Music From Youtube


Sudah lama punya akun Youtube tapi baru beberapa bulan terakhir mulai sering saya jengukin, membereskan ini itu, membersihkan sarang laba-laba dan debu. Kenapa baru sekarang mulai rajin melakukannya? Karena saya pikir, meskipun tidak serius di dunia Youtube dan lebih suka nge-blog, boleh juga seiring waktu berjalan subscriber bertambah dan boleh akun Youtube saya itu di-monetize. Mimpi yang ketinggian. Tapi biarlah. Setiap orang berhak mencoba karena dengan mencoba kita jadi tahu celahnya atau kemungkinan ke depannya macam apa. Selama ini rajin menonton video milik orang lain, mungkin sekarang saatnya orang lain juga boleh menonton video yang saya unggah *pemaksaaan secara halus mulus, hahaha*.

Baca Juga: Pemateri Blog

Akun Youtube memang milik kita pribadi, tapi aturan yang paling ketat diberlakukan adalah kalau bisa video dan pendukungnya (musik latar) bukanlah milik orang lain, kecuali sudah mendapat doa restu ijin. Dua kali video yang saya unggah ke Youtube menerima e-mail dari Youtube pula. Intinya, musik/lagu yang dipakai di dalam video itu punya hak cipta dan kuatir bakal dikomplain sama si pemilik lagu sehingga saya harus siap-siap menghapus video itu kalau komplain beneran terjadi. Was-was? Iya sih was-was. Namanya juga musik milik orang. Katanya sih itu bisa berpengaruh pula seandainya akun Youtube di-monetize. Apabila kalian punya pengalaman tentang ini, boleh donk bagi tahu saya, supaya lekaslah saya menghapus dua video itu. Terima kasih sebelumnya.

Lantas, apa yang harus saya lakukan?

Saya memang sering membikin lagu baik sendiri maupun bareng sahabat saya Noel. Tapi saya bukan pemusik yang bisa bikin musik meskipun dulu pernah coba-coba bikin musik pakai aplikasi FL Studio. Sedangkan sebuah video akan lebih enak ditonton jika ada musik setidaknya musik pembuka. Ternyata, saya baru tahu, benar-benar baru tahu, kalau Youtube menyediakan begitu banyak musik yang bisa kita unduh gratis! Iya, gratis tanpa  perlu kuatir dikomplain sama pihak lain. Ini adalah surga bagi saya yang membutuhkan musik pendukung video!

Lantas, bagaimanakah caranya?

Mungkin sebagian besar dari kalian sudah tahu. Tapi tidak ada salahnya saya menulis ini karena siapa tahu ada yang benar-benar tidak tahu dan membutuhkannya. Dan ini adalah cara yang saya tempuh saat pertama kali mendengar kabar Youtube menyediakan musik untuk para Youtuber. Selanjutnya saya tidak pakai lagi cara ini ha ha ha.

Pertama:
Log in ke akun Youtube kalian.

Kedua:
Masuk ke channel kalian. Arahkah kursor ke sudut kanan atas di ikon profile, lalu klik Your channel, seperti gambar berikut:


Ketiga:
Setelah channel membuka, pada bagian kiri silahkan pilih Help atau bantuan seperti lingkaran pada gambar di bawah ini:


Ketik kata kunci misalnya get music from audio library:


Keempat:
Pilih musiknya, dengarkan, kalau cocok silahkan unduh. Yang saya lingkari merah itu bagian unduhnya.


Itu dia cara saya pertama kali berkenalan dengan Audio Library milik Youtube. Rasanya sangat terberkati karena tidak perlu pusing mencari musik pendukung video yang bakal saya unggah ke Youtube. Sekali lagi, itu cara pertama. Jadi, ada cara lain? Ada donk! Cara ini lebih mudah hahaha. Dasarnya saya saja yang koplaaaaak to the max.

Kalian cukup mengetik tautan berikut ini:


Otomatis kalian akan dibawa pada halaman perpustakaan tempat daftar musik gratisan disediakan oleh Youtube. 

Meskipun musik yang disediakan di sana gratisan tapi kalian harus jeli karena ada satu dua musik yang kalau mau dipakai harus disertai pula dengan sumbernya. Selama mengenal fasilitas yang satu ini saya masih menggunakan musik gratisan 100%, tanpa harus mengikutkan sumber musik ke video. Dan itu sudah sangat membantu proses kreatif menyunting video bekal diunggah ke Youtube. Aaaah, benar kata orang, lebih baik terlambat dari pada tidak sama sekali. Lebih baik saya terlambat tahu tentang Audio Library Youtube ketimbang tidak tahu sama sekali. Bukan begitu? Begitu bukan?

Baca Juga: Menyiapkan Materi

Bagaimana dengan kalian, kawan? Apakah pernah menggunakan fasilitas dari Youtube yang satu ini? Seperti apa pengalaman kalian? Bagi tahu yuk di komen :)



Cheers.

Manis Akustik


Boleh ngakak dulu?

Ha ha ha ...

Suatu malam di Stadion Marilonga, di sela-sela pertandingan sepak bola dari Triwarna Soccer Festival, kami berkumpul di ruangan media center. Di pojok ruangan yang juga dijadikan tempat penyimpanan segala barang yang berhubungan dengan event ini, berdiri gitar listrik bass, gitar listrik melodi, gitar akustik, dan sebuah gendang berdiri. Saya sendiri sering memainkan gitar akustik tersebut, melatih jari-jemari yang selalu kesulitan dengan kunci seperti F, B, dan Bm. Jangan tanya lah. Saya cuma bisa G, C, D, Dm, A, Am, E, Em *diketawain dinosaurus*.

Baca Juga: TSF 'Story

Kembali pada suatu malam di ruangan media center ...

Kebetulan malam itu si Tino Tiba, anggota Seksi Acara tetapi terkenal sebagai musisi keren Ende, duduk bersama saya. Kami menemani Rikyn Radja yang sedang makan malam. Kami sendiri sudah duluan makan. Kebetulan ada musisi ini, si Tino, saya memperdengarkan lagu 100 Times Better dari The Willis Clan. Harapannya dia bakal nemu chord termudah dari lagu itu. Eh ketemu! Jadilah saya menyanyikan lagu favorit itu sambil membayangkan bisa melakukan gerakan dance-nya, hihihi. Waktu saya nyanyikan lagu itu, Rikyn sudah selesai makan, lantas mendengungkan semacam back-vocal begitu. Seru lah.

Setelah 100 Times Better, kita nyanyiin Love Yourself dari Justin Bieber. Waaaah asyiknya. Sampai-sampai salah seorang anak pedagang asongan yang kebetulan meloi (mengintip) bertahan di meja tempat kami berkumpul. Dia sangat menikmati. Busyet, dek! Bayar sini! Haha. Kalau kalian membaca pos #PDL Default Perusuh Pengamen ini, kalian pasti tahu saya sangat suka bernyanyi meskipun suara pas-pasan nyaris sesak.

Rikyn kemudian me-request lagu Yesterday dari The Beatles. Ayok, siapa takut? Ndilalah, setelah satu kali menyanyikan Yesterday, ide-ide gila mulai bermunculan. Kami harus merekamnya. What? Saya cuma ngakak melihat Rikyn memindahkan gendang berdiri ke dekat kami. Saya semakin ngakak waktu Tino mengajak si anak pedagang asongan, sebut saja namanya Boy, memukul botol bekas UC1000 dengan batu. Koplak benar. Lebih koplak karena yang murni musisi hanyalah Tino sedangkan kami? No no no. Kehancuran terjadi saat Rikyn dengan bebasnya menepuk gendang sehingga Yesterday dari The Beatles itu terdengar seperti lagu melayu!

Ha ha ha ...

Ternyata, hasilnya asyik juga. Asyik untuk lucu-lucuan. Dan semakin lucu ketika Rikyn berkata: KEMBALI LAGI BERSAMA KAMI CABUL-CABULAN AKUSTIK.


Rikyyyyyn! Please, deh. Cabul semua donk kita. Walhasil, dengan spontanitas yang luar biasa, muncul nama MANIS AKUSTIK dari bibirnya. Terberkatilah saya bersahabat baik dengan orang-orang ini. Mereka luar biasa ... luar biasa bikin pengen jitak haha.

Ini dia hasilnya. BURAM. Ya, saudara-saudara, penerangan di ruangan itu sedang sangat manja. Sebenarnya ini lagu pertama, tapi yang pertama tidak direkam kan, hehehe.



Hasil yang buram itu memang saya sengaja tidak mempermanisnya (baca: gagal mempermanisnya) menggunakan tools pengeditan video di laptop. Saya hanya menyuntingnya menggunakan telepon genggam dengan aplikasi KineMaster gratisan. Saya pikir, mau apa lagi yang diubah? Toh kami hanya ingin bersenang-senang, hehe, tidak ada niat untuk membikin video terbaik dan terbagus sama sekali. Kalau mau bikin video terbaik dan terbagus mah, tidak bisa dadakan begini, kudu diniatin sungguh-sungguh.

Tak cukup satu lagu, kami kembali beraksi di lagu berikutnya. Gang Kelinci. Dan hasilnya pun masih, tentu saja, buram to the max


Tapi kami gembira melihat hasilnya seperti itu. Karena yang penting adalah melewatkan waktu bersama sahabat dengan melakukan hal-hal gila adalah intinya.

Baca Juga: Konsisten Nge-blog Setahun

Tidak ada obsesi apa pun dari Manis Akustik, sumpah menulis nama itu saya ngakak membahana, murni kami hanya ingin bersenang-senang di tengah kegiatan menjadi panitia TSF. Lagi pula, meskipun profesi kami berbeda-beda, kami punya kaki yang sama-sama tertanam di lini musik. Tino Tiba adalah musisi. Rikyn Radja adalah koreografer sekaligus anggota Spiritus Sanctus Choir. Saya? Aaaah saya cuma perusuh pengamen yang doyan nyanyi meskipun modal suara pas-pasan nyaris sesak. Yang penting senang-senangnya itu kan ya. Hehe.

Jangan lupa nonton video-video saya di Youtube ya, ingat subscribe, ingat like *halaaah*. Hahaha. Mohon maaf, tidak ada video yang bagus yang bisa saya tawarkan di akun Youtube saya *menunduk dalam*.



Cheers.

Ngidam Earphone Audio Technica Terbaik

Ngidam Earphone Audio Technica Terbaik
Alhamdulillah, Sabtu, 16 Maret 2019 akhirnya reuni alumni SMAN 54 berjalan dengan lancar. Senangnya bisa bertemu kembali teman-teman semasa sekolah dan juga beberapa guru yang sempat dihadirkan oleh panitia. Suasana "pecah" karena panitia berhasil meramu berbagai mata acara dan selingan yang menarik.

Terhitung sejak menghadiri reuni SMA di Transera Waterpark Bekasi sampai saat ini, saya sudah berkali-kali mendengarkan lagu “Paijo” yang diciptakan oleh Yogi RPH & DJ Donallize dan dinyanyikan oleh Zaskia Gotik. Ini satu-satunya lagu Zaskia Gotik yang saya dengarkan, saya tidak tahu lagi lagu-lagu lainnya yang konon beraliran Dancedhut. Yang saya tahu lagu Paijo ini lebih bernuansa Trap Hip Hop dengan kombinasi suara gamelan dan lirik berbahasa Jawa.

Lagu ini adalah salah satu lagu yang digunakan oleh teman-teman sebagai musik pengiring flashmob joget dan nge-dance bareng-bareng semua peserta reuni. Dari 3 lagu yang diputar oleh panitia, hanya lagu Paijo yang serasa unik dengan dentuman bass dan suara musik tradisional perkusi dan gamelannya, sehingga saya memutuskan untuk menanyakan judul lagu ini kepada panitia. Demikian perkenalan saya dengan lagu Paijo yang kini masuk dalam list lagu penyemangat dan moodboster.

Mendengarkan musik melalui earphone sudah menjadi kebiasaan saya sejak lama. Antara menonton film atau mendengarkan radio melalui smartphone, mendengarkan musik adalah pilihan utama saat menempuh perjalanan Bekasi - Jakarta PP (Pulang - Pergi) dengan bus atau kereta commuter line setiap harinya.

Dulu saya mengandalkan earphone bawaan handphone, tapi sekarang beberapa merek telpon selular terkini tidak lagi memasukkan earphone dalam paket penjualannya, sehingga kita harus membelinya secara terpisah. Kadang ada juga tawaran discount earphone saat kita membeli handphone di konter resmi. Kebetulan saya menggunakan HP yang tidak menyediakan earphone dalam paket pembelian, karenanya saya sudah beberapa kali mencoba berbagai merek earphone, dari harga puluhan ribu hingga ratusan ribu. 

Mengapa Saya Lebih Memilih Earphone?

Sebelum menjawab pertanyaan itu, mari kita sepakati dahulu istilah yang kadang membingungkan bagi sebagian orang ini. 

Headphone adalah speaker mini yang saat digunakan akan menutupi telinga. Sedangkan earphone atau earbuds digunakan dengan cara memasukkan mini speaker ke tepian lubang telinga. 

Cara kerja keduanya sama, biasanya disambungkan ke berbagai perangkat digital, seperti mp3 player, radio, komputer, dan hp dengan menggunakan kabel atau bluetooth. 

Kelebihan headphone itu ada pada kualitas suara yang dihasilkan, bagus dan jernih. Headphone cocok untuk menonton DVD ataupun untuk mendengarkan lagu dari gadget di ruangan. Selain itu sirkulasi udara di dalam kuping pun tetap lancar, karena masih adanya celah antara headphone dan kuping.
Sayangnya, ukuran headphone yang cukup besar akan merepotkan penggunanya untuk mobile. Sebagian orang juga akan merasakan panas dan kuping telinga yang memerah setelah beberapa saat menggunakan headphone.
Sedangkan kelebihan earphone itu cocok untuk digunakan mobile. Apalagi jika kita termasuk orang aktif yang selalu bergerak, earphone menjadi pilihan yang pas. Ukuran earphone yang cukup kecil mudah untuk dibawa ke mana pun kita pergi. Earphone cocok untuk digunakan mendengarkan musik dari iPod, mp3 player, dan notebook selama perjalanan.  

Dengan earphone kita bisa mendengarkan berbagai macam suara yang diinginkan dengan volume yang lebih rendah dibandingkan saat kita menggunakan headphone.

Tapi hati-hati juga, untuk sebagian telinga yang cukup sensitif, penggunaan earphone juga berisiko bisa menyebabkan timbulnya rasa sakit pada gendang telinga karena distribusi suara langsung dari earphone bisa merusak telinga.

Earphone impian

Kalau soal earphone dan headphone, saya butuh dua-duanya untuk dipakai dalam situasi yang berbeda. Kalau sedang di rumah menonton film atau mendengarkan musik tentunya headphone adalah pilihan ideal, tapi kalau sedang beraktivitas, earphone yang berukuran kecil pastinya lebih mudah dan nyaman untuk dibawa ke mana pun kita pergi.

Earphone impian saya gak muluk-muluk, spesifikasi baik dan tentunya harga yang murahSalah satu produsen headphone dan earphone terbaik versi saya adalah Audio-Technica, sebuah perusahaan audio asal Jepang yang merancang dan memproduksi banyak perangkat audio dengan harga yang cukup terjangkau.
Shopee Earphone Audio Technica Terbaik
Perhatikan deh jejeran produk headphone dan earphone Audio Technica Terbaik di atas, harganya ituloh yang ramah di kantong.

Nah lihat deh harga Earphone Audio Technica ATH-CKL220is dibandrol di harga Rp.185.000, murah kan? tenang, produk Audio Technica pastinya sudah termasuk garansi selama 12 bulan resmi dari Audio Technica Indonesia.
Shopee Earphone Audio Technica Terbaik

Audio Technica ATH-CKL220iS yang ditawarkan di Shopee seharga Rp. 185.000 ini tersedia dalam 4 warna NEON baru dan dengan bungkus kabel yang disertakan, terlihat stylish dan modern. 

Nah, yang menarik adalah, harga Rp.185.000 bisa berubah menjadi lebih murah saat ada produk Audio Technica yang masuk dalam Flash Sale harian. Lumayan banget kalau beruntung bisa dapat Earphone Audio Technica Terbaik dengan harga yang murah. 

Spesifikasi Earphone Audio Technica ATH-CKL220iS
Type: Dynamic 
Driver Diameter: 8.5mm 
Frequency Response: 20 ''" 23,000 Hz 
Sensitivity: 100 dB/mW 
Maximum Input Power: 200 mW 
Impedance: 16 
Cable: 1.2m (Y-Type) 
Connector: 3.5mm 4-Pole gold plated stereo plug 
Accessories: Cable Wrap holder, ear pieces (XS/S/M/L) 
Weight: 3.5g 

MICROPHONE 
Polar Pattern: Omni-directional 
Type: Electret Condenser 
Frequency Response: 100Hz ''" 10,000Hz 
Open Circuit Sensitivity: -44dB (0dB=1V/Pa,1kHz) 

Isi dalam Kemasan : 
  •  Earphone Audio-Technica ATH-CKL220iS in-Ear Headphones with Mic
  •  Garansi Resmi 12 Bulan Audio Technica

Yuk ah pantengin promo di Shopee di bagian electronic sale Shopee, karena akan ada promo-promo khusus dan menarik setiap harinya

Cekidot langsung gan electronic sale Shopee harian di link ini!



The Willis Clan

Sumber: Wikipedia.

Sebagian orang yang pernah menonton ajang pencarian bakat terutama America's Got Talent musim sembilan pasti tahu mereka. Ya, mereka memang mencapai perempat final, dan akhirnya harus menyerah alias tersingkirkan. Tapi mereka adalah inspirasi terkuat saat itu, terkhusus inspirasi keluarga America, sehingga dibikinkan reality show yang tayang di TLC. Tahun 2015 dan 2016 merupakan kejayaan mereka pada stasiun teve TLC. Lantas mereka seakan menghilang ... ada apakah gerangan? Itu yang terus saya cari tahu dan akhirnya ... ketemu! Penemuan yang menyakitkan.

Baca Juga: Bodo Amat

The Willis Clan. Satu nama yang membikin saya teringat pada keluarga sendiri. Saat dulu Bapa (alm.) membeli perangkat band dan band keluarga kami diberi nama Jemiri Band. Jemiri itu singkatan dari Jodoh Mati Rejeki (adalah milik Allah SWT). Para pemain Jemiri Band ada Kakak Toto Pharmantara (alm) di drum, Abang Nanu Pharmantara di gitar, dan dibantu oleh teman-teman mereka lainnya. Saya sendiri tidak pernah diijinkan bernyanyi di Jemiri Band. Haha *diketawain dinosaurus*. Ya sudahlah.

Kembali pada The Willis Clan. Mari kita simak ...

The Willis Clan


Kakek Willis sangat berduka saat kehilangan enam anaknya dalam sebuah kecelakaan fatal. Kecelakaan ini menjadi berita nasional terkait politik di Illinois dimana banyak orang dipenjara karena skandal suap untuk pembuatan SIM. Kehilangan yang amat sangat dalam itu kemudian 'terbayarkan' dengan kelahiran cucu-cucu dari anak-anaknya. Salah satu anaknya bernama Toby yang menikahi Brenda saat usia masih sangat muda. Pada usia tigapuluh Toby mendapat uang sejumlah $100 sebagai ganti rugi atas meninggalnya enam saudara kandungnya dalam sebuah kecelakaan tersebut. Dengan uang itu Toby pensiun dini pada usia tigapuluh tahun dan dia mulai membesarkan anak-anak bersama Brenda.

Anak-anak Toby dan Brenda dididik dengan sangat ketat. Mereka sangat berbakat di dunia musik; bermain alat musik, bernyanyi, dan menari, bahkan menciptakan lagu. Mereka diberi nama The Willis Clan. The Willis Clan muncul di ajang pencarian bakat America's Got Talent musim sembilan pada tahun 2014. Melihat duabelas anak beda usia muncul di panggung bikin syok para juri. Terutama si bungsu Jada yang imutnya bikin Mel B gemas to the max. Melihat pertunjukkan mereka membikin para juri mengacung jempol. Mereka hebat!

Uniknya, semua nama anak-anaknya Toby dan Brenda ini berawalan huruf J. Mereka adalah Jessica, Jeremiah, Jennifer, Jeanette, Jackson, Jedidiah, Jasmine, Juliette, Jamie, Joy-Anna, Jaeger, dan Jada. Semuanya sangat good looking dengan tubuh proposional yang bikin saya iri. Hiks.

Their Music


Setelah mengikuti America's Got Talent, The Willis Clan wara-wiri di televisi dalam reality show bertajuk The Willis Family yang tayang di TLC. Selain itu mereka juga tampil dari satu panggung ke panggung lain. Musik mereka mengingatkan kita pada musik tradisional dari Irlandia. Sebagian lagu-lagu The Corrs juga punya ciri seperti ini. Ya, mereka masih berdarah Irlandia. Tidak salah jika mereka juga pandai menari Irish Dance, yang ditunjukkan dalam setiap penampilan/pertunjukan mereka di panggung. Musik mereka didukung dengan permainan ciamik ragam alat musik seperti gitar, biola, suling, akordion, cajoon, dan lain sebagainya.

I do love their music!

Phenomenal Song and Dance


Satu lagu The Willis Clan yang bisa saya dengarkan puluhan kali dalam sehari berjudul 100 Times Better. Lagu ini punya musik yang renyah dan lirik yang manis. 

Games up
It all went out the window, Baby
What can I say
I wouldn't want it any other way
Live and learn
And our love will last
Whatever I do
Is a hundred times better with you

Itu penggalan lirik 100 Times Better yang menjadi favorit saya belakangan ini hehe. Pokoknya suka banget sama lagu ini dan saya jamin kalian juga bisa suka.

Nah, menariknya, lagu ini selalu menjadi semacam lagu pamungkas yang mengiringi The Willis Clan menari. A very very very sweet dance! Saya sampai membikin status di Facebook, meminta Kakak Rikyn Radja mengajari saya menari seperti The Willis Clan. Haha. Sungguh, tidak tahu malu saya ini. Videonya bisa kalian lihat di bawah ini:



Keren kan?

Tragedi


Nama The Willis Clan lantas memudar setelah menggaung di seluruh dunia melalui reality show di TLC. Ayah dari duabelas anak itu, Toby Willis, ditangkap pada tahun 2016 atas tuduhan pelecehan seksual dan pemerkosaan terhadap anak di bawah umur yang dilakukannya pada tahun 2004. Dunia seperti runtuh. Ya, runtuh, karena anak-anak di bawah umur itu adalah anak-anak perempuannya sendiri. Merujuk pada tiga anak perempuan tertuanya yaitu Jessica, Jennifer, Jeanette. Sungguh, membaca berita itu, juga menonton videonya, bikin saya geregetan. Why father Toby? Bahkan setelah Jessica menikah, Toby suka mengucilkan suami Jessica apabila dianggapnya melanggar aturan keluarga. Ck ck ck. Sungguh otoriter. Ter-la-luuuu.

Pada tahun 2017 Toby mengaku atas empat tuduhan pemerkosaan anak. Dia menerima hukuman dua puluh lima tahun penjara dengan dua dakwaan, dan dua hukuman empat puluh tahun untuk dua dakwaan lainnya. Sedih. Tapi setimpal dengan perbuatannya, termasuk terhadap anak-anaknya sendiri. Ya kan? Derita Brenda pasti sangat berat; pengkhianatan terjadi dan dilakukan oleh orang yang sangat dia cintai.

Bangkit Lagi


Setiap orang pasti pernah jatuh, tapi belum tentu setiap orang yang jatuh itu dapat bangkit lagi dan bersinar. The Willis Clan sejak kecil diajarkan untuk saling menyayangi. Duabelas orang itu kalau tidak saling menyayangi bisa kacau dunia rumah tangga kan haha. Makanya The Willis Clan kemudian bangkit lagi, bersama Ibu mereka tentu saja, dan mengeluarkan single Speak My Mind. Mereka lantas merilis album pada September 2018. Silahkan cari dan dengarkan lagu-lagu mereka. Kalau kalian penasaran ... sih. Tapi bagi saya, 100 Times Better masih jadi favorit! Yuhuuuu!


The Willis Clan, di luar tingkah laku Toby, merupakan bukti pada kita semua bahwa keluarga merupakan tempat terbaik untuk pulih dari segala masalah. Tiga anak perempuan tertua Toby dan Brenda yang mengalami pelecehan seksual oleh Toby bangkit lagi dan tentu atas dukungan keluarga terutama Brenda dan tiga anak laki-laki tertuanya. Mereka berenam (enam anak tertua Toby dan Brenda) melaju terus di dunia musik sementara adik-adik mereka diharapkan untuk tidak terlalu tersorot setelah Toby tertangkap.

Baca Juga: Pembalasan Laut

Bagaimana dengan kalian, kawan? Pernahkah kalian menonton The Willis Clan? Sukakah kalian dengan lagu-lagu mereka? Kalau saya sih hyess. Semua tentang mereka bakal selalu menjadi kesenangan saya.



Cheers.

Lagu Losquin Makassar Minasa Riboritta – Iwan Tompo (lirik dan maknanya)

Lagu Minasa Riboritta adalah sebuah lagu berbahasa Makassar yang walaupun saya tidak hafal seluruh liriknya tapi cukup sering saya nyanyikan. Minasa Riboritta pertama yang saya dengar adalah versi yang dinyanyikan oleh Ridwan Sau, salah satu penyanyi lagu-lagu Bugis Makassar.

Lama kemudian barulah saya mendengar lagu Minasa Riboritta versi Losquin dari Iwan Tompo, salah satu maestro lagu Makassar.

Lirik lagu ini saya terjemahkan secara bebas, bukan terjemahan langsung per kata dan mengikuti nada lagu sehingga bisa dinyanyikan dalam bahasa Indonesia walaupun jadi kurang enak didengar karena liriknya masih dipaksakan. Setidaknya ini membantu para pendengar yang tidak mengerti bahasa Makassar mengenai makna lagu ini. 

Saya juga tidak terlalu paham bahasa Makassar, dan terjemahan lirik ini saya ambil dari beberapa terjemahan yang memang sudah ada di internet lalu kemudian saya sandingkan. Dengan cara seperti itu jika ada masukkan dari yang paham bahasa Makassar pasti akan saya pertimbangkan.

Berikut lagu Minasa Riboritta - Iwan Tompo versi Losquin.


Minasa Riboritta (Harapan untuk Negeri Kita)

_________________

Mangku mamo mabella
Walaupun aku jauh 

Nia ma' ri se'reang bori
Merantau di negeri lain

Ma'sombalangi sare kamaseku
Melayari laut nasib hidupku 

Passare Batara
Jalani takdir-Nya

Manna monjo nakamma
Walaupun demikian

Pangngu'rangingku ri kau tonji
Ingatanku hanyalah padamu

Kabutta la'biri passolongang ceratta
Ke kampung tercinta di tanah kelahiran

Ri Bawa Karaeng
Di Bawa Karaeng 

Se'reji kupala rijulu boritta
Satu yang kuminta, dari saudaraku

Sirikaji tojeng
Utamakan Siri' 

Sollanna na nia areng mabajitta
Agar selalu terjaga nama baik kita 

Ri bori maraeng
Di negeri lain

Nakima' minasa te'ne ki masunggu
Dan kita berharap raih kesuksesan 

Nanacini todong 
Sehingga terpandang

Bori maraengang
Di negeri lain

Sarroa mangngakkali rikamajuanta
Yang sering meragukan kemajuan kita
________

Sedikit mengenai Iwan Tompo sang pelantun lagu ini. Iwan Tompo Dg. Liwang adalah salah satu maestro lagu Makassar, sayangnya beliau sudah wafat pada hari Kamis, 23 Mei 2013 di Makassar.
Iwan Tompo Dg. Liwang wafat

Iwan Tompo Dg. Liwang kelahiran Kota Makassar 6 September 1952. Gelar maestro yang disematkan pada dirinya karena almarhum adalah penyanyi sekaligus pencipta lagu yang telah membuat sedikitnya 50-an album lagu Makassar dalam rentang 40-an tahun Iwan Tompo berkesenian.

Iwan Tompo mulai aktif berkesenian sejak duduk dibangku SMP pada tahun 1966. Karir Iwan Tompo dalam dunia kesenian dimulai dengan menjadi gitaris. Iwan Tompo sudah dari masa kanak-kanak mempunyai bakat bernyanyi, hingga akhirnya dia mulai bernyanyi secara profesional pada tahun 1970an. 

Dalam karirnya sebagai penyanyi Iwan Tompo belajar mengikuti bakat yang ada pada dirinya. Pengetahuan yang dimiliki tersebut didapat secara otodidak melalui tradisi lisan bukan tradisi tulisan dan tidak dibentuk oleh pendidikan formal. Bakat tersebut semakin berkembang ketika Iwan Tompo bergabung menjadi penyanyi pada tahun 1970-an di Orkes Melayu Rasela.

Pada tahun 1975 Iwan Tompo bergabung di Irama Baru Record yang merupakan bagian dari kunci sukses perjalanan hidup Iwan Tompo dalam mempertahankan eksistensi lagu pop daerah Makassar. Iwan Tompo pernah diundang ke Jakarta karena lagunya pernah membooming yang berjudul Bunting Berua. Lagu-lagu Iwan Tompo yang paling terkenal PammarisinnuBangkenga AcciniAmmakku BapakkuTeako Palla, Sura Tappu SingaintaPakeke Appasisala dan lain-lain.

_______________

Sumber: ARYA SAMUDRA, 2012. Studi Biografi Iwan Tompo Sebagai Pencipta Lagu Populer Makassar. 
Skripsi: Program Studi Pendidikan Sendratasik Fakultas Seni dan Desain Universitas Negeri Makassar.  (eprints UNM).



Lagu Losquin Makassar Minasa Riboritta – Iwan Tompo (lirik dan maknanya)

Lagu tradisional Makassar lirik losquin

Lagu Minasa Riboritta adalah sebuah lagu berbahasa Makassar yang walaupun saya tidak hafal seluruh liriknya tapi cukup sering saya nyanyikan. Minasa Riboritta pertama yang saya dengar adalah versi yang dinyanyikan oleh Ridwan Sau, salah satu penyanyi lagu-lagu Bugis Makassar.

Lama kemudian barulah saya mendengar lagu Minasa Riboritta versi Losquin dari Iwan Tompo, salah satu maestro lagu Makassar.

Lirik lagu ini saya terjemahkan secara bebas, bukan terjemahan langsung per kata dan disesuaikan dengan mengikuti nada lagu sehingga bisa dinyanyikan dalam bahasa Indonesia walaupun jadi kurang enak didengar karena liriknya masih dipaksakan. Setidaknya ini membantu para pendengar yang tidak mengerti bahasa Makassar mengenai makna lagu ini. 

Saya juga tidak terlalu paham bahasa Makassar, dan terjemahan lirik ini saya ambil dari beberapa terjemahan yang memang sudah ada di internet lalu kemudian saya sandingkan. Dengan cara seperti itu jika ada masukkan dari yang paham bahasa Makassar pasti akan saya pertimbangkan.

Berikut lagu Minasa Riboritta - Iwan Tompo versi Losquin.


Minasa Riboritta (Harapan untuk Negeri Kita)

_________________

Mangku mamo mabella
Walaupun aku jauh 

Nia ma' ri se'reang bori
Merantau di negeri lain

Ma'sombalangi sare kamaseku
Melayari laut nasib hidupku 

Passare Batara
Jalani takdir-Nya

Manna monjo nakamma
Walaupun demikian

Pangngu'rangingku ri kau tonji
Ingatanku hanyalah padamu

Kabutta la'biri passolongang ceratta
Ke kampung tercinta di tanah kelahiran

Ri Bawa Karaeng
Di Bawa Karaeng 

Se'reji kupala rijulu boritta
Satu yang kuminta, dari saudaraku

Sirikaji tojeng
Utamakan Siri' 

Sollanna na nia areng mabajitta
Agar selalu terjaga nama baik kita 

Ri bori maraeng
Di negeri lain

Nakima' minasa te'ne ki masunggu
Dan kita berharap raih kesuksesan 

Nanacini todong 
Sehingga terpandang

Bori maraengang
Di negeri lain

Sarroa mangngakkali rikamajuanta
Yang sering meragukan kemajuan kita
________

Sedikit mengenai Iwan Tompo sang pelantun lagu ini. Iwan Tompo Dg. Liwang adalah salah satu maestro lagu Makassar, sayangnya beliau sudah wafat pada hari Kamis, 23 Mei 2013 di Makassar.
Iwan Tompo Dg. Liwang wafat

Iwan Tompo Dg. Liwang lahir di Kota Makassar tanggal 6 September 1952. Gelar maestro yang disematkan pada dirinya karena almarhum adalah penyanyi sekaligus pencipta lagu yang telah membuat sedikitnya 50-an album lagu Makassar dalam rentang 40-an tahun Iwan Tompo berkesenian.

Iwan Tompo mulai aktif berkesenian sejak duduk di bangku SMP pada tahun 1966. Karir Iwan Tompo dalam dunia kesenian dimulai dengan menjadi gitaris. Iwan Tompo sudah dari masa kanak-kanak mempunyai bakat bernyanyi, hingga akhirnya dia mulai bernyanyi secara profesional pada tahun 1970an. 

Dalam karirnya sebagai penyanyi, Iwan Tompo belajar mengikuti bakat yang ada pada dirinya. Pengetahuan yang dimiliki tersebut didapat secara otodidak melalui tradisi lisan bukan tradisi tulisan dan tidak dibentuk oleh pendidikan formal. Bakat tersebut semakin berkembang ketika Iwan Tompo bergabung menjadi penyanyi pada tahun 1970-an di Orkes Melayu Rasela.

Pada tahun 1975 Iwan Tompo bergabung di Irama Baru Record yang merupakan bagian dari kunci sukses perjalanan hidup Iwan Tompo dalam mempertahankan eksistensi lagu pop daerah Makassar. 

Iwan Tompo pernah diundang ke Jakarta karena lagunya pernah membooming yang berjudul Bunting Berua. Lagu-lagu Iwan Tompo yang paling terkenal antara lain PammarisinnuBangkenga AcciniAmmakku BapakkuTeako Palla, Sura Tappu SingaintaPakeke Appasisala dan masih banyak lagi.

_______________

Sumber: ARYA SAMUDRA, 2012. Studi Biografi Iwan Tompo Sebagai Pencipta Lagu Populer Makassar. 
Skripsi: Program Studi Pendidikan Sendratasik Fakultas Seni dan Desain Universitas Negeri Makassar.  (eprints UNM).



Ndengerin Musik Indie Di Gtunes Aja

Indonesian Lifestyle Blogger - salmanbiroe - Gtunes

Masih ingat dengan lagu menuju puncak?   Dulu pernah menjadi trend di masyarakat Indonesia. Kalau masih ingat, berarti kamu termasuk angkatan 90an, hahaha. Yang saya maksud adalah Tia AFI yang dulu pernah menjadi jawara dan sangat populer di masanya. Kini setelah lama tidak terdengar,  Tia muncul dengan single terbarunya. Sungguh Beda Segalanya,  single yang mampu penggemarnya bernostalgia. Dulu Tia sempat membawakan lagu Adilkah Ini,  hayo masih ingat ngga liriknya?

Kita telah memutuskan tak lagi bersama
Karna rintangan yang ada tak henti menghadang
Harus ku menepis, rasa ini

Salahkah aku,  atas perasaan ini
Yang tak mampu memiliki
Aku masih cinta kamu ...

Indonesian Lifestyle Blogger - salmanbiroe - Gtunes

Indonesian Lifestyle Blogger - salmanbiroe - Gtunes

Yes,  jangan tanya apakah saya hafal atau tidak lagu Tia,  yang jelas sampai saat ini masih ada di music player, smartphone saya.

Bagi saya,  musik itu universal. Tidak ada yang salah dengan semua jenis aliran musik. Setiap aliran musik memiliki penggemarnya sendiri termasuk musik indie. Indie bukanlah pembelot,  indie adalah mewakili musik secara universal dengan bahasa idealisme yang masih tertanam. Melihat musik indie memang sangat menarik karena tidak sama dengan musik yang beredar di pasaran. So,  saya pun menghagai setiap karya dari musisi indie.


Kini,  banyak platform dan social media yang bisa digunakan sebagai wadah musik indie untuk berkembang, salah satu platformnya adalah Gtunes.

Gtunes itu wadah musisi indie menampilkan karyanya baik dalam bentuk suara maupun video. Bukan hanya secara karya,  secara personal,  musisi dapat berinteraksi dengan fans secara intens seperti live chat dan fan meeting atau semacam mini concert.

Beberapa hari lalu, saya sempat hadir dalam Gtunes Festival. Disanalah saya bertemu dengan Junior Soemantri dan Keiko. Dua dari banyak musisi indie yang berkarya melalui Gtunes.

Indonesian Lifestyle Blogger - salmanbiroe - Gtunes

Apa saja sih kelebihan Gtunes? Banyak sekali kelebihan salah satunya gratis. Yes, aplikasi ini tidak memungut biaya bagi musisi maupun pengguna Gtunes. Sedangkan kelebihan lainnya adalah ada fitur interaksi dengan musisi sedangkan fitur karaoke dengan artis seperti smule. Kece banget kan?

So,  buat apa menunggu lama? Download aplikasi Gtunes dan dapatkan banyak keuntungan serta menikmati musik indie. Dengan Gtunes kita dukung musisi indie Indonesia.

Indonesian Lifestyle Blogger - salmanbiroe - Gtunes


Kampung Kite, Lagu Nasehat Dari "Bahasa Aliza"

Kampung Kite, Lagu Nasehat Dari "Bahasa Aliza"

Hari semakin petang, saat-saat terbaik di halaman TBM Rumah Pelangi Bekasi sebentar lagi akan datang. Yaitu saat matahari semakin condong ke barat sehingga panasnya jauh berkurang, lalu angin sepoi-sepoi meniup dari pepohonan, perkebunan dan sawah yang membentang membawa udara segar khas pedesaan.

Sambil menikmati suasana ruang terbuka dan bercengkrama akrab, di hadapan saya 4 personil band Bahasa Aliza sudah lengkap. Kami asik terlibat obrolan-obrolan mengenai rencana-rencana ke depan. Mengenai kampanye budaya, gerakan literasi dan berbagai kegiatan yang sempat ada namun terhenti sejak wafatnya alm. Ane Matahari, penggerak sanggar Sastra Kali Malang dan Kelompok Penyanyi Jalanan Kota Bekasi.

Muhammad Genta Aliza Putera atau yang akrab disapa Genta, masih bersemangat bercerita mengenai niatnya melanjutkan apa yang sudah alm ayahnya mulai. Yah menurut saya, wafatnya alm. Ane Matahari seperti memutus komunikasi antara para penggiat penggerak sastra dan musik di kota dan kabupaten Bekasi, sehingga sudah jarang bertemu dan melakukan aksi bersama lagi, itulah yang ingin Genta bersaudara giatkan kembali.

Muhammad Gema Aliza Putera, Muhammad Genta Aliza Putera dan Muhammad Gaung Aliza Putera, ketiganya merupakan putera dari alm Ane Matahari. Ketiganya membentuk band bernama "Bahasa Aliza", yang pada kesempatan Sabtu sore 27 Oktober 2018 menjadi bintang tamu acara Festival Rungi 2.0
Kampung Kite, Lagu Nasehat Dari "Bahasa Aliza"

Dengan dibantu Muhamad Fauzi atau Uzi sebagai pemain cajon, Bahasa Aliza membawakan 2 buah lagu ciptaan mereka sendiri yang berjudul "Kampung Kite" dan "Dari Sabang Hingga Merauke".

"Pung kampung-kampung, ini kampung kite... 
Dulu dikate dusun, sekarang udeh jadi kote...
Di sini sodare di sana sodare, banyak teman banyak sahabat, 
kudu akur, kudu inget nasehat...". 

Demikian cuplikan lagu berjudul Kampung Kite yang dinyanyikan dengan suara serak dan lantang khas suara Gaung sang vokalis. Lagu ini menggambarkan potret kampung-kampung yang sekarang sudah menjadi kota, namun demikian lagu ini mengingatkan bahwa perubahan demografis jangan sampai menggerus kekeluargaan, persaudaraan, persahabatan, kudu akur. 
"Banyak belajar biar jadi anak yang pintar, anak kampung sini kudu ngebangun kote ini".
Saat saya tanyakan kesan dan pesan setelah datang dan tampil di halaman TBM Rumah Pelangi dalam gelaran acara Festival Rumah Pelangi 2.0, Genta mengatakan TBM Rumah Pelangi berhasil menjadikan ruang publik sebagai ruang budaya.

"Dalam perjalanan ke Rumah Pelangi, kami sudah merasakan sisi lain Bekasi, bahwasanya Rumah Pelangi adalah salah satu kekayaan yang Bekasi punya. Bagaimanapun perbedaanlah yang mempersatukan, TBM Rumah Pelangi telah berhasil menjadikan ruang publik sebagai ruang budaya." ungkap Genta.

"Semoga semakin kompak dan sukses, Aamiin. Kite kudu bangga jadi bocah Bekasi." tegasnya.

--------------
Mau dengar lagu Kampung Kite versi full?
Simak deh, ini saya ambil dari Soundcloud, enjoy :)



:)

Kampung Kite, Lagu Nasehat Dari "Bahasa Aliza"

Kampung Kite, Lagu Nasehat Dari "Bahasa Aliza"

Hari semakin petang, saat-saat terbaik di halaman TBM Rumah Pelangi Bekasi sebentar lagi akan datang. Yaitu saat matahari semakin condong ke barat sehingga panasnya jauh berkurang, lalu angin sepoi-sepoi meniup dari pepohonan, perkebunan dan sawah yang membentang membawa udara segar khas pedesaan.

Sambil menikmati suasana ruang terbuka dan bercengkrama akrab, di hadapan saya 4 personil band Bahasa Aliza sudah lengkap. Kami asik terlibat obrolan-obrolan mengenai rencana-rencana ke depan. Mengenai kampanye budaya, gerakan literasi dan berbagai kegiatan yang sempat ada namun terhenti sejak wafatnya alm. Ane Matahari, penggerak sanggar Sastra Kali Malang dan Kelompok Penyanyi Jalanan (KPJ) Kota Bekasi.

Muhammad Genta Aliza Putra atau yang akrab disapa Genta, masih bersemangat bercerita mengenai niatnya melanjutkan apa yang sudah alm. ayahnya mulai. Yah menurut saya, wafatnya alm. Ane Matahari seperti memutus komunikasi antara para penggiat penggerak sastra dan musik di kota dan kabupaten Bekasi, sehingga sudah jarang bertemu dan melakukan aksi bersama lagi, itulah yang ingin Genta bersaudara giatkan kembali.

Muhammad Gema Aliza Putra, Muhammad Genta Aliza Putra dan Muhammad Gaung Aliza Putra, mereka bertiga adalah putra dari alm. Ane Matahari. Ketiganya membentuk band bernama "Bahasa Aliza", yang pada kesempatan Sabtu sore 27 Oktober 2018 menjadi bintang tamu acara Festival Rungi 2.0
Kampung Kite, Lagu Nasehat Dari "Bahasa Aliza"
Dengan dibantu Muhamad Fauzi (Uzi)  dari KPJ Kota Bekasi sebagai pemain cajon, Bahasa Aliza membawakan 2 buah lagu, 1 lagu ciptaan mereka sendiri yang berjudul "Kampung Kite" dan lagu milik KPJ yang berjudul "Dari Sabang Hingga Merauke".

"Pung kampung-kampung
ini kampung kite... 
Dulu dikate dusun
sekarang ude jadi kote...
Di sini sodare di sana sodare, 
banyak teman banyak sahabat, 
kudu akur, kudu inget nasehat...". 

Demikian cuplikan lagu berjudul Kampung Kite yang dinyanyikan dengan suara serak dan lantang khas suara Gaung sang vokalis. Lagu ini menggambarkan potret kampung-kampung yang sekarang sudah menjadi kota, namun demikian lagu ini mengingatkan bahwa perubahan demografis jangan sampai menggerus ikatan kekeluargaan, tali persaudaraan, persahabatan, semuanya kudu akur. 

Selain itu lagu ini juga berpesan agar kita sebagai bocah kampung harus tetap mengasah diri agar dapat berperan membangun kampung.
"Banyak belajar biar jadi anak yang pintar, anak kampung sini kudu ngebangun kote ini".
Saat saya tanyakan kesan dan pesan setelah datang dan tampil di halaman TBM Rumah Pelangi dalam gelaran acara Festival Rumah Pelangi 2.0, Genta mengatakan TBM Rumah Pelangi telah berhasil menjadikan ruang publik sebagai ruang budaya.

"Dalam perjalanan ke Rumah Pelangi, kami sudah merasakan sisi lain Bekasi, bahwasanya Rumah Pelangi adalah salah satu kekayaan yang Bekasi punya. Bagaimanapun perbedaanlah yang mempersatukan, TBM Rumah Pelangi telah berhasil menjadikan ruang publik sebagai ruang budaya." ungkap Genta.

"Semoga semakin kompak dan sukses, Aamiin. Kite kudu bangga jadi bocah Bekasi." tegasnya.

Untuk mengikuti perkembangan dan kabar terbaru dari band indie asal Bekasi ini kita bisa follow akun Instagram mereka di @BahasaAliza atau berkirim email ke bahasaaliza @ gmail. com jika ingin menghubungi mereka.

--------------
Mau dengar lagu Kampung Kite versi full?
Simak deh, ini saya ambil dari Soundcloud, enjoy :)



:)

Warna Warni Kita Menjadi Satu di Dalam Rahimmu

merayakan hari pahlawan bersama cahaya foundation

Pertama kali mendengar lagu Busur Hujan di Gelaran Perpustakaan Jalanan Ke 15, ada yang urun suara menyumbang lagu untuk meramaikan gelaran lapak buku dan diskusi Sejarah Bekasi malam itu. Kami yang hadir saat itu bersama-sama bernyanyi, karena saya tidak tahu lagunya saya hanya ikut menyanyi saat reff saja, "Warna-warni kita menjadi satu, di dalam rahimmu", kata-kata yang dalam maknanya.

Lagu tersebut berjudul Busur Hujan (Rainbow Warrior) milik Navicula. Rainbow yang biasanya diterjemahkan sebagai pelangi oleh Navicula diubah menjadi busur hujan, busur (bow) dan hujan (rain). Rainbow yang dimaksud dalam lagu ini adalah kapal "Rainbow Warrior" sebuah kapal milik Greenpeace yang dulu pernah diledakkan oleh aparat intelijen Prancis sehingga menewaskan seorang fotografer dan tenggelam pada tanggal 10 Juli 1985.

Busur Hujan bukan lagu pertama yang terinspirasi dari perjuangan kapal Rainbow Warrior dan mengenang kejadian sabotase kepada kapal Rainbow Warrior. Sebelumnya sudah ada sebuah lagu berjudul "Little Fighter" oleh White Lion dalam album Big Game yang hits hingga masuk pada jajaran The Billboard Hot 100 di tahun 1989.

Dari segi lirik, lagu Busur Hujan menggunakan pilihan diksi yang bersifat puitik sehingga agak sulit mendefinisikan terjemahan baku mengenai apa yang dimaksud dari kalimat-kalimat dalam rangkaian liriknya. Selain itu komposisi musiknya juga apik, Navicula yang secara umum bisa dimasukkan dalam genre grunge, membuat lagu Busur Hujan ini tidak terlalu sulit untuk dinikmati oleh penyuka musik rock.

Sudah sekian lama saya ingin membawakan lagu ini, tapi baru pada kesempatan peringatan Sumpah Pemuda di Sanggar Banboo Tambun Selatan Kabupaten Bekasi kemarin saya bisa nge-jamm dan mencoba menyanyikan lagu ini. Acara sumpah pemuda ini juga sekaligus merayakan ulang tahun Cahaya Foundation yang kedua, Ahad 28 Oktober 2018. 

Reff lagu ini menurut saya sangat mewakili semangat peringatan Sumpah Pemuda, sehingga begitu terlintas dalam pikiran, saya langsung maju untuk menyanyikannya walau tanpa persiapan :D Dengan dibantu personil Sanggar Banboo, lagu ini berhasil kami bawakan walau sempat berhenti di tengah karena saya lupa lirik dan suara saya tidak sampai :D

Selain bernyanyi dengan iringan band, acara ini juga diisi dengan sumbangan kepada yatim dhuafa, aksi bakti sosial pengobatan gratis bekerjasama dengan salah satu RS di Bekasi, pembacaan puisi dari  para tamu undangan yang hadir serta penampilan pencak silat dari perguruan silat Cingkrik Cibitung dan lain-lain.
keluarga besar cahaya foundation bekasi
Keluarga besar Cahaya Foundation saat Milad Ke-2
Hadir dalam acara ini tentu saja keluarga besar relawan Cahaya Foundation, Sanggar Banboo selaku tuan rumah, beberapa teman-teman dan simpatisan yang selalu mendukung kegiatan Cahaya Foundation dan lain-lain, serta beberapa warga masyarakat sekitar. 

Saat berangkat saya naik grab karena kondisi badan yang sedang kurang fit, masih mengantuk karena sehari sebelumnya dari pagi hingga larut malam saya menghadiri acara "Workshop Ayo Menulis" bersama AtmaGo di SMK Binakarya Mandiri Jati Mulya Bekasi dan selebrasi Milad ke-2 TBM Rumah Pelangi Bekasi.

Acara perayaan HUT Cahaya Foundation ini sederhana saja, potong tumpeng, makan bersama, ngopi-ngopi kongko, suasana kekeluargaan lebih terasa karena tidak terlalu banyak juga tamu yang diundang dan bentrok dengan acara di Gedung Juang Bekasi.

Akhir kata, selamat ulang tahun ke-2 untuk Cahaya Foundation, semoga dapat terus mengabdi kepada masyarakat yang membutuhkan dan selamat memperingati Hari Sumpah Pemuda yang ke-90.

Berikut cuplikan video yang saya ambil dari live Facebook Mbak Dyah. Saya sih puas karena sudah ikut meramaikan walau tampil dadakan dan seadanya, yang penting sudah ikut meramaikan suasana :)
Berikut lirik dan chord lagu Busur Hujan dari Navicula.

Em     Bm     C             G 
Busur Hujan di cakrawala 
Em           Bm         C             G 
Kau rayu hatiku menuju ke sana 
Em     Bm     C             G 
Busur Hujan di cakrawala 
Em               Bm         C               G 
Maha karya jembatan ke gerbang surga

Am       C           Em 
Ku kembangkan layarku 
Am   C         Em 
Arungi samudera ibuku 
Am       C         Em 
Kan kuhunjam sauhku 
                        G     Am-Bm   D-Em C... 
Di dalam rahimmu

[Reff:] 
Em                 C             G 
Warna-warni kita menjadi satu 
Em                 C             G 
Warna-warni kita menjadi satu 
Em                 C             G 
Warna-warni kita menjadi satu 
Em                 C             G 
Warna-warni kita menjadi satu 
                        G     Am-Bm   D-Em C... 
Di dalam rahimmu

Em     Bm     C             G 
Busur Hujan di cakrawala 
Em         Bm               C           G 
Manusia titipkan mimpinya di sana.. 
Em     Bm     C             G 
Busur Hujan di cakrawala 
Em                   Bm           C             G 
Ada harta di kakinya...menunggu di sana

Am       C           Em 
Ku kembangkan layarku 
Am   C         Em 
Arungi samudera moyangku 
Am       C         Em 
Kan kuhunjam sauhku 
                        G     Am-Bm   D-Em C... 
Di dalam rahimmu

[Reff:] 
Em                 C             G 
Warna-warni kita menjadi satu 
Em                 C             G 
Warna-warni kita menjadi satu 
Em                 C             G 
Warna-warni kita menjadi satu 
Em                 C             G 
Warna-warni kita menjadi satu 
                        G     Am-Bm   D-Em C... 
Di dalam rahimmu