Arsip Kategori: Pernah Dilakukan

#PDL Mempromosikan Universitas Flores di Pulau Sumba


#PDL adalah Pernah DiLakukan. Pos #PDL merupakan cerita ringan tentang apa saja yang pernah saya lakukan selama ini.

***

#PDL Mempromosikan Universitas Flores di Pulau Sumba. Saat ini Universitas Flores (Uniflor) sedang dalam tahap mempromosikan kampus dan menerima pendaftaran calon mahasiswa baru. Pada saat seperti ini saya selalu teringat masa-masa menjadi tim promosi Uniflor. Salah satunya adalah pergi ke Pulau Sumba. Pulau sabana. Pulau berjuta kuda. Pulau dengan adat dan budaya yang sangat kental di setiap jengkalnya. Kalau ditanya apakah saya ingin kembali ke Pulau Sumba? Tentu! Tidak saja untuk menyaksikan kembali Pasola, tetapi juga untuk mengkesplor setiap sudutnya. Semoga.







Pernah, saya pernah melakukannya, dan ingin melakukannya lagi. Bekerja sambil #KakiKereta. Semoga Covid-19 lekas berlalu agar kita bisa jalan-jalan lagi. Amin YRA. Hehe.

#PDL



Cheers.

#PDL Sebagai Buruh Saya Selalu Menanti Tanggal 1 Mei

Credits: Canva.


#PDL adalah Pernah DiLakukan. Pos #PDL merupakan cerita ringan tentang apa saja yang pernah saya lakukan selama ini.

***

#PDL Sebagai Buruh Saya Selalu Menanti Tanggal 1 Mei. Saya pikir, kalian semua pun sama. Sama-sama senang mendapat tambahan tanggal merah satu hari, demi memperingati Hari Buruh. Kita pernah melakukan banyak pekerjaan (dalam hidup ini) dan kita patut merayakan kerja keras tersebut. Oleh karena itu, ijinkan saya mengucapkan Selamat Hari Buruh!

#PDL



Cheers.

#PDL Kegiatan Blogger Nusantara dan Berjuta Pengalaman


#PDL adalah Pernah DiLakukan. Pos #PDL merupakan cerita ringan tentang apa saja yang pernah saya lakukan selama ini.

***

#PDL Kegiatan Blogger Nusantara dan Berjuta Pengalaman. Jujur, saya rindu pada kegiatan-kegiatan yang mempertemukan para blogger dari seluruh Indonesia. Alhamdulillah pernah mengikuti kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan oleh Internet Sehat. Silahkan baca pos berjudul Berinternet Juga Ada Kode Etiknya dan Irisan 4; FGD2012 by Internetsehat. Berikutnya pernah mengikuti kegiatan Asean Blogger yang posnya bisa kalian baca Cerita 7 Tahun Lalu di Asean Blogger. Masih ada? Masih dong. Saya juga pernah mengikuti kegiatan Kopdar Blogger Nusantara 2012 di Makassar. Silahkan baca pos berjudul Cerita Cuti #7 Kopdar Blogger Nusantara 2012. Masih ada kegiatan-kegiatan lainnya tapi hari ini saya ingin mengenang kembali kegiatan di Makassar. Kopdar Blogger Nusantara 2012.

Baca Juga: #PDL Pernah Menikmati Masa Indah Bersama Walkman

Kopdar Blogger Nusantara 2012 diselenggarakan selama tiga hari yaitu 9 s.d. 11 November 2012 di Kota Makasar. 


Saya tidak menulis ulang, tetapi hanya ingin berbagi cerita bahwa ketika mengikuti kegiatan Kopdar Blogger Nusantara 2012 itu, banyak sekali pengalaman yang saya alami. Tidak hanya bertemu teman-teman blogger dari seluruh Indonesia, tetapi juga berbagai hal lainnya selain kegiatan utama.


Tahun 2012 itu saya mengantongi delapan tiket pesawat untuk serangkaian kegiatan baik tiket gratisan maupun tiket yang dibeli sendiri. Perjalanan itu dimulai dari:

Ende ke Kupang.
Kupang ke Jakarta (transit Surabaya).
Jakarta ke Yogyakarta.
Dari Yogyakarta naik travel ke Surabaya.
Surabaya  ke Kupang.
Kupang ke Ende.
Dari Ende naik travel ke Maumere.
Maumere ke Makassar.
Makassar ke Kupang.
Kupang ke Ende.

Pengalaman dan perjalanan terbanyak memang terjadi di tahun 2012. Sampai-sampai waktu tiba di Kota Ende hanya untuk bongkar-muat backpack, Mamatua bilang: Jadi Nona tiba hanya untuk kencing saja, terus pergi ke Maumere? Haha. Soalnya hari saya tiba di Kota Ende sekitar pukul 14.00 Wita, tiba di rumah untuk bongkar-muat isi backpack, lantas dijemput mobil travel untuk pergi ke Maumere karena tiket ke Makassar itu bertolak dari Maumere. Itu pun saat mobil travel menjemput, saya sedang makan ... terburu-buru.


Anyhoo, dari kegiatan Kopdar Blogger Nusantara 2012 saya jadi tahu Bandara Internasional Sultan HasanuddinWisma Kemensos di Jalan Perintis Kemerdekaan, Makassar, Gedung LAN Antang di Jalan Baruga tempat kegiatan berlangsung, berbagai komunitas seperti Komunitas Jalan-Jalan Seru Makassar, Komunitas Pecinta Anak Jalanan, Komunitas Makassar Berkebun, Tangan Di Atas Makssar, Komunitas Merajut Makassar, Komunitas Makassar Backpacker, Komunitas Cinematografi, hingga Lintas[dot]me.


Dari lini kuliner, saya juga merasakan nikmatnya Coto Makassar, Sup Konro, Mi Titi, hingga Saraba.

Kalau jalan-jalan, selain diajak Ucha makan Mi Titi di samping Carefour, kami juga diajak Rara dan teman-teman lainnya jalan-jalan ke Pantai Losari hingga Benteng Fort Rotterdam. Dan tentu, saya jadi tahu soal supir pete-pete! Iya, penasaran sama cuitan akun supir pete-pete di Twitter, jadilah saya mencoba menumpang pete-pete waktu hendak bertemu Ucha. Hehe.

Baca Juga: #PDL Dari Gantung Sepatu Sampai Terjebak Debu

Jujur, saya merindukan semua momen itu. Haha hihi sekaligus tambah pengalaman. Kapan lagi kalau bukan saat ketemu blogger dari seluruh Indonesia? Saya sering bertanya-tanya apakah saat ini masih ada kegiatan-kegiatan serupa yang dimulai dari Pesta Blogger itu? Atau ... saya saja yang kurang update? Mungkin saja kegiatan serupa masih terus dilakukan tetapi sayanya saja yang tidak tahu alias tidak diundang lagi. Ha ha ha. Tapi setidaknya kegiatan Kopdar Blogger Nusantara 2012 membikin saya mengantongi pula berjuta pengalaman! Kapan terulang lagi? Entah. Hihihi.

#PDL



Cheers.

#PDL Suatu Waktu Ketika Pergi Ke Ranca Upas di Jawa Barat


#PDL adalah Pernah DiLakukan. Pos #PDL merupakan cerita ringan tentang apa saja yang pernah saya lakukan selama ini.

***

Wikipedia menginformasikan: Ranca Upas atau Kampung Cai Ranca Upas adalah salah satu bumi perkemahan di Bandung, Jawa Barat, Indonesia. Terletak di Jalan Raya Ciwidey Patenggang KM. 11, Alam Endah, Ciwidey Kabupaten Bandung, dengan jarak sekitar 50 km dari pusat Kota Bandung. Memiliki luas area sekitar 215 Hektar, berada pada 1700 meter di atas permukaan laut, dengan suhu udara sekitar 17 °C - 20 °C. Sekitar area, oleh hutan lindung dengan beragam flora seperti Pohon Huru, Hamirug, Jamuju, Kihujan, Kitambang, Kurai, Pasang dan Puspa. Sedangkan fauna terdiri dari beragam jenis burung, serta beberapa satwa jinak lainnya.

Dan saya pernah pergi ke Ranca Upas. Dan, melihat foto di atas, saya pernah sebulat itu. Hahaha. Itu foto tahun 2010 saat menjadi salah seorang Petualang dari Ajang (Kompetisi) Aku Cinta Indonesia dari Detik.

#PDL
#Jum'at



Cheers.

#PDL Pernah Menikmati Masa Indah Bersama Walkman


#PDL adalah Pernah DiLakukan. Pos #PDL merupakan cerita ringan tentang apa saja yang pernah saya lakukan selama ini.

***

#PDL Pernah Menikmati Masa Indah Bersama Walkman. Saya sedang di rumah saja, dan suasana sedang hujan. Hujan kadang membawa saya pada memori masa lalu. Jadi ingat dulu sering sumbatin lobang hidung pakai tisu, sering banget nongkrong dan ngopi di kafe, sering sakit kepala kalau melihat Pohon Tua berantakan, sering jalan ke luar daerah tanpa perencanaan, sering melakukan hal-hal gila. Eh, sekarang sih masih sering melakukan hal-hal gila meskipun frekuensinya berkurang drastis. Maklum, sudah uzur. Haha.

Baca Juga: #PDL Komputer Pentium II Andalan yang Dimuseumkan

Dan hari ini saya terbawa pada masa SMP dulu saat pertama kali berkenalan dengan sebuah benda bernama Walkman. Anak-anak zaman sekarang belum tentu tahu soal walkman ini. Haha. Alhamdulillah saya pernah menikmati masa indah bersamanya.

Menurut Wikipedia, Walkman adalah pemutar audio kaset sebagai pemutar audio dan video portabel. Walkman mengubah kebiasaan mendengarkan musik, sehingga seseorang dapat mendengarkan musik di mana saja. Walkman dirilis pada tahun 1979 dengan nama Walkman di Jepang, dan disebut Soundabout di negara seperti Amerika Serikat, Freestyle di Swedia dan Stowaway di Inggris Raya. Peralatan ini dibuat pada tahun 1978 oleh enjiner audio Nobutoshi Kihara untuk mantan ketua Sony Akio Morita, yang ingin mendengarkan musik ketika perjalanan dengan pesawat terbang. Morita tidak menyukai nama "Walkman" dan meminta untuk mengantinya, tetapi dibatalkan ketika pelaksana yuniornya telah memulai penjualannya dengan nama Walkman, sehingga akan mahal ketika diganti.

Mengapa disebut Walkman, mungkin karena orang-orang yang sedang berjalan tetap dapat mendengarkan musik kegemaran mereka. Haha. Asli, itu cuma terjemahan lurus, menurut saya. Yang jelas saya punya Walkman pertama bermerek Sanyo, bukan Sony. Mendengarkan Walkman ini pun harus pakai headset. Kemudian saya dibelikan Walkman yang bisa didengarkan tanpa harus menggunakan headset. Masa SMP saya begitu indah. Hehe. Kaset pita di rumah kami itu diletakkan dalam peti kayu super besar dan kebanyakan memuat musisi kegemaran (alm.) Kakak Toto Pharmantara seperti Iwan Fals, Doel Sumbang, Koes Plus, Fariz RM, Def Lepard, dan lain sebagainya. Setelah itu, saya mulai membeli sendiri kaset pita penyanyi favorit seperti, Trio Libels, Cool Colours, Oppie Andaresta, Java Jive, Slank, Imanez, sampai kompilasi kayak Pesta Rap.

Coba bayangkan:

1. Suasana hujan.
2. Ngemil es puter + alpukat.
3. Pisang mentah digoreng.
4. Dengerin Walkman.
5. Baca Wiro Sableng.

Surganya anak SMP waktu itu!

Baca Juga: #PDL Merawat Bumi Merupakan Bagian dari Merawat Akal

Zaman Walkman kemudian memudar dengan adanya Discman. Pelan-pelan kaset pita sudah tidak ditemukan lagi di toko kaset, berganti CD dan VCD. Padahal saya paling senang sama sampul kaset pita karena pasti memuat semua lirik lagu dalam album tersebut! zaman CD, kemudian VCD, kemudian DVD, menyebabkan pembajakan terjadi tanpa ampun dan menyebabkan begitu banyak musisi merugi. Tapi, yang namanya zaman ... semakin canggih ... ya begitu itu.

Tapi yang jelas, saya pernah menikmati masa indah bersama Walkman. Bagaimana dengan kalian? Komen di bawah. Hehe.

#PDL
#Jum'at



Cheers.

#PDL Komputer Pentium II Andalan yang Dimuseumkan


#PDL adalah Pernah DiLakukan. Pos #PDL merupakan cerita ringan tentang apa saja yang pernah saya lakukan selama ini.

*** 

#PDL Komputer Pentium II Andalan yang Dimuseumkan. Zaman sekarang yang namanya desktop komputer masih menjadi primadona. Keberadaan laptop dan notebook belum sepenuhnya dapat menggeser desktop komputer. Di ruang kantor saya misalnya, setiap pegawai masing-masing dibekali satu desktop komputer. Di warnet-warnet misalnya, belum saya temui warnet yang menyediakan laptop. Tetap saja si desktop komputer menguasai arena. Bahkan di tempat usaha kakak saya Abang Nanu Pharmantara, C.V. Unit Print, meskipun tersedia laptop tapi urusan mendesain ini itu tetap saja mereka memakai desktop komputer. Oleh karena itu saya jadi ingat sama satu desktop komputer andalan yang dulu selalu menemani keseharian saya bekerja dan bersenang-senang, seringnya sih bermain game. Hehe. 

Baca Juga: #PDL Merawat Bumi Merupakan Bagian dari Merawat Akal

Ini bukan komputer pertama saya. Tapi yang jelas komputer ini kemudian diberikan oleh Kakak Toto Pharmantara (alm.) untuk mendukung kegiatan saya dalam dunia pekerjaan dan dunia kreatif. Saya tidak bisa mengingat spesifikasi lengkapnya selain Pentium II. Zaman itu, punya komputer Pentium II sudah hebat bukan main. Haha haha haha. Makanya si komputer selalu saya jaga dengan sebaik-baiknya. Bisa sakau saya kalau dia ngambek.

Pentium II ini kemudian tidak saja menjadi pusat tata surya pekerjaan saya, bermain game, atau menulis fiksi, tetapi kemudian menjadi andalan membikin musik-musik pertama Notes (Noel and Tuteh SideProject). Bersama sahabat bermusik paling setia, Noel Fernandez, kami membikin musik menggunakan Fruity Loop Studio a.k.a. FL Studio. Pertama-tama tentu harus ada lagunya terlebih dahulu. Proses kami mencipta lagu sangat sederhana. Bersenandung, bikin lirik awal, mencari kunci gitarnya. Setelah itu kami coba memainkan lagu tersebut sambil direkam sama alat perekam. Hasil dari alat perekam merupakan modal awal untuk membikin lagu di FL Studio.

Caranya?

Mudah.

Buka aplikasi FL Studio, mulai membikin loop drum terlebih dahulu. Teknisnya tidak saya jelaskan di sini ya. Yang jelas dengan membikin loop drum artinya kita mengisi drum untuk satu lagu utuh mulai dari kickdrum, sidekick, snare 2, snare 3 dan lain sebagainya. Setelah itu barulah gitar bass mengisinya (beda-beda track ya ini). Dilanjutkan dengan rythm dan melodi. Gila, saat itu untuk pertama kali kami mengenal FL Studio, belajar keras menguasainya, hingga terciptalah lagu-lagu Notes. Oh ya, tentu aksi terakhir adalah vokal. Dan kamar saya pada masa itu dipenuhi dengan gitar-gitar: gitar bass, dua gitar listrik, dan gitar akustik.

Seru. Tapi serunya justru pada saat kami kesetrum. Hahaha.

Jadi, komputer Pentium II itu sudah dimuseumkan dengan sebelumnya dibantu Alimin beberapa file dikopi. Alhamdulillah masih ada file yang bisa diselamatkan. Buat nostalgia. Foto, video, bahkan musik-musik awal Notes masih bisa diselamatkan. Horeeeee. Hehe.

Baca Juga: #PDL Nasi Bambu, Penghormatan Tuan Rumah Pada Tamu 

Meskipun sudah dimuseumkan, tapi secara pribadi saya harus mengucapkan terima kasih tak terhingga pada si Pentium II yang telah sangat membantu hidup saya di zaman megalitikum. Tanpanya, belum tentu saya bisa mencapai banyak hal pada masa sekarang ini. Melupakan si Pentium II artinya saya tergolong orang yang tidak tahu berterimakasih. Saya percaya, kalian semua juga punya kisah dengan barang-barang jadul yang sekarang dipandang sebelah mata tetapi dulu telah memberikan sumbangsih berharga dalam hidup.

Dan ya, pernah, saya pernah punya si Pentium II kesayangan. Bagaimana dengan kalian?

#PDL



Cheers.

#PDL Merawat Bumi Merupakan Bagian dari Merawat Akal


#PDL adalah Pernah DiLakukan. Pos #PDL merupakan cerita ringan tentang apa saja yang pernah saya lakukan selama ini.

*** 

#PDL Merawat Bumi Merupakan Bagian dari Merawat Akal. Saya bukan orang yang paling rajin berhubungan dengan tanaman/tumbuhan, tapi termasuk orang yang suka banget sama tanaman/tumbuhan. Meskipun, untuk tanaman sekelas bunga mawar, tidak telaten merawatnya. Hahaha. Eits, jangan salah, puluhan pot daun sop, cabe, dan tomat, pernah menjadi bagian hidup saya dan tetangga. Alhamdulillah, apa yang saya lakukan serta hasilnya dapat bermanfaat tidak bagi saya dan keluarga tetapi juga orang lain. Ingat nasihat Ali bin Abhi Thalib. Inti dari nasihat beliau adalah berbagi harta kekayaan. Daun sop juga termasuk harta kekayaan, ilmu pun demikian, itu pendapat pribadi saya. Hehe.

Baca Juga: #PDL BAT Dan Kelas-Kelas Blogging Yang Mereka Bangun

So, hari ini, pos singkat soal #PDL, saya cuma mau bercerita bahwa dulu di masa awal Flores Pecinta Alam (FLOPALA), Mapala-nya Universitas Flores (Uniflor), sering banget ikut kegiatan penghijauan. Ada yang kerja sama bareng Taman Nasional Kelimutu, ada pula atas inisiatif FLOPALA sendiri. Salah satunya adalah menanam anakan pohon di area belakang Kampus III Uniflor. Waktu itu hujan, tapi kami tetap menjalankan niat. Fotonya bisa kalian lihat di awal pos. Satu-satunya foto yang masih tersimpan di laptop.

Menanam pohon/tanaman/tumbuhan merupakan salah satu perbuatan merawat bumi. Siapa pun bisa merawat bumi misalnya dengan memperbanyak tanaman/tumbuhan, tidak membuang sampah di sembarang tempat, termasuk mengurangi penggunaan plastik dalam kehidupan sehari-hari. Apa yang saya tulis memang terlihat sepele, tapi percayalah, kalau dilakukan oleh seperempat saja penduduk bumi, luar biasa hasilnya. Kita tentu sudah jengah dengan segala macam kejadian pembakaran hutan, pencurian kayu/pohon, sampai biota laut yang mati terlilit sampah plastik. Sudah seharusnya kita semua berkewajiban merawat bumi, sebagai bagian dari merawat akal.

Apa kolerasi merawat bumi dengan merawat akal?

Sebagai satu-satunya makhluk ciptaan Tuhan yang dilengkapi dengan akal, sudah seharusnya manusia mampu menggunakan akalnya, perasaannya, dengan sebaik-baiknya. Tidak ada seorang pun yang akalnya 'jalan' mau membuang kasur bekas di got ketika hujan deras datang. Jika akalnya 'jalan' dia lebih memilih mendaur ulang kasur bekas itu, atau meletakkannya di pinggir jalan pada hari truk sampah datang mengangkut. Semua orang tentu tidak ingin bumi kehilangan paru-parunya. Meskipun tidak bisa menciptakan paru-paru utama, paru-paru kecil di rumah pun dapat menolong bumi yang semakin menua. Percayalah, ketika kita mulai merawat bumi, kita juga merawat akal.

Baca Juga: #PDL Pernah Menulis Begitu Banyak Puisi di Blog Puisi

Semoga pos #PDL hari ini bermanfaat, ya. Setidaknya mulai sekarang kalian juga mulai menanam daun sop. Hahaha. Banyak perkara sederhana, yang dipandang sepele oleh orang lain, namun sebenarnya itu bermanfaat. Mumpung weekend, ayo berkebun!

#PDL
#Jum'at



Cheers.

#PDL BAT Dan Kelas-Kelas Blogging Yang Mereka Bangun


#PDL adalah Pernah DiLakukan. Pos #PDL merupakan cerita ringan tentang apa saja yang pernah saya lakukan selama ini.

*** 

#PDL BAT Dan Kelas-Kelas Blogging Yang Mereka Bangun. Tepiiiii ... tepiiiii ... BAT(man) mau terbang! Whuuuzzzz. Hehe. Apa sih BAT itu? Eh, siapa sajakah BAT itu? BAT merupakan singkatan dari tiga nama yaitu Bisot, Anazkia, Tuteh. Kami bertiga adalah blogger yang awalnya bertemu di dunia maya, lantas berlanjut ke dunia fana. Sekarang, kami memang lebih sering bertemu di dunia maya karena jarak yang memisahkan sejak semula jadi. Hihi. Yaelah, menulis ini, kangen sama dua sesepuh itu semakin menjadi-jadi.


Adalah Kanaz (saya biasa memanggil Anazkia dengan Kanaz; Kak Anazkia) yang mengompori saya dan Om Bisot untuk mengajar blog. Lagi. Tapi ngajarnya beda, bukan langsung di depan audiens, seperti yang selama ini kami lakukan, melainkan melalui sebuah WAG (WhatsApp Group). Ajakan itu bersambut manis. Maka dibukalah sebuah kelas blogging bernama Kelas Blogging NTT. Peserta Kelas Blogging NTT adalah teman-teman dari seluruh Provinsi Nusa Tenggara Timur baik yang sudah punya blog maupun baru mau belajar/mengenal blog. Kelas ini ditujukan semula untuk teman-teman yang sama sekali tidak tahu tentang blog (from zero, Insha Allah, to hero), teman-teman yang sudah nge-blog tapi ingin tahu lebih dalam tentang seluk-beluk dunia per-blogger-an, dan teman-teman yang ingin berbagi pengalaman nge-blog. Bagi yang sudah nge-blog, mengikuti kelas sejak kelas pertama pasti membosankan. Bagaimana tidak bosan? Materi yang diberikan itu sudah mereka lakukan (kan sudah punya blog). Tapi di sini lah hebatnya Orang Indonesia. Toleransi harus dijunjung tinggi. Mereka bertahan mengikuti kelas dari minggu ke minggu tanpa protes.

Dari Kelas Blogging NTT, yang boleh dibilang sukses, berlanjut pada Kelas Blogging NTT Angkatan II. Karena semakin banyaknya permintaan teman-teman lain untuk mengikuti Kelas Blogging NTT maka kami memutuskan untuk memulai Angkatan II. Setelah melalui japri mereka menyetujui persyaratan untuk menjadi peserta Kelas Blogging NTT, termasuk waktu yaitu setiap Rabu malam, satuper satu peserta ditambahkan ke dalam WAG. Jumlahnya lumayan banyak: duabelas peserta. Itu pun satu pesertanya bakal ditambahkan kemudian karena kekhilafan saya. Iya, saya khilaf ... lupa menambahkannya, padahal dia adalah orang pertama yang daftar untuk Angkatan II. Haha. Untung orangnya tidak mengamuk.

Angkatan I - Senin - 21.00 Wita.
Angkatan II - Rabu - 21.00 Wita.

Lantas, apa saja kemajuan yang telah dicapai oleh para peserta Kelas Blogging NTT? Mari kita simak.

1. Membikin akun Gmail.
2. Membikin blog di Blogger.
3. Membuat tulisan/pos blog.
4. Mengenal dashboard.
5. Tata cara menggunggah foto/video.
6. Membuat halaman.
7. Mengelola komentar.
8. Mengelola side bar.
9. Menulis Kreatif (Blog).

Belum berhenti sampai di situ, lagi-lagi BAT beraksi membuka Kelas Blogging Online. Kelas Blogging Online, seperti namanya yang tidak ada embel-embel NTT, pesertanya berasal dari seluruh Indonesia. Tidak usah ditanya bagaimana serunya kelas tersebut. Rasanya selalu rindu menanti hari yang ditetapkan untuk kelas dimulai.

Setelah kelas-kelas blogging di atas, saya masih membuka kelas blogging yang isinya mahasiswa Universitas Flores (Uniflor). Bisa ditebak, mahasiswa-mahasiswa tersebut sebelumnya telah mengikkuti pelatihan blog bersama saya.  Namanya Kelas Blogging Tuteh. Di situ ada mahasiswa dari berbagai program studi seperti Prodi Pendidikan Sejarah, Prodi Pendidikan Fisika, Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, juga Prodi Pendidikan Ekonomi. Semuanya saya gabung jadi satu. Mereka boleh bertanya apa saja tentang dunia blog di WAG tersebut. Salah satu keinginan saya adalah agar mahasiswa lebih rajin menulis karena menulis merupakan kegiatan yang sangat bermanfaat, terutama untuk mahasiswa itu sendiri.

Selain membuka kelas blogging, saya pribadi juga menerima pesan WA pribadi dari orang per orang yang meminta bantuan membikin dan/atau ketika mereka mengalami kendala saat mengelola blog. Saya suka melakukannya, dan tentu apa yang disukai pasti dilakukan dengan ikhlas.

Baca Juga: #PDL Nasi Bambu, Penghormatan Tuan Rumah Pada Tamu

Salah seorang peserta Kelas Blogging NTT, Noviea Azizah, pada akhirnya melesat ke angkasa. Aktivis muda asal Kabupaten Nagekeo itu kemudian mengikuti berbagai kegiatan para blogger di Pulau Jawa. Ini menarik dan menyenangkan, bahkan sangat menyenangkan bagi saya pribadi yang mengikuti perkembangannya sejak awal. Selamat ya, Nov, pada akhirnya semakin banyak teman blogger yang dikenal, semakin rajin nge-blog, semakin menjadi bermanfaat bagi siapapun. Karena, apalah lagi yang bisa kita lakukan di dunia ini selain bisa bermanfaat baik bagi diri sendiri maupun orang lain? Tetap semangat!

Pernah, BAT pernah melakukan itu semua ... membuka dan membangun kelas-kelas blogging lewat WAG. Bagaimana dengan kalian? Bagi tahu yuk di komen.

#PDL



Cheers.

#PDL Bertemu Pom Bensin yang Dijual di Kabupaten Nagekeo


#PDL adalah Pernah DiLakukan. Pos #PDL merupakan cerita ringan tentang apa saja yang pernah saya lakukan selama ini.

*** 

#PDL Bertemu Pom Bensin yang Dijual di Kabupaten Nagekeo. Sebelumnya saya ingin mengucapkan alhamdulillah karena pos bertema #PDL, Pernah DiLakukan, masih bertahan sampai hari ini, hari ketiga di tahun 2020. Memangnya ada tema yang berubah. Iya, ada. Tema #RabuLima berganti menjadi #RabuDIY. Tema #KamisLima memang tidak berganti sepenuhnya dengan #KamisLegit tetapi diselang-seling sekehendak hati. Haha. Yang pasti tema harian ini turut membantu saya menulis blog setiap hari, turut mewujudkan keinginan saya menjadikan blog sebagai majalah pribadi. Insha Allah tahun 2020 ini semangat nge-blog tetap menyala seperti tahun-tahun kemarin.

Baca Juga: #PDL Dari Gantung Sepatu Sampai Terjebak Debu

Banyak sudah kisah #PDL yang saya tulis. Hari ini saya mau bercerita tentang perjalanan di awal 2019 kemarin saat mempromosikan Universitas Flores (Uniflor) ke SMA-SMA di Pulau Flores dan sekitarnya. 

Hari itu, bersama Thika, Cesar, dan Rolland, setelah mempromosikan Uniflor di tiga SMA dalam wilayah Kecamatan Aesesa, kami hendak memutar balik kembali ke Kota Mbay, Ibu Kota Kabupaten Nagekeo. Tujuan kami hanya satu: rumah makan! Maklum, perut sudah mulai merintih sedih. Perjalanan kembali ke Kota Mbay ditingkahi dengan gerimis manis yang hampir saja membikin kami menyerah. Lantas pemandangan itu terlihat. Sebuah pom bensin yang terabaikan seperti perasaan yang terabaikan begitu menarik hati. Fotonya bisa kalian pada awal pos. Iya, pom bensin itu dijual. Entah sekarang, setahun kemudian, apakah sudah ada yang membelinya atau belum.

Thika, Cesar, dan Rolland cuma bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah saya yang ngotot minta dipotret di depan pom bensin itu. Haha. Kapan lagi, coba? Foto itu, setelah diunggah ke media sosial, menuai komentar ini itu. Ada yang bilang: yang dijual itu yang sandaran kah? Hihi. Jelasnya saya bertanya-tanya kenapa sebuah pom bensin sampai dijual. Apakah karena merugi? Apakah karena proyeknya tidak berlanjut seperti pom bensin di Kabupaten Ende yang terletak di daerah Roworeke itu? Atau karena alasan lain? Padahal daerah tersebut cukup ramai dan jauh dari pom bensin yang ada di daerah Danga Kota Mbay. Entahlah.

Setelah foto di depan pom bensin yang dijual itu, kami melanjutkan perjalanan ke Kota Mbay. Iya, masih rumah makan menjadi tujuan utama. Sepanjang jalan disuguhi pemandangan persawahan hijau sungguh anugerah terindah. Tapi, pemandangan persawahan hijau jelas tidak mampu menambal perut yang rintihannya semakin menjadi.


Di depan Pasar Mbay bertemulah kami dengan Rumah Makan Mini Indah. Rumah makan ini a la masakan Padang begitu.


Alhamdulillah, sebagai pembuka segelas es teh manis cukup memuaskan dahaga dan lelah seharian perjalanan dari Kota Ende ke Kota Mbay yang dilanjutkan dengan promosi Uniflor ke SMA-SMA. Makan beratnya? Ada dooong. Haha. Ayam goreng, karena saya pecinta Upin Ipin, tentu menjadi rebutan cacing-cacing perut yang sebelumnya khidmat konser lagu-lagunya Linkin Park.

Baca Juga: #PDL Nasi Bambu, Penghormatan Tuan Rumah Pada Tamu

Pernah, saya pernah begitu. Memanfaatkan momen perjalanan dengan sebaik-baiknya. Salah satunya dengan jeli memerhatikan keadaan sekitar dalam perjalanan itu, agar tidak kehilangan kesempatan mengabadikan segala sesuatu yang unik, aneh, ajaib, yang mungkin terlewatkan oleh orang lain. Atau, orang lain tidak berselera memotret sebuah pom bensin yang dijual karena menurut mereka tidak ada faedah. Tapi bagi saya, semua pasti berfaedah. Buktinya, foto itu menjadi bekal pos #PDL hari ini. Dan, kalian jadi tahu ceritanya.

Bagaimana dengan kalian? Pernah begitu juga? Bagi tahu yuk di komen!

#PDL



Cheers.

#PDL Pernah Menulis Begitu Banyak Puisi di Blog Puisi


#PDL adalah Pernah DiLakukan. Pos #PDL merupakan cerita ringan tentang apa saja yang pernah saya lakukan selama ini.

*** 

#PDL Pernah Menulis Begitu Banyak Puisi di Blog Puisi. Saking alay-nya sampai-sampai saya begitu malu mengakui blog yang satu ini, hahaha.

http://puisituteh.blogspot.com


Baru hendak saya sentuh lagi meskipun tidak bisa intens seperti blog lainnya. Template-nya kembali ke template klasik punya Blogger, itu pun masih harus saya utak-atik tata letaknya. Entah kenapa hari ini saya malah fokus pada blog puisi. Mungkin karena tadi saya mendadak menulis puisi ala ala Eko Poceratu yang inspiratif itu! Sumpaaaaah, Eko, aku padamu!

Oh ya, ini puisi terbaru saya:

Cinta Bukan Untuk Main-Main

Kemarin ja'o baca de pung status WA
"Tidak Pernah Dihargai"
Ja'o langsung tertawa
Karena, kapan de pernah menghargai?

Ja'o pukul mundur ke Bulan September
Waktu de datang bawa rayuan seember
Belum apa-apa de su umbar
Cinta, de koar-koar

De belum tahu ja'o tapi su bilang cinta
Ja'o belum tahu de tapi layani de pung cinta
De sadar de pung cinta itu palsu
Dan, ja'o tahu

De pung irama macam orang menari gawi
Ada hentakan ke bumi, ada tarikan kaki kembali
De muncul, de hilang, macam orang belajar berenang
Ja'o tahu, tir lama de pasti menghilang

Ja'o pukul mundur ke Bulan November
Waktu de 'telanjangi' de pung ego
Aduh sayang e, de macam anak kober
De pikir de su paling jago

He, ja'o kastau e ...
Ko bukan apa-apa
Duduk diam di situ e ...
Belajar jadi manusia

Karena, cuma manusia yang bikin cinta bukan untuk main-main.

Aiah ...



Cheers.