Suarane Episode 9 – Susu, Telur dan Bubur Kacang Hijau Sang Jenderal

Episode 9, masih segment IMSTO (In My Sok Tahu Opinion) kali ini gue punya cerita tentang satu sosok penting dalam sejarah TNI yang bank mewarnai masa kecil gue dan membentuk image gue tentang tentara. Ini kado gue buat HUT TNI ke 72 hari ini.

Versi teksnya ada di sini: www.facebook.com/notes/rane-hafie…155837237522853/

Music used in this episode:
Carpe Diem by Kevin MacLeod (incompetech.com)
Licensed under Creative Commons: By Attribution 3.0 License

Cover image: Merdeka.com

Suarane Episode 8 – “Master Yoda, Raja Faisal dan Blues for Allah”

Episode ke 8 kembali ke segmen IMSTO (In My Sok Tau Opinion). Ini gue rekam outdoor hari Jumat dalam perjalanan pulang kantor. Isinya “dongeng” sok tau berjudul Master Yoda, Raja Faisal dan Blues for Allah. Enjoy..

Siapa bilang bikin podcast ribet? Pake handphone aja udah jadi kok. Masalah alat nomor dua. Nomor satu itu mau dipakai buat apa 🙂

Music used in this episode:
Carpe Diem by Kevin MacLeod (incompetech.com)
Licensed under Creative Commons: By Attribution 3.0 License

Suarane Episode 7 – Dari Radio, Podcast, ke Night School

Episode ke 7 ini berisikan review terhadap podcast “Night School” dari sebuah radio independen di Malaysia. Kali ini gue ditemani oleh Hertoto Eko Prasetyotomo (Toto), seorang profesional asal Indonesia yang bermukim di Singapura, seorang penggemar podcast dan juga pernah jadi penyiar radio di Indonesia.

Music used in this episode:
Carpe Diem by Kevin MacLeod (incompetech.com)
Licensed under Creative Commons: By Attribution 3.0 License

Suarane Episode 6 – Miss Boa on BBM

Ini segment baru podcast Suarane bertajuk BBM (Belajar Bareng Mputtt) yang merupakan bagian dari tugas homeschooling Neng Mput (putri saya) untuk belajar wawancara. Tugas pertamanya adalah mewawancarai guru lesnya yang juga mahasiswi S3 di Thailand. Enjoy

Music used in this episode:
Pixelland by Kevin MacLeod (incompetech.com)
Licensed under Creative Commons: By Attribution 3.0 License

Suarane Episode 5 – “Bang Memet”


Episode ke 5 ini gue sebut sebagai segmen IMSTO (In My Sok Tau Opinion) di mana gue beropini tentang suatu peristiwa yang sedang hangat jadi pembicaraan. Kali ini gue mau cerita tentang sosok bernama Bang Memet. Siapa dia? Apa pula hubungannya Bang Memet dengan tragedi Rohingya?

Behind the scene: Rekaman episode ini lebih gampang karena gue ngoceh sendiri dan minimal editing. Tapi tantangannya adalah karena direkam secara outdoor, di pinggir kali dekat rumah sehingga beberapa kali harus break karena ada suara perahu lewat dan itu terekam apa adanya.. Enjoy 🙂

Music used in this episode:
Carpe Diem by Kevin MacLeod (incompetech.com)
Licensed under Creative Commons: By Attribution 3.0 License

Suarane Episode 4 – Iqbal Hariadi

Laporan utama episode ke 4 ini ngobrol panjang lebar dengan seorang podcaster Indonesia, Iqbal Hariadi. Simak juga beberapa ulasan peristiwa yang lagi trend di media sosial kita dan satu rekomendasi keren untuk para pecinta podcast. Enjoy!

Music used in this episode:
Digital Lemonade, Pixelland, Carpe Diem by Kevin MacLeod (incompetech.com)
Licensed under Creative Commons: By Attribution 3.0 License
creativecommons.org/licenses/by/3.0/

___

Alat Podcasting Terbaik?

“Kamera paling bagus itu ya yang ada di tanganmu sekarang ini. Yang penting itu momennya, mas!” Jawaban itu saya dapat dari seorang fotografer senior saat masih kuliah dulu, ketika saya minta rekomendasi kamera yang bagus.

Saat itu saya tidak akan pernah menyangka kalau sarannya justru bisa saya sampaikan ke teman-teman yang bertanya soal alat untuk membuat podcast. Ya, terlepas dari berbagai alat rekaman canggih, menurut saya perangkat podcasting paling bagus itu justru ada di tangan Anda.

Nggak percaya? Coba buka handphone yang bisa jadi saat Anda baca artikel ini ada tidak jauh dari Anda, atau malah sedang dipakai untuk membaca artikel ini. Pandangi ia baik-baik. Itulah alat podcasting anda! hehe

Begini, rata-rata setiap ponsel punya aplikasi perekam suara standar. Sebagai contoh, saya sehari-hari lebih sering memakai Xiaomi Redmi Note 4 yang memiliki aplikasi perekam standar yang disebut “Recorder“.

IMG_0776-01

Aplikasi recorder ini lumayan bagus. Format filenya MP3 (dengan pilihan setting low, standard, medium) dan kualitas suara lumayan bagus meski tentu tidak sejernih kalau menggunakan alat rekam canggih, apalagi dilakukan di studio.

Punya iPhone? Wah apalagi ini. Alat rekam standarnya yang bernama “Voice Memo” malah bisa dipakai untuk editing sederhana.

Coba deh cek fitur aplikasi perekam suara di ponsel Anda. Coba juga cari di Playstore atau Appstore karena ada banyak sekali aplikasi perekam suara lainnya. Ini satu rekomendasi bagus.

Mau mulai podcasting? Tinggal rekam suara Anda dengan aplikasi itu dan tinggal upload ke layanan hosting audio seperti Soundcloud. Jadi deh podcasting.

Mau lebih keren lagi? Install software editing suara gratisan seperti Audacity, edit hasil rekaman Anda dan kalau mau masukkan musik pembuka dan penutup.

Mau contoh hasilnya? Selama bulan ramadhan saya pernah membuat podcast pendek hampir setiap hari yang semua direkam dengan ponsel. Silahkan dengar di sini.  Ada lagi seorang teman podcaster Indonesia, Iqbal Hariadi, yang juga sering menggunakan alat perekam suara di ponsel untuk podcastnya. Dengarkan podcast Iqbal di sini.

Oya, Iqbal juga akan jadi tamu episode 4 podcast Suarane. Dia akan ngobrol tentang podcastnya termasuk juga menyinggung soal soal alat-alat yang dipakainya.

Lantas bagaimana dengan alat-alat rekam canggih lengkap dengan mixer dan studionya sekalian?

Kenapa tidak? Tapi sebelum kita bicara itu, coba ajukan pertanyaan ini dulu kepada diri Anda: podcastnya mau bicara tentang apa? Buat apa?

Kalau bisa menjawabnya, baru deh kita bicara lebih lanjut tentang peralatan.

Percayalah, alat itu nomor sekian.

“Mau dipakai buat apa?” Itu pertanyaan yang jauh lebih penting daripada “Mau pakai alat apa?”.

Tertarik? Mari kita bicara. Saya dengan senang hati siap membantu 🙂

 

Salam,

RH

Suarane Episode 3 – Bangkok Rasa Lokal

Episode ketiga ini dibagi tiga babak.

Babak Pertama, ulasan tentang apa yang lagi ramai di media sosial kita satu atau dua pekan terakhir ini. Mulai dari kasus anaknya Pak Jokowi yang dilaporkan ke polisi karena dianggap melakukan ujaran kebencian dalam salah satu vlognya; kasus Julianto Sudrajat yang tiba-tiba menerima pesanan Go-Food yang tidak dia pesan, konon dikirim oleh cewek yang sakit hati padanya; sampai ibu istri Jenderal yang nampar petugas bandara.

Babak Kedua, rekomendasi podcast. Kali ini saya rekomendasikan satu lagi podcast Indonesia yang keren banget. Harus dengar episode ini untuk tahu apa rekomendasi saya. 🙂

Babak Ketiga, babak utama, adalah ngobrol-ngobrol dengan dua dari tiga penulis buku berjudul “Bangkok Rasa Lokal” yang baru-baru ini diluncurkan di Bangkok. Ini buku traveling yang menarik yang mengambil sudut pandang penduduk lokal, bukan sudut pandang turis.

Episode ini bisa didengar di Soundcloud di sini (bisa juga didownload dalam format mp3) atau dengarkan di bawah ini:


Catatan behind the scene:

  1. Wawancara dengan dua penulis “Bangkok Rasa Lokal” dilakukan secara spontan saat datang ke peluncuran bukunya di Bangkok Arts and Cultural Centre. Saya rekam dengan aplikasi sound recorder standar di ponsel Xiaomi Redmi Note 4 saya. Sangat bisa diandalkan untuk wawancara dadakan. Kualitasnya pun bisa pilih yang low (mp3, 75kbit/s), standard (mp3, 100kbit/s) dan high (mp3, 192kbit/s). Saya pakai setting high. (Siapa bilang podcast ribet hehe)
  2. Voice Over direkam menggunakan mikrofon Blue Snowball dan perangkat lunak andalan: Audacity. Catatan: Ini pertama kali saya merekam dengan Blue Snowball di laptop berbasis Windows. Biasanya di iMac. Entah, rasanya kualitasnya agak rendah. Kurang puas juga dengan atmosfir suaranya yang agak menggema karena direkam di ruang tamu yang luas.
  3. Editing, sudah pasti menggunakan Audacity, perangkat lunak open source yang dapat diandalkan.
  4. Musik latar, saya menggunakan tiga musik karya Kevin MacLeod di Incompetech.com: Digital Lemonade, Pixelland, Carpe Diem by Kevin MacLeod (incompetech.com).

    Lisensi musik:
    Licensed under Creative Commons: By Attribution 3.0 License creativecommons.org/licenses/by/3.0/

 

Playlist Lengkap Podcast Suarane Extra

Selama 30 hari di bulan Ramadhan saya membuat podcast singkat hampir setiap hari yang isinya pengalaman saat melakukan “puasa media sosial.” Ini semacam eksperimen pribadi untuk melakukan detox media sosial selama satu bulan. Kebetulan ini juga ini bertepatan dengan kepindahan kerja ke Bangkok, Thailand. Jadi sekaligus juga cerita-cerita tentang proses kepindahan tersebut. Podcast ini murni hanya ocehan spontan yang saya rekam dalam keseharian menggunakan sound recorder di ponsel. Hasilnya saya rangkum dalam playlist di bawah ini (atau bisa langsung akses ke playlistnya di soundcloud):