5 Obat Alami Penyubur Rambut



Uhum ...

*garuk-garuk kepala*

Rambut saya tipis. Tidak dapat dipungkiri apabila suatu saat nanti saya mengalami kebotakan. Bukan salah Abu Nawas apabila rambut saya menipis. Bukan pula salah dinosaurus karena dinosaurus tidak ngemil helai rambut. Ini murni kesalahan saya sendiri. Pertama, pada zaman SMP tergoda sama rambut lurus, maka membeli obat pelurus rambut dan meluruskannya dengan seterika. Suer! Seterika. Hahaha. Waktu itu belum kenal alat catok lah kita. Yang kedua, karena jarang menyisir rambut. Sekalinya menyisir tercerabutlah satuper satu helai itu, terbang tertiup kipas angin, lantas terpeta di lantai. Thika Pharmantara hanya bisa tersenyum hina melihat rambut saya berguguran dengan mudahnya. Kalau rambut saya perang sama rambutnya Thika, sudah pasti rambut saya kalah sebelum berperang. Huhuhu.

Baca Juga: 5 Obat Wajib Perjalanan Jauh

Masalah kerontokan rambut ini bisa terjadi oleh berbagai sebab. Ada beberapa sebab yang tidak bisa saya tulis di sini selain saya pernah memakai obat pelurus rambut dan memang jarang menyisir rambut. Sedih kan? Hehe.

Sebenarnya ada banyak obat alami penyubur rambut yang bisa ditemui di sekitar lingkungan rumah. Tentu yang alami lumayan bagus ketimbang yang pabrikan. Karena yang alami, seperti namanya, alam dan i ... bebas bahan kimia. Atau, kalaupun ada bahan kimia, itu senyawa aslinya. Beugh. Beberapa obat penyubur rambut yang bakal saya tulis di sini sudah digunakan oleh saya dan para sepupu dari khayangan sejak kami masih unyu menggemaskan dan masih sering main bareng terus berantem berjamaah. Seringnya saya dipelototin kalau bermain masak-masakan berasnya saya cuci sepuluh kali. 

Saya: Kan biar genap, Kak!

Kak Teni: Huh!

Jadi *kebiasaan* apa sajakah obat alami penyubur rambut? 

1. Air Pisang


Waktu masih kecil, masih berantem berjamaah sama para sepupu, Kakek Arnoldus Bata (Bapaknya Mamatua) punya kebun luas di sekitar rumah. Rata-rata tanaman yang tumbuh subur adalah pohon pisang, ubi, dan pohon mangga. Yang paling bertahan itu pepohonan mangga hehe. Hampir setiap Hari Minggu pagi kami pergi ke kebun yang jaraknya hanya sepuluh meter dari rumah itu sambil membawa pisau dan mangkuk. Pisau untuk melukai perasaan dan mangkuk buat menadah air pisang yang mengucur keluar.

Air pisang ini akan kami bawa ke rumah Nene Rae (Nene Rae ini mama mertuanya asisten Mamatua yang kami panggil Mamasia). Nene Rae, sudah meninggal lama sekali, punya 'tangan dingin' yang dipercaya ampuh jika memijit serta meraba-raba kepala. Di rumah Nene Rae ada bangku panjang tempat kami tiduran, Nene Rae duduk di ujung tempat kepala berada, lantas Nene Rae mulai menyiram kepala dengan air pisang. Siramnya tidak sekaligus, tapi sedikit-sedikit. Jadi kayak sedang pakai cem-ceman yang bikin ca'em.

Baca Juga: 5 Manfaat Garam

Tapi saya belum menemukan kandungan apa di dalam air pisang sehingga sejak dulu kami rebutan mengambilnya dari pohon pisang. Tapi kalau buah pisang, ternyata ada loh manfaatnya untuk rambut. Padahal dulunya kami hanya memanfaatkan kulit buah pisang saja hahaha.

2. Buah Pisang


Saya belum pernah memakai buah pisang untuk memperbaiki rambut yang rusak (salah satunya rontok). Tapi ternyata dari situs Klink Kecantikan ini kalian bakal tahu manfaat baik buah pisang dan kandungan di dalamnya. Selain enak dimakan dan diolah menjadi panganan tingkat dua, buah pisang ternyata bermanfaat bagi rambut! Oh la la.

3. Santan Kelapa


Salah satu kekayaan Indonesia adalah pohon kelapa. Tanaman yang keseluruhan dirinya dapat dimanfaatkan oleh umat manusia ini tumbuh subur di kebun milik Kakak Pacar. Eh, tapi bukan itu sih intinya. Intinya, santan kelapa yang diperoleh dari pemerasan kelapa parut ini bermanfaat untuk menyuburkan rambut. Lagi-lagi rumah Nene Rae menjadi tempat kami ber-salon-ria dengan air santan kelapa ini. Pertama; gunakan santan kedua (yang tidak terlalu kental). Kedua; gunakan santan pertama (aseli, kental banget!).

Zaman dahulu itu kelapanya kami parut sendiri tapi istilahnya regu. Diparut pakai alat tradisional khusus, ada tempat buat duduk, ada tempat buat memarut kelapa langsung dari batoknya! Nanti saya cari deh gambar alat regu ini. Kesal memang kalau dudu regu (duduk sambil memarut begitu) tapi demi rambut ... apapun dijabanin.

Tangan Nene Rae luar biasa lembut di kepala kita ... jadi ngantuk dan ketiduran hahaha.

4. Lidah Buaya


Seperti yang sudah saya tulis di sini, lidah buaya punya banyak manfaat. Salah satunya menyuburkan rambut. Cara penggunaannya saya pikir sama saja dengan meminumnya untuk mengatasi kadar gula dalam darah. Dicuci bersih, dikupas (ambil isinya) dan dioleskan ke kulit kepala. Mudah sekali ya. Kalian pasti kaget kalau lihat cara saya meminum lidah buaya mentah ini. Thika saja melihat hampir setiap malam, memasang wajah geli-geli gimana gitu.

5. Madu


Saya pernah ngepos soal manfaat madu. Silahkan dibaca. Untuk perawatan rambut rontok, madu dapat dicampur dengan jojoba oil untuk hasil yang lebih memuaskan.

Sebenarnya alam sudah menyediakan semuanya, tinggal bagaimana manusia menggali dan memanfaatkannya. Tapi setelah menggali jangan lupa mengganti #Eh

Bagaimana? Dengan obat alami penyubur rambut yang sudah saya tulis di atas, semoga banyak masalah kerontokan rambut yang lekas teratasi ya. Termasuk saya sendiri dooonk hehehe. 

Semoga bermanfaat!



Cheers.

5 Obat Sakit Gigi

Sumber: Tokopedia



Siapa yang sering sakit giginya? 

Ada cerita tentang bapak dari  asistennya Abang Nanu yang giginya sakit, lantas pengen mencabut sendiri giginya. Si Bapak meletakkan rahangnya di kusen pintu dan menghantam rahangnya dengan daun pintu. Yang terjadi kemudian sangat fatal. Giginya rontok hampir semua dan infeksi pada gusinya tidak terselamatkan. Nyawa melayang. Ngeri? Iya ngeri. Waktu mendengar si asisten bercerita saat pulang dari rumahnya kembali ke rumah Abang Nanu, kok saya nganga begitu. Seperti sinetron ya kisahnya. Sulit dipercaya tapi nyata terjadi.

Baca Juga : 5 Manfaat Klorofil

Sakit gigi memang menjengkelkan. Kalau ada lagu yang bilang sakit hati lebih parah dari sakit gigi, tunggu sampai merasakannya sendiri. Saya sering sakit gigi, dulu kala, bahkan waktu SMA saya tidak ikutan ujian kenaikan kelas untuk dua mata pelajaran: Agama dan bahasa Inggris gara-gara harus dijadwalkan mencabut gigi di puskesmas hahaha. Sempat pingsan di hadapan dokter melihat kursi pasien sakit gigi itu. Untungnya bisa ikut ujian susulan.

Jadi, apa saja kah obat sakit gigi? Mari kita cek.

1. Ponstan.
2. Menfentan.
3. Air garam.
4. Kulit dalam pohon asam.
5. Bawang putih.

Poin satu dan dua merupakan obat kimia. Ponstan obat sakit gigi, Menfentan/Asamefenamat obat nyeri yang juga diminum saat nyeri lambung (selain Ranitidin). Tapi untuk mengkonsumsi obat ini, konsultasikan dulu dengan dokter dan/atau tenaga medis. Jangan asal minum ya! Meskipun keduanya pernah saya minum untuk mengatasi nyeri gigi dan gusi tapi saya tidak sarankan kalian langsung meminumnya. Alangkah baiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan pakarnya. Hehe.

Baca Juga : 5 Manfaat Tertawa

Air garam dan kulit dalam pohon asam adalah yang pernah saya lakukan. Air garam ini terdiri dari air dan garam (dikeplak), dipakai untuk berkumur. Heiiii JANGAN DITELAN! CUKUP BERKUMUR saja. Sama juga dengan kulit bagian dalam pohon asam. Kulit luar pohon asam kan kasar tuh, dicungkil / buang, cungkil lagi kulit dalamnya yang berwarna putih kecokelatan. Lalu dikunyah dan airnya dipakai untuk berkumur. Juga, JANGAN DITELAN! Cukup berkumur saja. Lalu bekas kulit dalam pohon asam yang sudah dikunyah itu dibuang. Airnya sepat, membantu mematikan kuman. Ini obat tradisional dari Mamatua. 

Sedangkan bawang putih ini saya dapatkan dari Ocha. Dia mengaku setiap kali sakit gigi, bakal memotong bawang putih dan diletakkan di gigi yang berlobang. 

Beberapa obat sakit gigi tradisional tersebut di atas pasti ada di dapur rumah kita kan. Jadi kalau gigi mulai cenat cenut cobalah berkumur dengan air garam lalu menggosok gigi. Semog sakit giginya hilang ... Semoga.


Bagaimana dengan kalian?

Pernah sakit gigi? Apa obat yang diminum? Yuk share 🤗


Cheers

Rasulullah is my Doctor


Suka menulis tentang tanaman herbal mengantar saya pada pencarian sebuah buku yang ditulis oleh (alm.) Profesor Hembing Wijayakusuma. Lemari buku saya memang tidak serapi lemari buku kalian, bahkan lemari buku ini terpaksa dijadikan satu dengan lemari pakaian setelah lemari buku utama sudah sesak, haha. Iya, saya memang harus mencari rak buku atau lemari buku, lagi, untuk merapikan buku-buku yang menumpuk ini. Pencarian buku yang ditulis oleh sang profesor gagal, entah di mana buku itu, saya justru menemukan buku yang lain.


Buku yang lain itu berjudul Rasulullah is my Doctor, ditulis oleh Jerry D. Gray. Jerry adalah mualaf asal Amerika. Saya tidak menulis soal pilihan hidupnya, atau isi tentang industri kesehatan, saya menulis soal bukunya saja. Saya bukan pakar soalnya ha ha ha. Mari kita simak saja isi buku yang sangat bermanfaat ini.

Rasulullah is my Doctor memuat pengobatan yang disarankan oleh Nabi Muhammad SAW. Pada sampul buku kalian akan menemukan kutipan yang sangat menyentuh:

Allah tidak menurunkan suatu penyakit, kecuali Dia juga menurunkan obatnya ~ HR Bukhari.

Isi buku ini sebenarnya sederhana, tentang apa saja yang dapat digunakan manusia untuk menyembuhkan penyakitnya. Segalanya telah disediakan oleh Allah SWT melalui alam ini. Kecuali, ada satu pengobatan yang memang khusus di dalam Islam yaitu ruqyah. Tiga tema besar yang diangkat adalah Kedokteran Nabi, Ramuan Alami, dan yang terakhir Berbahaya Bagi Kesehatan Anda. Membaca ulang buku ini menghadirkan kebahagiaan tak terkira bagi saya ... seorang pecinta tanaman herbal. Qiqiqi.

Baca Juga : Still Love: To Love Somebody

Selain ruqyah yang pasti diketahui oleh semua Umat Muslim, pengobatan herbal yang disarankan di sini adalah melalui: madu, jintan hitam, bawang merah dan bawang putih, jahe, garam, buah-buahan seperti jambu biji - kiwi - lemon - pepaya - jeruk - mangga (mangga yang konon bagus untuk stamina itu-yang-tidak-saya-tulis-di-sini :p), kayu manis, cengkeh, cabai merah, singkong, bahkan lidah buaya. Lidah buaya! Yuhuuuu. Tidak disangka ternyata lidah buaya yang pernah saya tulis itu juga tertulis di sini.

Bawang putih misalnya, bawang putih telah terbukti efektif dalam mengendalikan beberapa infeksi sekunder yang berhubungan dengan AIDS dan menurut Duke, "dapat menangkal penyebaran HIV I dalam tubuh". Saran bagi penderita HIV positif, memakan 3-5 siung bawang putih setiap hari datang dari direktur Immune Enhancement Project of Portland, Oregon, Amerika Serikat (Jerry D. Gray, 2010:183). Selain itu, bagi yang keracunan darah atau gigitan serangga, rendam bagian luka dengan air bawang putih dan juga konsumsi bawang putih (Jerry D. Gray, 2010:183).

Bagaimana? Bagus bukan isinya? Saran saya, beli dan baca, pasti tercerahkan.

Apakah dengan demikian saya tidak mau berhubungan dengan dokter atau obat-obatan (kimia)? Ah tidak lah. Di dalam keluarga saya, satu ponakan saya adalah apoteker, satunya lagi adalah bidan. Kalau sakit yang menimpa langsung parah pun kami harus langsung ke IGD RSUD Ende untuk mendapatkan pertolongan pertama. Tetapi untuk pencegahan dan pengobatan yang dapat menggunakan tanaman herbal ini. Kenapa tidak? Hehehe.

Segala sesuatu dalam hidup ini harus bersisian, menurut saya. Kita tidak dapat 'hidup sendiri', misalnya karena suka herbal lantas menutup diri dari obat resep dokter. Itu salah. Buktinya saya. Mengobati luka dengan lidah buaya, mengurangi kadar gula dalam darah dengan diet dan lidah buaya (Insha Allah bakal mengkonsumsinya), sedangkan saat flunya sudah tidak bisa diatasi dengan minyak Varash karena terlambat, saya meminum Trifed untuk mensegerakan flu ini lewat dari tubuh. Harus bersisian, harus seimbang.

Baca Juga : Sastra Indonesia dalam Kritik dan Esai

Seperti kata HR Bukhari di atas tadi: Tuhan menurunkan penyakit, juga obatnya :)

Bagaimana dengan kalian?

Yuk, share.


Cheers.

5 Alasan Memakai Minyak Varash



Usia memang tidak bisa menipu, hahaha. Sumpah, menulis ini saya ngakak dulu ... merasa geli sendiri. Oke, usia memang tidak bisa menipu. Ada kalanya untuk merasa sehat, secara pribadi, saya membutuhkan minyak-minyak tertentu. Tetapi karena saya enggan memakai minyak tawon karena tidak suka sama minyak yang lengket di kulit, akhirnya saya mencoba memakai Varash Healing Oil atau biasa disebut Varash.

Keberadaan Varash di rumah sebenarnya bukan untuk saya melainkan untuk Mamatua. Efek yang dirasa Mamatua memang sangat baik. Karena stroke yang dideritanya, Mamatua jadi melambat segala aktivitas kan, Alhamdulillah dengan membalur Varash, Mamatua merasa lebih baik dari hari ke hari. Tentu ditambah dengan terapi-terapi lainnya.

Suatu hari, saat sedang tiduran di sofa sambil mengutak-atik smartphone, tangan kiri saya mendadak aneh, lemas, dan tidak berdaya bak butiran debu. Saat mengambil gelas minum, gelas tersebut bersarang di hidung atau di dagu. Tidak bisa dikendalikan jarak jauh apalagi. Ya Tuhan! Seperti lumpuh! Saat tangan kanan bisa dikepal, tangan kiri menolaknya dengan keras. Saya meminta Thika untuk segera mengoles Varash dari bahu hingga ujung jari, dan menekannya seperti memijat.

Hasilnya, Teh?

Hasilnya ... ketika saya mengepal kedua tangan, tangan kiri tidak menolak lagi. Alhamdulillah. Entah apa itu yang terjadi. I just have no idea. Sejak saat itu Varash harus selalu ada di rumah. Harganya memang jauh lebih mahal dari minyak tawon atau minyak-minyak lainnya yang pernah kami pakai, tapi khasiatnya luar biasa.

Jadi, apa saja alasan saya memakai minyak Varash? Selain karena Varash telah menyelamatkan tangan kiri saya ... tentu saja. Cekidot!

1. Menghilangkan Sakit Kepala

Sering sakit kepala? Sama! Saya juga! Apalagi akhir bulan ketika dompet semakin kurus kering. Hehe. Jadi, apakah uang Rp 350.000 dapat menghilangkan sakit kepala? Bisa. Dengan membeli Varash ha ha ha. Sakit kepala itu kan macam-macam. Bisa karena kepala terkena sinar matahari yang terik secara langsung, bisa juga karena maag, bisa juga alasan lainnya. Oleskan Varash di pelipis, kening, dan ubun-ubun, sakit kepala hilang.

2. Meredakan Gejala Maag

Sakit kepala sebagai salah satu gejala maag juga bisa dapat diredakan dengan Varash. Untuk mengatasinya saya sering membalur minyak Varash dari sekitar ulu-hati sampai perut. Boleh ditepuk-tepuk perutnya. Kalau saya sih sambil tidur dan mengangkat kaki ke dinding. Hasilnya; kalau tidak sendawa ya buang angin. Hehe. Kalau sudah buang angin, perasaan saya bahagianya minta ampun.

3. Meredakan Pegal-Pegal

Jelas, ya ... minyak Varash membantu meredakan dan/atau menghilangkan pegal-pegal apalagi bagi kalian yang aktivitasnya seharian bejibun!

4. Mengurangi Sakit Kaki

Ini sih saya lagi, saya lagi, saya lagi. Sambil mengangkat kaki ke dinding, Thika bertugas membalur Varash dari lutut hingga telapak kaki. Sekitar 20 menit mengangkat kaki ke dinding dan dibalur Varash, rasanya jauh lebih baik.

5. Menyembuhkan Berbagai Macam Penyakit

Kalau yang satu ini memang dikatakan sendiri sama agen-agen yang menjual Varash, hehehe. Saya belum membuktikan secara langsung untuk penyakit dalam, tetapi untuk beberapa sakit sudah saya sebutkan pada poin-poin di atas. Silahkan akses situs Varash ini untuk memperoleh semua informasi tentang Varash.

Varash, bagi saya, memang minyak yang luar biasa.

Dari situsnya, termuat beberapa bahan yang digunakan di dalam minyak Varash, antara lain: daun ashitaba, daun neem, purwoceng, bunga lawang, Amlaki, pule, gaharu, mesui, jahe merah, temu gongseng, rosemary, makhota dewa, dan ratusan tetanaman herbal lainnya.

Dari Kak Lia dan Rikyn Radja, saya mengetahui tata cara menggunakan Varash untuk kesehatan yaitu membalur Varash di belakang tubuh dari tulang leher sampai tulang ekor, di ubun-ubun, dan di kaki. Setelah itu minum air panas/hangat dua gelas. Efek Varash setelah minum air panas/hangat itu akan lebih cepat terserap tubuh. Demikian kata mereka yang telah lama membuktikan keampuhan Varash dan menjualnya. Itu yang kemudian kami lakukan pada Mamatua, hehehe. Sampai sejauh ini, yang saya tahu Varash tidak untuk diminum/dicampur minuman atau makanan. Tetapi jika dipakai teratur sesuai tata cara untuk penyembuhan suatu penyakit, contohnya kista, ada bukti perempuan yang kistanya keluar melalui Miss V - kalah oleh keampuhan Varash.

Saya berharap pos ini bermanfaat bagi kalian semua yang membacanya. Mungkin orangtua dan/atau kalian sendiri dapat mencoba Varash Healing Oil ini. Saya bukan agen/penjual Varash. Saya berbagi informasi atas apa yang telah saya alami. Pengalaman itu berharga hahaha.

Selamat mencoba Varash Healing Oil, kawan!


Cheers.