Beda Pilihan Itu Ngga Bikin Kita Bermusuhan


Pesta Demokrasi atau Pemilihan Umum (Pemilu) sebentar lagi akan dilaksanakan. Seperti edisi sebelumnya di 2014 dan 2009, pemilu kali ini akan memilih wakil kita di MPR dan DPR dan Pemilihan Presiden. Yang berbeda dari pemilu sebelumnya adalah pemilu legislatif dan pilpres dilakukan bersama-sama dalam satu waktu yaitu 17 April 2019. Loh bukannya 9 April ya? Hehehe kalau itu kan edisi yang lalu loh. 

"Man, kamu pilih yang mana?" 

"Kenapa sih nanya-nanya?"

"Aku pilih partai A."

"Aku pilih partai B."

Setelah percakapan tersebut, teman saya hilang dan tidak pernah bercakap-cakap lagi. 

"Kamu pilih A atau B?"

"Aku pilih A."

"Yah kita ngga sama, aku pilih B."

Lagi-lagi setelah percakapan tersebut kita berjauhan dan tidak saling menegur sapa sama sekali. 

Dua kejadian tersebut bisa saja terjadi sama kita. Bahkan jika sudah berlebihan akan menimbulkan keresahan dan kekerasan secara fisik. Saya sebagai warga negara sangat menyayangkan kalau terjadi upaya-upaya melakukan tindakan yang menimbukan keresahan dan kerusuhan. Beda pilihan sih boleh aja, tapi ngga bikin kita bermusuhan.  


Sebagai bagian dari seorang yang memiliki pengaruh di jagad maya, saya berupaya senetral mungkin dan tidak terpengaruh dengan isu-isu ataupun berita yang sangat meresahkan akhir-akhir ini. Hoax sepertinya sudah menjadi sarapan pagi bagi masyarakat. Sebagai warga kita harus memiliki cara untuk mencegah hoax itu merajalela. Saya ingin membagikan bagaimana cara menangkal hoax dengan mudah. 

Jangan Percaya Begitu Saja

Kadang-kadang kita terlalu mudah percaya dengan berita yang belum terbukti kebenarannya, dan yang paling fatal adalah kita langsung mempercayai tanpa mencari sumber berita yang valid terlebih dahulu. Biasanya di grup WA banyak sekali yang menyebarkan info tersebut. Hati-hati dengan kebenaran berita tersebut.

Cek Sumbernya

Kita kadang melewatkan sumber berita yang disebarkan tersebut, sebagai pengguna social media yang baik, perhatikan sumber beritanya, apakah dari media yang kredible atau malah sebaliknya. 

Cari Informasi Di Media Lainnya

Apakah berita tersebut sudah beredar luas di masyarakat dan diberitakan di media-media lainnya? Jangan sampai kita malah menyebarluasakan berita yang belum tentu kebenarannya.


Nah, untuk menangkal hoax dan isu-isu yang meresahkan masyarakat, beberapa waktu lalu saya menghadiri forum agar pemilu nantinya akan berjalan damai tanpa adanya perpecahaan di Jakarta Barat. Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Jakarta Barat, beserta jajaran 3 Pilar, Polres Jakarta Barat, Dandim 0503, Walikota Jakarta Barat, Kajari, ketua Pengadilan, Kakankemenag, Ketua KPUD beserta komisioner Kota jakbar, Ketua Bawaslu, Ketua FKUB Jakbar, beserta Tokoh Lintas Agama, Ketua MUI Jakbar, PGI ( Persekutuan Gereja Indonesia ), KAJ ( Keuskupan Agung jakarta ), Walubi ( Wali Umat Budha Indonesia), PHDI ( Parisada Hindu Darma Indonesia), MATAKIN ( Majelis tinggi agama Konghucu Indonesia) mengajak semua warga Jakarta Barat untuk tidak menodai proses demokrasi Indonesia, dengan cara-cara kampanye yang tidak tidak sehat, atau memecah belah bangsa yang kerap dilakukan sekelompok oknum di berbagai kesempatan  di tempat ibadah.

Secara bersama-sama, nantinya akan dipasang spanduk himbauan agar menolak tempat ibadah digunakan untuk kepentingan kampanye, menolak tempat ibadah untuk dijadikan penyebaran Isu Hoax, Sara dan radikalisme, demi terciptanya Pemilu 2019 yang damai, aman dan sejuk. Komitmen bersama ini diwujudkan dengan pemasangan spanduk di sejumlah tempat ibadah di Jakarta barat, yang diantaranya ada 860 Mesjid, 237 gereja, 1 Pura, 85 Vihara, totalnya ada 1183 tempat ibadah yang akan dipasang spanduk.


Semakin dekat dengan pemilu maka isu-isu dan hoax akan semakin merajalela, sebagai masyarakat tentunya kita harus bersikap netral dan tidak bereaksi emosional terhadap berita apapun. Kita memerlukan kampanye yang kreatif dan sangat dekat dengan masyarakat sehingga tidak terdapat perpecahan. Dan, partai politik serta capres cawapres dapat memberikan contoh yang baik kepada masyarakat dengan kampanye damai dan tidak saling memprovokasi. Dan, seluruh masyarakat pun bersikap supportif dan tidak saling bermusuhan hanya karena berbeda pilihan. 

Berbeda pilihan itu ngga bikin kita bermusuhan kan? Semoga pemilu nanti akan berjalan dengan lancar dan aman serta diperoleh pemimpin yang sangat mencintai rakyatnya dan menyejahterakannya. Amiiin.