#PDL Kubur Batu di Lamboya



#PDL adalah Pernah DiLakukan. Pos #PDL merupakan cerita ringan tentang apa saja yang pernah saya lakukan selama ini.

***

Menulis ini karena saat ini saya kembali tergabung dalam Panitia Tim Promisi Uniflor (Uniflor: Universitas Flores). Sebuah tim yang dibentuk dan diberikan SK khusus. Bisa bertindak khusus? Tergantung kebutuhan. Hahaha.

Baca Juga: Bikin Video Lip Sync

Apa Itu Tim Promosi Uniflor?


Bukankah Uniflor sudah punya website sendiri dan aneka akun media sosial? Kenapa harus ada tim khusus ini? Karena tim khusus ini lebih 'mengjangkau' masyarakat. Karena, tidak semua murid SMA dan orangtua yang menggunakan internet dan media sosial. Karena, kalaupun mereka menggunakan internet dan media sosial, belum tentu ragam e-poster yang dibagikan itu terlihat dan terbaca oleh mereka. Karena, seperti kata saya waktu masih kerja di radio, iklan adlip lebih pamungkas dari iklan rekaman.


Foto di atas adalah foto-foto ketika saya melakukan promosi Uniflor di Pulau Sumba tepatnya di Kabupaten Sumba Barat dan Kabupaten Sumba Tengah.

Siapa-Siapa Saja?


Ada dosen. Ada karyawan, atau di Uniflor lebih sering disebut pegawai. Istilah lainnya, ada tenaga pendidik dan ada tenaga kependidikan. Mereka-mereka yang dilihat mampu berbicara di muka publik dengan magnet yang lumayan kuat untuk menarik minat murid SMA khususnya yang duduk di kelas tiga. Tapi umumnya dosen dan pegawai Uniflor itu pasti mampu berbicara di muka publik karena setiap hari selalu berhadapan dengan (ribuan) mahasiswa.


Foto di atas bukan saya sedang menari loh hahaha. Tapi sedang menjelaskan tentang Uniflor kepada audiens. Cie. Dan cara pertama yang saya pakai adalah menanyakan apakah mereka kenal Rapper Family Clan sebuah grup rap dari Ende? Saya masih ingat betul waktu itu komunikasi langsung berjalan lancar gara-gara banyak dari mereka yang mengidolakan Rapper Family Clan. 

Ke Mana Saja?


Ini yang menarik. Tim Promosi Uniflor dikirimkan ke titik-titik di Pulau Flores. Kami menyebutnya Barat, Timur, Kota, Utara. Hanya pada tahun 2015 saja tim promosi ini menjelajah Pulau Sumba. Saya selalu suka bilang: nantikan kami di sekolah kalian ya!

Apa Kaitannya Sama Pos Ini?


Tahun 2015, seperti yang sudah kalian tahu dari cerita dan tulisan di atas, saya dan lima dosen lainnya (kelimanya laki-laki, jadi saya perempuan seorang dan pegawai seorang haha) berangkat ke Pulau Sumba untuk promosi Universitas Flores. Kami terbagi dalam tiga tim yaitu Tim Sumba Barat Daya, Tim Sumba Barat, dan Tim Sumba Timur. Dua tim pertama kemudian bergabung menuju Sumba Tengah untuk promosi kampus, lantas ke Sumba Timur untuk bersatupadu dengan tim lainnya dan menunggu waktu pulang ke Ende.

Saat berada di Pulau Sumba itu, kami sangat beruntung, karena sempat menyaksikan Pasola yang dilaksanakan di dua kabupaten yaitu di Kabupaten Sumba Barat Daya dan Kabupaten Sumba Barat. Ini fotonya waktu saya menyaksikan Pasola di Lamboya - Sumba Barat:


Baca Juga: #PDL Menjadi Hakim Anggota

Sehari sebelum Pasola (saat Pasola merupakan hari libur untuk kabupaten yang menyelenggarakannya) saya dan Pak As mengunjungi SMA di Lamboya. Dari SMA itu kami mampir ke bukit tempat kubur-kubur batu berdiri. Di Pulau Sumba, kubur batu dapat juga ditemui di daerah kota. Salah satunya seperti yang kalian lihat pada awal pos. Pemandangan di Lapangan Lamboya (tempat Pasola berlangsung) sungguh luar biasa. 


Lamboya yang cantik, denga jalan tanah/pasir putih (saya lupa menanyakan), dan hamparan bukit menghijau ... jadi mirip bukit-bukit di filem Teletubbies.



Dua foto di atas adalah foto bukit tempat kubur-kubur batu berdiri. Salah satunya yang ada sayanya donk hehe. Waktu mau difoto sambil saya memegangi kubur tersebut, dalam hati saya berkata: kakek, bapak, ibu, nenek, siapapun penghuni kubur ini, saya ijin buat foto, permisi ... Nah, setelah difoto saya masih melihat-lihat kubur batu lainnya dan mata saya menumbuk kubur batu yang tutupannya membuka. Astaga! Ini dia penampakannya:


Ada kain warna merah di situ. Yang lainnya bebatuan kecil, ada tulang juga kalau tidak salah sih hehe. Saya langsung berdiam diri dan berdoa untuk keselamatan mereka-mereka yang ada di dalam kubur-kubur batu di Bukit Lamboya. Karena tugas kita yang masih hidup adalah mendoakan mereka yang telah lebih dulu berpulang, tidak peduli apa agamanya, hehe. Menurut saya, kalau kalian tidak setuju, tidak masalah. Sayangnya waktu itu tidak ada penduduk lokal yang bisa saya tanya-tanya perihal kubur batu. Tidak masalah. Itu pertanda saya harus kembali ke sana untuk melakukannya *maunya!*.

Pernah, saya pernah begitu ... bagaimana dengan kalian?

Oia, jangan lupa bagi adik-adik yang duduk di bangku kelas 3 SMA, khusus area Pulau Flores dan sekitarnya, kuliah di Uniflor yuk! Kali ini saya kembali menjadi panitia Tim Promosi Uniflor yang bertugas di Kabupaten Ende, dan membantu area Mbay dan Mataloko.



Baca Juga: #PDL Piknik Setiap Minggu

Maaf, promosi di blog juga :D



Cheers.