5 Cozy Songs


Setiap orang pasti punya lagu favorit, lagu kegemaran, lagu kebangsaan, lagu kebesaran, dengan frekuensi dengar tinggi. Sama juga dengan saya kan saya masih orang/manusia juga. Jenis lagu apa yang saya sukai? Semua. Dangdut juga? Tentu saja! Apalagi Mendadak Dangdut-nya Titi Kamal. Heiiii saya masih mendengarkan lagu itu sampai sekarang. Qiqiqiqi. Bagi saya musik/lagu harus diapresiasi sama. Karena, bukan hal mudah untuk bisa menciptakan lagu, bahkan satu lagu pun. Dan saya baru bisa menciptakan belasan lagu baik bersama Cendaga Band, bersama Notes (Noel & Tuteh SideProject), maupun sendirian (dengan kunci C, D, F, G, dan lainnya yang saya hafal minus B dan Bm haha). Mood bikin lagu sedang mengembara, jadi belum produktif ke urusan lagu.


Kembali pada lagu favorit. Saya boleh mengatakan lima lagu yang bakal diulas ini merupakan lagu favorit. Lima lagu ini sangat-sangat nyaman didengar terutama saat malam sebelum eru (tidur dalam bahasa Ende). Setiap kali mendengar lagu-lagu ini rasanya seperti sedang berada di kafe, membaca Peyempuan 2, sambil menikmati sepiring mix sampler, secangkir mochacinno. O-le! Sayangnya jarang sekali saya membaca saat sedang di kafe, adanya malah mengobrol juga tertawa bareng keluarga atau teman, foto-foto, dan kadang-kadang diskusi serius. Haha.

Saya jamin, kalian juga bakal setuju sama lima lagu yang saya rekomendasikan sebagai cozy songs. Wajib dengarkan berulang-ulang sih tidak, tapi mencoba mendengarkannya itu wajib! Siapa tahu bakal masuk dalam list music player kalian.

Mari kita simak ...

1. Homesick by Kings of Convenience

Kings of Convenience adalah duo folk-pop indie dari Bergen, Norwegia. Duo ini beranggotakan Erlen Øye dan Eirik Glambek Bøe. Musik mereka; melodi gitar yang rumit dan halus, serta suara mereka sangat lembut dan menenangkan. Ini yang membuat saya jatuh cinta pada Kings of Convenience saat pertama kali diperkenalkan oleh Ilham. Tidak banyak musisi dunia yang mirip-mirip Kings of Convenience. Kita harus menggali lebih dalam pada masing-masing negara karena mungkin mereka tidak sepopuler Sia, Beyonce, atau Cardi B. Tapi percayalah, mereka termasuk musisi yang sulit hengkang dari hati penggemarnya.


Homesick merupakan salah satu lagu mereka yang sangat saya cintai. Dibuka dengan melodi yang lembut serta menyusul suara mereka yang tak kalah lembutnya! Awwww. Kalau kalian termasuk anak rantau, bisa paber keras kalau dengar lagu ini.


2. Out of My Head by Fastball

Kalau Out of My Head punya mulut, mungkin dia sudah bilang ke saya, "Kau tidak bosan kah, Teh?" haha. Tentu tidak. Siapa yang bisa bosan mendengarkan lagu milik Fastball ini? Fastball sendiri merupakan band rock asal Austin, Texas, Amerika yang dibentuk pada tahun 1995. Beranggotakan Tony Scalzo, Miles Zuniga, dan Joey Shuffield, awalnya nama mereka Magneto U.S.A. tapi berganti setelah tanda tangan kontrak dengan Hollywood Records.


Meskipun single pertama mereka adalah The Way, tapi saya menyukai Out of My Head yang merupakan single ketiga. Dulu banget kalau siaran Segelas Air Putih saya pasti memperdengarkan lagu ini juga, haha.

3. What Am I To You? by Norah Jones

Oh yess! Siapa sih yang tidak jatuh cinta pada perempuan cantik yang satu ini? Rata-rata semua lagunya selalu bikin terbuaiiii. Norah Jones adalah seorang penyanyi, penulis lagu, dan pianis Amerika. Dari semua prestasinya, tidak heran jika Billboard menobatkan si cantik ini sebagai penyanyi jazz top pada dekade 2000 - 2009. Lama juga ya. Kalau saya dinobatkan sebagai penyanyi gagal sepanjang masa.



Salah satu lagunya yang menjadi pilihan saya adalah What Am I To You? Meskipun, saya juga suka mendengarkan Come Away With Me dan Sunrise. Top lah pokoknya kalau dengar suara si Norah Jones. Sampai-sampai saya pernah ngetwit begini: Dear Norah Jones, may I hack your voice?



4. Who You Love by John Mayer & Katy Perry
  
Sudah pernah dengarkan lagu ini? Sudah pastinya ya. Kalau belum, siapa sih yang tidak suka? Katy Perry (John Mayer akan dibahas pada poin 5) merupakan penyanyi yang luar biasa apalagi pada lagu Firework; sangat memotivasi dan menginspirasi. Katy dikenal sebagai penyanyi Amerika dan penulis lagu. Lagu-lagunya banyak yang ngehits sejagad.


Bersama John Mayer, Katy menyanyikan lagu berjudul Who You Love. Dan saya mencintai lagu ini setiap melodinya. Kalian harus dengarkan juga :)

5. Waiting On The World To Change by John Mayer

Awwwww. John Mayer! Ye ye ye. Selain sebagai produser rekaman dan penulis lagu, John Mayer lebih dikenal sebagai penyanyi Amerika yang mendulang kesuksesan di setiap lagu-lagunya. Pada tahun 2005, dia pindah dari musik akustik yang dikenal sebagai jenis musik pada awal karirnya, dan mulai bermusik dalam ranah blues dan rock yang dulu mempengaruhinya (sebagai musisi).


Waiting On The World To Change merupakan lagu yang paling saya sukai sekaligus paling sulit saya mainkan kunci gitarnya, haha.  Percayalah, kalian akan sangat menyukai lagu yang satu ini. Liriknya itu penuh perdamaian perdamaiaaan *malah kasidahan*.


Saat menulis ini saya sedang mendengarkan lagu-lagu terebut di atas. Meskipun nulisnya di kamar, tapi rasanya sedang berada di kafe, ditemani secangkir kopi susu racikan Mamasia ... sadap!

Setiap orang punya lagu favoritnya masing-masing. Kita tidak dapat menilai, ah si dia seleranya jelek, hanya karena selera orang itu berbeda dari kita. Karena, yang namanya seni itu relatif, dinilai sejauh perspektif orang yang menikmatinya. Tidak baku! Jadi, jangan pernah ragu untuk membeberkan pada orang lain apa saja yang menjadi favorit kita. Justru apa yang menjadi favorit orang lain dapat menjadi inspirasi untuk kita (baca: saya) dengan mencobanya juga ...

Baiklah kengkawan semua, selamat menikmati akhir pekan dan jangan lupa berkebun :p


Cheers.

Still Love: To Love Somebody


Masih ada kaitannya sama pos kemarin soal merusuhi pengamen dengan suara pas-pasan cenderung fals tingkat dewa, hari ini saya ingin mengulas sebuah lagu sepanjang masa, yang selalu membuai kuping dan menentramkan jiwa. Mantep! Kata orang-orang. Sebenarnya tidak perlu bermain teka-teki silang karena sudah jelas terlihat dari judulnya: Still Love: To Love Somebody.

Baca Juga:

Kalian juga bisa membacanya di Wikipedia, Lagu ini, To Love Somebody, merupakan lagu yang ditulis oleh Barry dan Robin Gibb dan diproduseri oleh Robert Stigwood. To Love Somebody merupakan single kedua yang dirilis oleh Bee Gees dari debut album internasional mereka yang bertitel Bee Gees 1st pada tahun 1967. Pada tahun 2017 saat wawancara dengan Pers Morgan's Life Stories, Barry menyatakan bahwa dari semua lagu yang ditulisnya, dia akan memilih To Love Somebody. It has a clear, emotional message


To Love Somebody dinyanyikan ulang (cover) oleh penyanyi, yang paling pertama saya tahu, Michael Bolton. Bahkan, saya tahu lagu ini dari suara emasnya si Bolton dengan hidung memukau dan rambut kriwil itu. Maklum, jaman dulu belum tahu banyak referensi. Suara Bolton waktu menyanyikan To Love Somebody betul-betul mengaduk emosi. Sampai-sampai saya belajar kunci/chord lagu ini, menyanyikannya seakan-akan saya adalah Bolton yang sedang manggung dengan ribuan penonton. Ngayal aja terus, Teh!

And then, Kakak Pacar kasihan, lantas sering lah dia yang memainkan gitarnya dan mengiringi saya bernyanyi. Hwah, thankyouuuu


To Love Somebody menjadi semacam lagu wajib saya selain Surat Cinta dan Logika. Saya suka bernyanyi 'memainkan emosi suara' seperti itu (istilah pribadi saya ini sih). Waktu usai Peradilan Semu tahun lalu saya juga menyanyikan To Love Somebody tetapi dalam balutan irama reggae. Yess, baby, my soul rebelled.

Usai yudisium 16 Agustus 2018 yang lalu, Angkatan XXXIX Fakultas Hukum Uniflor ngumpul di rumah. Kami karaokean. Ada yang musiknya dari Youtube, ada pula yang diiringi Yoan Amaraya (orgen). Saya menyanyikan To Love Somebody dalam balutan iringan jazz yang cihuy. Emosi kami semua terbawa dalam lirik lagu yang mendadak bikin merinding. Haha. Sayang ... tidak sempat merekamnya. Sempat kami ulangi dua hari kemudian, tapi tidak sesahdu malam itu.


Beberapa hari yang lalu saya dan Ocha nongkrong di kamar sambil mendengarkan lagu-lagu dari Youtube. Dengan keyakinan penuh saya memperdengarkan To Love Somebody dari semua versi! Bee Gees, Michael Bolton, Michael Buble. Wah, yang versi si Buble ini awwwwww sekali.



Sudah nonton? Awesome kan ya?

To Love Somebody, lagu sepanjang masa yang bakal terus didengar orang-orang, anak-cucu kita ... hehe.

Lantas, kenapa mendadak saya menulis ini? Ya, #SabtuReview boleh lah diselingi dengan musik, setelah filem dan buku. Lagi pula, kalian mungkin setuju dengan saya, bahwa lagu-lagu sekarang rasanya kurang nancap di hati. Entah karena apa ... mungkin karena selera saja. Namanya juga selera, tidak bisa dipukul rata kan ya? Hehe. Misalnya, ketika orang-orang lebih suka mendengarkan Ariana Grande, saya masih suka mendengarkan The Corrs, Natalie Imbruglia, atau Kings of Convenience.

Bagaimana dengan kalian?


Cheers.

#PDL Default Perusuh Pengamen

Surat Cinta, lagu andalan.


#PDL adalah Pernah Dilakukan. Tulisan ringan tentang apa saja yang pernah saya lakukan selama ini; tentang perjalanan ke tempat-tempat di luar Kota Ende.

***

Pernahkah kalian bertemu orang yang suaranya pas-pasan cenderung sesak, tapi doyan bernyanyi sampai pernah rebutan mikropon sama teman karaoke? Pernahkah kalian bertemu orang yang suaranya pas-pasan tapi selalu ngotot pengen nimbrung sama para pengamen sampai si pengamen berakhir dengan menangis di pojokan mengelus dada? Belum pernah? Kalau begitu ... selamat, kalian sedang membaca tulisan orang itu. Ha ha ha. 

Baca Juga: 

Urusan doyan bernyanyi ini bukan bakat, tapi lebih pada pengasahan dari tahun ke tahun sejak saya masih kecil. 

Orangtua saya itu pendidik baik pendidikan melalui jalur sekolah maupun Pendidikan Luar Sekolah Oleh Masyarakat (Diklusemas) sekaligus seniman. Rumah saya ibarat pusat aktifitas segala urusan yang berkaitan dengan seni.  Setelah pulang sekolah, setiap sore kalau tidak ada jadwal pengajian, Mamatua mengajari kelompok ibu-ibu dari lingkungan sekolahnya berkreasi: menjahit, memasak, mengetik (kalau mengetik dibantu (alm.) Bapa). Setelah seharian mengurusi tempat kursus, Bapa masih berurusan dengan Kelompok Orang Jawa di Ende, yang sering diisi dengan berlatih gamelan di rumah.

Habis upacara di kampus ada kegiatan seni, merusuh dulu aaaah hahaha.

Saat (alm.) Bapa membeli seperangkat alat band (Menamainya Jemiri Band), tidak terhitung berapa banyak orang masuk-keluar rumah dan menjadikan rumah kami sebagai basecamp. Kamar kakak laki-laki saya, (alm.) Kakak Toto dan Babe Didi Pharmantara (waktu itu Abang Nanu kuliah di Surabaya), sudah menjadi kamar orang-orang yang masuk-keluar itu. Urusan makan jangan ditanya, bagi keluarga kami kalian adalah keluarga ketika secangkir kopi sudah tersaji. Dan kalau kalian tidak makan-minum di rumah kami, tersinggung lah kami. Itu pasti. Malam Minggu adalah puncak keramaian di rumah kami; ada yang latihan band, ada yang main karambol, ada yang main tenis meja (mejanya diletakkan di halaman dan alm. Bapa menarik lampu hingga ke halaman supaya benderang), ada yang nongkrong saja sambil haha hihi. 

Saat ini rumah saya juga jadi basecamp banyak teman haha. Kalau tidak percaya, tanya saja sama Om Bisot.

Lantas, apakah kesenangan saya bernyanyi ini ada kaitannya sama gamelan dan Jemiri Band? Tidak ada. Karena usia saya terpaut sangat jauh dengan Babe Didi (sebelas tahun) maka saya dianggap anak kecil yang tidak boleh merusuh di sekitar ruangan band. Ih ... padahal kan saya ingin merusuh. Gemas sekali melihat (alm.) Kakak Toto Pharmantara menabuh drum, atau Abang Nanu Pharmantara bermain gitar. Hiks.

Karena orangtua saya itu perfomer di panggung sejak jaman dulu kala, maka saya dididik untuk berani tampil di panggung; mulai dari panggung 17-an tingkat RT sampai akhirnya manggung sebagai vokalis Cendaga Band di Lapangan Pancasila (2005). Awalnya saya tampil untuk membawakan puisi atau bernyanyi (dengan suara pas-pasan) diiringi Bapa (bermain orgen mini):
Bernyanyi diiringi permainan orgen mini oleh cinta pertama saya. Hehe. Muach.

Lama-kelamaan mulai ikut berbagai lomba karaoke hingga berbagai pertunjukan. Kata Mamatua; anggap saja penonton tidak ada (supaya tidak demam panggung) tapiiii tetap saja kadang tangan gemetar hahaha. Oia, sejak dulu saya tidak pandai bermain gitar; hanya mampu kunci A, Am, C, D, Dm, F, G, sedangkan kunci B saya menyerah total. Entah apa yang salah dengan jari saya ini. Hiks.

Itu sekadar prolog dari mana saya yang bersuara pas-pasan ini selalu ngotot ingin bernyanyi.

Lanjut ...

Pada akhirnya saya menjadi perusuh pengamen. Setiap kali ada yang mengamen dan saya rasa suaranya kurang pas (padahal suara saya ini sumbang minta ampun!) saya bakal bilang, "Sini saya yang nyanyiiiii!" dan terjadilah kekacauan *senyum manis*.

Pernah suatu kali para peserta Blogger Nusantara 2012 di Makassar diajak dokter Rara jalan-jalan. Pergilah kami ke Pantai Losari. Saya suka dermaga apung yang terbuat dari susunan bahan plastik (terlihat seperti paving block tapi terbuat dari plastik dan mengapung). Lalu datanglah seorang bocah perempuan mengamen di depan kami. Tidak menunggu lama, naluri merusuh saya kambuh. Saya meminta ukulele-nya dan menggantikannya bernyanyi (waktu itu I'm Yours milik Jason Mraz). Anak-anak pada ketawa. Thanks Rara sudah mengabadikannya:

Si anak pengamen.

Si anak pengamen malu dan kesal setelah saya merusuh. Videonya ada sih, direkam sama Rara, tapi harus dicari lagi hahaha.

Sebelumnya, tahun 2011 usai perhelatan ABC di Museum Pasifika - Bali, om Bisot mengajak kami makan malam di Pantai Jimbaran. Nah, datanglah kelompok pengamen yang profesional. Saya sebut profesional karena harmonisasi beberapa alat musik yang mereka mainkan sangat keren! Naluri merusuh saya kambuh seketika. Dan saya meminta mereka memainkan lagu Just The Way You Are (yang waktu itu dipopulerkan oleh Bruno Mars). 

Waktu itu sempat difoto sama Bang Agus Lahitan si pemilik Rumah Karawo, tapi entah tersimpan di mana foto saya pas lagi nyanyi diiringi para pemain musiknya :D Adanya foto ini saja; foto barengggg.

Kalau ada acara-acara baik di kampus maupun di luar kampus, sudah dapat dipastikan saya pasti merusuh dengan suara sumbang over dosis. Herannya saya masih juga dipanggil menyanyi oleh MC. Pernah nih, dalam acara pembubaran panitia El Tari Memorial Cup 2017 sekaligus evaluasi, saya menyanyi bersama Mam Poppy dan Rudi. Gila, lagu Surat Cinta bisa nyasar ke Logika, sampai yang nonton ngakak guling-guling.

Di mana, logika, hatikyuuuu
Jatuh cinta kepadanyaaaaa
Tetapi tertanya, asmaraaaa
Tak kenal dengan logikaaaa

Hari ini kugembiraaaaa
Melangkah di udaraaaa

*dan suara musik yang mengiri tetap lanjut tapi Mam Poppy dan Rudi menatap saya: siapa ini, kami tidak kenal dia!*

Pernah, saya pernah begitu ... merusuhi para pengamen hanya karena doyan bernyanyi dan ngotot! :D

Bagaimana dengan kalian?


Cheers.