Kegiatan Keren Uniflor Go Clean Let’s Reduce Reuse Recycle


Kegiatan Keren Uniflor Go Clean Let's Reduce Reuse Recycle. Panitia Panca Windu Uniflor 2020 sudah di-launching. Kemeriahannya bisa kalian baca pada pos berjudul Parade Budaya Membuktikan Uniflor Adalah Mediator Budaya. Rangkaian kegiatan Panca Windu Uniflor pun sudah terlaksana mulai dari sebelum panitia di-launching. Telah terlaksana beberapa kegiatan pre-event yaitu (1) Kuliah Umum bersama Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun, S.H., M.H., LLM. dengan moderator Agus Adi Tetiro dengan tema Membangun Potensi Diri Sebagai Mediator Budaya Mengawal Ideologi Melawan Radikalisme, Pancasila Dari Ende Untuk Nusantara telah diselenggarakan pada Sabtu (26/10/2019) di Auditorium H. J. Gadi Djou. (2) Misa, Shalat Jum'at, dan ziarah, dalam rangka launching Panitia Panca Windu Uniflor, Parade Budaya, opening ceremony, dan kegiatan olah raga EGDMC 2019 yang diselenggarakan pada Jum'at (1/11/2019).

Baca Juga: Konsep DIY Dari Brand-Brand Baru Wirausahawan Muda Ende

Usai di-launching, kegiatan pertama yang akan dilakukan oleh panitia keren ini adalah bakti sosial. Bakti sosial dilaksanakan di Kecamatan Ende Tengah dengan empat titik/kelurahan yaitu Kelurahan Onekore, Kelurahan Paupire, Kelurahan Potulando, dan Kelurahan Kelimutu. Tema yang diusung adalah Go Clean, Let's Reduce Reuse Recycle. Saya mendengar masih ada penambahan untuk menjadi 5R: Reduce, Reuse, Recycle, Redesign, Reimage. Kegiatan tersebut bakal dilaksanakan pada Jum'at, 8 November 2019, bertepatan dengan program Pemerintah Daerah Ende yaitu Jum'at bersih.

Bakti sosial itu nanti tidak saja berwujud aksi bersih-bersih tetapi juga mengajak masyarakat untuk mengurangi, memakai ulang, dan mendaur ulang sampah terutama sampah plastik. Untuk mengurangi, panitia bekerja sama dengan Dinas Koperasi untuk memperkenalkan rembi, tas/keranjang anyaman khas Ende kepada khalayak. Rembi ini terdiri atas dua, rembi untuk belanjaan kering dan rembi untuk belanjaan basah. Rembi merupakan produk DIY yang dibikin oleh para pengrajin yang ada di Kabupaten Ende. Untuk memakai ulang, tentu barang plastik seperti tas plastik dapat dipakai ulang, terutama tas plastik yang disediakan oleh supermarket. Kita bisa membawa tas plastik sendiri apabila pergi ke supermarket untuk berbelanja. Untuk daur ulang, itu yang akan menjadi bagian saya kelak, sedang menyusun draf-nya, dalam seminar dan workshop.

Pertanyaannya sekarang, apa hubungan antara kegiatan pada Jum'at lusa dengan tema blog hari ini yaitu #RabuDIY?

Marilah saya jelaskan.

Dalam perkara 3R kita tahu satu kata yang jelas merujuk pada konsep DIY yaitu recycle. Recycle atau mendaur ulang artinya kita mengolah sampah menjadi suatu barang bernilai ekonomi lebih tinggi. Misalnya mendaur ulang koran menjadi keranjang seperti yang sudah sering saya lakukan. Kebetulan dalam kepanitiaan saya diberikan kepercayaan untuk beberapa tugas dan salah satunya adalah edukasi sampah. Sudah saya konsepkan tentang edukasi sampah ini. Tidak hanya seminar tentang sampah tetapi juga workshop. Rencana saya, setiap peserta nanti wajib membawa sampah plastik yang nantik bakal langsung dipraktekkan untuk membikin barang daur ulang saat workshop

Saya pikir penjelasan di atas sudah cukup jelas, hahaha.

Yang pasti, untuk edukasi sampah ini nanti saya bakal menggandeng Komunitas ACIL yang sudah terbukti telah mengedukasi masyarakat tentang sampah serta pengelolaannya.

Bagaimana menurut kalian, kawan?

#RabuDIY



Cheers.

Parade Budaya Membuktikan Uniflor Adalah Mediator Budaya


Parade Akbar Ini Membuktikan Uniflor Adalah Mediator Budaya. Jum'at, mengawali Bulan November 2019, Universitas Flores (Uniflor) menggelar kegiatan launching Panitia Panca Windu Uniflor 2020 yang bertepatan dengan pembukaan turnamen sepak bola Ema Gadi Djou Memorial CUP (EGDMC) 2019. Rangkaian kegiatan Panca Windu Uniflor dibuka dengan Parade Budaya yang diselenggarakan besar-besaran dengan rute dimulai dari Kilometer 0 di Jalan Soekarno dan berakhir di Stadion Marilonga lokasi opening ceremony dan laga EGDMC dilaksanakan. Parade Budaya tersebut merupakan salah satu bukti dari visi dan/atau Uniflor menunjukkan dirinya sebagai mediator budaya. 

Baca Juga: Dari Kuliah Umum Sampai My Best Friend's Wedding

Seperti apa kemeriahannya? Cekidot!

16 Program Studi Menampilkan Yang Terbaik


Sesuai dengan namanya, Parade Budaya, maka enam belas program studi (prodi) yang ada di Uniflor telah berupaya menampilkan yang terbaik. Oleh panitia, setiap prodi diatur/dibagi berdasarkan etnis dan/atau kabupaten yang ada di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Pembagian ini tidak main-main, setiap prodi wajib menghiasi kendaraan yang rata-rata adalah pick up dengan ikon dari etnis yang sudah dibagi tersebut. Ada prodi yang mendapat jatah miniatur Gedung Rektorat Uniflor, ada pula yang mendapat jatah etnis dari seluruh Nusantara alias bukan dari etnis tertentu di Provinsi NTT. Selain pembagian jatah etnis, setiap prodi juga wajib mengikutsertakan mahasiswa/i sejumlah tujuh puluh lima, dosen, dan pegawai. Sebagian peserta mengenakan pakaian daerah dari etnis yang telah dijatahkan tersebut, sebagian lagi mengenakan kaos berwarna kuning.


Yaaaa sebagai Presiden Negara Kuning, saya akui bahwa tanggal 1 November 2019 menjadi moment pertama Hari Raya Kuningers. Hari Kemerdekaannya jatuh pada tanggal 12 Oktober. Haha.


Sungguh meriah Parade Budaya itu. Lihat saja, Prodi Ilmu Hukum dari Fakultas Hukum menampilkan ikon Kabupaten Manggarai Barat yaitu hewan komodo:

Komodonya yang di atas pick up, ya. Jangan salah fokus. Hahaha.

Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) menampilkan ikon ikan paus dari Kabupaten Pulau Lembata:


Prodi Sastra Inggris dari Fakultas Bahasa dan Sastra menampilkan kuda dari Pulau Sumba:


Prodi Pendidikan Biologi dari FKIP menampilkan gading yang merupakan ikon dari Kabupaten Flores Timur dan tentu saja ada jagung titi yang saya embat juga:


Prodi lainnya seperti Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia menampilkan Tarian Caci dari Kabupaten Manggarai, Prodi Agroteknologi selain menghias kendaraannya dengan berbagai hasil bumi pun menampilkan tarian modifikasi proses tanam pagi hingga panen, Prodi Teknik Arsitektur menampilkan miniatur Gedung Rektorat Uniflor, Prodi Teknik Sipil menampilkan topi Ti'i Langga khas dari Pulau Rote, dan lain sebagainya.


Pada beberapa titik penilaian yel-yel, yang dilombakan, beberapa prodi menampilkan atraksi tarian. Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia menampilkan Tarian Caci di titik penilaian puncak Jalan Sudirman:


Prodi Agroteknologi, seperti yang sudah saya tulis di atas menampilkan tarian modifikasi:


Dan Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar dengan tarian berburu paus. Khusus tarian berburu paus ini, juga dijelaskan dengan bahasa adat dan bahasa Indonesia bahwa paus yang diburu itu ada klasifikasinya. Paus yang tidak boleh diburu antara lain paus biru dan paus yang sedang mengandung.

Saya lihat, apa yang sudah dilakukan oleh setiap prodi ini memang sungguh luar biasa. Bagi saya pribadi. Artinya, tidak ada yang main-main atau tidak ada yang ala kadarnya di Uniflor. Semua bertanggungjawab untuk bisa memberikan terbaik dan maksimal.


Belajar dari itu.

Percayalah, seperti nasihat Bapa Asmady: segala sesuatu yang setengah-setengah tidak akan membawa hasil kecuali karena keajaiban saja. Segala sesuatu yang dilakoni sungguh, membawa hasil yang supa amazing. Seperti kegiatan kemarin. Supa amazing.

Opening Ceremony Dengan 1.750 Penari


Pukul 18.30 Wita, kegiatan opening ceremony dimulai di Stadion Marilonga. Stadion kebanggaan kami Orang Ende. Berawal dari parade enam belas prodi beserta tim/klub yang ikut berlaga di turnamen EGDMC 2019 dan menyanyikan lagu Indonesia Raya yang bendera-bendera dijaga oleh Resimen Mahasiswa (Menwa) Uniflor. Dilanjutkan dengan masuknya empa kain raksasa sebagai simbol empat penujur mata angin dan Tarian Caci. Usai Tarian Caci, dilanjutkan dengan tarian oleh 1.750 penari yang adalah mahasiswa/i Uniflor.

Credits: Youtube Komik Ende.

Credits: Youtube Komik Ende.

Para penari ini sungguh luar biasa. Mereka memakai pakaian daerah dan selendang/sarung tenun ikat diaplikasikan untuk ragam. Mereka dipimpin langsung oleh koreografer kondang Kabupaten Ende, yang telah berkiprah sampai tingkat internasional Rikyn Radja. Setelah itu kegiatan dilanjutkan dengan laporan Ketua Panitia Panca Windu Uniflor 2020 dan penekanan bel oleh Bupati Ende Bapak Djafar Ahmad.

Saya sangat menyukai laporan panitia oleh Mama Emi Gadi Djou tersebut. Cekidot!

Latar belakang kegiatan ini adalah Pancasila yang perlu dipahami sebagai kesadaran kolektif bangsa dan ungkapan tentang nasionalisme. Untuk itu diperlukan perubahan mindset serta moral bangsa dalam memahami nilai-nilai budaya yang gayut dengan perkembangan. Hal ini selayaknya dapat dipahami sebagai jati diri bangsa untuk mengisi rumah kita di dalam kerangka Negara Kesatuan yang berdaulat, sejahtera, dan berkeadilan sosial. 

Dalam kaitan tersebut, kiranya perlu dilakukan kajian dari beberapa poin yaitu (1) Beragam budaya bangsa Indonesia harus dikenalkan kembali sebagai jati diri bangsa. (2) Pendidikan bangsa perlu diingatkan sebagai hakekat tujuan dari semangat Pancasila yakni mencerdaskan kehidupan bangsa untuk meningkatkan daya saing bangsa dan terwujudnya kesejahteraan bangsa tanpa melupakan kebudayaan yang dimiliki. (3) Peran serta Universitas Flores, masyarakat Kabupaten Ende, dan masyarakat pada umumnya serta para alumni sebagai kaum intelektual di dalam ikut mencerdaskan kehidupan bangsa dan melestarikan budaya.

Untuk itulah dalam perayaan menyambut Panca Windu Uniflor diusung tema Rumah Kita Universitas Flores Membangun Kaum Intelektual Dalam Semangat Pancasila Merajut Persaudaraan Sebagai Mediator Budaya. 

Tujuan kegiatan ini antara lain (1) Mendapatkan berbagai konsep strategis yang berkaitan dengan pemaknaan kembali semangat Pancasila dan budaya dalam menjawab tantangan globalisasi para kaum intelektual. (2) Mempromosikan Uniflor. (3) Memupuk semangat kebersamaan di kalangan civitas akademika, alumni, masyarakat luas, dalam mempertahankan dan meningkatkan peran Uniflor sebagai mediator budaya. (4) Mendukung dan mengembangkan bakat dan kreativitas para kaum intelektual di wilayah Nusa Tenggara Timur.

*tepuk tangan paling meriah*

⇜⇝

Panitia Panca Windu Uniflor 2020 sudah di-launching. Selanjutnya, tugas berat menanti. Panca windu memang terjadi 19 Juli 2020 tetapi rangkaian kegiatannya sudah dimulai dari sekarang. Bahkan pre-event sebelum launching panitia tersebut.

Dalam menyambut Panca Windu Uniflor pada tanggal 19 Juli 2020 nanti telah terlaksana beberapa kegiatan serta agenda kegiatan antara lain (1) Kuliah Umum bersama Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun, S.H., M.H., LLM. dengan moderator Agus Adi Tetiro dengan tema Membangun Potensi Diri Sebagai Mediator Budaya Mengawal Ideologi Melawan Radikalisme, Pancasila Dari Ende Untuk Nusantara telah diselenggarakan pada Sabtu (26/10/2019) di Auditorium H. J. Gadi Djou. (2) Misa, Shalat Jum'at, dan ziarah, dalam rangka launching Panca Windu Uniflor, Parade Budaya, opening ceremony, dan kegiatan olah raga EGDMC 2019 yang diselenggarakan pada Jum'at (1/11/2019).

Baca Juga: Cerita Dari Wisuda Uniflor 2019 Sampai Iya Boleh Camp

Kerangka besar kegiatan menyambut Panca Windu Uniflor dibagi dalam empat pilar kegiatan yaitu Kerohanian, Pelanaran ilmiah, Olahraga dan Seni, dan Sosial Kemasyarakatan. Empat pilar kegiatan dengan sub-sub kegiatan tersebut telah dimulai sejak Oktober 2019 dan akan berakhir dengan Misa pada tanggal 19 Juli 2020.

Uh wow sekali kan?

Doakan semua rangkaian kegiatan kami sejak 2019 hingga 2020 dapat terlaksana dengan baik ya, kawan!

Satukan langkah, bulatkan tekad, menuju Uniflor bermutu.

#SeninCerita
#CeritaTuteh



Cheers.

5 Rencana Kegiatan Keren Menuju 40 Tahun Uniflor


5 Rencana Kegiatan Keren Menuju 40 Tahun Uniflor. Berapa tahun sudah saya menjadi bagian dari Universitas Flores (Uniflor)? Delapan tahun! Waktu yang lama untuk mencintai sampai ke sum-sum. Uhuk. Hahaha. Tahun 2020 Uniflor yang saya cintai ini akan berusia empat puluh. Panca Windu. Forty. The number that follows 39 and precedes 41. Usia yang matang, sesuai kata orang-orang, life begin at forty. Menuju empat puluh tahun usianya, Uniflor telah mulai mempersiapkan kepanitiaan dan rencana kegiatan seabrek. Uh wow sekali. Dan sebagai bagian dari kepanitiaan, saya merasa dialiri energi super sehingga akhirnya memutuskan perlu menulis ini. Meskipun, sebenarnya draf tulisan tentang dunia asmara sudah 90% rampung.

Baca Juga: 5 Jenis Tenun Ikat Dari Provinsi Nusa Tenggara Timur

Ada empat pilar utama dengan koordinator utama masing-masing yang ditetapkan sebagai dasar kegiatan-kegiatan menuju empat puluh tahun Uniflor. Empat pilar itu adalah Pilar A, Pilar B, Pilar C, dan Pilar D. Hahaha. Rincian nama pilar tidak dituliskan di sini. Setiap pilar punya daftar kegiatan/acara masing-masing. Misalnya Pilar A punya sepuluh kegiatan, Pilar B punya sebelas kegiatan, Pilar C punya delapan kegiatan, Pilar D punya dua kegiatan. Sementara saat ini saya cukup menulis lima kegiatan yang dirangkum dari kegiatan-kegiatan di bawah naungan empat pilar utama tersebut.

Sampai di sini kita sepemahaman kan ya.

Jadi, apa saja lima kegiatan, yang menurut saya keren, menuju empat puluh tahun Uniflor?

Cekidot!

1. Lomba Blog, Vlog, dan Foto


Ini dia kegiatan yang masuk dalam Pilar A. Kebetulan saya pula yang menjadi sub-koordinator Lomba Blog, Vlog, dan Foto. Begitu lomba-lomba ini di-mention dalam pertemuan pertama, rasanya seperti ditombak dari jarak sangat dekat. Tentu saya senang. Banget. Nge-blog sejak tahun 2002/2003, hiatus dan bangkit berkali-kali, menjadi pemateri blog bahkan hingga sekarang, membuka banyak Kelas Blogging Online bersama Om Bisot dan Kanaz, pernah membikin berbagai lomba blog waktu masih aktif di komunitas, kemudian dipercayakan mengkoordinir lomba seakbar ini ... supa amazing! Meskipun lomba-lomba ini baru akan dilaksanakan tahun depan tapi saya sudah selesai donk menyusun semua draf-nya. Saya memang gila. Kalau itu yang ingin kalian bilang. Haha. Selain lomba blog, vlog, dan foto, juga akan digelar lomba karya ilmiah dan lomba-lomba yang berhubungan dengan dunia akademik.

2. Seminar Nasional


Dunia universitas, dunia kampus, dunia akademik, harus bisa menyelenggarakan seminar baik yang tingkat lokal, nasional, maupun internasional. Seminar tingkat lokal dan nasional memang sudah sering diselenggarakan di Uniflor. Saking seringnya, saya jadi punya banyak informasi baru karena harus meliput juga kan. Dan menuju empat puluh tahun Uniflor akan diselenggarakan seminar nasional, Insha Allah seminar internasional (ini masih wacana kalau internasional).

3. Edukasi Sampah dan Tentang Literasi


Dari Pilar B, ada banyak sekali kegiatan dan dua diantaranya saya gabungkan di sini yaitu edukasi sampah yang termasuk dalam baksos, serta literasi. Edukasi sampah nanti digabung dalam kegiatan bakti sosial: bersih-bersih sampah. Kenapa edukasi sampah ini penting? Karena selama ini banyak kegiatan membersihkan sampah tapi masih kurang eduksi tentang sampah: jenis sampah, pemilahan sampah, daur ulang sampah, sampah menjual barang hasil daur ulang sampah. Kalau rencana ini berjalan, saya bakal sangat happy. Sedangkan literasi itu wajib, karena mengingat mahasiswa KKN Uniflor 2019 telah membangun Rumah Baca Sao Moko Modhe di Kabupaten Nagekeo tepatnya di Desa Ngegedhawe. Artinya, literasi: pengumpulan dan penyumbangan buku untuk rumah baca, serta kegiatan pendukungnya nanti, merupakan kegiatan berkelanjutan. Kan bangga, Uniflor yang bermarkas di Kabupaten Ende membangun rumah baca di Kabupaten Nagekeo. Kan sayang, Kabupaten Ende belum melaksanakan Festival Literasi, sedangkan Kabupaten Nagekeo sudah melaksanakannya. Hiks.

4. Sunat Masal


Donor darah sudah sering dilakukan, dan memang akan dilakukan juga, tapi sunat masal? Ini yang juga supa amazing. Hehe. Waktu dicetus kegiatan kawin sunat masal saya terbengong-bengong. Hebat euy. Insha Allah kegiatan ini dapat terlaksana dan memberi berkah bagi banyak anak-anak (Muslim/Muslimah) di Kabupaten Ende. Amin.

5. Retret


Saya suka sekali ide yang satu ini. Perlu kalian ketahui, Uniflor punya kegiatan tahunan semacam Uniflor Family Day atau Tur Uniflor yang diikuti oleh dosen dan karyawan. Memang, kegiatan itu semacam kegiatan relaksasi dosen dan karyawan yang digabung pula dengan pengabdian kepada masyarakat di daerah tujuan. Biasanya bisa tiga hari kegiatan yang melibatkan masyarakat dan pemerintah daerah setempat. Tetapi kali ini diusulkan untuk dilaksanakan kegiatan retret lintas agama. Maksudnya, retret yang selama ini identik dengan Agama Katolik kemudian dibikin lebih universal, lintas agama, karena kita Indonesia! Yuhuuuuu.

⇜⇝

Lima kegiatan keren di atas memang tidak bisa mewakili semua kegiatan yang telah dirancang oleh panitia seperti kegiatan di bidang olah raga dan lain sebagainya. Yang jelas awal November 2019 bakal ada kegiatan akbar yang tujuannya me-launching dua perkara utama. Yang pertama: launching Ema Gadi Djou Memorial Cup. Yang kedua: launching Panitia 40 Tahun Uniflor. Kegiatan tersebut bakal diwujudkan dengan parade yang masif (saya melihat begitu banyak orang, termasuk mahasiswa, dilibatkan) dimana setiap program studi di Uniflor bakal tampil mewakili setiap kabupaten yang ada di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Ya, Uniflor memang mediator budaya!

Baca Juga: 5 Program KKN Uniflor Keren Dalam Pengabdian Masyarakat

Doakan semua kegiatan yang sudah direncanakan dapat berjalan dengan baik ya, kawan. Yang jelas awal November nanti, saat perhelatan sepak bola Ema Gadi Djou Memorial Cup digelar, akan ada bazaar di depan Stadion Marilonga. Marilah kita ramai-ramai ke sana. Nanti ... hehe.

Satukan langkah, bulatkan tekad, menuju Uniflor bermutu!

#KamisLima



Cheers.