Episode Anchor: Cover-Coveran Ukulele Lagi..

Sejak sebulan terakhir ini gue mulai punya channel kedua yang isinya cemilan-cemilan podcast pendek. Ini tempat gue bebas bereksperimen menggodok ide-ide podcast baru sekalian juga menyalurkan hobi ngoceh. Waktu terbitnya juga¬†bebas tanpa aturan, kontennya pun semau gue. ūüėÄ

So inilah salah satu episode di mana gue kembali mencoba bikin cover lagu dengan ukulele setelah sekian lama berhenti. Kali ini yang jadi “korban perusakan” gue Akad dari Payung Teduh. Bisa didengarkan di browser dengan mengklik link ini, atau download aja aplikasi “Anchor” di sini dan cari ID akun gue: “Rane” atau dengar di player di bawah. Enjoy..

Podcast-podcast pendek gue yang lain ada di http://anchor.fm/suarane.

Disclaimer: Lagu Akad gue cover cuma buat hiburan ya, Daeng Is. Nggak ada maksud komersil kok. Suara gue mana komersil juga haha

Episode 04 ‚Äď Lagu Anak Zaman Old

 

Masih ingat lagu-lagu zaman anak-anak dulu? Ini kenangan beberapa lagu¬†dari masa kecil gue yang sampai sekarang masih nempel di kepala. Episode ini tidak sama sekali tidak dipersiapkan dan direkam secara spontan gara-gara ingin mencoba kembali aplikasi lama yang pernah saya ulas di episode 02 tahun 2017 bernama Anchor. Semua lagu direkam secara spontan dengan¬†iringan si “Tom,” ukulele kesayangan gue. Semoga berkenan.

Bisa didengarkan di player di bawah ini (Durasi: 28:56):



Tautan Terkait:

Catatan Teknis:

  • Episode ini aslinya direkam dengan menggunakan aplikasi platform audio Anchor. Satu lagi cara keren untuk siaran ala radio dan podcast melalui HP/ ponsel.
  • Berbeda dari biasanya, kali ini gue pakai mikrofon lapel, atau mikrofon jepit bercabang dua yang disambungkan ke hp Xiaomi Mi Max 2 agar bisa bebas bermain ukulele.
  • Lagu pembuka¬†dan penutup: Carpe Diem – Kevin MacLeod (Incompetech.com)
  • Hak cipta lagu yang dicover di episode ini semua ada pemiliknya. Saya hanya menggunakan untuk tujuan hiburan dan bukan tujuan komersil.
  • Gambar cover podcast ini diambil dari Pixabay.com karya Alexas-Fotos.

Tabik!

 

Bangkok, 28 Januari 2017.

Rane

 

Episode 03 ‚Äď Tentang Podcast di Indonesia

Hola! Lagi-lagi podcast yang ngomongin podcast. Segmen “In My Sok Tau Opinion” kali ini ngobrolin soal podcast-podcast Indonesia yang belakangan ini semakin rame. Ada beberapa podcast yang gue rekomendasi dan nanti juga akan gue rekomendasi lebih banyak lagi di episode selanjutnya. (Daftar podcast yang disebut di episode ini dan juga list aplikasi podcast player semua ada di bawah lengkap dengan tautan/ linknya.)

Shout out buat teman-teman podcast Indonesia, gue pinjem beberapa episode podcast kalian buat dicuplik di sini ya.

Selamat mendengarkan. Bisa didengar di player di bawah ini, atau mau dengar langsung di sini juga bisa.



Time Code:
Nggak ada waktu denger semua? Berikut ini indeksnya. Klik time code buat dengerin per-bagian.

  • 02:48 – Podcast itu apaan sih?
  • 06:11 – Apa saja kelebihan podcast?
  • 10:56 – Aplikasi-aplikasi buat dengerin podcast
  • 12:31 – Podcast-podcast Indonesia rekomendasi gue
  • 02:48 – Tips paling penting – menurut gue- untuk para Podcaster

 

List Aplikasi Podcast Rekomendasi Gue:

Catatan Teknis:

  • Episode ini direkam di luar (di kafe tepatnya) dengan aplikasi voice recorder bawaan Xiaomi Redmi Note 4. Gue pakai trik standar gue, yakni dengan menempelkan¬†HP di telinga seolah sedang menelepon. Gue biasa pakai cara ini karena pertama gue cenderung terdengar natural karena serasa ngobrol di telepon dan bukan di depan mikrofon. Alasan kedua, ini teknik anti-kepo dan tidak mengundang perhatian, karena orang akan melihat kita seolah sedang telepon saja hehehe
  • Editing dan Mixing dilakukan dengan Audacity Portable (Ini adalah versi portable dari Audacity yang bisa disimpan di USB Flash Disc dan dibawa kemana-mana. Kebetulan ini gue edit di laptop kantor di sela-sela makan siang. Kebetulan laptop kantor tidak memperbolehkan install aplikasi macam-macam. Jadi gue tinggal colok USB dan nyalain Audacity Portable haha
  • Oya, edisi ini tidak di levelling seperti biasa. Jadi volumenya agak kecil dari biasanya, tapi lumayan ballance lah…
  • Music used in this episode: “Carpe Diem” by Kevin MacLeod (incompetech.com) – Licensed under Creative Commons: By Attribution 3.0 License

Enjoy ūüôā

RH

Episode 02 ‚Äď Kepo Buku: Dari Panama Papers, Logical Fallacies sampai Laut Bercerita

Inilah episode perdana Segmen Kepo Buku yang melulu ngobrolin soal buku oleh tiga orang yang terpisah di tiga negara: Rane (Bangkok), Steven Sitongan (Ambon, Indonesia) dan Hertoto Eko (Singapura). Di bagian awal kita membicarakan secara singkat buku-buku apa saja yang sedang di baca, lalu masing-masing mencoba mengulas satu buku pilihan.

Kita juga akan bagi-bagi buku gratis (disponsori oleh Toko Buku Online Ksatria Buku.) Buku apa dan bagaimana caranya? Selengkapnya kepoin aja di podcast episode ini yang bisa didengarkan di bawah ini atau langsung ke Soundcloud di sini.



Episode ini berdurasi hampir satu jam, pas buat didengarkan di jalan pulang pergi kantor atau sekolah/ kampus. Tapi kalau mau dicemil sedikit-sedikit, silahkan di sini:

Bagian Pertama – Lagi baca buku apa aja?

Bagian Kedua – Buku pilihan Toto: Mastering Logical Fallacies: The Definitive Guide to Flawless Rhetoric and Bulletproof Logic – Michael Withey

Bagian Ketiga– Buku pilihan Steven: The Panama Papers: Breaking the Story of How the Rich and Powerful Hide Their Money – Bastian Obermayer & Frederik Obermayer

Bagian Keempat – Buku pilihan Rane: Laut Bercerita – Leila S. Chudori


Buku yang dibahas di episode ini:

Non Fiksi:

  • Hit Refresh: The Quest to Rediscover Microsoft’s Soul and Imagine a Better – Satya Nadella
  • The Mixer: The Story of Premier League Tactics, from Route One to False Nines – Michael Cox
  • The Panama Papers: Breaking the Story of How the Rich and Powerful Hide Their Money – ¬†Bastian Obermayer & Frederik Obermayer
  • Mastering Logical Fallacies: The Definitive Guide to Flawless Rhetoric and Bulletproof Logic – Michael Withey
  • God: A Human History – Reza Aslan
  • Post-Truth: How Bullshit Conquered the World – James Ball

Fiksi:

  • Dawuk: Kisah Kelabu Dari Rumbuk Randu – Mahfud Ikhwan
  • Ratu Sekop dan cerita-cerita lainnya – Iksaka Banu
  • Laut Bercerita – Leila S. Chudori

 

SPONSOR:

Episode Kepo Buku ini disponsori oleh Ksatria Buku (Silahkan lihat koleksi buku mereka di Tokopedia atau Instagram)

 

Tautan Terkait:

 

Catatan Teknis:

  • Karena durasi yang sangat panjang, saya bereksperimen dengan menyediakan pecahan-pecahan yang bisa¬†dicemil secara terpisah. Semuanya diunggah ke Soundcloud, namun tanpa menyertakan RSS karena sengaja agar tidak tampil di iTunes dan malah jadi membingungkan.
  • Musik pembuka dan latar:¬†Life of Riley¬†karya Kevin MacLeod (incompetech.com‚Äď recommended¬†buat yang nyari musik-musik bebas royalty¬†buat podcast)

 

Hak Cipta:

This episode of Suarane Podcast is licensed under a Creative Commons License.
Selamat menikmati!
-RH

Episode 01 ‚Äď Hidup Dalam Tempurung

Selamat Tahun Baru 2018! Episode pertama di tahun yang baru ini adalah segmen solo-podcast “In My Sok Tau Opinion“. Sebuah podcast yang sangat personal, agak subyektif dan sedikit kontemplatif.

Jadi gue baru saja nonton salah satu episode Ted Talk lama oleh seseorang bernama Eli Pariser dan lantas merasa menemukan jawaban atas kegalauan gue akhir-akhir ini melihat makin konyolnya kita adu rusuh di dunia online, bahkan juga sudah merambah offline.

Bisa didengarkan lewat player di bawah atau langsung ke soundcloud di sini.



Tautan Terkait:

*Disclaimer:

  • Podcast ini mengutip sebagian dari episode Ted Talk oleh Eli Pariser
  • Musik yang dicover di episode ini hak ciptanya ada pada pemiliknya dan saya cover bukan untuk tujuan komersil

Episode 14 ‚Äď Cetar Wars For Beginners

Sebuah usaha (yang sangat subyektif) untuk menjelaskan apa itu Star Wars, siapa saja tokoh-tokoh utamanya, dan bahkan penjelasan singkat setiap episode Star Wars berdasarkan urutan rilisnya, mulai dari Original Trilogy, Prequel Trilogy, sampai ke Sequel Trilogy (hanya sampai episode 7, Force Awakens, karena saat ini direkam episode 8 jelas belum nongol).

PERINGATAN: Ini episode podcast solo yang sangat panjang, terpanjang dalam sejarah Suarane Podcast sejauh ini. Mungkin bakal membosankan, tapi semoga bisa membantu untuk memahami bagi mereka yang selalu bertanya: Apa sih Star Wars itu? Tentu ini penafsiran yang sangat subyektif, yang dilihat dari sudut pandang “In My Sok Tahu Opinion,” tapi semoga bermanfaat. Kalau ada yang salah, ditunggu masukannya. Silahkan dengar episode selengkapnya dengan mengklik player di bawah ini atau dengar langsung di Soundcloud. Semoga bermanfaat.



Panduan Mendengarkan:

Saking panjangnya episode podcast solo ini, berikut time code episode ini buat yang mau lompat-lompat atau tidak ada waktu mendengarkan secara utuh.

  • 00:00 – 02:57 – Pembukaan
  • 02:57 – 09:02 – Penjelasan umum tentang apa itu Star Wars, ¬†apa itu The Force, siapa pihak baik, pihak jahat, beberapa istilah yang digunakan
  • 09:02 – 14:13 – Tokoh-tokoh sentral dalam Star Wars serta beberapa pendukungnya.
  • 14:13 – 18:19 – Urutan film-film Star Wars
  • 18:19 – 32:11 – Ringkasan film-film Star Wars berdasarkan urutan rilisnya.
  • 32:11 – 37:55 – Penjelasan¬†subyektif kenapa Star Wars itu menarik + Penutup

?

Catatan Teknis:

  • Episode ini sebenarnya sederhana saja secara teknis karena hanya solo podcast, tapi yang menantang dari segi editing adalah karena menyertakan cuplikan-cuplikan dari film Star Wars.
  • Yang menantang juga adalah karena saya harus menyingkat episode ini dari rekaman aslinya yang mencapai satu setengah jam hingga menjadi sekitar 37 menit. Maklum rasanya banyat banget yang pengen diceritain soal Star Wars ini. *subyektif mode* ?
  • Saya juga¬†masih ditemani ukulele setia untuk musik pembuka dan penutup yang merupakan cover version dari theme song Star Wars.
  • Cover theme song Star Wars versi utuh ada di Instagram saya. ?

*Disclaimer (1): Episode ini bukan penjelasan resmi. Hanya penjelasan dari seorang penggemar, dan tidak ada sangkut pautnya dengan Walt Disney Studios maupun Lucas Film (Baca: BUKAN BUZZER hehehe)

*Disclaimer (2): Hak Cipta cuplikan audio dari film Stars wars serta theme song Star Wars yang dicover dengan ukulele untuk episode ini sepenuhnya milik komposer aslinya, dan di cover di episode ini murni untuk tujuan non komersial.

Blog: Levelling Suara dengan Levelator

Suara yang tidak level pastinya sangat mengganggu orang untuk menyimak podcast kita. Baru-baru ini saya dapat tips keren dari seorang teman podcaster untuk levelling suara hasil rekaman. Software ini begitu sederhana tapi terbukti sangat ampuh, daripada melakukan levelling secara manual. Bisa diunduh gratis di http://conversationsnetwork.org/levelator (Windows, OS dan Linux)

Video berikut ini mencoba menjelaskan proses menggunakan levelator yang sebenarnya sangat amat sederhana. Hanya drag and drop saja kok. Di paruh kedua ada sedikit tips untuk memaksimalkan hasil levelling dengan levelator ini. Semoga bermanfaat untuk teman-teman podcaster. Punya tips lain? Ayo dong bagi-bagi dengan podcaster lainnya.

(Jika video di bawah tidak muncul bisa dilihat langsung di Youtube) -rh-

Catatan Teknis:

  • Video ini direkam dengan Xiaomi Note 4
  • Diedit dengan aplikasi QUIK di Android. Mohon maaf jika tidak stabil gambarnya. Idealnya sih memang pakai screen recorder. ?
  • Foto ilustrasi dan wallpaper di komputer dari Pixabay.com

Blog: Perabotan Podcast

Hola! Banyak yang tanya memangnya podcast Suarane itu pakai alat apa saja sih? Oke, saya memang pernah bilang bahwa alat podcast terbaik itu adalah apa yang ada di tangan kita, dan itu saya sendiri sudah membuktikan. Namun sejak kerja di radio dan juga memulai podcasting, saya juga mencoba investasi beberapa alat, mulai dari yang paling sederhana sampai ke yang -agak- canggih, mulai dari ponsel sampai digital recorder, mulai dari software gratisan sampai berbayar. Bisa dilihat di video di bawah ini atau nonton langsung di Youtube. Enjoy!

Alat Podcasting Terbaik?

“Kamera paling bagus itu ya yang ada di tanganmu sekarang ini. Yang penting itu momennya, mas!” Jawaban itu saya dapat dari seorang fotografer senior saat masih kuliah dulu, ketika saya minta rekomendasi kamera yang bagus.

Saat itu saya tidak akan pernah menyangka kalau sarannya justru bisa saya sampaikan ke teman-teman yang bertanya soal alat untuk membuat podcast. Ya, terlepas dari berbagai alat rekaman canggih, menurut saya perangkat podcasting paling bagus itu justru ada di tangan Anda.

Nggak percaya? Coba buka handphone yang bisa jadi saat Anda baca artikel ini ada tidak jauh dari Anda, atau malah sedang dipakai untuk membaca artikel ini. Pandangi ia baik-baik. Itulah alat podcasting anda! hehe

Begini, rata-rata setiap ponsel punya aplikasi perekam suara standar. Sebagai contoh, saya sehari-hari lebih sering memakai Xiaomi Redmi Note 4 yang memiliki aplikasi perekam standar yang disebut “Recorder“.

IMG_0776-01

Aplikasi recorder ini lumayan bagus. Format filenya MP3 (dengan pilihan setting low, standard, medium) dan kualitas suara lumayan bagus meski tentu tidak sejernih kalau menggunakan alat rekam canggih, apalagi dilakukan di studio.

Punya iPhone? Wah apalagi ini. Alat rekam standarnya yang bernama “Voice Memo” malah bisa dipakai untuk editing sederhana.

Coba deh cek fitur aplikasi perekam suara di ponsel Anda. Coba juga cari di Playstore atau Appstore karena ada banyak sekali aplikasi perekam suara lainnya. Ini satu rekomendasi bagus.

Mau mulai podcasting? Tinggal rekam suara Anda dengan aplikasi itu dan tinggal upload ke layanan hosting audio seperti Soundcloud. Jadi deh podcasting.

Mau lebih keren lagi? Install software editing suara gratisan seperti Audacity, edit hasil rekaman Anda dan kalau mau masukkan musik pembuka dan penutup.

Mau contoh hasilnya? Selama bulan ramadhan saya pernah membuat podcast pendek hampir setiap hari yang semua direkam dengan ponsel. Silahkan dengar di sini.  Ada lagi seorang teman podcaster Indonesia, Iqbal Hariadi, yang juga sering menggunakan alat perekam suara di ponsel untuk podcastnya. Dengarkan podcast Iqbal di sini.

Oya, Iqbal juga akan jadi tamu episode 4 podcast Suarane. Dia akan ngobrol tentang podcastnya termasuk juga menyinggung soal soal alat-alat yang dipakainya.

Lantas bagaimana dengan alat-alat rekam canggih lengkap dengan mixer dan studionya sekalian?

Kenapa tidak? Tapi sebelum kita bicara itu, coba ajukan pertanyaan ini dulu kepada diri Anda: podcastnya mau bicara tentang apa? Buat apa?

Kalau bisa menjawabnya, baru deh kita bicara lebih lanjut tentang peralatan.

Percayalah, alat itu nomor sekian.

“Mau dipakai buat apa?” Itu pertanyaan yang jauh lebih penting daripada “Mau pakai alat apa?”.

Tertarik? Mari kita bicara. Saya dengan senang hati siap membantu ?

 

Salam,

RH