Kastau Kastau Yang Ko Mau Jang Sengaja Putar Jauh


Kastau Kastau Yang Ko Mau Jang Sengaja Putar Jauh. Kabupaten Ende dan pesta merupakan kesatuan utuh. Bahkan sampai ada istilah cungkil matahari. Haha. Dulu orang bilang saya ini muka pesta. Pesta apa sih yang tidak saya hadiri? Asal ada undangan, hajar! Kenapa saya suka ke pesta? Karena di pesta ada kegembiraan, ada sahabat, ada senda gurau, ada canda tawa. Selain itu, menghadiri pesta merupakan bentuk penghormatan kita kepada yang punya hajat. Bagaimana dengan makanan yang disuguhkan? Itu perkara ke-sekian. Lalu, apa hubungannya kastau kastau yang ko mau jang sengaja putar jauh dengan pesta? Baca dooonk supaya tidak penasaran.

Baca Juga: James Veitch Menghadirkan Stand Up Comedy Super Cerdas

Dari Timur negeri ini lahir begitu banyak musisi. Ada yang memang lahir di Timur seperti Utha Likumahuwa yang lahir di Ambon, Obbie Messakh yang lahir di Pulau Rote, atau Dewiq (mantan isterinya Pay BIP) yang lahir di Makassar. Ada yang lahir di tanah rantau tetapi berdarah Timur seperti seperti Ruth Sahanaya, Harvey Malaiholo, atau Glen Fredly. Nama-nama itu memang nama yang sudah terdengar di kuping sejak lampau. Bagaimana dengan sekarang? Lebih dahsyat. Musisi dari Timur Negeri tidak perlu terlalu memusingkan biaya transportasi dan akomodasi demi mengantar demo lagu ke produser yang rata-rata berada di Jakarta. Selain Reverbnation, Youtube adalah gerbang merdeka setiap insan termasuk di dalamnya para musisi.

Foto bareng Ivan Nestorman! Musisi kece!

Semakin ke sini musisi dari Timur negeri semakin kreatif. Youtube merupakan media paling mudah dan murah bagi mereka untuk memperkenalkan karya kepada khalayak. Tidak saja musisi seperti Luis Thomas Ire dengan lagu-lagu ciptaannya yang menurut saya sangat agung, tetapi juga musisi yang membaca peluang dari pesta-pesta. Di Kabupaten Ende, lagu pesta itu terdiri dari banyak jenis. Ada lagu khas daerah pengiring tarian adat yang terus lestari dalam dunia moderen yaitu Gawi, Rokatenda, Ja'i, hingga lagu buat bergoyang hasil karya musisi dari Flores, Timor, Ambon, Papua, dan lain sebagainya. Sadhaaaaaap!

Kekuatan lagu buat bergoyang ini tidak saja pada musiknya itu sendiri tetapi juga lirik yang ditulis. Lirik yang lucu, konyol, tetapi sangat Timur. Oleh karena itu kalian harus mengenal Zuyd Boyz dan lainnya.

Zuid Boyz, Anak Selatan


Suatu malam, sedang ada pesta di rumah tetangga, saya yang sedang bekerja kemudian menangkap salah satu lagu yang musiknya enak banget didengar. Bikin kaki gatal pengen bergerak. Haha. Perlu kalian ketahui, pesta di Kabupaten Ende itu kalau lagunya banyak yang suka bakal diudarakan berkali-kali. Seperti lagu dari Zuid Boyz yang berjudul Ena Ena. Tidak hanya pada pesta malam itu, tetapi pada pesta-pesta seterusnya. Amboiiii semakin didengar, semakin asyik. Akhirnya saya memutuskan untuk mencari lagu ini di Youtube tapi harus bertanya dulu pada Thika dan Indra. 

Saya:
Aduh eee ini lagu pung enaaaa lai. Di Youtube ada tidak eee?

Indra:
Cari saja, Ncim. Tulis ena ena, langsung muncul.

Astaga ... ternyata video Ena Ena ini sudah sekitar tiga jutaan kali ditonton! Tentu kemudian saya adalah salah satu penyumbang terbanyak. Gara-gara di rumah internetnya tanpa batas jadi malas men-download. Haha. Sombooooooong *dikeplak dinosaurus*. Pertanyaannya: kenapa saya baru tahu sekarang? Karena saya sudah berhenti menjadi si muka pesta jadi baru tahu dari lagu-lagu yang terdengar dari pestanya tetangga saja.

Ini dia video Ena Ena itu:


Dari Grup Facebook Zuid Boyz, mereka adalah grup hip hop dari Papua Selaan. Zuid dalam bahasa Belanda berarti Selatan. Zuid Boyz berarti Anak (Papua) Selatan. Lagu-lagu mereka bisa kalian dengarkan di akun Reverbnation Zuid Boyz dan akun Soundcloud Zuid Boyz. Silahkan ikuti mereka di IG @zuidboyz_40squad dan Twitter @Zuidboyz. Memang hanya itu informasi yang ada di Grup Facebook mereka. Kalau ada lagi nanti bakal saya tambahkan di pos ini ... kelak.

Baca Juga: Geser Dikit Halaman Hatimu dari Bara Patty Radja

Gara-gara menonton video Zuid Boyz, Indra Pharmantara yang lebih jadul soal pesta dari saya itu bisa-bisanya merekomendasikan sebuah lagu berjudul Jaga Orang Pu Jodoh dari Near. Walhasil saya mengobrak-abrik Youtube dan memburu lagu-lagu pesta yang sering saya dengarkan itu. Haha. Kocaaaaaak.

Lirik yang Kocak dan Sangat Timur


Merdeka rasanya mendengar lagu-lagu musisi dari Timur ini. NTT, Papua, Maluku, Sulawesi, semuanya. Selain musik, liriknya pun menggelitik. Salah satu liriknya itu yang menjadi judul pos ini. Ya, itu lirik lagu Ena Ena dari Zuid Boyz. Yuk bercengkerama dengan lirik lagu-lagu ini (beberapa tidak sampai selesai satu lagu karena panjang hahaha).

1. Ena Ena, Zuid Boyz

Kemarin sa sudah bilang,
Kalo sa ini sudah sayang
Rupanya oh ada yang kurang,
Ado sip ya sayang sa atur jam tayang

Kalo memang sa tra bisa, Kasih tahu caranya
Untuk dapat yang ena, biar ko juga suka
Gayung mandi su pica bakalai tra jeda
Jujur sudah ka biar tong sama-sama ena
Ena ena ena

Oh mulai ada pertikaian,
Dan sekarang sa yang jadi korban
Sa pu maitua kayanya de mulai gila
Mara tra tau waktu e, Sa pusing ado mama e
Yeskon e sa mo lari sudah, Dosa apa sio dewa

Sante pele mace, Kurang enak coba pake kode
Tadah ko sa ingus malele, Susah bujuk ah bage boleh
Bah salah bah, Mau apa sa bingung ah celaka
Jang begitu juga cinta, Pisah ah ko gertak sa

Dear love, Mace sa love
Sakarang sadar diri saja sa tra bolos
Ritual tiap hari harus panggil ko boss
Siap 86 juga trakan lolos
Sip sa cinta sa bingung harus bagaimana
Tra dapa slak untuk ko jangan marah
Sa su bore, ado pele, 
Sa cium juga mungkin mace ko tra yoe

Gas to gas to iyo iyo,
Ena to ena to iyo iyo
Stay cool baru kiss itu boleh,
Ko tau sa nni love ado pele
Dari hari ke hari ko marah sa please,
Ko sante ko manis sip ya pedis
Kastau kastau yang ko mau, Jang sengaja putar jauh

2. Jaga Orang Pu Jodoh, Near

Su lama dekat hampir masuk minta,
Hati su hancur mo kas salah sapa
Ado mama ini palilng sial ow,
Su jaga bae-bae orang pu jodoh

Su jaga bae bae, jaga bae bae,
Nona pu hati sa jaga bae bae
Tapi di akhir baru putus sa menyesal
Su jaga bae-bae orang pu jodoh


Waktu muda sama sama tapi su tua beda
Waktu muda berdua tapi dua ko deng dia
Muda ko nginap tapi cuma sebentar
Akhir te enak orang lain yang datang lamar

Susah sa buka halan su lama sa tahan dan
Sudah sa buka lahan tapi dia yang tanam
Sumpah sa jaga dari gelap sampe terang
Sia sia percuma saya jaga jodoh orang

3. Pantun Rakat (Kapthen Pureq, Kanser PMC, Gusti Senda)

He lele le le le ha
Mari goyang pantun Heleha
He lele le le le ha
Pantun rakat he le le le ka


Biar sa hitam rambut kariting
Mo omong apa juga te penting
Mo bilang, bilang apa lai
Nanti ko pusing tujuh keliling

Kopi hitam rasanya pahit
Tambah gula manis sekali
Kulit hitam su pasti pahit
Sa pu senyum manis sekali

⇜⇝

Kalau kalian tidak ikut bergoyang dan terpingkal-pingkal mendengar lirik lagunya ... coba cari artinya. Haha. Sebenarnya yang dipakai bukan bahasa daerah, melainkan Bahasa Indonesia yang sudah di-Timur-kan. Maksud saya adalah kami terbiasa dengan singkatan yang bikin enak mulut kalau bicara menggunakan Bahasa Indonesia. Misalnya di Kabupaten Ende orang bakal tanya: ko pi mana? Yang artinya kau pergi ke mana. Dijawab: sa pi pasar. Yang artinya saya pergi ke pasar. Ya, kami penyingkat kata. Hehe. Kata 'tidak' bisa menjadi 'tir' atau 'tra' atau 'te'. Asyik kan?

Baca Juga: Segudang Tanda Tanya Setelah Menonton Shutter Island

Di akhir pos hari ini, #SabtuReview, yang lumayan panjang karena banyak lirik lagunya, kalian juga pasti bingung dengan istilah cungkil matahari dan muka pesta. Sebelum menutup pos hari ini dengan penjelasan.

Cungkil matahari merupakan istilah pesta sampai pagi.
Muka pesta merupakan istilah untuk orang-orang yang paling rajin ke pesta.

Simple ... qiqiqiq.

Selamat berakhir pekan, kawan.
Selamat bergoyang!



Cheers.

Nostalgia Alanis


Tahun 90-an sampai awal tahun 2000 betul-betul merupakan tahun keemasan dunia musik baik nasional maupun internasional. Ini murni pendapat saya pribadi. Pada rentang tahun itu, selain bersahabat dengan Hilda dan Yusti, saya juga bersahabat dengan Music Television (MTV) dan Channel V. Betapa Bapa sampai pusing kepala karena saya menyambung televisi dengan speaker gede milik Jemiri Soundsystem. Selain punya band bernama Jemiri, kami juga punya unit-unit soundsystem yang disewakan. Bisa kalian bayangkan, itu yang sedang tidur sore, bisa kejengkang dari ranjang gara-gara suara yang menggelegar ha ha ha.

Pssstttt ... gara-gara iklan Durex yang waktu itu luar biasa rajin wara-wiri di MTV, Bapa mulai kesal dan akhirnya melarang saya menyambungkan soundsystem ke televisi gara-gara ada kata kondom. Sebagai gantinya Bapa membelikan saya speaker mini. Huhu. DUREX, THE INTERNATIONAL NAME FOR QUALITY CONDOM. Tanpa mencontek pun jargon ini masih melekat erat di otak saya *nyengir*.

Baca Juga: Double Ending

Tahun-tahun itu, internet belum menjajah Kota Ende, pun masih menjadi sesuatu yang langka. Jadi, kalau pengen menonton video musik favorit, ya akses Youtube cuma mengandalkan MTV dan Channel V meskipun lebih seringnya menonton MTV. Makanya, anak MTV tahun 90-an pasti tahu Mike Kaseem, Nadia Hutagalung, sampai Jammie Aditya, Alex Abbad, Donita, Sarah Sechan, dan lain sebagainya. Oh ya, salah satu acaranya adalah MTV Most Wanted, dan saya pernah me-request lagu atau video musik melalui mesin fax kantor! Dududud.

Karena tidak ada internet, untuk bisa menonton video musik favorit pun harus bisa memilah acaranya. Karena kan tidak bisa memilih seenak udel dan video musik favorit tidak tayang setiap jam. Kalau MTV Most Wanted, sudah pasti video favorit di-request juga sama orang lain dalam skala rata-rata. Biasanya, untuk lagu-lagu yang kurang saya suka, volume speaker dikurangi, tapi begitu intro video musik favorit terdengar, volume speaker langsung tancap gas! Ngeeeeng ngeng! Pernah dalam sehari saya pantengin MTV terus demi menonton lagi dan lagi video klipnya Celine Dion dari lagu berjudul That's The Way It Is. Aduhai apa kabar As Long As You Love Me dari Backstreet Boys, Radiohead dengan Creep-nya, Wild World-nya Mr. Big, Madonna dengan Frozen, sampai Ironic milik Alanis Morissette.

Nah, nama terakhir ini yang bakal saya bahas kali ini di #SabtuReview.

Alanis Morissette


Nama besar Alanis Morissette begitu terpatri di hati. Perempuan dengan kecantika alami, sangat enerjik, punya suara yang unik dan powerfull, penampilannya sporty-casual, rambut panjang bukan berarti tidak boleh tomboy, gelang-gelang yang dipakainya, sampai kecerdasan dan kepiawaiannya menulis lirik lagu. Selain Alanis, nama lain yang juga dikenal menulis sendiri lagu-lagunya adalah Jewel. Aaah waktu itu belum ada si Taylor Swift ya hahah.


Balik ke Alanis, karena saya tidak sempat mewawancarainya secara personal *dijumroh warga* jadi lagi-lagi Wikipedia menjadi sumber rujukan. 

Nama lengkapnya adalah Alanis Nadine Morissette, lahir 1 Juni 1974, kembaran sama Indra Pharmantara tanggal lahirnya haha. Dia dikenal sebagai penyanyi, penulis lagu, produser rekaman, dan aktris asal Kanada. Alanis dikenal karena suaranya yang lembut seperti mezzo-sporano. Alanis memulai karirnya di Kanada pada awal 1900-an dengan dua album dance-pop yang agak sukses. Setelah itu, sebagian dari kesepakatan rekaman, ia pindah ke Holmby Hills, Los Angeles dan pada tahun 1995 merilis Jagged Little Pill, album yang lebih berorientasi pada genre rock.

Jagged Little Pill ini termasuk album yang masih melekat di otak saya hahah. Album ini terjual lebih dari 33 juta kopi secara global dan merupakan karyanya yang paling diakui secara kritis. Pada tahun 1998, Alanis merilis album berikutnya yaitu Supposed Former Infatuation Junkie.

Di atas tahun 2000-an Alanis mengambil alih proses kreatif dan memproduksi album studio berikutnya diantaranya Under Rug Swept (2001), So-Called Chaos (2004), dan Flavours of Entanglement (2006). Album studio kedelapannya dan yang terbaru hingga saat ini, Havoc and Bright Lights, dirilis pada 2011. Alanis telah menjual lebih dari 75 juta rekaman di seluruh dunia dan dijuluki Queen of Alt-Rock Angst oleh Rolling Stone.

Pada 16 Maret 2018, Alanis menampilkan lagu yang disebut Ablaze selama tur-nya. Pada bulan Oktober 2018, Alanis mengungkapkan di media sosial bahwa ia telah menulis 23 lagu baru dan mengisyaratkan sebuah album baru yang bakal dirilis 2019 dengan taggar #alanismorissettenewrecord2019. 

Jagged Little Pill


Dari semua album Alannis, menurut pendapat saya, Jagged Little Pill lah master piece. Album ini mengandung lagu-lagu yang luar biasa kuat. Karena, Jagged Little Pill tidak menjual satu single andalan saja, melainkan keseluruhan yang dikandungnya! Hebatnya lagi, hampir semua lagu-lagu itu punya video musik yang rajin wara-wiri di MTV dan Channel V.

Song List Jagged Little Pill

All I Really Want
You Oughta Know
Perfect
Hand in My Pocket
Right Through You
Forgiven
You Learn
Head Over Feet
Mary Jane
Ironic
Not The Doctor
Wake Up

Pertama kenal Alanis Morissette, di MTV, melalui video musik Ironic. Kalau kalian belum nonton, coba deh ditonton. Atau ... tonton ulang saja di Youtube! Lirik Ironic mengisahkan tentang hal-hal ironi yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya dari penggalan liriknya: an old man turned ninety-eight, he won the lottery and died the next day. Kita semua pasti pernah mengalami hal-hal beraroma ironi seperti itu. Misalnya: di media sosial Facebook kita adalah orang yang sangat ramah dan suka memerhatikan status orang lain, tapi di kehidupan nyata kita ternyata orang yang sulit bergaul dan selalu menaruh curiga.

Video musik Ironic dikemas sangat apik. Sebuah mobil yang dikendarai oleh empat orang berbeda penampilan tapi semuanya diperankan oleh Alanis by her self. Silahkan lihat video musik di bawah ini untuk lebih jelasnya:


Selanjutnya saya jatuh cinta sama Alanis dan mulai rajin menunggu video musiknya tayang di MTV dan Channel V. Ah, Hand in My Pocket, Head Over Feet, All I Really Want ... dududu ... yuk langsung ke Youtube dan bernostalgia dengan Alanis Morissette!

Lagu-lagu Alanis Morissette merupakan lagu sepanjang masa yang tak lekang oleh waktu. Kalian tentu tidak asing pula dengan Thankyou dan Uninvited kan? Sama, saya juga. Dan masih suka mendengarnya. Tapi kalau ditanya, lagu Alanis yang paling sering saya nyanyikan, bahkan berusaha mengiringi diri sendiri dengan gitar, sudah pasti Hand in My Pocket. Kalau ada yang tidak suka sama lirik lagu ini, sungguh terrrrrr laaaa luuuuu. Penggalannya ini saja sudah bikin kita sadar untuk lebih menikmati hidup.

I'm broke but I'm happy, I'm poor but I'm kind
I'm short but I'm healthy, yeah
I'm high but I'm grounded, I'm sane but I'm overwhelmed
I'm lost but I'm hopeful, baby
What it all comes down to
Is that everything's gonna be fine, fine, fine
'Cause I've got one hand in my pocket
And the other one is giving a high five

Bagaimana, kawan? Dalam sekali kan makna lirik lagunya?

Baca Juga: Flores: Adventure Trails

Semoga kalian juga suka Alanis Morissette. So, let's high five! Because, even though we are poor. it doesn't matters, as long as we are happy.



Cheers.

Lagu-Lagu Ini Punya Kembaran


Waktu masih siaran di Radio Gomezone FM saya pernah membawakan program tentang lagu-lagu Indonesia yang dicurigai memplagiat lagu-lagu mancanegara. Ingat, ada kata dicurigai. Jadi bukan berarti saya langsung menuding lagu-lagu tersebut memplagiat karena toh saya sendiri tidak punya ilmu yang mumpuni untuk menuduh musisi A memplagiat karya/lagu musisi B, C, dan D. Tapi sebagai penikmat musik masa kini yang trendi dan bergaya bersama dinosaurus, saya tahu kemiripan antara lagu dari musisi A dengan musisi B, C, dan D. Hanya saja, pekerjaan yang berhubungan dengan mendengarkan lagu setiap hari selama berjam-jam itu membikin saya senyum-senyum sendiri ketika kuping mulai menangkap kemiripan antara lagu yang satu dengan lagu lainnya.

Baca Juga : Bermain Diksi dalam Kondensat

Menariknya, dari situs Okezone, pengamat musik Deny Syakrie berkata bahwa aturan delapan bar itu lama dan masih kontroversial sampai sekarang. Menurut Deny, kalau ada musisi yang menggunakan dua bar saja dari lagu orang lain tapi dimainkan secara berulang-ulang dan mirip ya itu sudah bisa dibilang menjiplak. Atau memplagiat. Tapi berdasarkan informasi dari situs ini, James F. Sundah mengatakan bahwa sebuah lagu dikatakan memplagiat tidak berpatok dari delapan bar saja, karena banyak lagu yang akhirnya memplagiat sebanyak tujuh bar untuk menghindari delapan bar tadi. Salah satu hal yang penting dan disebut substantial part adalah bagian terpenting dalam musik yang pernah dikenal orang. Jadi, hati-hati ya. Setiap lagu punya ciri, jangan sampai kalian membikin lagu yang intronya mirip Tokyo Drift mili Teriyaki Boyz. Meskipun hanya tujuh bar, kalian sudah bisa dikatakan memplagiat. Karena intro Tokyo Drift itu sesuatu yang sulit dilupakan orang.

Lantas, apa itu bar?

Dari situs ini dan juga bisa kalian cari di situs lainnya, bar adalah frase musik dalam lagu yang terdiri dari beberapa beat. Satu bar pada lagu komersial umumnya memiliki empat beat sehingga terdiri dari empat ketukan. Bagian-bagian lagu seperti verse dan chorus, biasanya diukur menggunakan bar yang umumnya selama delapan sampai enam belas bar. Untuk lebih jelas lagi, silahkan tanyakan pada teman kalian yang musisi atau sering bermusik.

Baca Juga : Ribut Berarti Mati dalam A Quiet Place

So ...

Jauh sebelum orang-orang sadar, eh gaya banget saya menulis ini hahaha, saya sudah tahu lagu Pacarku oleh Puput Melati itu memplagiat Hotel California milik Eagle. Wah, langsung menuduh? Iya, kalian bisa dengarkan sendiri. Itu bukan lagi delapan bar tapi keseluruhan lagu termasuk bagian terpenting yang pernah dikenal orang. Dududud. Tapi hanya lagu itu yang saya tulis memplagiat, lagu lainnya berikut ini saya tulis kembaran, karena saya tidak punya kapasitas untuk menulis mereka memplagiat.

Yang mengejutkan saya ketika mulai meriset lagu-lagu Indonesia yang punya kemiripan signifikan dari lagu-lagu mancanegara dan/atau lagu lain, juga diskusi bersama teman-teman radio, adalah D'Massive. Sebagian besar lagu-lagu mereka mempunyai kemiripan yang sulit dielakkan dari lagu-lagu yang sudah duluan ada. Diantaranya adalah Cinta Ini Membunuhku dengan I Don't Love You milik My Chemical Romance, Diam Tanpa Kata dengan Awakening milik Switchfoot, Dilema dengan Soldier's Poem milik Muse, sampai Tak Pernah Rela dengan Is It Any Wonder milik Keane. 

Tidak hanya D'Massive, Hello Band juga punya beberapa lagu yang kembaran sama lagu lainnya. Pejuang Cinta misalnya, begitu kembarnya sama Makes Me Wonder milik Maroon 5. Kalian pernah dengar lagu Never Be The Same Again yang dinyanyikan Mel C (from Spice Girls)? Kalau belum, coba didengarkan kemudian lanjutkan dengan lagu berjudul Bunga milik Bondan feat Fade2Black. Atau dengarkanlah lagu milik Grabielle yang berjudul Rise, lalu dengarkan lagu Kau Cantik Hari ini milik Lobow. Anyhoo saya suka banget sama Rise yang dinyanyikan Gabrielle ini, pesannya dalam.

Vierratale yang dulunya bernama Vierra saja, punya satu lagu yang kembaran banget sama lagu Rooftops milik Lostprophets. Lagu itu berjudul Dengarkan Curhatku. Yuhuuu itu single mereka yang dulu suka banget saya dengarkan meskipun kata teman-teman tidak cocok sama usia. Epen lah hahaha.

Tapi di luar dari itu semua, menurut saya, kemiripan itu (apalagi memplagiat) kadang tidak bisa dihindari karena yang namanya solmisasi ya hanya itu: do re mi fa sol la si (do). Kunci pun yang itu saja seperti D, G, C, F, dan seterusnya yang membentuk akord. Kalau nada dasarnya diubah, kata orang Ende: main dari mana? Dari D atau dari C?, maka akordnya pun berubah. Ya begitu-begitu saja. Kemiripan sulit dielakkan.

Baca Juga : TIKIL, Kami Antar Kami Nyasar

Sebagai orang yang juga suka membikin lagu, karena urusan penciptaan adalah milik Allah SWT, kesulitan agar lagunya tidak diolok memplagiat juga terjadi. Sekitar dua puluh lagu sudah dibikin baik sendiri, bersama Cendaga Band, maupun bersama Notes (Noel Fernandez & Tuteh Pharmantara Side Project). Paling enak bikin lagu bareng Noel, dia punya banyak referensi, mulai dari Jimi Hendrix, Nirvana, The Beatles, dan lain sebagainya. Soalnya dia juga gemar banget dengerin musik berjam-jam. 

Para musisi juga lebih kreatif. Semakin ke sini kalian pasti pernah dan/atau sering dengerin lagu-lagu yang dicover atau dibikin ulang musiknya. Salah satunya adalah lagu bergaya vintage. Apa sih itu? Nanti doooonk kita bahas di lain kesempatan. Hehehe.

Bagaimana, kawan? Pernah dengar lagu yang mirip atau terdengar tidak asing di telinga? Bagi tahu donk di komen :)

Happy weekend.


Cheers.

5 Cozy Songs


Setiap orang pasti punya lagu favorit, lagu kegemaran, lagu kebangsaan, lagu kebesaran, dengan frekuensi dengar tinggi. Sama juga dengan saya kan saya masih orang/manusia juga. Jenis lagu apa yang saya sukai? Semua. Dangdut juga? Tentu saja! Apalagi Mendadak Dangdut-nya Titi Kamal. Heiiii saya masih mendengarkan lagu itu sampai sekarang. Qiqiqiqi. Bagi saya musik/lagu harus diapresiasi sama. Karena, bukan hal mudah untuk bisa menciptakan lagu, bahkan satu lagu pun. Dan saya baru bisa menciptakan belasan lagu baik bersama Cendaga Band, bersama Notes (Noel & Tuteh SideProject), maupun sendirian (dengan kunci C, D, F, G, dan lainnya yang saya hafal minus B dan Bm haha). Mood bikin lagu sedang mengembara, jadi belum produktif ke urusan lagu.


Kembali pada lagu favorit. Saya boleh mengatakan lima lagu yang bakal diulas ini merupakan lagu favorit. Lima lagu ini sangat-sangat nyaman didengar terutama saat malam sebelum eru (tidur dalam bahasa Ende). Setiap kali mendengar lagu-lagu ini rasanya seperti sedang berada di kafe, membaca Peyempuan 2, sambil menikmati sepiring mix sampler, secangkir mochacinno. O-le! Sayangnya jarang sekali saya membaca saat sedang di kafe, adanya malah mengobrol juga tertawa bareng keluarga atau teman, foto-foto, dan kadang-kadang diskusi serius. Haha.

Saya jamin, kalian juga bakal setuju sama lima lagu yang saya rekomendasikan sebagai cozy songs. Wajib dengarkan berulang-ulang sih tidak, tapi mencoba mendengarkannya itu wajib! Siapa tahu bakal masuk dalam list music player kalian.

Mari kita simak ...

1. Homesick by Kings of Convenience

Kings of Convenience adalah duo folk-pop indie dari Bergen, Norwegia. Duo ini beranggotakan Erlen Øye dan Eirik Glambek Bøe. Musik mereka; melodi gitar yang rumit dan halus, serta suara mereka sangat lembut dan menenangkan. Ini yang membuat saya jatuh cinta pada Kings of Convenience saat pertama kali diperkenalkan oleh Ilham. Tidak banyak musisi dunia yang mirip-mirip Kings of Convenience. Kita harus menggali lebih dalam pada masing-masing negara karena mungkin mereka tidak sepopuler Sia, Beyonce, atau Cardi B. Tapi percayalah, mereka termasuk musisi yang sulit hengkang dari hati penggemarnya.


Homesick merupakan salah satu lagu mereka yang sangat saya cintai. Dibuka dengan melodi yang lembut serta menyusul suara mereka yang tak kalah lembutnya! Awwww. Kalau kalian termasuk anak rantau, bisa paber keras kalau dengar lagu ini.


2. Out of My Head by Fastball

Kalau Out of My Head punya mulut, mungkin dia sudah bilang ke saya, "Kau tidak bosan kah, Teh?" haha. Tentu tidak. Siapa yang bisa bosan mendengarkan lagu milik Fastball ini? Fastball sendiri merupakan band rock asal Austin, Texas, Amerika yang dibentuk pada tahun 1995. Beranggotakan Tony Scalzo, Miles Zuniga, dan Joey Shuffield, awalnya nama mereka Magneto U.S.A. tapi berganti setelah tanda tangan kontrak dengan Hollywood Records.


Meskipun single pertama mereka adalah The Way, tapi saya menyukai Out of My Head yang merupakan single ketiga. Dulu banget kalau siaran Segelas Air Putih saya pasti memperdengarkan lagu ini juga, haha.

3. What Am I To You? by Norah Jones

Oh yess! Siapa sih yang tidak jatuh cinta pada perempuan cantik yang satu ini? Rata-rata semua lagunya selalu bikin terbuaiiii. Norah Jones adalah seorang penyanyi, penulis lagu, dan pianis Amerika. Dari semua prestasinya, tidak heran jika Billboard menobatkan si cantik ini sebagai penyanyi jazz top pada dekade 2000 - 2009. Lama juga ya. Kalau saya dinobatkan sebagai penyanyi gagal sepanjang masa.



Salah satu lagunya yang menjadi pilihan saya adalah What Am I To You? Meskipun, saya juga suka mendengarkan Come Away With Me dan Sunrise. Top lah pokoknya kalau dengar suara si Norah Jones. Sampai-sampai saya pernah ngetwit begini: Dear Norah Jones, may I hack your voice?



4. Who You Love by John Mayer & Katy Perry
  
Sudah pernah dengarkan lagu ini? Sudah pastinya ya. Kalau belum, siapa sih yang tidak suka? Katy Perry (John Mayer akan dibahas pada poin 5) merupakan penyanyi yang luar biasa apalagi pada lagu Firework; sangat memotivasi dan menginspirasi. Katy dikenal sebagai penyanyi Amerika dan penulis lagu. Lagu-lagunya banyak yang ngehits sejagad.


Bersama John Mayer, Katy menyanyikan lagu berjudul Who You Love. Dan saya mencintai lagu ini setiap melodinya. Kalian harus dengarkan juga :)

5. Waiting On The World To Change by John Mayer

Awwwww. John Mayer! Ye ye ye. Selain sebagai produser rekaman dan penulis lagu, John Mayer lebih dikenal sebagai penyanyi Amerika yang mendulang kesuksesan di setiap lagu-lagunya. Pada tahun 2005, dia pindah dari musik akustik yang dikenal sebagai jenis musik pada awal karirnya, dan mulai bermusik dalam ranah blues dan rock yang dulu mempengaruhinya (sebagai musisi).


Waiting On The World To Change merupakan lagu yang paling saya sukai sekaligus paling sulit saya mainkan kunci gitarnya, haha.  Percayalah, kalian akan sangat menyukai lagu yang satu ini. Liriknya itu penuh perdamaian perdamaiaaan *malah kasidahan*.


Saat menulis ini saya sedang mendengarkan lagu-lagu terebut di atas. Meskipun nulisnya di kamar, tapi rasanya sedang berada di kafe, ditemani secangkir kopi susu racikan Mamasia ... sadap!

Setiap orang punya lagu favoritnya masing-masing. Kita tidak dapat menilai, ah si dia seleranya jelek, hanya karena selera orang itu berbeda dari kita. Karena, yang namanya seni itu relatif, dinilai sejauh perspektif orang yang menikmatinya. Tidak baku! Jadi, jangan pernah ragu untuk membeberkan pada orang lain apa saja yang menjadi favorit kita. Justru apa yang menjadi favorit orang lain dapat menjadi inspirasi untuk kita (baca: saya) dengan mencobanya juga ...

Baiklah kengkawan semua, selamat menikmati akhir pekan dan jangan lupa berkebun :p


Cheers.

#PDL Default Perusuh Pengamen

Surat Cinta, lagu andalan.


#PDL adalah Pernah Dilakukan. Tulisan ringan tentang apa saja yang pernah saya lakukan selama ini; tentang perjalanan ke tempat-tempat di luar Kota Ende.

***

Pernahkah kalian bertemu orang yang suaranya pas-pasan cenderung sesak, tapi doyan bernyanyi sampai pernah rebutan mikropon sama teman karaoke? Pernahkah kalian bertemu orang yang suaranya pas-pasan tapi selalu ngotot pengen nimbrung sama para pengamen sampai si pengamen berakhir dengan menangis di pojokan mengelus dada? Belum pernah? Kalau begitu ... selamat, kalian sedang membaca tulisan orang itu. Ha ha ha. 

Baca Juga: 

Urusan doyan bernyanyi ini bukan bakat, tapi lebih pada pengasahan dari tahun ke tahun sejak saya masih kecil. 

Orangtua saya itu pendidik baik pendidikan melalui jalur sekolah maupun Pendidikan Luar Sekolah Oleh Masyarakat (Diklusemas) sekaligus seniman. Rumah saya ibarat pusat aktifitas segala urusan yang berkaitan dengan seni.  Setelah pulang sekolah, setiap sore kalau tidak ada jadwal pengajian, Mamatua mengajari kelompok ibu-ibu dari lingkungan sekolahnya berkreasi: menjahit, memasak, mengetik (kalau mengetik dibantu (alm.) Bapa). Setelah seharian mengurusi tempat kursus, Bapa masih berurusan dengan Kelompok Orang Jawa di Ende, yang sering diisi dengan berlatih gamelan di rumah.

Habis upacara di kampus ada kegiatan seni, merusuh dulu aaaah hahaha.

Saat (alm.) Bapa membeli seperangkat alat band (Menamainya Jemiri Band), tidak terhitung berapa banyak orang masuk-keluar rumah dan menjadikan rumah kami sebagai basecamp. Kamar kakak laki-laki saya, (alm.) Kakak Toto dan Babe Didi Pharmantara (waktu itu Abang Nanu kuliah di Surabaya), sudah menjadi kamar orang-orang yang masuk-keluar itu. Urusan makan jangan ditanya, bagi keluarga kami kalian adalah keluarga ketika secangkir kopi sudah tersaji. Dan kalau kalian tidak makan-minum di rumah kami, tersinggung lah kami. Itu pasti. Malam Minggu adalah puncak keramaian di rumah kami; ada yang latihan band, ada yang main karambol, ada yang main tenis meja (mejanya diletakkan di halaman dan alm. Bapa menarik lampu hingga ke halaman supaya benderang), ada yang nongkrong saja sambil haha hihi. 

Saat ini rumah saya juga jadi basecamp banyak teman haha. Kalau tidak percaya, tanya saja sama Om Bisot.

Lantas, apakah kesenangan saya bernyanyi ini ada kaitannya sama gamelan dan Jemiri Band? Tidak ada. Karena usia saya terpaut sangat jauh dengan Babe Didi (sebelas tahun) maka saya dianggap anak kecil yang tidak boleh merusuh di sekitar ruangan band. Ih ... padahal kan saya ingin merusuh. Gemas sekali melihat (alm.) Kakak Toto Pharmantara menabuh drum, atau Abang Nanu Pharmantara bermain gitar. Hiks.

Karena orangtua saya itu perfomer di panggung sejak jaman dulu kala, maka saya dididik untuk berani tampil di panggung; mulai dari panggung 17-an tingkat RT sampai akhirnya manggung sebagai vokalis Cendaga Band di Lapangan Pancasila (2005). Awalnya saya tampil untuk membawakan puisi atau bernyanyi (dengan suara pas-pasan) diiringi Bapa (bermain orgen mini):
Bernyanyi diiringi permainan orgen mini oleh cinta pertama saya. Hehe. Muach.

Lama-kelamaan mulai ikut berbagai lomba karaoke hingga berbagai pertunjukan. Kata Mamatua; anggap saja penonton tidak ada (supaya tidak demam panggung) tapiiii tetap saja kadang tangan gemetar hahaha. Oia, sejak dulu saya tidak pandai bermain gitar; hanya mampu kunci A, Am, C, D, Dm, F, G, sedangkan kunci B saya menyerah total. Entah apa yang salah dengan jari saya ini. Hiks.

Itu sekadar prolog dari mana saya yang bersuara pas-pasan ini selalu ngotot ingin bernyanyi.

Lanjut ...

Pada akhirnya saya menjadi perusuh pengamen. Setiap kali ada yang mengamen dan saya rasa suaranya kurang pas (padahal suara saya ini sumbang minta ampun!) saya bakal bilang, "Sini saya yang nyanyiiiii!" dan terjadilah kekacauan *senyum manis*.

Pernah suatu kali para peserta Blogger Nusantara 2012 di Makassar diajak dokter Rara jalan-jalan. Pergilah kami ke Pantai Losari. Saya suka dermaga apung yang terbuat dari susunan bahan plastik (terlihat seperti paving block tapi terbuat dari plastik dan mengapung). Lalu datanglah seorang bocah perempuan mengamen di depan kami. Tidak menunggu lama, naluri merusuh saya kambuh. Saya meminta ukulele-nya dan menggantikannya bernyanyi (waktu itu I'm Yours milik Jason Mraz). Anak-anak pada ketawa. Thanks Rara sudah mengabadikannya:

Si anak pengamen.

Si anak pengamen malu dan kesal setelah saya merusuh. Videonya ada sih, direkam sama Rara, tapi harus dicari lagi hahaha.

Sebelumnya, tahun 2011 usai perhelatan ABC di Museum Pasifika - Bali, om Bisot mengajak kami makan malam di Pantai Jimbaran. Nah, datanglah kelompok pengamen yang profesional. Saya sebut profesional karena harmonisasi beberapa alat musik yang mereka mainkan sangat keren! Naluri merusuh saya kambuh seketika. Dan saya meminta mereka memainkan lagu Just The Way You Are (yang waktu itu dipopulerkan oleh Bruno Mars). 

Waktu itu sempat difoto sama Bang Agus Lahitan si pemilik Rumah Karawo, tapi entah tersimpan di mana foto saya pas lagi nyanyi diiringi para pemain musiknya :D Adanya foto ini saja; foto barengggg.

Kalau ada acara-acara baik di kampus maupun di luar kampus, sudah dapat dipastikan saya pasti merusuh dengan suara sumbang over dosis. Herannya saya masih juga dipanggil menyanyi oleh MC. Pernah nih, dalam acara pembubaran panitia El Tari Memorial Cup 2017 sekaligus evaluasi, saya menyanyi bersama Mam Poppy dan Rudi. Gila, lagu Surat Cinta bisa nyasar ke Logika, sampai yang nonton ngakak guling-guling.

Di mana, logika, hatikyuuuu
Jatuh cinta kepadanyaaaaa
Tetapi tertanya, asmaraaaa
Tak kenal dengan logikaaaa

Hari ini kugembiraaaaa
Melangkah di udaraaaa

*dan suara musik yang mengiri tetap lanjut tapi Mam Poppy dan Rudi menatap saya: siapa ini, kami tidak kenal dia!*

Pernah, saya pernah begitu ... merusuhi para pengamen hanya karena doyan bernyanyi dan ngotot! :D

Bagaimana dengan kalian?


Cheers.