Blog: Review Singkat Spreaker Studio buat Podcasting

Spreaker adalah salah satu alternatif untuk hosting podcast yang ada di luar sana selain Soundcloud, Mixcloud, Libsyn dll. Saya pernah coba Spreaker beberapa kali namun akhirnya masih memilih ke Soundcloud karena melihat lebih banyak teman-teman penyuka podcast dan juga podcaster di sana. Reaksi dari pendengar podcast saya juga lebih banyak di Soundcloud.

Namun saya baru tahu (telat tahu tepatnya) kalau Spreaker punya aplikasi keren yang dikenal dengan Spreaker Studio. Dengan aplikasi ini kita bisa mixing podcast secara langsung tanpa harus susah payah pakai software editing suara. Semuanya juga bisa dilakukan dengan mudah dari ponsel. Lebih hebat lagi, kita bahkan bisa live podcast dengan aplikasi ini.

Saya menemukan Spreaker Studio ini gara-gara mencari padanan aplikasi BossJock yang hanya tersedia di iOS. Saat mencari di Playstore, memang tidak ketemu, tapi Spreaker Studio ini malah muncul di pilihan pertama. Di bawah ini video ulasan singkat dari pengalaman memakai aplikasi keren ini yang saya install di ponsel Xiaomi Redmi Note 4 saya (Kalau layar video tidak muncul di bawah, tautannya ada di akhir artikel ini). Kesimpulan ada di bagian akhir artikel

 

KESAN MENGGUNAKAN APLIKASI SPREAKER STUDIO:

YANG OKE:

  • Keren dan sangat praktis! Apa sih yang sekarang nggak bisa dilakukan di ponsel? Aplikasi ini jelas sangat mempermudah produksi podcast di ponsel.
  • Bisa langsung diunggah ke website yang sudah disediakan oleh Spreaker tentu dengan pilihan versi gratis dan versi berbayar.
  • Cocok buat yang banyak menggunakan sound effect, musik dll. Ini mengingatkan saya pada soundpad.
  • Lebih oke lagi kalau menggunakan handsfree atau lebih baik lagi mikrofon tambahan.

YANG NGGAK OKE:

  • Hal pertama jelas dari segi biaya. Aplikasi ini hanya mengizinkan produksi podcast selama 15 menit per hari dan maksimum 5 jam, sementara versi berbayarnya ada beberapa alternatif yang bisa dilihat di sini. Ini saya sebut nggak oke walau hak Spreaker untuk melakukannya. Wong ini bisnis mereka hehe
  • Hasil rekaman tidak bisa disimpan ke ponsel. Hanya ada pilihan untuk menggunggah ke website Spreaker.com, walaupun kemudian bisa di share ke layanan lain seperti media sosial dan juga Soundcloud. Andai saja Spreaker menyediakan versi premium untuk aplikasi ini yang bisa di save ke ponsel. Pasti keren.
  • Entah kenapa aplikasi ini hasil rekamannya agak kecil, sehingga kita perlu agak lebih keras bersuara. Selain itu entah kenapa suara latar terekam dengan sangat keras. Jadi kalau merekam di luar ruangan, akan lebih bagus kalau pakai handsfree atau mikrofon tambahan sekalian. Kalau tidak suara kita akan kalah dengan latar. Awalnya saya pikir ini karena faktor ponsel. Tapi saya sudah coba di beberapa jenis ponsel dan hasilnya sama.

TAUTAN TERKAIT:

 

Salam,

Rane

Alat Podcasting Terbaik?

“Kamera paling bagus itu ya yang ada di tanganmu sekarang ini. Yang penting itu momennya, mas!” Jawaban itu saya dapat dari seorang fotografer senior saat masih kuliah dulu, ketika saya minta rekomendasi kamera yang bagus.

Saat itu saya tidak akan pernah menyangka kalau sarannya justru bisa saya sampaikan ke teman-teman yang bertanya soal alat untuk membuat podcast. Ya, terlepas dari berbagai alat rekaman canggih, menurut saya perangkat podcasting paling bagus itu justru ada di tangan Anda.

Nggak percaya? Coba buka handphone yang bisa jadi saat Anda baca artikel ini ada tidak jauh dari Anda, atau malah sedang dipakai untuk membaca artikel ini. Pandangi ia baik-baik. Itulah alat podcasting anda! hehe

Begini, rata-rata setiap ponsel punya aplikasi perekam suara standar. Sebagai contoh, saya sehari-hari lebih sering memakai Xiaomi Redmi Note 4 yang memiliki aplikasi perekam standar yang disebut “Recorder“.

IMG_0776-01

Aplikasi recorder ini lumayan bagus. Format filenya MP3 (dengan pilihan setting low, standard, medium) dan kualitas suara lumayan bagus meski tentu tidak sejernih kalau menggunakan alat rekam canggih, apalagi dilakukan di studio.

Punya iPhone? Wah apalagi ini. Alat rekam standarnya yang bernama “Voice Memo” malah bisa dipakai untuk editing sederhana.

Coba deh cek fitur aplikasi perekam suara di ponsel Anda. Coba juga cari di Playstore atau Appstore karena ada banyak sekali aplikasi perekam suara lainnya. Ini satu rekomendasi bagus.

Mau mulai podcasting? Tinggal rekam suara Anda dengan aplikasi itu dan tinggal upload ke layanan hosting audio seperti Soundcloud. Jadi deh podcasting.

Mau lebih keren lagi? Install software editing suara gratisan seperti Audacity, edit hasil rekaman Anda dan kalau mau masukkan musik pembuka dan penutup.

Mau contoh hasilnya? Selama bulan ramadhan saya pernah membuat podcast pendek hampir setiap hari yang semua direkam dengan ponsel. Silahkan dengar di sini.  Ada lagi seorang teman podcaster Indonesia, Iqbal Hariadi, yang juga sering menggunakan alat perekam suara di ponsel untuk podcastnya. Dengarkan podcast Iqbal di sini.

Oya, Iqbal juga akan jadi tamu episode 4 podcast Suarane. Dia akan ngobrol tentang podcastnya termasuk juga menyinggung soal soal alat-alat yang dipakainya.

Lantas bagaimana dengan alat-alat rekam canggih lengkap dengan mixer dan studionya sekalian?

Kenapa tidak? Tapi sebelum kita bicara itu, coba ajukan pertanyaan ini dulu kepada diri Anda: podcastnya mau bicara tentang apa? Buat apa?

Kalau bisa menjawabnya, baru deh kita bicara lebih lanjut tentang peralatan.

Percayalah, alat itu nomor sekian.

“Mau dipakai buat apa?” Itu pertanyaan yang jauh lebih penting daripada “Mau pakai alat apa?”.

Tertarik? Mari kita bicara. Saya dengan senang hati siap membantu ?

 

Salam,

RH