Arsip Kategori: Paskah

The Passion of the Christ Filem Lama Yang Masih Menggetarkan

Credits: Wikipedia.

The Passion of the Christ Filem Lama Yang Masih Menggetarkan. Meskipun beragama Islam, saya tidak pernah membeda-bedakan karya seni baik musik maupun filem. Bagi saya karya seni adalah baik untuk dinikmati. Lahir dan besar di lingkungan mayoritas beragama Katolik justru membikin khasanah berpikir menjadi kaya. Karena di sini, toleransi antar umat beragamanya sangat tinggi. Tahun 2008 saat sedang berada di Jakarta, dan untuk pertama kalinya saya menonton sebuah filem berjudul The Passion of the Christ. Waktu itu filem ini ditayangkan di televisi pada Hari Jum'at yang oleh Umat Nasrani dikenang sebagai Jum'at Agung. Di rumah Kak Yon Wangu Wesio kami beramai-ramai menonton filem ini. Sumpah, saya sampai menangis meskipun sudah sering mendengar cerita dan pernah menonton filem tentang penyiksaan dan penderitaan yang dialami oleh Yesus Kristus hingga akhirnya beliau wafat.

Baca Juga: Eko Poceratu Nyong Maluku Yang Mendunia Melalui Puisi

The Passion of the Christ seperti menggambarkan secara nyata apa yang ada di benak saya tentang kejadian masa itu (dari apa yang saya dengar, bukan dari filem sebelumnya yang pernah saya tonton). Segalanya dipersiapkan dengan baik hingga filem ini sulit dilupakan setiap kali menjelang Hari Raya Paskah. Tidak heran jika filem ini kemudian mendapat tiga nominasi di Academy Awards ke-77.

Seperti apa filem ini?

Marilah kita cari tahu.

The Passion of the Christ


Bersumber dari Wikipedia, The Passion of the Christ merupakan filem drama epik buatan Amerika Serikat. Filem ini disutradarai oleh Mel Gibson. Lelaki ini memang hebat. The Patriot yang diproduksi tahun 2000 saja masih saya ingat sampai saat ini. The Passion of the Christ dibintangi oleh Jim Caviezel yang berperan sebagai Yesus Kristus. Menggambarkan penderitaan Yesus Kristus yang utamanya berdasarkan pada Injil Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes. Filem ini juga mengacu pada praktik keimanan seperti Jum'at Dukacita beserta karya tulis devosional yang lain, contohnya penampakan-penampakan terkenal Maria yang dikaitkan dengan Beata Anna Katharina Emmerick.

The Passion of the Christ secara khusus menceritakan dua belas jam terakhir kehidupan Yesus di dunia, dimulai dengan Penderitaan di Taman Getsemani, insomnia dan kedukaan Santa Perawan Maria, serta berakhir dengan suatu penggambaran singkat kebangkitan Yesus. Kilas balik sosok Yesus sebagai seorang anak kecil dan sebagai seorang pemuda dengan Maria ibu-Nya, memberikan Khotbah di Bukit, mengajar Kedua Belas Rasul, dan saat Perjamuan Terakhir, merupakan beberapa penggambaran yang paling penting. Pengambilan gambar filem ini dilakukan di Italia, semua percakapan menggunakan bahasa Aram, Ibrani vernakular, dan Latin, beserta dengan sub judul.

The Passion of the Christ telah menjadi kontroversi dan mendapat berbagai ulasan beragam hingga yang positif, dengan beberapa kritikus mengklaim bahwa kekerasan ekstrem dalam filem ini "mengaburkan pesannya". Filem ini mengalami kesuksesan besar, memperoleh pendapatan kotor sebesar $612 juta selama penayangannya di bioskop. The Passion of the Christ menjadi filem keagamaan dengan pendapatan kotor tertinggi dan filem bukan berbahasa Inggris dengan pendapatan kotor tertinggi sepanjang sejarah. Filem ini juga mendapat tiga nominasi di Academy Awards ke-77.

Menurut Mel Gibson, sumber bahan utama untuk The Passion of the Christ adalah kisah sengsara Kristus dalam keempat Injil kanonik. Filem ini mencakup peristiwa pengadilan Yesus di istana Herodes, yang hanya ditemukan dalam Injil Lukas. Banyak perkataan Yesus dalam filem ini yang tidak bersumber langsung pada Injil dan merupakan bagian dari suatu narasi Kristen yang lebih luas. Filem ini juga bersumber dari bagian Perjanjian Baru yang lain. Kalimat yang diucapkan oleh Yesus dalam filem ini, "Aku menjadikan segala sesuatu baru," dapat ditemukan dalam Kitab Wahyu.

Masih Menggetarkan


Meskipun filem lama, tapi The Passion of the Christ masih menggetarkan siapa pun yang pernah dan sedang menontonnya. Kenapa? Karena segala sesuatunya dipersiapkan dengan baik oleh Mel Gibson dan penulis lainnya bernama Benedict Fitzgerald. Sebelum menulis apalagi memproduksi filem ini, mereka membaca banyak laporan mengenai Kisah Sengsara Kristus sebagai inspirasi, termasuk tulisan-tulisan devosional dari para mistikus Katolik Roma. Salah satu sumber utama yaitu Dukacita Sengsara Tuhan Kita Yesus Kristus yang berisi visiun-visiun (penglihatan) dari stigmatis bernama Anna Katharina Emmerick (1774–1824) yang adalah seorang biarawati Jerman, sebagaimana ditulis oleh penyair bernama Clemens Brentano. Pembacaan dengan cermat atas buku Emmerick tersebut menunjukkan tingkat ketergantungan yang tinggi filem ini padanya.

Saya tidak bisa menggambarkan seperti apa filem ini sehingga masih menggetarkan siapapun yang pernah dan sedang menontonnya. Yang jelas filem ini begitu dahsyat dan luar biasa bagi saya. Karya seni yang gemilang dari Mel Gibson dan kawan-kawan. Bagaimana mereka mempersiapkan set lokasi pada waktu itu, pakaian yang dikenakan pada waktu itu, sandalnya (bahkan Yudas tidak memakai alas kaki saat mengkhianati Yesus Kristus / menerima uang), musik latarnya, dan lain sebagainya. Menggetarkan sekali saat terakhir Yesus Kristus disalib. 


Baca Juga: Jangan Suka Nyablak Karena Bicara Itu Ternyata Ada Seninya

Yang jelas, menonton filem The Passion of the Christ ini tetap bisa dipahami meskipun tidak ada terjemahan. Soalnya bahasa yang digunakan bukan bahasa Inggris. Bagi kalian, terutama teman-teman yang beragama Katolik yang belum menonton filem ini, ayo nonton. Ini karya jenius. Karya seni yang luar biasa. Filem ini, menurut saya, bahkan masih akan terus ditonton hingga puluhan tahun lagi!

#SabtuReview



Cheers.

5 Momen Paskah


Hari Raya Paskah jatuh pada hari Minggu, 21 April 2019. Berbeda dari Hari Raya Natal, suasana menjelang Paskah atau Pra Paskah sudah dimulai empat puluh hari sebelumnya, yang pada setiap Jum'at dikenakan puasa dan ritus Jalan Salib. Pra Paskah merupakan persiapan sebelum Minggu Suci atau Pekan Suci. Minggu Suci dimulai dari hari Minggu, 14 April 2019, yang dinamai Minggu Palma. Ada yang menyebutnya Minggu Daun-Daun. Minggu Suci ini berlanjut pada (Rabu Trewa - di Kota Larantuka), Kamis Putih, Jum'at Agung, Sabtu Santo, dan Minggu Paskah. Tanpa membaca dari sumber manapun saya tahu persis tentang hal ini karena saya tinggal di lingkungan dimana keluarga kami adalah satu-satunya Muslim. Bahkan jarak Gereja Kathedral Ende hanya tiga menit berjalan kaki dari rumah saya.

Baca Juga: 5 Patterns

Paskah merupakan hari tentang bangkitnya Yesus Kristus setelah disalib pada Jum'at Agung. Di Provinsi Nusa Tenggara Timur, Paskah dirayakan secara akbar di semua daerah, terutama di Kota Larantuka, Kabupaten Flores Timur dengan Semana Santa. Para peziarah datang dari penjuru dunia. Ada yang seorangan, ada yang berkelompok. Saya pernah menyaksikan Semana Santa di Kota Larantuka, pada tahun 2011, bersama seorang sahabat petualang bernama Acie. Kisah perjalanan itu bisa dibaca di pos Long Journey.

Entah dengan daerah lainnya, tapi kalau di Provinsi Nusa Tenggara Timur, semua sekolah dan institusi libur sejak Kamis sebelum Jum'at Agung. Kemarin, liburnya sudah dimulai dari hari Rabu bertepatan dengan momen Pemilu. Libur, siapa yang tidak senang? Tapi, libur yang tidak sampai dua minggu itu membikin kami tidak mungkin pergi terlalu jauh sampai ke luar tata surya, kuatir masih belum tiba di rumah saat waktu liburan usai. Iya, liburnya hanya sampai tanggal 22 April 2019. Rekomendasi tempat menghabiskan waktu libur Paskah bisa dibaca di pos 5 Tempat Berlibur Paskah di Flores.

Hari ini saya mau berbagi cerita dengan kalian tentang 5 momen (menjelang dan saat) Paskah yang terjadi di Pulau Flores. Yuk baca ...

1. Latihan Paduan Suara


Sejak memasuki masa puasa menjelang Paskah, setiap Hari Jum'at dilaksanakan Jalan Salib, termasuk juga di kantor saya, diikuti oleh teman-teman yang merayakannya. Selain itu, hampir setiap malam saya mendengar tetangga kompleks yang tergabung dalam 'lingkungan' latihan paduan suara. Latihan paduan suara atau koor untuk Misa di Gereja.

Salah satu gereja yang ada di Kota Larantuka. Di dekat gereja ini, berseberangan jalan, berdiri Patung Mater Dolorosa (Bunda yang berduka).

Menariknya mendengar teman-teman dan/atau tetangga latihan koor adalah kita jadi tahu prosesnya. Dari mengenal sebuah lagu, proses, hingga betul-betul fasih menyanyikannya dalam harmonisasi paduan suara.

2. Going Back East


Kembali ke Timur, kembali ke Kota Larantuka, sebagai kota pusat perayaan akbar Paskah yaitu Semana Santa dilaksanakan. Momen perjalanan ke Kota Larantuka merupakan sesuatu yang menyenangkan. Jalan sendiri maupun bersama teman-teman, mana-mana suka. Tahun ini banyak teman saya yang berangkat ke Kota Larantuka.

Patung Mater Dolorosa di Taman Doa Mater Dolorosa.

Saya sih pengen ke sana lagi untuk menyaksikan kemeriahan dan khidmatnya Jum'at Agung di Kota Reinha itu, tapi sayang ... Februari kemarin kan saya baru saja ke Kota Larantuka. Hiks. Kasihan Onif Harem kalau diajak jalan jauh terus-terusan.

3. Mencium Jubah Tuan Ma


Di Kota Larantuka, tepatnya di Kapela Tuan Ma, tersimpan patung besar Bunda Maria yang disebut Tuan Ma. Setiap tahun, umat setempat dan peziarah, akan pergi ke Kapela Tuan Ma untuk mencium jubahnya. Ritus ini dilakukan pada Jum'at Agung (pagi hingga siang hari) sebelum Prosesi Laut. Usai prosesi laut, Tuan Ma akan diarak menuju Gereja Kathedral.

Ritual mengarak Patung Tuan Ma menuju Gereja Kathedral untuk persiapan malam Jum'at Agung (Jalan Salib).

 Prosesi Laut.

4. Tablo

Tablo adalah treatikal Jalan Salib yang dilakukan pada Jum'at Agung. Tidak semua gereja melaksanakan tablo, tapi setiap tahun pasti ada tablo. Melaksanakan Jalan Salib dengan betul-betul melakukan apa yang dulu dialami Yesus. Ada pemuda terpilih yang akan memikul Salib dan disiksa layaknya yang dialami dulu oleh Yesus. Inilah perayaan Jum'at Agung.

5. Minggu Paskah


Dari pengamatan saya, Minggu Paskah merupakan perayaan kemuliaan atas bangkitnya Yesus. Di setiap kota di Kabupaten Ende, tidak ada yang terlalu istimewa dari Minggu Paskah, karena keistimewaanya terutama pada Jum'at Agung tadi. Tapi teteup lah di setiap rumah pasti ada acara makan-makan sekeluarga.


Menulis ini, bukan berarti saya yang paling tahu tentang momen-momen (menjelang dan saat) Paskah. Teman-teman yang beragama Katolik tentu lebih tahu. Saya menulisnya dari sudut pandang awam yang menyaksikan sendiri keadaan di sekitar tentang momen-momen Paskah ini.

Baca Juga: 5 Steps to Marriage

Bagaimana dengan kalian? Bagi tahu yuk di komen :)



Cheers.