itu, saya memaafkan kekhilafan Rihanna dan Coucou Chloe soal lagu ini. Hikmahnya, saya jadi belajar lagi mengenai hadis mengenai "al-haraj" atau kekacauan sebelum kiamat.


Salam





Sedikit Tentang Asal Kata LEBARAN

Sedikit Tentang Asal Kata LEBARAN

Lebaran adalah kegiatan ritual dan sosial umat Islam di tiap tanggal 1 Syawal dan yang disebut juga Hari Raya IdulFitri.


Hari Raya Idul Fitri pertama kali dirayakan oleh umat Muslim pada tahun ke-2 Hijriah, yang sekaligus bertepatan dengan peristiwa Perang Badar, ketika kaum muslimin meraih kemenangan perang skala besar untuk pertama kalinya.


Peperangan yang terjadi pada 17 Ramadhan 2 H tersebut terjadi karena aksi monopoli pasar dan blockade aktivitas dagang oleh kaum Quraisy Mekah terhadap muslim Madinah. Pasukan yang dipimpin oleh Abu Jahal tersebut membawa pasukan besar sekitar 1.000 tentara lengkap dengan peralatan perang, sedangkan Nabi dari arah Madinah hanya membawa 300 sahabat yang kemudian menuju Badar.


Meski jumlah pasukan Nabi jauh lebih kecil dibandingkan kaum kafir tersebut, atas izin Allah kaum Muslimin berhasil meraih kemenangan yang menakjubkan. Hal ini tentu saja memiliki makna yang sangat besar karena kaum muslimin yang selama ini sering menjadi sasaran cemooh berbalik mendapat kepercayaan diri dan kehormatan dari berbagai kalangan.


Makna kemenangannya pun memiliki dua perspektif, spiritual dan sosial


Pada perayaan Idul Fitri pertama ini, kaum muslimin merayakan dua kemenangan perdana yakni pencapaian ritual puasa Ramadhan setelah berjuang menahan lapar, haus, dan hawa nafsu, sekaligus juga keberhasilan dalam Perang Badar. Makna kemenangannya pun memiliki dua perspektif, spiritual dan sosial.


Namun sebetulnya, jauh sebelum ajaran Islam turun, masyarakat Arab sudah memiliki dua hari raya yakni Nairuz dan Mahrajan yang berasal dari zaman Persia Kuno. Mereka merayakannya dengan menggelar pesta pora.


Seiring dengan turunnya kewajiban menunaikan Ibadah puasa Ramadhan pada tahun ke-2 Hijriah, turunlah hadis Nabi. “Sesungguhnya Allah mengganti kedua hari raya itu dengan hari raya yang lebih baik, yakni Idul Fitri dan Idul Adha.” [Hadis riwayat Abu Dawud dan An-nasa'i].


Makna Kata Lebaran


Lebaran secara etimologi, berasal dari kata dasar "Lebar" yang mendapat sufik "an" . Lebar artinya luas. Lebaran artinya keluasan hati untuk meminta maaf dan atau memaafkan atas segala kesalahan, yang dilakukan setelah berpuasa.


MA Salmun, seorang sastrawan dan budayawan Sunda yang dilahirkan di Rangkasbitung pada 23 April 1903 menjelaskan arti lebaran dalam satu artikelnya yang ditulis pada tahun 1954. Dalam artikel tersebut dijelaskan bahwa asal usul lebaran berkaitan dengan tradisi Hindu yang bermakna "Selesai, Usai menjalankan puasa". Tradisi ini semisal dengan ajaran Islam, setelah selesai menjalankan Ibadah Puasa (Shaum) dengan yang disebut Idul Fitri. Lebaran ini sudah dijalankan sejak masa Wali Songo.


Tak ubahnya dengan sebutan Sembahyang berasal dari budaya Hindu yaitu menyembah Sanghyang Widhi Wasa, yang dalam ajaran Islam yang semisal dengan Sembahyang disebut Sholat. Sholat dalam Islam adalah kegiatan ritual yang dimulai dari takbir dan diakhiri dengan salam dengan syarat-syarat yang ditentukan.


Penulis: Syakiran Muaragembong  di Grup Facebook Wisata Sejarah Bekasi tanggal 24 Mei 2020.

Foto : dari www.sutrisnobudiharto.net



Catatan Lama Terkait KDRT dan Kekerasan Pada Perempuan

Dalam acara Penutupan Roadshow buku “Good lawyer” yang telah berlangsung pada 13 Juni 2009 lalu di TGA Kelapa Gading, dalam sesi tanya jawab seorang tamu menanyakan bagaimana gugatan KDRT itu bisa diajukan ?  Pengacara Dwiyanto Prihartono menjelaskan, “Sebenarnya gugatan KDRT bisa diajukan bila perlakukan anggota keluarga terdekat seperti suami, istri, anak, dan lainnya dirasa sudah

NYAMANNYA BERHIJAB KARENA-MU

Foto ilustrasi: Instagram @dienanshafyah  Yaahh.. saya bangga menjadi wanita muslimah, saya bangga mengenakan jilbab sebagai identitas dan sekaligus gaya fashion saya. Walau masih terus dan terus belajar, tapi saya bersyukur sudah bisa menutupi diri saya dengan hijab sejak 2002 silam (pada bulan Maret tepatnya). Walau tentu saja tak semudah itu perjalanan hidayah saya berhijab. Dulu

Bagi Saya, Hujan: Selamanya Adalah Rahmat

Ngopi malam Minggu kemarin termasuk salah satu ngopi yang istimewa. Awalnya saya hanya diberitahu kalau malam Minggu kemarin, tanggal 26 Januari 2020 itu agendanya teman-teman Komunitas Pramuka Tunas Muda akan melakukan kegiatan Yasinan di Kampung Kerangkeng Buni Bakti Babelan. Ternyata setelah saya ikut, Yasinan itu kegiatan pembuka agenda rapat kerja Tunas Muda awal tahun 2020. Saya

Puasa Menumbuhkan Rasa Percaya Diri

Puasa Menumbuhkan Rasa Percaya Diri
Puasa tentunya banyak sekali manfaatnya bagi jiwa dan raga. Beberapa manfaat puasa ada yang dibuat-buat seperti cocoklogi atau juga rasionalisasi subyektif dari pengalaman pribadi si penutur. Apapun itu semakin banyak manfaat puasa yang diperkuat dengan hasil-hasil penelitian. Sementara itu bagi penganut Agama Islam, puasa adalah soal iman. Bagi umat Islam, puasa merupakan kewajiban agama yang harus dikerjakan, menjalankannya didasari oleh keyakinan menjalankan perintah Tuhan yang tertuang dalam kitab suci al-Quran dan ditujukan kepada mereka yang beriman (ya ayyuha alladziina aamanuu). Selesai sudah, tidak ada lagi pembahasan jika menyangkut iman. Sebagai manusia, tentunya kita selalu mencari manfaat dari segala yang kita lakukan, termasuk manfaat dari apa-apa yang kita lakukan karena kewajiban, dalam hal ini puasa. Salah satu manfaat puasa yang ingin saya garis bawahi saat ini adalah manfaat puasa dalam menumbuhkan rasa percaya diri. Mengalahkan rasa lapar dan dahaga serta larangan lainnya tentu saja bukan perkara mudah. Apabila ujian tersebut dapat diselesaikan dengan baik selama satu bulan penuh, maka pastinya hal itu akan membuat kita semakin yakin bahwa ada kekuatan di dalam diri yang dapat melepaskan kita dari rantai keinginan-keinginan yang berlebih dari sekadar memenuhi kebutuhan.

Rasa percaya diri yang mantap akan menjadikan seseorang mampu menghadapi rasa takut dan menggantinya dengan keberanian untuk menghadapi tantangan yang ada di depan mata. Itulah manfaat percaya diri yang akan didapatkan.
Rasa percaya diri ini yang diharapkan dapat memperkuat karakter dan sikap kita menghadapi tantangan kehidupan selanjutnya. Sikap mental percaya diri inilah yang membuat seseorang dapat lebih elegan berinteraksi dengan risiko. Mungkin ini bentuk paling sederhana dari manajemen risiko :) Risiko adalah fenomena yang harus dilalui sebagaimana fenomena-fenomena alam lainnya. Mereka menyadari bahwa risiko dapat diatur sedemikian rupa dengan kemampuan yang mereka miliki sehingga risiko tersebut akhirnya menjadi sesuatu yang tidak menakutkan. Dalam pikiran orang yang memiliki sikap mental percaya diri, risiko telah dijinakkan dan dibagi-bagi menjadi sub-sub risiko sehingga dampak negatif dari resiko tersebut bisa diantisipasi dan lebih bisa diprediksi. Rasa takut tidak akan pernah menguasai jiwa seseorang yang memiliki sikap mental percaya diri. Takut bagi mereka hanyalah kondisi pikiran yang lebih menginginkan untuk terus berada pada kondisi zona nyaman. Mereka yang memiliki sikap mental percaya diri mampu mengolah rasa takut yang biasanya lebih mengarah ke hal negatif menjadi hal yang positif. Mereka mampu menghilangkan takut yang mengarah ke hal negatif dan hanya menyisakan takut yang mengarah ke hal positif saja.
Puasa Menumbuhkan Rasa Percaya Diri

Dari sekian manfaat rasa percaya diri, yang menurut saya paling penting adalah pencapaian harga diri (self-esteem). Harga diri di sini adalah penilaian diri pribadi terhadap hasil yang dicapai dengan menganalisa seberapa jauh perilaku memenuhi ideal dirinya. Dapat diartikan bahwa harga diri menggambarkan sejauh mana seseorang menilai dirinya sebagai orang yang memiliki kemampuan, keberartian, berharga dan kompeten

Memahami konsep harga diri ini penting untuk bisa menghargai diri sendiri yang selaras dengan sikap menghargai orang lain. Jangan harap kita bisa menghargai orang lain kalau kita tidak bisa menghargai kita sendiri.

Saya percaya orang yang percaya diri dan memiliki harga diri yang benar tidak akan mudah terombang-ambing menentukan sikap sehingga akan terjaga dari hal yang akan merendahkan dirinya dan orang lain. Hal ini paling mudah dilihat dari cara orang tersebut menerima pendapat orang lain.
Sebagaimana ia mengungkapkan pendapatnya tanpa merasa perlu merendahkan orang lain, ia pun akan menerima pendapat-pendapat orang lain dengan lebih obyektif.
Sebaliknya, orang yang kurang percaya diri, yang tidak menghargai dirinya sendiri akan rentan menerima perbedaan pendapat. Kebutuhannya akan rasa aman membuatnya membangun benteng yang tebal, tidak ada keterbukaan dan cenderung mencari aman dengan sikap defensif dan selalu siap untuk menyerang apapun yang ia rasa mengganggu.

Kalau demikian, bagaimana mau menghargai?, untuk berpendapat pun ia takut, ia dengan sadar menyerahkan wewenang untuk berpendapat kepada orang lain sehingga pendapatnya itu yang akan kita perjuangkan tanpa merasa bertanggungjawab atas pemikiran yang menjadi dasar pendapat itu.

Jika hal yang demikian itu terjadi pada diri kita, mungkin kelak kita akan terlalu rendah diri untuk berpikir dan menyatakan hasil pemikiran kita menjadi sebuah pendapat untuk disampaikan kepada orang lain. 

Terlepas benar atau salah, keberanian orang menyatakan pendapatnya patut dihargai, jika kita membenci orang lain karena memiliki keberanian itu, maka cukup bagi kita mengerti bahwa ada penyakit kronis dalam hati yang seharusnya menjadi perhatian untuk disembuhkan daripada sibuk menghukum orang lain.

Atau lebih parah lagi, mungkin kita akan membenci orang yang berani mengemukakan pendapatnya, terlebih jika pendapat itu salah maka seakan kita punya hak untuk menyerang dan menghukum orang lain karena berani mengungkapkan pendapatnya.

Demikianlah puasa menjadi sebentuk terapi untuk menyembuhkan penyakit kronis dalam hati yang berawal dari tidak adanya rasa percaya diri, berkembang menjadi rasa rendah diri, tidak menghargai diri sendiri dan seterusnya. Kurang tersiksa apalagi jika itu kita alami? Hidup serasa beban berat yang menjadi neraka dunia. 

Parahnya lagi kita tidak bisa membuka diri untuk mencari pertolongan karena kita sulit untuk menghargai orang lain. Hidup menjadi tidak bermanfaat atau bahkan menjadi ancaman bagi orang lain. Naudzubillahimindzalik.

Salam


Kebahagiaan Orang Puasa

Kebahagiaan Orang Puasa

للصائم فرحتان، فرحة عند فطره، وفرحة عند لقاء ربه

“Bagi orang yang melaksanakan puasa ada dua kebahagiaan; kebahagiaan ketika saat berbuka, dan kebahagiaan ketika bertemu dengan Rabb-nya.” (muttafaq ‘alaihi)

Demikian sebuah hadis yang disampaikan oleh Ust Toha setelah pembacaan Surah Yasin bersama yang saya tidak sempat ikuti. Karena saya baru bergabung setelah acara yasinan selesai, sekitar pukul 9.00 malam di majlis Rumah Cerdas atau Majlis Taklim Al-Mubarok di Kp. Blendung Desa Kedung Pengawas Kec. Babelan tadi malam.

Jadi menurut hadis tersebut ada dua kebahagiaan yang didapat oleh orang-orang yang berpuasa, pertama kebahagiaan ketika saat berbuka, dan kedua kebahagiaan ketika bertemu dengan Rabbnya.

1. Kebahagiaan saat berbuka puasa

Kebahagiaan waktu berbuka puasa adalah waktu di mana ujian telah selesai, larangan telah dicabut dan perintah telah dilaksanakan. Kebahagiaan yang lahir karena diberikan kemampuan untuk menundukkan hawa nafsu di bawah niat beribadah menjalankan syariat-Nya.

Kebahagiaan saat berbuka puasa adalah rasa bahagia yang lahir karena telah lulus godaan untuk memenuhi keinginan dan menunda pemenuhan kebutuhan yang secukupnya. Bahagia yang lahir karena telah memahami bahwa kebahagiaan semu yang selalu menggoda dan menyambut saat kita berhasil memenuhi keinginan-keinginan nafsu hanya mengantar kita pada pusaran keinginan lain yang tidak akan pernah habis menyeret jiwa manusia pada budaya konsumtif yang tidak akan pernah selesai dan akan terus menyiksa untuk dipenuhi. 

Dengan berpuasa kita diingatkan kembali akan makna kata "cukup" sehingga kita dapat lebih fokus mengemban amanah kita yang sebenarnya dan menggapai kebahagiaan yang sesungguhnya. 

Kebahagiaan saat berbuka puasa juga bisa dimaksudkan sebagai kebahagian jasmaniah karena larangan-larangan pemenuhan kebutuhan jasmani telah selesai. 

Setelah berhasil melewati ujian saat puasa, idealnya pelajaran saat berpuasa tersebut masih membekas dalam diri sehingga setelah saat berbuka kita tidak lantas berfoya-foya memenuhi semua keinginan seakan membalas dendam setelah seharian nafsu terbelenggu. Jika demikian, maka kita telah kehilangan kebahagiaan yang sesungguhnya telah kita capai saat berbuka puasa.

2. Kebahagiaan ketika bertemu dengan Rabb-nya

Kalau kebahagiaan saat berbuka puasa adalah kebahagian jasmani maka kebahagiaan kedua orang berpuasa adalah kebahagiaan rohani yaitu ketika bertemu dengan Rabb-nya. 

Soal ini saya tidak bisa menjelaskan lebih banyak karena keterbatasan dan masih sangat awam mengenai hal ini. 

Mohon maaf, dalam bahasan ini saya lebih memilih mendengarkan sebanyak-banyaknya dan belum berani beropini apa-apa. Ini sudah membahas Tauhid Rububiyah dan Tauhid Uluhiyah, dalam soal ini saya masih awam dan masih belajar.

***

Potongan hadis yang tercatat dalam Shahih Bukhari (7492) dan Muslim (1151) juga diriwayatkan oleh Imam Nasa'i  dan lain-lain ini pada intinya menjelaskan bahwa “Bagi orang yang berpuasa ada dua kebahagiaan; yaitu kebahagiaan jasmani dan kebahagiaan rohani". 

Tugas kitalah menggapai kebahagiaan itu dan jangan sampai puasa hanya menghasilkan haus dan lapar saja dan tidak ada kebahagiaan yang didapat.

Semoga dengan hadis tersebut puasa tidak lagi menjadi beban yang membuat kita terbebani, karena kebahagiaan dunia akhirat, kebahagiaan jasmani rohani yang dicari oleh semua orang sedang menanti kita.

Salam :) 
Jumat, 10 Mei 2019
5 Ramadhan 1440 Hijriyah


Puasa Sebagai Vaksinasi Virus Akal Budi

selamat menunaikan ibadah puasa ramadan
Dalam buku Virus of the Mind atau "Virus Akal Budi", Richard Brodie berhasil meyakinkan bahwa banyak manusia yang sudah terjangkiti "Virus Akal Budi".  Untuk memahami Virus Akal Budi ini sendiri sebaiknya kita membaca buku tersebut agar pemahaman kita lebih baik, saya hanya akan menggambarkan sedikit gejala-gejalanya saja.

Richard Brodie menjelaskan bahwa Virus Akal Budi inilah yang telah membelokkan usaha manusia meraih kebahagian sehingga kehidupan menjadi tegang, sedih, bosan dan hampa, serta menggerogoti kebermaknaan hidup.

Manusia modern kini memperjuangkan hidupnya tidak lagi peduli dengan norma dan agama. Perbuatan baik sudah tidak popular, karena tidak efektif untuk kesuksesannya. Krisis moral yang hampir merambah seluruh lini kehidupan diakibatkan oleh virus akal budi yang bisa mengendalikan cara berpikir dan bertindak dengan cara-cara yang bisa menghancurkan kehidupan.

Virus akal budi bekerja secara diam-diam namun cepat dan sigap, dengan menguasai sedikit demi sedikit akal budi kita dan menarik kita ke berbagai arah yang tak tertentu, virus akal budi mengalihkan perhatian kita dari apa yang sangat penting dalam hidup kita kepada hal-hal yang bersifat instingtif, kemudian membuat kita putus asa karena serbuan budaya konsumtif yang tiada akhir, hingga akhirnya kita tersesat dan putus asa.
Inti dari virus akal budi adalah membuat manusia dengan segala dayanya mengejar secara naluriah tiga hal paling primitif dalam dirinya: Bahaya, makanan dan sex. 
3 kebutuhan dasar (rasa aman, makanan dan sex) ini jika kita hubungkan dengan teori kebutuhan Abraham Maslow adalah merupakan kebutuhan paling dasar atau masuk dalam kategori kebutuhan Fisiologis, rasa aman dan kebutuhan cinta dan kasih sayang.

Abraham Maslow adalah pelopor psikologi humanistik. Ia menjadi terkenal berkat teori hierarki kebutuhan manusia yang sering disebut teori piramida Maslow atau teori hierarki kebutuhan.

Maslow menggunakan piramida untuk memvisualisasikan gagasannya mengenai teori hierarki kebutuhan. Menurut Maslow, manusia termotivasi untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan hidupnya. Kebutuhan-kebutuhan tersebut memiliki tingkatan atau hierarki, mulai dari yang paling rendah, sampai yang paling tinggi.

Teori Hierarki Kebutuhan yang dimaksud oleh Maslow tersebut, adalah:
  1. Kebutuhan fisiologi/dasar
  2. Kebutuhan akan rasa aman
  3. Kebutuhan cinta dan kasih sayang
  4. Kebutuhan untuk dihargai
  5. Kebutuhan aktualisasi diri

Teori Hierarki Kebutuhan Abraham Maslow
Virus akal budi akan terus menyibukkan manusia dengan kebutuhan dasarnya sehingga manusia akan gagal naik kelas karena sibuk memenuhi kebutuhan fisiologis berupa Bahaya, makanan dan sex. 

Solusi yang ditawarkan dalam buku Virus akal budi dibahas pada halaman 293. Richard Brodie menawarkan solusi 2P (programming dan purpose), yang secara singkat saya simpulkan dengan memprogram diri sendiri berdasarkan tujuan hidup (purpose) yang merupakan prioritas tertinggi.

Virus Akal Budi dan Puasa

Solusi 2P (programming dan purpose) dari Brodie ditawarkan untuk menyembuhkan kita dan vaksinasi dari virus akal budi ini dapat disederhanakan dengan menetapkan tujuan lalu menciptakan program untuk mencapai tujuan itu.

Syukurlah, kita semua kenal dengan yang namanya puasa. Semua agama dan ajaran religius mengenal laku puasa yang bermaksud melatih diri mengendalikan hawa nafsu. Dalam hal ini puasa adalah sebuah program yang sudah dirancang sedemikian rupa untuk menahan diri dan mengendalikan hawa nafsu badaniah.

Tidak ada satupun program yang dibuat tanpa tujuan, begitu pula puasa. Puasa dengan segala bentuknya memiliki tujuan jangka pendek, menengah dan panjang. Tujuan-tujuan puasa tersebut membutuhkan niat yang kuat agar dapat dilaksanakan dengan baik. 

Disiplin diri saat puasa pada gilirannya adalah bentuk perwujudan kuatnya niat dan pemahaman skala prioritas yang dalam. Segala ujian dan godaan dapat dilewati karena dapat dipenuhi setelah tujuan utama tercapai. Ujian dan godaan itu juga kebutuhan dan masuk dalam skala prioritas tapi kebutuhan itu berada di bawah sehingga dapat menunggu untuk dipenuhi.

Bahaya dari virus akal budi adalah virus akal budi mengalihkan perhatian kita dari apa yang sangat penting dalam hidup kita kepada hal-hal yang bersifat instingtif, kemudian membuat kita putus asa karena serbuan budaya konsumtif yang tiada akhir, hingga akhirnya kita tersesat dan putus asa. Oleh karenanya kita sangat butuh mereview kembali skala prioritas hidup dan membuat program hidup kita atau kalau perlu instal ulang "Operating System" hidup kita agar terbebas dari gangguan virus akal budi ini.

Hal-hal bersifat instingtif dalam manajemen waktu mungkin masuk ke dalam kuadran 1 jika kita terus saja sibuk memenuhi kebutuhan yang penting dan mendesak. 

Dalam hal manajemen waktu, maka puasa ibarat rem yang menahan laju kita dalam upaya tergesa memenuhi semua kebutuhan itu. Kita berdisiplin menahan kebutuhan mendesak itu dan meletakkannya dalam kuadran 2 yang penting tapi tidak mendesak, lalu kita dorong lagi masuk ke kuadran 3 yang kurang penting dan tidak mendesak, begitu seterusnya sambil memikirkan apa yang benar-benar penting dan menjadi tujuan hidup kita yang sebenarnya.

Masalah kuadran dan penomoran ada juga yang sedikit berbeda seperti gambar di bawah ini, selama kita paham apa maksudnya, istilah kuadran 2, 3 dan 4 hanya perbedaan letak dan nomor, maksudnya yah sama.
kuadran manajemen waktu penting dan mendesak
Demikian salah satu manfaat puasa menurut saya. Puasa bisa berfungsi sebagai vaksinasi, imunisasi serangan virus akal budi yang sudah sangat parah menjangkiti manusia modern.

Bacaan lain mengenai puasa:

Salam.

7 Mei 2019 / 2 Ramadhan 1440 H


Jangankan Makan Siang Gratis, Umroh Gratis Juga Ada

Ibadah Umroh dan Haji di Mekah

Belum lama ini saat sedang ngopi santai seorang teman bercerita tentang tetangganya yang berprofesi sebagai guru ngaji kampung mendapatkan rezeki berangkat umroh gratis tanpa dia tahu siapa yang telah membayar semua biayanya.

Fenomena seperti ini mungkin bukan hal yang aneh atau ajaib bagi sebagian orang, tapi bagi sang guru ngaji yang berekonomi pas-pasan tersebut, berangkat umroh gratis adalah sama dengan mendapatkan rezeki super nomplok yang tak terduga.

Namun teman tersebut juga menceritakan tentang bagaimana sang guru ngaji sederhana tersebut sempat kerepotan mengenai biaya untuk mengadakan acara sebelum keberangkatannya. Acara itu biasa disebut "walimatussafar", ada juga yang menyebutnya "walimah safar" atau "ratiban" saja, sebuah acara yang digelar saat orang akan berangkat haji dan umroh.

Acara walimatussafar ini menurut beberapa teman adalah semacam acara pamitan sebelum keberangkatan umroh/haji yang digelar si pemangku hajat.

Tapi menurut pandangan saya sebagai orang awam, kalau kita berpamitan yah seharusnya kita yang mendatangi orang-orang yang kita hormati untuk memohon pamit dan doanya sebelum berangkat, bukan mereka yang kita datangkan. Jadi kalau dalam pemikiran saya yah kurang pas kalau dikatakan sebagai pamitan :)

Dalam acara walimatussafar tersebut para undangan datang dan mendoakan keselamatan si pemilik acara, baik dalam perjalanan berangkat dan pulangnya. Nah kalau demikian saya paham. Sebuah tradisi yang baik-baik saja saya rasa.

Soal walimatussafar ini saya hanya berani menyatakan itu adalah sebuah tradisi dan memang tidak termasuk dalam sunah atau rukun haji dan umroh kan?.

Sebuah tradisi yang jika tidak memberatkan silahkan dilakukan, jika pun tidak dilaksanakan yah berpulang ke yang bersangkutan.

Soal dalil-dalil sholat sunah sebelum safar dan apa yang dilakukan nabi dan para sahabatnya sepulang bepergian jauh, sepertinya para ustad yang lebih paham daripada saya, jadi saya hanya memandang dari perasaan dan pemikiran awam saja,... sotoylogi detected.

guru ngaji kampung berangkat umroh gratis

Soal hadiah umroh gratis yang tidak diketahui siapa yang memberi ini keren loh. Itu sebuah cara halus untuk menjaga nama baik si penerima, untuk tetap memuliakan harga diri si penerima. Ini salah satu jurus tingkat tinggi, memberi tanpa membuat yang menerima pemberiannya merasa berhutang budi atau sejenisnya.

Bayangkan kalau guru ngaji tersebut tahu siapa yang membiayainya umroh. Walaupun si pemberi benar-benar ikhlas, tapi secara manusiawi sangat wajar kalau yang menerima pemberian akan sangat berterima kasih kepada yang memberi dan akan melakukan balas budi

Dari sisi pemberi, ia hanya ingin memberi secara ikhlas, sudah selesai. Ia tidak mau ada perubahan pandangan, perasaan dari pihak penerima. Bagi si pemberi, cukup Allah SWT yang tahu karena ia percaya bahwa sebaik-baiknya balasan adalah keridhoan Allah SWT.

Membuka identitas si pemberi juga saya kira kurang bijak, itu juga kayaknya akan mengurangi nilai pemberian karena akan menimbulkan risiko pergunjingan dan ghibah yang tertuju kepada si pemberi dan si penerima.

Coba deh cek ayat ini: 
"Jika kamu menampakkan sedekah(mu), maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu, menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu; dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Baqarah: 271)

Orang yang menampakkan sedekahnya itu baik sekali, karena dapat memberi contoh atau teladan yang baik dan pendidikan karakter bagi pihak yang terlibat. Bagi si pemberi akan menjadi ujian keikhlasan sedekahnya, bagi penerima akan terjalin hubungan silaturahim dan kelapangan hati menerima sedekah. Bagi yang mengetahui dapat menggugah keinginan untuk meneladani. Namun bersedekah secara rahasia ternyata lebih baik bagi si pemberi, bukan saya yang bilang begitu, Al-Quran yang menyatakan demikian.

Ayat tersebut mungkin juga tidak cocok, karena mungkin saja umroh untuk guru mengaji tersebut adalah hadiah bukan sedekah. Buat teman-teman yang mengerti perbedaan sedekah dan hadiah juga pasti paham mengapa nabi tidak ikut memakan roti sedekah tapi ikut makan dengan sahabatnya saat beliau tahu roti tersebut adalah hadiah.

Semoga Allah SWT membalas kebaikan yang berlipat ganda kepada mereka yang telah memberangkatkan umroh sang guru ngaji sederhana tetangga teman saya itu. Dan untuk kita, semoga selalu ada hikmah pelajaran pada setiap kejadian jika saja kita mau menelitinya lebih jauh. 

Semoga kejadian ini menyadarkan kita bahwa ungkapan "tidak ada makan siang gratis" yang semakin sering didengar itu sebenarnya bukan berasal dari negeri ini, karena kalau di negeri ini, "jangankan makan siang, umroh gratis saja ada kok".

Wassalam.