Jangan Bunuh Diri


Sebagai manusia, tentu memiliki masalah masing-masing. Entah itu masalah yang bisa dihadapi dengan senyum ataupun masalah yang menguras energi malah membawa diri kepada titik terendah. Saya pun merasakan hal yang sama. Saya pernah merasakan betapa banyak tekanan dari kerjaan yang membuat saya stress sampai ke tahap frustasi. Beruntung saya masih memiliki hobi traveling yang mengendurkan sedikit rasa frustasi tersebut. 

Setelah saya resign dari pekerjaan tetap saya di salah satu kantor akuntan, kemudian saya memulai membangun kantor baru bersama teman namun ternyata tak semudah membalikan telapak tangan. Perlahan tapi pasti teman-teman tersebut menjauh dan meninggalkan saya tanpa suatu pesan. Istilahnya saya ditendang keluar dari kantor tersebut. Lalu, saya bergabung dengan teman dengan bisnis lain, ternyata itupun  tak bertahan lama. Tak genap setahun, saya pun tertendang keluar kembali, karena saya tidak becus dengan kerjaan yang saya lakukan. 

Hati saya hancur, lebih hancur lagi ketika yang menendang kita tak lain dan tak bukan adalah teman yang selama ini kita anggap manusia baik. Tak hanya masalah pekerjaan, namun masalah keluarga pun mendera. Tahun 2015 dan 2017, saya kehilangan Mamah dan Kakak Kandung. Betapa berat hari-hari yang saya lalui ketika kehilangan Mamah. Rasa stres, frustasi dan bahkan keinginan untuk mengakhiri hidup pun sekelebat datang. Namun, saya berpikir untuk terus melanjutkan hidup walaupun penuh tantangan. Masih banyak orang yang sangat peduli dan sangat sayang dengan kita.


Pak Onggy Hianata, memberikan sebuah pelajaran tentang sebuah nilai kehidupan. Onggy Hianata Chunnardy adalah seorang inspirator yang mengalami berbagai macam masalah kehidupan. Baginya, hidup dengan bekerja keras dan mengalami berbagai macam kegagalan adalah sebuah proses mencapai pada posisi saat ini. Inilah alasan saya untuk terus berusaha dan bekerja lebih keras sehingga dapat membuat diri saya bangga seperti yang dilakukan oleh Pak Onggy.

Pak Onggy memulai segalanya dari sebuah kota Tarakan, Kalimantan Timur dengan 8 saudaranya. Ayahnya, Ong Chong Moi adalah pegawai kecil dengan gaji yang sangat kecil sehingga jauh dari kata cukup untuk memenuhi kesembilan anaknya. Onggy kecil selalu mencari kayu bakar di tengah hutan, kemudian dijual sebagai tambahan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Tak hanya usaha kayu bakar, namun berkebun dan beternak sehingga dapat memperbaiki kehidupannya.

Beliau selalu berpesan, bahwa nilai-nilai kebaikan yang ia tanamkan semenjak kecil selalu ia terapkan dimanapun dan kepada siapapun. Bahkan ketika ia pindah ke Singapura untuk melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi, semua nilai keluarga terutama kerja keras dan kejujuran selalu ia jaga sehingga sampai sekarang ia menjadi seorang yang sukses.


Saya seorang yang haus akan kesuksesan, namun untuk meraihnya diperlukan sebuah kerja keras. Kadang sesuatu penghambat dan masalah membuat saya terjatuh dan mundur dari dunia yang begitu keras. Namun, Pak Onggy lagi-lagi meyakinkan bahwa hidup ini harus dinikmati sebagai bagian dari proses dan memberikan sesuatu kepada orang lain. Value your life, kehidupan pun harus memiliki makna dan nilai-nilai, jangan sampai mati hanya meninggalkan nama yang buruk, namun hiduplah dengan nama harummu.

Kebetulan sekali Pak Onggy adalah motivator sekaligus Inspirator yang mengadakan booth camp setiap tahunnya, dan tahun ini akan diadakan pada bulan Mei awal. Booth Camp ini telah dihadiri oleh hampir 80 -an negara di Dunia. Wow, sungguh luar biasa sekali ya.



Selain Booth Camp, kini hadir sebuah film bernuansa motivasi dengan judul Terbang Menembus Langit. Film ini dibintangi oleh Dion Wiyoko, Laura Basuki, Aline Adita dan Baim Wong.



Cerita Film Terbang Menembus Langit bercerita tentang seorang keturunan China bernama Onggy Hianata (Dion Wiyoko) yang dulu hidup miskin. Namun kegigihannya ia menjadi seorang pengusaha sukses di Singapura.

Pria yang sering disapa dengan nama Onggy tersebut lahir di Tarakan pada tanggal 6 Maret 1962. Sejak masih kecil hingga menginjak dewasa ia hidup serta tinggal di Tarakan. Namun pada tahun 1983 ia mempunyai mimpi untuk hijrah sera kuliah di Surabaya. Disitulah awal mula kemudian ia menjadi orang sukses di Singapura.

Yuk, ikutan booth camp dan nonton film Terbang Menembus Langit di bioskop kesayangan kamu. 

My Boss, My Coach, My Friend

Untuk tulisan random kedua ini saya pilih Tema chemistry antara pemimpin dan bawahannya request dari Kak Evi Yuniati.Kalo soal topik hubungan antar atasan dengan bawahan, yang masih segar diingatan...

[[ This is a content summary only. Visit my website for full links, other content, and more! ]]