5 Menu Breakfast


Breakfast, buka puasa, sudah empat kali/hari kita melakukannya di Bulan Ramadhan ini. Tentu menu breakfast ini berbeda dari breakfast harian yang rata-rata Orang Indonesia memakan nasi seperti nasi goreng, nasi kuning, nasi putih dan telur ceplok. Kadang pula memakan roti dan kudapan. Breakfast Ramadhan ini selalu menarik karena menu-menunya khusus terutama penghilang dahaga. Karena kan jarang banget kita break the fast *tsaaaaah* langsung makan makanan berat kayak besi panggang atau batu rica-rica atau tower Telkoms*l bumbu kecap.

Baca Juga: 5 Heroes

Jadi, apa menu buka puasa di rumah kalian selama empat hari ini?

Kalau di rumah saya sih ... 

Setiap kali buka puasa saya pasti sendirian. Sesekali saja ditemani Indra. Soalnya, biasanya setiap kali buka puasa itu si Thika masih kuliah sehingga dia buka puasanya di kampus (bawa bekal dia dari rumah), dan Indra buka puasa di kantor atau di luar rumah karena terbentur jam kerja. Tidak ada jadwal buka puasa ramai-ramai kayak dulu. Sebenarnya saya tidak sendirian karena ada Mamatua, tapi kan Mamatua tidak ikut puasa karena usia (diganti dengan membayar fidyah) sehingga pas buka puasa ya saya baca doa sendiri ya buka puasa sendiri. Pas waktu lowong segera tadaruz karena pengen bisa khatam lagi.

Jadi menu buka puasanya apaaaaaaaa!?

Ada lima menu buka puasa di rumah kami yang tidak pernah terlewatkan. Baik buka puasanya saya sendirian atau bareng Indra (sesekali) dan bareng Thika (Jum'at dan Sabtu dia tidak kuliah). Lima menu buka puasa itu adalah:

1. Minuman (teh botol, kopi susu).
2. Kolak (ketan hitam, kolak ubi, kolak pisang).
3. Risol.
4. Pastel.
5. Kue Jongko.

Dan rata-rata semua dibeli! Kemarin hari pertama puasa si Thika dan temannya Enu membikin kolak pisang mutiara. Bayangkan sampai tadi sore saya harus keluarkan kotak tempat kolak itu dari kulkas dan masih ada isinya. Amboi ... begitulah nasib kalau membikin sendiri kolak. Bikin sedikit, nanggung. Bikin banyak, kebuang. Hiks. Si Indra juga tidak terlalu suka kolak. Rencananya kolak itu kalau banyak mau dibagi ke tetangga tapi lupa terus. Itulah sebabnya kami lebih sering membeli takjil ketimbang membikin sendiri.

Teh botol atau minuman kotak semacam Buavita itu sudah pasti punya Indra dan Thika, sedangkan kopi susu pasti untuk saya hehe. Kalau tidak minum kopi susu bisa koplak kepala saya. Risol dan pastel merupakan favorit serumah dan pasti ada setiap hari. Dibeli di tempat langganan yang nanti bakal saya ceritakan. Harganya cuma 1K per buah dan rasanya enak. Sudah tahu kan rasa makanan bagi saya itu hanya dua: enak dan enak sekali. Hehe. Bagaimana dengan kolak? Siapa yang suka, silahkan pesan supaya dibelikan. Sama juga dengan ketan hitam. Tapi urusan ketan hitam dan kue jongko ini memang musuh besarnya saya; maksudnya saya adalah pecinta berat ketan hitam dan kue jongko, terutama jika ketan hitamnya dicampur es batu. Sadap parskali.

Itu dia lima menu buka puasa terfavorit yang selalu, pasti, ada di rumah kami. Menu tetap alias di luar menu hantaran kakak-kakak hehe.

Baca Juga: 5 Swafoto Terfavorit

Bagaimana dengan kalian, kawan? Bagi tahu yuk di komen :)




Cheers.